HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel ini memberikan latihan soal sekaligus pembahasan Penilaian Tengah Semester 2019 mata pelajaran Matematika IPA kelas XII</em></p>
1 <p><em>Artikel ini memberikan latihan soal sekaligus pembahasan Penilaian Tengah Semester 2019 mata pelajaran Matematika IPA kelas XII</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Tak terasa, kamu sudah berada di pertengahan semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Penilaian Tengah Semester (PTS) pun tinggal menghitung hari. Kamu sudah menyiapakan apa saja<em>nih</em>? Apalagi untuk kamu yang duduk di bangku kelas XII. Nilai kamu di PTS ini sangat penting untuk menghadapi SNMPTN sekaligus bisa menjadi persiapan untuk kamu menghadapi ujian-ujian selanjutnya. Ayo, persiapkan diri hadapi PTS dengan latihan soal Matematika IPA kelas XII berikut ini.</p>
3 <p>Tak terasa, kamu sudah berada di pertengahan semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Penilaian Tengah Semester (PTS) pun tinggal menghitung hari. Kamu sudah menyiapakan apa saja<em>nih</em>? Apalagi untuk kamu yang duduk di bangku kelas XII. Nilai kamu di PTS ini sangat penting untuk menghadapi SNMPTN sekaligus bisa menjadi persiapan untuk kamu menghadapi ujian-ujian selanjutnya. Ayo, persiapkan diri hadapi PTS dengan latihan soal Matematika IPA kelas XII berikut ini.</p>
4 <p><strong>Baca juga:<a>Latihan dan Pembahasan Soal UTS Fisika SMA Kelas 12</a></strong></p>
4 <p><strong>Baca juga:<a>Latihan dan Pembahasan Soal UTS Fisika SMA Kelas 12</a></strong></p>
5 <p><strong>TOPIK: BIDANG DATAR</strong></p>
5 <p><strong>TOPIK: BIDANG DATAR</strong></p>
6 <p><strong>SUBTOPIK: DALIL PROYEKSI &amp; DALIL STEWART</strong></p>
6 <p><strong>SUBTOPIK: DALIL PROYEKSI &amp; DALIL STEWART</strong></p>
7 <ol><li>Perhatikan gambar bangun datar di bawah ini!</li>
7 <ol><li>Perhatikan gambar bangun datar di bawah ini!</li>
8 </ol><p>Jika panjang PQ = PS = 4 dm dan QR = 6 dm maka SR = ….</p>
8 </ol><p>Jika panjang PQ = PS = 4 dm dan QR = 6 dm maka SR = ….</p>
9 <ol><li>5 dm</li>
9 <ol><li>5 dm</li>
10 <li>6 dm</li>
10 <li>6 dm</li>
11 <li>7 dm</li>
11 <li>7 dm</li>
12 <li>8 dm</li>
12 <li>8 dm</li>
13 <li>10 dm</li>
13 <li>10 dm</li>
14 </ol><p><strong>Jawaban B</strong></p>
14 </ol><p><strong>Jawaban B</strong></p>
15 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
15 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
16 <p>Gunakan dalil proyeksi untuk menyelesaikan soal di atas.</p>
16 <p>Gunakan dalil proyeksi untuk menyelesaikan soal di atas.</p>
17 <p>Maka,</p>
17 <p>Maka,</p>
18 <p>Karena PR menyatakan panjang sisi segitiga maka nilai PR yang memenuhi adalah 10.</p>
18 <p>Karena PR menyatakan panjang sisi segitiga maka nilai PR yang memenuhi adalah 10.</p>
19 <p>Sehingga diperoleh SR = PR - PS = 10 dm - 4 dm = 6 dm.</p>
19 <p>Sehingga diperoleh SR = PR - PS = 10 dm - 4 dm = 6 dm.</p>
20 <p><strong>TOPIK: BIDANG DATAR</strong></p>
20 <p><strong>TOPIK: BIDANG DATAR</strong></p>
21 <p><strong>SUBTOPIK: GARIS ISTIMEWA SEGITIGA II</strong></p>
21 <p><strong>SUBTOPIK: GARIS ISTIMEWA SEGITIGA II</strong></p>
22 <p>2. Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
22 <p>2. Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
23 <p>Diketahui garis CD adalah garis bagi segitiga ABC. Panjang CD adalah ….</p>
