0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan kepercayaan. Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah singkat, kitab suci, hari besar, dan tempat ibadahnya.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan kepercayaan. Ada 6 agama di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan tentang sejarah singkat, kitab suci, hari besar, dan tempat ibadahnya.</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<p>Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama ini diatur dalam TAP MPR Nomor 1 Tahun 1965 dan UU Nomor 5 Tahun 1969.</p>
3
<p>Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama ini diatur dalam TAP MPR Nomor 1 Tahun 1965 dan UU Nomor 5 Tahun 1969.</p>
4
<p>Islam menjadi agama mayoritas penduduk di Indonesia dengan jumlah penganutnya sekitar 87,2 persen. Sementara itu, agama Kristen memiliki pengikut sekitar 6,9 persen, Katolik sekitar 2,9 persen, Hindu sekitar 1,7 persen, Budha sekitar 0,7 persen, dan Konghucu sekitar 0,05 persen.</p>
4
<p>Islam menjadi agama mayoritas penduduk di Indonesia dengan jumlah penganutnya sekitar 87,2 persen. Sementara itu, agama Kristen memiliki pengikut sekitar 6,9 persen, Katolik sekitar 2,9 persen, Hindu sekitar 1,7 persen, Budha sekitar 0,7 persen, dan Konghucu sekitar 0,05 persen.</p>
5
<p>Tahukah kamu arti “Bhinneka Tunggal Ika” yang jadi semboyan bangsa kita? Betul sekali, arti semboyan tersebut adalah berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.</p>
5
<p>Tahukah kamu arti “Bhinneka Tunggal Ika” yang jadi semboyan bangsa kita? Betul sekali, arti semboyan tersebut adalah berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.</p>
6
<p>Tentu kamu juga setuju bahwa “Bhinneka Tunggal Ika” sangat merepresentasikan keadaan Indonesia. Bahkan, frasa tersebut juga tertulis di pita yang digenggam burung Garuda Pancasila, lambang negara kita. Tetapi, mengapa ada semboyan tersebut?<em>Yuk,</em>baca ulasan ini!</p>
6
<p>Tentu kamu juga setuju bahwa “Bhinneka Tunggal Ika” sangat merepresentasikan keadaan Indonesia. Bahkan, frasa tersebut juga tertulis di pita yang digenggam burung Garuda Pancasila, lambang negara kita. Tetapi, mengapa ada semboyan tersebut?<em>Yuk,</em>baca ulasan ini!</p>
7
<p>Bhinneka Tunggal Ika mewakili keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas<a>beragam kebudayaan</a>dan perbedaan, salah satunya sistem kepercayaan dan agama.</p>
7
<p>Bhinneka Tunggal Ika mewakili keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas<a>beragam kebudayaan</a>dan perbedaan, salah satunya sistem kepercayaan dan agama.</p>
8
<p>Memangnya, ada berapa<em>sih</em>agama yang dianut di Indonesia? Lalu, mengapa<em>kok</em>bisa ada beragam agama di Indonesia?</p>
8
<p>Memangnya, ada berapa<em>sih</em>agama yang dianut di Indonesia? Lalu, mengapa<em>kok</em>bisa ada beragam agama di Indonesia?</p>
9
<p>Dengan adanya banyak agama ini, pemerintah pun memberikan hak kepada warga negaranya untuk memilih sendiri agama yang ingin dianut secara merdeka.</p>
9
<p>Dengan adanya banyak agama ini, pemerintah pun memberikan hak kepada warga negaranya untuk memilih sendiri agama yang ingin dianut secara merdeka.</p>
10
<p>Lebih lanjut, kemerdekaan memilih agama dan sistem kepercayaan ini diatur dalam UUD NRI 1945 Pasal 28 ayat (1) dan (2). Adanya aturan ini memberikan makna bahwa setiap manusia bebas memilih dan melaksanakan ajaran agama menurut keyakinan dan kepercayaannya. Dengan kata lain, tidak boleh ada unsur pemaksaan dalam memilih agama yang diinginkan.</p>
10
