0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Supaya persiapanmu menghadapi UTBK SNBT 2025 lebih matang, yuk asah dengan mengerjakan</em><a>kumpulan latihan soal</a><em>TPS Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis beserta pembahasannya! </em></p>
1
<blockquote><p><em>Supaya persiapanmu menghadapi UTBK SNBT 2025 lebih matang, yuk asah dengan mengerjakan</em><a>kumpulan latihan soal</a><em>TPS Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis beserta pembahasannya! </em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><h2><strong>Topik</strong><strong>: Ejaan</strong></h2>
3
</blockquote><h2><strong>Topik</strong><strong>: Ejaan</strong></h2>
4
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Penggunaan Tanda Baca, Konsep Kilat Penulisan Kata</strong></p>
4
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Penggunaan Tanda Baca, Konsep Kilat Penulisan Kata</strong></p>
5
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1-4.</strong></p>
5
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1-4.</strong></p>
6
<p>(1) Indonesia memiliki kata yang cukup unik untuk mengekspresikan tertawa di internet. (2) Netizen Indonesia sering kali menggunakan kata<em>wkwk</em>(baca: weka-weka) untuk ekspresi kala gembira, senang dan geli tersebut. (3) Penggunaan kata<em>wkwk</em>di Indonesia bisa dikatakan sangat unik. (4) Warga dunia biasanya memilih istilah<em>laugh out loud</em>yang sering kali disingkat<em>LOL</em>atau<em>haha</em>untuk menggambarkan situasi tertawa. (5) Adapun,<em>wkwk</em>hanya digunakan orang Indonesia. (6) […], dari mana kata<em>wkwk</em>itu berasal?</p>
6
<p>(1) Indonesia memiliki kata yang cukup unik untuk mengekspresikan tertawa di internet. (2) Netizen Indonesia sering kali menggunakan kata<em>wkwk</em>(baca: weka-weka) untuk ekspresi kala gembira, senang dan geli tersebut. (3) Penggunaan kata<em>wkwk</em>di Indonesia bisa dikatakan sangat unik. (4) Warga dunia biasanya memilih istilah<em>laugh out loud</em>yang sering kali disingkat<em>LOL</em>atau<em>haha</em>untuk menggambarkan situasi tertawa. (5) Adapun,<em>wkwk</em>hanya digunakan orang Indonesia. (6) […], dari mana kata<em>wkwk</em>itu berasal?</p>
7
<p>(7) Para anggota Quora asal Indonesia pun berlomba-lomba menjawab pertanyaan tersebut. (8) Salah satu pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto Nugroho menuturkan bahwa kata<em>wkwk</em>lahir di komunitas<em>game online</em>. (9) Penggunaan kata<em>haha</em>dianggap sangat formal di dunia<em>game</em>. (10) Pemain lebih memilih untuk menggunakan kata<em>huehue</em>dan<em>huahua</em>untuk ekspresi tertawa. (11) Nah, sama seperti<em>gua</em>menjadi<em>gw</em>, huruf U yang ada di<em>huehue</em>dan<em>huahua</em>diubah menjadi W sehingga pemain memilih menggunakan kata<em>hwhwhw</em>. (12) Kemudian, kata itu berubah lagi menjadi<em>wkwk</em>dengan alasan lebih mudah diketik dibandingkan haha. (13) Pemain<em>game online</em>bisa mengetikkan huruf W tanpa menggerakkan tangan kiri, sedangkan huruf K bisa diketik tanpa menggerakkan tangan kanan.</p>
7
<p>(7) Para anggota Quora asal Indonesia pun berlomba-lomba menjawab pertanyaan tersebut. (8) Salah satu pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto Nugroho menuturkan bahwa kata<em>wkwk</em>lahir di komunitas<em>game online</em>. (9) Penggunaan kata<em>haha</em>dianggap sangat formal di dunia<em>game</em>. (10) Pemain lebih memilih untuk menggunakan kata<em>huehue</em>dan<em>huahua</em>untuk ekspresi tertawa. (11) Nah, sama seperti<em>gua</em>menjadi<em>gw</em>, huruf U yang ada di<em>huehue</em>dan<em>huahua</em>diubah menjadi W sehingga pemain memilih menggunakan kata<em>hwhwhw</em>. (12) Kemudian, kata itu berubah lagi menjadi<em>wkwk</em>dengan alasan lebih mudah diketik dibandingkan haha. (13) Pemain<em>game online</em>bisa mengetikkan huruf W tanpa menggerakkan tangan kiri, sedangkan huruf K bisa diketik tanpa menggerakkan tangan kanan.</p>
8
<p>(Sumber: Yusuf, O. (2021). Orang Indonesia Doyan Ketik “Wkwkwk” Saat Tertawa, Ini Asal-usulnya. Diambil 21 Desember 2021 dari https://tekno.kompas.com/read/2021/08/06/16470007/orang-indonesia-doyan-ketik-wkwkwk-saat-tertawa-ini-asal-usulnya.) </p>
8
<p>(Sumber: Yusuf, O. (2021). Orang Indonesia Doyan Ketik “Wkwkwk” Saat Tertawa, Ini Asal-usulnya. Diambil 21 Desember 2021 dari https://tekno.kompas.com/read/2021/08/06/16470007/orang-indonesia-doyan-ketik-wkwkwk-saat-tertawa-ini-asal-usulnya.) </p>
9
<p>1. Kalimat yang bebas dari kesalahan penulisan adalah ….</p>
9
<p>1. Kalimat yang bebas dari kesalahan penulisan adalah ….</p>
10
<ol><li>(2)</li>
10
<ol><li>(2)</li>
11
<li>(4)</li>
11
<li>(4)</li>
12
<li>(5)</li>
12
<li>(5)</li>
13
<li>(11)</li>
13
<li>(11)</li>
14
<li>(12)</li>
14
<li>(12)</li>
15
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong><strong></strong></p>
15
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong><strong></strong></p>
16
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
16
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
17
<p>Soal ini sangat umum. Kesalahan yang dimaksud bisa disebabkan ketidakefektifan, ketidakbakuan, atau kesalahan dalam penggunaan ejaan. Kalimat yang bebas dari kesalahan penulisan adalah kalimat (11).</p>
17
<p>Soal ini sangat umum. Kesalahan yang dimaksud bisa disebabkan ketidakefektifan, ketidakbakuan, atau kesalahan dalam penggunaan ejaan. Kalimat yang bebas dari kesalahan penulisan adalah kalimat (11).</p>
18
<ul><li>Kalimat (2) kekurangan tanda koma di sebelum kata dan. Perincian yang lebih dari dua harus dipisahkan tanda koma pada setiap unsurnya.</li>
18
<ul><li>Kalimat (2) kekurangan tanda koma di sebelum kata dan. Perincian yang lebih dari dua harus dipisahkan tanda koma pada setiap unsurnya.</li>
19
<li>Kalimat (4) mengandung singkatan<em>LOL</em>yang menggunakan huruf miring. Singkatan tidak menggunakan huruf miring meskipun merupakan singkatan yang berasal dari bahasa asing.</li>
19
<li>Kalimat (4) mengandung singkatan<em>LOL</em>yang menggunakan huruf miring. Singkatan tidak menggunakan huruf miring meskipun merupakan singkatan yang berasal dari bahasa asing.</li>
20
<li>Kalimat (5) kelebihan tanda baca koma setelah kata adapun.</li>
20
<li>Kalimat (5) kelebihan tanda baca koma setelah kata adapun.</li>
21
<li>Kalimat (12) mengandung kesalahan pembentukan kata. Kata diketik tidak tepat karena kata dasarnya adalah tik bukan ketik. Imbuhan di- ditambahkan pada kata dasar tik menjadi ditik, bukan diketik.</li>
21
<li>Kalimat (12) mengandung kesalahan pembentukan kata. Kata diketik tidak tepat karena kata dasarnya adalah tik bukan ketik. Imbuhan di- ditambahkan pada kata dasar tik menjadi ditik, bukan diketik.</li>
22
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
22
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
23
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kata, Frasa, Makna, dan Konjungsi</strong></h2>
23
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kata, Frasa, Makna, dan Konjungsi</strong></h2>
24
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Konjungsi</strong></p>
24
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Konjungsi</strong></p>
25
<p>2. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat (6) agar padu adalah ….</p>
25
<p>2. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat (6) agar padu adalah ….</p>
26
<ol><li>dengan demikian</li>
26
<ol><li>dengan demikian</li>
27
<li>lantas</li>
27
<li>lantas</li>
28
<li>jadi</li>
28
<li>jadi</li>
29
<li>sebenarnya</li>
29
<li>sebenarnya</li>
30
<li>namun</li>
30
<li>namun</li>
31
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong><strong></strong></p>
31
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong><strong></strong></p>
32
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
32
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
33
<p>Soal ini menanyakan konjungsi antarkalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada kalimat (6). Untuk menentukan konjungsi yang tepat, kita perlu mengetahui hubungan di antara kalimat (5) dan (6),<em>(5) Adapun, wkwk hanya digunakan orang Indonesia. (6) […], dari mana kata wkwk itu berasal?</em>. Kalimat (5) membicarakan kata<em>wkwk</em>yang hanya digunakan di Indonesia. Kalimat (6) melanjutkan kalimat (5) dengan menanyakan dari mana asal kata<em>wkwk</em>tersebut. Konjungsi yang tepat untuk melanjutkan informasi adalah<em>lantas</em>yang bermakna<em>lalu</em>atau<em>kemudian</em>.</p>
33
<p>Soal ini menanyakan konjungsi antarkalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada kalimat (6). Untuk menentukan konjungsi yang tepat, kita perlu mengetahui hubungan di antara kalimat (5) dan (6),<em>(5) Adapun, wkwk hanya digunakan orang Indonesia. (6) […], dari mana kata wkwk itu berasal?</em>. Kalimat (5) membicarakan kata<em>wkwk</em>yang hanya digunakan di Indonesia. Kalimat (6) melanjutkan kalimat (5) dengan menanyakan dari mana asal kata<em>wkwk</em>tersebut. Konjungsi yang tepat untuk melanjutkan informasi adalah<em>lantas</em>yang bermakna<em>lalu</em>atau<em>kemudian</em>.</p>
34
<p><strong>Pilihan jawaban A dan C tidak tepat</strong>karena konjungsi<em>dengan demikian</em>dan<em>jadi</em>digunakan untuk menunjukkan hubungan simpulan.</p>
34
<p><strong>Pilihan jawaban A dan C tidak tepat</strong>karena konjungsi<em>dengan demikian</em>dan<em>jadi</em>digunakan untuk menunjukkan hubungan simpulan.</p>
35
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena konjungsi<em>sebenarnya</em>bukan merupakan konjungsi, melainkan adverbia.</p>
35
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena konjungsi<em>sebenarnya</em>bukan merupakan konjungsi, melainkan adverbia.</p>
36
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena konjungsi<em>namun</em>digunakan untuk menunjukkan hubungan pertentangan.</p>
36
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena konjungsi<em>namun</em>digunakan untuk menunjukkan hubungan pertentangan.</p>
37
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
37
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
38
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
38
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
39
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
39
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
40
<p>3. Ide pokok paragraf kedua teks tersebut adalah ….</p>
40
<p>3. Ide pokok paragraf kedua teks tersebut adalah ….</p>
41
<ol><li>anggota Quora berlomba menjawab asal kata<em>wkwk</em></li>
41
<ol><li>anggota Quora berlomba menjawab asal kata<em>wkwk</em></li>
42
<li><em>wkwk</em>berasal dari komunitas game online</li>
42
<li><em>wkwk</em>berasal dari komunitas game online</li>
43
<li>asal mula munculnya kata<em>wkwk</em></li>
43
<li>asal mula munculnya kata<em>wkwk</em></li>
44
<li><em>wkwk</em>muncul karena kebiasaan para pemain game online</li>
44
<li><em>wkwk</em>muncul karena kebiasaan para pemain game online</li>
45
<li>salah satu pendapat mengenai asal kata<em>wkwk</em></li>
45
<li>salah satu pendapat mengenai asal kata<em>wkwk</em></li>
46
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong><strong></strong></p>
46
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong><strong></strong></p>
47
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
47
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
48
<p>Ide pokok adalah hal yang dibicarakan dalam sebuah teks atau paragraf. Ide pokok mencakup hal utama yang dibicarakan dan penjelasnya.</p>
48
<p>Ide pokok adalah hal yang dibicarakan dalam sebuah teks atau paragraf. Ide pokok mencakup hal utama yang dibicarakan dan penjelasnya.</p>
49
<p>Paragraf kedua berisi penjelasan dari mana asal kata<em>wkwk</em>berasal. Penjelasan tersebut berasal dari seorang pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto. Artinya, asal kata<em>wkwk</em>dalam paragraf kedua merupakan sebuah pendapat yang dikemukakan oleh pengguna Quora tersebut.</p>
49
<p>Paragraf kedua berisi penjelasan dari mana asal kata<em>wkwk</em>berasal. Penjelasan tersebut berasal dari seorang pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto. Artinya, asal kata<em>wkwk</em>dalam paragraf kedua merupakan sebuah pendapat yang dikemukakan oleh pengguna Quora tersebut.</p>
50
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena paragraf kedua tidak menjelaskan perihal pengguna Quora yang berlomba menjawab pertanyaan mengenai asal kata<em>wkwk</em>.</p>
50
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena paragraf kedua tidak menjelaskan perihal pengguna Quora yang berlomba menjawab pertanyaan mengenai asal kata<em>wkwk</em>.</p>
51
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena kalimat ini berbunyi seakan-akan asal kata tersebut memang berasal dari sana, sedangkan pada awal kalimat dijelaskan bahwa itu hanya pendapat dari seorang pengguna Quora.</p>
51
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena kalimat ini berbunyi seakan-akan asal kata tersebut memang berasal dari sana, sedangkan pada awal kalimat dijelaskan bahwa itu hanya pendapat dari seorang pengguna Quora.</p>
52
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena paragraf 2 membicarakan pendapat netizen terkait asal mula kata<em>wkwk</em>.</p>
52
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena paragraf 2 membicarakan pendapat netizen terkait asal mula kata<em>wkwk</em>.</p>
53
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena pernyataan tersebut merupakan penjelas bagi paragraf kedua.</p>
53
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena pernyataan tersebut merupakan penjelas bagi paragraf kedua.</p>
54
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
54
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
55
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
55
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
56
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Kalimat</strong></p>
56
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Kalimat</strong></p>
57
<p>4. Gagasan utama kalimat (8) adalah …</p>
57
<p>4. Gagasan utama kalimat (8) adalah …</p>
58
<ol><li>Salah satu pengguna Quora bernama Dio Wijayanto.</li>
58
<ol><li>Salah satu pengguna Quora bernama Dio Wijayanto.</li>
59
<li>Dio Wijayanto Nugroho menuturkan<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online.</li>
59
<li>Dio Wijayanto Nugroho menuturkan<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online.</li>
60
<li>Pengguna Quora menuturkan<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online.</li>
60
<li>Pengguna Quora menuturkan<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online.</li>
