Dalam rangka hari pendidikan internasional, tim Ruangbaca mencoba membandingkan sistem pendidikan di berbagai negara. Mulai dari Finlandia, Singapura, Jepang, Tiongkok hingga Tiongkok.
—
[Peringatan: tulisan ini panjang, tapi seru. Barangsiapa yang berhasil baca sampai akhir dan komentar niscaya mendapat kemudahan di jam sekolah]
Berkat kalimat “Masa SMA adalah masa yang paling indah” yang entah beredar dari mana, mengenakan seragam putih abu-abu menjadi mimpi kecil sebagian mereka yang masih SD maupun SMP. Termasuk saya.
Selulusnya dari SMP, saya menanti-nanti, masa seru seperti apa yang akan saya dapat di tiga tahun ke depan?
Anak kecil dalam dada saya telah tumbuh menjadi laki-laki dengan celana yang diturunkan sepinggul, lengkap dengan ikat pinggang berkepala besar dan kaos junkies yang memperlihatkan bentuk badan yang terlalu banyak tulang. Kala itu, masa SMA saya dipenuhi film berlatar SMA. Mulai dari Ada Apa Dengan Cinta (AADC), hingga Catatan Akhir Sekolah. Di kepala saya, seperti ada peraturan tidak tertulis yang menyatakan kalau SMA adalah satu-satunya masa yang mewajarkan saya untuk jadi anak nakal. Tentu, ini pandangan yang salah. Dan tentu, satu-satunya hal nakal yang saya lakukan adalah ketika acara pensi, sewaktu band metal bermain dan teman-teman yang lain berkerumun di tengah lapangan untuk moshing, saya justru berteriak mantap: “Yomaaan!”
Insting reggae saya tidak bisa dikalahkan.
Ketika itu saya sama sekali tidak memahami pentingnya pendidikan. Bahwa SMA adalah bunyi tembakan sebelum para pembelajar melesat keluar dari garis start menuju sesuatu bernama kehidupan.
Bagaimana materi SMA secara tidak langsung melatih kemampuan saya dalam berpikir logis, mengambil keputusan, dan membentuk kerangka berpikir yang saya gunakan hingga saat ini.
Alih-alih, lingkungan saya malah menganggap sekolah seperti penjara yang mengekang. Ini terlihat dari berbagai kesan dan pesan yang ditulis anak kelas tiga di buku tahunan. Mulai dari yang bilang: “Sekolahku penjaraku!” sampai yang blak-blakan “Pak D*ddy ngasih peer mulu! Kita gak cuma belajar biologi aja, Pak! Kimia, fisika, matematika juga! Bapak, sih, enak ngajarnya itu doang. Kita semuanya!”
Padahal, pak D*ddy pas SMA juga belajar semuanya.
Sekarang, setelah bergabung bersama Ruangguru, sedikit banyak saya mencari tahu soal pendidikan. Mata saya yang selama ini menyipit karena hanya melihat dari sudut pandang murid, pelan-pelan terbuka. Saya malah penasaran: “Sebenarnya, kayak apa, sih, pendidikan yang dimauin di Indonesia ini? Lalu, bagaimana dengan sistem pendidikan di belahan bumi lain?”
Pertanyaan ini membawa saya kepada laki-laki bernama Suwardi Suryaningrat. Penggagas Taman Siswa. Kamu mungkin mengenalnya dengan Ki Hajar Dewantara.
Orang ini, kalau kamu belum tahu, adalah salah satu jagoan saya. Bagaimana tidak, sewaktu Belanda menyelenggarakan pesta di Indonesia, dia kepikiran untuk membuat surat protes. Andai Aku Seorang Belanda, tulisnya di koran De Expres. Pedes gak tuh? Protesnya pakai satir..
Kepeduliannya terhadap pendidikan juga terlihat dari konsep ajar sistem among (kekeluargaan). Dia juga bilang kalau mendidik anak adalah soal mendidik rakyat. Bahkan, dalam Pusara (1940), dia bilang kalau tidak baik menyeragamkan hal-hal yang perlu diseragamkan.
Dia ngomong gitu di zaman belanda, men. Sembah.
Kalau penasaran sama detail orang ini, kamu bisa ketik aja di kolom search ruangbaca ini pake “Ki Hajar Dewantara”, atau “Suwardi Suryaningrat”.
Biasanya, sih, kalau ngomongin dia, topik akan berlanjut dengan membandingkan semangat pendidikan yang dia bawa dengan kenyataan di Indonesia sekarang. Berhubung angkatan saya beda dengan you you sekalian, jadi kita coba diskusi di kolom komentar aja ya. Kayak gimana, sih, cara guru mengajar, poin yang bisa kamu ambil di sekolah, atau kebiasaan kamu belajar di sekolah.
Nah, berhubung tahun ini hasil PISA 2025 masih dalam proses, dan besok adalah hari pendidikan internasional, dan saya baru menyelesaikan Cleverlands-nya Lucy Crehan, mari kita bandingkan sistem pendidikan di berbagai negara.
Sistem Pendidikan Finlandia
Satu hal yang sangat menonjol dari negara ini adalah kecintaannya pada membaca. Nggak, pemerintah di sana tidak menggalakkan ODOJ alias one day one juz supaya anak terbiasa membaca. Dibanding dibiasain membaca, orangtua justru memulai dengan sesuatu yang lebih fundamental: menyebarkan kecintaan terhadap membaca.
Akhir kata, orang sana mau baca ya karena suka.
Hal lain yang unik adalah, di Finlandia, anak masuk sekolah di usia 7 tahun. Selain terlambat, masa preschool di Finlandia diisi kegiatan sosial aja. Murni main sama temen se-TK. Kumpul, nongkrong, nge-vape. Gitu-gitu, deh.
Bagi orang Finlandia, lebih baik mematangkan kondisi otak sampai waktunya benar-benar pas sebelum akhirnya dijejali hal yang sifatnya kognitif kayak materi sekolah.
Menariknya, penelitian bilang kalau telat masuk sekolah akan mengurangi susah fokus dan hiperaktif di umur 7 tahun. Efeknya bahkan masih terasa sampai usia 11. Buat cowok, masuk di usia 7 akan mengurangi masalah kesehatan mental di usia 18 tahun (pas lulus SMA!). Buat cewek, kebiasaan ini dapat mengurangi tingkat anak yang hamil di usia dini.
Keliatannya enak, kan? Sekolah telat, pas TK main doang, tapi kok gedenya cerdas?
