0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel<strong><a>Bahasa Indonesia kelas 10</a></strong>ini menjelaskan mengenai teks biografi meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis, kaidah kebahasaan, hingga contoh teks biografi singkatnya.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel<strong><a>Bahasa Indonesia kelas 10</a></strong>ini menjelaskan mengenai teks biografi meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis, kaidah kebahasaan, hingga contoh teks biografi singkatnya.</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p>Pernahkah kamu menemukan suatu teks bacaan yang isinya menceritakan kisah hidup seorang tokoh ternama? Seperti kisah hidup R.A. Kartini, Ir. Soekarno, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Nah, teks seperti itu biasa disebut sebagai<strong>teks biografi</strong>. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, struktur dan contoh teks biografi singkat berikut ini.</p>
3
</blockquote><p>Pernahkah kamu menemukan suatu teks bacaan yang isinya menceritakan kisah hidup seorang tokoh ternama? Seperti kisah hidup R.A. Kartini, Ir. Soekarno, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Nah, teks seperti itu biasa disebut sebagai<strong>teks biografi</strong>. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, struktur dan contoh teks biografi singkat berikut ini.</p>
4
<p>Teks biografi<strong>adalah</strong>teks yang<strong>berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya</strong>. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang.</p>
4
<p>Teks biografi<strong>adalah</strong>teks yang<strong>berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya</strong>. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang.</p>
5
<p>Umumnya, teks biografi berisi sejarah hidup seseorang sejak lahir hingga saat ini. Bahkan, sampai tokoh tersebut meninggal dunia. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan permasalahan yang pernah dihadapi, maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi pembaca.</p>
5
<p>Umumnya, teks biografi berisi sejarah hidup seseorang sejak lahir hingga saat ini. Bahkan, sampai tokoh tersebut meninggal dunia. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan permasalahan yang pernah dihadapi, maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi pembaca.</p>
6
<p>Nah, tokoh yang biasanya dibuatkan biografi, antara lain tokoh terkenal, orang sukses, dan seseorang yang berpengaruh atau inspiratif di masyarakat. Contohnya, seperti pahlawan, negarawan, penemu, penguasaha, sastrawan, dan sebagainya.</p>
6
<p>Nah, tokoh yang biasanya dibuatkan biografi, antara lain tokoh terkenal, orang sukses, dan seseorang yang berpengaruh atau inspiratif di masyarakat. Contohnya, seperti pahlawan, negarawan, penemu, penguasaha, sastrawan, dan sebagainya.</p>
7
<h2>Apa Bedanya Teks Biografi dengan Autobiografi?</h2>
7
<h2>Apa Bedanya Teks Biografi dengan Autobiografi?</h2>
8
<p>Mungkin kamu pernah mendengar istilah teks autobiografi, ya. Serupa dengan teks biografi, autobiografi<strong>adalah</strong>teks yang berisikan kisah hidup seorang tokoh yang ditulis oleh dirinya sendiri.</p>
8
<p>Mungkin kamu pernah mendengar istilah teks autobiografi, ya. Serupa dengan teks biografi, autobiografi<strong>adalah</strong>teks yang berisikan kisah hidup seorang tokoh yang ditulis oleh dirinya sendiri.</p>
9
<p>Namun, perbedaannya terletak pada<strong>penulisnya</strong>. Biografi ditulis oleh orang lain, sedangkan<strong>autobiografi ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan</strong>. Jadi, jangan sampai tertukar, ya!</p>
9
<p>Namun, perbedaannya terletak pada<strong>penulisnya</strong>. Biografi ditulis oleh orang lain, sedangkan<strong>autobiografi ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan</strong>. Jadi, jangan sampai tertukar, ya!</p>
10
<p>Baca Juga:<a>Belajar Pengertian Teks Anekdot, Ciri, Tujuan, Struktur & Contohnya</a></p>
10
<p>Baca Juga:<a>Belajar Pengertian Teks Anekdot, Ciri, Tujuan, Struktur & Contohnya</a></p>
11
<h2>Tujuan Teks Biografi</h2>
11
<h2>Tujuan Teks Biografi</h2>
