HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Sebentar lagi, kamu akan menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT), nih! Yuk, persiapkan dirimu dengan mengerjakan latihan soal PAT Tahun 2024 berikut ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Sebentar lagi, kamu akan menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT), nih! Yuk, persiapkan dirimu dengan mengerjakan latihan soal PAT Tahun 2024 berikut ini!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><h2>EKONOMI</h2>
3 </blockquote><h2>EKONOMI</h2>
4 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>APBN dan APBD</a></strong></p>
4 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>APBN dan APBD</a></strong></p>
5 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian, Fungsi dan Tujuan APBN dan APBD</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian, Fungsi dan Tujuan APBN dan APBD</strong></p>
6 <p>1. Perhatikan fungsi pemerintah dan fungsi APBN/APBD berikut!</p>
6 <p>1. Perhatikan fungsi pemerintah dan fungsi APBN/APBD berikut!</p>
7 <ol><li>Fungsi reguler</li>
7 <ol><li>Fungsi reguler</li>
8 <li>Fungsi pengawasan</li>
8 <li>Fungsi pengawasan</li>
9 <li>Fungsi<em>agent of development</em></li>
9 <li>Fungsi<em>agent of development</em></li>
10 <li>Fungsi alokasi</li>
10 <li>Fungsi alokasi</li>
11 <li>Fungsi distribusi</li>
11 <li>Fungsi distribusi</li>
12 <li>Fungsi administrasi</li>
12 <li>Fungsi administrasi</li>
13 </ol><p>Fungsi APBN/APBD ditunjukkan oleh nomor ….</p>
13 </ol><p>Fungsi APBN/APBD ditunjukkan oleh nomor ….</p>
14 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
14 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
15 <li>1, 3, dan 5</li>
15 <li>1, 3, dan 5</li>
16 <li>2, 4, dan 5</li>
16 <li>2, 4, dan 5</li>
17 <li>2, 5, dan 6</li>
17 <li>2, 5, dan 6</li>
18 <li>4, 5, dan 6</li>
18 <li>4, 5, dan 6</li>
19 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
19 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
20 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
20 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
21 <p>Fungsi APBN/APBD adalah sebagai berikut.</p>
21 <p>Fungsi APBN/APBD adalah sebagai berikut.</p>
22 <ul><li>Fungsi otorisasi</li>
22 <ul><li>Fungsi otorisasi</li>
23 <li>Fungsi perencanaan</li>
23 <li>Fungsi perencanaan</li>
24 <li>Fungsi pengawasan<strong>(2)</strong></li>
24 <li>Fungsi pengawasan<strong>(2)</strong></li>
25 <li>Fungsi alokasi<strong>(4)</strong></li>
25 <li>Fungsi alokasi<strong>(4)</strong></li>
26 <li>Fungsi distribusi<strong>(5)</strong></li>
26 <li>Fungsi distribusi<strong>(5)</strong></li>
27 <li>Fungsi stabilisasi</li>
27 <li>Fungsi stabilisasi</li>
28 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
28 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
29 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
29 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
30 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Menghitung Pajak</strong></p>
30 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Menghitung Pajak</strong></p>
31 <p>2. Pak Yudi memiliki rumah berukuran 15m x 6m di atas tanah berukuran 8m x 22m. Nilai jual tanah sebesar Rp1.200.000,00/m2 dan nilai jual bangunannya sebesar Rp650.000,00/m2. Jika nilai BTKP yang ditetapkan sebesar Rp12.000.000,00, besarnya PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Yudi adalah ….</p>
31 <p>2. Pak Yudi memiliki rumah berukuran 15m x 6m di atas tanah berukuran 8m x 22m. Nilai jual tanah sebesar Rp1.200.000,00/m2 dan nilai jual bangunannya sebesar Rp650.000,00/m2. Jika nilai BTKP yang ditetapkan sebesar Rp12.000.000,00, besarnya PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Yudi adalah ….</p>
32 <ol><li>Rp51.540,00</li>
32 <ol><li>Rp51.540,00</li>
33 <li>Rp58.500,00</li>
33 <li>Rp58.500,00</li>
34 <li>Rp257.000,00</li>
34 <li>Rp257.000,00</li>
35 <li>Rp257.700,00</li>
35 <li>Rp257.700,00</li>
36 <li>Rp269.700,00</li>
36 <li>Rp269.700,00</li>
37 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
37 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
38 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
38 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
39 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
39 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
40 <ul><li>Luas bangunan = 15m x 6m = 90m2</li>
40 <ul><li>Luas bangunan = 15m x 6m = 90m2</li>
41 <li>Luas bangunan = 8m x 22m = 176m2</li>
41 <li>Luas bangunan = 8m x 22m = 176m2</li>
42 <li>Nilai jual tanah = Rp1.200.000,00/m2</li>
42 <li>Nilai jual tanah = Rp1.200.000,00/m2</li>
43 <li>Nilai jual tanah = Rp650.000,00/m2</li>
43 <li>Nilai jual tanah = Rp650.000,00/m2</li>
44 <li>BTKP = Rp12.000.000,00</li>
44 <li>BTKP = Rp12.000.000,00</li>
45 </ul><p><strong>Ditanya:</strong></p>
45 </ul><p><strong>Ditanya:</strong></p>
46 <p>Besarnya PBB?</p>
46 <p>Besarnya PBB?</p>
47 <p><strong>Jawab:</strong></p>
47 <p><strong>Jawab:</strong></p>
48 <p><strong>Tahap 1, menghitung NJOP</strong></p>
48 <p><strong>Tahap 1, menghitung NJOP</strong></p>
49 <p><strong>Tahap 2, menghitung NJKP</strong></p>
49 <p><strong>Tahap 2, menghitung NJKP</strong></p>
50 <p>NJKP = 20% x NJOP</p>
50 <p>NJKP = 20% x NJOP</p>
51 <p> = 20% x Rp257.700.000,00</p>
51 <p> = 20% x Rp257.700.000,00</p>
52 <p> = Rp51.540.000,00</p>
52 <p> = Rp51.540.000,00</p>
53 <p><strong>Tahap 3, menghitung PBB terutang</strong></p>
53 <p><strong>Tahap 3, menghitung PBB terutang</strong></p>
54 <p>PBB terutang = 0,5% x NJKP</p>
54 <p>PBB terutang = 0,5% x NJKP</p>
55 <p> = 0,5% x Rp51.540.000,00</p>
55 <p> = 0,5% x Rp51.540.000,00</p>
56 <p> = Rp257.700,00</p>
56 <p> = Rp257.700,00</p>
57 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, besarnya PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Yudi adalah<strong>Rp257.700,00</strong>.</p>
57 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, besarnya PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Yudi adalah<strong>Rp257.700,00</strong>.</p>
58 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
58 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
59 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Perdagangan Internasional</a></strong></p>
59 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Perdagangan Internasional</a></strong></p>
60 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Alat dan Cara Pembayaran Internasional</strong></p>
60 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Alat dan Cara Pembayaran Internasional</strong></p>
61 <p>3. Cara pembayaran internasional dengan menggunakan surat tertulis dari eksportir yang berisi perintah kepada importir untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu di masa yang akan datang disebut ….</p>
61 <p>3. Cara pembayaran internasional dengan menggunakan surat tertulis dari eksportir yang berisi perintah kepada importir untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu di masa yang akan datang disebut ….</p>
62 <ol><li><em>letter of credit</em></li>
62 <ol><li><em>letter of credit</em></li>
63 <li><em>open account</em></li>
63 <li><em>open account</em></li>
64 <li><em>cash payment</em></li>
64 <li><em>cash payment</em></li>
65 <li><em>commercial bill of exchange</em></li>
65 <li><em>commercial bill of exchange</em></li>
66 <li><em>private compensation</em></li>
66 <li><em>private compensation</em></li>
67 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
67 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
68 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
68 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
69 <p>Berikut ini merupakan beberapa cara pembayaran yang dapat dilakukan dalam kegiatan perdagangan internasional.</p>
69 <p>Berikut ini merupakan beberapa cara pembayaran yang dapat dilakukan dalam kegiatan perdagangan internasional.</p>
70 <ul><li><strong><em>Cash payment</em></strong>atau tunai adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang fisik secara langsung.</li>
70 <ul><li><strong><em>Cash payment</em></strong>atau tunai adalah pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang fisik secara langsung.</li>
71 <li><strong><em>Cable order</em></strong>adalah sistem pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan cek yang diteruskan oleh telegram.</li>
71 <li><strong><em>Cable order</em></strong>adalah sistem pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan cek yang diteruskan oleh telegram.</li>
72 <li><strong><em>Letter of credit</em></strong>adalah fasilitas atau jasa untuk memperlancar transaksi jual beli barang dan bank hanya sebagai pihak perantara.</li>
72 <li><strong><em>Letter of credit</em></strong>adalah fasilitas atau jasa untuk memperlancar transaksi jual beli barang dan bank hanya sebagai pihak perantara.</li>
73 <li><strong><em>Open account</em></strong>adalah pembayaran non tunai.</li>
73 <li><strong><em>Open account</em></strong>adalah pembayaran non tunai.</li>