Ada dua alasannya. Pertama, sebelum sekolah, anak harus masuk preschool. Kedua, preschool di Finlandia bagus.
Karena dari preschool udah diajak belajar sambil bermain, kondisi psikologis anak jadi bahagia, dan dampaknya akan terasa sampai dewasa.
Anak-anak Finlandia berpikir bahwa menjadi pembelajar adalah hal yang menyenangkan.
Ini agak beda dengan zaman saya kecil dahulu. Pukul 6 sore emak sudah meneriaki dari dalam rumah, ‘Deeek, pulang! Belajar! Di luar mulu. Diculik kolong wewe tahu rasa lu!”
Nyuruh pulangnya sih gakpapa. Diculik kolong wewenya itu lho…
Selain murid punya motivasi tinggi, sekolah di Finlandia sadar bahwa penyebab murid kesulitan akademis bukan hanya karena dia tidak pintar. Bisa jadi salah satu dari faktor lain. Misalnya, masalah di lingkungan sosial, perasaan/emosinya yang kacau, atau kesehatan fisiknya tidak prima. Makanya, selain guru, sekolah di FInlandia ada dokter gigi, perawat, speech therapist, sampai psikolog.
Tentunya, bagusnya sistem pendidikan di FInlandia tidak lepas dari peran guru yang ada di sana. So, let’s talk about Finland’s teachers.
Kepedulian Finlandia menjadi negara yang care sama pendidikan telah muncul sejak 1860, ketika mereka masih jadi bagian kerajaan Rusia. Mereka percaya bahwa membangun pendidikan negara sama dengan membangun peradaban di masa depan.
Ya. Di FInlandia, pemerintah memberikan kebebasan penuh terhadap guru (autonomy) soal materi apa yang diajar, metode, pemberian nilai, dan penentuan kelulusan anak. Segala keputusan ada di tangan guru. Saking percayanya, pemerintah bahkan tidak melakukan sidak dan evaluasi terhadap guru.
Mereka, sepenuhnya percaya terhadap kinerja guru.
Well, mungkin karena menjadi guru di Finlandia itu butuh kerja keras. Perlu lima tahun belajar khusus, training yang ketat, serta mengikuti pelatihan setiap tahun. Guru juga dibekali textbook yang berisi strategi ajar, riset akademik, petunjuk spesifik pengajaran, dan pengalaman dari guru-guru terbaik di sana.
Gairah dan tingginya kesadaran akan pentingya pendidikan ini membuat guru bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saya, sih, tidak tahu apakah kebebasan penuh seperti ini cocok dilakukan di Indonesia. Dengan munculnya penyimpangan sosial seperti yang dialami Joko Susilo beberapa tahun lalu saya malah jadi berpikir, seperti apa efeknya terhadap sistem pendidikan kita?
Jepang
Setelah dari Eropa, kita pindah ke negara yang terkenal dengan teknologi. Kayak apa pendidikan di Jepang? Spoiler: sebetulnya mirip sama kita.
Awal sekolah, Jepang mengenalkan konsep“han” dengan membagi siswa menjadi kelompok kecil yang beranggotakan 4 sampai 5 orang. Kelompok ini nantinya akan melakukan segala aktivitas (makan, duduk, belajar) bersama selama satu bulan penuh. Wow, apakah akan ada cinlok di antara mereka? Saya kira tidak, saudara-saudara. Kan masih pada bocil.
Menginjak SMP, konsep yang diberikan adalah “rentai sekinin”. Sekilas menyerupai han, tapi lebih luas. Sewaktu SMA, saya mengalami ini. Konsep di mana tiap ruangan “dimiliki” oleh satu kelas. Guru yang akan masuk ke kelas kamu. Kamu bisa menghias dan mendekorasi kelas sebebasnya.
Tujuannya: membangun solidaritas siswa. Mereka berharap dengan begini anak yang lebih pintar akan mengajari anak yang kurang mampu menguasai pelajaran. Setiap murid dituntut untuk punya rasa saling memiliki.
Imbas buruknya: bagi Jepang, kesalahan satu anak dianggap kesalahan bersama.
Hasilnya, anak jadi takut salah. Sewaktu guru bertanya, anak tidak aktif karena mereka pikir, dibanding menjawab dan salah dan satu kelas dianggap gak benar, lebih baik mereka diam.
Di Jepang, sifat ini disebut meiwaku.
Tidak berhenti sampai sana. Kebiasaan ini meninggalkan perundungan. Beda kayak perundungan di negara lain (yang biasanya anak badung di kelas cuma satu atau dua), di Jepang, pembulian terjadi sebaliknya. Satu kelas mem-bully beberapa orang.
Lalu, mengapa Jepang menjadi salah satu negara dengan nilai PISA tertinggi?
Mindset.
Orang Jepang terkenal dengan etika bekerja. Budaya gigih yang ada di masyarakat membuat murid pantang menyerah sampai tetes terakhir. Sistem pendidikan yang meritokrasi membuat orang Jepang berpikir “Siapa yang paling rajin = siapa yang akan sukses”
Kebiasaan ini lahir dari rumah. Salah satu perbedaan menonjol antara orangtua jepang dan Amerika ketika melihat anaknya belajar sampai malam adalah ini: Orangtua Amerika akan menyuruh anaknya jangan lupa tidur dan istirahat. Di sisi lain, orangtua Jepang akan terus menunggu anaknya sampai malam. Bahkan memberikan snacks untuk teman belajar si anak.
Tentu, bagi kedua orangtua itu, yang mereka lakukan adalah benar. Orangtua Amerika merasa bahwa kondisi fisik anak harus terjaga dengan tidur. Sementara orangtua Jepang merasa menunggunya adalah bentuk dukungan moral yang membuat anak semangat.
Tahun 1990, Stevenson dan Stigler pernah melakukan penelitian. Mereka membuat persoalan matematika yang tidak bisa dipecahkan, dan ingin mengecek seberapa lama sampai akhirnya si murid menyerah. Hasilnya? Penelitian ini gagal.
Orang Jepang tidak mau menyerah. Serem abis.
Sekarang, kita bahas dari segi guru.
First thing first, dibanding pegawai negeri di sektor lain, guru-guru Jepang mendapat bayaran yang lebih besar. Mereka juga punya semacam pygmalian effect. Apabila guru percaya anak didik akan mengeluarkan potensinya, maka hal itu akan benar-benar terjadi.