23 <p>Diketahui garis CD adalah garis bagi segitiga ABC. Panjang CD adalah ….</p>
24 <p><strong>Jawaban B</strong></p>
24 <p><strong>Jawaban B</strong></p>
25 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
25 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
26 <p>Karena CD adalah garis bagi segitiga ABC, maka</p>
26 <p>Karena CD adalah garis bagi segitiga ABC, maka</p>
27 <p>Misalkan </p>
27 <p>Misalkan </p>
28 <p>Karena AB = 14 cm, maka</p>
28 <p>Karena AB = 14 cm, maka</p>
29 <p> </p>
29 <p> </p>
30 <p>Sehingga BD = 10 cm dan AD = </p>
30 <p>Sehingga BD = 10 cm dan AD = </p>
31 <p>Karena CD adalah garis bagi segitiga ABC, maka</p>
31 <p>Karena CD adalah garis bagi segitiga ABC, maka</p>
32 <p>Karena panjang sisi tidak mungkin negatif maka </p>
32 <p>Karena panjang sisi tidak mungkin negatif maka </p>
33 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (KEDUDUKAN DAN PROYEKSI)</strong></p>
33 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (KEDUDUKAN DAN PROYEKSI)</strong></p>
34 <p><strong>SUBTOPIK: KEDUDUKAN TITIK</strong></p>
34 <p><strong>SUBTOPIK: KEDUDUKAN TITIK</strong></p>
35 <p>3. Perhatikan kubus ABCD.EFGH di bawah ini.</p>
35 <p>3. Perhatikan kubus ABCD.EFGH di bawah ini.</p>
36 <p>Jika titik P, Q dan R berturut-turut terletak pada rusuk BF, AE dan BC maka pernyataan yang benar adalah ….</p>
36 <p>Jika titik P, Q dan R berturut-turut terletak pada rusuk BF, AE dan BC maka pernyataan yang benar adalah ….</p>
37 <ol><li>Titik P berada pada bidang CDG</li>
37 <ol><li>Titik P berada pada bidang CDG</li>
38 <li>Titik Q berada pada bidang ABCD</li>
38 <li>Titik Q berada pada bidang ABCD</li>
39 <li>Titik Q dan R sebidang</li>
39 <li>Titik Q dan R sebidang</li>
40 <li>Titik R berada pada bidang ABD</li>
40 <li>Titik R berada pada bidang ABD</li>
41 <li>Titik P, Q dan R sebidang</li>
41 <li>Titik P, Q dan R sebidang</li>
42 </ol><p><strong>Jawaban D</strong></p>
42 </ol><p><strong>Jawaban D</strong></p>
43 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
43 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
44 <ul><li>Titik P terletak pada bidang ABFE dan bidang BCGF</li>
44 <ul><li>Titik P terletak pada bidang ABFE dan bidang BCGF</li>
45 <li>Titik Q terletak pada bidang ABFE dan bidang ADHE</li>
45 <li>Titik Q terletak pada bidang ABFE dan bidang ADHE</li>
46 <li>Titik R terletak pada bidang ABCD dan bidang BCGF</li>
46 <li>Titik R terletak pada bidang ABCD dan bidang BCGF</li>
47 <li>Titik P dan Q sebidang (pada bidang ABFE)</li>
47 <li>Titik P dan Q sebidang (pada bidang ABFE)</li>
48 <li>Titik P dan R sebidang (pada bidang BCGF)</li>
48 <li>Titik P dan R sebidang (pada bidang BCGF)</li>
49 </ul><p>Jadi dari beberapa pernyataan di atas maka pernyataan yang benar pada pilihan jawaban adalah titik R berada pada bidang ABD, karena jika bidang ABD diperluas maka diperoleh bidang ABCD.</p>
49 </ul><p>Jadi dari beberapa pernyataan di atas maka pernyataan yang benar pada pilihan jawaban adalah titik R berada pada bidang ABD, karena jika bidang ABD diperluas maka diperoleh bidang ABCD.</p>
50 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (KEDUDUKAN DAN PROYEKSI)</strong></p>
50 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (KEDUDUKAN DAN PROYEKSI)</strong></p>
51 <p><strong>SUBTOPIK: KEDUDUKAN GARIS TERHADAP BIDANG</strong></p>
