0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Yuk, siap hadapi Penilaian Tengah Semester dengan latihan soal dan pembahasan PTS kelas 12 IPA semester genap tahun 2022 berikut ini.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Yuk, siap hadapi Penilaian Tengah Semester dengan latihan soal dan pembahasan PTS kelas 12 IPA semester genap tahun 2022 berikut ini.</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Aturan Pencacahan</a></strong></p>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Aturan Pencacahan</a></strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kombinasi</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kombinasi</strong></p>
6
<p>1. Sebagai perwakilan lomba, dipilih 1 tim yang terdiri 3 siswa dari 5 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan yang tersedia. Jika maksimal terdapat 2 siswa perempuan dalam tim tersebut, maka banyak susunan tim yang dapat dibentuk adalah ….</p>
6
<p>1. Sebagai perwakilan lomba, dipilih 1 tim yang terdiri 3 siswa dari 5 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan yang tersedia. Jika maksimal terdapat 2 siswa perempuan dalam tim tersebut, maka banyak susunan tim yang dapat dibentuk adalah ….</p>
7
<ol><li>75</li>
7
<ol><li>75</li>
8
<li>55</li>
8
<li>55</li>
9
<li>40</li>
9
<li>40</li>
10
<li>25</li>
10
<li>25</li>
11
<li>10</li>
11
<li>10</li>
12
</ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
12
</ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14
<p>Terdapat 3 kemungkinan komposisi siswa yang dijelaskan berikut ini.</p>
14
<p>Terdapat 3 kemungkinan komposisi siswa yang dijelaskan berikut ini.</p>
15
<ul><li>1 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Banyak susunan tim dengan komposisi siswa seperti ini adalah sebagai berikut.</li>
15
<ul><li>1 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Banyak susunan tim dengan komposisi siswa seperti ini adalah sebagai berikut.</li>
16
</ul><ul><li>2 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Banyak susunan tim dengan komposisi siswa seperti ini adalah sebagai berikut.</li>
16
</ul><ul><li>2 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Banyak susunan tim dengan komposisi siswa seperti ini adalah sebagai berikut.</li>
17
</ul><ul><li>3 siswa laki-laki. Banyak susunan tim dengan komposisi siswa seperti ini adalah sebagai berikut.</li>
17
</ul><ul><li>3 siswa laki-laki. Banyak susunan tim dengan komposisi siswa seperti ini adalah sebagai berikut.</li>
18
</ul><p>Karena ketiganya tidak terjadi bersamaan, maka berlaku aturan penjumlahan sehingga total banyak susunan tim yang mungkin adalah 15 + 30 + 10 = 55.</p>
18
</ul><p>Karena ketiganya tidak terjadi bersamaan, maka berlaku aturan penjumlahan sehingga total banyak susunan tim yang mungkin adalah 15 + 30 + 10 = 55.</p>
19
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
19
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
20
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Teori Peluang</a></strong></p>
20
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Teori Peluang</a></strong></p>
21
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Peluang I</strong></p>
21
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Peluang I</strong></p>
22
<p>2. Pada pelemparan satu buah dadu dan satu buah uang logam secara bersamaan, peluang munculnya mata dadu kurang dari 4 dan angka pada uang logam adalah ….</p>
22
<p>2. Pada pelemparan satu buah dadu dan satu buah uang logam secara bersamaan, peluang munculnya mata dadu kurang dari 4 dan angka pada uang logam adalah ….</p>
23
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
23
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
24
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
24
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
25
<p>Kita asumsikan kejadian A adalah munculnya mata dadu kurang dari 4 dan angka pada uang logam. Akibatnya, didapat ruang titik sampel<em>K</em>= {1, A, 2, A, 3, A}. Perhatikan bahwa<em>n(K)</em>= 3.</p>
25
<p>Kita asumsikan kejadian A adalah munculnya mata dadu kurang dari 4 dan angka pada uang logam. Akibatnya, didapat ruang titik sampel<em>K</em>= {1, A, 2, A, 3, A}. Perhatikan bahwa<em>n(K)</em>= 3.</p>
26
<p>Kemudian, kita dapat himpunan semestanya adalah sebagai berikut.</p>
26
<p>Kemudian, kita dapat himpunan semestanya adalah sebagai berikut.</p>
27
<p>Perhatikan bahwa<em>n(S)</em>= 12.</p>
27
<p>Perhatikan bahwa<em>n(S)</em>= 12.</p>
28
<p>Dengan demikian, kita peroleh peluang munculnya mata dadu kurang dari 4 dan angka pada uang logam adalah sebagai berikut.</p>
28
<p>Dengan demikian, kita peroleh peluang munculnya mata dadu kurang dari 4 dan angka pada uang logam adalah sebagai berikut.</p>
29
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
29
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
30
<p><strong>Topik</strong><strong>: Teori Peluang</strong></p>
30
<p><strong>Topik</strong><strong>: Teori Peluang</strong></p>
31
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Latihan Soal Teori Peluang</strong></p>
31
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Latihan Soal Teori Peluang</strong></p>
32
<p>3. Dalam suatu kardus terdapat 20 kotak makan dengan 15 diantaranya berisi daging sapi dan kotak makan lainnya berisi daging ayam. Jika diambil 4 kotak sekaligus secara acak, maka peluang terambilnya 2 kotak berisi daging sapi dan 2 kotak berisi daging ayam adalah …. </p>
32
<p>3. Dalam suatu kardus terdapat 20 kotak makan dengan 15 diantaranya berisi daging sapi dan kotak makan lainnya berisi daging ayam. Jika diambil 4 kotak sekaligus secara acak, maka peluang terambilnya 2 kotak berisi daging sapi dan 2 kotak berisi daging ayam adalah …. </p>
33
<p></p>
33
<p></p>
34
<p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
34
<p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
35
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
35
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
36
<p>Misal S menyatakan kejadian pengambilan secara acak 4 kotak makan dari 20 kotak makan yang tersedia, maka banyak kemungkinan kejadian S dapat dihitung menggunakan kombinasi sebagai berikut.</p>
36
<p>Misal S menyatakan kejadian pengambilan secara acak 4 kotak makan dari 20 kotak makan yang tersedia, maka banyak kemungkinan kejadian S dapat dihitung menggunakan kombinasi sebagai berikut.</p>
37