Strategi pengajarannya pun dipikirkan dengan baik. Guru selalu memastikan si anak paham sebelum akhirnya pindah ke topik baru. Satu hal yang menjadi ciri khas adalah di Jepang, topik dan waktu belajarnya sedikit, tapi dalam. Dalam seminggu, guru hanya mengajar 17,7 jam jika dibandingkan Amerika yang bisa mencapai 26,8 jam.
Ini cukup berbeda dengan masa saya sekolah. Sewaktu SD, kelas pertama saya dimulai pukul tujuh pagi dan berakhir pukul tiga sore. Jika dijumlahkan tanpa jam istirahat, total saya belajar di Sekolah Dasar mencapai 33,75 jam dalam seminggu. Pantas kepala saya terasa panas. Tiap memasuki pukul dua siang, saya sudah tidak tahu apa yang guru bicarakan. Saya cuma berusaha mencatat apa yang dia jelaskan (atau menggambar pohon kalau terlalu pusing. Pikiran saya waktu itu: biar adem) tanpa paham apa-apa.
Saya pun merasa iri karena ketika itu, kakak saya yang SMP, pulang pukul dua siang (jika ditotal mirip dengan waktu yang digunakan orang Amerika).
Singapura
Ketika bicara Singapura dan pendidikan, kita harus kembali ke 1980. Saat itu, Singapura punya satu masalah serius. Laki-laki memilih untuk menikahi perempuan yang tingkat pendidikannya rendah. Lee Kuan Yew, Perdana Menteri saat itu gusar. Dia bilang, kalau tidak ada perempuan terdidik yang dinikahi, bukan tidak mungkin generasi mendatang Singapura menjadi generasi bodoh.
Maka, pemerintah concern sama pendidikan.
Dan ketika saya bilang concern, itu berarti benar-benar peduli. Sejak saat itu, pemerintah menyiapkan berbagai beasiswa dan program agar guru menjadi profesi yang prestisius.
Seperti halnya Finlandia, anak pertama kali masuk sekolah umur 7 tahun. Tapi, ini yang membedakannya: orang Singapura akan menentukan masa depannya sedari kecil.
Saking “rapi” dan “ikut campurnya” pemerintah, nilai dari PSLE (ujian akhir SD) di umur 12 akan menentukan segalanya. Nilai itu yang akan melempar ke mana kamu melanjutkan pendidikan, siapa lingkar pertemananmu, seperti apa prospek kerjamu dan bahkan… secara tidak langsung menentukan dengan siapa kamu menikah.
Agak horor memang karena kita harus menentukan hidup seseorang dari waktu yang sedini itu. Bagi orang yang menemukan passion menulis sewaktu kuliah seperti saya, sungguh tidak terbayang rasanya masa depan saya ditentukan di umur segitu. Mungkin, dengan nilai SD saya yang bagus (bukan sombong, tapi pas kecil nilai-nilai saya memang cenderung bagus. Maklum, belum tahu kejamnya dunia), saya akan “diarahkan” menjadi peneliti… yang tidak mampu meneliti apa-apa.
Sistem ini yang membuat kompetisi di Singapura jadi superketat. Mau tidak mau, anak sekolah dipicu untuk belajar lebih giat. Ini terlihat dari 50% bagian toko buku di mal yang berisi buku berbau pendidikan. Murid juga banyak mengikuti les atau pelajaran tambahan di tempat lain. Hal ini masih ditambah kepercayaan orang Tionghoa singapura yang meyakini bahwa segala sesuatu ditentukan dari kerja keras.
Berbanding terbalik dengan situasi negara lain, tingkat soal ujian di SIngapura semakin lama makin susah. Bayangkan, level soal ujian yang diberikan dua tahun lebih sulit dari level soal yang ada di buku paket. Makanya, anak dituntut belajar sendiri. Mencari tahu dari buku lain yang dijual bebas, atau ikut les tambahan.
Tekanan tidak hanya datang dari sana. Di masa depan, setiap anak harus memenuhi kebutuhan finansial orangtuanya. Ya, secara hukum, orangtua bisa menuntut anaknya yang tidak menghidupinya.
Lalu, bagaimana agar si anak punya uang untuk memenuhi kebutuhannya dan orangtua? Jawab: punya posisi bagus di pekerjaan. Bagaimana punya posisi bagus di pekerjaan? Jawab: punya latar belakang pendidikan yang bagus. Gimana punya latar belakang pendidikan yang bagus? Jawab: punya nilai ujian akhir yang bagus.
Dan, di situlah akarnya.
Berdasarkan PISA, anak di Singapura memang salah satu yang tercerdas di dunia. Namun di sisi lain, anak Singapura merupakan salah satu yang paling takut setiap mendengar kata “gagal” dan “ujian”.
Yulia (bukan nama sebenarnya) dilansir dari todayonline.com mengaku punya masalah kecemasan sejak sembilan tahun. “Saya belajar agar saya tidak dianggap gagal,” katanya, dan “Saya terintimidasi ketika melihat nilai teman saya, karena kompetisi di sini tidak terhindarkan.”
Sistem luar biasa ketat ini membuat saya bersyukur tinggal di Indonesia. Saya yang punya motto hidup “santuy is my live” dan “my trip… my santuy live” (pokoknya, santuy ae lah!) saja masih suka merasa lelah karena berkejaran dengan tekanan hidup di Jakarta yang harus terbiasa cepat. Gimana harus merasakan itu dari kecil.
Tiongkok
Dua huruf yang menjadi ciri khas sistem pendidikan di Tiongkok adalah PR. Seperti yang sudah saya singgung tentang kultur orang Asia TImur, orang Tionghoa percaya kalau kerja keras adalah kunci. Kamu mungkin pernah melihat meme di mana pasukan orang Tionghoa berdiri sangat tegap dan setelah di-zoom… ternyata di kerah bajunya ada jarum yang akan menusuk kalau dia menunduk. That’s it. That’s the point.
Ini kegigihan yang sangat mencirikan orang di Asia TImur sih.
Karakter gigih ini memang dipupuk dari kecil. Ibu-ibu di Tiongkok meyakini bahwa kegagalan anak di sekolah terjadi karena kurang kerja keras. Bukan akibat sakit, ada masalah, atau kurang cerdas.
Ketika ditanya tentang definisi anak baik, Ibu di Tiongkok menjawab dengan tiga poin.Anak baik adalah mereka yang disiplin, kerja keras, dan pintar. Dibanding memberikan apresiasi, orangtua di Tiongkok memilih untuk menunjukan bagian mana dari anaknya yang salah.
