0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p><em>Di artikel Matematika kelas 12 ini, kita akan belajar mengenai konsep dasar, rumus, dan cara menghitung teori peluang suatu kejadian. Yuk, simak selengkapnya!</em></p>
1
<p><em>Di artikel Matematika kelas 12 ini, kita akan belajar mengenai konsep dasar, rumus, dan cara menghitung teori peluang suatu kejadian. Yuk, simak selengkapnya!</em></p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
<p>Wih udah kelas 12 nih, dikit lagi lanjut kuliah. Pasti sekarang kamu lagi mempersiapkan strategi jitu, supaya gak salah<a>pilih kampus dan jurusan impian</a>. Kamu wajib banget untuk cek peluang program studi yang bakal kamu ambil. Nanti, kamu bisa cek lebih lanjut banyaknya daya tampung dan peminat di tahun sebelumnya.</p>
3
<p>Wih udah kelas 12 nih, dikit lagi lanjut kuliah. Pasti sekarang kamu lagi mempersiapkan strategi jitu, supaya gak salah<a>pilih kampus dan jurusan impian</a>. Kamu wajib banget untuk cek peluang program studi yang bakal kamu ambil. Nanti, kamu bisa cek lebih lanjut banyaknya daya tampung dan peminat di tahun sebelumnya.</p>
4
<p>Pokoknya sih, harus jago cari peluang, supaya kamu bisa lolos di kampus impianmu.</p>
4
<p>Pokoknya sih, harus jago cari peluang, supaya kamu bisa lolos di kampus impianmu.</p>
5
<p>Nah, kayak yang udah disinggung sebelumnya tentang peluang. Pas banget nih, di<a>artikel Matematika kelas 12</a>kali ini, kita mau bahas tentang rumus peluang suatu kejadian. Kamu tau nggak nih, apa yang dimaksud dengan peluang suatu kejadian?</p>
5
<p>Nah, kayak yang udah disinggung sebelumnya tentang peluang. Pas banget nih, di<a>artikel Matematika kelas 12</a>kali ini, kita mau bahas tentang rumus peluang suatu kejadian. Kamu tau nggak nih, apa yang dimaksud dengan peluang suatu kejadian?</p>
6
<h2>Pengertian Peluang Suatu Kejadian</h2>
6
<h2>Pengertian Peluang Suatu Kejadian</h2>
7
<p>Singkatnya, peluang suatu kejadian itu adalah kemungkinan dari suatu kejadian. Selain peluang lolos di kampus impian, banyak contoh lain tentang peluang, ya. Bisa peluang mendapatkan bola berwarna merah, peluang menang lomba, peluang turun hujan, dan masih banyak lagi.</p>
7
<p>Singkatnya, peluang suatu kejadian itu adalah kemungkinan dari suatu kejadian. Selain peluang lolos di kampus impian, banyak contoh lain tentang peluang, ya. Bisa peluang mendapatkan bola berwarna merah, peluang menang lomba, peluang turun hujan, dan masih banyak lagi.</p>
8
<p>Tapi sebelum kita lanjut, ada beberapa hal atau istilah-istilah dasar yang ada di peluang kejadian ini. Jadi, kamu wajib paham karena istilah-istilah ini akan selalu ada di materi peluang.</p>
8
<p>Tapi sebelum kita lanjut, ada beberapa hal atau istilah-istilah dasar yang ada di peluang kejadian ini. Jadi, kamu wajib paham karena istilah-istilah ini akan selalu ada di materi peluang.</p>
9
<p>Baca Juga:<a>Memahami Istilah dalam Peluang: Percobaan, Titik Sampel & Ruang Sampel</a></p>
9
<p>Baca Juga:<a>Memahami Istilah dalam Peluang: Percobaan, Titik Sampel & Ruang Sampel</a></p>
10
<h2><strong>Rumus Peluang Suatu Kejadian</strong></h2>
10
