0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p>Seberapa sering kamu naik ojek daring, Squad? Di zaman yang serba digital saat ini sih kayaknya nggak mungkin deh kalo kamu nggak pernah naik ojek daring. Ojek merupakan salah satu bentuk jasa yang ditawarkan. Menariknya nih, ojek sudah menjadi jasa dari sebuah perusahaan lho. Kamu juga harus tahu nih<strong>karakteristik dan bukti transaksi dari perusahaan jasa</strong>. Seperti apa ya karakterisitk dan bukti transaksinya?</p>
1
<p>Seberapa sering kamu naik ojek daring, Squad? Di zaman yang serba digital saat ini sih kayaknya nggak mungkin deh kalo kamu nggak pernah naik ojek daring. Ojek merupakan salah satu bentuk jasa yang ditawarkan. Menariknya nih, ojek sudah menjadi jasa dari sebuah perusahaan lho. Kamu juga harus tahu nih<strong>karakteristik dan bukti transaksi dari perusahaan jasa</strong>. Seperti apa ya karakterisitk dan bukti transaksinya?</p>
2
<p>Secara umum, jenis<strong>perusahaan menurut kegiatannya</strong>itu terbagi tiga, ada<strong>perusahaan jasa</strong>,<strong>perusahaan dagang</strong>, dan<strong>perusahaan industri</strong>. Dalam artikel kali ini kita fokus pada karakteristik dan bukti transaksi perusahaan jasa.</p>
2
<p>Secara umum, jenis<strong>perusahaan menurut kegiatannya</strong>itu terbagi tiga, ada<strong>perusahaan jasa</strong>,<strong>perusahaan dagang</strong>, dan<strong>perusahaan industri</strong>. Dalam artikel kali ini kita fokus pada karakteristik dan bukti transaksi perusahaan jasa.</p>
3
<p>Apa sih perusahaan jasa itu?</p>
3
<p>Apa sih perusahaan jasa itu?</p>
4
<p>Nah coba cermati baik-baik deh kata Rogu di atas.<strong>Perusahaan jasa</strong>itu p<strong>erusahaan yang produknya bisa dinikmati masyarakat tapi nggak berwujud</strong>. Hayoo….nggak berwujud itu bukan berarti gaib loh ya. Maksudnya,<strong>produk dari perusahaan jasa</strong>itu<strong>memberikan layanan</strong>. Ya contohnya ojek daring tadi. Produk yang ditawarkan itu nggak bisa kamu lihat pakai mata tapi bisa kamu rasakan.</p>
4
<p>Nah coba cermati baik-baik deh kata Rogu di atas.<strong>Perusahaan jasa</strong>itu p<strong>erusahaan yang produknya bisa dinikmati masyarakat tapi nggak berwujud</strong>. Hayoo….nggak berwujud itu bukan berarti gaib loh ya. Maksudnya,<strong>produk dari perusahaan jasa</strong>itu<strong>memberikan layanan</strong>. Ya contohnya ojek daring tadi. Produk yang ditawarkan itu nggak bisa kamu lihat pakai mata tapi bisa kamu rasakan.</p>
5
<p>Ojek daring memberikan layanan menembus kemacetan yang bisa menghambat aktivitas kamu. Bahkan, seiring perkembangan waktu, ojek juga bisa buat ngirim paket, sampai nganterin makanan. Hebat kan?</p>
5
<p>Ojek daring memberikan layanan menembus kemacetan yang bisa menghambat aktivitas kamu. Bahkan, seiring perkembangan waktu, ojek juga bisa buat ngirim paket, sampai nganterin makanan. Hebat kan?</p>
6
<p>Ada tiga nih Squad<strong>karakteristik perusahaan jasa</strong>pada umumnya.<strong>Pertama</strong>ialah<strong>menjual produk yang tidak berwujud namun dapat dirasakan manfaatnya</strong>. Sudah dibahas ya.<strong>Kedua</strong>,<strong>pencatatan dan pelaporan keuangan lebih sederhana</strong>dibandingkan dengan perusahaan dagang dan industri. Kita ambil contoh bengkel motor ya. Di bengkel catatan dan pelaporan keuangannya sangat mudah. Tinggal hitung saja hari ini berapa motor yang servis, berapa yang ganti oli, dan tinggal catat oli apa saja yang paling banyak dicari konsumen. Mudah kan?</p>
6
<p>Ada tiga nih Squad<strong>karakteristik perusahaan jasa</strong>pada umumnya.<strong>Pertama</strong>ialah<strong>menjual produk yang tidak berwujud namun dapat dirasakan manfaatnya</strong>. Sudah dibahas ya.<strong>Kedua</strong>,<strong>pencatatan dan pelaporan keuangan lebih sederhana</strong>dibandingkan dengan perusahaan dagang dan industri. Kita ambil contoh bengkel motor ya. Di bengkel catatan dan pelaporan keuangannya sangat mudah. Tinggal hitung saja hari ini berapa motor yang servis, berapa yang ganti oli, dan tinggal catat oli apa saja yang paling banyak dicari konsumen. Mudah kan?</p>