Bagi mereka, ini dilakukan demi perkembangan kemampuan si anak.
Meski demikian, jauh di lubuk hari ibu-ibu ini, mereka tidak tega memberikan tekanan yang begitu besar kepada anaknya. Alih-alih, orangtua justru mendapat pressure dari guru di sekolah. Seorang guru bisa mengirimkan pesan sampai 10 kali untuk memastikan orangtua agar mendampingi dan menanyakan progress PR anaknya di rumah.
Tiongkok juga menerapkan sistem zonasi sekolah. Namanya hukou. Meskipun dari kecil kamu sudah tinggal di Shanghai, jika orangtuamu terdaftar tinggal di distrik lain, kamu hanya punya dua pilihan di umur 13 tahun: 1) kembali ke kampung halaman, 2) tidak lanjut SMA.
Satu-satunya sekolah yang menerima murid dari berbagai distrik adalah sekolah percontohan. Masalahnya, sekolah ini mahal. Maka di sini muncul gosip yang tidak sedap: guru menekan orangtua di rumah, orangtua menekan anak, anak kerja keras mendapatkan nilai bagus, nama sekolah jadi beken karena punya siswa yang nilainya bagus, sehingga mereka bisa menarik uang SPP mahal.
Selain karakter masyarakat, jiwa kompetisi mereka juga tumbuh dari gaokao, semacam UTBK bagi orang Tiongkok. Di sana, dari 9 juta peserta gaokao, hanya 7 juta yang masuk universitas dan kurang dari ribuan yang masuk kampus top. Tahu apa yang membuat saya takjub? Di periode ini, jam sekolah bisa melebar hingga 12 jam per harinya. Belum ditambah PR yang harus dikerjakan begitu sampai rumah.
Anak sekolah di Tiongkok memilih belajar menggunakan metode pengulangan. Mereka akan latihan satu soal, lalu latihan lagi, lalu latihan lagi sampai mereka hafal mati. Sampai mereka bakalan lupa cara ngerjainnya dan mampu mengerjakan soal-soal karena… karena udah sering aja.
Di kelas saja, setiap guru akan memberikan pertanyaan sebanyak 20-120 kali. Mereka membuat ingatan mereka bekerja ke soal-soal. Persis kayak kamu yang terbiasa pulang sekolah nganterin dia, lalu ketika suatu waktu kamu pulang sendiri, tanpa sadar kamu malah pulang ke rumahnya.
Apa? Nggak pernah nganterin orang pulang? Ampun, ampun.
Yang banyak menjadi pertanyaan dengan pola pembelajaran ini adalah tentang skill di abad 21. Mungkin, dengan pengulangan yang dilakukan terus menerus kamu akan lancar mengerjakan soal. Namun, ketika masalah di masyarakat timbul dan kamu butuh problem solving, mampu kah ini bekerja?
—
Kalau kita perhatikan, keempat negara tersebut memang punya sistem pendidikan yang berbeda. Mungkin ada yang bikin kamu iri atau malah bulu kuduk bergidik ngeri. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri, based on PISA, mereka adalah negara-negara yang menghasilkan generasi cerdas. Masih sangat jauh dibanding kita. Kita juga tidak bisa mengubah sistem pendidikan di Indonesia dengan drastis dan tiba-tiba. Kita juga tidak bisa cuma menunggu dan menunggu dan diam saja sampai semua ini berubah sendiri.
Sebagai murid, yang bisa kita lakukan adalah mengubah pola pikir.
Hitung-hitungan yang kamu pelajari di matematika adalah soal meningkatkan logika dan kerangka berpikir. Sejarah adalah soal belajar dari kesalahan dan Fisika tentang connecting the dots.
Dan segala ilmu yang kamu pelajari, sebenar-benarnya berguna karena seperti kata Tan Malaka, tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan.
Selamat hari pendidikan internasional,
tim Ruangbaca.
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Artikel ini berisi perbandingan sistem pendidikan di berbagai negera. Mulai dari Finlandia, Jepang, Singapura, hingga Tiongkok. Mana yang menurutmu oke?" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?" />
<meta property="og:description" content="Artikel ini berisi perbandingan sistem pendidikan di berbagai negera. Mulai dari Finlandia, Jepang, Singapura, hingga Tiongkok. Mana yang menurutmu oke?" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2026-01-23T05:44:18+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2026-01-23T09:00:06+00:00" />
<meta name="author" content="Kresnoadi" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Kresnoadi" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="15 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara","url":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara","name":"Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/ecade489-badd-4326-a61d-df143a879606.png","datePublished":"2026-01-23T05:44:18+00:00","dateModified":"2026-01-23T09:00:06+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"description":"Artikel ini berisi perbandingan sistem pendidikan di berbagai negera. Mulai dari Finlandia, Jepang, Singapura, hingga Tiongkok. Mana yang menurutmu oke?","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara#primaryimage","url":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/ecade489-badd-4326-a61d-df143a879606.png","contentUrl":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/ecade489-badd-4326-a61d-df143a879606.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/kresnoadi"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain? Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/7360" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=7360' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fsistem-pendidikan-berbagai-negara" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fsistem-pendidikan-berbagai-negara&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-7360 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru">Fakta Seru</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain? </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/kresnoadi" class="">Kresnoadi</a> </p>
<p class="content-info"><span>January 23, 2026 • </span> <span>15 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/ecade489-badd-4326-a61d-df143a879606.png" alt="Sistem Pendidikan Indonesia" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Dalam rangka hari pendidikan internasional, tim Ruangbaca mencoba membandingkan sistem pendidikan di berbagai negara. Mulai dari Finlandia, Singapura, Jepang, Tiongkok hingga Tiongkok.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">[<em>Peringatan: tulisan ini panjang, tapi seru. Barangsiapa yang berhasil baca sampai akhir dan komentar niscaya mendapat kemudahan di jam sekolah]</em></p>
<p style="text-align: justify;">Berkat kalimat “Masa SMA adalah masa yang paling indah” yang entah beredar dari mana, mengenakan seragam putih abu-abu menjadi mimpi kecil sebagian mereka yang masih SD maupun SMP. Termasuk saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selulusnya dari SMP, saya menanti-nanti, masa seru seperti apa yang akan saya dapat di tiga tahun ke depan?</p>
