HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel ini menjelaskan tentang penting atau tidak, sih, pembelajaran yang sifatnya interaktif? Lalu, seperti apa pengaruhnya? Spoiler jawaban: penting.</em></p>
1 <p><em>Artikel ini menjelaskan tentang penting atau tidak, sih, pembelajaran yang sifatnya interaktif? Lalu, seperti apa pengaruhnya? Spoiler jawaban: penting.</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Teknologi membuat kita bisa mengakses apapun. </p>
3 <p>Teknologi membuat kita bisa mengakses apapun. </p>
4 <p>Artikel, pelajaran, segala ilmu pengetahuan yang gak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita jadi jauh, jauh lebih mandiri. Apa yang mau kita ketahui, bisa kita dapatkan secara langsung dengan tangan sendiri.</p>
4 <p>Artikel, pelajaran, segala ilmu pengetahuan yang gak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita jadi jauh, jauh lebih mandiri. Apa yang mau kita ketahui, bisa kita dapatkan secara langsung dengan tangan sendiri.</p>
5 <p>Kasarnya, sekarang kita bisa guampang banget tahu apa yang mau kita tahu.</p>
5 <p>Kasarnya, sekarang kita bisa guampang banget tahu apa yang mau kita tahu.</p>
6 <p>Kelihatannya enak banget kan?</p>
6 <p>Kelihatannya enak banget kan?</p>
7 <p>Tapi, hal gampang ini punya masalah lain.</p>
7 <p>Tapi, hal gampang ini punya masalah lain.</p>
8 <p>Pertama, informasi yang ada jumlahnya buanyak banget. Salah-salah, kita bisa tergelincir ke dalam ombak informasi yang gak jelas. Hasilnya? Antara<a><strong>kejebak hoax</strong></a>, atau malah menyelami informasi-informasi yang sebetulnya tidak penting-penting amat buat kita. Atau dengan kata lain, ya, ngabisin waktu untuk orang yang salah informasi yang salah. Huhuhu.</p>
8 <p>Pertama, informasi yang ada jumlahnya buanyak banget. Salah-salah, kita bisa tergelincir ke dalam ombak informasi yang gak jelas. Hasilnya? Antara<a><strong>kejebak hoax</strong></a>, atau malah menyelami informasi-informasi yang sebetulnya tidak penting-penting amat buat kita. Atau dengan kata lain, ya, ngabisin waktu untuk orang yang salah informasi yang salah. Huhuhu.</p>
9 <p>Kedua, kita sendirian.</p>
9 <p>Kedua, kita sendirian.</p>
10 <p>Bayangin kamu ada di samudera luas dengan lautan informasi. DI atas perahu besar, kamu pengin menjala ilmu, tetapi kamu sendirian. Kamu gak punya siapa-siapa untuk diajak diskusi. Ketika sudah mendapatkan informasi itu, ya udah, kamu konsumsi sendiri, tanpa ada orang yang membantu mengasah otakmu dari ilmu tersebut.</p>
10 <p>Bayangin kamu ada di samudera luas dengan lautan informasi. DI atas perahu besar, kamu pengin menjala ilmu, tetapi kamu sendirian. Kamu gak punya siapa-siapa untuk diajak diskusi. Ketika sudah mendapatkan informasi itu, ya udah, kamu konsumsi sendiri, tanpa ada orang yang membantu mengasah otakmu dari ilmu tersebut.</p>
11 <p>“Emang apa, sih, fungsinya orang itu? Gue mah<a><strong>introvert.</strong></a>Lebih suka ngapa-ngapain sendiri!” </p>
11 <p>“Emang apa, sih, fungsinya orang itu? Gue mah<a><strong>introvert.</strong></a>Lebih suka ngapa-ngapain sendiri!” </p>
