0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya. Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Jangan anggap sepele penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan. Bahaya. Maka dari itu, pelajari dulu fungsi dan baca contohnya di artikel berikut.</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p>Sebelum kita masuk ke pembahasan, coba deh kamu bayangkan ketika membaca sebuah artikel tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Mari kita coba!</p>
3
</blockquote><p>Sebelum kita masuk ke pembahasan, coba deh kamu bayangkan ketika membaca sebuah artikel tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Mari kita coba!</p>
4
<p><em>Kini layanan masyarakat sudah bisa memanfaatkan perpanjangan SIM secara online tepatnya melalui aplikasi Digital Korlantas Polri di mana terdapat salah satu fiturnya adalah layanan SIM Nasional Presisi Sinar jadi buat Anda pengguna ponsel berbasis Android jangan sampai salah mengunduh aplikasi pasalnya dalam layanan Play Store tidak terdapat aplikasi Sinar melainkan Digital Korlantas Polri</em></p>
4
<p><em>Kini layanan masyarakat sudah bisa memanfaatkan perpanjangan SIM secara online tepatnya melalui aplikasi Digital Korlantas Polri di mana terdapat salah satu fiturnya adalah layanan SIM Nasional Presisi Sinar jadi buat Anda pengguna ponsel berbasis Android jangan sampai salah mengunduh aplikasi pasalnya dalam layanan Play Store tidak terdapat aplikasi Sinar melainkan Digital Korlantas Polri</em></p>
5
<p>Gimana? Nyeseknya udah sampai ke ulu hati belum? Sering ketemu sama tulisan yang bikin kamu sesak nafas? Pasti pernah. Nah, supaya tidak terjadi kesalahan informasi dan melelahkan pembaca, dalam setiap tulisan harus diberikan tanda baca.</p>
5
<p>Gimana? Nyeseknya udah sampai ke ulu hati belum? Sering ketemu sama tulisan yang bikin kamu sesak nafas? Pasti pernah. Nah, supaya tidak terjadi kesalahan informasi dan melelahkan pembaca, dalam setiap tulisan harus diberikan tanda baca.</p>
6
<h2>Pengertian Tanda Baca</h2>
6
<h2>Pengertian Tanda Baca</h2>
7
<p><strong>Tanda baca adalah simbol yang nggak ada hubungannya sama suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa</strong>. Tanda baca itu sendiri berperan<strong>menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan</strong>.</p>
7
<p><strong>Tanda baca adalah simbol yang nggak ada hubungannya sama suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa</strong>. Tanda baca itu sendiri berperan<strong>menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat pembacaan</strong>.</p>
8
<h2>Penggunaan Tanda Baca Titik (.)</h2>
8
<h2>Penggunaan Tanda Baca Titik (.)</h2>
9
<h3>1. Penanda Akhir Kalimat</h3>
9
<h3>1. Penanda Akhir Kalimat</h3>
10
<p>Fungsi tanda titik yang paling umum dan paling banyak dipahami orang-orang ialah sebagai penanda pada akhir kalimat. Bukan kalimat seruan atau kalimat tanya. Kamu biasa memahaminya sebagai kalimat berita.</p>
10
<p>Fungsi tanda titik yang paling umum dan paling banyak dipahami orang-orang ialah sebagai penanda pada akhir kalimat. Bukan kalimat seruan atau kalimat tanya. Kamu biasa memahaminya sebagai kalimat berita.</p>
11
<p>Contoh:</p>
11
<p>Contoh:</p>
12
<ul><li>Ayah baru saja berangkat ke Yogyakarta.</li>
12
<ul><li>Ayah baru saja berangkat ke Yogyakarta.</li>
13
<li>Ida sudah menyelesaikan artikel tentang<a>Ketimpangan Sosial</a>kemarin.</li>
13
<li>Ida sudah menyelesaikan artikel tentang<a>Ketimpangan Sosial</a>kemarin.</li>
14
</ul><h3>2. Tanda di Penulisan Bagan, Ikhtisar, atau Daftar</h3>
14
</ul><h3>2. Tanda di Penulisan Bagan, Ikhtisar, atau Daftar</h3>
15
<p>Tanda titik bisa digunakan di belakang satu huruf atau angka dalam penulisan bagan, ikhtisar, atau daftar.</p>
15
<p>Tanda titik bisa digunakan di belakang satu huruf atau angka dalam penulisan bagan, ikhtisar, atau daftar.</p>
16
<p>Contoh:</p>
16
<p>Contoh:</p>
17
<p>II. Provinsi Jawa Barat</p>
17
<p>II. Provinsi Jawa Barat</p>
18
<ol><li>Kota Bekasi</li>
18
<ol><li>Kota Bekasi</li>
19
<li>Kabupaten Bekasi</li>
19
<li>Kabupaten Bekasi</li>
20
</ol><p>3. Pembahasan</p>
20
</ol><p>3. Pembahasan</p>
21
<p>3.1 Isi</p>
21
<p>3.1 Isi</p>
22
<p>3.2 Analisa Tabel</p>
22
<p>3.2 Analisa Tabel</p>
23
<p>3.3 Analisa Grafik</p>
23
<p>3.3 Analisa Grafik</p>
24
<h3>3. Pemisah Angka pada Penanda Waktu (Jam, Menit, dan Detik)</h3>
24
<h3>3. Pemisah Angka pada Penanda Waktu (Jam, Menit, dan Detik)</h3>
25
<p>Jarang diketahui, tanda titik juga dapat digunakan sebagai pemisah angka jam, menit, dan detik. Hal ini disebabkan tanda tersebut sering digantikan oleh titik dua (:) </p>
25
<p>Jarang diketahui, tanda titik juga dapat digunakan sebagai pemisah angka jam, menit, dan detik. Hal ini disebabkan tanda tersebut sering digantikan oleh titik dua (:) </p>
26
<p>Contoh:</p>
26
<p>Contoh:</p>
27
<ul><li>Pukul 06.05 (Pukul 6 lewat 5 menit)</li>
27
<ul><li>Pukul 06.05 (Pukul 6 lewat 5 menit)</li>
28
<li>Pukul 10.18 (Pukul 10 lewat 18 menit)</li>
28
<li>Pukul 10.18 (Pukul 10 lewat 18 menit)</li>
29
</ul><h3>4. Penunjukkan Jangka Waktu</h3>
29
</ul><h3>4. Penunjukkan Jangka Waktu</h3>
30
<p>Hampir serupa dengan fungsi yang ketiga, tanda titik juga berfungsi sebagai penunjukkan jangka waktu tertentu.</p>
30
<p>Hampir serupa dengan fungsi yang ketiga, tanda titik juga berfungsi sebagai penunjukkan jangka waktu tertentu.</p>
31
<p>Contoh:</p>
31
<p>Contoh:</p>
32
<ul><li>01.03.47 (1 jam 3 menit 47 detik)</li>
32
<ul><li>01.03.47 (1 jam 3 menit 47 detik)</li>
33
<li>07.00.38 (7 jam 38 detik)</li>
33
<li>07.00.38 (7 jam 38 detik)</li>
34
</ul><h3>5. Memperjelas Jumlah</h3>
34
</ul><h3>5. Memperjelas Jumlah</h3>
35
<p>Tanda titik digunakan untuk memperjelas bilangan ribuan atau kelipatannya.</p>
35
<p>Tanda titik digunakan untuk memperjelas bilangan ribuan atau kelipatannya.</p>
36
<p>Contoh:</p>
36
<p>Contoh:</p>
37
<ul><li>Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1.000.000 kasus.</li>
37
<ul><li>Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1.000.000 kasus.</li>
