0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p><em><strong><a>Artikel Sejarah Kelas X</a></strong>ini membahas sejarah sebagai ilmu dan seni mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan contohnya.</em></p>
1
<p><em><strong><a>Artikel Sejarah Kelas X</a></strong>ini membahas sejarah sebagai ilmu dan seni mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan contohnya.</em></p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
<p>Siapa dari kamu yang udah pernah ke Yogyakarta atau Magelang, kemudian berkunjung ke Candi Borobudur? Atau kalau belum pernah berkunjung ke sana, siapa yang tahu tentang Candi Borobudur?</p>
3
<p>Siapa dari kamu yang udah pernah ke Yogyakarta atau Magelang, kemudian berkunjung ke Candi Borobudur? Atau kalau belum pernah berkunjung ke sana, siapa yang tahu tentang Candi Borobudur?</p>
4
<p>Sekarang, aku mau mengajak kamu membayangkan sebuah masa ketika candi Borobudur sedang dibangun. Saat itu, penduduk Magelang dan sekitarnya bergotong royong membawa batuan andesit untuk disusun berdasarkan silpasastra*. Para silpin** turut mengukir relief dan membangun arca yang akan diletakkan di seantero candi.</p>
4
<p>Sekarang, aku mau mengajak kamu membayangkan sebuah masa ketika candi Borobudur sedang dibangun. Saat itu, penduduk Magelang dan sekitarnya bergotong royong membawa batuan andesit untuk disusun berdasarkan silpasastra*. Para silpin** turut mengukir relief dan membangun arca yang akan diletakkan di seantero candi.</p>
5
<p>Kemudian, ada seorang raja yang memantau pembangunan candi tersebut. Raja itu memang memiliki rencana besar untuk membangun tempat peribadatan bagi umat Buddha di Kerajaan Medang Mataram atau Mataram Kuno.</p>
5
<p>Kemudian, ada seorang raja yang memantau pembangunan candi tersebut. Raja itu memang memiliki rencana besar untuk membangun tempat peribadatan bagi umat Buddha di Kerajaan Medang Mataram atau Mataram Kuno.</p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya</a></strong></p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya</a></strong></p>
7
<p>Nah, kamu baru saja mempraktikan salah satu ciri dari sejarah sebagai ilmu dan seni. Wah!! Memang, apa <em>sih </em>yang dimaksud dengan sejarah sebagai ilmu dan seni? Lalu, apa saja ciri-cirinya? Yuk kita simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!</p>
7
<p>Nah, kamu baru saja mempraktikan salah satu ciri dari sejarah sebagai ilmu dan seni. Wah!! Memang, apa <em>sih </em>yang dimaksud dengan sejarah sebagai ilmu dan seni? Lalu, apa saja ciri-cirinya? Yuk kita simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!</p>
8
<h2><strong>Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu</strong></h2>
8
<h2><strong>Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu</strong></h2>
9
<p>Jadi,<strong>sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena ia menjadi sumber-sumber pengetahuan tentang apa yang terjadi pada masa lampau.</strong></p>
9
<p>Jadi,<strong>sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena ia menjadi sumber-sumber pengetahuan tentang apa yang terjadi pada masa lampau.</strong></p>
10
<p>Peristiwa pada masa lampau itu disusun secara sistematis menggunakan<strong>metode kajian ilmiah</strong>. Untuk apa menggunakan kajian ilmiah? Hal itu dikarenakan sejarah akan berpengaruh pada masa-masa yang akan datang, maka sangat perlu untuk mendapatkan kebenarannya.</p>
10
<p>Peristiwa pada masa lampau itu disusun secara sistematis menggunakan<strong>metode kajian ilmiah</strong>. Untuk apa menggunakan kajian ilmiah? Hal itu dikarenakan sejarah akan berpengaruh pada masa-masa yang akan datang, maka sangat perlu untuk mendapatkan kebenarannya.</p>
