0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p></p>
1
<p></p>
2
<p><em>Artikel ini menjelaskan tentang konsep logika matematika pada konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu implikasi. </em></p>
2
<p><em>Artikel ini menjelaskan tentang konsep logika matematika pada konvers, invers, dan kontraposisi dari suatu implikasi. </em></p>
3
<p><em>-</em></p>
3
<p><em>-</em></p>
4
<p>Setiap manusia pasti berpikir menggunakan logika, sehingga saat menghadapi persoalan apapun dapat dengan mudah menemukan jalan keluarnya. Tapi tahukah kamu, logika itu bekerja secara matematis? Ada<em>lho</em>rumus-rumusnya dalam ilmu matematika.<em>Nah</em>, kali ini kita bahas bersama<em>yuk</em>mengenai konvers, invers, dan kontraposisi dalam materi<strong>logika</strong><strong>matematika</strong>. Ketiganya dapat mengubah pernyataan implikasi, yaitu pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika…, maka…”. Supaya cara berpikir kita menjadi semakin terstruktur, simak terus ya!</p>
4
<p>Setiap manusia pasti berpikir menggunakan logika, sehingga saat menghadapi persoalan apapun dapat dengan mudah menemukan jalan keluarnya. Tapi tahukah kamu, logika itu bekerja secara matematis? Ada<em>lho</em>rumus-rumusnya dalam ilmu matematika.<em>Nah</em>, kali ini kita bahas bersama<em>yuk</em>mengenai konvers, invers, dan kontraposisi dalam materi<strong>logika</strong><strong>matematika</strong>. Ketiganya dapat mengubah pernyataan implikasi, yaitu pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika…, maka…”. Supaya cara berpikir kita menjadi semakin terstruktur, simak terus ya!</p>
5
<h2><strong>1. Konvers</strong></h2>
5
<h2><strong>1. Konvers</strong></h2>
6
<p><strong>Konvers merupakan<strong>kebalikan dari pernyataan implikasi</strong>. Rumusnya seperti di bawah ini:</strong></p>
6
<p><strong>Konvers merupakan<strong>kebalikan dari pernyataan implikasi</strong>. Rumusnya seperti di bawah ini:</strong></p>
7
<p><strong>Contoh kasus:</strong></p>
7
<p><strong>Contoh kasus:</strong></p>
8
<p>Implikasi: Jika Najwa Sihab rajin baca buku, maka Najwa Sihab cerdas.</p>
8
<p>Implikasi: Jika Najwa Sihab rajin baca buku, maka Najwa Sihab cerdas.</p>
9
<p>Konvers: Jika Najwa Sihab cerdas, maka Najwa Sihab rajin baca buku.</p>
9
<p>Konvers: Jika Najwa Sihab cerdas, maka Najwa Sihab rajin baca buku.</p>
10
<p>Jadi, kalau orang tua kita bilang “Nak, kamu harus rajin baca buku biar kamu cerdas.” Berarti logikanya, orang tua kita ingin kita jadi anak yang cerdas, maka disuruh rajin baca buku. Jadi, jawab aja orang tuamu “Oke Mah, aku mau cerdas, makanya aku rajin baca buku.”</p>
10
<p>Jadi, kalau orang tua kita bilang “Nak, kamu harus rajin baca buku biar kamu cerdas.” Berarti logikanya, orang tua kita ingin kita jadi anak yang cerdas, maka disuruh rajin baca buku. Jadi, jawab aja orang tuamu “Oke Mah, aku mau cerdas, makanya aku rajin baca buku.”</p>
11
<h2><strong>2. Invers</strong></h2>
11
<h2><strong>2. Invers</strong></h2>
12
<p>Invers merupakan<strong>negasi</strong><strong>dari pernyataan implikasi</strong>. Rumusnya seperti ini:</p>
12
<p>Invers merupakan<strong>negasi</strong><strong>dari pernyataan implikasi</strong>. Rumusnya seperti ini:</p>
13
<p><strong>Contoh kasus:</strong></p>
13
<p><strong>Contoh kasus:</strong></p>
14
<p>Implikasi: Jika Najwa Sihab rajin baca buku, maka Najwa Sihab cerdas.</p>
14
<p>Implikasi: Jika Najwa Sihab rajin baca buku, maka Najwa Sihab cerdas.</p>
15
<p>Invers: Jika Najwa Sihab tidak rajin baca buku, maka Najwa Sihab tidak cerdas.</p>
15