38
<li>Kecelakaan di tol bulan lalu mencapai 1.200 kejadian.</li>
38
<li>Kecelakaan di tol bulan lalu mencapai 1.200 kejadian.</li>
39
</ul><p>Tapi, perlu kamu ingat nih, tanda titik tidak berlaku kepada angka yang tidak menyatakan jumlah meskipun angkanya ribuan ya.</p>
39
</ul><p>Tapi, perlu kamu ingat nih, tanda titik tidak berlaku kepada angka yang tidak menyatakan jumlah meskipun angkanya ribuan ya.</p>
40
<p>Contoh:</p>
40
<p>Contoh:</p>
41
<ul><li>Tsunami di Aceh terjadi pada tahun 2004.</li>
41
<ul><li>Tsunami di Aceh terjadi pada tahun 2004.</li>
42
<li>Perempuan itu kelahiran tahun 1999.</li>
42
<li>Perempuan itu kelahiran tahun 1999.</li>
43
</ul><h3>6. Peran dalam Penulisan Referensi</h3>
43
</ul><h3>6. Peran dalam Penulisan Referensi</h3>
44
<p>Dalam penulisan daftar pustaka, tanda titik digunakan setelah nama penulis, judul tulisan yang tidak mengandung tanda seru atau tanda tanya, dan tempat terbit.</p>
44
<p>Dalam penulisan daftar pustaka, tanda titik digunakan setelah nama penulis, judul tulisan yang tidak mengandung tanda seru atau tanda tanya, dan tempat terbit.</p>
45
<p>Contoh:</p>
45
<p>Contoh:</p>
46
<p>Agung, Muhammad. 2007.<em>Media Belajar yang Asyik</em>. Solo: Ragam Cendekia</p>
46
<p>Agung, Muhammad. 2007.<em>Media Belajar yang Asyik</em>. Solo: Ragam Cendekia</p>
47
<h3>7. Tidak Digunakan pada Akhir Judul</h3>
47
<h3>7. Tidak Digunakan pada Akhir Judul</h3>
48
<p>Kamu tidak boleh menggunakan tanda titik pada akhir judul karangan/artikel yang merupakan kepala karangan. Selain itu pada bagian kepala tabel, grafik, dan ilustrasi juga tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.</p>
48
<p>Kamu tidak boleh menggunakan tanda titik pada akhir judul karangan/artikel yang merupakan kepala karangan. Selain itu pada bagian kepala tabel, grafik, dan ilustrasi juga tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.</p>
49
<p>Contoh:</p>
49
<p>Contoh:</p>
50
<ul><li><a>Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas</a></li>
50
<ul><li><a>Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas</a></li>
51
<li>Grafik 3.2 Angka Kematian COVID-19 di Provinsi Jawa Timur</li>
51
<li>Grafik 3.2 Angka Kematian COVID-19 di Provinsi Jawa Timur</li>
52
<li><a>Cara Memulai Bisnis Rumahan di Bulan Ramadan</a></li>
52
<li><a>Cara Memulai Bisnis Rumahan di Bulan Ramadan</a></li>
53
</ul><h3>8. Tidak Digunakan pada Kepala Surat</h3>
53
</ul><h3>8. Tidak Digunakan pada Kepala Surat</h3>
54
<p>Oh iya tanda titik ini juga tidak boleh dipakai dalam kepala surat ya. Artinya, tanda titik tidak diperbolehkan di belakang alamat pengirim dan penerima surat, nama pengirim dan penerima surat, dan tanggal surat.</p>
54
<p>Oh iya tanda titik ini juga tidak boleh dipakai dalam kepala surat ya. Artinya, tanda titik tidak diperbolehkan di belakang alamat pengirim dan penerima surat, nama pengirim dan penerima surat, dan tanggal surat.</p>
55
<p>Contoh:</p>
55
<p>Contoh:</p>
56
<p>Kepada</p>
56
<p>Kepada</p>
57
<p>HRD PT Jaya Sentosa</p>
57
<p>HRD PT Jaya Sentosa</p>
58
<p>Jalan Pandawa</p>
58
<p>Jalan Pandawa</p>
59
<p>Sukabumi</p>
59
<p>Sukabumi</p>
60
<h2>Penggunaan Tanda Baca Koma (,)</h2>
60
<h2>Penggunaan Tanda Baca Koma (,)</h2>
61
<h3>1. Diletakkan di Tengah Kalimat</h3>
61
<h3>1. Diletakkan di Tengah Kalimat</h3>
62
<p>Tanda ini sangat sering digunakan pada tengah-tengah kalimat. Nah, tanda koma biasanya dipakai dalam suatu perincian atau pun penyebutan bilangan. Untuk penempatannya ada di belakang kata yang mengikutinya.</p>
62
<p>Tanda ini sangat sering digunakan pada tengah-tengah kalimat. Nah, tanda koma biasanya dipakai dalam suatu perincian atau pun penyebutan bilangan. Untuk penempatannya ada di belakang kata yang mengikutinya.</p>
63
<p>Contoh:</p>
63
<p>Contoh:</p>
64
<ul><li>Satu, dua, tiga, ….. mulai!</li>
64
<ul><li>Satu, dua, tiga, ….. mulai!</li>
65
<li>Ibu berbelanja keperluan memasak seperti garam, gula, kecap, dan minyak goreng.</li>
65
<li>Ibu berbelanja keperluan memasak seperti garam, gula, kecap, dan minyak goreng.</li>
66
</ul><h3>2. Perbandingan Kalimat</h3>
66
</ul><h3>2. Perbandingan Kalimat</h3>
67
<p>Tanda koma berperan dalam membentuk sebuah kalimat perbandingan. Tanda ini dipakai memisahkan kalimat yang setara yang didahului kata yang menunjukkan perbandingan seperti tetapi, namun, atau melainkan.</p>
67
<p>Tanda koma berperan dalam membentuk sebuah kalimat perbandingan. Tanda ini dipakai memisahkan kalimat yang setara yang didahului kata yang menunjukkan perbandingan seperti tetapi, namun, atau melainkan.</p>
68
<p>Contoh:</p>
68
<p>Contoh:</p>
69
<p>Wahana wisata itu sungguh menyenangkan, namun cukup berbahaya bagi anak-anak.</p>
69
<p>Wahana wisata itu sungguh menyenangkan, namun cukup berbahaya bagi anak-anak.</p>
70
<h3>3. Memisahkan Anak Kalimat dengan Induk Kalimat</h3>
70
<h3>3. Memisahkan Anak Kalimat dengan Induk Kalimat</h3>
71
<p>Tanda koma juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya. Dengan catatan, jika anak kalimatnya mendahului induk kalimat.</p>
71
<p>Tanda koma juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya. Dengan catatan, jika anak kalimatnya mendahului induk kalimat.</p>
72
<p>Contoh:</p>
72
<p>Contoh:</p>
73
<p>Jika tempatnya terlalu sempit, kita tidak akan gunakan tempat itu.</p>
73
<p>Jika tempatnya terlalu sempit, kita tidak akan gunakan tempat itu.</p>
74
<h3>4. Pemisah Partikel</h3>
74
<h3>4. Pemisah Partikel</h3>
75
<p>Tanda koma dipakai untuk memisahkan partikel dengan inti kalimat. Partikel ini bukan seperti partikel di materi IPA ya. Partikel dalam bahasa Indonesia seperti oh, ya, hmm, wah, aduh, dan bentuk lainnya.</p>
75
<p>Tanda koma dipakai untuk memisahkan partikel dengan inti kalimat. Partikel ini bukan seperti partikel di materi IPA ya. Partikel dalam bahasa Indonesia seperti oh, ya, hmm, wah, aduh, dan bentuk lainnya.</p>
76
<p>Contoh:</p>
76
<p>Contoh:</p>
77
<ul><li>Wah, ternyata pemandangan di sini tak kalah indahnya!</li>
77
<ul><li>Wah, ternyata pemandangan di sini tak kalah indahnya!</li>
