HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Kamu sudah tahu belum tipe-tipe dan contoh kalimat if clause (if conditional) pada Conditional Sentence? Kalau belum, yuk sama-sama belajar dengan membaca<a>artikel Bahasa Inggris kelas 9</a>ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Kamu sudah tahu belum tipe-tipe dan contoh kalimat if clause (if conditional) pada Conditional Sentence? Kalau belum, yuk sama-sama belajar dengan membaca<a>artikel Bahasa Inggris kelas 9</a>ini!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 </blockquote><p>Hayo, siapa yang suka berandai-andai, “Coba aja kemaren aku belajar, pasti aku bisa dapet nilai sempurna.” atau “Kalau aku jadi kamu, aku sih bakal ngelakuin blablabla….” Kira-kira gimana, ya, cara ngomongin hal kaya gitu dalam Bahasa Inggris?</p>
3 </blockquote><p>Hayo, siapa yang suka berandai-andai, “Coba aja kemaren aku belajar, pasti aku bisa dapet nilai sempurna.” atau “Kalau aku jadi kamu, aku sih bakal ngelakuin blablabla….” Kira-kira gimana, ya, cara ngomongin hal kaya gitu dalam Bahasa Inggris?</p>
4 <p>Pengandaian dalam Bahasa Inggris disebut<em>Conditional Sentence</em>, dan di dalam<em>Conditional Sentence</em>, terdapat beberapa jenis kalimat, salah satunya yaitu<em>If Clause</em>atau<em>If Conditional</em>.</p>
4 <p>Pengandaian dalam Bahasa Inggris disebut<em>Conditional Sentence</em>, dan di dalam<em>Conditional Sentence</em>, terdapat beberapa jenis kalimat, salah satunya yaitu<em>If Clause</em>atau<em>If Conditional</em>.</p>
5 <p>Terdapat berbagai macam tipe pengandaian. Dua kalimat di atas, misalnya. Itu adalah dua jenis pengandaian yang berbeda. Kalimat pertama adalah pengandaian tentang hal yang bertolak belakang dengan yang kita lakukan. Sementara kalimat kedua adalah pengandaian yang tidak mungkin terjadi.</p>
5 <p>Terdapat berbagai macam tipe pengandaian. Dua kalimat di atas, misalnya. Itu adalah dua jenis pengandaian yang berbeda. Kalimat pertama adalah pengandaian tentang hal yang bertolak belakang dengan yang kita lakukan. Sementara kalimat kedua adalah pengandaian yang tidak mungkin terjadi.</p>
6 <p>Nah, dalam<em>Conditional Sentence</em>, terdapat empat macam tipe, yaitu<em>Zero Conditional</em>,<em>First Conditional</em>,<em>Second Conditional</em>, dan<em>Third Conditional</em>.</p>
6 <p>Nah, dalam<em>Conditional Sentence</em>, terdapat empat macam tipe, yaitu<em>Zero Conditional</em>,<em>First Conditional</em>,<em>Second Conditional</em>, dan<em>Third Conditional</em>.</p>
7 <p>Langsung kita bahas satu per satu aja, yuk!</p>
7 <p>Langsung kita bahas satu per satu aja, yuk!</p>
8 <h2>If Clause Tipe 0 (Zero Conditional)</h2>
8 <h2>If Clause Tipe 0 (Zero Conditional)</h2>
9 <p>Apa itu<em>zero conditional</em>?<em>Zero conditional</em>atau bisa juga disebut<em>if clause</em>tipe 0 adalah tipe pengandaian yang menunjukkan<strong>kebiasan atau fakta yang pasti terjadi</strong>. Pengandaian tipe ini bisa juga menunjukkan<strong>perintah</strong>atau dalam Bahasa Inggris disebut<em>imperative sentence</em>.</p>
9 <p>Apa itu<em>zero conditional</em>?<em>Zero conditional</em>atau bisa juga disebut<em>if clause</em>tipe 0 adalah tipe pengandaian yang menunjukkan<strong>kebiasan atau fakta yang pasti terjadi</strong>. Pengandaian tipe ini bisa juga menunjukkan<strong>perintah</strong>atau dalam Bahasa Inggris disebut<em>imperative sentence</em>.</p>
