HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Apa yang dimaksud dengan eksponen?<strong><a>Di artikel Matematika kelas 9</a></strong>kali ini, kita akan membahas materi eksponen atau bilangan berpangkat, mulai dari pengertian, sifat-sifat, hingga contoh soalnya. Yuk, simak!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Apa yang dimaksud dengan eksponen?<strong><a>Di artikel Matematika kelas 9</a></strong>kali ini, kita akan membahas materi eksponen atau bilangan berpangkat, mulai dari pengertian, sifat-sifat, hingga contoh soalnya. Yuk, simak!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 </blockquote><p>Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia adalah jumlah populasi penduduk yang sangat banyak. Menurut<strong><a>data Worldometer</a></strong>, jumlah populasi penduduk di Indonesia saat ini (Juli 2025) adalah sekitar 285.905.610 penduduk.</p>
3 </blockquote><p>Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia adalah jumlah populasi penduduk yang sangat banyak. Menurut<strong><a>data Worldometer</a></strong>, jumlah populasi penduduk di Indonesia saat ini (Juli 2025) adalah sekitar 285.905.610 penduduk.</p>
4 <p>Jumlah ini setara dengan 3,51% dari total populasi penduduk di dunia. Dengan jumlah ini, Indonesia menempati peringkat ke-4 negara dengan jumlah penduduk tertinggi di dunia setelah India, Tiongkok, dan United States.</p>
4 <p>Jumlah ini setara dengan 3,51% dari total populasi penduduk di dunia. Dengan jumlah ini, Indonesia menempati peringkat ke-4 negara dengan jumlah penduduk tertinggi di dunia setelah India, Tiongkok, dan United States.</p>
5 <p>Nah, tahu nggak sih, dalam ilmu matematika, untuk menghitung data yang sangat banyak, seperti data jumlah populasi penduduk, data angka kelahiran dan angka kematian di dunia, serta data-data lain yang angkanya mencapai ratusan juta, kita bisa menggunakan yang namanya<strong><a>eksponen</a></strong>. Apa itu eksponen?</p>
5 <p>Nah, tahu nggak sih, dalam ilmu matematika, untuk menghitung data yang sangat banyak, seperti data jumlah populasi penduduk, data angka kelahiran dan angka kematian di dunia, serta data-data lain yang angkanya mencapai ratusan juta, kita bisa menggunakan yang namanya<strong><a>eksponen</a></strong>. Apa itu eksponen?</p>
6 <h2>Pengertian Eksponen (Bilangan Berpangkat)</h2>
6 <h2>Pengertian Eksponen (Bilangan Berpangkat)</h2>
7 <p>Eksponen adalah bilangan berpangkat, yakni<strong>bilangan yang dikalikan dengan dirinya sendiri hingga beberapa tingkat</strong>. Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan berapa kali suatu bilangan dikalikan secara berulang dalam bentuk yang lebih sederhana.</p>
7 <p>Eksponen adalah bilangan berpangkat, yakni<strong>bilangan yang dikalikan dengan dirinya sendiri hingga beberapa tingkat</strong>. Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan berapa kali suatu bilangan dikalikan secara berulang dalam bentuk yang lebih sederhana.</p>
8 <p>Misalnya, kita memiliki faktor a yang dikalikan berulang sebanyak tiga kali, maka dapat ditulis:</p>
8 <p>Misalnya, kita memiliki faktor a yang dikalikan berulang sebanyak tiga kali, maka dapat ditulis:</p>
9 <p>a3 = a × a × a</p>
9 <p>a3 = a × a × a</p>
10 <p>Angka 3 dituliskan di sebelah kanan atas a, yang menunjukkan bahwa angka 3 ini merupakan pangkat dari a.</p>
10 <p>Angka 3 dituliskan di sebelah kanan atas a, yang menunjukkan bahwa angka 3 ini merupakan pangkat dari a.</p>
11 <p>Contohnya, 23 = 2 × 2 × 2 = 8</p>
11 <p>Contohnya, 23 = 2 × 2 × 2 = 8</p>