78
<li>Hmm, baiklah kalau seperti itu.</li>
78
<li>Hmm, baiklah kalau seperti itu.</li>
79
</ul><h3>5. Kata Penghubung Antarkalimat</h3>
79
</ul><h3>5. Kata Penghubung Antarkalimat</h3>
80
<p>Kamu wajib meletakkan tanda koma di belakang kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkalimat. Kata atau ungkapan tersebut misalnya oleh karena itu, namun, akan tetapi, maka dari itu, dan meskipun begitu.</p>
80
<p>Kamu wajib meletakkan tanda koma di belakang kata atau ungkapan yang menjadi penghubung antarkalimat. Kata atau ungkapan tersebut misalnya oleh karena itu, namun, akan tetapi, maka dari itu, dan meskipun begitu.</p>
81
<p>Contoh:</p>
81
<p>Contoh:</p>
82
<p>…. oleh karena itu, kita harus merencanakan dengan matang.</p>
82
<p>…. oleh karena itu, kita harus merencanakan dengan matang.</p>
83
<p>…… akan tetapi, peluang tim ini untuk menang masih terbuka lebar.</p>
83
<p>…… akan tetapi, peluang tim ini untuk menang masih terbuka lebar.</p>
84
<h3>6. Identitas yang Ditulis Berurutan</h3>
84
<h3>6. Identitas yang Ditulis Berurutan</h3>
85
<p>Maksud identitas itu ialah penulisan nama dan alamat, bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat atau wilayah yang ditulis secara berurutan harus memakai tanda koma.</p>
85
<p>Maksud identitas itu ialah penulisan nama dan alamat, bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat atau wilayah yang ditulis secara berurutan harus memakai tanda koma.</p>
86
<p>Contohnya:</p>
86
<p>Contohnya:</p>
87
<ul><li>Jakarta, 13 April 2021</li>
87
<ul><li>Jakarta, 13 April 2021</li>
88
<li>Jalan Raya Bogor KM 19, Kramat Jati, Jakarta Timur</li>
88
<li>Jalan Raya Bogor KM 19, Kramat Jati, Jakarta Timur</li>
89
</ul><h3>7. Memisahkan Petikan Langsung</h3>
89
</ul><h3>7. Memisahkan Petikan Langsung</h3>
90
<p>Kalau kamu menemukan percakapan dalam sebuah cerita, baik di cerpen atau novel, tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagiannya yang lain dalam kalimat.</p>
90
<p>Kalau kamu menemukan percakapan dalam sebuah cerita, baik di cerpen atau novel, tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagiannya yang lain dalam kalimat.</p>
91
<p>Contoh:</p>
91
<p>Contoh:</p>
92
<ul><li>Roro bertanya, “Apakah kamu lupa materi tentang<a>konjungsi temporal</a>?”</li>
92
<ul><li>Roro bertanya, “Apakah kamu lupa materi tentang<a>konjungsi temporal</a>?”</li>
93
<li>“Baiklah,” jawab Pak Adi, “segera akan saya kerjakan hari ini.”</li>
93
<li>“Baiklah,” jawab Pak Adi, “segera akan saya kerjakan hari ini.”</li>
94
</ul><h3>8. Catatan Kaki</h3>
94
</ul><h3>8. Catatan Kaki</h3>
95
<p>Dalam penyusunan catatan kaki, tanda koma digunakan dalam penyusunannya.</p>
95
<p>Dalam penyusunan catatan kaki, tanda koma digunakan dalam penyusunannya.</p>
96
<p>Contoh:</p>
96
<p>Contoh:</p>
97
<p>Anton M. Moeliono, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017), hlm 48.</p>
97
<p>Anton M. Moeliono, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017), hlm 48.</p>
98
<h3>9. Penulisan Daftar Pustaka</h3>
98
<h3>9. Penulisan Daftar Pustaka</h3>
99
<p>Pada penyusunan daftar pustaka, tanda koma berfungsi sebagai pemisah bagian nama yang dibalik susunannya.</p>
99
<p>Pada penyusunan daftar pustaka, tanda koma berfungsi sebagai pemisah bagian nama yang dibalik susunannya.</p>
100
<p>Dalam penulisan daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya.</p>
100
<p>Dalam penulisan daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya.</p>
101
<p>Contoh:</p>
101
<p>Contoh:</p>
102
<p>Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan</p>
102
<p>Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan</p>
103
<h3>10. Penulisan Bilangan</h3>
103
<h3>10. Penulisan Bilangan</h3>
104
<p>Tanda koma dalam hal ini dipakai pada angka persepuluhan atau bisa dipakai di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.</p>
104
<p>Tanda koma dalam hal ini dipakai pada angka persepuluhan atau bisa dipakai di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.</p>
105
<p>Contoh:</p>
105
<p>Contoh:</p>
106
<ul><li>17,2 km</li>
106
<ul><li>17,2 km</li>
107
<li>Rp90,12</li>
107
<li>Rp90,12</li>
108
</ul><h3>11. Penulisan Gelar</h3>
108
</ul><h3>11. Penulisan Gelar</h3>
109
<p>Dalam penulisan gelar akademik, tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, marga, atau keluarga.</p>
109
<p>Dalam penulisan gelar akademik, tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, marga, atau keluarga.</p>
110
<p>Contoh:</p>
110
<p>Contoh:</p>
111
<ul><li>Hani Ammariah, S.Si</li>
111
<ul><li>Hani Ammariah, S.Si</li>
112
<li>Ny. Ratu Regina, S.Kom</li>
112
<li>Ny. Ratu Regina, S.Kom</li>
113
</ul><h3>12. Kalimat Bertingkat</h3>
113
</ul><h3>12. Kalimat Bertingkat</h3>
114
<p>Nah, tanda koma juga berperan dalam kalimat bertingkat nih. Ia dipakai buat mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.</p>
114
<p>Nah, tanda koma juga berperan dalam kalimat bertingkat nih. Ia dipakai buat mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.</p>
115
<p>Contoh:</p>
115
<p>Contoh:</p>
116
<ul><li>Kakak pertamaku, Kresno, adalah orang yang sangat kreatif.</li>
116
<ul><li>Kakak pertamaku, Kresno, adalah orang yang sangat kreatif.</li>
117
<li>Di sekolah kami, misalnya, masih banyak siswa dari latar belakang keluarga yang kurang mampu.</li>
117
<li>Di sekolah kami, misalnya, masih banyak siswa dari latar belakang keluarga yang kurang mampu.</li>
118
</ul><h3>13. Menghindari Salah Baca</h3>
118
</ul><h3>13. Menghindari Salah Baca</h3>
119
<p>Ternyata tanda koma berfungsi juga untuk menghindari salah baca/salah penafsiran lho. Tanda ini digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.</p>
119
<p>Ternyata tanda koma berfungsi juga untuk menghindari salah baca/salah penafsiran lho. Tanda ini digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.</p>
120
<p>Contoh:</p>
120
<p>Contoh:</p>
121
<p>Dalam upaya pembinaan warga, kita memerlukan semangat gotong royong.</p>
121
<p>Dalam upaya pembinaan warga, kita memerlukan semangat gotong royong.</p>
