0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Yuhuuu, siapa yang udah nungguin latihan soal dan pembahasan PTS Semester Ganjil 2025 untuk kelas 11 IPA? Yuk, kerjakan soalnya lalu simak pembahasannya, ya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Yuhuuu, siapa yang udah nungguin latihan soal dan pembahasan PTS Semester Ganjil 2025 untuk kelas 11 IPA? Yuk, kerjakan soalnya lalu simak pembahasannya, ya!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<p><em>Guys</em>, PTS Semester Ganjil 2025 udah di depan mata nih, sudah sejauh apa persiapanmu? Nah, selagi mempelajari materi-materi yang sudah pernah dibahas di sekolah, kamu juga perlu mengerjakan latihan soal ya, supaya persiapanmu jadi semakin matang. Yuk, langsung aja kerjakan latihan soal berikut ini!</p>
3
<p><em>Guys</em>, PTS Semester Ganjil 2025 udah di depan mata nih, sudah sejauh apa persiapanmu? Nah, selagi mempelajari materi-materi yang sudah pernah dibahas di sekolah, kamu juga perlu mengerjakan latihan soal ya, supaya persiapanmu jadi semakin matang. Yuk, langsung aja kerjakan latihan soal berikut ini!</p>
4
<h2>BIOLOGI</h2>
4
<h2>BIOLOGI</h2>
5
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
5
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
6
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Organel sel</a></strong></p>
6
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Organel sel</a></strong></p>
7
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Struktur mitokondria</strong></p>
7
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Struktur mitokondria</strong></p>
8
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
8
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
9
<p>1. Perhatikan fungsi organel sel di bawah ini!</p>
9
<p>1. Perhatikan fungsi organel sel di bawah ini!</p>
10
<ol><li>Respirasi sel</li>
10
<ol><li>Respirasi sel</li>
11
<li>Detoksifikasi</li>
11
<li>Detoksifikasi</li>
12
<li>Dehidrogenasi</li>
12
<li>Dehidrogenasi</li>
13
<li>Oksidasi makanan</li>
13
<li>Oksidasi makanan</li>
14
<li>Autolisis</li>
14
<li>Autolisis</li>
15
</ol><p>Fungsi mitokondria ditunjukkan oleh nomor ….</p>
15
</ol><p>Fungsi mitokondria ditunjukkan oleh nomor ….</p>
16
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
16
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
17
<li>1, 3, dan 4</li>
17
<li>1, 3, dan 4</li>
18
<li>2, 3, dan 4</li>
18
<li>2, 3, dan 4</li>
19
<li>1, 3, dan 5</li>
19
<li>1, 3, dan 5</li>
20
<li>1, 4 dan 5</li>
20
<li>1, 4 dan 5</li>
21
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: B</p>
21
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: B</p>
22
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
22
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
23
<p>Mitokondria merupakan organel berbentuk oval yang mana bagian dalam organel mitokondria berbentuk lekukan-lekukan atau lipatan-lipatan. Fungsi mitokondria adalah sebagai berikut.</p>
23
<p>Mitokondria merupakan organel berbentuk oval yang mana bagian dalam organel mitokondria berbentuk lekukan-lekukan atau lipatan-lipatan. Fungsi mitokondria adalah sebagai berikut.</p>
24
<ul><li>Respirasi sel untuk menghasilkan energi atau ATP</li>
24
<ul><li>Respirasi sel untuk menghasilkan energi atau ATP</li>
25
<li>Oksidasi makanan</li>
25
<li>Oksidasi makanan</li>
26
<li>Dehidrogenasi</li>
26
<li>Dehidrogenasi</li>
27
<li>Fosforilasi oksidatif</li>
27
<li>Fosforilasi oksidatif</li>
28
<li>Sistem transpor elektron</li>
28
<li>Sistem transpor elektron</li>
29
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
29
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
30
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Sel</a></strong></p>
30
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Sel</a></strong></p>
31
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Komponen kimiawi sel </strong></p>
31
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Komponen kimiawi sel </strong></p>
32
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Komponen air pada sel</strong></p>
32
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Komponen air pada sel</strong></p>
33
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
33
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
34
<p>2. Komponen kimiawi anorganik terbanyak yang penyusun sel dan memiliki peran dalam mempercepat suatu reaksi di dalam sel adalah ….</p>
34
<p>2. Komponen kimiawi anorganik terbanyak yang penyusun sel dan memiliki peran dalam mempercepat suatu reaksi di dalam sel adalah ….</p>
35
<ol><li>air</li>
35
<ol><li>air</li>
36
<li>vitamin</li>
36
<li>vitamin</li>
37
<li>mineral</li>
37
<li>mineral</li>
38
<li>protein</li>
38
<li>protein</li>
39
<li>karbohidrat</li>
39
<li>karbohidrat</li>
40
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: A</p>
40
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: A</p>
41
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
41
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
42
<p>Air merupakan komponen kimia terbanyak penyusun sel. Di dalam sel, air berperan sebagai pelarut, medium berbagai reaksi kimia di dalam sel, serta mempercepat reaksi biologi di dalam sel.</p>
42
<p>Air merupakan komponen kimia terbanyak penyusun sel. Di dalam sel, air berperan sebagai pelarut, medium berbagai reaksi kimia di dalam sel, serta mempercepat reaksi biologi di dalam sel.</p>
43
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
43
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
44
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
44
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
45
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Transpor membran</strong></p>
45
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Transpor membran</strong></p>
46
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Definisi osmosis</strong></p>
46
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Definisi osmosis</strong></p>
47
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
47
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
48
<p>3. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
48
<p>3. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
49
<p>Hal yang menyebabkan perubahan berat dari umbi setelah direndam dalam cairan gula pekat adalah …. </p>
49
<p>Hal yang menyebabkan perubahan berat dari umbi setelah direndam dalam cairan gula pekat adalah …. </p>
50
<ol><li>peristiwa difusi, dimana cairan gula pekat bersifat hipertonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipotonis</li>
50
<ol><li>peristiwa difusi, dimana cairan gula pekat bersifat hipertonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipotonis</li>
51
<li>peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat bersifat hipotonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipertonis</li>
51
<li>peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat bersifat hipotonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipertonis</li>
52
<li>peristiwa difusi, dimana cairan gula pekat bersifat hipotonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipertonis</li>
52
<li>peristiwa difusi, dimana cairan gula pekat bersifat hipotonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipertonis</li>
53
<li>peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat bersifat hipertonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipotonis</li>
53
<li>peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat bersifat hipertonis dan cairan dalam sel umbi bersifat hipotonis</li>
54
<li>peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat dan cairan dalam sel umbi bersifat isotonis</li>
54
<li>peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat dan cairan dalam sel umbi bersifat isotonis</li>
55
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: D</p>
55
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: D</p>
56
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
56
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
57
<p>Proses yang terjadi pada gambar menunjukkan pengurangan massa umbi dari 10 gram ke 8 gram setelah dilakukan perendaman dalam larutan cairan gula pekat.<strong>Terjadinya penurunan massa ini diduga karena cairan dari dalam sel umbi mengalir keluar menuju larutan pekat.</strong></p>
57
<p>Proses yang terjadi pada gambar menunjukkan pengurangan massa umbi dari 10 gram ke 8 gram setelah dilakukan perendaman dalam larutan cairan gula pekat.<strong>Terjadinya penurunan massa ini diduga karena cairan dari dalam sel umbi mengalir keluar menuju larutan pekat.</strong></p>
58
<p>Proses keluarnya cairan dari dalam sel umbi ini terjadi melalui proses osmosis. Osmosis merupakan perpindahan pelarut dari konsentrasi pelarut tinggi (larutan encer atau hipotonis) ke konsentrasi pelarut rendah (larutan pekat atau hipotonis) melewati membran semipermeabel. Sehingga, dapat disimpulkan hal yang menyebabkan perubahan berat dari umbi adalah peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat bersifat hipertonis dan cairan pada sel umbi bersifat hipotonis.</p>
58