7
<p><strong>Ketiga</strong>,<strong>harga dari jasa yang ditawarkan</strong>biasanya<strong>tergantung pada kepuasan konsumen</strong>. Biasanya sih begini, semakin laris manis suatu perusahaan jasa, maka harga layanannya pun dinaikkan. Bisa dibilang ada harga ada rupa lah.</p>
7
<p><strong>Ketiga</strong>,<strong>harga dari jasa yang ditawarkan</strong>biasanya<strong>tergantung pada kepuasan konsumen</strong>. Biasanya sih begini, semakin laris manis suatu perusahaan jasa, maka harga layanannya pun dinaikkan. Bisa dibilang ada harga ada rupa lah.</p>
8
<p>Secara garis besar,<strong>bukti transaksi perusahaan jasa</strong>terbagi menjadi dua yakni<strong>bukti eksternal</strong>dan<strong>bukti internal</strong>.<strong>Bukti eksternal ialah bukti transaksi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan</strong>. Ya misalnya aja antara perusahaan penyedia jasa dengan penggunanya. Kalau<strong>bukti eksternal merupakan bukti digunakan untuk kegiatan transaksi di dalam lingkungan perusahaan</strong>.</p>
8
<p>Secara garis besar,<strong>bukti transaksi perusahaan jasa</strong>terbagi menjadi dua yakni<strong>bukti eksternal</strong>dan<strong>bukti internal</strong>.<strong>Bukti eksternal ialah bukti transaksi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan</strong>. Ya misalnya aja antara perusahaan penyedia jasa dengan penggunanya. Kalau<strong>bukti eksternal merupakan bukti digunakan untuk kegiatan transaksi di dalam lingkungan perusahaan</strong>.</p>
9
<p>Sekarang kita bahas yuk macam-macam bukti transaksi tersebut. Pertama,<strong>bukti eksternal</strong>ya Squad yang akan kita bahas.</p>
9
<p>Sekarang kita bahas yuk macam-macam bukti transaksi tersebut. Pertama,<strong>bukti eksternal</strong>ya Squad yang akan kita bahas.</p>
10
<p><strong>a. Kwitansi</strong></p>
10
<p><strong>a. Kwitansi</strong></p>
11
<p>Kwitansi merupakan<strong>bukti bahwa perusahaan telah menerima atau membayar sejumlah uang</strong>. Biasanya kuitansi dibuat rangkap. Lembar pertama diberikan kepada pihak yang membayar sedangkan lembar ke dua dan seterusnya digunakan sebagai arsip.</p>
11
<p>Kwitansi merupakan<strong>bukti bahwa perusahaan telah menerima atau membayar sejumlah uang</strong>. Biasanya kuitansi dibuat rangkap. Lembar pertama diberikan kepada pihak yang membayar sedangkan lembar ke dua dan seterusnya digunakan sebagai arsip.</p>
12
<p><strong>b. Faktur</strong></p>
12
<p><strong>b. Faktur</strong></p>
13
<p>Coba cek BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) kendaraan yang kamu atau orang tua kamu punya deh. Biasanya di bagian belakang BPKB ada faktur yang disertakan. Faktur merupakan<strong>bukti transaksi penjualan atau pembelian secara kredit (tidak tunai)</strong>. Sama halnya dengan kuitansi, faktur juga biasanya dibuat rangkap. Lembar pertama merupakan<strong>bukti bagi penjual yang disebut dengan faktur penjualan</strong>. Sedangkan lembar kedua merupakan<strong>bukti bagi pembeli yang disebut dengan faktur pembelian</strong>.</p>
13
<p>Coba cek BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) kendaraan yang kamu atau orang tua kamu punya deh. Biasanya di bagian belakang BPKB ada faktur yang disertakan. Faktur merupakan<strong>bukti transaksi penjualan atau pembelian secara kredit (tidak tunai)</strong>. Sama halnya dengan kuitansi, faktur juga biasanya dibuat rangkap. Lembar pertama merupakan<strong>bukti bagi penjual yang disebut dengan faktur penjualan</strong>. Sedangkan lembar kedua merupakan<strong>bukti bagi pembeli yang disebut dengan faktur pembelian</strong>.</p>
14
<p><strong>c. Nota kredit</strong></p>
14
<p><strong>c. Nota kredit</strong></p>
15
<p>Nota kredit itu<strong>bukti transaksi yang digunakan untuk mengurangi nominal transaksi sebelumnya yang bersifat kredit</strong>. Nota kredit dikeluarkan oleh penjual untuk mengurangi nominal transaksi dikarenakan barang yang dijual diterima kembali sebagian.</p>
15
<p>Nota kredit itu<strong>bukti transaksi yang digunakan untuk mengurangi nominal transaksi sebelumnya yang bersifat kredit</strong>. Nota kredit dikeluarkan oleh penjual untuk mengurangi nominal transaksi dikarenakan barang yang dijual diterima kembali sebagian.</p>