122
<p><strong>Bandingan dengan</strong></p>
122
<p><strong>Bandingan dengan</strong></p>
123
<p>Kita memerlukan semangat gotong royong dalam upaya pembinaan warga.</p>
123
<p>Kita memerlukan semangat gotong royong dalam upaya pembinaan warga.</p>
124
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Pengertian Literasi, Tujuan, dan Jenisnya</strong></a></p>
124
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Pengertian Literasi, Tujuan, dan Jenisnya</strong></a></p>
125
<h3>14. Tidak Digunakan untuk Pemisahan Petikan Langsung</h3>
125
<h3>14. Tidak Digunakan untuk Pemisahan Petikan Langsung</h3>
126
<p>Tanda koma TIDAK dipakai untuk memisahkan petikan langsung dalam kalimat jika petikan langsung diakhiri tanda tanya atau tanda seru.</p>
126
<p>Tanda koma TIDAK dipakai untuk memisahkan petikan langsung dalam kalimat jika petikan langsung diakhiri tanda tanya atau tanda seru.</p>
127
<p>Contoh:</p>
127
<p>Contoh:</p>
128
<ul><li>“Kenapa kamu berbohong?” tanya Devi.</li>
128
<ul><li>“Kenapa kamu berbohong?” tanya Devi.</li>
129
<li>“<em>Visitor</em>blog jangan sampai turun lagi!” tegas Fahri.</li>
129
<li>“<em>Visitor</em>blog jangan sampai turun lagi!” tegas Fahri.</li>
130
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Seru (!)</h2>
130
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Seru (!)</h2>
131
<h3>1. Kalimat Perintah</h3>
131
<h3>1. Kalimat Perintah</h3>
132
<p>Kalau kamu memerintahkan atau menyeru kepada seseorang, maka berlaku penggunaan tanda seru di sini jika ucapanmu dituliskan. Tanda seru ini dipakai baik perintah yang sifatnya keras maupun tidak.</p>
132
<p>Kalau kamu memerintahkan atau menyeru kepada seseorang, maka berlaku penggunaan tanda seru di sini jika ucapanmu dituliskan. Tanda seru ini dipakai baik perintah yang sifatnya keras maupun tidak.</p>
133
<p>Contoh:</p>
133
<p>Contoh:</p>
134
<ul><li>Tolong matikan lampu di ruang itu!</li>
134
<ul><li>Tolong matikan lampu di ruang itu!</li>
135
<li>Kerjakan tugas ini sekarang juga!</li>
135
<li>Kerjakan tugas ini sekarang juga!</li>
136
</ul><h3>2. Menunjukkan Ekspresi Terkejut/Kaget</h3>
136
</ul><h3>2. Menunjukkan Ekspresi Terkejut/Kaget</h3>
137
<p>Ketika kamu merasa kaget, terkejut, atau rasa emosi yang kuat, maka wajib menggunakan tanda seru dalam penulisan kalimatnya.</p>
137
<p>Ketika kamu merasa kaget, terkejut, atau rasa emosi yang kuat, maka wajib menggunakan tanda seru dalam penulisan kalimatnya.</p>
138
<p>Contoh:</p>
138
<p>Contoh:</p>
139
<ul><li>Astaga! Apakah aku lupa mengirimkan kabar ke kamu?</li>
139
<ul><li>Astaga! Apakah aku lupa mengirimkan kabar ke kamu?</li>
140
<li>Kita berangkat sekarang, ayo semangat!</li>
140
<li>Kita berangkat sekarang, ayo semangat!</li>
141
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Tanya (?)</h2>
141
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Tanya (?)</h2>
142
<h3>1. Menanyakan Sesuatu</h3>
142
<h3>1. Menanyakan Sesuatu</h3>
143
<p>Namanya aja tanda tanya, sudah pasti fungsi yang pertama bertujuan untuk kalimat yang menanyakan sesuatu.</p>
143
<p>Namanya aja tanda tanya, sudah pasti fungsi yang pertama bertujuan untuk kalimat yang menanyakan sesuatu.</p>
144
<p>Contoh:</p>
144
<p>Contoh:</p>
145
<ul><li>Kapan Gulman pergi ke Bandung?</li>
145
<ul><li>Kapan Gulman pergi ke Bandung?</li>
146
<li>Apakah Devi sudah tahu kabar itu?</li>
146
<li>Apakah Devi sudah tahu kabar itu?</li>
147
</ul><p>Eits, tapi tanda tanya tidak digunakan dalam kalimat tanya yang berubah bentuk menjadi penjelas ya.</p>
147
</ul><p>Eits, tapi tanda tanya tidak digunakan dalam kalimat tanya yang berubah bentuk menjadi penjelas ya.</p>
148
<p>Contoh:</p>
148
<p>Contoh:</p>
149
<ul><li>Sampai sekarang dia tidak tahu kenapa gurunya selalu memberikan nilai yang jelek.</li>
149
<ul><li>Sampai sekarang dia tidak tahu kenapa gurunya selalu memberikan nilai yang jelek.</li>
150
<li>Pak Hasan sudah mengerti bagaimana cara mengoperasikan mesin tersebut.</li>
150
<li>Pak Hasan sudah mengerti bagaimana cara mengoperasikan mesin tersebut.</li>
151
</ul><h3>2. Digunakan dalam Tanda Kurung</h3>
151
</ul><h3>2. Digunakan dalam Tanda Kurung</h3>
152
<p>Tanda tanya bisa diletakkan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian dari sebuah kalimat yang masih kurang dapat dibuktikan keabsahannya.</p>
152
<p>Tanda tanya bisa diletakkan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian dari sebuah kalimat yang masih kurang dapat dibuktikan keabsahannya.</p>
153
<p>Contoh:</p>
153
<p>Contoh:</p>
154
<p>Total dana yang dikorupsi sekitar 500 juta rupiah (?)</p>
154
<p>Total dana yang dikorupsi sekitar 500 juta rupiah (?)</p>
155
<h2>Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)</h2>
155
<h2>Penggunaan Tanda Baca Titik Koma (;)</h2>
156
<h3>1. Memisahkan Bagian Kalimat</h3>
156
<h3>1. Memisahkan Bagian Kalimat</h3>
157
<p>Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.</p>
157
<p>Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.</p>
158
<p>Contoh:</p>
158
<p>Contoh:</p>
159
<p>Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.</p>
159
<p>Malam semakin larut; tugasnya tak kunjung selesai.</p>
160
<h3>2. Memisahkan Kalimat Setara</h3>
160
<h3>2. Memisahkan Kalimat Setara</h3>
161
<p>Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara dalam kalimat majemuk.</p>
161
<p>Tanda ini bisa dipakai sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat yang masih setara dalam kalimat majemuk.</p>
162
<p>Contoh:</p>
162
<p>Contoh:</p>
163
<p>Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.</p>
163
<p>Ibu memasak di dapur; Nanda menonton TV di ruang tamu.</p>
164
<h2>Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:)</h2>
164
<h2>Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (:)</h2>
165
<h3>1. Akhir Pernyataan Lengkap</h3>
165
<h3>1. Akhir Pernyataan Lengkap</h3>
166
<p>Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama ya.</p>
166
<p>Tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama ya.</p>
167
<p>Contoh:</p>
167