<p style="text-align: justify;">Anak kecil dalam dada saya telah tumbuh menjadi laki-laki dengan celana yang diturunkan sepinggul, lengkap dengan ikat pinggang berkepala besar dan kaos <em>junkies </em>yang memperlihatkan bentuk badan yang terlalu banyak tulang<em>. </em>Kala itu, masa SMA saya dipenuhi film berlatar SMA. Mulai dari Ada Apa Dengan Cinta (AADC), hingga Catatan Akhir Sekolah. Di kepala saya, seperti ada peraturan tidak tertulis yang menyatakan kalau SMA adalah satu-satunya <em>masa</em> <em>yang mewajarkan saya untuk jadi anak nakal. </em>Tentu, ini pandangan yang salah. Dan tentu, satu-satunya hal nakal yang saya lakukan adalah ketika acara pensi, sewaktu band metal bermain dan teman-teman yang lain berkerumun di tengah lapangan untuk <em>moshing</em>, saya justru berteriak mantap: “Yomaaan!”</p>
<p style="text-align: justify;">Insting reggae saya tidak bisa dikalahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika itu saya sama sekali tidak memahami pentingnya pendidikan. Bahwa SMA adalah bunyi tembakan sebelum para pembelajar melesat keluar dari garis <em>start</em> menuju sesuatu bernama kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana materi SMA secara tidak langsung melatih kemampuan saya dalam berpikir logis, mengambil keputusan, dan membentuk kerangka berpikir yang saya gunakan hingga saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Alih-alih, lingkungan saya malah menganggap sekolah seperti penjara yang mengekang. Ini terlihat dari berbagai kesan dan pesan yang ditulis anak kelas tiga di buku tahunan. Mulai dari yang bilang: “Sekolahku penjaraku!” sampai yang blak-blakan “Pak D*ddy ngasih peer mulu! Kita gak cuma belajar biologi aja, Pak! Kimia, fisika, matematika juga! Bapak, sih, enak ngajarnya itu doang. Kita semuanya!”</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, pak D*ddy pas SMA juga belajar semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, setelah bergabung bersama Ruangguru, sedikit banyak saya mencari tahu soal pendidikan. Mata saya yang selama ini menyipit karena hanya melihat dari sudut pandang murid, pelan-pelan terbuka. Saya malah penasaran: “Sebenarnya, kayak apa, sih, pendidikan yang dimauin di Indonesia ini? Lalu, bagaimana dengan sistem pendidikan di belahan bumi lain?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan ini membawa saya kepada laki-laki bernama Suwardi Suryaningrat. Penggagas Taman Siswa. Kamu mungkin mengenalnya dengan <strong><a href="/hari-pendidikan-nasional" target="_blank" rel="noopener">Ki Hajar Dewantara</a>.</strong></p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/infografik%20ki%20hajar%20dewantara-1.png" alt="infografik ki hajar dewantara-1" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Orang ini, kalau kamu belum tahu, adalah salah satu jagoan saya. Bagaimana tidak, sewaktu Belanda menyelenggarakan pesta di Indonesia, dia kepikiran untuk membuat surat protes. Andai Aku Seorang Belanda, tulisnya di koran De Expres. Pedes gak tuh? Protesnya pakai satir..</p>
<p style="text-align: justify;">Kepeduliannya terhadap pendidikan juga terlihat dari konsep ajar sistem among (kekeluargaan). Dia juga bilang kalau mendidik anak adalah soal mendidik rakyat. Bahkan, dalam Pusara (1940), dia bilang kalau <em>tidak baik menyeragamkan hal-hal yang perlu diseragamkan.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dia ngomong gitu di zaman belanda, men. Sembah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau penasaran sama detail orang ini, kamu bisa ketik aja di kolom search ruangbaca ini pake “<strong><a href="https://www.ruangguru.com/blog/ki-hadjar-dewantara-sang-bapak-pendidikan-nasional">Ki Hajar Dewantara</a></strong>”, atau “Suwardi Suryaningrat”.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, sih, kalau ngomongin dia, topik akan berlanjut dengan membandingkan semangat pendidikan yang dia bawa dengan kenyataan di Indonesia sekarang. Berhubung angkatan saya beda dengan you you sekalian, jadi kita coba diskusi di kolom komentar aja ya. Kayak gimana, sih, cara guru mengajar, poin yang bisa kamu ambil di sekolah, atau kebiasaan kamu belajar di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="background-color: #ffff04;"><br />
<script>(function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https://embed.ex.co/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk'));</script><br />
</span></p>
<div class="playbuzz" data-id="4b120e7e-476d-49c1-928d-1f9164c71c35" data-show-share="false" data-show-info="false"></div>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Nah, berhubung tahun ini <strong><a href="https://blog.ruangguru.com/menilik-skor-uji-pendidikan-bernama-pisa-di-beragam-negara">hasil PISA 2025 masih dalam proses,</a></strong> dan besok adalah<strong> <a href="http://blog.ruangguru.com/hari-pendidikan-internasional">hari pendidikan internasional</a>,</strong> dan saya baru menyelesaikan Cleverlands-nya Lucy Crehan, mari kita bandingkan sistem pendidikan di berbagai negara.</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Sistem Pendidikan Finlandia</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang sangat menonjol dari negara ini adalah kecintaannya pada membaca. Nggak, pemerintah di sana tidak menggalakkan ODOJ alias <em>one day one juz </em>supaya anak terbiasa membaca<em>. </em>Dibanding dibiasain membaca, orangtua justru memulai dengan sesuatu yang lebih fundamental: menyebarkan <em>kecintaan</em> terhadap membaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata, orang sana mau baca ya karena suka.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang unik adalah, di Finlandia, anak masuk sekolah di usia 7 tahun. Selain terlambat, masa <em>preschool</em> di Finlandia diisi kegiatan sosial aja. Murni main sama temen se-TK. Kumpul, nongkrong, <span style="text-decoration: line-through;">nge-vape</span>. Gitu-gitu, deh.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang Finlandia, lebih baik mematangkan kondisi otak sampai waktunya benar-benar pas sebelum akhirnya dijejali hal yang sifatnya kognitif kayak materi sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Menariknya, penelitian bilang kalau telat masuk sekolah <strong>akan mengurangi susah fokus dan hiperaktif di umur 7 tahun.</strong> Efeknya bahkan masih terasa sampai usia 11. Buat cowok, masuk di usia 7 akan mengurangi masalah kesehatan mental di usia 18 tahun (pas lulus SMA!). Buat cewek, kebiasaan ini dapat mengurangi tingkat anak yang hamil di usia dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Keliatannya enak, kan? Sekolah telat, pas TK main doang, tapi kok gedenya cerdas?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua alasannya. Pertama, sebelum sekolah, anak harus masuk <em>preschool</em>. Kedua, <em>preschool</em> di Finlandia bagus.</p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/kenapa%20preschool%20di%20finlandia%20bagus.png" alt="kenapa preschool di finlandia bagus" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Karena dari <em>preschool</em> udah diajak belajar sambil bermain, kondisi psikologis anak jadi bahagia, dan dampaknya akan terasa sampai dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak Finlandia berpikir bahwa <strong>menjadi pembelajar adalah hal yang menyenangkan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini agak beda dengan zaman saya kecil dahulu. Pukul 6 sore emak sudah meneriaki dari dalam rumah, ‘Deeek, pulang! Belajar! Di luar mulu. Diculik kolong wewe tahu rasa lu!”</p>
