24 added
17 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em><a><strong>Artikel Sejarah Kelas 10</strong></a>ini akan membahas tentang macam-macam peninggalan peralatan manusia purba, mulai dari kapak genggam, kapak penetak, kapak lonjong, menhir, dolmen, dan lain-lain. </em></p>
1
<blockquote><p><em><a><strong>Artikel Sejarah Kelas 10</strong></a>ini akan membahas tentang macam-macam peninggalan peralatan manusia purba, mulai dari kapak genggam, kapak penetak, kapak lonjong, menhir, dolmen, dan lain-lain. </em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Hai,<em>guys</em>! Di artikel sebelumnya kan sudah membahas tentang babak zaman prasejarah berdasarkan<strong><a>arkeologi</a></strong>dan berdasarkan<a><strong>geologi</strong></a>. Tentunya kita juga sudah tahu perkembangan bagaimana peradaban manusia itu terbentuk.</p>
3
<p>Hai,<em>guys</em>! Di artikel sebelumnya kan sudah membahas tentang babak zaman prasejarah berdasarkan<strong><a>arkeologi</a></strong>dan berdasarkan<a><strong>geologi</strong></a>. Tentunya kita juga sudah tahu perkembangan bagaimana peradaban manusia itu terbentuk.</p>
4
<p>Nah, kira-kira bagaimana bisa membuktikan semua itu? Padahal di masa itu belum ada tulisan-tulisan. Jadi tidak ada juga sumber-sumber berbentuk teks yang bisa dibaca.</p>
4
<p>Nah, kira-kira bagaimana bisa membuktikan semua itu? Padahal di masa itu belum ada tulisan-tulisan. Jadi tidak ada juga sumber-sumber berbentuk teks yang bisa dibaca.</p>
5
-
<p>Jangan khawatir, ternyata banyak arkeolog dan geolog yang telah menemukan serta melacak keberadaan manusia pada zaman praaksara. Hal ini dilihat melalui adanya perkakas atau alat yang digunakan manusia pada masa itu. Lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini ya!</p>
5
+
<p>Jangan khawatir, ternyata banyak arkeolog dan geolog yang telah menemukan serta melacak keberadaan manusia pada zaman praaksara. Hal ini dilihat melalui adanya perkakas atau alat yang digunakan manusia pada masa itu. Biar lebih gampang, kita coba bahas berdasarkan klasifikasi arkeologis. Lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini ya!</p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Sistem Kepercayaan Manusia Purba Masa Prasejarah | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Sistem Kepercayaan Manusia Purba Masa Prasejarah | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
7
-
<h2>1. Kapak Genggam</h2>
7
+
<h2>Peninggalan Zaman Paleolitikum dan Mesolitikum</h2>
8
+
<h3>1. Kapak Genggam</h3>
8
<p><em>Kapak genggam (sumber: upload.wikipedia.org)</em></p>
9
<p><em>Kapak genggam (sumber: upload.wikipedia.org)</em></p>
9
<p>Pertama adalah kapak genggam yang digunakan oleh manusia jenis<em>Pithecanthropus</em>untuk berburu. Inget aja guys, kapak genggam ini berasal dari <strong>zaman paleolitikum</strong>atau batu tua, dan <strong>zaman mesolitikum</strong>atau batu madya sehingga struktur dan bentuknya masih sangat sederhana. Ada satu bagian yang tajam, yaitu hanya terdapat di satu sisi saja. Permukaannya pun masih kasar.</p>
10
<p>Pertama adalah kapak genggam yang digunakan oleh manusia jenis<em>Pithecanthropus</em>untuk berburu. Inget aja guys, kapak genggam ini berasal dari <strong>zaman paleolitikum</strong>atau batu tua, dan <strong>zaman mesolitikum</strong>atau batu madya sehingga struktur dan bentuknya masih sangat sederhana. Ada satu bagian yang tajam, yaitu hanya terdapat di satu sisi saja. Permukaannya pun masih kasar.</p>