<p>Lebih lanjut, kemerdekaan memilih agama dan sistem kepercayaan ini diatur dalam UUD NRI 1945 Pasal 28 ayat (1) dan (2). Adanya aturan ini memberikan makna bahwa setiap manusia bebas memilih dan melaksanakan ajaran agama menurut keyakinan dan kepercayaannya. Dengan kata lain, tidak boleh ada unsur pemaksaan dalam memilih agama yang diinginkan.</p>
11
<p>Baca Juga:<a>Karakteristik Negara Maju dan Berkembang</a></p>
11
<p>Baca Juga:<a>Karakteristik Negara Maju dan Berkembang</a></p>
12
<p><strong>Macam-Macam Agama di Indonesia</strong></p>
12
<p><strong>Macam-Macam Agama di Indonesia</strong></p>
13
<p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ya, ada 6 agama di Indonesia yang diakui oleh pemerintah. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang 6 agama tersebut beserta tempat ibadah, hari besar, dan kitab sucinya satu per satu.</p>
13
<p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ya, ada 6 agama di Indonesia yang diakui oleh pemerintah. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang 6 agama tersebut beserta tempat ibadah, hari besar, dan kitab sucinya satu per satu.</p>
14
<h2>1. Islam</h2>
14
<h2>1. Islam</h2>
15
<p>Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 atau 8 melalui para pedagang dari Arab dan Persia. Islam terus berkembang hingga kini menjadi kepercayaan yang dianut mayoritas penduduk Indonesia.</p>
15
<p>Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 atau 8 melalui para pedagang dari Arab dan Persia. Islam terus berkembang hingga kini menjadi kepercayaan yang dianut mayoritas penduduk Indonesia.</p>
16
<h3>Kitab suci</h3>
16
<h3>Kitab suci</h3>
17
<p>Al-Quran</p>
17
<p>Al-Quran</p>
18
<h3>Nama Nabi</h3>
18
<h3>Nama Nabi</h3>
19
<p>Nabi Muhammad SAW</p>
19
<p>Nabi Muhammad SAW</p>
20
<h3>Hari Besar</h3>
20
<h3>Hari Besar</h3>
21
<p>Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, Isra’ Mi’raj</p>
21
<p>Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, Isra’ Mi’raj</p>
22
<h3>Tempat Ibadah</h3>
22
<h3>Tempat Ibadah</h3>
23
<p>Masjid</p>
23
<p>Masjid</p>
24
<h2>2. Katolik</h2>
24
<h2>2. Katolik</h2>
25
<p>Agama Katolik pertama kali muncul di kepulauan Maluku. Agama ini dibawa oleh bangsa Portugis ke Indonesia, yang saat itu datang untuk mencari rempah-rempah. Rakyat Maluku pun menjadi penganut pertama dari agama Katolik di Indonesia.</p>
25
<p>Agama Katolik pertama kali muncul di kepulauan Maluku. Agama ini dibawa oleh bangsa Portugis ke Indonesia, yang saat itu datang untuk mencari rempah-rempah. Rakyat Maluku pun menjadi penganut pertama dari agama Katolik di Indonesia.</p>
26
<h3>Kitab Suci</h3>
26
<h3>Kitab Suci</h3>
27
<p>Alkitab</p>
27
<p>Alkitab</p>
28
<h3>Nama Pembawa</h3>
28
<h3>Nama Pembawa</h3>
29
<p>Yesus Kristus</p>
29
<p>Yesus Kristus</p>
30
<h3>Hari Besar</h3>
30
<h3>Hari Besar</h3>
31
<p>Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Almasih, Paskah</p>
31
<p>Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Almasih, Paskah</p>
32
<h3>Tempat Ibadah</h3>
32
<h3>Tempat Ibadah</h3>
33
<p>Gereja</p>
33
<p>Gereja</p>
34
<h2>3. Kristen Protestan</h2>
34
<h2>3. Kristen Protestan</h2>
35
<p>Agama Kristen Protestan muncul pertama kali di Belanda pada abad ke-16 yang dipengaruhi oleh ajaran Calvinisme dan Lutheran. Kristen Protestan pun masuk ke Indonesia bersama para penjajah dalam misi Gospel.</p>
35
<p>Agama Kristen Protestan muncul pertama kali di Belanda pada abad ke-16 yang dipengaruhi oleh ajaran Calvinisme dan Lutheran. Kristen Protestan pun masuk ke Indonesia bersama para penjajah dalam misi Gospel.</p>
36
<h3>Kitab Suci</h3>
36
<h3>Kitab Suci</h3>
37
<p>Alkitab</p>
37
<p>Alkitab</p>
38
<h3>Nama Pembawa</h3>
38
<h3>Nama Pembawa</h3>
39
<p>Yesus Kristus</p>
39
<p>Yesus Kristus</p>
40
<h3>Hari Besar</h3>
40
<h3>Hari Besar</h3>
41