61
<li>Kata<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online.</li>
61
<li>Kata<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online.</li>
62
<li>Nugroho menuturkan kata<em>wkwk</em>di komunitas game online.</li>
62
<li>Nugroho menuturkan kata<em>wkwk</em>di komunitas game online.</li>
63
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong><strong></strong></p>
63
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong><strong></strong></p>
64
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
64
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
65
<p>Gagasan utama kalimat adalah hal pokok yang dibicarakan dalam sebuah kalimat. Gagasan utama dalam sebuah kalimat biasanya terletak pada unsur intinya, yakni subjek dan predikat. Akan tetapi, pada sebuah kalimat aktif transitif tersebut terdapat kata<em>bahwa</em>sebagai kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yang menjadi pokok kalimat. Oleh karena itu, gagasan utamanya terletak pada klausa objek tersebut.</p>
65
<p>Gagasan utama kalimat adalah hal pokok yang dibicarakan dalam sebuah kalimat. Gagasan utama dalam sebuah kalimat biasanya terletak pada unsur intinya, yakni subjek dan predikat. Akan tetapi, pada sebuah kalimat aktif transitif tersebut terdapat kata<em>bahwa</em>sebagai kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yang menjadi pokok kalimat. Oleh karena itu, gagasan utamanya terletak pada klausa objek tersebut.</p>
66
<p>Kalimat<em>Salah satu pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto Nugroho menuturkan bahwa kata wkwk lahir di komunitas game online</em>. mengandung objek yang diperluas. Dengan demikian, gagasan utama pada kalimat ini terletak pada klausa objeknya. Secara keseluruhan, struktur kalimat tersebut adalah</p>
66
<p>Kalimat<em>Salah satu pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto Nugroho menuturkan bahwa kata wkwk lahir di komunitas game online</em>. mengandung objek yang diperluas. Dengan demikian, gagasan utama pada kalimat ini terletak pada klausa objeknya. Secara keseluruhan, struktur kalimat tersebut adalah</p>
67
<ul><li>Salah satu pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto Nugroho → subjek</li>
67
<ul><li>Salah satu pengguna Quora yang bernama Dio Wijayanto Nugroho → subjek</li>
68
<li>menuturkan → predikat</li>
68
<li>menuturkan → predikat</li>
69
<li>bahwa kata<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online → objek</li>
69
<li>bahwa kata<em>wkwk</em>lahir di komunitas game online → objek</li>
70
</ul><p>Analisis klausa anak perluasan objeknya adalah</p>
70
</ul><p>Analisis klausa anak perluasan objeknya adalah</p>
71
<ul><li>kata<em>wkwk</em>→ subjek</li>
71
<ul><li>kata<em>wkwk</em>→ subjek</li>
72
<li>lahir → predikat</li>
72
<li>lahir → predikat</li>
73
<li>di komunitas game online → keterangan</li>
73
<li>di komunitas game online → keterangan</li>
74
</ul><p>Jadi, yang dibicarakan adalah<em>kata</em><strong><em>wkwk</em></strong><em>lahir di komunitas</em><strong><em>game online</em></strong>. Keterangan pada kalimat tersebut berfungsi untuk memperjelas kalimatnya. Sementara itu, pilihan jawaban A, B, C, dan E tidak tepat karena subjek yang digunakan bukan<em>kata</em><strong><em>wkwk</em></strong>.</p>
74
</ul><p>Jadi, yang dibicarakan adalah<em>kata</em><strong><em>wkwk</em></strong><em>lahir di komunitas</em><strong><em>game online</em></strong>. Keterangan pada kalimat tersebut berfungsi untuk memperjelas kalimatnya. Sementara itu, pilihan jawaban A, B, C, dan E tidak tepat karena subjek yang digunakan bukan<em>kata</em><strong><em>wkwk</em></strong>.</p>
75
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
75
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
76
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
76
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
77
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
77
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
78
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 5-8.</strong></p>
78
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 5-8.</strong></p>
79
<p>(1) Lebih dari satu dekade yang lalu, para ahli belum mampu memahami apa itu rasa gatal. (2) Para ilmuwan benar-benar mengira bahwa gatal hanyalah jenis rasa sakit yang lebih ringan. (3) Gatal dianggap berasal dari reseptor yang sama di epidermis yang menyampaikan pesan kimia dan listrik ke tulang belakang dan otak untuk memberi tahu bahwa ada sesuatu yang menyakitkan. (4) Namun, sekarang kita mengetahui bahwa gatal sebenarnya memiliki sirkuit spesifiknya sendiri yang melibatkan bahan kimia dan selnya sendiri. (5) Sementara itu, kita semua memiliki respons yang berbeda terhadap rasa sakit, tetapi memiliki respons massal terhadap rasa gatal.</p>
79
<p>(1) Lebih dari satu dekade yang lalu, para ahli belum mampu memahami apa itu rasa gatal. (2) Para ilmuwan benar-benar mengira bahwa gatal hanyalah jenis rasa sakit yang lebih ringan. (3) Gatal dianggap berasal dari reseptor yang sama di epidermis yang menyampaikan pesan kimia dan listrik ke tulang belakang dan otak untuk memberi tahu bahwa ada sesuatu yang menyakitkan. (4) Namun, sekarang kita mengetahui bahwa gatal sebenarnya memiliki sirkuit spesifiknya sendiri yang melibatkan bahan kimia dan selnya sendiri. (5) Sementara itu, kita semua memiliki respons yang berbeda terhadap rasa sakit, tetapi memiliki respons massal terhadap rasa gatal.</p>
80
<p>(6) Ketika kita menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal, tidak lama kemudian kita akan merasakan sensasi lega. (7) Mengapa bisa demikian? (8) Saat menggaruk, otak akan meresponsnya dengan mengeluarkan hormon serotonin yang berfungsi sementara untuk mengurangi rasa gatal tersebut. (9) Hal yang sama juga akan dirasakan ketika bagian tubuh yang gatal sedikit dicubit atau dipukul perlahan karena rasa sakit lemah juga dapat dihasilkan dari tindakan tersebut. (10) Itulah sebabnya, saat digaruk, bagian tubuh yang gatal akan terasa nyaman sementara. (11) Akan tetapi, ketika hormon serotonin sudah habis, rasa gatal akan kembali di bagian tubuh yang lain atau di tempat semula.</p>
80
<p>(6) Ketika kita menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal, tidak lama kemudian kita akan merasakan sensasi lega. (7) Mengapa bisa demikian? (8) Saat menggaruk, otak akan meresponsnya dengan mengeluarkan hormon serotonin yang berfungsi sementara untuk mengurangi rasa gatal tersebut. (9) Hal yang sama juga akan dirasakan ketika bagian tubuh yang gatal sedikit dicubit atau dipukul perlahan karena rasa sakit lemah juga dapat dihasilkan dari tindakan tersebut. (10) Itulah sebabnya, saat digaruk, bagian tubuh yang gatal akan terasa nyaman sementara. (11) Akan tetapi, ketika hormon serotonin sudah habis, rasa gatal akan kembali di bagian tubuh yang lain atau di tempat semula.</p>
81
<p>(Sumber: Jenihansen, R. (2021). Misteri Rasa Gatal, Mengapa Menggaruk Memberi Sensasi Menyenangkan?. Diambil 2 November 2021 dari https://nationalgeographic.grid.id/read/132967566/misteri-rasa-gatal-mengapa-menggaruk-memberi-sensasi-menyenangkan?page=3.)</p>
81
<p>(Sumber: Jenihansen, R. (2021). Misteri Rasa Gatal, Mengapa Menggaruk Memberi Sensasi Menyenangkan?. Diambil 2 November 2021 dari https://nationalgeographic.grid.id/read/132967566/misteri-rasa-gatal-mengapa-menggaruk-memberi-sensasi-menyenangkan?page=3.)</p>
82
<p>5. Jika informasi di bawah ini ditambahkan pada paragraf 2, kalimat mana yang akan melemahkan argumen pada paragraf tersebut?</p>
82
<p>5. Jika informasi di bawah ini ditambahkan pada paragraf 2, kalimat mana yang akan melemahkan argumen pada paragraf tersebut?</p>
83
<ol><li>Rasa gatal yang muncul terkadang tidak diketahui posisi tepatnya.</li>
83
<ol><li>Rasa gatal yang muncul terkadang tidak diketahui posisi tepatnya.</li>
84
<li>Menggaruk bagian tubuh yang gatal akan menimbulkan rasa nyaman.</li>
84
<li>Menggaruk bagian tubuh yang gatal akan menimbulkan rasa nyaman.</li>
85
<li>Tidak hanya menggaruk, mencubit pun bisa meredakan rasa gatal itu.</li>
85
<li>Tidak hanya menggaruk, mencubit pun bisa meredakan rasa gatal itu.</li>
86
<li>Hormon serotonin mampu menimbulkan rasa nyaman.</li>
86
<li>Hormon serotonin mampu menimbulkan rasa nyaman.</li>
87
<li>Ada banyak rasa gatal yang tidak perlu digaruk.</li>
87
<li>Ada banyak rasa gatal yang tidak perlu digaruk.</li>
88
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong><strong></strong></p>
88
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong><strong></strong></p>
89
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
89
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
90
<p>Hal yang dibicarakan dalam paragraf 2 adalah rasa lega yang dihasilkan saat menggaruk bagian yang gatal di tubuh. Pernyataan ini bisa dilemahkan oleh informasi yang ada di pilihan jawaban A. Jika kita tidak mengetahui posisi yang gatal, garukan yang kita lakukan pun tidak akan terasa melegakan.</p>
90
<p>Hal yang dibicarakan dalam paragraf 2 adalah rasa lega yang dihasilkan saat menggaruk bagian yang gatal di tubuh. Pernyataan ini bisa dilemahkan oleh informasi yang ada di pilihan jawaban A. Jika kita tidak mengetahui posisi yang gatal, garukan yang kita lakukan pun tidak akan terasa melegakan.</p>
91
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena pernyataan ini memperkuat pernyataan tentang munculnya rasa lega saat menggaruk.</p>
91
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena pernyataan ini memperkuat pernyataan tentang munculnya rasa lega saat menggaruk.</p>
92
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena informasi ini bersifat menambahkan informasi yang sudah tertulis sebelumnya.</p>
92
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena informasi ini bersifat menambahkan informasi yang sudah tertulis sebelumnya.</p>
93
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena pernyataan ini memberi tambahan informasi terkait rasa nyaman yang muncul saat menggaruk.</p>
93
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena pernyataan ini memberi tambahan informasi terkait rasa nyaman yang muncul saat menggaruk.</p>
94
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena paragraf 2 membicarakan sebab gatal dan perasaan lega yang muncul saat kita menggaruknya.</p>
94
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena paragraf 2 membicarakan sebab gatal dan perasaan lega yang muncul saat kita menggaruknya.</p>
95
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
95
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
96
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
96
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
97
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Kalimat Efektif</strong></p>
97
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Kalimat Efektif</strong></p>
98
<p>6. Perbaikan yang harus dilakukan agar kalimat (8) menjadi logis adalah ….</p>
98
<p>6. Perbaikan yang harus dilakukan agar kalimat (8) menjadi logis adalah ….</p>
99
<ol><li>mengganti menggaruk menjadi digaruk</li>
99
<ol><li>mengganti menggaruk menjadi digaruk</li>
100
<li>mengubah kata tersebut menjadi kata itu</li>
100
<li>mengubah kata tersebut menjadi kata itu</li>
101
<li>menambahkan kata kita sebelum menggaruk</li>
101
<li>menambahkan kata kita sebelum menggaruk</li>
102
<li>menghilangkan kata rasa sebelum kata gatal</li>
102
<li>menghilangkan kata rasa sebelum kata gatal</li>
103
<li>menghilangkan kata untuk setelah sementara</li>
103
<li>menghilangkan kata untuk setelah sementara</li>
104
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
104
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
105
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
105
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
106
<p>Secara terminologi, logis berarti ‘masuk akal’. Kalimat yang logis adalah kalimat yang masuk akal. Kelogisan kalimat didapat dari syarat keefektifan sebuah kalimat. Kalimat yang efektif tentu saja logis. Keefektifan kalimat sendiri bisa ditentukan dari kelengkapan unsur kalimatnya, kehematan penggunaan kata, dan kesejajaran kelas kata dan verbanya.</p>
106
<p>Secara terminologi, logis berarti ‘masuk akal’. Kalimat yang logis adalah kalimat yang masuk akal. Kelogisan kalimat didapat dari syarat keefektifan sebuah kalimat. Kalimat yang efektif tentu saja logis. Keefektifan kalimat sendiri bisa ditentukan dari kelengkapan unsur kalimatnya, kehematan penggunaan kata, dan kesejajaran kelas kata dan verbanya.</p>
107
<p>Kalimat (10),<em>Saat menggaruk, otak akan meresponnya dengan mengeluarkan hormon serotonin yang berfungsi sementara untuk mengurangi rasa gatal tersebut.</em>, tidak logis karena adanya kesalahan dalam pelesapan subjek di anak kalimatnya. Pada klausa anak, terdapat predikat yang tidak diawali subjek. Ini menandakan bahwa klausa anak tersebut memiliki subjek yang sama dengan induk kalimatnya, yakni otak. Jika kita memasukkan subjeknya pada klausa anak tersebut, kalimatnya menjadi tidak logis karena akan menjadi<em>Saat otak menggaruk, otak akan meresponnya dengan mengeluarkan hormon serotonin yang berfungsi sementara untuk mengurangi rasa gatal tersebut.</em>Otak tidak dapat menggaruk.</p>
107
<p>Kalimat (10),<em>Saat menggaruk, otak akan meresponnya dengan mengeluarkan hormon serotonin yang berfungsi sementara untuk mengurangi rasa gatal tersebut.</em>, tidak logis karena adanya kesalahan dalam pelesapan subjek di anak kalimatnya. Pada klausa anak, terdapat predikat yang tidak diawali subjek. Ini menandakan bahwa klausa anak tersebut memiliki subjek yang sama dengan induk kalimatnya, yakni otak. Jika kita memasukkan subjeknya pada klausa anak tersebut, kalimatnya menjadi tidak logis karena akan menjadi<em>Saat otak menggaruk, otak akan meresponnya dengan mengeluarkan hormon serotonin yang berfungsi sementara untuk mengurangi rasa gatal tersebut.</em>Otak tidak dapat menggaruk.</p>
108
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena mengganti kata<em>menggaruk</em>dengan<em>digaruk</em>tidak mengubah fakta bahwa subjek pada anak kalimatnya adalah otak.</p>
108
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena mengganti kata<em>menggaruk</em>dengan<em>digaruk</em>tidak mengubah fakta bahwa subjek pada anak kalimatnya adalah otak.</p>
109
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak</strong>tepat karena fungsi<em>tersebut</em>dan<em>itu</em>sama sehingga tidak ada perubahan yang terjadi akibat penggantian ini.</p>
109
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak</strong>tepat karena fungsi<em>tersebut</em>dan<em>itu</em>sama sehingga tidak ada perubahan yang terjadi akibat penggantian ini.</p>
