0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Sudah siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)? Yuk, tingkatkan persiapan diri kamu dengan latihan soal PAS Kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil 2023 beserta pembahasannya di artikel berikut ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Sudah siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)? Yuk, tingkatkan persiapan diri kamu dengan latihan soal PAS Kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil 2023 beserta pembahasannya di artikel berikut ini!</em></p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
</blockquote><h2>GEOGRAFI</h2>
3
</blockquote><h2>GEOGRAFI</h2>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Geografi </strong></p>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Geografi </strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Ruang Lingkup Pengetahuan Geografi</a></strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Ruang Lingkup Pengetahuan Geografi</a></strong></p>
6
<p>1. Ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang iklim dan faktor pembentuknya serta pengklasifikasian dalam suatu kelompok iklim adalah ….</p>
6
<p>1. Ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang iklim dan faktor pembentuknya serta pengklasifikasian dalam suatu kelompok iklim adalah ….</p>
7
<ol><li>klimatografi</li>
7
<ol><li>klimatografi</li>
8
<li>oseanografi</li>
8
<li>oseanografi</li>
9
<li>meteorologi</li>
9
<li>meteorologi</li>
10
<li>klimatologi</li>
10
<li>klimatologi</li>
11
<li>geofisika</li>
11
<li>geofisika</li>
12
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
12
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
14
<p>Ruang lingkup geografi yang luas menjadikannya berkaitan dengan berbagai bidang ilmu yang lain. Salah satu ilmu yang berkaitan dengan geografi adalah<strong>klimatologi</strong>. Klimatologi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang<strong>iklim dan faktor pembentuknya, serta pengklasifikasian dalam suatu kelompok iklim</strong>.Klimatologi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu klimatologi fisik, klimatologi regional, klimatologi terapan, dan klimatografi.</p>
14
<p>Ruang lingkup geografi yang luas menjadikannya berkaitan dengan berbagai bidang ilmu yang lain. Salah satu ilmu yang berkaitan dengan geografi adalah<strong>klimatologi</strong>. Klimatologi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang<strong>iklim dan faktor pembentuknya, serta pengklasifikasian dalam suatu kelompok iklim</strong>.Klimatologi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu klimatologi fisik, klimatologi regional, klimatologi terapan, dan klimatografi.</p>
15
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
15
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
16
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan </strong></p>
16
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan </strong></p>
17
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dasar-dasar Pemetaan</strong></p>
17
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dasar-dasar Pemetaan</strong></p>
18
<p>2. Prinsip ekuivalen pada proyeksi peta dilakukan untuk mengurangi penyimpangan pada peta dengan mempertahankan ….</p>
18
<p>2. Prinsip ekuivalen pada proyeksi peta dilakukan untuk mengurangi penyimpangan pada peta dengan mempertahankan ….</p>
19
<ol><li>luas wilayah</li>
19
<ol><li>luas wilayah</li>
20
<li>letak wilayah</li>
20
<li>letak wilayah</li>
21
<li>bentuk wilayah</li>
21
<li>bentuk wilayah</li>
22
<li>koordinat wilayah</li>
22
<li>koordinat wilayah</li>
23
<li>jarak antarwilayah</li>
23
<li>jarak antarwilayah</li>
24
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
24
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
25
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
25
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
26
<p>Ada beberapa prinsip yang perlu dipertahankan untuk mengurangi penyimpangan pada saat melakukan proyeksi peta, yaitu jarak, luas, dan bentuk.<strong>Proyeksi yang mempertahankan luas disebut dengan proyeksi ekuivalen.</strong>Pada proyeksi ini, luas wilayah pada peta akan sesuai dengan luas sebenarnya setelah dikonversi.</p>
26
<p>Ada beberapa prinsip yang perlu dipertahankan untuk mengurangi penyimpangan pada saat melakukan proyeksi peta, yaitu jarak, luas, dan bentuk.<strong>Proyeksi yang mempertahankan luas disebut dengan proyeksi ekuivalen.</strong>Pada proyeksi ini, luas wilayah pada peta akan sesuai dengan luas sebenarnya setelah dikonversi.</p>
27
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
27
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
28
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
28
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
29
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perhitungan Pada Peta</strong></p>
29
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perhitungan Pada Peta</strong></p>
30
<p><strong>Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
30
<p><strong>Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
31
<p>3. Jarak antara titik A dan B pada gambar tersebut adalah 10 cm. Berdasarkan informasi tersebut, morfologi wilayah yang ada di antara kedua titik tersebut berbentuk ….</p>
31
<p>3. Jarak antara titik A dan B pada gambar tersebut adalah 10 cm. Berdasarkan informasi tersebut, morfologi wilayah yang ada di antara kedua titik tersebut berbentuk ….</p>
32
<ol><li>perbukitan</li>
32
<ol><li>perbukitan</li>
33
<li>wilayah daratan</li>
33
<li>wilayah daratan</li>
34
<li>perbukitan curam</li>
34
<li>perbukitan curam</li>
35
<li>wilayah cekungan</li>
35
<li>wilayah cekungan</li>
36
<li>pegunungan tinggi</li>
36
<li>pegunungan tinggi</li>
37
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
37
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
38
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
38
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
39
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
39
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
40
<p><strong>Ditanya:</strong>Bentuk morfologi antara titik A dan B</p>
40
<p><strong>Ditanya:</strong>Bentuk morfologi antara titik A dan B</p>
41
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
41
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
42
<p><strong>I. Mencari kontur interval (CI)</strong></p>
42
<p><strong>I. Mencari kontur interval (CI)</strong></p>
43
<p><strong>II. Mencari skala peta (S)</strong></p>
43
<p><strong>II. Mencari skala peta (S)</strong></p>
44
<p>Jadi, skala peta 1:200.000</p>
44
<p>Jadi, skala peta 1:200.000</p>
45
<p><strong>III. Mencari jarak sebenarnya titik A-B (JS)</strong></p>
45
<p><strong>III. Mencari jarak sebenarnya titik A-B (JS)</strong></p>
46
<p><strong>IV. Mencari persentase kemiringan lereng A-B</strong></p>
46
<p><strong>IV. Mencari persentase kemiringan lereng A-B</strong></p>
47
<p>Berdasarkan perhitungan tersebut, kemiringan lereng yang didapatkan adalah 0,5%. Wilayah dengan<strong>kemiringan lereng 0,5%</strong>memiliki morfologi wilayah<strong>daratan yang datar dan landai</strong>berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Zuidam dan Zuidam-Cancelado, 1979 dalam Soetoto, 2015.</p>
47
<p>Berdasarkan perhitungan tersebut, kemiringan lereng yang didapatkan adalah 0,5%. Wilayah dengan<strong>kemiringan lereng 0,5%</strong>memiliki morfologi wilayah<strong>daratan yang datar dan landai</strong>berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Zuidam dan Zuidam-Cancelado, 1979 dalam Soetoto, 2015.</p>
48
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
48
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
49
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Penelitian Geografi</a></strong></p>
49
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Penelitian Geografi</a></strong></p>
50
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Teknik Pengumpulan Data</a></strong></p>
50
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Teknik Pengumpulan Data</a></strong></p>
51
<p>4. Data yang dibutuhkan dalam penelitian geografi sosial dapat diperoleh dengan cara metode penyebaran angket. Pengolahan data yang sesuai untuk hasil angket tersebut adalah ….</p>
51
<p>4. Data yang dibutuhkan dalam penelitian geografi sosial dapat diperoleh dengan cara metode penyebaran angket. Pengolahan data yang sesuai untuk hasil angket tersebut adalah ….</p>
52
<ol><li>wawancara</li>
52
<ol><li>wawancara</li>
53
<li>kualitatif</li>
53
<li>kualitatif</li>
54
<li>kuantitatif</li>
54
<li>kuantitatif</li>
55
<li>observasi</li>
55
<li>observasi</li>
56
<li>studi pustaka</li>
56
<li>studi pustaka</li>
57
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
57
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
58
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
58
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
59
<p>Salah satu metode pengumpulan data pada penelitian geografi sosial adalah dengan menyebarkan angket. Angket adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah lembar kertas yang berisi rangkaian pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Angket biasanya digunakan jika jumlah respondennya banyak dan tersebar di wilayah yang luas. Kumpulan jawaban dari angket-angket tersebut<strong>diklasifikasikan dalam tabel dan diolah secara kuantitatif</strong>.</p>
59
<p>Salah satu metode pengumpulan data pada penelitian geografi sosial adalah dengan menyebarkan angket. Angket adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah lembar kertas yang berisi rangkaian pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Angket biasanya digunakan jika jumlah respondennya banyak dan tersebar di wilayah yang luas. Kumpulan jawaban dari angket-angket tersebut<strong>diklasifikasikan dalam tabel dan diolah secara kuantitatif</strong>.</p>
60
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
60
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
61
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bumi Sebagai Ruang Kehidupan</strong></p>
61
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bumi Sebagai Ruang Kehidupan</strong></p>
62
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Tata Surya</a></strong></p>