<h2><strong>Rumus Peluang Suatu Kejadian</strong></h2>
11
<p>Peluang atau kemungkinan, secara teoritis artinya<strong>perbandingan antara banyaknya suatu kejadian dengan banyaknya seluruh kemungkinan yang terjadi</strong>. Jadi, kita bisa tuliskan rumus peluang kejadian, seperti ini:</p>
11
<p>Peluang atau kemungkinan, secara teoritis artinya<strong>perbandingan antara banyaknya suatu kejadian dengan banyaknya seluruh kemungkinan yang terjadi</strong>. Jadi, kita bisa tuliskan rumus peluang kejadian, seperti ini:</p>
12
<p>Selain rumus peluang suatu kejadian di atas, ada juga sifat-sifat peluang suatu kejadian yang wajib kamu tau. Di antaranya sebagai berikut:</p>
12
<p>Selain rumus peluang suatu kejadian di atas, ada juga sifat-sifat peluang suatu kejadian yang wajib kamu tau. Di antaranya sebagai berikut:</p>
13
<p>Nah, penting untuk kamu ingat, jika kamu menemukan soal peluang yang<strong>memperhatikan urutan/susunannya,</strong>misal ada keterangan “diambil berurutan”,<strong>maka kamu harus hitung dengan rumus permutasi.</strong>Sebaliknya,<strong>kalau pada soal disuruh untuk diambil secara acak atau tidak memperhatikan urutan, maka kamu pakai rumus kombinasi.</strong></p>
13
<p>Nah, penting untuk kamu ingat, jika kamu menemukan soal peluang yang<strong>memperhatikan urutan/susunannya,</strong>misal ada keterangan “diambil berurutan”,<strong>maka kamu harus hitung dengan rumus permutasi.</strong>Sebaliknya,<strong>kalau pada soal disuruh untuk diambil secara acak atau tidak memperhatikan urutan, maka kamu pakai rumus kombinasi.</strong></p>
14
<p>Hayooo, kamu masih ingat nggak dengan rumus permutasi dan rumus kombinasi? Kalo lupa, coba perhatikan gambar di bawah ini, ya!</p>
14
<p>Hayooo, kamu masih ingat nggak dengan rumus permutasi dan rumus kombinasi? Kalo lupa, coba perhatikan gambar di bawah ini, ya!</p>
15
<p>Nah, sebelum lanjut ke latihan soal, ada beberapa ringkasan langkah-langkah untuk<em>nentuin</em>hasil peluang suatu kejadian:</p>
15
<p>Nah, sebelum lanjut ke latihan soal, ada beberapa ringkasan langkah-langkah untuk<em>nentuin</em>hasil peluang suatu kejadian:</p>
16
<ol><li>Kamu harus menentukan ruang sampelnya atau<em>n(S)</em>terlebih dahulu.</li>
16
<ol><li>Kamu harus menentukan ruang sampelnya atau<em>n(S)</em>terlebih dahulu.</li>
17
<li>Menentukan kejadian peluang atau<em>n(A)</em>yang dikehendaki.</li>
17
<li>Menentukan kejadian peluang atau<em>n(A)</em>yang dikehendaki.</li>
18
<li>Terakhir tinggal kamu tentuin peluang nya dengan rumus di atas tadi.</li>
18
<li>Terakhir tinggal kamu tentuin peluang nya dengan rumus di atas tadi.</li>
19
</ol><p>Baca Juga:<a>Yuk, Belajar 5 Jenis Permutasi pada Teori Peluang!</a></p>
19
</ol><p>Baca Juga:<a>Yuk, Belajar 5 Jenis Permutasi pada Teori Peluang!</a></p>
20
<p>Yuk, langsung aja kita terapkan ke latihan soal!</p>
20
<p>Yuk, langsung aja kita terapkan ke latihan soal!</p>
21
<h2><strong>Cara Menghitung Peluang Suatu Kejadian</strong></h2>
21
<h2><strong>Cara Menghitung Peluang Suatu Kejadian</strong></h2>
22
<p>Empat bola diambil secara acak dari sebuah box yang berisi 15 buah bola. Karena salah penempatan, 3 bola kempis dan tidak bisa digunakan. Peluang terambilnya empat bola yang tidak kempis adalah….</p>
