HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel Geografi kelas VII ini akan membahas distribusi potensi wilayah Indonesia. Mulai dari persebaran wilayah indonesia (dataran rendah, tinggi, laut) dan faktor-faktor dalam distribusi potensi wilayah Indonesia.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel Geografi kelas VII ini akan membahas distribusi potensi wilayah Indonesia. Mulai dari persebaran wilayah indonesia (dataran rendah, tinggi, laut) dan faktor-faktor dalam distribusi potensi wilayah Indonesia.</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Apakah kamu pernah makan buah stroberi? Pasti pernah dong. Tapi tahu kah kamu, bahwa buah stroberi ini merupakan buah yang hanya mampu hidup di dataran tinggi?</p>
3 </blockquote><p>Apakah kamu pernah makan buah stroberi? Pasti pernah dong. Tapi tahu kah kamu, bahwa buah stroberi ini merupakan buah yang hanya mampu hidup di dataran tinggi?</p>
4 <p>Dataran tinggi merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi di Indonesia<em>.</em>Hayo, kamu tahu nggak ada apa saja potensi di wilayah indonesia yang lain? Kita cari tahu, yuk!</p>
4 <p>Dataran tinggi merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi di Indonesia<em>.</em>Hayo, kamu tahu nggak ada apa saja potensi di wilayah indonesia yang lain? Kita cari tahu, yuk!</p>
5 <h2>Pembagian Potensi Wilayah Indonesia</h2>
5 <h2>Pembagian Potensi Wilayah Indonesia</h2>
6 <p>Berdasarkan karakteristik wilayah Indonesia, sebenarnya dapat dibagi menjadi 3 potensi wilayah, yaitu:</p>
6 <p>Berdasarkan karakteristik wilayah Indonesia, sebenarnya dapat dibagi menjadi 3 potensi wilayah, yaitu:</p>
7 <p> </p>
7 <p> </p>
8 <h3><strong>1. Potensi wilayah dataran tinggi</strong></h3>
8 <h3><strong>1. Potensi wilayah dataran tinggi</strong></h3>
9 <p><strong>Dataran tinggi merupakan dataran yang berada pada ketinggian lebih dari 200 m dari permukaan laut.</strong>Dataran tinggi sering dimanfaatkan untuk usaha perkebunan dan tempat wisata pendakian. Tumbuhan yang cocok untuk dataran tinggi ini adalah teh, kopi, sayuran, dan buah-buahan seperti stroberi. Daerah yang termasuk dataran tinggi di indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Dataran Tinggi Gayo Alas di Provinsi Aceh, dan Dataran Tinggi Kerinci di Provinsi Jambi.</p>
9 <p><strong>Dataran tinggi merupakan dataran yang berada pada ketinggian lebih dari 200 m dari permukaan laut.</strong>Dataran tinggi sering dimanfaatkan untuk usaha perkebunan dan tempat wisata pendakian. Tumbuhan yang cocok untuk dataran tinggi ini adalah teh, kopi, sayuran, dan buah-buahan seperti stroberi. Daerah yang termasuk dataran tinggi di indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Dataran Tinggi Gayo Alas di Provinsi Aceh, dan Dataran Tinggi Kerinci di Provinsi Jambi.</p>
10 <h3><strong>2. Potensi wilayah dataran rendah</strong></h3>
10 <h3><strong>2. Potensi wilayah dataran rendah</strong></h3>
11 <p><strong>Dataran rendah merupakan</strong><strong>dataran yang berada pada ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut.</strong><em>Nah,</em>dataran ini lah yang biasanya dimanfaatkan untuk pemukiman pendudukan, pertanian, pertambangan hingga perdagangan. Tanaman yang biasa tumbuh pada dataran ini antara lain padi dan palawija.</p>
11 <p><strong>Dataran rendah merupakan</strong><strong>dataran yang berada pada ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut.</strong><em>Nah,</em>dataran ini lah yang biasanya dimanfaatkan untuk pemukiman pendudukan, pertanian, pertambangan hingga perdagangan. Tanaman yang biasa tumbuh pada dataran ini antara lain padi dan palawija.</p>