<p>Contoh:</p>
168
<p>Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.</p>
168
<p>Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.</p>
169
<p>Lain halnya jika rangkaian tadi merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Tanda titik dua tidak digunakan.</p>
169
<p>Lain halnya jika rangkaian tadi merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Tanda titik dua tidak digunakan.</p>
170
<p>Contoh:</p>
170
<p>Contoh:</p>
171
<p>Kita memerlukan tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.</p>
171
<p>Kita memerlukan tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.</p>
172
<h3>2. Sesudah Kata atau Ungkapan</h3>
172
<h3>2. Sesudah Kata atau Ungkapan</h3>
173
<p>Tanda titik dua ini bisa digunakan sesudah kata/ungkapan juga lho</p>
173
<p>Tanda titik dua ini bisa digunakan sesudah kata/ungkapan juga lho</p>
174
<p>Contoh:</p>
174
<p>Contoh:</p>
175
<p>Ketua: Dwi Hatmojo Kresnoadi</p>
175
<p>Ketua: Dwi Hatmojo Kresnoadi</p>
176
<p>Wakil Ketua: Hani Ammariah</p>
176
<p>Wakil Ketua: Hani Ammariah</p>
177
<p>Sekretaris: Salsabila Nanda</p>
177
<p>Sekretaris: Salsabila Nanda</p>
178
<p>Hari/Tanggal: Senin, 19 April 2021</p>
178
<p>Hari/Tanggal: Senin, 19 April 2021</p>
179
<p>Waktu: 07.00 - selesai</p>
179
<p>Waktu: 07.00 - selesai</p>
180
<h3>3. Di antara Identitas Penerbit</h3>
180
<h3>3. Di antara Identitas Penerbit</h3>
181
<p>Tanda titik dua bisa dipakai di antara</p>
181
<p>Tanda titik dua bisa dipakai di antara</p>
182
<p>Tanda titik dua di antara:</p>
182
<p>Tanda titik dua di antara:</p>
183
<p>(a) jilid atau nomor dan halaman,</p>
183
<p>(a) jilid atau nomor dan halaman,</p>
184
<p>(b) bab dan ayat dalam kitab suci,</p>
184
<p>(b) bab dan ayat dalam kitab suci,</p>
185
<p>(c) judul dan subjudul suatu karangan, serta</p>
185
<p>(c) judul dan subjudul suatu karangan, serta</p>
186
<p>(d) nama kota dan penerbit buku dalam daftar pustaka..</p>
186
<p>(d) nama kota dan penerbit buku dalam daftar pustaka..</p>
187
<p>Contoh:</p>
187
<p>Contoh:</p>
188
<ul><li>Republika, 1 (2020), 34:7</li>
188
<ul><li>Republika, 1 (2020), 34:7</li>
189
<li>Al-Kahfi: 10</li>
189
<li>Al-Kahfi: 10</li>
190
<li>Karangan Regina Kayo, Rahasia Hidup: Kisah di Kota Hujan, sudah terbit.</li>
190
<li>Karangan Regina Kayo, Rahasia Hidup: Kisah di Kota Hujan, sudah terbit.</li>
191
<li>Abdillah, Fahri. 2020. 7 Jurus Jitu Melakukan Negosiasi. Purwokerto: Penerbit Lampion.</li>
191
<li>Abdillah, Fahri. 2020. 7 Jurus Jitu Melakukan Negosiasi. Purwokerto: Penerbit Lampion.</li>
192
</ul><h3>4. Dalam Teks Drama Setelah Kata yang Menunjukkan Pelaku</h3>
192
</ul><h3>4. Dalam Teks Drama Setelah Kata yang Menunjukkan Pelaku</h3>
193
<p>Tanda titik dua dipakai dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.</p>
193
<p>Tanda titik dua dipakai dalam teks drama setelah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.</p>
194
<p>Contoh:</p>
194
<p>Contoh:</p>
195
<p>Ratu: (sambil memandang ke bawah) “Sudahlah. Mungkin memanglah ini takdirku”</p>
195
<p>Ratu: (sambil memandang ke bawah) “Sudahlah. Mungkin memanglah ini takdirku”</p>
196
<p>Hani: (menepuk pundak Ratu) “Hei, ngapain ngelamun aja?”</p>
196
<p>Hani: (menepuk pundak Ratu) “Hei, ngapain ngelamun aja?”</p>
197
<p>Ratu: (kaget) “Eh, kamu Hani..”</p>
197
<p>Ratu: (kaget) “Eh, kamu Hani..”</p>
198
<h2>Penggunaan Tanda Baca Elipsis/Titik-titik (…)</h2>
198
<h2>Penggunaan Tanda Baca Elipsis/Titik-titik (…)</h2>
199
<h3>1. Penulisan Kalimat yang Terputus-putus</h3>
199
<h3>1. Penulisan Kalimat yang Terputus-putus</h3>
200
<p>Tanda elipsis ditulis dengan cara titik-spasi-titik-spasi-titik ( . . . ). Tanda ini dipakai dalam penulisan kalimat yang terputus-putus.</p>
200
<p>Tanda elipsis ditulis dengan cara titik-spasi-titik-spasi-titik ( . . . ). Tanda ini dipakai dalam penulisan kalimat yang terputus-putus.</p>
201
<p>Contoh:</p>
201
<p>Contoh:</p>
202
<p>Hmm . . . . aku juga tidak habis pikir dengan kejadian itu.</p>
202
<p>Hmm . . . . aku juga tidak habis pikir dengan kejadian itu.</p>
203
<h3>2. Penunjukkan Ada Bagian Naskah yang Dihilangkan</h3>
203
<h3>2. Penunjukkan Ada Bagian Naskah yang Dihilangkan</h3>
204
<p>Tanda elipsis dipakai juga untuk menunjukkan kalau di sebuah kalimat ada bagian yang dihilangkan.</p>
204
<p>Tanda elipsis dipakai juga untuk menunjukkan kalau di sebuah kalimat ada bagian yang dihilangkan.</p>
205
<p>Contoh:</p>
205
<p>Contoh:</p>
206
<p>Hal yang patut dihindari . . . serta menjadi masalah yang cukup besar dalam teknik membuat website.</p>
206
<p>Hal yang patut dihindari . . . serta menjadi masalah yang cukup besar dalam teknik membuat website.</p>
207
<p>Kalau bagian yang dihilangkan itu akhir dari kalimat, maka kamu perlu memakai empat titik (… .), tiga titik penanda hilangnya bagian teks, dan satu sebagai tanda akhir kalimat.</p>
207
<p>Kalau bagian yang dihilangkan itu akhir dari kalimat, maka kamu perlu memakai empat titik (… .), tiga titik penanda hilangnya bagian teks, dan satu sebagai tanda akhir kalimat.</p>
208
<p>Contoh:</p>
208
<p>Contoh:</p>
209
<p>Dia termasuk orang yang setuju dengan … .</p>
209
<p>Dia termasuk orang yang setuju dengan … .</p>
210
<h2>Penggunaan Tanda Baca Hubung (-)</h2>
210
<h2>Penggunaan Tanda Baca Hubung (-)</h2>
211
<h3>1. Menyambung Huruf Kata dan Penulisan Tanggal</h3>
211
<h3>1. Menyambung Huruf Kata dan Penulisan Tanggal</h3>
212
<p>Tanda hubung dipakai untuk menyambung huruf dari kata yang dieja satu per satu dan digunakan juga pada penulisan tanggal.</p>
212
<p>Tanda hubung dipakai untuk menyambung huruf dari kata yang dieja satu per satu dan digunakan juga pada penulisan tanggal.</p>
213
<p>Contoh:</p>
213
<p>Contoh:</p>
214
<p>R-u-a-n-g-g-u-r-u</p>
214
<p>R-u-a-n-g-g-u-r-u</p>
215
<p>19-08-1998</p>
215
<p>19-08-1998</p>
216
<h3>2. Menyambung Suku</h3>
216
<h3>2. Menyambung Suku</h3>
217
<p>Tanda hubung berfungsi untuk menyambung suku dari kata dasar dan imbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.</p>
217