22
<p>Empat bola diambil secara acak dari sebuah box yang berisi 15 buah bola. Karena salah penempatan, 3 bola kempis dan tidak bisa digunakan. Peluang terambilnya empat bola yang tidak kempis adalah….</p>
23
<ol><li>0</li>
23
<ol><li>0</li>
24
<li>0,23</li>
24
<li>0,23</li>
25
<li>0,36</li>
25
<li>0,36</li>
26
<li>0,42</li>
26
<li>0,42</li>
27
<li>0,46</li>
27
<li>0,46</li>
28
</ol><p><strong>Pembahasan:</strong></p>
28
</ol><p><strong>Pembahasan:</strong></p>
29
<p>Dari soal diketahui ada 15 bola dan 3 diantaranya kempis. Jadi, sisa 12 bola yang bisa digunakan. </p>
29
<p>Dari soal diketahui ada 15 bola dan 3 diantaranya kempis. Jadi, sisa 12 bola yang bisa digunakan. </p>
30
<p>Nah, karena dari soal tidak ada aturan urutan dalam pengambilan bola, jadi rumus yang kita pakai adalah rumus kombinasi.</p>
30
<p>Nah, karena dari soal tidak ada aturan urutan dalam pengambilan bola, jadi rumus yang kita pakai adalah rumus kombinasi.</p>
31
<p>Cari n(S) terlebih dahulu:</p>
31
<p>Cari n(S) terlebih dahulu:</p>
32
<p>Banyak cara mengambil 4 bola dari 15 bola adalah</p>
32
<p>Banyak cara mengambil 4 bola dari 15 bola adalah</p>
33
<p>Next, kita cari n(A):</p>
33
<p>Next, kita cari n(A):</p>
34
<p>Banyak cara mengambil 4 bola dari 12 bola adalah</p>
34
<p>Banyak cara mengambil 4 bola dari 12 bola adalah</p>
35
<p>Jadi, peluang 4 bola yang terambil tidak pecah adalah</p>
35
<p>Jadi, peluang 4 bola yang terambil tidak pecah adalah</p>
36
<p>Ternyata gampang kan? yang terpenting kamu harus bisa bedain kapan kamu harus pakai rumus permutasi atau kombinasi, biar nggak salah hitung. Supaya lebih paham, di bawah ini ada satu contoh soal lagi, nih. Coba jawab bersama-sama lagi, ya.</p>
36
<p>Ternyata gampang kan? yang terpenting kamu harus bisa bedain kapan kamu harus pakai rumus permutasi atau kombinasi, biar nggak salah hitung. Supaya lebih paham, di bawah ini ada satu contoh soal lagi, nih. Coba jawab bersama-sama lagi, ya.</p>
37
<h2>Contoh Soal Peluang Suatu Kejadian</h2>
37
<h2>Contoh Soal Peluang Suatu Kejadian</h2>
38
<p>Terdapat sebuah kotak yang berisikan 10 buah balon, yang terdiri dari 3 balon merah dan 7 balon kuning. Hitunglah peluang terambil 3 balon kuning sekaligus!</p>
38
<p>Terdapat sebuah kotak yang berisikan 10 buah balon, yang terdiri dari 3 balon merah dan 7 balon kuning. Hitunglah peluang terambil 3 balon kuning sekaligus!</p>
39
<p>Pembahasan:</p>
39
<p>Pembahasan:</p>
40
<p>Untuk menghitung banyaknya cara pengambilan 3 balon kuning sekaligus dari 7 balon kuning, dapat digunakan rumus kombinasi:</p>
40
<p>Untuk menghitung banyaknya cara pengambilan 3 balon kuning sekaligus dari 7 balon kuning, dapat digunakan rumus kombinasi:</p>
41
<p>n(A) = 7C3</p>
41
<p>n(A) = 7C3</p>
42
<p>7C3 = 7! / (7-3)! × 3!</p>
42
<p>7C3 = 7! / (7-3)! × 3!</p>
43
<p> = 7 × 6 × 5 × 4! / 4! × 3 × 2 × 1</p>
43
<p> = 7 × 6 × 5 × 4! / 4! × 3 × 2 × 1</p>
44
<p> = 7 × 6 × 5 × 4! / 4! × 3 × 2 × 1</p>
44
<p> = 7 × 6 × 5 × 4! / 4! × 3 × 2 × 1</p>
45
<p> = 7 × 5 / 1</p>
45
<p> = 7 × 5 / 1</p>
46
<p> = 35</p>
46
<p> = 35</p>
47
