HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Latihan soal dan pembahasan PAS untuk kelas 11 SMA IPA sudah hadir! Yuk, kerjakan sekarang dan hadapi penghujung semester ganjil ini dengan lebih semangat!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Latihan soal dan pembahasan PAS untuk kelas 11 SMA IPA sudah hadir! Yuk, kerjakan sekarang dan hadapi penghujung semester ganjil ini dengan lebih semangat!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><h2>FISIKA</h2>
3 </blockquote><h2>FISIKA</h2>
4 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
4 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hubungan antara<a>Momen Gaya</a>dan<a>Momen Inersia</a></strong></p>
5 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hubungan antara<a>Momen Gaya</a>dan<a>Momen Inersia</a></strong></p>
6 <p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
6 <p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
7 <p>1. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
7 <p>1. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
8 <p>Sebuah benda bermassa 2 kg digantung pada seutas tali yang dililitkan pada tepi katrol yang berjari-jari 0,1 m. Setelah dilepaskan benda jatuh sejauh 2 m selama 2 detik. Jika katrol berbentuk silinder pejal (seperti pada gambar), massa katrol tersebut sebesar ….</p>
8 <p>Sebuah benda bermassa 2 kg digantung pada seutas tali yang dililitkan pada tepi katrol yang berjari-jari 0,1 m. Setelah dilepaskan benda jatuh sejauh 2 m selama 2 detik. Jika katrol berbentuk silinder pejal (seperti pada gambar), massa katrol tersebut sebesar ….</p>
9 <ol><li>6 kg</li>
9 <ol><li>6 kg</li>
10 <li>12 kg</li>
10 <li>12 kg</li>
11 <li>18 kg</li>
11 <li>18 kg</li>
12 <li>24 kg</li>
12 <li>24 kg</li>
13 <li>36 kg</li>
13 <li>36 kg</li>
14 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
14 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
15 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
15 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
16 <p>Percepatan benda saat turun:</p>
16 <p>Percepatan benda saat turun:</p>
17 <p>Pada katrol berlaku:</p>
17 <p>Pada katrol berlaku:</p>
18 <p>Dengan menggunakan persamaan hukum Newton pada benda, akan diperoleh:</p>
18 <p>Dengan menggunakan persamaan hukum Newton pada benda, akan diperoleh:</p>
19 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah E.</strong></p>
19 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah E.</strong></p>
20 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fluida Statis </strong></p>
20 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fluida Statis </strong></p>
21 <p><strong>Subtopik</strong>:<strong> Hukum Archimedes</strong></p>
21 <p><strong>Subtopik</strong>:<strong> Hukum Archimedes</strong></p>
22 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
22 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
23 <p>2. Sebuah neraca pegas digunakan untuk mengukur berat sebuah benda bermassa 5 kg bervolume 2,5 liter dengan massa jenis 1,5 g/cm³ di dalam air. Percepatan gravitasi di tempat tersebut adalah 10 m/s² dan konstanta pegas yang digunakan pada neraca 100 N/m. Perubahan panjang pegas dalam neraca ketika digunakan adalah ….</p>
23 <p>2. Sebuah neraca pegas digunakan untuk mengukur berat sebuah benda bermassa 5 kg bervolume 2,5 liter dengan massa jenis 1,5 g/cm³ di dalam air. Percepatan gravitasi di tempat tersebut adalah 10 m/s² dan konstanta pegas yang digunakan pada neraca 100 N/m. Perubahan panjang pegas dalam neraca ketika digunakan adalah ….</p>
24 <ol><li>0,25 cm</li>
24 <ol><li>0,25 cm</li>
25 <li>0,5 cm</li>
25 <li>0,5 cm</li>
26 <li>2,5 cm</li>
26 <li>2,5 cm</li>
27 <li>5 cm</li>
27 <li>5 cm</li>
28 <li>25 cm</li>
28 <li>25 cm</li>
29 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
29 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
30 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
30 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
31 <p>Total gaya yang dialami oleh pegas, yaitu:</p>
31 <p>Total gaya yang dialami oleh pegas, yaitu:</p>
32 <p>Dengan demikian, perubahan panjang pegas pada neraca yang digunakan dapat diketahui dengan:</p>
32 <p>Dengan demikian, perubahan panjang pegas pada neraca yang digunakan dapat diketahui dengan:</p>
33 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
33 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
34 <p><strong>Baca Juga:<a>Bunyi Hukum Archimedes, Rumus, dan Penerapannya</a></strong></p>
34 <p><strong>Baca Juga:<a>Bunyi Hukum Archimedes, Rumus, dan Penerapannya</a></strong></p>
35 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fluida Dinamis</strong></p>
35 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fluida Dinamis</strong></p>
36 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kontinuitas</strong></p>
36 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kontinuitas</strong></p>
37 <p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
37 <p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
38 <p>3. Dina memiliki pipa yang akan dihubungkan dengan sumber air tertentu. Pipa yang dimiliki Dina memiliki dua luas penampang dengan perbandingan jari-jari penampang 1 dan 2 adalah 3 : 4. Perbandingan kecepatan aliran fluida yang mengalir pada penampang 1 dan penampang 2 adalah ….</p>
38 <p>3. Dina memiliki pipa yang akan dihubungkan dengan sumber air tertentu. Pipa yang dimiliki Dina memiliki dua luas penampang dengan perbandingan jari-jari penampang 1 dan 2 adalah 3 : 4. Perbandingan kecepatan aliran fluida yang mengalir pada penampang 1 dan penampang 2 adalah ….</p>
39 <ol><li>3 : 4</li>
39 <ol><li>3 : 4</li>
40 <li>4 : 3</li>
40 <li>4 : 3</li>
41 <li>6 : 8</li>
41 <li>6 : 8</li>
42 <li>9 : 16</li>
42 <li>9 : 16</li>
43 <li>16 : 9</li>
43 <li>16 : 9</li>
44 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
44 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
45 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
45 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
46 <p>Diketahui:</p>
46 <p>Diketahui:</p>
47 <p>Hukum kontinuitas dinyatakan dengan persamaan:</p>
47 <p>Hukum kontinuitas dinyatakan dengan persamaan:</p>
48 <p>Luas penampang pipa diasumsikan adalah lingkaran, dimana . maka:</p>
48 <p>Luas penampang pipa diasumsikan adalah lingkaran, dimana . maka:</p>
49 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan E.</strong></p>
49 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan E.</strong></p>
50 <p><strong>Topik</strong><strong>: Suhu dan<a>Kalor</a> </strong></p>