12 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menyusun Persamaan Kuadrat dan Contohnya</a></strong></p>
12 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menyusun Persamaan Kuadrat dan Contohnya</a></strong></p>
13 <p>Supaya kamu lebih paham, perhatikan gambar di bawah ini!</p>
13 <p>Supaya kamu lebih paham, perhatikan gambar di bawah ini!</p>
14 <p>Bilangan berpangkat bisa terdiri atas bilangan dengan<strong>pangkat bulat positif</strong>(bilangan asli), bilangan dengan<strong>pangkat bulat negatif</strong>, bilangan dengan<strong>pangkat nol</strong>, bilangan dengan<strong>pangkat rasional</strong>, dan bilangan dengan<strong>pangkat riil</strong>.</p>
14 <p>Bilangan berpangkat bisa terdiri atas bilangan dengan<strong>pangkat bulat positif</strong>(bilangan asli), bilangan dengan<strong>pangkat bulat negatif</strong>, bilangan dengan<strong>pangkat nol</strong>, bilangan dengan<strong>pangkat rasional</strong>, dan bilangan dengan<strong>pangkat riil</strong>.</p>
15 <h2>Sifat-Sifat Eksponen (Bilangan Berpangkat)</h2>
15 <h2>Sifat-Sifat Eksponen (Bilangan Berpangkat)</h2>
16 <p>Bilangan berpangkat atau eksponen memiliki sifat-sifat yang perlu kamu pahami agar kamu bisa menyelesaikan<strong><a>persamaan eksponen</a></strong>maupun pertidaksamaan eksponen dengan lebih mudah. Ada 8 sifat eksponen yang sudah dirangkum dalam gambar berikut. Cus, kita bahas!</p>
16 <p>Bilangan berpangkat atau eksponen memiliki sifat-sifat yang perlu kamu pahami agar kamu bisa menyelesaikan<strong><a>persamaan eksponen</a></strong>maupun pertidaksamaan eksponen dengan lebih mudah. Ada 8 sifat eksponen yang sudah dirangkum dalam gambar berikut. Cus, kita bahas!</p>
17 <h3>1. Pangkat Penjumlahan</h3>
17 <h3>1. Pangkat Penjumlahan</h3>
18 <p>Jika ada perkalian eksponen dengan basis yang sama, maka pangkatnya harus ditambah. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
18 <p>Jika ada perkalian eksponen dengan basis yang sama, maka pangkatnya harus ditambah. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
19 <p>am × an = am + n</p>
19 <p>am × an = am + n</p>
20 <p>Contoh: 24 × 22 = 24 + 2 = 26 = 64</p>
20 <p>Contoh: 24 × 22 = 24 + 2 = 26 = 64</p>
21 <h3>2. Pangkat Pengurangan</h3>
21 <h3>2. Pangkat Pengurangan</h3>
22 <p>Jika ada pembagian eksponen dengan basis yang sama, maka pangkatnya harus dikurang. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
22 <p>Jika ada pembagian eksponen dengan basis yang sama, maka pangkatnya harus dikurang. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
23 <p>am : an = am - n</p>
23 <p>am : an = am - n</p>
24 <p>Contoh: 25 : 23 = 25 - 3 = 22 = 4</p>
24 <p>Contoh: 25 : 23 = 25 - 3 = 22 = 4</p>
25 <h3>3. Pangkat Perkalian</h3>
25 <h3>3. Pangkat Perkalian</h3>
26 <p>Jika ada bilangan berpangkat yang dipangkatkan lagi, maka pangkatnya harus dikali. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
26 <p>Jika ada bilangan berpangkat yang dipangkatkan lagi, maka pangkatnya harus dikali. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
27 <p>(am)n = am × n</p>
27 <p>(am)n = am × n</p>
28 <p>Contoh: (22)3 = 22 × 3 = 26 = 64</p>
28 <p>Contoh: (22)3 = 22 × 3 = 26 = 64</p>
29 <h3>4. Perkalian Bilangan yang Dipangkatkan</h3>
29 <h3>4. Perkalian Bilangan yang Dipangkatkan</h3>
30 <p>Jika ada perkalian bilangan yang dipangkatkan, maka masing-masing bilangan tersebut dipangkatkan juga. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