<p>Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Almasih, Paskah</p>
41
<p>Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Almasih, Paskah</p>
42
<h3>Tempat Ibadah</h3>
42
<h3>Tempat Ibadah</h3>
43
<p>Gereja</p>
43
<p>Gereja</p>
44
<h2>4. Hindu</h2>
44
<h2>4. Hindu</h2>
45
<p>Hindu pertama masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Bangsa Cina dan India membawa agama Hindu diperkirakan pada awal abad keempat, ditandai dengan berdirinya<a>kerajaan Kutai dan Tarumanegara</a>. Hindu menjadi salah satu agama tertua di Indonesia.</p>
45
<p>Hindu pertama masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Bangsa Cina dan India membawa agama Hindu diperkirakan pada awal abad keempat, ditandai dengan berdirinya<a>kerajaan Kutai dan Tarumanegara</a>. Hindu menjadi salah satu agama tertua di Indonesia.</p>
46
<h3>Kitab Suci</h3>
46
<h3>Kitab Suci</h3>
47
<p>Weda</p>
47
<p>Weda</p>
48
<h3>Nama Pembawa</h3>
48
<h3>Nama Pembawa</h3>
49
<p>-</p>
49
<p>-</p>
50
<h3>Hari Besar</h3>
50
<h3>Hari Besar</h3>
51
<p>Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, Kuningan</p>
51
<p>Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, Kuningan</p>
52
<h3>Tempat Ibadah</h3>
52
<h3>Tempat Ibadah</h3>
53
<p>Pura</p>
53
<p>Pura</p>
54
<h2>5. Budha</h2>
54
<h2>5. Budha</h2>
55
<p>Sama seperti Hindu, Budha pun termasuk agama tertua di Indonesia. Agama Budha masuk pada sekitar abad ke-lima masehi, terlihat dari peninggalan prasasti yang ditemukan.</p>
55
<p>Sama seperti Hindu, Budha pun termasuk agama tertua di Indonesia. Agama Budha masuk pada sekitar abad ke-lima masehi, terlihat dari peninggalan prasasti yang ditemukan.</p>
56
<p>Diperkirakan, Budha dibawa oleh pengelana Fa Hsien yang berasal dari China. Agama ini pun berkembang dengan banyaknya kerajaan Budha, seperti<a>Sriwijaya</a>. Bahkan, Sriwijaya menjadi pusat pengembangan agama Budha di Asia Tenggara hingga tahun 1377.</p>
56
<p>Diperkirakan, Budha dibawa oleh pengelana Fa Hsien yang berasal dari China. Agama ini pun berkembang dengan banyaknya kerajaan Budha, seperti<a>Sriwijaya</a>. Bahkan, Sriwijaya menjadi pusat pengembangan agama Budha di Asia Tenggara hingga tahun 1377.</p>
57
<h3>Kitab Suci</h3>
57
<h3>Kitab Suci</h3>
58
<p>Tripitaka</p>
58
<p>Tripitaka</p>
59
<h3>Nama Pembawa</h3>
59
<h3>Nama Pembawa</h3>
60
<p>Sidharta Gautama</p>
60
<p>Sidharta Gautama</p>
61
<h3>Hari Besar</h3>
61
<h3>Hari Besar</h3>
62
<p>Waisak, Asadha, Kathina</p>
62
<p>Waisak, Asadha, Kathina</p>
63
<h3>Tempat Ibadah</h3>
63
<h3>Tempat Ibadah</h3>
64
<p>Vihara</p>
64
<p>Vihara</p>
65
<h2>6. Konghucu</h2>
65
<h2>6. Konghucu</h2>
66
<p>Agama Konghucu berasal dari ajaran Konfusius atau Konfusianisme. Agama ini pertama kali muncul di Indonesia pada abad ke-17. Salah satu buktinya adalah terdapat bangunan tua di Pontianak yang digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para penganut agama Konghucu.</p>
66
<p>Agama Konghucu berasal dari ajaran Konfusius atau Konfusianisme. Agama ini pertama kali muncul di Indonesia pada abad ke-17. Salah satu buktinya adalah terdapat bangunan tua di Pontianak yang digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para penganut agama Konghucu.</p>
67
<h3>Kitab Suci</h3>
67
<h3>Kitab Suci</h3>
68
<p>Si Shu dan Wu Ching</p>
68
<p>Si Shu dan Wu Ching</p>
69
<h3>Nama Pembawa</h3>
69
<h3>Nama Pembawa</h3>
70
<p>Kong Hu Cu</p>
70
<p>Kong Hu Cu</p>
71
<h3>Hari Besar</h3>
71
<h3>Hari Besar</h3>
72
<p>Imlek, Cap Go Meh</p>
72
<p>Imlek, Cap Go Meh</p>
73
<h3>Tempat Ibadah</h3>
73
<h3>Tempat Ibadah</h3>
74
<p>Li Tang/ Klenteng</p>
74
<p>Li Tang/ Klenteng</p>
75
<h2><strong>Mengapa Ada Beragam Agama di Indonesia?</strong></h2>