<p style="text-align: justify;">Nyuruh pulangnya sih gakpapa. Diculik kolong wewenya itu lho…</p>
<p style="text-align: justify;">Selain murid punya motivasi tinggi, sekolah di Finlandia sadar bahwa penyebab murid kesulitan akademis <strong>bukan hanya karena dia tidak pintar. </strong>Bisa jadi salah satu dari faktor lain. Misalnya, masalah di lingkungan sosial, perasaan/emosinya yang kacau, atau kesehatan fisiknya tidak prima. Makanya, selain guru, sekolah di FInlandia ada dokter gigi, perawat, <em>speech therapist</em>, sampai psikolog.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya, bagusnya sistem pendidikan di FInlandia tidak lepas dari peran guru yang ada di sana. <em>So, let’s talk about Finland’s teachers.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kepedulian Finlandia menjadi negara yang <em>care </em>sama pendidikan telah muncul sejak 1860, ketika mereka masih jadi bagian kerajaan Rusia. Mereka percaya bahwa membangun pendidikan negara sama dengan membangun peradaban di masa depan.</p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/hal%20yang%20memotivasi%20guru%20finlandia.png" alt="hal yang memotivasi guru finlandia" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Ya. Di FInlandia, pemerintah memberikan kebebasan penuh terhadap guru (<em>autonomy</em>) soal materi apa yang diajar, metode, pemberian nilai, dan penentuan kelulusan anak. Segala keputusan ada di tangan guru. Saking percayanya, pemerintah bahkan tidak melakukan sidak dan evaluasi terhadap guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka, sepenuhnya percaya terhadap kinerja guru.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Well</em>, mungkin karena menjadi guru di Finlandia itu butuh kerja keras. Perlu lima tahun belajar khusus, <em>training</em> yang ketat, serta mengikuti pelatihan setiap tahun. Guru juga dibekali <em>textbook </em>yang berisi strategi ajar, riset akademik, petunjuk spesifik pengajaran, dan pengalaman dari guru-guru terbaik di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Gairah dan tingginya kesadaran akan pentingya pendidikan ini membuat guru bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saya, sih, tidak tahu apakah kebebasan penuh seperti ini cocok dilakukan di Indonesia. Dengan munculnya penyimpangan sosial seperti yang dialami <strong><a href="https://blog.ruangguru.com/penyimpangan-sosial-di-sekolah-dalam-momentum-hari-guru">Joko Susilo beberapa tahun lalu</a></strong> saya malah jadi berpikir, seperti apa efeknya terhadap sistem pendidikan kita?</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Jepang</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Setelah dari Eropa, kita pindah ke negara yang terkenal dengan teknologi. Kayak apa pendidikan di Jepang? <em>Spoiler</em>: sebetulnya mirip sama kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Awal sekolah, Jepang mengenalkan konsep“han” dengan membagi siswa menjadi <strong>kelompok kecil yang beranggotakan 4 sampai 5 orang.</strong> Kelompok ini nantinya akan melakukan segala aktivitas (makan, duduk, belajar) bersama selama satu bulan penuh. Wow, apakah akan ada cinlok di antara mereka? Saya kira tidak, saudara-saudara. Kan masih pada bocil.</p>
<p style="text-align: justify;">Menginjak SMP, konsep yang diberikan adalah “rentai sekinin”. Sekilas menyerupai han, tapi lebih luas. Sewaktu SMA, saya mengalami ini. Konsep di mana tiap ruangan “dimiliki” oleh satu kelas. Guru yang akan masuk ke kelas kamu. Kamu bisa menghias dan mendekorasi kelas sebebasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuannya: <strong>membangun solidaritas siswa</strong>. Mereka berharap dengan begini anak yang lebih pintar akan mengajari anak yang kurang mampu menguasai pelajaran. Setiap murid dituntut untuk punya rasa saling memiliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Imbas buruknya: bagi Jepang, kesalahan satu anak dianggap kesalahan bersama.</p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/kelebihan%20dan%20kekurangan%20rentai%20sekinin.png" alt="kelebihan dan kekurangan rentai sekinin" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya, <strong>anak jadi takut salah.</strong> Sewaktu guru bertanya, anak tidak aktif karena mereka pikir, dibanding menjawab dan salah dan satu kelas dianggap gak benar, lebih baik mereka diam.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jepang, sifat ini disebut <em>meiwaku.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak berhenti sampai sana. Kebiasaan ini meninggalkan <strong>perundungan</strong>. Beda kayak perundungan di negara lain (yang biasanya anak badung di kelas cuma satu atau dua), di Jepang, pembulian terjadi sebaliknya. <strong>Satu kelas mem-<em>bully</em> beberapa orang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, mengapa Jepang menjadi salah satu negara dengan nilai PISA tertinggi?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mindset.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Orang Jepang terkenal dengan etika bekerja. Budaya gigih yang ada di masyarakat membuat murid pantang menyerah sampai tetes terakhir. Sistem pendidikan yang meritokrasi membuat orang Jepang berpikir “Siapa yang paling rajin = siapa yang akan sukses”</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan ini lahir dari rumah. Salah satu perbedaan menonjol antara orangtua jepang dan Amerika ketika melihat anaknya belajar sampai malam adalah ini: Orangtua Amerika akan menyuruh anaknya jangan lupa tidur dan istirahat. Di sisi lain, orangtua Jepang akan terus menunggu anaknya sampai malam. Bahkan memberikan <em>snacks </em>untuk teman belajar si anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu, bagi kedua orangtua itu, yang mereka lakukan adalah benar. Orangtua Amerika merasa bahwa kondisi fisik anak harus terjaga dengan tidur. Sementara orangtua Jepang merasa menunggunya adalah bentuk dukungan moral yang membuat anak semangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1990, Stevenson dan Stigler pernah melakukan penelitian. Mereka membuat persoalan matematika yang tidak bisa dipecahkan, dan ingin mengecek seberapa lama sampai akhirnya si murid menyerah. Hasilnya? Penelitian ini gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Jepang tidak mau menyerah. Serem abis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, kita bahas dari segi guru.