30 <p>Jika ada perkalian bilangan yang dipangkatkan, maka masing-masing bilangan tersebut dipangkatkan juga. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
31 <p>(a . b)m = am . bm</p>
31 <p>(a . b)m = am . bm</p>
32 <p>Contoh: (2 × 3)2 = 22 × 32 = 4 × 9 = 36</p>
32 <p>Contoh: (2 × 3)2 = 22 × 32 = 4 × 9 = 36</p>
33 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Konsep Transformasi Geometri dan Latihan Soal</a></strong></p>
33 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Konsep Transformasi Geometri dan Latihan Soal</a></strong></p>
34 <h3>5. Perpangkatan pada Bilangan Pecahan</h3>
34 <h3>5. Perpangkatan pada Bilangan Pecahan</h3>
35 <p>Jika ada bilangan pecahan yang dipangkatkan, maka bilangan pembilang dan penyebutnya harus dipangkatkan semua, dengan syarat b ≠ 0, artinya penyebutnya tidak boleh sama dengan 0. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
35 <p>Jika ada bilangan pecahan yang dipangkatkan, maka bilangan pembilang dan penyebutnya harus dipangkatkan semua, dengan syarat b ≠ 0, artinya penyebutnya tidak boleh sama dengan 0. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
36 <p>Contoh:</p>
36 <p>Contoh:</p>
37 <h3>6. Pangkat Negatif</h3>
37 <h3>6. Pangkat Negatif</h3>
38 <p>Jika ada bilangan berpangkat negatif, maka nilainya sama dengan 1 per bilangan eksponen tersebut namun pangkatnya menjadi positif. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
38 <p>Jika ada bilangan berpangkat negatif, maka nilainya sama dengan 1 per bilangan eksponen tersebut namun pangkatnya menjadi positif. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
39 <p>Contoh:</p>
39 <p>Contoh:</p>
40 <h3>7. Pangkat Pecahan</h3>
40 <h3>7. Pangkat Pecahan</h3>
41 <p>Jika ada bilangan berpangkat yang diakar, maka pangkat dari akarnya dapat ditulis menjadi penyebut dari pangkat bilangannya. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
41 <p>Jika ada bilangan berpangkat yang diakar, maka pangkat dari akarnya dapat ditulis menjadi penyebut dari pangkat bilangannya. Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
42 <p>Contoh:</p>
42 <p>Contoh:</p>
43 <h3>8. Pangkat Nol</h3>
43 <h3>8. Pangkat Nol</h3>
44 <p>Jika ada bilangan yang berpangkat nol, maka hasilnya sama dengan 1 berapapun nilai bilangan basisnya, dengan syarat bilangan basisnya tidak sama dengan 0 (a ≠ 0). Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
44 <p>Jika ada bilangan yang berpangkat nol, maka hasilnya sama dengan 1 berapapun nilai bilangan basisnya, dengan syarat bilangan basisnya tidak sama dengan 0 (a ≠ 0). Bisa dituliskan sebagai berikut:</p>
45 <p>a0 = 1, untuk a ≠ 0</p>
45 <p>a0 = 1, untuk a ≠ 0</p>
46 <p>Contoh:</p>
46 <p>Contoh:</p>
47 <ul><li>20 = 1</li>
47 <ul><li>20 = 1</li>
48 <li>70 = 1</li>
48 <li>70 = 1</li>
49 </ul><h2>Bilangan Negatif Berpangkat</h2>
49 </ul><h2>Bilangan Negatif Berpangkat</h2>
50 <p>Selain 8 sifat eksponen yang sudah kita bahas di atas, kamu juga perlu tahu sifat dari bilangan berpangkat jika bilangan basisnya bernilai negatif. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
50 <p>Selain 8 sifat eksponen yang sudah kita bahas di atas, kamu juga perlu tahu sifat dari bilangan berpangkat jika bilangan basisnya bernilai negatif. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
51 <h3>a. Bilangan Negatif Berpangkat Ganjil</h3>
51 <h3>a. Bilangan Negatif Berpangkat Ganjil</h3>
52 <p>Suatu bilangan negatif, jika dipangkatkan dengan bilangan ganjil, maka hasilnya adalah bilangan negatif. Dapat dituliskan sebagai berikut:</p>