50 <p><strong>Topik</strong><strong>: Suhu dan<a>Kalor</a> </strong></p>
51 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Asas Black</strong></p>
51 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Asas Black</strong></p>
52 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
52 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
53 <p>4. Sebuah termos berisi 250 gram larutan kopi bersuhu 90°C. Kemudian, ke dalam termos tersebut ditambahkan 20 gram susu bersuhu 5°C. Jika tidak ada panas yang masuk dan keluar termos, suhu akhir campuran setelah mencapai kesetimbangan termal adalah … .</p>
53 <p>4. Sebuah termos berisi 250 gram larutan kopi bersuhu 90°C. Kemudian, ke dalam termos tersebut ditambahkan 20 gram susu bersuhu 5°C. Jika tidak ada panas yang masuk dan keluar termos, suhu akhir campuran setelah mencapai kesetimbangan termal adalah … .</p>
54 <ol><li>80°C</li>
54 <ol><li>80°C</li>
55 <li>82°C</li>
55 <li>82°C</li>
56 <li>84°C</li>
56 <li>84°C</li>
57 <li>86°C</li>
57 <li>86°C</li>
58 <li>88°C</li>
58 <li>88°C</li>
59 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
59 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
60 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
60 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
61 <p>Ketika susu yang suhunya lebih rendah dicampur dengan kopi yang suhunya lebih tinggi, maka akan terjadi pelepasan kalor. Proses ini dinamakan asas black. Kalor dilepaskan dari benda yang suhunya lebih tinggi (kopi) menuju benda yang suhunya lebih rendah (susu).</p>
61 <p>Ketika susu yang suhunya lebih rendah dicampur dengan kopi yang suhunya lebih tinggi, maka akan terjadi pelepasan kalor. Proses ini dinamakan asas black. Kalor dilepaskan dari benda yang suhunya lebih tinggi (kopi) menuju benda yang suhunya lebih rendah (susu).</p>
62 <p>Saat mencapai kesetimbangan termal, suhu campuran keduanya dapat dihitung dengan persamaan asas black, yaitu:</p>
62 <p>Saat mencapai kesetimbangan termal, suhu campuran keduanya dapat dihitung dengan persamaan asas black, yaitu:</p>
63 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
63 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
64 <p>-</p>
64 <p>-</p>
65 <p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan <strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
65 <p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan <strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
66 <h2>MATEMATIKA</h2>
66 <h2>MATEMATIKA</h2>
67 <p><strong>Topik</strong><strong>: Induksi Matematika </strong></p>
67 <p><strong>Topik</strong><strong>: Induksi Matematika </strong></p>
68 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Induksi Matematika 3 (Keterbagian)</strong></p>
68 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Induksi Matematika 3 (Keterbagian)</strong></p>
69 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
69 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
70 <p>1. Untuk setiap bilangan asli n, diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut.</p>
70 <p>1. Untuk setiap bilangan asli n, diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut.</p>
71 <ol><li>32n + 1 habis dibagi 4</li>
71 <ol><li>32n + 1 habis dibagi 4</li>
72 <li>32n - 1 habis dibagi 4</li>
72 <li>32n - 1 habis dibagi 4</li>
73 </ol><p>Dengan menggunakan induksi matematika, pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
73 </ol><p>Dengan menggunakan induksi matematika, pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
74 <ol><li>1 saja</li>
74 <ol><li>1 saja</li>
75 <li>2 saja</li>
75 <li>2 saja</li>
76 <li>1 dan 2</li>
76 <li>1 dan 2</li>
77 <li>tidak keduanya</li>
77 <li>tidak keduanya</li>
78 <li>tidak dapat ditentukan</li>
78 <li>tidak dapat ditentukan</li>
79 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
79 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
80 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
80 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
81 <p><strong>Pernyataan 1</strong></p>
81 <p><strong>Pernyataan 1</strong></p>
82 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
82 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
83 <p>Pn : 32n + 1 habis dibagi 4</p>
83 <p>Pn : 32n + 1 habis dibagi 4</p>
84 <p>untuk setiap bilangan asli n.</p>
84 <p>untuk setiap bilangan asli n.</p>
85 <p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan asli n dan n ≥ 1, maka langkah pertamanya adalah buktikan P1 benar.</p>
85 <p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan asli n dan n ≥ 1, maka langkah pertamanya adalah buktikan P1 benar.</p>
86 <p><strong>LANGKAH 1: Buktikan P1</strong><strong> benar.</strong></p>
86 <p><strong>LANGKAH 1: Buktikan P1</strong><strong> benar.</strong></p>
87 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
87 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
88 <p>Pn : 32n + 1 habis dibagi 4</p>
88 <p>Pn : 32n + 1 habis dibagi 4</p>
89 <p>Oleh karena itu, diperoleh P1 sebagai berikut.</p>
89 <p>Oleh karena itu, diperoleh P1 sebagai berikut.</p>
90 <p>P1 : 32(1) + 1 habis dibagi 4</p>
90 <p>P1 : 32(1) + 1 habis dibagi 4</p>
91 <p>Perhatikan bahwa 32(1) + 1 = 32 + 1 = 10</p>
91 <p>Perhatikan bahwa 32(1) + 1 = 32 + 1 = 10</p>
92 <p>Karena 10 tidak habis dibagi 4, maka 32(1) + 1 tidak habis dibagi 4.</p>
92 <p>Karena 10 tidak habis dibagi 4, maka 32(1) + 1 tidak habis dibagi 4.</p>
93 <p>Dengan demikian, P1 salah sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan 1 salah.</p>
93 <p>Dengan demikian, P1 salah sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan 1 salah.</p>
94 <p><strong>Pernyataan 2</strong></p>
94 <p><strong>Pernyataan 2</strong></p>
95 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
95 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
96 <p>Pn : 32n - 1 habis dibagi 4</p>
96 <p>Pn : 32n - 1 habis dibagi 4</p>
97 <p>untuk setiap bilangan asli n.</p>
97 <p>untuk setiap bilangan asli n.</p>
98 <p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan asli n dan n ≥ 1, maka langkah pertamanya adalah buktikan P1 benar.</p>
98 <p>Karena akan dibuktikan pernyataan untuk setiap bilangan asli n dan n ≥ 1, maka langkah pertamanya adalah buktikan P1 benar.</p>
99 <p><strong>LANGKAH 1: Buktikan P1</strong><strong> benar.</strong></p>
99 <p><strong>LANGKAH 1: Buktikan P1</strong><strong> benar.</strong></p>
100 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
100 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
101 <p>Pn : 32n - 1 habis dibagi 4</p>
101 <p>Pn : 32n - 1 habis dibagi 4</p>