12 <p>Tunggu dulu, Fulgoso. Pertama, cerna, deh, kata-kata pak<a><strong>Einstein</strong></a>ini:</p>
12 <p>Tunggu dulu, Fulgoso. Pertama, cerna, deh, kata-kata pak<a><strong>Einstein</strong></a>ini:</p>
13 <p>Ya, menjadi seorang pembelajar bukan berarti sekadar mengumpulkan fakta-fakta. Tapi, bagaimana kita bisa mengasah pikiran kita untuk jadi lebih baik.</p>
13 <p>Ya, menjadi seorang pembelajar bukan berarti sekadar mengumpulkan fakta-fakta. Tapi, bagaimana kita bisa mengasah pikiran kita untuk jadi lebih baik.</p>
14 <p>Sekarang, bayangkan kamu sedang berada di kelas. Saat itu pelajaran fisika. Gurumu menyerocos, menulis, dan mencoret angka-angka di papan tulis. Sambil menghadap papan, dia menjabarkan teori-teori keren, lalu menurunkan suatu rumus. Guru itu, keliatannya<em>passionate</em>banget sama fisika.</p>
14 <p>Sekarang, bayangkan kamu sedang berada di kelas. Saat itu pelajaran fisika. Gurumu menyerocos, menulis, dan mencoret angka-angka di papan tulis. Sambil menghadap papan, dia menjabarkan teori-teori keren, lalu menurunkan suatu rumus. Guru itu, keliatannya<em>passionate</em>banget sama fisika.</p>
15 <p>Tapi, apa yang kita lakukan?</p>
15 <p>Tapi, apa yang kita lakukan?</p>
16 <p>Geletak di meja. Menguap. Gatau kenapa, suasananya membosankan dan kita jadi mengantuk. Si bapak, sih, keliatan banget antusias sama apa yang dia omongin. Sayangnya, dia asiknya gak bagi-bagi. </p>
16 <p>Geletak di meja. Menguap. Gatau kenapa, suasananya membosankan dan kita jadi mengantuk. Si bapak, sih, keliatan banget antusias sama apa yang dia omongin. Sayangnya, dia asiknya gak bagi-bagi. </p>
17 <p>Hal kayak gini bahkan terjadi juga sewaktu kelas<em>online</em>kayak sekarang. Gurunya, sih, asik-asik aja ngejelasin lewat Zoom. Tapi, kayak ada<em>feel</em>yang bikin nggak seru. Gatau kenapa, “kayak nggak nyambung aja.” Alhasil, pembelajaran jadi gak maksimal. </p>
17 <p>Hal kayak gini bahkan terjadi juga sewaktu kelas<em>online</em>kayak sekarang. Gurunya, sih, asik-asik aja ngejelasin lewat Zoom. Tapi, kayak ada<em>feel</em>yang bikin nggak seru. Gatau kenapa, “kayak nggak nyambung aja.” Alhasil, pembelajaran jadi gak maksimal. </p>
18 <p>Tenang, pengalaman ini nggak cuma kamu doang kok yang ngerasain. Bahkan Profesor Fisika di Harvard School Engineering and Applied Science, Eric Mazur, mengakui ini.</p>
18 <p>Tenang, pengalaman ini nggak cuma kamu doang kok yang ngerasain. Bahkan Profesor Fisika di Harvard School Engineering and Applied Science, Eric Mazur, mengakui ini.</p>
19 <p>Dia bilang, sewaktu mengajar, guru suka asik sendiri karena saking<em>passionate</em>-nya sama bahan yang diajarkan. Tapi dia lupa mempertanyakan ini ke diri sendiri, “Apa murid saya juga suka ya?”</p>
19 <p>Dia bilang, sewaktu mengajar, guru suka asik sendiri karena saking<em>passionate</em>-nya sama bahan yang diajarkan. Tapi dia lupa mempertanyakan ini ke diri sendiri, “Apa murid saya juga suka ya?”</p>
20 <p>Begitu dia ngecek seisi kelas, ternyata banyak yang tidur.</p>
20 <p>Begitu dia ngecek seisi kelas, ternyata banyak yang tidur.</p>