<p>Proses keluarnya cairan dari dalam sel umbi ini terjadi melalui proses osmosis. Osmosis merupakan perpindahan pelarut dari konsentrasi pelarut tinggi (larutan encer atau hipotonis) ke konsentrasi pelarut rendah (larutan pekat atau hipotonis) melewati membran semipermeabel. Sehingga, dapat disimpulkan hal yang menyebabkan perubahan berat dari umbi adalah peristiwa osmosis, dimana cairan gula pekat bersifat hipertonis dan cairan pada sel umbi bersifat hipotonis.</p>
59
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah D.</strong><strong></strong><strong></strong></p>
59
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah D.</strong><strong></strong><strong></strong></p>
60
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan</strong></p>
60
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan</strong></p>
61
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan Sekretori</strong></p>
61
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan Sekretori</strong></p>
62
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Jaringan latisifer tidak beruas, Jaringan latisifer beruas</strong></p>
62
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Jaringan latisifer tidak beruas, Jaringan latisifer beruas</strong></p>
63
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
63
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
64
<p>4. Berdasarkan sel penyusunnya, jaringan latisifer pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi ….</p>
64
<p>4. Berdasarkan sel penyusunnya, jaringan latisifer pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi ….</p>
65
<ol><li>latisifer bercabang dan tidak bercabang</li>
65
<ol><li>latisifer bercabang dan tidak bercabang</li>
66
<li>latisifer glanduler dan non-glanduler</li>
66
<li>latisifer glanduler dan non-glanduler</li>
67
<li>latisifer inti tunggal dan inti banyak</li>
67
<li>latisifer inti tunggal dan inti banyak</li>
68
<li>latisifer beruas dan tidak beruas</li>
68
<li>latisifer beruas dan tidak beruas</li>
69
<li>sel lateks dan jaringan lateks</li>
69
<li>sel lateks dan jaringan lateks</li>
70
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: D</p>
70
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: D</p>
71
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
71
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
72
<p>Berdasarkan sel penyusunnya, jaringan latisifer pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi latisifer beruas dan tidak beruas. Latisifer tidak beruas disebut juga sebagai sel lateks karena hanya tersusun atas satu sel yang memanjang dengan banyak inti. Latisifer tidak beruas atau sel lateks ini nantinya masih dibedakan lagi menjadi bercabang dan tidak bercabang, berdasarkan pada ada tidaknya percabangan.</p>
72
<p>Berdasarkan sel penyusunnya, jaringan latisifer pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi latisifer beruas dan tidak beruas. Latisifer tidak beruas disebut juga sebagai sel lateks karena hanya tersusun atas satu sel yang memanjang dengan banyak inti. Latisifer tidak beruas atau sel lateks ini nantinya masih dibedakan lagi menjadi bercabang dan tidak bercabang, berdasarkan pada ada tidaknya percabangan.</p>
73
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong></strong></p>
73
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong></strong></p>
74
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan</strong></p>
74
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan</strong></p>
75
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan Ikat</strong></p>
75
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan Ikat</strong></p>
76
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Jaringan Ikat</strong></p>
76
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Jaringan Ikat</strong></p>
77
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
77
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
78
<p>5. Rogu menemukan sebuah jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon. Jaringan yang memiliki ciri tersebut tergolong ke dalam ….</p>
78
<p>5. Rogu menemukan sebuah jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon. Jaringan yang memiliki ciri tersebut tergolong ke dalam ….</p>
79
<ol><li>jaringan saraf</li>
79
<ol><li>jaringan saraf</li>
80
<li>jaringan ikat</li>
80
<li>jaringan ikat</li>
81
<li>jaringan penyokong</li>
81
<li>jaringan penyokong</li>
82
<li>jaringan ikat longgar</li>
82
<li>jaringan ikat longgar</li>
83
<li>jaringan otot</li>
83
<li>jaringan otot</li>
84
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: B</p>
84
</ol><p><strong>Jawaban</strong>: B</p>
85
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
85
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
86
<p>Jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon adalah jaringan darah. Jaringan darah termasuk ke dalam jaringan ikat, yaitu jaringan ikat cair.</p>
86
<p>Jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon adalah jaringan darah. Jaringan darah termasuk ke dalam jaringan ikat, yaitu jaringan ikat cair.</p>
87
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
87
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
88
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan</strong></p>
88
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan</strong></p>
89
<p><strong>Subtopik: Jaringan Penyokong</strong></p>
89
<p><strong>Subtopik: Jaringan Penyokong</strong></p>
90
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
90
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
91
<p>6. Perhatikan karakteristik jaringan tumbuhan berikut!</p>
91
<p>6. Perhatikan karakteristik jaringan tumbuhan berikut!</p>
92
<ol><li>Memiliki nukleus</li>
92
<ol><li>Memiliki nukleus</li>
93
<li>Mengandung lignin</li>
93
<li>Mengandung lignin</li>
94
<li>Kaku dan sangat kuat</li>
94
<li>Kaku dan sangat kuat</li>
95
<li>Tidak menyisakan ruang antar sel</li>
95
<li>Tidak menyisakan ruang antar sel</li>
96
<li>Kekuatan berasal dari tekanan turgor</li>
96
<li>Kekuatan berasal dari tekanan turgor</li>
97
<li>Dapat ditemukan pada serabut kelapa</li>
97
<li>Dapat ditemukan pada serabut kelapa</li>
98
<li>Mengalami penebalan primer yang tidak merata</li>
98
<li>Mengalami penebalan primer yang tidak merata</li>
99
</ol><p>Karakteristik dari sklerenkim ditunjukkan oleh nomor ….</p>
99
</ol><p>Karakteristik dari sklerenkim ditunjukkan oleh nomor ….</p>
100
<ol><li>2, 3, 4, dan 6</li>
100
<ol><li>2, 3, 4, dan 6</li>
101
<li>2, 5, 6, dan 7</li>
101
<li>2, 5, 6, dan 7</li>
102
<li>1, 2, 4, dan 5</li>
102
<li>1, 2, 4, dan 5</li>
103
<li>1, 3, 5, dan 7</li>
103
<li>1, 3, 5, dan 7</li>
104
<li>1, 3, 4. dan 6</li>
104
<li>1, 3, 4. dan 6</li>
105
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
105
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
106
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
106
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107
<p>Sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang berfungsi untuk menyokong tubuh tumbuhan. Karakteristik dari jaringan sklerenkim adalah sebagai berikut:</p>
107
<p>Sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang berfungsi untuk menyokong tubuh tumbuhan. Karakteristik dari jaringan sklerenkim adalah sebagai berikut:</p>
108
<ul><li>tersusun atas sel mati saat dewasa,</li>
108
<ul><li>tersusun atas sel mati saat dewasa,</li>
109
<li>tidak memiliki nukleus,</li>
109
<li>tidak memiliki nukleus,</li>
110
<li>mengalami penebalan sekunder yang merata,</li>
110
<li>mengalami penebalan sekunder yang merata,</li>
111
<li>tidak menyisakan ruang antar sel,</li>
111
<li>tidak menyisakan ruang antar sel,</li>
112
<li>mengandung lignin,</li>
112
<li>mengandung lignin,</li>
113
<li>kaku dan sangat kuat,</li>
113
<li>kaku dan sangat kuat,</li>
114
<li>kekuatan berasal dari lignifikasi,</li>
114
<li>kekuatan berasal dari lignifikasi,</li>
115
<li>dapat ditemukan pada organ sudah dewasa, misalnya serabut kelapa, serabut tumbuhan rami, dan kulit biji.</li>
115
<li>dapat ditemukan pada organ sudah dewasa, misalnya serabut kelapa, serabut tumbuhan rami, dan kulit biji.</li>
116
</ul><p>Berdasarkan informasi tersebut, karakteristik dari sklerenkim ditunjukkan oleh nomor 2, 3, 4, dan 6. Sementara itu, nomor 1, 5, dan 7 adalah ciri dari jaringan penyokong kolenkim.</p>
116
</ul><p>Berdasarkan informasi tersebut, karakteristik dari sklerenkim ditunjukkan oleh nomor 2, 3, 4, dan 6. Sementara itu, nomor 1, 5, dan 7 adalah ciri dari jaringan penyokong kolenkim.</p>
117
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
117
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
118
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal PTS Kelas 11 SMA IPA Semester Genap Tahun 2023</a></p>
118
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal PTS Kelas 11 SMA IPA Semester Genap Tahun 2023</a></p>
119
<h2>KIMIA</h2>
119
<h2>KIMIA</h2>
120
<p><strong>Topik: Hidrokarbon </strong></p>
120
<p><strong>Topik: Hidrokarbon </strong></p>
121
<p><strong>Subtopik: Hidrokarbon dalam Kehidupan</strong></p>
121
<p><strong>Subtopik: Hidrokarbon dalam Kehidupan</strong></p>
122
<p>1. Berikut ini zat atau bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
122