12
<p>Teks biografi bertujuan untuk<strong>menceritakan kehidupan seseorang</strong>(tokoh terkenal maupun figur sejarah), mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman hidupnya. Sehingga, pembaca dapat<strong>mengambil hikmah</strong>atau menjadikannya sebagai<strong>inspirasi</strong>dan menerapkannya di dalam kehidupan mereka.</p>
12
<p>Teks biografi bertujuan untuk<strong>menceritakan kehidupan seseorang</strong>(tokoh terkenal maupun figur sejarah), mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman hidupnya. Sehingga, pembaca dapat<strong>mengambil hikmah</strong>atau menjadikannya sebagai<strong>inspirasi</strong>dan menerapkannya di dalam kehidupan mereka.</p>
13
<h2>Manfaat Teks Biografi</h2>
13
<h2>Manfaat Teks Biografi</h2>
14
<p>Ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan membaca teks biografi, di antaranya:</p>
14
<p>Ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan membaca teks biografi, di antaranya:</p>
15
<ol><li>Lebih mengenal tokoh-tokoh terkenal/berpengaruh melalui riwayat hidupnya.</li>
15
<ol><li>Lebih mengenal tokoh-tokoh terkenal/berpengaruh melalui riwayat hidupnya.</li>
16
<li>Dapat melihat sisi perjuangan hidup seseorang hingga mencapai kesuksesan.</li>
16
<li>Dapat melihat sisi perjuangan hidup seseorang hingga mencapai kesuksesan.</li>
17
<li>Memotivasi diri sendiri untuk bisa sukses dan pantang menyerah seperti kisah sang tokoh.</li>
17
<li>Memotivasi diri sendiri untuk bisa sukses dan pantang menyerah seperti kisah sang tokoh.</li>
18
<li>Menjadi inspirasi dalam bekerja keras untuk mencapai hasil yang diinginkan.</li>
18
<li>Menjadi inspirasi dalam bekerja keras untuk mencapai hasil yang diinginkan.</li>
19
</ol><h2>Ciri-Ciri Teks Biografi</h2>
19
</ol><h2>Ciri-Ciri Teks Biografi</h2>
20
<p>Selain itu, teks biografi juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Berdasarkan ciri-ciri teks biografi ini, kamu jadi bisa mengidentifikasi nih, teks yang sedang kamu baca tergolong teks biografi atau bukan. Lalu, apa saja sih ciri-cirinya?</p>
20
<p>Selain itu, teks biografi juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Berdasarkan ciri-ciri teks biografi ini, kamu jadi bisa mengidentifikasi nih, teks yang sedang kamu baca tergolong teks biografi atau bukan. Lalu, apa saja sih ciri-cirinya?</p>
21
<ol><li>Berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh.</li>
21
<ol><li>Berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh.</li>
22
<li>Disajikan dalam bentuk narasi.</li>
22
<li>Disajikan dalam bentuk narasi.</li>
23
<li>Menceritakan peristiwa penting yang dialami sang tokoh sehingga bisa dijadikan teladan bagi pembaca.</li>
23
<li>Menceritakan peristiwa penting yang dialami sang tokoh sehingga bisa dijadikan teladan bagi pembaca.</li>
24
</ol><h2>Struktur Teks Biografi</h2>
24
</ol><h2>Struktur Teks Biografi</h2>
25
<p><strong>Struktur teks biografi</strong>terdiri atas tiga bagian, yaitu<strong>orientasi, kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi</strong>. Berikut masing-masing penjelasan lengkapnya:</p>
25
<p><strong>Struktur teks biografi</strong>terdiri atas tiga bagian, yaitu<strong>orientasi, kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi</strong>. Berikut masing-masing penjelasan lengkapnya:</p>
26
<h3>1. Orientasi</h3>
26
<h3>1. Orientasi</h3>
27
<p>Orientasi merupakan struktur bagian awal dari teks biografi. Bagian ini mencakup<strong>pengenalan tokoh dan latar belakang kisah atau peristiwa</strong>yang akan diceritakan pada bagian selanjutnya.</p>
27
<p>Orientasi merupakan struktur bagian awal dari teks biografi. Bagian ini mencakup<strong>pengenalan tokoh dan latar belakang kisah atau peristiwa</strong>yang akan diceritakan pada bagian selanjutnya.</p>
28
<p>Orientasi berfungsi untuk<strong>memudahkan pembaca dalam memahami informasi dasar</strong>mengenai peristiwa yang diceritakan. Bagian ini juga merupakan pengantar sebelum masuk ke pembahasan yang lebih rinci.</p>
28
<p>Orientasi berfungsi untuk<strong>memudahkan pembaca dalam memahami informasi dasar</strong>mengenai peristiwa yang diceritakan. Bagian ini juga merupakan pengantar sebelum masuk ke pembahasan yang lebih rinci.</p>