<p>Misal A adalah kejadian terambil sembarang 2 kotak isi daging sapi dari 15 kotak isi daging sapi dan 2 kotak isi daging ayam dari 5 kotak isi daging ayam, maka banyaknya kemungkinan kejadian A dapat dihitung menggunakan kombinasi dan aturan perkalian sebagai berikut.</p>
37
<p>Misal A adalah kejadian terambil sembarang 2 kotak isi daging sapi dari 15 kotak isi daging sapi dan 2 kotak isi daging ayam dari 5 kotak isi daging ayam, maka banyaknya kemungkinan kejadian A dapat dihitung menggunakan kombinasi dan aturan perkalian sebagai berikut.</p>
38
<p>Peluang kejadian A dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
38
<p>Peluang kejadian A dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
39
<p>Dengan demikian, peluang terambilnya 2 kotak berisi daging sapi dan 2 kotak berisi daging ayam pada kardus tersebut adalah</p>
39
<p>Dengan demikian, peluang terambilnya 2 kotak berisi daging sapi dan 2 kotak berisi daging ayam pada kardus tersebut adalah</p>
40
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
40
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
41
<p><strong>Topik</strong><strong>: MINAT - Distribusi Binomial</strong></p>
41
<p><strong>Topik</strong><strong>: MINAT - Distribusi Binomial</strong></p>
42
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Distribusi Binomial</strong></p>
42
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Distribusi Binomial</strong></p>
43
<p>4. Di sebuah pabrik sepatu, probabilitas terproduksi sepatu yang cacat adalah 3%. Jika dipilih 5 pasang sepatu secara acak, maka probabilitas terpilih 3 sepatu yang cacat adalah ….</p>
43
<p>4. Di sebuah pabrik sepatu, probabilitas terproduksi sepatu yang cacat adalah 3%. Jika dipilih 5 pasang sepatu secara acak, maka probabilitas terpilih 3 sepatu yang cacat adalah ….</p>
44
<p><em></em></p>
44
<p><em></em></p>
45
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
45
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
46
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
46
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
47
<p>Misalkan<em>X </em>adalah banyak pasang sepatu cacat yang terpilih.</p>
47
<p>Misalkan<em>X </em>adalah banyak pasang sepatu cacat yang terpilih.</p>
48
<p>Karena dipilih 5 pasang sepatu, maka<em>n</em>= 5.</p>
48
<p>Karena dipilih 5 pasang sepatu, maka<em>n</em>= 5.</p>
49
<p>Kemudian, karena peluang sepatu yang rusak adalah 3%, maka<em>p</em>= 3 % = 0,03.</p>
49
<p>Kemudian, karena peluang sepatu yang rusak adalah 3%, maka<em>p</em>= 3 % = 0,03.</p>
50
<p>Probabilitas terpilih 3 pasang sepatu yang cacat atau<em>P</em>(<em>X</em>= 3) dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.</p>
50
<p>Probabilitas terpilih 3 pasang sepatu yang cacat atau<em>P</em>(<em>X</em>= 3) dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.</p>
51
<p>Dengan demikian, probabilitas terpilih 3 sepatu yang cacat adalah</p>
51
<p>Dengan demikian, probabilitas terpilih 3 sepatu yang cacat adalah</p>
52
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
52
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
53
<p><strong>Topik</strong><strong>: MINAT - Distribusi Normal dan Uji Hipotesis</strong></p>
53
<p><strong>Topik</strong><strong>: MINAT - Distribusi Normal dan Uji Hipotesis</strong></p>
54
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Probabilitas Distribusi Normal</strong></p>
54
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Probabilitas Distribusi Normal</strong></p>
55
<p>5. Hari ini Bu Retno membagikan kertas hasil ulangan Matematika kelas XII IPA 4. Bu Retno menyampaikan bahwa nilainya berdistribusi normal dengan rata-rata 71 dan variansi 16. Jika Meita, salah satu siswa kelas XII IPA 4, mengambil kertas hasil ulangan Matematika tersebut secara acak, maka peluang kertas yang diambil oleh Meita menunjukkan nilai paling sedikit 75 adalah ….</p>
55
<p>5. Hari ini Bu Retno membagikan kertas hasil ulangan Matematika kelas XII IPA 4. Bu Retno menyampaikan bahwa nilainya berdistribusi normal dengan rata-rata 71 dan variansi 16. Jika Meita, salah satu siswa kelas XII IPA 4, mengambil kertas hasil ulangan Matematika tersebut secara acak, maka peluang kertas yang diambil oleh Meita menunjukkan nilai paling sedikit 75 adalah ….</p>
56
<ol><li>0,11</li>
56
<ol><li>0,11</li>
57
<li>0,16</li>
57
<li>0,16</li>
58
<li>0,20</li>
58
<li>0,20</li>
59
<li>0,23</li>
59
<li>0,23</li>
60
<li>0,25<em></em></li>
60
<li>0,25<em></em></li>
61
</ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
61
</ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
62
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
62
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
63
<p>Perhatikan bahwa </p>
63
<p>Perhatikan bahwa </p>
64
<p>Akan ditentukan peluang kertas yang diambil memiliki nilai paling sedikit 75 sehingga dalam hal ini kita mencari nilai berikut.</p>
64
<p>Akan ditentukan peluang kertas yang diambil memiliki nilai paling sedikit 75 sehingga dalam hal ini kita mencari nilai berikut.</p>
65
<p>Dari tabel distribusi normal, nilai<em>P</em>(0 <<em>Z</em>< 1) adalah 0,3413 sehingga nilai dari P (Z > 1) dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
65
<p>Dari tabel distribusi normal, nilai<em>P</em>(0 <<em>Z</em>< 1) adalah 0,3413 sehingga nilai dari P (Z > 1) dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
66
<p>Dengan demikian, peluang kertas yang diambil oleh Meita menunjukkan nilai paling sedikit 75 adalah 0,16.</p>
66
<p>Dengan demikian, peluang kertas yang diambil oleh Meita menunjukkan nilai paling sedikit 75 adalah 0,16.</p>
67
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
67
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
68
<h2>FISIKA</h2>
68
<h2>FISIKA</h2>
69
<p><strong>Topik: Relativitas Khusus </strong></p>
69
<p><strong>Topik: Relativitas Khusus </strong></p>
70
<p><strong>Subtopik: Konsekuensi Transformasi<a>Lorentz</a></strong></p>
70
<p><strong>Subtopik: Konsekuensi Transformasi<a>Lorentz</a></strong></p>
71
<p>1. Dilasi waktu atau dilatasi waktu adalah pemuluran waktu. Pada dilatasi waktu diketahui istilah<em>proper time</em>, yaitu ….</p>
71
<p>1. Dilasi waktu atau dilatasi waktu adalah pemuluran waktu. Pada dilatasi waktu diketahui istilah<em>proper time</em>, yaitu ….</p>
72
<ol><li>waktu yang diukur oleh pengamat yang diam terhadap kejadian</li>
72
<ol><li>waktu yang diukur oleh pengamat yang diam terhadap kejadian</li>
73
<li>waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian</li>
73
<li>waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian</li>
74
