0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini memberikan penjelasan tentang 9<strong>macam gangguan mental</strong>paling umum yang mungkin dialami oleh seseorang. Apakah kamu salah satunya?</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini memberikan penjelasan tentang 9<strong>macam gangguan mental</strong>paling umum yang mungkin dialami oleh seseorang. Apakah kamu salah satunya?</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Pada peringatan Hari Kesehatan Mental, menurut kamu kira-kira berapa banyak ya masyarakat Indonesia yang menghadapi masalah kesehatan mental?</p>
3
<p>Pada peringatan Hari Kesehatan Mental, menurut kamu kira-kira berapa banyak ya masyarakat Indonesia yang menghadapi masalah kesehatan mental?</p>
4
<p>Menurut Kemenkes seperti yang dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, terjadi peningkatan proporsi gangguan jiwa yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Data di Indonesia menunjukkan, sebanyak 6,1 % penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental.</p>
4
<p>Menurut Kemenkes seperti yang dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, terjadi peningkatan proporsi gangguan jiwa yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Data di Indonesia menunjukkan, sebanyak 6,1 % penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental.</p>
5
<p>Menurut dr. Khamelia Malik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), salah satu penyebab utama remaja banyak mengalami masalah Kesehatan mental adalah karena adanya ketidakmampuan dalam mengendalikan perilaku dan emosi, yang mengakibatkan kesakitan bahkan kematian.</p>
5
<p>Menurut dr. Khamelia Malik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), salah satu penyebab utama remaja banyak mengalami masalah Kesehatan mental adalah karena adanya ketidakmampuan dalam mengendalikan perilaku dan emosi, yang mengakibatkan kesakitan bahkan kematian.</p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Jangan Samakan, Ini 5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater</a></strong></p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Jangan Samakan, Ini 5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater</a></strong></p>
7
<p>Masalah kesehatan mental ini memang telah menjadi isu yang semakin ramai dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Sebetulnya, apa saja ya macam-macam atau jenis gangguan mental yang bisa dialami seseorang? Yuk, disimak.</p>
7
<p>Masalah kesehatan mental ini memang telah menjadi isu yang semakin ramai dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Sebetulnya, apa saja ya macam-macam atau jenis gangguan mental yang bisa dialami seseorang? Yuk, disimak.</p>
8
<h2>1. Gangguan Kecemasan (<em>Anxiety Disorder</em>)</h2>
8
<h2>1. Gangguan Kecemasan (<em>Anxiety Disorder</em>)</h2>
9
<p>Seseorang dengan masalah ini mengalami<strong>gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi</strong>.</p>
9
<p>Seseorang dengan masalah ini mengalami<strong>gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi</strong>.</p>
10
<p>Biasanya penderita akan mengalami<strong>rasa ketakutan yang hebat</strong>disertai dengan perubahan tanda fisik, seperti<strong>detak jantung yang semakin cepat</strong>,<strong>berkeringat</strong>, merasa<strong>pusing</strong>, serta<strong>sulit berkonsentrasi atau tidur</strong>.</p>
10
<p>Biasanya penderita akan mengalami<strong>rasa ketakutan yang hebat</strong>disertai dengan perubahan tanda fisik, seperti<strong>detak jantung yang semakin cepat</strong>,<strong>berkeringat</strong>, merasa<strong>pusing</strong>, serta<strong>sulit berkonsentrasi atau tidur</strong>.</p>
11
<p>Kecemasan saat berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, juga termasuk ke dalam<em>anxiety disorder</em>. Penderita masalah ini hidup dengan perasaan penuh kecemasan, ketakutan, serta kekhawatiran berlebih.</p>
11
<p>Kecemasan saat berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, juga termasuk ke dalam<em>anxiety disorder</em>. Penderita masalah ini hidup dengan perasaan penuh kecemasan, ketakutan, serta kekhawatiran berlebih.</p>
12
<h2>2. Gangguan Suasana Hati (<em>Mood Disorder</em>)</h2>
12
<h2>2. Gangguan Suasana Hati (<em>Mood Disorder</em>)</h2>
13
<p>Gangguan ini juga disebut gangguan afektif yang membuat penderitanya<strong>merasa sedih terus menerus</strong>atau<strong>perasaan terlalu bahagia yang berlebihan</strong>.</p>
13
<p>Gangguan ini juga disebut gangguan afektif yang membuat penderitanya<strong>merasa sedih terus menerus</strong>atau<strong>perasaan terlalu bahagia yang berlebihan</strong>.</p>
14
<p><strong>Perpindahan emosional</strong>atau fluktuasi dari perasaan bahagia menjadi sedih secara ekstrem juga termasuk gangguan ini, yang biasa kita kenal dengan<em>Bipolar Disorder</em>.</p>
14
<p><strong>Perpindahan emosional</strong>atau fluktuasi dari perasaan bahagia menjadi sedih secara ekstrem juga termasuk gangguan ini, yang biasa kita kenal dengan<em>Bipolar Disorder</em>.</p>
