0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Gara-gara melewati cermin cembung di tikungan, Cika belajar dari Bona kalau bayangan di cermin akan berbeda sesuai jenis cerminnya. Kenapa begitu, ya? Yuk, kita simak penjelasannya di artikel<a>mata pelajaran IPA Terpadu Kelas 5</a>ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Gara-gara melewati cermin cembung di tikungan, Cika belajar dari Bona kalau bayangan di cermin akan berbeda sesuai jenis cerminnya. Kenapa begitu, ya? Yuk, kita simak penjelasannya di artikel<a>mata pelajaran IPA Terpadu Kelas 5</a>ini!</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p>Seusai pulang sekolah, Cika dan Bona memutuskan untuk mengerjakan tugas bersama di rumah Bona. Saat berjalan, perhatian Cika teralihkan dengan adanya cermin cembung di tikungan.</p>
3
</blockquote><p>Seusai pulang sekolah, Cika dan Bona memutuskan untuk mengerjakan tugas bersama di rumah Bona. Saat berjalan, perhatian Cika teralihkan dengan adanya cermin cembung di tikungan.</p>
4
<p>“Bona, lihat! Bentuk cerminnya beda<em>sama</em>yang ada di kamarku. Tapi aku masih bisa lihat bayanganku. Terus anehnya lagi,<em>kok</em>bayanganku di cermin itu lebih kecil, ya?”</p>
4
<p>“Bona, lihat! Bentuk cerminnya beda<em>sama</em>yang ada di kamarku. Tapi aku masih bisa lihat bayanganku. Terus anehnya lagi,<em>kok</em>bayanganku di cermin itu lebih kecil, ya?”</p>
5
<p>“Iya Cika… Kamu masih bisa melihat bayanganmu, karena adanya prinsip<strong>cahaya bisa dipantulkan</strong>. Artinya, ketika cahaya mengenai permukaan benda,<strong>cahaya akan berbalik arah atau dipantulkan</strong>. Lalu cahaya memantul dari benda ke mata, sehingga kamu bisa melihat benda tersebut. Kamu ingat<em>kan</em>?” ujar Bona.</p>
5
<p>“Iya Cika… Kamu masih bisa melihat bayanganmu, karena adanya prinsip<strong>cahaya bisa dipantulkan</strong>. Artinya, ketika cahaya mengenai permukaan benda,<strong>cahaya akan berbalik arah atau dipantulkan</strong>. Lalu cahaya memantul dari benda ke mata, sehingga kamu bisa melihat benda tersebut. Kamu ingat<em>kan</em>?” ujar Bona.</p>
6
<p>“Ingat, Bon! Sama seperti waktu aku bercermin di kamar, ya?”</p>
6
<p>“Ingat, Bon! Sama seperti waktu aku bercermin di kamar, ya?”</p>
7
<p>“Betul! Cahaya lampu kamar akan dipantulkan cermin ke mata kamu.”</p>
7
<p>“Betul! Cahaya lampu kamar akan dipantulkan cermin ke mata kamu.”</p>
8
<p>“Terus kalau pertanyaanku yang satu lagi,<em>gimana</em>? Kalau dibandingkan dengan cermin di kamarku, kenapa bayanganku di cermin tikungan ini berbeda?” tanya Cika.</p>
8
<p>“Terus kalau pertanyaanku yang satu lagi,<em>gimana</em>? Kalau dibandingkan dengan cermin di kamarku, kenapa bayanganku di cermin tikungan ini berbeda?” tanya Cika.</p>
9
<p>“Itu karena jenis cerminnya juga berbeda.<strong>Jenis cermin</strong>itu ada tiga, yaitu<strong>cermin datar</strong>,<strong>cembung</strong>, dan<strong>cekung</strong>.<em>Nah</em>, cermin di tikungan ini termasuk cermin cembung.”</p>
9