110
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena menghilangkan kata<em>rasa</em>tidak mengubah fakta bahwa subjek pada anak kalimat tetap otak sehingga kalimat tetap tidak logis.</p>
110
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena menghilangkan kata<em>rasa</em>tidak mengubah fakta bahwa subjek pada anak kalimat tetap otak sehingga kalimat tetap tidak logis.</p>
111
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena frasa<em>berfungsi sementara</em>dan tanda kata<em>sementara</em>mengubah makna.</p>
111
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena frasa<em>berfungsi sementara</em>dan tanda kata<em>sementara</em>mengubah makna.</p>
112
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
112
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
113
<p><strong>Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</strong></p>
113
<p><strong>Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</strong></p>
114
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal TPS UTBK 2025: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</a></p>
114
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal TPS UTBK 2025: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</a></p>
115
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
115
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
116
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
116
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
117
<p>7. Kalimat mana yang paling tepat dituliskan sebagai simpulan teks tersebut?</p>
117
<p>7. Kalimat mana yang paling tepat dituliskan sebagai simpulan teks tersebut?</p>
118
<ol><li>Dapat disimpulkan bahwa serotonin adalah penyebab rasa gatal hilang saat kita menggaruknya.</li>
118
<ol><li>Dapat disimpulkan bahwa serotonin adalah penyebab rasa gatal hilang saat kita menggaruknya.</li>
119
<li>Dengan demikian, cara terbaik untuk menghilangkan gatal adalah dengan menggaruk, mencubit, atau memukul perlahan bagian yang gatal.</li>
119
<li>Dengan demikian, cara terbaik untuk menghilangkan gatal adalah dengan menggaruk, mencubit, atau memukul perlahan bagian yang gatal.</li>
120
<li>Simpulan yang dapat diambil adalah serotonin dibutuhkan agar rasa gatal tidak kembali menyerang.</li>
120
<li>Simpulan yang dapat diambil adalah serotonin dibutuhkan agar rasa gatal tidak kembali menyerang.</li>
121
<li>Pemaparan tersebut membawa kita pada simpulan bahwa rasa nyaman yang kita alami saat menggaruk hanya sementara.</li>
121
<li>Pemaparan tersebut membawa kita pada simpulan bahwa rasa nyaman yang kita alami saat menggaruk hanya sementara.</li>
122
<li>Uraian tersebut menunjukkan bahwa rasa gatal dapat dihilangkan dengan dua cara.</li>
122
<li>Uraian tersebut menunjukkan bahwa rasa gatal dapat dihilangkan dengan dua cara.</li>
123
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
123
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
124
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
124
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
125
<p>Untuk menentukan simpulan dari sebuah paragraf, kita perlu mengetahui ide pokok pada setiap paragrafnya.</p>
125
<p>Untuk menentukan simpulan dari sebuah paragraf, kita perlu mengetahui ide pokok pada setiap paragrafnya.</p>
126
<ul><li>Ide pokok paragraf 1 adalah penyebab gatal pada tubuh menurut ilmuwan.</li>
126
<ul><li>Ide pokok paragraf 1 adalah penyebab gatal pada tubuh menurut ilmuwan.</li>
127
<li>Ide pokok paragraf 2 adalah perasaan nyaman menggaruk bagian tubuh yang gatal sifatnya hanya sementara.</li>
127
<li>Ide pokok paragraf 2 adalah perasaan nyaman menggaruk bagian tubuh yang gatal sifatnya hanya sementara.</li>
128
</ul><p>Jadi, simpulan yang tepat pada akhir teks tersebut dapat diambil dari ide pokoknya, yakni terkait sensasi nyaman saat kita menggaruk yang sifatnya sementara. Fokus yang hendak ditampilkan adalah perasaan nyaman yang muncul sementara saat menggaruk bagian tubuh yang gatal.</p>
128
</ul><p>Jadi, simpulan yang tepat pada akhir teks tersebut dapat diambil dari ide pokoknya, yakni terkait sensasi nyaman saat kita menggaruk yang sifatnya sementara. Fokus yang hendak ditampilkan adalah perasaan nyaman yang muncul sementara saat menggaruk bagian tubuh yang gatal.</p>
129
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena berfokus ke serotonin dan rasa gatal yang hilang pun hanya sementara, sedangkan jawaban A melepaskan kata<em>sementara</em>tersebut.</p>
129
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena berfokus ke serotonin dan rasa gatal yang hilang pun hanya sementara, sedangkan jawaban A melepaskan kata<em>sementara</em>tersebut.</p>
130
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena pernyataan tersebut hanya fokus ke cara menghilangkan gatal.</p>
130
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena pernyataan tersebut hanya fokus ke cara menghilangkan gatal.</p>
131
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena hormon serotonin tidak bisa dihasilkan secara sengaja.</p>
131
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena hormon serotonin tidak bisa dihasilkan secara sengaja.</p>
132
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena dengan dua cara yang dimaksud, rasa gatal tidak dapat dihilangkan, melainkan hanya mampu mengurangi rasa gatal.</p>
132
<p><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat</strong>karena dengan dua cara yang dimaksud, rasa gatal tidak dapat dihilangkan, melainkan hanya mampu mengurangi rasa gatal.</p>
133
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
133
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
134
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kata, Frasa, Makna, dan Konjungsi</strong></h2>
134
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kata, Frasa, Makna, dan Konjungsi</strong></h2>
135
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Pembentukan Kata, Frasa, dan Makna</strong></p>
135
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Pembentukan Kata, Frasa, dan Makna</strong></p>
136
<p>8. Kata<em>massal</em>pada kalimat (5) dapat diperbaiki menjadi ….</p>
136
<p>8. Kata<em>massal</em>pada kalimat (5) dapat diperbaiki menjadi ….</p>
137
<ol><li>sederhana</li>
137
<ol><li>sederhana</li>
138
<li>dominan</li>
138
<li>dominan</li>
139
<li>universal</li>
139
<li>universal</li>
140
<li>general</li>
140
<li>general</li>
141
<li>serupa</li>
141
<li>serupa</li>
142
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
142
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
143
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
143
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
144
<p>Dalam<em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, kata<em>massal</em>memiliki makna ‘dalam jumlah yang sangat banyak’. Berdasarkan maknanya, kata<em>massal</em>tidak tepat untuk digunakan pada kalimat tersebut sehingga perlu diganti menjadi kata lain yang maknanya lebih tepat. Kata yang tepat untuk menggantikan kata<em>massal</em>dalam kalimat (5) tersebut adalah<em>serupa</em>. Hal ini diperkuat dengan adanya konjungsi<em>tetapi</em>yang merupakan konjungsi pertentangan yang mengharuskan adanya dua kata berantonim.</p>
144
<p>Dalam<em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, kata<em>massal</em>memiliki makna ‘dalam jumlah yang sangat banyak’. Berdasarkan maknanya, kata<em>massal</em>tidak tepat untuk digunakan pada kalimat tersebut sehingga perlu diganti menjadi kata lain yang maknanya lebih tepat. Kata yang tepat untuk menggantikan kata<em>massal</em>dalam kalimat (5) tersebut adalah<em>serupa</em>. Hal ini diperkuat dengan adanya konjungsi<em>tetapi</em>yang merupakan konjungsi pertentangan yang mengharuskan adanya dua kata berantonim.</p>
145
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena kata<em>sederhana</em>tidak sesuai dengan konteks kalimatnya.</p>
145
<p><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat</strong>karena kata<em>sederhana</em>tidak sesuai dengan konteks kalimatnya.</p>
146
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena kata<em>dominan</em>tidak tepat jika dimasukkan ke dalam konteks kalimat (5).</p>
146
<p><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat</strong>karena kata<em>dominan</em>tidak tepat jika dimasukkan ke dalam konteks kalimat (5).</p>
147
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena kata<em>universal</em>tidak tepat digunakan untuk konteks kalimat (5).</p>
147
<p><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat</strong>karena kata<em>universal</em>tidak tepat digunakan untuk konteks kalimat (5).</p>
148
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena kata<em>general</em>merupakan kata yang berbahasa Inggris yang bermakna ‘jenderal atau umum’, tetapi tidak tepat jika dimasukkan ke dalam kalimat tersebut.</p>
148
<p><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat</strong>karena kata<em>general</em>merupakan kata yang berbahasa Inggris yang bermakna ‘jenderal atau umum’, tetapi tidak tepat jika dimasukkan ke dalam kalimat tersebut.</p>
149
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E. </strong></p>
149
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E. </strong></p>
150
<p><strong>Contoh Soal Isian</strong></p>
150
<p><strong>Contoh Soal Isian</strong></p>
151
<p><strong>9. Subtopik</strong><strong>: Konjungsi</strong></p>
151
<p><strong>9. Subtopik</strong><strong>: Konjungsi</strong></p>
152
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.</strong></p>
152
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.</strong></p>
153
<p>(1) Bagi sebagian orang, melupakan mantan merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. (2) Faktor utama yang menyebabkan terjadinya hal tersebut adalah kesepian. (3) Setelah putus cinta, sosok yang biasa menemani, memperhatikan, dan setia mendengarkan setiap cerita telah hilang. (4) Rasa kesepian itu yang memunculkan ingatan-ingatan tentang masa-masa indah bersama mantan. (5) Alasan lain yang menyebabkan seseorang sulit melupakan mantan adalah karena banyaknya memori bersama mantan yang masih terekam dengan jelas. (6) Bahkan, ketika tempat yang sering dikunjungi atau benda yang punya kenangan tersendiri terlihat di depan mata, semua cerita di balik hal-hal tersebut tiba-tiba muncul dan membuat mereka terkungkung di masa lalu. (7) Banyaknya waktu yang dihabiskan bersama mantan juga menjadi salahsatu alasan yang membuat beberapa orang sulit melupakan sosok yang pernah berarti dalam hidup mereka tersebut. (8) Bahkan, ternyata, ada rentang waktu yang berkaitan dengan lamanya seseorang dalam melupakan mantan. (9) Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam<em>Journal of Positive Psychology</em>menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan untuk melupakan masa lalunya. (10) Jane Greer, seorang terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan bahwa melupakan mantan dapat memakan waktu dari enam minggu, tiga bulan, hingga selamanya, tergantung pada seberapa intens hubungan tersebut dan seberapa besar seseorang menginvestasikan perasaannya di dalam hubungan tersebut. (11) Dengan demikian, lama tidaknya seseorang dalam melupakan mantan berkaitan erat dengan besarnya rasa cinta orang tersebut terhadap mantannya.</p>
153
<p>(1) Bagi sebagian orang, melupakan mantan merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. (2) Faktor utama yang menyebabkan terjadinya hal tersebut adalah kesepian. (3) Setelah putus cinta, sosok yang biasa menemani, memperhatikan, dan setia mendengarkan setiap cerita telah hilang. (4) Rasa kesepian itu yang memunculkan ingatan-ingatan tentang masa-masa indah bersama mantan. (5) Alasan lain yang menyebabkan seseorang sulit melupakan mantan adalah karena banyaknya memori bersama mantan yang masih terekam dengan jelas. (6) Bahkan, ketika tempat yang sering dikunjungi atau benda yang punya kenangan tersendiri terlihat di depan mata, semua cerita di balik hal-hal tersebut tiba-tiba muncul dan membuat mereka terkungkung di masa lalu. (7) Banyaknya waktu yang dihabiskan bersama mantan juga menjadi salahsatu alasan yang membuat beberapa orang sulit melupakan sosok yang pernah berarti dalam hidup mereka tersebut. (8) Bahkan, ternyata, ada rentang waktu yang berkaitan dengan lamanya seseorang dalam melupakan mantan. (9) Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam<em>Journal of Positive Psychology</em>menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan untuk melupakan masa lalunya. (10) Jane Greer, seorang terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan bahwa melupakan mantan dapat memakan waktu dari enam minggu, tiga bulan, hingga selamanya, tergantung pada seberapa intens hubungan tersebut dan seberapa besar seseorang menginvestasikan perasaannya di dalam hubungan tersebut. (11) Dengan demikian, lama tidaknya seseorang dalam melupakan mantan berkaitan erat dengan besarnya rasa cinta orang tersebut terhadap mantannya.</p>
154
<p>Penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat terdapat pada kalimat ….</p>
154
<p>Penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat terdapat pada kalimat ….</p>
155
<p><strong>Catatan:</strong>Hanya diisi dengan angka (contoh: 7)</p>
155
<p><strong>Catatan:</strong>Hanya diisi dengan angka (contoh: 7)</p>
156
<p><strong>Jawaban: 8</strong></p>
156
<p><strong>Jawaban: 8</strong></p>
157
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
157
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
158
<p>Kata sambung atau konjungsi merupakan kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat terdapat pada kalimat (8), tepatnya konjungsi<em><strong>bahkan</strong></em>. Kalimat (1)-(7) membahas<strong>alasan-alasan yang membuat sebagian orang sulit melupakan mantan</strong>, sedangkan kalimat (8) membahas adanya<strong>rentang waktu dalam melupakan mantan</strong>. Dari hal tersebut, dapat terlihat bahwa<strong>kalimat (8) bukan merupakan penguatan dari kalimat-kalimat sebelumnya</strong>sehingga penggunaan konjungsi<em>bahkan</em>tidak tepat. Perbaikan kalimat (8) adalah dengan mengganti konjungsi<em><strong>bahkan</strong></em>menjadi<em><strong>namun</strong></em>karena pernyataan dalam kalimat (8) berisi pertentangan dari informasi-informasi sebelumnya yang membuktikan adanya rentang waktu dalam melupakan mantan. Maksudnya, walaupun melupakan mantan sulit dilakukan, ternyata dalam rentang waktu tertentu, seseorang akhirnya tetap bisa melupakan mantan.</p>
158
