0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Apa itu realitas sosial? Yuk, ketahui pengertian, dimensi, dan proses pembentukan realitas sosial melalui<a>artikel Sosiologi kelas 10</a>berikut ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Apa itu realitas sosial? Yuk, ketahui pengertian, dimensi, dan proses pembentukan realitas sosial melalui<a>artikel Sosiologi kelas 10</a>berikut ini!</em></p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
</blockquote><p>Akhir-akhir ini, di negara kita lagi rame banget pembahasan tentang Citayam Fashion Week. Mulai dari media sosial sampai siaran televisi nasional, semua membahas tentang Citayam Fashion Week. Fenomena ini menjadi viral karena remaja-remaja Citayam tersebut memiliki gaya<em>fashion</em>tersendiri yang justru kontras dengan tempat nongkrong mereka yakni kawasan Dukuh Atas yang terkesan elit.</p>
3
</blockquote><p>Akhir-akhir ini, di negara kita lagi rame banget pembahasan tentang Citayam Fashion Week. Mulai dari media sosial sampai siaran televisi nasional, semua membahas tentang Citayam Fashion Week. Fenomena ini menjadi viral karena remaja-remaja Citayam tersebut memiliki gaya<em>fashion</em>tersendiri yang justru kontras dengan tempat nongkrong mereka yakni kawasan Dukuh Atas yang terkesan elit.</p>
4
<p>Nah, dari fenomena Citayam Fashion Week ini, kita bisa mempelajari salah satu materi Sosiologi yang disebut dengan Realitas Sosial, lho! Udah tahu belum, apa yang dimaksud dengan Realitas Sosial?</p>
4
<p>Nah, dari fenomena Citayam Fashion Week ini, kita bisa mempelajari salah satu materi Sosiologi yang disebut dengan Realitas Sosial, lho! Udah tahu belum, apa yang dimaksud dengan Realitas Sosial?</p>
5
<h2>Pengertian Realitas Sosial</h2>
5
<h2>Pengertian Realitas Sosial</h2>
6
<p>Menurut bahasa, realitas sosial adalah segala hal yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan menurut Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckmann dalam bukunya yang berjudul “The Social Construction of Reality”, realitas sosial adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada di luar kemauan kita.</p>
6
<p>Menurut bahasa, realitas sosial adalah segala hal yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan menurut Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckmann dalam bukunya yang berjudul “The Social Construction of Reality”, realitas sosial adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada di luar kemauan kita.</p>
7
<p>Jadi, bisa kita simpulkan bahwa realitas sosial adalah segala fenomena atau kenyataan di masyarakat yang terjadi di luar diri kita atau bukan kemauan diri sendiri yang tidak bisa kita hindari.</p>
7
<p>Jadi, bisa kita simpulkan bahwa realitas sosial adalah segala fenomena atau kenyataan di masyarakat yang terjadi di luar diri kita atau bukan kemauan diri sendiri yang tidak bisa kita hindari.</p>
8
<p>Realitas sosial terbentuk atas situasi dan kondisi tertentu di masyarakat. Contohnya seperti kemiskinan. Terjadinya kemiskinan di suatu negara, bukan terjadi akibat kemauan sendiri, tetapi terbentuk karena konstruksi sosial, yakni terjadi akibat dorongan dari faktor-faktor lain, seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan pembangunan yang tidak merata. Kemiskinan ini kemudian menjadi dasar adanya kesenjangan sosial di masyarakat.</p>
8
<p>Realitas sosial terbentuk atas situasi dan kondisi tertentu di masyarakat. Contohnya seperti kemiskinan. Terjadinya kemiskinan di suatu negara, bukan terjadi akibat kemauan sendiri, tetapi terbentuk karena konstruksi sosial, yakni terjadi akibat dorongan dari faktor-faktor lain, seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan pembangunan yang tidak merata. Kemiskinan ini kemudian menjadi dasar adanya kesenjangan sosial di masyarakat.</p>
