Siapa nih yang suka membaca atau mendengar cerita dongeng? Nah, di artikel ini, Blog Ruangguru akan melampirkan beberapa contoh dongeng singkat yang menarik dan mengandung pesan moral. Yuk, kita baca bersama!
—
Siapa disini yang waktu kecil nggak bisa tidur kalau belum dibacakan dongeng sama mama atau papa? Rasanya, susah untuk bermimpi kalau nggak mendengarkan cerita dari buku pilihan yang ada di rak kamar kita, ya.
Hingga muncul istilah ‘dongeng sebelum tidur’ yang sering kita dengar. Tapi, apakah ada yang tau, pengertian dongeng itu apa?
Dongeng adalah cerita fiksi yang biasanya tidak berdasarkan kenyataan yang ada, dan memiliki banyak sekali unsur magis atau fantastis. Cerita-cerita di dalam dongeng, seringkali melibatkan banyak sekali karakter yang bukan manusia.
Misalnya aja seperti hewan atau benda-benda di sekitar kita yang bisa berbicara dan memiliki pikiran seperti manusia, karakter yang punya kekuatan super, monster-monster, dan masih banyak lagi keajaiban yang lainnya.
Baca Juga: Pengertian Dongeng, Jenis, Ciri-ciri, Fungsi, Unsur & Contoh
Manfaat Dongeng
Teman-teman tau nggak sih kalau dongeng itu punya banyak sekali manfaat untuk kita?
Dongeng akan membawa kita masuk ke dalam dunia imajinatif yang penuh dengan keajaiban. Hal itu membuat kita bisa mengasah pemikiran yang kreatif melampaui batas dari realitas yang ada. Selain itu, banyak sekali nilai moral yang terkandung dalam dongeng, dan bisa diteladani untuk kehidupan kita.
Bagi anak-anak, mendengarkan cerita dongeng mampu melatih pengembangan kemampuan bahasa mereka, loh. Terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan untuk bercerita (story telling).
Nah, manfaat yang terakhir, dongeng juga bisa mengasah kemampuan pemecahan masalah kita. Cerita dongeng seringkali menampilkan karakter yang berhadapan dengan berbagai rintangan, dan cara mereka untuk menyelesaikannya.
Oke, setelah kamu tau pengertian dan manfaat dongeng, kita langsung simak beberapa contoh dongeng pendek di bawah ini, yuk!
1. Contoh Dongeng Singkat
Si Kancil dan Penghormatan pada Orang Tua
Dahulu kala, di tengah hutan yang lebat dan hijau, tinggalah seekor kancil yang lincah dan cerdik. Namanya, si Kancil. Meskipun kecil, si Kancil memiliki hati yang besar dan selalu berusaha untuk menjalani hidup dengan baik dan bijaksana.
Suatu hari, saat si Kancil sedang bermain-main di hutan, ia bertemu dengan seekor burung hantu yang bijaksana. “Hai, Kancil,” sapa burung hantu ramah. “Apakah kamu tahu betapa pentingnya menghormati orang tua?”
Si Kancil mengangguk. “Ya, tentu saja! Orang tua adalah sosok yang pantas kita hormati dan kita cintai.”
“Benar sekali,” sahut burung hantu. “Namun, apakah kamu selalu menghormati dan mendengarkan kata orang tuamu?”
Si Kancil berpikir sejenak. “Hmm, sebagian waktu, aku melakukannya,” jawab si Kancil.
“Tapi, menghormati orang tua tidak boleh sebagian waktu saja. Kamu harus melakukannya selalu, baik dalam kebahagiaan maupun kesulitan hidup,” ujar burung hantu bijaksana itu.
Si Kancil tersentak. Ia mulai merenung, menyadari bahwa ada beberapa kali ia mungkin tidak menghormati orang tuanya sepenuh hati. Tanpa ragu, ia memutuskan untuk memperbaiki perilakunya.
Beberapa hari berlalu, si Kancil berusaha lebih sabar dan menghargai setiap nasihat dari orang tuanya. Ia membantu mereka dengan tugas-tugas rumah tangga dan mendengarkan cerita-cerita mereka dengan penuh perhatian.
Suatu hari, hutan tempat tinggal si Kancil dilanda kebakaran. Api berkobar hebat, dan semua hewan panik berusaha menyelamatkan diri. Namun, si Kancil ingat akan nasihat burung hantu tentang menghormati orang tua.
Tanpa berpikir panjang, si Kancil segera berlari ke tempat kediamannya. Ia menemui kedua orang tuanya yang sudah tua renta, kesulitan untuk bergerak cepat. Dengan penuh keberanian, si Kancil membantu mereka keluar dari bahaya kebakaran.
Dengan bantuan si Kancil, kedua orang tua itu berhasil selamat dari kobaran api. Mereka sangat bersyukur dan bangga pada si Kancil atas keberaniannya.
Sejak hari itu, si Kancil tidak hanya menjadi lebih baik dalam menghormati orang tuanya, tetapi juga menjadi teladan bagi hewan-hewan lain di hutan. Kecerdikan dan keberaniannya, dipadukan dengan penghormatan pada orang tua, membuatnya dihormati oleh semua yang mengenalnya.
Dari kisah si Kancil, kita belajar betapa pentingnya menghormati dan mendengarkan kata orang tua. Mereka adalah sumber kebijaksanaan dan cinta yang tidak akan pernah berakhir.
2. Contoh Dongeng Fabel tentang Si Kancil
Si Kancil yang Bijaksana
Pada suatu hari di hutan yang rimbun dan indah, tinggalah seekor kancil kecil yang cerdik dan bijaksana. Kancil ini terkenal di antara semua binatang karena kecerdasannya yang luar biasa. Ia selalu dapat menemukan cara untuk mengatasi masalah, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Suatu pagi, ketika matahari baru saja muncul dari balik pepohonan, Kancil berjalan-jalan di hutan sambil mencari makanan. Saat ia berjalan, ia mendengar suara ribut dari arah sungai. Ternyata, seekor buaya besar sedang duduk di tepi sungai, menunggu mangsanya.
Kancil, yang bijaksana, tidak ingin terjebak oleh buaya itu. Ia tahu bahwa ia harus berpikir cepat untuk keluar dari situasi yang berbahaya itu. Dengan penuh kecerdikan, Kancil berpikir untuk membuat rencana.
“Selamat pagi, Tuan Buaya!” sapanya dengan lembut. “Apa kabar di pagi hari yang cerah ini?”
Buaya itu terkejut mendengar suara Kancil. “Oh, pagi yang cerah, Kancil. Tapi aku merasa lapar dan ingin mendapatkan sarapan pagi ini.”
Kancil tersenyum licik. “Oh, bagaimana jika aku membantu Tuan Buaya mendapatkan sarapan yang lezat? Saya bisa menunjukkan tempat di mana ada banyak binatang yang lebih besar dari saya.”
Buaya itu tertarik. “Benarkah? Itu sangat baik dari Anda, Kancil. Ayo, tunjukkan tempatnya padaku.”
Mendengar permintaan Buaya, Kancil dengan bijak memimpin Buaya ke dalam hutan, tetapi bukan ke tempat di mana ada binatang besar. Sebaliknya, Kancil membawa Buaya ke tempat yang penuh dengan pohon buah-buahan.
“Di sini, Tuan Buaya, adalah tempat yang paling baik untuk mendapatkan sarapan pagi yang lezat. Lihatlah semua buah yang segar dan manis!” kata Kancil.
Buaya itu merasa senang dan mulai memakan buah-buahan dengan rakusnya. Sementara Buaya sibuk dengan buah-buahan, Kancil dengan cerdik menyelinap pergi dari tempat itu tanpa dilihat oleh Buaya.
Setelah beberapa waktu, Buaya sadar bahwa Kancil telah mempermainkannya. Marah dan lapar, Buaya segera mencari Kancil dengan niat untuk membalas dendam.
Namun, Kancil yang cerdik telah menemukan tempat persembunyian yang aman. Ia melompat dan berlari di antara semak-semak dan rerimbunan pohon, sehingga Buaya tidak bisa menemukannya.
Setelah beberapa saat mencari-cari tanpa hasil, Buaya akhirnya menyerah dan kembali ke sungai dengan perut kosong. Kancil yang cerdik tersenyum puas karena berhasil menghindari bahaya dan menyelamatkan dirinya sendiri dari cengkeraman Buaya.
Dari hari itu, Kancil menjadi lebih waspada dan berhati-hati dalam menjalani kehidupannya di hutan. Ia tahu bahwa dengan kecerdasannya, ia bisa mengatasi segala macam bahaya yang mengancamnya. Dan setiap binatang di hutan mengagumi kebijaksanaan dan ketangkasannya yang luar biasa.
Baca Juga: Cerita Fabel: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh
3. Contoh Dongeng Fabel tentang Serigala dan Bangau
Serigala dan Bangau yang Baik Hati
Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah hutan yang hijau dan rimbun, hiduplah seekor serigala yang dikenal rakus dan suka bertindak sesuka hati. Serigala itu gemar memangsa apa saja tanpa pernah memikirkan akibat dari perbuatannya. Di hutan yang sama, tinggallah seekor bangau yang baik hati dan bijaksana. Bangau itu dikenal oleh hewan-hewan lain karena kesabarannya dan kesediaannya membantu siapa pun yang membutuhkan.
Suatu hari, serigala menemukan sisa daging dengan tulang besar di dekat sungai. Karena sangat lapar, ia langsung melahapnya tanpa mengunyah dengan baik. Tiba-tiba, tulang tersebut tersangkut di tenggorokannya.
“Aaakh… aku tidak bisa bernapas!” serigala merintih kesakitan.
Serigala mencoba berteriak, berguling di tanah, dan meminum air sungai, tetapi usahanya sia-sia. Rasa sakit semakin hebat, dan ia mulai ketakutan.
Tak lama kemudian, bangau melintas di tepi sungai. Melihat bangau, serigala segera memanggilnya dengan suara lemah.
“Bangau, tolonglah aku. Keluarkan tulang ini dari tenggorokanku. Aku berjanji akan memberimu hadiah jika kau menolongku,” kata serigala.
Bangau merasa ragu. Ia tahu betul sifat serigala yang licik. Namun, karena rasa kasihan melihat penderitaan serigala, bangau akhirnya bersedia membantu.
Dengan penuh kehati-hatian, bangau memasukkan paruh panjangnya ke dalam mulut serigala. Setelah beberapa saat berusaha, akhirnya tulang itu berhasil ditarik keluar.
Serigala pun bernapas lega. “Ah, tenggorokanku sudah sembuh,” katanya sambil tertawa. Bangau mundur selangkah lalu berkata, “Syukurlah kau sudah sembuh. Sekarang, aku ingin menagih hadiah yang kau janjikan.” Namun, serigala hanya tersenyum licik. “Hadiah?” katanya. “Bukankah kau sudah mendapatkan hadiah yang besar? Kau masih hidup meski kepalamu berada di dalam mulutku.”
Mendengar itu, bangau merasa kecewa. Ia sadar bahwa serigala tidak akan menepati janjinya.
Tak lama setelah bangau pergi, serigala kembali ke sungai untuk minum. Saat menunduk, luka di tenggorokannya kembali terasa perih. Ia baru sadar bahwa tertawa dan berbicara terlalu banyak membuat tenggorokannya belum benar-benar pulih. Beberapa hari berikutnya, serigala tidak mampu berburu dan harus menahan lapar sendirian.
Dalam kesendirian itu, serigala teringat pada bangau yang telah menolongnya tanpa meminta apa pun. Ia akhirnya mengerti bahwa keserakahan dan kebohongan hanya membuat hidupnya semakin sulit. Sementara itu, bangau tetap hidup tenang, karena kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak pernah merugikan siapa pun.
4. Contoh Dongeng Legenda tentang Sangkuriang
Sangkuriang: Legenda Asal Mula Gunung Tangkuban Perahu
Di sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Tangkuban Perahu, hiduplah seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Tapa Agung. Ia memiliki seorang putra tampan bernama Sangkuriang. Sangkuriang adalah seorang pemuda yang gagah berani, cerdas, dan sangat terampil dalam berburu. Namun, Sangkuriang juga memiliki sifat angkuh dan sombong yang sering membuatnya terlibat dalam berbagai kesulitan.
Suatu hari, Sangkuriang berkelana jauh ke hutan untuk berburu. Di tengah hutan, ia bertemu dengan seorang wanita cantik yang sedang menganyam. Wanita itu bernama Dayang Sumbi, putri dari Dewi Nawang Wulan, dewi bulan yang dihormati oleh penduduk desa. Sangkuriang terpesona oleh kecantikan Dayang Sumbi dan memutuskan untuk mendekatinya.
Dengan penuh keberanian, Sangkuriang mendekati Dayang Sumbi dan meminta izin untuk duduk bersamanya. Namun, Dayang Sumbi menolak dengan sopan karena ia sudah memiliki janji dengan Dewa Surya untuk menjaga kesucian dirinya. Sangkuriang merasa terhina oleh penolakan itu dan dengan marah ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah putra raja. Namun, Dayang Sumbi tetap kukuh pada keputusannya dan meminta Sangkuriang untuk pergi.
Ketika Sangkuriang hendak pergi, tiba-tiba ia melihat seekor rusa besar. Tanpa berpikir panjang, Sangkuriang menarik busurnya dan melepaskan panahnya ke arah rusa tersebut. Namun, sayangnya panahnya meleset dan malah mengenai seekor kuda hitam yang ternyata adalah kendaraan Dewi Nawang Wulan.