75
<h2><strong>Mengapa Ada Beragam Agama di Indonesia?</strong></h2>
76
<p>Pernahkah kamu berpikir mengapa Indonesia memiliki banyak sistem kepercayaan dan agama? Apa yang menyebabkan ada enam agama yang ada di Indonesia? Mengapa tidak hanya satu agama saja yang boleh dianut di Indonesia?</p>
76
<p>Pernahkah kamu berpikir mengapa Indonesia memiliki banyak sistem kepercayaan dan agama? Apa yang menyebabkan ada enam agama yang ada di Indonesia? Mengapa tidak hanya satu agama saja yang boleh dianut di Indonesia?</p>
77
<p>Ternyata, semua itu ada jawabannya,<em>lho</em>, teman-teman! Berikut penjelasan penyebab keberagam agama di Indonesia.</p>
77
<p>Ternyata, semua itu ada jawabannya,<em>lho</em>, teman-teman! Berikut penjelasan penyebab keberagam agama di Indonesia.</p>
78
<p>Secara geografis, Indonesia memiliki letak yang sangat strategis. Bangsa kita terletak di antara dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.</p>
78
<p>Secara geografis, Indonesia memiliki letak yang sangat strategis. Bangsa kita terletak di antara dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.</p>
79
<p>Selain itu, ada dua benua yang mengapit Indonesia, antara lain Benua Asia dan Benua Australia. Posisi ini menjadikan Indonesia di jalur perdagangan dunia, sehingga banyak pedagang dari bangsa lain datang ke Indonesia. Hal ini memungkinkan terjadinya penyebaran agama di Indonesia.</p>
79
<p>Selain itu, ada dua benua yang mengapit Indonesia, antara lain Benua Asia dan Benua Australia. Posisi ini menjadikan Indonesia di jalur perdagangan dunia, sehingga banyak pedagang dari bangsa lain datang ke Indonesia. Hal ini memungkinkan terjadinya penyebaran agama di Indonesia.</p>
80
<p>Baca Juga:<a>Letak Geografis dan Astronomis Indonesia serta Pengaruhnya</a></p>
80
<p>Baca Juga:<a>Letak Geografis dan Astronomis Indonesia serta Pengaruhnya</a></p>
81
<p>Sejarah juga mencatat Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Eropa. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, bangsa Eropa datang ke Indonesia mencari rempah-rempah.</p>
81
<p>Sejarah juga mencatat Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Eropa. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, bangsa Eropa datang ke Indonesia mencari rempah-rempah.</p>
82
<p>Namun ternyata, mereka tak semerta-merta mengambil kekayaan Indonesia, melainkan memiliki misi sendiri dengan sebutan 3G (Gold, Glory, dan Gospel). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Gospel berarti nyanyian atau lagu gerejawi. Misi Gospel para penjajah adalah untuk menyebarkan agama.</p>
82
<p>Namun ternyata, mereka tak semerta-merta mengambil kekayaan Indonesia, melainkan memiliki misi sendiri dengan sebutan 3G (Gold, Glory, dan Gospel). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Gospel berarti nyanyian atau lagu gerejawi. Misi Gospel para penjajah adalah untuk menyebarkan agama.</p>
83
<p>Namun, kunci penting banyaknya agama ini ternyata ada di sifat terbuka bangsa Indonesia. Menurut artikel yang dipublikasikan Okezone dengan judul “<em>Inilah Faktor Penyebab Keragaman Agama di Indonesia</em>”, bangsa Indonesia memiliki sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Tanpa sikap keterbukaan ini, akan sulit menghadirkan keberagaman agama di Indonesia. Penyebaran agama dan penerimaan terhadap keberagaman agama pun mustahil bisa dilakukan.</p>
83
<p>Namun, kunci penting banyaknya agama ini ternyata ada di sifat terbuka bangsa Indonesia. Menurut artikel yang dipublikasikan Okezone dengan judul “<em>Inilah Faktor Penyebab Keragaman Agama di Indonesia</em>”, bangsa Indonesia memiliki sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Tanpa sikap keterbukaan ini, akan sulit menghadirkan keberagaman agama di Indonesia. Penyebaran agama dan penerimaan terhadap keberagaman agama pun mustahil bisa dilakukan.</p>