10 <p>Misalnya, “Kalau aku merem, aku gak bisa liat.” Atau “Kalau kebanyakan main hape di tempat gelap, mata jadi rusak.” Itu adalah fakta. Dan itu masuk ke dalam<em>zero conditional</em>.</p>
10 <p>Misalnya, “Kalau aku merem, aku gak bisa liat.” Atau “Kalau kebanyakan main hape di tempat gelap, mata jadi rusak.” Itu adalah fakta. Dan itu masuk ke dalam<em>zero conditional</em>.</p>
11 <p><em>If clause </em>tipe 0 ini menggunakan formula<strong><em>simple present tense</em></strong><em>,</em>ya.</p>
11 <p><em>If clause </em>tipe 0 ini menggunakan formula<strong><em>simple present tense</em></strong><em>,</em>ya.</p>
12 <p>Sekarang kita coba penggunaan<em>if clause</em>tipe 0 dalam kalimat Bahasa Inggris ya:</p>
12 <p>Sekarang kita coba penggunaan<em>if clause</em>tipe 0 dalam kalimat Bahasa Inggris ya:</p>
13 <p><em>“If I<strong>close</strong>my eyes, I<strong>see</strong>nothing but darkness.”</em></p>
13 <p><em>“If I<strong>close</strong>my eyes, I<strong>see</strong>nothing but darkness.”</em></p>
14 <p><em>“If you<strong>play</strong>your mobile phone for too long in the darkness, your eyes are at risk.”</em></p>
14 <p><em>“If you<strong>play</strong>your mobile phone for too long in the darkness, your eyes are at risk.”</em></p>
15 <p>Dari situ keliatan kan, kalau<em>zero conditional</em>menunjukkan hal yang pasti terjadi. Nah, selain itu,<em>zero conditional</em>bisa juga digunakan untuk pengandaian yang menunjukkan perintah. Contohnya begini,<em>guys</em>:</p>
15 <p>Dari situ keliatan kan, kalau<em>zero conditional</em>menunjukkan hal yang pasti terjadi. Nah, selain itu,<em>zero conditional</em>bisa juga digunakan untuk pengandaian yang menunjukkan perintah. Contohnya begini,<em>guys</em>:</p>
16 <p><em>“If you have questions, write down in the comment section below.”</em></p>
16 <p><em>“If you have questions, write down in the comment section below.”</em></p>
17 <p>Untuk fungsi yang ini, nggak perlu menambahkan Subject lagi setelah<em>if clause</em>karena menunjukkan kalimat perintah. Jadi, bisa langsung ditulis<em>verb</em>-nya apa. Tentunya pakai<em>verb</em>1, ya! Berikut pola kalimat atau rumus z<em>ero conditional</em>(<em>if clause</em>tipe 0) supaya kamu lebih mudah memahaminya.</p>
17 <p>Untuk fungsi yang ini, nggak perlu menambahkan Subject lagi setelah<em>if clause</em>karena menunjukkan kalimat perintah. Jadi, bisa langsung ditulis<em>verb</em>-nya apa. Tentunya pakai<em>verb</em>1, ya! Berikut pola kalimat atau rumus z<em>ero conditional</em>(<em>if clause</em>tipe 0) supaya kamu lebih mudah memahaminya.</p>
18 <p>Baca Juga:<a>Contoh Ucapan Selamat (Congratulation) dalam Percakapan Bahasa Inggris</a></p>
18 <p>Baca Juga:<a>Contoh Ucapan Selamat (Congratulation) dalam Percakapan Bahasa Inggris</a></p>
19 <h2>If Clause Tipe 1 (First Conditional)</h2>
19 <h2>If Clause Tipe 1 (First Conditional)</h2>
20 <p>Kita lanjut ke<em>first conditional</em>atau<em>if clause tipe 1</em>. Ada dua hal yang tergolong ke dalam<em>First Conditional</em>pada<em>Conditional Sentence</em>.</p>
20 <p>Kita lanjut ke<em>first conditional</em>atau<em>if clause tipe 1</em>. Ada dua hal yang tergolong ke dalam<em>First Conditional</em>pada<em>Conditional Sentence</em>.</p>