74 <li><strong><em>Private compensation</em></strong>atau kompensasi pribadi adalah cara penyelesaian transaksi utang piutang antara pihak importir dan eksportir dengan mengalihkannya kepada seorang penduduk yang masih dalam suatu negara.</li>
74 <li><strong><em>Private compensation</em></strong>atau kompensasi pribadi adalah cara penyelesaian transaksi utang piutang antara pihak importir dan eksportir dengan mengalihkannya kepada seorang penduduk yang masih dalam suatu negara.</li>
75 <li><strong><em>Cheque</em></strong>atau cek adalah pembayaran yang dilakukan oleh importir dengan cara mengirimkan cek kepada eksportir melalui bank yang ditunjuk di negara eksportir.</li>
75 <li><strong><em>Cheque</em></strong>atau cek adalah pembayaran yang dilakukan oleh importir dengan cara mengirimkan cek kepada eksportir melalui bank yang ditunjuk di negara eksportir.</li>
76 <li><strong><em>Emas</em></strong>dilakukan dengan menentukan berapa nilai suatu barang terhadap emas, baru kemudian dibayar sesuai dengan harga emas dari barang tersebut.</li>
76 <li><strong><em>Emas</em></strong>dilakukan dengan menentukan berapa nilai suatu barang terhadap emas, baru kemudian dibayar sesuai dengan harga emas dari barang tersebut.</li>
77 <li><strong><em>Commercial bill of exchange</em></strong><strong>/wesel</strong>adalah pembayaran menggunakan<strong>wesel,</strong>yang berarti<strong>pihak bank dalam negeri akan mengeluarkan surat perintah pembayaran kepada bank di luar negeri</strong>sesuai dengan tujuan<strong>,</strong>jumlah uang, dan nama orang yang tertulis dalam wesel.</li>
77 <li><strong><em>Commercial bill of exchange</em></strong><strong>/wesel</strong>adalah pembayaran menggunakan<strong>wesel,</strong>yang berarti<strong>pihak bank dalam negeri akan mengeluarkan surat perintah pembayaran kepada bank di luar negeri</strong>sesuai dengan tujuan<strong>,</strong>jumlah uang, dan nama orang yang tertulis dalam wesel.</li>
78 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
78 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
79 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perdagangan Internasional</strong></p>
79 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perdagangan Internasional</strong></p>
80 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Neraca Pembayaran Internasional</strong></p>
80 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Neraca Pembayaran Internasional</strong></p>
81 <p>4. Perhatikanlah neraca perdagangan negara X berikut ini!</p>
81 <p>4. Perhatikanlah neraca perdagangan negara X berikut ini!</p>
82 <p>Berdasarkan data tersebut, pernyataan berikut ini yang BENAR adalah ….</p>
82 <p>Berdasarkan data tersebut, pernyataan berikut ini yang BENAR adalah ….</p>
83 <ol><li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan defisit lebih besar dibandingkan 2015</li>
83 <ol><li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan defisit lebih besar dibandingkan 2015</li>
84 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan surplus lebih besar dibandingkan tahun 2015</li>
84 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan surplus lebih besar dibandingkan tahun 2015</li>
85 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan surplus pada sektor minyak dan gas</li>
85 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan surplus pada sektor minyak dan gas</li>
86 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan defisit pada sektor non minyak dan gas</li>
86 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan defisit pada sektor non minyak dan gas</li>
87 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan defisit lebih kecil dibandingkan tahun 2015</li>
87 <li>tahun 2016 mengalami neraca perdagangan defisit lebih kecil dibandingkan tahun 2015</li>
88 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
88 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
89 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
89 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
90 <p><strong>DIketahui:</strong></p>
90 <p><strong>DIketahui:</strong></p>
91 <p>Neraca Perdagangan negara X</p>
91 <p>Neraca Perdagangan negara X</p>
92 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
92 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
93 <p>Pernyataan yang tepat</p>
93 <p>Pernyataan yang tepat</p>
94 <p><strong>Jawab:</strong></p>
94 <p><strong>Jawab:</strong></p>
95 <p>Langkah pertama adalah mencari kondisi neraca perdagangan negara X tahun 2015 dan 2016. Kondisi neraca perdagangan didapatkan dari selisih antara ekspor dengan impor. Berikut cara perhitungannya. (perhitungan dalam miliar rupiah)</p>
95 <p>Langkah pertama adalah mencari kondisi neraca perdagangan negara X tahun 2015 dan 2016. Kondisi neraca perdagangan didapatkan dari selisih antara ekspor dengan impor. Berikut cara perhitungannya. (perhitungan dalam miliar rupiah)</p>
96 <p><strong>Neraca perdagangan tahun 2015</strong></p>
96 <p><strong>Neraca perdagangan tahun 2015</strong></p>
97 <p>= Ekspor - Impor</p>
97 <p>= Ekspor - Impor</p>
98 <p>= 182.000 - 185.000</p>
98 <p>= 182.000 - 185.000</p>
99 <p>= -3.000 (Defisit) </p>
99 <p>= -3.000 (Defisit) </p>
100 <p><strong>Pada tahun 2016</strong></p>
100 <p><strong>Pada tahun 2016</strong></p>
101 <p>= Ekspor - Impor</p>
101 <p>= Ekspor - Impor</p>
102 <p>= 175.000 - 177.000</p>
102 <p>= 175.000 - 177.000</p>
103 <p>= -2.000 (Defisit)</p>
103 <p>= -2.000 (Defisit)</p>
104 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pada tahun 2015 negara X mengalami defisit sebesar Rp3.000 miliar dan pada tahun 2016 juga defisit sebesar Rp2.000 miliar. Dapat disimpulkan bahwa defisit pada tahun 2016 lebih kecil dibandingkan tahun 2015.</p>
104 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pada tahun 2015 negara X mengalami defisit sebesar Rp3.000 miliar dan pada tahun 2016 juga defisit sebesar Rp2.000 miliar. Dapat disimpulkan bahwa defisit pada tahun 2016 lebih kecil dibandingkan tahun 2015.</p>
105 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
105 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
106 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Kerja Sama Ekonomi Internasional</a></strong></p>
106 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Kerja Sama Ekonomi Internasional</a></strong></p>
107 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional</strong></p>
107 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional</strong></p>
108 <p>5. Perhatikan tabel berikut ini!</p>
108 <p>5. Perhatikan tabel berikut ini!</p>
109 <p></p>
109 <p></p>
110 <p>Kerja sama regional ditunjukkan oleh ….</p>
110 <p>Kerja sama regional ditunjukkan oleh ….</p>
111 <ol><li>A1, B1, dan C1</li>
111 <ol><li>A1, B1, dan C1</li>
112 <li>B2, C1, dan C2</li>
112 <li>B2, C1, dan C2</li>
113 <li>A1, B2, dan C2</li>
113 <li>A1, B2, dan C2</li>
114 <li>A2, B1, dan B2</li>
114 <li>A2, B1, dan B2</li>
115 <li>A2, C1, dan C2</li>
115 <li>A2, C1, dan C2</li>
116 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
116 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
117 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
117 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
118 <p>Kerja sama regional merupakan kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan atau wilayah yang berdekatan. Beberapa contoh kerjasama regional adalah sebagai berikut.</p>
118 <p>Kerja sama regional merupakan kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan atau wilayah yang berdekatan. Beberapa contoh kerjasama regional adalah sebagai berikut.</p>
119 <ol><li>Kerja sama di kawasan Asia Tenggara, yaitu ada<strong>ASEAN</strong>dan AFTA.<strong>(C1)</strong></li>
119 <ol><li>Kerja sama di kawasan Asia Tenggara, yaitu ada<strong>ASEAN</strong>dan AFTA.<strong>(C1)</strong></li>
120 <li>Kerja sama di kawasan Asia Pasifik, yaitu<strong>APEC</strong>.<strong>(B2)</strong></li>
120 <li>Kerja sama di kawasan Asia Pasifik, yaitu<strong>APEC</strong>.<strong>(B2)</strong></li>
121 <li>Kerja sama di kawasan Amerika Utara, yaitu NAFTA.</li>
121 <li>Kerja sama di kawasan Amerika Utara, yaitu NAFTA.</li>
122 <li>Kerja sama di kawasan Eropa, yaitu<strong>EFTA</strong>.<strong>(C2)</strong></li>
122 <li>Kerja sama di kawasan Eropa, yaitu<strong>EFTA</strong>.<strong>(C2)</strong></li>
123 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
123 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
124 <p>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 11 IPS Semester Genap 2022</a></p>
124 <p>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 11 IPS Semester Genap 2022</a></p>
125 <h2>GEOGRAFI</h2>
125 <h2>GEOGRAFI</h2>
126 <p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
126 <p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
127 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan II</strong></p>
127 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan II</strong></p>
128 <p>1. Pada tahun 2016, jumlah penduduk di Kota Bogor mencapai 2,5 juta jiwa dan laju pertumbuhan penduduknya adalah 3%. Berdasarkan proyeksi geometriknya, jumlah penduduk di Kota Bogor pada tahun 2020 adalah ….</p>