12 <h3><strong>3. Potensi wilayah perairan laut</strong></h3>
12 <h3><strong>3. Potensi wilayah perairan laut</strong></h3>
13 <p>Tahukah kamu bahwa luas perairan laut Indonesia sebesar 3,25 juta km2. Dengan perairan yang seluas itu, sumber daya ikan laut di seluruh perairan Indonesia pada tahun 2019-2020 diperkirakan menghasilkan 7,53 juta ton per tahun. Selain itu, wilayah perairan laut indonesia juga menjadi tempat wisata bahari<em>lho.</em></p>
13 <p>Tahukah kamu bahwa luas perairan laut Indonesia sebesar 3,25 juta km2. Dengan perairan yang seluas itu, sumber daya ikan laut di seluruh perairan Indonesia pada tahun 2019-2020 diperkirakan menghasilkan 7,53 juta ton per tahun. Selain itu, wilayah perairan laut indonesia juga menjadi tempat wisata bahari<em>lho.</em></p>
14 <p><strong>Baca juga<a>:</a><a>Mengenal Macam-macam Potensi Sumber daya Alam</a></strong></p>
14 <p><strong>Baca juga<a>:</a><a>Mengenal Macam-macam Potensi Sumber daya Alam</a></strong></p>
15 <p>Untuk menghafal 3 potensi wilayah di indonesia, kamu bisa mengikuti gambar di bawah ini.</p>
15 <p>Untuk menghafal 3 potensi wilayah di indonesia, kamu bisa mengikuti gambar di bawah ini.</p>
16 <p><em>Nah,</em>sekarang kamu lebih mudah kan memahami potensi wilayah indonesia. Untuk mengenal distribusi potensi wilayah Indonesia, kamu perlu mengetahui faktor-faktor yang menghasilkan interaksi antarwilayah ya. Semangat membaca!</p>
16 <p><em>Nah,</em>sekarang kamu lebih mudah kan memahami potensi wilayah indonesia. Untuk mengenal distribusi potensi wilayah Indonesia, kamu perlu mengetahui faktor-faktor yang menghasilkan interaksi antarwilayah ya. Semangat membaca!</p>
17 <h2>Faktor-faktor yang Menghasilkan Interaksi Antarwilayah</h2>
17 <h2>Faktor-faktor yang Menghasilkan Interaksi Antarwilayah</h2>
18 <h3><strong>1. Kebutuhan Saling Melengkapi (<em>Regional Complementary</em>)</strong></h3>
18 <h3><strong>1. Kebutuhan Saling Melengkapi (<em>Regional Complementary</em>)</strong></h3>
19 <p>Kondisi faktor ini terjadi ketika ada<strong>wilayah-wilayah yang berbeda dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya yang dihasilkannya</strong>. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Maka kedua wilayah ini dapat melakukan interaksi melalui aktivitas perdagangan atau jual beli untuk memenuhi kebutuhan masing-masing wilayah tersebut. Saling melengkapi bukan?</p>
19 <p>Kondisi faktor ini terjadi ketika ada<strong>wilayah-wilayah yang berbeda dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya yang dihasilkannya</strong>. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Maka kedua wilayah ini dapat melakukan interaksi melalui aktivitas perdagangan atau jual beli untuk memenuhi kebutuhan masing-masing wilayah tersebut. Saling melengkapi bukan?</p>
20 <p><em>Nah,</em>karena faktor ini lah mengapa buah stroberi yang tumbuh di dataran tinggi bisa sampai di tangan kamu yang mungkin berada di wilayah dataran rendah<em>.</em></p>
20 <p><em>Nah,</em>karena faktor ini lah mengapa buah stroberi yang tumbuh di dataran tinggi bisa sampai di tangan kamu yang mungkin berada di wilayah dataran rendah<em>.</em></p>
21 <h3><strong>2. Kesempatan Berintervensi (<em>Intervening Opportunity</em>)</strong></h3>
21 <h3><strong>2. Kesempatan Berintervensi (<em>Intervening Opportunity</em>)</strong></h3>
22 <p> </p>
22 <p> </p>