102 <p>Oleh karena itu, diperoleh P1 sebagai berikut.</p>
102 <p>Oleh karena itu, diperoleh P1 sebagai berikut.</p>
103 <p>P1 : 32(1) - 1 habis dibagi 4</p>
103 <p>P1 : 32(1) - 1 habis dibagi 4</p>
104 <p>Perhatikan bahwa 32(1) - 1 = 32 - 1 = 9 - 1 = 8</p>
104 <p>Perhatikan bahwa 32(1) - 1 = 32 - 1 = 9 - 1 = 8</p>
105 <p>Karena 8 habis dibagi 4, maka 32(1) - 1 habis dibagi 4.</p>
105 <p>Karena 8 habis dibagi 4, maka 32(1) - 1 habis dibagi 4.</p>
106 <p>Dengan demikian, P1 benar.</p>
106 <p>Dengan demikian, P1 benar.</p>
107 <p><strong>LANGKAH 2: Buktikan untuk sembarang bilangan asli</strong>k,<strong>jika Pk</strong><strong>bernilai benar mengakibatkan Pk+1</strong><strong> bernilai benar.</strong></p>
107 <p><strong>LANGKAH 2: Buktikan untuk sembarang bilangan asli</strong>k,<strong>jika Pk</strong><strong>bernilai benar mengakibatkan Pk+1</strong><strong> bernilai benar.</strong></p>
108 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
108 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
109 <p>Pn : 32n - 1 habis dibagi 4</p>
109 <p>Pn : 32n - 1 habis dibagi 4</p>
110 <p>Asumsikan</p>
110 <p>Asumsikan</p>
111 <p>Pk : 32k - 1 habis dibagi 4</p>
111 <p>Pk : 32k - 1 habis dibagi 4</p>
112 <p>bernilai benar.</p>
112 <p>bernilai benar.</p>
113 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
113 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
114 <p>Pk+1 : 32(k+1) - 1 habis dibagi 4</p>
114 <p>Pk+1 : 32(k+1) - 1 habis dibagi 4</p>
115 <p>Perhatikan bahwa</p>
115 <p>Perhatikan bahwa</p>
116 <p>Karena 32k - 1 habis dibagi 4, maka 9(32k - 1) habis dibagi 4.</p>
116 <p>Karena 32k - 1 habis dibagi 4, maka 9(32k - 1) habis dibagi 4.</p>
117 <p>Karena 8 habis dibagi 4, maka 9(32k - 1)+8 habis dibagi 4 atau 32(k+1) - 1 habis dibagi 4.</p>
117 <p>Karena 8 habis dibagi 4, maka 9(32k - 1)+8 habis dibagi 4 atau 32(k+1) - 1 habis dibagi 4.</p>
118 <p>Dengan demikan, Pk+1 bernilai benar.</p>
118 <p>Dengan demikan, Pk+1 bernilai benar.</p>
119 <p>Telah diperoleh beberapa hal berikut.</p>
119 <p>Telah diperoleh beberapa hal berikut.</p>
120 <ol><li>P1 benar.</li>
120 <ol><li>P1 benar.</li>
121 <li>Untuk sembarang bilangan asli k, jika Pk bernilai benar mengakibatkan Pk+1 bernilai benar.</li>
121 <li>Untuk sembarang bilangan asli k, jika Pk bernilai benar mengakibatkan Pk+1 bernilai benar.</li>
122 </ol><p>Dengan demikian, Pn benar untuk setiap bilangan asli n, menurut prinsip induksi matematika.</p>
122 </ol><p>Dengan demikian, Pn benar untuk setiap bilangan asli n, menurut prinsip induksi matematika.</p>
123 <p>Oleh karena itu, dengan menggunakan induksi matematika pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh pernyataan 2 saja.</p>
123 <p>Oleh karena itu, dengan menggunakan induksi matematika pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan oleh pernyataan 2 saja.</p>
124 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
124 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
125 <p><strong>Topik</strong><strong>: Program Linear</strong></p>
125 <p><strong>Topik</strong><strong>: Program Linear</strong></p>
126 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pemodelan Matematika</strong></p>
126 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pemodelan Matematika</strong></p>
127 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
127 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
128 <p>2. Sebuah bengkel membuka jasa semir ban kendaraan motor atau mobil dengan biaya Rp5.000,00/ban. Jika bengkel tersebut dalam sehari dapat menampung maksimal 40 kendaraan dan dapat menyemir maksimal 96 ban, maka penghasilan maksimum yang dapat diperoleh bengkel tersebut dalam sehari adalah ….</p>
128 <p>2. Sebuah bengkel membuka jasa semir ban kendaraan motor atau mobil dengan biaya Rp5.000,00/ban. Jika bengkel tersebut dalam sehari dapat menampung maksimal 40 kendaraan dan dapat menyemir maksimal 96 ban, maka penghasilan maksimum yang dapat diperoleh bengkel tersebut dalam sehari adalah ….</p>
129 <ol><li>Rp200.000,00</li>
129 <ol><li>Rp200.000,00</li>
130 <li>Rp400.000,00</li>
130 <li>Rp400.000,00</li>
131 <li>Rp480.000,00</li>
131 <li>Rp480.000,00</li>
132 <li>Rp800.000,00</li>
132 <li>Rp800.000,00</li>
133 <li>Rp960.000,00</li>
133 <li>Rp960.000,00</li>
134 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
134 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
135 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
135 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
136 <p>Misalkan x adalah banyaknya motor dan y adalah banyaknya mobil yang bannya disemir oleh bengkel tersebut.</p>
136 <p>Misalkan x adalah banyaknya motor dan y adalah banyaknya mobil yang bannya disemir oleh bengkel tersebut.</p>
137 <p>Karena bengkel tersebut dalam sehari dapat menampung maksimal 40 kendaraan, maka didapat pertidaksamaan x+y ≤ 40.</p>
137 <p>Karena bengkel tersebut dalam sehari dapat menampung maksimal 40 kendaraan, maka didapat pertidaksamaan x+y ≤ 40.</p>
138 <p>Kemudian, bengkel tersebut dalam sehari dapat menyemir maksimal 96 ban. Karena motor memiliki 2 buah ban dan mobil memiliki 4 buah ban, maka didapat pertidaksamaan 2x+4y ≤ 96 atau x+2y ≤ 48.</p>
138 <p>Kemudian, bengkel tersebut dalam sehari dapat menyemir maksimal 96 ban. Karena motor memiliki 2 buah ban dan mobil memiliki 4 buah ban, maka didapat pertidaksamaan 2x+4y ≤ 96 atau x+2y ≤ 48.</p>
139 <p>Karena banyaknya mobil dan motor tidak mungkin negatif dan merupakan bilangan bulat, maka x ≥ 0, y ≥ 0, dan x, y ∈ ℤ.</p>
139 <p>Karena banyaknya mobil dan motor tidak mungkin negatif dan merupakan bilangan bulat, maka x ≥ 0, y ≥ 0, dan x, y ∈ ℤ.</p>
140 <p>Dengan demikian, didapatkan sistem pertidaksamaan dari kasus ini adalah sebagai berikut.</p>
140 <p>Dengan demikian, didapatkan sistem pertidaksamaan dari kasus ini adalah sebagai berikut.</p>
141 <p>Biaya semirnya adalah Rp5.000,00/ban sehingga fungsi objektifnya adalah f(x, y) = 5.000(2x + 4y).</p>
141 <p>Biaya semirnya adalah Rp5.000,00/ban sehingga fungsi objektifnya adalah f(x, y) = 5.000(2x + 4y).</p>
142 <p>Dapat diperhatikan bahwa daerah himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan yang dimaksud adalah sebagai berikut.</p>
142 <p>Dapat diperhatikan bahwa daerah himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan yang dimaksud adalah sebagai berikut.</p>
143 <p>Didapat segi empat OABC sebagai daerah himpunan penyelesaiannya dengan koordinat O(0,0), A(0, 24), dan C(40,0).</p>
143 <p>Didapat segi empat OABC sebagai daerah himpunan penyelesaiannya dengan koordinat O(0,0), A(0, 24), dan C(40,0).</p>