21 <p>Pertama yaitu penggunaan ‘<em>if</em>‘ sebagai pengandaian tentang hal yang<strong>bisa saja terjadi</strong>. Kedua yaitu penggunaan ‘<em>if</em>‘ sebagai hal yang<strong>akan kamu lakukan</strong>jika suatu hal telah terpenuhi.</p>
21 <p>Pertama yaitu penggunaan ‘<em>if</em>‘ sebagai pengandaian tentang hal yang<strong>bisa saja terjadi</strong>. Kedua yaitu penggunaan ‘<em>if</em>‘ sebagai hal yang<strong>akan kamu lakukan</strong>jika suatu hal telah terpenuhi.</p>
22 <p>Bisa dibilang, pada <em>if clause </em>tipe 1 ini, tenses yang digunakan adalah<strong><em>simple future tense</em></strong>.</p>
22 <p>Bisa dibilang, pada <em>if clause </em>tipe 1 ini, tenses yang digunakan adalah<strong><em>simple future tense</em></strong>.</p>
23 <h3>‘If’ Sebagai Pengandaian Hal yang Bisa Saja Terjadi</h3>
23 <h3>‘If’ Sebagai Pengandaian Hal yang Bisa Saja Terjadi</h3>
24 <p>“Langitnya mendung ya. Kalo ga bawa payung, nanti kehujanan lho!”</p>
24 <p>“Langitnya mendung ya. Kalo ga bawa payung, nanti kehujanan lho!”</p>
25 <p>Kamu pasti pernah kan, mengatakan hal seperti itu. Dari kalimat itu, kita tahu bahwa<strong>belum pasti terjadi hujan, tapi bisa saja terjadi</strong>. Lalu, kita berandai-andai, kalau benar terjadi hujan dan gak bawa payung, kamu bakal kehujanan.</p>
25 <p>Kamu pasti pernah kan, mengatakan hal seperti itu. Dari kalimat itu, kita tahu bahwa<strong>belum pasti terjadi hujan, tapi bisa saja terjadi</strong>. Lalu, kita berandai-andai, kalau benar terjadi hujan dan gak bawa payung, kamu bakal kehujanan.</p>
26 <p>Kalau kalimat itu diubah ke Bahasa Inggris, contoh kalimat if clause tipe 1 nya jadinya gini:</p>
26 <p>Kalau kalimat itu diubah ke Bahasa Inggris, contoh kalimat if clause tipe 1 nya jadinya gini:</p>
27 <p><em>“The sky is really dark. It’s going to rain soon. If you<strong>don’t bring</strong>your umbrella, you<strong>will get</strong>wet.”</em></p>
27 <p><em>“The sky is really dark. It’s going to rain soon. If you<strong>don’t bring</strong>your umbrella, you<strong>will get</strong>wet.”</em></p>
28 <p>Kalau ngomongin pengandaian tipe ini, pola kalimat atau rumus<em>first conditional</em>(<em>if clause</em>tipe 1) yang dipakai adalah seperti ini:</p>
28 <p>Kalau ngomongin pengandaian tipe ini, pola kalimat atau rumus<em>first conditional</em>(<em>if clause</em>tipe 1) yang dipakai adalah seperti ini:</p>
29 <h3>‘If’ Sebagai Akibat dari Suatu Syarat yang Terpenuhi</h3>
29 <h3>‘If’ Sebagai Akibat dari Suatu Syarat yang Terpenuhi</h3>
30 <p>Selain sebagai pengandaian untuk hal yang bisa saja terjadi,<em>First Conditional</em>atau<em>if clause</em>tipe 1 juga bisa dipakai untuk menunjukkan<strong>sesuatu yang akan dilakukan, jika ada hal yang terjadi.</strong>Misalnya, “Aku gamau berangkat kalau kamu nggak mandi!”</p>
30 <p>Selain sebagai pengandaian untuk hal yang bisa saja terjadi,<em>First Conditional</em>atau<em>if clause</em>tipe 1 juga bisa dipakai untuk menunjukkan<strong>sesuatu yang akan dilakukan, jika ada hal yang terjadi.</strong>Misalnya, “Aku gamau berangkat kalau kamu nggak mandi!”</p>
31 <p>Atau contoh yang sering dilontarkan orang ketika main:</p>
31 <p>Atau contoh yang sering dilontarkan orang ketika main:</p>
32 <p>“Kamu datang nggak nanti ke tempat si Budi?”</p>
32 <p>“Kamu datang nggak nanti ke tempat si Budi?”</p>
33 <p>“Aku sebetulnya males sih. Tapi<strong>kalau kamu ikut, aku ayo deh</strong>!”</p>
33 <p>“Aku sebetulnya males sih. Tapi<strong>kalau kamu ikut, aku ayo deh</strong>!”</p>
