0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Pada<strong><a>artikel Kimia kelas 11</a></strong>kali ini, kita akan mempelajari tentang alkuna meliputi pengertian, rumus umum, sifat-sifat, contoh, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Pada<strong><a>artikel Kimia kelas 11</a></strong>kali ini, kita akan mempelajari tentang alkuna meliputi pengertian, rumus umum, sifat-sifat, contoh, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Alkana… </p>
3
<p>Alkana… </p>
4
<p>Alkena…</p>
4
<p>Alkena…</p>
5
<p><em>Hmm</em>, satu lagi pasti kamu bisa menebak,<em>deh</em>.<em>Yap</em>! Alkuna!</p>
5
<p><em>Hmm</em>, satu lagi pasti kamu bisa menebak,<em>deh</em>.<em>Yap</em>! Alkuna!</p>
6
<p>Teman-teman, pastinya kamu sudah<em>nggak</em>asing lagi ya dengan istilah alkana, alkena, dan alkuna. Ketiganya merupakan golongan<strong>senyawa hidrokarbon alifatik,</strong>karena tersusun dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) yang saling terikat dan membentuk rantai terbuka (bisa bercabang maupun tidak).</p>
6
<p>Teman-teman, pastinya kamu sudah<em>nggak</em>asing lagi ya dengan istilah alkana, alkena, dan alkuna. Ketiganya merupakan golongan<strong>senyawa hidrokarbon alifatik,</strong>karena tersusun dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) yang saling terikat dan membentuk rantai terbuka (bisa bercabang maupun tidak).</p>
7
<p><strong>Alkana</strong>tergolong hidrokarbon alifatik jenuh karena memiliki ikatan tunggal antar rantai atom karbonnya, sedangkan<a><strong>alkena</strong></a>dan<strong>alkuna</strong>tergolong hidrokarbon alifatik tak jenuh karena memiliki ikatan rangkap antar rantai atom karbonnya.</p>
7
<p><strong>Alkana</strong>tergolong hidrokarbon alifatik jenuh karena memiliki ikatan tunggal antar rantai atom karbonnya, sedangkan<a><strong>alkena</strong></a>dan<strong>alkuna</strong>tergolong hidrokarbon alifatik tak jenuh karena memiliki ikatan rangkap antar rantai atom karbonnya.</p>
8
<p><em>Nah</em>, jika pada pembahasan sebelumnya kamu telah mengetahui tentang alkana dan alkena, maka pada pembahasan kali ini, kamu akan mempelajari tentang golongan hidrokarbon alifatik yang terakhir,<em>nih</em>, yaitu alkuna. Apa itu senyawa alkuna? Seperti apa sifatnya? Serta, apa saja contoh dan manfaatnya?<em>Yuk</em>, kita simak penjelasannya berikut ini!</p>
8
<p><em>Nah</em>, jika pada pembahasan sebelumnya kamu telah mengetahui tentang alkana dan alkena, maka pada pembahasan kali ini, kamu akan mempelajari tentang golongan hidrokarbon alifatik yang terakhir,<em>nih</em>, yaitu alkuna. Apa itu senyawa alkuna? Seperti apa sifatnya? Serta, apa saja contoh dan manfaatnya?<em>Yuk</em>, kita simak penjelasannya berikut ini!</p>
9
<h2>Pengertian Alkuna</h2>
9
<h2>Pengertian Alkuna</h2>
10
<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,<strong>alkuna</strong>adalah jenis senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki<strong>ikatan rangkap tiga</strong>.<strong>Rumus umum alkuna adalah CnH2n-n </strong><strong>dengan n > 1</strong>.</p>
10