144 <p>Titik B adalah titik potong garis x+y = 40 dan x+2y = 48.</p>
144 <p>Titik B adalah titik potong garis x+y = 40 dan x+2y = 48.</p>
145 <p>Apabila dilakukan eliminasi, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
145 <p>Apabila dilakukan eliminasi, maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
146 <p>Didapat koordinat titik B adalah B(32, 8).</p>
146 <p>Didapat koordinat titik B adalah B(32, 8).</p>
147 <p>Substitusi titik-titik pojok O, A, B, dan C ke dalam fungsi objektif f(x, y) = 5.000(2x+4y) sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
147 <p>Substitusi titik-titik pojok O, A, B, dan C ke dalam fungsi objektif f(x, y) = 5.000(2x+4y) sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
148 <p>Dengan demikian, penghasilan maksimum yang diperoleh bengkel tersebut dalam sehari adalah Rp480.000,00.</p>
148 <p>Dengan demikian, penghasilan maksimum yang diperoleh bengkel tersebut dalam sehari adalah Rp480.000,00.</p>
149 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
149 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
150 <p><strong>Topik</strong><strong>: Transformasi Geometri</strong></p>
150 <p><strong>Topik</strong><strong>: Transformasi Geometri</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Transformasi Dilatasi</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Transformasi Dilatasi</strong></p>
152 <p><strong>Level</strong>:<strong> Easy</strong></p>
152 <p><strong>Level</strong>:<strong> Easy</strong></p>
153 <p>3. Sebuah titik A(1, 4) didilatasi dengan faktor skala 2 dan pusat P(3, 3). Koordinat titik bayangannya setelah didilatasi adalah ….</p>
153 <p>3. Sebuah titik A(1, 4) didilatasi dengan faktor skala 2 dan pusat P(3, 3). Koordinat titik bayangannya setelah didilatasi adalah ….</p>
154 <ol><li>A'(-1, 5)</li>
154 <ol><li>A'(-1, 5)</li>
155 <li>A'(-4, 2)</li>
155 <li>A'(-4, 2)</li>
156 <li>A'(-1, 2)</li>
156 <li>A'(-1, 2)</li>
157 <li>A'(-4, 7)</li>
157 <li>A'(-4, 7)</li>
158 <li>A'(4, 7)</li>
158 <li>A'(4, 7)</li>
159 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
159 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
160 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
160 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
161 <p>Bayangan hasil dilatasi titik (x, y) dengan faktor skala k dan pusat P(a, b) dinyatakan sebagai berikut.</p>
161 <p>Bayangan hasil dilatasi titik (x, y) dengan faktor skala k dan pusat P(a, b) dinyatakan sebagai berikut.</p>
162 <p>Dengan demikian, koordinat titik A(1, 4) setelah didilatasi dengan faktor skala 2 dan pusat P(3, 3) adalah seperti berikut.</p>
162 <p>Dengan demikian, koordinat titik A(1, 4) setelah didilatasi dengan faktor skala 2 dan pusat P(3, 3) adalah seperti berikut.</p>
163 <p>Dengan demikian, koordinat titik bayangannya setelah didilatasi adalah A'(-1, 5).</p>
163 <p>Dengan demikian, koordinat titik bayangannya setelah didilatasi adalah A'(-1, 5).</p>
164 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
164 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
165 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Barisan dan Deret</a> </strong></p>
165 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Barisan dan Deret</a> </strong></p>
166 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Deret Aritmetika dan Geometri</strong></p>
166 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Deret Aritmetika dan Geometri</strong></p>
167 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
167 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
168 <p>4. Diketahui populasi penduduk di sebuah negara meningkat sebesar 8% per tahun. Jika populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2016 adalah 2.500.000 jiwa, maka prediksi populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2019 adalah … jiwa.</p>
168 <p>4. Diketahui populasi penduduk di sebuah negara meningkat sebesar 8% per tahun. Jika populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2016 adalah 2.500.000 jiwa, maka prediksi populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2019 adalah … jiwa.</p>
169 <ol><li>2.916.000</li>
169 <ol><li>2.916.000</li>
170 <li>2.924.646</li>
170 <li>2.924.646</li>
171 <li>3.100.000</li>
171 <li>3.100.000</li>
172 <li>3.149.280</li>
172 <li>3.149.280</li>
173 <li>3.163.298</li>
173 <li>3.163.298</li>
174 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
174 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
175 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
175 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
176 <p>Dapat diperhatikan bahwa populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2016 adalah 2.500.000 jiwa. Jika populasi pada tahun 2016 dijadikan tahun awal, maka didapat A0 = 2.500.000.</p>
176 <p>Dapat diperhatikan bahwa populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2016 adalah 2.500.000 jiwa. Jika populasi pada tahun 2016 dijadikan tahun awal, maka didapat A0 = 2.500.000.</p>
177 <p>Kemudian, populasi penduduknya meningkat sebesar 8% per tahun. Akibatnya, didapat i = 8% per tahun.</p>
177 <p>Kemudian, populasi penduduknya meningkat sebesar 8% per tahun. Akibatnya, didapat i = 8% per tahun.</p>
178 <p>Selanjutnya, akan dicari prediksi populasi penduduk pada tahun 2019. Karena tahun 2019 adalah 3 tahun setelah tahun 2016, maka didapat n = 3.</p>
178 <p>Selanjutnya, akan dicari prediksi populasi penduduk pada tahun 2019. Karena tahun 2019 adalah 3 tahun setelah tahun 2016, maka didapat n = 3.</p>
179 <p>Karena populasi penduduk meningkat tiap tahunnya, maka dalam hal ini digunakan konsep pertumbuhan.</p>
179 <p>Karena populasi penduduk meningkat tiap tahunnya, maka dalam hal ini digunakan konsep pertumbuhan.</p>
180 <p>Oleh karena itu, prediksi populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2019 dapat dihitung sebagai berikut.</p>
180 <p>Oleh karena itu, prediksi populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2019 dapat dihitung sebagai berikut.</p>
181 <p>Dengan demikian, prediksi populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2019 adalah 3.149.280 jiwa.</p>
181 <p>Dengan demikian, prediksi populasi penduduk di negara tersebut pada tahun 2019 adalah 3.149.280 jiwa.</p>
182 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
182 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
183 <p><strong>Topik</strong><strong>: MINAT - Trigonometri Analitika</strong></p>
183 <p><strong>Topik</strong><strong>: MINAT - Trigonometri Analitika</strong></p>
184 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sudut Ganda dan Sudut Paruh</strong></p>