23 <p>Kesempatan berintervensi terjadi ketika suatu lokasi menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Contohnya adalah wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun baru diketahui wilayah C juga penghasil ikan. Alhasil karena wilayah C lebih dekat dengan wilayah A, maka pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan B menjadi melemah. Dalam hal ini, wilayah C mengintervensi interaksi yang sebelumnya terjadi antara wilayah A dan wilayah B.</p>
23 <p>Kesempatan berintervensi terjadi ketika suatu lokasi menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Contohnya adalah wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun baru diketahui wilayah C juga penghasil ikan. Alhasil karena wilayah C lebih dekat dengan wilayah A, maka pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan B menjadi melemah. Dalam hal ini, wilayah C mengintervensi interaksi yang sebelumnya terjadi antara wilayah A dan wilayah B.</p>
24 <h3><strong>3. Kemudahan Transfer (<em>Transferability</em>)</strong></h3>
24 <h3><strong>3. Kemudahan Transfer (<em>Transferability</em>)</strong></h3>
25 <p><strong></strong></p>
25 <p><strong></strong></p>
26 <p><strong>Kemudahan transfer merupakan kemudahan pemindahan manusia, barang, jasa, gagasan dan informasi antara satu wilayah dan wilayah lainnya.</strong>Kemudahan transfer antar wilayah ini sangat berkaitan dengan jarak antarwilayah, biaya transportasi, kemudahan dan kelancaran prasarana dan sarana transportasi antarwilayah.</p>
26 <p><strong>Kemudahan transfer merupakan kemudahan pemindahan manusia, barang, jasa, gagasan dan informasi antara satu wilayah dan wilayah lainnya.</strong>Kemudahan transfer antar wilayah ini sangat berkaitan dengan jarak antarwilayah, biaya transportasi, kemudahan dan kelancaran prasarana dan sarana transportasi antarwilayah.</p>
27 <p>Bagaimana Squad, sudah paham kan mengenai<strong>distribusi potensi wilayah indonesia?</strong>Selain Indonesia memiliki potensi yang sangat beragam di setiap wilayahnya, namun perlu juga ditingkatkan kemudahan transfer dari setiap wilayah tersebut. Baik dari sisi kemudahan prasarana dan sarana transportasi hingga biaya yang dapat dijangkau. Kalau kamu ada PR terkait materi ini, langsung aja chat tutor yang berpengalaman lewat <strong><a>ruanglesonline</a>.</strong>Yakin<em>deh!</em>Belajar kamu pasti lebih mudah!</p>
27 <p>Bagaimana Squad, sudah paham kan mengenai<strong>distribusi potensi wilayah indonesia?</strong>Selain Indonesia memiliki potensi yang sangat beragam di setiap wilayahnya, namun perlu juga ditingkatkan kemudahan transfer dari setiap wilayah tersebut. Baik dari sisi kemudahan prasarana dan sarana transportasi hingga biaya yang dapat dijangkau. Kalau kamu ada PR terkait materi ini, langsung aja chat tutor yang berpengalaman lewat <strong><a>ruanglesonline</a>.</strong>Yakin<em>deh!</em>Belajar kamu pasti lebih mudah!</p>
28 <p><strong>Referensi:</strong></p>
28 <p><strong>Referensi:</strong></p>
29 <p>Suciati, Iwan Setiawan, Ahmad Mushlih, dan Dedi. 2014.<em>Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi Revisi 2014 untuk SMP/MTs Kelas VII</em>. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
29 <p>Suciati, Iwan Setiawan, Ahmad Mushlih, dan Dedi. 2014.<em>Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi Revisi 2014 untuk SMP/MTs Kelas VII</em>. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
30 <p><em><strong>Artikel ini diperbarui pada 5 Juli 2021</strong></em></p>
30 <p><em><strong>Artikel ini diperbarui pada 5 Juli 2021</strong></em></p>
31  
31