62
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Tata Surya</a></strong></p>
63
<p><strong>Perhatikan nama-nama planet berikut ini!</strong></p>
63
<p><strong>Perhatikan nama-nama planet berikut ini!</strong></p>
64
<ol><li>Bumi</li>
64
<ol><li>Bumi</li>
65
<li>Uranus</li>
65
<li>Uranus</li>
66
<li>Merkurius</li>
66
<li>Merkurius</li>
67
<li>Saturnus</li>
67
<li>Saturnus</li>
68
</ol><p>5. Planet-planet yang termasuk dalam kelompok planet luar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
68
</ol><p>5. Planet-planet yang termasuk dalam kelompok planet luar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
69
<ol><li>1 dan 2</li>
69
<ol><li>1 dan 2</li>
70
<li>1 dan 3</li>
70
<li>1 dan 3</li>
71
<li>2 dan 3</li>
71
<li>2 dan 3</li>
72
<li>2 dan 4</li>
72
<li>2 dan 4</li>
73
<li>3 dan 4</li>
73
<li>3 dan 4</li>
74
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
74
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
75
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
75
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
76
<p>Kelompok planet dalam merupakan planet-planet yang posisinya paling dekat dengan Matahari, seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara itu, kelompok<strong>planet luar</strong>merupakan planet yang tejauh dari Matahari, seperti<strong>Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus</strong>. Planet dalam dan planet luar<strong>dipisahkan oleh sabuk asteroid</strong>, yakni ribuan asteroid yang mengelilingi matahari dan berada di antara jalur orbit Mars dan Jupiter.</p>
76
<p>Kelompok planet dalam merupakan planet-planet yang posisinya paling dekat dengan Matahari, seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara itu, kelompok<strong>planet luar</strong>merupakan planet yang tejauh dari Matahari, seperti<strong>Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus</strong>. Planet dalam dan planet luar<strong>dipisahkan oleh sabuk asteroid</strong>, yakni ribuan asteroid yang mengelilingi matahari dan berada di antara jalur orbit Mars dan Jupiter.</p>
77
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
77
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
78
<p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
78
<p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
79
<p><strong>Subtopik: Analisis dan Pemanfaatan Data SIG</strong></p>
79
<p><strong>Subtopik: Analisis dan Pemanfaatan Data SIG</strong></p>
80
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
80
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
81
<p>6. Teknik analisis SIG yang digunakan untuk mencari lokasi yang ideal untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah perkotaan jika didasarkan jaraknya dari permukiman adalah teknik ….</p>
81
<p>6. Teknik analisis SIG yang digunakan untuk mencari lokasi yang ideal untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah perkotaan jika didasarkan jaraknya dari permukiman adalah teknik ….</p>
82
<p>a. overlay b. buffering c. 3D analysis d. classification e. nearest neighbour</p>
82
<p>a. overlay b. buffering c. 3D analysis d. classification e. nearest neighbour</p>
83
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
83
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
84
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
84
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
85
<p>Ada berbagai teknik analisis dalam SIG, seperti overlay, buffering, 3D analysis, classification, dan nearest neighbor, yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Analisis SIG yang digunakan untuk mencari lokasi yang ideal untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah perkotaan jika didasarkan jaraknya dari permukiman adalah buffering atau analisis jangkauan.</p>
85
<p>Ada berbagai teknik analisis dalam SIG, seperti overlay, buffering, 3D analysis, classification, dan nearest neighbor, yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Analisis SIG yang digunakan untuk mencari lokasi yang ideal untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah perkotaan jika didasarkan jaraknya dari permukiman adalah buffering atau analisis jangkauan.</p>
86
<p>Teknik analisis ini adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menentukan zona atau jangkauan yang terbentuk dari sebuah objek berupa titik, garis, atau poligon. Batas zona jangkauan ini diukur berdasarkan jarak tertentu dari objek.</p>
86
<p>Teknik analisis ini adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menentukan zona atau jangkauan yang terbentuk dari sebuah objek berupa titik, garis, atau poligon. Batas zona jangkauan ini diukur berdasarkan jarak tertentu dari objek.</p>
87
<p>Kelayakan lokasi TPA di perkotaan ditentukan berdasarkan beberapa indikator, seperti jaraknya terhadap permukiman penduduk, badan air, kawasan lindung, lapangan terbang, dan perbatasan daerah. Lokasi TPA sebaiknya jauh dari permukiman penduduk. Apabila jarak TPA kurang dari 1.500 meter dari permukiman penduduk, lokasi TPA dinilai kurang ideal, dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena keberadaan TPA berpotensi mencemari air tanah yang digunakan oleh masyarakat yang tinggal di permukiman.</p>
87
<p>Kelayakan lokasi TPA di perkotaan ditentukan berdasarkan beberapa indikator, seperti jaraknya terhadap permukiman penduduk, badan air, kawasan lindung, lapangan terbang, dan perbatasan daerah. Lokasi TPA sebaiknya jauh dari permukiman penduduk. Apabila jarak TPA kurang dari 1.500 meter dari permukiman penduduk, lokasi TPA dinilai kurang ideal, dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena keberadaan TPA berpotensi mencemari air tanah yang digunakan oleh masyarakat yang tinggal di permukiman.</p>
88
<p>Pilihan A tidak tepat karena teknik ini dilakukan dengan cara menumpangsusunkan beberapa peta untuk menjadi sebuah peta baru. Pilihan C tidak tepat karena teknik ini dilakukan untuk membuat, memvisualisasikan, dan menganalisis data SIG dalam bentuk tiga dimensi. Pilihan D tidak tepat karena teknik ini mengklasifikasikan atau mengklasifikasi suatu data spasial/atribut dalam SIG. Pilihan E tidak tepat karena teknik ini berfungsi untuk menunjukkan pola persebaran objek berdasarkan data jarak antarobjek dan luas wilayah.</p>
88
<p>Pilihan A tidak tepat karena teknik ini dilakukan dengan cara menumpangsusunkan beberapa peta untuk menjadi sebuah peta baru. Pilihan C tidak tepat karena teknik ini dilakukan untuk membuat, memvisualisasikan, dan menganalisis data SIG dalam bentuk tiga dimensi. Pilihan D tidak tepat karena teknik ini mengklasifikasikan atau mengklasifikasi suatu data spasial/atribut dalam SIG. Pilihan E tidak tepat karena teknik ini berfungsi untuk menunjukkan pola persebaran objek berdasarkan data jarak antarobjek dan luas wilayah.</p>
89
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
89
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
90
<h2>SEJARAH</h2>
90
<h2>SEJARAH</h2>
91
<p>Topik:<a>Cara Berpikir Sejarah</a></p>
91
<p>Topik:<a>Cara Berpikir Sejarah</a></p>
92
<p>Subtopik: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</p>
92
<p>Subtopik: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</p>
93
<p>1. Cara berpikir diakronik diperlukan dalam mempelajari sejarah karena …. </p>
93
<p>1. Cara berpikir diakronik diperlukan dalam mempelajari sejarah karena …. </p>
94
<ol><li>mengkaji peristiwa revolusi-revolusi besar di berbagai belahan dunia</li>
94
<ol><li>mengkaji peristiwa revolusi-revolusi besar di berbagai belahan dunia</li>
95
<li>mengkaji perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu</li>
95
<li>mengkaji perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu</li>
96
<li>mempelajari kehidupan manusia secara mendalam</li>
96
<li>mempelajari kehidupan manusia secara mendalam</li>
97
<li>menggambarkan suatu peristiwa yang bersifat unik</li>
97
<li>menggambarkan suatu peristiwa yang bersifat unik</li>
98
<li>menarasikan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi</li>
98
<li>menarasikan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi</li>
99
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
99
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
100
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
100
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
101
<p>Melalui cara berpikir diakronik dibahas peristiwa-peristiwa yang melintasi perjalanan waktu yaitu dari masa silam, sekarang, dan masa depan. Hal ini disebabkan karena kehidupan manusia tidak berjalan statis namun dinamis. Kehidupan manusia terus berkembang, berubah, berkesinambungan dan mengalami pengulangan. Oleh karena itu, cara berpikir diakronik diperlukan karena mengkaji mengenai perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu.</p>
101
<p>Melalui cara berpikir diakronik dibahas peristiwa-peristiwa yang melintasi perjalanan waktu yaitu dari masa silam, sekarang, dan masa depan. Hal ini disebabkan karena kehidupan manusia tidak berjalan statis namun dinamis. Kehidupan manusia terus berkembang, berubah, berkesinambungan dan mengalami pengulangan. Oleh karena itu, cara berpikir diakronik diperlukan karena mengkaji mengenai perkembangan kehidupan manusia dari waktu ke waktu.</p>
102
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
102
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
103
<p>Topik:<a>Indonesia Zaman Praaksara</a></p>
103
<p>Topik:<a>Indonesia Zaman Praaksara</a></p>
104
<p>Subtopik: Manusia Purba dan Corak Kehidupannya</p>
104
<p>Subtopik: Manusia Purba dan Corak Kehidupannya</p>
105
<p>2. Zaman dimulainya kehidupan manusia disebut sebagai ….</p>
105
<p>2. Zaman dimulainya kehidupan manusia disebut sebagai ….</p>
106
<ol><li>zaman Azoikum</li>
106
<ol><li>zaman Azoikum</li>
107
<li>zaman Mesozoikum</li>
107
<li>zaman Mesozoikum</li>
108
<li>zaman Neolitikum masa Kuarter</li>
108
<li>zaman Neolitikum masa Kuarter</li>
109
<li>zaman Neozoikum masa Tersier</li>
109
<li>zaman Neozoikum masa Tersier</li>
110
<li>zaman Neozoikum masa Kuarter</li>
110
<li>zaman Neozoikum masa Kuarter</li>
111
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
111
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
112
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
112
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