10
<p>Kapak genggam ini digunakan oleh manusia praaksara<strong>pada masa berburu dan meramu tingkat sederhana dan masa berburu dan meramu tingkat lanjut</strong>.</p>
11
<p>Kapak genggam ini digunakan oleh manusia praaksara<strong>pada masa berburu dan meramu tingkat sederhana dan masa berburu dan meramu tingkat lanjut</strong>.</p>
11
-
<p>Kapak ini digunakan dengan cara digenggam dan ditemukan di beberapa tempat, yaitu di Trunyan (Bali), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), Kalianda (Lampung), dan Pacitan (Jawa Timur). Kapak genggam juga ditemukan di Sumatra yang dikenal sebagai sumatralith.</p>
12
+
<p>Kapak ini digunakan dengan cara digenggam dan ditemukan di beberapa tempat, yaitu di Trunyan (Bali), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), Kalianda (Lampung), dan Pacitan (Jawa Timur). Kapak genggam juga ditemukan di Sumatra yang dikenal sebagai<strong><em>sumatralith</em></strong>.</p>
12
-
<h2>2. Kapak Perimbas atau <em>Chopper</em></h2>
13
+
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Zaman Praaksara dan Corak Kehidupan Masyarakatnya</a></strong></p>
14
+
<h3>2. Kapak Perimbas atau <em>Chopper</em></h3>
13
<p><em>Kapak perimbas (sumber: upload.wikipedia.org)</em></p>
15
<p><em>Kapak perimbas (sumber: upload.wikipedia.org)</em></p>
14
-
<p>Selain kapak genggam, pada masa paleolitikum juga ditemukan peralatan lain, yaitu kapak perimbas atau<em>chopper</em>. Tentunya, kapak perimbas juga masih digunakan oleh manusia praaksara jenis<em>Pithecanthropus</em>, ya. Kapak ini ukurannya lebih besar dari kapak genggam, dan pada ujung kapak berbentuk cembung dan lurus. Karena masih dari zaman batu tua, kapak perimbas juga masih kasar, yaa.</p>
16
+
<p>Selain kapak genggam, pada masa paleolitikum juga ditemukan peralatan lain, yaitu kapak perimbas atau<em>chopper</em>. Tentunya, kapak perimbas juga masih digunakan oleh manusia praaksara jenis<em>Pithecanthropus</em>, ya. Kapak ini ukurannya lebih besar dari kapak genggam, dan pada ujung kapak berbentuk cembung dan lurus. Karena masih dari zaman batu tua, kapak perimbas juga masih kasar.</p>
15
<p>Biasanya, manusia praaksara menggunakan kapak perimbas untuk<strong>memotong kayu, memecah tulang, hingga menggali tanah untuk mencari umbi-umbian</strong>.</p>
17
<p>Biasanya, manusia praaksara menggunakan kapak perimbas untuk<strong>memotong kayu, memecah tulang, hingga menggali tanah untuk mencari umbi-umbian</strong>.</p>
16
<p>Beberapa daerah tempat ditemukannya kapak perimbas antara lain di Pacitan (Jawa Timur), Tambangsawah (Bengkulu), Lahat (Sumatra Selatan), Kamuda (Lampung) Bali, Flores, Timor, hingga Jampang Kulon (Sukabumi).</p>
18
<p>Beberapa daerah tempat ditemukannya kapak perimbas antara lain di Pacitan (Jawa Timur), Tambangsawah (Bengkulu), Lahat (Sumatra Selatan), Kamuda (Lampung) Bali, Flores, Timor, hingga Jampang Kulon (Sukabumi).</p>
17
-
<h2>3. Kapak Penetak</h2>
19
+
<p>-</p>
20
+
<blockquote><p><em>Eits, tapi sebelum itu, kalau kamu ada pertanyaan terkait materi atau tugas di sekolah, kamu bisa tanyakan ke Roboguru, ya! Pertanyaan sesulit apapun akan bisa dijawab dengan mudah oleh<strong><a>Roboguru</a></strong>!</em></p>
21
+
</blockquote><h3>3. Kapak Penetak</h3>