<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,<strong>alkuna</strong>adalah jenis senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki<strong>ikatan rangkap tiga</strong>.<strong>Rumus umum alkuna adalah CnH2n-n </strong><strong>dengan n > 1</strong>.</p>
11
<p>Misalnya:</p>
11
<p>Misalnya:</p>
12
<p>Jika n = 2, maka C2H2<strong> </strong>merupakan suku pertama alkuna.</p>
12
<p>Jika n = 2, maka C2H2<strong> </strong>merupakan suku pertama alkuna.</p>
13
<p>Jika n = 3, maka C3H4 merupakan suku kedua alkuna.</p>
13
<p>Jika n = 3, maka C3H4 merupakan suku kedua alkuna.</p>
14
<p>Jika n = 4, maka C4H6 merupakan suku ketiga alkuna, dan seterusnya.</p>
14
<p>Jika n = 4, maka C4H6 merupakan suku ketiga alkuna, dan seterusnya.</p>
15
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Alkana, Rumus Umum, Sifat, dan Contoh</a></strong></p>
15
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Alkana, Rumus Umum, Sifat, dan Contoh</a></strong></p>
16
<h2>Tata Nama Alkuna berdasarkan IUPAC</h2>
16
<h2>Tata Nama Alkuna berdasarkan IUPAC</h2>
17
<p>Pemberian nama alkuna dibedakan menjadi dua menurut jenis rantainya, yaitu:</p>
17
<p>Pemberian nama alkuna dibedakan menjadi dua menurut jenis rantainya, yaitu:</p>
18
<h3>1. Rantai lurus</h3>
18
<h3>1. Rantai lurus</h3>
19
<p>Penamaan alkuna rantai lurus dengan<strong>C = 2 dan C = 3</strong>ditulis menurut<strong>jumlah atom C yang menyusunnya dan diakhiri dengan akhiran -una</strong>.</p>
19
<p>Penamaan alkuna rantai lurus dengan<strong>C = 2 dan C = 3</strong>ditulis menurut<strong>jumlah atom C yang menyusunnya dan diakhiri dengan akhiran -una</strong>.</p>
20
<p>Contoh:</p>
20
<p>Contoh:</p>
21
<p>C2H2 = et<strong>una</strong>.</p>
21
<p>C2H2 = et<strong>una</strong>.</p>
22
<p>C3H4 = prop<strong>una</strong>.</p>
22
<p>C3H4 = prop<strong>una</strong>.</p>
23
<p>Sementara itu, Penamaan alkuna rantai lurus dengan<strong>C ≥ 4 diawali dengan menuliskan nomor atom C yang memiliki ikatan rangkap tiga diikuti dengan nama alkuna sesuai dengan jumlah atom C.</strong></p>
23
<p>Sementara itu, Penamaan alkuna rantai lurus dengan<strong>C ≥ 4 diawali dengan menuliskan nomor atom C yang memiliki ikatan rangkap tiga diikuti dengan nama alkuna sesuai dengan jumlah atom C.</strong></p>
24
<p>Penomoran atom C dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap tiga.</p>
24
<p>Penomoran atom C dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap tiga.</p>
25
<p><strong>IUPAC : posisi rangkap + nama alkuna</strong></p>
25
<p><strong>IUPAC : posisi rangkap + nama alkuna</strong></p>
26
<p>Contoh:</p>
26
<p>Contoh:</p>
27
<h3>2. Rantai bercabang</h3>
27
<h3>2. Rantai bercabang</h3>
28
<p><strong>IUPAC : posisi cabang + nama cabang + posisi rangkap + nama rantai induk</strong></p>
28
<p><strong>IUPAC : posisi cabang + nama cabang + posisi rangkap + nama rantai induk</strong></p>
29
<p>Aturan penamaan:</p>
29
<p>Aturan penamaan:</p>
30
<p>1.<strong>Tentukan rantai utamanya</strong>. Rantai utama ini merupakan rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga. Contoh:</p>
30
