HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Penilaian Akhir Tahun 2024 sudah semakin dekat, kita kerjakan latihan soal berikut untuk mempersiapkan diri, yuk! Jangan lupa untuk membaca pembahasannya juga, ya!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Penilaian Akhir Tahun 2024 sudah semakin dekat, kita kerjakan latihan soal berikut untuk mempersiapkan diri, yuk! Jangan lupa untuk membaca pembahasannya juga, ya!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 </blockquote><h2>BIOLOGI</h2>
3 </blockquote><h2>BIOLOGI</h2>
4 <p><strong>Topik:<a>Struktur dan Fungsi Sel</a>pada Sistem Pencernaan</strong></p>
4 <p><strong>Topik:<a>Struktur dan Fungsi Sel</a>pada Sistem Pencernaan</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik: Saluran dan Kelenjar Pencernaan</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik: Saluran dan Kelenjar Pencernaan</strong></p>
6 <p><strong>Level: Easy</strong></p>
6 <p><strong>Level: Easy</strong></p>
7 <p>1. Pencernaan secara kimiawi yang terjadi di mulut berperan dalam mencerna …. </p>
7 <p>1. Pencernaan secara kimiawi yang terjadi di mulut berperan dalam mencerna …. </p>
8 <ol><li>karbohidrat </li>
8 <ol><li>karbohidrat </li>
9 <li>protein </li>
9 <li>protein </li>
10 <li>lemak </li>
10 <li>lemak </li>
11 <li>glukosa </li>
11 <li>glukosa </li>
12 <li>pepton </li>
12 <li>pepton </li>
13 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
13 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
14 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
15 <p>Pencernaan secara kimiawi adalah proses pencernaan yang melibatkan berbagai jenis enzim. Salah satu zat makanan yang sudah melalui proses pencernaan di dalam mulut adalah karbohidrat dengan jenis amilum. Amilum akan dipecah dengan bantuan enzim ptialin menjadi senyawa yang lebih sederhana berupa disakarida (maltosa). </p>
15 <p>Pencernaan secara kimiawi adalah proses pencernaan yang melibatkan berbagai jenis enzim. Salah satu zat makanan yang sudah melalui proses pencernaan di dalam mulut adalah karbohidrat dengan jenis amilum. Amilum akan dipecah dengan bantuan enzim ptialin menjadi senyawa yang lebih sederhana berupa disakarida (maltosa). </p>
16 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
16 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
17 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
17 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
18 <p><strong>Subtopik: Organ Pernapasan Manusia</strong></p>
18 <p><strong>Subtopik: Organ Pernapasan Manusia</strong></p>
19 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
19 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
20 <p>2. Perhatikan gambar sistem respirasi berikut ini!</p>
20 <p>2. Perhatikan gambar sistem respirasi berikut ini!</p>
21 <p>Berdasarkan gambar tersebut, bagian A, B, dan C secara berurutan adalah ….</p>
21 <p>Berdasarkan gambar tersebut, bagian A, B, dan C secara berurutan adalah ….</p>
22 <ol><li>nasofaring, orofaring, laringofaring</li>
22 <ol><li>nasofaring, orofaring, laringofaring</li>
23 <li>laringofaring, orofaring, nasofaring</li>
23 <li>laringofaring, orofaring, nasofaring</li>
24 <li>orofaring, nasofaring, laringofaring</li>
24 <li>orofaring, nasofaring, laringofaring</li>
25 <li>laringofaring, nasofaring, laringa</li>
25 <li>laringofaring, nasofaring, laringa</li>
26 <li>laring, faring, trakea</li>
26 <li>laring, faring, trakea</li>
27 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
27 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
28 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
28 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
29 <p>Gambar pada soal merupakan struktur faring. Faring merupakan komponen zona konduksi yang berperan untuk menyalurkan udara dari rongga hidung ke laring. Bagian ini terbagi menjadi tiga segmen yaitu nasofaring (bagian A), orofaring (bagian B), dan laringofaring (bagian C).</p>
29 <p>Gambar pada soal merupakan struktur faring. Faring merupakan komponen zona konduksi yang berperan untuk menyalurkan udara dari rongga hidung ke laring. Bagian ini terbagi menjadi tiga segmen yaitu nasofaring (bagian A), orofaring (bagian B), dan laringofaring (bagian C).</p>
30 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
30 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
31 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Ekskresi</a></strong></p>
31 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Ekskresi</a></strong></p>
32 <p><strong>Subtopik: Ekskresi pada Ginjal</strong></p>
32 <p><strong>Subtopik: Ekskresi pada Ginjal</strong></p>
33 <p><strong>Level: Hots</strong></p>
33 <p><strong>Level: Hots</strong></p>
34 <p>3. Perhatikan penampang nefron dari dua hewan yang berbeda berikut!</p>
34 <p>3. Perhatikan penampang nefron dari dua hewan yang berbeda berikut!</p>
35 <p>Pernyataan yang tepat terkait kedua nefron tersebut adalah ….</p>
35 <p>Pernyataan yang tepat terkait kedua nefron tersebut adalah ….</p>
36 <ol><li>Nefron A ditemukan pada hewan yang tinggal di gurun.</li>
36 <ol><li>Nefron A ditemukan pada hewan yang tinggal di gurun.</li>
37 <li>Nefron A menghasilkan urin yang pekat.</li>
37 <li>Nefron A menghasilkan urin yang pekat.</li>
38 <li>Nefron B dimiliki oleh ikan air laut.</li>
38 <li>Nefron B dimiliki oleh ikan air laut.</li>
39 <li>Nefron B menghasilkan urin yang encer.</li>