11
<p>Sebagai ilmu,<strong>sejarah merupakan ilmu yang</strong><strong>memiliki fungsi besar dalam meneliti dan menyelidiki kejadian-kejadian</strong>apa saja atau peristiwa apa saja yang dialami oleh manusia serta masyarakat pada masa lampau.</p>
11
<p>Sebagai ilmu,<strong>sejarah merupakan ilmu yang</strong><strong>memiliki fungsi besar dalam meneliti dan menyelidiki kejadian-kejadian</strong>apa saja atau peristiwa apa saja yang dialami oleh manusia serta masyarakat pada masa lampau.</p>
12
<p>Dalam melakukan penelitian sejarah, penguasaan metode ilmiah sangat diperlukan, tidak bisa asal dalam melakukan penelitian sejarah. Ini karena semua yang ditemukan kemudian akan menjadi sebuah ilmu yang menentukan kondisi pada masa-masa selanjutnya.</p>
12
<p>Dalam melakukan penelitian sejarah, penguasaan metode ilmiah sangat diperlukan, tidak bisa asal dalam melakukan penelitian sejarah. Ini karena semua yang ditemukan kemudian akan menjadi sebuah ilmu yang menentukan kondisi pada masa-masa selanjutnya.</p>
13
<h2><strong>Karakteristik atau Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu</strong></h2>
13
<h2><strong>Karakteristik atau Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu</strong></h2>
14
<p>Menurut Kuntowijoyo, ada lima karakteristik yang menjadikan sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu, yaitu:</p>
14
<p>Menurut Kuntowijoyo, ada lima karakteristik yang menjadikan sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu, yaitu:</p>
15
<h3>1) <strong>Bersifat Empiris </strong></h3>
15
<h3>1) <strong>Bersifat Empiris </strong></h3>
16
<p>Empiris merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu<em>“empiro”,</em>artinya adalah perjalanan manusia. Bisa dibilang, empiris artinya <strong>berdasarkan pengalaman</strong>. Maka, sejarah harus berdasarkan dari pengalaman manusia yang terjadi pada masa lampau. </p>
16
<p>Empiris merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu<em>“empiro”,</em>artinya adalah perjalanan manusia. Bisa dibilang, empiris artinya <strong>berdasarkan pengalaman</strong>. Maka, sejarah harus berdasarkan dari pengalaman manusia yang terjadi pada masa lampau. </p>
17
<p>Semua pengalaman yang terjadi kemudian direkam dalam peninggalan serta dokumen sejarah, yang kemudian diteliti oleh sejarawan dalam menemukan fakta. </p>
17
<p>Semua pengalaman yang terjadi kemudian direkam dalam peninggalan serta dokumen sejarah, yang kemudian diteliti oleh sejarawan dalam menemukan fakta. </p>
18
<p>Contohnya seperti cerita di atas, <em>guys</em>. Pembangunan candi maha besar seperti Borobudur merupakan pengalaman warga Magelang dan sekitarnya yang mewujud candi pada masa Kerajaan Medang Mataram.</p>
18
<p>Contohnya seperti cerita di atas, <em>guys</em>. Pembangunan candi maha besar seperti Borobudur merupakan pengalaman warga Magelang dan sekitarnya yang mewujud candi pada masa Kerajaan Medang Mataram.</p>
19
<h3>2) <strong>Memiliki Objek</strong></h3>
19
<h3>2) <strong>Memiliki Objek</strong></h3>
20
<p><strong>Objek sejarah</strong>adalah<strong>manusia dan waktu</strong>yang merujuk pada masa lalu, atau bisa juga<strong>aktivitas manusia</strong>yang terjadi<strong>pada masa lampau</strong>.</p>
20
<p><strong>Objek sejarah</strong>adalah<strong>manusia dan waktu</strong>yang merujuk pada masa lalu, atau bisa juga<strong>aktivitas manusia</strong>yang terjadi<strong>pada masa lampau</strong>.</p>
21
<p>Tentunya, candi Borobudur memiliki objek sejarah, yaitu kegiatan membangun candioleh warga dan silpin di masa lalu.</p>
21