128 <p>1. Pada tahun 2016, jumlah penduduk di Kota Bogor mencapai 2,5 juta jiwa dan laju pertumbuhan penduduknya adalah 3%. Berdasarkan proyeksi geometriknya, jumlah penduduk di Kota Bogor pada tahun 2020 adalah ….</p>
129 <ol><li>2.813.772 jiwa</li>
129 <ol><li>2.813.772 jiwa</li>
130 <li>2.873.127 jiwa</li>
130 <li>2.873.127 jiwa</li>
131 <li>2.936.272 jiwa</li>
131 <li>2.936.272 jiwa</li>
132 <li>3.113.674 jiwa</li>
132 <li>3.113.674 jiwa</li>
133 <li>3.103.742 jiwa</li>
133 <li>3.103.742 jiwa</li>
134 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
134 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
135 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
135 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
136 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
136 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
137 <p>Jumlah penduduk awal (Po) = 2.500.000 jiwa</p>
137 <p>Jumlah penduduk awal (Po) = 2.500.000 jiwa</p>
138 <p>Laju pertumbuhan penduduk (r) = 3% = 0,03</p>
138 <p>Laju pertumbuhan penduduk (r) = 3% = 0,03</p>
139 <p>Banyaknya tahun 2020 - 2016 = 4 tahun</p>
139 <p>Banyaknya tahun 2020 - 2016 = 4 tahun</p>
140 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
140 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
141 <p>Prediksi jumlah penduduk berdasarkan proyeksi geometri pada tahun 2020</p>
141 <p>Prediksi jumlah penduduk berdasarkan proyeksi geometri pada tahun 2020</p>
142 <p><strong>Jawab:</strong></p>
142 <p><strong>Jawab:</strong></p>
143 <p>Pn = Po (1 + r)n</p>
143 <p>Pn = Po (1 + r)n</p>
144 <p>Pn = 2.500.000 (1 + 0,03)4</p>
144 <p>Pn = 2.500.000 (1 + 0,03)4</p>
145 <p>Pn = 2.500.000 (1,03)4</p>
145 <p>Pn = 2.500.000 (1,03)4</p>
146 <p>Pn = 2.500.000 x 1,12550881</p>
146 <p>Pn = 2.500.000 x 1,12550881</p>
147 <p>Pn = 2.813.772</p>
147 <p>Pn = 2.813.772</p>
148 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut,<strong>jumlah penduduk Kota Bogor pada tahun 2020 diproyeksikan sekitar 2.813.772 jiwa.</strong></p>
148 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut,<strong>jumlah penduduk Kota Bogor pada tahun 2020 diproyeksikan sekitar 2.813.772 jiwa.</strong></p>
149 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
149 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
150 <p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
150 <p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan di Indonesia</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kualitas Penduduk</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kualitas Penduduk</strong></p>
152 <p>2. Swiss merupakan salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup (<em>life expectancy</em>) tinggi. Berdasarkan studi tahun 2016 yang dilakukan Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD), Swiss memiliki angka harapan hidup sekitar 85,2 tahun. Faktor yang menyebabkan Swiss menjadi negara dengan angka harapan hidup tinggi adalah ….</p>
152 <p>2. Swiss merupakan salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup (<em>life expectancy</em>) tinggi. Berdasarkan studi tahun 2016 yang dilakukan Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD), Swiss memiliki angka harapan hidup sekitar 85,2 tahun. Faktor yang menyebabkan Swiss menjadi negara dengan angka harapan hidup tinggi adalah ….</p>
153 <ol><li>jumlah penduduk Swiss sedikit </li>
153 <ol><li>jumlah penduduk Swiss sedikit </li>
154 <li>wilayah Swiss merupakan<em>landlocked country</em></li>
154 <li>wilayah Swiss merupakan<em>landlocked country</em></li>
155 <li>konsumsi olahan daging sebagai menu pokok </li>
155 <li>konsumsi olahan daging sebagai menu pokok </li>
156 <li>kualitas yang baik dalam manajemen lingkungan </li>
156 <li>kualitas yang baik dalam manajemen lingkungan </li>
157 <li>tingkat pendidikan dengan rata-rata lulusan sekolah menengah atas </li>
157 <li>tingkat pendidikan dengan rata-rata lulusan sekolah menengah atas </li>
158 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
158 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
159 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
159 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
160 <p>Angka harapan hidup di suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan, pelayanan dan fasilitas kesehatan, kondisi sosial-ekonomi, dan faktor lainnya. Swiss merupakan salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup tinggi. Swiss dikenal dengan prinsipnya dalam<strong>mengembangkan keberlanjutan serta melestarikan lingkungan</strong>. Pada tahun 2017, negara ini dinobatkan sebagai nomor satu dari lima negara yang menerima<strong><em>Sustainable Development Goals</em></strong>PBB. Swiss memang telah melakukan berbagai aksi nyata untuk menanggulangi berbagai masalah lingkungan, terutama dalam hal iklim, energi, dan polusi udara. Bentuk keramahan lingkungan di negara ini dapat dibuktikan melalui beberapa hal, seperti pengelolaan limbah, pemeliharaan kualitas air, komitmen meminimalisir dan mendaur ulang barang tak terpakai, dan mendirikan pabrik<em>carbon-capture</em>untuk menghilangkan karbon dioksida dengan menangkap udara langsung. Kualitas lingkungan yang baik akan berdampak pada kualitas hidup manusia. Oleh sebab itu,<strong>Swiss yang memiliki kualitas lingkungan yang baik, sehingga angka harapan hidup penduduknya tinggi. </strong></p>
160 <p>Angka harapan hidup di suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan, pelayanan dan fasilitas kesehatan, kondisi sosial-ekonomi, dan faktor lainnya. Swiss merupakan salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup tinggi. Swiss dikenal dengan prinsipnya dalam<strong>mengembangkan keberlanjutan serta melestarikan lingkungan</strong>. Pada tahun 2017, negara ini dinobatkan sebagai nomor satu dari lima negara yang menerima<strong><em>Sustainable Development Goals</em></strong>PBB. Swiss memang telah melakukan berbagai aksi nyata untuk menanggulangi berbagai masalah lingkungan, terutama dalam hal iklim, energi, dan polusi udara. Bentuk keramahan lingkungan di negara ini dapat dibuktikan melalui beberapa hal, seperti pengelolaan limbah, pemeliharaan kualitas air, komitmen meminimalisir dan mendaur ulang barang tak terpakai, dan mendirikan pabrik<em>carbon-capture</em>untuk menghilangkan karbon dioksida dengan menangkap udara langsung. Kualitas lingkungan yang baik akan berdampak pada kualitas hidup manusia. Oleh sebab itu,<strong>Swiss yang memiliki kualitas lingkungan yang baik, sehingga angka harapan hidup penduduknya tinggi. </strong></p>
161 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
161 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
162 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Keragaman Budaya Indonesia</a></strong></p>
162 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Keragaman Budaya Indonesia</a></strong></p>
163 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persebaran Keragaman Budaya di Indonesia</strong></p>
163 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persebaran Keragaman Budaya di Indonesia</strong></p>
164 <p>3. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
164 <p>3. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
165 <p>Alat musik tradisional seperti pada gambar berasal dari Provinsi ….</p>
165 <p>Alat musik tradisional seperti pada gambar berasal dari Provinsi ….</p>
166 <ol><li>Jawa Barat</li>
166 <ol><li>Jawa Barat</li>
167 <li>SUlawesi Tenggara</li>
167 <li>SUlawesi Tenggara</li>
168 <li>Sulawesi Selatan</li>
168 <li>Sulawesi Selatan</li>
169 <li>Kalimantan Selatan</li>
169 <li>Kalimantan Selatan</li>
170 <li>Nusa Tenggara Timur</li>
170 <li>Nusa Tenggara Timur</li>
171 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
171 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
172 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
172 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
173 <p>Gambar alat musik pada soal adalah<strong>sasando yang dimiliki oleh masyarakat di Rote, Nusa Tenggara Timur</strong>. Sasando memiliki bagian utama berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu. Pada bagian tengah alat musik berdawai ini berbentuk melingkar dari atas ke bawah. Dawai-dawai pada sasando direntangkan di tabung dari atas ke bawah yang sudah diberi ganjalan-ganjalan. Berdasarkan struktur nada, sasando dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, sasando gong dengan sistem nada pentatonik memiliki dua belas dawai. Sasando jenis ini biasanya hanya bisa digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat di Pulau Rote. Kedua adalah sasando biola. Sasando ini memiliki sistem nada diatonik dengan jumlah dawai mencapai 48 buah. Kelebihan dari sasando ini, terletak pada jenis lagu yang bisa dimainkannya lebih bervariasi.<strong>Sasando ini diperkirakan mulai berkembang di Kupang pada akhir abad ke-18.</strong></p>