184 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sudut Ganda dan Sudut Paruh</strong></p>
185 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
185 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
186 <p>5. Diketahui dengan P adalah sudut lancip. Nilai dari adalah ….</p>
186 <p>5. Diketahui dengan P adalah sudut lancip. Nilai dari adalah ….</p>
187 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
187 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
188 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
188 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
189 <p>Ingat kembali Identitas Pythagoras berikut!</p>
189 <p>Ingat kembali Identitas Pythagoras berikut!</p>
190 <p>Diketahui maka didapat hasil perhitungan seperti berikut.</p>
190 <p>Diketahui maka didapat hasil perhitungan seperti berikut.</p>
191 <p> </p>
191 <p> </p>
192 <p>Karena <strong></strong>adalah sudut lancip, maka bernilai positif. Dengan demikian, </p>
192 <p>Karena <strong></strong>adalah sudut lancip, maka bernilai positif. Dengan demikian, </p>
193 <p>Kemudian, perhatikan perhitungan sebagai berikut!</p>
193 <p>Kemudian, perhatikan perhitungan sebagai berikut!</p>
194 <p>Selanjutnya, ingat kembali rumus sudut rangkap berikut!</p>
194 <p>Selanjutnya, ingat kembali rumus sudut rangkap berikut!</p>
195 <p>Jika , maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
195 <p>Jika , maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
196 <p>Misalkan , maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
196 <p>Misalkan , maka didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
197 <p>Dengan demikian, atau </p>
197 <p>Dengan demikian, atau </p>
198 <p>Karena P adalah sudut lancip, maka bernilai positif. Oleh karena itu, </p>
198 <p>Karena P adalah sudut lancip, maka bernilai positif. Oleh karena itu, </p>
199 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
199 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
200 <h2>BIOLOGI</h2>
200 <h2>BIOLOGI</h2>
201 <p><strong>Topik: Sel</strong></p>
201 <p><strong>Topik: Sel</strong></p>
202 <p><strong>Subtopik: Bagian Struktural Sel</strong></p>
202 <p><strong>Subtopik: Bagian Struktural Sel</strong></p>
203 <p><strong>Level</strong><strong>: Hots</strong></p>
203 <p><strong>Level</strong><strong>: Hots</strong></p>
204 <p>1. Rogu melakukan pengamatan terhadap membran sel seperti pada gambar di bawah ini.</p>
204 <p>1. Rogu melakukan pengamatan terhadap membran sel seperti pada gambar di bawah ini.</p>
205 <p>Bagian dari membran sel di atas yang bersifat hidrofobik dan hidrofilik secara berurutan adalah ….</p>
205 <p>Bagian dari membran sel di atas yang bersifat hidrofobik dan hidrofilik secara berurutan adalah ….</p>
206 <ol><li>1 dan 2</li>
206 <ol><li>1 dan 2</li>
207 <li>2 dan 3</li>
207 <li>2 dan 3</li>
208 <li>2 dan 1</li>
208 <li>2 dan 1</li>
209 <li>3 dan 2</li>
209 <li>3 dan 2</li>
210 <li>1 dan 3</li>
210 <li>1 dan 3</li>
211 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
211 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
212 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
212 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
213 <p>Komponen utama penyusun membran plasma adalah fosfolipid. Fosfolipid merupakan jenis lemak gabungan antara fosfat dan lipid. Fosfolipid tunggal terdiri atas kepala yang tersusun oleh fosfat dan ekor yang tersusun oleh lipid. Kepala atau fosfatnya bersifat hidrofilik (suka air) sedangkan ekor atau lipidnya bersifat hidrofobik (tidak suka air). Oleh karena itu, bagian dari membran sel yang bersifat hidrofobik ditunjukkan oleh nomor 2 sedangkan bagian dari membran sel yang bersifat hidrofilik ditunjukkan oleh nomor 3.</p>
213 <p>Komponen utama penyusun membran plasma adalah fosfolipid. Fosfolipid merupakan jenis lemak gabungan antara fosfat dan lipid. Fosfolipid tunggal terdiri atas kepala yang tersusun oleh fosfat dan ekor yang tersusun oleh lipid. Kepala atau fosfatnya bersifat hidrofilik (suka air) sedangkan ekor atau lipidnya bersifat hidrofobik (tidak suka air). Oleh karena itu, bagian dari membran sel yang bersifat hidrofobik ditunjukkan oleh nomor 2 sedangkan bagian dari membran sel yang bersifat hidrofilik ditunjukkan oleh nomor 3.</p>
214 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
214 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
215 <p><strong>Baca Juga:<a>Struktur Sel Tumbuhan &amp; Hewan beserta Fungsinya</a></strong></p>
215 <p><strong>Baca Juga:<a>Struktur Sel Tumbuhan &amp; Hewan beserta Fungsinya</a></strong></p>
216 <p><strong>Topik: Organ Tumbuhan dan Strukturnya</strong></p>
216 <p><strong>Topik: Organ Tumbuhan dan Strukturnya</strong></p>
217 <p><strong>Subtopik:<a>Akar</a></strong></p>
217 <p><strong>Subtopik:<a>Akar</a></strong></p>
218 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
218 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
219 <p>2. Jaringan penyusun akar tumbuhan dikotil yang memiliki karakteristik seperti meristem adalah ….</p>
219 <p>2. Jaringan penyusun akar tumbuhan dikotil yang memiliki karakteristik seperti meristem adalah ….</p>
220 <ol><li>korteks</li>
220 <ol><li>korteks</li>
221 <li>endodermis</li>
221 <li>endodermis</li>
222 <li>perisikel</li>
222 <li>perisikel</li>
223 <li>parenkim</li>
223 <li>parenkim</li>
224 <li>epidermis</li>
224 <li>epidermis</li>
225 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
225 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
226 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
226 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
227 <p>Pada akar tanaman dikotil, terdapat bagian yang disebut sebagai perisikel. Perisikel ini mengalami pembelahan untuk membentuk akar lateral di dekat komponen xilem pada akar. Karena itu, akar lateral pada tanaman dikotil berasal dari perisikel. Endodermis merupakan bagian dari akar yang mana terdapat pita kaspari untuk mengontrol transpor air di akar. Korteks merupakan jaringan pengisi pada akar yang terletak di antara epidermis dan stele, sementara itu jaringan parenkim disebut juga sebagai jaringan dasar.</p>
227 <p>Pada akar tanaman dikotil, terdapat bagian yang disebut sebagai perisikel. Perisikel ini mengalami pembelahan untuk membentuk akar lateral di dekat komponen xilem pada akar. Karena itu, akar lateral pada tanaman dikotil berasal dari perisikel. Endodermis merupakan bagian dari akar yang mana terdapat pita kaspari untuk mengontrol transpor air di akar. Korteks merupakan jaringan pengisi pada akar yang terletak di antara epidermis dan stele, sementara itu jaringan parenkim disebut juga sebagai jaringan dasar.</p>