<p>Untuk banyaknya cara pengambilan 3 balon dari 10 balon adalah:</p>
47
<p>Untuk banyaknya cara pengambilan 3 balon dari 10 balon adalah:</p>
48
<p>n(S) = 10C3</p>
48
<p>n(S) = 10C3</p>
49
<p>10C3 = 10! / (10-3)! × 3!</p>
49
<p>10C3 = 10! / (10-3)! × 3!</p>
50
<p> = 10 × 9 × 8 × 7! / 7! × 3 × 2 × 1</p>
50
<p> = 10 × 9 × 8 × 7! / 7! × 3 × 2 × 1</p>
51
<p> = 10 × 9 × 8 × 7! / 7! × 3 × 2 × 1</p>
51
<p> = 10 × 9 × 8 × 7! / 7! × 3 × 2 × 1</p>
52
<p> = 720/6</p>
52
<p> = 720/6</p>
53
<p> = 120</p>
53
<p> = 120</p>
54
<p>Lalu, kita hitung peluang terambil 3 balon kuning sekaligus:</p>
54
<p>Lalu, kita hitung peluang terambil 3 balon kuning sekaligus:</p>
55
<p>P(A) = n(A) / n(S) = 35/120 = 7/24 = 0,29</p>
55
<p>P(A) = n(A) / n(S) = 35/120 = 7/24 = 0,29</p>
56
<p>Jadi, jawaban yang tepat untuk contoh soal peluang acak di atas adalah 0,29.</p>
56
<p>Jadi, jawaban yang tepat untuk contoh soal peluang acak di atas adalah 0,29.</p>
57
<p>Baca Juga:<a>Konsep Kejadian Majemuk dalam Teori Peluang Matematika</a></p>
57
<p>Baca Juga:<a>Konsep Kejadian Majemuk dalam Teori Peluang Matematika</a></p>
58
<h2><strong>Pengertian Peluang Komplemen</strong></h2>
58
<h2><strong>Pengertian Peluang Komplemen</strong></h2>
59
<p>Di materi peluang kejadian ini, juga ada yang namanya peluang komplemen, simbolnya kayak gini nih Ac. Peluang komplemen sering juga tuh keluar di soal-soal ujian teori peluang. Kalau begitu, apa sih yang dimaksud peluang komplemen? Jadi, peluang komplemen (Ac) adalah peluang semua kejadian yang bukan A.</p>
59
<p>Di materi peluang kejadian ini, juga ada yang namanya peluang komplemen, simbolnya kayak gini nih Ac. Peluang komplemen sering juga tuh keluar di soal-soal ujian teori peluang. Kalau begitu, apa sih yang dimaksud peluang komplemen? Jadi, peluang komplemen (Ac) adalah peluang semua kejadian yang bukan A.</p>
60
<h2>Rumus Peluang Komplemen</h2>
60
<h2>Rumus Peluang Komplemen</h2>
61
<p>Peluang kejadian punya hubungan dengan peluang komplemen. Dari hubungan itu lah, kita bisa mendapatkan rumus peluang komplemen. Hubungan antara peluang kejadian A dengan komplemennya (Ac), antara lain:</p>
61
<p>Peluang kejadian punya hubungan dengan peluang komplemen. Dari hubungan itu lah, kita bisa mendapatkan rumus peluang komplemen. Hubungan antara peluang kejadian A dengan komplemennya (Ac), antara lain:</p>
62
<h2><strong>Cara Menghitung Peluang Komplemen</strong></h2>
62
<h2><strong>Cara Menghitung Peluang Komplemen</strong></h2>
63
<p>Diketahui suatu kantong berisi 8 bola merah, 4 bola putih, dan 2 bola hijau. Peluang terambilnya bola bukan merah adalah ….</p>
63
<p>Diketahui suatu kantong berisi 8 bola merah, 4 bola putih, dan 2 bola hijau. Peluang terambilnya bola bukan merah adalah ….</p>
64
<p>Pembahasan:</p>
64
<p>Pembahasan:</p>
65
<p>Misal: P(A)= peluang terambilnya bola merah</p>
65
<p>Misal: P(A)= peluang terambilnya bola merah</p>
66
<p>Maka, untuk mencari peluang terambilnya bola merah atau</p>
66
<p>Maka, untuk mencari peluang terambilnya bola merah atau</p>
67
<p>Yuk kita cari terlebih dahulu P(A) dengan rumus:</p>
67
<p>Yuk kita cari terlebih dahulu P(A) dengan rumus:</p>