52 <p>Suatu bilangan negatif, jika dipangkatkan dengan bilangan ganjil, maka hasilnya adalah bilangan negatif. Dapat dituliskan sebagai berikut:</p>
53 <p>(-a)m = -am , dengan m = ganjil</p>
53 <p>(-a)m = -am , dengan m = ganjil</p>
54 <p>Contoh:</p>
54 <p>Contoh:</p>
55 <p>(-2)3 = -(23)</p>
55 <p>(-2)3 = -(23)</p>
56 <p>(-2) × (-2) × (-2) = -(2 × 2 × 2)</p>
56 <p>(-2) × (-2) × (-2) = -(2 × 2 × 2)</p>
57 <p>-8 = -8</p>
57 <p>-8 = -8</p>
58 <h3>b. Bilangan Negatif Berpangkat Genap</h3>
58 <h3>b. Bilangan Negatif Berpangkat Genap</h3>
59 <p>Suatu bilangan negatif, jika dipangkatkan dengan bilangan genap, maka hasilnya adalah bilangan positif. Dapat dituliskan sebagai berikut:</p>
59 <p>Suatu bilangan negatif, jika dipangkatkan dengan bilangan genap, maka hasilnya adalah bilangan positif. Dapat dituliskan sebagai berikut:</p>
60 <p>(-a)n = an , dengan n = genap</p>
60 <p>(-a)n = an , dengan n = genap</p>
61 <p>Contoh:</p>
61 <p>Contoh:</p>
62 <p>(-2)2 = 22</p>
62 <p>(-2)2 = 22</p>
63 <p>(-2) × (-2) = 2 × 2</p>
63 <p>(-2) × (-2) = 2 × 2</p>
64 <p>4 = 4</p>
64 <p>4 = 4</p>
65 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk Akar, Sifat-Sifat dan Cara Merasionalkannya</a></strong></p>
65 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk Akar, Sifat-Sifat dan Cara Merasionalkannya</a></strong></p>
66 <p>Sudah paham sifat-sifat bilangan berpangkat (eksponen)? Sekarang, saatnya kita terapkan sifat-sifat perpangkatan ini dalam mengerjakan latihan soal! Yuk, kerjakan contoh soal berikut ini!</p>
66 <p>Sudah paham sifat-sifat bilangan berpangkat (eksponen)? Sekarang, saatnya kita terapkan sifat-sifat perpangkatan ini dalam mengerjakan latihan soal! Yuk, kerjakan contoh soal berikut ini!</p>
67 <h2>Contoh Soal Eksponen</h2>
67 <h2>Contoh Soal Eksponen</h2>
68 <p>1. Hasil dari adalah …</p>
68 <p>1. Hasil dari adalah …</p>
69 <p><strong>Penyelesaian:</strong></p>
69 <p><strong>Penyelesaian:</strong></p>
70 <p>Jadi hasil dari adalah b + a.</p>
70 <p>Jadi hasil dari adalah b + a.</p>
71 <p>-</p>
71 <p>-</p>
72 <p>Itulah penjelasan tentang eksponen atau bilangan berpangkat, mulai dari pengertian, sifat-sifat, hingga contoh soalnya. Gimana, kamu sudah cukup paham tentang materi eksponen? Kalau kamu mau mempelajari materi eksponen bareng ahlinya, boleh banget gabung di<strong><a>Ruangguru Privat Matematika</a></strong>.</p>
72 <p>Itulah penjelasan tentang eksponen atau bilangan berpangkat, mulai dari pengertian, sifat-sifat, hingga contoh soalnya. Gimana, kamu sudah cukup paham tentang materi eksponen? Kalau kamu mau mempelajari materi eksponen bareng ahlinya, boleh banget gabung di<strong><a>Ruangguru Privat Matematika</a></strong>.</p>
73 <p>Di Ruangguru Privat, kamu akan dimentori oleh guru-guru berkualitas yang sudah terstandarisasi. Kamu juga bebas mau pilih belajar secara tatap muka (<em>offline</em>) atau lewat daring (<em>online</em>). Fleksibel banget, kan. Yuk langsung daftar sekarang!</p>
73 <p>Di Ruangguru Privat, kamu akan dimentori oleh guru-guru berkualitas yang sudah terstandarisasi. Kamu juga bebas mau pilih belajar secara tatap muka (<em>offline</em>) atau lewat daring (<em>online</em>). Fleksibel banget, kan. Yuk langsung daftar sekarang!</p>
74 <p><strong>Referensi:</strong></p>
74 <p><strong>Referensi:</strong></p>
75 <p>Subchan, Winarni, Hanafi L, dkk. (2015). Matematika SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
75 <p>Subchan, Winarni, Hanafi L, dkk. (2015). Matematika SMP/MTs Kelas IX Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
76  
76