34 <p>Dalam Bahasa Inggris, contoh percakapan<em>if clause</em>tipe 1 itu menjadi seperti ini:</p>
34 <p>Dalam Bahasa Inggris, contoh percakapan<em>if clause</em>tipe 1 itu menjadi seperti ini:</p>
35 <p><em>“Do you wanna go to Budi’s house?”</em></p>
35 <p><em>“Do you wanna go to Budi’s house?”</em></p>
36 <p><em>“Actually, I am kinda lazy. But, if you<strong>come,</strong>I<strong>will come</strong>too.<strong>”</strong></em></p>
36 <p><em>“Actually, I am kinda lazy. But, if you<strong>come,</strong>I<strong>will come</strong>too.<strong>”</strong></em></p>
37 <p><em>“What if I don’t?”<strong> </strong></em></p>
37 <p><em>“What if I don’t?”<strong> </strong></em></p>
38 <p><em>“If you<strong>don’t go.</strong>I<strong>won’t go</strong>. I don’t want to go alone.”</em></p>
38 <p><em>“If you<strong>don’t go.</strong>I<strong>won’t go</strong>. I don’t want to go alone.”</em></p>
39 <p>Gimana? Simpel banget kan?</p>
39 <p>Gimana? Simpel banget kan?</p>
40 <p>Baca Juga:<a>Pengertian, Pola, dan Contoh Kalimat Comparison Degree</a></p>
40 <p>Baca Juga:<a>Pengertian, Pola, dan Contoh Kalimat Comparison Degree</a></p>
41 <h2>If Clause Tipe 2 (Second Conditional)</h2>
41 <h2>If Clause Tipe 2 (Second Conditional)</h2>
42 <p>Masih semangat belajar? Hehehe… Selanjutnya ada<em>second conditional</em>atau<em>if clause</em>tipe 2.<em>Conditional Sentence</em>tipe 2 digunakan ketika kamu<strong>berandai-andai tentang sesuatu yang gak mungkin terjadi</strong>.</p>
42 <p>Masih semangat belajar? Hehehe… Selanjutnya ada<em>second conditional</em>atau<em>if clause</em>tipe 2.<em>Conditional Sentence</em>tipe 2 digunakan ketika kamu<strong>berandai-andai tentang sesuatu yang gak mungkin terjadi</strong>.</p>
43 <p>Bahasa sederhananya, kamu mengkhayal. Lebih sederhananya lagi, Anda halu. Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin.</p>
43 <p>Bahasa sederhananya, kamu mengkhayal. Lebih sederhananya lagi, Anda halu. Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin.</p>
44 <p>Di sore yang hujan, tiba-tiba saya bilang ke temen, “Duh, kalo aja aku bisa balik ke masa muda, pasti aku bakal lebih sering main sama temen di sekolah.”</p>
44 <p>Di sore yang hujan, tiba-tiba saya bilang ke temen, “Duh, kalo aja aku bisa balik ke masa muda, pasti aku bakal lebih sering main sama temen di sekolah.”</p>
45 <p>Lihat perbedaannya kan, dengan<em>zero</em>dan<em>first conditional</em>? Gak mungkin kita beneran bisa kembali ke masa muda. Kalau dilihat polanya, pada tipe kedua ini, tenses yang digunakan adalah <em><strong>simple past tense</strong>.</em></p>
45 <p>Lihat perbedaannya kan, dengan<em>zero</em>dan<em>first conditional</em>? Gak mungkin kita beneran bisa kembali ke masa muda. Kalau dilihat polanya, pada tipe kedua ini, tenses yang digunakan adalah <em><strong>simple past tense</strong>.</em></p>
46 <p>Kalau kita buat contoh kalimat if clause tipe 2 dalam Bahasa Inggris, kehaluan ini menjadi<em>“If I became a teenager again, I would play more with my friends at school.”</em></p>
46 <p>Kalau kita buat contoh kalimat if clause tipe 2 dalam Bahasa Inggris, kehaluan ini menjadi<em>“If I became a teenager again, I would play more with my friends at school.”</em></p>
47 <p>Lalu, seperti apa pola kalimat atau rumus second conditional (if clause tipe 2) yang bisa kamu gunakan? Berikut uraiannya!</p>
