0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini memberikan beberapa<strong><a>latihan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)</a></strong>tahun 2025 untuk kamu siswa kelas 11 SMA IPA.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini memberikan beberapa<strong><a>latihan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)</a></strong>tahun 2025 untuk kamu siswa kelas 11 SMA IPA.</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p><strong>Topik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
4
<p><strong>Topik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
6
<p>1. Nilai dari adalah ….</p>
6
<p>1. Nilai dari adalah ….</p>
7
<ol><li>-8</li>
7
<ol><li>-8</li>
8
<li>-4</li>
8
<li>-4</li>
9
<li>-2</li>
9
<li>-2</li>
10
<li>2</li>
10
<li>2</li>
11
<li>4</li>
11
<li>4</li>
12
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
12
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14
<p>Jika dilakukan substitusi , akan didapatkan hasil yang merupakan bentuk tak tentu.</p>
14
<p>Jika dilakukan substitusi , akan didapatkan hasil yang merupakan bentuk tak tentu.</p>
15
<p>Oleh karena itu, perlu digunakan metode lain untuk menentukan nilai .</p>
15
<p>Oleh karena itu, perlu digunakan metode lain untuk menentukan nilai .</p>
16
<p>Ingat kembali bentuk .</p>
16
<p>Ingat kembali bentuk .</p>
17
<p>Kemudian, perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
17
<p>Kemudian, perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
18
<p>Dengan demikian, nilai dari adalah -2.</p>
18
<p>Dengan demikian, nilai dari adalah -2.</p>
19
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
19
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
20
<p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Limit Fungsi Aljabar & Sifat-Sifatnya</a></strong></p>
20
<p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Limit Fungsi Aljabar & Sifat-Sifatnya</a></strong></p>
21
<p><strong>Topik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
21
<p><strong>Topik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
22
<p><strong>Subtopik: Limit Fungsi Aljabar, Sifat Limit</strong></p>
22
<p><strong>Subtopik: Limit Fungsi Aljabar, Sifat Limit</strong></p>
23
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
23
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
24
<p>2. Nilai dari adalah …</p>
24
<p>2. Nilai dari adalah …</p>
25
<ol><li>8</li>
25
<ol><li>8</li>
26
<li>4</li>
26
<li>4</li>
27
<li>-4</li>
27
<li>-4</li>
28
<li>-6</li>
28
<li>-6</li>
29
<li>-8</li>
29
<li>-8</li>
30
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
30
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
31
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
31
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
32
<p>Perhatikan perhitungan berikut!</p>
32
<p>Perhatikan perhitungan berikut!</p>
33
<p>Setelah dilakukan substitusi x=4, didapat bentuk tak tentu, yaitu 0/0.</p>
33
<p>Setelah dilakukan substitusi x=4, didapat bentuk tak tentu, yaitu 0/0.</p>
34
<p>Karena pada bentuk limit di atas terdapat operasi pengurangan bentuk akar di pembilang maupun di penyebut, maka bentuk limit di atas dapat disederhanakan terlebih dahulu dengan teknis merasionalkan akar-akar sebagai berikut.</p>
34
<p>Karena pada bentuk limit di atas terdapat operasi pengurangan bentuk akar di pembilang maupun di penyebut, maka bentuk limit di atas dapat disederhanakan terlebih dahulu dengan teknis merasionalkan akar-akar sebagai berikut.</p>
35
<p>Dengan demikian, nilai dari adalah -4.</p>
35
<p>Dengan demikian, nilai dari adalah -4.</p>
36
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
36
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
37
<p><strong>Topik: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
37
<p><strong>Topik: Turunan Fungsi Aljabar</strong></p>
38
<p><strong>Subtopik: Aplikasi Turunan III</strong></p>
38
<p><strong>Subtopik: Aplikasi Turunan III</strong></p>
39
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
39
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
40
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
40
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
41
<p>3. Sebuah pintu rumah berbentuk gabungan antara persegi panjang dan setengah lingkaran memiliki keliling 8 meter. Agar luas pintu maksimum, maka panjang diameter pintu tersebut adalah …</p>
41
<p>3. Sebuah pintu rumah berbentuk gabungan antara persegi panjang dan setengah lingkaran memiliki keliling 8 meter. Agar luas pintu maksimum, maka panjang diameter pintu tersebut adalah …</p>
42
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
42
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
43
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
43
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
44
<p><strong>Perhatikan gambar di bawah in</strong>i<strong>!</strong></p>
44
<p><strong>Perhatikan gambar di bawah in</strong>i<strong>!</strong></p>
45
<p>Diketahui bahwa keliling pintu adalah 8 meter.</p>
45
<p>Diketahui bahwa keliling pintu adalah 8 meter.</p>
46
<p>Perhatikan bahwa terdapat setengah lingkaran dengan panjang jari-jari dan persegi panjang dengan panjang 2r dan lebar h.</p>
46
<p>Perhatikan bahwa terdapat setengah lingkaran dengan panjang jari-jari dan persegi panjang dengan panjang 2r dan lebar h.</p>
47
<p>Akibatnya, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
47
<p>Akibatnya, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
48
<p>Kemudian, buat luas pintu dalam menjadi sebuah fungsi dalam r sebagai berikut.</p>
48
<p>Kemudian, buat luas pintu dalam menjadi sebuah fungsi dalam r sebagai berikut.</p>
49
<p>Agar diperoleh panjang jari-jari maksimum, maka L’=0 sehingga kita turunkan persamaan di atas terhadap sebagai berikut.</p>
49
<p>Agar diperoleh panjang jari-jari maksimum, maka L’=0 sehingga kita turunkan persamaan di atas terhadap sebagai berikut.</p>
50
<p>Dengan demikian, agar luas pintu maksimum, maka panjang diameter pintu tersebut adalah sebagai berikut.</p>
50
<p>Dengan demikian, agar luas pintu maksimum, maka panjang diameter pintu tersebut adalah sebagai berikut.</p>
51
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
51
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
52
<p><strong>Baca Juga:<a>Turunan Fungsi Aljabar: Konsep Rumus, Aturan Rantai & Contoh</a></strong></p>
52
<p><strong>Baca Juga:<a>Turunan Fungsi Aljabar: Konsep Rumus, Aturan Rantai & Contoh</a></strong></p>
53
<p><strong>Topik: Integral Fungsi Aljabar</strong></p>
53
<p><strong>Topik: Integral Fungsi Aljabar</strong></p>
54
<p><strong>Subtopik: Integral Tak Tentu</strong></p>
54
<p><strong>Subtopik: Integral Tak Tentu</strong></p>
55
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
55
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
56
<p>4. Nilai dari adalah …</p>
56
<p>4. Nilai dari adalah …</p>
57
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
57
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
58
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
58
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
59
<p>Perhatikan untuk mempermudah, bentuk akar dan eksponen kita sederhanakan terlebih dahulu sebagai berikut:</p>
59
<p>Perhatikan untuk mempermudah, bentuk akar dan eksponen kita sederhanakan terlebih dahulu sebagai berikut:</p>
60
<p>Dengan demikian, didapat perhitungan sebagai berikut:</p>
60
<p>Dengan demikian, didapat perhitungan sebagai berikut:</p>
61
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
61
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
62
<p><strong>Topik: MINAT - Lingkaran Analitika</strong></p>
62
<p><strong>Topik: MINAT - Lingkaran Analitika</strong></p>
63
<p><strong>Subtopik: Kedudukan Titik dan Garis Terhadap Lingkaran</strong></p>
63
<p><strong>Subtopik: Kedudukan Titik dan Garis Terhadap Lingkaran</strong></p>
64
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
64
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
65