173 <p>Gambar alat musik pada soal adalah<strong>sasando yang dimiliki oleh masyarakat di Rote, Nusa Tenggara Timur</strong>. Sasando memiliki bagian utama berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu. Pada bagian tengah alat musik berdawai ini berbentuk melingkar dari atas ke bawah. Dawai-dawai pada sasando direntangkan di tabung dari atas ke bawah yang sudah diberi ganjalan-ganjalan. Berdasarkan struktur nada, sasando dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, sasando gong dengan sistem nada pentatonik memiliki dua belas dawai. Sasando jenis ini biasanya hanya bisa digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat di Pulau Rote. Kedua adalah sasando biola. Sasando ini memiliki sistem nada diatonik dengan jumlah dawai mencapai 48 buah. Kelebihan dari sasando ini, terletak pada jenis lagu yang bisa dimainkannya lebih bervariasi.<strong>Sasando ini diperkirakan mulai berkembang di Kupang pada akhir abad ke-18.</strong></p>
174 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E. </strong></p>
174 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E. </strong></p>
175 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Mitigasi Bencana Alam</a></strong></p>
175 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Mitigasi Bencana Alam</a></strong></p>
176 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Zona Rawan Bencana di Indonesia</strong></p>
176 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Zona Rawan Bencana di Indonesia</strong></p>
177 <p>4. Faktor yang menyebabkan risiko tanah longsor di Jakarta rendah adalah …. </p>
177 <p>4. Faktor yang menyebabkan risiko tanah longsor di Jakarta rendah adalah …. </p>
178 <ol><li>struktur tanah labil </li>
178 <ol><li>struktur tanah labil </li>
179 <li>wilayah padat penduduk</li>
179 <li>wilayah padat penduduk</li>
180 <li>merupakan wilayah yang cukup landai</li>
180 <li>merupakan wilayah yang cukup landai</li>
181 <li>tidak terdapat sungai dengan aliran yang deras</li>
181 <li>tidak terdapat sungai dengan aliran yang deras</li>
182 <li>sistem pembangunan fisik sudah sesuai standar</li>
182 <li>sistem pembangunan fisik sudah sesuai standar</li>
183 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
183 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
184 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
184 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
185 <p><strong>Wilayah</strong>yang<strong>memiliki ancaman tanah longsor</strong>memiliki<strong>ciri-ciri memiliki lereng terjal berbukit-bukit</strong>dengan curah hujan yang cukup tinggi. Sedangkan<strong>wilayah Jakarta</strong>memiliki<strong>morfologi</strong>yang<strong>cukup landai</strong>, sehingga<strong>risiko tanah longsor di Jakarta rendah</strong>.</p>
185 <p><strong>Wilayah</strong>yang<strong>memiliki ancaman tanah longsor</strong>memiliki<strong>ciri-ciri memiliki lereng terjal berbukit-bukit</strong>dengan curah hujan yang cukup tinggi. Sedangkan<strong>wilayah Jakarta</strong>memiliki<strong>morfologi</strong>yang<strong>cukup landai</strong>, sehingga<strong>risiko tanah longsor di Jakarta rendah</strong>.</p>
186 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C. </strong></p>
186 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C. </strong></p>
187 <p><strong>Topik</strong><strong>: Mitigasi Bencana Alam</strong></p>
187 <p><strong>Topik</strong><strong>: Mitigasi Bencana Alam</strong></p>
188 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penanggulangan Bencana</strong></p>
188 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penanggulangan Bencana</strong></p>
189 <p>5. Banten merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi di Indonesia. Hal ini dikarenakan posisinya terletak dekat dengan zona pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Namun, gempa yang terjadi di wilayah Banten jarang menimbulkan kerusakan pada perkampungan suku Baduy. Hal ini dikarenakan pada perkampungan suku Baduy ….</p>
189 <p>5. Banten merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi di Indonesia. Hal ini dikarenakan posisinya terletak dekat dengan zona pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Namun, gempa yang terjadi di wilayah Banten jarang menimbulkan kerusakan pada perkampungan suku Baduy. Hal ini dikarenakan pada perkampungan suku Baduy ….</p>
190 <ol><li>lokasinya jauh dari wilayah lautan</li>
190 <ol><li>lokasinya jauh dari wilayah lautan</li>
191 <li>wilayahnya didominasi oleh tanah vulkanik</li>
191 <li>wilayahnya didominasi oleh tanah vulkanik</li>
192 <li>menerapkan kearifan lokal pada bentuk rumah</li>
192 <li>menerapkan kearifan lokal pada bentuk rumah</li>
193 <li>terletak pada wilayah perbukitan dan hutan rimba </li>
193 <li>terletak pada wilayah perbukitan dan hutan rimba </li>
194 <li>struktur tanah di wilayahnya memiliki jenis granular</li>
194 <li>struktur tanah di wilayahnya memiliki jenis granular</li>
195 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
195 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
196 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
196 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
197 <p><strong>Suku Baduy terletak pada wilayah Banten</strong>yang<strong>rentan</strong>terhadap<strong>bencana gempa bumi</strong>. Namun, jarang sekali ada laporan atau berita yang memberitakan bahwa perkampungan suku Baduy mengalami kerusakan parah akibat gempa. Hal ini dikarenakan<strong>mereka telah melakukan mitigasi bencana dengan menerapkan kearifan lokal dalam struktur bangunan rumah di perkampungannya</strong>. Struktur rumah suku Baduy menggunakan bahan bangunan berupa kayu dan bambu serta menggunakan teknik sambung dan ikat bangunan untuk menyambungkan bagian-bagian bangunan. Struktur rumah yang demikian menjadikannya bergerak secara dinamis saat terjadi gempa. Dengan demikian,<strong>rumah suku Baduy jarang mengalami kerusakan akibat gempa</strong>.</p>
197 <p><strong>Suku Baduy terletak pada wilayah Banten</strong>yang<strong>rentan</strong>terhadap<strong>bencana gempa bumi</strong>. Namun, jarang sekali ada laporan atau berita yang memberitakan bahwa perkampungan suku Baduy mengalami kerusakan parah akibat gempa. Hal ini dikarenakan<strong>mereka telah melakukan mitigasi bencana dengan menerapkan kearifan lokal dalam struktur bangunan rumah di perkampungannya</strong>. Struktur rumah suku Baduy menggunakan bahan bangunan berupa kayu dan bambu serta menggunakan teknik sambung dan ikat bangunan untuk menyambungkan bagian-bagian bangunan. Struktur rumah yang demikian menjadikannya bergerak secara dinamis saat terjadi gempa. Dengan demikian,<strong>rumah suku Baduy jarang mengalami kerusakan akibat gempa</strong>.</p>
198 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C. </strong></p>
198 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C. </strong></p>
199 <h2>SEJARAH</h2>
199 <h2>SEJARAH</h2>
200 <p>Topik: Pendudukan Jepang di Indonesia</p>
200 <p>Topik: Pendudukan Jepang di Indonesia</p>
201 <p>Subtopik: Kebijakan Masa Jepang</p>
201 <p>Subtopik: Kebijakan Masa Jepang</p>
202 <p>1. Pada masa pendudukan Jepang, dibentuk berbagai organisasi yang bersifat militer dan semi militer. Adapun organisasi yang bersifat militer yang dibentuk oleh Jepang adalah ….</p>
202 <p>1. Pada masa pendudukan Jepang, dibentuk berbagai organisasi yang bersifat militer dan semi militer. Adapun organisasi yang bersifat militer yang dibentuk oleh Jepang adalah ….</p>
203 <ol><li>PETA</li>
203 <ol><li>PETA</li>
204 <li>Fujinkai</li>
204 <li>Fujinkai</li>
205 <li>Keibodan</li>
205 <li>Keibodan</li>
206 <li>Syusintai</li>
206 <li>Syusintai</li>
207 <li>Seinendan</li>
207 <li>Seinendan</li>
208 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
208 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
209 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
209 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
210 <p>Semakin tertekannya Jepang dalam Perang Asia Pasifik membuat Jepang akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk melatih para pemuda Indonesia dalam bidang militer. Pemerintah Jepang membentuk berbagai organisasi militer dan semi militer di Indonesia. Organisasi militer di antaranya adalah Heiho dan PETA sedangkan organisasi semi militer di antaranya adalah Fujinkai, Keibodan, Syusintai, Gakukotai, dan Seinendan. PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943, berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.</p>
210 <p>Semakin tertekannya Jepang dalam Perang Asia Pasifik membuat Jepang akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk melatih para pemuda Indonesia dalam bidang militer. Pemerintah Jepang membentuk berbagai organisasi militer dan semi militer di Indonesia. Organisasi militer di antaranya adalah Heiho dan PETA sedangkan organisasi semi militer di antaranya adalah Fujinkai, Keibodan, Syusintai, Gakukotai, dan Seinendan. PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943, berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.</p>
211 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
211 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
212 <p>Topik:<a>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</a></p>
