0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasannya di<strong><a>artikel Biologi kelas 7</a></strong>ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasannya di<strong><a>artikel Biologi kelas 7</a></strong>ini!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Ketika belajar tentang makhluk hidup, tentunya kita juga akan banyak mempelajari tentang tempat tinggal atau habitat dari makhluk hidup tersebut. Nah, habitat dari makhluk hidup sangat erat kaitannya dengan suatu istilah yang disebut<strong>ekosistem</strong>.</p>
3
<p>Ketika belajar tentang makhluk hidup, tentunya kita juga akan banyak mempelajari tentang tempat tinggal atau habitat dari makhluk hidup tersebut. Nah, habitat dari makhluk hidup sangat erat kaitannya dengan suatu istilah yang disebut<strong>ekosistem</strong>.</p>
4
<p>Pernahkah kamu mendengar tentang ekosistem? Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan ekosistem? Yuk, kita pahami bersama!</p>
4
<p>Pernahkah kamu mendengar tentang ekosistem? Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan ekosistem? Yuk, kita pahami bersama!</p>
5
<h2><b>Apa itu Ekosistem?</b></h2>
5
<h2><b>Apa itu Ekosistem?</b></h2>
6
<p>Ekosistem adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani, yaitu dari kata<em>“oikos”</em>yang berarti rumah atau tempat dimana organisme hidup, dan<em>“system”</em>yang berarti cara atau susunan.</p>
6
<p>Ekosistem adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani, yaitu dari kata<em>“oikos”</em>yang berarti rumah atau tempat dimana organisme hidup, dan<em>“system”</em>yang berarti cara atau susunan.</p>
7
<p>Jika disimpulkan,<strong>arti ekosistem adalah</strong>sebuah<strong>sistem ekologi</strong>yang terbentuk dari<strong>hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya</strong>. Oleh karena itu,<strong>suatu proses ekosistem melibatkan komponen</strong><strong>biotik (makhluk hidup) dan abiotik</strong><strong>(tidak hidup)</strong>. </p>
7
<p>Jika disimpulkan,<strong>arti ekosistem adalah</strong>sebuah<strong>sistem ekologi</strong>yang terbentuk dari<strong>hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya</strong>. Oleh karena itu,<strong>suatu proses ekosistem melibatkan komponen</strong><strong>biotik (makhluk hidup) dan abiotik</strong><strong>(tidak hidup)</strong>. </p>
8
<p>Dalam ekosistem, terdapat tatanan kesatuan yang utuh dan menyeluruh, dimana unsur-unsur lingkungan hidup saling mempengaruhi satu sama lain.</p>
8
<p>Dalam ekosistem, terdapat tatanan kesatuan yang utuh dan menyeluruh, dimana unsur-unsur lingkungan hidup saling mempengaruhi satu sama lain.</p>
9
<p>Interaksi ini menciptakan keseimbangan yang mendukung keberlangsungan hidup berbagai organisme. Salah satu contoh ekosistem yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari kita adalah ekosistem sawah. Gambar ekosistem sawah dan komponennya dapat kamu lihat pada infografis berikut:</p>
9
<p>Interaksi ini menciptakan keseimbangan yang mendukung keberlangsungan hidup berbagai organisme. Salah satu contoh ekosistem yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari kita adalah ekosistem sawah. Gambar ekosistem sawah dan komponennya dapat kamu lihat pada infografis berikut:</p>
10
<p>Ekosistem bersifat dinamis, yang berarti dapat bergerak atau menyesuaikan diri terhadap perubahan. Ada loh cabang ilmu yang khusus mempelajari tentang ekosistem, yaitu<strong>Ekologi</strong>. Ilmu ini mempelajari lebih jauh mengenai interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.</p>
10
<p>Ekosistem bersifat dinamis, yang berarti dapat bergerak atau menyesuaikan diri terhadap perubahan. Ada loh cabang ilmu yang khusus mempelajari tentang ekosistem, yaitu<strong>Ekologi</strong>. Ilmu ini mempelajari lebih jauh mengenai interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.</p>
11
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal 8 Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Contohnya, Yuk!</a></strong></p>