18
<p><em>Kapak penetak (sumber: asset eksklusif Ruangguru x Museum Nasional Indonesia)</em></p>
22
<p><em>Kapak penetak (sumber: asset eksklusif Ruangguru x Museum Nasional Indonesia)</em></p>
19
<p>Masih dari zaman paleolitikum, kapak penetak juga menjadi salah satu peninggalan peralatan manusia praaksara. Secara struktur masih kasar yaa. Kapak ini sebenarnya mirip dengan kapak genggam dan kapak perimbas.</p>
23
<p>Masih dari zaman paleolitikum, kapak penetak juga menjadi salah satu peninggalan peralatan manusia praaksara. Secara struktur masih kasar yaa. Kapak ini sebenarnya mirip dengan kapak genggam dan kapak perimbas.</p>
20
<p>Bedanya, ukuran kapak penetak lebih besar, dan ujung tajamnya ada di dua sisi, atas dan bawah (bifasial). Karena ukurannya yang lebih besar, kapak penetak juga bisa digunakan untuk membelah pohon.</p>
24
<p>Bedanya, ukuran kapak penetak lebih besar, dan ujung tajamnya ada di dua sisi, atas dan bawah (bifasial). Karena ukurannya yang lebih besar, kapak penetak juga bisa digunakan untuk membelah pohon.</p>
21
<p>Selain itu, kapak penetak juga tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, berbeda dengan kapak genggam dan kapak perimbas yang hanya ada di sebagian daerah saja.</p>
25
<p>Selain itu, kapak penetak juga tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, berbeda dengan kapak genggam dan kapak perimbas yang hanya ada di sebagian daerah saja.</p>
22
-
<h2>4. Alat Serpih atau<em>Flakes</em></h2>
26
+
<h3>4. Alat Serpih atau<em>Flakes</em></h3>
23
<p><em>Alat serpih (Sumber: satujam.com)</em></p>
27
<p><em>Alat serpih (Sumber: satujam.com)</em></p>
24
<p>Alat peninggalan manusia praaksara yang lain ada alat serpih. Alat ini digunakan oleh manusia purba untuk<strong>menusuk, memotong dan melubangi kulit binatang</strong>, dan terbentuk dari batu.</p>
28
<p>Alat peninggalan manusia praaksara yang lain ada alat serpih. Alat ini digunakan oleh manusia purba untuk<strong>menusuk, memotong dan melubangi kulit binatang</strong>, dan terbentuk dari batu.</p>
25
<p>Diperkirakan, alat ini merupakan serpihan-serpihan dari batu yang dibuat sebagai kapak genggam. Alat ini pernah ditemukan di Sangiran dan Gombong (Jawa Tengah), Pacitan (Jawa Timur), serta Cabbenge (Flores).<em>Flakes </em>atau alat serpih ini juga berasal dari era paleolitikum.</p>
29
<p>Diperkirakan, alat ini merupakan serpihan-serpihan dari batu yang dibuat sebagai kapak genggam. Alat ini pernah ditemukan di Sangiran dan Gombong (Jawa Tengah), Pacitan (Jawa Timur), serta Cabbenge (Flores).<em>Flakes </em>atau alat serpih ini juga berasal dari era paleolitikum.</p>
26
<p><strong>Baca Juga:<a>Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
30
<p><strong>Baca Juga:<a>Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
27
-
<h2>5. Peralatan dari Tulang</h2>
31
+
<h3>5. Peralatan dari Tulang</h3>
28
<p><em>Peralatan dari tulang (Sumber: kompas.com)</em></p>
32
<p><em>Peralatan dari tulang (Sumber: kompas.com)</em></p>
29
<p><em>Nah</em>, selain dari batu, manusia praaksara juga membuat peralatan dari tulang. Kebudayaan ini dikenal sebagai <em>bone culture</em>. Peralatan dari tulang ini ditemukan di Ngandong, Jawa Tengah. Beberapa peralatan yang ditemukan antara lain belati, mata tombak dari duri ikan, dan alat serpih (<em>flakes</em>).</p>
33