39 <li>Nefron B menghasilkan urin yang encer.</li>
40 <li>Nefron A dan B dimiliki oleh oleh hewan yang hidup di lingkungan yang sama.</li>
40 <li>Nefron A dan B dimiliki oleh oleh hewan yang hidup di lingkungan yang sama.</li>
41 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
41 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
42 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
42 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
43 <p>Berdasarkan gambar pada soal, nefron A dan B memiliki panjang lengkung Henle yang berbeda. Lengkung Henle berfungsi untuk mereabsorbsi air dan garam sehingga lengkung Henle yang lebih panjang memungkinkan proses reabsorpsi air lebih banyak. Perbedaan struktur nefron ini disesuaikan dengan lingkungan tempat hewan tersebut tinggal. Hewan yang tinggal di tempat kering, hewan akuatik yang habitatnya di lingkungan hipertonis, dan hewan yang habitatnya cenderung menyebabkan dehidrasi, memiliki lengkung Henle yang lebih panjang agar reabsorpsi air lebih maksimal, dan urine yang dihasilkan pun menjadi lebih pekat. Berdasarkan informasi tersebut, nefron A dimiliki oleh hewan yang hidup di lingkungan cukup air, sedangkan nefron B dimiliki hewan yang tinggal di daerah kering atau hewan akuatik yang habitatnya di lingkungan hipertonis seperti ikan air laut.</p>
43 <p>Berdasarkan gambar pada soal, nefron A dan B memiliki panjang lengkung Henle yang berbeda. Lengkung Henle berfungsi untuk mereabsorbsi air dan garam sehingga lengkung Henle yang lebih panjang memungkinkan proses reabsorpsi air lebih banyak. Perbedaan struktur nefron ini disesuaikan dengan lingkungan tempat hewan tersebut tinggal. Hewan yang tinggal di tempat kering, hewan akuatik yang habitatnya di lingkungan hipertonis, dan hewan yang habitatnya cenderung menyebabkan dehidrasi, memiliki lengkung Henle yang lebih panjang agar reabsorpsi air lebih maksimal, dan urine yang dihasilkan pun menjadi lebih pekat. Berdasarkan informasi tersebut, nefron A dimiliki oleh hewan yang hidup di lingkungan cukup air, sedangkan nefron B dimiliki hewan yang tinggal di daerah kering atau hewan akuatik yang habitatnya di lingkungan hipertonis seperti ikan air laut.</p>
44 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C. </strong></p>
44 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C. </strong></p>
45 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Reproduksi</strong></p>
45 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Reproduksi</strong></p>
46 <p><strong>Subtopik: Sistem Reproduksi pada Wanita</strong></p>
46 <p><strong>Subtopik: Sistem Reproduksi pada Wanita</strong></p>
47 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
47 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
48 <p>4. Perhatikan tabel berikut!</p>
48 <p>4. Perhatikan tabel berikut!</p>
49 <p>Pasangan yang tepat antara organ reproduksi dengan fungsinya adalah ….</p>
49 <p>Pasangan yang tepat antara organ reproduksi dengan fungsinya adalah ….</p>
50 <ol><li>I - 4, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 5</li>
50 <ol><li>I - 4, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 5</li>
51 <li>I - 3, II - 2, III - 4, IV - 1, dan V - 5</li>
51 <li>I - 3, II - 2, III - 4, IV - 1, dan V - 5</li>
52 <li>I - 1, II - 2, III - 3, IV - 4, dan V - 5</li>
52 <li>I - 1, II - 2, III - 3, IV - 4, dan V - 5</li>
53 <li>I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4</li>
53 <li>I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4</li>
54 <li>I - 2, II - 1, III - 3, IV - 5, dan V - 4</li>
54 <li>I - 2, II - 1, III - 3, IV - 5, dan V - 4</li>
55 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
55 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
56 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
56 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
57 <p>Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi eksternal dan organ reproduksi internal. Berikut ini menunjukkan organ reproduksi internal.</p>
57 <p>Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi eksternal dan organ reproduksi internal. Berikut ini menunjukkan organ reproduksi internal.</p>
58 <ol><li>Fimbria berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah keluar (mengalami ovulasi) dari ovarium.</li>
58 <ol><li>Fimbria berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah keluar (mengalami ovulasi) dari ovarium.</li>
59 <li>Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi dan juga jalan keluarnya janin atau bayi saat melahirkan.</li>
59 <li>Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi dan juga jalan keluarnya janin atau bayi saat melahirkan.</li>
60 <li>Rahim berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya zigot.</li>
60 <li>Rahim berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya zigot.</li>
61 <li>Tuba fallopi/oviduk berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.</li>
61 <li>Tuba fallopi/oviduk berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.</li>
62 <li>Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis dan penghasil hormon estrogen serta progesteron. </li>
62 <li>Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis dan penghasil hormon estrogen serta progesteron. </li>
63 </ol><p>Oleh karena itu, pasangan yang tepat adalah I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4. </p>
63 </ol><p>Oleh karena itu, pasangan yang tepat adalah I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4. </p>