<p>Kata sambung atau konjungsi merupakan kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat terdapat pada kalimat (8), tepatnya konjungsi<em><strong>bahkan</strong></em>. Kalimat (1)-(7) membahas<strong>alasan-alasan yang membuat sebagian orang sulit melupakan mantan</strong>, sedangkan kalimat (8) membahas adanya<strong>rentang waktu dalam melupakan mantan</strong>. Dari hal tersebut, dapat terlihat bahwa<strong>kalimat (8) bukan merupakan penguatan dari kalimat-kalimat sebelumnya</strong>sehingga penggunaan konjungsi<em>bahkan</em>tidak tepat. Perbaikan kalimat (8) adalah dengan mengganti konjungsi<em><strong>bahkan</strong></em>menjadi<em><strong>namun</strong></em>karena pernyataan dalam kalimat (8) berisi pertentangan dari informasi-informasi sebelumnya yang membuktikan adanya rentang waktu dalam melupakan mantan. Maksudnya, walaupun melupakan mantan sulit dilakukan, ternyata dalam rentang waktu tertentu, seseorang akhirnya tetap bisa melupakan mantan.</p>
159
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah kalimat 8.</strong></p>
159
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah kalimat 8.</strong></p>
160
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
160
<h2><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></h2>
161
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
161
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
162
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 10-11.</strong></p>
162
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 10-11.</strong></p>
163
<p>(1) Bahwa banyak laki-laki kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal bukanlah rahasia lagi. (2) Daripada perempuan, laki-laki juga diklaim lebih berani dalam bertindak gila. (3) Oleh karena itu, tak hanya kalangan awam, para ilmuwan juga mulai membahas dan mencari tahu alasan di balik hal itu.</p>
163
<p>(1) Bahwa banyak laki-laki kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal bukanlah rahasia lagi. (2) Daripada perempuan, laki-laki juga diklaim lebih berani dalam bertindak gila. (3) Oleh karena itu, tak hanya kalangan awam, para ilmuwan juga mulai membahas dan mencari tahu alasan di balik hal itu.</p>
164
<p>(4) Ben Alexander Daniel Lendrem bersama para ahli dari Institute of Cellular Medicine meneliti para nominasi pemenang Darwin Awards-sebuah penghargaan untuk seseorang yang berani melakukan hal-hal gila-sejak 1995 hingga 2014. (5) Dari 318 penerima penghargaan, sebanyak 282 penerimanya (setara dengan 88,7 persen) adalah laki-laki. (6) Berdasarkan hal itu, para peneliti menyimpulkan bahwa laki-laki lebih mungkin untuk terlibat dalam kegiatan berisiko tinggi daripada perempuan.</p>
164
<p>(4) Ben Alexander Daniel Lendrem bersama para ahli dari Institute of Cellular Medicine meneliti para nominasi pemenang Darwin Awards-sebuah penghargaan untuk seseorang yang berani melakukan hal-hal gila-sejak 1995 hingga 2014. (5) Dari 318 penerima penghargaan, sebanyak 282 penerimanya (setara dengan 88,7 persen) adalah laki-laki. (6) Berdasarkan hal itu, para peneliti menyimpulkan bahwa laki-laki lebih mungkin untuk terlibat dalam kegiatan berisiko tinggi daripada perempuan.</p>
165
<p>(7) Terkait alasannya, sebuah penelitian menemukan bahwa laki-laki berani mengambil risiko dalam tindakan gila-gilaan karena hormon testosteron yang dimilikinya. (8) Pada tahun 2011, para peneliti dari Amerika Serikat dan Jerman, juga membenarkan hal tersebut. (9) Testosteron berkontribusi terhadap reaksi berlebihan dan meledak-ledak pada laki-laki. (10) Sementara itu, dari sisi psikologis, hormon testosteron berperan dalam memotivasi laki-laki untuk berbuat sesuatu demi mendapatkan imbalan dari sumber luar. (11) Namun, secara gender, hal itu tidak hanya terjadi pada laki-laki; perempuan yang memiliki kadar testosteron tinggi juga berpotensi mengalami hal yang sama.</p>
165
<p>(7) Terkait alasannya, sebuah penelitian menemukan bahwa laki-laki berani mengambil risiko dalam tindakan gila-gilaan karena hormon testosteron yang dimilikinya. (8) Pada tahun 2011, para peneliti dari Amerika Serikat dan Jerman, juga membenarkan hal tersebut. (9) Testosteron berkontribusi terhadap reaksi berlebihan dan meledak-ledak pada laki-laki. (10) Sementara itu, dari sisi psikologis, hormon testosteron berperan dalam memotivasi laki-laki untuk berbuat sesuatu demi mendapatkan imbalan dari sumber luar. (11) Namun, secara gender, hal itu tidak hanya terjadi pada laki-laki; perempuan yang memiliki kadar testosteron tinggi juga berpotensi mengalami hal yang sama.</p>
166
<p>(Sumber: Mukhaer, A. A. (2021). Layaknya Film “Jackass”, Kenapa Lelaki Sering Bertingkah Gila-Gilaan?. National Geographic Indonesia. Diambil 3 November 2021 dari https://nationalgeographic.grid.id/read/132828684/layaknya-film-jackass-kenapa-lelaki-sering-bertingkah-gila-gilaan?page=all.)</p>
166
<p>(Sumber: Mukhaer, A. A. (2021). Layaknya Film “Jackass”, Kenapa Lelaki Sering Bertingkah Gila-Gilaan?. National Geographic Indonesia. Diambil 3 November 2021 dari https://nationalgeographic.grid.id/read/132828684/layaknya-film-jackass-kenapa-lelaki-sering-bertingkah-gila-gilaan?page=all.)</p>
167
<p>10. Agar menjadi logis, kalimat (1) harus diperbaiki dengan cara ….</p>
167
<p>10. Agar menjadi logis, kalimat (1) harus diperbaiki dengan cara ….</p>
168
<ol><li>menghilangkan kata banyak</li>
168
<ol><li>menghilangkan kata banyak</li>
169
<li>menghilangkan kata bahwa</li>
169
<li>menghilangkan kata bahwa</li>
170
<li>mengganti kata kerap dengan sering</li>
170
<li>mengganti kata kerap dengan sering</li>
171
<li>mengganti kata sesuatu dengan hal</li>
171
<li>mengganti kata sesuatu dengan hal</li>
172
<li>meletakkan klausa anak di belakang klausa induk</li>
172
<li>meletakkan klausa anak di belakang klausa induk</li>
173
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
173
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
174
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
174
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
175
<p>Kelogisan termasuk salah satu syarat kalimat efektif. Sebuah kalimat perlu disusun dengan efektif agar maksud yang disampaikan dapat sampai dengan tepat kepada pembaca. Kalimat (1) dalam bacaan pada soal berbunyi<em>Bahwa banyak laki-laki kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em><strong>(anak kalimat)</strong><em>bukanlah rahasia lagi</em><strong>(induk kalimat)</strong>. Kalimat tersebut terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat. Anak kalimat pada kalimat tersebut diawali dengan konjungsi bahwa. Jika strukturnya dirinci lebih lanjut, anak kalimat tersebut memiliki dua predikat. Berikut adalah rincian struktur kalimatnya.</p>
175
<p>Kelogisan termasuk salah satu syarat kalimat efektif. Sebuah kalimat perlu disusun dengan efektif agar maksud yang disampaikan dapat sampai dengan tepat kepada pembaca. Kalimat (1) dalam bacaan pada soal berbunyi<em>Bahwa banyak laki-laki kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em><strong>(anak kalimat)</strong><em>bukanlah rahasia lagi</em><strong>(induk kalimat)</strong>. Kalimat tersebut terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat. Anak kalimat pada kalimat tersebut diawali dengan konjungsi bahwa. Jika strukturnya dirinci lebih lanjut, anak kalimat tersebut memiliki dua predikat. Berikut adalah rincian struktur kalimatnya.</p>
176
<ul><li>bahwa → konjungsi (konj.)</li>
176
<ul><li>bahwa → konjungsi (konj.)</li>
177
<li>banyak → predikat (P)</li>
177
<li>banyak → predikat (P)</li>
178
<li>laki-laki → subjek (S)</li>
178
<li>laki-laki → subjek (S)</li>
179
<li>kerap melakukan → predikat (P)</li>
179
<li>kerap melakukan → predikat (P)</li>
180
<li>sesuatu yang gila atau tidak masuk akal → objek (O)</li>
180
<li>sesuatu yang gila atau tidak masuk akal → objek (O)</li>
181
</ul><p>Pada klausa tersebut terdapat dua predikat, yakni<em>banyak</em>dan<em>kerap melakukan</em>. Padahal, sebuah kalimat yang efektif hanya boleh mengandung satu predikat. Untuk memperbaikinya, kata<em>banyak</em>dapat dihilangkan sehingga klausa anak akan menjadi<em>Bahwa</em><strong>(konj.)</strong><em>laki-laki</em><strong>(S)</strong><em>kerap melakukan</em><strong>(P)</strong><em>sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em><strong>(O)</strong>. Selain dengan menghilangkan kata banyak, perbaikan juga dapat dilakukan dengan menambahkan kata yang setelah kata<em>laki-laki</em>sehingga klausanya akan menjadi<em>Bahwa</em><strong>(konj.)</strong><em>banyak</em><strong>(P)</strong><em>laki-laki yang kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em><strong>(S).</strong></p>
181
</ul><p>Pada klausa tersebut terdapat dua predikat, yakni<em>banyak</em>dan<em>kerap melakukan</em>. Padahal, sebuah kalimat yang efektif hanya boleh mengandung satu predikat. Untuk memperbaikinya, kata<em>banyak</em>dapat dihilangkan sehingga klausa anak akan menjadi<em>Bahwa</em><strong>(konj.)</strong><em>laki-laki</em><strong>(S)</strong><em>kerap melakukan</em><strong>(P)</strong><em>sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em><strong>(O)</strong>. Selain dengan menghilangkan kata banyak, perbaikan juga dapat dilakukan dengan menambahkan kata yang setelah kata<em>laki-laki</em>sehingga klausanya akan menjadi<em>Bahwa</em><strong>(konj.)</strong><em>banyak</em><strong>(P)</strong><em>laki-laki yang kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em><strong>(S).</strong></p>
182
<p><strong>Pilihan B tidak tepat.</strong>Penggunaan konjungsi<em>bahwa</em>pada kalimat tersebut sudah tepat karena kata<em>bahwa</em>, salah satunya, berfungsi sebagai kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yang menjadi pokok kalimat.</p>
182
<p><strong>Pilihan B tidak tepat.</strong>Penggunaan konjungsi<em>bahwa</em>pada kalimat tersebut sudah tepat karena kata<em>bahwa</em>, salah satunya, berfungsi sebagai kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yang menjadi pokok kalimat.</p>
183
<p><strong>Pilihan C dan D tidak tepat</strong>. Kata<em>kerap</em>dan<em>sering</em>memiliki makna yang serupa. Begitu pula dengan kata<em>sesuatu</em>dan<em>hal</em>. Penggantian kata<em>kerap</em>menjadi<em>sering</em>atau<em>sesuatu</em>menjadi<em>hal</em>tidak perlu dilakukan dan tidak membuat kalimat menjadi efektif.</p>
183
<p><strong>Pilihan C dan D tidak tepat</strong>. Kata<em>kerap</em>dan<em>sering</em>memiliki makna yang serupa. Begitu pula dengan kata<em>sesuatu</em>dan<em>hal</em>. Penggantian kata<em>kerap</em>menjadi<em>sering</em>atau<em>sesuatu</em>menjadi<em>hal</em>tidak perlu dilakukan dan tidak membuat kalimat menjadi efektif.</p>
184
<p><strong>Pilihan E tidak tepat</strong>. Jika klausa anak (anak kalimat) diletakkan di belakang klausa induk (induk kalimat), kalimat tersebut akan menjadi<em>Bukanlah rahasia lagi bahwa banyak laki-laki kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em>. Perubahan tersebut dapat dilakukan, tetapi tidak membuat kalimat menjadi efektif karena anak kalimat masih tetap memiliki dua predikat, yakni<em>banyak</em>dan<em>kerap melakukan</em>.</p>
184
<p><strong>Pilihan E tidak tepat</strong>. Jika klausa anak (anak kalimat) diletakkan di belakang klausa induk (induk kalimat), kalimat tersebut akan menjadi<em>Bukanlah rahasia lagi bahwa banyak laki-laki kerap melakukan sesuatu yang gila atau tidak masuk akal</em>. Perubahan tersebut dapat dilakukan, tetapi tidak membuat kalimat menjadi efektif karena anak kalimat masih tetap memiliki dua predikat, yakni<em>banyak</em>dan<em>kerap melakukan</em>.</p>
185
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
185
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
186
<p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal TPS UTBK 2025: Penalaran Umum</a></strong></p>
186
<p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal TPS UTBK 2025: Penalaran Umum</a></strong></p>
187
<p><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></p>
187
<p><strong>Topik</strong><strong>: Kalimat dan Wacana</strong></p>
188
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
188
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Wacana</strong></p>
189
<p>11. Apa judul yang tepat untuk bacaan tersebut?</p>
189
<p>11. Apa judul yang tepat untuk bacaan tersebut?</p>
190
<ol><li>Pemenang Darwin Awards Didominasi oleh Laki-Laki</li>
190
<ol><li>Pemenang Darwin Awards Didominasi oleh Laki-Laki</li>
191
<li>Kegilaan Laki-Laki dan Alasan di Baliknya</li>
191
<li>Kegilaan Laki-Laki dan Alasan di Baliknya</li>
192
<li>Perbandingan Kegilaan Laki-Laki dan Perempuan</li>
192
<li>Perbandingan Kegilaan Laki-Laki dan Perempuan</li>
193
<li>Alasan Biologis yang Membuat Laki-Laki Lebih Gila</li>
193
<li>Alasan Biologis yang Membuat Laki-Laki Lebih Gila</li>
194
<li>Pengaruh Hormon Testosteron terhadap Kegilaan Laki-Laki</li>
194
<li>Pengaruh Hormon Testosteron terhadap Kegilaan Laki-Laki</li>
195
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
195
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
196
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
196
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
197
<p>Judul merupakan kepala karangan. Sebuah judul bacaan yang baik harus dapat mewakili keseluruhan isi bacaan. Oleh karena itu, untuk dapat menentukan judul yang tepat, pembaca perlu memahami keseluruhan isi bacaan.</p>
197
<p>Judul merupakan kepala karangan. Sebuah judul bacaan yang baik harus dapat mewakili keseluruhan isi bacaan. Oleh karena itu, untuk dapat menentukan judul yang tepat, pembaca perlu memahami keseluruhan isi bacaan.</p>
198
<p>Bacaan yang ada pada soal mengandung tiga paragraf yang saling berkaitan. Paragraf pertama membahas seringnya laki-laki melakukan hal-hal gila. Laki-laki juga diklaim lebih sering bertindak gila daripada perempuan. Pada paragraf kedua, penulis membahas sebuah penelitian yang meneliti kebenaran terkait klaim yang disebut pada paragraf pertama. Hasil penelitian menyebutkan bahwa laki-laki memang cenderung lebih sering bertindak gila daripada perempuan. Lebih lanjut, pada paragraf ketiga, penulis membahas alasan di balik kegilaan laki-laki sebagaimana telah disebutkan pada dua paragraf sebelumnya. Berdasarkan isi bacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa judul yang tepat adalah “Kegilaan Laki-Laki dan Alasan di Baliknya”. Judul tersebut dapat mewakili keseluruhan paragraf yang terdapat pada bacaan.</p>
198