<p>1. Berikut ini zat atau bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
123
<ol><li>Polivinil klorida</li>
123
<ol><li>Polivinil klorida</li>
124
<li>Kloroform</li>
124
<li>Kloroform</li>
125
<li>Isoprena</li>
125
<li>Isoprena</li>
126
<li>Asetilena</li>
126
<li>Asetilena</li>
127
</ol><p>Pasangan senyawa yang tergolong haloalkana adalah ….</p>
127
</ol><p>Pasangan senyawa yang tergolong haloalkana adalah ….</p>
128
<ol><li>1 dan 2</li>
128
<ol><li>1 dan 2</li>
129
<li>1 dan 3</li>
129
<li>1 dan 3</li>
130
<li>1 dan 4</li>
130
<li>1 dan 4</li>
131
<li>2 dan 3</li>
131
<li>2 dan 3</li>
132
<li>2 dan 4</li>
132
<li>2 dan 4</li>
133
</ol><p>Jawaban: A</p>
133
</ol><p>Jawaban: A</p>
134
<p>Pembahasan:</p>
134
<p>Pembahasan:</p>
135
<p>Haloalkana adalah senyawa alkana yang mengandung satu atau lebih unsur halogen (F, Cl, Br, dan I).</p>
135
<p>Haloalkana adalah senyawa alkana yang mengandung satu atau lebih unsur halogen (F, Cl, Br, dan I).</p>
136
<ol><li>Polivinil klorida = C2H3Cln</li>
136
<ol><li>Polivinil klorida = C2H3Cln</li>
137
<li>Kloroform = CHCl3</li>
137
<li>Kloroform = CHCl3</li>
138
<li>Isoprena = C5H8</li>
138
<li>Isoprena = C5H8</li>
139
<li>Asetilena = C2H2</li>
139
<li>Asetilena = C2H2</li>
140
</ol><p>Senyawa<strong>1 dan 2</strong>tergolong haloalkana, sedangkan senyawa 3 dan 4 tergolong hidrokarbon.</p>
140
</ol><p>Senyawa<strong>1 dan 2</strong>tergolong haloalkana, sedangkan senyawa 3 dan 4 tergolong hidrokarbon.</p>
141
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
141
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
142
<p><strong>Topik: Hidrokarbon </strong></p>
142
<p><strong>Topik: Hidrokarbon </strong></p>
143
<p><strong>Subtopik: Reaksi Senyawa Hidrokarbon</strong></p>
143
<p><strong>Subtopik: Reaksi Senyawa Hidrokarbon</strong></p>
144
<p>2. Perhatikan senyawa berikut!</p>
144
<p>2. Perhatikan senyawa berikut!</p>
145
<p>Senyawa hidrokarbon dapat mengalami beberapa reaksi, yaitu reaksi substitusi, eliminasi, dan adisi. Jika senyawa di atas direaksikan dengan HCl, akan menghasilkan ….</p>
145
<p>Senyawa hidrokarbon dapat mengalami beberapa reaksi, yaitu reaksi substitusi, eliminasi, dan adisi. Jika senyawa di atas direaksikan dengan HCl, akan menghasilkan ….</p>
146
<ol><li>2,3-dimetil-2-klorobutana</li>
146
<ol><li>2,3-dimetil-2-klorobutana</li>
147
<li>2-kloro-2,3-dimetilbutana</li>
147
<li>2-kloro-2,3-dimetilbutana</li>
148
<li>2,3-dimetil-1-klorobutana</li>
148
<li>2,3-dimetil-1-klorobutana</li>
149
<li>2,3-dimetil-2-klorobutena</li>
149
<li>2,3-dimetil-2-klorobutena</li>
150
<li>2-kloro-2,3-dimetilbutena</li>
150
<li>2-kloro-2,3-dimetilbutena</li>
151
</ol><p>Jawaban: B</p>
151
</ol><p>Jawaban: B</p>
152
<p>Pembahasan:</p>
152
<p>Pembahasan:</p>
153
<p>Jika senyawa alkena dan alkuna direaksikan dengan golongan halogen, akan terjadi reaksi adisi. Reaksi adisi adalah reaksi penambahan atom. Ciri dari reaksi adisi adalah pengurangan ikatan rangkap. Alkuna diadisi akan membentuk alkena, sedangkan alkena jika diadisi akan membentuk alkana. Alkana tidak dapat diadisi karena tidak memiliki ikatan rangkap.</p>
153
<p>Jika senyawa alkena dan alkuna direaksikan dengan golongan halogen, akan terjadi reaksi adisi. Reaksi adisi adalah reaksi penambahan atom. Ciri dari reaksi adisi adalah pengurangan ikatan rangkap. Alkuna diadisi akan membentuk alkena, sedangkan alkena jika diadisi akan membentuk alkana. Alkana tidak dapat diadisi karena tidak memiliki ikatan rangkap.</p>
154
<p>Pada reaksi adisi ini, berlaku hukum Markovnikov. Atom H dari HCl akan masuk ke atom karbon rangkap yang mengikat lebih banyak atom H. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.</p>
154
<p>Pada reaksi adisi ini, berlaku hukum Markovnikov. Atom H dari HCl akan masuk ke atom karbon rangkap yang mengikat lebih banyak atom H. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.</p>
155
<p>Berikut ini penomoran dari produk yang dihasilkan.</p>
155
<p>Berikut ini penomoran dari produk yang dihasilkan.</p>
156
<p>Nama senyawa yang terbentuk dari reaksi tersebut adalah<strong>2-kloro-2,3-dimetilbutana</strong>. Cabang kloro ditulis terlebih dahulu karena diserap dari kata<em>chloro</em>yang memiliki awalan “c”.</p>
156
<p>Nama senyawa yang terbentuk dari reaksi tersebut adalah<strong>2-kloro-2,3-dimetilbutana</strong>. Cabang kloro ditulis terlebih dahulu karena diserap dari kata<em>chloro</em>yang memiliki awalan “c”.</p>
157
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
157
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
158
<p><strong>Topik: Minyak Bumi </strong></p>
158
<p><strong>Topik: Minyak Bumi </strong></p>
159
<p><strong>Subtopik: Minyak Bumi dan Fraksi Penting Minyak Bumi</strong></p>
159
<p><strong>Subtopik: Minyak Bumi dan Fraksi Penting Minyak Bumi</strong></p>
160
<p>3. Data penyulingan minyak mentah adalah sebagai berikut.</p>
160
<p>3. Data penyulingan minyak mentah adalah sebagai berikut.</p>
161
<ol><li>Pemanasan pada 140°C-180°C</li>
161
<ol><li>Pemanasan pada 140°C-180°C</li>
162
<li>Pemanasan pada 180°C-250°C</li>
162
<li>Pemanasan pada 180°C-250°C</li>
163
<li>Pemanasan pada 250°C-350°C</li>
163
<li>Pemanasan pada 250°C-350°C</li>
164
</ol><p>Urutan fraksi minyak bumi yang diperoleh dari minyak mentah, dari yang teringan hingga terberat secara berurutan adalah ….</p>
164
</ol><p>Urutan fraksi minyak bumi yang diperoleh dari minyak mentah, dari yang teringan hingga terberat secara berurutan adalah ….</p>
165
<ol><li>nafta - kerosin - solar</li>
165
<ol><li>nafta - kerosin - solar</li>
166
<li>kerosin - solar - nafta</li>
166
<li>kerosin - solar - nafta</li>
167
<li>solar - nafta - kerosin</li>
167
<li>solar - nafta - kerosin</li>
168
<li>kerosin - nafta - solar</li>
168
<li>kerosin - nafta - solar</li>
169
<li>solar - kerosin - nafta</li>
169
<li>solar - kerosin - nafta</li>
170
</ol><p>Jawaban: A</p>
170
</ol><p>Jawaban: A</p>
171
<p>Pembahasan:</p>
171
<p>Pembahasan:</p>
172
<p>Berikut ini analisis fraksi minyak bumi pada suhu tertentu.</p>
172
<p>Berikut ini analisis fraksi minyak bumi pada suhu tertentu.</p>
173
<ul><li>Pemanasannya pada 140°C-180°C -> nafta</li>
173
<ul><li>Pemanasannya pada 140°C-180°C -> nafta</li>
174
<li>Pemanasannya pada 180°C-250°C -> kerosin</li>
174
<li>Pemanasannya pada 180°C-250°C -> kerosin</li>
175
<li>Pemanasannya pada 250°C-350°C -> solar</li>
175
<li>Pemanasannya pada 250°C-350°C -> solar</li>
176
</ul><p>Fraksi minyak bumi yang dipanaskan pada suhu lebih rendah artinya akan menguap lebih dahulu dan memiliki jumlah atom C lebih sedikit dibandingkan dengan fraksi yang dipanaskan pada suhu lebih tinggi. Oleh karena itu, urutan fraksi minyak bumi dari yang teringan hingga yang terberat secara berurutan, yaitu<strong>nafta - kerosin - solar</strong>.</p>
176
</ul><p>Fraksi minyak bumi yang dipanaskan pada suhu lebih rendah artinya akan menguap lebih dahulu dan memiliki jumlah atom C lebih sedikit dibandingkan dengan fraksi yang dipanaskan pada suhu lebih tinggi. Oleh karena itu, urutan fraksi minyak bumi dari yang teringan hingga yang terberat secara berurutan, yaitu<strong>nafta - kerosin - solar</strong>.</p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
178
<p><strong>Topik: Termokimia </strong></p>
178
<p><strong>Topik: Termokimia </strong></p>
179
<p><strong>Subtopik: Energi dan Perubahan Energi</strong></p>
179
<p><strong>Subtopik: Energi dan Perubahan Energi</strong></p>
180
<p>4. Suatu campuran antara air panas dan gula yang dimasukan ke dalam gelas akan menyebabkan gelas menjadi panas. Pada peristiwa ini terjadi ….</p>
180
<p>4. Suatu campuran antara air panas dan gula yang dimasukan ke dalam gelas akan menyebabkan gelas menjadi panas. Pada peristiwa ini terjadi ….</p>
181
<ol><li>reaksi eksoterm</li>
181
<ol><li>reaksi eksoterm</li>
182
<li>reaksi endoterm</li>
182
<li>reaksi endoterm</li>
183
<li>reaksi reduksi</li>
183
<li>reaksi reduksi</li>
184
<li>reaksi perubahan entalpi</li>
184
<li>reaksi perubahan entalpi</li>
185
<li>reaksi perubahan entalpi standar</li>
185
<li>reaksi perubahan entalpi standar</li>
186
</ol><p>Jawaban: A</p>
186
</ol><p>Jawaban: A</p>
187
<p>Pembahasan:</p>
187
<p>Pembahasan:</p>
188
<p>Pada reaksi antara air panas dengan gula yang menyebabkan gelas menjadi panas merupakan contoh dari<strong>reaksi eksoterm</strong>. Reaksi eksoterm ditandai dengan kenaikan suhu (keadaan gelas yang menjadi tempat terjadinya reaksi menjadi panas).</p>
188
<p>Pada reaksi antara air panas dengan gula yang menyebabkan gelas menjadi panas merupakan contoh dari<strong>reaksi eksoterm</strong>. Reaksi eksoterm ditandai dengan kenaikan suhu (keadaan gelas yang menjadi tempat terjadinya reaksi menjadi panas).</p>
189
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
189
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
190
<p><strong>Topik: Termokimia </strong></p>
190
<p><strong>Topik: Termokimia </strong></p>
191
<p><strong>Subtopik: Penentuan Perubahan Entalpi</strong></p>
191
<p><strong>Subtopik: Penentuan Perubahan Entalpi</strong></p>
192
<p>5. Diketahui data perubahan entalpi pembentukan standar H2O(l)= -285 kJ/mol, CO2(g)= -393 kJ/mol, dan C2H4(g)= +52,5 kJ/mol. Jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1,4 g gas C2H4 (Mr=28) adalah ….</p>