<p>Tentunya, candi Borobudur memiliki objek sejarah, yaitu kegiatan membangun candioleh warga dan silpin di masa lalu.</p>
22
<h3>3) <strong>Memiliki metode penelitian sejarah</strong></h3>
22
<h3>3) <strong>Memiliki metode penelitian sejarah</strong></h3>
23
<p>Untuk mengetahui keabsahan dan kebenaran sebuah peristiwa sejarah, ada tahapan-tahapan ilmiah yang perlu dilalui secara tepat. Tujuan dari tahapan-tahapan penulisan sejarah itu agar peneliti atau penulis sejarah mampu merekonstruksi cerita sejarah secara analitis, kritis, dan juga imajinatif, tentunya berdasarkan data, bukti tulisan, peninggalan-peninggalan, serta rekaman.</p>
23
<p>Untuk mengetahui keabsahan dan kebenaran sebuah peristiwa sejarah, ada tahapan-tahapan ilmiah yang perlu dilalui secara tepat. Tujuan dari tahapan-tahapan penulisan sejarah itu agar peneliti atau penulis sejarah mampu merekonstruksi cerita sejarah secara analitis, kritis, dan juga imajinatif, tentunya berdasarkan data, bukti tulisan, peninggalan-peninggalan, serta rekaman.</p>
24
<p><strong>Baca Juga:<a>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
24
<p><strong>Baca Juga:<a>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
25
<h3>4)<strong>Memiliki teori</strong></h3>
25
<h3>4)<strong>Memiliki teori</strong></h3>
26
<p>Sejarah sebagai ilmu memiliki teori berdasarkan hasil penelitian, yang kemudian didukung oleh data dan argumentasi. Salah satu teori yang bisa kamu pelajari adalah teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu, Buddha, dan Islam ke Nusantara.</p>
26
<p>Sejarah sebagai ilmu memiliki teori berdasarkan hasil penelitian, yang kemudian didukung oleh data dan argumentasi. Salah satu teori yang bisa kamu pelajari adalah teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu, Buddha, dan Islam ke Nusantara.</p>
27
<p><strong>Baca Juga:<a>4 Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
27
<p><strong>Baca Juga:<a>4 Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
28
<h3>5) Memiliki generalisasi atau kesimpulan</h3>
28
<h3>5) Memiliki generalisasi atau kesimpulan</h3>
29
<p>Generalisasi atau kesimpulan didapatkan dari hasil penelitian dan pemahaman penulis mengenai suatu peristiwa sejarah, untuk menguji dan mengkritik hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya.</p>
29
<p>Generalisasi atau kesimpulan didapatkan dari hasil penelitian dan pemahaman penulis mengenai suatu peristiwa sejarah, untuk menguji dan mengkritik hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya.</p>
30
<p>Misalnya, teori Brahmana dikritik, bahwa ada ajaran dalam agama Hindu yang melarang kaum Brahmana menyebrangi lautan. Hal ini menjadi bertentangan dengan teori Brahmana itu sendiri, yang mana mereka harus menyebrangi lautan agar dapat tiba dan menyebarkan agama Hindu di Nusantara.</p>
30
<p>Misalnya, teori Brahmana dikritik, bahwa ada ajaran dalam agama Hindu yang melarang kaum Brahmana menyebrangi lautan. Hal ini menjadi bertentangan dengan teori Brahmana itu sendiri, yang mana mereka harus menyebrangi lautan agar dapat tiba dan menyebarkan agama Hindu di Nusantara.</p>
31
<h2><strong>Pengertian Sejarah Sebagai Seni</strong></h2>
31
<h2><strong>Pengertian Sejarah Sebagai Seni</strong></h2>
32
<p>Banyak cara yang bisa digunakan dalam menceritakan kembali peristiwa-peristiwa dan faka sejarah, salah satunya adalah seni. Dalam menulis sejarah, sejarawan harus memiliki seninya sendiri dalam menyajikan cerita-cerita sejarah.</p>
32
<p>Banyak cara yang bisa digunakan dalam menceritakan kembali peristiwa-peristiwa dan faka sejarah, salah satunya adalah seni. Dalam menulis sejarah, sejarawan harus memiliki seninya sendiri dalam menyajikan cerita-cerita sejarah.</p>