212 <p>Topik:<a>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</a></p>
213 <p>Subtopik: Peristiwa Sekitar Proklamasi</p>
213 <p>Subtopik: Peristiwa Sekitar Proklamasi</p>
214 <p>2. Setelah Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan golongan pemuda untuk membawa Sukarno-Hatta kembali ke Jakarta, tekad Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan makin menguat. Berikut ini faktor yang menguatkan Sukarno-Hatta akhirnya memilih melaksanakan proklamasi pada 17 Agustus 1945 adalah ….</p>
214 <p>2. Setelah Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan golongan pemuda untuk membawa Sukarno-Hatta kembali ke Jakarta, tekad Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan makin menguat. Berikut ini faktor yang menguatkan Sukarno-Hatta akhirnya memilih melaksanakan proklamasi pada 17 Agustus 1945 adalah ….</p>
215 <ol><li>jaminan keamanan dari pemuda Indonesia dalam Proklamasi Kemerdekaan</li>
215 <ol><li>jaminan keamanan dari pemuda Indonesia dalam Proklamasi Kemerdekaan</li>
216 <li>bantuan pemerintah militer Jepang terhadap Proklamasi Kemerdekaan</li>
216 <li>bantuan pemerintah militer Jepang terhadap Proklamasi Kemerdekaan</li>
217 <li>penolakan dua perwira militer Jepang terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</li>
217 <li>penolakan dua perwira militer Jepang terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</li>
218 <li>kesiapan golongan pemuda untuk melakukan pemberontakan terhadap Jepang</li>
218 <li>kesiapan golongan pemuda untuk melakukan pemberontakan terhadap Jepang</li>
219 <li>sikap PPKI yang mendukung proklamasi kemerdekaan dilakukan secepatnya</li>
219 <li>sikap PPKI yang mendukung proklamasi kemerdekaan dilakukan secepatnya</li>
220 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
220 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
221 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
221 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
222 <p>Menguatnya tekad Sukarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia disebabkan oleh penolakan dua perwira militer Jepang, yaitu Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto dan Mayor Jenderal Otoshi Immamura. Mereka menolak kemerdekaan Indonesia. Bahkan kedua perwira tersebut melarang Sukarno dan Moh. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Jepang tidak akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia sehingga Sukarno dan Moh. Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.</p>
222 <p>Menguatnya tekad Sukarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia disebabkan oleh penolakan dua perwira militer Jepang, yaitu Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto dan Mayor Jenderal Otoshi Immamura. Mereka menolak kemerdekaan Indonesia. Bahkan kedua perwira tersebut melarang Sukarno dan Moh. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Jepang tidak akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia sehingga Sukarno dan Moh. Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.</p>
223 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
223 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
224 <p>Topik: Perang Dunia I dan II</p>
224 <p>Topik: Perang Dunia I dan II</p>
225 <p>Subtopik: Perang Dunia II</p>
225 <p>Subtopik: Perang Dunia II</p>
226 <p>3. Salah satu negara di Asia yang menyatakan bergabung dalam blok sekutu dalam Perang Dunia II adalah ….</p>
226 <p>3. Salah satu negara di Asia yang menyatakan bergabung dalam blok sekutu dalam Perang Dunia II adalah ….</p>
227 <ol><li>Jepang</li>
227 <ol><li>Jepang</li>
228 <li>Tiongkok</li>
228 <li>Tiongkok</li>
229 <li>Vietnam</li>
229 <li>Vietnam</li>
230 <li>Filipina</li>
230 <li>Filipina</li>
231 <li> Australia </li>
231 <li> Australia </li>
232 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
232 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
233 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
233 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
234 <p>Pada saat Perang Dunia II berkecamuk, wilayah Asia Pasifik tidak terlepas dari medan pertempuran. Bahkan Tiongkok sebagai salah satu negara Asia, menyatakan diri bergabung dengan Blok Sekutu guna menghadapi serangan Jepang di wilayah Asia Pasifik.</p>
234 <p>Pada saat Perang Dunia II berkecamuk, wilayah Asia Pasifik tidak terlepas dari medan pertempuran. Bahkan Tiongkok sebagai salah satu negara Asia, menyatakan diri bergabung dengan Blok Sekutu guna menghadapi serangan Jepang di wilayah Asia Pasifik.</p>
235 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
235 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
236 <p>Topik: Akar Nasionalisme, Demokrasi, dan Strategi Pergerakan</p>
236 <p>Topik: Akar Nasionalisme, Demokrasi, dan Strategi Pergerakan</p>
237 <p>Subtopik: Strategi Pergerakan</p>
237 <p>Subtopik: Strategi Pergerakan</p>
238 <p>4. Pada saat Hindia-Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal de Jonge, sikap pemerintah kolonial cenderung lebih keras dalam menghadapi kelompok-kelompok pergerakan nasional, di antaranya ….</p>
238 <p>4. Pada saat Hindia-Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal de Jonge, sikap pemerintah kolonial cenderung lebih keras dalam menghadapi kelompok-kelompok pergerakan nasional, di antaranya ….</p>
239 <ol><li>menghentikan bantuan beasiswa kepada kaum bumiputra</li>
239 <ol><li>menghentikan bantuan beasiswa kepada kaum bumiputra</li>
240 <li>memanggil pulang seluruh mahasiswa bumiputera yang ada di Belanda</li>
240 <li>memanggil pulang seluruh mahasiswa bumiputera yang ada di Belanda</li>
241 <li>mengawasi sekolah-sekolah yang dianggap menyebarkan ide pergerakan</li>
241 <li>mengawasi sekolah-sekolah yang dianggap menyebarkan ide pergerakan</li>
242 <li>membatasi akses fasilitas pendidikan kepada golongan pelajar bumiputra</li>
242 <li>membatasi akses fasilitas pendidikan kepada golongan pelajar bumiputra</li>
243 <li>tidak mengizinkan bumiputera untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi</li>
243 <li>tidak mengizinkan bumiputera untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi</li>
244 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
244 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
245 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
245 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
246 <p>Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal de Jonge yang mulai bertugas sejak tahun 1931, pemerintah kolonial bersikap lebih tegas terhadap organisasi-organisasi pergerakan. Sikap tegas tersebut di antaranya adalah dengan membubarkan media massa yang dianggap menyebarkan nasionalisme, menangkap tokoh-tokoh nasional yang dianggap berpotensi membangkitkan nasionalisme, dan mengawasi sekolah-sekolah yang dianggap sebagai penyebar ide pergerakan nasional yang jika perlu bisa dibubarkan oleh pemerintah kolonial.</p>
246 <p>Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal de Jonge yang mulai bertugas sejak tahun 1931, pemerintah kolonial bersikap lebih tegas terhadap organisasi-organisasi pergerakan. Sikap tegas tersebut di antaranya adalah dengan membubarkan media massa yang dianggap menyebarkan nasionalisme, menangkap tokoh-tokoh nasional yang dianggap berpotensi membangkitkan nasionalisme, dan mengawasi sekolah-sekolah yang dianggap sebagai penyebar ide pergerakan nasional yang jika perlu bisa dibubarkan oleh pemerintah kolonial.</p>
247 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
247 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
248 <p>Topik: Dampak Pendudukan Jepang</p>
248 <p>Topik: Dampak Pendudukan Jepang</p>
249 <p>Subtopik: Dampak dalam Bidang Militer</p>
249 <p>Subtopik: Dampak dalam Bidang Militer</p>
250 <p>5. Tujuan sebenarnya dari pembentukan Seinendan adalah ….</p>
250 <p>5. Tujuan sebenarnya dari pembentukan Seinendan adalah ….</p>
251 <ol><li>membantu tugas polisi militer Jepang yang ada di Indonesia</li>
251 <ol><li>membantu tugas polisi militer Jepang yang ada di Indonesia</li>
252 <li>menjadikan pemuda Indonesia sebagai tentara cadangan Jepang</li>
252 <li>menjadikan pemuda Indonesia sebagai tentara cadangan Jepang</li>
253 <li>menyelematkan tentara Jepang yang terjepit dalam front pertempuran</li>
253 <li>menyelematkan tentara Jepang yang terjepit dalam front pertempuran</li>
254 <li>membantu tentara Jepang dalam mengawasi kegiatan romusha di Indonesia</li>
254 <li>membantu tentara Jepang dalam mengawasi kegiatan romusha di Indonesia</li>
255 <li>menjadikan pemuda Indonesia sebagai tentara front terdepan melawan sekutu</li>
255 <li>menjadikan pemuda Indonesia sebagai tentara front terdepan melawan sekutu</li>
256 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
256 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
257 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
257 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
258 <p>Seinendan adalah organisasi barisan pemuda yang dibentuk oleh pemerintah Jepang pada 9 Maret 1943. Tujuan dibentuknya Seinendan adalah untuk menyelematkan tentara Jepang yang terjepit dalam front pertempuran, selain itu juga untuk mendidik serta melatih para pemuda supaya dapat mempertahankan keamanan Indonesia.</p>