192
<p>5. Diketahui data perubahan entalpi pembentukan standar H2O(l)= -285 kJ/mol, CO2(g)= -393 kJ/mol, dan C2H4(g)= +52,5 kJ/mol. Jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1,4 g gas C2H4 (Mr=28) adalah ….</p>
193
<ol><li>26,23 kJ</li>
193
<ol><li>26,23 kJ</li>
194
<li>47,34 kJ</li>
194
<li>47,34 kJ</li>
195
<li>70,43 kJ</li>
195
<li>70,43 kJ</li>
196
<li>28.170 kJ</li>
196
<li>28.170 kJ</li>
197
<li>110,25 kJ</li>
197
<li>110,25 kJ</li>
198
</ol><p>Jawaban: C</p>
198
</ol><p>Jawaban: C</p>
199
<p>Pembahasan:</p>
199
<p>Pembahasan:</p>
200
<p>Reaksi pembakaran 1 mol C2H4:</p>
200
<p>Reaksi pembakaran 1 mol C2H4:</p>
201
<p>Perubahan entalpi reaksinya dapat dihitung sebagai berikut.</p>
201
<p>Perubahan entalpi reaksinya dapat dihitung sebagai berikut.</p>
202
<p>Hitung jumlah mol untuk 1,4 g gas C2H4.</p>
202
<p>Hitung jumlah mol untuk 1,4 g gas C2H4.</p>
203
<p>Kalor pembakaran 1,4 g gas C2H4, yaitu sebagai berikut.</p>
203
<p>Kalor pembakaran 1,4 g gas C2H4, yaitu sebagai berikut.</p>
204
<p>Tanda minus (-) artinya terjadi pelepasan kalor.</p>
204
<p>Tanda minus (-) artinya terjadi pelepasan kalor.</p>
205
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
205
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
206
<p><strong>Topik: Hidrokarbon</strong></p>
206
<p><strong>Topik: Hidrokarbon</strong></p>
207
<p><strong>Subtopik: Isomer</strong></p>
207
<p><strong>Subtopik: Isomer</strong></p>
208
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
208
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
209
<p>6. Senyawa berikut yang memiliki isomer cis trans adalah ….</p>
209
<p>6. Senyawa berikut yang memiliki isomer cis trans adalah ….</p>
210
<ol><li>3-etil-2-metil-2-pentena</li>
210
<ol><li>3-etil-2-metil-2-pentena</li>
211
<li>4-metil-2-pentena</li>
211
<li>4-metil-2-pentena</li>
212
<li>2-metil-1-butena</li>
212
<li>2-metil-1-butena</li>
213
<li>1-butena</li>
213
<li>1-butena</li>
214
<li>1-propena</li>
214
<li>1-propena</li>
215
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
215
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
216
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
216
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
217
<p>Isomer cis-trans atau isomer geometri merupakan isomer yang terjadi pada molekul yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi struktur ruangnya berbeda. Isomer cis-trans biasanya terjadi pada senyawa alkena dan sikloalkana. Pada senyawa alkena, isomer cis-trans terjadi jika dua atom C rangkap masing-masing mengikat dua gugus yang berbeda. Isomer cis terjadi jika posisi kedua atom hidrogen letaknya sejajar, sedangkan isomer trans terjadi jika posisi kedua atom hidrogen letaknya berseberangan. Struktur senyawa 4-metil-2-pentena dapat digambarkan sebagai berikut.</p>
217
<p>Isomer cis-trans atau isomer geometri merupakan isomer yang terjadi pada molekul yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi struktur ruangnya berbeda. Isomer cis-trans biasanya terjadi pada senyawa alkena dan sikloalkana. Pada senyawa alkena, isomer cis-trans terjadi jika dua atom C rangkap masing-masing mengikat dua gugus yang berbeda. Isomer cis terjadi jika posisi kedua atom hidrogen letaknya sejajar, sedangkan isomer trans terjadi jika posisi kedua atom hidrogen letaknya berseberangan. Struktur senyawa 4-metil-2-pentena dapat digambarkan sebagai berikut.</p>
218
<p>Berdasarkan strukturnya, atom C rangkap mengikat dua gugus yang berbeda. Oleh karena dua atom hidrogen terikat di dua atom C rangkap yang berbeda, isomer cis-trans dapat ditinjau dari posisi atom hidrogennya. Isomer cis-trans dari senyawa 4-metil-2-pentena adalah sebagai berikut.</p>
218
<p>Berdasarkan strukturnya, atom C rangkap mengikat dua gugus yang berbeda. Oleh karena dua atom hidrogen terikat di dua atom C rangkap yang berbeda, isomer cis-trans dapat ditinjau dari posisi atom hidrogennya. Isomer cis-trans dari senyawa 4-metil-2-pentena adalah sebagai berikut.</p>
219
<p><strong>Ingat</strong>! Isomer cis terjadi ketika kedua atom hidrogen terletak sejajar, sedangkan isomer trans terjadi ketika kedua atom hidrogen terletak berseberangan. Pada senyawa di opsi A, C, D, dan E, dua atom C rangkap masing-masing mengikat dua gugus yang sama sehingga keempat senyawa tersebut tidak memiliki isomer cis-trans.</p>
219
<p><strong>Ingat</strong>! Isomer cis terjadi ketika kedua atom hidrogen terletak sejajar, sedangkan isomer trans terjadi ketika kedua atom hidrogen terletak berseberangan. Pada senyawa di opsi A, C, D, dan E, dua atom C rangkap masing-masing mengikat dua gugus yang sama sehingga keempat senyawa tersebut tidak memiliki isomer cis-trans.</p>
220
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah B.</strong></p>
220
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah B.</strong></p>
221
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal dan Pembahasan PTS Kelas 11 IPA Semester Genap 2021</a></p>
221
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal dan Pembahasan PTS Kelas 11 IPA Semester Genap 2021</a></p>
222
<h2>FISIKA</h2>
222
<h2>FISIKA</h2>
223
<p>Topik: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</p>
223
<p>Topik: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</p>
224
<p>Subtopik:<a>Momen Gaya</a></p>
224
<p>Subtopik:<a>Momen Gaya</a></p>
225
<p>Level: MOTS</p>
225
<p>Level: MOTS</p>
226
<p>1. Perhatikan gambar berikut ini!</p>
226
<p>1. Perhatikan gambar berikut ini!</p>
227
<p>Jika massa batang diabaikan, nilai momen gaya terhadap titik D adalah ….</p>
227
<p>Jika massa batang diabaikan, nilai momen gaya terhadap titik D adalah ….</p>
228
<ol><li>17 Nm</li>
228
<ol><li>17 Nm</li>
229
<li>23 Nm</li>
229
<li>23 Nm</li>
230
<li>29 Nm</li>
230
<li>29 Nm</li>
231
<li>31 Nm</li>
231
<li>31 Nm</li>
232
<li>59 Nm</li>
232
<li>59 Nm</li>
233
</ol><p>Jawaban: E</p>
233
</ol><p>Jawaban: E</p>
234
<p>Pembahasan:</p>
234
<p>Pembahasan:</p>
235
<p>Kesepakatan tanda yang digunakan:</p>
235
<p>Kesepakatan tanda yang digunakan:</p>
236
<ul><li>searah jarum jam bernilai negatif (-)</li>
236
<ul><li>searah jarum jam bernilai negatif (-)</li>
237
<li>berlawanan arah jarum jam bernilai positif (+)</li>
237
<li>berlawanan arah jarum jam bernilai positif (+)</li>
238
</ul><p>Momen gaya terhadap titik D dapat diketahui dengan:</p>
238
</ul><p>Momen gaya terhadap titik D dapat diketahui dengan:</p>
239
<p>Tanda minus hanya menunjukkan arah momen gaya, yaitu searah dengan putaran jarum jam. Dengan demikian, nilai momen gaya terhadap titik D adalah 59 N m.</p>
239
<p>Tanda minus hanya menunjukkan arah momen gaya, yaitu searah dengan putaran jarum jam. Dengan demikian, nilai momen gaya terhadap titik D adalah 59 N m.</p>
240
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
240
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
241
<p>Topik: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</p>
241
<p>Topik: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</p>
242
<p>Subtopik: Energi Kinetik</p>
242
<p>Subtopik: Energi Kinetik</p>
243
<p>Level: HOTS</p>
243
<p>Level: HOTS</p>
244
<p>2. Sebuah silinder tipis berongga dengan jari-jari 20 cm dan bermassa 1 kg bergerak dengan kelajuan awal sebesar 10 m/s menaiki sebuah bidang miring kasar. Jika saat menaiki bidang miring tersebut silinder selalu menggelinding dan tidak pernah tergelincir, ketinggian maksimum yang dapat dicapai oleh silinder adalah ….</p>
244
<p>2. Sebuah silinder tipis berongga dengan jari-jari 20 cm dan bermassa 1 kg bergerak dengan kelajuan awal sebesar 10 m/s menaiki sebuah bidang miring kasar. Jika saat menaiki bidang miring tersebut silinder selalu menggelinding dan tidak pernah tergelincir, ketinggian maksimum yang dapat dicapai oleh silinder adalah ….</p>
245
<ol><li>1 m</li>
245
<ol><li>1 m</li>
246
<li>2 m</li>
246
<li>2 m</li>
247
<li>5 m</li>
247
<li>5 m</li>
248
<li>8 m</li>
248
<li>8 m</li>
249
<li>10 m</li>
249
<li>10 m</li>
250
</ol><p>Jawaban: E</p>
250
</ol><p>Jawaban: E</p>
251
<p>Pembahasan:</p>
251
<p>Pembahasan:</p>
252
<p>Diketahui:</p>
252
<p>Diketahui:</p>
253
<p><em>m</em>= 1 kg</p>
253
<p><em>m</em>= 1 kg</p>
254
<p><em>R</em>= 20 cm = 0,2 m</p>
254
<p><em>R</em>= 20 cm = 0,2 m</p>
255
<p><em>v</em>= 10 m/s</p>
255
<p><em>v</em>= 10 m/s</p>
256
<p>Ketinggian maksimum yang dapat dicapai silinder berongga dapat diketahui dengan menggunakan hukum kekekalan energi mekanik. Energi mekanik silinder di posisi awal sama dengan energi mekaniknya ketika berada di posisi akhir.</p>
256
<p>Ketinggian maksimum yang dapat dicapai silinder berongga dapat diketahui dengan menggunakan hukum kekekalan energi mekanik. Energi mekanik silinder di posisi awal sama dengan energi mekaniknya ketika berada di posisi akhir.</p>
257
<p>Kita ketahui persamaan momen inersia silinder tipis berongga adalah , dan kecepatan sudut dapat diuraikan menjadi . Sehingga persamaannya berubah menjadi:</p>
257
<p>Kita ketahui persamaan momen inersia silinder tipis berongga adalah , dan kecepatan sudut dapat diuraikan menjadi . Sehingga persamaannya berubah menjadi:</p>