29
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Biografi Ki Hadjar Dewantara: Sang Bapak Pendidikan Nasional</strong></a></p>
29
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Biografi Ki Hadjar Dewantara: Sang Bapak Pendidikan Nasional</strong></a></p>
30
<h3>2. Kejadian atau Peristiwa Penting</h3>
30
<h3>2. Kejadian atau Peristiwa Penting</h3>
31
<p>Selanjutnya, peristiwa penting. Pada bagian ini, diceritakan tentang rangkaian peristiwa, yaitu<strong>kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh</strong>. Bagian ini disusun secara kronologis sesuai urutan waktu. Terkadang, penulis juga menyertakan beberapa komentar pada bagian-bagian tertentu dalam kronologi peristiwa.</p>
31
<p>Selanjutnya, peristiwa penting. Pada bagian ini, diceritakan tentang rangkaian peristiwa, yaitu<strong>kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh</strong>. Bagian ini disusun secara kronologis sesuai urutan waktu. Terkadang, penulis juga menyertakan beberapa komentar pada bagian-bagian tertentu dalam kronologi peristiwa.</p>
32
<p>Bagian ini juga merupakan inti dari teks biografi karena pada bagian inilah pembaca dapat mengambil hikmah dan teladan dari kisah hidup sang tokoh.</p>
32
<p>Bagian ini juga merupakan inti dari teks biografi karena pada bagian inilah pembaca dapat mengambil hikmah dan teladan dari kisah hidup sang tokoh.</p>
33
<h3>3. Reorientasi</h3>
33
<h3>3. Reorientasi</h3>
34
<p>Terakhir yaitu reorientasi. Bagian ini berisi<strong>komentar atau pernyataan simpulan</strong>mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Reorientasi berperan sebagai penutup pada teks biografi dan bersifat opsional.</p>
34
<p>Terakhir yaitu reorientasi. Bagian ini berisi<strong>komentar atau pernyataan simpulan</strong>mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Reorientasi berperan sebagai penutup pada teks biografi dan bersifat opsional.</p>
35
<p>Bagian ini memudahkan pembaca dalam memahami peristiwa yang telah diceritakan dan memahami alasan tokoh tersebut patut dijadikan teladan bagi banyak orang.</p>
35
<p>Bagian ini memudahkan pembaca dalam memahami peristiwa yang telah diceritakan dan memahami alasan tokoh tersebut patut dijadikan teladan bagi banyak orang.</p>
36
<p>-</p>
36
<p>-</p>
37
<blockquote><p><em>by the way, masuk ke pembahasan selanjutnya, kamu sering punya kesulitan nggak nih saat belajar? Udah coba fokus, tapi susah paham? Mungkin kamu bisa coba cara belajar yang baru lewat fitur ADAPTO di ruangbelajar! Fitur ini bisa menyesuaikan dengan kecepatan belajarmu. Nah, pembahasan tentang teks biografi ini, juga sudah dilengkapi dengan fitur Adapto, lho! Jadi, jangan lupa cobain di aplikasi Ruangguru, ya!</em></p>
37
<blockquote><p><em>by the way, masuk ke pembahasan selanjutnya, kamu sering punya kesulitan nggak nih saat belajar? Udah coba fokus, tapi susah paham? Mungkin kamu bisa coba cara belajar yang baru lewat fitur ADAPTO di ruangbelajar! Fitur ini bisa menyesuaikan dengan kecepatan belajarmu. Nah, pembahasan tentang teks biografi ini, juga sudah dilengkapi dengan fitur Adapto, lho! Jadi, jangan lupa cobain di aplikasi Ruangguru, ya!</em></p>
38
</blockquote><h2>Unsur-Unsur Teks Biografi</h2>
38
</blockquote><h2>Unsur-Unsur Teks Biografi</h2>
39
<p>Unsur-unsur teks biografi, merujuk pada komponen-komponen yang membentuk struktur dan karakteristik dari sebuah tulisan biografi. Unsur-unsur yang ada pada teks biografi adalah sebagai berikut:</p>
39
<p>Unsur-unsur teks biografi, merujuk pada komponen-komponen yang membentuk struktur dan karakteristik dari sebuah tulisan biografi. Unsur-unsur yang ada pada teks biografi adalah sebagai berikut:</p>
40
<ol><li>Cerita latar belakang keluarga tokoh.</li>
40
<ol><li>Cerita latar belakang keluarga tokoh.</li>
41
<li>Cerita latar belakang pendidikan tokoh.</li>
41
<li>Cerita latar belakang pendidikan tokoh.</li>
42
<li>Masalah atau kesulitan yang dialami tokoh dan cara tokoh menghadapinya.</li>
42
<li>Masalah atau kesulitan yang dialami tokoh dan cara tokoh menghadapinya.</li>