51 <p><strong>SUBTOPIK: KEDUDUKAN GARIS TERHADAP BIDANG</strong></p>
52 <ol><li>Perhatikan kubus ABCD.EFGH di bawah ini.</li>
52 <ol><li>Perhatikan kubus ABCD.EFGH di bawah ini.</li>
53 </ol><p>Misalkan P adalah titik tengah ED. Bidang yang tegak lurus dengan garis AP adalah bidang ….</p>
53 </ol><p>Misalkan P adalah titik tengah ED. Bidang yang tegak lurus dengan garis AP adalah bidang ….</p>
54 <ol><li>BCHE</li>
54 <ol><li>BCHE</li>
55 <li>ADGF</li>
55 <li>ADGF</li>
56 <li>CDEF</li>
56 <li>CDEF</li>
57 <li>BDHF</li>
57 <li>BDHF</li>
58 <li>ABGH</li>
58 <li>ABGH</li>
59 </ol><p><strong>Jawaban C</strong></p>
59 </ol><p><strong>Jawaban C</strong></p>
60 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
60 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
61 <p>Perhatikan bahwa karena P adalah titik tengah dari diagonal ED maka P juga menjadi titik tengah dari diagonal AH.</p>
61 <p>Perhatikan bahwa karena P adalah titik tengah dari diagonal ED maka P juga menjadi titik tengah dari diagonal AH.</p>
62 <p>Garis AP dapat diperpanjangan menjadi garis AH.</p>
62 <p>Garis AP dapat diperpanjangan menjadi garis AH.</p>
63 <p>Garis AP dan bidang BCHE</p>
63 <p>Garis AP dan bidang BCHE</p>
64 <p>Perhatikan bahwa garis EF terletak pada bidang BCHE. Namun, garis AP tidak tegak lurus garis EH. Sehingga AP tidak tegak lurus bidang BCHE.</p>
64 <p>Perhatikan bahwa garis EF terletak pada bidang BCHE. Namun, garis AP tidak tegak lurus garis EH. Sehingga AP tidak tegak lurus bidang BCHE.</p>
65 <p>Garis AP dengan bidang ADGF</p>
65 <p>Garis AP dengan bidang ADGF</p>
66 <p>Perhatikan bahwa garis AD terletak pada bidang ADGF. Namun, garis AP tidak tegak lurus dengan garis AD. Sehingga AP tidak tegak lurus bidang ADGF.</p>
66 <p>Perhatikan bahwa garis AD terletak pada bidang ADGF. Namun, garis AP tidak tegak lurus dengan garis AD. Sehingga AP tidak tegak lurus bidang ADGF.</p>
67 <p>Garis AP dan bidang CDEF</p>
67 <p>Garis AP dan bidang CDEF</p>
68 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
68 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
69 <p>Perhatikan bahwa AH tegak lurus ED maka AP juga tegak lurus ED. Bidang yang memuat ED adalah bidang CDEF. Sehingga garis AP tegak lurus bidang CDEF.</p>
69 <p>Perhatikan bahwa AH tegak lurus ED maka AP juga tegak lurus ED. Bidang yang memuat ED adalah bidang CDEF. Sehingga garis AP tegak lurus bidang CDEF.</p>
70 <p>Garis AP dan bidang BDHF</p>
70 <p>Garis AP dan bidang BDHF</p>
71 <p>Perhatikan bahwa garis DH berada pada bidang BDHF. Namun, garis AH (sebagai perpanjangan garis AP) tidak tegak lurus garis DH. Sehingga AP tidak tegak lurus bidang BDHF.</p>
71 <p>Perhatikan bahwa garis DH berada pada bidang BDHF. Namun, garis AH (sebagai perpanjangan garis AP) tidak tegak lurus garis DH. Sehingga AP tidak tegak lurus bidang BDHF.</p>
72 <p>Garis AP dan bidang ABGH</p>
72 <p>Garis AP dan bidang ABGH</p>
73 <p>Garis AP tidak tegak lurus bidang ABGH karena gari AP terletak pada bidang ABGH.</p>
73 <p>Garis AP tidak tegak lurus bidang ABGH karena gari AP terletak pada bidang ABGH.</p>
74 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (KEDUDUKAN DAN PROYEKSI)</strong></p>
74 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (KEDUDUKAN DAN PROYEKSI)</strong></p>