Ketika Dayang Sumbi melihat kejadian tersebut, ia merasa marah dan sedih. Ia menegur Sangkuriang dengan keras karena telah membunuh kuda kesayangan ibunya. Sangkuriang merasa menyesal atas perbuatannya, namun amarahnya membuatnya bersumpah untuk membangun sebuah danau yang akan menggenangi desa mereka. Dengan kekuatan magisnya, Sangkuriang mulai merencanakan pembangunan danau itu dengan cara memblokir aliran sungai.
Ketika Prabu Tapa Agung mengetahui rencana Sangkuriang, ia merasa khawatir dan berusaha untuk mencegahnya. Namun, Sangkuriang bersikeras untuk melanjutkan rencananya, bahkan ketika Dayang Sumbi mencoba memohon kepadanya untuk menghentikan pembangunan itu. Dayang Sumbi yang putus asa berpikir keras untuk menghentikan niat Sangkuriang.
Akhirnya, Dayang Sumbi mencari jalan keluar dengan memberikan syarat kepada Sangkuriang. Ia berjanji akan menikahi Sangkuriang jika ia berhasil menyelesaikan pembangunan danau serta membangun sebuah perahu dalam satu malam. Sangkuriang yang percaya diri menerima syarat itu tanpa ragu.
Tanpa disadari, Dayang Sumbi memiliki rencana terselubung. Setelah Sangkuriang mulai bekerja, Dayang Sumbi segera meminta bantuan kepada para dewa untuk menyulitkan Sangkuriang. Mereka mengatur supaya matahari terbenam lebih cepat dari biasanya.
Dengan kerasnya Sangkuriang bekerja keras membangun bendungan dan perahu. Namun, semakin larut malam, Sangkuriang semakin tergesa-gesa karena tidak ingin gagal dalam menyelesaikan tugasnya. Ketika ia hampir menyelesaikan perahu itu, tiba-tiba Sangkuriang melihat fajar mulai menyingsing di ufuk timur.
Sangkuriang merasa putus asa. Ia menyadari bahwa ia tidak akan mampu menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Dengan amarah yang memuncak, Sangkuriang menghancurkan perahu yang hampir selesai itu dan melemparkannya jauh ke arah gunung. Peristiwa itu membuat Dayang Sumbi sangat sedih.
Melihat tindakan Sangkuriang, Dewi Nawang Wulan dan Dewa Surya pun merasa kasihan dan marah. Mereka mengutuk Sangkuriang untuk menjadi gunung yang menghadap ke arah utara danau yang akan terbentuk, serta hutan-hutan yang luas. Dan perahu yang dilemparkan Sangkuriang berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu yang kini menjadi salah satu ikon alam di Indonesia.
Sejak saat itu, masyarakat setempat percaya bahwa Gunung Tangkuban Perahu adalah wujud Sangkuriang yang menyesal dan menyesal, yang selalu berusaha meraih Dayang Sumbi, wujud yang tegar dan gagah di dalam rasa penyesalannya. Legenda Sangkuriang menjadi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai peringatan akan bahaya sifat angkuh dan keras kepala, serta pentingnya menghargai alam dan perasaan orang lain.
Baca Juga: Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh
5. Contoh Dongeng Legenda tentang Batu Menangis
Legenda Batu Menangis
Alkisah di atas sebuah bukit, jauh dari pemukiman penduduk di Kalimantan Barat, hiduplah ibu bersama anak perempuannya. Suaminya sudah lama meninggal tanpa mewariskan harta berarti. Kehidupan menjanda di umur cukup tua tak meninggalkan ibu banyak pilihan. Ia tak mungkin menikah lagi, jadi ibu harus berusaha sendiri untuk menghidupi anak perempuan kesayangannya, Darmi.
Setiap hari ibu bekerja keras. Mengurus kebun sayur sejak pagi buta: menanam bibit, menyiram, memberi pupuk, menyiangi semak, memanen, dan menjual hasil panen ke pasar. Belum lagi mengurus anak yang masih kecil, juga mencari kayu bakar untuk memasak. Kulit ibu yang awalnya cerah, lama-lama menggelap karena terpapar sinar matahari. Berat badannya menyusut, ibu tak memiliki waktu untuk mengurus dirinya sendiri.
Harapan ibu, Darmi bisa hidup bahagia, tak seperti dirinya. Maka Darmi pun dimanja dengan penuh kasih sayang. Darmi tumbuh menjadi gadis cantik. Kulitnya kuning langsat, tubuh semampai, paras memesona, dan rambutnya hitam legam panjang terurai. Darmi juga selalu mengenakan baju indah dan aksesori mentereng. Berbeda dari ibu yang sudah lama tak membeli barang untuk diri sendiri. Ia sudah tua, pikirnya. Tak memerlukan lagi semua hal itu.
Tapi Darmi masih muda dan suka bergaul. Darmi pun selalu senang jika dibelikan baju baru, aksesori, dan alat berhias. Lama kelamaan, hanya benda-benda itu yang ada di benaknya. Darmi senang sekali bercermin sambil menyisir rambutnya. Ia sadar, kalau dirinya sangat cantik. Tapi hanya itu pula yang Darmi lakukan. Mengagumi diri sendiri sepanjang hari, saat ibu bekerja keras di kebun.
Suatu hari, ibu lupa mengantar pesanan sayur ke pelanggannya di desa. Ibu meminta tolong Darmi untuk memasak. Tapi saat pulang, ternyata Darmi masih bersolek. Jangankan memasak, kamarnya pun masih berantakan seperti saat ibu tinggalkan. Saat ditanya, Darmi malah geram, karena ibu mengganggunya berdandan dan meninggalkannya kelaparan.
Akhirnya, ibu juga yang membuat makanan, kemudian membereskan kamar Darmi. Darmi makin keenakan, untuk mengambil segelas air saja harus memanggil ibu. Tak pernah sekalipun Darmi mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi berpanas-panasan di kebun sayur atau mengantar dagangan ke pasar di kaki bukit.
Tapi saat menginginkan sesuatu, Darmi akan merengek hingga mendapatkan keinginannya. Jika ibu tidak punya uang, Darmi marah besar! Mengatakan ia kesal dilahirkan di keluarga miskin. Hal ini membuat ibu sedih, dan sering kali menguras uang tabungannya. Bagaimanapun, Darmi adalah satu-satunya cinta ibu, anaknya tersayang yang ia besarkan sendiri dari kecil.
Suatu hari sisir semata wayang Darmi patah, membuatnya uring-uringan sepanjang hari. Ia mau mendapatkan sisir baru. Harus lebih cantik dari sisir lamanya. Tapi Darmi tak percaya selera ibu. Lagian jika ikut ke pasar ia bisa melihat aksesori cantik dan mungkin mendapatkannya juga.
Akhirnya, Darmi memutuskan ikut ibu, yang memasok sayur ke pasar, turun bukit. Darmi yang takut kulitnya terkena sinar matahari, membawa daun besar sebagai payung. Sedangkan ibu menarik gerobak berisi sayur dengan tubuh rentanya.
Satu, dua orang melewati mereka sambil memberi pandangan sinis. Di benak Darmi, itu karena orang merendahkannya, perihal memiliki ibu dengan penampilan bak pengemis. Kurus dan lusuh. Darmi mengambil langkah cepat, meninggalkan ibu di belakang, sehingga orang tak tahu wanita penarik gerobak itu adalah ibunya.
Tak disangka, Darmi bertemu kawan di perjalanan. Mereka berbincang hingga ibu sampai. Ibu bertanya siapa anak muda yang berbicara pada Darmi, berharap dikenalkan. Tapi Darmi malah memperkenalkan ibu sebagai pembantunya. Hati ibunya pun terasa hancur mendengar perkataan anaknya. Ia menahan tangis dan tak mampu berkata-kata. Tahu ibunya diam dan menerima dibilang pembantu, Darmi mengulangi kata-katanya tiap ada orang menyapa.
Puncaknya, ketika Darmi kembali mempermalukan ibunya di hadapan para pemuda, sang ibu tak kuasa menahan sakit hati. Ia berdoa kepada Tuhan agar penderitaannya diakhiri.
Langit berubah gelap, angin berembus kencang. Ternyata Tuhan mendengar doa ibu. Darmi yang masih dikelilingi para pemuda tiba-tiba merasa kakinya kaku dan berat. Seketika Darmi menyadari, ia terkena kutuk karena perbuatannya pada ibu.
Saat tubuhnya semakin berat, Darmi menangis ketakutan. Saking beratnya, tubuh Darmi tertarik ke tanah. Kini ia bersimpuh, menangis makin kencang. Kakinya berubah menjadi batu, lanjut ke pinggulnya. Darmi makin ketakutan, ia memanggil-manggil ibu. Meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.
Ibu hanya bisa melongo, lalu menghampiri putrinya yang separuh menjadi batu. Keduanya hanya bisa menangis bersama, hingga akhirnya Darmi berubah sepenuhnya menjadi batu. Anehnya, dari dalam batu Darmi tetap keluar air mata hingga beberapa lama. Oleh para pemuda, batu itu dipindah ke sisi tebing. Menghadap ke langit agar Darmi tak kesepian. Penduduk sekitar kemudian menyebutnya sebagai Batu Menangis.
6. Contoh Dongeng Mite
Legenda Rawa Pening
Di daerah pedalaman Jawa Tengah, terdapat sebuah rawa yang disebut Rawa Pening. Rawa ini tidak hanya menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi tempat yang sarat dengan misteri dan cerita mistis yang telah menghiasi tradisi lisan mereka sejak zaman dulu kala.
Menurut cerita nenek moyang, dulu kala Rawa Pening adalah sebuah danau yang luas dan subur. Airnya jernih mengalir dengan gemericik yang menenangkan jiwa. Di tepi rawa, terdapat sebuah desa kecil yang dihuni oleh masyarakat yang hidup damai dan sejahtera. Namun, kehidupan mereka berubah drastis ketika datang sebuah bencana besar yang mengubah wajah Rawa Pening selamanya.
Konon, pada suatu malam yang gelap gulita, sebuah monster raksasa muncul dari kedalaman rawa. Monster itu dikenal sebagai “Kala Pucat”, memiliki kulit putih bersinar seperti bulan purnama, dan matanya memancarkan sinar kebiruan yang menakutkan. Kala Pucat mengamuk di sekitar rawa, merusak tanaman, menghancurkan rumah-rumah, dan menelan siapa saja yang berani menghalanginya.
Warga desa yang ketakutan berkumpul di balai desa untuk mencari solusi menghadapi Kala Pucat. Beberapa ahli spiritual mengatakan bahwa monster itu merupakan manifestasi dari kemarahan roh penunggu rawa yang telah terganggu oleh perilaku manusia yang semakin tidak terkontrol. Untuk meredam kemarahan Kala Pucat, mereka harus menemukan seseorang yang bersedia menjadi perantara antara manusia dan roh rawa.
Dari antara para pemuda desa, terpilihlah seorang pemuda pemberani bernama Jaka Tarub. Dia adalah seorang pemuda yang berani dan berhati mulia, selalu siap membantu sesama. Dengan tekad yang bulat, Jaka Tarub bersedia menjadi perantara antara manusia dan roh rawa demi keselamatan desanya.
Pada malam yang kelam, Jaka Tarub memasuki rawa yang dipenuhi kegelapan dan keheningan. Dihadapannya, Kala Pucat muncul dengan gigi-gigi tajam yang menyeramkan. Namun, Jaka Tarub tidak gentar. Dengan penuh keberanian, dia memohon kepada Kala Pucat untuk mengampuni manusia dan menghentikan kemarahannya.
Kala Pucat terdiam sejenak, matanya yang tajam menatap Jaka Tarub dengan penuh tanda tanya. Setelah berbicara dengan lembut dan penuh kasih, Jaka Tarub berhasil meyakinkan Kala Pucat bahwa kebaikan manusia masih ada di dalam hati mereka. Kala Pucat kemudian menghilang ke dalam kedalaman rawa, meninggalkan Jaka Tarub sendirian di tepi rawa yang sunyi.
Keesokan harinya, warga desa terkejut ketika menemukan Jaka Tarub pulang dengan selamat. Mereka bersyukur atas keselamatan yang diberikan oleh pemuda pemberani itu. Sejak kejadian itu, hubungan antara manusia dan roh rawa semakin harmonis. Kala Pucat tidak pernah lagi menampakkan dirinya dengan kemarahan, dan Rawa Pening kembali menjadi tempat yang damai dan subur.
Kisah Jaka Tarub dan Kala Pucat menjadi legenda yang terus diceritakan dari generasi ke generasi. Masyarakat sekitar percaya bahwa keberanian, kebaikan, dan kebijaksanaan Jaka Tarub telah menyelamatkan mereka dari malapetaka yang mengancam. Hingga saat ini, Rawa Pening tetap menjadi saksi bisu dari kejadian legendaris itu, mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam dan memelihara kebaikan di dalam hati mereka.
7. Contoh Dongeng Parabel
Si Kancil dan Si Buaya: Keseimbangan dalam Kehidupan
Di sebuah hutan yang lebat di pedalaman Pulau Jawa, hiduplah seekor kancil yang cerdik dan bijaksana. Kancil itu dikenal sebagai sosok yang pintar dan lincah dalam menghadapi berbagai masalah. Namun, di seberang sungai yang mengalir deras, terdapat seekor buaya besar yang ganas dan rakus. Buaya itu selalu memperhatikan setiap gerak-gerik hewan-hewan di sekitarnya, siap untuk menangkap mangsanya.