<li>waktu yang semakin cepat akibat diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian</li>
74
<li>waktu yang semakin cepat akibat diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian</li>
75
<li>waktu yang semakin lambat akibat diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian</li>
75
<li>waktu yang semakin lambat akibat diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian</li>
76
<li>waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak dengan percepatan tetap terhadap kejadian</li>
76
<li>waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak dengan percepatan tetap terhadap kejadian</li>
77
</ol><p><strong>Kunci: A</strong></p>
77
</ol><p><strong>Kunci: A</strong></p>
78
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
78
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
79
<p>Dilatasi waktu adalah pemuluran waktu. Waktu yang diukur pengamat yang bergerak terhadap kejadian lebih besar. Dilatasi waktu dinyatakan dengan persamaan:</p>
79
<p>Dilatasi waktu adalah pemuluran waktu. Waktu yang diukur pengamat yang bergerak terhadap kejadian lebih besar. Dilatasi waktu dinyatakan dengan persamaan:</p>
80
<p> </p>
80
<p> </p>
81
<p>di mana:</p>
81
<p>di mana:</p>
82
<p>∆<em>t</em>= waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian.</p>
82
<p>∆<em>t</em>= waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap kejadian.</p>
83
<p>∆<em>t</em>‘ = proper time waktu yang diukur oleh pengamat yang diam terhadap kejadian.</p>
83
<p>∆<em>t</em>‘ = proper time waktu yang diukur oleh pengamat yang diam terhadap kejadian.</p>
84
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
84
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
85
<p><strong>Topik:<a>Relativitas Khusus</a> </strong></p>
85
<p><strong>Topik:<a>Relativitas Khusus</a> </strong></p>
86
<p><strong>Subtopik: Momentum dan Energi Relativistik</strong></p>
86
<p><strong>Subtopik: Momentum dan Energi Relativistik</strong></p>
87
<p>2. Ketika sebuah partikel bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi mendekati kecepatan cahaya, partikel tersebut akan memiliki energi relativistik. Jika sebuah partikel memiliki energi total sebesar 6 kali energi diamnya, kecepatan partikel tersebut sebesar ….</p>
87
<p>2. Ketika sebuah partikel bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi mendekati kecepatan cahaya, partikel tersebut akan memiliki energi relativistik. Jika sebuah partikel memiliki energi total sebesar 6 kali energi diamnya, kecepatan partikel tersebut sebesar ….</p>
88
<p></p>
88
<p></p>
89
<p><strong>Kunci: D</strong></p>
89
<p><strong>Kunci: D</strong></p>
90
<p><strong>Pembahasan::</strong></p>
90
<p><strong>Pembahasan::</strong></p>
91
<p>Diketahui:</p>
91
<p>Diketahui:</p>
92
<p>Energi relativistik partikel dapat dinyatakan dengan persamaan:</p>
92
<p>Energi relativistik partikel dapat dinyatakan dengan persamaan:</p>
93
<p>Maka</p>
93
<p>Maka</p>
94
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
94
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
95
<p><strong>Topik: Sumber Energi </strong></p>
95
<p><strong>Topik: Sumber Energi </strong></p>
96
<p><strong>Subtopik: Energi Terbarukan</strong></p>
96
<p><strong>Subtopik: Energi Terbarukan</strong></p>
97
<p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
97
<p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
98
<ol><li>Lapisan permeabel</li>
98
<ol><li>Lapisan permeabel</li>
99
<li>Reservoir</li>
99
<li>Reservoir</li>
100
<li><em>Fracture</em></li>
100
<li><em>Fracture</em></li>
101
<li><em>Hot rock</em></li>
101
<li><em>Hot rock</em></li>
102
</ol><p>Energi panas bumi merupakan energi panas yang terkandung dalam lapisan batuan dan fluida yang berada di bawah permukaan bumi. Komponen sistem energi panas bumi dinyatakan oleh nomor ….</p>
102
</ol><p>Energi panas bumi merupakan energi panas yang terkandung dalam lapisan batuan dan fluida yang berada di bawah permukaan bumi. Komponen sistem energi panas bumi dinyatakan oleh nomor ….</p>
103
<ol><li>1, 2, 3, dan 4</li>
103
<ol><li>1, 2, 3, dan 4</li>
104
<li>1, 2, dan 3</li>
104
<li>1, 2, dan 3</li>
105
<li>1 dan 3</li>
105
<li>1 dan 3</li>
106
<li>2 dan 4</li>
106
<li>2 dan 4</li>
107
<li>4 saja</li>
107
<li>4 saja</li>
108
</ol><p><strong>Kunci: A</strong></p>
108
</ol><p><strong>Kunci: A</strong></p>
109
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
109
<p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
110
<p>Lima komponen sistem energi panas bumi adalah:</p>
110
<p>Lima komponen sistem energi panas bumi adalah:</p>
111
<ul><li>Lapisan permeabel (<em>over burden</em>)</li>
111
<ul><li>Lapisan permeabel (<em>over burden</em>)</li>
112
<li>Lapisan penudung (<em>claycap</em>)</li>
112
<li>Lapisan penudung (<em>claycap</em>)</li>
113
<li>Reservoir</li>
113
<li>Reservoir</li>
114
<li>Patahan (<em>fracture</em>)</li>
114
<li>Patahan (<em>fracture</em>)</li>
115
<li>Batuan beku panas (<em>heat source</em>atau<em>hot rock</em>)</li>
115
<li>Batuan beku panas (<em>heat source</em>atau<em>hot rock</em>)</li>
116
</ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
116
</ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
117
<p><strong>Topik: Fisika Kuantum </strong></p>
117
<p><strong>Topik: Fisika Kuantum </strong></p>
118
<p><strong>Subtopik: Sifat Partikel Cahaya</strong></p>
118
<p><strong>Subtopik: Sifat Partikel Cahaya</strong></p>
119
<p>4. Sebuah pelat logam dengan energi ambang 1.000 MHz akan disinari dengan foton berfrekuensi 800 MHz. Jika intensitas foton dinaikkan menjadi 4x semula, hal yang terjadi adalah….</p>
119
<p>4. Sebuah pelat logam dengan energi ambang 1.000 MHz akan disinari dengan foton berfrekuensi 800 MHz. Jika intensitas foton dinaikkan menjadi 4x semula, hal yang terjadi adalah….</p>
120
<ol><li>jumlah elektron yang lepas meningkat menjadi sembilan kali lipat semula</li>
120
<ol><li>jumlah elektron yang lepas meningkat menjadi sembilan kali lipat semula</li>
121
<li>jumlah elektron yang lepas meningkat menjadi tiga kali lipat semula</li>
121
<li>jumlah elektron yang lepas meningkat menjadi tiga kali lipat semula</li>
122
<li>intensitas foton membuat elektron lepas dari permukaan logam</li>
122
<li>intensitas foton membuat elektron lepas dari permukaan logam</li>
123
<li>elektron tetap tidak dapat lepas dari permukaan logam</li>
123
<li>elektron tetap tidak dapat lepas dari permukaan logam</li>
124
<li>intensitas foton belum cukup untuk membuat elektron lepas</li>
124