16
<p><strong>Baca Juga:<a>Tahap Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa</a></strong></p>
16
<p><strong>Baca Juga:<a>Tahap Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa</a></strong></p>
17
<p><strong>d. Nota debit</strong></p>
17
<p><strong>d. Nota debit</strong></p>
18
<p><strong>Nota debit hampir sama dengan nota kredit</strong>,<strong>namun yang mengeluarkannya adalah pembeli</strong>. Jadi ketika pembeli melakukan komplain atas barang yang telah dibeli secara kredit biasanya pembeli akan mengembalikan barang tersebut lalu membuat bukti berupa nota debit agar penjual mengurangi nominal transaksi sebelumnya.</p>
18
<p><strong>Nota debit hampir sama dengan nota kredit</strong>,<strong>namun yang mengeluarkannya adalah pembeli</strong>. Jadi ketika pembeli melakukan komplain atas barang yang telah dibeli secara kredit biasanya pembeli akan mengembalikan barang tersebut lalu membuat bukti berupa nota debit agar penjual mengurangi nominal transaksi sebelumnya.</p>
19
<p>Sekarang kita bahas tentang<strong>bukti transaksi internal</strong>ya Squad, ada tiga macam bukti transaksi internal nih Squad. Memo, bukti kas masuk, dan bukti kas keluar.</p>
19
<p>Sekarang kita bahas tentang<strong>bukti transaksi internal</strong>ya Squad, ada tiga macam bukti transaksi internal nih Squad. Memo, bukti kas masuk, dan bukti kas keluar.</p>
20
<p><strong>a. Memo</strong></p>
20
<p><strong>a. Memo</strong></p>
21
<p>Memo itu semacam<strong>surat perintah dari atasan kepada bawahan untuk melakukan aktivitas tertentu yang berkaitan dengan keuangan</strong>. Contohnya begini, kamu jadi supervisor di sebuah perusahaan jasa. Nah, direktur pemasaran kamu memerintahkan untuk membuat hasil laporan penjualan bulan ini</p>
21
<p>Memo itu semacam<strong>surat perintah dari atasan kepada bawahan untuk melakukan aktivitas tertentu yang berkaitan dengan keuangan</strong>. Contohnya begini, kamu jadi supervisor di sebuah perusahaan jasa. Nah, direktur pemasaran kamu memerintahkan untuk membuat hasil laporan penjualan bulan ini</p>
22
<p><strong>b. Bukti kas masuk</strong></p>
22
<p><strong>b. Bukti kas masuk</strong></p>
23
<p>Bukti kas masuk merupakan<strong>bukti yang dikeluarkan bagian keuangan</strong>sebagai<strong>tanda telah terjadi aliran kas masuk ke perusahaan</strong>.</p>
23
<p>Bukti kas masuk merupakan<strong>bukti yang dikeluarkan bagian keuangan</strong>sebagai<strong>tanda telah terjadi aliran kas masuk ke perusahaan</strong>.</p>
24
<p><strong>c. Bukti kas keluar</strong></p>
24
<p><strong>c. Bukti kas keluar</strong></p>
25
<p>Kebalikan dari bukti kas masuk, yakni<strong>bukti yang dikeluarkan bagian keuangan</strong>sebagai<strong>tanda telah terjadi aliran kas keluar dari perusahaan</strong>.</p>
25
<p>Kebalikan dari bukti kas masuk, yakni<strong>bukti yang dikeluarkan bagian keuangan</strong>sebagai<strong>tanda telah terjadi aliran kas keluar dari perusahaan</strong>.</p>
26
<p>Itu tadi Squad sedikit penjelasan tentang<strong>karakteristik dan bukti transaksi perusahaan jasa</strong>. Bagaimana? Masih ingin tahu lebih banyak lagi dengan materi artikel ini? Gabung di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>yuk. Ada banyak video belajar dengan animasi yang keren. Dijamin belajar kamu jadi makin asyik dan tentunya #BelajarJadiMudah</p>
26
<p>Itu tadi Squad sedikit penjelasan tentang<strong>karakteristik dan bukti transaksi perusahaan jasa</strong>. Bagaimana? Masih ingin tahu lebih banyak lagi dengan materi artikel ini? Gabung di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>yuk. Ada banyak video belajar dengan animasi yang keren. Dijamin belajar kamu jadi makin asyik dan tentunya #BelajarJadiMudah</p>
27
<p><strong>Referensi</strong>Alam S. 2016. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga</p>
27
<p><strong>Referensi</strong>Alam S. 2016. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga</p>
28
<p><em>Artikel diperbarui 6 Januari 2020</em></p>
28
<p><em>Artikel diperbarui 6 Januari 2020</em></p>
29
29