<p>Tanda hubung berfungsi untuk menyambung suku dari kata dasar dan imbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.</p>
218
<p>Contoh:</p>
218
<p>Contoh:</p>
219
<p>- Ririn membeli baju lengan pan-</p>
219
<p>- Ririn membeli baju lengan pan-</p>
220
<p>jang di Pasar Tanah Abang.</p>
220
<p>jang di Pasar Tanah Abang.</p>
221
<p>- Jangan sampai kamu memberi-</p>
221
<p>- Jangan sampai kamu memberi-</p>
222
<p>kan berita yang tidak benar.</p>
222
<p>kan berita yang tidak benar.</p>
223
<p><strong>Pengecualian</strong>terhadap pemotongan suku kata jika huruf terakhir pada kata tersebut ialah huruf vokal</p>
223
<p><strong>Pengecualian</strong>terhadap pemotongan suku kata jika huruf terakhir pada kata tersebut ialah huruf vokal</p>
224
<p>Contoh</p>
224
<p>Contoh</p>
225
<p>Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik itu</p>
225
<p>Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik itu</p>
226
<p>seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.</p>
226
<p>seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.</p>
227
<p><strong>Bukan</strong></p>
227
<p><strong>Bukan</strong></p>
228
<p>Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik i-</p>
228
<p>Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik i-</p>
229
<p>tu seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.</p>
229
<p>tu seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.</p>
230
<h3>3. Memperjelas Hubungan</h3>
230
<h3>3. Memperjelas Hubungan</h3>
231
<p>Tanda hubung dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata/ungkapan serta penghilangan bagian kelompok kata.</p>
231
<p>Tanda hubung dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata/ungkapan serta penghilangan bagian kelompok kata.</p>
232
<p>Contoh:</p>
232
<p>Contoh:</p>
233
<ul><li>ber-evolusi</li>
233
<ul><li>ber-evolusi</li>
234
<li>dua puluh lima-ribuan (25 x 1.000)</li>
234
<li>dua puluh lima-ribuan (25 x 1.000)</li>
235
</ul><p>Coba kamu bandingakan dengan ini:</p>
235
</ul><p>Coba kamu bandingakan dengan ini:</p>
236
<ul><li>ber-revolusi</li>
236
<ul><li>ber-revolusi</li>
237
<li>dua-puluh-lima-ribuan (20 x 5.000)</li>
237
<li>dua-puluh-lima-ribuan (20 x 5.000)</li>
238
</ul><h3>4. Menyambung Unsur Kata Ulang</h3>
238
</ul><h3>4. Menyambung Unsur Kata Ulang</h3>
239
<p>Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata yang berulang.</p>
239
<p>Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata yang berulang.</p>
240
<p>Contoh:</p>
240
<p>Contoh:</p>
241
<ul><li>mondar-mandir, kanan-kiri</li>
241
<ul><li>mondar-mandir, kanan-kiri</li>
242
<li>anak-anak, kuda-kuda</li>
242
<li>anak-anak, kuda-kuda</li>
243
</ul><h3>5. Merangkai Kata Depan dengan Huruf Kapital</h3>
243
</ul><h3>5. Merangkai Kata Depan dengan Huruf Kapital</h3>
244
<p>Tanda hubung juga dipakai untuk merangkai:</p>
244
<p>Tanda hubung juga dipakai untuk merangkai:</p>
245
<p>(a) se- dengan kata selanjutnya dengan awalan kapital,</p>
245
<p>(a) se- dengan kata selanjutnya dengan awalan kapital,</p>
246
<p>(b) ke- dengan angka,</p>
246
<p>(b) ke- dengan angka,</p>
247
<p>(c) angka dengan -an,</p>
247
<p>(c) angka dengan -an,</p>
248
<p>(d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan</p>
248
<p>(d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan</p>
249
<p>(e) nama jabatan rangkap.</p>
249
<p>(e) nama jabatan rangkap.</p>
250
<p>Contoh:</p>
250
<p>Contoh:</p>
251
<ul><li>se-Jawa Barat</li>
251
<ul><li>se-Jawa Barat</li>
252
<li>era 90-an</li>
252
<li>era 90-an</li>
253
<li>mem-PHK-kan</li>
253
<li>mem-PHK-kan</li>
254
<li>Menteri-Sekretaris Negara</li>
254
<li>Menteri-Sekretaris Negara</li>
255
</ul><h3>6. Merangkai Unsur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing</h3>
255
</ul><h3>6. Merangkai Unsur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing</h3>
256
<p>Dalam rangkaian unsur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing, juga diperlukan tanda hubung lho.</p>
256
<p>Dalam rangkaian unsur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing, juga diperlukan tanda hubung lho.</p>
257
<p>Contoh:</p>
257
<p>Contoh:</p>
258
<ul><li>Dia menata rambutnya se-<em>stylish</em>mungkin.</li>
258
<ul><li>Dia menata rambutnya se-<em>stylish</em>mungkin.</li>
259
<li>Jangan sampai sistem peng-<em>upload</em>-an data nanti mengalami gangguan.</li>
259
<li>Jangan sampai sistem peng-<em>upload</em>-an data nanti mengalami gangguan.</li>
260
<li>Pekerjaan Ratu tolong di-<em>backup</em>ya.</li>
260
<li>Pekerjaan Ratu tolong di-<em>backup</em>ya.</li>
261
</ul><p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Teknik Pernafasan 4-7-8 untuk Atasi Susah Tidur</strong></a></p>
261
</ul><p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Teknik Pernafasan 4-7-8 untuk Atasi Susah Tidur</strong></a></p>
262
<h2>Penggunaan Tanda Baca Pisah (-)</h2>
262
<h2>Penggunaan Tanda Baca Pisah (-)</h2>
263
<h3>1. Membatasi Penyisipan Kata</h3>
263
<h3>1. Membatasi Penyisipan Kata</h3>
264
<p>Jika ada pembatasan penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar konteks kalimat, maka digunakan tanda pisah.</p>
264
<p>Jika ada pembatasan penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar konteks kalimat, maka digunakan tanda pisah.</p>
265
<p>Contoh:</p>
265
<p>Contoh:</p>
266
<p>Kesuksesan itu-saya yakin akan tercapai-harus diperjuangkan oleh dirinya sendiri.</p>
266
<p>Kesuksesan itu-saya yakin akan tercapai-harus diperjuangkan oleh dirinya sendiri.</p>
267
<h3>2. Tanda Pisah Dua Bilangan</h3>
267
<h3>2. Tanda Pisah Dua Bilangan</h3>
268
<p>Tanda pisah dipakai juga di antara dua bilangan/tanggal yang menunjukkan arti “sampai”</p>
268
<p>Tanda pisah dipakai juga di antara dua bilangan/tanggal yang menunjukkan arti “sampai”</p>
269
<p>Contoh:</p>
269
<p>Contoh:</p>
270
<ul><li>2019 - 2020</li>
270
<ul><li>2019 - 2020</li>
271
<li>Medan, 13 - 20 Januari 2015</li>
271
<li>Medan, 13 - 20 Januari 2015</li>
272
<li>Bandung - Surabaya</li>
272
<li>Bandung - Surabaya</li>
273
</ul><h3>3. Penegasan Keterangan Aposisi</h3>
273