<p>5. Pernyataan yang tepat terkait kedudukan garis y = x - 1 dan y = 2x + 2 terhadap lingkaran x2 + y2 - 2x + 4y + 6 = 0 adalah ….</p>
65
<p>5. Pernyataan yang tepat terkait kedudukan garis y = x - 1 dan y = 2x + 2 terhadap lingkaran x2 + y2 - 2x + 4y + 6 = 0 adalah ….</p>
66
<ol><li>salah satu garis tidak memotong lingkaran dan garis lainnya menyinggung lingkaran di satu titik</li>
66
<ol><li>salah satu garis tidak memotong lingkaran dan garis lainnya menyinggung lingkaran di satu titik</li>
67
<li>salah satu garis tidak memotong lingkaran dan garis lainnya memotong lingkaran di dua titik</li>
67
<li>salah satu garis tidak memotong lingkaran dan garis lainnya memotong lingkaran di dua titik</li>
68
<li>kedua garis menyinggung lingkaran di satu titik</li>
68
<li>kedua garis menyinggung lingkaran di satu titik</li>
69
<li>kedua garis memotong lingkaran di dua titik</li>
69
<li>kedua garis memotong lingkaran di dua titik</li>
70
<li>kedua garis tidak memotong lingkaran</li>
70
<li>kedua garis tidak memotong lingkaran</li>
71
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
71
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
73
<p>Cari terlebih dahulu kedudukan garis y = x - 1 terhadap lingkaran x2 + y2 - 2x + 4y + 6 = 0.</p>
73
<p>Cari terlebih dahulu kedudukan garis y = x - 1 terhadap lingkaran x2 + y2 - 2x + 4y + 6 = 0.</p>
74
<p>Substitusi y = x - 1 ke dalam persamaan lingkaran sebagai berikut.</p>
74
<p>Substitusi y = x - 1 ke dalam persamaan lingkaran sebagai berikut.</p>
75
<p>Didapat persamaan kuadrat dengan nilai a = 2, b = 0, dan c = 3. Kemudian, cek diskriminan dari persamaan kuadrat yang didapatkan, yaitu sebagai berikut.</p>
75
<p>Didapat persamaan kuadrat dengan nilai a = 2, b = 0, dan c = 3. Kemudian, cek diskriminan dari persamaan kuadrat yang didapatkan, yaitu sebagai berikut.</p>
76
<p>Karena diskriminan dari persamaan kuadrat 2x2 + 3 = 0 bernilai negatif, maka tidak ada penyelesaian real dari persamaan kuadrat tersebut sehingga garis tidak berpotongan dengan lingkaran.</p>
76
<p>Karena diskriminan dari persamaan kuadrat 2x2 + 3 = 0 bernilai negatif, maka tidak ada penyelesaian real dari persamaan kuadrat tersebut sehingga garis tidak berpotongan dengan lingkaran.</p>
77
<p>Kemudian, cari kedudukan garis y = 2x + 2 terhadap lingkaran x2 + y² - 2x + 4y + 6 = 0.</p>
77
<p>Kemudian, cari kedudukan garis y = 2x + 2 terhadap lingkaran x2 + y² - 2x + 4y + 6 = 0.</p>
78
<p>Substitusi y = 2x + 2 ke dalam persamaan lingkaran sebagai berikut.</p>
78
<p>Substitusi y = 2x + 2 ke dalam persamaan lingkaran sebagai berikut.</p>
79
<p>Didapat persamaan kuadrat dengan nilai a = 5, b = 14, dan c = 18. Kemudian, cek diskriminan dari persamaan kuadrat yang didapatkan, yaitu sebagai berikut.</p>
79
<p>Didapat persamaan kuadrat dengan nilai a = 5, b = 14, dan c = 18. Kemudian, cek diskriminan dari persamaan kuadrat yang didapatkan, yaitu sebagai berikut.</p>
80
<p>Karena diskriminan dari persamaan kuadrat 5x2 + 14x + 18 = 0 bernilai negatif, maka tidak ada penyelesaian real dari persamaan kuadrat tersebut sehingga garis tidak berpotongan dengan lingkaran.</p>
80
<p>Karena diskriminan dari persamaan kuadrat 5x2 + 14x + 18 = 0 bernilai negatif, maka tidak ada penyelesaian real dari persamaan kuadrat tersebut sehingga garis tidak berpotongan dengan lingkaran.</p>
81
<p>Dengan demikian, kedua garis tidak memotong lingkaran.</p>
81
<p>Dengan demikian, kedua garis tidak memotong lingkaran.</p>
82
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
82
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
83
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menentukan Persamaan Lingkaran dan Contohnya</a></strong></p>
83
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menentukan Persamaan Lingkaran dan Contohnya</a></strong></p>
84
<p><strong>Topik: MINAT - Suku Banyak (Polinomial)</strong></p>
84
<p><strong>Topik: MINAT - Suku Banyak (Polinomial)</strong></p>
85
<p><strong>Subtopik: Teorema Faktor</strong></p>
85
<p><strong>Subtopik: Teorema Faktor</strong></p>
86
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
86
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
87
<p>6. Akar-akar persamaan 2x3 - 3x2 - 11x + p = 0 adalah x1, x2, dan x3. Jika x1 = 2, maka nilai dari x1·x2·x3 adalah ….</p>
87
<p>6. Akar-akar persamaan 2x3 - 3x2 - 11x + p = 0 adalah x1, x2, dan x3. Jika x1 = 2, maka nilai dari x1·x2·x3 adalah ….</p>
88
<ol><li>-18</li>
88
<ol><li>-18</li>
89
<li>-9</li>
89
<li>-9</li>
90
<li>-6</li>
90
<li>-6</li>
91
<li>6</li>
91
<li>6</li>
92
<li>9</li>
92
<li>9</li>
93
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
93
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
94
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
94
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
95
<p>Kita tentukan nilai p terlebih dahulu.</p>
95
<p>Kita tentukan nilai p terlebih dahulu.</p>
96
<p>Diketahui x1 = 2, maka kita peroleh nilai p sebagai berikut.</p>
96
<p>Diketahui x1 = 2, maka kita peroleh nilai p sebagai berikut.</p>
97
<p>Oleh karena itu, kita peroleh persamaannya sebagai berikut.</p>
97
<p>Oleh karena itu, kita peroleh persamaannya sebagai berikut.</p>
98
<p>2x3-3x2-11x+18=0</p>
98
<p>2x3-3x2-11x+18=0</p>
99
<p>Hasil kali ketiga akar untuk bentuk Ax3 + Bx2 + Cx + D = 0 sama dengan nilai -DA.</p>
99
<p>Hasil kali ketiga akar untuk bentuk Ax3 + Bx2 + Cx + D = 0 sama dengan nilai -DA.</p>
100
<p>Dengan demikian, hasil kali ketiga akar dari 2x3 - 3x2 - 11x + 18 = 0, yaitu x1·x2·x3 dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
100
<p>Dengan demikian, hasil kali ketiga akar dari 2x3 - 3x2 - 11x + 18 = 0, yaitu x1·x2·x3 dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
101
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
101
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
102
<p><strong>Baca Juga:<a>Mempelajari Konsep dan Nilai Suku Banyak (Polinomial)</a></strong></p>
102
<p><strong>Baca Juga:<a>Mempelajari Konsep dan Nilai Suku Banyak (Polinomial)</a></strong></p>
103
<h2>FISIKA</h2>
103
<h2>FISIKA</h2>
104
<p><strong>Topik: Gelombang Mekanik</strong></p>
104
<p><strong>Topik: Gelombang Mekanik</strong></p>
105
<p><strong>Subtopik: Besaran dan Gelombang</strong></p>
105
<p><strong>Subtopik: Besaran dan Gelombang</strong></p>
106
<p>1. Perhatikan gelombang berikut ini!</p>
106
<p>1. Perhatikan gelombang berikut ini!</p>
107
<p>Apabila panjang satu gelombang adalah 8 m, cepat rambat gelombang tersebut adalah ….</p>
107
<p>Apabila panjang satu gelombang adalah 8 m, cepat rambat gelombang tersebut adalah ….</p>
108
<ol><li>1,0 m/s</li>
108
<ol><li>1,0 m/s</li>
109
<li>1,25 m/s</li>
109
<li>1,25 m/s</li>
110
<li>2,0 m/s</li>
110
<li>2,0 m/s</li>
111
<li>2,5 m/s</li>
111
<li>2,5 m/s</li>
112
<li>5,0 m/s</li>
112
<li>5,0 m/s</li>
113
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
113
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
114
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
114
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
115
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
115
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
116
<p><strong>Ditanya:</strong></p>
116
<p><strong>Ditanya:</strong></p>
117
<p>Cepat rambat (v) = ?</p>
117
<p>Cepat rambat (v) = ?</p>
118
<p><strong>Jawab:</strong></p>
118
<p><strong>Jawab:</strong></p>
119
<p>Cari frekuensinya terlebih dahulu dengan menggunakan rumus berikut.</p>
119
<p>Cari frekuensinya terlebih dahulu dengan menggunakan rumus berikut.</p>
120
<p>Dengan demikian, cepat rambat gelombangnya adalah</p>
120
<p>Dengan demikian, cepat rambat gelombangnya adalah</p>
121
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
121
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
122
<p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Getaran dan Gelombang, Rumus, serta Contohnya</a></strong></p>
122
<p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Getaran dan Gelombang, Rumus, serta Contohnya</a></strong></p>