<p>Bacaan yang ada pada soal mengandung tiga paragraf yang saling berkaitan. Paragraf pertama membahas seringnya laki-laki melakukan hal-hal gila. Laki-laki juga diklaim lebih sering bertindak gila daripada perempuan. Pada paragraf kedua, penulis membahas sebuah penelitian yang meneliti kebenaran terkait klaim yang disebut pada paragraf pertama. Hasil penelitian menyebutkan bahwa laki-laki memang cenderung lebih sering bertindak gila daripada perempuan. Lebih lanjut, pada paragraf ketiga, penulis membahas alasan di balik kegilaan laki-laki sebagaimana telah disebutkan pada dua paragraf sebelumnya. Berdasarkan isi bacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa judul yang tepat adalah “Kegilaan Laki-Laki dan Alasan di Baliknya”. Judul tersebut dapat mewakili keseluruhan paragraf yang terdapat pada bacaan.</p>
199
<p><strong>Pilihan A tidak tepat</strong>karena keseluruhan bacaan tersebut tidak membahas pemenang Darwin Awards yang didominasi oleh laki-laki. Informasi tersebut hanya merupakan informasi tambahan yang dibahas pada paragraf kedua.</p>
199
<p><strong>Pilihan A tidak tepat</strong>karena keseluruhan bacaan tersebut tidak membahas pemenang Darwin Awards yang didominasi oleh laki-laki. Informasi tersebut hanya merupakan informasi tambahan yang dibahas pada paragraf kedua.</p>
200
<p><strong>Pilihan C tidak tepat</strong>karena bacaan tersebut tidak membahas perbandingan kegilaan antara laki-laki dan perempuan secara detail. Pada bacaan tersebut, hanya disebutkan bahwa laki-laki cenderung lebih sering bertindak gila daripada perempuan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai perbandingannya.</p>
200
<p><strong>Pilihan C tidak tepat</strong>karena bacaan tersebut tidak membahas perbandingan kegilaan antara laki-laki dan perempuan secara detail. Pada bacaan tersebut, hanya disebutkan bahwa laki-laki cenderung lebih sering bertindak gila daripada perempuan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai perbandingannya.</p>
201
<p><strong>Pilihan D dan E tidak tepat</strong>karena alasan biologis yang menyebabkan laki-laki sering berbuat gila atau pengaruh hormon testosteron terhadap kegilaan laki-laki hanya dijelaskan pada paragraf ketiga. Jadi, judul pada pilihan D dan E belum bisa mewakili keseluruhan isi bacaan.</p>
201
<p><strong>Pilihan D dan E tidak tepat</strong>karena alasan biologis yang menyebabkan laki-laki sering berbuat gila atau pengaruh hormon testosteron terhadap kegilaan laki-laki hanya dijelaskan pada paragraf ketiga. Jadi, judul pada pilihan D dan E belum bisa mewakili keseluruhan isi bacaan.</p>
202
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
202
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
203
<p><strong>12. Subtopik: Wacana</strong></p>
203
<p><strong>12. Subtopik: Wacana</strong></p>
204
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.</strong></p>
204
<p><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.</strong></p>
205
<p>(1) Kota Yakutsk yang terletak di Rusia sering dinobatkan sebagai kota dengan suhu udara terdingin di dunia. (2) Rata-rata suhu udara tahunannya sekitar -8 °C dan suhu udaranya bisa turun sampai ke -60 °C ketika musim dingin. (3) Hal ini menjadikan Yakutsk sebagai kota yang memiliki suhu yang hampir sama dengan suhu dinginnya Arktik atau Kutub Utara, padahal Yakutsk berada pada posisi lintang yang lebih rendah daripada Arktik. (4) Kondisi iklim yang sangat dingin ini memengaruhi pola hidup masyarakat yang tinggal di sana. (5) Masyarakat Yakutsk harus memerhatikan pakaian, sepatu, sarung tangan, dan penutup kepala yang digunakan setiap hari agar tidak kedinginan saat di luar rumah. (6) Mereka harus menjaga kehangatan tubuh mereka agar meminimalisasi resiko hipotermia. (7) Oleh karena itu, bepergian keluar rumah saat cuaca dingin di Yakutsk menjadi hal yang berbahaya karena kabut akan menghalangi jarak pandang. (8) Kondisi iklim di Yakutsk juga memengaruhi cara orang dalam berjualan di pasar tradisional. (9) Umumnya, penjual di sana akan meletakkan barang dagangannya, seperti ikan, kepingan susu, ataupun daging-dagingan di tempat terbuka selama berjam-jam tanpa khawatir dagangannya akan busuk. (10) Hal ini terjadi karenasuhu udara dingin di Yakutsk mencegah proses pembusukan makanan dan bisa menjaga keawetannya.</p>
205
<p>(1) Kota Yakutsk yang terletak di Rusia sering dinobatkan sebagai kota dengan suhu udara terdingin di dunia. (2) Rata-rata suhu udara tahunannya sekitar -8 °C dan suhu udaranya bisa turun sampai ke -60 °C ketika musim dingin. (3) Hal ini menjadikan Yakutsk sebagai kota yang memiliki suhu yang hampir sama dengan suhu dinginnya Arktik atau Kutub Utara, padahal Yakutsk berada pada posisi lintang yang lebih rendah daripada Arktik. (4) Kondisi iklim yang sangat dingin ini memengaruhi pola hidup masyarakat yang tinggal di sana. (5) Masyarakat Yakutsk harus memerhatikan pakaian, sepatu, sarung tangan, dan penutup kepala yang digunakan setiap hari agar tidak kedinginan saat di luar rumah. (6) Mereka harus menjaga kehangatan tubuh mereka agar meminimalisasi resiko hipotermia. (7) Oleh karena itu, bepergian keluar rumah saat cuaca dingin di Yakutsk menjadi hal yang berbahaya karena kabut akan menghalangi jarak pandang. (8) Kondisi iklim di Yakutsk juga memengaruhi cara orang dalam berjualan di pasar tradisional. (9) Umumnya, penjual di sana akan meletakkan barang dagangannya, seperti ikan, kepingan susu, ataupun daging-dagingan di tempat terbuka selama berjam-jam tanpa khawatir dagangannya akan busuk. (10) Hal ini terjadi karenasuhu udara dingin di Yakutsk mencegah proses pembusukan makanan dan bisa menjaga keawetannya.</p>
206
<p>Manakah simpulan yang tepat berdasarkan teks tersebut?</p>
206
<p>Manakah simpulan yang tepat berdasarkan teks tersebut?</p>
207
<ol><li>Dinobatkannya Kota Yakutsk sebagai kota terdingin membuat masyarakat Kota Yakuts harus menyesuaikan pola hidup mereka.</li>
207
<ol><li>Dinobatkannya Kota Yakutsk sebagai kota terdingin membuat masyarakat Kota Yakuts harus menyesuaikan pola hidup mereka.</li>
208
<li>Masyarakat Yakutsk telah beradaptasi dengan pola hidup mereka di lingkungan yang memiliki suhu udara layaknya suhu di Kutub Utara.</li>
208
<li>Masyarakat Yakutsk telah beradaptasi dengan pola hidup mereka di lingkungan yang memiliki suhu udara layaknya suhu di Kutub Utara.</li>
209
<li>Menurunnya suhu udara di Kota Yakutsk membuat bahan makanan dan ikan menjadi lebih awet dan tidak mudah busuk.</li>
209
<li>Menurunnya suhu udara di Kota Yakutsk membuat bahan makanan dan ikan menjadi lebih awet dan tidak mudah busuk.</li>
210
<li>Suhu udara di Yakutsk yang sangat dingin memengaruhi kehidupan masyarakatnya.</li>
210
<li>Suhu udara di Yakutsk yang sangat dingin memengaruhi kehidupan masyarakatnya.</li>
211
<li>Suhu udara yang sangat rendah membuat Yakutsk menjadi kota terdingin di dunia.</li>
211
<li>Suhu udara yang sangat rendah membuat Yakutsk menjadi kota terdingin di dunia.</li>
212
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
212
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
213
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
213
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
214
<p>Simpulan adalah penyajian informasi secara singkat, tetapi tetap mampu mewakili keseluruhan informasi. Simpulan umumnya dibentuk berdasarkan gabungan gagasan-gagasan utama yang ada di dalam teks.</p>
214
<p>Simpulan adalah penyajian informasi secara singkat, tetapi tetap mampu mewakili keseluruhan informasi. Simpulan umumnya dibentuk berdasarkan gabungan gagasan-gagasan utama yang ada di dalam teks.</p>
215
<p>Bagian awal bacaan tersebut (kalimat 1 s.d. 3) membahas keadaan atau suhu dingin di Kota Yakutsk. Sementara itu, bagian tengah hingga akhir bacaan tersebut (kalimat 4 s.d. 10) membahas pola hidup dan kebiasaan masyarakat di Kota Yakutsk yang dipengaruhi oleh kondisi iklim tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, simpulan bacaan yang paling tepat adalah<i>Suhu udara di Yakutsk yang sangat dingin memengaruhi kehidupan masyarakatnya.</i></p>
215
<p>Bagian awal bacaan tersebut (kalimat 1 s.d. 3) membahas keadaan atau suhu dingin di Kota Yakutsk. Sementara itu, bagian tengah hingga akhir bacaan tersebut (kalimat 4 s.d. 10) membahas pola hidup dan kebiasaan masyarakat di Kota Yakutsk yang dipengaruhi oleh kondisi iklim tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, simpulan bacaan yang paling tepat adalah<i>Suhu udara di Yakutsk yang sangat dingin memengaruhi kehidupan masyarakatnya.</i></p>
216
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
216
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
217
<p><strong>13. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
217
<p><strong>13. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
218
<p><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 13 sampai 17!</strong></p>
218
<p><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 13 sampai 17!</strong></p>
219
<p>(1) Perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut telah membuat dunia khawatir akan dampaknya terhadap bumi. (2) Salah satunya adalah potensi hilangnya sepertiga pantai berpasir di planet ini. (3) Ilmuan memperingatkan kedua hal tersebut dapat memusnahkan sepertiga pantai berpasir di dunia pada 2100. (4) Pantai berpasir berperan sebagai garis pertama perlindungan dari badai pesisir dan banjir. (5) Jika ini menghilang, peluang cuaca ekstrem akan semakin besar. (6) Hal tersebut dijelaskan oleh Michalis Vousdoukas, seorang peneliti di European Commission’s Joint Research Centre.</p>
219
<p>(1) Perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut telah membuat dunia khawatir akan dampaknya terhadap bumi. (2) Salah satunya adalah potensi hilangnya sepertiga pantai berpasir di planet ini. (3) Ilmuan memperingatkan kedua hal tersebut dapat memusnahkan sepertiga pantai berpasir di dunia pada 2100. (4) Pantai berpasir berperan sebagai garis pertama perlindungan dari badai pesisir dan banjir. (5) Jika ini menghilang, peluang cuaca ekstrem akan semakin besar. (6) Hal tersebut dijelaskan oleh Michalis Vousdoukas, seorang peneliti di European Commission’s Joint Research Centre.</p>
220
<p>Tidak hanya itu, hilangnya pantai berpasir juga akan memengaruhi sektor pariwisata. Menurut jurnal <i>Nature Climate Change</i>, pengurangan penggunaan bahan bakar fosil tetap tidak menghilangkan kemungkinan musnahnya sepertiga pantai berpasir di dunia.</p>
220
<p>Tidak hanya itu, hilangnya pantai berpasir juga akan memengaruhi sektor pariwisata. Menurut jurnal <i>Nature Climate Change</i>, pengurangan penggunaan bahan bakar fosil tetap tidak menghilangkan kemungkinan musnahnya sepertiga pantai berpasir di dunia.</p>
221
<p>Sebagian negara maju seperti Amerika Serikat telah memerluas sistem pertahanan.<strong>[ … ]</strong>, bagi sebagian negara lainnya skema rekayasa besar seperti itu akan sulit dilakukan, tidak dapat menjangkau biayanya, atau keduanya.</p>
221
<p>Sebagian negara maju seperti Amerika Serikat telah memerluas sistem pertahanan.<strong>[ … ]</strong>, bagi sebagian negara lainnya skema rekayasa besar seperti itu akan sulit dilakukan, tidak dapat menjangkau biayanya, atau keduanya.</p>
222
<p>Kemungkinan dampak terbesar akan dirasakan oleh Australia. Sebab, hampir 15.000 kilometer garis tepi pantai putih akan tersapu dalam 80 tahun kedepan. Sembilan negara lainnya yang juga memiliki risiko besar akibat dari musnahnya garis pantai berpasir adalah Kanada, Chile, Amerika Serikat, Meksiko, China, Rusia, Argentina, India, dan Brasil.</p>
222
<p>Kemungkinan dampak terbesar akan dirasakan oleh Australia. Sebab, hampir 15.000 kilometer garis tepi pantai putih akan tersapu dalam 80 tahun kedepan. Sembilan negara lainnya yang juga memiliki risiko besar akibat dari musnahnya garis pantai berpasir adalah Kanada, Chile, Amerika Serikat, Meksiko, China, Rusia, Argentina, India, dan Brasil.</p>
223
<p>Pantai berpasir mengisi lebih dari sepertiga garis tepi di dunia, sebagian besar berada di negara dengan populasi besar. Akan tetapi, pekerjaan konstruksi, meningkatnya permukaan air laut, gelombang badai dan angin topan, serta berkurangnya sedimen dari bendungan pantai sangat efektif mengikis garis tepi pantai.</p>
223
<p>Pantai berpasir mengisi lebih dari sepertiga garis tepi di dunia, sebagian besar berada di negara dengan populasi besar. Akan tetapi, pekerjaan konstruksi, meningkatnya permukaan air laut, gelombang badai dan angin topan, serta berkurangnya sedimen dari bendungan pantai sangat efektif mengikis garis tepi pantai.</p>
224
<p>Dampak dari hal-hal tersebut adalah ancaman terhadap penghidupan dan infrastruktur di tepi pantai. Untuk mengukur seberapa cepat dan seberapa banyak kemungkinan hilangnya garis pantai. Vousdoukas dan timnya mengamati gambar satelit garis pantai selama tiga dekade, yaitu sejak 1984.</p>
224
<p>Dampak dari hal-hal tersebut adalah ancaman terhadap penghidupan dan infrastruktur di tepi pantai. Untuk mengukur seberapa cepat dan seberapa banyak kemungkinan hilangnya garis pantai. Vousdoukas dan timnya mengamati gambar satelit garis pantai selama tiga dekade, yaitu sejak 1984.</p>
225
<p>Skenario “kasus terburuk” jalur RCP8.5 menduga emisi karbon akan terus berlanjut atau bumi akan mulai meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, yang merupakan dampak dari tindakan manusia. Skenario lain yang lebih baik, yaitu RCP4.5, akan membuat manusia membatasi efek pemanasan global sekitar tiga derajat celcius, itu masih jauh dari batas “di bawah dua derajat celcius” yang disebut dalam Perjanjian Paris.</p>
225
<p>Skenario “kasus terburuk” jalur RCP8.5 menduga emisi karbon akan terus berlanjut atau bumi akan mulai meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, yang merupakan dampak dari tindakan manusia. Skenario lain yang lebih baik, yaitu RCP4.5, akan membuat manusia membatasi efek pemanasan global sekitar tiga derajat celcius, itu masih jauh dari batas “di bawah dua derajat celcius” yang disebut dalam Perjanjian Paris.</p>
226
<p>(Sumber: diadaptasi dari kompas.com/sains)</p>
226
<p>(Sumber: diadaptasi dari kompas.com/sains)</p>
227
<p>Konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf ketiga adalah ….</p>
227
<p>Konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf ketiga adalah ….</p>
228
<ol><li>Melainkan</li>
228
<ol><li>Melainkan</li>
229
<li>Sedangkan</li>
229
<li>Sedangkan</li>
230
<li>Akan tetapi</li>
230
<li>Akan tetapi</li>
231
<li>Oleh karena itu</li>
231
<li>Oleh karena itu</li>
232
<li>Dengan demikian</li>
232
<li>Dengan demikian</li>
233
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
233
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
234
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
234
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
235