<p>1.<strong>Tentukan rantai utamanya</strong>. Rantai utama ini merupakan rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga. Contoh:</p>
31
<p> </p>
31
<p> </p>
32
<p>2.<strong>Beri nomor pada setiap atom C yang berada pada rantai utama</strong>.<strong>Ingat!</strong>Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap tiga. Contoh:</p>
32
<p>2.<strong>Beri nomor pada setiap atom C yang berada pada rantai utama</strong>.<strong>Ingat!</strong>Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap tiga. Contoh:</p>
33
<p> </p>
33
<p> </p>
34
<p>3.<strong> Jika terdapat lebih dari satu cabang yang sama</strong>, maka dalam penulisannya diawali dengan di- (untuk 2 cabang yang sama), tri- (untuk 3 cabang yang sama), tetra- (untuk 4 cabang yang sama), dan seterusnya. Contoh:</p>
34
<p>3.<strong> Jika terdapat lebih dari satu cabang yang sama</strong>, maka dalam penulisannya diawali dengan di- (untuk 2 cabang yang sama), tri- (untuk 3 cabang yang sama), tetra- (untuk 4 cabang yang sama), dan seterusnya. Contoh:</p>
35
<p> </p>
35
<p> </p>
36
<p>Terdapat dua cabang sejenis pada atom C bernomor 4, sehingga nama alkuna tersebut adalah <strong>4,4 - dimetil - 2 - nonuna</strong>.</p>
36
<p>Terdapat dua cabang sejenis pada atom C bernomor 4, sehingga nama alkuna tersebut adalah <strong>4,4 - dimetil - 2 - nonuna</strong>.</p>
37
<p>4.<strong>Jika terdapat lebih dari satu cabang yang berbeda</strong>, maka dalam penulisannya harus disusun berdasarkan urutan abjad huruf pertama dari nama cabang tersebut.<strong>Note!</strong>Awalan di-, tri-, tetra-, dan sebagainya tidak diperhatikan dalam penentuan urutan abjad.</p>
37
<p>4.<strong>Jika terdapat lebih dari satu cabang yang berbeda</strong>, maka dalam penulisannya harus disusun berdasarkan urutan abjad huruf pertama dari nama cabang tersebut.<strong>Note!</strong>Awalan di-, tri-, tetra-, dan sebagainya tidak diperhatikan dalam penentuan urutan abjad.</p>
38
<p>Contoh:</p>
38
<p>Contoh:</p>
39
<p>Karena etil diawali dengan huruf “<strong>e</strong>” dan metil diawali dengan huruf “<strong>m</strong>“, maka dalam penulisannya kita awali dengan etil terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan metil, lalu nama rantai induknya, sehingga nama alkuna tersebut adalah<strong>6 - etil - 4,4 - dimetil - 2 - nonuna</strong>. Perhatikan kalau awalan di- pada metil tidak mempengaruhi penentuan urutan abjad, ya.</p>
39
<p>Karena etil diawali dengan huruf “<strong>e</strong>” dan metil diawali dengan huruf “<strong>m</strong>“, maka dalam penulisannya kita awali dengan etil terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan metil, lalu nama rantai induknya, sehingga nama alkuna tersebut adalah<strong>6 - etil - 4,4 - dimetil - 2 - nonuna</strong>. Perhatikan kalau awalan di- pada metil tidak mempengaruhi penentuan urutan abjad, ya.</p>
40
<p>Sejauh ini bagaimana,<em>nih</em>? Kamu paham<em>nggak</em>?<em>Nah</em>, bagi yang belum paham, tulis saja pertanyaanmu di kolom komentar, ya. Setelah kamu mengetahui apa itu alkuna serta aturan dalam penamaan alkuna,<em>yuk</em>kita lanjut ke bahasan selanjutnya, yaitu sifat-sifat alkuna. Tetap simak, ya!</p>