15
<p>Beberapa contoh gangguan lainnya seperti<strong>depresi jangka panjang</strong>,<strong>gangguan afektif musiman</strong>,<strong>perubahan suasana hati</strong>, dan<strong>iritabilitas</strong>yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.</p>
15
<p>Beberapa contoh gangguan lainnya seperti<strong>depresi jangka panjang</strong>,<strong>gangguan afektif musiman</strong>,<strong>perubahan suasana hati</strong>, dan<strong>iritabilitas</strong>yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.</p>
16
<p><em>Anxiety atau mood disorder (Sumber: unsplash.com)</em></p>
16
<p><em>Anxiety atau mood disorder (Sumber: unsplash.com)</em></p>
17
<h2>3. Gangguan Psikotik (<em>Psychotic Disorder</em>)</h2>
17
<h2>3. Gangguan Psikotik (<em>Psychotic Disorder</em>)</h2>
18
<p>Gangguan psikotik termasuk<strong>gangguan jiwa parah</strong>yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit<strong>skizofrenia</strong>.</p>
18
<p>Gangguan psikotik termasuk<strong>gangguan jiwa parah</strong>yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit<strong>skizofrenia</strong>.</p>
19
<p>Gejala paling umum dari gangguan ini adalah<strong>halusinasi</strong>(mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada), serta<strong>delusi</strong>(mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi).</p>
19
<p>Gejala paling umum dari gangguan ini adalah<strong>halusinasi</strong>(mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada), serta<strong>delusi</strong>(mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi).</p>
20
<p><strong>Baca Juga:<a>10 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Mental</a></strong></p>
20
<p><strong>Baca Juga:<a>10 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Mental</a></strong></p>
21
<h2>4. Gangguan Makan (<em>Eating Disorder</em>)</h2>
21
<h2>4. Gangguan Makan (<em>Eating Disorder</em>)</h2>
22
<p><em>Eating disorder</em>adalah penyakit serius dan sering kali fatal akibat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah<strong>anoreksia</strong>(menganggap diri kelebihan berat badan padahal tidak),<strong>bulimia nervosa</strong>(makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya muntah), dan<strong><em>binge-eating</em></strong>(makan berlebihan dan sulit dihentikan).</p>
22
<p><em>Eating disorder</em>adalah penyakit serius dan sering kali fatal akibat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah<strong>anoreksia</strong>(menganggap diri kelebihan berat badan padahal tidak),<strong>bulimia nervosa</strong>(makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya muntah), dan<strong><em>binge-eating</em></strong>(makan berlebihan dan sulit dihentikan).</p>
23
<p><em>Eating disorder (Sumber: unsplash.com)</em></p>
23
<p><em>Eating disorder (Sumber: unsplash.com)</em></p>
24
<h2>5. Gangguan Obsesif-Kompulsif (<em>Obsessive-Compulsive Disorder</em>atau<em>OCD</em>)</h2>
24
<h2>5. Gangguan Obsesif-Kompulsif (<em>Obsessive-Compulsive Disorder</em>atau<em>OCD</em>)</h2>
25
<p>Seseorang dengan gangguan OCD selalu memiliki<strong>pikiran atau obsesi yang konstan terhadap sesuatu</strong>, sehingga mendorongnya untuk<strong>melakukan hal yang sama secara berulang-ulang</strong>. Salah satu contohnya adalah orang yang merasa ketakutan dengan kuman atau debu yang membuatnya terus menerus mencuci tangan atau anggota tubuh lainnya.</p>
25
<p>Seseorang dengan gangguan OCD selalu memiliki<strong>pikiran atau obsesi yang konstan terhadap sesuatu</strong>, sehingga mendorongnya untuk<strong>melakukan hal yang sama secara berulang-ulang</strong>. Salah satu contohnya adalah orang yang merasa ketakutan dengan kuman atau debu yang membuatnya terus menerus mencuci tangan atau anggota tubuh lainnya.</p>
26
<h2><strong>6. Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan (I<em>mpulse Control and Addition Disorder</em> atau<em>ICAD</em>)</strong></h2>
26
<h2><strong>6. Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan (I<em>mpulse Control and Addition Disorder</em> atau<em>ICAD</em>)</strong></h2>
27
<p>Orang dengan gangguan ICAD<strong>tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya</strong>atau orang lain.</p>
27
<p>Orang dengan gangguan ICAD<strong>tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya</strong>atau orang lain.</p>
28
<p>Beberapa contoh dari gangguan ini antara lain<strong>Pyromania</strong>(menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan<strong>Kleptomania</strong>(mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan, atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau berbelanja.</p>
28
<p>Beberapa contoh dari gangguan ini antara lain<strong>Pyromania</strong>(menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan<strong>Kleptomania</strong>(mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan, atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau berbelanja.</p>