64 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
64 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
65 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pertahanan Tubuh</strong></p>
65 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pertahanan Tubuh</strong></p>
66 <p><strong>Subtopik: Sistem Pertahanan Tubuh Non-Spesifik</strong></p>
66 <p><strong>Subtopik: Sistem Pertahanan Tubuh Non-Spesifik</strong></p>
67 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
67 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
68 <p>5. Inflamasi dapat terjadi apabila sel mast melepaskan ….</p>
68 <p>5. Inflamasi dapat terjadi apabila sel mast melepaskan ….</p>
69 <ol><li>protein komplemen</li>
69 <ol><li>protein komplemen</li>
70 <li>histamin</li>
70 <li>histamin</li>
71 <li>interferon</li>
71 <li>interferon</li>
72 <li>kemokin</li>
72 <li>kemokin</li>
73 <li>antikoagulan</li>
73 <li>antikoagulan</li>
74 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
74 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
75 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
75 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
76 <p>Inflamasi atau peradangan adalah reaksi lokal terhadap kerusakan jaringan yang dapat menginisiasi serangkaian proses untuk perbaikan jaringan itu sendiri. Inflamasi terjadi ketika sel mast melepaskan histamin. Histamin merupakan mediator utama yang dilepaskan oleh sel mast, berperan terhadap timbulnya respon berupa inflamasi. Oleh karena itu, apabila terdapat antigen atau kerusakan jaringan, akan memicu sel mast untuk mensekresikan histamin yang akan menginisiasi terjadinya inflamasi.</p>
76 <p>Inflamasi atau peradangan adalah reaksi lokal terhadap kerusakan jaringan yang dapat menginisiasi serangkaian proses untuk perbaikan jaringan itu sendiri. Inflamasi terjadi ketika sel mast melepaskan histamin. Histamin merupakan mediator utama yang dilepaskan oleh sel mast, berperan terhadap timbulnya respon berupa inflamasi. Oleh karena itu, apabila terdapat antigen atau kerusakan jaringan, akan memicu sel mast untuk mensekresikan histamin yang akan menginisiasi terjadinya inflamasi.</p>
77 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
77 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
78 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 11 IPA Semester Genap 2022</a></strong></p>
78 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 11 IPA Semester Genap 2022</a></strong></p>
79 <h2>KIMIA</h2>
79 <h2>KIMIA</h2>
80 <p><strong>Topik: Hidrolisis Garam</strong></p>
80 <p><strong>Topik: Hidrolisis Garam</strong></p>
81 <p><strong>Subtopik: Pendahuluan Hidrolisis Garam</strong></p>
81 <p><strong>Subtopik: Pendahuluan Hidrolisis Garam</strong></p>
82 <p>1. Perhatikan senyawa-senyawa garam berikut!<strong></strong></p>
82 <p>1. Perhatikan senyawa-senyawa garam berikut!<strong></strong></p>
83 <ol><li>Aluminium(III) klorida</li>
83 <ol><li>Aluminium(III) klorida</li>
84 <li>Amonium bromida</li>
84 <li>Amonium bromida</li>
85 <li>Kalium sulfat</li>
85 <li>Kalium sulfat</li>
86 <li>Kalsium nitrat</li>
86 <li>Kalsium nitrat</li>
87 </ol><p>Senyawa yang saat dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis adalah ….</p>
87 </ol><p>Senyawa yang saat dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis adalah ….</p>
88 <ol><li>1 dan 2</li>
88 <ol><li>1 dan 2</li>
89 <li>1 dan 3</li>
89 <li>1 dan 3</li>
90 <li>2 dan 3</li>
90 <li>2 dan 3</li>
91 <li>2 dan 4</li>
91 <li>2 dan 4</li>
92 <li>3 dan 4</li>
92 <li>3 dan 4</li>
93 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
93 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
94 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
94 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
95 <p>Reaksi hidrolisis adalah reaksi pemecahan molekul air. Reaksi hidrolisis garam terbagi menjadi seperti berikut.</p>
95 <p>Reaksi hidrolisis adalah reaksi pemecahan molekul air. Reaksi hidrolisis garam terbagi menjadi seperti berikut.</p>
96 <ul><li><strong>Hidrolisis garam parsial</strong>terjadi pada garam yang berasal dari asam lemah dengan basa kuat (garam basa) dan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah (garam asam).</li>
96 <ul><li><strong>Hidrolisis garam parsial</strong>terjadi pada garam yang berasal dari asam lemah dengan basa kuat (garam basa) dan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah (garam asam).</li>
97 <li><strong>Hidrolisis garam total</strong>terjadi pada garam yang berasal dari asam dan basa lemah.</li>
97 <li><strong>Hidrolisis garam total</strong>terjadi pada garam yang berasal dari asam dan basa lemah.</li>
98 <li><strong>Garam tidak terhidrolisis</strong>apabila garam berasal dari asam dan basa kuat.</li>
98 <li><strong>Garam tidak terhidrolisis</strong>apabila garam berasal dari asam dan basa kuat.</li>
99 </ul><p>Berikut ini analisis dari senyawa garam pada soal.</p>
99 </ul><p>Berikut ini analisis dari senyawa garam pada soal.</p>
100 <ol><li>Aluminium(III) klorida atau AlCl3 terbentuk dari asam kuat HCl dan basa lemah Al(OH)3<strong>(mengalami hidrolisis parsial).</strong></li>
100 <ol><li>Aluminium(III) klorida atau AlCl3 terbentuk dari asam kuat HCl dan basa lemah Al(OH)3<strong>(mengalami hidrolisis parsial).</strong></li>
101 <li>Amonium bromida atau NH4Br terbentuk dari asam kuat HBr dan basa lemah NH3 <strong>(mengalami hidrolisis parsial).</strong></li>