40
<p>Sejauh ini bagaimana,<em>nih</em>? Kamu paham<em>nggak</em>?<em>Nah</em>, bagi yang belum paham, tulis saja pertanyaanmu di kolom komentar, ya. Setelah kamu mengetahui apa itu alkuna serta aturan dalam penamaan alkuna,<em>yuk</em>kita lanjut ke bahasan selanjutnya, yaitu sifat-sifat alkuna. Tetap simak, ya!</p>
41
<p><strong>Baca Juga:<a>Yuk, Kenalan dengan Senyawa Turunan Alkana: Alkohol!</a></strong></p>
41
<p><strong>Baca Juga:<a>Yuk, Kenalan dengan Senyawa Turunan Alkana: Alkohol!</a></strong></p>
42
<h2>Sifat-Sifat Alkuna</h2>
42
<h2>Sifat-Sifat Alkuna</h2>
43
<p>Sifat alkuna dibedakan menjadi dua berdasarkan sifat fisik dan sifat kimia, di antaranya:</p>
43
<p>Sifat alkuna dibedakan menjadi dua berdasarkan sifat fisik dan sifat kimia, di antaranya:</p>
44
<h3>1. Sifat fisik</h3>
44
<h3>1. Sifat fisik</h3>
45
<p>a. Merupakan<strong>senyawa nonpolar</strong>. Akibatnya, alkuna tidak mudah larut dalam air.</p>
45
<p>a. Merupakan<strong>senyawa nonpolar</strong>. Akibatnya, alkuna tidak mudah larut dalam air.</p>
46
<p>b. Pada suhu kamar:</p>
46
<p>b. Pada suhu kamar:</p>
47
<ul><li>- Alkuna dengan C2 - C4 berwujud<strong> gas</strong>.</li>
47
<ul><li>- Alkuna dengan C2 - C4 berwujud<strong> gas</strong>.</li>
48
<li>- Alkuna dengan C5 - C15 berwujud <strong>cair</strong>.</li>
48
<li>- Alkuna dengan C5 - C15 berwujud <strong>cair</strong>.</li>
49
<li>- Alkuna dengan C16 dan seterusnya berwujud <strong>padat</strong>.</li>
49
<li>- Alkuna dengan C16 dan seterusnya berwujud <strong>padat</strong>.</li>
50
</ul><p>c. Pada<strong>alkuna rantai lurus</strong>, semakin panjang rantai C nya, maka akan semakin tinggi titik didihnya.</p>
50
</ul><p>c. Pada<strong>alkuna rantai lurus</strong>, semakin panjang rantai C nya, maka akan semakin tinggi titik didihnya.</p>
51
<p>d. Pada<strong>alkuna rantai bercabang</strong>, semakin banyak cabangnya, maka akan semakin rendah titik didihnya.</p>
51
<p>d. Pada<strong>alkuna rantai bercabang</strong>, semakin banyak cabangnya, maka akan semakin rendah titik didihnya.</p>
52
<h3>2. Sifat kimia</h3>
52
<h3>2. Sifat kimia</h3>
53
<h4><strong>Reaksi adisi</strong></h4>
53
<h4><strong>Reaksi adisi</strong></h4>
54
<p>Reaksi adisi adalah<strong>reaksi penjenuhan atau pemutusan ikatan rangkap</strong>oleh hidrogen (H2), halogen (X2), atau asam halida (HX). Reaksi adisi pada alkuna membutuhkan pereaksi dengan jumlah dua kali lipat dari alkena.</p>
54
<p>Reaksi adisi adalah<strong>reaksi penjenuhan atau pemutusan ikatan rangkap</strong>oleh hidrogen (H2), halogen (X2), atau asam halida (HX). Reaksi adisi pada alkuna membutuhkan pereaksi dengan jumlah dua kali lipat dari alkena.</p>
55
<p>Sekarang, coba kita perhatikan beberapa contoh reaksi adisi pada alkuna di bawah ini.</p>
55
<p>Sekarang, coba kita perhatikan beberapa contoh reaksi adisi pada alkuna di bawah ini.</p>
56
<p><strong>a. Reaksi adisi dengan H2</strong></p>
56
<p><strong>a. Reaksi adisi dengan H2</strong></p>
57