258
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
258
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
259
<p>Topik:<a>Elastisitas dan Hukum Hooke</a></p>
259
<p>Topik:<a>Elastisitas dan Hukum Hooke</a></p>
260
<p>Subtopik: Rangkaian Pegas</p>
260
<p>Subtopik: Rangkaian Pegas</p>
261
<p>Level: MOTS</p>
261
<p>Level: MOTS</p>
262
<p>3. Delapan pegas identik memiliki konstanta masing-masing 250 N/m. Empat pegas disusun secara seri dan empat pegas lainnya disusun secara paralel. Perbandingan konstanta pegas yang disusun secara seri dan paralel sebesar ….</p>
262
<p>3. Delapan pegas identik memiliki konstanta masing-masing 250 N/m. Empat pegas disusun secara seri dan empat pegas lainnya disusun secara paralel. Perbandingan konstanta pegas yang disusun secara seri dan paralel sebesar ….</p>
263
<ol><li>1 : 4</li>
263
<ol><li>1 : 4</li>
264
<li>1 : 8</li>
264
<li>1 : 8</li>
265
<li>1 : 16</li>
265
<li>1 : 16</li>
266
<li>4 : 1</li>
266
<li>4 : 1</li>
267
<li>8 : 1</li>
267
<li>8 : 1</li>
268
</ol><p>Jawaban: C</p>
268
</ol><p>Jawaban: C</p>
269
<p>Pembahasan:</p>
269
<p>Pembahasan:</p>
270
<p>Diketahui:</p>
270
<p>Diketahui:</p>
271
<p><em>k</em>= 250 N/m</p>
271
<p><em>k</em>= 250 N/m</p>
272
<p>Konstanta pegas pengganti yang disusun secara paralel adalah:</p>
272
<p>Konstanta pegas pengganti yang disusun secara paralel adalah:</p>
273
<p>Konstanta pegas pengganti yang disusun secara seri adalah:</p>
273
<p>Konstanta pegas pengganti yang disusun secara seri adalah:</p>
274
<p>Sehingga perbandingan konstanta pegas seri dan paralel yaitu:</p>
274
<p>Sehingga perbandingan konstanta pegas seri dan paralel yaitu:</p>
275
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
275
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
276
<p>Topik: Elastisitas dan Hukum Hooke</p>
276
<p>Topik: Elastisitas dan Hukum Hooke</p>
277
<p>Subtopik: Tegangan</p>
277
<p>Subtopik: Tegangan</p>
278
<p>Level: LOTS</p>
278
<p>Level: LOTS</p>
279
<p>4. Tegangan yang dialami oleh seutas kawat yang memiliki luas penampang 4 cm2 dan dikenai gaya sebesar 6 N adalah ….</p>
279
<p>4. Tegangan yang dialami oleh seutas kawat yang memiliki luas penampang 4 cm2 dan dikenai gaya sebesar 6 N adalah ….</p>
280
<ol><li>0,5 x 104 N/m2</li>
280
<ol><li>0,5 x 104 N/m2</li>
281
<li>1,0 x 104 N/m2</li>
281
<li>1,0 x 104 N/m2</li>
282
<li>1,5 x 104 N/m2</li>
282
<li>1,5 x 104 N/m2</li>
283
<li>2,0 x 104 N/m2</li>
283
<li>2,0 x 104 N/m2</li>
284
<li>2,5 x 104 N/m2</li>
284
<li>2,5 x 104 N/m2</li>
285
</ol><p>Jawaban: C</p>
285
</ol><p>Jawaban: C</p>
286
<p>Pembahasan:</p>
286
<p>Pembahasan:</p>
287
<p>Diketahui:</p>
287
<p>Diketahui:</p>
288
<p>Tegangan yang dialami oleh kawat dapat dihitung dengan persamaan:</p>
288
<p>Tegangan yang dialami oleh kawat dapat dihitung dengan persamaan:</p>
289
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
289
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
290
<p>Topik: Fluida Statis</p>
290
<p>Topik: Fluida Statis</p>
291
<p>Subtopik:<a>Hukum Pascal</a></p>
291
<p>Subtopik:<a>Hukum Pascal</a></p>
292
<p>Level: MOTS</p>
292
<p>Level: MOTS</p>
293
<p>5. Sebuah pompa hidrolik memiliki pengisap<em>input</em>dengan jari-jari 5 mm dan pengisap<em>output</em>dengan jari-jari 20 mm. Jika gaya sebesar 50 N digunakan pada pengisap<em>input</em>, gaya yang dapat dihasilkan pada pengisap<em>output</em>sebesar ….</p>
293
<p>5. Sebuah pompa hidrolik memiliki pengisap<em>input</em>dengan jari-jari 5 mm dan pengisap<em>output</em>dengan jari-jari 20 mm. Jika gaya sebesar 50 N digunakan pada pengisap<em>input</em>, gaya yang dapat dihasilkan pada pengisap<em>output</em>sebesar ….</p>
294
<ol><li>12,5 N</li>
294
<ol><li>12,5 N</li>
295
<li>50 N</li>
295
<li>50 N</li>
296
<li>200 N</li>
296
<li>200 N</li>
297
<li>800 N</li>
297
<li>800 N</li>
298
<li>1.200 N</li>
298
<li>1.200 N</li>
299
</ol><p>Jawaban: D</p>
299
</ol><p>Jawaban: D</p>
300
<p>Pembahasan:</p>
300
<p>Pembahasan:</p>
301
<p>Diketahui:</p>
301
<p>Diketahui:</p>
302
<p> </p>
302
<p> </p>
303
<p>Berdasarkan hukum Pascal, tekanan pada pengisap<em>input</em>sama dengan tekanan pada pengisap<em>output</em>. Persamaannya dapat dinyatakan sebagai berikut:</p>
303
<p>Berdasarkan hukum Pascal, tekanan pada pengisap<em>input</em>sama dengan tekanan pada pengisap<em>output</em>. Persamaannya dapat dinyatakan sebagai berikut:</p>
304
<p> </p>
304
<p> </p>
305
<p>Dengan demikian, gaya yang dapat dihasilkan pada pengisap<em>output</em>sebesar 800 N.</p>
305
<p>Dengan demikian, gaya yang dapat dihasilkan pada pengisap<em>output</em>sebesar 800 N.</p>
306
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
306
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
307
<p><strong>Topik: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
307
<p><strong>Topik: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
308
<p><strong>Subtopik: Rangkaian Pegas</strong></p>
308
<p><strong>Subtopik: Rangkaian Pegas</strong></p>
309
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
309
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
310
<p>6. Tiga pegas identik dirangkai seri kemudian digantungkan beban bermassa 200 gram, sehingga rangkaian pegas bertambah panjang sebesar 3 cm. Jika ketiga pegas kemudian dirangkai paralel dan massa beban ditambah 400 gram dari semula, besar pertambahan panjang yang dialami rangkaian pegas adalah ….</p>
310
<p>6. Tiga pegas identik dirangkai seri kemudian digantungkan beban bermassa 200 gram, sehingga rangkaian pegas bertambah panjang sebesar 3 cm. Jika ketiga pegas kemudian dirangkai paralel dan massa beban ditambah 400 gram dari semula, besar pertambahan panjang yang dialami rangkaian pegas adalah ….</p>
311
<ol><li>1 cm</li>
311
<ol><li>1 cm</li>
312
<li>2 cm</li>
312
<li>2 cm</li>
313
<li>3 cm</li>
313
<li>3 cm</li>
314
<li>4 cm</li>
314
<li>4 cm</li>
315
<li>5 cm</li>
315
<li>5 cm</li>
316
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
316
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
317
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
317
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
318
<p>Diketahui:</p>
318
<p>Diketahui:</p>
319
<p>F merupakan gaya tarik pada pegas dan pada kasus ini gaya tarik berasal dari gaya berat beban w, sehingga F = w. Untuk menentukan pertambahan panjang pegas kedua dapat dihitung dengan menggunakan perbandingan nilai sebagai berikut.</p>
319
<p>F merupakan gaya tarik pada pegas dan pada kasus ini gaya tarik berasal dari gaya berat beban w, sehingga F = w. Untuk menentukan pertambahan panjang pegas kedua dapat dihitung dengan menggunakan perbandingan nilai sebagai berikut.</p>
320
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah A.</strong></p>
320
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah A.</strong></p>
321
<p><strong>Topik: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
321
<p><strong>Topik: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
322
<p><strong>Subtopik: Hubungan antara Momen Gaya dan Momen Inersia</strong></p>
322
<p><strong>Subtopik: Hubungan antara Momen Gaya dan Momen Inersia</strong></p>
323
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
323
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
324
<p>7. Sebuah batang homogen dengan panjang 60 cm memiliki total momen gaya 15 Nm. Jika poros putar berada di ujung batang dan percepatan sudut sistem 6,25 rad/s², massa batang homogen tersebut adalah ….</p>
324
<p>7. Sebuah batang homogen dengan panjang 60 cm memiliki total momen gaya 15 Nm. Jika poros putar berada di ujung batang dan percepatan sudut sistem 6,25 rad/s², massa batang homogen tersebut adalah ….</p>
325
<ol><li>2 kg</li>
325
<ol><li>2 kg</li>
326
<li>4 kg</li>
326
<li>4 kg</li>
327
<li>10 kg</li>
327
<li>10 kg</li>
328
<li>20 kg</li>
328
<li>20 kg</li>
329
<li>25 kg</li>
329
<li>25 kg</li>
330
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
330
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
331
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
331
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
332
<p>Diketahui:</p>
332
<p>Diketahui:</p>
333
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
333
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
334
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal PTS Kelas 11 IPA Semester Ganjil 2024</a></p>
334
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal PTS Kelas 11 IPA Semester Ganjil 2024</a></p>
335
<h2>MATEMATIKA</h2>
335
<h2>MATEMATIKA</h2>
336
<p>Topik:<a>Induksi Matematika</a></p>
336
<p>Topik:<a>Induksi Matematika</a></p>
337
<p>Subtopik: Induksi Matematika 2 (Ketidaksamaan)</p>
337
<p>Subtopik: Induksi Matematika 2 (Ketidaksamaan)</p>
338
<p>Level: HOTS</p>
338
<p>Level: HOTS</p>
339
<p>1. Diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut.</p>
339
<p>1. Diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut.</p>
340
<ol><li>n2 - 5 > 2n - 3 untuk setiap bilangan bulat n > 2.</li>
340
<ol><li>n2 - 5 > 2n - 3 untuk setiap bilangan bulat n > 2.</li>
341
<li>2n2 + 1 > 5n + 4 untuk setiap bilangan bulat n ≥ 3.</li>
341
<li>2n2 + 1 > 5n + 4 untuk setiap bilangan bulat n ≥ 3.</li>
342