11
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal 8 Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Contohnya, Yuk!</a></strong></p>
12
<p>Ekosistem, baik yang bersifat terestrial (daratan) maupun akuatik (perairan), terdiri atas berbagai komponen. Komponen-komponen ini dikelompokkan berdasarkan segi trofik (nutrisi) serta struktur dasar ekosistem. Namun secara umum, komponen ekosistem terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu<strong>komponen biotik dan komponen abiotik</strong>.</p>
12
<p>Ekosistem, baik yang bersifat terestrial (daratan) maupun akuatik (perairan), terdiri atas berbagai komponen. Komponen-komponen ini dikelompokkan berdasarkan segi trofik (nutrisi) serta struktur dasar ekosistem. Namun secara umum, komponen ekosistem terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu<strong>komponen biotik dan komponen abiotik</strong>.</p>
13
<h3><b>1. Komponen Biotik</b></h3>
13
<h3><b>1. Komponen Biotik</b></h3>
14
<p>Komponen biotik<strong>mencakup semua makhluk hidup atau organisme yang ada di permukaan bumi</strong>, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.</p>
14
<p>Komponen biotik<strong>mencakup semua makhluk hidup atau organisme yang ada di permukaan bumi</strong>, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.</p>
15
<p>Berdasarkan<strong>ukurannya</strong>, komponen biotik dapat dibagi menjadi<strong>makroorganisme dan mikroorganisme</strong>. Selain itu, berdasarkan<strong>perannya</strong>dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga kelompok utama, yaitu<strong>produsen, konsumen, dan dekomposer</strong>.</p>
15
<p>Berdasarkan<strong>ukurannya</strong>, komponen biotik dapat dibagi menjadi<strong>makroorganisme dan mikroorganisme</strong>. Selain itu, berdasarkan<strong>perannya</strong>dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga kelompok utama, yaitu<strong>produsen, konsumen, dan dekomposer</strong>.</p>
16
<h4><strong>a. Produsen (Penghasil)</strong></h4>
16
<h4><strong>a. Produsen (Penghasil)</strong></h4>
17
<p>Produsen adalah<strong>makhluk hidup autotrof yang mampu menghasilkan karbohidrat sederhana</strong>, seperti glukosa dari karbondioksida melalui proses fotosintesis.</p>
17
<p>Produsen adalah<strong>makhluk hidup autotrof yang mampu menghasilkan karbohidrat sederhana</strong>, seperti glukosa dari karbondioksida melalui proses fotosintesis.</p>
18
<p>Selain berperan penting dalam menyerap karbondioksida untuk menjaga keseimbangan suhu dan curah hujan, produsen juga menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan, yang dibutuhkan oleh organisme lain untuk metabolisme energi.</p>
18
<p>Selain berperan penting dalam menyerap karbondioksida untuk menjaga keseimbangan suhu dan curah hujan, produsen juga menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan, yang dibutuhkan oleh organisme lain untuk metabolisme energi.</p>
19
<p><strong>Produsen berada di tingkat trofik pertama</strong>dan merupakan dasar dari semua piramida energi. Contoh produsen meliputi alga, lumut, dan tumbuhan hijau seperti beringin, mahoni, dan tanaman lainnya.</p>
19
<p><strong>Produsen berada di tingkat trofik pertama</strong>dan merupakan dasar dari semua piramida energi. Contoh produsen meliputi alga, lumut, dan tumbuhan hijau seperti beringin, mahoni, dan tanaman lainnya.</p>
20
<h4><b>b. Konsumen (Pemakai)</b></h4>
20
<h4><b>b. Konsumen (Pemakai)</b></h4>
21
<p>Konsumen adalah<strong>organisme heterotrof yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri</strong>, sehingga bergantung pada organisme lain untuk memperoleh energi. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:</p>
21
<p>Konsumen adalah<strong>organisme heterotrof yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri</strong>, sehingga bergantung pada organisme lain untuk memperoleh energi. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:</p>