33
<p>Sejarawan selalu ingin tulisan-tulisan yang ia buat<strong>mampu membuat para pembacanya seakan merasakan langsung peristiwa yang terjadi di masa lampau</strong>.</p>
33
<p>Sejarawan selalu ingin tulisan-tulisan yang ia buat<strong>mampu membuat para pembacanya seakan merasakan langsung peristiwa yang terjadi di masa lampau</strong>.</p>
34
<p>Yang paling penting, dalam sejarah sebagai seni, sejarawan mampu <strong>memperindah penyampaian cerita </strong>agar ceritanya menjadi <strong>lebih hidup dan menarik untuk dipelajari</strong>. </p>
34
<p>Yang paling penting, dalam sejarah sebagai seni, sejarawan mampu <strong>memperindah penyampaian cerita </strong>agar ceritanya menjadi <strong>lebih hidup dan menarik untuk dipelajari</strong>. </p>
35
<p>Membuat para pembaca masuk ke dalam cerita sejarawah adalah seni tersendiri yang tentunya tidak banyak orang bisa melakukannya. Tidak hanya tulisan. Lukisan, patung, serta panggung pementasan pun menjadi sebagian bentuk seni dalam merekonstruksi peristiwa sejarah.</p>
35
<p>Membuat para pembaca masuk ke dalam cerita sejarawah adalah seni tersendiri yang tentunya tidak banyak orang bisa melakukannya. Tidak hanya tulisan. Lukisan, patung, serta panggung pementasan pun menjadi sebagian bentuk seni dalam merekonstruksi peristiwa sejarah.</p>
36
<p>Oleh karena sejarah adalah ilmu yang sangat penting bagi manusia, seni menjadi medium dalam merekosntruksi kembali peristiwa-peristiwa sejarah.</p>
36
<p>Oleh karena sejarah adalah ilmu yang sangat penting bagi manusia, seni menjadi medium dalam merekosntruksi kembali peristiwa-peristiwa sejarah.</p>
37
<p>Setiap manusia harus mengetahui sejarah dirinya, keluarga, bahkan tempat ia tinggal. Karena sejarah menjadi sumber ilmu serta pengetahuan yang sangat penting bagi manusia dalam menghadapi masa-masa yang akan datang.</p>
37
<p>Setiap manusia harus mengetahui sejarah dirinya, keluarga, bahkan tempat ia tinggal. Karena sejarah menjadi sumber ilmu serta pengetahuan yang sangat penting bagi manusia dalam menghadapi masa-masa yang akan datang.</p>
38
<h2>Fungsi Sejarah Sebagai Seni</h2>
38
<h2>Fungsi Sejarah Sebagai Seni</h2>
39
<p>Sejarah sebagai seni juga memiliki beberapa fungsi, seperti yang dikatakan oleh<strong>George Macauly Trevelyan,</strong>diantaranya:</p>
39
<p>Sejarah sebagai seni juga memiliki beberapa fungsi, seperti yang dikatakan oleh<strong>George Macauly Trevelyan,</strong>diantaranya:</p>
40
<p>Gambar. George Macauly Trevelyan (Sumber: npg.org.uk)</p>
40
<p>Gambar. George Macauly Trevelyan (Sumber: npg.org.uk)</p>
41
<ol><li><strong>Fungsi Ilmiah:</strong>Sebagai pengumpulan ilmiah dan penyayang bukti-bukti</li>
41
<ol><li><strong>Fungsi Ilmiah:</strong>Sebagai pengumpulan ilmiah dan penyayang bukti-bukti</li>
42
<li><strong>Fungsi Imajinatif/spekulatif:</strong>Dikarenakan sejarawan harus menyeleksi, mengklasifikasi data-data, fakta-fakta, kemudian menarik kesimpulan.</li>
42
<li><strong>Fungsi Imajinatif/spekulatif:</strong>Dikarenakan sejarawan harus menyeleksi, mengklasifikasi data-data, fakta-fakta, kemudian menarik kesimpulan.</li>
43
<li><strong>Fungsi Sastra:</strong>Sebagai bentuk penyajian hasil ilmu dan imajinasi dalam bentuk yang menarik (seni sastra)</li>
43
<li><strong>Fungsi Sastra:</strong>Sebagai bentuk penyajian hasil ilmu dan imajinasi dalam bentuk yang menarik (seni sastra)</li>
44
</ol><h2>Unsur atau Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Seni</h2>
44
</ol><h2>Unsur atau Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Seni</h2>