21 <p>Kenapa hal ini bisa terjadi?</p>
21 <p>Kenapa hal ini bisa terjadi?</p>
22 <p>Jawab: gak ada interaksi.</p>
22 <p>Jawab: gak ada interaksi.</p>
23 <p>Seperti kisahmu yang sendirian berburu informasi di tengah laut. Atau seperti kisahmu belajar<em>online</em>yang ngerasa “gak nyambung dan<em>boring</em>”. Tanpa interaksi, apa yang kita pelajarin gak akan maksimal. Makanya, sebetulnya penting banget keberadaan interaksi saat melakukan pembelajaran.</p>
23 <p>Seperti kisahmu yang sendirian berburu informasi di tengah laut. Atau seperti kisahmu belajar<em>online</em>yang ngerasa “gak nyambung dan<em>boring</em>”. Tanpa interaksi, apa yang kita pelajarin gak akan maksimal. Makanya, sebetulnya penting banget keberadaan interaksi saat melakukan pembelajaran.</p>
24 <p><strong>Baca juga:</strong><a><strong>Jangan Sampai Salah, Ini Cara Belajar yang Efektif Menurut Penelitian</strong></a></p>
24 <p><strong>Baca juga:</strong><a><strong>Jangan Sampai Salah, Ini Cara Belajar yang Efektif Menurut Penelitian</strong></a></p>
25 <p>Inilah mengapa<a><strong>Richard Feynman,</strong></a>bapak-bapak ahli fisika itu, menyuruh kita belajar dengan cara mengajar (iya, kamu gak salah baca). Tujuannya, ya, supaya kita punya orang lain untuk berdiskusi, dan memberikan<em>feedback</em>kepada kita. Kurang lebih menurut Feynman, sih, kamu dianggap menguasai suatu materi, kalau sudah bisa menjelaskan materi tersebut dengan bahasa gampang yang bisa dimengerti orang lain.</p>
25 <p>Inilah mengapa<a><strong>Richard Feynman,</strong></a>bapak-bapak ahli fisika itu, menyuruh kita belajar dengan cara mengajar (iya, kamu gak salah baca). Tujuannya, ya, supaya kita punya orang lain untuk berdiskusi, dan memberikan<em>feedback</em>kepada kita. Kurang lebih menurut Feynman, sih, kamu dianggap menguasai suatu materi, kalau sudah bisa menjelaskan materi tersebut dengan bahasa gampang yang bisa dimengerti orang lain.</p>
26 <p>Lalu, kalau kondisinya udah gak ada interaksi, apa yang bisa kita lakukan?</p>
26 <p>Lalu, kalau kondisinya udah gak ada interaksi, apa yang bisa kita lakukan?</p>
27 <p>Sebagai pembelajar, kita bisa kasih masukan ke guru untuk membuat suasananya jadi interaktif. Ingat, ya, interaktif ini tujuannya untuk menimbulkan diskusi yang seru. Supaya pelajarannya gak datang satu arah aja. Belajar bukan lagi tentang si sumber ajar yang mengirimkan informasi ke pembelajar. Tapi keduanya harus saling berinteraksi. Terlibat. Terkoneksi. Jangan juga ngandalin guru aja kalau dari kamunya emang gak punya motivasi belajar. Ketika gurunya udah asyik dan ngajak kamu seru-seruan bareng, eh kamunya malah “males duluan”.</p>
27 <p>Sebagai pembelajar, kita bisa kasih masukan ke guru untuk membuat suasananya jadi interaktif. Ingat, ya, interaktif ini tujuannya untuk menimbulkan diskusi yang seru. Supaya pelajarannya gak datang satu arah aja. Belajar bukan lagi tentang si sumber ajar yang mengirimkan informasi ke pembelajar. Tapi keduanya harus saling berinteraksi. Terlibat. Terkoneksi. Jangan juga ngandalin guru aja kalau dari kamunya emang gak punya motivasi belajar. Ketika gurunya udah asyik dan ngajak kamu seru-seruan bareng, eh kamunya malah “males duluan”.</p>