22
<ul><li><strong>Karnivora</strong>(pemakan daging), contohnya singa, harimau, buaya, ular, serigala, dsb.</li>
22
<ul><li><strong>Karnivora</strong>(pemakan daging), contohnya singa, harimau, buaya, ular, serigala, dsb.</li>
23
<li><strong>Herbivora</strong>(pemakan tumbuhan), contohnya kambing, sapi, kerbau, kelinci, belalang, dsb.</li>
23
<li><strong>Herbivora</strong>(pemakan tumbuhan), contohnya kambing, sapi, kerbau, kelinci, belalang, dsb.</li>
24
<li><strong>O</strong><strong>mnivora</strong>(pemakan segala, baik daging maupun tumbuhan), contohnya manusia, ayam, bebek, cacing, tupai, dsb.</li>
24
<li><strong>O</strong><strong>mnivora</strong>(pemakan segala, baik daging maupun tumbuhan), contohnya manusia, ayam, bebek, cacing, tupai, dsb.</li>
25
</ul><h4><b>c. Dekomposer (Pengurai)</b></h4>
25
</ul><h4><b>c. Dekomposer (Pengurai)</b></h4>
26
<p>Dekomposer atau pengurai adalah<strong>organisme yang mampu menguraikan sisa makhluk hidup</strong>, baik heterotrof maupun autotrof, yang telah mati.</p>
26
<p>Dekomposer atau pengurai adalah<strong>organisme yang mampu menguraikan sisa makhluk hidup</strong>, baik heterotrof maupun autotrof, yang telah mati.</p>
27
<p>Dekomposer memainkan peran penting dalam mengembalikan zat-zat organik dari konsumen ke produsen melalui proses pembusukan. Proses ini menghasilkan zat anorganik sederhana yang diperlukan oleh produsen untuk membuat makanan.</p>
27
<p>Dekomposer memainkan peran penting dalam mengembalikan zat-zat organik dari konsumen ke produsen melalui proses pembusukan. Proses ini menghasilkan zat anorganik sederhana yang diperlukan oleh produsen untuk membuat makanan.</p>
28
<p>Contoh dekomposer meliputi ganggang, cacing, jamur, bakteri, dan mikroorganisme lain yang ditemukan di berbagai lingkungan seperti darat, air, maupun udara.</p>
28
<p>Contoh dekomposer meliputi ganggang, cacing, jamur, bakteri, dan mikroorganisme lain yang ditemukan di berbagai lingkungan seperti darat, air, maupun udara.</p>
29
<p><strong>Baca Juga:<a>Benarkah Penyumbang Oksigen Terbesar Bumi Berasal dari Pohon?</a></strong></p>
29
<p><strong>Baca Juga:<a>Benarkah Penyumbang Oksigen Terbesar Bumi Berasal dari Pohon?</a></strong></p>
30
<h3><b>2. Komponen Abiotik</b></h3>
30
<h3><b>2. Komponen Abiotik</b></h3>
31
<p>Komponen abiotik<strong>mencakup unsur-unsur tidak hidup yang terdapat di lingkungan</strong>dan sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup makhluk hidup.</p>
31
<p>Komponen abiotik<strong>mencakup unsur-unsur tidak hidup yang terdapat di lingkungan</strong>dan sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup makhluk hidup.</p>
32
<p>Komponen ini meliputi faktor kimiawi, seperti<strong>senyawa anorganik</strong>(H2O, N2, O2, CO2, mineral) dan<strong>senyawa organik</strong>(karbohidrat, protein), serta<strong>faktor fisik</strong>seperti suhu, sinar matahari, angin, air, udara, kelembapan, cahaya, pH, salinitas, dan topografi.</p>
32
<p>Komponen ini meliputi faktor kimiawi, seperti<strong>senyawa anorganik</strong>(H2O, N2, O2, CO2, mineral) dan<strong>senyawa organik</strong>(karbohidrat, protein), serta<strong>faktor fisik</strong>seperti suhu, sinar matahari, angin, air, udara, kelembapan, cahaya, pH, salinitas, dan topografi.</p>
33
<p>Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi untuk menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan dalam ekosistem.</p>
33
<p>Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi untuk menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan dalam ekosistem.</p>
34
<h2><b>Ciri-Ciri Ekosistem</b></h2>
34
<h2><b>Ciri-Ciri Ekosistem</b></h2>
35
<p>Ciri-ciri ekosistem secara umum adalah sebagai berikut:</p>
35
<p>Ciri-ciri ekosistem secara umum adalah sebagai berikut:</p>
36
<h3><b>1. Memiliki Komponen Abiotik dan Biotik</b></h3>
36
<h3><b>1. Memiliki Komponen Abiotik dan Biotik</b></h3>
37