101 <li>Amonium bromida atau NH4Br terbentuk dari asam kuat HBr dan basa lemah NH3 <strong>(mengalami hidrolisis parsial).</strong></li>
102 <li>Kalium sulfat atau K2SO4 terbentuk dari asam kuat H2SO4 dan basa kuat KOH<strong>(tidak mengalami hidrolisis).</strong></li>
102 <li>Kalium sulfat atau K2SO4 terbentuk dari asam kuat H2SO4 dan basa kuat KOH<strong>(tidak mengalami hidrolisis).</strong></li>
103 <li>Kalsium nitrat atau Ca(NO3)2 terbentuk dari asam kuat HNO3 dan basa kuat Ca(OH)2<strong>(tidak mengalami hidrolisis).</strong></li>
103 <li>Kalsium nitrat atau Ca(NO3)2 terbentuk dari asam kuat HNO3 dan basa kuat Ca(OH)2<strong>(tidak mengalami hidrolisis).</strong></li>
104 </ol><p>Dengan demikian, senyawa garam yang dilarutkan dalam air mengalami hidrolisis, yaitu<strong>senyawa 1 dan 2</strong>.</p>
104 </ol><p>Dengan demikian, senyawa garam yang dilarutkan dalam air mengalami hidrolisis, yaitu<strong>senyawa 1 dan 2</strong>.</p>
105 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
105 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
106 <p><strong>Topik:<a>Titrasi Asam-Basa</a></strong></p>
106 <p><strong>Topik:<a>Titrasi Asam-Basa</a></strong></p>
107 <p><strong>Subtopik: Titrasi Asam Lemah oleh Basa Kuat</strong></p>
107 <p><strong>Subtopik: Titrasi Asam Lemah oleh Basa Kuat</strong></p>
108 <p>2. Jimin memiliki kurva hasil titrasi penentuan kadar larutan X seperti di bawah ini.</p>
108 <p>2. Jimin memiliki kurva hasil titrasi penentuan kadar larutan X seperti di bawah ini.</p>
109 <p>Berdasarkan kurva titrasi di atas, larutan yang mungkin dapat bertindak sebagai titer dan titrat secara berurutan adalah ….</p>
109 <p>Berdasarkan kurva titrasi di atas, larutan yang mungkin dapat bertindak sebagai titer dan titrat secara berurutan adalah ….</p>
110 <ol><li>KOH dan CH3COOH</li>
110 <ol><li>KOH dan CH3COOH</li>
111 <li>HCOOH dan NaOH </li>
111 <li>HCOOH dan NaOH </li>
112 <li>NH4OH dan H2S</li>
112 <li>NH4OH dan H2S</li>
113 <li>HNO3 dan Ca(OH)2</li>
113 <li>HNO3 dan Ca(OH)2</li>
114 <li>HCN dan Mg(OH)2 </li>
114 <li>HCN dan Mg(OH)2 </li>
115 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
115 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
116 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
116 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
117 <p><strong>Titer atau titran</strong>adalah larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya dan ditempatkan dalam buret. Sementara itu,<strong>titrat</strong>adalah larutan yang akan dihitung konsentrasinya dan ditempatkan dalam labu erlenmeyer.</p>
117 <p><strong>Titer atau titran</strong>adalah larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya dan ditempatkan dalam buret. Sementara itu,<strong>titrat</strong>adalah larutan yang akan dihitung konsentrasinya dan ditempatkan dalam labu erlenmeyer.</p>
118 <p>Berdasarkan kurva hasil titrasi, pH awal sebelum terjadi reaksi adalah 14 yang merupakan pH dari basa kuat. Kemudian, setelah ditambah indikator dan titer hingga muncul perubahan warna, larutan mengalami penurunan pH menjadi 9,5 dan mencapai titik ekuivalen. Penambahan titer secara terus menerus akan menyebabkan pH turun menjadi sekitar 5 yang merupakan pH asam lemah.</p>
118 <p>Berdasarkan kurva hasil titrasi, pH awal sebelum terjadi reaksi adalah 14 yang merupakan pH dari basa kuat. Kemudian, setelah ditambah indikator dan titer hingga muncul perubahan warna, larutan mengalami penurunan pH menjadi 9,5 dan mencapai titik ekuivalen. Penambahan titer secara terus menerus akan menyebabkan pH turun menjadi sekitar 5 yang merupakan pH asam lemah.</p>
119 <p>Berdasarkan informasi tersebut, proses titrasi yang terjadi adalah<strong>titrasi basa kuat oleh asam lemah</strong>. Oleh karena itu, zat yang bertindak sebagai titer adalah asam lemah seperti CH3COOH, HCOOH, H2S, dan HCN. Sementara itu, titratnya adalah basa kuat seperti KOH, NaOH, dan Ca(OH)2.</p>
119 <p>Berdasarkan informasi tersebut, proses titrasi yang terjadi adalah<strong>titrasi basa kuat oleh asam lemah</strong>. Oleh karena itu, zat yang bertindak sebagai titer adalah asam lemah seperti CH3COOH, HCOOH, H2S, dan HCN. Sementara itu, titratnya adalah basa kuat seperti KOH, NaOH, dan Ca(OH)2.</p>
120 <p>Dengan demikian, urutan titer dan titrat secara berurutan yang tepat adalah<strong>HCOOH dan NaOH</strong>.</p>
120 <p>Dengan demikian, urutan titer dan titrat secara berurutan yang tepat adalah<strong>HCOOH dan NaOH</strong>.</p>
121 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
121 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
122 <p><strong>Topik: Titrasi Asam-Basa</strong></p>
122 <p><strong>Topik: Titrasi Asam-Basa</strong></p>
123 <p><strong>Subtopik: Titrasi Asam Kuat dan Basa Kuat</strong></p>
123 <p><strong>Subtopik: Titrasi Asam Kuat dan Basa Kuat</strong></p>
124 <p>3. Sebanyak 20 mL larutan HCl dititrasi oleh larutan NaOH 0,2 M dengan menggunakan indikator fenolftalein. Jika perubahan warna indikator menjadi merah muda memerlukan larutan pentitrasi sebanyak 25 mL, nilai mol dari larutan asam tersebut adalah ….</p>
124 <p>3. Sebanyak 20 mL larutan HCl dititrasi oleh larutan NaOH 0,2 M dengan menggunakan indikator fenolftalein. Jika perubahan warna indikator menjadi merah muda memerlukan larutan pentitrasi sebanyak 25 mL, nilai mol dari larutan asam tersebut adalah ….</p>