</ul><h3>3. Penegasan Keterangan Aposisi</h3>
274
<p>Tanda pisah bisa dipakai untuk penegasan keterangan aposisi (keterangan lain) sehingga kalimat menjadi lebih jelas.</p>
274
<p>Tanda pisah bisa dipakai untuk penegasan keterangan aposisi (keterangan lain) sehingga kalimat menjadi lebih jelas.</p>
275
<p>Contoh:</p>
275
<p>Contoh:</p>
276
<p>Anggota komunitas itu - Shabrina, Devi, dan Nanda - sudah memberi dampak positif yang cukup besar bagi lingkungan sekitarnya.</p>
276
<p>Anggota komunitas itu - Shabrina, Devi, dan Nanda - sudah memberi dampak positif yang cukup besar bagi lingkungan sekitarnya.</p>
277
<h2>Penggunaan Tanda Baca Kurung (())</h2>
277
<h2>Penggunaan Tanda Baca Kurung (())</h2>
278
<h3>1. Mengapit Angka</h3>
278
<h3>1. Mengapit Angka</h3>
279
<p>Kamu bisa memakai tanda baca kurung untuk digunakan mengapit angka atau huruf yang merinci suatu urutan.</p>
279
<p>Kamu bisa memakai tanda baca kurung untuk digunakan mengapit angka atau huruf yang merinci suatu urutan.</p>
280
<p>Contoh:</p>
280
<p>Contoh:</p>
281
<p>Harta kekayaannya meliputi (a) logam mulia, (b) properti, dan (c) saham.</p>
281
<p>Harta kekayaannya meliputi (a) logam mulia, (b) properti, dan (c) saham.</p>
282
<h3>2. Mengapit Huruf</h3>
282
<h3>2. Mengapit Huruf</h3>
283
<p>Tanda kurung dipakai mengapit huruf atau kata yang kemunculannya di kalimat dapat dihilangkan.</p>
283
<p>Tanda kurung dipakai mengapit huruf atau kata yang kemunculannya di kalimat dapat dihilangkan.</p>
284
<p>Contoh:</p>
284
<p>Contoh:</p>
285
<p>Pendaki amatiran tidak diperkenankan untuk mendaki sampai (puncak) Mahameru.</p>
285
<p>Pendaki amatiran tidak diperkenankan untuk mendaki sampai (puncak) Mahameru.</p>
286
<h3>3. Mengapit Keterangan</h3>
286
<h3>3. Mengapit Keterangan</h3>
287
<p>Kamu juga bisa menggunakan tanda kurung untuk mengapit keterangan/penjelasan yang bukan bagian pokok dari sebuah kalimat.</p>
287
<p>Kamu juga bisa menggunakan tanda kurung untuk mengapit keterangan/penjelasan yang bukan bagian pokok dari sebuah kalimat.</p>
288
<p>- Bukti tersebut (lihat halaman 109) mendukung pernyataannya bahwa dalam melakukan teknik negosiasi harus dilakukan secara serius.</p>
288
<p>- Bukti tersebut (lihat halaman 109) mendukung pernyataannya bahwa dalam melakukan teknik negosiasi harus dilakukan secara serius.</p>
289
<h3>4. Tambahan Keterangan</h3>
289
<h3>4. Tambahan Keterangan</h3>
290
<p>Untuk menjelaskan keterangan yang berupa abreviasi, digunakan pula tanda kurung.</p>
290
<p>Untuk menjelaskan keterangan yang berupa abreviasi, digunakan pula tanda kurung.</p>
291
<p>Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) telah mengeluarkan kebijakan penggunaan meterai 10000 dalam dokumen berharga.</p>
291
<p>Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) telah mengeluarkan kebijakan penggunaan meterai 10000 dalam dokumen berharga.</p>
292
<h2>Penggunaan Tanda Baca Kurung Siku ([ ])</h2>
292
<h2>Penggunaan Tanda Baca Kurung Siku ([ ])</h2>
293
<h3>1. Mengapit Keterangan</h3>
293
<h3>1. Mengapit Keterangan</h3>
294
<p>Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan yang ada di kalimat penjelas. Nah, kalimat penjelas ini sebelumnya sudah bertanda kurung ya.</p>
294
<p>Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan yang ada di kalimat penjelas. Nah, kalimat penjelas ini sebelumnya sudah bertanda kurung ya.</p>
295
<p>Contoh:</p>
295
<p>Contoh:</p>
296
<p>- Persamaan dari metode pengajaran itu (perbedaannya [lihat halaman 33-45] cukup signifikan) memberikan output yang kurang lebih sama dengan tujuan awal.</p>
296
<p>- Persamaan dari metode pengajaran itu (perbedaannya [lihat halaman 33-45] cukup signifikan) memberikan output yang kurang lebih sama dengan tujuan awal.</p>
297
<h3>2. Mengapit Huruf, Kata, atau Kelompok</h3>
297
<h3>2. Mengapit Huruf, Kata, atau Kelompok</h3>
298
<p>Tanda kurung siku ini bisa dipakai dalam hal pengoreksian kalimat yang ditulis oleh orang lain. Tanda ini menyatakan bahwa ada kesalahan atau kekurangan huruf pada naskah aslinya.</p>
298
<p>Tanda kurung siku ini bisa dipakai dalam hal pengoreksian kalimat yang ditulis oleh orang lain. Tanda ini menyatakan bahwa ada kesalahan atau kekurangan huruf pada naskah aslinya.</p>
299
<p>Contoh:</p>
299
<p>Contoh:</p>
300
<p>Para pemuda juga wajib berperan dalam pemberdaya[a]n masyarakat di lingkungan sekitar tempat mereka tinggal.</p>
300
<p>Para pemuda juga wajib berperan dalam pemberdaya[a]n masyarakat di lingkungan sekitar tempat mereka tinggal.</p>
301
<h2>Penggunaan Tanda Baca Garis Miring (/)</h2>
301
<h2>Penggunaan Tanda Baca Garis Miring (/)</h2>
302
<h3>1. Pengganti Kata Hubung</h3>
302
<h3>1. Pengganti Kata Hubung</h3>
303
<p>Garis miring digunakan sebagai pengganti kata dan, atau, serta tiap (per).</p>
303
<p>Garis miring digunakan sebagai pengganti kata dan, atau, serta tiap (per).</p>
304
<p>Contoh:</p>
304
<p>Contoh:</p>
305
<ul><li>pria/wanita</li>
305
<ul><li>pria/wanita</li>
306
<li>harga permen itu Rp1.000,00/butir</li>
306
<li>harga permen itu Rp1.000,00/butir</li>
307
</ul><h3>2. Dipakai pada Nomor Surat dan Kalimat</h3>
307
</ul><h3>2. Dipakai pada Nomor Surat dan Kalimat</h3>
308
<p>Tanda garis miring juga dipakai dalam nomor surat serta penanda rentang masa tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.</p>
308
<p>Tanda garis miring juga dipakai dalam nomor surat serta penanda rentang masa tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.</p>
309
<p>Contoh:</p>
309
<p>Contoh:</p>
310
<ul><li>No. 036/Kep/BKD/2020</li>
310
<ul><li>No. 036/Kep/BKD/2020</li>
311
<li>Tahun Ajaran 2020/2021</li>
311
<li>Tahun Ajaran 2020/2021</li>
312
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Apostrof (‘)</h2>
312
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Apostrof (‘)</h2>
313
<h3>1. Penggunaan Kata Khusus</h3>
313
<h3>1. Penggunaan Kata Khusus</h3>
314
<p>Dalam penulisan, tanda ini digunakan dalam penulisan nama serta kata khusus dari serapan bahasa asing.</p>
314
