HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>Halo! Kamu tahu kan esai itu apa? Pasti sering dong membaca atau melihatnya? Tapi, apakah kamu sudah tahu tentang sejarah esai? Penting<i>lho</i>bagi kita untuk mengetahui sejarah tentang segala hal yang berkaitan dengan kehidupan kita.</p>
1 <p>Halo! Kamu tahu kan esai itu apa? Pasti sering dong membaca atau melihatnya? Tapi, apakah kamu sudah tahu tentang sejarah esai? Penting<i>lho</i>bagi kita untuk mengetahui sejarah tentang segala hal yang berkaitan dengan kehidupan kita.</p>
2 <p><i>Nah,</i>sebelum kamu mulai menulis berbagai macam bentuk esai, ada baiknya tahu dulu asal-muasal<a><strong>esai</strong></a>diciptakan dan siapakah yang menciptakannya.</p>
2 <p><i>Nah,</i>sebelum kamu mulai menulis berbagai macam bentuk esai, ada baiknya tahu dulu asal-muasal<a><strong>esai</strong></a>diciptakan dan siapakah yang menciptakannya.</p>
3 <h2><strong>Sejarah Esai</strong></h2>
3 <h2><strong>Sejarah Esai</strong></h2>
4 <p>Pada tahun 1500-an, seorang filsuf Perancis yang bernama Montaigne, menulis sebuah buku dengan mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya. Kemudian buku pertama Montaigne diterbitkan pada tahun 1580 dengan judul<i>Essais,</i>yang berarti<i>attempts</i>atau usaha.</p>
4 <p>Pada tahun 1500-an, seorang filsuf Perancis yang bernama Montaigne, menulis sebuah buku dengan mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya. Kemudian buku pertama Montaigne diterbitkan pada tahun 1580 dengan judul<i>Essais,</i>yang berarti<i>attempts</i>atau usaha.</p>
5 <p>Montaigne menulis beberapa cerita dalam bukunya itu dan menyatakan bahwa buku yang diterbitkannya itu berdasarkan pendapat pribadi dirinya. Berdasarkan pengakuan Montaigne, esai ini bertujuan mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan.</p>
5 <p>Montaigne menulis beberapa cerita dalam bukunya itu dan menyatakan bahwa buku yang diterbitkannya itu berdasarkan pendapat pribadi dirinya. Berdasarkan pengakuan Montaigne, esai ini bertujuan mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan.</p>
6 <p>Setelah Montaigne menerbitkan bukunya, pada tahun 1600-an, Sir Francis Bacon pun menulis buku dengan<i>Essay</i>. Bacon, sekaligus menjadi Esais pertama di Inggris. Bentuk, kejelasan, ritme, dan panjang kalimat dari esai Bacon menjadi standar bagi esais-esais setelahnya. Kemudian<strong>esai terbagi menjadi dua</strong>,<strong>esai formal</strong><strong>dan</strong><strong>esai</strong><strong>informal</strong>. Bentuk esai informal lebih mudah ditulis.</p>
6 <p>Setelah Montaigne menerbitkan bukunya, pada tahun 1600-an, Sir Francis Bacon pun menulis buku dengan<i>Essay</i>. Bacon, sekaligus menjadi Esais pertama di Inggris. Bentuk, kejelasan, ritme, dan panjang kalimat dari esai Bacon menjadi standar bagi esais-esais setelahnya. Kemudian<strong>esai terbagi menjadi dua</strong>,<strong>esai formal</strong><strong>dan</strong><strong>esai</strong><strong>informal</strong>. Bentuk esai informal lebih mudah ditulis.</p>
7 <p>Kenapa? karena lebih bersifat personal, jenaka, dengan bentuk yang bergaya, struktur yang tidak terlalu formal, dan juga bertutur. Sedangkan, bentuk esai formal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa, dan peneliti dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Formal esai dibedakan dari tujuannya yang lebih serius, berbobot, logis dan lebih panjang.</p>
7 <p>Kenapa? karena lebih bersifat personal, jenaka, dengan bentuk yang bergaya, struktur yang tidak terlalu formal, dan juga bertutur. Sedangkan, bentuk esai formal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa, dan peneliti dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Formal esai dibedakan dari tujuannya yang lebih serius, berbobot, logis dan lebih panjang.</p>
8 <h2><strong>Jenis-Jenis Esai</strong></h2>
8 <h2><strong>Jenis-Jenis Esai</strong></h2>
9 <p>Esai juga memiliki tipe-tipe,<i>lho</i>RG Squad! Terdapat enam tipe pada esai, yaitu:</p>
9 <p>Esai juga memiliki tipe-tipe,<i>lho</i>RG Squad! Terdapat enam tipe pada esai, yaitu:</p>
10 <h3><strong>1. Esai deskriptif</strong></h3>
10 <h3><strong>1. Esai deskriptif</strong></h3>
11 <p>Esai jenis ini dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.</p>
11 <p>Esai jenis ini dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.</p>
12 <h3><strong>2. Esai tajuk</strong></h3>
12 <h3><strong>2. Esai tajuk</strong></h3>
13 <p>Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat.</p>
13 <p>Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat.</p>
14 <h3><strong>3. Esai cukilan watak</strong></h3>
14 <h3><strong>3. Esai cukilan watak</strong></h3>
15 <p>Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca.</p>
15 <p>Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca.</p>
16 <h3><strong>4. Esai pribadi</strong></h3>
16 <h3><strong>4. Esai pribadi</strong></h3>
17 <p>Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.</p>
17 <p>Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.</p>
18 <h3><strong>5. Esai reflektif</strong></h3>
18 <h3><strong>5. Esai reflektif</strong></h3>
19 <p>Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.</p>
19 <p>Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.</p>
20 <h3><strong>6. Esai kritik</strong></h3>
20 <h3><strong>6. Esai kritik</strong></h3>
21 <p>Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan.</p>
21 <p>Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan.</p>
22 <p>Sudah tahu<i>kan</i>sekarang siapa orang yang pertama kali menciptakan esai? Ternyata esai sudah ada sejak tahun 1500-an. Bagi kamu yang ingin memperdalam pengetahuan tentang esai, bisa<i>lho</i>belajar dengan video-video belajar animasi yang interaktif di<a>ruangbelajar</a>.</p>
22 <p>Sudah tahu<i>kan</i>sekarang siapa orang yang pertama kali menciptakan esai? Ternyata esai sudah ada sejak tahun 1500-an. Bagi kamu yang ingin memperdalam pengetahuan tentang esai, bisa<i>lho</i>belajar dengan video-video belajar animasi yang interaktif di<a>ruangbelajar</a>.</p>
23 <p><strong>Referensi:</strong>Suryaman, Maman dkk. 2018. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud</p>
23 <p><strong>Referensi:</strong>Suryaman, Maman dkk. 2018. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud</p>
24 <p><em><strong>Artikel diperbarui 3 Desember 2020</strong></em></p>
24 <p><em><strong>Artikel diperbarui 3 Desember 2020</strong></em></p>
25  
25