125 <ol><li>0,25 mmol</li>
125 <ol><li>0,25 mmol</li>
126 <li>2,5 mmol</li>
126 <li>2,5 mmol</li>
127 <li>0,45 mmol</li>
127 <li>0,45 mmol</li>
128 <li>5 mmol</li>
128 <li>5 mmol</li>
129 <li>2 mmol</li>
129 <li>2 mmol</li>
130 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
130 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
131 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
131 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
132 <p>Larutan HCl adalah asam kuat bervalensi 1, sedangkan NaOH adalah basa kuat bervalensi 1. Percobaan yang ada pada soal merupakan titrasi asam kuat oleh basa kuat. Konsentrasi HCl dapat ditentukan dengan persamaan titrasi berikut.</p>
132 <p>Larutan HCl adalah asam kuat bervalensi 1, sedangkan NaOH adalah basa kuat bervalensi 1. Percobaan yang ada pada soal merupakan titrasi asam kuat oleh basa kuat. Konsentrasi HCl dapat ditentukan dengan persamaan titrasi berikut.</p>
133 <p>Lalu, mol HCl dapat dihitung dengan melibatkan volumenya.</p>
133 <p>Lalu, mol HCl dapat dihitung dengan melibatkan volumenya.</p>
134 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
134 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
135 <p><strong>Topik: Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan</strong></p>
135 <p><strong>Topik: Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan</strong></p>
136 <p><strong>Subtopik: Faktor-Faktor Kelarutan dan Pengendapan</strong></p>
136 <p><strong>Subtopik: Faktor-Faktor Kelarutan dan Pengendapan</strong></p>
137 <p>4. Larutan MgCl2 0,2 M ditetesi dengan larutan NaOH hingga terbentuk endapan. Endapan akan mulai terbentuk kira-kira pada pH …. (Ksp Mg(OH)2 = 3,2 x 10-10)</p>
137 <p>4. Larutan MgCl2 0,2 M ditetesi dengan larutan NaOH hingga terbentuk endapan. Endapan akan mulai terbentuk kira-kira pada pH …. (Ksp Mg(OH)2 = 3,2 x 10-10)</p>
138 <ol><li>8</li>
138 <ol><li>8</li>
139 <li>9</li>
139 <li>9</li>
140 <li>10</li>
140 <li>10</li>
141 <li>11</li>
141 <li>11</li>
142 <li>12</li>
142 <li>12</li>
143 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
143 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
144 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
144 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
145 <p>Kelarutan (<em>s</em>) adalah jumlah maksimal suatu senyawa dapat larut di dalam pelarut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelarutan dan pengendapan adalah pengaruh asam dan basa. Penambahan asam dan basa pada garam yang sedikit larut dalam air akan meningkatkan kelarutan, dengan syarat terjadi reaksi antara padatan dengan asam atau basa yang ditambahkan. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.</p>
145 <p>Kelarutan (<em>s</em>) adalah jumlah maksimal suatu senyawa dapat larut di dalam pelarut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelarutan dan pengendapan adalah pengaruh asam dan basa. Penambahan asam dan basa pada garam yang sedikit larut dalam air akan meningkatkan kelarutan, dengan syarat terjadi reaksi antara padatan dengan asam atau basa yang ditambahkan. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.</p>
146 <p>pH perkiraan terbentuknya endapan Mg(OH)2 dapat ditentukan dengan langkah sebagai berikut.</p>
146 <p>pH perkiraan terbentuknya endapan Mg(OH)2 dapat ditentukan dengan langkah sebagai berikut.</p>
147 <p>Kelarutan (<em>s</em>) Mg(OH)2 dapat dihitung dengan menggunakan data Ksp di soal dengan persamaan sebagai berikut.</p>
147 <p>Kelarutan (<em>s</em>) Mg(OH)2 dapat dihitung dengan menggunakan data Ksp di soal dengan persamaan sebagai berikut.</p>
148 <p>pH larutan setelah ditambah NaOH adalah sebagai berikut.</p>
148 <p>pH larutan setelah ditambah NaOH adalah sebagai berikut.</p>
149 <p>Endapan akan mulai terbentuk kira-kira pada pH &gt; 9 + log 4, yaitu kira-kira pada pH 10.</p>
149 <p>Endapan akan mulai terbentuk kira-kira pada pH &gt; 9 + log 4, yaitu kira-kira pada pH 10.</p>
150 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
150 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
151 <p><strong>Topik: Koloid</strong></p>
151 <p><strong>Topik: Koloid</strong></p>
152 <p><strong>Subtopik:<a>Sistem Koloid</a></strong></p>
152 <p><strong>Subtopik:<a>Sistem Koloid</a></strong></p>
153 <p>5. Emulsi adalah jenis koloid ….</p>
153 <p>5. Emulsi adalah jenis koloid ….</p>
154 <ol><li>zat padat terdispersi dalam zat cair</li>
154 <ol><li>zat padat terdispersi dalam zat cair</li>
155 <li>zat cair terdispersi dalam gas</li>
155 <li>zat cair terdispersi dalam gas</li>
156 <li>gas terdispersi dalam zat padat</li>
156 <li>gas terdispersi dalam zat padat</li>
157 <li>gas terdispersi dalam zat cair</li>
157 <li>gas terdispersi dalam zat cair</li>
158 <li>zat cair terdispersi dalam zat cair</li>
158 <li>zat cair terdispersi dalam zat cair</li>
159 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
159 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
160 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
160 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
161 <p>Jenis koloid berdasarkan kombinasi zat terdispersi dengan zat pendispersi adalah sebagai berikut.</p>
161 <p>Jenis koloid berdasarkan kombinasi zat terdispersi dengan zat pendispersi adalah sebagai berikut.</p>
162 <ul><li>Zat padat terdispersi dalam zat cair -&gt; sol</li>
162 <ul><li>Zat padat terdispersi dalam zat cair -&gt; sol</li>