258 <p>Seinendan adalah organisasi barisan pemuda yang dibentuk oleh pemerintah Jepang pada 9 Maret 1943. Tujuan dibentuknya Seinendan adalah untuk menyelematkan tentara Jepang yang terjepit dalam front pertempuran, selain itu juga untuk mendidik serta melatih para pemuda supaya dapat mempertahankan keamanan Indonesia.</p>
259 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
259 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
260 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 11 IPS Semester Ganjil 2021</a></strong></p>
260 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 11 IPS Semester Ganjil 2021</a></strong></p>
261 <h2>SOSIOLOGI</h2>
261 <h2>SOSIOLOGI</h2>
262 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik dan Kekerasan</strong></p>
262 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik dan Kekerasan</strong></p>
263 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Faktor Pendorong Integrasi Sosial</a></strong></p>
263 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Faktor Pendorong Integrasi Sosial</a></strong></p>
264 <p>1. Setiap individu memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sehingga diperlukan suatu … untuk mendorong terciptanya integrasi sosial. </p>
264 <p>1. Setiap individu memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sehingga diperlukan suatu … untuk mendorong terciptanya integrasi sosial. </p>
265 <ol><li>ikatan sosial yang kuat dalam kelompoknya</li>
265 <ol><li>ikatan sosial yang kuat dalam kelompoknya</li>
266 <li>kerja sama antara satu dengan lainnya </li>
266 <li>kerja sama antara satu dengan lainnya </li>
267 <li>kesepakatan dalam anggota kelompok sosial</li>
267 <li>kesepakatan dalam anggota kelompok sosial</li>
268 <li>kesadaran sebagai makhluk individu dan sosial</li>
268 <li>kesadaran sebagai makhluk individu dan sosial</li>
269 <li>sikap terbuka sesama anggota kelompok</li>
269 <li>sikap terbuka sesama anggota kelompok</li>
270 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
270 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
271 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
271 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
272 <p><strong>Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.</strong>Setiap individu memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, individu harus melakukan kerja sama antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan adanya kerja sama di masyarakat dapat mendorong terciptanya integrasi sosial dan menghindari munculnya konflik. </p>
272 <p><strong>Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.</strong>Setiap individu memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, individu harus melakukan kerja sama antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan adanya kerja sama di masyarakat dapat mendorong terciptanya integrasi sosial dan menghindari munculnya konflik. </p>
273 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
273 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
274 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik dan Kekerasan</strong></p>
274 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik dan Kekerasan</strong></p>
275 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong>Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial</strong></p>
275 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong>Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial</strong></p>
276 <p>2. Berikut ini yang menjadi latar belakang munculnya integrasi normatif adalah …. </p>
276 <p>2. Berikut ini yang menjadi latar belakang munculnya integrasi normatif adalah …. </p>
277 <ol><li>adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat </li>
277 <ol><li>adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat </li>
278 <li>adanya fungsi-fungsi dalam masyarakat</li>
278 <li>adanya fungsi-fungsi dalam masyarakat</li>
279 <li>adanya kekuasaan dari penguasa</li>
279 <li>adanya kekuasaan dari penguasa</li>
280 <li>adanya keinginan untuk menciptakan kehidupan yang damai </li>
280 <li>adanya keinginan untuk menciptakan kehidupan yang damai </li>
281 <li>adanya keinginan individu untuk meningkatkan kemakmuran kelompoknya</li>
281 <li>adanya keinginan individu untuk meningkatkan kemakmuran kelompoknya</li>
282 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
282 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
283 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
283 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
284 <p><strong>Integrasi normatif dapat terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat.</strong>Dalam hal ini, norma merupakan pedoman untuk melakukan hubungan sosial dalam masyarakat yang berisi perintah, larangan, dan anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku dengan baik. Dengan adanya norma tersebut dapat mempersatukan masyarakat dan menciptakan kehidupan yang harmonis.</p>
284 <p><strong>Integrasi normatif dapat terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat.</strong>Dalam hal ini, norma merupakan pedoman untuk melakukan hubungan sosial dalam masyarakat yang berisi perintah, larangan, dan anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku dengan baik. Dengan adanya norma tersebut dapat mempersatukan masyarakat dan menciptakan kehidupan yang harmonis.</p>
285 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
285 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
286 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik dan Kekerasan</strong></p>
286 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik dan Kekerasan</strong></p>
287 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong>Reintegrasi Sosial</strong></p>
287 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong>Reintegrasi Sosial</strong></p>
288 <p>3. Perhatikan ilustrasi berikut!</p>
288 <p>3. Perhatikan ilustrasi berikut!</p>
289 <p>Demonstrasi menuntut kenaikan upah berakhir ricuh. Sekelompok demonstran mengamuk karena tidak kunjung mendapat tanggapan. Tindakan tersebut memicu demonstran lain melakukan hal yang sama dan merusak fasilitas umum. Akhirnya, petugas keamanan membubarkan paksa para demonstran. </p>
289 <p>Demonstrasi menuntut kenaikan upah berakhir ricuh. Sekelompok demonstran mengamuk karena tidak kunjung mendapat tanggapan. Tindakan tersebut memicu demonstran lain melakukan hal yang sama dan merusak fasilitas umum. Akhirnya, petugas keamanan membubarkan paksa para demonstran. </p>
290 <p>Bentuk akomodasi yang dilakukan oleh petugas keamanan dalam ilustrasi tersebut dapat dikategorikan sebagai …. </p>
290 <p>Bentuk akomodasi yang dilakukan oleh petugas keamanan dalam ilustrasi tersebut dapat dikategorikan sebagai …. </p>
291 <ol><li>koersi</li>
291 <ol><li>koersi</li>
292 <li>mediasi</li>
292 <li>mediasi</li>
293 <li>arbitrase</li>
293 <li>arbitrase</li>
294 <li>stalemate</li>
294 <li>stalemate</li>
295 <li>adjudikasi </li>
295 <li>adjudikasi </li>
296 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
296 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
297 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
297 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
298 <p>Tindakan penyelesaian demonstrasi yang dilakukan petugas keamanan merupakan upaya koersi.<strong>Koersi merupakan tindakan untuk menyelesaikan konflik dengan cara paksaan.</strong>Para demonstran dipaksa membubarkan diri. Adapun mediasi tidak tepat, karena merupakan upaya penyelesaian konflik dengan menggunakan jasa pihak ketiga sebagai pihak penengah. Arbitrase tidak tepat karena tidak melibatkan artibrase memberi putusan perkara. Pilihan stalemate kurang tepat karena dalam ilustrasi tidak menunjukkan adanya kekuatan yang seimbang. Adapun ajudikasi tidak tepat karena dalam ilustrasi tidak menunjukkan upaya penyelesaian ke jalur hukum.</p>
298 <p>Tindakan penyelesaian demonstrasi yang dilakukan petugas keamanan merupakan upaya koersi.<strong>Koersi merupakan tindakan untuk menyelesaikan konflik dengan cara paksaan.</strong>Para demonstran dipaksa membubarkan diri. Adapun mediasi tidak tepat, karena merupakan upaya penyelesaian konflik dengan menggunakan jasa pihak ketiga sebagai pihak penengah. Arbitrase tidak tepat karena tidak melibatkan artibrase memberi putusan perkara. Pilihan stalemate kurang tepat karena dalam ilustrasi tidak menunjukkan adanya kekuatan yang seimbang. Adapun ajudikasi tidak tepat karena dalam ilustrasi tidak menunjukkan upaya penyelesaian ke jalur hukum.</p>
299 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
299 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
300 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Konflik Sosial dan Kekerasan</a></strong></p>
300 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Konflik Sosial dan Kekerasan</a></strong></p>
301 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jenis-Jenis Konflik Sosial</strong></p>