113
<p>Zaman Neozoikum merupakan salah satu periodisasi zaman yang berlangsung sejak 65 juta tahun lalu. Zaman Neozoikum dibagi menjadi dua masa, yaitu masa Tersier dan masa Kuarter. Pada masa Kuarter untuk pertama kali ditemukan tanda-tanda adanya kehidupan manusia. Kemudian masa Kuarter dibagi lagi menjadi dua kala, yaitu kala Pleistosen dan kala Holosen. Kala Pleistosen dikenal sebagai zaman kehidupan manusia purba, sementara kala Holosen dikenal sebagai zaman kehidupan manusia modern, dan masih berlangsung hingga saat ini.</p>
113
<p>Zaman Neozoikum merupakan salah satu periodisasi zaman yang berlangsung sejak 65 juta tahun lalu. Zaman Neozoikum dibagi menjadi dua masa, yaitu masa Tersier dan masa Kuarter. Pada masa Kuarter untuk pertama kali ditemukan tanda-tanda adanya kehidupan manusia. Kemudian masa Kuarter dibagi lagi menjadi dua kala, yaitu kala Pleistosen dan kala Holosen. Kala Pleistosen dikenal sebagai zaman kehidupan manusia purba, sementara kala Holosen dikenal sebagai zaman kehidupan manusia modern, dan masih berlangsung hingga saat ini.</p>
114
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
114
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
115
<p>Topik:<a>Sumber Sejarah</a></p>
115
<p>Topik:<a>Sumber Sejarah</a></p>
116
<p>Subtopik: Sumber Lisan</p>
116
<p>Subtopik: Sumber Lisan</p>
117
<p>3. Dalam penelitian sejarah perkembangan kehidupan politik dan budaya di Indonesia masa Orde Baru, sumber sejarah tidak selalu berupa tulisan. Tetapi dapat juga berupa sumber lisan. Sumber lisan merupakan salah satu sumber sejarah yang penting bagi penelitian sejarah, karena ….</p>
117
<p>3. Dalam penelitian sejarah perkembangan kehidupan politik dan budaya di Indonesia masa Orde Baru, sumber sejarah tidak selalu berupa tulisan. Tetapi dapat juga berupa sumber lisan. Sumber lisan merupakan salah satu sumber sejarah yang penting bagi penelitian sejarah, karena ….</p>
118
<ol><li>sumber lisan pelaku sejarah selalu dapat dipertanggungjawabkan</li>
118
<ol><li>sumber lisan pelaku sejarah selalu dapat dipertanggungjawabkan</li>
119
<li>sumber lisan biasanya lebih cenderung objektif dan lebih bisa dipercaya</li>
119
<li>sumber lisan biasanya lebih cenderung objektif dan lebih bisa dipercaya</li>
120
<li>sumber tulisan pada awalnya berasal dari sumber lisan</li>
120
<li>sumber tulisan pada awalnya berasal dari sumber lisan</li>
121
<li>sumber lisan sebagai sumber yang harus digali dari cerita turun-temurun</li>
121
<li>sumber lisan sebagai sumber yang harus digali dari cerita turun-temurun</li>
122
<li>sumber lisan mampu mengisi kekosongan informasi yang tidak terdapat pada sumber tulisan</li>
122
<li>sumber lisan mampu mengisi kekosongan informasi yang tidak terdapat pada sumber tulisan</li>
123
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
123
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
124
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
124
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
125
<p>Fungsi sumber lisan adalah mengisi kekosongan informasi yang tidak terdapat pada sumber tulisan. Biasanya jika peneliti menggunakan sumber lisan akan menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak tertulis atau dijabarkan dalam sumber tulisan. Selain itu dengan menggunakan sumber lisan biasanya peneliti bisa lebih demokratis dan dapat berkomunikasi dua arah langsung kepada saksi sejarah atau sumber sejarah yang jadi objek penelitian.</p>
125
<p>Fungsi sumber lisan adalah mengisi kekosongan informasi yang tidak terdapat pada sumber tulisan. Biasanya jika peneliti menggunakan sumber lisan akan menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak tertulis atau dijabarkan dalam sumber tulisan. Selain itu dengan menggunakan sumber lisan biasanya peneliti bisa lebih demokratis dan dapat berkomunikasi dua arah langsung kepada saksi sejarah atau sumber sejarah yang jadi objek penelitian.</p>
126
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
126
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
127
<p>Topik:<a>Penelitian Sejarah</a></p>
127
<p>Topik:<a>Penelitian Sejarah</a></p>
128
<p>Subtopik: Heuristik</p>
128
<p>Subtopik: Heuristik</p>
129
<p><strong>Perhatikan teks berikut!</strong></p>
129
<p><strong>Perhatikan teks berikut!</strong></p>
130
<p>Ramadhan K.H seorang penulis asal Bandung tahun 1970-an, menerbitkan sebuah novel biografi yang disusun berdasarkan wawancara dengan Ibu Inggit Garnasih dan observasi mengenai Soekarno, aktivitas perjuangannya selama di Bandung termasuk kisah cintanya dengan Inggit Garnasih. Tulisan tersebut diberi judul<em>Soekarno: Kuantar ke Gerbang</em>, meskipun sebuah novel namun pembaca menganggap cerita tersebut benar-benar terjadi. Dalam tulisan tersebut, Ramadhan KH lebih memilih untuk menyajikan kisah cinta Soekarno dan Inggit Garnasih secara dramatis dibandingkan menyajikan informasi mengenai kehidupan masyarakat di Bandung, interaksi Soekarno dengan para pedagang, buruh, petani, guru, advokat dan sebagainya yang kemudian mempengaruhi pribadi dan ideologi perjuangan Soekarno.</p>
130
<p>Ramadhan K.H seorang penulis asal Bandung tahun 1970-an, menerbitkan sebuah novel biografi yang disusun berdasarkan wawancara dengan Ibu Inggit Garnasih dan observasi mengenai Soekarno, aktivitas perjuangannya selama di Bandung termasuk kisah cintanya dengan Inggit Garnasih. Tulisan tersebut diberi judul<em>Soekarno: Kuantar ke Gerbang</em>, meskipun sebuah novel namun pembaca menganggap cerita tersebut benar-benar terjadi. Dalam tulisan tersebut, Ramadhan KH lebih memilih untuk menyajikan kisah cinta Soekarno dan Inggit Garnasih secara dramatis dibandingkan menyajikan informasi mengenai kehidupan masyarakat di Bandung, interaksi Soekarno dengan para pedagang, buruh, petani, guru, advokat dan sebagainya yang kemudian mempengaruhi pribadi dan ideologi perjuangan Soekarno.</p>
131
<p>4. Berdasarkan teks tersebut yang mencerminkan kesalahan dalam proses heuristik, yaitu …. </p>
131
<p>4. Berdasarkan teks tersebut yang mencerminkan kesalahan dalam proses heuristik, yaitu …. </p>
132
<ol><li>kesalahan estetis</li>
132
<ol><li>kesalahan estetis</li>
133
<li>kesalahan holisme</li>
133
<li>kesalahan holisme</li>
134
<li>kesalahan verifikasi</li>
134
<li>kesalahan verifikasi</li>
135
<li>kesalahan kuantitatif</li>
135
<li>kesalahan kuantitatif</li>
136
<li>kesalahan pars pro toto</li>
136
<li>kesalahan pars pro toto</li>
137
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
137
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
138
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
138
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
139
<p>Kesalahan estetis dalam heuristik terjadi apabila sejarawan hanya memilih sumber-sumber sejarah yang sekiranya memiliki nilai estetis (keindahan, seni, sastra). Misalnya, novel biografi yang ditulis oleh Ramadhan KH dengan judul Soekarno: Kuantar ke Gerbang. Alih-alih menyajikan informasi mengenai proses interaksi Soekarno dengan masyarakat selama melakukan aktivitas di Bandung, penulis justru lebih memilih aspek estetis kisah percintaan Soekarno dengan Inggit Garnasih yang penuh dengan dramatisasi. Padahal, aktivisme Soekarno di Bandung sangat penting bagi perkembangan pribadi dan pemikiran Soekarno di kemudian hari.</p>
139
<p>Kesalahan estetis dalam heuristik terjadi apabila sejarawan hanya memilih sumber-sumber sejarah yang sekiranya memiliki nilai estetis (keindahan, seni, sastra). Misalnya, novel biografi yang ditulis oleh Ramadhan KH dengan judul Soekarno: Kuantar ke Gerbang. Alih-alih menyajikan informasi mengenai proses interaksi Soekarno dengan masyarakat selama melakukan aktivitas di Bandung, penulis justru lebih memilih aspek estetis kisah percintaan Soekarno dengan Inggit Garnasih yang penuh dengan dramatisasi. Padahal, aktivisme Soekarno di Bandung sangat penting bagi perkembangan pribadi dan pemikiran Soekarno di kemudian hari.</p>
140
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
140
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
141
<p>Topik:<a>Historiografi</a></p>
141
<p>Topik:<a>Historiografi</a></p>
142
<p>Subtopik: Historiografi Tradisional, Kolonial dan Modern</p>
142
<p>Subtopik: Historiografi Tradisional, Kolonial dan Modern</p>
143
<p>5. Pilihan yang paling tepat terkait ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam adalah …. </p>
143
<p>5. Pilihan yang paling tepat terkait ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam adalah …. </p>
144
<ol><li>bersifat objektif</li>
144
<ol><li>bersifat objektif</li>
145
<li>sudah mengenal unsur kronologi</li>
145
<li>sudah mengenal unsur kronologi</li>
146
<li>adanya unsur politis dan ideologis</li>
146
<li>adanya unsur politis dan ideologis</li>
147
<li>sudah menggunakan pendekatan multidimensional</li>
147
<li>sudah menggunakan pendekatan multidimensional</li>
148
<li>tidak bersifat subjektif</li>
148
<li>tidak bersifat subjektif</li>
149
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
149
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
150
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
150
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
151
<p>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam adalah sebagai berikut.</p>
151
<p>Ciri-ciri historiografi tradisional masa Islam adalah sebagai berikut.</p>
152
<ol><li>Masih mengandung unsur mitos</li>
152
<ol><li>Masih mengandung unsur mitos</li>
153
<li>Sudah mengenal unsur kronologi, unsur ini dapat dilihat dari cerita asal usul raja atau latar belakang berdirinya sebuah kerajaan</li>
153
<li>Sudah mengenal unsur kronologi, unsur ini dapat dilihat dari cerita asal usul raja atau latar belakang berdirinya sebuah kerajaan</li>
154
<li>Bersifat etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang mengagungkan masyarakat dan kebudayaan sendiri sedangkan masyarakat dan kebudayaan orang lain dianggap sebelah mata. Artinya, pada masa historiografi masa Islam yang sebagian berupa babad dan hikayat hanya menceritakan lingkungan etnik tertentu.</li>
154
<li>Bersifat etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang mengagungkan masyarakat dan kebudayaan sendiri sedangkan masyarakat dan kebudayaan orang lain dianggap sebelah mata. Artinya, pada masa historiografi masa Islam yang sebagian berupa babad dan hikayat hanya menceritakan lingkungan etnik tertentu.</li>