Suatu hari, kancil yang penasaran ingin menyeberang sungai untuk menjelajahi wilayah baru yang terdapat di seberang sana. Namun, dia tahu betul bahwa buaya yang ganas selalu mengintai di sekitar sungai. Dengan kecerdikannya, kancil memutuskan untuk mencari cara agar bisa menyeberangi sungai tanpa menjadi mangsa buaya.
Kancil pun mulai merencanakan strateginya dengan cermat. Dia mengamati perilaku buaya dari kejauhan dan menyadari bahwa buaya sering kali tidur siang di bawah sinar matahari yang terik. Maka, kancil pun mengatur waktu untuk menyeberang sungai saat buaya sedang tertidur. Namun, kancil juga tidak lupa untuk tetap waspada dan mengamati setiap gerakan buaya.
Setelah melakukan pengamatan selama beberapa hari, kancil akhirnya menemukan waktu yang tepat untuk menyeberangi sungai. Pada suatu pagi yang cerah, ketika buaya tertidur pulas di tepi sungai, kancil dengan hati-hati melompat dari satu batu ke batu lainnya menuju seberang sungai. Dia mengatur langkahnya dengan penuh kehati-hatian, tidak membuat suara sedikitpun agar tidak membangunkan buaya.
Namun, saat kancil hampir mencapai tepi sungai yang seberang, tiba-tiba buaya yang tertidur terbangun dari tidurnya. Dengan cepat, buaya bergerak menuju arah kancil yang hampir menyeberang. Kancil yang cerdik segera menyadari bahaya yang mengancamnya, namun dia tidak panik. Sebaliknya, dia dengan cepat memutar tubuhnya dan berlari kembali ke tepi sungai tempat dia bermula.
Buaya yang terkejut melihat kancil melarikan diri dengan cepat. Dia mencoba mengejar, namun kancil terlalu lincah baginya. Kancil berhasil kembali ke tepi sungai yang aman sambil tertawa kecil atas keberhasilannya mengelabui buaya.
Setelah kejadian itu, kancil tidak kehilangan keinginannya untuk menyeberangi sungai. Namun, dia menyadari bahwa dia harus lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan rencananya. Kancil juga memutuskan untuk tidak meremehkan kekuatan dan kecerdasan buaya.
Kancil kemudian mencari solusi baru untuk menyeberangi sungai dengan aman. Dia memutuskan untuk membuat perahu kecil dari daun dan kayu yang dia temukan di sekitar hutan. Dengan menggunakan perahu kecil itu, kancil yakin bahwa dia bisa menyeberangi sungai tanpa harus khawatir akan serangan buaya.
Dengan penuh tekad dan ketekunan, kancil pun mulai membangun perahu kecilnya. Dia bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan perahunya dengan sempurna. Setelah beberapa hari, perahu kecil yang indah dan kokoh pun berhasil dia ciptakan.
Ketika perahu kecil sudah siap, kancil dengan hati gembira mengucapkan terima kasih pada alam karena telah memberinya kebijaksanaan dan kecerdasan untuk mengatasi segala rintangan. Dia pun dengan bangga menyusuri sungai dengan perahunya yang baru, tanpa harus takut akan bahaya yang mengintai dari buaya.
Kancil mengambil pelajaran berharga dari pengalamannya dengan buaya. Dia menyadari bahwa dalam hidup ini, penting untuk selalu mencari keseimbangan antara keberanian dan kehati-hatian, antara ambisi dan kebijaksanaan. Dengan keseimbangan ini, dia yakin bahwa dia akan mampu menghadapi segala rintangan dan mencapai tujuannya dengan sukses.
Dari kisah Si Kancil dan Si Buaya ini, kita belajar bahwa kecerdasan, kehati-hatian, dan keseimbangan adalah kunci untuk menghadapi tantangan dalam hidup. Seperti kancil yang cerdik, mari kita juga belajar untuk tidak hanya mengandalkan keberanian semata, namun juga kebijaksanaan dan perencanaan yang matang dalam setiap langkah yang kita ambil. Dengan demikian, kita akan mampu mengatasi segala rintangan dan mencapai impian kita dengan sukses, seperti yang dilakukan oleh Si Kancil yang cerdik dan bijaksana.
Baca Juga: Perbedaan Cerita Fabel dan Legenda: Pengertian, Ciri, Contoh
8. Contoh Dongeng Sage
Petualangan Sang Pemuda di Hutan Ajaib
Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di balik lereng-gunung, hiduplah seorang pemuda yang bernama Aditya. Aditya adalah anak muda yang berani dan penuh dengan keingintahuan, selalu ingin mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Suatu hari, ketika sedang bermain di hutan, dia mendengar kabar tentang keberadaan Hutan Ajaib yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural.
Tak lama setelah mendengar kabar tersebut, Aditya memutuskan untuk menelusuri Hutan Ajaib demi mencari petualangan yang menantang. Ditemani oleh sahabatnya, Ananta, mereka berdua memasuki hutan yang tebal dan misterius itu dengan hati yang penuh semangat.
Saat menjelajahi hutan, Aditya dan Ananta menemukan berbagai keajaiban alam yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka melihat air terjun yang tinggi melebihi langit dan bunga-bunga yang bersinar di bawah sinar matahari. Namun, semakin mereka menjelajahi hutan, semakin dalam mereka terperangkap dalam keajaiban Hutan Ajaib.
Ketika matahari mulai terbenam, Aditya dan Ananta tersesat di tengah hutan yang gelap dan penuh dengan suara-suara aneh. Mereka merasa cemas dan takut, tapi tetap mempertahankan semangat untuk terus mencari jalan keluar.
Tiba-tiba, mereka bertemu dengan seorang kakek bijak yang tinggal di dalam hutan. Kakek itu memberi tahu mereka bahwa untuk keluar dari Hutan Ajaib, mereka harus menghadapi cobaan-cobaan yang akan menguji keberanian dan kebijaksanaan mereka.
Tanpa ragu, Aditya dan Ananta menerima tantangan tersebut dan mulai melewati berbagai cobaan yang dihadapi di sepanjang perjalanan mereka. Mereka harus menghadapi monster-monster menakutkan, menyeberangi jurang-jurang dalam, dan memecahkan teka-teki yang rumit.
Dengan keberanian dan kecerdasan mereka, Aditya dan Ananta berhasil melewati semua cobaan tersebut dan akhirnya menemukan jalan keluar dari Hutan Ajaib. Mereka keluar dari hutan dengan penuh kemenangan dan kebanggaan, membawa kisah petualangan mereka yang luar biasa ke dalam desa.
Sejak saat itu, Aditya dan Ananta dihormati sebagai pahlawan di desa mereka. Cerita tentang petualangan mereka di Hutan Ajaib menjadi dongeng sage yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, menginspirasi orang-orang untuk selalu mempertahankan semangat petualangan dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.
9. Contoh Dongeng Fantasi
Petualangan Sang Penyihir Muda
Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di dalam hutan belantara, tinggalah seorang pemuda bernama Arin. Arin adalah seorang penyihir muda yang tinggal bersama dengan kakeknya, seorang penyihir sakti yang mengajarkan padanya segala ilmu sihir. Meskipun memiliki kekuatan magis yang luar biasa, Arin selalu merasa gelisah dan ingin tahu tentang dunia luar yang lebih luas.
Suatu hari, saat sedang berlatih sihir di hutan, Arin tanpa sengaja menemukan sebuah buku kuno yang tersembunyi di balik semak-semak. Buku itu berjudul “Petualangan Sang Penyihir”. Tertarik dengan isinya, Arin membuka halaman-halaman buku itu dan menemukan gambar-gambar pemandangan yang indah serta cerita tentang petualangan seorang penyihir yang mencari kebenaran di seluruh dunia.
Arin begitu terpesona dengan cerita tersebut sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan desanya dan menjelajahi dunia luar, seperti yang dilakukan oleh penyihir dalam buku itu. Dengan membawa sedikit bekal dan tongkat sihir peninggalan kakeknya, Arin memulai petualangannya.
Selama berbulan-bulan, Arin menjelajahi berbagai tempat yang indah dan menakjubkan. Dia bertemu dengan makhluk-makhluk aneh dan mengalami berbagai macam keajaiban yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun, di balik keindahan itu, Arin juga menemui berbagai tantangan dan bahaya yang mengancam nyawanya.
Pada suatu malam, ketika sedang beristirahat di sebuah perkampungan kecil di pinggiran hutan, Arin mendengar cerita tentang sebuah kastil tua yang dipercaya memiliki kekuatan sihir yang luar biasa. Tidak bisa menahan rasa penasarannya, Arin memutuskan untuk mencari kastil tersebut dan mengetahui kebenaran di baliknya.
Dengan bantuan peta ajaib yang diberikan oleh seorang penyihir tua yang ia temui di perjalanan, Arin melacak jejak kastil tersebut. Namun, semakin ia mendekati kastil, semakin kuat pula perasaan takut dan ketakutan yang menghantuinya. Namun, tekadnya untuk menemukan kebenaran membara lebih kuat daripada ketakutannya.
Setelah melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan, Arin akhirnya tiba di depan gerbang kastil yang menjulang tinggi. Dengan hati yang berdebar-debar, ia melangkah masuk ke dalam kastil tersebut dan menemukan dirinya di dalam labirin yang gelap dan angker.
Dengan tongkat sihirnya sebagai satu-satunya senjata, Arin berani menelusuri setiap lorong dan ruangan di dalam kastil tersebut. Dia menghadapi berbagai macam rintangan dan jebakan yang dirancang untuk menghalangi siapa pun yang berani menantang kekuatan sihir yang ada di dalam kastil itu.
Namun, di tengah perjalanannya, Arin bertemu dengan seorang gadis muda yang terperangkap di dalam kastil itu. Gadis itu ternyata adalah seorang penyihir juga, yang ditawan oleh pemilik kastil karena kekuatannya yang luar biasa. Tanpa ragu, Arin memutuskan untuk membantu gadis itu melarikan diri dan mengalahkan pemilik kastil tersebut.
Dengan bekerja sama dan menggunakan kekuatan sihir mereka, Arin dan gadis itu berhasil mengatasi segala rintangan yang ada di depan mereka. Mereka menghadapi sang pemilik kastil, seorang penyihir jahat yang ingin menggunakan kekuatan sihir untuk tujuan jahatnya sendiri.
Dalam pertarungan sengit yang terjadi di antara mereka, Arin menggunakan segala ilmu sihir yang telah ia pelajari dari kakeknya untuk mengalahkan sang penyihir jahat. Dengan kekuatan cinta dan persahabatan, Arin dan gadis itu berhasil mengalahkan musuh mereka dan membebaskan diri dari kastil yang menakutkan itu.
Setelah berhasil melarikan diri dari kastil, Arin dan gadis itu melanjutkan petualangan mereka bersama-sama. Mereka menjelajahi dunia luar dengan penuh semangat dan kegembiraan, siap menghadapi segala macam petualangan dan tantangan yang menunggu di depan mereka. Dan dalam setiap langkah yang mereka ambil, mereka selalu mengingatkan satu sama lain tentang kekuatan persahabatan dan cinta yang telah membawa mereka melewati segala rintangan dan bahaya.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik & Inspiratif
10. Contoh Dongeng Bahasa Inggris
Title: The Enchanted Forest
Once upon a time, in a faraway kingdom nestled amidst towering mountains and lush green valleys, there existed an enchanted forest. This forest was unlike any other, for it was home to magical creatures and mystical beings. Among these creatures was a young unicorn named Luna. Luna had a coat as white as freshly fallen snow, and her mane shimmered like the stars in the night sky.
Luna lived happily in the enchanted forest with her family, surrounded by the beauty of nature and the mysteries of magic. Every day, she would roam the forest, playing with her friends – the fairies, the talking animals, and the wise old tree spirits. Life was peaceful and serene until one day, an ominous shadow cast its darkness upon the land.
A wicked sorcerer named Malachi had set his sights on the enchanted forest, craving its magical energies for his own sinister purposes. With his dark powers, he began to spread chaos and destruction throughout the once harmonious forest. The trees began to wither, the rivers ran dry, and the creatures of the forest trembled in fear.
Luna knew that she had to do something to save her home and her friends. With determination in her heart, she set out on a quest to find the legendary Crystal of Light, a powerful artifact said to hold the key to restoring balance and harmony to the enchanted forest.
Her journey was fraught with danger as she ventured deep into the heart of the forest, facing treacherous obstacles and battling fierce creatures sent by Malachi to stop her. But Luna was undeterred, fueled by her love for her home and her unwavering belief in the power of hope and courage.
After many trials and tribulations, Luna finally reached the Cave of Whispers, where the Crystal of Light was said to be hidden. Inside the cave, she encountered the Guardian of the Crystal, a majestic dragon with scales as golden as the sun. The dragon tested Luna’s resolve, challenging her to prove herself worthy of wielding the crystal’s power.
With bravery and determination, Luna passed the dragon’s test, and the Crystal of Light revealed itself to her, shining with a radiant glow that illuminated the darkness of the cave. Armed with the crystal’s power, Luna set out to confront Malachi and put an end to his reign of terror once and for all.
In a dramatic showdown at the heart of the enchanted forest, Luna faced off against Malachi, using the crystal’s light to weaken his dark magic. With each blast of light, the forest began to heal, and the creatures rallied behind Luna, lending her their strength and support.