47 <p>Lalu, seperti apa pola kalimat atau rumus second conditional (if clause tipe 2) yang bisa kamu gunakan? Berikut uraiannya!</p>
48 <p>Sekarang, kita coba lihat contoh dialog untuk Second Conditional ya:</p>
48 <p>Sekarang, kita coba lihat contoh dialog untuk Second Conditional ya:</p>
49 <p>Father:<em>Happy birthday, sweetie!</em></p>
49 <p>Father:<em>Happy birthday, sweetie!</em></p>
50 <p>Son:<em>Thank you, Dad!</em></p>
50 <p>Son:<em>Thank you, Dad!</em></p>
51 <p>Father:<em>Did you get my present?</em></p>
51 <p>Father:<em>Did you get my present?</em></p>
52 <p>Son:<em>Yeah! I love it, but I wish you were here</em>. 😔</p>
52 <p>Son:<em>Yeah! I love it, but I wish you were here</em>. 😔</p>
53 <p>Father:<em>I’m sorry. If I<strong>were</strong>Superman, I<strong>would fly</strong>there to be with you and your mom</em>.</p>
53 <p>Father:<em>I’m sorry. If I<strong>were</strong>Superman, I<strong>would fly</strong>there to be with you and your mom</em>.</p>
54 <p>Eits, bentar bentar. Kok kayak ada yang aneh ya di kalimat si bapak itu? ‘If I were Superman’ katanya? Bukannya ‘I’ seharusnya berpasangan dengan ‘was’?</p>
54 <p>Eits, bentar bentar. Kok kayak ada yang aneh ya di kalimat si bapak itu? ‘If I were Superman’ katanya? Bukannya ‘I’ seharusnya berpasangan dengan ‘was’?</p>
55 <p><em>Jadi inget lagunya Beyoncé yang If I were a boy gak sih? Hehehe</em></p>
55 <p><em>Jadi inget lagunya Beyoncé yang If I were a boy gak sih? Hehehe</em></p>
56 <h3>If I Were</h3>
56 <h3>If I Were</h3>
57 <p>Seperti yang udah dijelasin di atas bahwa dalam Second Conditional, kita menggunakan<strong>If + S + Verb 2</strong>.</p>
57 <p>Seperti yang udah dijelasin di atas bahwa dalam Second Conditional, kita menggunakan<strong>If + S + Verb 2</strong>.</p>
58 <p>Nah, yang dimaksud dengan<em>verb</em>di sini gak cuma kata kerja aja kayak ‘go’, ‘sleep’, ‘walk’ yang berubah menjadi Verb 2 yaitu ‘went’, ‘slept’, ‘walked’, dan kata kerja lainnya, tetapi<em>to be</em>seperti ‘is’, ‘am’, dan ‘are’ juga berubah menjadi Verb 2, ya!</p>
58 <p>Nah, yang dimaksud dengan<em>verb</em>di sini gak cuma kata kerja aja kayak ‘go’, ‘sleep’, ‘walk’ yang berubah menjadi Verb 2 yaitu ‘went’, ‘slept’, ‘walked’, dan kata kerja lainnya, tetapi<em>to be</em>seperti ‘is’, ‘am’, dan ‘are’ juga berubah menjadi Verb 2, ya!</p>
59 <p>Berhubung dalam Second Conditional ini kita menggunakan Verb 2, maka kita memakai bentuk lampaunya, alias ‘<strong>were’</strong>.</p>
59 <p>Berhubung dalam Second Conditional ini kita menggunakan Verb 2, maka kita memakai bentuk lampaunya, alias ‘<strong>were’</strong>.</p>
60 <p><strong>“</strong>Lho, kenapa<em>were</em>? Kenapa nggak<em>was</em>? Kan dia<em>verb</em>2 juga?”</p>
60 <p><strong>“</strong>Lho, kenapa<em>were</em>? Kenapa nggak<em>was</em>? Kan dia<em>verb</em>2 juga?”</p>
61 <p>Betul. ‘Was’ juga termasuk ke dalam verb 2. Kamu bahkan mungkin akan mendengar kalimat “If I was her parents, I wouldn’t do it!” misalnya.</p>
61 <p>Betul. ‘Was’ juga termasuk ke dalam verb 2. Kamu bahkan mungkin akan mendengar kalimat “If I was her parents, I wouldn’t do it!” misalnya.</p>
62 <p>Kalimat itu bisa aja kamu temui di kehidupan nyata, atau diomongin langsung sama<em>native speaker</em>. Orang-orang pun paham maksudnya. Tetapi,<strong>kalimat tersebut secara<em>grammar</em>salah.</strong>Yang benar adalah:</p>