155
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
155
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
156
<p><strong>Topik: Indonesia Zaman Hindu-Buddha</strong></p>
156
<p><strong>Topik: Indonesia Zaman Hindu-Buddha</strong></p>
157
<p><strong>Subtopik: Teori Masuknya Agama Hindu Buddha</strong></p>
157
<p><strong>Subtopik: Teori Masuknya Agama Hindu Buddha</strong></p>
158
<p><strong>Level Kognitif: Easy</strong></p>
158
<p><strong>Level Kognitif: Easy</strong></p>
159
<p>6. Teori yang menyatakan bahwa masuknya agama Hindu dan Buddha ke Indonesian dibawa oleh cendekiawan dari Indonesia sendiri dikemukakan oleh ….</p>
159
<p>6. Teori yang menyatakan bahwa masuknya agama Hindu dan Buddha ke Indonesian dibawa oleh cendekiawan dari Indonesia sendiri dikemukakan oleh ….</p>
160
<p>a. Buya Hamka b. F.D.K. Bosch c. J.C. van Leur d. Slamet Mulyana e. George Coedès</p>
160
<p>a. Buya Hamka b. F.D.K. Bosch c. J.C. van Leur d. Slamet Mulyana e. George Coedès</p>
161
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
161
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
162
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
162
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
163
<p>Teori arus balik menyatakan bahwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia dibawa oleh golongan cendekiawan atau terpelajar dari Indonesia sendiri. Teori yang dikemukakan oleh F.D.K. Bosch ini diperkuat oleh bukti penemuan prasasti Nalanda yang menyebutkan tentang pembangunan asrama bagi pelajar-pelajar dari Sriwijaya di Nalanda.</p>
163
<p>Teori arus balik menyatakan bahwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia dibawa oleh golongan cendekiawan atau terpelajar dari Indonesia sendiri. Teori yang dikemukakan oleh F.D.K. Bosch ini diperkuat oleh bukti penemuan prasasti Nalanda yang menyebutkan tentang pembangunan asrama bagi pelajar-pelajar dari Sriwijaya di Nalanda.</p>
164
<p>Jadi, teori yang menyatakan bahwa masuknya agama Hindu dan Buddha ke Indonesia dibawa oleh cendekiawan dari Indonesia sendiri dikemukakan oleh F.D.K. Bosch.</p>
164
<p>Jadi, teori yang menyatakan bahwa masuknya agama Hindu dan Buddha ke Indonesia dibawa oleh cendekiawan dari Indonesia sendiri dikemukakan oleh F.D.K. Bosch.</p>
165
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
165
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
166
<h2>EKONOMI</h2>
166
<h2>EKONOMI</h2>
167
<p><strong>Topik:<a>Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</a></strong></p>
167
<p><strong>Topik:<a>Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</a></strong></p>
168
<p><strong>Subtopik: Prinsip dan Motif Ekonomi</strong></p>
168
<p><strong>Subtopik: Prinsip dan Motif Ekonomi</strong></p>
169
<p><strong>Perhatikan tabel berikut!</strong></p>
169
<p><strong>Perhatikan tabel berikut!</strong></p>
170
<p>Pasangan konsep ekonomi dan contoh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang tepat adalah ….</p>
170
<p>Pasangan konsep ekonomi dan contoh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang tepat adalah ….</p>
171
<ol><li>A1 dengan B1</li>
171
<ol><li>A1 dengan B1</li>
172
<li>A2 dengan B2</li>
172
<li>A2 dengan B2</li>
173
<li>A2 dengan B3</li>
173
<li>A2 dengan B3</li>
174
<li>A3 dengan B2</li>
174
<li>A3 dengan B2</li>
175
<li>A3 dengan B3</li>
175
<li>A3 dengan B3</li>
176
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong><strong></strong></p>
176
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong><strong></strong></p>
177
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
177
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
178
<p>Pasangan konsep ekonomi yang benar adalah sebagai berikut.</p>
178
<p>Pasangan konsep ekonomi yang benar adalah sebagai berikut.</p>
179
<ul><li>A1 dengan B2 → Skala prioritas adalah pengurutan prioritas pemenuhan kebutuhan dengan skala penting dan mendesak.</li>
179
<ul><li>A1 dengan B2 → Skala prioritas adalah pengurutan prioritas pemenuhan kebutuhan dengan skala penting dan mendesak.</li>
180
<li>A2 dengan B1 → Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan sumber daya yang ada untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya atau dengan sumber daya sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu.</li>
180
<li>A2 dengan B1 → Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan sumber daya yang ada untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya atau dengan sumber daya sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu.</li>
181
<li><strong>A3 dengan B3</strong>→ Salah satu motif ekonomi adalah motif aktualisasi diri. Motif tersebut adalah keinginan adanya pengakuan dari orang lain atas potensi yang dimilikinya.</li>
181
<li><strong>A3 dengan B3</strong>→ Salah satu motif ekonomi adalah motif aktualisasi diri. Motif tersebut adalah keinginan adanya pengakuan dari orang lain atas potensi yang dimilikinya.</li>
182
</ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah opsi E.</strong></p>
182
</ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah opsi E.</strong></p>
183
<p><strong>Topik:<a>Sistem Ekonomi</a></strong></p>
183
<p><strong>Topik:<a>Sistem Ekonomi</a></strong></p>
184
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian Sistem Ekonomi</strong></p>
184
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian Sistem Ekonomi</strong></p>
185
<p><strong>Perhatikan keterangan berikut ini!</strong></p>
185
<p><strong>Perhatikan keterangan berikut ini!</strong></p>
186
<p>Pada negara Kaktus, pemerintah dan swasta memiliki peran berimbang dalam kegiatan perekonomian. Kegiatan ekonomi cukup stabil, tetapi pertumbuhan ekonomi belum terlalu tinggi. Oleh karena permasalahan yang terjadi, pemerintah negara Kaktus memberikan kesempatan secara penuh kepada perusahaan swasta untuk terlibat di dalam perekonomian. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi rentan terjadi krisis ekonomi.</p>
186
<p>Pada negara Kaktus, pemerintah dan swasta memiliki peran berimbang dalam kegiatan perekonomian. Kegiatan ekonomi cukup stabil, tetapi pertumbuhan ekonomi belum terlalu tinggi. Oleh karena permasalahan yang terjadi, pemerintah negara Kaktus memberikan kesempatan secara penuh kepada perusahaan swasta untuk terlibat di dalam perekonomian. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi rentan terjadi krisis ekonomi.</p>
187
<p>2. Krisis ekonomi yang terjadi di negara Kaktus setelah perubahan sistem ekonomi karena ….</p>
187
<p>2. Krisis ekonomi yang terjadi di negara Kaktus setelah perubahan sistem ekonomi karena ….</p>
188
<ol><li>pemerintah membatasi daya kreasi dan inisiatif masyarakat sehingga mendorong ketidakstabilan perekonomian</li>
188
<ol><li>pemerintah membatasi daya kreasi dan inisiatif masyarakat sehingga mendorong ketidakstabilan perekonomian</li>
189
<li>kemampuan pelaku kegiatan ekonomi tidak seimbang sehingga hanya pihak tertentu yang mendominasi perekonomian</li>
189
<li>kemampuan pelaku kegiatan ekonomi tidak seimbang sehingga hanya pihak tertentu yang mendominasi perekonomian</li>
190
<li>masyarakat kelas pekerja kalah bersaing dengan pemodal besar sehingga golongan ekonomi kuat yang mendominasi</li>
190
<li>masyarakat kelas pekerja kalah bersaing dengan pemodal besar sehingga golongan ekonomi kuat yang mendominasi</li>
191
<li>masyarakat bebas berkreasi menggunakan sumber daya ekonomi dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya</li>
191
<li>masyarakat bebas berkreasi menggunakan sumber daya ekonomi dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya</li>
192
<li>peran pemerintah sangat dominan sehingga pengawasan dan pengendalian pemerintah menghambat produktivitas swasta</li>
192
<li>peran pemerintah sangat dominan sehingga pengawasan dan pengendalian pemerintah menghambat produktivitas swasta</li>
193
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
193
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
194
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
194
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
195
<p>Pada awalnya peran pemerintah dan swasta berimbang dalam kegiatan perekonomian, kemudian pemerintah negara Kaktus memberikan kesempatan secara penuh kepada perusahaan swasta. Artinya, ada perubahan sistem ekonomi dari sistem ekonomi campuran ke sistem ekonomi pasar.</p>
195
<p>Pada awalnya peran pemerintah dan swasta berimbang dalam kegiatan perekonomian, kemudian pemerintah negara Kaktus memberikan kesempatan secara penuh kepada perusahaan swasta. Artinya, ada perubahan sistem ekonomi dari sistem ekonomi campuran ke sistem ekonomi pasar.</p>
196
<p>Perubahan tersebut menyebabkan adanya kebebasan bagi pihak swasta atau masyarakat untuk bersaing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.<strong>Tetapi kelemahan dari sistem ekonomi pasar adalah rentan terjadi krisis ekonomi</strong>karena menimbulkan adanya penindasan terhadap yang lemah sehingga<strong>memperlihatkan adanya praktik bersaing tidak sehat.</strong>Contohnya masyarakat kelas pekerja kalah bersaing dengan pemodal besar sehingga golongan ekonomi kuat yang mendominasi.</p>
196
<p>Perubahan tersebut menyebabkan adanya kebebasan bagi pihak swasta atau masyarakat untuk bersaing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.<strong>Tetapi kelemahan dari sistem ekonomi pasar adalah rentan terjadi krisis ekonomi</strong>karena menimbulkan adanya penindasan terhadap yang lemah sehingga<strong>memperlihatkan adanya praktik bersaing tidak sehat.</strong>Contohnya masyarakat kelas pekerja kalah bersaing dengan pemodal besar sehingga golongan ekonomi kuat yang mendominasi.</p>
197
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
197
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
198
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Pasar dalam Perekonomian</a></strong></p>
198
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Pasar dalam Perekonomian</a></strong></p>
199
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Peran IPTEK terhadap Perubahan Jenis dan Struktur Pasar</strong></p>
199
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Peran IPTEK terhadap Perubahan Jenis dan Struktur Pasar</strong></p>
200