68
<p>n(A) adalah banyaknya bola merah dalam kantong, berarti n(A)= 8</p>
68
<p>n(A) adalah banyaknya bola merah dalam kantong, berarti n(A)= 8</p>
69
<p>Sedangkan n(S) banyaknya sampel yaitu jumlah semua bola yang ada di kantong,</p>
69
<p>Sedangkan n(S) banyaknya sampel yaitu jumlah semua bola yang ada di kantong,</p>
70
<p> n(S) = 8 + 4+ 2 = 14.</p>
70
<p> n(S) = 8 + 4+ 2 = 14.</p>
71
<p>langsung aja kita substitusi ke rumus:</p>
71
<p>langsung aja kita substitusi ke rumus:</p>
72
<p>Baca Juga:<a>Kombinasi dan Binomial Newton dalam Aturan Pencacahan</a></p>
72
<p>Baca Juga:<a>Kombinasi dan Binomial Newton dalam Aturan Pencacahan</a></p>
73
<h2>Contoh Soal Peluang Komplemen</h2>
73
<h2>Contoh Soal Peluang Komplemen</h2>
74
<p>Tiga uang koin dilempar secara bersamaan. Peluang tidak muncul gambar satu pun adalah…</p>
74
<p>Tiga uang koin dilempar secara bersamaan. Peluang tidak muncul gambar satu pun adalah…</p>
75
<p>Pembahasan:</p>
75
<p>Pembahasan:</p>
76
<p>Misal: P(A) = peluang munculnya gambar</p>
76
<p>Misal: P(A) = peluang munculnya gambar</p>
77
<p>Maka, untuk mencari peluang tidak muncul gambar adalah P(Ac) = 1 - P(A)</p>
77
<p>Maka, untuk mencari peluang tidak muncul gambar adalah P(Ac) = 1 - P(A)</p>
78
<p>Cari terlebih dahulu P(A) dengan rumus:</p>
78
<p>Cari terlebih dahulu P(A) dengan rumus:</p>
79
<p>P(A) = n(A) / n(S)</p>
79
<p>P(A) = n(A) / n(S)</p>
80
<p>n(A) adalah banyaknya gambar yang ada pada ruang sampel, berarti n(A) = 7</p>
80
<p>n(A) adalah banyaknya gambar yang ada pada ruang sampel, berarti n(A) = 7</p>
81
<p>Sedangkan n(S) adalah banyaknya sampel, berarti n(S) = 8 </p>
81
<p>Sedangkan n(S) adalah banyaknya sampel, berarti n(S) = 8 </p>
82
<p>Langsung kita substitusi ke rumus: </p>
82
<p>Langsung kita substitusi ke rumus: </p>
83
<p>P(A) = n(A) / n(S) = 7/8</p>
83
<p>P(A) = n(A) / n(S) = 7/8</p>
84
<p>Lalu, kita cari peluang komplemennya:</p>
84
<p>Lalu, kita cari peluang komplemennya:</p>
85
<p>P(Ac) = 1 - P(A) = 1 - 7/8 = 8/8 - 7/8 = 1/8 = 0,125</p>
85
<p>P(Ac) = 1 - P(A) = 1 - 7/8 = 8/8 - 7/8 = 1/8 = 0,125</p>
86
<p>Jadi, peluang tidak muncul gambar satu pun adalah 0,125.</p>
86
<p>Jadi, peluang tidak muncul gambar satu pun adalah 0,125.</p>
87
<h2><strong>Frekuensi Harapan Suatu Kejadian </strong></h2>
87
<h2><strong>Frekuensi Harapan Suatu Kejadian </strong></h2>
88
<p>Ketika kamu belajar peluang kejadian, jangan bingung kalo kamu nemuin frekuensi harapan. Frekuensi harapan atau disimbolkan dengan Fh(A), bisa juga disebut sebagai ekspektasi suatu kejadian. </p>
88
<p>Ketika kamu belajar peluang kejadian, jangan bingung kalo kamu nemuin frekuensi harapan. Frekuensi harapan atau disimbolkan dengan Fh(A), bisa juga disebut sebagai ekspektasi suatu kejadian. </p>
89
<p>Kalo suatu percobaan dilakukan berulang kali, maka frekuensi harapan muncul suatu kejadiannya akan semakin besar.</p>
89
<p>Kalo suatu percobaan dilakukan berulang kali, maka frekuensi harapan muncul suatu kejadiannya akan semakin besar.</p>
90
<h2>Rumus Frekuensi Harapan Suatu Kejadian</h2>
90
<h2>Rumus Frekuensi Harapan Suatu Kejadian</h2>
91