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>First thing first</em>, dibanding pegawai negeri di sektor lain, guru-guru Jepang mendapat bayaran yang lebih besar. Mereka juga punya semacam pygmalian <em>effect</em>. Apabila guru percaya anak didik akan mengeluarkan potensinya, maka hal itu akan benar-benar terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Strategi pengajarannya pun dipikirkan dengan baik. Guru selalu memastikan si anak paham sebelum akhirnya pindah ke topik baru. Satu hal yang menjadi ciri khas adalah di Jepang, topik dan waktu belajarnya<strong> sedikit, tapi dalam. </strong>Dalam seminggu, guru hanya mengajar 17,7 jam jika dibandingkan Amerika yang bisa mencapai 26,8 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini cukup berbeda dengan masa saya sekolah. Sewaktu SD, kelas pertama saya dimulai pukul tujuh pagi dan berakhir pukul tiga sore. Jika dijumlahkan tanpa jam istirahat, total saya belajar di Sekolah Dasar mencapai 33,75 jam dalam seminggu. Pantas kepala saya terasa panas. Tiap memasuki pukul dua siang, saya sudah tidak tahu apa yang guru bicarakan. Saya cuma berusaha mencatat apa yang dia jelaskan (atau menggambar pohon kalau terlalu pusing. Pikiran saya waktu itu: biar adem) tanpa paham apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pun merasa iri karena ketika itu, kakak saya yang SMP, pulang pukul dua siang (jika ditotal mirip dengan waktu yang digunakan orang Amerika).</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Singapura</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Ketika bicara Singapura dan pendidikan, kita harus kembali ke 1980. Saat itu, Singapura punya satu masalah serius. Laki-laki memilih untuk menikahi perempuan yang tingkat pendidikannya rendah. Lee Kuan Yew, Perdana Menteri saat itu gusar. Dia bilang, kalau tidak ada perempuan terdidik yang dinikahi, bukan tidak mungkin generasi mendatang Singapura menjadi generasi bodoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, pemerintah <em>concern</em> sama pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika saya bilang <em>concern, </em>itu berarti benar-benar peduli<em>. </em>Sejak saat itu, pemerintah menyiapkan berbagai beasiswa dan program agar guru menjadi profesi yang prestisius.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya Finlandia, anak pertama kali masuk sekolah umur 7 tahun. Tapi, ini yang membedakannya: <strong>orang Singapura akan menentukan masa depannya sedari kecil.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saking “rapi” dan “ikut campurnya” pemerintah, nilai dari PSLE (ujian akhir SD) di umur 12 akan menentukan segalanya. Nilai itu yang akan melempar ke mana kamu melanjutkan pendidikan, siapa lingkar pertemananmu, seperti apa prospek kerjamu dan bahkan… secara tidak langsung menentukan dengan siapa kamu menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Agak horor memang karena kita harus menentukan hidup seseorang dari waktu yang sedini itu. Bagi orang yang menemukan <em>passion </em>menulis sewaktu kuliah seperti saya, sungguh tidak terbayang rasanya masa depan saya ditentukan di umur segitu. Mungkin, dengan nilai SD saya yang bagus (bukan sombong, tapi pas kecil nilai-nilai saya memang cenderung bagus. Maklum, belum tahu kejamnya dunia), saya akan “diarahkan” menjadi peneliti… yang tidak mampu meneliti apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem ini yang membuat kompetisi di Singapura jadi superketat. Mau tidak mau, anak sekolah dipicu untuk belajar lebih giat. Ini terlihat dari 50% bagian toko buku di mal yang berisi buku berbau pendidikan. Murid juga banyak mengikuti les atau pelajaran tambahan di tempat lain. Hal ini masih ditambah kepercayaan orang Tionghoa singapura yang meyakini bahwa segala sesuatu ditentukan dari kerja keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan situasi negara lain, tingkat soal ujian di SIngapura semakin lama makin susah. Bayangkan, <strong>level soal ujian yang diberikan dua tahun lebih sulit dari level soal yang ada di buku paket</strong>. Makanya, anak dituntut belajar sendiri. Mencari tahu dari buku lain yang dijual bebas, atau ikut les tambahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tekanan tidak hanya datang dari sana. Di masa depan, setiap anak harus memenuhi kebutuhan finansial orangtuanya. Ya, secara hukum, orangtua bisa menuntut anaknya yang tidak menghidupinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana agar si anak punya uang untuk memenuhi kebutuhannya dan orangtua? Jawab: punya posisi bagus di pekerjaan. Bagaimana punya posisi bagus di pekerjaan? Jawab: punya latar belakang pendidikan yang bagus. Gimana punya latar belakang pendidikan yang bagus? Jawab: punya nilai ujian akhir yang bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, di situlah akarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan PISA, anak di Singapura memang salah satu yang tercerdas di dunia. Namun di sisi lain, anak Singapura merupakan<strong> salah satu yang paling takut setiap mendengar kata “gagal” dan “ujian”.</strong></p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/anak%20singapura%20takut%20gagal.png" alt="anak singapura takut gagal" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Yulia (bukan nama sebenarnya) dilansir dari <strong><a href="https://www.todayonline.com/singapore/brilliant-minds-anxious-souls-top-students-discuss-their-fear-failure-demons-after-pisa">todayonline.com</a> </strong>mengaku punya masalah kecemasan sejak sembilan tahun. “Saya belajar agar saya tidak dianggap gagal,” katanya, dan “Saya terintimidasi ketika melihat nilai teman saya, karena kompetisi di sini tidak terhindarkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem luar biasa ketat ini membuat saya bersyukur tinggal di Indonesia. Saya yang punya motto hidup “santuy is my live” dan “my trip… my santuy live” (pokoknya, santuy ae lah!) saja masih suka merasa lelah karena berkejaran dengan tekanan hidup di Jakarta yang harus terbiasa cepat. Gimana harus merasakan itu dari kecil.</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Tiongkok</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Dua huruf yang menjadi ciri khas sistem pendidikan di Tiongkok adalah <strong>PR. </strong>Seperti yang sudah saya singgung tentang kultur orang Asia TImur, <strong>orang Tionghoa percaya kalau kerja keras adalah kunci.</strong> Kamu mungkin pernah melihat <em>meme</em> di mana pasukan orang Tionghoa berdiri sangat tegap dan setelah di-<em>zoom</em>… ternyata di kerah bajunya ada jarum yang akan menusuk kalau dia menunduk. <em>That’s it. That’s the point.</em></p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/cara%20kerja%20keras%20orang%20tiongkok.png" alt="cara kerja keras orang tiongkok" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Ini kegigihan yang sangat mencirikan orang di Asia TImur sih.</p>