<li>intensitas foton belum cukup untuk membuat elektron lepas</li>
125
</ol><p><strong>Kunci: D</strong></p>
125
</ol><p><strong>Kunci: D</strong></p>
126
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
126
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
127
<p>Diketahui :</p>
127
<p>Diketahui :</p>
128
<p>Syarat terjadinya fotolistrik adalah:</p>
128
<p>Syarat terjadinya fotolistrik adalah:</p>
129
<ul><li>energi foton lebih besar dari energi ambang logam</li>
129
<ul><li>energi foton lebih besar dari energi ambang logam</li>
130
<li>frekuensi foton lebih besar dari frekuensi ambang logam</li>
130
<li>frekuensi foton lebih besar dari frekuensi ambang logam</li>
131
<li>panjang gelombang foton lebih kecil dari panjang gelombang ambang</li>
131
<li>panjang gelombang foton lebih kecil dari panjang gelombang ambang</li>
132
</ul><p>Intensitas foton tidak mempengaruhi lepas atau tidaknya elektron dari permukaan logam. Intensitas foton hanya mempengaruhi jumlah elektron yang lepas ketika syarat fotolistrik telah terpenuhi.</p>
132
</ul><p>Intensitas foton tidak mempengaruhi lepas atau tidaknya elektron dari permukaan logam. Intensitas foton hanya mempengaruhi jumlah elektron yang lepas ketika syarat fotolistrik telah terpenuhi.</p>
133
<p>Pada soal ini, frekuensi foton (<em>f</em>) bernilai lebih kecil dari frekuensi ambang , maka dipastikan efek fotolistrik tidak terjadi. Tidak terjadinya efek fotolistrik menunjukkan bahwa tidak ada elektron yang lepas dari permukaan logam.</p>
133
<p>Pada soal ini, frekuensi foton (<em>f</em>) bernilai lebih kecil dari frekuensi ambang , maka dipastikan efek fotolistrik tidak terjadi. Tidak terjadinya efek fotolistrik menunjukkan bahwa tidak ada elektron yang lepas dari permukaan logam.</p>
134
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
134
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
135
<p><strong>Topik: Fisika Kuantum </strong></p>
135
<p><strong>Topik: Fisika Kuantum </strong></p>
136
<p><strong>Subtopik: Radiasi Benda Hitam</strong></p>
136
<p><strong>Subtopik: Radiasi Benda Hitam</strong></p>
137
<p>5. Sebuah filamen dipanaskan dari suhu 27 ºC hingga suhunya menjadi 327 ºC. Daya radiasi filamen berubah dari 1.600 J/s menjadi ….</p>
137
<p>5. Sebuah filamen dipanaskan dari suhu 27 ºC hingga suhunya menjadi 327 ºC. Daya radiasi filamen berubah dari 1.600 J/s menjadi ….</p>
138
<ol><li>14.400 J/s</li>
138
<ol><li>14.400 J/s</li>
139
<li>25.600 J/s</li>
139
<li>25.600 J/s</li>
140
<li>43.200 J/s</li>
140
<li>43.200 J/s</li>
141
<li>65.200 J/s</li>
141
<li>65.200 J/s</li>
142
<li>4.906,5 J/s</li>
142
<li>4.906,5 J/s</li>
143
</ol><p><strong>Kunci: B</strong></p>
143
</ol><p><strong>Kunci: B</strong></p>
144
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
144
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
145
<p>Diketahui :</p>
145
<p>Diketahui :</p>
146
<p><em>T</em>1 = (27 + 273) = 300 K</p>
146
<p><em>T</em>1 = (27 + 273) = 300 K</p>
147
<p><em>T</em>2 = (327 + 273) = 600 K</p>
147
<p><em>T</em>2 = (327 + 273) = 600 K</p>
148
<p><em>P</em>1 = 1.600 J/s</p>
148
<p><em>P</em>1 = 1.600 J/s</p>
149
<p>Ditanya : Daya radiasi filamen saat 327 ºC (<em>P</em>2) ?</p>
149
<p>Ditanya : Daya radiasi filamen saat 327 ºC (<em>P</em>2) ?</p>
150
<p>Perbandingan daya radiasi filamen saat baru dipanaskan dan sesudah dipanaskan adalah sebagai berikut:</p>
150
<p>Perbandingan daya radiasi filamen saat baru dipanaskan dan sesudah dipanaskan adalah sebagai berikut:</p>
151
<p>Maka, ketika suhunya berubah menjadi 327 ºC, daya radiasinya meningkat menjadi 25.600 J/s.</p>
151
<p>Maka, ketika suhunya berubah menjadi 327 ºC, daya radiasinya meningkat menjadi 25.600 J/s.</p>
152
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
152
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
153
<p><em></em></p>
153
<p><em></em></p>
154
<h2>KIMIA</h2>
154
<h2>KIMIA</h2>
155
<p><strong>Topik:<a>Senyawa Turunan Alkana</a></strong></p>
155
<p><strong>Topik:<a>Senyawa Turunan Alkana</a></strong></p>
156
<p><strong>Subtopik: Aldehid dan Keton</strong></p>
156
<p><strong>Subtopik: Aldehid dan Keton</strong></p>
157
<p>1. Senyawa geranial sering dimanfaatkan sebagai pemberi aroma lemon dan memiliki struktur seperti di bawah ini.</p>
157
<p>1. Senyawa geranial sering dimanfaatkan sebagai pemberi aroma lemon dan memiliki struktur seperti di bawah ini.</p>
158
<p>Nama IUPAC dari senyawa geranial adalah ….</p>
158
<p>Nama IUPAC dari senyawa geranial adalah ….</p>
159
<ol><li>3,7-dimetil-2,6-oktadienal</li>
159
<ol><li>3,7-dimetil-2,6-oktadienal</li>
160
<li>3,7-dimetil-2,6-oktena</li>
160
<li>3,7-dimetil-2,6-oktena</li>
161
<li>3,7-dimetil-2,6-oktanal</li>
161
<li>3,7-dimetil-2,6-oktanal</li>
162
<li>2,6-dimetil-2,6-oktadienal</li>
162
<li>2,6-dimetil-2,6-oktadienal</li>
163
<li>3,7-dimetil-2,6-oktaldehid</li>
163
<li>3,7-dimetil-2,6-oktaldehid</li>
164
</ol><p><strong>Kunci: A</strong></p>
164
</ol><p><strong>Kunci: A</strong></p>
165
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
165
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
166
<p>Langkah awal dalam penamaan struktur adalah menentukan rantai utamanya. Poin-poin yang didapat dari gambar adalah sebagai berikut.</p>
166
<p>Langkah awal dalam penamaan struktur adalah menentukan rantai utamanya. Poin-poin yang didapat dari gambar adalah sebagai berikut.</p>
167
<ul><li>Struktur memiliki gugus aldehid.</li>
167
<ul><li>Struktur memiliki gugus aldehid.</li>
168
<li>Rantai terpanjang struktur yang melibatkan gugus fungsi adalah 8 atom karbon.</li>
168
<li>Rantai terpanjang struktur yang melibatkan gugus fungsi adalah 8 atom karbon.</li>
169
<li>Struktur memiliki 2 gugus alkena.</li>
169
<li>Struktur memiliki 2 gugus alkena.</li>
170
</ul><p>Berdasarkan poin-poin di atas, struktur dapat disimpulkan memiliki struktur utama<strong>-oktadienal</strong>. Karbon aldehid sebagai gugus fungsi utama mendapatkan nomor 1 sehingga ikatan rangkap di posisi atom C nomor 2 dan 6 membentuk nama<strong>2,6-oktadienal</strong>.</p>
170
</ul><p>Berdasarkan poin-poin di atas, struktur dapat disimpulkan memiliki struktur utama<strong>-oktadienal</strong>. Karbon aldehid sebagai gugus fungsi utama mendapatkan nomor 1 sehingga ikatan rangkap di posisi atom C nomor 2 dan 6 membentuk nama<strong>2,6-oktadienal</strong>.</p>
171
<p>Selain struktur rantai karbon utama, gugus (metil) juga tersedia pada atom C nomor 3 dan 7. Nama struktur secara keseluruhan menjadi<strong>3,7-dimetil-2,6-oktadienal</strong>.</p>