123
<p><strong>Topik</strong><strong>: Termodinamika</strong></p>
123
<p><strong>Topik</strong><strong>: Termodinamika</strong></p>
124
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Hukum Termodinamika</strong></p>
124
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aplikasi Hukum Termodinamika</strong></p>
125
<p><strong>Level</strong><strong>: LOTS</strong></p>
125
<p><strong>Level</strong><strong>: LOTS</strong></p>
126
<p>2. Usaha oleh mesin digambarkan oleh luas bangun yang dibentuk oleh siklus. Nilai usaha akan bernilai negatif (mesin mendapatkan kerja) saat siklus berputar ….</p>
126
<p>2. Usaha oleh mesin digambarkan oleh luas bangun yang dibentuk oleh siklus. Nilai usaha akan bernilai negatif (mesin mendapatkan kerja) saat siklus berputar ….</p>
127
<ol><li>zig zag</li>
127
<ol><li>zig zag</li>
128
<li>melingkar</li>
128
<li>melingkar</li>
129
<li>searah jarum jam</li>
129
<li>searah jarum jam</li>
130
<li>berlawanan jarum jam</li>
130
<li>berlawanan jarum jam</li>
131
<li>hanya bergerak sepanjang garis lurus</li>
131
<li>hanya bergerak sepanjang garis lurus</li>
132
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
132
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
133
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
133
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
134
<p>Siklus carnot merupakan proses siklus termodinamika ideal yang menggambarkan proses termodinamika dalam sebuah mesin kalor.</p>
134
<p>Siklus carnot merupakan proses siklus termodinamika ideal yang menggambarkan proses termodinamika dalam sebuah mesin kalor.</p>
135
<p>Usaha oleh mesin digambarkan oleh luas bangun yang dibentuk oleh siklus dan nilainya ditentukan oleh arah perputaran siklus, yaitu</p>
135
<p>Usaha oleh mesin digambarkan oleh luas bangun yang dibentuk oleh siklus dan nilainya ditentukan oleh arah perputaran siklus, yaitu</p>
136
<ol><li><strong>Usaha bernilai positif</strong>(melakukan kerja) saat siklus berputar searah jarum jam.</li>
136
<ol><li><strong>Usaha bernilai positif</strong>(melakukan kerja) saat siklus berputar searah jarum jam.</li>
137
<li><strong>Usaha bernilai negatif</strong>(mendapatkan kerja) saat siklus berputar berlawanan jarum jam.</li>
137
<li><strong>Usaha bernilai negatif</strong>(mendapatkan kerja) saat siklus berputar berlawanan jarum jam.</li>
138
</ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
138
</ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
139
<p><strong>Baca Juga:<a>Belajar Prinsip dan Hukum Termodinamika dari Termos</a></strong></p>
139
<p><strong>Baca Juga:<a>Belajar Prinsip dan Hukum Termodinamika dari Termos</a></strong></p>
140
<p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Mekanik</strong></p>
140
<p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Mekanik</strong></p>
141
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Besaran dan Gelombang</strong></p>
141
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Besaran dan Gelombang</strong></p>
142
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
142
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
143
<p><strong>Perhatikan gelombang berikut ini!</strong></p>
143
<p><strong>Perhatikan gelombang berikut ini!</strong></p>
144
<p>3. Apabila panjang satu gelombang adalah 8 m, cepat rambat gelombang tersebut adalah …</p>
144
<p>3. Apabila panjang satu gelombang adalah 8 m, cepat rambat gelombang tersebut adalah …</p>
145
<ol><li>1 m/s</li>
145
<ol><li>1 m/s</li>
146
<li>1,25 m/s</li>
146
<li>1,25 m/s</li>
147
<li>2 m/s</li>
147
<li>2 m/s</li>
148
<li>2,5 m/s</li>
148
<li>2,5 m/s</li>
149
<li>5 m/s</li>
149
<li>5 m/s</li>
150
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
150
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
151
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
151
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
152
<p>Diketahui:</p>
152
<p>Diketahui:</p>
153
<p>Ditanya:<em>v</em> = ?</p>
153
<p>Ditanya:<em>v</em> = ?</p>
154
<p>Cari frekuensinya terlebih dahulu dengan menggunakan rumus berikut.</p>
154
<p>Cari frekuensinya terlebih dahulu dengan menggunakan rumus berikut.</p>
155
<p>Hz</p>
155
<p>Hz</p>
156
<p>Hz</p>
156
<p>Hz</p>
157
<p>Maka, cepat rambat gelombangnya adalah</p>
157
<p>Maka, cepat rambat gelombangnya adalah</p>
158
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
158
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
159
<p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Bunyi</strong></p>
159
<p><strong>Topik</strong><strong>: Gelombang Bunyi</strong></p>
160
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala Gelombang Bunyi (2)</strong></p>
160
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala Gelombang Bunyi (2)</strong></p>
161
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
161
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
162
<p>4. Pak Deni sedang mengendarai motor dengan kecepatan 20 m/s sembari membunyikan klakson. Kemudian, ada Doni yang sedang bersepeda dengan kecepatan 20 m/s. Pak Deni dan Doni bergerak saling menjauh dan Doni mendengar suara klakson dengan frekuensi 620 Hz. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah 330 m/s, frekuensi klakson motor Pak Deni adalah …</p>
162
<p>4. Pak Deni sedang mengendarai motor dengan kecepatan 20 m/s sembari membunyikan klakson. Kemudian, ada Doni yang sedang bersepeda dengan kecepatan 20 m/s. Pak Deni dan Doni bergerak saling menjauh dan Doni mendengar suara klakson dengan frekuensi 620 Hz. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah 330 m/s, frekuensi klakson motor Pak Deni adalah …</p>
163
<ol><li>350 Hz</li>
163
<ol><li>350 Hz</li>
164
<li>550 Hz</li>
164
<li>550 Hz</li>
165
<li>700 Hz</li>
165
<li>700 Hz</li>
166
<li>900 Hz</li>
166
<li>900 Hz</li>
167
<li>950 Hz</li>
167
<li>950 Hz</li>
168
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
168
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
169
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
169
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
170
<p>Diketahui:</p>
170
<p>Diketahui:</p>
171
<p>fp = 620 Hz</p>
171
<p>fp = 620 Hz</p>
172
<p>vs = + 20 m/s (sumber menjauhi pendengar, maka vs bernilai positif)</p>
172
<p>vs = + 20 m/s (sumber menjauhi pendengar, maka vs bernilai positif)</p>
173
<p>vp = - 20 m/s (sumber menjauhi sumber, maka vp bernilai negatif)</p>
173
<p>vp = - 20 m/s (sumber menjauhi sumber, maka vp bernilai negatif)</p>
174
<p>v = 330 m/s</p>
174
<p>v = 330 m/s</p>
175
<p>Ditanya: fs = ..?</p>
175
<p>Ditanya: fs = ..?</p>
176
<p>Untuk mencari frekuensi klakson motor Pak Deni, kita bisa gunakan rumus dari efek doppler:</p>
176
<p>Untuk mencari frekuensi klakson motor Pak Deni, kita bisa gunakan rumus dari efek doppler:</p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
178
<p><strong>Baca Juga:<a>Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal</a></strong></p>
178
<p><strong>Baca Juga:<a>Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal</a></strong></p>
179
<p><strong>Topik</strong><strong>: Alat Optik</strong></p>
179
<p><strong>Topik</strong><strong>: Alat Optik</strong></p>
180
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mata</strong></p>
180
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mata</strong></p>
181
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
181
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
182
<p>5. Dio menggunakan kacamata dengan kekuatan -2 dioptri. Ketika sebuah botol minum dengan tinggi 40 cm diletakkan 2 meter dari Dio, tinggi botol minum menurut Dio adalah …</p>
182
<p>5. Dio menggunakan kacamata dengan kekuatan -2 dioptri. Ketika sebuah botol minum dengan tinggi 40 cm diletakkan 2 meter dari Dio, tinggi botol minum menurut Dio adalah …</p>
183
<ol><li>8 cm, bayangan maya</li>
183
<ol><li>8 cm, bayangan maya</li>
184
<li>8 cm, bayangan nyata</li>
184
<li>8 cm, bayangan nyata</li>
185
<li>10 cm, bayangan maya</li>
185
<li>10 cm, bayangan maya</li>