<p><strong>b. Reaksi adisi dengan X2 (F2, Cl2, Br2, I2) </strong></p>
57
<p><strong>b. Reaksi adisi dengan X2 (F2, Cl2, Br2, I2) </strong></p>
58
<p><strong>c. Reaksi adisi dengan HX (X = F, Cl, Br, I)</strong></p>
58
<p><strong>c. Reaksi adisi dengan HX (X = F, Cl, Br, I)</strong></p>
59
<p>Pada reaksi adisi propuna dengan HX, berlaku hukum Markovnikov. Atom H dari asam akan berikatan pada atom C ikatan rangkap yang lebih banyak mengikat atom H.</p>
59
<p>Pada reaksi adisi propuna dengan HX, berlaku hukum Markovnikov. Atom H dari asam akan berikatan pada atom C ikatan rangkap yang lebih banyak mengikat atom H.</p>
60
<p><em>Duh</em>, aku pusing! (sumber: giphy.com)</p>
60
<p><em>Duh</em>, aku pusing! (sumber: giphy.com)</p>
61
<p>Tenang, meskipun reaksi-reaksi di atas terlihat cukup rumit, tapi intinya, pada reaksi adisi kita ingin mengubah ikatan rangkap pada atom C menjadi ikatan tunggal. Caranya, dengan menambahkan atom-atom lain, seperti H2, X2, dan HX.</p>
61
<p>Tenang, meskipun reaksi-reaksi di atas terlihat cukup rumit, tapi intinya, pada reaksi adisi kita ingin mengubah ikatan rangkap pada atom C menjadi ikatan tunggal. Caranya, dengan menambahkan atom-atom lain, seperti H2, X2, dan HX.</p>
62
<p><em>Nah</em>, akhirnya, kita masuk ke bahasan terakhir kita,<em>nih</em>, yaitu manfaat alkuna. Penasaran apa saja manfaatnya?<em>Yuk</em>, langsung saja kita simak!</p>
62
<p><em>Nah</em>, akhirnya, kita masuk ke bahasan terakhir kita,<em>nih</em>, yaitu manfaat alkuna. Penasaran apa saja manfaatnya?<em>Yuk</em>, langsung saja kita simak!</p>
63
<h2>Manfaat Alkuna dalam Kehidupan</h2>
63
<h2>Manfaat Alkuna dalam Kehidupan</h2>
64
<p>Alkuna dapat digunakan sebagai<strong>bahan baku pembuat bahan-bahan sintetis</strong>, seperti plastik. Salah satu jenis alkuna yang paling sederhana, yaitu etuna atau lebih dikenal dengan<strong>asetilen</strong>banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk<strong>proses pengelasan, pemotongan besi dan logam, serta membantu mempercepat pematangan buah</strong>.</p>
64
<p>Alkuna dapat digunakan sebagai<strong>bahan baku pembuat bahan-bahan sintetis</strong>, seperti plastik. Salah satu jenis alkuna yang paling sederhana, yaitu etuna atau lebih dikenal dengan<strong>asetilen</strong>banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk<strong>proses pengelasan, pemotongan besi dan logam, serta membantu mempercepat pematangan buah</strong>.</p>
65
<p>-</p>
65
<p>-</p>
66
<p>Gimana nih teman-teman, sekarang kamu sudah tahu<em>kan</em>apa itu alkuna, macam-macam sifatnya, serta fungsi alkuna dalam kehidupan. Bagi kamu yang masih penasaran dengan materi alkuna ini, kamu bisa<em>lho</em>mempelajarinya lewat video beranimasi di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
66
<p>Gimana nih teman-teman, sekarang kamu sudah tahu<em>kan</em>apa itu alkuna, macam-macam sifatnya, serta fungsi alkuna dalam kehidupan. Bagi kamu yang masih penasaran dengan materi alkuna ini, kamu bisa<em>lho</em>mempelajarinya lewat video beranimasi di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
67
67