<p>Konjungsi adalah kata hubung. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan kata dan kata, frasa dan frasa, serta kalimat dan kalimat. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat pada paragraf ketiga adalah konjungsi antarkalimat karena terletak di awal kalimat. Selain itu, konjungsi tersebut harus menyatakan perlawanan. Sebab, kalimat 2 merupakan pernyataan yang berkebalikan dari pernyataan pada kalimat 1. Dengan demikian, konjungsi yang tepat adalah<i>akan tetapi</i>. Kata<i>oleh karena itu</i>dan<i>dengan demikian</i>merupakan konjungsi yang menyatakan simpulan. Kata<i>melainkan</i>dan<i>sedangkan</i>merupakan konjungsi intrakalimat.</p>
235
<p>Konjungsi adalah kata hubung. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan kata dan kata, frasa dan frasa, serta kalimat dan kalimat. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat pada paragraf ketiga adalah konjungsi antarkalimat karena terletak di awal kalimat. Selain itu, konjungsi tersebut harus menyatakan perlawanan. Sebab, kalimat 2 merupakan pernyataan yang berkebalikan dari pernyataan pada kalimat 1. Dengan demikian, konjungsi yang tepat adalah<i>akan tetapi</i>. Kata<i>oleh karena itu</i>dan<i>dengan demikian</i>merupakan konjungsi yang menyatakan simpulan. Kata<i>melainkan</i>dan<i>sedangkan</i>merupakan konjungsi intrakalimat.</p>
236
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
236
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
237
<p><strong>14. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
237
<p><strong>14. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
238
<p>Kesalahan penulisan terdapat pada ….</p>
238
<p>Kesalahan penulisan terdapat pada ….</p>
239
<ol><li>Penulisan kata<i>bumi</i>pada kalimat (1)</li>
239
<ol><li>Penulisan kata<i>bumi</i>pada kalimat (1)</li>
240
<li>Penulisan kata<i>ilmuan</i>pada kalimat (3)</li>
240
<li>Penulisan kata<i>ilmuan</i>pada kalimat (3)</li>
241
<li>Penulisan kata ekstrem pada kalimat (5)</li>
241
<li>Penulisan kata ekstrem pada kalimat (5)</li>
242
<li>Penulisan kata<i>sepertiga</i>pada kalimat (2)</li>
242
<li>Penulisan kata<i>sepertiga</i>pada kalimat (2)</li>
243
<li>Penulisan kata<i>european commission’s joint research centre</i>pada kalimat (6)</li>
243
<li>Penulisan kata<i>european commission’s joint research centre</i>pada kalimat (6)</li>
244
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
244
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
245
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
245
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
246
<p>Kesalahan penulisan terdapat pada kata<i>ilmuan</i>di kalimat (5). Kata<i>ilmuan</i>merupakan bentuk tidak baku dari kata<i>ilmuwan.</i>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata<i>ilmuwan</i>memiliki makna orang yang ahli atau banyak pengetahuan mengenai ilmu; orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.</p>
246
<p>Kesalahan penulisan terdapat pada kata<i>ilmuan</i>di kalimat (5). Kata<i>ilmuan</i>merupakan bentuk tidak baku dari kata<i>ilmuwan.</i>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata<i>ilmuwan</i>memiliki makna orang yang ahli atau banyak pengetahuan mengenai ilmu; orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.</p>
247
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
247
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
248
<p><strong>15. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
248
<p><strong>15. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
249
<p>Kesalahan penulisan kata berimbuhan terdapat pada …</p>
249
<p>Kesalahan penulisan kata berimbuhan terdapat pada …</p>
250
<ol><li>Paragraf 2</li>
250
<ol><li>Paragraf 2</li>
251
<li>Paragraf 3</li>
251
<li>Paragraf 3</li>
252
<li>Paragraf 4</li>
252
<li>Paragraf 4</li>
253
<li>Paragraf 5</li>
253
<li>Paragraf 5</li>
254
<li>Paragraf 6</li>
254
<li>Paragraf 6</li>
255
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
255
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
256
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
256
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
257
<p>Kesalahan penulisan kata berimbuhan terdapat pada paragraf 3, yaitu pada kata<i>memerluas.</i>Kata<i>memerluas</i>berasal dari kata dasar<i>luas</i>dan mendapat imbuhan<i>memper-.</i>Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah<i>memperoleh.</i></p>
257
<p>Kesalahan penulisan kata berimbuhan terdapat pada paragraf 3, yaitu pada kata<i>memerluas.</i>Kata<i>memerluas</i>berasal dari kata dasar<i>luas</i>dan mendapat imbuhan<i>memper-.</i>Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah<i>memperoleh.</i></p>
258
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
258
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
259
<p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Soal UTBK-SNBT 2025 & Pembahasannya</a></strong></p>
259
<p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Soal UTBK-SNBT 2025 & Pembahasannya</a></strong></p>
260
<p><strong>16. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
260
<p><strong>16. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
261
<p>Kalimat tidak efektif terdapat pada ….</p>
261
<p>Kalimat tidak efektif terdapat pada ….</p>
262
<ol><li>Kalimat kedua paragraf ketujuh</li>
262
<ol><li>Kalimat kedua paragraf ketujuh</li>
263
<li>Kalimat kedua paragraf keenam</li>
263
<li>Kalimat kedua paragraf keenam</li>
264
<li>Kalimat kedua paragraf keempat</li>
264
<li>Kalimat kedua paragraf keempat</li>
265
<li>Kalimat pertama paragraf kelima</li>
265
<li>Kalimat pertama paragraf kelima</li>
266
<li>Kalimat pertama paragraf ketujuh</li>
266
<li>Kalimat pertama paragraf ketujuh</li>
267
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
267
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
268
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
268
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
269
<p>Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. Sebuah kalimat dinyatakan sebagai kalimat efektif apabila terdapat unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat). selain itu, kalimat efektif juga harus menggunakan ejaan yang tepat dan pemilihan kata (diksi) yang tepat. Kalimat tidak efektif terdapat pada kalimat kedua paragraf keenam. Kalimat tersebut tidak efektif karena hanya terdiri dari keterangan. Dengan demikian, kalimat tersebut tidak memiliki unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat).</p>
269
<p>Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku. Sebuah kalimat dinyatakan sebagai kalimat efektif apabila terdapat unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat). selain itu, kalimat efektif juga harus menggunakan ejaan yang tepat dan pemilihan kata (diksi) yang tepat. Kalimat tidak efektif terdapat pada kalimat kedua paragraf keenam. Kalimat tersebut tidak efektif karena hanya terdiri dari keterangan. Dengan demikian, kalimat tersebut tidak memiliki unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat).</p>
270
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
270
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
271
<p><strong>17. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
271
<p><strong>17. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
272
<p>Penulisan kata depan yang tidak tepat terdapat pada ….</p>
272
<p>Penulisan kata depan yang tidak tepat terdapat pada ….</p>
273
<ol><li>Paragraf pertama</li>
273
<ol><li>Paragraf pertama</li>
274
<li>Paragraf kedua</li>
274
<li>Paragraf kedua</li>
275
<li>Paragraf keempat</li>
275
<li>Paragraf keempat</li>
276
<li>Paragraf kelima</li>
276
<li>Paragraf kelima</li>
277
<li>Paragraf keenam</li>
277
<li>Paragraf keenam</li>
278
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
278
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
279
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
279
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
280
<p>Kata depan adalah kata yang menunjukkan keterangan. Kata depan harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Kata depan yang sering digunakan adalah kata<i>di, ke, dari, pada,</i>dan<i>daripada.</i>Kesalahan penulisan kata depan terdapat pada paragraf keempat, yaitu pada kata<i>kedepan.</i>Penulisan kata yang tepat adalah<i>ke depan.</i></p>
280
<p>Kata depan adalah kata yang menunjukkan keterangan. Kata depan harus ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Kata depan yang sering digunakan adalah kata<i>di, ke, dari, pada,</i>dan<i>daripada.</i>Kesalahan penulisan kata depan terdapat pada paragraf keempat, yaitu pada kata<i>kedepan.</i>Penulisan kata yang tepat adalah<i>ke depan.</i></p>
281
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
281
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
282
<p><strong>Teks berikut diikuti oleh dua butir pertanyaan. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E)</strong></p>
282
<p><strong>Teks berikut diikuti oleh dua butir pertanyaan. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E)</strong></p>
283
<p><strong>Teks berikut unruk menjawab soal nomor 18 sampai 22.</strong></p>
283
<p><strong>Teks berikut unruk menjawab soal nomor 18 sampai 22.</strong></p>
284
<p>Pantai berpasir mengisi lebih dari sepertiga garis tepi di dunia, sebagian besar berada di negara dengan populasi besar.<strong>16</strong><strong>Akan tetapi</strong>, pekerjaan konstruksi, meningkatnya permukaan air laut, gelombang badai dan angin topan, serta berkurangnya sedimen dari bendungan pantai sangat<strong>17</strong><strong>evektif</strong>mengikis garis tepi pantai.</p>
284
<p>Pantai berpasir mengisi lebih dari sepertiga garis tepi di dunia, sebagian besar berada di negara dengan populasi besar.<strong>16</strong><strong>Akan tetapi</strong>, pekerjaan konstruksi, meningkatnya permukaan air laut, gelombang badai dan angin topan, serta berkurangnya sedimen dari bendungan pantai sangat<strong>17</strong><strong>evektif</strong>mengikis garis tepi pantai.</p>
285
<p>Dampak dari hal-hal tersebut adalah ancaman terhadap penghidupan dan infrastruktur di tepi pantai. Untuk mengukur seberapa cepat dan seberapa banyak kemungkinan hilangnya garis pantai. Vousdoukas dan timnya mengamati gambar satelit 18<strong>garis pantai</strong>selama tiga dekade, yaitu sejak 1984.</p>
285
<p>Dampak dari hal-hal tersebut adalah ancaman terhadap penghidupan dan infrastruktur di tepi pantai. Untuk mengukur seberapa cepat dan seberapa banyak kemungkinan hilangnya garis pantai. Vousdoukas dan timnya mengamati gambar satelit 18<strong>garis pantai</strong>selama tiga dekade, yaitu sejak 1984.</p>
286
<p>Skenario “kasus terburuk” jalur RCP8.5 menduga emisi karbon akan terus berlanjut atau bumi akan mulai meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di<strong>19</strong><strong>atmosfir</strong>, yang merupakan dampak dari tindakan manusia. Skenario lain yang lebih baik, yaitu RCP4.5, akan membuat manusia membatasi efek pemanasan global sekitar tiga derajat celcius, itu masih jauh dari batas “di bawah dua derajat celcius” yang disebut dalam<strong>20</strong><strong>Perjanjian Paris</strong>.</p>
286
<p>Skenario “kasus terburuk” jalur RCP8.5 menduga emisi karbon akan terus berlanjut atau bumi akan mulai meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di<strong>19</strong><strong>atmosfir</strong>, yang merupakan dampak dari tindakan manusia. Skenario lain yang lebih baik, yaitu RCP4.5, akan membuat manusia membatasi efek pemanasan global sekitar tiga derajat celcius, itu masih jauh dari batas “di bawah dua derajat celcius” yang disebut dalam<strong>20</strong><strong>Perjanjian Paris</strong>.</p>
287
<p>(Sumber: diadaptasi dari kompas.com/sains)</p>
287
<p>(Sumber: diadaptasi dari kompas.com/sains)</p>
288
<p><strong>18. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
288
<p><strong>18. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
289
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
289
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
290
<li>Tetapi</li>
290
<li>Tetapi</li>
291
<li>Melainkan</li>
291
<li>Melainkan</li>
292
<li>Oleh karena itu</li>
292
<li>Oleh karena itu</li>
293
<li>Dengan demikian</li>
293
<li>Dengan demikian</li>
294
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
294
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
295
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
295
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
296
<p>Konjungsi yang tepat untuk menjawab soal nomor 6 adalah konjungsi antarkalimat karena terletak di awal kalimat. Selain itu, konjungsi tersebut harus menyatakan perlawanan. Sebab, kalimat 2 merupakan pernyataan yang berkebalikan dari pernyataan pada kalimat 1. Dengan demikian, konjungsi yang tepat adalah<i>akan tetapi</i>sehingga konjungsi tersebut tidak perlu diperbaiki.</p>
296
<p>Konjungsi yang tepat untuk menjawab soal nomor 6 adalah konjungsi antarkalimat karena terletak di awal kalimat. Selain itu, konjungsi tersebut harus menyatakan perlawanan. Sebab, kalimat 2 merupakan pernyataan yang berkebalikan dari pernyataan pada kalimat 1. Dengan demikian, konjungsi yang tepat adalah<i>akan tetapi</i>sehingga konjungsi tersebut tidak perlu diperbaiki.</p>
297
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
297
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
298
<p><strong>19. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
298
<p><strong>19. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
299
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
299
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
300
<li>efektiv</li>
300
<li>efektiv</li>
301
<li><em>efektif</em></li>
301
<li><em>efektif</em></li>
302
<li>efektive</li>
302
<li>efektive</li>
303
<li>efektif</li>
303
<li>efektif</li>
304
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
304
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
305
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
305
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
306
<p>Penulisan yang tepat untuk kata pada soal nomor 7 adalah<i>efektif.</i>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata<i>efektif</i>memiliki makna dapat membawa hasil. Kata<i>efektif</i>tidak perlu ditulis dalam huruf cetak miring karena sudah diserap dalam bahasa Indonesia.</p>
306
<p>Penulisan yang tepat untuk kata pada soal nomor 7 adalah<i>efektif.</i>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata<i>efektif</i>memiliki makna dapat membawa hasil. Kata<i>efektif</i>tidak perlu ditulis dalam huruf cetak miring karena sudah diserap dalam bahasa Indonesia.</p>