186
<li>10 cm, bayangan nyata</li>
186
<li>10 cm, bayangan nyata</li>
187
<li>20 cm, bayangan maya</li>
187
<li>20 cm, bayangan maya</li>
188
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
188
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
189
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
189
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
190
<p>Diketahui:</p>
190
<p>Diketahui:</p>
191
<p><em>P</em>= -2 dioptri</p>
191
<p><em>P</em>= -2 dioptri</p>
192
<p><em>h</em>= 40 cm</p>
192
<p><em>h</em>= 40 cm</p>
193
<p><em>s</em> = 2 m</p>
193
<p><em>s</em> = 2 m</p>
194
<p>Ditanya:</p>
194
<p>Ditanya:</p>
195
<p>Tinggi botol minum menurut Dio (<em>h’</em>)?</p>
195
<p>Tinggi botol minum menurut Dio (<em>h’</em>)?</p>
196
<p>Jarak bayangan yang dibentuk oleh lensa kacamata Dio adalah</p>
196
<p>Jarak bayangan yang dibentuk oleh lensa kacamata Dio adalah</p>
197
<p>Tinggi bayangan dapat dihitung dari persamaan perbesaran bayangan, yaitu</p>
197
<p>Tinggi bayangan dapat dihitung dari persamaan perbesaran bayangan, yaitu</p>
198
<p>maka tinggi bayangan tersebut adalah</p>
198
<p>maka tinggi bayangan tersebut adalah</p>
199
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
199
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
200
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya?</a></strong></p>
200
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya?</a></strong></p>
201
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanasan Global</strong></p>
201
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanasan Global</strong></p>
202
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penyebab Pemanasan Global</strong></p>
202
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penyebab Pemanasan Global</strong></p>
203
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
203
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
204
<p>6. Dina pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama keluarganya siang hari ketika matahari bersinar terik. Karena tempat parkir di dalam gedung penuh, Ayah Dina terpaksa memarkir mobilnya di luar. Ketika Dina dan keluarganya telah selesai berbelanja, hari telah sore dan udara sudah mulai terasa sejuk. Namun, ketika mereka masuk ke mobil, udara di mobil terasa hangat. Hal ini dapat terjadi karena ….</p>
204
<p>6. Dina pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama keluarganya siang hari ketika matahari bersinar terik. Karena tempat parkir di dalam gedung penuh, Ayah Dina terpaksa memarkir mobilnya di luar. Ketika Dina dan keluarganya telah selesai berbelanja, hari telah sore dan udara sudah mulai terasa sejuk. Namun, ketika mereka masuk ke mobil, udara di mobil terasa hangat. Hal ini dapat terjadi karena ….</p>
205
<ol><li>Suhu mobil yang hangat dibanding udara luar merupakan efek samping dari penggunaan AC.</li>
205
<ol><li>Suhu mobil yang hangat dibanding udara luar merupakan efek samping dari penggunaan AC.</li>
206
<li>Bagian dalam mobil yang terbuat dari isolator menahan panas agar tidak keluar dari mobil.</li>
206
<li>Bagian dalam mobil yang terbuat dari isolator menahan panas agar tidak keluar dari mobil.</li>
207
<li>Kaca mobil menahan panas yang berupa sinar inframerah agar tidak keluar dari mobil.</li>
207
<li>Kaca mobil menahan panas yang berupa sinar inframerah agar tidak keluar dari mobil.</li>
208
<li>Badan luar mobil yang terbuat dari konduktor mengumpulkan panas ke dalam mobil.</li>
208
<li>Badan luar mobil yang terbuat dari konduktor mengumpulkan panas ke dalam mobil.</li>
209
<li>Udara panas dari luar terdorong masuk ke dalam mobil oleh udara yang sejuk.</li>
209
<li>Udara panas dari luar terdorong masuk ke dalam mobil oleh udara yang sejuk.</li>
210
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
210
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
211
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
211
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
212
<p>Saat siang hari, kaca mobil menahan panas yang masuk ke dalam mobil, sehingga panas tidak dapat keluar. Hal ini yang menyebabkan suhu udara di dalam mobil terasa hangat ketika suhu udara luar sejuk.</p>
212
<p>Saat siang hari, kaca mobil menahan panas yang masuk ke dalam mobil, sehingga panas tidak dapat keluar. Hal ini yang menyebabkan suhu udara di dalam mobil terasa hangat ketika suhu udara luar sejuk.</p>
213
<p>Mekanisme seperti ini juga terjadi pada rumah kaca. Sinar ultraviolet dan cahaya tampak dapat menembus kaca menghangatkan tanah dan tanaman di dalamnya. Tanah dan tanaman yang hangat akan memancarkan sinar inframerah. Namun, sinar inframerah tidak dapat menembus kaca sehingga terperangkap di dalam rumah kaca. Sinar inframerah yang terperangkap inilah yang membuat suhu rumah kaca agar tetap hangat.</p>
213
<p>Mekanisme seperti ini juga terjadi pada rumah kaca. Sinar ultraviolet dan cahaya tampak dapat menembus kaca menghangatkan tanah dan tanaman di dalamnya. Tanah dan tanaman yang hangat akan memancarkan sinar inframerah. Namun, sinar inframerah tidak dapat menembus kaca sehingga terperangkap di dalam rumah kaca. Sinar inframerah yang terperangkap inilah yang membuat suhu rumah kaca agar tetap hangat.</p>
214
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
214
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
215
<p><strong>Baca Juga:<a>6 Penyebab Pemanasan Global di Dunia</a></strong></p>
215
<p><strong>Baca Juga:<a>6 Penyebab Pemanasan Global di Dunia</a></strong></p>
216
<h2>KIMIA</h2>
216
<h2>KIMIA</h2>
217
<p><strong>Topik: Titrasi Asam-Basa</strong></p>
217
<p><strong>Topik: Titrasi Asam-Basa</strong></p>
218
<p><strong>Subtopik: Titrasi Asam Kuat dan Basa Kuat</strong></p>
218
<p><strong>Subtopik: Titrasi Asam Kuat dan Basa Kuat</strong></p>
219
<p>1. Sebanyak 20 mL larutan KOH 0,2 M ditetesi dengan larutan HCl 0,1 M. Jumlah volume asam yang digunakan untuk menitrasi basa tersebut adalah ….</p>
219
<p>1. Sebanyak 20 mL larutan KOH 0,2 M ditetesi dengan larutan HCl 0,1 M. Jumlah volume asam yang digunakan untuk menitrasi basa tersebut adalah ….</p>
220
<ol><li>20 mL</li>
220
<ol><li>20 mL</li>
221
<li>40 mL</li>
221
<li>40 mL</li>
222
<li>10 mL</li>
222
<li>10 mL</li>
223
<li>4 mL</li>
223
<li>4 mL</li>
224
<li>2 mL</li>
224
<li>2 mL</li>
225
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
225
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
226
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
226
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
227
<p>Volume asam yang digunakan untuk titrasi dapat dihitung melalui persamaan berikut:</p>
227
<p>Volume asam yang digunakan untuk titrasi dapat dihitung melalui persamaan berikut:</p>
228
<p>Dengan demikian, volume larutan HCl yang digunakan untuk menitrasi KOH adalah 40 mL.</p>
228
<p>Dengan demikian, volume larutan HCl yang digunakan untuk menitrasi KOH adalah 40 mL.</p>
229
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
229
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
230
<p><strong>Baca Juga:<a>Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah & Contoh Perhitungannya</a></strong></p>
230
<p><strong>Baca Juga:<a>Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah & Contoh Perhitungannya</a></strong></p>
231
<p><strong>Topik: Titrasi Asam Basa</strong></p>
231
<p><strong>Topik: Titrasi Asam Basa</strong></p>
232
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Titrasi Basa lemah oleh Asam kuat</strong></p>
232
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Titrasi Basa lemah oleh Asam kuat</strong></p>
233
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Titrasi Basa lemah oleh Asam kuat, pH titrasi basa lemah oleh asam kuat</strong></p>
233
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Titrasi Basa lemah oleh Asam kuat, pH titrasi basa lemah oleh asam kuat</strong></p>
234