43
<li>Keistimewaan tokoh.</li>
43
<li>Keistimewaan tokoh.</li>
44
<li>Keteladanan tokoh.</li>
44
<li>Keteladanan tokoh.</li>
45
</ol><h2>Kaidah Kebahasaan Teks Biografi</h2>
45
</ol><h2>Kaidah Kebahasaan Teks Biografi</h2>
46
<p>Teks biografi ditulis dengan tetap memperhatikan kaidah kebahasaan. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks biografi:</p>
46
<p>Teks biografi ditulis dengan tetap memperhatikan kaidah kebahasaan. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks biografi:</p>
47
<ul><li>Menggunakan<strong>kata ganti orang ketiga</strong>tunggal seperti ‘ia’, ‘dia’, ‘beliau’, dan ‘-nya’. Kata ganti ini biasanya dipakai secara bervariasi untuk penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.</li>
47
<ul><li>Menggunakan<strong>kata ganti orang ketiga</strong>tunggal seperti ‘ia’, ‘dia’, ‘beliau’, dan ‘-nya’. Kata ganti ini biasanya dipakai secara bervariasi untuk penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.</li>
48
<li>Menggunakan<strong>kata ganti penunjuk</strong>yang dipakai untuk menggantikan hal yang telah disampaikan sebelumnya. Kata ganti penunjuk ditandai dengan kata ‘ini’ dan ‘itu’.</li>
48
<li>Menggunakan<strong>kata ganti penunjuk</strong>yang dipakai untuk menggantikan hal yang telah disampaikan sebelumnya. Kata ganti penunjuk ditandai dengan kata ‘ini’ dan ‘itu’.</li>
49
<li>Menggunakan penanda waktu berupa<strong>konjungsi</strong>seperti ‘sejak’ dan ‘ketika’.</li>
49
<li>Menggunakan penanda waktu berupa<strong>konjungsi</strong>seperti ‘sejak’ dan ‘ketika’.</li>
50
<li>Menggunakan<strong>kata depan</strong>yang menunjukkan<strong>keterangan waktu</strong>seperti ‘pada’.</li>
50
<li>Menggunakan<strong>kata depan</strong>yang menunjukkan<strong>keterangan waktu</strong>seperti ‘pada’.</li>
51
<li>Menggunakan penanda waktu berupa<strong>nomina</strong>seperti ‘nantinya’ atau ‘kelak’.</li>
51
<li>Menggunakan penanda waktu berupa<strong>nomina</strong>seperti ‘nantinya’ atau ‘kelak’.</li>
52
</ul><p>Kamu juga bisa lihat kaidah kebahasaan teks biografi pada infografik berikut.</p>
52
</ul><p>Kamu juga bisa lihat kaidah kebahasaan teks biografi pada infografik berikut.</p>
53
<p><em>Hmm.. kalau dilihat dari kaidah kebahasaannya, sepertinya tidak jauh berbeda dari teks cerpen, ya?</em> </p>
53
<p><em>Hmm.. kalau dilihat dari kaidah kebahasaannya, sepertinya tidak jauh berbeda dari teks cerpen, ya?</em> </p>
54
<p>Memang betul! Teks biografi dan cerpen (cerita pendek) sama-sama merupakan contoh teks cerita ulang.</p>
54
<p>Memang betul! Teks biografi dan cerpen (cerita pendek) sama-sama merupakan contoh teks cerita ulang.</p>
55
<p>Ada tiga jenis teks cerita ulang yaitu cerita ulang personal, cerita ulang fakta, dan cerita ulang imajinasi. Cerita ulang personal, contohnya buku harian dan surat pribadi. Cerita ulang fakta, contohnya catatan sejarah, biografi, autobiografi, dan berita di media massa. Sedangkan cerita ulang imajinasi, contohnya dongeng, novel, dan cerpen.</p>
55
<p>Ada tiga jenis teks cerita ulang yaitu cerita ulang personal, cerita ulang fakta, dan cerita ulang imajinasi. Cerita ulang personal, contohnya buku harian dan surat pribadi. Cerita ulang fakta, contohnya catatan sejarah, biografi, autobiografi, dan berita di media massa. Sedangkan cerita ulang imajinasi, contohnya dongeng, novel, dan cerpen.</p>
56
<p><em>Eits</em>, tapi ingat! Meskipun kaidah kebahasaannya mirip-mirip, tapi biografi berbeda, ya, dengan cerpen. Biografi berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh yang diceritakan. Sedangkan cerpen berisikan cerita fiksi yang didasarkan pada imajinasi pengarang.</p>
56
<p><em>Eits</em>, tapi ingat! Meskipun kaidah kebahasaannya mirip-mirip, tapi biografi berbeda, ya, dengan cerpen. Biografi berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh yang diceritakan. Sedangkan cerpen berisikan cerita fiksi yang didasarkan pada imajinasi pengarang.</p>
57
<h2>Jenis-Jenis Teks Biografi</h2>
57
<h2>Jenis-Jenis Teks Biografi</h2>
58
<p>Teks biografi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:</p>
58