<p>3. Alenka baru saja dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Alenka bermaksud untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri sehingga ia perlu membeli buku-buku yang berstandar internasional untuk memudahkannya dalam belajar. Namun sayangnya buku-buku tersebut belum di jual di toko buku di Indonesia, Alenka pun harus membelinya di salah satu situs belanja yang menyediakan buku-buku internasional.</p>
200
<p>3. Alenka baru saja dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Alenka bermaksud untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri sehingga ia perlu membeli buku-buku yang berstandar internasional untuk memudahkannya dalam belajar. Namun sayangnya buku-buku tersebut belum di jual di toko buku di Indonesia, Alenka pun harus membelinya di salah satu situs belanja yang menyediakan buku-buku internasional.</p>
201
<p>Peran iptek terhadap perubahan dan struktur pasar yang dirasakan oleh Alenka adalah ….</p>
201
<p>Peran iptek terhadap perubahan dan struktur pasar yang dirasakan oleh Alenka adalah ….</p>
202
<ol><li>memperluas jaringan mitra kerja</li>
202
<ol><li>memperluas jaringan mitra kerja</li>
203
<li>biaya produksi lebih efisien</li>
203
<li>biaya produksi lebih efisien</li>
204
<li>memperpendek jarak</li>
204
<li>memperpendek jarak</li>
205
<li>proses layanan akan semakin kompleks</li>
205
<li>proses layanan akan semakin kompleks</li>
206
<li>memudahkan pendidikan ke luar negeri</li>
206
<li>memudahkan pendidikan ke luar negeri</li>
207
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
207
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
208
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
208
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
209
<p>Terdapat beberapa manfaat berkembangnya iptek bagi jenis pasar dan juga struktur pasar, salah satunya adalah banyaknya<em>e-commerce</em>yang ada di suatu negara. Banyaknya<em>e-commerce</em>tentunya akan memudahkan pembeli dan penjual dalam bertransaksi, bahkan untuk antar negara sekalipun.<em>E-commerce</em>berfungsi untuk<strong>memperpendek jarak</strong>antara penjual dan pembeli yang lokasinya berjauhan.</p>
209
<p>Terdapat beberapa manfaat berkembangnya iptek bagi jenis pasar dan juga struktur pasar, salah satunya adalah banyaknya<em>e-commerce</em>yang ada di suatu negara. Banyaknya<em>e-commerce</em>tentunya akan memudahkan pembeli dan penjual dalam bertransaksi, bahkan untuk antar negara sekalipun.<em>E-commerce</em>berfungsi untuk<strong>memperpendek jarak</strong>antara penjual dan pembeli yang lokasinya berjauhan.</p>
210
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
210
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
211
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>OJK dan Lembaga Keuangan Perbankan</a></strong></p>
211
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>OJK dan Lembaga Keuangan Perbankan</a></strong></p>
212
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: OJK</strong></p>
212
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: OJK</strong></p>
213
<p>4. Sebagai lembaga pengatur jasa keuangan, OJK mengambil keputusan yang berpedoman pada peraturan undang-undang yang berlaku dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun. Asas yang tercermin dalam pernyataan tersebut adalah ….</p>
213
<p>4. Sebagai lembaga pengatur jasa keuangan, OJK mengambil keputusan yang berpedoman pada peraturan undang-undang yang berlaku dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun. Asas yang tercermin dalam pernyataan tersebut adalah ….</p>
214
<ol><li>integritas</li>
214
<ol><li>integritas</li>
215
<li>transparansi</li>
215
<li>transparansi</li>
216
<li>independensi</li>
216
<li>independensi</li>
217
<li>profesionalitas</li>
217
<li>profesionalitas</li>
218
<li>kepastian hukum</li>
218
<li>kepastian hukum</li>
219
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
219
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
220
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
220
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
221
<p>Sebagai lembaga pengatur jasa keuangan, OJK mengambil keputusan yang berpedoman pada peraturan undang-undang yang berlaku dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun. Hal tersebut merupakan salah satu cerminan<strong>asas independensi</strong>. Asas tersebut menunjukkan OJK sebagai lembaga yang berdiri sendiri dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak lain.</p>
221
<p>Sebagai lembaga pengatur jasa keuangan, OJK mengambil keputusan yang berpedoman pada peraturan undang-undang yang berlaku dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun. Hal tersebut merupakan salah satu cerminan<strong>asas independensi</strong>. Asas tersebut menunjukkan OJK sebagai lembaga yang berdiri sendiri dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak lain.</p>
222
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah C.</strong></p>
222
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah C.</strong></p>
223
<p></p>
223
<p></p>
224
<p><strong>Topik</strong><strong>: Lembaga Keuangan Non Perbankan</strong></p>
224
<p><strong>Topik</strong><strong>: Lembaga Keuangan Non Perbankan</strong></p>
225
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Lembaga Penunjang dan Instrumen Pasar Modal</a></strong></p>
225
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Lembaga Penunjang dan Instrumen Pasar Modal</a></strong></p>
226
<p>5. Surat tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang dan/atau badan usaha dalam suatu perusahaan disebut ….</p>
226
<p>5. Surat tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang dan/atau badan usaha dalam suatu perusahaan disebut ….</p>
227
<ol><li><em>right</em></li>
227
<ol><li><em>right</em></li>
228
<li>saham</li>
228
<li>saham</li>
229
<li><em>warrant</em></li>
229
<li><em>warrant</em></li>
230
<li>obligasi</li>
230
<li>obligasi</li>
231
<li>reksadana</li>
231
<li>reksadana</li>
232
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong><strong></strong></p>
232
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong><strong></strong></p>
233
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
233
<p><strong>Pembahasan:</strong><strong></strong></p>
234
<p><strong>Saham</strong>adalah bukti penyertaan modal seseorang atau badan usaha di suatu perusahaan berbentuk perseroan terbatas. Ketika seorang investor membeli saham maka dapat dikatakan ia telah memiliki sebagian modal di perusahaan tersebut. Kepemilikan saham oleh investor akan mendapatkan balas jasa berupa dividen (bagi hasil keuntungan usaha).</p>
234
<p><strong>Saham</strong>adalah bukti penyertaan modal seseorang atau badan usaha di suatu perusahaan berbentuk perseroan terbatas. Ketika seorang investor membeli saham maka dapat dikatakan ia telah memiliki sebagian modal di perusahaan tersebut. Kepemilikan saham oleh investor akan mendapatkan balas jasa berupa dividen (bagi hasil keuntungan usaha).</p>
235
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
235
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
236
<p><strong>Topik: Mekanisme Pasar dan Elastisitas</strong></p>
236
<p><strong>Topik: Mekanisme Pasar dan Elastisitas</strong></p>
237
<p><strong>Subtopik: Konsep Dasar Penawaran</strong></p>
237
<p><strong>Subtopik: Konsep Dasar Penawaran</strong></p>
238
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
238
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
239
<p>6. Perhatikan kurva berikut ini!</p>
239
<p>6. Perhatikan kurva berikut ini!</p>
240
<p>Faktor berikut ini yang dapat menyebabkan pergeseran kurva supply dari S0 ke S1 seperti yang terdapat pada gambar tersebut adalah ….</p>
240
<p>Faktor berikut ini yang dapat menyebabkan pergeseran kurva supply dari S0 ke S1 seperti yang terdapat pada gambar tersebut adalah ….</p>
241
<p>a. meningkatnya jumlah UMKM b. penurunan tarif listrik dan BBM c. kemajuan teknologi yang digunakan d. peningkatan tarif pajak bagi produsen e. meningkatnya harga barang substitusi</p>
241
<p>a. meningkatnya jumlah UMKM b. penurunan tarif listrik dan BBM c. kemajuan teknologi yang digunakan d. peningkatan tarif pajak bagi produsen e. meningkatnya harga barang substitusi</p>
242
<p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
242
<p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
243
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
243
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
244
<p>Kurva penawaran dapat bergeser ke kiri dan ke kanan. Pergeseran kurva ke kanan menunjukkan adanya penambahan penawaran yang dilakukan oleh penjual atau produsen. Namun, pergeseran kurva ke kiri (dari kurva S0 ke S1) menunjukkan adanya penurunan penawaran. Berikut ini analisis faktor yang terdapat pada opsi jawaban.</p>
244
<p>Kurva penawaran dapat bergeser ke kiri dan ke kanan. Pergeseran kurva ke kanan menunjukkan adanya penambahan penawaran yang dilakukan oleh penjual atau produsen. Namun, pergeseran kurva ke kiri (dari kurva S0 ke S1) menunjukkan adanya penurunan penawaran. Berikut ini analisis faktor yang terdapat pada opsi jawaban.</p>
245
<ul><li>Opsi A salah, meningkatnya jumlah UMKM mengakibatkan bertambahnya jumlah produsen. Semakin banyak jumlah produsen, semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan. Ketika penawaran semakin bertambah maka kurva penawaran akan bergeser ke kanan.</li>
245
<ul><li>Opsi A salah, meningkatnya jumlah UMKM mengakibatkan bertambahnya jumlah produsen. Semakin banyak jumlah produsen, semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan. Ketika penawaran semakin bertambah maka kurva penawaran akan bergeser ke kanan.</li>
246
<li>Opsi B salah, penurunan tarif listrik dan BBM menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan semakin murah. Hal itu membuat produsen cenderung akan meningkatkan produksinya sehingga jumlah penawarannya pun akan bertambah dan kurva penawaran bergeser ke kanan.</li>
246
<li>Opsi B salah, penurunan tarif listrik dan BBM menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan semakin murah. Hal itu membuat produsen cenderung akan meningkatkan produksinya sehingga jumlah penawarannya pun akan bertambah dan kurva penawaran bergeser ke kanan.</li>
247