<p>2. Asti dan Tina memiliki larutan NH3 (Kb=1×10-5) masing-masing 10 mL. Konsentrasi larutan Asti sebesar 0,1 M, sedangkan Tina 0,2 M. Keduanya dititrasi dengan HCl 0,1 M. Ketika mencapai titik ekuivalen, rasio konsentrasi H+ Asti dengan Tina adalah ….</p>
234
<p>2. Asti dan Tina memiliki larutan NH3 (Kb=1×10-5) masing-masing 10 mL. Konsentrasi larutan Asti sebesar 0,1 M, sedangkan Tina 0,2 M. Keduanya dititrasi dengan HCl 0,1 M. Ketika mencapai titik ekuivalen, rasio konsentrasi H+ Asti dengan Tina adalah ….</p>
235
<ol><li>1 : 2</li>
235
<ol><li>1 : 2</li>
236
<li>2 : 1</li>
236
<li>2 : 1</li>
237
<li>2 : √3</li>
237
<li>2 : √3</li>
238
<li>√3: 2</li>
238
<li>√3: 2</li>
239
<li>3 : 4</li>
239
<li>3 : 4</li>
240
</ol><p>Jawaban: D</p>
240
</ol><p>Jawaban: D</p>
241
<p>Pembahasan:</p>
241
<p>Pembahasan:</p>
242
<p>Titik ekuivalen adalah karakteristik penetralan asam dan basa. NH3 merupakan basa lemah, sedangkan HCl adalah asam kuat. Pada titrasi basa lemah dengan asam kuat terbentuk garam asam yang terhidrolisis mengikuti persamaan berikut.</p>
242
<p>Titik ekuivalen adalah karakteristik penetralan asam dan basa. NH3 merupakan basa lemah, sedangkan HCl adalah asam kuat. Pada titrasi basa lemah dengan asam kuat terbentuk garam asam yang terhidrolisis mengikuti persamaan berikut.</p>
243
<p>Mol ion garam pada soal ini sama dengan mol garam karena sama-sama mempunyai valensi 1. Pada pencampuran asam dan basa persamaannya dapat diubah seperti berikut.</p>
243
<p>Mol ion garam pada soal ini sama dengan mol garam karena sama-sama mempunyai valensi 1. Pada pencampuran asam dan basa persamaannya dapat diubah seperti berikut.</p>
244
<p>Mol garam akan sama dengan mol basa yang digunakan karena valensinya 1.</p>
244
<p>Mol garam akan sama dengan mol basa yang digunakan karena valensinya 1.</p>
245
<p>Mol basa akan sama dengan mol asam juga. Asam yang ditambahkan dalam bentuk larutan sehingga volumenya dapat dihitung sebagai berikut:</p>
245
<p>Mol basa akan sama dengan mol asam juga. Asam yang ditambahkan dalam bentuk larutan sehingga volumenya dapat dihitung sebagai berikut:</p>
246
<p>Oleh karena itu, persamaan matematis dalam menentukan rasio H+ menjadi seperti berikut.</p>
246
<p>Oleh karena itu, persamaan matematis dalam menentukan rasio H+ menjadi seperti berikut.</p>
247
<p>Jadi, ketika mencapai titik ekuivalen, rasio konsentrasi H+ Asti dengan Tina adalah √3 : 2.</p>
247
<p>Jadi, ketika mencapai titik ekuivalen, rasio konsentrasi H+ Asti dengan Tina adalah √3 : 2.</p>
248
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
248
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
249
<p><strong>Topik: Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan</strong></p>
249
<p><strong>Topik: Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan</strong></p>
250
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hasil Kali Kelarutan</strong>(Ksp)</p>
250
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hasil Kali Kelarutan</strong>(Ksp)</p>
251
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Pengertian Kelarutan, Larutan jenuh</strong></p>
251
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Pengertian Kelarutan, Larutan jenuh</strong></p>
252
<p>3. Perak (I) karbonat merupakan padatan yang berwarna kuning. Hasil kali kelarutan Ag2CO3 adalah 3,210-11 . Kelarutan Ag2CO3 sebesar …. Ar C=12, O=16, dan Ag=108</p>
252
<p>3. Perak (I) karbonat merupakan padatan yang berwarna kuning. Hasil kali kelarutan Ag2CO3 adalah 3,210-11 . Kelarutan Ag2CO3 sebesar …. Ar C=12, O=16, dan Ag=108</p>
253
<ol><li>20 mg/L</li>
253
<ol><li>20 mg/L</li>
254
<li>5,52 mg/L</li>
254
<li>5,52 mg/L</li>
255
<li>2,76 mg/L</li>
255
<li>2,76 mg/L</li>
256
<li>55,2 mg/L</li>
256
<li>55,2 mg/L</li>
257
<li>27,6 mg/L</li>
257
<li>27,6 mg/L</li>
258
</ol><p>Jawaban: D</p>
258
</ol><p>Jawaban: D</p>
259
<p>Pembahasan:</p>
259
<p>Pembahasan:</p>
260
<p>Persamaan reaksi kelarutan Ag2CO3 adalah sebagai berikut:</p>
260
<p>Persamaan reaksi kelarutan Ag2CO3 adalah sebagai berikut:</p>
261
<p>Berdasarkan reaksinya, persamaan matematis kelarutannya adalah sebagai berikut:</p>
261
<p>Berdasarkan reaksinya, persamaan matematis kelarutannya adalah sebagai berikut:</p>
262
<p>Oleh karena kelarutan yang diminta dalam satuan mg/L, maka perlu menghitung massa Ag2CO3 (mg) yang terlarut dalam 1 L larutan.</p>
262
<p>Oleh karena kelarutan yang diminta dalam satuan mg/L, maka perlu menghitung massa Ag2CO3 (mg) yang terlarut dalam 1 L larutan.</p>
263
<p>Dengan demikian, kelarutan Ag2CO3 setiap satu liter larutan adalah 55,2 mg/L.</p>
263
<p>Dengan demikian, kelarutan Ag2CO3 setiap satu liter larutan adalah 55,2 mg/L.</p>
264
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
264
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
265
<p><strong>Topik: Koloid</strong></p>
265
<p><strong>Topik: Koloid</strong></p>
266
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Koloid</strong></p>
266
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Koloid</strong></p>
267
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Koloid, Ciri-ciri koloid</strong></p>
267
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Koloid, Ciri-ciri koloid</strong></p>
268
<p><strong>Perhatikan poin-poin berikut!</strong></p>
268
<p><strong>Perhatikan poin-poin berikut!</strong></p>
269
<ol><li>Dapat disaring dengan penyaring ultra</li>
269
<ol><li>Dapat disaring dengan penyaring ultra</li>
270
<li>Secara mikroskopis terdiri dari 2 fase</li>
270
<li>Secara mikroskopis terdiri dari 2 fase</li>
271
<li>Ukuran partikel <1 nm</li>
271
<li>Ukuran partikel <1 nm</li>
272
<li>Secara makroskopis merupakan campuran heterogen</li>
272
<li>Secara makroskopis merupakan campuran heterogen</li>
273
</ol><p>4. Pernyataan yang sesuai dengan ciri-ciri koloid adalah ….</p>
273
</ol><p>4. Pernyataan yang sesuai dengan ciri-ciri koloid adalah ….</p>
274
<ol><li>1 dan 2</li>
274
<ol><li>1 dan 2</li>
275
<li>1 dan 3</li>
275
<li>1 dan 3</li>
276
<li>2 dan 3</li>
276
<li>2 dan 3</li>
277
<li>2 dan 4</li>
277
<li>2 dan 4</li>
278
<li>3 dan 4</li>
278
<li>3 dan 4</li>
279
</ol><p>Jawaban: A</p>
279
</ol><p>Jawaban: A</p>
280
<p>Pembahasan:</p>
280
<p>Pembahasan:</p>
281
<p>Koloid memiliki sifat diantara larutan dan suspensi. Ciri-ciri koloid diantaranya adalah sebagai berikut.</p>
281
<p>Koloid memiliki sifat diantara larutan dan suspensi. Ciri-ciri koloid diantaranya adalah sebagai berikut.</p>
282
<ul><li>ukuran partikelnya 1 nm-100 nm</li>
282
<ul><li>ukuran partikelnya 1 nm-100 nm</li>
283
<li>dapat disaring dengan penyaring ultra</li>
283
<li>dapat disaring dengan penyaring ultra</li>
284
<li>secara makroskopis bersifat homogen</li>
284
<li>secara makroskopis bersifat homogen</li>
285
<li>secara mikroskopis bersifat heterogen (terdiri atas 2 fase)</li>
285
<li>secara mikroskopis bersifat heterogen (terdiri atas 2 fase)</li>
286
</ul><p>Dengan demikian, pernyataan yang sesuai dengan ciri-ciri koloid adalah<strong>1 dan 2.</strong></p>
286
</ul><p>Dengan demikian, pernyataan yang sesuai dengan ciri-ciri koloid adalah<strong>1 dan 2.</strong></p>
287
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
287
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
288
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Sistem Koloid, Ciri, dan Jenis-Jenisnya</a></strong></p>
288
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Sistem Koloid, Ciri, dan Jenis-Jenisnya</a></strong></p>
289
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hidrolisis Garam</strong></p>
289
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hidrolisis Garam</strong></p>
290
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hidrolisis Parsial Garam Basa</strong></p>
290
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hidrolisis Parsial Garam Basa</strong></p>
291
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Pengujian Asam Basa dengan Kertas Lakmus, Jenis Hidrolisis, Reaksi Hidrolisis Garam</strong></p>
291
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Pengujian Asam Basa dengan Kertas Lakmus, Jenis Hidrolisis, Reaksi Hidrolisis Garam</strong></p>