163 <li>Zat cair terdispersi dalam gas -&gt; aerosol cair</li>
163 <li>Zat cair terdispersi dalam gas -&gt; aerosol cair</li>
164 <li>Gas terdispersi dalam zat padat -&gt; busa padat</li>
164 <li>Gas terdispersi dalam zat padat -&gt; busa padat</li>
165 <li>Gas terdispersi dalam zat cair -&gt; buih</li>
165 <li>Gas terdispersi dalam zat cair -&gt; buih</li>
166 <li>Zat cair terdispersi dalam zat cair -&gt; emulsi</li>
166 <li>Zat cair terdispersi dalam zat cair -&gt; emulsi</li>
167 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
167 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
168 <h2>FISIKA</h2>
168 <h2>FISIKA</h2>
169 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Termodinamika</a></strong></p>
169 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Termodinamika</a></strong></p>
170 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Hukum Termodinamika</strong></p>
170 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Hukum Termodinamika</strong></p>
171 <p>1. Sebuah mesin carnot menyerap energi sebesar 5.000 J dari reservoir panas dan membuang kalor sebesar 1.250 J ke reservoir dingin. Jika suhu pada reservoir panas adalah T1 = 927°C, suhu pada reservoir dingin adalah ….</p>
171 <p>1. Sebuah mesin carnot menyerap energi sebesar 5.000 J dari reservoir panas dan membuang kalor sebesar 1.250 J ke reservoir dingin. Jika suhu pada reservoir panas adalah T1 = 927°C, suhu pada reservoir dingin adalah ….</p>
172 <ol><li>57°C </li>
172 <ol><li>57°C </li>
173 <li>47°C </li>
173 <li>47°C </li>
174 <li>37°C </li>
174 <li>37°C </li>
175 <li>27°C </li>
175 <li>27°C </li>
176 <li>7°C </li>
176 <li>7°C </li>
177 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
177 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
179 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
179 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
180 <p>Q1 = 5.000 J</p>
180 <p>Q1 = 5.000 J</p>
181 <p>Q2 = 1.250 J</p>
181 <p>Q2 = 1.250 J</p>
182 <p>T1 = 927°C = 927 + 273 = 1.200 K</p>
182 <p>T1 = 927°C = 927 + 273 = 1.200 K</p>
183 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
183 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
184 <p>T2 = ?<strong> </strong></p>
184 <p>T2 = ?<strong> </strong></p>
185 <p><strong>Jawab:</strong></p>
185 <p><strong>Jawab:</strong></p>
186 <p>Karena mesin carnot adalah mesin ideal, maka kita bisa gunakan persamaan berikut ini untuk mencari suhu pada reservoir dingin:</p>
186 <p>Karena mesin carnot adalah mesin ideal, maka kita bisa gunakan persamaan berikut ini untuk mencari suhu pada reservoir dingin:</p>
187 <p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
187 <p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
188 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Mekanik</strong></p>
188 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Mekanik</strong></p>
189 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Besaran dan Gelombang</strong></p>
189 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Besaran dan Gelombang</strong></p>
190 <p>2. Perhatikan gelombang berikut ini!</p>
190 <p>2. Perhatikan gelombang berikut ini!</p>
191 <p>Apabila panjang satu gelombang adalah 8 m, cepat rambat gelombang tersebut adalah …. </p>
191 <p>Apabila panjang satu gelombang adalah 8 m, cepat rambat gelombang tersebut adalah …. </p>
192 <ol><li>1,0 m/s </li>
192 <ol><li>1,0 m/s </li>
193 <li>1,25 m/s </li>
193 <li>1,25 m/s </li>
194 <li>2,0 m/s </li>
194 <li>2,0 m/s </li>
195 <li>2,5 m/s </li>
195 <li>2,5 m/s </li>
196 <li>5,0 m/s </li>
196 <li>5,0 m/s </li>
197 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
197 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
198 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
198 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
199 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
199 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
200 <p><strong> </strong></p>
200 <p><strong> </strong></p>
201 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
201 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
202 <p>Cepat rambat (<em>v</em>) = ?</p>
202 <p>Cepat rambat (<em>v</em>) = ?</p>
203 <p><strong>Jawab:</strong></p>
203 <p><strong>Jawab:</strong></p>
204 <p>Cari frekuensinya terlebih dahulu dengan menggunakan rumus berikut.</p>
204 <p>Cari frekuensinya terlebih dahulu dengan menggunakan rumus berikut.</p>
205 <p>Dengan demikian, cepat rambat gelombangnya adalah</p>
205 <p>Dengan demikian, cepat rambat gelombangnya adalah</p>
206 <p> </p>
206 <p> </p>
207 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
207 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
208 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Bunyi</strong></p>
208 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Bunyi</strong></p>
209 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Energi dan Intensitas Gelombang Bunyi</strong></p>
209 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Energi dan Intensitas Gelombang Bunyi</strong></p>
210 <p>3. Suatu sumber bunyi menghasilkan intensitas sebesar 10-3 W/m2 pada jarak tertentu. Taraf intensitas yang terukur pada jarak tersebut adalah … (<em>l</em>0 = 10-12 W/m2).</p>
210 <p>3. Suatu sumber bunyi menghasilkan intensitas sebesar 10-3 W/m2 pada jarak tertentu. Taraf intensitas yang terukur pada jarak tersebut adalah … (<em>l</em>0 = 10-12 W/m2).</p>