84
<p>-</p>
84
<p>-</p>
85
<p>Sekarang kamu sudah paham<em>kan</em>beragam agama di Indonesia?<em>Yuk</em>, kita hormati orang-orang di sekitar kita yang memiliki agama berbeda dengan sikap toleransi. Dengan sikap toleransi ini, maka keindahan akan tercipta. Semboyan “<em>Bhinneka Tunggal Ika</em>” pun semakin kuat pada bangsa Indonesia.</p>
85
<p>Sekarang kamu sudah paham<em>kan</em>beragam agama di Indonesia?<em>Yuk</em>, kita hormati orang-orang di sekitar kita yang memiliki agama berbeda dengan sikap toleransi. Dengan sikap toleransi ini, maka keindahan akan tercipta. Semboyan “<em>Bhinneka Tunggal Ika</em>” pun semakin kuat pada bangsa Indonesia.</p>
86
<p>Selain agama, Indonesia juga memiliki keanekaragaman lain<em>lho,</em>teman-teman!<em>Yuk</em>, baca keberagaman Indonesia di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>tumbuhkan rasa toleransi dan menghargai atas perbedaan!</p>
86
<p>Selain agama, Indonesia juga memiliki keanekaragaman lain<em>lho,</em>teman-teman!<em>Yuk</em>, baca keberagaman Indonesia di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>tumbuhkan rasa toleransi dan menghargai atas perbedaan!</p>
87
<p><strong>Referensi:</strong></p>
87
<p><strong>Referensi:</strong></p>
88
<p>Inilah Faktor Penyebab Keanekaragaman Agama di Indonesia [daring]. Tautan: Inilah Faktor Penyebab Keragaman Agama di Indonesia : Okezone Edukasi diakses pada 16 Februari 2022</p>
88
<p>Inilah Faktor Penyebab Keanekaragaman Agama di Indonesia [daring]. Tautan: Inilah Faktor Penyebab Keragaman Agama di Indonesia : Okezone Edukasi diakses pada 16 Februari 2022</p>
89
<p>6 Agama di Indonesia serta Kitab Suci dan Hari Besarnya [daring]. Tautan: 6 Agama Di Indonesia Serta Kitab Suci Dan Hari Besarnya - Gramedia Literasi diakses pada 16 Februari 2022</p>
89
<p>6 Agama di Indonesia serta Kitab Suci dan Hari Besarnya [daring]. Tautan: 6 Agama Di Indonesia Serta Kitab Suci Dan Hari Besarnya - Gramedia Literasi diakses pada 16 Februari 2022</p>
90
<p>Arti Gold, Glory, Gospel (3G): Sejarah, Latar Belakang, & Tujuan [daring]. Tautan: Arti Gold, Glory, Gospel (3G): Sejarah, Latar Belakang, & Tujuan (tirto.id) diakses pada 16 Februari 2022</p>
90
<p>Arti Gold, Glory, Gospel (3G): Sejarah, Latar Belakang, & Tujuan [daring]. Tautan: Arti Gold, Glory, Gospel (3G): Sejarah, Latar Belakang, & Tujuan (tirto.id) diakses pada 16 Februari 2022</p>
91
<p>Bagaimana Tionghoa dan Khonghucu di Mata Indonesia? [daring]. Tautan: Bagaimana Tionghoa dan Khonghucu di Mata Indonesia? | kumparan.com diakses 16 Februari 2022</p>
91
<p>Bagaimana Tionghoa dan Khonghucu di Mata Indonesia? [daring]. Tautan: Bagaimana Tionghoa dan Khonghucu di Mata Indonesia? | kumparan.com diakses 16 Februari 2022</p>
92
<p>Masuknya Kristen di Indonesia [daring] Tautan: Masuknya Kristen di Indonesia - Historia diakses pada 16 Februari 2022</p>
92
<p>Masuknya Kristen di Indonesia [daring] Tautan: Masuknya Kristen di Indonesia - Historia diakses pada 16 Februari 2022</p>
93
<p>Sumber foto:</p>
93
<p>Sumber foto:</p>
94
<p>6 Agama Di Indonesia Serta Kitab Suci Dan Hari Besarnya - Gramedia Literasi</p>
94
<p>6 Agama Di Indonesia Serta Kitab Suci Dan Hari Besarnya - Gramedia Literasi</p>
95
<p><strong><em>Artikel pertama kali dipublikasikan pada 22 Desember 2022, kemudian diperbarui pada 31 Januari 2024.</em></strong></p>
95
<p><strong><em>Artikel pertama kali dipublikasikan pada 22 Desember 2022, kemudian diperbarui pada 31 Januari 2024.</em></strong></p>
96
96