<p>Jadi, frekuensi harapan pada suatu percobaan adalah hasil kali banyaknya percobaan dengan peluang kejadian secara teoritis. Rumus frekuensi harapan bisa ditulis sebagai berikut:</p>
91
<p>Jadi, frekuensi harapan pada suatu percobaan adalah hasil kali banyaknya percobaan dengan peluang kejadian secara teoritis. Rumus frekuensi harapan bisa ditulis sebagai berikut:</p>
92
<p><em>“Biasanya soal frekuensi harapan suatu kejadian kaya gimana sih?”</em></p>
92
<p><em>“Biasanya soal frekuensi harapan suatu kejadian kaya gimana sih?”</em></p>
93
<p>Nah, langsung masuk ke contoh soal aja yuk!</p>
93
<p>Nah, langsung masuk ke contoh soal aja yuk!</p>
94
<h2><strong>Cara Menghitung Frekuensi Harapan Suatu Kejadian</strong></h2>
94
<h2><strong>Cara Menghitung Frekuensi Harapan Suatu Kejadian</strong></h2>
95
<p>Sebuah dadu dilempar 24 kali. Jika A adalah kejadian muncul mata dadu prima ganjil, maka tentukanlah frekuensi harapan munculnya kejadian A!</p>
95
<p>Sebuah dadu dilempar 24 kali. Jika A adalah kejadian muncul mata dadu prima ganjil, maka tentukanlah frekuensi harapan munculnya kejadian A!</p>
96
<p><em>Pembahasan:</em></p>
96
<p><em>Pembahasan:</em></p>
97
<p>Diketahui dari soal n = 24</p>
97
<p>Diketahui dari soal n = 24</p>
98
<p><strong>Ingat Rumus Frekuensi Harapan: </strong></p>
98
<p><strong>Ingat Rumus Frekuensi Harapan: </strong></p>
99
<p>Nah, karena A adalah mata dadu prima ganjil, maka A={3,5}</p>
99
<p>Nah, karena A adalah mata dadu prima ganjil, maka A={3,5}</p>
100
<p>atau<em>n(A)</em>= 2. </p>
100
<p>atau<em>n(A)</em>= 2. </p>
101
<p>Untuk S = {1,2,3,4,5,6} maka<em>n(S)</em>= 6</p>
101
<p>Untuk S = {1,2,3,4,5,6} maka<em>n(S)</em>= 6</p>
102
<p>Lanjut, tinggal masukan ke dalam rumus frekuensi harapan.</p>
102
<p>Lanjut, tinggal masukan ke dalam rumus frekuensi harapan.</p>
103
<p>Jadi, frekuensi harapan kejadian A adalah 8.</p>
103
<p>Jadi, frekuensi harapan kejadian A adalah 8.</p>
104
<h2>Contoh Soal Frekuensi Harapan</h2>
104
<h2>Contoh Soal Frekuensi Harapan</h2>
105
<p>Sudah paham teorinya, sekarang kita latihan soal, yuk! </p>
105
<p>Sudah paham teorinya, sekarang kita latihan soal, yuk! </p>
106
<p>Terdapat 7 buah kartu yang ditulisi huruf A, B, C, D, E, F, G. Lalu, dari kartu tersebut diambil sebuah kartu secara acak. Jika pengambilan dilakukan sebanyak 70 kali dengan pengembalian, maka frekuensi harapan terambil kartu yang bertuliskan huruf vokal adalah…</p>
106
<p>Terdapat 7 buah kartu yang ditulisi huruf A, B, C, D, E, F, G. Lalu, dari kartu tersebut diambil sebuah kartu secara acak. Jika pengambilan dilakukan sebanyak 70 kali dengan pengembalian, maka frekuensi harapan terambil kartu yang bertuliskan huruf vokal adalah…</p>
107
<p>Pembahasan:</p>
107
<p>Pembahasan:</p>
108
<p>Diketahui:</p>
108
<p>Diketahui:</p>
109
<p>n(A) = banyaknya huruf vokal yang tersedia yaitu 2 (A dan E)</p>
109
<p>n(A) = banyaknya huruf vokal yang tersedia yaitu 2 (A dan E)</p>
110
<p>n(S) = banyaknya kartu yaitu 7</p>
110
<p>n(S) = banyaknya kartu yaitu 7</p>
111
<p>n = banyaknya pengambilan yaitu 70 kali</p>
111
<p>n = banyaknya pengambilan yaitu 70 kali</p>
112