29
<h2>7. Gangguan Kepribadian (<em>Personality Disorder</em>)</h2>
29
<h2>7. Gangguan Kepribadian (<em>Personality Disorder</em>)</h2>
30
<p><em>Personality disorder</em> adalah gangguan terhadap kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki<strong>pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang</strong>.</p>
30
<p><em>Personality disorder</em> adalah gangguan terhadap kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki<strong>pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang</strong>.</p>
31
<p>Jenis gangguan kepribadian antara lain<em>borderline personality disorder</em>, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil.</p>
31
<p>Jenis gangguan kepribadian antara lain<em>borderline personality disorder</em>, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil.</p>
32
<p>Gangguan lainnya adalah<em>antisocial personality disorder</em>yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.</p>
32
<p>Gangguan lainnya adalah<em>antisocial personality disorder</em>yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.</p>
33
<p><em>Gangguan kepribadian (Sumber: unsplash.com)</em></p>
33
<p><em>Gangguan kepribadian (Sumber: unsplash.com)</em></p>
34
<h2>8. Gangguan Stres Pascatrauma (<em>Post-Traumatic Stress Disorder</em>atau<em>PTSD</em>)</h2>
34
<h2>8. Gangguan Stres Pascatrauma (<em>Post-Traumatic Stress Disorder</em>atau<em>PTSD</em>)</h2>
35
<p>PTSD dapat muncul pada seseorang yang<strong>pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan</strong>, seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.</p>
35
<p>PTSD dapat muncul pada seseorang yang<strong>pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan</strong>, seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.</p>
36
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Itu Depresi? Kenali Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya</a></strong></p>
36
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Itu Depresi? Kenali Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya</a></strong></p>
37
<h2>9. Gangguan Disosiatif (<em>Dissociative Disorder</em>)</h2>
37
<h2>9. Gangguan Disosiatif (<em>Dissociative Disorder</em>)</h2>
38
<p><em>Kepribadian Ganda (Sumber: maxpixel.net)</em></p>
38
<p><em>Kepribadian Ganda (Sumber: maxpixel.net)</em></p>
39
<p>Gangguan ini adalah gangguan kejiwaan parah atau<strong>perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka dan lingkungan penderita</strong>. Gangguan disosiatif biasanya dikaitkan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan oleh penderita. Contohnya seperti gangguan identitas kepribadian ganda.</p>
39
<p>Gangguan ini adalah gangguan kejiwaan parah atau<strong>perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka dan lingkungan penderita</strong>. Gangguan disosiatif biasanya dikaitkan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan oleh penderita. Contohnya seperti gangguan identitas kepribadian ganda.</p>
40
<p>-</p>
40
<p>-</p>
41
<p>Penting banget<em>nih</em>untuk kamu generasi muda lebih<em>aware</em>terhadap isu-isu seperti macam-macam kesehatan mental. Jangan menganggap remeh masalah ini dan bantulah orang di sekitar kamu yang sepertinya menderita masalah mental.</p>
41
<p>Penting banget<em>nih</em>untuk kamu generasi muda lebih<em>aware</em>terhadap isu-isu seperti macam-macam kesehatan mental. Jangan menganggap remeh masalah ini dan bantulah orang di sekitar kamu yang sepertinya menderita masalah mental.</p>
42
<p>Apabila salah satu gangguan di atas sedang kamu alami, maka jangan takut untuk meminta bantuan dari orang terdekat atau profesional. Untuk kamu yang punya masalah dalam belajar,<em>nggak</em>perlu stres atau depresi, kamu bisa cari guru privat berkualitas di<a><strong>Ruangguru Privat</strong></a>.</p>
42
<p>Apabila salah satu gangguan di atas sedang kamu alami, maka jangan takut untuk meminta bantuan dari orang terdekat atau profesional. Untuk kamu yang punya masalah dalam belajar,<em>nggak</em>perlu stres atau depresi, kamu bisa cari guru privat berkualitas di<a><strong>Ruangguru Privat</strong></a>.</p>
43
<p>Apalagi, para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
43
<p>Apalagi, para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
44
<p><strong>Referensi:</strong></p>
44
<p><strong>Referensi:</strong></p>
45
<p>https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20231012/3644025/menjaga-kesehatan-mental-para-penerus-bangsa/#:~:text=Data%20di%20Indonesia%20menunjukkan%20sebanyak,atas%20mengalami%20gangguan%20kesehatan%20mental. (Diakses pada 10 Oktober 2024)</p>
45
<p>https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20231012/3644025/menjaga-kesehatan-mental-para-penerus-bangsa/#:~:text=Data%20di%20Indonesia%20menunjukkan%20sebanyak,atas%20mengalami%20gangguan%20kesehatan%20mental. (Diakses pada 10 Oktober 2024)</p>
46
46