<p style="text-align: justify;">Karakter gigih ini memang dipupuk dari kecil. Ibu-ibu di Tiongkok meyakini bahwa kegagalan anak di sekolah terjadi karena kurang kerja keras. Bukan akibat sakit, ada masalah, atau kurang cerdas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ditanya tentang definisi anak baik, Ibu di Tiongkok menjawab dengan tiga poin.Anak baik adalah mereka yang disiplin, kerja keras, dan pintar. Dibanding memberikan apresiasi, orangtua di Tiongkok memilih untuk menunjukan bagian mana dari anaknya yang salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka, ini dilakukan demi perkembangan kemampuan si anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, jauh di lubuk hari ibu-ibu ini, mereka tidak tega memberikan tekanan yang begitu besar kepada anaknya. Alih-alih, orangtua justru mendapat <em>pressure </em>dari guru di sekolah. Seorang guru bisa mengirimkan pesan sampai 10 kali untuk memastikan orangtua agar mendampingi dan menanyakan <em>progress </em>PR anaknya di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiongkok juga menerapkan sistem zonasi sekolah. Namanya hukou. Meskipun dari kecil kamu sudah tinggal di Shanghai, jika orangtuamu terdaftar tinggal di distrik lain, kamu hanya punya dua pilihan di umur 13 tahun: 1) kembali ke kampung halaman, 2) tidak lanjut SMA.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu-satunya sekolah yang menerima murid dari berbagai distrik adalah sekolah percontohan. Masalahnya, sekolah ini mahal. Maka di sini muncul gosip yang tidak sedap: guru menekan orangtua di rumah, orangtua menekan anak, anak kerja keras mendapatkan nilai bagus, nama sekolah jadi beken karena punya siswa yang nilainya bagus, sehingga mereka bisa menarik uang SPP mahal.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain karakter masyarakat, jiwa kompetisi mereka juga tumbuh dari gaokao, semacam UTBK bagi orang Tiongkok. Di sana, dari 9 juta peserta gaokao, hanya 7 juta yang masuk universitas dan kurang dari ribuan yang masuk kampus top. Tahu apa yang membuat saya takjub? Di periode ini, jam sekolah bisa melebar hingga 12 jam per harinya. Belum ditambah PR yang harus dikerjakan begitu sampai rumah.</p>
<p><img decoding="async" style="width: 600px; display: block; margin: 0px auto;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/rahasia%20guru%20tiongkok.png" alt="rahasia guru tiongkok" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Anak sekolah di Tiongkok memilih belajar menggunakan <strong>metode pengulangan</strong>. Mereka akan latihan satu soal, lalu latihan lagi, lalu latihan lagi sampai mereka <em>hafal mati. </em>Sampai mereka bakalan lupa cara ngerjainnya dan mampu mengerjakan soal-soal karena… karena udah sering aja.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kelas saja, setiap guru akan memberikan pertanyaan sebanyak 20-120 kali. Mereka membuat ingatan mereka bekerja ke soal-soal. Persis kayak kamu yang terbiasa pulang sekolah nganterin dia, lalu ketika suatu waktu kamu pulang sendiri, tanpa sadar kamu malah pulang ke rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa? Nggak pernah nganterin orang pulang? Ampun, ampun.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang banyak menjadi pertanyaan dengan pola pembelajaran ini adalah tentang <em>skill </em>di abad 21. Mungkin, dengan pengulangan yang dilakukan terus menerus kamu akan lancar mengerjakan soal. Namun, ketika masalah di masyarakat timbul dan kamu butuh <em>problem solving</em>, mampu kah ini bekerja?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="background-color: #ffff04;"><br />
<script>(function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(d.getElementById(id))return;js=d.createElement(s);js.id=id;js.src='https://embed.ex.co/sdk.js';fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}(document,'script','playbuzz-sdk'));</script><br />
</span></p>
<div class="playbuzz" data-id="6464a939-fbf3-4ea0-87c9-59e35e26897a" data-show-share="false" data-show-info="false"></div>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita perhatikan, keempat negara tersebut memang punya sistem pendidikan yang berbeda. Mungkin ada yang bikin kamu iri atau malah bulu kuduk bergidik ngeri. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri, <em>based on PISA, </em>mereka adalah negara-negara yang menghasilkan generasi cerdas. Masih sangat jauh dibanding kita. Kita juga tidak bisa mengubah sistem pendidikan di Indonesia dengan drastis dan tiba-tiba. Kita juga tidak bisa cuma menunggu dan menunggu dan diam saja sampai semua ini berubah sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai murid, yang bisa kita lakukan adalah mengubah pola pikir.</p>
<p style="text-align: justify;">Hitung-hitungan yang kamu pelajari di matematika adalah soal meningkatkan logika dan kerangka berpikir. Sejarah adalah soal belajar dari kesalahan dan Fisika tentang <em>connecting the dots. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Dan segala ilmu yang kamu pelajari, sebenar-benarnya berguna karena seperti kata Tan Malaka, tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Selamat hari pendidikan internasional,</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>tim Ruangbaca.</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://bayar.ruangguru.com/"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg" alt="CTA Ruangguru" /></a></p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/fakta-seru" rel="tag">Fakta Seru</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/5196bc4b-168b-4b6f-8c46-cb076ca8b451.png">
<div>
<h5 class="author-title">Kresnoadi</h5>
<p class="author-description"></p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara&quote=Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?&url=https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/sistem-pendidikan-berbagai-negara&title=Bagaimana Sistem Pendidikan Indonesia Dibanding Negara Lain?"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 7360;
const tags_id = [19];
const category_id = 562;
const sub_category_id = 0;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>