<p><em>Nah</em>, selain dari batu, manusia praaksara juga membuat peralatan dari tulang. Kebudayaan ini dikenal sebagai <em>bone culture</em>. Peralatan dari tulang ini ditemukan di Ngandong, Jawa Tengah. Beberapa peralatan yang ditemukan antara lain belati, mata tombak dari duri ikan, dan alat serpih (<em>flakes</em>).</p>
30
-
<h2>6. Kapak Persegi atau Beliung Persegi</h2>
34
+
<h2>Peninggalan Zaman Neolitikum </h2>
35
+
<h3>6. Kapak Persegi atau Beliung Persegi</h3>
31
<p><em>Kapak persegi (Sumber: jurnalponsel.com)</em></p>
36
<p><em>Kapak persegi (Sumber: jurnalponsel.com)</em></p>
32
<p>Kemudian, ada juga kapak persegi. Kapak ini merupakan alat yang terbuat dari batu dan digunakan oleh manusia untuk<strong>mencangkul, memahat, dan berburu</strong>. Alat ini terbuat dari batu berbentuk segi empat yang kedua sisinya diasah halus. Karena permukaannya sudah halus, maka kapak persegi terindikasi berasal dari zaman neolitikum atau zaman batu baru.</p>
37
<p>Kemudian, ada juga kapak persegi. Kapak ini merupakan alat yang terbuat dari batu dan digunakan oleh manusia untuk<strong>mencangkul, memahat, dan berburu</strong>. Alat ini terbuat dari batu berbentuk segi empat yang kedua sisinya diasah halus. Karena permukaannya sudah halus, maka kapak persegi terindikasi berasal dari zaman neolitikum atau zaman batu baru.</p>
33
<p>Pada salah satu sisi pangkal, ada bagian berlubang untuk tangkai. Sementara pangkal lainnya adalah bagian yang tajam. Alat ini banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia lho, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi Utara.</p>
38
<p>Pada salah satu sisi pangkal, ada bagian berlubang untuk tangkai. Sementara pangkal lainnya adalah bagian yang tajam. Alat ini banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia lho, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi Utara.</p>
34
<p>Kapak persegi merupakan hasil kebudayaan yang dibawa oleh ras Proto Melayu saat tiba di Nusantara sekitar tahun 1.500 Masehi.</p>
39
<p>Kapak persegi merupakan hasil kebudayaan yang dibawa oleh ras Proto Melayu saat tiba di Nusantara sekitar tahun 1.500 Masehi.</p>
35
-
<h2>7. Kapak Lonjong</h2>
40
+
<h3>7. Kapak Lonjong</h3>
36
<p><em>Kapak lonjong ( Sumber: satujam.com)</em></p>
41
<p><em>Kapak lonjong ( Sumber: satujam.com)</em></p>
37
<p>Selanjutnya ada kapak lonjong. Pangkal kapak lonjong lebar dan tajam, sedangkan ujungnya runcing dan diikatkan pada gagang. Alat ini terbuat dari batu yang telah diasah sampai halus. Kapak lonjong juga merupakan peninggalan<strong>masa neolitikum dan ras proto Melayu</strong>.</p>
42
<p>Selanjutnya ada kapak lonjong. Pangkal kapak lonjong lebar dan tajam, sedangkan ujungnya runcing dan diikatkan pada gagang. Alat ini terbuat dari batu yang telah diasah sampai halus. Kapak lonjong juga merupakan peninggalan<strong>masa neolitikum dan ras proto Melayu</strong>.</p>
38
<p>Kapak lonjong zaman praaksara pernah ditemukan di Sangihe Talaud, Flores, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.</p>
43
<p>Kapak lonjong zaman praaksara pernah ditemukan di Sangihe Talaud, Flores, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.</p>
39
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia | Sejarah Kelas 7</a></strong></p>
44
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia | Sejarah Kelas 7</a></strong></p>
40
-