<p>Ekosistem terdiri dari komponen biotik (organisme hidup) dan komponen abiotik (faktor non-hidup). Komponen abiotik meliputi iklim, suhu, tanah, air, sinar matahari, dan elemen fisik lainnya. </p>
37
<p>Ekosistem terdiri dari komponen biotik (organisme hidup) dan komponen abiotik (faktor non-hidup). Komponen abiotik meliputi iklim, suhu, tanah, air, sinar matahari, dan elemen fisik lainnya. </p>
38
<h3><b>2. Aliran Energi dan Siklus Materi</b></h3>
38
<h3><b>2. Aliran Energi dan Siklus Materi</b></h3>
39
<p>Ekosistem melibatkan aliran energi melalui rantai makanan dan siklus materi. </p>
39
<p>Ekosistem melibatkan aliran energi melalui rantai makanan dan siklus materi. </p>
40
<h3><b>3. Keseimbangan Ekologis</b></h3>
40
<h3><b>3. Keseimbangan Ekologis</b></h3>
41
<p>Ekosistem cenderung menuju keseimbangan ekologis, di mana populasi organisme dapat berfluktuasi tetapi tetap relatif stabil. </p>
41
<p>Ekosistem cenderung menuju keseimbangan ekologis, di mana populasi organisme dapat berfluktuasi tetapi tetap relatif stabil. </p>
42
<h3><b>4. Interaksi Antar Organisme</b></h3>
42
<h3><b>4. Interaksi Antar Organisme</b></h3>
43
<p>Organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, misalnya melalui hubungan predator-mangsa, simbiosis, atau kompetisi.</p>
43
<p>Organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, misalnya melalui hubungan predator-mangsa, simbiosis, atau kompetisi.</p>
44
<h3><b>5. Keanekaragaman Hayati</b></h3>
44
<h3><b>5. Keanekaragaman Hayati</b></h3>
45
<p>Ekosistem memiliki beragam spesies organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.</p>
45
<p>Ekosistem memiliki beragam spesies organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.</p>
46
<h3><b>6. Peran Lingkungan Fisik</b></h3>
46
<h3><b>6. Peran Lingkungan Fisik</b></h3>
47
<p>Faktor-faktor lingkungan fisik seperti iklim, tanah, dan air sangat mempengaruhi ekosistem.</p>
47
<p>Faktor-faktor lingkungan fisik seperti iklim, tanah, dan air sangat mempengaruhi ekosistem.</p>
48
<p><b>Baca Juga:</b><a><b>Apa Saja Jenis-Jenis Interaksi dalam Ekosistem?</b></a></p>
48
<p><b>Baca Juga:</b><a><b>Apa Saja Jenis-Jenis Interaksi dalam Ekosistem?</b></a></p>
49
<h2><b>Fungsi Ekosistem untuk Makhluk Hidup dan Lingkungan</b></h2>
49
<h2><b>Fungsi Ekosistem untuk Makhluk Hidup dan Lingkungan</b></h2>
50
<p>Ekosistem memainkan peran penting dalam kehidupan dan membawa berbagai manfaat untuk kita. Manfaat ekosistem untuk makhluk hidup dan lingkungan, di antaranya:</p>
50
<p>Ekosistem memainkan peran penting dalam kehidupan dan membawa berbagai manfaat untuk kita. Manfaat ekosistem untuk makhluk hidup dan lingkungan, di antaranya:</p>
51
<ul><li><strong>Mendukung Kehidupan</strong>→ Ekosistem menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan udara.</li>
51
<ul><li><strong>Mendukung Kehidupan</strong>→ Ekosistem menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan udara.</li>
52
<li><strong>Pengatur Iklim</strong>→ Ekosistem seperti hutan hujan tropis berfungsi sebagai penyerap karbondioksida.</li>
52
<li><strong>Pengatur Iklim</strong>→ Ekosistem seperti hutan hujan tropis berfungsi sebagai penyerap karbondioksida.</li>
53
<li><strong>Pengelola Limbah</strong>→ Dekomposer dalam ekosistem menguraikan limbah organik menjadi bahan yang bermanfaat.</li>
53
<li><strong>Pengelola Limbah</strong>→ Dekomposer dalam ekosistem menguraikan limbah organik menjadi bahan yang bermanfaat.</li>
54
<li><strong>Konservasi Keanekaragaman Hayati</strong>→ Ekosistem menjaga keberlanjutan berbagai spesies makhluk hidup.</li>
54
<li><strong>Konservasi Keanekaragaman Hayati</strong>→ Ekosistem menjaga keberlanjutan berbagai spesies makhluk hidup.</li>
55
</ul><h2>Jenis-Jenis Ekosistem </h2>
55
</ul><h2>Jenis-Jenis Ekosistem </h2>
56
<p>Secara umum, ekosistem dibagi menjadi dua jenis, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Berikut penjelasan dan contohnya!</p>
56