<p>Teks biografi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:</p>
59
<h3>1. Teks Biografi berdasarkan Sisi Penulisannya</h3>
59
<h3>1. Teks Biografi berdasarkan Sisi Penulisannya</h3>
60
<p>Pada jenis ini, teks biografi terbagi lagi menjadi:</p>
60
<p>Pada jenis ini, teks biografi terbagi lagi menjadi:</p>
61
<ul><li><em>Authorized biography</em>, merupakan jenis biografi yang dibuat berdasarkan<strong>sepengetahuan atau seizin tokoh</strong>.</li>
61
<ul><li><em>Authorized biography</em>, merupakan jenis biografi yang dibuat berdasarkan<strong>sepengetahuan atau seizin tokoh</strong>.</li>
62
<li><em>Unauthorized biography</em>, merupakan jenis biografi yang<strong>menceritakan kisah tokoh yang sudah meninggal</strong>. Jadi, penulis dapat menceritakannya tanpa seizin tokoh yang bersangkutan.</li>
62
<li><em>Unauthorized biography</em>, merupakan jenis biografi yang<strong>menceritakan kisah tokoh yang sudah meninggal</strong>. Jadi, penulis dapat menceritakannya tanpa seizin tokoh yang bersangkutan.</li>
63
</ul><h3>2. Teks Biografi berdasarkan Isi</h3>
63
</ul><h3>2. Teks Biografi berdasarkan Isi</h3>
64
<p>Berdasarkan isinya, teks biografi terbagi menjadi:</p>
64
<p>Berdasarkan isinya, teks biografi terbagi menjadi:</p>
65
<ul><li><strong>Biografi perjalanan karier</strong>, yaitu jenis biografi yang menceritakan<strong>perjalanan karier seseorang</strong>, mencakup proses yang dilalui tokoh tersebut dalam mencapai kesuksesan.</li>
65
<ul><li><strong>Biografi perjalanan karier</strong>, yaitu jenis biografi yang menceritakan<strong>perjalanan karier seseorang</strong>, mencakup proses yang dilalui tokoh tersebut dalam mencapai kesuksesan.</li>
66
<li><strong>Biografi perjalanan hidup</strong>, yaitu jenis biografi yang<strong>menceritakan perjalanan hidup seseorang</strong>.</li>
66
<li><strong>Biografi perjalanan hidup</strong>, yaitu jenis biografi yang<strong>menceritakan perjalanan hidup seseorang</strong>.</li>
67
</ul><h3>3. Teks Biografi berdasarkan Penerbit</h3>
67
</ul><h3>3. Teks Biografi berdasarkan Penerbit</h3>
68
<p>Sementara itu, berdasarkan penerbitnya, teks biografi dibagi menjadi:</p>
68
<p>Sementara itu, berdasarkan penerbitnya, teks biografi dibagi menjadi:</p>
69
<ul><li><strong>Buku sendiri</strong>, yakni jenis biografi yang dijadikan buku oleh penerbitnya. Dalam hal ini,<strong>biaya produksi</strong>pembuatan buku tersebut,<strong>ditanggung oleh tokoh itu sendiri</strong>.</li>
69
<ul><li><strong>Buku sendiri</strong>, yakni jenis biografi yang dijadikan buku oleh penerbitnya. Dalam hal ini,<strong>biaya produksi</strong>pembuatan buku tersebut,<strong>ditanggung oleh tokoh itu sendiri</strong>.</li>
70
<li><strong>Buku subsidi</strong>, yakni jenis biografi yang<strong>biaya produksinya ditanggung oleh sponsor</strong>.</li>
70
<li><strong>Buku subsidi</strong>, yakni jenis biografi yang<strong>biaya produksinya ditanggung oleh sponsor</strong>.</li>
71
</ul><h3>4. Teks Biografi berdasarkan Persoalan yang Dibahas</h3>
71
</ul><h3>4. Teks Biografi berdasarkan Persoalan yang Dibahas</h3>
72
<p>Pada jenis ini, teks biografi terbagi menjadi 3 kategori, yakni:</p>
72
<p>Pada jenis ini, teks biografi terbagi menjadi 3 kategori, yakni:</p>
73
<ul><li><strong>Biografi politik</strong>, merupakan jenis teks biografi yang<strong>menceritakan tokoh-tokoh politik</strong>.</li>
73
<ul><li><strong>Biografi politik</strong>, merupakan jenis teks biografi yang<strong>menceritakan tokoh-tokoh politik</strong>.</li>
74
<li><strong>Biografi intelektual</strong>, merupakan jenis teks biografi yang<strong>gaya penulisannya banyak menggunakan bahasa ilmiah</strong>.</li>
74
<li><strong>Biografi intelektual</strong>, merupakan jenis teks biografi yang<strong>gaya penulisannya banyak menggunakan bahasa ilmiah</strong>.</li>
75
<li><strong>Biografi jurnalistik</strong>, merupakan jenis teks biografi yang isinya didapat<strong>berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh</strong>yang akan ditulis, maupun tokoh yang masih berkaitan sebagai bahan pendukung cerita.</li>
75