171
<p>Selain struktur rantai karbon utama, gugus (metil) juga tersedia pada atom C nomor 3 dan 7. Nama struktur secara keseluruhan menjadi<strong>3,7-dimetil-2,6-oktadienal</strong>.</p>
172
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
172
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
173
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
173
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
174
<p><strong>Subtopik: Identifikasi Asam Karboksilat dan Ester</strong></p>
174
<p><strong>Subtopik: Identifikasi Asam Karboksilat dan Ester</strong></p>
175
<p><strong>2. Perhatikan persamaan reaksi hidrolisis di bawah ini!</strong></p>
175
<p><strong>2. Perhatikan persamaan reaksi hidrolisis di bawah ini!</strong></p>
176
<p>Senyawa X yang dihasilkan adalah ….</p>
176
<p>Senyawa X yang dihasilkan adalah ….</p>
177
<ol><li>metanol</li>
177
<ol><li>metanol</li>
178
<li>metanal</li>
178
<li>metanal</li>
179
<li>etanal</li>
179
<li>etanal</li>
180
<li>etanol</li>
180
<li>etanol</li>
181
<li>air</li>
181
<li>air</li>
182
</ol><p><strong>Kunci: D</strong></p>
182
</ol><p><strong>Kunci: D</strong></p>
183
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
183
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
184
<p>Ester dapat mengalami hidrolisis dengan bantuan asam menghasilkan<strong>asam karboksilat</strong>dan<strong>alkohol</strong>. Pada ester dengan nama umum alkil alkanoat, alkil akan membentuk alkohol sedangkan alkanoat akan membentuk asam karboksilat.</p>
184
<p>Ester dapat mengalami hidrolisis dengan bantuan asam menghasilkan<strong>asam karboksilat</strong>dan<strong>alkohol</strong>. Pada ester dengan nama umum alkil alkanoat, alkil akan membentuk alkohol sedangkan alkanoat akan membentuk asam karboksilat.</p>
185
<p>Ester pada soal adalah etil etanoat sehingga produk hidrolisisnya adalah<strong>asam etanoat</strong>dan<strong>etanol</strong>.</p>
185
<p>Ester pada soal adalah etil etanoat sehingga produk hidrolisisnya adalah<strong>asam etanoat</strong>dan<strong>etanol</strong>.</p>
186
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
186
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
187
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
187
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
188
<p><strong>Subtopik: Identifikasi Alkohol dan Eter</strong></p>
188
<p><strong>Subtopik: Identifikasi Alkohol dan Eter</strong></p>
189
<p>3. Pembentukan senyawa dari tergolong sebagai reaksi ….</p>
189
<p>3. Pembentukan senyawa dari tergolong sebagai reaksi ….</p>
190
<ol><li>substitusi</li>
190
<ol><li>substitusi</li>
191
<li>reduksi</li>
191
<li>reduksi</li>
192
<li>oksidasi</li>
192
<li>oksidasi</li>
193
<li>hidrogenasi</li>
193
<li>hidrogenasi</li>
194
<li>kondensasi</li>
194
<li>kondensasi</li>
195
</ol><p><strong>Kunci: C</strong><strong></strong><strong>Pembahasan:</strong></p>
195
</ol><p><strong>Kunci: C</strong><strong></strong><strong>Pembahasan:</strong></p>
196
<p>Senyawa merupakan senyawa aldehid, sedangkan senyawa merupakan senyawa alkohol. Aldehid dapat disintesis dengan mengoksidasi senyawa alkohol primer.</p>
196
<p>Senyawa merupakan senyawa aldehid, sedangkan senyawa merupakan senyawa alkohol. Aldehid dapat disintesis dengan mengoksidasi senyawa alkohol primer.</p>
197
<p>Senyawa etanol, , merupakan alkohol primer dan jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa etanal dengan rumus kimia .</p>
197
<p>Senyawa etanol, , merupakan alkohol primer dan jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa etanal dengan rumus kimia .</p>
198
<p>Dengan demikian, pembentukan senyawa dari senyawa tergolong reaksi<strong>oksidasi</strong>.</p>
198
<p>Dengan demikian, pembentukan senyawa dari senyawa tergolong reaksi<strong>oksidasi</strong>.</p>
199
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
199
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
200
<p><strong>Topik:<a>Benzena</a>dan Turunannya</strong></p>
200
<p><strong>Topik:<a>Benzena</a>dan Turunannya</strong></p>
201
<p><strong>Subtopik: Pemanfaatan Senyawa Turunan Benzena</strong></p>
201
<p><strong>Subtopik: Pemanfaatan Senyawa Turunan Benzena</strong></p>
202
<p>4. Senyawa turunan benzena yang terkandung dalam karbol adalah ….</p>
202
<p>4. Senyawa turunan benzena yang terkandung dalam karbol adalah ….</p>
203
<ol><li>etanol</li>
203
<ol><li>etanol</li>
204
<li>fenol</li>
204
<li>fenol</li>
205
<li>asam benzoat</li>
205
<li>asam benzoat</li>
206
<li>naftalena</li>
206
<li>naftalena</li>
207
<li>toluena</li>
207
<li>toluena</li>
208
</ol><p><strong>Kunci: B</strong></p>
208
</ol><p><strong>Kunci: B</strong></p>
209
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
209
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
210
<p>Senyawa turunan benzena dalam karbol adalah fenol. Fenol berguna sebagai desinfektan atau antiseptik. Struktur senyawa fenol adalah sebagai berikut.</p>
210
<p>Senyawa turunan benzena dalam karbol adalah fenol. Fenol berguna sebagai desinfektan atau antiseptik. Struktur senyawa fenol adalah sebagai berikut.</p>
211
<p>Dengan demikian, senyawa turunan benzena yang terkandung dalam karbol adalah<strong>fenol</strong>.</p>
211
<p>Dengan demikian, senyawa turunan benzena yang terkandung dalam karbol adalah<strong>fenol</strong>.</p>
212
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
212
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
213
<p><strong>Topik: Benzena dan Turunannya</strong></p>
213
<p><strong>Topik: Benzena dan Turunannya</strong></p>
214
<p><strong>Subtopik: Tata Nama Turunan Benzena</strong></p>
214
<p><strong>Subtopik: Tata Nama Turunan Benzena</strong></p>
215
<p>5. adalah senyawa perasa anggur dengan nama trivial metil antranilat.</p>
215
<p>5. adalah senyawa perasa anggur dengan nama trivial metil antranilat.</p>
216
<p>Nama IUPAC senyawa tersebut adalah ….</p>
216
<p>Nama IUPAC senyawa tersebut adalah ….</p>
217
<ol><li><em>o</em>-aminobenzoat metil ester</li>
217
<ol><li><em>o</em>-aminobenzoat metil ester</li>
218
<li><em>m</em>-aminobenzoat metil ester</li>
218
<li><em>m</em>-aminobenzoat metil ester</li>
219
<li><em>o</em>-aminobenzoat</li>
219
<li><em>o</em>-aminobenzoat</li>
220
<li>metil<em>o</em>-aminobenzoat</li>
220
<li>metil<em>o</em>-aminobenzoat</li>
221
<li><em>o</em>-metilkarboksilanilin</li>
221
<li><em>o</em>-metilkarboksilanilin</li>
222
</ol><p><strong>Kunci: D</strong></p>
222
</ol><p><strong>Kunci: D</strong></p>
223
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