<p>Secara umum, ekosistem dibagi menjadi dua jenis, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Berikut penjelasan dan contohnya!</p>
57
<h3><b>A. Ekosistem Alami</b></h3>
57
<h3><b>A. Ekosistem Alami</b></h3>
58
<p>Ekosistem alami adalah ekosistem yang<strong>terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia</strong>. Ekosistem alami terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu<strong>ekosistem akuatik (air) dan ekosistem terestrial (darat)</strong>.</p>
58
<p>Ekosistem alami adalah ekosistem yang<strong>terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia</strong>. Ekosistem alami terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu<strong>ekosistem akuatik (air) dan ekosistem terestrial (darat)</strong>.</p>
59
<h4><strong>1. Ekosistem Akuatik (Air)</strong></h4>
59
<h4><strong>1. Ekosistem Akuatik (Air)</strong></h4>
60
<p>Ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang<strong>didominasi oleh air sebagai komponen abiotiknya</strong>. Macam-macam ekosistem akuatik adalah sebagai berikut:</p>
60
<p>Ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang<strong>didominasi oleh air sebagai komponen abiotiknya</strong>. Macam-macam ekosistem akuatik adalah sebagai berikut:</p>
61
<ul><li><h5><b>Ekosistem Air Tawar</b></h5>
61
<ul><li><h5><b>Ekosistem Air Tawar</b></h5>
62
</li>
62
</li>
63
</ul><p>Sesuai namanya, ekosistem air tawar merupakan ekosistem yang didominasi oleh air tawar seperti sungai dan danau. Ekosistem ini cenderung memiliki variasi suhu yang kecil, penetrasi cahaya yang rendah, konsentrasi garam yang rendah atau kurang dari 1%, dan dipengaruhi oleh iklim serta cuaca.</p>
63
</ul><p>Sesuai namanya, ekosistem air tawar merupakan ekosistem yang didominasi oleh air tawar seperti sungai dan danau. Ekosistem ini cenderung memiliki variasi suhu yang kecil, penetrasi cahaya yang rendah, konsentrasi garam yang rendah atau kurang dari 1%, dan dipengaruhi oleh iklim serta cuaca.</p>
64
<p><strong>Bioma air tawar meliputi</strong><strong>danau, sungai, dan rawa-rawa (<i>wetland</i>)</strong>. Danau atau kolam merupakan perairan tawar yang memiliki luasan tertentu. Sementara sungai adalah badan air yang mengalir dari hulu ke hilir. Kemudian, rawa-rawa sendiri merupakan genangan air yang mendukung kehidupan tanaman-tanaman air. </p>
64
<p><strong>Bioma air tawar meliputi</strong><strong>danau, sungai, dan rawa-rawa (<i>wetland</i>)</strong>. Danau atau kolam merupakan perairan tawar yang memiliki luasan tertentu. Sementara sungai adalah badan air yang mengalir dari hulu ke hilir. Kemudian, rawa-rawa sendiri merupakan genangan air yang mendukung kehidupan tanaman-tanaman air. </p>
65
<ul><li><h5><b>Ekosistem Air Laut</b></h5>
65
<ul><li><h5><b>Ekosistem Air Laut</b></h5>
66
</li>
66
</li>
67
</ul><p>Air laut mendominasi permukaan bumi hingga 75%.<strong>Sumber air yang ada di bumi 97% berasal dari laut</strong>. Ekosistem ini memiliki kadar garam (salinitas) tinggi dengan ion klorida mencapai 55%.</p>
67
</ul><p>Air laut mendominasi permukaan bumi hingga 75%.<strong>Sumber air yang ada di bumi 97% berasal dari laut</strong>. Ekosistem ini memiliki kadar garam (salinitas) tinggi dengan ion klorida mencapai 55%.</p>
68
<p><strong>Bioma air laut terdiri dari</strong><strong>lautan dan estuari</strong>. Lautan adalah ekosistem terbesar yang ada dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bioma estuari merupakan perairan payau yang terbentuk akibat percampuran air laut dan air tawar. </p>
68
<p><strong>Bioma air laut terdiri dari</strong><strong>lautan dan estuari</strong>. Lautan adalah ekosistem terbesar yang ada dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bioma estuari merupakan perairan payau yang terbentuk akibat percampuran air laut dan air tawar. </p>
69
<ul><li><h5><b>Ekosistem Lamun</b></h5>
69
<ul><li><h5><b>Ekosistem Lamun</b></h5>
70
</li>
70
</li>
71