9
<p>Nah, Citayam Fashion Week tadi juga merupakan fenomena yang terbentuk akibat adanya kesenjangan sosial ini,<em>guys</em>. Gaya berpakaian anak-anak Citayam ini dianggap kontras dengan kawasan Dukuh Atas yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit yang terkesan elit.</p>
9
<p>Nah, Citayam Fashion Week tadi juga merupakan fenomena yang terbentuk akibat adanya kesenjangan sosial ini,<em>guys</em>. Gaya berpakaian anak-anak Citayam ini dianggap kontras dengan kawasan Dukuh Atas yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit yang terkesan elit.</p>
10
<p>Selain itu, fenomena Citayam Fashion Week juga membuktikan adanya pembangunan yang tidak merata, karena kalau pembangunan sudah merata, seharusnya anak-anak Citayam ini nggak perlu jauh-jauh ke Dukuh Atas hanya untuk sekedar nongkrong bersama teman. Bisa jadi, di daerah Citayam, kurang tersedia ruang publik yang bisa menjadi tempat remaja Citayam ini berekspresi, sehingga mereka harus jauh-jauh pergi ke Dukuh Atas.</p>
10
<p>Selain itu, fenomena Citayam Fashion Week juga membuktikan adanya pembangunan yang tidak merata, karena kalau pembangunan sudah merata, seharusnya anak-anak Citayam ini nggak perlu jauh-jauh ke Dukuh Atas hanya untuk sekedar nongkrong bersama teman. Bisa jadi, di daerah Citayam, kurang tersedia ruang publik yang bisa menjadi tempat remaja Citayam ini berekspresi, sehingga mereka harus jauh-jauh pergi ke Dukuh Atas.</p>
11
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Sosiologi dan Objek Studinya</a></p>
11
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Sosiologi dan Objek Studinya</a></p>
12
<h2>Dimensi Realitas Sosial</h2>
12
<h2>Dimensi Realitas Sosial</h2>
13
<p>Realitas sosial memiliki dua dimensi, yaitu objektif dan subjektif. Kita bahas satu per satu, ya!</p>
13
<p>Realitas sosial memiliki dua dimensi, yaitu objektif dan subjektif. Kita bahas satu per satu, ya!</p>
14
<h3>1. Realitas Objektif</h3>
14
<h3>1. Realitas Objektif</h3>
15
<p>Realitas objektif adalah kondisi yang sebenarnya ada di masyarakat dan diterima oleh individu tanpa dipengaruhi pendapat pribadi.</p>
15
<p>Realitas objektif adalah kondisi yang sebenarnya ada di masyarakat dan diterima oleh individu tanpa dipengaruhi pendapat pribadi.</p>
16
<h3>2. Realitas Subjektif</h3>
16
<h3>2. Realitas Subjektif</h3>
17
<p>Realitas subjektif adalah kondisi yang terjadi di masyarakat dan diterima oleh individu dengan dipengaruhi pendapat pribadi, seperti ide dan opini.</p>
17
<p>Realitas subjektif adalah kondisi yang terjadi di masyarakat dan diterima oleh individu dengan dipengaruhi pendapat pribadi, seperti ide dan opini.</p>
18
<p>Biar makin paham, kita ambil contoh kemiskinan tadi, ya. Dalam dimensi objektif, kemiskinan dianggap sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.</p>
18
<p>Biar makin paham, kita ambil contoh kemiskinan tadi, ya. Dalam dimensi objektif, kemiskinan dianggap sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.</p>
19
<p>Sedangkan dalam dimensi subjektif, seseorang bisa jadi menyebut dirinya tidak mampu karena tidak memiliki kendaraan pribadi, meskipun kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.</p>
19
<p>Sedangkan dalam dimensi subjektif, seseorang bisa jadi menyebut dirinya tidak mampu karena tidak memiliki kendaraan pribadi, meskipun kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.</p>
20
<p>Setelah tahu dimensi dari realitas sosial, sekarang kita pelajari tentang proses terbentuknya realitas sosial, yuk!</p>