<h2>8. Menhir</h2>
45
+
<h2>Peninggalan Zaman Megalitikum </h2>
46
+
<h3>8. Menhir</h3>
41
<p><em>Menhir (Sumber: all-nationz.com)</em></p>
47
<p><em>Menhir (Sumber: all-nationz.com)</em></p>
42
<p>Kedelapan adalah menhir yang merupakan tugu batu yang tinggi. Diperkirakan menhir digunakan sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang, tempat memeringati kepala suku yang telah meninggal, dan sebagai sarana penolak bahaya yang mengancam.</p>
48
<p>Kedelapan adalah menhir yang merupakan tugu batu yang tinggi. Diperkirakan menhir digunakan sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang, tempat memeringati kepala suku yang telah meninggal, dan sebagai sarana penolak bahaya yang mengancam.</p>
43
<p>Karena bentuknya yang besar, menhir dikategorikan sebagai peninggalan zaman <strong>megalitikum</strong>atau batu besar. Keberadaan menhir tersebar di seluruh dunia, mulai dari Asia, Eropa, hingga Afrika. Sementara, di Indonesia, menhir ditemukan di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Timor.</p>
49
<p>Karena bentuknya yang besar, menhir dikategorikan sebagai peninggalan zaman <strong>megalitikum</strong>atau batu besar. Keberadaan menhir tersebar di seluruh dunia, mulai dari Asia, Eropa, hingga Afrika. Sementara, di Indonesia, menhir ditemukan di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Timor.</p>
44
-
<h2>9. Dolmen</h2>
50
+
<h3>9. Dolmen</h3>
45
<p><em>Dolmen (Sumber: upload.wikipedia.org)</em></p>
51
<p><em>Dolmen (Sumber: upload.wikipedia.org)</em></p>
46
<p>Dolmen adalah meja yang terbuat dari batu, diperkirakan digunakan oleh manusia pra sejarah sebagai tempat menyimpan sesaji untuk sesembahan. Seperti menhir, dolmen juga merupakan peninggalan<strong>zaman megalitikum</strong>.</p>
52
<p>Dolmen adalah meja yang terbuat dari batu, diperkirakan digunakan oleh manusia pra sejarah sebagai tempat menyimpan sesaji untuk sesembahan. Seperti menhir, dolmen juga merupakan peninggalan<strong>zaman megalitikum</strong>.</p>
47
-
<h2>10. Sarkofagus</h2>
53
+
<h3>10. Sarkofagus</h3>
48
<p><em>Sarkofagus ( Sumber: twitter.com)</em></p>
54
<p><em>Sarkofagus ( Sumber: twitter.com)</em></p>
49
<p>Sarkofagus adalah kubur batu dari era <strong>megalitikum</strong>yang berbentuk seperti peti mati. Ketika itu, manusia praaksara menganggap sarkofagus sebagai “perahu roh” yang akan membawa dan mengantarkan roh ke dunia barunya.</p>
55
<p>Sarkofagus adalah kubur batu dari era <strong>megalitikum</strong>yang berbentuk seperti peti mati. Ketika itu, manusia praaksara menganggap sarkofagus sebagai “perahu roh” yang akan membawa dan mengantarkan roh ke dunia barunya.</p>
50
<p>Selain sarkofagus, kubur batu lainnya yang berasal dari era ini ada <strong>waruga </strong>yang berbentuk seperti kubus, dan di atasnya ada segitiga. Dalam waruga, jenazah tidak dibaringkan secara telentang, melainkan dimasukkan seperti posisi bayi di dalam rahim, sehingga tubuhnya ditekuk dan wajahnya seolah mencium bagian lutut.</p>
56
<p>Selain sarkofagus, kubur batu lainnya yang berasal dari era ini ada <strong>waruga </strong>yang berbentuk seperti kubus, dan di atasnya ada segitiga. Dalam waruga, jenazah tidak dibaringkan secara telentang, melainkan dimasukkan seperti posisi bayi di dalam rahim, sehingga tubuhnya ditekuk dan wajahnya seolah mencium bagian lutut.</p>
51
-
<h2>11. Arca</h2>