<li><strong>Biografi jurnalistik</strong>, merupakan jenis teks biografi yang isinya didapat<strong>berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh</strong>yang akan ditulis, maupun tokoh yang masih berkaitan sebagai bahan pendukung cerita.</li>
76
</ul><h2>Contoh Teks Biografi Singkat</h2>
76
</ul><h2>Contoh Teks Biografi Singkat</h2>
77
<p>Nggak lengkap kan belajar materi tanpa melihat contohnya. Yuk, baca dan pahami contoh teks biografi singkat tentang mantan presiden Indonesia pak B. J. Habibie.</p>
77
<p>Nggak lengkap kan belajar materi tanpa melihat contohnya. Yuk, baca dan pahami contoh teks biografi singkat tentang mantan presiden Indonesia pak B. J. Habibie.</p>
78
<h3><strong>Biografi B. J. Habibie</strong></h3>
78
<h3><strong>Biografi B. J. Habibie</strong></h3>
79
<p>B.J Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.</p>
79
<p>B.J Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.</p>
80
<p>Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.</p>
80
<p>Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.</p>
81
<p>Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.</p>
81
<p>Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.</p>
82
<p>Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaikan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia. Oleh karena itu ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein<em><i>Westfalen Aachen Technische Hochschule</i></em>(RWTH).</p>
82
<p>Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaikan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia. Oleh karena itu ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein<em><i>Westfalen Aachen Technische Hochschule</i></em>(RWTH).</p>
83
<p>Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses. Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.</p>
83
<p>Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses. Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.</p>
84
<p>Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.</p>
84
<p>Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.</p>
85
<p>Tahun 1960, Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari<em><i>Technische Hochschule</i></em> Jerman dengan predikat<em><i>cumlaude</i></em>(sempurna) nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu, Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.</p>
85
<p>Tahun 1960, Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari<em><i>Technische Hochschule</i></em> Jerman dengan predikat<em><i>cumlaude</i></em>(sempurna) nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu, Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.</p>
86
<p>Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Habibie kemudian melanjutkan studinya di<em><i>Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen</i></em>.</p>
86
<p>Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Habibie kemudian melanjutkan studinya di<em><i>Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen</i></em>.</p>
87
<p>Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari, Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantrie di tempat pencucian umum untuk mencuci.</p>
87
<p>Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari, Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantrie di tempat pencucian umum untuk mencuci.</p>
88
<p>Pada tahun 1965, Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian<em><i>summa cumlaude</i></em> (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari<em><i>Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen</i></em>. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau<em><i>krack propagation on random</i></em>sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack.</p>
88
<p>Pada tahun 1965, Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian<em><i>summa cumlaude</i></em> (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari<em><i>Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen</i></em>. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau<em><i>krack propagation on random</i></em>sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack.</p>
89