<li>Opsi C salah, kemajuan teknologi yang digunakan mengakibatkan produsen mampu meningkatkan hasil produksinya dengan cepat dan biaya yang lebih murah. Hal tersebut dapat mendorong meningkatnya penawaran dan kurva penawaran akan bergeser ke kanan.</li>
247
<li>Opsi C salah, kemajuan teknologi yang digunakan mengakibatkan produsen mampu meningkatkan hasil produksinya dengan cepat dan biaya yang lebih murah. Hal tersebut dapat mendorong meningkatnya penawaran dan kurva penawaran akan bergeser ke kanan.</li>
248
<li>Opsi D benar, peningkatan pajak bagi produsen menyebabkan biaya produksi meningkat. Dengan asumsi modal yang tetap, maka hal tersebut mengakibatkan para produsen mengurangi kuantitas barang yang diproduksi dan menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri atas (dari kurva S0 ke S1).</li>
248
<li>Opsi D benar, peningkatan pajak bagi produsen menyebabkan biaya produksi meningkat. Dengan asumsi modal yang tetap, maka hal tersebut mengakibatkan para produsen mengurangi kuantitas barang yang diproduksi dan menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri atas (dari kurva S0 ke S1).</li>
249
<li>Opsi E salah, kenaikan harga barang substitusi membuat produsen atau perusahaan akan menawarkan lebih banyak barang, akibatnya kurva penawaran akan bergeser ke kanan.</li>
249
<li>Opsi E salah, kenaikan harga barang substitusi membuat produsen atau perusahaan akan menawarkan lebih banyak barang, akibatnya kurva penawaran akan bergeser ke kanan.</li>
250
</ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
250
</ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
251
<h2>SOSIOLOGI</h2>
251
<h2>SOSIOLOGI</h2>
252
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Bentuk Interaksi Sosial</a></strong></p>
252
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Bentuk Interaksi Sosial</a></strong></p>
253
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kerjasama sebagai Bentuk Interaksi Asosiatif</strong></p>
253
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kerjasama sebagai Bentuk Interaksi Asosiatif</strong></p>
254
<p>1. Kelompok minoritas dalam pemerintahan berusaha untuk menerima setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemimpin baru mereka yang berasal dari kelompok mayoritas. Hal tersebut merupakan salah satu perwujudan dari kerja sama dalam bentuk ….</p>
254
<p>1. Kelompok minoritas dalam pemerintahan berusaha untuk menerima setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemimpin baru mereka yang berasal dari kelompok mayoritas. Hal tersebut merupakan salah satu perwujudan dari kerja sama dalam bentuk ….</p>
255
<ol><li>gotong royong</li>
255
<ol><li>gotong royong</li>
256
<li><em>joint venture</em></li>
256
<li><em>joint venture</em></li>
257
<li><em>bargaining</em></li>
257
<li><em>bargaining</em></li>
258
<li>koalisi</li>
258
<li>koalisi</li>
259
<li>kooptasi</li>
259
<li>kooptasi</li>
260
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
260
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
261
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
261
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
262
<p>Salah satu bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif berupa kerja sama. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama antarpihak tertentu untuk mencapai suatu tujuan bersama. Berdasarkan pelaksanaannya, kerja sama memiliki lima bentuk sebagai berikut:</p>
262
<p>Salah satu bentuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif berupa kerja sama. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama antarpihak tertentu untuk mencapai suatu tujuan bersama. Berdasarkan pelaksanaannya, kerja sama memiliki lima bentuk sebagai berikut:</p>
263
<ol><li>Kerukunan atau gotong royong.</li>
263
<ol><li>Kerukunan atau gotong royong.</li>
264
<li><em>Bargaining</em>atau tawar menawar, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih. Dalam<em>bargaining</em>prinsip keadilan sangat ditekankan.</li>
264
<li><em>Bargaining</em>atau tawar menawar, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih. Dalam<em>bargaining</em>prinsip keadilan sangat ditekankan.</li>
265
<li><strong>Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara menghindari konflik yang dapat mengguncang organisasi.</strong></li>
265
<li><strong>Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara menghindari konflik yang dapat mengguncang organisasi.</strong></li>
266
<li>Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil karena kedua organisasi memiliki struktur tersendiri.</li>
266
<li>Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil karena kedua organisasi memiliki struktur tersendiri.</li>
267
<li><em>Joint venture</em>atau usaha patungan, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu, misalnya pertambangan minyak dan perhotelan.</li>
267
<li><em>Joint venture</em>atau usaha patungan, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu, misalnya pertambangan minyak dan perhotelan.</li>
268
</ol><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, bentuk kerja sama yang tepat sesuai dengan ilustrasi soal adalah kooptasi.<strong>Kooptasi terjadi ketika terdapat suatu kelompok yang menerima unsur-unsur baru, dalam hal ini menerima kebijakan yang ditetapkan pemimpin baru.</strong></p>
268
</ol><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, bentuk kerja sama yang tepat sesuai dengan ilustrasi soal adalah kooptasi.<strong>Kooptasi terjadi ketika terdapat suatu kelompok yang menerima unsur-unsur baru, dalam hal ini menerima kebijakan yang ditetapkan pemimpin baru.</strong></p>
269
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
269
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
270
<p><strong>Topik</strong><strong>: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
270
<p><strong>Topik</strong><strong>: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
271
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Proses Interaksi dalam Hubungan Sosial</strong></p>
271
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Proses Interaksi dalam Hubungan Sosial</strong></p>
272
<p>2. lnteraksi sosial dapat terjadi jika memenuhi syarat, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Tindakan yang mencerminkan kontak sosial adalah ….</p>
272
<p>2. lnteraksi sosial dapat terjadi jika memenuhi syarat, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Tindakan yang mencerminkan kontak sosial adalah ….</p>
273
<ol><li>berlatih puisi di depan kaca</li>
273
<ol><li>berlatih puisi di depan kaca</li>
274
<li>berpapasan dengan orang lain</li>
274
<li>berpapasan dengan orang lain</li>
275
<li>berimajinasi tentang orang lain</li>
275
<li>berimajinasi tentang orang lain</li>
276
<li>berlari ketika menyeberang jalan</li>
276
<li>berlari ketika menyeberang jalan</li>
277
<li>berjabat tangan ketika bertemu orang lain</li>
277
<li>berjabat tangan ketika bertemu orang lain</li>
278
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
278
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
279
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
279
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
280
<p>Kontak sosial dapat terbentuk melalui kontak fisik, misalnya berjabat tangan ketika bertemu orang lain.<strong>Dengan berjabat tangan, seseorang melakukan kontak fisik dan saling memberi respons.</strong>Kontak sosial tersebut merupakan kontak sosial positif. Tindakan yang dilakukan mendapatkan respons dari pihak lain sehingga membentuk proses interaksi tahap lanjut.</p>
280
<p>Kontak sosial dapat terbentuk melalui kontak fisik, misalnya berjabat tangan ketika bertemu orang lain.<strong>Dengan berjabat tangan, seseorang melakukan kontak fisik dan saling memberi respons.</strong>Kontak sosial tersebut merupakan kontak sosial positif. Tindakan yang dilakukan mendapatkan respons dari pihak lain sehingga membentuk proses interaksi tahap lanjut.</p>
281
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
281
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
282
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat I</strong></p>
282
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat I</strong></p>
283
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sosiologi sebagai Ilmu Sosial</strong></p>
283
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sosiologi sebagai Ilmu Sosial</strong></p>
284
<p>3. Berikut yang merupakan langkah awal dalam penelitian sosiologi adalah ….</p>
284
<p>3. Berikut yang merupakan langkah awal dalam penelitian sosiologi adalah ….</p>
285
<ol><li>mengumpulkan data</li>
285
<ol><li>mengumpulkan data</li>
286
<li>mengidentifikasi masalah</li>
286
<li>mengidentifikasi masalah</li>
287
<li>merumuskan hipotesis</li>
287
<li>merumuskan hipotesis</li>
288
<li>memilih metode pengumpulan data</li>
288
<li>memilih metode pengumpulan data</li>
289
<li>merumuskan masalah</li>
289
<li>merumuskan masalah</li>
290
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
290
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
291
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
291
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
292
<p><strong>Langkah-langkah utama dalam sebuah penelitian sosiologi adalah sebagai berikut.</strong></p>
292
<p><strong>Langkah-langkah utama dalam sebuah penelitian sosiologi adalah sebagai berikut.</strong></p>
293
<ol><li><strong>Mengidentifikasi masalah</strong></li>
293
<ol><li><strong>Mengidentifikasi masalah</strong></li>
294
<li>Merumuskan masalah dan menentukan ruang lingkup penelitian</li>
294
<li>Merumuskan masalah dan menentukan ruang lingkup penelitian</li>
295
<li>Merumuskan hipotesis yang relevan dengan masalah yang diajukan</li>
295
<li>Merumuskan hipotesis yang relevan dengan masalah yang diajukan</li>
296
<li>Memilih metode pengumpulan data</li>
296
<li>Memilih metode pengumpulan data</li>
297
<li>Mengumpulkan data</li>
297
<li>Mengumpulkan data</li>
298
<li>Menafsirkan data</li>
298
<li>Menafsirkan data</li>
299
<li>Membuat kesimpulan</li>
299
<li>Membuat kesimpulan</li>
300
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, langkah awal dalam penelitian sosiologi adalah B.</strong></p>
300
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, langkah awal dalam penelitian sosiologi adalah B.</strong></p>
301