228 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
228 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
229 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan</strong></p>
229 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan</strong></p>
230 <p><strong>Subtopik: Jaringan Otot</strong></p>
230 <p><strong>Subtopik: Jaringan Otot</strong></p>
231 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
231 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
232 <p>3. Berikut ini merupakan persamaan antara otot rangka dengan otot jantung adalah ….</p>
232 <p>3. Berikut ini merupakan persamaan antara otot rangka dengan otot jantung adalah ….</p>
233 <ol><li>dipengaruhi saraf sadar</li>
233 <ol><li>dipengaruhi saraf sadar</li>
234 <li>sel berbentuk panjang bercabang</li>
234 <li>sel berbentuk panjang bercabang</li>
235 <li>memiliki banyak inti yang terletak di tengah sel</li>
235 <li>memiliki banyak inti yang terletak di tengah sel</li>
236 <li>pada serat otot tampak pita gelap dan pita terang</li>
236 <li>pada serat otot tampak pita gelap dan pita terang</li>
237 <li>mampu beraktivitas terus menerus dan tidak mudah lelah</li>
237 <li>mampu beraktivitas terus menerus dan tidak mudah lelah</li>
238 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
238 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
239 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
239 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
240 <p>Otot rangka dan otot jantung memiliki persamaan yaitu sama-sama memiliki bagian pita gelap dan pita terang. Otot rangka dan otot jantung berbeda pada jumlah inti sel dan letaknya, ada tidaknya percabangan, aktivitas kerjanya (dipengaruhi saraf sadar atau tidak) dan kemampuannya beraktivitas (mudah lelah atau tidak).</p>
240 <p>Otot rangka dan otot jantung memiliki persamaan yaitu sama-sama memiliki bagian pita gelap dan pita terang. Otot rangka dan otot jantung berbeda pada jumlah inti sel dan letaknya, ada tidaknya percabangan, aktivitas kerjanya (dipengaruhi saraf sadar atau tidak) dan kemampuannya beraktivitas (mudah lelah atau tidak).</p>
241 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
241 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
242 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi<a>Sistem Peredaran Darah</a> </strong></p>
242 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi<a>Sistem Peredaran Darah</a> </strong></p>
243 <p><strong>Subtopik: Darah</strong></p>
243 <p><strong>Subtopik: Darah</strong></p>
244 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
244 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
245 <p>4. Perhatikan sel darah berikut ini!</p>
245 <p>4. Perhatikan sel darah berikut ini!</p>
246 <p>Karakteristik yang sesuai dengan jenis sel darah pada gambar di atas adalah ….</p>
246 <p>Karakteristik yang sesuai dengan jenis sel darah pada gambar di atas adalah ….</p>
247 <ol><li>bersifat sangat fagosit</li>
247 <ol><li>bersifat sangat fagosit</li>
248 <li>berperan dalam respon alergi</li>
248 <li>berperan dalam respon alergi</li>
249 <li>memberikan respon inflamasi</li>
249 <li>memberikan respon inflamasi</li>
250 <li>jumlahnya hanya 1-3% dari total leukosit</li>
250 <li>jumlahnya hanya 1-3% dari total leukosit</li>
251 <li>memiliki bentuk bikonkaf dan bergranula</li>
251 <li>memiliki bentuk bikonkaf dan bergranula</li>
252 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
252 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
253 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
253 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
254 <p>Jenis sel darah yang terdapat pada soal adalah Neutrofil. Neutrofil memiliki diameter 9-12 mikrometer dengan granula kecil berwarna merah muda dan memiliki nukleus dengan 3-5 lobus yang dihubungkan oleh benang kromatin tipis. Jumlah neutrofil sebanyak 60%-70% dari jumlah total sel darah putih, sehingga merupakan sel darah putih terbanyak dalam tubuh. Peran dari Neutrofil adalah sebagai fagosit yang aktif untuk menyerang dan menghancurkan bakteri, virus, dan agen penyebab cedera lainnya<strong>.</strong></p>
254 <p>Jenis sel darah yang terdapat pada soal adalah Neutrofil. Neutrofil memiliki diameter 9-12 mikrometer dengan granula kecil berwarna merah muda dan memiliki nukleus dengan 3-5 lobus yang dihubungkan oleh benang kromatin tipis. Jumlah neutrofil sebanyak 60%-70% dari jumlah total sel darah putih, sehingga merupakan sel darah putih terbanyak dalam tubuh. Peran dari Neutrofil adalah sebagai fagosit yang aktif untuk menyerang dan menghancurkan bakteri, virus, dan agen penyebab cedera lainnya<strong>.</strong></p>
255 <p><strong>Dengan demikian pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
255 <p><strong>Dengan demikian pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
256 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah </strong></p>
256 <p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah </strong></p>
257 <p><strong>Subtopik: Golongan Darah</strong></p>
257 <p><strong>Subtopik: Golongan Darah</strong></p>
258 <p><strong>Level</strong><strong>: Hots</strong></p>
258 <p><strong>Level</strong><strong>: Hots</strong></p>
259 <p>5. Dua orang laki-laki mengalami kecelakaan di jalan raya sehingga menyebabkan keduanya kekurangan banyak darah serta membutuhkan transfusi darah. Seorang ibu bergolongan darah O ingin mendonorkan darahnya kepada kedua laki-laki tersebut. Kedua laki-laki tersebut diketahui masing-masing memiliki golongan darah A dan B. Pernyataan di bawah ini yang tepat berdasar pada informasi di atas adalah …</p>
259 <p>5. Dua orang laki-laki mengalami kecelakaan di jalan raya sehingga menyebabkan keduanya kekurangan banyak darah serta membutuhkan transfusi darah. Seorang ibu bergolongan darah O ingin mendonorkan darahnya kepada kedua laki-laki tersebut. Kedua laki-laki tersebut diketahui masing-masing memiliki golongan darah A dan B. Pernyataan di bawah ini yang tepat berdasar pada informasi di atas adalah …</p>
260 <ol><li>Penggumpalan darah akan terjadi pada kedua laki-laki tersebut setelah memperoleh darah bergolongan O dari orang asing.</li>
260 <ol><li>Penggumpalan darah akan terjadi pada kedua laki-laki tersebut setelah memperoleh darah bergolongan O dari orang asing.</li>
261 <li>Golongan darah O dapat ditransfusikan kepada golongan darah A dan B karena golongan darah O tidak mempunyai aglutinin β dan α.</li>