<p>Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya<em><i>Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt</i></em> (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman,<em><i>The Royal Aeronautical Society London</i></em> (Inggris),<em><i>The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences</i></em>(Swedia),<em><i>The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace</i></em> (Perancis), dan<em><i>The US Academy of Engineering</i></em> (Amerika Serikat).</p>
89
<p>Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya<em><i>Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt</i></em> (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman,<em><i>The Royal Aeronautical Society London</i></em> (Inggris),<em><i>The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences</i></em>(Swedia),<em><i>The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace</i></em> (Perancis), dan<em><i>The US Academy of Engineering</i></em> (Amerika Serikat).</p>
90
<p>Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.</p>
90
<p>Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.</p>
91
<p>Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undangundang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.</p>
91
<p>Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undangundang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.</p>
92
<p>Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah diilmkan dengan judul yang sama.</p>
92
<p>Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah diilmkan dengan judul yang sama.</p>
93
<p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Teks Biografi Singkat Tokoh-Tokoh Terkenal</a></strong></p>
93
<p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Teks Biografi Singkat Tokoh-Tokoh Terkenal</a></strong></p>
94
<h2>Contoh Soal Teks Biografi</h2>
94
<h2>Contoh Soal Teks Biografi</h2>
95
<p>Nah, setelah belajar mengenai teks biografi, sekarang kita coba kerjakan contoh soalnya, yuk!</p>
95
<p>Nah, setelah belajar mengenai teks biografi, sekarang kita coba kerjakan contoh soalnya, yuk!</p>
96
<p>1. Bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh dalam biografi termasuk dalam struktur teks biografi ….</p>
96
<p>1. Bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh dalam biografi termasuk dalam struktur teks biografi ….</p>
97
<ol><li>reorientasi</li>
97
<ol><li>reorientasi</li>
98
<li>peristiwa dan masalah</li>
98
<li>peristiwa dan masalah</li>
99
<li>orientasi</li>
99
<li>orientasi</li>
100
<li>koda</li>
100
<li>koda</li>
101
<li>penutup</li>
101
<li>penutup</li>
102
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
102
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
103
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
103
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
104
<p>Struktur teks biografi ada 3, yaitu orientasi, peristiwa penting, dan reorientasi. Bagian orientasi adalah bagian yang berisi pengenalan tokoh dalam biografi. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
104
<p>Struktur teks biografi ada 3, yaitu orientasi, peristiwa penting, dan reorientasi. Bagian orientasi adalah bagian yang berisi pengenalan tokoh dalam biografi. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
105
<p>2. Bacalah kutipan teks biografi tokoh berikut ini.</p>
105
<p>2. Bacalah kutipan teks biografi tokoh berikut ini.</p>
106
<p>Amir Hamzah lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Timur, 28 Februari 1911. Beliau adalah sastrawan Indonesia Angkatan Pujangga Baru. Ia lahir dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu dan banyak berkecimpung dalam kegiatan sastra dan kebudayaan Melayu. Amir Hamzah bersekolah dan tinggal di Pulau Jawa pada saat pergerakan kemerdekaan. Ia memperkaya dirinya dengan kebudayaan modern, kebudayaan Jawa, dan kebudayaan Asia yang lain. Amir Hamzah dalam kumpulan sajak Buah Rindu (1941) yang ditulis antara tahun 1928 dan tahun 1935 terlihat jelas perubahan perlahan saat lirik pantun dan syair Melayu menjadi sajak yang lebih modern. Hamzah tidak hanya menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru, tetapi juga menjadi penyair yang diakui kemampuannya dalam bahasa Melayu-lndonesia hingga sekarang. Di tangannya, bahasa Melayu mendapat penghargaan hingga zaman sekarang.</p>