<p>“Itu karena jenis cerminnya juga berbeda.<strong>Jenis cermin</strong>itu ada tiga, yaitu<strong>cermin datar</strong>,<strong>cembung</strong>, dan<strong>cekung</strong>.<em>Nah</em>, cermin di tikungan ini termasuk cermin cembung.”</p>
10
<p>“Memangnya apa bedanya dari dari ketiga cermin itu?”</p>
10
<p>“Memangnya apa bedanya dari dari ketiga cermin itu?”</p>
11
<p>“Aku jelaskan mulai dari yang pertama ya, yaitu<strong>cermin datar</strong>. Seperti namanya, cermin datar memiliki<strong>permukaan</strong>yang<strong>datar</strong>. Hasil pantulan bayangan yang terbentuk<strong>sama persis</strong>dengan<strong>ukuran sebenarnya</strong>, seperti kalau kita bercermin di cermin kamar.”</p>
11
<p>“Aku jelaskan mulai dari yang pertama ya, yaitu<strong>cermin datar</strong>. Seperti namanya, cermin datar memiliki<strong>permukaan</strong>yang<strong>datar</strong>. Hasil pantulan bayangan yang terbentuk<strong>sama persis</strong>dengan<strong>ukuran sebenarnya</strong>, seperti kalau kita bercermin di cermin kamar.”</p>
12
<p>“Lalu kalau cermin cembung?”</p>
12
<p>“Lalu kalau cermin cembung?”</p>
13
<p>“Kalau<strong>cermin cembung</strong>,<strong>permukaan</strong>nya berbentuk<strong>cembung</strong>. Karena permukaannya cembung, makanya hasil pantulannya terlihat<strong>lebih kecil</strong>. Contohnya ketika bercermin di cermin tikungan.”</p>
13
<p>“Kalau<strong>cermin cembung</strong>,<strong>permukaan</strong>nya berbentuk<strong>cembung</strong>. Karena permukaannya cembung, makanya hasil pantulannya terlihat<strong>lebih kecil</strong>. Contohnya ketika bercermin di cermin tikungan.”</p>
14
<p>“<em>Oke</em>, aku paham, Bon! Terus yang terakhir, cermin cekung seperti apa?”</p>
14
<p>“<em>Oke</em>, aku paham, Bon! Terus yang terakhir, cermin cekung seperti apa?”</p>
15
<p>“<strong>Cermin cekung</strong>memiliki<strong>permukaan</strong>berbentuk<strong>cekung</strong>. Hasil pantulan dari cermin cekung<strong>bergantung pada jarak bendanya</strong>.”</p>
15
<p>“<strong>Cermin cekung</strong>memiliki<strong>permukaan</strong>berbentuk<strong>cekung</strong>. Hasil pantulan dari cermin cekung<strong>bergantung pada jarak bendanya</strong>.”</p>
16
<p>“<em>Hah?</em><em>Gimana</em>maksudnya?” tanya Cika kebingungan.</p>
16
<p>“<em>Hah?</em><em>Gimana</em>maksudnya?” tanya Cika kebingungan.</p>
17
<p>“Maksudnya adalah kalau kita bercermin dari<strong>jarak jauh</strong>, ukuran bayangannya<strong>lebih kecil</strong>dan<strong>terbalik</strong>. Namun<strong>semakin</strong>kita<strong>mendekat</strong>, bayangan akan<strong>semakin besar</strong>dan kembali<strong>tegak</strong>,” jelas Bona.</p>
17
<p>“Maksudnya adalah kalau kita bercermin dari<strong>jarak jauh</strong>, ukuran bayangannya<strong>lebih kecil</strong>dan<strong>terbalik</strong>. Namun<strong>semakin</strong>kita<strong>mendekat</strong>, bayangan akan<strong>semakin besar</strong>dan kembali<strong>tegak</strong>,” jelas Bona.</p>
18
<p>Baca Juga:<a>Apa aja sih sifat-sifat cahaya?</a></p>
18
<p>Baca Juga:<a>Apa aja sih sifat-sifat cahaya?</a></p>
19