<p>Invers: Jika Najwa Sihab tidak rajin baca buku, maka Najwa Sihab tidak cerdas.</p>
16
<p>Paham<em>kan</em>perbedaan invers dengan konvers? Jadi, invers itu adalah logika yang menegasikan sebuah pernyataan implikasi. Kalau kamu rajin baca buku, maka kamu akan jadi anak yang cerdas. <em>Nah</em>, berarti logikanya kalau kamu tidak rajin baca buku, gimana mau jadi anak cerdas. Ya<em>kan</em>?</p>
16
<p>Paham<em>kan</em>perbedaan invers dengan konvers? Jadi, invers itu adalah logika yang menegasikan sebuah pernyataan implikasi. Kalau kamu rajin baca buku, maka kamu akan jadi anak yang cerdas. <em>Nah</em>, berarti logikanya kalau kamu tidak rajin baca buku, gimana mau jadi anak cerdas. Ya<em>kan</em>?</p>
17
<h2><strong>3. Kontraposisi</strong></h2>
17
<h2><strong>3. Kontraposisi</strong></h2>
18
<p><strong>Kontraposisi merupakan<strong>kebalikan dan negasi</strong><strong>dari pernyataan implikasi</strong>. Bingung,<em>nggak</em>? Kalau bingung, begini rumusnya:</strong></p>
18
<p><strong>Kontraposisi merupakan<strong>kebalikan dan negasi</strong><strong>dari pernyataan implikasi</strong>. Bingung,<em>nggak</em>? Kalau bingung, begini rumusnya:</strong></p>
19
<p><strong>Contoh Kasus:</strong></p>
19
<p><strong>Contoh Kasus:</strong></p>
20
<p>Implikasi: Jika Najwa Sihab rajin baca buku, maka Najwa Sihab cerdas.</p>
20
<p>Implikasi: Jika Najwa Sihab rajin baca buku, maka Najwa Sihab cerdas.</p>
21
<p>Kontraposisi: Jika Najwa Sihab tidak cerdas, maka Najwa Sihab tidak rajin baca buku.</p>
21
<p>Kontraposisi: Jika Najwa Sihab tidak cerdas, maka Najwa Sihab tidak rajin baca buku.</p>
22
<p>Paham<em>kan</em>ya, kalau kontraposisi itu gabungan antara konvers dan invers. Jadi, pernyataan majemuknya kita balik lalu dinegasikan. Mudah, bukan?</p>
22
<p>Paham<em>kan</em>ya, kalau kontraposisi itu gabungan antara konvers dan invers. Jadi, pernyataan majemuknya kita balik lalu dinegasikan. Mudah, bukan?</p>
23
<h6><strong>Baca juga:<a>Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Biimplikasi</a></strong></h6>
23
<h6><strong>Baca juga:<a>Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Biimplikasi</a></strong></h6>
24
<p>Pasti banyak dari kita yang jarang memperhatikan tentang logika matematika ini. Padahal, logika matematika penting untuk memahami pernyataan-pernyataan, khususnya pernyataan majemuk. Apalagi, di era digital seperti sekarang, berkomunikasi tanpa tatap muka langsung cenderung sering membuat kita menjadi salah paham.</p>
24
<p>Pasti banyak dari kita yang jarang memperhatikan tentang logika matematika ini. Padahal, logika matematika penting untuk memahami pernyataan-pernyataan, khususnya pernyataan majemuk. Apalagi, di era digital seperti sekarang, berkomunikasi tanpa tatap muka langsung cenderung sering membuat kita menjadi salah paham.</p>
25
<p>Tentu saja, kamu bisa terus berlatih tentang materi lainnya di<a>ruangbelajar</a>! Banyak video animasi seru <em>loh </em>di<a>ruangbelajar</a>, anti bosan-bosan club!</p>
25
<p>Tentu saja, kamu bisa terus berlatih tentang materi lainnya di<a>ruangbelajar</a>! Banyak video animasi seru <em>loh </em>di<a>ruangbelajar</a>, anti bosan-bosan club!</p>
26
<p><strong>Sumber Referensi </strong></p>
26
<p><strong>Sumber Referensi </strong></p>
27
<p>Sharma S. N, Widiastuti N, Himawan C, dkk (2017) Jelajah Matematika SMA Kelas XI Program Wajib. Jakarta:Yudisthira</p>
27
<p>Sharma S. N, Widiastuti N, Himawan C, dkk (2017) Jelajah Matematika SMA Kelas XI Program Wajib. Jakarta:Yudisthira</p>
28
<p><em>Artikel diperbahui 21 Januari 2021</em></p>
28
<p><em>Artikel diperbahui 21 Januari 2021</em></p>
29
29