Finally, with one last surge of energy, Luna unleashed the full power of the Crystal of Light, banishing Malachi and his dark forces from the forest forever. As the light of dawn broke through the canopy of trees, the enchanted forest was reborn, more vibrant and beautiful than ever before.
Luna was hailed as a hero, revered by all the creatures of the forest for her courage and selflessness. And though her journey had been long and perilous, she knew that as long as there was light in the world, darkness could never truly prevail. And so, with a joyful heart and a sense of peace, Luna returned to her home in the enchanted forest, where she would live happily ever after, surrounded by the love and magic of her friends.
Baca Juga: Pengertian Narrative Text, Struktur, Jenis & Contoh
11. Contoh Dongeng Mitos
Legenda Naga Danau Toba
Dahulu kala, di pedalaman Sumatera Utara, terdapat sebuah danau yang begitu luas dan dalam, yang dikenal sebagai Danau Toba. Di sekitar danau yang megah ini, hiduplah suku Batak yang memiliki kepercayaan dan tradisi yang kaya. Di antara cerita-cerita rakyat yang tersebar di kalangan mereka, terdapat sebuah legenda yang mengisahkan tentang kehadiran seorang naga yang menjaga kedamaian danau tersebut.
Menurut legenda itu, naga itu disebut sebagai Raja Sianipar, yang konon dulu diberi kekuatan oleh dewa-dewa untuk menjaga keindahan danau serta melindungi suku Batak dari bahaya-bahaya yang mengancam. Raja Sianipar memiliki tubuh yang panjang dan bersisik hijau, dengan mata yang berkilauan seperti permata. Dia hidup di kedalaman danau, di dalam sebuah gua besar yang tersembunyi di dasar air.
Setiap malam, ketika langit di atas Danau Toba bermandikan sinar bulan, Raja Sianipar akan muncul dari guanya. Dia akan menjelajahi danau dengan gemulai, memastikan bahwa kedamaian dan keharmonisan di wilayahnya tetap terjaga. Suku Batak percaya bahwa keberadaan Raja Sianipar membawa berkah bagi mereka, memberi mereka kesuburan di ladang, tangkapan ikan yang melimpah, dan perlindungan dari musibah.
Namun, keberadaan naga itu tidak selalu diterima oleh semua orang. Beberapa dari suku Batak yang kurang percaya pada legenda itu mulai meragukan manfaat yang dibawa oleh Raja Sianipar. Mereka menganggapnya sebagai cerita dongeng belaka, tanpa dasar yang kuat. Muncul kekhawatiran bahwa naga itu bisa saja menjadi ancaman bagi mereka, terutama jika mereka melakukan hal-hal yang tidak disenangi olehnya.
Suatu hari, terjadi perselisihan di antara suku-suku Batak. Beberapa dari mereka mulai merasa tidak puas dengan pemerintahan yang ada dan berusaha untuk merebut kekuasaan. Ketegangan pun meningkat di sekitar Danau Toba, dan suara-suara ketidaksetujuan semakin keras terdengar. Di tengah kekacauan tersebut, beberapa orang mulai menyalahkan keberadaan Raja Sianipar sebagai penyebab dari semua masalah yang terjadi.
Dalam kegelapan malam yang gelap, beberapa tokoh penting dari suku-suku Batak yang tidak puas dengan kekuasaan yang ada berkumpul di pinggiran Danau Toba. Mereka bersumpah untuk mengusir Raja Sianipar dari guanya, percaya bahwa dengan menghapus keberadaannya, mereka akan mendapatkan kekuasaan penuh atas wilayah itu dan segala sumber daya yang melimpah.
Tanpa diduga, serangan itu terjadi pada malam yang berikutnya. Para pemberontak menyusup ke gua Raja Sianipar, membawa senjata-senjata mereka yang tajam. Mereka mengira naga itu akan mudah ditaklukkan, tetapi Raja Sianipar telah mengetahui rencana mereka. Dengan kekuatan yang luar biasa, naga itu melawan balik, mempertahankan guanya dengan gigi dan cakarnya yang tajam.
Pertempuran itu berlangsung dengan sengit, gemuruh suara naga dan teriakan manusia memenuhi udara malam. Namun, pada akhirnya, kekuatan Raja Sianipar terlalu besar untuk ditaklukkan. Para pemberontak terpaksa mundur dengan malu, meninggalkan gua yang hancur dan tubuh mereka yang terluka.
Ketika fajar menyingsing di ufuk timur, Danau Toba kembali tenang. Raja Sianipar keluar dari guanya, melihat keindahan alam yang masih terjaga di sekelilingnya. Meskipun luka-luka, naga itu tidak pernah kehilangan kepercayaan pada suku Batak yang dia lindungi. Dia memaafkan mereka yang telah berusaha mengusirnya, tetapi juga memberi peringatan bahwa kekuatan dan perlindungannya tidak boleh diremehkan.
Dari hari itu, kepercayaan terhadap Raja Sianipar semakin kuat di kalangan suku Batak. Mereka menyadari bahwa keberadaan naga itu adalah anugerah yang harus dijaga dengan penuh hormat dan penghargaan. Danau Toba kembali menjadi tempat kedamaian dan kebahagiaan bagi mereka, dan legenda tentang Raja Sianipar terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai cerminan dari hubungan harmonis antara manusia dan alam.
12. Contoh Dongeng Jenaka
Si Kabayan dan Kisah Kocaknya di Desa Leles
Di sebuah desa kecil di Jawa Barat, hiduplah seorang petani cerdik bernama Si Kabayan. Dia dikenal sebagai tokoh yang selalu membawa tawa dan keceriaan ke mana pun dia pergi. Meskipun hidup sederhana, Kabayan selalu menjalani hari-harinya dengan penuh semangat dan kecerdasan yang luar biasa.
Suatu hari, Kabayan memutuskan untuk pergi ke pasar untuk menjual hasil panennya. Dia mengenakan baju kumal dan membawa keranjang besar penuh dengan sayuran segar dari ladangnya. Namun, apa daya, di tengah perjalanan ke pasar, keranjangnya jatuh dan sayuran-sayuran itu berserakan di jalan.
“Tidak apa-apa,” kata Kabayan sambil tertawa, “Apa yang terjadi tidak selalu seperti yang kita rencanakan!” Dia pun dengan cerdiknya mulai mengumpulkan kembali sayuran-sayuran itu ke dalam keranjangnya.
Ketika tiba di pasar, Kabayan melihat kerumunan orang di sekitar sebuah panggung kecil. Ternyata ada seorang penghibur jalanan yang sedang menampilkan pertunjukan sulap. Kabayan, yang selalu tertarik dengan hal-hal yang baru, memutuskan untuk menonton pertunjukan tersebut.
Namun, apa yang terjadi kemudian membuat Kabayan terkekeh sejadi-jadinya. Penghibur jalanan itu mengeluarkan seekor kelinci dari topinya, tapi kelinci itu malah kabur dan masuk ke dalam keranjang sayuran Kabayan. Dengan panik, Kabayan berusaha mengejar kelinci itu sambil tertawa-tawa kebingungan.
Setelah berhasil menangkap kelinci tersebut, Kabayan kembali ke ladangnya untuk mengumpulkan sayurannya yang masih tersisa. Namun, di sana dia disambut dengan pemandangan yang menggelitik. Seekor babi liar telah masuk ke ladangnya dan sedang menikmati sayuran-sayuran yang tersisa.
Tanpa ragu, Kabayan berteriak, “Hei, kau! Apa yang kau lakukan di sini?” Babi itu hanya menatap Kabayan dengan polos sambil terus mengunyah daun hijau. Kabayan tersenyum kecut, kemudian dengan sabar mengusir babi itu dari ladangnya.
Meskipun banyak kejadian lucu yang terjadi di sekitarnya, Kabayan tetap menjalani hidupnya dengan penuh kegembiraan dan kebijaksanaan. Dia percaya bahwa setiap masalah pasti memiliki solusinya, asalkan kita bisa melihatnya dengan mata hati yang terbuka.
Pada suatu pagi yang cerah, Kabayan mendapat kabar bahwa akan diadakan kontes petani terbaik di desa Leles. Tanpa ragu, Kabayan mendaftar untuk ikut serta dalam kontes tersebut. Dia mempersiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh, termasuk memilih sayuran terbaik dari ladangnya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Ketika hari kontes tiba, Kabayan datang ke lapangan dengan hati yang penuh semangat. Namun, apa yang terjadi kemudian membuat semua orang terkejut. Saat hendak menampilkan sayuran-sayurannya, Kabayan menyadari bahwa sayuran-sayuran itu telah dimakan habis oleh kambing milik tetangganya yang nakal.
Tetapi, alih-alih marah atau kecewa, Kabayan malah tertawa terbahak-bahak. Dia mengajak semua orang untuk ikut tertawa melihat kejadian lucu itu. Tak disangka, tawa yang dipancarkannya membuat suasana menjadi riuh dan ceria.
Meskipun tidak memiliki sayuran untuk dipertontonkan, Kabayan mendapat hadiah khusus dari panitia kontes sebagai penghargaan atas keceriaannya yang telah mencerahkan hari itu. Dan dari situlah, Kabayan semakin dikenal sebagai petani yang tidak hanya cerdas dalam bercocok tanam, tetapi juga dalam menyebarkan kebahagiaan di sekitarnya.
Dari kisah Si Kabayan ini, kita bisa belajar bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kesedihan dan kekecewaan. Kadang-kadang, yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tertawa dan menghadapi semua masalah dengan sikap yang positif. Seperti kata pepatah, “Tertawa adalah obat terbaik untuk menyembuhkan hati yang terluka.” Dan itulah yang selalu dipraktikkan oleh Si Kabayan, pahlawan kocak dari desa Leles.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Cerita Fabel Singkat Beserta Pesan Moralnya
—
Gimana, seru nggak berbagai macam contoh dongeng di atas? Dongeng tersebut selalu memiliki nilai-nilai yang bisa dipelajari di kehidupan kita. Banyak sekali kebaikan yang bisa kita dapatkan dari berbagai dongeng yang sempat kita dengar. Jadi, di sini ada yang teringat dongeng apa saja yang pernah diceritakan orang tua ketika kecil?
Nah, teman-teman juga bisa lho membuat dongeng sendiri untuk diceritakan ke teman-teman atau adik-adik yang ada di rumah. Teman-teman juga bisa belajar lebih dalam tentang menulis dongeng dengan bimbingan Master Teacher yang sudah berpengalaman di Ruangguru. Yuk, segera daftar di Ruangguru!