62 <p>Kalimat itu bisa aja kamu temui di kehidupan nyata, atau diomongin langsung sama<em>native speaker</em>. Orang-orang pun paham maksudnya. Tetapi,<strong>kalimat tersebut secara<em>grammar</em>salah.</strong>Yang benar adalah:</p>
63 <p><em>“If I were her parents, I wouldn’t do it!”</em></p>
63 <p><em>“If I were her parents, I wouldn’t do it!”</em></p>
64 <p>Mau depannya ‘he’, ‘she’, atau ‘I’, dalam Conditional Sentence Tipe 2 tetap menggunakan ‘were’ ya! Misalnya dalam contoh dialog ini:</p>
64 <p>Mau depannya ‘he’, ‘she’, atau ‘I’, dalam Conditional Sentence Tipe 2 tetap menggunakan ‘were’ ya! Misalnya dalam contoh dialog ini:</p>
65 <p>Anwar:<em>I think Desy is angry now.</em></p>
65 <p>Anwar:<em>I think Desy is angry now.</em></p>
66 <p>Ratu:<em>I don’t think so. If she<strong>were</strong>angry, she<strong>would</strong>shut herself up in her room</em>.</p>
66 <p>Ratu:<em>I don’t think so. If she<strong>were</strong>angry, she<strong>would</strong>shut herself up in her room</em>.</p>
67 <p>Okee, semoga paham yaa. Sekarang kita lanjut ke tipe selanjutnya.</p>
67 <p>Okee, semoga paham yaa. Sekarang kita lanjut ke tipe selanjutnya.</p>
68 <p>Baca Juga:<a>Contoh Kalimat Expression of Wish and Hope</a></p>
68 <p>Baca Juga:<a>Contoh Kalimat Expression of Wish and Hope</a></p>
69 <h2>If Clause Tipe 3 (Third Conditional)</h2>
69 <h2>If Clause Tipe 3 (Third Conditional)</h2>
70 <p>Terakhir ada<em>third conditional</em>atau<em>if clause</em>tipe 3. Gimana tuh ya?</p>
70 <p>Terakhir ada<em>third conditional</em>atau<em>if clause</em>tipe 3. Gimana tuh ya?</p>
71 <p>Bayangkan kejadian ini: kamu janjian sama teman dekatmu pukul 10 pagi. Malamnya, karena lagi demen<em>binge watching,</em>kamu begadang dan akhirnya tidur pagi. Lalu, kamu baru bangun jam setengah sepuluh! Alarm kok gak bunyi? Akhirnya kamu loncat dari kasur, ngibrit ke kamar mandi.</p>
71 <p>Bayangkan kejadian ini: kamu janjian sama teman dekatmu pukul 10 pagi. Malamnya, karena lagi demen<em>binge watching,</em>kamu begadang dan akhirnya tidur pagi. Lalu, kamu baru bangun jam setengah sepuluh! Alarm kok gak bunyi? Akhirnya kamu loncat dari kasur, ngibrit ke kamar mandi.</p>
72 <p>Kamu bersiap-siap pakai baju terbaik. Waktu tinggal 10 menit lagi!</p>
72 <p>Kamu bersiap-siap pakai baju terbaik. Waktu tinggal 10 menit lagi!</p>
73 <p>Kamu ambil motor, tancap gas ngebut… lalu kecelakaan.</p>
73 <p>Kamu ambil motor, tancap gas ngebut… lalu kecelakaan.</p>
74 <p>Di rumah sakit, Ibumu pun menasehati, “Kan… coba aja kamu gak begadang. Kalo gak begadang pasti gak bangun kesiangan. Kalo gak kesiangan kan nggak buru-buru deh. Jadi nggak perlu ngebut, gak bakal kayak gini kejadiannya.”</p>
74 <p>Di rumah sakit, Ibumu pun menasehati, “Kan… coba aja kamu gak begadang. Kalo gak begadang pasti gak bangun kesiangan. Kalo gak kesiangan kan nggak buru-buru deh. Jadi nggak perlu ngebut, gak bakal kayak gini kejadiannya.”</p>
75 <p>Nah, pengandaian si ibu itu termasuk ke dalam Third Conditional. Di tipe ini, tujuannya adalah menggambarkan hal-hal yang<strong>bertolak belakang dengan apa yang terjadi</strong>atau apa yang<strong>seharusnya/ingin dilakukan di masa lalu</strong>.<em> </em></p>
75 <p>Nah, pengandaian si ibu itu termasuk ke dalam Third Conditional. Di tipe ini, tujuannya adalah menggambarkan hal-hal yang<strong>bertolak belakang dengan apa yang terjadi</strong>atau apa yang<strong>seharusnya/ingin dilakukan di masa lalu</strong>.<em> </em></p>