301 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jenis-Jenis Konflik Sosial</strong></p>
302 <p>4. Konflik yang terjadi antaranggota dalam sebuah kelompok, menurut Lewis A. Coser, dapat disebut sebagai konflik ….</p>
302 <p>4. Konflik yang terjadi antaranggota dalam sebuah kelompok, menurut Lewis A. Coser, dapat disebut sebagai konflik ….</p>
303 <ol><li>pribadi</li>
303 <ol><li>pribadi</li>
304 <li><em>in-group</em></li>
304 <li><em>in-group</em></li>
305 <li><em>out-group</em></li>
305 <li><em>out-group</em></li>
306 <li>kelompok</li>
306 <li>kelompok</li>
307 <li>peran sosial</li>
307 <li>peran sosial</li>
308 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
308 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
309 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
309 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
310 <p><strong>Lewis A. Coser membedakan konflik atas konflik in-group dan konflik out-group. Konflik in-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok itu sendiri.</strong>Contohnya konflik yang terjadi antaranggota dalam suatu geng. Konflik out-group adalah konflik yang terjadi antara satu kelompok dan kelompok lain. Sebagai contoh, konflik yang terjadi antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura beberapa tahun lalu.</p>
310 <p><strong>Lewis A. Coser membedakan konflik atas konflik in-group dan konflik out-group. Konflik in-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok itu sendiri.</strong>Contohnya konflik yang terjadi antaranggota dalam suatu geng. Konflik out-group adalah konflik yang terjadi antara satu kelompok dan kelompok lain. Sebagai contoh, konflik yang terjadi antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura beberapa tahun lalu.</p>
311 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
311 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
312 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
312 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konflik Sosial dan Kekerasan</strong></p>
313 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Beberapa Tokoh Teori Konflik dan Pemikirannya</strong></p>
313 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Beberapa Tokoh Teori Konflik dan Pemikirannya</strong></p>
314 <p>5. Perhatikan ilustrasi di bawah ini!</p>
314 <p>5. Perhatikan ilustrasi di bawah ini!</p>
315 <p>Pejabat yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa tidak terima dengan kesaksian para bawahannya. Ia merasa para bawahannya yang lebih pantas dijadikan tersangka karena mereka yang mengatur keuangan APBN. Sayangnya, penyidik menyatakan bahwa tindakan pencucian uang tersebut dilakukan secara organisir karena sang pejabat terbukti mendapat suntikan dana dengan jumlah besar yang tidak jelas asal-usulnya.</p>
315 <p>Pejabat yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa tidak terima dengan kesaksian para bawahannya. Ia merasa para bawahannya yang lebih pantas dijadikan tersangka karena mereka yang mengatur keuangan APBN. Sayangnya, penyidik menyatakan bahwa tindakan pencucian uang tersebut dilakukan secara organisir karena sang pejabat terbukti mendapat suntikan dana dengan jumlah besar yang tidak jelas asal-usulnya.</p>
316 <p>Berdasarkan ilustrasi tersebut, hal yang relevan dengan pemikiran Coser mengenai konflik adalah …. </p>
316 <p>Berdasarkan ilustrasi tersebut, hal yang relevan dengan pemikiran Coser mengenai konflik adalah …. </p>
317 <ol><li>alat untuk mencapai tujuan</li>
317 <ol><li>alat untuk mencapai tujuan</li>
318 <li>kekecewaan terhadap tuntutan khusus yang terjadi</li>
318 <li>kekecewaan terhadap tuntutan khusus yang terjadi</li>
319 <li>suatu proses yang ditonjolkan oleh kaum fungsionalis struktural</li>
319 <li>suatu proses yang ditonjolkan oleh kaum fungsionalis struktural</li>
320 <li>mengkambinghitamkan seseorang sebagai bentuk perlawanan </li>
320 <li>mengkambinghitamkan seseorang sebagai bentuk perlawanan </li>
321 <li>alat untuk mempertahankan, mempersatukan, dan mempertegas sistem sosial yang ada </li>
321 <li>alat untuk mempertahankan, mempersatukan, dan mempertegas sistem sosial yang ada </li>
322 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
322 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
323 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
323 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
324 <p><strong>Coser mengungkapkan pemikirannya mengenai konflik dengan membagi menjadi dua, yaitu konflik realistis dan nonrealistis. Pada hakikatnya, konflik nonrealistis merupakan ekspresi masyarakat yang frustrasi yang kemudian melakukan hal agresif.</strong>Konflik ini tidak memiliki jalan alternatif untuk mendapatkan tujuannya karena tujuan dari konflik nonrealistis ini tidak jelas. Berbeda dengan hakikat dari konflik realistis yang melakukan dan mengekspresikan kemarahannya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu agar mereka mendapatkan hal yang lebih baik. Oleh karena itu, kondisi pada soal memperlihatkan pejabat yang marah dan berusaha mengkambinghitamkan bawahannya agar ia tidak dipidana atas kasus pencucian uang.</p>
324 <p><strong>Coser mengungkapkan pemikirannya mengenai konflik dengan membagi menjadi dua, yaitu konflik realistis dan nonrealistis. Pada hakikatnya, konflik nonrealistis merupakan ekspresi masyarakat yang frustrasi yang kemudian melakukan hal agresif.</strong>Konflik ini tidak memiliki jalan alternatif untuk mendapatkan tujuannya karena tujuan dari konflik nonrealistis ini tidak jelas. Berbeda dengan hakikat dari konflik realistis yang melakukan dan mengekspresikan kemarahannya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu agar mereka mendapatkan hal yang lebih baik. Oleh karena itu, kondisi pada soal memperlihatkan pejabat yang marah dan berusaha mengkambinghitamkan bawahannya agar ia tidak dipidana atas kasus pencucian uang.</p>
325 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
325 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
326 <h2>MATEMATIKA</h2>
326 <h2>MATEMATIKA</h2>
327 <p><strong>Topik</strong><strong>: Barisan dan Deret</strong></p>
327 <p><strong>Topik</strong><strong>: Barisan dan Deret</strong></p>
328 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Deret Geometri</a>Tak Hingga</strong></p>
328 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Deret Geometri</a>Tak Hingga</strong></p>
329 <p>1. Diketahui suku ke-n suatu deret geometri tak hingga adalah 5-n. Jumlah deret geometri tak hingga tersebut adalah ….</p>
329 <p>1. Diketahui suku ke-n suatu deret geometri tak hingga adalah 5-n. Jumlah deret geometri tak hingga tersebut adalah ….</p>
330 <ol><li>1/4</li>
330 <ol><li>1/4</li>
331 <li>1/5</li>
331 <li>1/5</li>
332 <li>1/6</li>
332 <li>1/6</li>
333 <li>1/7</li>
333 <li>1/7</li>
334 <li>1/8</li>
334 <li>1/8</li>
335 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
335 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
336 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
336 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337 <p>Diketahui rumus suku ke-n dari deret geometri tak hingga tersebut adalah Un = 5-n .</p>
337 <p>Diketahui rumus suku ke-n dari deret geometri tak hingga tersebut adalah Un = 5-n .</p>
338 <p>Oleh karena itu, suku pertama dan suku kedua dari deret tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
338 <p>Oleh karena itu, suku pertama dan suku kedua dari deret tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
339 <p>dan</p>
339 <p>dan</p>
340 <p>Didapat suku pertama dan suku kedua adalah U1 = a = 1/5 dan U2 = 1/25.</p>
340 <p>Didapat suku pertama dan suku kedua adalah U1 = a = 1/5 dan U2 = 1/25.</p>
341 <p>Kemudian, rasio dari deret tersebut dapat dihitung sebagai berikut.</p>
341 <p>Kemudian, rasio dari deret tersebut dapat dihitung sebagai berikut.</p>
342 <p>Diperoleh rasio dari deret tersebut adalah r = 1/5.</p>
342 <p>Diperoleh rasio dari deret tersebut adalah r = 1/5.</p>
343 <p>Selanjutnya, jumlah deret tak hingga dapat ditentukan dengan rumus deret geometri tak hingga sebagai berikut.</p>
343 <p>Selanjutnya, jumlah deret tak hingga dapat ditentukan dengan rumus deret geometri tak hingga sebagai berikut.</p>
344 <p>Dengan demikian, jumlah deret geometri tak hingga tersebut adalah 1/4.</p>
344 <p>Dengan demikian, jumlah deret geometri tak hingga tersebut adalah 1/4.</p>
345 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
345 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
346 <p><strong>Topik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
346 <p><strong>Topik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
347 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
347 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
348 <p>2. Nilai dari adalah ….</p>
348 <p>2. Nilai dari adalah ….</p>
349 <ol><li>1</li>
349 <ol><li>1</li>
350 <li>3</li>
350 <li>3</li>
351 <li>4</li>
351 <li>4</li>
352 <li>6</li>
352 <li>6</li>
353 <li>9</li>
353 <li>9</li>
354 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
354 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