223
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
224
<p>Pada senyawa terdapat gugus ester dan amino.</p>
224
<p>Pada senyawa terdapat gugus ester dan amino.</p>
225
<p>Gugus ester lebih utama sehingga atom karbon benzena yang mengikatnya dibuat sebagai nomor 1. Pada penulisan ester, alkil yang terikat pada gugus karboksil disebut terlebih dahulu. Gugus amino terletak pada posisi nomor 2 yang merupakan posisi orto (nomor 1 dan 2) sehingga namanya menjadi<strong>metil</strong><strong><em>o</em></strong><strong>-aminobenzoat</strong>.</p>
225
<p>Gugus ester lebih utama sehingga atom karbon benzena yang mengikatnya dibuat sebagai nomor 1. Pada penulisan ester, alkil yang terikat pada gugus karboksil disebut terlebih dahulu. Gugus amino terletak pada posisi nomor 2 yang merupakan posisi orto (nomor 1 dan 2) sehingga namanya menjadi<strong>metil</strong><strong><em>o</em></strong><strong>-aminobenzoat</strong>.</p>
226
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
226
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
227
<h2>BIOLOGI</h2>
227
<h2>BIOLOGI</h2>
228
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Mutasi </a></strong></p>
228
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Mutasi </a></strong></p>
229
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mutasi Gen</strong></p>
229
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mutasi Gen</strong></p>
230
<p>1. Seorang peneliti sedang mengamati kode basa nitrogen pada sebuah sel darah merah dengan menggunakan metode sekuensing Maxam-gilbert. Pada pengamatannya, sel darah merah tersebut memiliki urutan basa nitrogen yaitu:</p>
230
<p>1. Seorang peneliti sedang mengamati kode basa nitrogen pada sebuah sel darah merah dengan menggunakan metode sekuensing Maxam-gilbert. Pada pengamatannya, sel darah merah tersebut memiliki urutan basa nitrogen yaitu:</p>
231
<p>CAA GTG GAT TGG GGG CAC CTT TTT</p>
231
<p>CAA GTG GAT TGG GGG CAC CTT TTT</p>
232
<p>Menurut peneliti urutan basa nitrogen tersebut dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit anemia. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan basa nitrogen sel darah merah tersebut adalah ….</p>
232
<p>Menurut peneliti urutan basa nitrogen tersebut dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit anemia. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan basa nitrogen sel darah merah tersebut adalah ….</p>
233
<ol><li>asam amino urutan nomor 6 akan menghasilkan valin sehingga bentuk eritrosit tidak normal</li>
233
<ol><li>asam amino urutan nomor 6 akan menghasilkan valin sehingga bentuk eritrosit tidak normal</li>
234
<li>disebabkan karena adanya penggantian basa nitrogen pirimidin timin (T) dengan sitosin (S)</li>
234
<li>disebabkan karena adanya penggantian basa nitrogen pirimidin timin (T) dengan sitosin (S)</li>
235
<li>terjadi adisi basa nitrogen T di ujung rantai sehingga asam amino yang dihasilkan berbeda</li>
235
<li>terjadi adisi basa nitrogen T di ujung rantai sehingga asam amino yang dihasilkan berbeda</li>
236
<li>terjadi<em>tautomeric shift</em>yang menyebabkan basa nitrogen adenin (A) bertukar dengan basa nitrogen guanin (G)</li>
236
<li>terjadi<em>tautomeric shift</em>yang menyebabkan basa nitrogen adenin (A) bertukar dengan basa nitrogen guanin (G)</li>
237
<li>karena adanya duplikasi pada kromosom nomor 13 sehingga dihasilkan sel darah merah yang bentuknya tidak normal</li>
237
<li>karena adanya duplikasi pada kromosom nomor 13 sehingga dihasilkan sel darah merah yang bentuknya tidak normal</li>
238
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
238
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
239
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Untuk mengetahui mutasi yang terjadi pertama kita harus mengetahui urutan asam amino untuk DNA di atas.</p>
239
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Untuk mengetahui mutasi yang terjadi pertama kita harus mengetahui urutan asam amino untuk DNA di atas.</p>
240
<p>DNA: CAA GTG GAT TGG GGG CAC CTT TTT</p>
240
<p>DNA: CAA GTG GAT TGG GGG CAC CTT TTT</p>
241
<p>mRNA: GUU CAC CUA ACC CCC GUG GAA AAA</p>
241
<p>mRNA: GUU CAC CUA ACC CCC GUG GAA AAA</p>
242
<p>asam amino : valin- histidin- leusin - treonin- prolin - valin - glutamat - lisin</p>
242
<p>asam amino : valin- histidin- leusin - treonin- prolin - valin - glutamat - lisin</p>
243
<p>Sel darah merah normal memiliki urutan asam amino berupa valin- histidin- leusin - treonin- prolin - glutamat - glutamat - lisin. Disini kita temukan bahwa asam amino ke 6 berbeda, dimana pada eritrosit normal asam aminonya adalah glutamat sedangkan pada sel darah merah yang termutasi adalah valin. Hal ini bisa terjadi karena adanya pergantian basa nitrogen pirimidin (timin) dengan basa nitrogen purin (adenin) yaitu asam amino GAG (glutamat) mengalami mutasi substitusi transversi menjadi GUG (valin). Penyakit yang mengalami mutasi pada asam amino ke 6 adalah penyakit siklemia. Penyakit ini memiliki bentuk eritrosit tidak normal sehingga dapat mengganggu proses pengangkutan oksigen karena dapat menyumbat pembuluh darah.</p>
243
<p>Sel darah merah normal memiliki urutan asam amino berupa valin- histidin- leusin - treonin- prolin - glutamat - glutamat - lisin. Disini kita temukan bahwa asam amino ke 6 berbeda, dimana pada eritrosit normal asam aminonya adalah glutamat sedangkan pada sel darah merah yang termutasi adalah valin. Hal ini bisa terjadi karena adanya pergantian basa nitrogen pirimidin (timin) dengan basa nitrogen purin (adenin) yaitu asam amino GAG (glutamat) mengalami mutasi substitusi transversi menjadi GUG (valin). Penyakit yang mengalami mutasi pada asam amino ke 6 adalah penyakit siklemia. Penyakit ini memiliki bentuk eritrosit tidak normal sehingga dapat mengganggu proses pengangkutan oksigen karena dapat menyumbat pembuluh darah.</p>
244
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
244
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
245
<p><strong>Topik</strong><strong>: Mutasi </strong></p>
245
<p><strong>Topik</strong><strong>: Mutasi </strong></p>
246
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mutagen</strong></p>
246
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mutagen</strong></p>
247
<p><strong>2. Perhatikan jenis mutagen berikut!</strong><strong></strong></p>
247
<p><strong>2. Perhatikan jenis mutagen berikut!</strong><strong></strong></p>
248
<ol><li>unsur radioaktif</li>
248