Referensi:
https://www.gramedia.com/best-seller/contoh-dongeng-pendek/ (Diakses pada 5 Maret 2024)
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6833441/15-cerita-dongeng-nusantara-pengantar-tidur-dan-pembentuk-karakter (Diakses pada 5 Maret 2024)
Danandjaja, J. (2008) “Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan” dalam Pudentia (Ed.). Metodologi kajian tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan. (Diakses pada 5 Maret 2024)
Cerita Batu Menangis [Daring]. Tautan: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-kalimantan-barat-legenda-batu-menangis/ (Diakses pada 9 Januari 2026)
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Kamu suka membaca atau mendengar cerita dongeng? Artikel ini berisi beberapa contoh dongeng singkat yang menarik dan mengandung pesan moral. Yuk, kita baca!" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral" />
<meta property="og:description" content="Kamu suka membaca atau mendengar cerita dongeng? Artikel ini berisi beberapa contoh dongeng singkat yang menarik dan mengandung pesan moral. Yuk, kita baca!" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2026-01-09T07:00:40+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2026-01-13T14:11:58+00:00" />
<meta name="author" content="Ringgana Wandy Wiguna" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Ringgana Wandy Wiguna" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="30 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng","url":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng","name":"12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/71a7e7b8-4ccf-46bd-b617-2a7aaf2e8ae7.png","datePublished":"2026-01-09T07:00:40+00:00","dateModified":"2026-01-13T14:11:58+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165"},"description":"Kamu suka membaca atau mendengar cerita dongeng? Artikel ini berisi beberapa contoh dongeng singkat yang menarik dan mengandung pesan moral. Yuk, kita baca!","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng#primaryimage","url":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/71a7e7b8-4ccf-46bd-b617-2a7aaf2e8ae7.png","contentUrl":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/71a7e7b8-4ccf-46bd-b617-2a7aaf2e8ae7.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/d258ac11457d3dc99953aef5aabc2165","name":"Ringgana Wandy Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ringgana Wandy Wiguna"},"url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/ringgana-wandy-wiguna"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » 12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/17729" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=17729' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-dongeng" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-dongeng&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-17729 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru">Fakta Seru</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/ringgana-wandy-wiguna" class="">Ringgana Wandy Wiguna</a> </p>
<p class="content-info"><span>January 9, 2026 • </span> <span>33 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/71a7e7b8-4ccf-46bd-b617-2a7aaf2e8ae7.png" alt="contoh dongeng singkat dan menarik" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><span style="font-weight: 400;">Siapa nih yang suka membaca atau mendengar cerita dongeng? Nah, di artikel ini, Blog Ruangguru akan melampirkan beberapa <strong>contoh dongeng</strong> singkat yang menarik dan mengandung pesan moral. Yuk, kita baca bersama!</span></em></p>
<p style="text-align: center;">—</p>
</blockquote>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Siapa disini yang waktu kecil </span><span style="font-weight: 400;"><em>nggak</em> </span><span style="font-weight: 400;">bisa tidur kalau belum dibacakan dongeng sama mama atau papa? Rasanya, susah untuk bermimpi kalau <em>nggak</em> mendengarkan cerita dari buku pilihan yang ada di rak kamar kita, ya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Hingga muncul istilah </span><i><span style="font-weight: 400;">‘dongeng sebelum tidur’ </span></i><span style="font-weight: 400;">yang sering kita dengar. T</span><span style="font-weight: 400;">api, apakah ada yang tau, <strong>pengertian dongeng itu apa</strong>?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;"><strong>Dongeng adalah cerita fiksi</strong> yang biasanya tidak berdasarkan kenyataan yang ada, dan <strong>memiliki banyak sekali unsur magis atau fantastis</strong>. Cerita-cerita di dalam dongeng, seringkali melibatkan banyak sekali karakter yang bukan manusia. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Misalnya aja seperti hewan atau benda-benda di sekitar kita yang bisa berbicara dan memiliki pikiran seperti manusia, karakter yang punya kekuatan super, monster-monster, dan masih banyak lagi keajaiban yang lainnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/dongeng">Pengertian Dongeng, Jenis, Ciri-ciri, Fungsi, Unsur & Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 18pt;">Manfaat Dongeng</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Teman-teman tau </span><span style="font-weight: 400;"><em>nggak</em> </span><span style="font-weight: 400;">sih kalau dongeng itu punya banyak sekali manfaat untuk kita?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dongeng akan membawa kita masuk ke dalam dunia imajinatif yang penuh dengan keajaiban. Hal itu membuat kita bisa <strong>mengasah pemikiran yang kreatif</strong> melampaui batas dari realitas yang ada. </span><span style="font-weight: 400;">Selain itu, banyak sekali <strong>nilai moral yang terkandung dalam dongeng</strong>, dan <strong>bisa diteladani</strong> untuk kehidupan kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagi anak-anak</strong>, mendengarkan cerita dongeng mampu <strong>melatih </strong><span style="font-weight: 400;"><strong>pengembangan kemampuan bahasa</strong> mereka, loh. Terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan untuk bercerita (<em>story telling</em>).</span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, manfaat yang terakhir, dongeng juga bisa <strong>mengasah kemampuan pemecahan masalah </strong>kita. Cerita <span style="font-weight: 400;">dongeng seringkali menampilkan karakter yang berhadapan dengan berbagai rintangan, dan cara mereka untuk menyelesaikannya. </span></p>
<p style="text-align: justify;">Oke, setelah kamu tau pengertian dan manfaat dongeng, kita langsung simak beberapa <strong>contoh dongeng pendek</strong> di bawah ini, yuk!</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>1. Contoh Dongeng Singkat</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Si Kancil dan Penghormatan pada Orang Tua</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dahulu kala, di tengah hutan yang lebat dan hijau, tinggalah seekor kancil yang lincah dan cerdik. Namanya, si Kancil. Meskipun kecil, si Kancil memiliki hati yang besar dan selalu berusaha untuk menjalani hidup dengan baik dan bijaksana.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, saat si Kancil sedang bermain-main di hutan, ia bertemu dengan seekor burung hantu yang bijaksana. “Hai, Kancil,” sapa burung hantu ramah. “Apakah kamu tahu betapa pentingnya menghormati orang tua?”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Si Kancil mengangguk. “Ya, tentu saja! Orang tua adalah sosok yang pantas kita hormati dan kita cintai.”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">“Benar sekali,” sahut burung hantu. “Namun, apakah kamu selalu menghormati dan mendengarkan kata orang tuamu?”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Si Kancil berpikir sejenak. “Hmm, sebagian waktu, aku melakukannya,” jawab si Kancil.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">“Tapi, menghormati orang tua tidak boleh sebagian waktu saja. Kamu harus melakukannya selalu, baik dalam kebahagiaan maupun kesulitan hidup,” ujar burung hantu bijaksana itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Si Kancil tersentak. Ia mulai merenung, menyadari bahwa ada beberapa kali ia mungkin tidak menghormati orang tuanya sepenuh hati. Tanpa ragu, ia memutuskan untuk memperbaiki perilakunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Beberapa hari berlalu, si Kancil berusaha lebih sabar dan menghargai setiap nasihat dari orang tuanya. Ia membantu mereka dengan tugas-tugas rumah tangga dan mendengarkan cerita-cerita mereka dengan penuh perhatian.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, hutan tempat tinggal si Kancil dilanda kebakaran. Api berkobar hebat, dan semua hewan panik berusaha menyelamatkan diri. Namun, si Kancil ingat akan nasihat burung hantu tentang menghormati orang tua.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanpa berpikir panjang, si Kancil segera berlari ke tempat kediamannya. Ia menemui kedua orang tuanya yang sudah tua renta, kesulitan untuk bergerak cepat. Dengan penuh keberanian, si Kancil membantu mereka keluar dari bahaya kebakaran.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan bantuan si Kancil, kedua orang tua itu berhasil selamat dari kobaran api. Mereka sangat bersyukur dan bangga pada si Kancil atas keberaniannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sejak hari itu, si Kancil tidak hanya menjadi lebih baik dalam menghormati orang tuanya, tetapi juga menjadi teladan bagi hewan-hewan lain di hutan. Kecerdikan dan keberaniannya, dipadukan dengan penghormatan pada orang tua, membuatnya dihormati oleh semua yang mengenalnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari kisah si Kancil, kita belajar betapa pentingnya menghormati dan mendengarkan kata orang tua. Mereka adalah sumber kebijaksanaan dan cinta yang tidak akan pernah berakhir.</span></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>2. Contoh Dongeng Fabel tentang Si Kancil</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;">Si Kancil yang Bijaksana</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/a9681656-105b-4585-99b9-d8bd453481f2.png" alt="Dongeng Si Kancil - Contoh Dongeng" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pada suatu hari di hutan yang rimbun dan indah, tinggalah seekor kancil kecil yang cerdik dan bijaksana. Kancil ini terkenal di antara semua binatang karena kecerdasannya yang luar biasa. Ia selalu dapat menemukan cara untuk mengatasi masalah, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu pagi, ketika matahari baru saja muncul dari balik pepohonan, Kancil berjalan-jalan di hutan sambil mencari makanan. Saat ia berjalan, ia mendengar suara ribut dari arah sungai. Ternyata, seekor buaya besar sedang duduk di tepi sungai, menunggu mangsanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kancil, yang bijaksana, tidak ingin terjebak oleh buaya itu. Ia tahu bahwa ia harus berpikir cepat untuk keluar dari situasi yang berbahaya itu. Dengan penuh kecerdikan, Kancil berpikir untuk membuat rencana.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">“Selamat pagi, Tuan Buaya!” sapanya dengan lembut. “Apa kabar di pagi hari yang cerah ini?”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Buaya itu terkejut mendengar suara Kancil. “Oh, pagi yang cerah, Kancil. Tapi aku merasa lapar dan ingin mendapatkan sarapan pagi ini.”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kancil tersenyum licik. “Oh, bagaimana jika aku membantu Tuan Buaya mendapatkan sarapan yang lezat? Saya bisa menunjukkan tempat di mana ada banyak binatang yang lebih besar dari saya.”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Buaya itu tertarik. “Benarkah? Itu sangat baik dari Anda, Kancil. Ayo, tunjukkan tempatnya padaku.”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Mendengar permintaan Buaya, Kancil dengan bijak memimpin Buaya ke dalam hutan, tetapi bukan ke tempat di mana ada binatang besar. Sebaliknya, Kancil membawa Buaya ke tempat yang penuh dengan pohon buah-buahan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">“Di sini, Tuan Buaya, adalah tempat yang paling baik untuk mendapatkan sarapan pagi yang lezat. Lihatlah semua buah yang segar dan manis!” kata Kancil.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Buaya itu merasa senang dan mulai memakan buah-buahan dengan rakusnya. Sementara Buaya sibuk dengan buah-buahan, Kancil dengan cerdik menyelinap pergi dari tempat itu tanpa dilihat oleh Buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah beberapa waktu, Buaya sadar bahwa Kancil telah mempermainkannya. Marah dan lapar, Buaya segera mencari Kancil dengan niat untuk membalas dendam.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Namun, Kancil yang cerdik telah menemukan tempat persembunyian yang aman. Ia melompat dan berlari di antara semak-semak dan rerimbunan pohon, sehingga Buaya tidak bisa menemukannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah beberapa saat mencari-cari tanpa hasil, Buaya akhirnya menyerah dan kembali ke sungai dengan perut kosong. Kancil yang cerdik tersenyum puas karena berhasil menghindari bahaya dan menyelamatkan dirinya sendiri dari cengkeraman Buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari hari itu, Kancil menjadi lebih waspada dan berhati-hati dalam menjalani kehidupannya di hutan. Ia tahu bahwa dengan kecerdasannya, ia bisa mengatasi segala macam bahaya yang mengancamnya. Dan setiap binatang di hutan mengagumi kebijaksanaan dan ketangkasannya yang luar biasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/struktur-dalam-menulis-cerita-fabel">Cerita Fabel: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">3. Contoh Dongeng Fabel tentang Serigala dan Bangau</span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;">Serigala dan Bangau yang Baik Hati</span></strong></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah hutan yang hijau dan rimbun, hiduplah seekor serigala yang dikenal rakus dan suka bertindak sesuka hati. Serigala itu gemar memangsa apa saja tanpa pernah memikirkan akibat dari perbuatannya. Di hutan yang sama, tinggallah seekor bangau yang baik hati dan bijaksana. Bangau itu dikenal oleh hewan-hewan lain karena kesabarannya dan kesediaannya membantu siapa pun yang membutuhkan.</span></p>