</ol><p>Dengan menggunakan prinsip induksi matematika, pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
342
</ol><p>Dengan menggunakan prinsip induksi matematika, pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
343
<ol><li>1 saja</li>
343
<ol><li>1 saja</li>
344
<li>2 saja</li>
344
<li>2 saja</li>
345
<li>1 dan 2</li>
345
<li>1 dan 2</li>
346
<li>Tidak keduanya</li>
346
<li>Tidak keduanya</li>
347
<li>Tidak dapat ditentukan</li>
347
<li>Tidak dapat ditentukan</li>
348
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
348
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
349
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
349
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
350
<p><strong>Pernyataan 1</strong></p>
350
<p><strong>Pernyataan 1</strong></p>
351
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
351
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
352
<p>Pn : n2 - 5 > 2n - 3</p>
352
<p>Pn : n2 - 5 > 2n - 3</p>
353
<p>untuk setiap bilangan bulat n > 2.</p>
353
<p>untuk setiap bilangan bulat n > 2.</p>
354
<p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan bulat n > 2 atau n ≥ 3, maka langkah pertamanya adalah buktikan P3 benar.</p>
354
<p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan bulat n > 2 atau n ≥ 3, maka langkah pertamanya adalah buktikan P3 benar.</p>
355
<p><strong>LANGKAH 1: Buktikan P3</strong><strong> benar.</strong>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
355
<p><strong>LANGKAH 1: Buktikan P3</strong><strong> benar.</strong>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
356
<p>Pn : n2 - 5 > 2n - 3</p>
356
<p>Pn : n2 - 5 > 2n - 3</p>
357
<p>Oleh karena itu, diperoleh pernyataan berikut.</p>
357
<p>Oleh karena itu, diperoleh pernyataan berikut.</p>
358
<p>P3 : 32 - 5 > 2(3) - 3</p>
358
<p>P3 : 32 - 5 > 2(3) - 3</p>
359
<p>Diperoleh nilai pada ruas kiri dan kanan berturut-turut, yaitu 32 - 5 = 9 - 5 = 4 dan 2(3) - 3 = 6 - 3 = 3. Karena nilai pada ruas kiri lebih besar dari nilai pada ruas kanan, maka P3 benar.</p>
359
<p>Diperoleh nilai pada ruas kiri dan kanan berturut-turut, yaitu 32 - 5 = 9 - 5 = 4 dan 2(3) - 3 = 6 - 3 = 3. Karena nilai pada ruas kiri lebih besar dari nilai pada ruas kanan, maka P3 benar.</p>
360
<p><strong>LANGKAH 2: Buktikan untuk sembarang bilangan bulat</strong>k>2<strong>, jika </strong>Pk<strong>bernilai benar, maka mengakibatkan </strong>Pk+1<strong> bernilai benar.</strong></p>
360
<p><strong>LANGKAH 2: Buktikan untuk sembarang bilangan bulat</strong>k>2<strong>, jika </strong>Pk<strong>bernilai benar, maka mengakibatkan </strong>Pk+1<strong> bernilai benar.</strong></p>
361
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
361
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
362
<p>Pn : n2 - 5 > 2n - 3</p>
362
<p>Pn : n2 - 5 > 2n - 3</p>
363
<p>Asumsikan pernyataan berikut bernilai benar.</p>
363
<p>Asumsikan pernyataan berikut bernilai benar.</p>
364
<p>Pn : k2 - 5 > 2k - 3</p>
364
<p>Pn : k2 - 5 > 2k - 3</p>
365
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
365
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
366
<p>Pk+1 : (k+1)2 - 5 > 2(k + 1) - 3</p>
366
<p>Pk+1 : (k+1)2 - 5 > 2(k + 1) - 3</p>
367
<p>Kemudian, perhatikan perhitungan pada ruas kiri Pk+1 sebagai berikut!</p>
367
<p>Kemudian, perhatikan perhitungan pada ruas kiri Pk+1 sebagai berikut!</p>
368
<p>Karena k > 2, maka 2k + 1 > 5 > 2 sehingga diperoleh hubungan berikut.</p>
368
<p>Karena k > 2, maka 2k + 1 > 5 > 2 sehingga diperoleh hubungan berikut.</p>
369
<p>Dengan demikian, diperoleh pula hubungan berikut.</p>
369
<p>Dengan demikian, diperoleh pula hubungan berikut.</p>
370
<p>Perhatikan bahwa bentuk di atas merupakan pernyataan Pk+1 sehingga dapat disimpulkan bahwa Pk+1 bernilai benar.</p>
370
<p>Perhatikan bahwa bentuk di atas merupakan pernyataan Pk+1 sehingga dapat disimpulkan bahwa Pk+1 bernilai benar.</p>
371
<p>Karena:</p>
371
<p>Karena:</p>
372
<ol><li>P3 benar dan</li>
372
<ol><li>P3 benar dan</li>
373
<li>Untuk sembarang bilangan bulat k>2, jika Pk bernilai benar, maka mengakibatkan mengakibatkan Pk+1 bernilai benar,</li>
373
<li>Untuk sembarang bilangan bulat k>2, jika Pk bernilai benar, maka mengakibatkan mengakibatkan Pk+1 bernilai benar,</li>
374
</ol><p>maka Pn benar untuk setiap bilangan bulat n>2 menurut prinsip induksi matematika.</p>
374
</ol><p>maka Pn benar untuk setiap bilangan bulat n>2 menurut prinsip induksi matematika.</p>
375
<p><strong>Pernyataan 2</strong></p>
375
<p><strong>Pernyataan 2</strong></p>
376
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
376
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
377
<p>Pn : 2n2 + 1 > 5n + 4</p>
377
<p>Pn : 2n2 + 1 > 5n + 4</p>
378
<p>untuk setiap bilangan bulat n ≥ 3.</p>
378
<p>untuk setiap bilangan bulat n ≥ 3.</p>
379
<p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan bulat n≥3, maka langkah pertamanya adalah buktikan P3 benar.</p>
379
<p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan bulat n≥3, maka langkah pertamanya adalah buktikan P3 benar.</p>
380
<p><strong>LANGKAH 1: Buktikan</strong>P3<strong> benar.</strong></p>
380
<p><strong>LANGKAH 1: Buktikan</strong>P3<strong> benar.</strong></p>
381
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
381
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
382
<p>Pn : 2n2 + 1 > 5n + 4</p>
382
<p>Pn : 2n2 + 1 > 5n + 4</p>
383
<p>Dengan demikian, diperoleh pernyataan berikut.</p>
383
<p>Dengan demikian, diperoleh pernyataan berikut.</p>
384
<p>P3 : 2(3)2 + 1 > 5(3) + 4</p>
384
<p>P3 : 2(3)2 + 1 > 5(3) + 4</p>
385
<p>Diperoleh nilai pada ruas kiri dan kanan berturut-turut, yaitu 2(3)2 + 1 = 29 + 1 = 18 + 1 = 19 dan 53 + 4 = 15 + 4 = 19. Karena nilai pada ruas kiri sama dengan nilai pada ruas kanan, maka P3 salah.</p>
385
<p>Diperoleh nilai pada ruas kiri dan kanan berturut-turut, yaitu 2(3)2 + 1 = 29 + 1 = 18 + 1 = 19 dan 53 + 4 = 15 + 4 = 19. Karena nilai pada ruas kiri sama dengan nilai pada ruas kanan, maka P3 salah.</p>
386
<p>Karena P3 salah, maka Pn tidak bernilai benar untuk setiap bilangan bulat n≥3 menurut prinsip induksi matematika.</p>
386
<p>Karena P3 salah, maka Pn tidak bernilai benar untuk setiap bilangan bulat n≥3 menurut prinsip induksi matematika.</p>
387
<p>Oleh karena itu, dengan menggunakan prinsip induksi matematika, pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh nomor 1 saja.</p>
387
<p>Oleh karena itu, dengan menggunakan prinsip induksi matematika, pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh nomor 1 saja.</p>
388
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
388
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
389
<p>Topik: Program Linear</p>
389
<p>Topik: Program Linear</p>
390
<p>Subtopik: Pemodelan Matematika</p>
390
<p>Subtopik: Pemodelan Matematika</p>
391
<p>Level: Medium</p>
391
<p>Level: Medium</p>
392
<p>2. Seorang anak diharuskan minum dua jenis tablet setiap hari. Tablet jenis I mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B. Tablet jenis II mengandung 10 unit vitamin A dan 1 unit vitamin B. Dalam 1 hari, anak tersebut memerlukan minimal 25 unit vitamin A dan 5 unit vitamin B. Jika harga tablet I adalah Rp4.000,00 per butir dan harga tablet II adalah Rp8.000,00 per butir, maka biaya minimum untuk membeli tablet anak tersebut per hari adalah ….</p>
392
<p>2. Seorang anak diharuskan minum dua jenis tablet setiap hari. Tablet jenis I mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B. Tablet jenis II mengandung 10 unit vitamin A dan 1 unit vitamin B. Dalam 1 hari, anak tersebut memerlukan minimal 25 unit vitamin A dan 5 unit vitamin B. Jika harga tablet I adalah Rp4.000,00 per butir dan harga tablet II adalah Rp8.000,00 per butir, maka biaya minimum untuk membeli tablet anak tersebut per hari adalah ….</p>
393
<ol><li>Rp12.000,00</li>
393
<ol><li>Rp12.000,00</li>
394
<li>Rp14.000,00</li>
394
<li>Rp14.000,00</li>
395
<li>Rp16.000,00</li>
395
<li>Rp16.000,00</li>
396
<li>Rp18.000,00</li>
396
<li>Rp18.000,00</li>
397
<li>Rp20.000,00</li>
397
<li>Rp20.000,00</li>
398
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
398
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
399
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
399
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
400
<p>Dari informasi yang ada di soal, didapat tabel seperti di bawah ini.</p>
400
<p>Dari informasi yang ada di soal, didapat tabel seperti di bawah ini.</p>
401
<p>Dilakukan permisalan sebagai berikut.</p>
401
<p>Dilakukan permisalan sebagai berikut.</p>
402
<p>x: banyak tablet jenis I y: banyak tablet jenis II</p>
402
<p>x: banyak tablet jenis I y: banyak tablet jenis II</p>
403
<p>Diketahui bahwa anak tersebut memerlukan minimal 25 unit vitamin A dan 5 unit vitamin B. Oleh karena itu, didapat sistem pertidaksamaan sebagai berikut.</p>
403
<p>Diketahui bahwa anak tersebut memerlukan minimal 25 unit vitamin A dan 5 unit vitamin B. Oleh karena itu, didapat sistem pertidaksamaan sebagai berikut.</p>
404
<p>Kemudian, diketahui bahwa harga tablet I adalah Rp4.000,00 per butir dan harga tablet II Rp8.000,00 per butir. Oleh karena itu, fungsi objektifnya adalah sebagai berikut.</p>