211 <ol><li>120 dB</li>
211 <ol><li>120 dB</li>
212 <li>90 dB</li>
212 <li>90 dB</li>
213 <li>60 dB</li>
213 <li>60 dB</li>
214 <li>45 dB</li>
214 <li>45 dB</li>
215 <li>30 dB</li>
215 <li>30 dB</li>
216 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
216 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
217 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
217 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
218 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
218 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
219 <p><em>l</em> = 10-3 W/m2</p>
219 <p><em>l</em> = 10-3 W/m2</p>
220 <p><em>l</em>0 = 10-12 W/m2 </p>
220 <p><em>l</em>0 = 10-12 W/m2 </p>
221 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
221 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
222 <p><em>TI</em>= ?</p>
222 <p><em>TI</em>= ?</p>
223 <p><strong>Jawab:</strong></p>
223 <p><strong>Jawab:</strong></p>
224 <p>Taraf intensitas bunyi yang diterima pendengar memenuhi</p>
224 <p>Taraf intensitas bunyi yang diterima pendengar memenuhi</p>
225 <p> </p>
225 <p> </p>
226 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
226 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
227 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Cahaya</strong></p>
227 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Cahaya</strong></p>
228 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Optik Fisis</strong></p>
228 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Optik Fisis</strong></p>
229 <p>4. Dua celah berjarak 0,16 mm disinari cahaya secara tegak lurus. Jarak celah dari layar adalah 80 cm. Jika panjang gelombang cahaya yang digunakan 280 nm, jarak garis terang kedua dari terang pusat adalah ….</p>
229 <p>4. Dua celah berjarak 0,16 mm disinari cahaya secara tegak lurus. Jarak celah dari layar adalah 80 cm. Jika panjang gelombang cahaya yang digunakan 280 nm, jarak garis terang kedua dari terang pusat adalah ….</p>
230 <ol><li>1,6 mm </li>
230 <ol><li>1,6 mm </li>
231 <li>2,8 mm </li>
231 <li>2,8 mm </li>
232 <li>3,6 mm </li>
232 <li>3,6 mm </li>
233 <li>16 mm </li>
233 <li>16 mm </li>
234 <li>28 mm </li>
234 <li>28 mm </li>
235 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
235 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
236 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
236 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
237 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
237 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
238 <p><em>d</em>= 0,16 mm = 16 x 10-2 mm</p>
238 <p><em>d</em>= 0,16 mm = 16 x 10-2 mm</p>
239 <p><em>L</em>= 80 cm = 800 mm</p>
239 <p><em>L</em>= 80 cm = 800 mm</p>
240 <p><em>n</em>= 2</p>
240 <p><em>n</em>= 2</p>
241 <p><em>λ</em>= 280 nm = 280 x 10-6 mm </p>
241 <p><em>λ</em>= 280 nm = 280 x 10-6 mm </p>
242 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
242 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
243 <p><em>y</em>= ?</p>
243 <p><em>y</em>= ?</p>
244 <p><strong>Jawab:</strong></p>
244 <p><strong>Jawab:</strong></p>
245 <p>Untuk mencari jarak garis terang kedua dari terang pusat, kita bisa gunakan persamaan berikut ini.</p>
245 <p>Untuk mencari jarak garis terang kedua dari terang pusat, kita bisa gunakan persamaan berikut ini.</p>
246 <p> </p>
246 <p> </p>
247 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
247 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
248 <p><strong>Topik</strong><strong>: Alat Optik</strong></p>
248 <p><strong>Topik</strong><strong>: Alat Optik</strong></p>
249 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mikroskop</strong></p>
249 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mikroskop</strong></p>
250 <p>5. Sebuah benda diletakkan pada jarak 5 mm di depan lensa objektif sebuah mikroskop. Jarak fokus lensa objektif dan okuler masing-masing 4 mm dan 8 cm. Jika titik dekat matanya 24 cm, perbesaran mikroskop ketika mata tidak berakomodasi adalah …. </p>
250 <p>5. Sebuah benda diletakkan pada jarak 5 mm di depan lensa objektif sebuah mikroskop. Jarak fokus lensa objektif dan okuler masing-masing 4 mm dan 8 cm. Jika titik dekat matanya 24 cm, perbesaran mikroskop ketika mata tidak berakomodasi adalah …. </p>
251 <ol><li>8 kali </li>
251 <ol><li>8 kali </li>
252 <li>10 kali </li>
252 <li>10 kali </li>
253 <li>12 kali </li>
253 <li>12 kali </li>
254 <li>16 kali </li>
254 <li>16 kali </li>
255 <li>18 kali </li>
255 <li>18 kali </li>
256 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
256 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
257 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
257 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
258 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
258 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
259 <p>Jarak benda dari lensa objektif:<em>sob</em>= 5 mm</p>
259 <p>Jarak benda dari lensa objektif:<em>sob</em>= 5 mm</p>
260 <p>Jarak fokus lensa objektif:<em>fob</em>= 4 mm</p>
260 <p>Jarak fokus lensa objektif:<em>fob</em>= 4 mm</p>
261 <p>Jarak fokus lensa okuler:<em>fok</em>= 8 cm</p>
261 <p>Jarak fokus lensa okuler:<em>fok</em>= 8 cm</p>
262 <p>Titik dekat mata pengamat:<em>sn</em>= 24 cm</p>
262 <p>Titik dekat mata pengamat:<em>sn</em>= 24 cm</p>
263 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
263 <p><strong>Ditanya:</strong></p>
264 <p><em>M</em>= ?</p>