355 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
355 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
356 <p>Ingat sifat berikut:</p>
356 <p>Ingat sifat berikut:</p>
357 <ul><li>a3 - b3 = (a - b)(a2 + ab + b2)</li>
357 <ul><li>a3 - b3 = (a - b)(a2 + ab + b2)</li>
358 <li>a - 2a + 1 = (a - 1)2</li>
358 <li>a - 2a + 1 = (a - 1)2</li>
359 </ul><p>Perhatikan perhitungan berikut:</p>
359 </ul><p>Perhatikan perhitungan berikut:</p>
360 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah 9.</p>
360 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah 9.</p>
361 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
361 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
362 <p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar </strong></p>
362 <p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar </strong></p>
363 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Turunan I</strong></p>
363 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Turunan I</strong></p>
364 <p>3. Gradien garis singgung kurva di titik (6, 18) adalah ….</p>
364 <p>3. Gradien garis singgung kurva di titik (6, 18) adalah ….</p>
365 <ol><li>2</li>
365 <ol><li>2</li>
366 <li>3</li>
366 <li>3</li>
367 <li>4</li>
367 <li>4</li>
368 <li>6</li>
368 <li>6</li>
369 <li>7</li>
369 <li>7</li>
370 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
370 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
371 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
371 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
372 <p>Cari terlebih dahulu kedudukan titik (6, 18) terhadap kurva .</p>
372 <p>Cari terlebih dahulu kedudukan titik (6, 18) terhadap kurva .</p>
373 <p>Jika disubstitusi x = 6 ke dalam persamaan kurva, maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.</p>
373 <p>Jika disubstitusi x = 6 ke dalam persamaan kurva, maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.</p>
374 <p>Didapat nilai y = 18. Akibatnya, titik (6, 18) terletak pada kurva .</p>
374 <p>Didapat nilai y = 18. Akibatnya, titik (6, 18) terletak pada kurva .</p>
375 <p>Oleh karena itu, garis singgung dari kurva pada titik (6, 18) memiliki gradien m = y’.</p>
375 <p>Oleh karena itu, garis singgung dari kurva pada titik (6, 18) memiliki gradien m = y’.</p>
376 <p>Akan dicari turunan pertama dari .</p>
376 <p>Akan dicari turunan pertama dari .</p>
377 <p>Selanjutnya, gradien garis singgung kurva di titik (6, 18) adalah sebagai berikut.</p>
377 <p>Selanjutnya, gradien garis singgung kurva di titik (6, 18) adalah sebagai berikut.</p>
378 <p>m = y’</p>
378 <p>m = y’</p>
379 <p>m = x</p>
379 <p>m = x</p>
380 <p>m = 6</p>
380 <p>m = 6</p>
381 <p>Dengan demikian, gradien garis singgung kurva tersebut di titik (6, 18) adalah 6. </p>
381 <p>Dengan demikian, gradien garis singgung kurva tersebut di titik (6, 18) adalah 6. </p>
382 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
382 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
383 <p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar </strong></p>
383 <p><strong>Topik</strong><strong>: Turunan Fungsi Aljabar </strong></p>
384 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Turunan III</strong></p>
384 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Turunan III</strong></p>
385 <p>4. Keliling sebuah persegi panjang adalah (8x + 24) cm dan lebarnya adalah (8 - x) cm. Agar luasnya maksimum, maka panjangnya adalah … cm.</p>
385 <p>4. Keliling sebuah persegi panjang adalah (8x + 24) cm dan lebarnya adalah (8 - x) cm. Agar luasnya maksimum, maka panjangnya adalah … cm.</p>
386 <ol><li>12</li>
386 <ol><li>12</li>
387 <li>12,5</li>
387 <li>12,5</li>
388 <li>22</li>
388 <li>22</li>
389 <li>24,5</li>
389 <li>24,5</li>
390 <li>36</li>
390 <li>36</li>
391 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
391 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
392 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
392 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
393 <p>Dari informasi pada soal, diketahui bahwa K(x) = 8x + 24 dan L(x) = 8 - x. </p>
393 <p>Dari informasi pada soal, diketahui bahwa K(x) = 8x + 24 dan L(x) = 8 - x. </p>
394 <p>Oleh karena itu, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
394 <p>Oleh karena itu, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
395 <p>Oleh karena itu, luas persegi panjang dapat dihitung sebagai berikut.</p>
395 <p>Oleh karena itu, luas persegi panjang dapat dihitung sebagai berikut.</p>
396 <p>Didapat bahwa L(x) merupakan fungsi kuadrat dengan koefisien x2 bernilai negatif sehingga grafiknya terbuka ke bawah dan titik stasionernya merupakan titik maksimum.</p>
396 <p>Didapat bahwa L(x) merupakan fungsi kuadrat dengan koefisien x2 bernilai negatif sehingga grafiknya terbuka ke bawah dan titik stasionernya merupakan titik maksimum.</p>
397 <p>Oleh karena itu, nilai x yang menyebabkan L(x) maksimum terjadi ketika L'(x) = 0 sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
397 <p>Oleh karena itu, nilai x yang menyebabkan L(x) maksimum terjadi ketika L'(x) = 0 sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
398 <p>Oleh karena itu, panjang persegi panjang yang membuat luasnya maksimum adalah sebagai berikut.</p>
398 <p>Oleh karena itu, panjang persegi panjang yang membuat luasnya maksimum adalah sebagai berikut.</p>
399 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
399 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
400 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integral Fungsi Aljabar</strong></p>
400 <p><strong>Topik</strong><strong>: Integral Fungsi Aljabar</strong></p>
401 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Integral Tak Tentu</strong></p>
401 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Integral Tak Tentu</strong></p>
402 <p>5. Percepatan suatu partikel saat t detik ditentukan dengan rumus a(t) = 3t - 4. Jika kecepatan awal partikel adalah 12 m/s dan jarak tempuh setelah 2 detik adalah 18 m, maka jarak yang dapat ditempuh partikel tersebut dalam waktu 6 detik adalah … m.</p>
402 <p>5. Percepatan suatu partikel saat t detik ditentukan dengan rumus a(t) = 3t - 4. Jika kecepatan awal partikel adalah 12 m/s dan jarak tempuh setelah 2 detik adalah 18 m, maka jarak yang dapat ditempuh partikel tersebut dalam waktu 6 detik adalah … m.</p>
403 <ol><li>98</li>
403 <ol><li>98</li>
404 <li>106</li>
404 <li>106</li>
405 <li>120</li>
405 <li>120</li>
406 <li>196</li>
406 <li>196</li>
407 <li>210</li>
407 <li>210</li>
408 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
408 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
409 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
409 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
410 <p>Ingat kembali penggunaan integral berikut!</p>
410 <p>Ingat kembali penggunaan integral berikut!</p>
411 <p>dan</p>
411 <p>dan</p>
412 <p>dengan v(t) dan s(t) berturut-turut adalah fungsi kecepatan dan jarak terhadap waktu.</p>
412 <p>dengan v(t) dan s(t) berturut-turut adalah fungsi kecepatan dan jarak terhadap waktu.</p>
413 <p>Oleh karena itu, kecepatan partikel tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
413 <p>Oleh karena itu, kecepatan partikel tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
414 <p>Diketahui kecepatan awal partikel adalah 12 m/s, maka didapat hubungan sebagai berikut.</p>
414 <p>Diketahui kecepatan awal partikel adalah 12 m/s, maka didapat hubungan sebagai berikut.</p>
415 <p>Jadi, diperoleh rumus untuk kecepatan partikel saat t detik adalah .</p>
415 <p>Jadi, diperoleh rumus untuk kecepatan partikel saat t detik adalah .</p>
416 <p>Selanjutnya, fungsi jarak tempuh partikel tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
416 <p>Selanjutnya, fungsi jarak tempuh partikel tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
417 <p>Diketahui jarak tempuh partikel setelah 2 detik adalah 18 m, maka didapat hubungan sebagai berikut.</p>
417 <p>Diketahui jarak tempuh partikel setelah 2 detik adalah 18 m, maka didapat hubungan sebagai berikut.</p>
418 <p>Jadi, diperoleh rumus untuk jarak tempuh partikel saat t detik adalah </p>
418 <p>Jadi, diperoleh rumus untuk jarak tempuh partikel saat t detik adalah </p>
419 <p>Dengan demikian, jarak yang dapat ditempuh partikel tersebut dalam waktu 6 detik dapat dihitung sebagai berikut.</p>
419 <p>Dengan demikian, jarak yang dapat ditempuh partikel tersebut dalam waktu 6 detik dapat dihitung sebagai berikut.</p>
420 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
420 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
421 <p>Sekian latihan soal dan pembahasan PAT Tahun 2024 untuk kelas 11 IPS. Nah, kalau kamu ingin berlatih lebih banyak lagi, yuk langsung cek aja di<a>ruangbelajar</a>! Di sana tersedia latihan soal untuk semua mata pelajaran, lho!</p>
421 <p>Sekian latihan soal dan pembahasan PAT Tahun 2024 untuk kelas 11 IPS. Nah, kalau kamu ingin berlatih lebih banyak lagi, yuk langsung cek aja di<a>ruangbelajar</a>! Di sana tersedia latihan soal untuk semua mata pelajaran, lho!</p>
422  
422