<p>Maka, frekuensi harapan terambil kartu bertuliskan huruf vokal adalah:</p>
112
<p>Maka, frekuensi harapan terambil kartu bertuliskan huruf vokal adalah:</p>
113
<p>fh(A) = n x P(A)</p>
113
<p>fh(A) = n x P(A)</p>
114
<p> = n x n(A) / n(S)</p>
114
<p> = n x n(A) / n(S)</p>
115
<p> = 70 x 2 / 7</p>
115
<p> = 70 x 2 / 7</p>
116
<p> = 20</p>
116
<p> = 20</p>
117
<p>Jadi, frekuensi harapan terambil kartu bertuliskan huruf vokal adalah 20.</p>
117
<p>Jadi, frekuensi harapan terambil kartu bertuliskan huruf vokal adalah 20.</p>
118
<p>Baca Juga:<a>Konsep Dasar Peluang Empiris, Rumus, dan Contoh Soalnya</a></p>
118
<p>Baca Juga:<a>Konsep Dasar Peluang Empiris, Rumus, dan Contoh Soalnya</a></p>
119
<p>Wah, lengkap banget nih pembahasan mengenai peluang ini. Kamu sudah belajar banyak mengenai rumus-rumus peluang kejadian, peluang komplemen, frekuensi harapan, disertai contoh soalnya. Ternyata cukup mudah kan, guys?</p>
119
<p>Wah, lengkap banget nih pembahasan mengenai peluang ini. Kamu sudah belajar banyak mengenai rumus-rumus peluang kejadian, peluang komplemen, frekuensi harapan, disertai contoh soalnya. Ternyata cukup mudah kan, guys?</p>
120
<p>Sebenarnya materi peluang gak berhenti sampai di sini aja ya, karena masih ada lagi pembahasan yang lebih seru. Aku kasih contohnya nih, ada peluang kejadian yang saling lepas, saling bebas, dan masih banyak lagi! Semua materi ini penting loh!</p>
120
<p>Sebenarnya materi peluang gak berhenti sampai di sini aja ya, karena masih ada lagi pembahasan yang lebih seru. Aku kasih contohnya nih, ada peluang kejadian yang saling lepas, saling bebas, dan masih banyak lagi! Semua materi ini penting loh!</p>
121
<p>Makanya jangan sampai kelewatan untuk terus belajar dan bahas-bahas soal di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Materinya lengkap, pembahasan soal yang terupdate terus-menerus ditambah lagi pembahasan soal nya gampang dipahami, langganan sekarang aja yuk.</p>
121
<p>Makanya jangan sampai kelewatan untuk terus belajar dan bahas-bahas soal di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Materinya lengkap, pembahasan soal yang terupdate terus-menerus ditambah lagi pembahasan soal nya gampang dipahami, langganan sekarang aja yuk.</p>
122
<p>Sampai jumpa di artikel berikutnya ya, dadah!</p>
122
<p>Sampai jumpa di artikel berikutnya ya, dadah!</p>
123
<p><strong>Referensi:</strong></p>
123
<p><strong>Referensi:</strong></p>
124
<p>Nugraha, S dan Sulaiman. (2012) Buku Jagoan Matematika SMA/MA Kelas 10,11,12. Depok: Penerbit Pustaka Makmur.</p>
124
<p>Nugraha, S dan Sulaiman. (2012) Buku Jagoan Matematika SMA/MA Kelas 10,11,12. Depok: Penerbit Pustaka Makmur.</p>
125
<p>Sutrisno, J. dan Foster, B. (2019) Fokus Belajar Inti Sari Matematika untuk SMP/MTs. Jakarta: Penerbit Duta.</p>
125
<p>Sutrisno, J. dan Foster, B. (2019) Fokus Belajar Inti Sari Matematika untuk SMP/MTs. Jakarta: Penerbit Duta.</p>
126
<p><em>Artikel pertama kali ditulis oleh Tedy Rizkha Heryansyah dan diperbarui pada 29 Juni 2022 oleh Efira Yesika.</em></p>
126
<p><em>Artikel pertama kali ditulis oleh Tedy Rizkha Heryansyah dan diperbarui pada 29 Juni 2022 oleh Efira Yesika.</em></p>
127
127