45
<p>Terdapat empat unsur seni yang dibutuhkan dlam penulisan sejarah, antara lain:</p>
45
<p>Terdapat empat unsur seni yang dibutuhkan dlam penulisan sejarah, antara lain:</p>
46
<h3>1) Memiliki Intuisi</h3>
46
<h3>1) Memiliki Intuisi</h3>
47
<p>Seorang penulis sejarah harus memiliki kemampuan untuk <strong>mengetahui</strong>dan<strong>memahami </strong>secara langsung mengenai suatu <strong>topik</strong>yang <strong>akan ditulis</strong>. Selain itu, penulis sejarah juga harus memiliki <strong>arahan </strong>yang akan membantu dalam penulisan sejarah.</p>
47
<p>Seorang penulis sejarah harus memiliki kemampuan untuk <strong>mengetahui</strong>dan<strong>memahami </strong>secara langsung mengenai suatu <strong>topik</strong>yang <strong>akan ditulis</strong>. Selain itu, penulis sejarah juga harus memiliki <strong>arahan </strong>yang akan membantu dalam penulisan sejarah.</p>
48
<p>Tentunya, hal ini berkaitan erat dengan pengetahuan penulis dalam peristiwa sejarah yang akan ia tulis, sehingga mampu memberikan fakta dan data yang valid berdasarkan bukti sejarah yang ada.</p>
48
<p>Tentunya, hal ini berkaitan erat dengan pengetahuan penulis dalam peristiwa sejarah yang akan ia tulis, sehingga mampu memberikan fakta dan data yang valid berdasarkan bukti sejarah yang ada.</p>
49
<h3>2) Memiliki Imajinasi</h3>
49
<h3>2) Memiliki Imajinasi</h3>
50
<p>Kita tahu ya, kalau sejarah itu peristiwa yang terjadi di masa lampau <strong>dan belum tentu dialami oleh penulis </strong>sejarah. Nah, penulis sejarah harus memiliki imajinasi untuk <strong>membayangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa sejarah</strong>, baik berdasarkan kenyataan atau pengalaman orang lain, maupun dari kisah yang didapatkan dari bukti sejarah lainnya.</p>
50
<p>Kita tahu ya, kalau sejarah itu peristiwa yang terjadi di masa lampau <strong>dan belum tentu dialami oleh penulis </strong>sejarah. Nah, penulis sejarah harus memiliki imajinasi untuk <strong>membayangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa sejarah</strong>, baik berdasarkan kenyataan atau pengalaman orang lain, maupun dari kisah yang didapatkan dari bukti sejarah lainnya.</p>
51
<p>Kegiatan kita di awal tulisan saat membayangkan proses pembuatan candi borobudur termasuk dalam unsur imajinasi ini, <em>lho</em>!</p>
51
<p>Kegiatan kita di awal tulisan saat membayangkan proses pembuatan candi borobudur termasuk dalam unsur imajinasi ini, <em>lho</em>!</p>
52
<h3>3) Memiliki Emosi</h3>
52
<h3>3) Memiliki Emosi</h3>
53
<p>Penulis sejarah harus mampu <strong>meluapkan perasaan </strong>ke dalam tulisan. Kalau bahasa kerennya, tulisan sejarah ini ada <em>feel</em>-nya. Emosi yang dikeluarkan penulis ini harus mampu juga dirasakan oleh pembaca.</p>
53
<p>Penulis sejarah harus mampu <strong>meluapkan perasaan </strong>ke dalam tulisan. Kalau bahasa kerennya, tulisan sejarah ini ada <em>feel</em>-nya. Emosi yang dikeluarkan penulis ini harus mampu juga dirasakan oleh pembaca.</p>
54
<p>Jadi, misal kamu membaca tentang Perang Diponegoro dan kamu merasa geregetan dengan pihak Belanda dan merasa<em>dag dig dug</em>karena takut Pangerang Diponegoro tertangkap, artinya penulis sudah berhasil memberikan emosi di dalam tulisannya.</p>
54
<p>Jadi, misal kamu membaca tentang Perang Diponegoro dan kamu merasa geregetan dengan pihak Belanda dan merasa<em>dag dig dug</em>karena takut Pangerang Diponegoro tertangkap, artinya penulis sudah berhasil memberikan emosi di dalam tulisannya.</p>
55
<h3>4) Memiliki Gaya Bahasa yang Mudah Dipahami Pembaca</h3>
55
<h3>4) Memiliki Gaya Bahasa yang Mudah Dipahami Pembaca</h3>