404
<p>Kemudian, diketahui bahwa harga tablet I adalah Rp4.000,00 per butir dan harga tablet II Rp8.000,00 per butir. Oleh karena itu, fungsi objektifnya adalah sebagai berikut.</p>
405
<p>f(x, y) = 4.000x + 8.000y</p>
405
<p>f(x, y) = 4.000x + 8.000y</p>
406
<p>Selanjutnya, daerah himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan tersebut dapat dicari sebagai berikut.</p>
406
<p>Selanjutnya, daerah himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan tersebut dapat dicari sebagai berikut.</p>
407
<p>Dari pertidaksamaan 5x + 10y ≥ 25, didapat daerah penyelesaiannya berada di kanan garis 5x + 10y = 25.</p>
407
<p>Dari pertidaksamaan 5x + 10y ≥ 25, didapat daerah penyelesaiannya berada di kanan garis 5x + 10y = 25.</p>
408
<p>Dari pertidaksamaan 3x + y ≥ 5, didapat daerah penyelesaiannya berada di kanan garis 3x + y = 5.</p>
408
<p>Dari pertidaksamaan 3x + y ≥ 5, didapat daerah penyelesaiannya berada di kanan garis 3x + y = 5.</p>
409
<p>Dari pertidaksamaan x > 0 dan y > 0, didapat daerah penyelesaiannya berada di kuadran I (di atas sumbu-x dan di kanan sumbu-y).</p>
409
<p>Dari pertidaksamaan x > 0 dan y > 0, didapat daerah penyelesaiannya berada di kuadran I (di atas sumbu-x dan di kanan sumbu-y).</p>
410
<p>Dengan demikian, daerah himpunan penyelesaiannya dapat digambarkan sebagai berikut.</p>
410
<p>Dengan demikian, daerah himpunan penyelesaiannya dapat digambarkan sebagai berikut.</p>
411
<p>Didapatkan titik pojok A(5, 0) dan C(0, 5).</p>
411
<p>Didapatkan titik pojok A(5, 0) dan C(0, 5).</p>
412
<p>Selanjutnya, koordinat titik pojok B, yaitu titik potong antara garis 3x + y = 5 dan garis 5x + 10y = 25 dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
412
<p>Selanjutnya, koordinat titik pojok B, yaitu titik potong antara garis 3x + y = 5 dan garis 5x + 10y = 25 dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
413
<p>Perhatikan bahwa dari 3x + y = 5 , didapat persamaan sebagai berikut.</p>
413
<p>Perhatikan bahwa dari 3x + y = 5 , didapat persamaan sebagai berikut.</p>
414
<p>Substitusi y = 5 - 3x ke persamaan 5x + 10y = 25 sehingga didapat hubungan sebagai berikut.</p>
414
<p>Substitusi y = 5 - 3x ke persamaan 5x + 10y = 25 sehingga didapat hubungan sebagai berikut.</p>
415
<p>Kemudian, substitusi x = 1 ke salah satu persamaan sehingga didapat nilai y sebagai berikut.</p>
415
<p>Kemudian, substitusi x = 1 ke salah satu persamaan sehingga didapat nilai y sebagai berikut.</p>
416
<p>Jadi, koordinat titik B adalah (1, 2).</p>
416
<p>Jadi, koordinat titik B adalah (1, 2).</p>
417
<p>Selanjutnya, nilai minimum untuk f(x, y) = 4.000x + 8.000y dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
417
<p>Selanjutnya, nilai minimum untuk f(x, y) = 4.000x + 8.000y dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
418
<p>Didapatkan bahwa biaya minimum untuk membeli tablet anak tersebut per hari adalah Rp20.000,00.</p>
418
<p>Didapatkan bahwa biaya minimum untuk membeli tablet anak tersebut per hari adalah Rp20.000,00.</p>
419
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
419
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
420
<p>Topik:<a>Matriks</a></p>
420
<p>Topik:<a>Matriks</a></p>
421
<p>Subtopik: Operasi Hitung Matriks</p>
421
<p>Subtopik: Operasi Hitung Matriks</p>
422
<p>Level: Medium</p>
422
<p>Level: Medium</p>
423
<p>3. Jika (1 1 1 a b c)(-1 x -1 y -1 z) = (-3 3 3 6) , maka nilai dari ay + az + bx + bz + cx + cy adalah ….</p>
423
<p>3. Jika (1 1 1 a b c)(-1 x -1 y -1 z) = (-3 3 3 6) , maka nilai dari ay + az + bx + bz + cx + cy adalah ….</p>
424
<ol><li>-24</li>
424
<ol><li>-24</li>
425
<li>-15</li>
425
<li>-15</li>
426
<li>0</li>
426
<li>0</li>
427
<li>12</li>
427
<li>12</li>
428
<li>24</li>
428
<li>24</li>
429
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
429
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
430
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
430
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
431
<p>Perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
431
<p>Perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
432
<p>Dari kesamaan matriks di atas diperoleh persamaan-persamaan sebagai berikut.</p>
432
<p>Dari kesamaan matriks di atas diperoleh persamaan-persamaan sebagai berikut.</p>
433
<p>Kemudian, perhatikan persamaan berikut!</p>
433
<p>Kemudian, perhatikan persamaan berikut!</p>
434
<p>Ingat bahwa ax+by+cz=6 sehingga persamaannya menjadi seperti berikut.</p>
434
<p>Ingat bahwa ax+by+cz=6 sehingga persamaannya menjadi seperti berikut.</p>
435
<p>Dengan demikian, didapat ay + az + bx + bz + cx + cy = -15.</p>
435
<p>Dengan demikian, didapat ay + az + bx + bz + cx + cy = -15.</p>
436
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
436
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
437
<p>Topik: Persamaan Trigonometri</p>
437
<p>Topik: Persamaan Trigonometri</p>
438
<p>Subtopik: Persamaan Trigonometri Lanjutan</p>
438
<p>Subtopik: Persamaan Trigonometri Lanjutan</p>
439
<p>Level: Medium</p>
439
<p>Level: Medium</p>
440
<p>4. Banyak nilai x yang memenuhi persamaan dengan 0°<x<180° adalah … buah.</p>
440
<p>4. Banyak nilai x yang memenuhi persamaan dengan 0°<x<180° adalah … buah.</p>
441
<ol><li>5</li>
441
<ol><li>5</li>
442
<li>4</li>
442
<li>4</li>
443
<li>3</li>
443
<li>3</li>
444
<li>2</li>
444
<li>2</li>
445
<li>0</li>
445
<li>0</li>
446
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
446
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
447
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
447
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
448
<p>Misalkan sehingga didapat perhitungan berikut ini.</p>
448
<p>Misalkan sehingga didapat perhitungan berikut ini.</p>
449
<p>Substitusikan kembali nilai sehingga didapat hasil berikut ini.</p>
449
<p>Substitusikan kembali nilai sehingga didapat hasil berikut ini.</p>
450
<p>Ingat bahwa -1 ≤ cos cos α ≤ 1 untuk setiap α sehingga nilai cos cos =4 tidak memiliki penyelesaian.</p>
450
<p>Ingat bahwa -1 ≤ cos cos α ≤ 1 untuk setiap α sehingga nilai cos cos =4 tidak memiliki penyelesaian.</p>
451
<p>Jadi, perhatikan persamaan = saja.</p>
451
<p>Jadi, perhatikan persamaan = saja.</p>
452
<p>Ingat bahwa cos cos 60° = sehingga didapat nilai cos cos = cos cos 60° .</p>
452
<p>Ingat bahwa cos cos 60° = sehingga didapat nilai cos cos = cos cos 60° .</p>
453
<p>Persamaan cos cos x = cos cos α terpenuhi oleh</p>
453
<p>Persamaan cos cos x = cos cos α terpenuhi oleh</p>
454
<p>dan</p>
454
<p>dan</p>
455
<p>Dengan k∈N.</p>
455
<p>Dengan k∈N.</p>
456
<p>Oleh karena itu, persamaan cos cos = cos cos 60° terpenuhi oleh</p>
456
<p>Oleh karena itu, persamaan cos cos = cos cos 60° terpenuhi oleh</p>
457
<p>dan</p>
457
<p>dan</p>
458
<p>dengan k∈N.</p>
458
<p>dengan k∈N.</p>
459
<p><strong>Kemungkinan 1: </strong>x = 24° + k∙144°<strong>, </strong>k∈N.</p>
459
<p><strong>Kemungkinan 1: </strong>x = 24° + k∙144°<strong>, </strong>k∈N.</p>
460
<p>Jika k = -1, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
460
<p>Jika k = -1, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
461
<p>Karena -120° tidak memenuhi syarat dan -120° < 0°, maka untuk nilai k yang semakin kecil pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
461
<p>Karena -120° tidak memenuhi syarat dan -120° < 0°, maka untuk nilai k yang semakin kecil pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
462
<p>Jika k = 0, maka didapat x = 24° + 0∙144° = 24° sehingga nilai x = 24° memenuhi syarat.</p>
462
<p>Jika k = 0, maka didapat x = 24° + 0∙144° = 24° sehingga nilai x = 24° memenuhi syarat.</p>
463
<p>Jika k = 1, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
463
<p>Jika k = 1, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
464
<p>Didapat nilai x = 168° memenuhi syarat.</p>
464
<p>Didapat nilai x = 168° memenuhi syarat.</p>
465
<p>Jika k = 2, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
465
<p>Jika k = 2, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
466
<p>Karena 312° tidak memenuhi syarat dan 312° > 180°, maka untuk nilai k yang semakin besar pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
466
<p>Karena 312° tidak memenuhi syarat dan 312° > 180°, maka untuk nilai k yang semakin besar pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
467
<p><strong>Kemungkinan 2: </strong>x = -24° + k∙144°<strong>, </strong>k∈N.</p>
467
<p><strong>Kemungkinan 2: </strong>x = -24° + k∙144°<strong>, </strong>k∈N.</p>
468
<p>Jika k = 0, maka didapat x = -24° + 0∙144° = -24°.</p>
468
<p>Jika k = 0, maka didapat x = -24° + 0∙144° = -24°.</p>
469
<p>Karena -24° tidak memenuhi syarat dan -24° < 0°, maka untuk nilai k yang semakin kecil pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
469
<p>Karena -24° tidak memenuhi syarat dan -24° < 0°, maka untuk nilai k yang semakin kecil pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
470
<p>Jika k = 1, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
470
<p>Jika k = 1, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
471
<p>Didapat nilai x = 120° memenuhi syarat.</p>
471
<p>Didapat nilai x = 120° memenuhi syarat.</p>
472
<p>Jika k = 2, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