292
<p>Seorang siswa mengidentifikasi sifat keasaman beberapa garam yang berasal campuran asam dan basa menggunakan kertas lakmus. Hasil percobaan yang dilakukan, yaitu sebagai berikut.</p>
292
<p>Seorang siswa mengidentifikasi sifat keasaman beberapa garam yang berasal campuran asam dan basa menggunakan kertas lakmus. Hasil percobaan yang dilakukan, yaitu sebagai berikut.</p>
293
<p>5. Berdasarkan hasil percobaan, garam yang bersifat asam, basa, dan netral secara berurutan adalah ….</p>
293
<p>5. Berdasarkan hasil percobaan, garam yang bersifat asam, basa, dan netral secara berurutan adalah ….</p>
294
<ol><li>NH4CH3COO, FeCl2, dan Na2S</li>
294
<ol><li>NH4CH3COO, FeCl2, dan Na2S</li>
295
<li>NH4CH3COO, Na2S, dan FeCl2</li>
295
<li>NH4CH3COO, Na2S, dan FeCl2</li>
296
<li>Na2S, FeCl2, dan NH4CH3COO</li>
296
<li>Na2S, FeCl2, dan NH4CH3COO</li>
297
<li>Na2S, NH4CH3COO, dan FeCl2</li>
297
<li>Na2S, NH4CH3COO, dan FeCl2</li>
298
<li>FeCl2, Na2S, dan NH4CH3COO</li>
298
<li>FeCl2, Na2S, dan NH4CH3COO</li>
299
</ol><p>Jawaban: E</p>
299
</ol><p>Jawaban: E</p>
300
<p>Pembahasan:</p>
300
<p>Pembahasan:</p>
301
<p>Perubahan warna pada kertas lakmus adalah sebagai berikut.</p>
301
<p>Perubahan warna pada kertas lakmus adalah sebagai berikut.</p>
302
<p>Garam dapat terbentuk dari reaksi antara senyawa asam dan basa. Garam yang terbentuk dapat bersifat asam, basa, dan netral. Berikut ini jenis garam yang terbentuk dari percobaan yang dilakukan.</p>
302
<p>Garam dapat terbentuk dari reaksi antara senyawa asam dan basa. Garam yang terbentuk dapat bersifat asam, basa, dan netral. Berikut ini jenis garam yang terbentuk dari percobaan yang dilakukan.</p>
303
<ul><li>Amonium NH3 = basa lemah Asam asetat CH3COOH= asam lemah Campuran keduanya akan membentuk<strong>garam netral</strong>NH4CH3COO (lakmus merah dan biru tidak berubah).</li>
303
<ul><li>Amonium NH3 = basa lemah Asam asetat CH3COOH= asam lemah Campuran keduanya akan membentuk<strong>garam netral</strong>NH4CH3COO (lakmus merah dan biru tidak berubah).</li>
304
<li>Natrium hidroksida NaOH= basa kuat Asam sulfida H2S= asam lemah Campuran keduanya akan membentuk<strong>garam basa</strong><strong>NaS</strong><strong>2</strong>(lakmus menjadi biru).</li>
304
<li>Natrium hidroksida NaOH= basa kuat Asam sulfida H2S= asam lemah Campuran keduanya akan membentuk<strong>garam basa</strong><strong>NaS</strong><strong>2</strong>(lakmus menjadi biru).</li>
305
<li>Besi(II) hidroksida FeOH2= basa lemah Asam klorida (HCl) = asam kuat Campuran keduanya akan membentuk<strong>garam asam</strong>FeCl2 (lakmus menjadi merah).</li>
305
<li>Besi(II) hidroksida FeOH2= basa lemah Asam klorida (HCl) = asam kuat Campuran keduanya akan membentuk<strong>garam asam</strong>FeCl2 (lakmus menjadi merah).</li>
306
</ul><p>Dengan demikian, urutan garam asam, basa, dan netral adalah FeCl2, Na2S, dan NH4CH3COO.</p>
306
</ul><p>Dengan demikian, urutan garam asam, basa, dan netral adalah FeCl2, Na2S, dan NH4CH3COO.</p>
307
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
307
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
308
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perhitungan dan Pemanfaatan Asam-Basa</strong></p>
308
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perhitungan dan Pemanfaatan Asam-Basa</strong></p>
309
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Reaksi Asam-Basa dan pH Campuran</strong></p>
309
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Reaksi Asam-Basa dan pH Campuran</strong></p>
310
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Stokiometri Reaksi Asam-Basa, Perhitungan pH Asam Kuat</strong></p>
310
<p><strong>Konsep</strong><strong>: Stokiometri Reaksi Asam-Basa, Perhitungan pH Asam Kuat</strong></p>
311
<p>6. Sejumlah 100 mL H2SO4 0,1 M ditambahkan 100 mL larutan NaOH 0,1 M. Setelah akhir reaksi, campuran akan memiliki pH sebesar ….</p>
311
<p>6. Sejumlah 100 mL H2SO4 0,1 M ditambahkan 100 mL larutan NaOH 0,1 M. Setelah akhir reaksi, campuran akan memiliki pH sebesar ….</p>
312
<ol><li>2 - log 5</li>
312
<ol><li>2 - log 5</li>
313
<li>5 - log 2</li>
313
<li>5 - log 2</li>
314
<li>9 + log 2</li>
314
<li>9 + log 2</li>
315
<li>12 + log 5</li>
315
<li>12 + log 5</li>
316
<li>12 - log 2</li>
316
<li>12 - log 2</li>
317
</ol><p>Jawaban: A</p>
317
</ol><p>Jawaban: A</p>
318
<p>Pembahasan:</p>
318
<p>Pembahasan:</p>
319
<p>Persamaan reaksi:</p>
319
<p>Persamaan reaksi:</p>
320
<p>Jumlah mol setiap zat yang bereaksi adalah sebagai berikut.</p>
320
<p>Jumlah mol setiap zat yang bereaksi adalah sebagai berikut.</p>
321
<p>Zat yang menjadi pereaksi pembatas adalah yang memiliki nilai mol per koefisien paling kecil.</p>
321
<p>Zat yang menjadi pereaksi pembatas adalah yang memiliki nilai mol per koefisien paling kecil.</p>
322
<p>Oleh karena NaOH memiliki nilai mol per koefisien paling kecil, maka NaOH akan bertindak sebagai pereaksi pembatas dan digunakan sebagai dasar untuk menghitung mol zat lain yang bereaksi. Persamaan reaksinya menjadi seperti berikut.</p>
322
<p>Oleh karena NaOH memiliki nilai mol per koefisien paling kecil, maka NaOH akan bertindak sebagai pereaksi pembatas dan digunakan sebagai dasar untuk menghitung mol zat lain yang bereaksi. Persamaan reaksinya menjadi seperti berikut.</p>
323
<p>Spesi yang tersisa adalah asam kuat. Perhitungannya menjadi seperti berikut.</p>
323
<p>Spesi yang tersisa adalah asam kuat. Perhitungannya menjadi seperti berikut.</p>
324
<p>pH campuran yang terbentuk adalah 2-log 5.</p>
324
<p>pH campuran yang terbentuk adalah 2-log 5.</p>
325
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
325
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
326
<h2>BIOLOGI</h2>
326
<h2>BIOLOGI</h2>
327
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
327
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
328
<p><strong>Subtopik: Mekanisme Pernapasan Manusia</strong></p>
328
<p><strong>Subtopik: Mekanisme Pernapasan Manusia</strong></p>
329
<p>1. Perhatikan mekanisme pernapasan berikut!</p>
329
<p>1. Perhatikan mekanisme pernapasan berikut!</p>
330
<ol><li>Udara masuk ke paru-paru</li>
330
<ol><li>Udara masuk ke paru-paru</li>
331
<li>Tekanan udara dalam rongga dada mengecil</li>
331
<li>Tekanan udara dalam rongga dada mengecil</li>
332
<li>Diafragma dalam keadaan mendatar</li>
332
<li>Diafragma dalam keadaan mendatar</li>
333
<li>Otot diafragma berkontraksi</li>
333
<li>Otot diafragma berkontraksi</li>
334
<li>Volume rongga dada membesar</li>
334
<li>Volume rongga dada membesar</li>
335
</ol><p>Urutan mekanisme pernapasan perut pada fase inspirasi yang benar adalah ….</p>
335
</ol><p>Urutan mekanisme pernapasan perut pada fase inspirasi yang benar adalah ….</p>
336
<ol><li>4 - 3 - 2 - 5 - 1</li>
336
<ol><li>4 - 3 - 2 - 5 - 1</li>
337
<li>4 - 3 - 5 - 2 - 1</li>
337
<li>4 - 3 - 5 - 2 - 1</li>
338
<li>3 - 4 - 5 - 2 - 1</li>
338
<li>3 - 4 - 5 - 2 - 1</li>
339
<li>3 - 2 - 5 - 4 - 1</li>
339
<li>3 - 2 - 5 - 4 - 1</li>
340
<li>1 - 4 - 5 - 2 - 3</li>
340
<li>1 - 4 - 5 - 2 - 3</li>
341
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
341
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
342
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
342
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
343
<p>Pernapasan perut adalah suatu mekanisme pernapasan yang melibatkan kerja otot diafragma. Mekanisme pernapasan perut pada fase inspirasi adalah sebagai berikut:</p>
343
<p>Pernapasan perut adalah suatu mekanisme pernapasan yang melibatkan kerja otot diafragma. Mekanisme pernapasan perut pada fase inspirasi adalah sebagai berikut:</p>
344
<p>Sekat rongga dada (diafragma) berkontraksi (4) → posisi diafragma berubah dari melengkung menjadi mendatar (3) → paru-paru mengembang (volume rongga dada membesar) (5) → tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar (2) → udara masuk (1). Oleh karena itu, urutan inspirasi pada pernapasan perut adalah 4 - 3 - 5 - 2 - 1.</p>
344