</ul><p>Lamun atau<em>seagrass</em>merupakan satu‑satunya<strong>kelompok tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut</strong>. Tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti halnya rumput di darat, lamun memiliki tunas berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai merayap yang efektif untuk berkembang biak.</p>
71
</ul><p>Lamun atau<em>seagrass</em>merupakan satu‑satunya<strong>kelompok tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut</strong>. Tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti halnya rumput di darat, lamun memiliki tunas berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai merayap yang efektif untuk berkembang biak.</p>
72
<p>Berbeda dengan tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), tumbuhan lamun dapat berbunga, berbuah, serta menghasilkan biji. Lamun juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat hara.</p>
72
<p>Berbeda dengan tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), tumbuhan lamun dapat berbunga, berbuah, serta menghasilkan biji. Lamun juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat hara.</p>
73
<p>Gambar Ekosistem Lamun. (Sumber: lcdi-indonesia.id)</p>
73
<p>Gambar Ekosistem Lamun. (Sumber: lcdi-indonesia.id)</p>
74
<ul><li><h5><b>Ekosistem Muara</b></h5>
74
<ul><li><h5><b>Ekosistem Muara</b></h5>
75
</li>
75
</li>
76
</ul><p>Muara merupakan<strong>pertemuan antara sungai dan laut</strong>. Ekosistem ini kaya akan nutrisi dan sangat produktif. Tumbuhan seperti rumput rawa garam dan fitoplankton, serta hewan seperti kepiting dan ikan hidup di ekosistem ini.</p>
76
</ul><p>Muara merupakan<strong>pertemuan antara sungai dan laut</strong>. Ekosistem ini kaya akan nutrisi dan sangat produktif. Tumbuhan seperti rumput rawa garam dan fitoplankton, serta hewan seperti kepiting dan ikan hidup di ekosistem ini.</p>
77
<ul><li><h5><b>Ekosistem Pantai</b></h5>
77
<ul><li><h5><b>Ekosistem Pantai</b></h5>
78
</li>
78
</li>
79
</ul><p>Ekosistem pantai<strong>didominasi oleh tumbuhan seperti</strong><strong><em>mangrove</em></strong><strong>atau bakau</strong>yang tahan terhadap angin dan ombak.</p>
79
</ul><p>Ekosistem pantai<strong>didominasi oleh tumbuhan seperti</strong><strong><em>mangrove</em></strong><strong>atau bakau</strong>yang tahan terhadap angin dan ombak.</p>
80
<ul><li><h5><b>Ekosistem Sungai</b></h5>
80
<ul><li><h5><b>Ekosistem Sungai</b></h5>
81
</li>
81
</li>
82
</ul><p>Ekosistem sungai memiliki<strong>air yang mengalir, dingin, dan jernih, dengan kadar oksigen tinggi</strong>akibat aliran konstan. Hewan yang ditemukan meliputi ikan, kura-kura, ular, dan buaya.</p>
82
</ul><p>Ekosistem sungai memiliki<strong>air yang mengalir, dingin, dan jernih, dengan kadar oksigen tinggi</strong>akibat aliran konstan. Hewan yang ditemukan meliputi ikan, kura-kura, ular, dan buaya.</p>
83
<ul><li><h5><b>Ekosistem Terumbu Karang</b></h5>
83
<ul><li><h5><b>Ekosistem Terumbu Karang</b></h5>
84
</li>
84
</li>
85
</ul><p>Ekosistem ini<strong>terletak di dekat pantai</strong>, kaya akan invertebrata, mikroorganisme, dan ikan. Terumbu karang berperan penting dalam ekosistem pantai.</p>
85
</ul><p>Ekosistem ini<strong>terletak di dekat pantai</strong>, kaya akan invertebrata, mikroorganisme, dan ikan. Terumbu karang berperan penting dalam ekosistem pantai.</p>
86
<ul><li><h5><b>Ekosistem Laut Dalam</b></h5>
86
<ul><li><h5><b>Ekosistem Laut Dalam</b></h5>
87
</li>
87
</li>
88
</ul><p>Ekosistem ini<strong>berada di kedalaman lebih dari 6.000 meter</strong>, dihuni oleh organisme seperti ikan laut bercahaya dan bakteri yang bersimbiosis dengan karang.</p>
88
</ul><p>Ekosistem ini<strong>berada di kedalaman lebih dari 6.000 meter</strong>, dihuni oleh organisme seperti ikan laut bercahaya dan bakteri yang bersimbiosis dengan karang.</p>
89
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Sumber Daya Alam, Potensi & Persebarannya</a></strong></p>
89
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Sumber Daya Alam, Potensi & Persebarannya</a></strong></p>