<p><!--EndFragment --></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Suatu hari, serigala menemukan sisa daging dengan tulang besar di dekat sungai. Karena sangat lapar, ia langsung melahapnya tanpa mengunyah dengan baik. Tiba-tiba, tulang tersebut tersangkut di tenggorokannya.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">“Aaakh… aku tidak bisa bernapas!” serigala merintih kesakitan.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Serigala mencoba berteriak, berguling di tanah, dan meminum air sungai, tetapi usahanya sia-sia. Rasa sakit semakin hebat, dan ia mulai ketakutan.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Tak lama kemudian, bangau melintas di tepi sungai. Melihat bangau, serigala segera memanggilnya dengan suara lemah.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">“Bangau, tolonglah aku. Keluarkan tulang ini dari tenggorokanku. Aku berjanji akan memberimu hadiah jika kau menolongku,” kata serigala.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Bangau merasa ragu. Ia tahu betul sifat serigala yang licik. Namun, karena rasa kasihan melihat penderitaan serigala, bangau akhirnya bersedia membantu.</span></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Dengan penuh kehati-hatian, bangau memasukkan paruh panjangnya ke dalam mulut serigala. Setelah beberapa saat berusaha, akhirnya tulang itu berhasil ditarik keluar.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Serigala pun bernapas lega. </span><span class="cf0">“Ah, tenggorokanku sudah sembuh,” katanya sambil tertawa. </span><span class="cf0">Bangau mundur selangkah lalu berkata, </span><span class="cf0">“Syukurlah kau sudah sembuh. Sekarang, aku ingin menagih hadiah yang kau janjikan.” </span><span class="cf0">Namun, serigala hanya tersenyum licik. </span><span class="cf0">“Hadiah?” katanya. “Bukankah kau sudah mendapatkan hadiah yang besar? Kau masih hidup meski kepalamu berada di dalam mulutku.”</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Mendengar itu, bangau merasa kecewa. Ia sadar bahwa serigala tidak akan menepati janjinya.</span></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Tak lama setelah bangau pergi, serigala kembali ke sungai untuk minum. Saat menunduk, luka di tenggorokannya kembali terasa perih. Ia baru sadar bahwa tertawa dan berbicara terlalu banyak membuat tenggorokannya belum benar-benar pulih. Beberapa hari berikutnya, serigala tidak mampu berburu dan harus menahan lapar sendirian.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Dalam kesendirian itu, serigala teringat pada bangau yang telah menolongnya tanpa meminta apa pun. Ia akhirnya mengerti bahwa keserakahan dan kebohongan hanya membuat hidupnya semakin sulit. Sementara itu, bangau tetap hidup tenang, karena kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak pernah merugikan siapa pun.</span></p>
<p> </p>
<p><!--EndFragment --></p>
<p><!--EndFragment --></p>
<p><!--EndFragment --></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>4. Contoh Dongeng Legenda tentang Sangkuriang</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Sangkuriang: Legenda Asal Mula Gunung Tangkuban Perahu</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Tangkuban Perahu, hiduplah seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Tapa Agung. Ia memiliki seorang putra tampan bernama Sangkuriang. </span><span style="font-weight: 400;">Sangkuriang adalah seorang pemuda yang gagah berani, cerdas, dan sangat terampil dalam berburu. Namun, Sangkuriang juga memiliki sifat angkuh dan sombong yang sering membuatnya terlibat dalam berbagai kesulitan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, Sangkuriang berkelana jauh ke hutan untuk berburu. Di tengah hutan, ia bertemu dengan seorang wanita cantik yang sedang menganyam. Wanita itu bernama Dayang Sumbi, putri dari Dewi Nawang Wulan, dewi bulan yang dihormati oleh penduduk desa. Sangkuriang terpesona oleh kecantikan Dayang Sumbi dan memutuskan untuk mendekatinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan penuh keberanian, Sangkuriang mendekati Dayang Sumbi dan meminta izin untuk duduk bersamanya. Namun, Dayang Sumbi menolak dengan sopan karena ia sudah memiliki janji dengan Dewa Surya untuk menjaga kesucian dirinya. Sangkuriang merasa terhina oleh penolakan itu dan dengan marah ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah putra raja. Namun, Dayang Sumbi tetap kukuh pada keputusannya dan meminta Sangkuriang untuk pergi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika Sangkuriang hendak pergi, tiba-tiba ia melihat seekor rusa besar. Tanpa berpikir panjang, Sangkuriang menarik busurnya dan melepaskan panahnya ke arah rusa tersebut. Namun, sayangnya panahnya meleset dan malah mengenai seekor kuda hitam yang ternyata adalah kendaraan Dewi Nawang Wulan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika Dayang Sumbi melihat kejadian tersebut, ia merasa marah dan sedih. Ia menegur Sangkuriang dengan keras karena telah membunuh kuda kesayangan ibunya. Sangkuriang merasa menyesal atas perbuatannya, namun amarahnya membuatnya bersumpah untuk membangun sebuah danau yang akan menggenangi desa mereka. Dengan kekuatan magisnya, Sangkuriang mulai merencanakan pembangunan danau itu dengan cara memblokir aliran sungai.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika Prabu Tapa Agung mengetahui rencana Sangkuriang, ia merasa khawatir dan berusaha untuk mencegahnya. Namun, Sangkuriang bersikeras untuk melanjutkan rencananya, bahkan ketika Dayang Sumbi mencoba memohon kepadanya untuk menghentikan pembangunan itu. Dayang Sumbi yang putus asa berpikir keras untuk menghentikan niat Sangkuriang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Akhirnya, Dayang Sumbi mencari jalan keluar dengan memberikan syarat kepada Sangkuriang. Ia berjanji akan menikahi Sangkuriang jika ia berhasil menyelesaikan pembangunan danau serta membangun sebuah perahu dalam satu malam. Sangkuriang yang percaya diri menerima syarat itu tanpa ragu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanpa disadari, Dayang Sumbi memiliki rencana terselubung. Setelah Sangkuriang mulai bekerja, Dayang Sumbi segera meminta bantuan kepada para dewa untuk menyulitkan Sangkuriang. Mereka mengatur supaya matahari terbenam lebih cepat dari biasanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan kerasnya Sangkuriang bekerja keras membangun bendungan dan perahu. Namun, semakin larut malam, Sangkuriang semakin tergesa-gesa karena tidak ingin gagal dalam menyelesaikan tugasnya. Ketika ia hampir menyelesaikan perahu itu, tiba-tiba Sangkuriang melihat fajar mulai menyingsing di ufuk timur.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sangkuriang merasa putus asa. Ia menyadari bahwa ia tidak akan mampu menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Dengan amarah yang memuncak, Sangkuriang menghancurkan perahu yang hampir selesai itu dan melemparkannya jauh ke arah gunung. Peristiwa itu membuat Dayang Sumbi sangat sedih.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Melihat tindakan Sangkuriang, Dewi Nawang Wulan dan Dewa Surya pun merasa kasihan dan marah. Mereka mengutuk Sangkuriang untuk menjadi gunung yang menghadap ke arah utara danau yang akan terbentuk, serta hutan-hutan yang luas. Dan perahu yang dilemparkan Sangkuriang berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu yang kini menjadi salah satu ikon alam di Indonesia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sejak saat itu, masyarakat setempat percaya bahwa Gunung Tangkuban Perahu adalah wujud Sangkuriang yang menyesal dan menyesal, yang selalu berusaha meraih Dayang Sumbi, wujud yang tegar dan gagah di dalam rasa penyesalannya. Legenda Sangkuriang menjadi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai peringatan akan bahaya sifat angkuh dan keras kepala, serta pentingnya menghargai alam dan perasaan orang lain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/cerita-legenda">Cerita Legenda: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">5. Contoh Dongeng Legenda tentang Batu Menangis</span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;">Legenda Batu Menangis</span></strong></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0"><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Alkisah di atas sebuah bukit, jauh dari pemukiman penduduk di Kalimantan Barat, hiduplah ibu bersama anak perempuannya. Suaminya sudah lama meninggal tanpa mewariskan harta berarti. Kehidupan menjanda di umur cukup tua tak meninggalkan ibu banyak pilihan. Ia tak mungkin menikah lagi, jadi ibu harus berusaha sendiri untuk menghidupi anak perempuan kesayangannya, Darmi. </span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Setiap hari ibu bekerja keras. Mengurus kebun sayur sejak pagi buta: menanam bibit, menyiram, memberi pupuk, menyiangi semak, memanen, dan menjual hasil panen ke pasar. Belum lagi mengurus anak yang masih kecil, juga mencari kayu bakar untuk memasak. Kulit ibu yang awalnya cerah, lama-lama menggelap karena terpapar sinar matahari. Berat badannya menyusut, ibu tak memiliki waktu untuk mengurus dirinya sendiri. </span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Harapan ibu, Darmi bisa hidup bahagia, tak seperti dirinya. Maka Darmi pun dimanja dengan penuh kasih sayang. Darmi tumbuh menjadi gadis cantik. Kulitnya kuning langsat, tubuh semampai, paras memesona, dan rambutnya hitam legam panjang terurai. </span><span class="cf0">Darmi juga selalu mengenakan baju indah dan aksesori mentereng. Berbeda dari ibu yang sudah lama tak membeli barang untuk diri sendiri. Ia sudah tua, pikirnya. Tak memerlukan lagi semua hal itu.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0"><!--EndFragment --></span></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Tapi Darmi masih muda dan suka bergaul. Darmi pun selalu senang jika dibelikan baju baru, aksesori, dan alat berhias. Lama kelamaan, hanya benda-benda itu yang ada di benaknya. Darmi senang sekali bercermin sambil menyisir rambutnya. Ia sadar, kalau dirinya sangat cantik. Tapi hanya itu pula yang Darmi lakukan. Mengagumi diri sendiri sepanjang hari, saat ibu bekerja keras di kebun.</span></p>
<p><!--EndFragment --><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Suatu hari, ibu lupa mengantar pesanan sayur ke pelanggannya di desa. Ibu meminta tolong Darmi untuk memasak. Tapi saat pulang, ternyata Darmi masih bersolek. Jangankan memasak, kamarnya pun masih berantakan seperti saat ibu tinggalkan. Saat ditanya, Darmi malah geram, karena ibu mengganggunya berdandan dan meninggalkannya kelaparan. </span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Akhirnya, ibu juga yang membuat makanan, kemudian membereskan kamar Darmi. Darmi makin keenakan, untuk mengambil segelas air saja harus memanggil ibu. Tak pernah sekalipun Darmi mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi berpanas-panasan di kebun sayur atau mengantar dagangan ke pasar di kaki bukit. </span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Tapi saat menginginkan sesuatu, Darmi akan merengek hingga mendapatkan keinginannya. Jika ibu tidak punya uang, Darmi marah besar! Mengatakan ia kesal dilahirkan di keluarga miskin. Hal ini membuat ibu sedih, dan sering kali menguras uang tabungannya. Bagaimanapun, Darmi adalah satu-satunya cinta ibu, anaknya tersayang yang ia besarkan sendiri dari kecil.</span></p>
<p><!--StartFragment --><span class="cf0">Suatu hari sisir semata wayang Darmi patah, membuatnya uring-uringan sepanjang hari. Ia mau mendapatkan sisir baru. Harus lebih cantik dari sisir lamanya. Tapi Darmi tak percaya selera ibu. Lagian jika ikut ke pasar ia bisa melihat aksesori cantik dan mungkin mendapatkannya juga.</span><!--EndFragment --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--StartFragment --><span class="cf0">Akhirnya, Darmi memutuskan ikut ibu, yang memasok sayur ke pasar, turun bukit. Darmi yang takut kulitnya terkena sinar matahari, membawa daun besar sebagai payung. Sedangkan ibu menarik gerobak berisi sayur dengan tubuh rentanya.</span><!--EndFragment --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--StartFragment --><span class="cf0">Satu, dua orang melewati mereka sambil memberi pandangan sinis. Di benak Darmi, itu karena orang merendahkannya, perihal memiliki ibu dengan penampilan bak pengemis. Kurus dan lusuh. Darmi mengambil langkah cepat, meninggalkan ibu di belakang, sehingga orang tak tahu wanita penarik gerobak itu adalah ibunya.</span><!--EndFragment --></p>
<p style="text-align: justify;"><!--StartFragment --><span class="cf0">Tak disangka, Darmi bertemu kawan di perjalanan. Mereka berbincang hingga ibu sampai. Ibu bertanya siapa anak muda yang berbicara pada Darmi, berharap dikenalkan. Tapi Darmi malah memperkenalkan ibu sebagai pembantunya. Hati ibunya pun terasa hancur mendengar perkataan anaknya. Ia menahan tangis dan tak mampu berkata-kata. Tahu ibunya diam dan menerima dibilang pembantu, Darmi mengulangi kata-katanya tiap ada orang menyapa.</span><!--EndFragment --></p>
<p><!--StartFragment --></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Puncaknya, ketika Darmi kembali mempermalukan ibunya di hadapan para pemuda, sang ibu tak kuasa menahan sakit hati. Ia berdoa kepada Tuhan agar penderitaannya diakhiri.</span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Langit berubah gelap, angin berembus kencang. Ternyata Tuhan mendengar doa ibu. Darmi yang masih dikelilingi para pemuda tiba-tiba merasa kakinya kaku dan berat. Seketika Darmi menyadari, ia terkena kutuk karena perbuatannya pada ibu. </span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Saat tubuhnya semakin berat, Darmi menangis ketakutan. Saking beratnya, tubuh Darmi tertarik ke tanah. Kini ia bersimpuh, menangis makin kencang. Kakinya berubah menjadi batu, lanjut ke pinggulnya. Darmi makin ketakutan, ia memanggil-manggil ibu. Meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. </span></p>
<p class="pf0" style="text-align: justify;"><span class="cf0">Ibu hanya bisa melongo, lalu menghampiri putrinya yang separuh menjadi batu. Keduanya hanya bisa menangis bersama, hingga akhirnya Darmi berubah sepenuhnya menjadi batu. Anehnya, dari dalam batu Darmi tetap keluar air mata hingga beberapa lama. Oleh para pemuda, batu itu dipindah ke sisi tebing. Menghadap ke langit agar Darmi tak kesepian. Penduduk sekitar kemudian menyebutnya sebagai Batu Menangis.</span></p>
<p> </p>
<p><!--EndFragment --></p>
<p><!--EndFragment --></p>
<p class="pf0"><!--EndFragment --></p>