57
+
<h3>11. Arca</h3>
52
<p>Arca merupakan patung yang dibuat sebagai sarana pemujaan dalam masa praaksara. Arca ini ada yang berbahan batu, maupun logam, <em>guys</em>. Arca banyak ditemukan di wilayah Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Bali, hingga Sulawesi.</p>
58
<p>Arca merupakan patung yang dibuat sebagai sarana pemujaan dalam masa praaksara. Arca ini ada yang berbahan batu, maupun logam, <em>guys</em>. Arca banyak ditemukan di wilayah Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Bali, hingga Sulawesi.</p>
53
-
<h2>12. Bejana Perunggu</h2>
59
+
<h2>Peninggalan Zaman Logam </h2>
60
+
<h3>12. Bejana Perunggu</h3>
54
<p>Kedua belas adalah bejana perunggu, bejana ini merupakan benda yang terbuat dari perunggu. Bentuknya mirip dengan gitar Spanyol tanpa gagang. Alat ini hanya ditemukan di dua tempat yaitu di Madura dan Sumatra.</p>
61
<p>Kedua belas adalah bejana perunggu, bejana ini merupakan benda yang terbuat dari perunggu. Bentuknya mirip dengan gitar Spanyol tanpa gagang. Alat ini hanya ditemukan di dua tempat yaitu di Madura dan Sumatra.</p>
55
-
<h2>13. Kapak Corong</h2>
62
+
<h3>13. Kapak Corong</h3>
56
<p>Kapak corong (Sumber: fixcomart.com)</p>
63
<p>Kapak corong (Sumber: fixcomart.com)</p>
57
<p>Kesepuluh, sekaligus terakhir adalah kapak corong yang terbuat dari perungu dan bentuk bagian atas mirip dengan corong. Alat ini pernah ditemukan di Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.</p>
64
<p>Kesepuluh, sekaligus terakhir adalah kapak corong yang terbuat dari perungu dan bentuk bagian atas mirip dengan corong. Alat ini pernah ditemukan di Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.</p>
58
-
<h2>14. Nekara & Moko</h2>
65
+
<h3>14. Nekara & Moko</h3>
59
<p><em>Nekara (sumber: asset eksklusif Ruangguru x Museum Nasional Indonesia)</em></p>
66
<p><em>Nekara (sumber: asset eksklusif Ruangguru x Museum Nasional Indonesia)</em></p>
60
<p>Nekara merupakan salah satu peninggalan manusia praaksara pada <strong>zaman logam</strong>atau<strong>perundagian</strong>. Nekara difungsikan untuk alat pemanggil hujan, memanggil roh nenek moyang, sebagai simbol status sosial, dan sebagai sarana ketika melakukan upacara adat. Di Indonesia, nekara ditemukan di Jawa, Bali, Sumatra, dan Kepulauan Banda.</p>
67
<p>Nekara merupakan salah satu peninggalan manusia praaksara pada <strong>zaman logam</strong>atau<strong>perundagian</strong>. Nekara difungsikan untuk alat pemanggil hujan, memanggil roh nenek moyang, sebagai simbol status sosial, dan sebagai sarana ketika melakukan upacara adat. Di Indonesia, nekara ditemukan di Jawa, Bali, Sumatra, dan Kepulauan Banda.</p>
61
<p>Sementara, moko masih sejenis dengan nekara, tapi bentuknya lebih kecil. Secara garis besar, moko berfungsi sebagai mas kawin, benda pusaka, alat musik, hingga alat tukar perdagangan.</p>
68
<p>Sementara, moko masih sejenis dengan nekara, tapi bentuknya lebih kecil. Secara garis besar, moko berfungsi sebagai mas kawin, benda pusaka, alat musik, hingga alat tukar perdagangan.</p>
62
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
69
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
63
<p>-</p>
70
<p>-</p>
64