<ol><li>unsur radioaktif</li>
249
<li>virus</li>
249
<li>virus</li>
250
<li>pestisida</li>
250
<li>pestisida</li>
251
<li>sinar UV</li>
251
<li>sinar UV</li>
252
<li>kolkisin</li>
252
<li>kolkisin</li>
253
</ol><p>Jenis mutagen yang tergolong mutagen fisika ditunjukkan oleh nomor ….</p>
253
</ol><p>Jenis mutagen yang tergolong mutagen fisika ditunjukkan oleh nomor ….</p>
254
<ol><li>1 dan 3</li>
254
<ol><li>1 dan 3</li>
255
<li>1 dan 4</li>
255
<li>1 dan 4</li>
256
<li>3 dan 5</li>
256
<li>3 dan 5</li>
257
<li>1, 3, dan 5</li>
257
<li>1, 3, dan 5</li>
258
<li>semua benar</li>
258
<li>semua benar</li>
259
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
259
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
260
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Berdasarkan sifatnya mutagen dibagi menjadi 3, yaitu mutagen kimia, fisika, dan biologi. Mutagen kimia terdiri atas senyawa-senyawa kimia seperti kolkisin, pestisida, asam nitrit, agen alkilasi, benzopyrene, akridin, 5-bromourasil, dan asam nitrat. Sementara itu, mutagen fisika dapat berupa sinar-sinar yang dihasilkan dari unsur radioaktif seperti sinar X, sinar alfa, sinar gamma, dan suhu tinggi. Mutagen biologi diantaranya bakteri dan virus.</p>
260
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Berdasarkan sifatnya mutagen dibagi menjadi 3, yaitu mutagen kimia, fisika, dan biologi. Mutagen kimia terdiri atas senyawa-senyawa kimia seperti kolkisin, pestisida, asam nitrit, agen alkilasi, benzopyrene, akridin, 5-bromourasil, dan asam nitrat. Sementara itu, mutagen fisika dapat berupa sinar-sinar yang dihasilkan dari unsur radioaktif seperti sinar X, sinar alfa, sinar gamma, dan suhu tinggi. Mutagen biologi diantaranya bakteri dan virus.</p>
261
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
261
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
262
<p><strong>Topik</strong><strong>: Evolusi </strong></p>
262
<p><strong>Topik</strong><strong>: Evolusi </strong></p>
263
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teori Evolusi</strong></p>
263
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teori Evolusi</strong></p>
264
<p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
264
<p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
265
<ol><li>Jerapah berleher pendek mati, sedangkan jerapah berleher panjang tetap hidup.<strong> </strong></li>
265
<ol><li>Jerapah berleher pendek mati, sedangkan jerapah berleher panjang tetap hidup.<strong> </strong></li>
266
<li>Leher jerapah mengalami pemanjangan karena pengaruh lingkungan.<strong> </strong></li>
266
<li>Leher jerapah mengalami pemanjangan karena pengaruh lingkungan.<strong> </strong></li>
267
<li>Pada masa lampau terdapat jerapah berleher panjang dan jerapah berleher pendek.<strong> </strong></li>
267
<li>Pada masa lampau terdapat jerapah berleher panjang dan jerapah berleher pendek.<strong> </strong></li>
268
<li>Jerapah berleher panjang berasal dari induk jerapah berleher pendek.<strong> </strong></li>
268
<li>Jerapah berleher panjang berasal dari induk jerapah berleher pendek.<strong> </strong></li>
269
</ol><p>Pernyataan yang berhubungan dengan teori evolusi Lamarck adalah ….<strong> </strong></p>
269
</ol><p>Pernyataan yang berhubungan dengan teori evolusi Lamarck adalah ….<strong> </strong></p>
270
<ol><li>1 dan 3<strong> </strong></li>
270
<ol><li>1 dan 3<strong> </strong></li>
271
<li>2 dan 4<strong> </strong></li>
271
<li>2 dan 4<strong> </strong></li>
272
<li>2 dan 3</li>
272
<li>2 dan 3</li>
273
<li>1 dan 4</li>
273
<li>1 dan 4</li>
274
<li>3 dan 4</li>
274
<li>3 dan 4</li>
275
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
275
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
276
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Lamarck berpendapat bahwa evolusi terjadi karena makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungan. Lamarck menjelaskan tentang evolusi panjang leher jerapah. Ia berpendapat bahwa nenek moyang jerapah adalah jerapah yang berleher pendek pemakan daun-daunan di pohon, bukan pemakan rumput. Untuk mencapai daun-daun yang tinggi, jerapah berleher pendek harus meregangkan dan memanjangkan lehernya sehingga lehernya dapat mencapai makanannya di atas pohon. Sifat leher panjang tersebut kemudian diwariskan pada keturunannya dan proses ini terus berlanjut hingga sekarang. Semua jerapah yang hidup pada saat ini berleher panjang. Oleh karena itu, pernyataan yang berhubungan dengan teori evolusi Lamarck adalah 2 dan 4.</p>
276
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Lamarck berpendapat bahwa evolusi terjadi karena makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungan. Lamarck menjelaskan tentang evolusi panjang leher jerapah. Ia berpendapat bahwa nenek moyang jerapah adalah jerapah yang berleher pendek pemakan daun-daunan di pohon, bukan pemakan rumput. Untuk mencapai daun-daun yang tinggi, jerapah berleher pendek harus meregangkan dan memanjangkan lehernya sehingga lehernya dapat mencapai makanannya di atas pohon. Sifat leher panjang tersebut kemudian diwariskan pada keturunannya dan proses ini terus berlanjut hingga sekarang. Semua jerapah yang hidup pada saat ini berleher panjang. Oleh karena itu, pernyataan yang berhubungan dengan teori evolusi Lamarck adalah 2 dan 4.</p>
277
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
277
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
278
<p><strong>Topik</strong><strong>: Mekanisme Evolusi </strong></p>
278
<p><strong>Topik</strong><strong>: Mekanisme Evolusi </strong></p>
279
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kesetimbangan Hardy-Weinberg</strong></p>
279
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kesetimbangan Hardy-Weinberg</strong></p>
280
<p>4. Suatu desa memiliki jumlah penduduk sebanyak 1000 orang. Jumlah orang bergolongan darah B dalam penduduk tersebut diketahui sebanyak 150 orang dan jumlah orang bergolongan darah O sebanyak 490 orang. Jumlah orang bergolongan darah A heterozigot adalah….</p>
280
<p>4. Suatu desa memiliki jumlah penduduk sebanyak 1000 orang. Jumlah orang bergolongan darah B dalam penduduk tersebut diketahui sebanyak 150 orang dan jumlah orang bergolongan darah O sebanyak 490 orang. Jumlah orang bergolongan darah A heterozigot adalah….</p>
281
<ol><li>120 orang</li>
281
<ol><li>120 orang</li>
282
<li>280 orang</li>
282
<li>280 orang</li>
283
<li>140 orang</li>
283
<li>140 orang</li>
284
<li>70 orang</li>
284
<li>70 orang</li>
285
<li>240 orang</li>