20
<p>Setelah tahu dimensi dari realitas sosial, sekarang kita pelajari tentang proses terbentuknya realitas sosial, yuk!</p>
21
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Objek Kajian Sosiologi dan Jenis-Jenisnya</a></p>
21
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Objek Kajian Sosiologi dan Jenis-Jenisnya</a></p>
22
<h2>Proses Pembentukan Realitas Sosial</h2>
22
<h2>Proses Pembentukan Realitas Sosial</h2>
23
<p>Menurut Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckmann, proses pembentukan realitas sosial terdiri atas tiga tahap yaitu internalisasi, eksternalisasi, dan objektivasi.</p>
23
<p>Menurut Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckmann, proses pembentukan realitas sosial terdiri atas tiga tahap yaitu internalisasi, eksternalisasi, dan objektivasi.</p>
24
<h3>1. Internalisasi</h3>
24
<h3>1. Internalisasi</h3>
25
<p>Internalisasi adalah proses penerimaan berbagai nilai, norma, dan realitas lainnya yang ada di masyarakat oleh individu yang dilakukan melalui sosialisasi. Sosialisasi adalah proses penanaman nilai dan norma dari individu yang satu ke individu lainnya.</p>
25
<p>Internalisasi adalah proses penerimaan berbagai nilai, norma, dan realitas lainnya yang ada di masyarakat oleh individu yang dilakukan melalui sosialisasi. Sosialisasi adalah proses penanaman nilai dan norma dari individu yang satu ke individu lainnya.</p>
26
<h3>2. Eksternalisasi</h3>
26
<h3>2. Eksternalisasi</h3>
27
<p>Eksternalisasi adalah proses individu mengekspresikan apa yang sudah diterima dan dipelajari di tahap internalisasi sesuai dengan penafsiran mereka sendiri.</p>
27
<p>Eksternalisasi adalah proses individu mengekspresikan apa yang sudah diterima dan dipelajari di tahap internalisasi sesuai dengan penafsiran mereka sendiri.</p>
28
<h3>3. Objektivasi</h3>
28
<h3>3. Objektivasi</h3>
29
<p>Objektivasi adalah proses yang terbentuk karena individu sebagai anggota masyarakat berulang kali melakukan kebiasaan dari tahap eksternalisasi sehingga membentuk pola yang berlaku secara umum di masyarakat. Objektivasi inilah yang menghasilkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.</p>
29
<p>Objektivasi adalah proses yang terbentuk karena individu sebagai anggota masyarakat berulang kali melakukan kebiasaan dari tahap eksternalisasi sehingga membentuk pola yang berlaku secara umum di masyarakat. Objektivasi inilah yang menghasilkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.</p>
30
<p>Contoh dari tahap internalisasi, eksternalisasi, dan objektivasi bisa kamu lihat pada tabel berikut.</p>
30
<p>Contoh dari tahap internalisasi, eksternalisasi, dan objektivasi bisa kamu lihat pada tabel berikut.</p>
31
<p>Nah, sekian dulu materi kita tentang realitas sosial sebagai objek kajian sosiologi, meliputi pengertian, dimensi, proses pembentukan, serta contoh. Gimana? Sudah paham belum? Kalau belum paham, yuk nonton video belajarnya di<a>ruangbelajar</a>!</p>
31
<p>Nah, sekian dulu materi kita tentang realitas sosial sebagai objek kajian sosiologi, meliputi pengertian, dimensi, proses pembentukan, serta contoh. Gimana? Sudah paham belum? Kalau belum paham, yuk nonton video belajarnya di<a>ruangbelajar</a>!</p>
32
<p>Referensi:</p>
32
<p>Referensi:</p>
33
<p>Suhardi, Sri Sunarti. (2009).<em>Sosiologi 1: Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS</em>. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
33
<p>Suhardi, Sri Sunarti. (2009).<em>Sosiologi 1: Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS</em>. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
34
34