<p>“<em>Ah…</em>begitu ternyata. Jadi, bayangan di cermin tikungan ini berbeda dengan bayangan di cermin kamarku karena jenis cerminnya juga berbeda, ya? Di kamarku adalah cermin datar. Sedangkan, cermin di tikungan ini adalah cermin cembung.”</p>
19
<p>“<em>Ah…</em>begitu ternyata. Jadi, bayangan di cermin tikungan ini berbeda dengan bayangan di cermin kamarku karena jenis cerminnya juga berbeda, ya? Di kamarku adalah cermin datar. Sedangkan, cermin di tikungan ini adalah cermin cembung.”</p>
20
<p>“Tepat! Sekarang coba kamu lihat lagi cerminnya. Permukaan dari masing-masing<strong>cermin</strong>biasanya<strong>rata</strong>,<strong>mulus</strong>, dan<strong>mengkilap</strong>. Makanya,<strong>hasil pantulan</strong>nya pun<strong>beraturan</strong>seperti<strong>benda aslinya</strong>.”</p>
20
<p>“Tepat! Sekarang coba kamu lihat lagi cerminnya. Permukaan dari masing-masing<strong>cermin</strong>biasanya<strong>rata</strong>,<strong>mulus</strong>, dan<strong>mengkilap</strong>. Makanya,<strong>hasil pantulan</strong>nya pun<strong>beraturan</strong>seperti<strong>benda aslinya</strong>.”</p>
21
<p>“<em>Oh</em>, jadi itu yang membuat semua bayangan pada cermin beraturan dan sama seperti aslinya?” Cika memastikan.</p>
21
<p>“<em>Oh</em>, jadi itu yang membuat semua bayangan pada cermin beraturan dan sama seperti aslinya?” Cika memastikan.</p>
22
<p>“Iya, Cika.”</p>
22
<p>“Iya, Cika.”</p>
23
<p>“Asyiiik! Aku dapat ilmu baru! Terima kasih ya sudah mau<em>jelasin</em>tentang bayangan pada jenis cermin.”</p>
23
<p>“Asyiiik! Aku dapat ilmu baru! Terima kasih ya sudah mau<em>jelasin</em>tentang bayangan pada jenis cermin.”</p>
24
<p>“Sama-sama! Kalau kamu sudah paham, sekarang kita ajak teman-teman menjawab pertanyaan ini,<em>yuk</em>!” ajak Bona kepada Cika sambil melanjutkan perjalanan ke rumahnya untuk mengerjakan tugas.</p>
24
<p>“Sama-sama! Kalau kamu sudah paham, sekarang kita ajak teman-teman menjawab pertanyaan ini,<em>yuk</em>!” ajak Bona kepada Cika sambil melanjutkan perjalanan ke rumahnya untuk mengerjakan tugas.</p>
25
<p>“<em>Ayo</em>! Jawabannya jangan lupa ditulis di kolom komentar, ya!”</p>
25
<p>“<em>Ayo</em>! Jawabannya jangan lupa ditulis di kolom komentar, ya!”</p>
26
<p>Baca Juga:<a>Apa Saja Susunan Rangka Manusia?</a></p>
26
<p>Baca Juga:<a>Apa Saja Susunan Rangka Manusia?</a></p>
27
<p>Bagaimana, kamu sudah berhasil menjawab pertanyaan Bona tadi belum? Selain pembahasan tentang jenis-jenis cermin, Bona, Cika, dan teman-temannya juga punya materi lain yang juga menarik untuk dipelajari bersama<em>loh</em>!<em>Yuk</em>berpetualang sambil belajar seru melalui video animasi<a>Dafa Lulu</a>hanya di<a>ruangguru</a>!</p>
27
<p>Bagaimana, kamu sudah berhasil menjawab pertanyaan Bona tadi belum? Selain pembahasan tentang jenis-jenis cermin, Bona, Cika, dan teman-temannya juga punya materi lain yang juga menarik untuk dipelajari bersama<em>loh</em>!<em>Yuk</em>berpetualang sambil belajar seru melalui video animasi<a>Dafa Lulu</a>hanya di<a>ruangguru</a>!</p>
28
<p>Materi oleh: Rosi Oktavia Purba</p>
28
<p>Materi oleh: Rosi Oktavia Purba</p>
29
<p>Disunting oleh: Permata Hisra Marota</p>
29
<p>Disunting oleh: Permata Hisra Marota</p>
30
30