76 <p>Makannya, dalam <em>if clause </em>tipe 3, tenses yang digunakan adalah <a><em><strong>past future perfect tense</strong></em></a>.</p>
76 <p>Makannya, dalam <em>if clause </em>tipe 3, tenses yang digunakan adalah <a><em><strong>past future perfect tense</strong></em></a>.</p>
77 <p>Nah, kalau contoh kasus kecelakaan tadi, penggunaan if clause tipe 3 dalam Bahasa Inggris jadinya begini nih:</p>
77 <p>Nah, kalau contoh kasus kecelakaan tadi, penggunaan if clause tipe 3 dalam Bahasa Inggris jadinya begini nih:</p>
78 <p><em>“If Fahri<strong>had woken</strong>up on time, he<strong>would not have been</strong>in such a hurry. If Fahri<strong>had been</strong>more careful, he<strong>would not have had</strong>an accident.”</em></p>
78 <p><em>“If Fahri<strong>had woken</strong>up on time, he<strong>would not have been</strong>in such a hurry. If Fahri<strong>had been</strong>more careful, he<strong>would not have had</strong>an accident.”</em></p>
79 <p>Berikut pola kalimat atau rumus third conditional (if clause tipe 3):</p>
79 <p>Berikut pola kalimat atau rumus third conditional (if clause tipe 3):</p>
80 <p>Wah, ternyata banyak juga ya contoh kalimat Conditional Sentence yang sudah kita pelajarin.</p>
80 <p>Wah, ternyata banyak juga ya contoh kalimat Conditional Sentence yang sudah kita pelajarin.</p>
81 <p>Jadi, If Clause pada Conditional Sentences itu terbagi menjadi 4 macam tipe, yaitu if clause tipe 0, if clause tipe 1, if clause tipe 2, dan if clause tipe 3. Masing-masing tipe punya aturan dan rumus tersendiri, ya. Meski begitu, tetap seru, kan?</p>
81 <p>Jadi, If Clause pada Conditional Sentences itu terbagi menjadi 4 macam tipe, yaitu if clause tipe 0, if clause tipe 1, if clause tipe 2, dan if clause tipe 3. Masing-masing tipe punya aturan dan rumus tersendiri, ya. Meski begitu, tetap seru, kan?</p>
82 <p>Cara paling gampang belajar Bahasa Inggris adalah dengan praktik. Jadi, jangan sampai kamu coba baca dan hafalin teori dari rumus-rumus di atas ya. Tapi, pahami penggunaannya. Cobain aja kamu ajak teman kamu ngomong, pasti belajar Bahasa Inggris jadi jauh lebih seru.</p>
82 <p>Cara paling gampang belajar Bahasa Inggris adalah dengan praktik. Jadi, jangan sampai kamu coba baca dan hafalin teori dari rumus-rumus di atas ya. Tapi, pahami penggunaannya. Cobain aja kamu ajak teman kamu ngomong, pasti belajar Bahasa Inggris jadi jauh lebih seru.</p>
83 <p>-</p>
83 <p>-</p>
84 <p>Nah, kalau kamu ingin merasakan pengalaman serunya belajar Bahasa Inggris, yuk ikutan<a>English Academy</a>! Di sana, kamu bisa belajar Bahasa Inggris dengan kurikulum internasional dan dibantu tutor yang udah berpengalaman, lho!</p>
84 <p>Nah, kalau kamu ingin merasakan pengalaman serunya belajar Bahasa Inggris, yuk ikutan<a>English Academy</a>! Di sana, kamu bisa belajar Bahasa Inggris dengan kurikulum internasional dan dibantu tutor yang udah berpengalaman, lho!</p>
85 <p><strong>Referensi:</strong></p>
85 <p><strong>Referensi:</strong></p>
86 <p>Wachidah, Siti. 2018. <em>Bahasa Inggris Kelas IXThink Globally Act Locally</em>. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
86 <p>Wachidah, Siti. 2018. <em>Bahasa Inggris Kelas IXThink Globally Act Locally</em>. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
87  
87