75 <p><strong>SUBTOPIK: PROYEKSI</strong></p>
75 <p><strong>SUBTOPIK: PROYEKSI</strong></p>
76 <p>5. Perhatikan kubus ABCD.EFGH berikut ini.</p>
76 <p>5. Perhatikan kubus ABCD.EFGH berikut ini.</p>
77 <p>Proyeksi bidang BFC ke bidang CHE adalah bidang….</p>
77 <p>Proyeksi bidang BFC ke bidang CHE adalah bidang….</p>
78 <ol><li>BCE</li>
78 <ol><li>BCE</li>
79 <li>BCD</li>
79 <li>BCD</li>
80 <li>BCM dengan M titik tengan BE</li>
80 <li>BCM dengan M titik tengan BE</li>
81 <li>BCN dengan N titik tengah CH</li>
81 <li>BCN dengan N titik tengah CH</li>
82 <li>BCO dengan O titik tengah EH</li>
82 <li>BCO dengan O titik tengah EH</li>
83 </ol><p><strong>Jawaban C</strong></p>
83 </ol><p><strong>Jawaban C</strong></p>
84 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
84 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
85 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
85 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
86 <p>Bidang BFC jika diperluas maka akan menjadi bidang BCHE. Garis potong bidang BCHE dengan bidang BCE adalah garis BC. Kemudian proyeksikan titik F ke bidang BCHE.</p>
86 <p>Bidang BFC jika diperluas maka akan menjadi bidang BCHE. Garis potong bidang BCHE dengan bidang BCE adalah garis BC. Kemudian proyeksikan titik F ke bidang BCHE.</p>
87 <p>Misalkan titik M adalah titik potong diagonal sisi BE dan diagonal sisi AF. Maka titik M berada tepat pada pertengahan garis BE.</p>
87 <p>Misalkan titik M adalah titik potong diagonal sisi BE dan diagonal sisi AF. Maka titik M berada tepat pada pertengahan garis BE.</p>
88 <p>Ingat kembali bahwa diagonal sisi pada kubus saling tegak lurus. Sehingga, proyeksi titik F ke bidang BCHE sama dengan proyeksi titik F ke garis BE, yaitu titik M.</p>
88 <p>Ingat kembali bahwa diagonal sisi pada kubus saling tegak lurus. Sehingga, proyeksi titik F ke bidang BCHE sama dengan proyeksi titik F ke garis BE, yaitu titik M.</p>
89 <p>Jadi proyeksi bidang BCF ke bidang BCHE adalah bidang BCM dimana M adalah titik tengah BE.</p>
89 <p>Jadi proyeksi bidang BCF ke bidang BCHE adalah bidang BCM dimana M adalah titik tengah BE.</p>
90 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (JARAK)</strong></p>
90 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (JARAK)</strong></p>
91 <p><strong>SUBTOPIK: JARAK TITIK KE BIDANG</strong></p>
91 <p><strong>SUBTOPIK: JARAK TITIK KE BIDANG</strong></p>
92 <p>6. Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm. Jarak titik E ke bidang ACH adalah …. cm.</p>
92 <p>6. Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm. Jarak titik E ke bidang ACH adalah …. cm.</p>
93 <p><strong>JAWABAN : B</strong></p>
93 <p><strong>JAWABAN : B</strong></p>
94 <p><strong>PEMBAHASAN :</strong></p>
94 <p><strong>PEMBAHASAN :</strong></p>
95 <p>Jika kita tambahkan satu buah kubus lagi disebelah kiri kubus ABCD.EFGH kemudian perluas bidang ACH seperti pada gambar berikut ini.</p>
95 <p>Jika kita tambahkan satu buah kubus lagi disebelah kiri kubus ABCD.EFGH kemudian perluas bidang ACH seperti pada gambar berikut ini.</p>
96 <p>Sehingga jarak titik E ke bidang ACH sama dengan jarak titik E ke garis AP’, atau sama juga dengan jarak titik D ke titik O.</p>
96 <p>Sehingga jarak titik E ke bidang ACH sama dengan jarak titik E ke garis AP’, atau sama juga dengan jarak titik D ke titik O.</p>