307
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
307
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
308
<p><strong>20. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
308
<p><strong>20. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
309
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
309
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
310
<li>garis Pantai</li>
310
<li>garis Pantai</li>
311
<li>Garis Pantai</li>
311
<li>Garis Pantai</li>
312
<li>“garis pantai”</li>
312
<li>“garis pantai”</li>
313
<li>garis berpantai</li>
313
<li>garis berpantai</li>
314
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
314
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
315
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
315
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
316
<p>Kata<i>garis pantai</i>adalah kata yang tidak menunjukkan nama tempat atau nama geografis. Penulisan nama tempat ditulis dengan huruf awal kapital, seperti<i>Kebun Binatang Ragunan, Balaikota Depok,</i>dll. Selain itu, nama geografis ditulis dengan huruf awal kapital apabila diikuti nama diri, seperti<i>Gunung Krakatau, Pantai Losari, Danau Toba,</i>dll. Dengan demikian, kata<i>garis pantai</i>tidak perlu ditulis dengan awal kapital.</p>
316
<p>Kata<i>garis pantai</i>adalah kata yang tidak menunjukkan nama tempat atau nama geografis. Penulisan nama tempat ditulis dengan huruf awal kapital, seperti<i>Kebun Binatang Ragunan, Balaikota Depok,</i>dll. Selain itu, nama geografis ditulis dengan huruf awal kapital apabila diikuti nama diri, seperti<i>Gunung Krakatau, Pantai Losari, Danau Toba,</i>dll. Dengan demikian, kata<i>garis pantai</i>tidak perlu ditulis dengan awal kapital.</p>
317
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
317
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
318
<p><strong>Baca Juga:<a>Kisi-Kisi Materi UTBK-SNBT 2025: Tes Potensi Skolastik & Tes Literasi</a></strong></p>
318
<p><strong>Baca Juga:<a>Kisi-Kisi Materi UTBK-SNBT 2025: Tes Potensi Skolastik & Tes Literasi</a></strong></p>
319
<p><strong>21. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
319
<p><strong>21. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
320
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
320
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
321
<li>atmosfer</li>
321
<li>atmosfer</li>
322
<li>atmosfir</li>
322
<li>atmosfir</li>
323
<li>atmosfire</li>
323
<li>atmosfire</li>
324
<li>lapisan udara</li>
324
<li>lapisan udara</li>
325
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
325
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
326
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
326
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
327
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang baku adalah<i>atmosfer.</i>Kata<i>atmosfer</i>memiliki makna lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain).</p>
327
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang baku adalah<i>atmosfer.</i>Kata<i>atmosfer</i>memiliki makna lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km (terutama terdiri atas campuran berbagai gas, yaitu nitrogen, oksigen, argon, dan sejumlah kecil gas lain).</p>
328
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
328
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
329
<p><strong>22. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
329
<p><strong>22. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
330
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
330
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
331
<li>“Perjanjian Paris”</li>
331
<li>“Perjanjian Paris”</li>
332
<li>Perjanjain paris</li>
332
<li>Perjanjain paris</li>
333
<li>perjanjain paris</li>
333
<li>perjanjain paris</li>
334
<li>perjanjain Paris</li>
334
<li>perjanjain Paris</li>
335
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
335
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
336
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
336
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337
<p>Salah satu kata yang ditulis dengan awal huruf kapital adalah kata yang mengandung peristiwa sejarah, seperti<i>Revolusi Industri, Perang Padri, Perjanjian Meja Bundar,</i>dll</p>
337
<p>Salah satu kata yang ditulis dengan awal huruf kapital adalah kata yang mengandung peristiwa sejarah, seperti<i>Revolusi Industri, Perang Padri, Perjanjian Meja Bundar,</i>dll</p>
338
<p>Dengan demikian, penulisan<i>Perjanjian Paris</i>tidak perlu diperbaiki karena merupakan nama peristiwa bersejarah.</p>
338
<p>Dengan demikian, penulisan<i>Perjanjian Paris</i>tidak perlu diperbaiki karena merupakan nama peristiwa bersejarah.</p>
339
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
339
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
340
<p><strong>Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</strong></p>
340
<p><strong>Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</strong></p>
341
<p><strong>Teks berikut untuk menjawab soal nomor 23 sampai 27.</strong></p>
341
<p><strong>Teks berikut untuk menjawab soal nomor 23 sampai 27.</strong></p>
342
<p><em>Buah durian (Sumber: hellosehat.com)</em></p>
342
<p><em>Buah durian (Sumber: hellosehat.com)</em></p>
343
<p>(1) Buah yang dijuluki “Raja” semua buah ini mungkin tidak banyak disukai karena baunya yang sangat tajam. (2) Namun, siapa sangka jika di dalam daging buah durian terkandung asam amino langka. (3) Para peneliti dari Leibniz-Institute for Food Systems Biology di Technical University of Munich menemukan adanya asam amino langka yang disebut dengan Ethionine di dalam daging buah.</p>
343
<p>(1) Buah yang dijuluki “Raja” semua buah ini mungkin tidak banyak disukai karena baunya yang sangat tajam. (2) Namun, siapa sangka jika di dalam daging buah durian terkandung asam amino langka. (3) Para peneliti dari Leibniz-Institute for Food Systems Biology di Technical University of Munich menemukan adanya asam amino langka yang disebut dengan Ethionine di dalam daging buah.</p>
344
<p>(4) Durian bernama latin<i>Durio zibethinus</i>ini adalah tanaman tropis khas Asia Tenggara. (5) Buah ini dikenal karena ukurannya yang besar, dengan kulit tajam dan aromanya yang dianggap seperti campuran belerang dan bawang. (6) Bau durian, menurut peneliti, merupakan gabungan beberapa zat kesuburan dengan dominasi sulfur atau belerang yang sangat menyengat. </p>
344
<p>(4) Durian bernama latin<i>Durio zibethinus</i>ini adalah tanaman tropis khas Asia Tenggara. (5) Buah ini dikenal karena ukurannya yang besar, dengan kulit tajam dan aromanya yang dianggap seperti campuran belerang dan bawang. (6) Bau durian, menurut peneliti, merupakan gabungan beberapa zat kesuburan dengan dominasi sulfur atau belerang yang sangat menyengat. </p>
345
<p>(7) Bahkan, bagi orang barat, yang tidak terbiasa mengkonsumsi durian, buah ini tampak tidak biasa dan terkadang dianggap menjijikkan. (8) “Kami telah menunjukkan, bau dari buah ini ternyata disebabkan oleh ethanethiol dan turunannya,” ujar penulis penelitian Dr. Nadine Fischer dan Dr. Martin Steinhaus. (9) Kendati demikian, keduanya masih mencari tahu dan belum dapat menjelaskan jalur biokimia saat tanaman ini menghasilkan ethanethiol tersebut. (10) Hal inilah yang menjadi tujuan utama penelitian tersebut. (11) Para peneliti mencoba menyaring durian untuk mencari keberadaan<i>ethionine</i>, yakni pelopor bau menyengat pada buah ini. </p>
345
<p>(7) Bahkan, bagi orang barat, yang tidak terbiasa mengkonsumsi durian, buah ini tampak tidak biasa dan terkadang dianggap menjijikkan. (8) “Kami telah menunjukkan, bau dari buah ini ternyata disebabkan oleh ethanethiol dan turunannya,” ujar penulis penelitian Dr. Nadine Fischer dan Dr. Martin Steinhaus. (9) Kendati demikian, keduanya masih mencari tahu dan belum dapat menjelaskan jalur biokimia saat tanaman ini menghasilkan ethanethiol tersebut. (10) Hal inilah yang menjadi tujuan utama penelitian tersebut. (11) Para peneliti mencoba menyaring durian untuk mencari keberadaan<i>ethionine</i>, yakni pelopor bau menyengat pada buah ini. </p>
346
<p>(12) Akhirnya, para peneliti berhasil mendeteksi<i>ethionine</i>dengan mempelajari pengaruh varietas dan tahap pematangan. (13) Peneliti juga telah mengkonfirmasi perannya sebagai pelopor munculnya ethanethiol. </p>
346
<p>(12) Akhirnya, para peneliti berhasil mendeteksi<i>ethionine</i>dengan mempelajari pengaruh varietas dan tahap pematangan. (13) Peneliti juga telah mengkonfirmasi perannya sebagai pelopor munculnya ethanethiol. </p>
347
<p>(Sumber: dikutip dari kompas.com/sains)</p>
347
<p>(Sumber: dikutip dari kompas.com/sains)</p>
348
<p><strong>23. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
348
<p><strong>23. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
349
<p>Kalimat inti pada kalimat (3) adalah …</p>
349
<p>Kalimat inti pada kalimat (3) adalah …</p>
350
<ol><li>Para peneliti menemukan.</li>
350
<ol><li>Para peneliti menemukan.</li>
351
<li>Temuan adanya asam amino.</li>
351
<li>Temuan adanya asam amino.</li>
352
<li>Asam amino langka telah ditemukan.</li>
352
<li>Asam amino langka telah ditemukan.</li>
353
<li>Para peneliti dari Leibniz-Institute for Food Systems Biology.</li>
353
<li>Para peneliti dari Leibniz-Institute for Food Systems Biology.</li>
354
<li>Dalam daging buah ditemukan asam amino langka yang disebut Ethionine.</li>
354
<li>Dalam daging buah ditemukan asam amino langka yang disebut Ethionine.</li>
355
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
355
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
356
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
356
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
357
<p>Sebuah kalimat utuh memiliki inti, yaitu kata yang berkedudukan sebagai subjek dan predikat.</p>
357
<p>Sebuah kalimat utuh memiliki inti, yaitu kata yang berkedudukan sebagai subjek dan predikat.</p>
358
<p>Perhatikan analisis struktur berikut:</p>
358
<p>Perhatikan analisis struktur berikut:</p>
359
<p>Kalimat inti dalam sebuah kalimat berkedudukan sebagai subjek dan predikat.</p>
359
<p>Kalimat inti dalam sebuah kalimat berkedudukan sebagai subjek dan predikat.</p>
360
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
360
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
361
<p><strong>24. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
361
<p><strong>24. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
362
<p>Penggunaan tanda kutip pada kalimat (1) berfungsi untuk ….</p>
362
<p>Penggunaan tanda kutip pada kalimat (1) berfungsi untuk ….</p>
363
<ol><li>menandakan kata tersebut mempunyai arti khusus</li>
363
<ol><li>menandakan kata tersebut mempunyai arti khusus</li>
364
<li>menandakan kata tersebut adalah arti dari sebuah kata</li>
364
<li>menandakan kata tersebut adalah arti dari sebuah kata</li>
365
<li>menandakan bawah kata tersebut adalah kata yang penting diingat</li>
365
<li>menandakan bawah kata tersebut adalah kata yang penting diingat</li>
366
<li>menandakan kata tersebut adalah kata yang diserap dari bahasa asing</li>
366
<li>menandakan kata tersebut adalah kata yang diserap dari bahasa asing</li>
367
<li>menandakan sebuah istilah ilmiah yang belum dikenal oleh masyarakat umum</li>
367
<li>menandakan sebuah istilah ilmiah yang belum dikenal oleh masyarakat umum</li>
368
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
368
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
369
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
369
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
370
<p>Salah satu fungsi tanda kutip adalah untuk menunjukkan sebuah kata memiliki arti khusus. Kata<i>raja</i>pada pada kalimat (1) bukan berarti seorang yang tinggal di istana dan memiliki suatu kedudukan.</p>
370
<p>Salah satu fungsi tanda kutip adalah untuk menunjukkan sebuah kata memiliki arti khusus. Kata<i>raja</i>pada pada kalimat (1) bukan berarti seorang yang tinggal di istana dan memiliki suatu kedudukan.</p>
371
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
371
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
372
<p><strong>25. Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></p>
372
<p><strong>25. Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></p>
373
<p>Pernyataan implisit yang tidak sesuai dengan teks tersebut adalah ….</p>
373
<p>Pernyataan implisit yang tidak sesuai dengan teks tersebut adalah ….</p>
374
<ol><li>Pada daging buah durian ditemukan asam amino langka.</li>
374
<ol><li>Pada daging buah durian ditemukan asam amino langka.</li>
375
<li>Tanaman durian merupakan tanaman khas Asia Tenggara.</li>
375
<li>Tanaman durian merupakan tanaman khas Asia Tenggara.</li>
376
<li>Buah durian mungkin tidak banyak disukai karena baunya yang sangat tajam.</li>
376
<li>Buah durian mungkin tidak banyak disukai karena baunya yang sangat tajam.</li>
377
<li>Bau durian berasal dari gabungan beberapa zat kesuburan yang sangat menyengat.</li>
377
<li>Bau durian berasal dari gabungan beberapa zat kesuburan yang sangat menyengat.</li>
378
<li>Buah durian tampak tidak biasa dan terkadang dianggap menjijikkan bagi orang barat.</li>
378
<li>Buah durian tampak tidak biasa dan terkadang dianggap menjijikkan bagi orang barat.</li>
379
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
379
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
380
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
380
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
381
<p>Pernyataan implisit adalah pernyataan yang terdapat dalam teks. Pernyataan yang tidak tepat terdapat pada pilihan E, yaitu<i>Buah durian tampak tidak biasa dan terkadang dianggap menjijikkan bagi orang barat.</i>Pernyataan tersebut tidak tepat karena tidak semua orang barat mengganggap bahwa buah durian dianggap menjijikan (kalimat 7).</p>
381
<p>Pernyataan implisit adalah pernyataan yang terdapat dalam teks. Pernyataan yang tidak tepat terdapat pada pilihan E, yaitu<i>Buah durian tampak tidak biasa dan terkadang dianggap menjijikkan bagi orang barat.</i>Pernyataan tersebut tidak tepat karena tidak semua orang barat mengganggap bahwa buah durian dianggap menjijikan (kalimat 7).</p>
382
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
382
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
383
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal Literasi Bahasa Inggris UTBK SNBT 2025 & Pembahasannya</a></strong></p>
383
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal Literasi Bahasa Inggris UTBK SNBT 2025 & Pembahasannya</a></strong></p>
384
<p><strong>26. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