<p><!--EndFragment --></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>6. Contoh Dongeng Mite</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;">Legenda Rawa Pening</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e40aa8ac-8f00-4887-bea7-1df93b6e0ef4.png" alt="Dongeng Berjudul Legenda Rawa Pening - Contoh Dongeng" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di daerah pedalaman Jawa Tengah, terdapat sebuah rawa yang disebut Rawa Pening. Rawa ini tidak hanya menjadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi tempat yang sarat dengan misteri dan cerita mistis yang telah menghiasi tradisi lisan mereka sejak zaman dulu kala.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Menurut cerita nenek moyang, dulu kala Rawa Pening adalah sebuah danau yang luas dan subur. Airnya jernih mengalir dengan gemericik yang menenangkan jiwa. Di tepi rawa, terdapat sebuah desa kecil yang dihuni oleh masyarakat yang hidup damai dan sejahtera. Namun, kehidupan mereka berubah drastis ketika datang sebuah bencana besar yang mengubah wajah Rawa Pening selamanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Konon, pada suatu malam yang gelap gulita, sebuah monster raksasa muncul dari kedalaman rawa. Monster itu dikenal sebagai “Kala Pucat”, memiliki kulit putih bersinar seperti bulan purnama, dan matanya memancarkan sinar kebiruan yang menakutkan. Kala Pucat mengamuk di sekitar rawa, merusak tanaman, menghancurkan rumah-rumah, dan menelan siapa saja yang berani menghalanginya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Warga desa yang ketakutan berkumpul di balai desa untuk mencari solusi menghadapi Kala Pucat. Beberapa ahli spiritual mengatakan bahwa monster itu merupakan manifestasi dari kemarahan roh penunggu rawa yang telah terganggu oleh perilaku manusia yang semakin tidak terkontrol. Untuk meredam kemarahan Kala Pucat, mereka harus menemukan seseorang yang bersedia menjadi perantara antara manusia dan roh rawa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari antara para pemuda desa, terpilihlah seorang pemuda pemberani bernama Jaka Tarub. Dia adalah seorang pemuda yang berani dan berhati mulia, selalu siap membantu sesama. Dengan tekad yang bulat, Jaka Tarub bersedia menjadi perantara antara manusia dan roh rawa demi keselamatan desanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pada malam yang kelam, Jaka Tarub memasuki rawa yang dipenuhi kegelapan dan keheningan. Dihadapannya, Kala Pucat muncul dengan gigi-gigi tajam yang menyeramkan. Namun, Jaka Tarub tidak gentar. Dengan penuh keberanian, dia memohon kepada Kala Pucat untuk mengampuni manusia dan menghentikan kemarahannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kala Pucat terdiam sejenak, matanya yang tajam menatap Jaka Tarub dengan penuh tanda tanya. Setelah berbicara dengan lembut dan penuh kasih, Jaka Tarub berhasil meyakinkan Kala Pucat bahwa kebaikan manusia masih ada di dalam hati mereka. Kala Pucat kemudian menghilang ke dalam kedalaman rawa, meninggalkan Jaka Tarub sendirian di tepi rawa yang sunyi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Keesokan harinya, warga desa terkejut ketika menemukan Jaka Tarub pulang dengan selamat. Mereka bersyukur atas keselamatan yang diberikan oleh pemuda pemberani itu. Sejak kejadian itu, hubungan antara manusia dan roh rawa semakin harmonis. Kala Pucat tidak pernah lagi menampakkan dirinya dengan kemarahan, dan Rawa Pening kembali menjadi tempat yang damai dan subur.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kisah Jaka Tarub dan Kala Pucat menjadi legenda yang terus diceritakan dari generasi ke generasi. Masyarakat sekitar percaya bahwa keberanian, kebaikan, dan kebijaksanaan Jaka Tarub telah menyelamatkan mereka dari malapetaka yang mengancam. Hingga saat ini, Rawa Pening tetap menjadi saksi bisu dari kejadian legendaris itu, mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam dan memelihara kebaikan di dalam hati mereka.</span></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>7. Contoh Dongeng Parabel</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Si Kancil dan Si Buaya: Keseimbangan dalam Kehidupan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di sebuah hutan yang lebat di pedalaman Pulau Jawa, hiduplah seekor kancil yang cerdik dan bijaksana. Kancil itu dikenal sebagai sosok yang pintar dan lincah dalam menghadapi berbagai masalah. Namun, di seberang sungai yang mengalir deras, terdapat seekor buaya besar yang ganas dan rakus. Buaya itu selalu memperhatikan setiap gerak-gerik hewan-hewan di sekitarnya, siap untuk menangkap mangsanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, kancil yang penasaran ingin menyeberang sungai untuk menjelajahi wilayah baru yang terdapat di seberang sana. Namun, dia tahu betul bahwa buaya yang ganas selalu mengintai di sekitar sungai. Dengan kecerdikannya, kancil memutuskan untuk mencari cara agar bisa menyeberangi sungai tanpa menjadi mangsa buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kancil pun mulai merencanakan strateginya dengan cermat. Dia mengamati perilaku buaya dari kejauhan dan menyadari bahwa buaya sering kali tidur siang di bawah sinar matahari yang terik. Maka, kancil pun mengatur waktu untuk menyeberang sungai saat buaya sedang tertidur. Namun, kancil juga tidak lupa untuk tetap waspada dan mengamati setiap gerakan buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah melakukan pengamatan selama beberapa hari, kancil akhirnya menemukan waktu yang tepat untuk menyeberangi sungai. Pada suatu pagi yang cerah, ketika buaya tertidur pulas di tepi sungai, kancil dengan hati-hati melompat dari satu batu ke batu lainnya menuju seberang sungai. Dia mengatur langkahnya dengan penuh kehati-hatian, tidak membuat suara sedikitpun agar tidak membangunkan buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Namun, saat kancil hampir mencapai tepi sungai yang seberang, tiba-tiba buaya yang tertidur terbangun dari tidurnya. Dengan cepat, buaya bergerak menuju arah kancil yang hampir menyeberang. Kancil yang cerdik segera menyadari bahaya yang mengancamnya, namun dia tidak panik. Sebaliknya, dia dengan cepat memutar tubuhnya dan berlari kembali ke tepi sungai tempat dia bermula.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Buaya yang terkejut melihat kancil melarikan diri dengan cepat. Dia mencoba mengejar, namun kancil terlalu lincah baginya. Kancil berhasil kembali ke tepi sungai yang aman sambil tertawa kecil atas keberhasilannya mengelabui buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah kejadian itu, kancil tidak kehilangan keinginannya untuk menyeberangi sungai. Namun, dia menyadari bahwa dia harus lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan rencananya. Kancil juga memutuskan untuk tidak meremehkan kekuatan dan kecerdasan buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kancil kemudian mencari solusi baru untuk menyeberangi sungai dengan aman. Dia memutuskan untuk membuat perahu kecil dari daun dan kayu yang dia temukan di sekitar hutan. Dengan menggunakan perahu kecil itu, kancil yakin bahwa dia bisa menyeberangi sungai tanpa harus khawatir akan serangan buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan penuh tekad dan ketekunan, kancil pun mulai membangun perahu kecilnya. Dia bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan perahunya dengan sempurna. Setelah beberapa hari, perahu kecil yang indah dan kokoh pun berhasil dia ciptakan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika perahu kecil sudah siap, kancil dengan hati gembira mengucapkan terima kasih pada alam karena telah memberinya kebijaksanaan dan kecerdasan untuk mengatasi segala rintangan. Dia pun dengan bangga menyusuri sungai dengan perahunya yang baru, tanpa harus takut akan bahaya yang mengintai dari buaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kancil mengambil pelajaran berharga dari pengalamannya dengan buaya. Dia menyadari bahwa dalam hidup ini, penting untuk selalu mencari keseimbangan antara keberanian dan kehati-hatian, antara ambisi dan kebijaksanaan. Dengan keseimbangan ini, dia yakin bahwa dia akan mampu menghadapi segala rintangan dan mencapai tujuannya dengan sukses.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari kisah Si Kancil dan Si Buaya ini, kita belajar bahwa kecerdasan, kehati-hatian, dan keseimbangan adalah kunci untuk menghadapi tantangan dalam hidup. Seperti kancil yang cerdik, mari kita juga belajar untuk tidak hanya mengandalkan keberanian semata, namun juga kebijaksanaan dan perencanaan yang matang dalam setiap langkah yang kita ambil. Dengan demikian, kita akan mampu mengatasi segala rintangan dan mencapai impian kita dengan sukses, seperti yang dilakukan oleh Si Kancil yang cerdik dan bijaksana.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-ciri-serta-contoh-fabel-dan-legenda">Perbedaan Cerita Fabel dan Legenda: Pengertian, Ciri, Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>8. Contoh Dongeng Sage</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Petualangan Sang Pemuda di Hutan Ajaib</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/46eea048-cbc2-4551-b07d-c0ed0b24b674.png" alt="Dongeng Berjudul Hutan Ajaib - Contoh Dongeng" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di balik lereng-gunung, hiduplah seorang pemuda yang bernama Aditya. Aditya adalah anak muda yang berani dan penuh dengan keingintahuan, selalu ingin mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Suatu hari, ketika sedang bermain di hutan, dia mendengar kabar tentang keberadaan Hutan Ajaib yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tak lama setelah mendengar kabar tersebut, Aditya memutuskan untuk menelusuri Hutan Ajaib demi mencari petualangan yang menantang. Ditemani oleh sahabatnya, Ananta, mereka berdua memasuki hutan yang tebal dan misterius itu dengan hati yang penuh semangat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Saat menjelajahi hutan, Aditya dan Ananta menemukan berbagai keajaiban alam yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka melihat air terjun yang tinggi melebihi langit dan bunga-bunga yang bersinar di bawah sinar matahari. Namun, semakin mereka menjelajahi hutan, semakin dalam mereka terperangkap dalam keajaiban Hutan Ajaib.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika matahari mulai terbenam, Aditya dan Ananta tersesat di tengah hutan yang gelap dan penuh dengan suara-suara aneh. Mereka merasa cemas dan takut, tapi tetap mempertahankan semangat untuk terus mencari jalan keluar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tiba-tiba, mereka bertemu dengan seorang kakek bijak yang tinggal di dalam hutan. Kakek itu memberi tahu mereka bahwa untuk keluar dari Hutan Ajaib, mereka harus menghadapi cobaan-cobaan yang akan menguji keberanian dan kebijaksanaan mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanpa ragu, Aditya dan Ananta menerima tantangan tersebut dan mulai melewati berbagai cobaan yang dihadapi di sepanjang perjalanan mereka. Mereka harus menghadapi monster-monster menakutkan, menyeberangi jurang-jurang dalam, dan memecahkan teka-teki yang rumit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan keberanian dan kecerdasan mereka, Aditya dan Ananta berhasil melewati semua cobaan tersebut dan akhirnya menemukan jalan keluar dari Hutan Ajaib. Mereka keluar dari hutan dengan penuh kemenangan dan kebanggaan, membawa kisah petualangan mereka yang luar biasa ke dalam desa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sejak saat itu, Aditya dan Ananta dihormati sebagai pahlawan di desa mereka. Cerita tentang petualangan mereka di Hutan Ajaib menjadi dongeng sage yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, menginspirasi orang-orang untuk selalu mempertahankan semangat petualangan dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.</span></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>9. Contoh Dongeng Fantasi</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Petualangan Sang Penyihir Muda</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di dalam hutan belantara, tinggalah seorang pemuda bernama Arin. Arin adalah seorang penyihir muda yang tinggal bersama dengan kakeknya, seorang penyihir sakti yang mengajarkan padanya segala ilmu sihir. Meskipun memiliki kekuatan magis yang luar biasa, Arin selalu merasa gelisah dan ingin tahu tentang dunia luar yang lebih luas.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, saat sedang berlatih sihir di hutan, Arin tanpa sengaja menemukan sebuah buku kuno yang tersembunyi di balik semak-semak. Buku itu berjudul “Petualangan Sang Penyihir”. Tertarik dengan isinya, Arin membuka halaman-halaman buku itu dan menemukan gambar-gambar pemandangan yang indah serta cerita tentang petualangan seorang penyihir yang mencari kebenaran di seluruh dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Arin begitu terpesona dengan cerita tersebut sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan desanya dan menjelajahi dunia luar, seperti yang dilakukan oleh penyihir dalam buku itu. Dengan membawa sedikit bekal dan tongkat sihir peninggalan kakeknya, Arin memulai petualangannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Selama berbulan-bulan, Arin menjelajahi berbagai tempat yang indah dan menakjubkan. Dia bertemu dengan makhluk-makhluk aneh dan mengalami berbagai macam keajaiban yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun, di balik keindahan itu, Arin juga menemui berbagai tantangan dan bahaya yang mengancam nyawanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pada suatu malam, ketika sedang beristirahat di sebuah perkampungan kecil di pinggiran hutan, Arin mendengar cerita tentang sebuah kastil tua yang dipercaya memiliki kekuatan sihir yang luar biasa. Tidak bisa menahan rasa penasarannya, Arin memutuskan untuk mencari kastil tersebut dan mengetahui kebenaran di baliknya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan bantuan peta ajaib yang diberikan oleh seorang penyihir tua yang ia temui di perjalanan, Arin melacak jejak kastil tersebut. Namun, semakin ia mendekati kastil, semakin kuat pula perasaan takut dan ketakutan yang menghantuinya. Namun, tekadnya untuk menemukan kebenaran membara lebih kuat daripada ketakutannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan, Arin akhirnya tiba di depan gerbang kastil yang menjulang tinggi. Dengan hati yang berdebar-debar, ia melangkah masuk ke dalam kastil tersebut dan menemukan dirinya di dalam labirin yang gelap dan angker.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan tongkat sihirnya sebagai satu-satunya senjata, Arin berani menelusuri setiap lorong dan ruangan di dalam kastil tersebut. Dia menghadapi berbagai macam rintangan dan jebakan yang dirancang untuk menghalangi siapa pun yang berani menantang kekuatan sihir yang ada di dalam kastil itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Namun, di tengah perjalanannya, Arin bertemu dengan seorang gadis muda yang terperangkap di dalam kastil itu. Gadis itu ternyata adalah seorang penyihir juga, yang ditawan oleh pemilik kastil karena kekuatannya yang luar biasa. Tanpa ragu, Arin memutuskan untuk membantu gadis itu melarikan diri dan mengalahkan pemilik kastil tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dengan bekerja sama dan menggunakan kekuatan sihir mereka, Arin dan gadis itu berhasil mengatasi segala rintangan yang ada di depan mereka. Mereka menghadapi sang pemilik kastil, seorang penyihir jahat yang ingin menggunakan kekuatan sihir untuk tujuan jahatnya sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dalam pertarungan sengit yang terjadi di antara mereka, Arin menggunakan segala ilmu sihir yang telah ia pelajari dari kakeknya untuk mengalahkan sang penyihir jahat. Dengan kekuatan cinta dan persahabatan, Arin dan gadis itu berhasil mengalahkan musuh mereka dan membebaskan diri dari kastil yang menakutkan itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah berhasil melarikan diri dari kastil, Arin dan gadis itu melanjutkan petualangan mereka bersama-sama. Mereka menjelajahi dunia luar dengan penuh semangat dan kegembiraan, siap menghadapi segala macam petualangan dan tantangan yang menunggu di depan mereka. Dan dalam setiap langkah yang mereka ambil, mereka selalu mengingatkan satu sama lain tentang kekuatan persahabatan dan cinta yang telah membawa mereka melewati segala rintangan dan bahaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-cerita-fantasi">Kumpulan Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik & Inspiratif</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>10. Contoh Dongeng Bahasa Inggris</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><em><span style="font-size: 14pt;"><strong>Title: The Enchanted Forest</strong></span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">Once upon a time, in a faraway kingdom nestled amidst towering mountains and lush green valleys, there existed an enchanted forest. This forest was unlike any other, for it was home to magical creatures and mystical beings. Among these creatures was a young unicorn named Luna. Luna had a coat as white as freshly fallen snow, and her mane shimmered like the stars in the night sky.