97 <p>Sehingga dengan persamaan luas segitiga DHP diperoleh :</p>
97 <p>Sehingga dengan persamaan luas segitiga DHP diperoleh :</p>
98 <p>Jadi Jarak titik E ke bidang ACH adalah </p>
98 <p>Jadi Jarak titik E ke bidang ACH adalah </p>
99 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (JARAK)</strong></p>
99 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (JARAK)</strong></p>
100 <p><strong>SUBTOPIK: JARAK DUA BIDANG SEJAJAR</strong></p>
100 <p><strong>SUBTOPIK: JARAK DUA BIDANG SEJAJAR</strong></p>
101 <p>7. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm. Jarak bidang ACH dengan bidang BEG adalah …. cm</p>
101 <p>7. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm. Jarak bidang ACH dengan bidang BEG adalah …. cm</p>
102 <p><strong>JAWABAN : A</strong></p>
102 <p><strong>JAWABAN : A</strong></p>
103 <p><strong>PEMBAHASAN :</strong></p>
103 <p><strong>PEMBAHASAN :</strong></p>
104 <p>Untuk memudahkan buat bidang diagonal BDHF dengan titik M dan titik N adalah titik tengah perpotongan diagonal atap dan alas seperti gambar berikut.</p>
104 <p>Untuk memudahkan buat bidang diagonal BDHF dengan titik M dan titik N adalah titik tengah perpotongan diagonal atap dan alas seperti gambar berikut.</p>
105 <p>Bidang BEG berptongan dengan bidang BDHF di garis BM. Sedangkan bidang ACH berpotongan dengan bidang BDHF di garis HN.</p>
105 <p>Bidang BEG berptongan dengan bidang BDHF di garis BM. Sedangkan bidang ACH berpotongan dengan bidang BDHF di garis HN.</p>
106 <p>Jika kita buat segitiga BMN pada bidang diagonal BDHF maka jarak bidang ACH ke bidang BEG sama dengan jarak titik N ke garis BM atau sama dengan NO.</p>
106 <p>Jika kita buat segitiga BMN pada bidang diagonal BDHF maka jarak bidang ACH ke bidang BEG sama dengan jarak titik N ke garis BM atau sama dengan NO.</p>
107 <p>Dengan persamaan luas segitiga BMN maka diperoleh :</p>
107 <p>Dengan persamaan luas segitiga BMN maka diperoleh :</p>
108 <p>Jadi jarak bidang ACH ke bidang BEG adalah </p>
108 <p>Jadi jarak bidang ACH ke bidang BEG adalah </p>
109 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (SUDUT)</strong></p>
109 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (SUDUT)</strong></p>
110 <p><strong>SUBTOPIK: SUDUT DUA GARIS</strong></p>
110 <p><strong>SUBTOPIK: SUDUT DUA GARIS</strong></p>
111 <p>8. Diketahui kubus ABCH.EFGH dengan rusuk 4 cm. Titik T membagi dua rusuk BC menjadi dua bagian. Jika adalah sudut antara garis HT dengan garis BG maka </p>
111 <p>8. Diketahui kubus ABCH.EFGH dengan rusuk 4 cm. Titik T membagi dua rusuk BC menjadi dua bagian. Jika adalah sudut antara garis HT dengan garis BG maka </p>
112 <p><strong>Jawaban</strong><strong>C</strong></p>
112 <p><strong>Jawaban</strong><strong>C</strong></p>
113 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
113 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
114 <p>Perhatikan kubus di bawah :</p>
114 <p>Perhatikan kubus di bawah :</p>
115 <p>Kemudian pada segitiga ATH, misalkan R adalah titik pada AH sehingga garis TR tegak lurus garis AH.</p>
115 <p>Kemudian pada segitiga ATH, misalkan R adalah titik pada AH sehingga garis TR tegak lurus garis AH.</p>
116 <p>Dengan aturan cos maka diperoleh,</p>
116 <p>Dengan aturan cos maka diperoleh,</p>
117 <p>Kemudian hitung nilai sin dengan rumus identitas trigonometri berikut :</p>