472
<p>Jika k = 2, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
473
<p>Karena 264° tidak memenuhi syarat dan 264° > 180°, maka untuk nilai k yang semakin besar pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
473
<p>Karena 264° tidak memenuhi syarat dan 264° > 180°, maka untuk nilai k yang semakin besar pasti akan didapat nilai x yang tidak memenuhi syarat juga.</p>
474
<p>Dengan demikian, diperoleh nilai-nilai x yang memenuhi, yaitu 24°, 120°, dan 168°, sehingga banyaknya nilai x yang memenuhi persamaan ada sebanyak 3 buah.</p>
474
<p>Dengan demikian, diperoleh nilai-nilai x yang memenuhi, yaitu 24°, 120°, dan 168°, sehingga banyaknya nilai x yang memenuhi persamaan ada sebanyak 3 buah.</p>
475
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
475
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
476
<p>Topik: Minat - Trigonometri Analitika</p>
476
<p>Topik: Minat - Trigonometri Analitika</p>
477
<p>Subtopik: Jumlah dan Selisih Dua Sudut</p>
477
<p>Subtopik: Jumlah dan Selisih Dua Sudut</p>
478
<p>Level: HOTS</p>
478
<p>Level: HOTS</p>
479
<p>5. Perhatikan gambar berikut!</p>
479
<p>5. Perhatikan gambar berikut!</p>
480
<p>Panjang AC adalah ….</p>
480
<p>Panjang AC adalah ….</p>
481
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
481
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
482
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
482
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
483
<p>Perhatikan bahwa 15° = 45° - 30°. Oleh karena itu, nilai dari sin 15° dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
483
<p>Perhatikan bahwa 15° = 45° - 30°. Oleh karena itu, nilai dari sin 15° dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
484
<p>Kemudian, dengan menggunakan aturan sinus, panjang AC dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
484
<p>Kemudian, dengan menggunakan aturan sinus, panjang AC dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
485
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
485
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
486
<p><strong>Topik: Induksi Matematika</strong></p>
486
<p><strong>Topik: Induksi Matematika</strong></p>
487
<p><strong>Subtopik: Induksi Matematika 1 (Persamaan)</strong></p>
487
<p><strong>Subtopik: Induksi Matematika 1 (Persamaan)</strong></p>
488
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
488
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
489
<p><strong>6. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
489
<p><strong>6. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
490
<p>Untuk setiap n bilangan asli. Dengan menggunakan induksi matematika, dapat disimpulkan bahwa …</p>
490
<p>Untuk setiap n bilangan asli. Dengan menggunakan induksi matematika, dapat disimpulkan bahwa …</p>
491
<ol><li>Pernyataan tidak terbukti karena tahap pertama tidak bisa dibuktikan meskipun tahap kedua bisa dibuktikan.</li>
491
<ol><li>Pernyataan tidak terbukti karena tahap pertama tidak bisa dibuktikan meskipun tahap kedua bisa dibuktikan.</li>
492
<li>Pernyataan tidak terbukti karena tahap kedua tidak bisa dibuktikan meskipun tahap pertama bisa dibuktikan.</li>
492
<li>Pernyataan tidak terbukti karena tahap kedua tidak bisa dibuktikan meskipun tahap pertama bisa dibuktikan.</li>
493
<li>Pernyataan tidak terbukti karena tahap pertama dan kedua tidak bisa dibuktikan.</li>
493
<li>Pernyataan tidak terbukti karena tahap pertama dan kedua tidak bisa dibuktikan.</li>
494
<li>Pernyataan terbukti dengan induksi matematika.</li>
494
<li>Pernyataan terbukti dengan induksi matematika.</li>
495
<li>Tidak ada yang dapat disimpulkan.</li>
495
<li>Tidak ada yang dapat disimpulkan.</li>
496
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
496
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
497
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
497
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
498
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
498
<p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
499
<p>Dengan demikian, pada proses pembuktian dengan induksi matematika tersebut, didapatkan bahwa pernyataan tidak terbukti karena tahap kedua tidak bisa dibuktikan meskipun tahap pertama bisa dibuktikan.</p>
499
<p>Dengan demikian, pada proses pembuktian dengan induksi matematika tersebut, didapatkan bahwa pernyataan tidak terbukti karena tahap kedua tidak bisa dibuktikan meskipun tahap pertama bisa dibuktikan.</p>
500
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
500
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
501
<p><strong>Topik: Program Linear</strong></p>
501
<p><strong>Topik: Program Linear</strong></p>
502
<p><strong>Subtopik: Aplikasi dan Latihan Soal Program Linear</strong></p>
502
<p><strong>Subtopik: Aplikasi dan Latihan Soal Program Linear</strong></p>
503
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
503
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
504
<p><strong>7. Diketahui sistem pertidaksamaan sebagai berikut.</strong></p>
504
<p><strong>7. Diketahui sistem pertidaksamaan sebagai berikut.</strong></p>
505
<p>Nilai maksimum dari fungsi objektif f(x,y) = 3x + 2y adalah ….</p>
505
<p>Nilai maksimum dari fungsi objektif f(x,y) = 3x + 2y adalah ….</p>
506
<ol><li>30</li>
506
<ol><li>30</li>
507
<li>33</li>
507
<li>33</li>
508
<li>36</li>
508
<li>36</li>
509
<li>40</li>
509
<li>40</li>
510
<li>43</li>
510
<li>43</li>
511
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
511
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
512
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
512
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
513
<p>Pertama, gambarkan garis dari masing-masing pertidaksamaan dengan bantuan tabel berikut:</p>
513
<p>Pertama, gambarkan garis dari masing-masing pertidaksamaan dengan bantuan tabel berikut:</p>
514
<p>Didapatkan gambar seperti di bawah ini:</p>
514
<p>Didapatkan gambar seperti di bawah ini:</p>
515
<p>Untuk menentukan daerah penyelesaiannya, perhatikan lagi pertidaksamaannya.</p>
515
<p>Untuk menentukan daerah penyelesaiannya, perhatikan lagi pertidaksamaannya.</p>
516
<p>Pada pertidaksamaan x + y ≤ 15, daerahnya berada di sebelah kiri garis x + y = 15 (garis biru). Pada pertidaksamaan x - 2y ≤ 0, daerahnya berada di sebelah kiri garis x - 2y = 0 (garis hijau). Pada pertidaksamaan 4x - y ≥ 0, daerahnya berada di sebelah kanan garis 4x - y = 0 (garis merah).</p>
516
<p>Pada pertidaksamaan x + y ≤ 15, daerahnya berada di sebelah kiri garis x + y = 15 (garis biru). Pada pertidaksamaan x - 2y ≤ 0, daerahnya berada di sebelah kiri garis x - 2y = 0 (garis hijau). Pada pertidaksamaan 4x - y ≥ 0, daerahnya berada di sebelah kanan garis 4x - y = 0 (garis merah).</p>
517
<p>Oleh karena itu, diperoleh daerah penyelesaiannya adalah sebagai berikut.</p>
517
<p>Oleh karena itu, diperoleh daerah penyelesaiannya adalah sebagai berikut.</p>
518
<p>Dapat dilihat pada gambar, terdapat tiga titik pojok, yaitu (0,0) dan dua lagi adalah titik potong antara garis-garis tersebut.</p>
518
<p>Dapat dilihat pada gambar, terdapat tiga titik pojok, yaitu (0,0) dan dua lagi adalah titik potong antara garis-garis tersebut.</p>
519
<p>Garis merah dan biru dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
519
<p>Garis merah dan biru dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
520
<p>Titik potong antara garis merah dan biru dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
520
<p>Titik potong antara garis merah dan biru dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
521
<p>Didapat titik potong kedua garis tersebut adalah (3,12).</p>
521
<p>Didapat titik potong kedua garis tersebut adalah (3,12).</p>
522
<p>Kemudian, titik potong antara garis hijau dan biru dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
522
<p>Kemudian, titik potong antara garis hijau dan biru dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
523
<p>Didapat titik potong kedua garis tersebut adalah (10,5).</p>
523
<p>Didapat titik potong kedua garis tersebut adalah (10,5).</p>
524
<p>Berikutnya, substitusikan masing-masing titik pojok ke fungsi objektif f(x,y) = 3x + 2y sebagai berikut.</p>
524
<p>Berikutnya, substitusikan masing-masing titik pojok ke fungsi objektif f(x,y) = 3x + 2y sebagai berikut.</p>
525
<p>Dengan demikian, nilai maksimumnya adalah 40.</p>
525
<p>Dengan demikian, nilai maksimumnya adalah 40.</p>
526
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
526
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
527
<p>Nah, itu tadi latihan soal dan pembahasan PTS Semester Ganjil 2025 untuk kelas 11 IPA. Kalau kamu butuh latihan soal yang lebih banyak lagi, langsung meluncur aja ke<strong><a>ruanguji,</a></strong> ya! Di sana ada ribuan latihan soal yang bisa membantu kamu mempersiapkan diri menghadapi PTS, lho!</p>
527
<p>Nah, itu tadi latihan soal dan pembahasan PTS Semester Ganjil 2025 untuk kelas 11 IPA. Kalau kamu butuh latihan soal yang lebih banyak lagi, langsung meluncur aja ke<strong><a>ruanguji,</a></strong> ya! Di sana ada ribuan latihan soal yang bisa membantu kamu mempersiapkan diri menghadapi PTS, lho!</p>
528
528