<p>Bagaimana guys, apakah kalian pernah melihat berbagai peninggalan masa praaksara tersebut secara langsung? Jika belum, kalian bisa mengunjungi museum-museum prasejarah yang berada di Bandung, Sangiran, Jakarta, ataupun museum lainnya. Kalian bisa belajar lebih banyak lagi dengan mengunjungi museum yang memiliki peralatan zaman praaksara. Selain itu, kalian juga bisa menonton video<strong><a>ruangbelajar</a></strong>kalau ingin tahu lebih banyak tentang penjelasannya lengkapnya.</p>
71
<p>Bagaimana guys, apakah kalian pernah melihat berbagai peninggalan masa praaksara tersebut secara langsung? Jika belum, kalian bisa mengunjungi museum-museum prasejarah yang berada di Bandung, Sangiran, Jakarta, ataupun museum lainnya. Kalian bisa belajar lebih banyak lagi dengan mengunjungi museum yang memiliki peralatan zaman praaksara. Selain itu, kalian juga bisa menonton video<strong><a>ruangbelajar</a></strong>kalau ingin tahu lebih banyak tentang penjelasannya lengkapnya.</p>
65
<p><strong>Referensi:</strong></p>
72
<p><strong>Referensi:</strong></p>
66
<p>Gunawan, Restu. (2017) Sejarah Indonesia Kelas X. Jakarta: Kemendikbud RI.</p>
73
<p>Gunawan, Restu. (2017) Sejarah Indonesia Kelas X. Jakarta: Kemendikbud RI.</p>
67
<p><strong>Sumber foto:</strong></p>
74
<p><strong>Sumber foto:</strong></p>
68
<p>Foto kapak genggam [daring]. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Kapak_genggam (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
75
<p>Foto kapak genggam [daring]. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Kapak_genggam (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
69
<p>Foto Alat serpih [daring]. Tautan: https://satujam.com/alat-serpih/ (Diakses: 16 November 2020)</p>
76
<p>Foto Alat serpih [daring]. Tautan: https://satujam.com/alat-serpih/ (Diakses: 16 November 2020)</p>
70
<p>Foto Kapak persegi [daring]. Tautan: https://www.jurnalponsel.com/kapak-persegi/ (Diakses: 16 November 2020)</p>
77
<p>Foto Kapak persegi [daring]. Tautan: https://www.jurnalponsel.com/kapak-persegi/ (Diakses: 16 November 2020)</p>
71
<p>Foto kapak lonjong [daring]. Tautan: https://satujam.com/kapak-lonjong/ (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
78
<p>Foto kapak lonjong [daring]. Tautan: https://satujam.com/kapak-lonjong/ (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
72
<p>Foto Menhir [daring]. Tautan: http://www.all-nationz.com/archives/1076442642.html (Diakses: 16 November 2020)</p>
79
<p>Foto Menhir [daring]. Tautan: http://www.all-nationz.com/archives/1076442642.html (Diakses: 16 November 2020)</p>
73
<p>Foto dolmen [daring]. Tautan: https://en.wikipedia.org/wiki/Dolmen (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
80
<p>Foto dolmen [daring]. Tautan: https://en.wikipedia.org/wiki/Dolmen (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
74
<p>Foto Sarkofagus [daring]. Tautan: https://twitter.com/vabyo/status/380943085263269888?lang=es (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
81
<p>Foto Sarkofagus [daring]. Tautan: https://twitter.com/vabyo/status/380943085263269888?lang=es (Diakses: 22 Desember 2017)</p>
75
<p>Foto kapak corong [daring]. Tautan: https://fixcomart.com/blog-detail/perkakas-and-otomotif/mengenal-peralatan-perkakas-manusia-purba-zaman-praaksara (Diakses: 16 November 2020)</p>
82
<p>Foto kapak corong [daring]. Tautan: https://fixcomart.com/blog-detail/perkakas-and-otomotif/mengenal-peralatan-perkakas-manusia-purba-zaman-praaksara (Diakses: 16 November 2020)</p>
76
83