28 <p>Interaksi ini penting supaya, kata Einstein tadi, kita bisa<em>train our mind to think.</em></p>
28 <p>Interaksi ini penting supaya, kata Einstein tadi, kita bisa<em>train our mind to think.</em></p>
29 <p>Gini deh. Kalau kamu ngerasa minta<em>request</em>ke guru terlalu gak mungkin buat dilakukan, ada cara lain yang lebih gampang. Sisihin waktu di luar jam belajar untuk ngobrolin topik yang dipelajarin tadi ke temen-temenmu. Lalu, praktekin, deh, cara belajarnya Richard Feynman. Kalo pengin tahu lebih detail, kamu bisa<a><strong>cek artikel ini ya.</strong></a></p>
29 <p>Gini deh. Kalau kamu ngerasa minta<em>request</em>ke guru terlalu gak mungkin buat dilakukan, ada cara lain yang lebih gampang. Sisihin waktu di luar jam belajar untuk ngobrolin topik yang dipelajarin tadi ke temen-temenmu. Lalu, praktekin, deh, cara belajarnya Richard Feynman. Kalo pengin tahu lebih detail, kamu bisa<a><strong>cek artikel ini ya.</strong></a></p>
30 <p>Coba, dong, kita diskusi di kolom komentar. Kamu punya pengalaman kayak gini gak? Menurut kamu, penting nggak adanya interaksi ketika belajar? Kalau punya cara atau metode lain yang pernah dipakai untuk meningkatkan gairah belajar juga<em>share</em>aja ya! Biar kita bisa sama-sama ngerasain serunya belajar!</p>
30 <p>Coba, dong, kita diskusi di kolom komentar. Kamu punya pengalaman kayak gini gak? Menurut kamu, penting nggak adanya interaksi ketika belajar? Kalau punya cara atau metode lain yang pernah dipakai untuk meningkatkan gairah belajar juga<em>share</em>aja ya! Biar kita bisa sama-sama ngerasain serunya belajar!</p>
31 <p>Nah, kalau kamu pengin punya pengalaman belajar<em>online</em>yang interaktif,<em>have fun,</em>dan bikin belajar jadi seru, coba, deh,<a><strong>Brain Academy Online!</strong></a>Di sana, kamu akan mendapatkan<em>live teaching</em>interaktif yang asik dengan Star Master Teacher!</p>
31 <p>Nah, kalau kamu pengin punya pengalaman belajar<em>online</em>yang interaktif,<em>have fun,</em>dan bikin belajar jadi seru, coba, deh,<a><strong>Brain Academy Online!</strong></a>Di sana, kamu akan mendapatkan<em>live teaching</em>interaktif yang asik dengan Star Master Teacher!</p>
32 <p><strong>Referensi:</strong></p>
32 <p><strong>Referensi:</strong></p>
33 <p>Anderson, Jill. 2014. The Benefit of Interactive Learning [daring] Tautan: https://www.gse.harvard.edu/news/14/11/benefit-interactive-learning (diakses pada 7 Januari 2021).</p>
33 <p>Anderson, Jill. 2014. The Benefit of Interactive Learning [daring] Tautan: https://www.gse.harvard.edu/news/14/11/benefit-interactive-learning (diakses pada 7 Januari 2021).</p>
34 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
34 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
35 <p>Foto ‘Albert Einstein’ [daring] Tautan: https://insidetheperimeter.ca/einstein-storyteller/ (diakses pada 7 Januari 2021.</p>
35 <p>Foto ‘Albert Einstein’ [daring] Tautan: https://insidetheperimeter.ca/einstein-storyteller/ (diakses pada 7 Januari 2021.</p>
36  
36