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bentuk Interaksi Sosial</strong></p>
301
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bentuk Interaksi Sosial</strong></p>
302
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kontravensi sebagai Interaksi Disosiatif</strong></p>
302
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kontravensi sebagai Interaksi Disosiatif</strong></p>
303
<p><strong>Perhatikan bentuk-bentuk kontravensi berikut!</strong></p>
303
<p><strong>Perhatikan bentuk-bentuk kontravensi berikut!</strong></p>
304
<ol><li>Intensif</li>
304
<ol><li>Intensif</li>
305
<li>Sederhana</li>
305
<li>Sederhana</li>
306
<li>Taktis</li>
306
<li>Taktis</li>
307
<li>Terbuka</li>
307
<li>Terbuka</li>
308
<li>Kompleks</li>
308
<li>Kompleks</li>
309
</ol><p>4. Bentuk-bentuk dari kontravensi menurut Wiese dan Becker ditunjukkan nomor ….</p>
309
</ol><p>4. Bentuk-bentuk dari kontravensi menurut Wiese dan Becker ditunjukkan nomor ….</p>
310
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
310
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
311
<li>1, 2, dan 5</li>
311
<li>1, 2, dan 5</li>
312
<li>1, 4, dan 5</li>
312
<li>1, 4, dan 5</li>
313
<li>2, 3, dan 4</li>
313
<li>2, 3, dan 4</li>
314
<li>3, 4, dan 5</li>
314
<li>3, 4, dan 5</li>
315
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
315
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
316
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
316
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
317
<p>Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, kontravensi memiliki lima bentuk sebagai berikut.</p>
317
<p>Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, kontravensi memiliki lima bentuk sebagai berikut.</p>
318
<ol><li>Umum, misalnya penolakan, keengganan, perlawanan, protes, perbuatan menghalang-halangi, penggunaan kekerasan, atau pengacauan rencana pihak lain.</li>
318
<ol><li>Umum, misalnya penolakan, keengganan, perlawanan, protes, perbuatan menghalang-halangi, penggunaan kekerasan, atau pengacauan rencana pihak lain.</li>
319
<li><strong>Sederhana, misalnya penyangkalan pernyataan orang di muka umum, maki-makian melalui surat atau selebaran, dan cercaan.</strong></li>
319
<li><strong>Sederhana, misalnya penyangkalan pernyataan orang di muka umum, maki-makian melalui surat atau selebaran, dan cercaan.</strong></li>
320
<li><strong>lntensif, misalnya penghasutan atau penyebaran desas-desus.</strong></li>
320
<li><strong>lntensif, misalnya penghasutan atau penyebaran desas-desus.</strong></li>
321
<li>Rahasia, misalnya pembocoran rahasia lawan atau pengkhianatan.</li>
321
<li>Rahasia, misalnya pembocoran rahasia lawan atau pengkhianatan.</li>
322
<li><strong>Taktis, misalnya kejutan terhadap lawan, pembingungan pihak lawan, provokasi, atau intimidasi.</strong></li>
322
<li><strong>Taktis, misalnya kejutan terhadap lawan, pembingungan pihak lawan, provokasi, atau intimidasi.</strong></li>
323
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
323
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
324
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat I</strong></p>
324
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat I</strong></p>
325
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Fungsi Sosiologi dan Peran Sosiolog dalam Pembangunan</strong></p>
325
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Fungsi Sosiologi dan Peran Sosiolog dalam Pembangunan</strong></p>
326
<p>5. Alasan yang membuat prediksi sosiologi dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan adalah ….</p>
326
<p>5. Alasan yang membuat prediksi sosiologi dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan adalah ….</p>
327
<ol><li>sosiologi membahas mengenai manusia beserta sifat yang dimilikinya</li>
327
<ol><li>sosiologi membahas mengenai manusia beserta sifat yang dimilikinya</li>
328
<li>dengan penelitian sosiologi dapat diketahui permasalahan di masa depan</li>
328
<li>dengan penelitian sosiologi dapat diketahui permasalahan di masa depan</li>
329
<li>kajian dari sosiologi sendiri adalah manusia yang saling berhubungan baik perorangan maupun dengan kolompok atau instansi</li>
329
<li>kajian dari sosiologi sendiri adalah manusia yang saling berhubungan baik perorangan maupun dengan kolompok atau instansi</li>
330
<li>pada dasarnya sosiologi lebih bersifat subjektif dan kumulatif</li>
330
<li>pada dasarnya sosiologi lebih bersifat subjektif dan kumulatif</li>
331
<li>sifat dari sosiologi sebagai ilmu murni adalah objektif maka diharapkan dengan prediksi sosiologi dapat mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan</li>
331
<li>sifat dari sosiologi sebagai ilmu murni adalah objektif maka diharapkan dengan prediksi sosiologi dapat mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan</li>
332
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
332
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
333
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
333
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
334
<p>Salah satu kegunaan sosiologi,<strong>yaitu peran sosiolog sebagai konsultan kebijakan.</strong>Setelah sosiolog melakukan penelitian dan mendapatkan hasilnya berupa data,<strong>hal tersebut dapat memprediksi yang memuat pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi termasuk memperkirakan pengaruh kebijakan sosial terhadap penyelesaian suatu permasalahan.</strong><strong>Setiap kebijakan adalah suatu prediksi.</strong></p>
334
<p>Salah satu kegunaan sosiologi,<strong>yaitu peran sosiolog sebagai konsultan kebijakan.</strong>Setelah sosiolog melakukan penelitian dan mendapatkan hasilnya berupa data,<strong>hal tersebut dapat memprediksi yang memuat pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi termasuk memperkirakan pengaruh kebijakan sosial terhadap penyelesaian suatu permasalahan.</strong><strong>Setiap kebijakan adalah suatu prediksi.</strong></p>
335
<p>Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa alasan yang membuat prediksi sosiologi dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan adalah<strong>sifat dari sosiologi sebagai ilmu murni adalah objektif maka diharapkan dengan prediksi sosiologi dapat mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan.</strong></p>
335
<p>Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa alasan yang membuat prediksi sosiologi dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan adalah<strong>sifat dari sosiologi sebagai ilmu murni adalah objektif maka diharapkan dengan prediksi sosiologi dapat mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan.</strong></p>
336
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
336
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
337
<p><strong>Topik: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
337
<p><strong>Topik: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
338
<p><strong>Subtopik: Tindakan dalam Sebuah Hubungan Sosial</strong></p>
338
<p><strong>Subtopik: Tindakan dalam Sebuah Hubungan Sosial</strong></p>
339
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
339
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
340
<p>6. Seorang individu yang mengucapkan kata “permisi” seraya membungkukkan badan ketika jalan melewati sejumlah orang yang sedang duduk merepresentasikan salah satu bentuk tindakan sosial yang dikemukakan oleh Weber, yaitu ….</p>
340
<p>6. Seorang individu yang mengucapkan kata “permisi” seraya membungkukkan badan ketika jalan melewati sejumlah orang yang sedang duduk merepresentasikan salah satu bentuk tindakan sosial yang dikemukakan oleh Weber, yaitu ….</p>
341
<p>a. tindakan afektif b. tindakan kulturistik c. tindakan tradisional d. tindakan berorientasi nilai e. tindakan rasional instrumental</p>
341
<p>a. tindakan afektif b. tindakan kulturistik c. tindakan tradisional d. tindakan berorientasi nilai e. tindakan rasional instrumental</p>
342
<p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
342
<p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
343
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
343
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
344
<p>Tindakan individu di dalam soal merepresentasikan salah satu bentuk tindakan sosial menurut Weber, yaitu tindakan berorientasi nilai. Tindakan berorientasi nilai adalah tindakan-tindakan yang dilakukan atas dasar nilai-nilai dasar yang ada di masyarakat atau sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Tindakan yang dilakukan oleh individu di dalam soal berhubungan dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat, yaitu sikap sopan santun.</p>
344
<p>Tindakan individu di dalam soal merepresentasikan salah satu bentuk tindakan sosial menurut Weber, yaitu tindakan berorientasi nilai. Tindakan berorientasi nilai adalah tindakan-tindakan yang dilakukan atas dasar nilai-nilai dasar yang ada di masyarakat atau sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Tindakan yang dilakukan oleh individu di dalam soal berhubungan dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat, yaitu sikap sopan santun.</p>
345
<p>Pilihan A tidak tepat karena tindakan afektif adalah tindakan sosial yang didasari atas perasaan atau emosi. Tindakan di dalam soal bukan didasari karena perasaan atau emosi.</p>
345
<p>Pilihan A tidak tepat karena tindakan afektif adalah tindakan sosial yang didasari atas perasaan atau emosi. Tindakan di dalam soal bukan didasari karena perasaan atau emosi.</p>
346
<p>Pilihan B tidak tepat karena bukan termasuk bentuk tindakan sosial menurut Weber.</p>
346
<p>Pilihan B tidak tepat karena bukan termasuk bentuk tindakan sosial menurut Weber.</p>
347
<p>Pilihan C tidak tepat karena tindakan tradisional adalah tindakan yang dilakukan atas dasar tradisi atau kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Tindakan di dalam soal tidak didasarkan pada sebuah kebiasaan, melainkan nilai-nilai baik di masyarakat.</p>
347
<p>Pilihan C tidak tepat karena tindakan tradisional adalah tindakan yang dilakukan atas dasar tradisi atau kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Tindakan di dalam soal tidak didasarkan pada sebuah kebiasaan, melainkan nilai-nilai baik di masyarakat.</p>
348