117 <p>Kemudian hitung nilai sin dengan rumus identitas trigonometri berikut :</p>
118 <p>Jadi nilai dari </p>
118 <p>Jadi nilai dari </p>
119 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (SUDUT)</strong></p>
119 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (SUDUT)</strong></p>
120 <p><strong>SUBTOPIK: SUDUT GARIS DAN BIDANG</strong></p>
120 <p><strong>SUBTOPIK: SUDUT GARIS DAN BIDANG</strong></p>
121 <p>9. Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang sisi kubus . Sinus sudut antara rusuk BF ke bidang BEG adalah….</p>
121 <p>9. Diketahui sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang sisi kubus . Sinus sudut antara rusuk BF ke bidang BEG adalah….</p>
122 <p><strong>Jawaban B</strong></p>
122 <p><strong>Jawaban B</strong></p>
123 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
123 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
124 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
124 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
125 <p>Diketahui :</p>
125 <p>Diketahui :</p>
126 <p>Sehingga,</p>
126 <p>Sehingga,</p>
127 <p>Maka,</p>
127 <p>Maka,</p>
128 <p>Sinus sudut antara rusuk BF ke bidang BEG adalah </p>
128 <p>Sinus sudut antara rusuk BF ke bidang BEG adalah </p>
129 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (SUDUT)</strong></p>
129 <p><strong>TOPIK: BIDANG RUANG (SUDUT)</strong></p>
130 <p><strong>SUBTOPIK: IRISAN BIDANG</strong></p>
130 <p><strong>SUBTOPIK: IRISAN BIDANG</strong></p>
131 <p>10. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan titik M adalah titik tengah rusuk CG. Irisan bidang yang melalu titik M, D dan F adalah ….</p>
131 <p>10. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan titik M adalah titik tengah rusuk CG. Irisan bidang yang melalu titik M, D dan F adalah ….</p>
132 <ol><li>Segitiga</li>
132 <ol><li>Segitiga</li>
133 <li>Segitiga sama sisi</li>
133 <li>Segitiga sama sisi</li>
134 <li>Segiempat</li>
134 <li>Segiempat</li>
135 <li>Segilima</li>
135 <li>Segilima</li>
136 <li>Persegi</li>
136 <li>Persegi</li>
137 </ol><p><strong>Jawaban C</strong></p>
137 </ol><p><strong>Jawaban C</strong></p>
138 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
138 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
139 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
139 <p>Perhatikan gambar di bawah ini.</p>
140 <p>Karena titik D terletak pada rusuk yang bersebrangan dengan titik F maka titik M akan berseberangan pula dengan titik lain di rusuk AE. Misalkan titik N adalah titik tengah rusuk AE.</p>
140 <p>Karena titik D terletak pada rusuk yang bersebrangan dengan titik F maka titik M akan berseberangan pula dengan titik lain di rusuk AE. Misalkan titik N adalah titik tengah rusuk AE.</p>
141 <p>Sehingga bidang yang terbentuk adalah bidang segiempat NDFM seperti pada gambar di atas.</p>
141 <p>Sehingga bidang yang terbentuk adalah bidang segiempat NDFM seperti pada gambar di atas.</p>
142 <p>Gimana, membantu<em>‘kan</em>? Mau latihan lebih banyak soal? Yuk, latihan soal-soal terkait materi ujian sekolah di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
142 <p>Gimana, membantu<em>‘kan</em>? Mau latihan lebih banyak soal? Yuk, latihan soal-soal terkait materi ujian sekolah di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
143  
143