90
<h4><b>2. Ekosistem Terestrial (Darat)</b></h4>
90
<h4><b>2. Ekosistem Terestrial (Darat)</b></h4>
91
<p>Ekosistem terestrial merupakan<strong>ekosistem yang bergantung pada suhu dan curah hujan suatu wilayah</strong>. Pola ekosistem ini dapat berubah akibat aktivitas manusia, terjadinya kebakaran, atau terjadinya petir. Macam-macam ekosistem terestrial antara lain:</p>
91
<p>Ekosistem terestrial merupakan<strong>ekosistem yang bergantung pada suhu dan curah hujan suatu wilayah</strong>. Pola ekosistem ini dapat berubah akibat aktivitas manusia, terjadinya kebakaran, atau terjadinya petir. Macam-macam ekosistem terestrial antara lain:</p>
92
<ul><li><h5><b>Gurun</b></h5>
92
<ul><li><h5><b>Gurun</b></h5>
93
</li>
93
</li>
94
</ul><p>Ekosistem gurun merupakan<strong>daerah kering dengan curah hujan rendah</strong>dan<strong>perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam</strong>. Kondisi gurun yang cukup ekstrim membuatnya hanya dapat ditempati oleh beberapa jenis makhluk hidup saja. Contohnya adalah kaktus, unta, ular, dan lain-lain. </p>
94
</ul><p>Ekosistem gurun merupakan<strong>daerah kering dengan curah hujan rendah</strong>dan<strong>perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam</strong>. Kondisi gurun yang cukup ekstrim membuatnya hanya dapat ditempati oleh beberapa jenis makhluk hidup saja. Contohnya adalah kaktus, unta, ular, dan lain-lain. </p>
95
<p>Gurun Danakil, Ethiopia. (sumber: africa-discovery.com)</p>
95
<p>Gurun Danakil, Ethiopia. (sumber: africa-discovery.com)</p>
96
<ul><li><h5><b>Hutan Gugur</b></h5>
96
<ul><li><h5><b>Hutan Gugur</b></h5>
97
</li>
97
</li>
98
</ul><p>Ekosistem hutan gugur merupakan<strong>ekosistem yang terdapat di iklim sedang</strong>, dengan<strong>curah hujan merata sepanjang tahun</strong>.</p>
98
</ul><p>Ekosistem hutan gugur merupakan<strong>ekosistem yang terdapat di iklim sedang</strong>, dengan<strong>curah hujan merata sepanjang tahun</strong>.</p>
99
<ul><li><h5><b>Taiga</b></h5>
99
<ul><li><h5><b>Taiga</b></h5>
100
</li>
100
</li>
101
</ul><p>Ekosistem taiga adalah ekosistem yang<strong>berada di wilayah utara bumi</strong>atau pegunungan tropis. Bioma taiga<strong>beriklim dingin</strong>yang<strong>didominasi oleh jenis tumbuhan konifer</strong>(pohon) sehingga dapat disebut hutan boreal.</p>
101
</ul><p>Ekosistem taiga adalah ekosistem yang<strong>berada di wilayah utara bumi</strong>atau pegunungan tropis. Bioma taiga<strong>beriklim dingin</strong>yang<strong>didominasi oleh jenis tumbuhan konifer</strong>(pohon) sehingga dapat disebut hutan boreal.</p>
102
<p>Gambar Bioma Taiga. (sumber: nomadictrails.com)</p>
102
<p>Gambar Bioma Taiga. (sumber: nomadictrails.com)</p>
103
<ul><li><h5><b>Hutan Sabana</b></h5>
103
<ul><li><h5><b>Hutan Sabana</b></h5>
104
</li>
104
</li>
105
</ul><p>Ekosistem hutan sabana adalah<strong>ekosistem padang rumput</strong>dengan beberapa pohon, ditemukan di wilayah dengan curah hujan sedang.</p>
105
</ul><p>Ekosistem hutan sabana adalah<strong>ekosistem padang rumput</strong>dengan beberapa pohon, ditemukan di wilayah dengan curah hujan sedang.</p>
106
<ul><li><h5><b>Padang Rumput</b></h5>
106
<ul><li><h5><b>Padang Rumput</b></h5>
107
</li>
107
</li>
108
</ul><p>Ekosistem padang rumput merupakan ekosistem yang<strong>terbentang dari daerah tropis ke subtropis</strong>, memiliki<strong>curah hujan rendah</strong>dan<strong>drainase cepat</strong>.</p>
108
</ul><p>Ekosistem padang rumput merupakan ekosistem yang<strong>terbentang dari daerah tropis ke subtropis</strong>, memiliki<strong>curah hujan rendah</strong>dan<strong>drainase cepat</strong>.</p>
109
<ul><li><h5><b>Tundra</b></h5>
109
<ul><li><h5><b>Tundra</b></h5>
110
</li>
110
</li>
111
</ul><p>Ekosistem tundra adalah ekosistem yang<strong>berada di lingkaran kutub utara atau puncak gunung tinggi</strong>, dengan tumbuhan seperti lumut kerak dan rumput alang-alang.</p>
111