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">Luna lived happily in the enchanted forest with her family, surrounded by the beauty of nature and the mysteries of magic. Every day, she would roam the forest, playing with her friends – the fairies, the talking animals, and the wise old tree spirits. Life was peaceful and serene until one day, an ominous shadow cast its darkness upon the land.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">A wicked sorcerer named Malachi had set his sights on the enchanted forest, craving its magical energies for his own sinister purposes. With his dark powers, he began to spread chaos and destruction throughout the once harmonious forest. The trees began to wither, the rivers ran dry, and the creatures of the forest trembled in fear.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">Luna knew that she had to do something to save her home and her friends. With determination in her heart, she set out on a quest to find the legendary Crystal of Light, a powerful artifact said to hold the key to restoring balance and harmony to the enchanted forest.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">Her journey was fraught with danger as she ventured deep into the heart of the forest, facing treacherous obstacles and battling fierce creatures sent by Malachi to stop her. But Luna was undeterred, fueled by her love for her home and her unwavering belief in the power of hope and courage.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">After many trials and tribulations, Luna finally reached the Cave of Whispers, where the Crystal of Light was said to be hidden. Inside the cave, she encountered the Guardian of the Crystal, a majestic dragon with scales as golden as the sun. The dragon tested Luna’s resolve, challenging her to prove herself worthy of wielding the crystal’s power.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">With bravery and determination, Luna passed the dragon’s test, and the Crystal of Light revealed itself to her, shining with a radiant glow that illuminated the darkness of the cave. Armed with the crystal’s power, Luna set out to confront Malachi and put an end to his reign of terror once and for all.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">In a dramatic showdown at the heart of the enchanted forest, Luna faced off against Malachi, using the crystal’s light to weaken his dark magic. With each blast of light, the forest began to heal, and the creatures rallied behind Luna, lending her their strength and support.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">Finally, with one last surge of energy, Luna unleashed the full power of the Crystal of Light, banishing Malachi and his dark forces from the forest forever. As the light of dawn broke through the canopy of trees, the enchanted forest was reborn, more vibrant and beautiful than ever before.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-weight: 400;">Luna was hailed as a hero, revered by all the creatures of the forest for her courage and selflessness. And though her journey had been long and perilous, she knew that as long as there was light in the world, darkness could never truly prevail. And so, with a joyful heart and a sense of peace, Luna returned to her home in the enchanted forest, where she would live happily ever after, surrounded by the love and magic of her friends.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/struktur-dari-narrative-text">Pengertian Narrative Text, Struktur, Jenis & Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>11. Contoh Dongeng Mitos</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;">Legenda Naga Danau Toba</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dahulu kala, di pedalaman Sumatera Utara, terdapat sebuah danau yang begitu luas dan dalam, yang dikenal sebagai Danau Toba. Di sekitar danau yang megah ini, hiduplah suku Batak yang memiliki kepercayaan dan tradisi yang kaya. Di antara cerita-cerita rakyat yang tersebar di kalangan mereka, terdapat sebuah legenda yang mengisahkan tentang kehadiran seorang naga yang menjaga kedamaian danau tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Menurut legenda itu, naga itu disebut sebagai Raja Sianipar, yang konon dulu diberi kekuatan oleh dewa-dewa untuk menjaga keindahan danau serta melindungi suku Batak dari bahaya-bahaya yang mengancam. Raja Sianipar memiliki tubuh yang panjang dan bersisik hijau, dengan mata yang berkilauan seperti permata. Dia hidup di kedalaman danau, di dalam sebuah gua besar yang tersembunyi di dasar air.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setiap malam, ketika langit di atas Danau Toba bermandikan sinar bulan, Raja Sianipar akan muncul dari guanya. Dia akan menjelajahi danau dengan gemulai, memastikan bahwa kedamaian dan keharmonisan di wilayahnya tetap terjaga. Suku Batak percaya bahwa keberadaan Raja Sianipar membawa berkah bagi mereka, memberi mereka kesuburan di ladang, tangkapan ikan yang melimpah, dan perlindungan dari musibah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Namun, keberadaan naga itu tidak selalu diterima oleh semua orang. Beberapa dari suku Batak yang kurang percaya pada legenda itu mulai meragukan manfaat yang dibawa oleh Raja Sianipar. Mereka menganggapnya sebagai cerita dongeng belaka, tanpa dasar yang kuat. Muncul kekhawatiran bahwa naga itu bisa saja menjadi ancaman bagi mereka, terutama jika mereka melakukan hal-hal yang tidak disenangi olehnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, terjadi perselisihan di antara suku-suku Batak. Beberapa dari mereka mulai merasa tidak puas dengan pemerintahan yang ada dan berusaha untuk merebut kekuasaan. Ketegangan pun meningkat di sekitar Danau Toba, dan suara-suara ketidaksetujuan semakin keras terdengar. Di tengah kekacauan tersebut, beberapa orang mulai menyalahkan keberadaan Raja Sianipar sebagai penyebab dari semua masalah yang terjadi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dalam kegelapan malam yang gelap, beberapa tokoh penting dari suku-suku Batak yang tidak puas dengan kekuasaan yang ada berkumpul di pinggiran Danau Toba. Mereka bersumpah untuk mengusir Raja Sianipar dari guanya, percaya bahwa dengan menghapus keberadaannya, mereka akan mendapatkan kekuasaan penuh atas wilayah itu dan segala sumber daya yang melimpah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanpa diduga, serangan itu terjadi pada malam yang berikutnya. Para pemberontak menyusup ke gua Raja Sianipar, membawa senjata-senjata mereka yang tajam. Mereka mengira naga itu akan mudah ditaklukkan, tetapi Raja Sianipar telah mengetahui rencana mereka. Dengan kekuatan yang luar biasa, naga itu melawan balik, mempertahankan guanya dengan gigi dan cakarnya yang tajam.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pertempuran itu berlangsung dengan sengit, gemuruh suara naga dan teriakan manusia memenuhi udara malam. Namun, pada akhirnya, kekuatan Raja Sianipar terlalu besar untuk ditaklukkan. Para pemberontak terpaksa mundur dengan malu, meninggalkan gua yang hancur dan tubuh mereka yang terluka.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika fajar menyingsing di ufuk timur, Danau Toba kembali tenang. Raja Sianipar keluar dari guanya, melihat keindahan alam yang masih terjaga di sekelilingnya. Meskipun luka-luka, naga itu tidak pernah kehilangan kepercayaan pada suku Batak yang dia lindungi. Dia memaafkan mereka yang telah berusaha mengusirnya, tetapi juga memberi peringatan bahwa kekuatan dan perlindungannya tidak boleh diremehkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari hari itu, kepercayaan terhadap Raja Sianipar semakin kuat di kalangan suku Batak. Mereka menyadari bahwa keberadaan naga itu adalah anugerah yang harus dijaga dengan penuh hormat dan penghargaan. Danau Toba kembali menjadi tempat kedamaian dan kebahagiaan bagi mereka, dan legenda tentang Raja Sianipar terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai cerminan dari hubungan harmonis antara manusia dan alam.</span></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"><b>12. Contoh Dongeng Jenaka</b></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Si Kabayan dan Kisah Kocaknya di Desa Leles</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Di sebuah desa kecil di Jawa Barat, hiduplah seorang petani cerdik bernama Si Kabayan. Dia dikenal sebagai tokoh yang selalu membawa tawa dan keceriaan ke mana pun dia pergi. Meskipun hidup sederhana, Kabayan selalu menjalani hari-harinya dengan penuh semangat dan kecerdasan yang luar biasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Suatu hari, Kabayan memutuskan untuk pergi ke pasar untuk menjual hasil panennya. Dia mengenakan baju kumal dan membawa keranjang besar penuh dengan sayuran segar dari ladangnya. Namun, apa daya, di tengah perjalanan ke pasar, keranjangnya jatuh dan sayuran-sayuran itu berserakan di jalan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">“Tidak apa-apa,” kata Kabayan sambil tertawa, “Apa yang terjadi tidak selalu seperti yang kita rencanakan!” Dia pun dengan cerdiknya mulai mengumpulkan kembali sayuran-sayuran itu ke dalam keranjangnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika tiba di pasar, Kabayan melihat kerumunan orang di sekitar sebuah panggung kecil. Ternyata ada seorang penghibur jalanan yang sedang menampilkan pertunjukan sulap. Kabayan, yang selalu tertarik dengan hal-hal yang baru, memutuskan untuk menonton pertunjukan tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Namun, apa yang terjadi kemudian membuat Kabayan terkekeh sejadi-jadinya. Penghibur jalanan itu mengeluarkan seekor kelinci dari topinya, tapi kelinci itu malah kabur dan masuk ke dalam keranjang sayuran Kabayan. Dengan panik, Kabayan berusaha mengejar kelinci itu sambil tertawa-tawa kebingungan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Setelah berhasil menangkap kelinci tersebut, Kabayan kembali ke ladangnya untuk mengumpulkan sayurannya yang masih tersisa. Namun, di sana dia disambut dengan pemandangan yang menggelitik. Seekor babi liar telah masuk ke ladangnya dan sedang menikmati sayuran-sayuran yang tersisa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tanpa ragu, Kabayan berteriak, “Hei, kau! Apa yang kau lakukan di sini?” Babi itu hanya menatap Kabayan dengan polos sambil terus mengunyah daun hijau. Kabayan tersenyum kecut, kemudian dengan sabar mengusir babi itu dari ladangnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Meskipun banyak kejadian lucu yang terjadi di sekitarnya, Kabayan tetap menjalani hidupnya dengan penuh kegembiraan dan kebijaksanaan. Dia percaya bahwa setiap masalah pasti memiliki solusinya, asalkan kita bisa melihatnya dengan mata hati yang terbuka.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pada suatu pagi yang cerah, Kabayan mendapat kabar bahwa akan diadakan kontes petani terbaik di desa Leles. Tanpa ragu, Kabayan mendaftar untuk ikut serta dalam kontes tersebut. Dia mempersiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh, termasuk memilih sayuran terbaik dari ladangnya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika hari kontes tiba, Kabayan datang ke lapangan dengan hati yang penuh semangat. Namun, apa yang terjadi kemudian membuat semua orang terkejut. Saat hendak menampilkan sayuran-sayurannya, Kabayan menyadari bahwa sayuran-sayuran itu telah dimakan habis oleh kambing milik tetangganya yang nakal.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Tetapi, alih-alih marah atau kecewa, Kabayan malah tertawa terbahak-bahak. Dia mengajak semua orang untuk ikut tertawa melihat kejadian lucu itu. Tak disangka, tawa yang dipancarkannya membuat suasana menjadi riuh dan ceria.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Meskipun tidak memiliki sayuran untuk dipertontonkan, Kabayan mendapat hadiah khusus dari panitia kontes sebagai penghargaan atas keceriaannya yang telah mencerahkan hari itu. Dan dari situlah, Kabayan semakin dikenal sebagai petani yang tidak hanya cerdas dalam bercocok tanam, tetapi juga dalam menyebarkan kebahagiaan di sekitarnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari kisah Si Kabayan ini, kita bisa belajar bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kesedihan dan kekecewaan. Kadang-kadang, yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tertawa dan menghadapi semua masalah dengan sikap yang positif. Seperti kata pepatah, “Tertawa adalah obat terbaik untuk menyembuhkan hati yang terluka.” Dan itulah yang selalu dipraktikkan oleh Si Kabayan, pahlawan kocak dari desa Leles.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-cerita-fabel">Kumpulan Contoh Cerita Fabel Singkat Beserta Pesan Moralnya</a></strong></p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Gimana, seru nggak berbagai macam <strong>contoh dongeng</strong> di atas? Dongeng tersebut selalu memiliki nilai-nilai yang bisa dipelajari di kehidupan kita. Banyak sekali kebaikan yang bisa kita dapatkan dari berbagai dongeng yang sempat kita dengar. Jadi, di sini ada yang teringat dongeng apa saja yang pernah diceritakan orang tua ketika kecil?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Nah, teman-teman juga bisa </span><span style="font-weight: 400;"><em>lho</em> </span><span style="font-weight: 400;">membuat dongeng sendiri untuk diceritakan ke teman-teman atau adik-adik yang ada di rumah. Teman-teman juga bisa belajar lebih dalam tentang menulis dongeng dengan bimbingan </span><em><span style="font-weight: 400;">Master Teacher </span></em><span style="font-weight: 400;">yang sudah berpengalaman di Ruangguru. Yuk, segera daftar di <strong><a href="https://app.ruangguru.com/">Ruangguru</a></strong>!</span></p>
<p><a href="https://bayar.ruangguru.com/"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg" alt="CTA Ruangguru" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">https://www.gramedia.com/best-seller/contoh-dongeng-pendek/ (Diakses pada 5 Maret 2024)</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6833441/15-cerita-dongeng-nusantara-pengantar-tidur-dan-pembentuk-karakter</span><span style="font-weight: 400;"> (Diakses pada 5 Maret 2024)</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">Danandjaja, J. (2008) “Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan” dalam Pudentia (Ed.). Metodologi kajian tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan. (Diakses pada 5 Maret 2024)</span></p>
<p>Cerita Batu Menangis [Daring]. Tautan: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-kalimantan-barat-legenda-batu-menangis/ (Diakses pada 9 Januari 2026)</p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/fakta-seru" rel="tag">Fakta Seru</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/5196bc4b-168b-4b6f-8c46-cb076ca8b451.png">
<div>
<h5 class="author-title">Ringgana Wandy Wiguna</h5>
<p class="author-description"></p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng&quote=12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-dongeng&title=12 Contoh Dongeng Singkat yang Menarik dan Penuh Pesan Moral"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 17729;
const tags_id = [19];
const category_id = 562;
const sub_category_id = 0;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>