384
<p><strong>26. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
385
<p>Bentukan kata tidak tepat ditemukan pada ….</p>
385
<p>Bentukan kata tidak tepat ditemukan pada ….</p>
386
<ol><li>Kalimat (1)</li>
386
<ol><li>Kalimat (1)</li>
387
<li>Kalimat (3)</li>
387
<li>Kalimat (3)</li>
388
<li>Kalimat (9)</li>
388
<li>Kalimat (9)</li>
389
<li>Kalimat (11)</li>
389
<li>Kalimat (11)</li>
390
<li>Kalimat (13)</li>
390
<li>Kalimat (13)</li>
391
</ol><p><strong>Jawaban: E </strong></p>
391
</ol><p><strong>Jawaban: E </strong></p>
392
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
392
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
393
<p>Pembentukan kata yang tidak tepat ditemukan dalam kalimat nomor 13, yaitu pada kata<i>mengkonfirmasi</i>. Pembentukan kata yang tepat adalah<i>mengonfirmasi</i>karena terdapat proses peleburan imbuhan. Peleburan imbuhan terjadi apabila imbuhan<i>me-</i>bertemu dengan kata yang diawali huruf K, T, S, P, terdiri lebih dari satu suku kata, dan diawali huruf konsonan dan huruf kedua vokal.</p>
393
<p>Pembentukan kata yang tidak tepat ditemukan dalam kalimat nomor 13, yaitu pada kata<i>mengkonfirmasi</i>. Pembentukan kata yang tepat adalah<i>mengonfirmasi</i>karena terdapat proses peleburan imbuhan. Peleburan imbuhan terjadi apabila imbuhan<i>me-</i>bertemu dengan kata yang diawali huruf K, T, S, P, terdiri lebih dari satu suku kata, dan diawali huruf konsonan dan huruf kedua vokal.</p>
394
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
394
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
395
<p><strong>27. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
395
<p><strong>27. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
396
<p>Penggunaan tanda koma yang tidak tepat ditemukan pada ….</p>
396
<p>Penggunaan tanda koma yang tidak tepat ditemukan pada ….</p>
397
<ol><li>Kalimat (2)</li>
397
<ol><li>Kalimat (2)</li>
398
<li>Kalimat (5)</li>
398
<li>Kalimat (5)</li>
399
<li>Kalimat (6)</li>
399
<li>Kalimat (6)</li>
400
<li>Kalimat (8)</li>
400
<li>Kalimat (8)</li>
401
<li>Kalimat (9)</li>
401
<li>Kalimat (9)</li>
402
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
402
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
403
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
403
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
404
<p>Penggunaan tanda koma yang tidak tepat terdapat pada kalimat (5). Kesalahan penggunaan tanda koma terdapat pada setelah kata<i>tajam</i>. Tanda koma digunakan untuk memisahkan perincian yang lebih dari dua unsur, misalnya : apel, mangga, dan jambu. Tanda koma tidak digunakan apabila perincian hanya dua unsur misalnya, air dan api. Dengan demikian, perbaikan yang tepat untuk kalimat kedua adalah<i>Buah ini dikenal karena ukurannya yang besar, dengan kulit tajam, dan aromanya yang dianggap seperti campuran belerang dan bawang.</i></p>
404
<p>Penggunaan tanda koma yang tidak tepat terdapat pada kalimat (5). Kesalahan penggunaan tanda koma terdapat pada setelah kata<i>tajam</i>. Tanda koma digunakan untuk memisahkan perincian yang lebih dari dua unsur, misalnya : apel, mangga, dan jambu. Tanda koma tidak digunakan apabila perincian hanya dua unsur misalnya, air dan api. Dengan demikian, perbaikan yang tepat untuk kalimat kedua adalah<i>Buah ini dikenal karena ukurannya yang besar, dengan kulit tajam, dan aromanya yang dianggap seperti campuran belerang dan bawang.</i></p>
405
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
405
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
406
<p><strong>Teks berikut diikuti oleh dua butir pertanyaan. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong></p>
406
<p><strong>Teks berikut diikuti oleh dua butir pertanyaan. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E).</strong></p>
407
<p><strong>Teks berikut untuk menjawab soal nomor 28 sampai 32.</strong></p>
407
<p><strong>Teks berikut untuk menjawab soal nomor 28 sampai 32.</strong></p>
408
<p><em>Pulau Madura (Sumber: merdeka.com)</em></p>
408
<p><em>Pulau Madura (Sumber: merdeka.com)</em></p>
409
<p>Bagi penyuka 26<strong>spot-spot</strong>unik namun tak terlalu dibanjiri turis, coba jadwalkan untuk datang ke Madura pada rencana perjalanan<strong>27</strong><strong>Anda</strong>. Destinasi di sebelah timur Jawa Timur ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah nan eksotis.</p>
409
<p>Bagi penyuka 26<strong>spot-spot</strong>unik namun tak terlalu dibanjiri turis, coba jadwalkan untuk datang ke Madura pada rencana perjalanan<strong>27</strong><strong>Anda</strong>. Destinasi di sebelah timur Jawa Timur ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah nan eksotis.</p>
410
<p>Salah satu yang dapat dinikmati adalah<strong>28</strong><strong>air terjun Toroan</strong>yang terletak di Kabupaten Sampang. Air terjun dengan ketinggian 20 meter tersebut memiliki keunikan karena terletak di pesisir Pantai Nepa, menghadap pada lautan lepas. Tumpahan air terjun langsung menyatu dengan air laut yang berada di sebuah muara. Ada banyak turunan air di tempat ini. Namun, hanya ada satu air terjun yang begitu deras dan besar.</p>
410
<p>Salah satu yang dapat dinikmati adalah<strong>28</strong><strong>air terjun Toroan</strong>yang terletak di Kabupaten Sampang. Air terjun dengan ketinggian 20 meter tersebut memiliki keunikan karena terletak di pesisir Pantai Nepa, menghadap pada lautan lepas. Tumpahan air terjun langsung menyatu dengan air laut yang berada di sebuah muara. Ada banyak turunan air di tempat ini. Namun, hanya ada satu air terjun yang begitu deras dan besar.</p>
411
<p>Dikelilingi dengan pohon yang rindang serta kesegaran air yang dimilikinya menjadi keunggulan tersendiri bagi tempat ini. Perpaduan antara gemericik air terjun dengan deburan ombak di pantai memberikan efek<strong>29</strong><strong>relaksasi</strong>di tengah suasana alam yang masih natural. Aliran air terjun tersebut mengalir dari Sungai Payung yang berada di bagian<strong>30</strong><strong>timur kota Sampang</strong>.</p>
411
<p>Dikelilingi dengan pohon yang rindang serta kesegaran air yang dimilikinya menjadi keunggulan tersendiri bagi tempat ini. Perpaduan antara gemericik air terjun dengan deburan ombak di pantai memberikan efek<strong>29</strong><strong>relaksasi</strong>di tengah suasana alam yang masih natural. Aliran air terjun tersebut mengalir dari Sungai Payung yang berada di bagian<strong>30</strong><strong>timur kota Sampang</strong>.</p>
412
<p><strong>28. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
412
<p><strong>28. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
413
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
413
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
414
<li><i>spot</i></li>
414
<li><i>spot</i></li>
415
<li><i>“</i>spot<i>”</i></li>
415
<li><i>“</i>spot<i>”</i></li>
416
<li>“spot-spot”</li>
416
<li>“spot-spot”</li>
417
<li><i>spot-spot</i></li>
417
<li><i>spot-spot</i></li>
418
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
418
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
419
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
419
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
420
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata<i>spot</i>merupakan bentuk cakapan yang memiliki makna tempat yang digunakan untuk kegiatan tertentu (olahraga, wisata, belajar, dan sebagainya). Penulisan kata cakapan dalam sebuah kalimat menggunakan huruf cetak miring.</p>
420
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata<i>spot</i>merupakan bentuk cakapan yang memiliki makna tempat yang digunakan untuk kegiatan tertentu (olahraga, wisata, belajar, dan sebagainya). Penulisan kata cakapan dalam sebuah kalimat menggunakan huruf cetak miring.</p>
421
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
421
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
422
<p><strong>29. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
422
<p><strong>29. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
423
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
423
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
424
<li>dia</li>
424
<li>dia</li>
425
<li>anda</li>
425
<li>anda</li>
426
<li>ananda</li>
426
<li>ananda</li>
427
<li>saudara</li>
427
<li>saudara</li>
428
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
428
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
429
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
429
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
430
<p>Salah satu penggunaan huruf kapital adalah pada kata sapaan. Kata<i>Anda</i>dan<i>Saudara</i>adalah kata sapaan. Dengan demikian, kata<i>Anda</i>penulisannya harus diawali dengan huruf kapital.</p>
430
<p>Salah satu penggunaan huruf kapital adalah pada kata sapaan. Kata<i>Anda</i>dan<i>Saudara</i>adalah kata sapaan. Dengan demikian, kata<i>Anda</i>penulisannya harus diawali dengan huruf kapital.</p>
431
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
431
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
432
<p><strong>30. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
432
<p><strong>30. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
433
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
433
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
434
<li>air terjun toroan</li>
434
<li>air terjun toroan</li>
435
<li>air Terjun Toroan</li>
435
<li>air Terjun Toroan</li>
436
<li>Air Terjun Toroan</li>
436
<li>Air Terjun Toroan</li>
437
<li>Air Terjun di Toroan</li>
437
<li>Air Terjun di Toroan</li>
438
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
438
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
439
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
439
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
440
<p>Nama tempat atau nama geografis yang diikuti nama diri harus ditulis dengan awal huruf kapital. Misalnya, Gunung Bromo, Sungai Kapuas, Laut Jawa, Dll. Kata<i>Air Terjun Toroan</i>merupakan nama geografis yang diikuti dengan nama diri. Dengan demikian, ditulis menggunakan huruf awal kapital.</p>
440
<p>Nama tempat atau nama geografis yang diikuti nama diri harus ditulis dengan awal huruf kapital. Misalnya, Gunung Bromo, Sungai Kapuas, Laut Jawa, Dll. Kata<i>Air Terjun Toroan</i>merupakan nama geografis yang diikuti dengan nama diri. Dengan demikian, ditulis menggunakan huruf awal kapital.</p>
441
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
441
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
442
<p><strong>31. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
442
<p><strong>31. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
443
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
443
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
444
<li>relax</li>
444
<li>relax</li>
445
<li>reaksi</li>
445
<li>reaksi</li>
446
<li>relaksasi</li>
446
<li>relaksasi</li>
447
<li>Relaxation</li>
447
<li>Relaxation</li>
448
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
448
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
449
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
449
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
450
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata<strong>relaksasi</strong>memiliki makna cara atau tindakan untuk mengistirahatkan atau menyenangkan diri. Kata<strong>relaksasi</strong>merupakan kata baku dan sudah tertera di kamus. Dengan demikian, penulisan kata<strong>relaksasi</strong>tidak perlu ditulis menggunakan huruf cetak miring.<strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
450
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata<strong>relaksasi</strong>memiliki makna cara atau tindakan untuk mengistirahatkan atau menyenangkan diri. Kata<strong>relaksasi</strong>merupakan kata baku dan sudah tertera di kamus. Dengan demikian, penulisan kata<strong>relaksasi</strong>tidak perlu ditulis menggunakan huruf cetak miring.<strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
451
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal Literasi Bahasa Indonesia UTBK-SNBT 2025 & Pembahasannya</a></strong></p>
451
<p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal Literasi Bahasa Indonesia UTBK-SNBT 2025 & Pembahasannya</a></strong></p>
452
<p><strong>32. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
452
<p><strong>32. Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></p>
453
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
453
<ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
454
<li>Timur Kota Sampang</li>
454
<li>Timur Kota Sampang</li>
455
<li>Timur kota sampang</li>
455
<li>Timur kota sampang</li>
456
<li>Kota Sampang Timur</li>
456
<li>Kota Sampang Timur</li>
457
<li>timur Kota Sampang</li>
457
<li>timur Kota Sampang</li>
458
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
458
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
459
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
459
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
460
<p>Penulisan arah mata angin (timur, barat, utara, selatan, dll.) ditulis kapital apabila menunjukkan nama tempat, kota, atau provinsi, misalnya Jakarta Barat, Jawa Timur, Afrika Selatan, dll. Kata<i>timur</i>pada<i>timur Kota Sampang</i>tidak menunjukkan nama kota.</p>
460
<p>Penulisan arah mata angin (timur, barat, utara, selatan, dll.) ditulis kapital apabila menunjukkan nama tempat, kota, atau provinsi, misalnya Jakarta Barat, Jawa Timur, Afrika Selatan, dll. Kata<i>timur</i>pada<i>timur Kota Sampang</i>tidak menunjukkan nama kota.</p>
461
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
461
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
462
<p>Itulah beberapa kumpulan contoh soal TPS UTBK 2025 untuk subtes Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis. Nah, gimana soal latihan kali ini? Terus semangat, karena masih banyaaak lagi soal-soal yang harus sering kamu asah!</p>
462
<p>Itulah beberapa kumpulan contoh soal TPS UTBK 2025 untuk subtes Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis. Nah, gimana soal latihan kali ini? Terus semangat, karena masih banyaaak lagi soal-soal yang harus sering kamu asah!</p>
463
<p>Yuk, ikutan rangkaian<strong><a>tryout UTBK SNBT di ruanguji</a></strong>sekarang juga. Di sana kamu bisa dapet banyak latihan soal-soal UTBK sesuai standar, lengkap dengan pembahasannya!</p>
463
<p>Yuk, ikutan rangkaian<strong><a>tryout UTBK SNBT di ruanguji</a></strong>sekarang juga. Di sana kamu bisa dapet banyak latihan soal-soal UTBK sesuai standar, lengkap dengan pembahasannya!</p>
464
464