<p>Sekat rongga dada (diafragma) berkontraksi (4) → posisi diafragma berubah dari melengkung menjadi mendatar (3) → paru-paru mengembang (volume rongga dada membesar) (5) → tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar (2) → udara masuk (1). Oleh karena itu, urutan inspirasi pada pernapasan perut adalah 4 - 3 - 5 - 2 - 1.</p>
345
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
345
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
346
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pencernaan</strong></p>
346
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pencernaan</strong></p>
347
<p><strong>Subtopik: Gizi dan Zat Makanan</strong><strong></strong></p>
347
<p><strong>Subtopik: Gizi dan Zat Makanan</strong><strong></strong></p>
348
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
348
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
349
<p><strong>Perhatikan tabel hasil uji makanan di bawah ini!</strong></p>
349
<p><strong>Perhatikan tabel hasil uji makanan di bawah ini!</strong></p>
350
<p>2. Dari tabel diatas, bahan makanan yang mengandung amilum, glukosa, protein, dan lipid secara berurutan adalah ….</p>
350
<p>2. Dari tabel diatas, bahan makanan yang mengandung amilum, glukosa, protein, dan lipid secara berurutan adalah ….</p>
351
<ol><li>X, W, Y, dan Z</li>
351
<ol><li>X, W, Y, dan Z</li>
352
<li>W, X, Z, dan Y</li>
352
<li>W, X, Z, dan Y</li>
353
<li>Z, W, Y, dan Z</li>
353
<li>Z, W, Y, dan Z</li>
354
<li>W, Y, Z, dan X</li>
354
<li>W, Y, Z, dan X</li>
355
<li>Y, W, X, dan Z</li>
355
<li>Y, W, X, dan Z</li>
356
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
356
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
357
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
357
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
358
<p>Lugol digunakan untuk uji amilum, yaitu mendeteksi kandungan amilum atau karbohidrat kompleks. Jika sampel mengandung karbohidrat kompleks berupa amilum, maka akan terjadi perubahan warna sampel menjadi biru tua hingga kehitaman (bahan makanan Y).</p>
358
<p>Lugol digunakan untuk uji amilum, yaitu mendeteksi kandungan amilum atau karbohidrat kompleks. Jika sampel mengandung karbohidrat kompleks berupa amilum, maka akan terjadi perubahan warna sampel menjadi biru tua hingga kehitaman (bahan makanan Y).</p>
359
<p>Uji benedict dilakukan untuk mendeteksi kandungan gula sederhana, seperti glukosa maupun fruktosa. Uji Benedict dilakukan dengan meneteskan reagen Benedict ke dalam tiap-tiap sampel, lalu merendam sampel-sampel tersebut pada air panas selama lima menit. Sampel yang mengandung gula sederhana, akan terjadi perubahan warna sampel menjadi hijau atau oranye atau merah dengan adanya sedikit endapan (bahan makanan W).</p>
359
<p>Uji benedict dilakukan untuk mendeteksi kandungan gula sederhana, seperti glukosa maupun fruktosa. Uji Benedict dilakukan dengan meneteskan reagen Benedict ke dalam tiap-tiap sampel, lalu merendam sampel-sampel tersebut pada air panas selama lima menit. Sampel yang mengandung gula sederhana, akan terjadi perubahan warna sampel menjadi hijau atau oranye atau merah dengan adanya sedikit endapan (bahan makanan W).</p>
360
<p>Uji Biuret untuk mendeteksi kandungan protein dengan meneteskan reagen Biuret pada semua sampel dan tunggu beberapa saat hingga terjadi perubahan warna. Jika sampel mengandung protein, maka akan terjadi perubahan warna menjadi pink-ungu (bahan makanan X).</p>
360
<p>Uji Biuret untuk mendeteksi kandungan protein dengan meneteskan reagen Biuret pada semua sampel dan tunggu beberapa saat hingga terjadi perubahan warna. Jika sampel mengandung protein, maka akan terjadi perubahan warna menjadi pink-ungu (bahan makanan X).</p>
361
<p>Uji lipid dapat dilakukan dengan grease spot test dan uji emulsi-etanol. Grease spot test dilakukan dengan mengusap atau meneteskan sedikit bahan makanan dengan kertas, lalu tunggu beberapa saat. Jika noda transparan yang terdapat pada kertas tidak hilang selama beberapa saat, itu artinya sampel tersebut mengandung lipid (bahan makanan Z).</p>
361
<p>Uji lipid dapat dilakukan dengan grease spot test dan uji emulsi-etanol. Grease spot test dilakukan dengan mengusap atau meneteskan sedikit bahan makanan dengan kertas, lalu tunggu beberapa saat. Jika noda transparan yang terdapat pada kertas tidak hilang selama beberapa saat, itu artinya sampel tersebut mengandung lipid (bahan makanan Z).</p>
362
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
362
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
363
<p><strong>Topik: Sistem Indera</strong></p>
363
<p><strong>Topik: Sistem Indera</strong></p>
364
<p><strong>Subtopik: Indera Penciuman (Hidung)</strong><strong></strong></p>
364
<p><strong>Subtopik: Indera Penciuman (Hidung)</strong><strong></strong></p>
365
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
365
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
366
<p>4. Han Jipying mencium aroma ayam goreng yang sedang dimasak oleh ibunya. Setelah mencium aroma tersebut, Han Jipying menjadi lapar dan air liur berkumpul di mulutnya. Urutan tahap penerjemahan kemoreseptor ketika peristiwa tersebut terjadi adalah ….</p>
366
<p>4. Han Jipying mencium aroma ayam goreng yang sedang dimasak oleh ibunya. Setelah mencium aroma tersebut, Han Jipying menjadi lapar dan air liur berkumpul di mulutnya. Urutan tahap penerjemahan kemoreseptor ketika peristiwa tersebut terjadi adalah ….</p>
367
<ol><li>otak → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → epitel olfaktori → otak</li>
367
<ol><li>otak → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → epitel olfaktori → otak</li>
368
<li>otak → epitel olfaktori → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → aroma</li>
368
<li>otak → epitel olfaktori → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → aroma</li>
369
<li>aroma → epitel olfaktori → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → otak</li>
369
<li>aroma → epitel olfaktori → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → otak</li>
370
<li>aroma → otak → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → epitel olfaktori</li>
370
<li>aroma → otak → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → epitel olfaktori</li>
371
<li>aroma → mukosa olfaktori → epitel olfaktori → saraf olfaktori → otak</li>
371
<li>aroma → mukosa olfaktori → epitel olfaktori → saraf olfaktori → otak</li>
372
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
372
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
373
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
373
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
374
<p>Hidung merupakan indera pembau yang memiliki serabut olfaktori. Serabut olfaktori berfungsi untuk mendeteksi rangsangan berupa zat kimia sehingga disebut juga kemoreseptor. Hidung dapat membaui sesuatu melalui beberapa tahap, yaitu aroma akan larut bersama lendir yang ada hidung tersebut dan akan diteruskan ke epitel olfaktori. Selanjutnya, aroma tersebut diteruskan menuju mukosa olfaktori dan akan ke saraf olfaktori kemudian ke otak. Otak akan memberi respon terhadap aroma yang dihantarkan. Sebagai contohnya adalah produksi saliva berlebih tatkala mencium aroma makanan.</p>
374
<p>Hidung merupakan indera pembau yang memiliki serabut olfaktori. Serabut olfaktori berfungsi untuk mendeteksi rangsangan berupa zat kimia sehingga disebut juga kemoreseptor. Hidung dapat membaui sesuatu melalui beberapa tahap, yaitu aroma akan larut bersama lendir yang ada hidung tersebut dan akan diteruskan ke epitel olfaktori. Selanjutnya, aroma tersebut diteruskan menuju mukosa olfaktori dan akan ke saraf olfaktori kemudian ke otak. Otak akan memberi respon terhadap aroma yang dihantarkan. Sebagai contohnya adalah produksi saliva berlebih tatkala mencium aroma makanan.</p>
375
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
375
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
376
<p><strong></strong><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Reproduksi</strong></p>