</ul><p>Ekosistem tundra adalah ekosistem yang<strong>berada di lingkaran kutub utara atau puncak gunung tinggi</strong>, dengan tumbuhan seperti lumut kerak dan rumput alang-alang.</p>
112
<ul><li><h5><b>Karst</b></h5>
112
<ul><li><h5><b>Karst</b></h5>
113
</li>
113
</li>
114
</ul><p>Ekosistem karst merupakan<strong>kawasan batu gamping dengan tanah yang kurang subur dan rentan erosi</strong>, memiliki keanekaragaman hayati yang unik.</p>
114
</ul><p>Ekosistem karst merupakan<strong>kawasan batu gamping dengan tanah yang kurang subur dan rentan erosi</strong>, memiliki keanekaragaman hayati yang unik.</p>
115
<ul><li><h5><b>Hutan Hujan Tropis</b></h5>
115
<ul><li><h5><b>Hutan Hujan Tropis</b></h5>
116
</li>
116
</li>
117
</ul><p>Ekosistem hutan hujan tropis merupakan ekosistem yang memiliki<strong>curah hujan tinggi dan biodiversitas yang kaya</strong>, dihuni oleh berbagai spesies tumbuhan dan hewan.<strong>Indonesia</strong><strong>memiliki banyak bioma hutan tropis</strong>di setiap pulaunya. Hal itulah yang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan biodiversitas tertinggi di dunia.</p>
117
</ul><p>Ekosistem hutan hujan tropis merupakan ekosistem yang memiliki<strong>curah hujan tinggi dan biodiversitas yang kaya</strong>, dihuni oleh berbagai spesies tumbuhan dan hewan.<strong>Indonesia</strong><strong>memiliki banyak bioma hutan tropis</strong>di setiap pulaunya. Hal itulah yang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan biodiversitas tertinggi di dunia.</p>
118
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Bioma di Dunia Beserta Ciri dan Contohnya</a></strong></p>
118
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Bioma di Dunia Beserta Ciri dan Contohnya</a></strong></p>
119
<h3><b>B. Ekosistem Buatan </b></h3>
119
<h3><b>B. Ekosistem Buatan </b></h3>
120
<p>Ekosistem buatan adalah<strong>ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan tertentu</strong>. Keanekaragaman hayatinya cenderung rendah karena didominasi oleh campur tangan manusia. Contoh ekosistem buatan di antaranya yaitu:</p>
120
<p>Ekosistem buatan adalah<strong>ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan tertentu</strong>. Keanekaragaman hayatinya cenderung rendah karena didominasi oleh campur tangan manusia. Contoh ekosistem buatan di antaranya yaitu:</p>
121
<ul><li>Hutan produksi, seperti hutan jati dan hutan pinus.</li>
121
<ul><li>Hutan produksi, seperti hutan jati dan hutan pinus.</li>
122
<li>Bendungan.</li>
122
<li>Bendungan.</li>
123
<li>Agroekosistem (sawah tadah hujan atau irigasi).</li>
123
<li>Agroekosistem (sawah tadah hujan atau irigasi).</li>
124
<li>Perkebunan sawit.</li>
124
<li>Perkebunan sawit.</li>
125
<li>Ekosistem permukiman (kota atau desa), dan lain sebagainya.</li>
125
<li>Ekosistem permukiman (kota atau desa), dan lain sebagainya.</li>
126
</ul><p>Gimana nih gengs? Udah paham mengenai pengertian ekosistem, ciri-ciri, hingga macam-macam ekosistem dan contohnya. Semoga paham ya dengan penjelasan di atas. Tapi, kalo memang masih ada yang bingung, yuk kita belajar lebih lanjut di<strong><a>aplikasi Ruangguru</a></strong>!<em>Download</em>aplikasinya sekarang, ya!</p>
126
</ul><p>Gimana nih gengs? Udah paham mengenai pengertian ekosistem, ciri-ciri, hingga macam-macam ekosistem dan contohnya. Semoga paham ya dengan penjelasan di atas. Tapi, kalo memang masih ada yang bingung, yuk kita belajar lebih lanjut di<strong><a>aplikasi Ruangguru</a></strong>!<em>Download</em>aplikasinya sekarang, ya!</p>
127
<p><strong>Referensi:</strong></p>
127
<p><strong>Referensi:</strong></p>
128
<p>https://www.gramedia.com/literasi/ekosistem/ (Diakses pada 26 November 2024)</p>
128
<p>https://www.gramedia.com/literasi/ekosistem/ (Diakses pada 26 November 2024)</p>
129
<p>https://lindungihutan.com/blog/ekosistem/ (Diakses pada 26 November 2024)</p>
129
<p>https://lindungihutan.com/blog/ekosistem/ (Diakses pada 26 November 2024)</p>
130
130