106
<p>Amir Hamzah lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Timur, 28 Februari 1911. Beliau adalah sastrawan Indonesia Angkatan Pujangga Baru. Ia lahir dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu dan banyak berkecimpung dalam kegiatan sastra dan kebudayaan Melayu. Amir Hamzah bersekolah dan tinggal di Pulau Jawa pada saat pergerakan kemerdekaan. Ia memperkaya dirinya dengan kebudayaan modern, kebudayaan Jawa, dan kebudayaan Asia yang lain. Amir Hamzah dalam kumpulan sajak Buah Rindu (1941) yang ditulis antara tahun 1928 dan tahun 1935 terlihat jelas perubahan perlahan saat lirik pantun dan syair Melayu menjadi sajak yang lebih modern. Hamzah tidak hanya menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru, tetapi juga menjadi penyair yang diakui kemampuannya dalam bahasa Melayu-lndonesia hingga sekarang. Di tangannya, bahasa Melayu mendapat penghargaan hingga zaman sekarang.</p>
107
<p>Hal yang dapat diteladani dari Amir Hamzah adalah ….</p>
107
<p>Hal yang dapat diteladani dari Amir Hamzah adalah ….</p>
108
<ol><li>Karya-karyanya digemari masyarakat</li>
108
<ol><li>Karya-karyanya digemari masyarakat</li>
109
<li>Menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru</li>
109
<li>Menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru</li>
110
<li>Mampu membuat puisi dalam bahasa Melayu-Indonesia</li>
110
<li>Mampu membuat puisi dalam bahasa Melayu-Indonesia</li>
111
<li>Memperkaya dirinya dengan kebudayaan lain</li>
111
<li>Memperkaya dirinya dengan kebudayaan lain</li>
112
<li>Amir Hamzah lahir di lingkungan bangsawan</li>
112
<li>Amir Hamzah lahir di lingkungan bangsawan</li>
113
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
113
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
114
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
114
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
115
<p>Hal yang dapat diteladani dari Amir Hamzah adalah memperkaya diri dengan kebudayaan lain, hal tersebut ditunjukkan pada kalimat kelima, yaitu “Ia memperkaya dirinya dengan kebudayaan modern, kebudayaan Jawa, dan kebudayaan Asia yang lain.”</p>
115
<p>Hal yang dapat diteladani dari Amir Hamzah adalah memperkaya diri dengan kebudayaan lain, hal tersebut ditunjukkan pada kalimat kelima, yaitu “Ia memperkaya dirinya dengan kebudayaan modern, kebudayaan Jawa, dan kebudayaan Asia yang lain.”</p>
116
<p>-</p>
116
<p>-</p>
117
<p>Nah, demikian penjelasan lengkap mengenai teks biografi, meliputi pengertian, struktur, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, hingga contoh soalnya. Sudah paham, kan? Jangan lupa, belajar<em>online</em>terlengkap dan ternyaman hanya di aplikasi<a>ruangbelajar</a>! Yuk,<em>download</em>sekarang!</p>
117
<p>Nah, demikian penjelasan lengkap mengenai teks biografi, meliputi pengertian, struktur, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, hingga contoh soalnya. Sudah paham, kan? Jangan lupa, belajar<em>online</em>terlengkap dan ternyaman hanya di aplikasi<a>ruangbelajar</a>! Yuk,<em>download</em>sekarang!</p>
118
<p><strong>Referensi:</strong></p>
118
<p><strong>Referensi:</strong></p>
119
<p>Suherli, dkk. 2017.<em>Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas 10 Edisi Revisi 2017</em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
119
<p>Suherli, dkk. 2017.<em>Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas 10 Edisi Revisi 2017</em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
120
<p>https://kumparan.com/ragam-info/memahami-jenis-jenis-biografi-beserta-struktur-teksnya-20t2YDlQYae (Diakses pada 31 Januari 2024)</p>
120
<p>https://kumparan.com/ragam-info/memahami-jenis-jenis-biografi-beserta-struktur-teksnya-20t2YDlQYae (Diakses pada 31 Januari 2024)</p>
121
<p><em><strong>Artikel ini terakhir diperbarui pada 31 Januari 2024. </strong></em></p>
121
<p><em><strong>Artikel ini terakhir diperbarui pada 31 Januari 2024. </strong></em></p>
122
122