376
<p><strong></strong><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Reproduksi</strong></p>
377
<p><strong>Subtopik: Sistem Reproduksi pada Wanita</strong><strong></strong></p>
377
<p><strong>Subtopik: Sistem Reproduksi pada Wanita</strong><strong></strong></p>
378
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
378
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
379
<p><strong>Perhatikan tabel di bawah ini!</strong></p>
379
<p><strong>Perhatikan tabel di bawah ini!</strong></p>
380
<p>5. Pasangan yang tepat antara organ reproduksi dengan fungsinya adalah ….</p>
380
<p>5. Pasangan yang tepat antara organ reproduksi dengan fungsinya adalah ….</p>
381
<ol><li>I - 4, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 5</li>
381
<ol><li>I - 4, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 5</li>
382
<li>I - 3, II - 2, III - 4, IV - 1, dan V - 5</li>
382
<li>I - 3, II - 2, III - 4, IV - 1, dan V - 5</li>
383
<li>I - 1, II - 2, III - 3, IV - 4, dan V - 5</li>
383
<li>I - 1, II - 2, III - 3, IV - 4, dan V - 5</li>
384
<li>I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4</li>
384
<li>I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4</li>
385
<li>I - 2, II - 1, III - 3, IV - 5, dan V - 4</li>
385
<li>I - 2, II - 1, III - 3, IV - 5, dan V - 4</li>
386
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
386
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
387
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
387
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
388
<p>Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi eksternal dan organ reproduksi internal. Organ reproduksi internal terdiri dari:</p>
388
<p>Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi eksternal dan organ reproduksi internal. Organ reproduksi internal terdiri dari:</p>
389
<ol><li>Fimbria berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah keluar dari ovarim.</li>
389
<ol><li>Fimbria berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah keluar dari ovarim.</li>
390
<li>Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi dan juga jalan keluarnya janin atau bayi.</li>
390
<li>Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi dan juga jalan keluarnya janin atau bayi.</li>
391
<li>Rahim berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya zigot.</li>
391
<li>Rahim berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya zigot.</li>
392
<li>Tuba fallopi/oviduk berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.</li>
392
<li>Tuba fallopi/oviduk berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.</li>
393
<li>Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis dan tempat penghasil hormon estrogen serta progesteron.</li>
393
<li>Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis dan tempat penghasil hormon estrogen serta progesteron.</li>
394
</ol><p>Sehingga, pasangan yang tepat adalah I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4.<strong> </strong></p>
394
</ol><p>Sehingga, pasangan yang tepat adalah I - 5, II - 1, III - 3, IV - 2, dan V - 4.<strong> </strong></p>
395
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D</strong><strong>.</strong><strong></strong></p>
395
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D</strong><strong>.</strong><strong></strong></p>
396
<p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Proses Fertilisasi, Kehamilan & Persalinan</a></strong></p>
396
<p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Proses Fertilisasi, Kehamilan & Persalinan</a></strong></p>
397
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pertahanan Tubuh</strong></p>
397
<p><strong>Topik: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pertahanan Tubuh</strong></p>
398
<p><strong>Subtopik: Sistem Pertahanan Tubuh (Imunitas)</strong><strong></strong></p>
398
<p><strong>Subtopik: Sistem Pertahanan Tubuh (Imunitas)</strong><strong></strong></p>
399
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
399
<p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
400
<p><strong>Di bawah ini adalah beberapa jenis zat anti mikroorganisme:</strong></p>
400
<p><strong>Di bawah ini adalah beberapa jenis zat anti mikroorganisme:</strong></p>
401
<ol><li>antigen</li>
401
<ol><li>antigen</li>
402
<li>antibodi</li>
402
<li>antibodi</li>
403
<li>interferon</li>
403
<li>interferon</li>
404
<li>komplemen</li>
404
<li>komplemen</li>
405
</ol><p>6. Zat antimikroorganisme nonspesifik yang diproduksi oleh tubuh ditunjukkan oleh nomor …</p>
405
</ol><p>6. Zat antimikroorganisme nonspesifik yang diproduksi oleh tubuh ditunjukkan oleh nomor …</p>
406
<ol><li>1 dan 2</li>
406
<ol><li>1 dan 2</li>
407
<li>3 dan 4</li>
407
<li>3 dan 4</li>
408
<li>2 dan 4</li>
408
<li>2 dan 4</li>
409
<li>1 dan 4</li>
409
<li>1 dan 4</li>
410
<li>2 dan 3</li>
410
<li>2 dan 3</li>
411
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
411
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
412
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
412
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
413
<p>Zat antimikroorganisme nonspesifik yang diproduksi oleh tubuh adalah interferon dan komplemen. Zat antimikroorganisme nonspesifik ini dapat bekerja tanpa adanya interaksi antigen dan antibodi sebagai pemicu.</p>
413
<p>Zat antimikroorganisme nonspesifik yang diproduksi oleh tubuh adalah interferon dan komplemen. Zat antimikroorganisme nonspesifik ini dapat bekerja tanpa adanya interaksi antigen dan antibodi sebagai pemicu.</p>
414
<p>Interferon (IFN) yaitu protein antivirus yang dapat disintesis oleh sebagian besar sel tubuh sebagai respons terhadap infeksi virus, stimulasi imunitas, dan stimulan kimia. Interferon berfungsi menghalangi multiplikasi virus.</p>
414
<p>Interferon (IFN) yaitu protein antivirus yang dapat disintesis oleh sebagian besar sel tubuh sebagai respons terhadap infeksi virus, stimulasi imunitas, dan stimulan kimia. Interferon berfungsi menghalangi multiplikasi virus.</p>
415
<p>Komplemen adalah beberapa jenis protein plasma yang tidak aktif, tetapi dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen, seperti liposakarida bakteri. Aktivasi komplemen bertujuan untuk menghancurkan mikroorganisme atau antigen asing, tetapi terkadang menimbulkan kerusakan jaringan tubuh sendiri.</p>
415
<p>Komplemen adalah beberapa jenis protein plasma yang tidak aktif, tetapi dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen, seperti liposakarida bakteri. Aktivasi komplemen bertujuan untuk menghancurkan mikroorganisme atau antigen asing, tetapi terkadang menimbulkan kerusakan jaringan tubuh sendiri.</p>
416
<p><strong><strong>Dengan demikian, opsi jawaban yang tepat adalah B</strong>.</strong></p>
416
<p><strong><strong>Dengan demikian, opsi jawaban yang tepat adalah B</strong>.</strong></p>
417
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis Sistem Imunitas Tubuh pada Manusia</a></strong></p>
417
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis Sistem Imunitas Tubuh pada Manusia</a></strong></p>
418
<p><strong><strong>Itulah beberapa latihan soal yang bisa kamu jadikan bahan persiapan untuk menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 11 IPA mendatang. Yuk, persiapkan dirimu semaksimal mungkin dengan rajin belajar dan perbanyak berlatih soal. Kamu bisa coba aplikasi</strong></strong><strong><a>ruangbelajar</a></strong><strong><strong>untuk mendapatkan lebih banyak latihan soal,<em>lho</em>! Semangat belajar!</strong></strong></p>
418
<p><strong><strong>Itulah beberapa latihan soal yang bisa kamu jadikan bahan persiapan untuk menghadapi Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 11 IPA mendatang. Yuk, persiapkan dirimu semaksimal mungkin dengan rajin belajar dan perbanyak berlatih soal. Kamu bisa coba aplikasi</strong></strong><strong><a>ruangbelajar</a></strong><strong><strong>untuk mendapatkan lebih banyak latihan soal,<em>lho</em>! Semangat belajar!</strong></strong></p>
419
419