285
<li>240 orang</li>
286
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
286
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
287
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Frekuensi individu dengan tiap genotip dinyatakan dalam kode sebagai berikut:</p>
287
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Frekuensi individu dengan tiap genotip dinyatakan dalam kode sebagai berikut:</p>
288
<p>Berdasarkan informasi pada soal, frekuensi alel untuk golongan darah O (r) dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut.</p>
288
<p>Berdasarkan informasi pada soal, frekuensi alel untuk golongan darah O (r) dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut.</p>
289
<p>Berdasarkan informasi pada soal, frekuensi alel untuk golongan darah A (p) dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut.</p>
289
<p>Berdasarkan informasi pada soal, frekuensi alel untuk golongan darah A (p) dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut.</p>
290
<p>Frekuensi individu bergolongan darah B </p>
290
<p>Frekuensi individu bergolongan darah B </p>
291
<p>Berdasarkan perhitungan tersebut, maka frekuensi alel untuk golongan darah B (q) dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut.</p>
291
<p>Berdasarkan perhitungan tersebut, maka frekuensi alel untuk golongan darah B (q) dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut.</p>
292
<p>Berdasarkan informasi dan perhitungan tersebut, maka banyak individu yang memiliki genotip golongan darah A heterozigot dapat ditentukan melalui perhitungan berikut.</p>
292
<p>Berdasarkan informasi dan perhitungan tersebut, maka banyak individu yang memiliki genotip golongan darah A heterozigot dapat ditentukan melalui perhitungan berikut.</p>
293
<p><strong> </strong></p>
293
<p><strong> </strong></p>
294
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
294
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
295
<p><strong>Topik</strong><strong>: Mekanisme Evolusi </strong></p>
295
<p><strong>Topik</strong><strong>: Mekanisme Evolusi </strong></p>
296
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mekanisme Spesiasi</strong></p>
296
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mekanisme Spesiasi</strong></p>
297
<p><strong>5. Perhatikan<a>pohon filogeni</a>berikut!</strong></p>
297
<p><strong>5. Perhatikan<a>pohon filogeni</a>berikut!</strong></p>
298
<p>Pernyataan berikut yang sesuai dengan pohon filogeni tersebut adalah ….</p>
298
<p>Pernyataan berikut yang sesuai dengan pohon filogeni tersebut adalah ….</p>
299
<ol><li>kadal dan ular merupakan turunan dari theropoda yaitu kelompok dinosaurus saurischia bipedal</li>
299
<ol><li>kadal dan ular merupakan turunan dari theropoda yaitu kelompok dinosaurus saurischia bipedal</li>
300
<li>burung tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan buaya berdasarkan pohon filogeni tersebut</li>
300
<li>burung tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan buaya berdasarkan pohon filogeni tersebut</li>
301
<li>burung memiliki nenek moyang sama dengan buaya yang dilambangkan dengan titik biru pada pohon filogeni</li>
301
<li>burung memiliki nenek moyang sama dengan buaya yang dilambangkan dengan titik biru pada pohon filogeni</li>
302
<li>burung dan buaya berkerabat dekat, hal dibuktikan bahwa kedua hewan ini memiliki ruang jantung sebanyak 3</li>
302
<li>burung dan buaya berkerabat dekat, hal dibuktikan bahwa kedua hewan ini memiliki ruang jantung sebanyak 3</li>
303
<li>takson burung memiliki kekerabatan paling dekat dengan klade dinosaurus ornithischian berdasarkan nenek moyang yang paling dekat</li>
303
<li>takson burung memiliki kekerabatan paling dekat dengan klade dinosaurus ornithischian berdasarkan nenek moyang yang paling dekat</li>
304
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
304
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
305
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Berdasarkan pohon filogenetik di atas, ada beberapa kesamaan karakter yang dimiliki oleh burung dan buaya yang memungkinan kedua hewan ini memiliki nenek moyang yang sama (dilambangkan dengan titik biru pada pohon filogeni di atas). Burung berkerabat dengan buaya karena keduanya memiliki beberapa karakter seperti:</p>
305
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Berdasarkan pohon filogenetik di atas, ada beberapa kesamaan karakter yang dimiliki oleh burung dan buaya yang memungkinan kedua hewan ini memiliki nenek moyang yang sama (dilambangkan dengan titik biru pada pohon filogeni di atas). Burung berkerabat dengan buaya karena keduanya memiliki beberapa karakter seperti:</p>
306
<ul><li>memiliki jantung dengan empat bagian,</li>
306
<ul><li>memiliki jantung dengan empat bagian,</li>
307
<li>bersuara untuk mempertahankan wilayah dan menarik pasangannya,</li>
307
<li>bersuara untuk mempertahankan wilayah dan menarik pasangannya,</li>
308
<li>dapat membuat sarang</li>
308
<li>dapat membuat sarang</li>
309
<li>memiliki persamaan dalam hal mengerami telurnya dimana burung mengeram dengan duduk di atas telurnya, sedangkan buaya menutupi telurnya dengan lehernya.</li>
309
<li>memiliki persamaan dalam hal mengerami telurnya dimana burung mengeram dengan duduk di atas telurnya, sedangkan buaya menutupi telurnya dengan lehernya.</li>
310
</ul><p>Pada pohon filogeni di atas kita juga dapat melihat bahwa takson burung memiliki kekerabatan paling dekat dengan klade dinosaurus saurischian berdasarkan nenek moyang yang paling dekat. Berdasarkan penelitian juga diperoleh bukti bahwa burung merupakan turunan dari theropoda yaitu kelompok dinosaurus saurischia bipedal (berkaki dua).</p>
310
</ul><p>Pada pohon filogeni di atas kita juga dapat melihat bahwa takson burung memiliki kekerabatan paling dekat dengan klade dinosaurus saurischian berdasarkan nenek moyang yang paling dekat. Berdasarkan penelitian juga diperoleh bukti bahwa burung merupakan turunan dari theropoda yaitu kelompok dinosaurus saurischia bipedal (berkaki dua).</p>
311
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong><strong></strong><strong> </strong></p>
311
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong><strong></strong><strong> </strong></p>
312
<p>Mudah dipahami ‘kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di <a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
312
<p>Mudah dipahami ‘kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di <a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
313
313