264 <p><em>M</em>= ?</p>
265 <p><strong>Jawab:</strong></p>
265 <p><strong>Jawab:</strong></p>
266 <p>Pertama-tama cari jarak bayangan lensa objektif:</p>
266 <p>Pertama-tama cari jarak bayangan lensa objektif:</p>
267 <p>Maka, perbesaran mikroskop saat mata tidak berakomodasi adalah</p>
267 <p>Maka, perbesaran mikroskop saat mata tidak berakomodasi adalah</p>
268 <p> </p>
268 <p> </p>
269 <p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
269 <p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
270 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 11 IPA Semester Ganjil 2021</a></strong></p>
270 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 11 IPA Semester Ganjil 2021</a></strong></p>
271 <h2><strong>MATEMATIKA</strong></h2>
271 <h2><strong>MATEMATIKA</strong></h2>
272 <p><strong>Topik:<a>Turunan Fungsi Aljabar</a> </strong></p>
272 <p><strong>Topik:<a>Turunan Fungsi Aljabar</a> </strong></p>
273 <p><strong>Subtopik: Gradien Garis Singgung</strong></p>
273 <p><strong>Subtopik: Gradien Garis Singgung</strong></p>
274 <p>1. Gradien garis singgung kurva y = x2 - 7 di titik 4, 9 adalah ….</p>
274 <p>1. Gradien garis singgung kurva y = x2 - 7 di titik 4, 9 adalah ….</p>
275 <ol><li>2</li>
275 <ol><li>2</li>
276 <li>4</li>
276 <li>4</li>
277 <li>6</li>
277 <li>6</li>
278 <li>8</li>
278 <li>8</li>
279 <li>9</li>
279 <li>9</li>
280 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
280 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
281 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
281 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
282 <p>Ingat kembali definisi turunan menggunakan limit sebagai berikut!</p>
282 <p>Ingat kembali definisi turunan menggunakan limit sebagai berikut!</p>
283 <p>Diketahui bahwa f(x) = x2 - 7 sehingga f(x + h) = (x + h)2 - 7.</p>
283 <p>Diketahui bahwa f(x) = x2 - 7 sehingga f(x + h) = (x + h)2 - 7.</p>
284 <p>Oleh karena itu, turunan pertama dari f(x) dapat dihitung sebagai berikut.</p>
284 <p>Oleh karena itu, turunan pertama dari f(x) dapat dihitung sebagai berikut.</p>
285 <p>Didapat bahwa turunan pertama dari y = f(x) = x2 - 7 adalah 2x.</p>
285 <p>Didapat bahwa turunan pertama dari y = f(x) = x2 - 7 adalah 2x.</p>
286 <p>Kemudian, ingat bahwa gradien garis singgung kurva f(x) di titik x1, y1 adalah m = f'(x1).</p>
286 <p>Kemudian, ingat bahwa gradien garis singgung kurva f(x) di titik x1, y1 adalah m = f'(x1).</p>
287 <p>Oleh karena itu, gradien garis singgung kurva y = f(x) = x2 - 7 di titik 4, 9 adalah sebagai berikut.</p>
287 <p>Oleh karena itu, gradien garis singgung kurva y = f(x) = x2 - 7 di titik 4, 9 adalah sebagai berikut.</p>
288 <p>Dengan demikian, gradien garis singgung kurva y=x2-7 di titik 4, 9 adalah 8.</p>
288 <p>Dengan demikian, gradien garis singgung kurva y=x2-7 di titik 4, 9 adalah 8.</p>
289 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
289 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
290 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran </strong></p>
290 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran </strong></p>
291 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Garis Persekutuan Dua Lingkaran</strong></p>
291 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Garis Persekutuan Dua Lingkaran</strong></p>
292 <p>2. Diketahui dua buah lingkaran yang sepusat, masing-masing berjari-jari r1 dan r2 dengan r1 &gt; r2. Jika panjang tali busur yang menyinggung lingkaran kecil dan memotong lingkaran besar adalah 10 cm, maka selisih luas lingkaran tersebut adalah … cm2.</p>
292 <p>2. Diketahui dua buah lingkaran yang sepusat, masing-masing berjari-jari r1 dan r2 dengan r1 &gt; r2. Jika panjang tali busur yang menyinggung lingkaran kecil dan memotong lingkaran besar adalah 10 cm, maka selisih luas lingkaran tersebut adalah … cm2.</p>
293 <ol><li>25</li>
293 <ol><li>25</li>
294 <li>50</li>
294 <li>50</li>
295 <li>60</li>
295 <li>60</li>
296 <li>75</li>
296 <li>75</li>
297 <li>100</li>
297 <li>100</li>
298 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
298 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
299 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
299 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
300 <p>Berdasarkan informasi tersebut, maka dapat digambarkan sebagai berikut.</p>
300 <p>Berdasarkan informasi tersebut, maka dapat digambarkan sebagai berikut.</p>
301 <p>Diketahui panjang AB = 10 cm</p>
301 <p>Diketahui panjang AB = 10 cm</p>
302 <p>Perhatikan segitiga sama kaki AOB di atas!</p>
302 <p>Perhatikan segitiga sama kaki AOB di atas!</p>
303 <p>Misal OC adalah garis tinggi segitiga AOB, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
303 <p>Misal OC adalah garis tinggi segitiga AOB, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
304 <p>Dengan demikian, selisih luas kedua lingkaran tersebut dapat dihitung sebagai berikut.</p>
304 <p>Dengan demikian, selisih luas kedua lingkaran tersebut dapat dihitung sebagai berikut.</p>
305 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
305 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
306 <p>Mudah dipahami kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PAT (Penilaian Akhir Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
306 <p>Mudah dipahami kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PAT (Penilaian Akhir Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
307  
307