56
<p>Penulis yang baik adalah penulis yang tulisannya dimengerti oleh pembaca. Maka, tulisan tidak perlu terlalu banyak kiasan atau kosakata yang sulit dimengerti, karena bisa jadi dapat menghilangkan nilai objektif dari fakta searah yang ada.</p>
56
<p>Penulis yang baik adalah penulis yang tulisannya dimengerti oleh pembaca. Maka, tulisan tidak perlu terlalu banyak kiasan atau kosakata yang sulit dimengerti, karena bisa jadi dapat menghilangkan nilai objektif dari fakta searah yang ada.</p>
57
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa dan Kisah | Sejarah Kelas 10</a></p>
57
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa dan Kisah | Sejarah Kelas 10</a></p>
58
<p>-</p>
58
<p>-</p>
59
<p>Sekarang kalian sudah paham<em>kan</em>apa yang dimaksud dengan sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai seni?</p>
59
<p>Sekarang kalian sudah paham<em>kan</em>apa yang dimaksud dengan sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai seni?</p>
60
<p>Kamu mungkin belum mengenal sosok seperti<strong>Pramoedya Ananta Toer, JJ Rizal, Bonnie Triyana,</strong><strong>Kuntowijoyo</strong>.<strong>Mereka adalah beberapa sejarawan</strong>, sekaligus penulis yang dapat merekonstruksi sejarah dengan seni yang sangat baik.</p>
60
<p>Kamu mungkin belum mengenal sosok seperti<strong>Pramoedya Ananta Toer, JJ Rizal, Bonnie Triyana,</strong><strong>Kuntowijoyo</strong>.<strong>Mereka adalah beberapa sejarawan</strong>, sekaligus penulis yang dapat merekonstruksi sejarah dengan seni yang sangat baik.</p>
61
<p>Kamu juga bisa belajar tentang pengetahuan sejarah lainnya melalui<a><strong>ruangbelajar</strong></a><em>lho</em>. Kalian akan dijelaskan secara detail melalui<strong>video-video belajar</strong>yang interaktif, adaptif, seru, dan menarik!</p>
61
<p>Kamu juga bisa belajar tentang pengetahuan sejarah lainnya melalui<a><strong>ruangbelajar</strong></a><em>lho</em>. Kalian akan dijelaskan secara detail melalui<strong>video-video belajar</strong>yang interaktif, adaptif, seru, dan menarik!</p>
62
<p><strong>Glosarium berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)</strong></p>
62
<p><strong>Glosarium berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)</strong></p>
63
<p>* Silpasastra: Kitab tentang pembuatan arca dan candi.</p>
63
<p>* Silpasastra: Kitab tentang pembuatan arca dan candi.</p>
64
<p>* Silpin: Ahli pembuat candi dan arca.</p>
64
<p>* Silpin: Ahli pembuat candi dan arca.</p>
65
<p><strong>Referensi:</strong></p>
65
<p><strong>Referensi:</strong></p>
66
<p>Supriyadi, Marwan. (2009) Sejarah Indonesia Kelas X Untuk SMA/MA. KTSP. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
66
<p>Supriyadi, Marwan. (2009) Sejarah Indonesia Kelas X Untuk SMA/MA. KTSP. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
67
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
67
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
68
<p>Foto George Macauly Trevelyan [daring]. Tautan: https://www.npg.org.uk/collections/search/portrait/mw210579/George-Macaulay-Trevelyan (Diakses: 6 Februari 2018)</p>
68
<p>Foto George Macauly Trevelyan [daring]. Tautan: https://www.npg.org.uk/collections/search/portrait/mw210579/George-Macaulay-Trevelyan (Diakses: 6 Februari 2018)</p>
69
<p><em><strong>Artikel pertama terbit pada 6 Februari 2018 oleh<a>Fahri Abdillah</a>, kemudian diperbarui pada 28 November 2024 oleh Laras Sekar Seruni.</strong></em></p>
69
<p><em><strong>Artikel pertama terbit pada 6 Februari 2018 oleh<a>Fahri Abdillah</a>, kemudian diperbarui pada 28 November 2024 oleh Laras Sekar Seruni.</strong></em></p>
70
70