261 <li>Golongan darah O dapat ditransfusikan kepada golongan darah A dan B karena golongan darah O tidak mempunyai aglutinin β dan α.</li>
262 <li>Golongan darah A dan B tidak dapat menerima darah dari golongan darah O karena golongan darah O mempunyai aglutinin β dan α.</li>
262 <li>Golongan darah A dan B tidak dapat menerima darah dari golongan darah O karena golongan darah O mempunyai aglutinin β dan α.</li>
263 <li>Golongan darah O tidak dapat ditransfusikan kepada golongan darah A dan B karena golongan darah O membawa aglutinogen A dan B.</li>
263 <li>Golongan darah O tidak dapat ditransfusikan kepada golongan darah A dan B karena golongan darah O membawa aglutinogen A dan B.</li>
264 <li>Golongan darah O dapat ditransfusikan kepada golongan darah A dan B karena golongan darah O tidak membawa aglutinogen A dan B.</li>
264 <li>Golongan darah O dapat ditransfusikan kepada golongan darah A dan B karena golongan darah O tidak membawa aglutinogen A dan B.</li>
265 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
265 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
266 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
266 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
267 <p>Transfusi darah adalah proses pemindahan atau pemberian darah dari seseorang yang disebut pendonor kepada orang lain yang disebut resipien. Proses transfusi darah harus memperhatikan reaksi antara antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) yang dapat menyebabkan penggumpalan darah atau aglutinasi. Penggumpalan darah terjadi ketika aglutinin dalam plasma darah bertemu dengan aglutinogen yang sejenis pada permukaan eritrosit. Contohnya aglutinin α akan menggumpalkan aglutinogen A. Golongan darah A memiliki plasma darah yang membawa aglutinin β dengan aglutinogen A melapisi permukaan eritrosit. Golongan darah B memiliki plasma darah yang membaa aglutinin α dengan aglutinogen B melapisi permukaan eritrosit. Golongan darah O tidak memiliki aglutinogen A dan B pada permukaan eritrosit, tetapi pada plasmanya terdapat aglutinin α dan β. Berdasarkan informasi tersebut, golongan darah O dapat menjadi pendonor ke semua jenis golongan darah (pendonor universal) oleh sebab tidak memiliki aglutinogen yang umumnya ditolak oleh aglutinin pada darah resipien.</p>
267 <p>Transfusi darah adalah proses pemindahan atau pemberian darah dari seseorang yang disebut pendonor kepada orang lain yang disebut resipien. Proses transfusi darah harus memperhatikan reaksi antara antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) yang dapat menyebabkan penggumpalan darah atau aglutinasi. Penggumpalan darah terjadi ketika aglutinin dalam plasma darah bertemu dengan aglutinogen yang sejenis pada permukaan eritrosit. Contohnya aglutinin α akan menggumpalkan aglutinogen A. Golongan darah A memiliki plasma darah yang membawa aglutinin β dengan aglutinogen A melapisi permukaan eritrosit. Golongan darah B memiliki plasma darah yang membaa aglutinin α dengan aglutinogen B melapisi permukaan eritrosit. Golongan darah O tidak memiliki aglutinogen A dan B pada permukaan eritrosit, tetapi pada plasmanya terdapat aglutinin α dan β. Berdasarkan informasi tersebut, golongan darah O dapat menjadi pendonor ke semua jenis golongan darah (pendonor universal) oleh sebab tidak memiliki aglutinogen yang umumnya ditolak oleh aglutinin pada darah resipien.</p>
268 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
268 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
269 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 11 IPA Semester Genap 2024</a></strong></p>
269 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 11 IPA Semester Genap 2024</a></strong></p>
270 <h2>KIMIA</h2>
270 <h2>KIMIA</h2>
271 <p><strong>Topik:</strong><strong>Hidrokarbon</strong></p>
271 <p><strong>Topik:</strong><strong>Hidrokarbon</strong></p>
272 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Kekhasan Atom Karbon</strong></p>
272 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Kekhasan Atom Karbon</strong></p>
273 <p>1. Pada senyawa 2,2-dimetilbutana terdapat atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner masing-masing sebanyak ….</p>
273 <p>1. Pada senyawa 2,2-dimetilbutana terdapat atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner masing-masing sebanyak ….</p>
274 <ol><li>3, 2, 1, dan 1</li>
274 <ol><li>3, 2, 1, dan 1</li>
275 <li>3, 3, 0, dan 1</li>
275 <li>3, 3, 0, dan 1</li>
276 <li>4, 2, 0, dan 1</li>
276 <li>4, 2, 0, dan 1</li>
277 <li>4, 1, 0, dan 1</li>
277 <li>4, 1, 0, dan 1</li>
278 <li>4, 2, 1, dan 0</li>
278 <li>4, 2, 1, dan 0</li>
279 </ol><p>Jawaban: D</p>
279 </ol><p>Jawaban: D</p>
280 <p>Pembahasan:</p>
280 <p>Pembahasan:</p>
281 <p>Struktur senyawa 2,2-dimetilbutana adalah sebagai berikut.</p>
281 <p>Struktur senyawa 2,2-dimetilbutana adalah sebagai berikut.</p>
282 <p><strong>Atom karbon primer:</strong>atom karbon yang mengikat 1 atom karbon lainnya seperti yang ditunjukkan nomor 1, 4, 5, dan 6.</p>
282 <p><strong>Atom karbon primer:</strong>atom karbon yang mengikat 1 atom karbon lainnya seperti yang ditunjukkan nomor 1, 4, 5, dan 6.</p>
283 <p><strong>Atom karbon sekunder:</strong>atom karbon yang mengikat 2 atom karbon lainnya seperti yang ditunjukkan nomor 3.</p>
283 <p><strong>Atom karbon sekunder:</strong>atom karbon yang mengikat 2 atom karbon lainnya seperti yang ditunjukkan nomor 3.</p>
284 <p><strong>Atom karbon tersier:</strong>atom karbon yang mengikat 3 atom karbon lainnya, pada senyawa ini tidak ada.</p>
284 <p><strong>Atom karbon tersier:</strong>atom karbon yang mengikat 3 atom karbon lainnya, pada senyawa ini tidak ada.</p>
285 <p><strong>Atom karbon kuartener:</strong>atom karbon yang mengikat 4 atom karbon lainnya seperti yang ditunjukkan nomor 2.</p>
285 <p><strong>Atom karbon kuartener:</strong>atom karbon yang mengikat 4 atom karbon lainnya seperti yang ditunjukkan nomor 2.</p>
286 <p>Berdasarkan struktur di atas, jumlah atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner masing-masing sebanyak<strong>4, 1, 0, dan 1</strong>.</p>
286 <p>Berdasarkan struktur di atas, jumlah atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner masing-masing sebanyak<strong>4, 1, 0, dan 1</strong>.</p>
287 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
287 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
288 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Kekhasan Atom Karbon</a></strong></p>
288 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Kekhasan Atom Karbon</a></strong></p>
289 <p><strong>Topik:</strong><a><strong>Laju Reaksi</strong></a></p>