<p>Pilihan E tidak tepat karena adalah tindakan yang dilandasi pemikiran logis dengan mempertimbangkan matang antara cara dan tujuan. Tindakan di dalam soal tidak dilakukan atas dasar pertimbangan yang logis dengan mempertimbangkan antara cara dan tujuan.</p>
348
<p>Pilihan E tidak tepat karena adalah tindakan yang dilandasi pemikiran logis dengan mempertimbangkan matang antara cara dan tujuan. Tindakan di dalam soal tidak dilakukan atas dasar pertimbangan yang logis dengan mempertimbangkan antara cara dan tujuan.</p>
349
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
349
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
350
<h2>MATEMATIKA</h2>
350
<h2>MATEMATIKA</h2>
351
<p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Rasional</strong></p>
351
<p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Rasional</strong></p>
352
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Rasional</strong></p>
352
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Rasional</strong></p>
353
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
353
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
354
<p>Perhatikan pembuat nol dibagian pembilangnya, yaitu x = -3 dan x = -1. Kemudian, karena bentuk aljabar di ruas kiri merupakan bentuk rasional sehingga terdapat syarat penyebut yang harus dipenuhi, yaitu x ≠ 1.</p>
354
<p>Perhatikan pembuat nol dibagian pembilangnya, yaitu x = -3 dan x = -1. Kemudian, karena bentuk aljabar di ruas kiri merupakan bentuk rasional sehingga terdapat syarat penyebut yang harus dipenuhi, yaitu x ≠ 1.</p>
355
<p>Selanjutnya, letakkan pembuat nol dan syarat nilai x sebelumnya pada garis bilangan sebagai berikut.</p>
355
<p>Selanjutnya, letakkan pembuat nol dan syarat nilai x sebelumnya pada garis bilangan sebagai berikut.</p>
356
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak</strong><strong></strong></p>
356
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak</strong><strong></strong></p>
357
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear</strong><strong></strong></p>
357
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear</strong><strong></strong></p>
358
<p><strong>Level</strong><strong>: Easy</strong></p>
358
<p><strong>Level</strong><strong>: Easy</strong></p>
359
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar)</strong><strong></strong></p>
359
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar)</strong><strong></strong></p>
360
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar)</strong><strong></strong></p>
360
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar)</strong><strong></strong></p>
361
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
361
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
362
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
362
<p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
363
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
363
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
364
<p>Dengan demikian, penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut adalah x<8.</p>
364
<p>Dengan demikian, penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut adalah x<8.</p>
365
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B</strong><strong>.</strong></p>
365
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B</strong><strong>.</strong></p>
366
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear</strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel</strong><strong></strong><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
366
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear</strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel</strong><strong></strong><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
367
<p>4. Fatih dan Karim bekerja bersama-sama dan mampu menyelesaikan pembuatan batik dalam waktu 20 hari. Jika Karim dan Habib bekerja bersama, mereka mampu menyelesaikan pembuatan batik dalam waktu 12 hari. Jika Fatih dan Habib bekerja bersama, mereka mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 10 hari. Waktu yang dibutuhkan Habib untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sendiri adalah … hari.</p>
367
<p>4. Fatih dan Karim bekerja bersama-sama dan mampu menyelesaikan pembuatan batik dalam waktu 20 hari. Jika Karim dan Habib bekerja bersama, mereka mampu menyelesaikan pembuatan batik dalam waktu 12 hari. Jika Fatih dan Habib bekerja bersama, mereka mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 10 hari. Waktu yang dibutuhkan Habib untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sendiri adalah … hari.</p>
368
<ol><li>10</li>
368
<ol><li>10</li>
369
<li>15</li>
369
<li>15</li>
370
<li>20</li>
370
<li>20</li>
371
<li>25</li>
371
<li>25</li>
372
<li>30</li>
372
<li>30</li>
373
</ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
373
</ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
374
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
374
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
375
<p> Terlebih dahulu dilakukan pemisalan sebagai berikut.</p>
375
<p> Terlebih dahulu dilakukan pemisalan sebagai berikut.</p>
376
<ul><li>Bagian pembuatan batik yang dikerjakan oleh Fatih dalam satu hari adalah x</li>
376
<ul><li>Bagian pembuatan batik yang dikerjakan oleh Fatih dalam satu hari adalah x</li>
377
<li>Bagian pembuatan batik yang dikerjakan oleh Karim dalam satu hari adalah y</li>
377
<li>Bagian pembuatan batik yang dikerjakan oleh Karim dalam satu hari adalah y</li>
378
<li>Bagian pembuatan batik yang dikerjakan oleh Habib dalam satu hari adalah z</li>
378
<li>Bagian pembuatan batik yang dikerjakan oleh Habib dalam satu hari adalah z</li>
379
</ul><p>Model matematika yang tepat untuk persoalan di atas adalah sebagai berikut.</p>
379
</ul><p>Model matematika yang tepat untuk persoalan di atas adalah sebagai berikut.</p>
380
<p>Kemudian, ubah bentuk persamaan (2) sehingga diperoleh bentuk sebagai berikut.</p>
380
<p>Kemudian, ubah bentuk persamaan (2) sehingga diperoleh bentuk sebagai berikut.</p>
381
<p>Substitusi bentuk di atas ke persamaan (1) sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
381
<p>Substitusi bentuk di atas ke persamaan (1) sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
382
<p>Eliminasi z melalui persamaan (3) dan (4) sebagai berikut.</p>
382
<p>Eliminasi z melalui persamaan (3) dan (4) sebagai berikut.</p>
383
<p>Kemudian, substitusi x ke persamaan (3). Akibatnya, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
383
<p>Kemudian, substitusi x ke persamaan (3). Akibatnya, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
384
<p>Dalam satu hari, Habib mampu menyelesaikan bagian pekerjaannya.</p>
384
<p>Dalam satu hari, Habib mampu menyelesaikan bagian pekerjaannya.</p>
385
<p>Dengan demikian, agar pekerjaan tersebut selesai, Habib membutuhkan waktu selama 15 hari.</p>
385
<p>Dengan demikian, agar pekerjaan tersebut selesai, Habib membutuhkan waktu selama 15 hari.</p>
386
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
386
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
387
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem Persamaan & Pertidaksamaan Linear-Kuadrat Dua Variabel (SPLKDV)</strong><strong></strong></p>
387
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem Persamaan & Pertidaksamaan Linear-Kuadrat Dua Variabel (SPLKDV)</strong><strong></strong></p>
388
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Kuadrat Dua Variabel</a></strong><strong></strong></p>
388
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Kuadrat Dua Variabel</a></strong><strong></strong></p>
389
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
389
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
390
<p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
390
<p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
391
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
391
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
392
<p>Didapat penyelesaian lainnya adalah 2, 12.</p>
392
<p>Didapat penyelesaian lainnya adalah 2, 12.</p>
393
<p>Dengan demikian, penyelesaian dari sistem persamaan pada soal adalah -4, -6 dan 2, 12.</p>
393
<p>Dengan demikian, penyelesaian dari sistem persamaan pada soal adalah -4, -6 dan 2, 12.</p>
394
<p>Berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia, maka salah satu penyelesaiannya adalah -4, -6.</p>
394
<p>Berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia, maka salah satu penyelesaiannya adalah -4, -6.</p>
395
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
395
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
396
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi</strong></p>
396
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi</strong></p>
397
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Relasi dan Fungsi, Aljabar Fungsi</a></strong></p>
397
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:<a>Relasi dan Fungsi, Aljabar Fungsi</a></strong></p>
398
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
398
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
399
<p>6. Jika<em>f (x, y, z) = 3x + 5y - 2z</em>dan<em>f (p, q, 0) = -f (0, p, q)</em>maka nilai dari adalah ….</p>
399
<p>6. Jika<em>f (x, y, z) = 3x + 5y - 2z</em>dan<em>f (p, q, 0) = -f (0, p, q)</em>maka nilai dari adalah ….</p>
400
<p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
400
<p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
401
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
401
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
402
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
402
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
403
<p>Terima kasih sudah belajar hari ini! Nah, itu tadi beberapa contoh soal dan pembahasan PAS kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil 2023 yang bisa kamu gunakan sebagai latihan untuk menghadapi PAS nanti. Semoga bermanfaat ya! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di<a>ruangbelajar!</a></p>
403
<p>Terima kasih sudah belajar hari ini! Nah, itu tadi beberapa contoh soal dan pembahasan PAS kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil 2023 yang bisa kamu gunakan sebagai latihan untuk menghadapi PAS nanti. Semoga bermanfaat ya! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di<a>ruangbelajar!</a></p>
404
404