<p>Dalam penulisan, tanda ini digunakan dalam penulisan nama serta kata khusus dari serapan bahasa asing.</p>
315
<p>Contoh:</p>
315
<p>Contoh:</p>
316
<ul><li>Ahmad Syafi’i (bukan ‘Syafi i’ atau ‘Syafii’)</li>
316
<ul><li>Ahmad Syafi’i (bukan ‘Syafi i’ atau ‘Syafii’)</li>
317
<li>Surat Al-An’am (bukan Al-An am atau Al-Anam)</li>
317
<li>Surat Al-An’am (bukan Al-An am atau Al-Anam)</li>
318
</ul><h3>2. Menunjukkan Penghilangan Bagian Kata</h3>
318
</ul><h3>2. Menunjukkan Penghilangan Bagian Kata</h3>
319
<p>Tanda apostrof juga dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau angka dalam tahun.</p>
319
<p>Tanda apostrof juga dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau angka dalam tahun.</p>
320
<p>Contoh:</p>
320
<p>Contoh:</p>
321
<ul><li>Deni ‘lah orang yang menyelamatmu (‘lah = adalah)</li>
321
<ul><li>Deni ‘lah orang yang menyelamatmu (‘lah = adalah)</li>
322
<li>19 Februari ’21 (’21 = 2021)</li>
322
<li>19 Februari ’21 (’21 = 2021)</li>
323
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Petik (“)</h2>
323
</ul><h2>Penggunaan Tanda Baca Petik (“)</h2>
324
<h3>1. Petikan Langsung</h3>
324
<h3>1. Petikan Langsung</h3>
325
<p>Tanda petik berfungsi sebagai pengapit petikan langsung dari pembicaraan dalam naskah atau bahan tertulis lain.</p>
325
<p>Tanda petik berfungsi sebagai pengapit petikan langsung dari pembicaraan dalam naskah atau bahan tertulis lain.</p>
326
<p>Contoh:</p>
326
<p>Contoh:</p>
327
<ul><li>“Aku lapar,” ucap Ratu.</li>
327
<ul><li>“Aku lapar,” ucap Ratu.</li>
328
<li>Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.”</li>
328
<li>Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.”</li>
329
</ul><h3>2. Penutup Kalimat</h3>
329
</ul><h3>2. Penutup Kalimat</h3>
330
<p>Tanda petik dipakai sebagai tanda baca ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung atau bagian kalimat.</p>
330
<p>Tanda petik dipakai sebagai tanda baca ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung atau bagian kalimat.</p>
331
<p>Contoh:</p>
331
<p>Contoh:</p>
332
<p>Tedy sering menjadi “pengacau” dalam setiap kegiatan tim di tempatnya bekerja.</p>
332
<p>Tedy sering menjadi “pengacau” dalam setiap kegiatan tim di tempatnya bekerja.</p>
333
<h3>3. Mengapit Istilah Ilmiah</h3>
333
<h3>3. Mengapit Istilah Ilmiah</h3>
334
<p>Tanda ini juga bisa dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau memiliki arti khusus.</p>
334
<p>Tanda ini juga bisa dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau memiliki arti khusus.</p>
335
<p>Contoh:</p>
335
<p>Contoh:</p>
336
<p>Dalam istilah asing, keadaan semacam inilah yang disebut sebagai “jetlag”.</p>
336
<p>Dalam istilah asing, keadaan semacam inilah yang disebut sebagai “jetlag”.</p>
337
<h3>4. Mengapit Judul</h3>
337
<h3>4. Mengapit Judul</h3>
338
<p>Tanda petik dipakai untuk mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.</p>
338
<p>Tanda petik dipakai untuk mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.</p>
339
<p>Contoh:</p>
339
<p>Contoh:</p>
340
<p>Karangan Salsabila Nanda yang berjudul “Peran UKM terhadap Ekonomi Indonesia” telah diterbitkan di surat kabar Republika sebagai tema besar halaman Keuangan.</p>
340
<p>Karangan Salsabila Nanda yang berjudul “Peran UKM terhadap Ekonomi Indonesia” telah diterbitkan di surat kabar Republika sebagai tema besar halaman Keuangan.</p>
341
<h2>Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal (‘)</h2>
341
<h2>Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal (‘)</h2>
342
<h3>1. Mengapit Makna</h3>
342
<h3>1. Mengapit Makna</h3>
343
<p>Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang ada di dalam petikan lain.</p>
343
<p>Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang ada di dalam petikan lain.</p>
344
<p>Contoh:</p>
344
<p>Contoh:</p>
345
<p>“Kau dengar bunyi ‘ngiung-ngiung’ tadi kah?” tanya Fahri kepada Adi.</p>
345
<p>“Kau dengar bunyi ‘ngiung-ngiung’ tadi kah?” tanya Fahri kepada Adi.</p>
346
<h3>2. Mengapit Petikan di dalam Petikan Lain</h3>
346
<h3>2. Mengapit Petikan di dalam Petikan Lain</h3>
347
<p>Petik tunggal juga digunakan dalam penulisan untuk mengapit makna, terjemahan, atau ungkapan asing.</p>
347
<p>Petik tunggal juga digunakan dalam penulisan untuk mengapit makna, terjemahan, atau ungkapan asing.</p>
348
<p>Contoh:</p>
348
<p>Contoh:</p>
349
<ul><li>feedback ‘umpan balik’</li>
349
<ul><li>feedback ‘umpan balik’</li>
350
<li>shut down ‘nonaktif’</li>
350
<li>shut down ‘nonaktif’</li>
351
</ul><p>Itu tadi penjelasan tentang penggunaan tanda baca beserta fungsi dan contoh penulisannya. Bagaimana? Apakah ada yang belum kamu pahami? Nah, kalau semisal kamu punya pertanyaan lain, bisa banget nih ditanyakan lewat<a><strong>roboguru</strong></a>. Tinggal foto soal yang menurut kamu sulit dan nanti akan ada konsep pembahasannya. Gratis. Coba sekarang yuk.</p>
351
</ul><p>Itu tadi penjelasan tentang penggunaan tanda baca beserta fungsi dan contoh penulisannya. Bagaimana? Apakah ada yang belum kamu pahami? Nah, kalau semisal kamu punya pertanyaan lain, bisa banget nih ditanyakan lewat<a><strong>roboguru</strong></a>. Tinggal foto soal yang menurut kamu sulit dan nanti akan ada konsep pembahasannya. Gratis. Coba sekarang yuk.</p>
352
<p><strong>Referensi:</strong></p>
352
<p><strong>Referensi:</strong></p>
353
<p>https://puebi.readthedocs.io/en/latest/tanda-baca/ (diakses 13 April 2021)</p>
353
<p>https://puebi.readthedocs.io/en/latest/tanda-baca/ (diakses 13 April 2021)</p>
354
<p>Dio Dananjaya. 2021. Ini Nama Aplikasi untuk Perpanjang SIM Secara Online. kompas.com (daring). Tautan: https://otomotif.kompas.com/read/2021/04/14/071200115/ini-nama-aplikasi-untuk-perpanjangan-sim-secara-online</p>
354
<p>Dio Dananjaya. 2021. Ini Nama Aplikasi untuk Perpanjang SIM Secara Online. kompas.com (daring). Tautan: https://otomotif.kompas.com/read/2021/04/14/071200115/ini-nama-aplikasi-untuk-perpanjangan-sim-secara-online</p>
355
<p><em>Artikel ini telah diperbarui pada 22 April 2024.</em></p>
355
<p><em>Artikel ini telah diperbarui pada 22 April 2024.</em></p>
356
356