289 <p><strong>Topik:</strong><a><strong>Laju Reaksi</strong></a></p>
290 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi</strong></p>
290 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi</strong></p>
291 <p>2. Suatu reaksi umumnya akan berlangsung lebih cepat apabila konsentrasi pereaksinya juga makin besar. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan pernyataan berikut, yaitu ….</p>
291 <p>2. Suatu reaksi umumnya akan berlangsung lebih cepat apabila konsentrasi pereaksinya juga makin besar. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan pernyataan berikut, yaitu ….</p>
292 <ol><li>makin besar konsentrasi suatu pereaksi maka energi aktivasinya juga akan makin besar</li>
292 <ol><li>makin besar konsentrasi suatu pereaksi maka energi aktivasinya juga akan makin besar</li>
293 <li>makin besar konsentrasi maka akan menyebabkan kenaikan temperatur reaksi</li>
293 <li>makin besar konsentrasi maka akan menyebabkan kenaikan temperatur reaksi</li>
294 <li>makin besar konsentrasi maka orde reaksi juga akan bertambah</li>
294 <li>makin besar konsentrasi maka orde reaksi juga akan bertambah</li>
295 <li>tumbukan antar partikel akan menghasilkan energi yang lebih besar jika konsentrasi pereaksi bertambah</li>
295 <li>tumbukan antar partikel akan menghasilkan energi yang lebih besar jika konsentrasi pereaksi bertambah</li>
296 <li>makin besar konsentrasi maka peluang terjadinya tumbukan yang menghasilkan reaksi akan makin besar juga</li>
296 <li>makin besar konsentrasi maka peluang terjadinya tumbukan yang menghasilkan reaksi akan makin besar juga</li>
297 </ol><p>Jawaban: E</p>
297 </ol><p>Jawaban: E</p>
298 <p>Pembahasan:</p>
298 <p>Pembahasan:</p>
299 <p>Suatu reaksi umumnya akan menjadi<strong>lebih cepat</strong>berlangsung apabila konsentrasi pereaksinya juga<strong>makin besar</strong>hal ini disebabkan karena makin besar konsentrasi maka peluang terjadinya tumbukan yang menghasilkan reaksi akan makin besar juga.</p>
299 <p>Suatu reaksi umumnya akan menjadi<strong>lebih cepat</strong>berlangsung apabila konsentrasi pereaksinya juga<strong>makin besar</strong>hal ini disebabkan karena makin besar konsentrasi maka peluang terjadinya tumbukan yang menghasilkan reaksi akan makin besar juga.</p>
300 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
300 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
301 <p><strong>Topik:</strong><strong>Laju Reaksi</strong></p>
301 <p><strong>Topik:</strong><strong>Laju Reaksi</strong></p>
302 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Penentuan Laju Reaksi Single Experiment</strong></p>
302 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Penentuan Laju Reaksi Single Experiment</strong></p>
303 <p>3. Suatu reaksi berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 20°C. Jika pada suhu 40°C reaksi berlangsung 9 menit, pada suhu 80°C reaksi akan berlangsung selama ….</p>
303 <p>3. Suatu reaksi berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 20°C. Jika pada suhu 40°C reaksi berlangsung 9 menit, pada suhu 80°C reaksi akan berlangsung selama ….</p>
304 <ol><li>81 menit</li>
304 <ol><li>81 menit</li>
305 <li>27 menit</li>
305 <li>27 menit</li>
306 <li>18 menit</li>
306 <li>18 menit</li>
307 <li>1 menit</li>
307 <li>1 menit</li>
308 <li>19 menit</li>
308 <li>19 menit</li>
309 </ol><p>Jawaban: D</p>
309 </ol><p>Jawaban: D</p>
310 <p>Pembahasan:</p>
310 <p>Pembahasan:</p>
311 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
311 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
312 <p>t1 = 9 menit</p>
312 <p>t1 = 9 menit</p>
313 <p>T1 = 40</p>
313 <p>T1 = 40</p>
314 <p>T2 = 80</p>
314 <p>T2 = 80</p>
315 <p><strong>Ditanyakan:</strong>waktu reaksi pada suhu 80 </p>
315 <p><strong>Ditanyakan:</strong>waktu reaksi pada suhu 80 </p>
316 <p><strong>Jawab:</strong></p>
316 <p><strong>Jawab:</strong></p>
317 <p>Setiap kenaikan 20 reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat, maka</p>
317 <p>Setiap kenaikan 20 reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat, maka</p>
318 <p>Pada suhu 80 , reaksi akan berlangsung selama 1 menit.</p>
318 <p>Pada suhu 80 , reaksi akan berlangsung selama 1 menit.</p>
319 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
319 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
320 <p><strong>Topik:</strong><a><strong>Kesetimbangan Kimia</strong></a></p>
320 <p><strong>Topik:</strong><a><strong>Kesetimbangan Kimia</strong></a></p>
321 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Pergeseran Kesetimbangan dan Faktor yang Memengaruhi Pergeseran Kesetimbangan</strong></p>
321 <p><strong>Subtopik:</strong><strong>Pergeseran Kesetimbangan dan Faktor yang Memengaruhi Pergeseran Kesetimbangan</strong></p>
322 <p>4. Perubahan volume tidak menyebabkan pergeseran sistem kesetimbangan pada reaksi ….</p>
322 <p>4. Perubahan volume tidak menyebabkan pergeseran sistem kesetimbangan pada reaksi ….</p>
323 <p>Jawaban: E</p>
323 <p>Jawaban: E</p>
324 <p>Pembahasan:</p>
324 <p>Pembahasan:</p>
325 <p>Faktor yang memengaruhi kesetimbangan salah satunya adalah<strong>volume</strong>. Jika volume dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih besar, sedangkan jika volume diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih kecil.</p>
325 <p>Faktor yang memengaruhi kesetimbangan salah satunya adalah<strong>volume</strong>. Jika volume dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih besar, sedangkan jika volume diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih kecil.</p>
326 <p>Perubahan volume<strong>tidak</strong>menyebabkan pergeseran sistem kesetimbangan pada reaksi yang memiliki<strong>selisih jumlah koefisien reaktan dan produk sama dengan nol</strong>. Reaksi yang memiliki selisih jumlah koefisien reaktan dan produk sama dengan nol adalah sebagai berikut.</p>
326 <p>Perubahan volume<strong>tidak</strong>menyebabkan pergeseran sistem kesetimbangan pada reaksi yang memiliki<strong>selisih jumlah koefisien reaktan dan produk sama dengan nol</strong>. Reaksi yang memiliki selisih jumlah koefisien reaktan dan produk sama dengan nol adalah sebagai berikut.</p>
327 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
327 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
328 <p>Mudah, kan? Itu tadi latihan soal PAS kelas 11 IPA Semester Ganjil 2024. Kalau kamu butuh latihan soal lainnya, kamu bisa kerjakan hanya di<a>ruangbelajar</a>!</p>
328 <p>Mudah, kan? Itu tadi latihan soal PAS kelas 11 IPA Semester Ganjil 2024. Kalau kamu butuh latihan soal lainnya, kamu bisa kerjakan hanya di<a>ruangbelajar</a>!</p>
329  
329