0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p>Guru mengajar dan menjelaskan, murid mendengarkan dan mencatat. Mungkin Bapak Ibu Guru tidak asing dengan cara seperti ini. Namun, seiring berkembangnya jaman dan teknologi, cara belajar dan karakter siswa-siswi pun terus berkembang, generasi millenial ini tumbuh dengan kemudahan yang diberikan teknologi dan cepat beradaptasi dengan perkembangan digital, sehingga dibutuhkan teknik-teknik yang baru, kreatif dan inovatif untuk melibatkan murid secara aktif untuk memancing rasa ingin tahu mereka.</p>
1
<p>Guru mengajar dan menjelaskan, murid mendengarkan dan mencatat. Mungkin Bapak Ibu Guru tidak asing dengan cara seperti ini. Namun, seiring berkembangnya jaman dan teknologi, cara belajar dan karakter siswa-siswi pun terus berkembang, generasi millenial ini tumbuh dengan kemudahan yang diberikan teknologi dan cepat beradaptasi dengan perkembangan digital, sehingga dibutuhkan teknik-teknik yang baru, kreatif dan inovatif untuk melibatkan murid secara aktif untuk memancing rasa ingin tahu mereka.</p>
2
<p>Yuk, kita kulik bersama 4 teknik mengajar kreatif di bawah ini untuk membantu Bapak Ibu Guru meningkatkan ketertarikan siswa-siswi dalam belajar.</p>
2
<p>Yuk, kita kulik bersama 4 teknik mengajar kreatif di bawah ini untuk membantu Bapak Ibu Guru meningkatkan ketertarikan siswa-siswi dalam belajar.</p>
3
<h2><strong>1. Belajar Menggunakan Studi Kasus</strong></h2>
3
<h2><strong>1. Belajar Menggunakan Studi Kasus</strong></h2>
4
<p>Bapak Ibu Guru dapat menyiapkan bahan ajar dengan menggunakan contoh kasus yang pernah terjadi terkait dengan mata pelajaran dan topik yang sedang diajarkan. Misalnya, untuk menjelaskan beberapa konsep ekonomi, contoh kasus yang dapat diangkat adalah dengan membedah bangkrutnya sebuah bank.</p>
4
<p>Bapak Ibu Guru dapat menyiapkan bahan ajar dengan menggunakan contoh kasus yang pernah terjadi terkait dengan mata pelajaran dan topik yang sedang diajarkan. Misalnya, untuk menjelaskan beberapa konsep ekonomi, contoh kasus yang dapat diangkat adalah dengan membedah bangkrutnya sebuah bank.</p>
5
<h2><strong>2. Permainan</strong></h2>
5
<h2><strong>2. Permainan</strong></h2>
6
<p>Untuk mencairkan suasana, guru dapat menyiapkan permainan kecil untuk dimainkan saat di kelas. Misalnya Bapak Ibu Guru bisa membagi murid kedalam beberapa kelompok sesuai barisan duduk untuk saling berkompetisi, misalnya dalam kuis<em>vocabulary</em>Bahasa Inggris. Kelompok dengan jawaban benar paling banyak mungkin dapat diberikan hadiah kecil berupa makanan atau minuman ringan, ataupun tambahan nilai tugas.</p>
6
<p>Untuk mencairkan suasana, guru dapat menyiapkan permainan kecil untuk dimainkan saat di kelas. Misalnya Bapak Ibu Guru bisa membagi murid kedalam beberapa kelompok sesuai barisan duduk untuk saling berkompetisi, misalnya dalam kuis<em>vocabulary</em>Bahasa Inggris. Kelompok dengan jawaban benar paling banyak mungkin dapat diberikan hadiah kecil berupa makanan atau minuman ringan, ataupun tambahan nilai tugas.</p>
7
<h2><strong>3. Media Sosial</strong></h2>
7
<h2><strong>3. Media Sosial</strong></h2>
8
<p>Daripada Bapak Ibu Guru kesal melihat siswa yang diam-diam memainkan HP untuk mengecek sosial media, bagaimana kalau hal tersebut justru dimanfaatkan? Contoh menarik memanfaatkan media sosial untuk belajar datang dari seorang guru Bahasa Inggris di Brazillian Academy of Languages, yang menginstruksikan para muridnya untuk mengecek<em>grammatical error</em>di<em>tweets</em>artis favorit mereka. Selain menyenangkan, hal tersebut membantu siswa-siswi sambil belajar meningkatkan kemampuan<em>grammar</em>mereka.</p>
8
<p>Daripada Bapak Ibu Guru kesal melihat siswa yang diam-diam memainkan HP untuk mengecek sosial media, bagaimana kalau hal tersebut justru dimanfaatkan? Contoh menarik memanfaatkan media sosial untuk belajar datang dari seorang guru Bahasa Inggris di Brazillian Academy of Languages, yang menginstruksikan para muridnya untuk mengecek<em>grammatical error</em>di<em>tweets</em>artis favorit mereka. Selain menyenangkan, hal tersebut membantu siswa-siswi sambil belajar meningkatkan kemampuan<em>grammar</em>mereka.</p>
9
<h2><strong>4<em>. Self-Learning</em></strong></h2>
9
<h2><strong>4<em>. Self-Learning</em></strong></h2>
10
<p>Bapak Ibu Guru dapat menggunakan teknik<em>Mind Mapping</em>dalam melakukan kegiatan<em>self-learning</em>. Pada dasarnya, guru menyediakan satu topik besar yang harus dikembangkan lagi oleh para murid. Murid dibebaskan untuk membahas topik sedetil mungkin dari sudut apapun. Pada akhirnya, hasil<em>mind-map</em>dari setiap murid bisa melengkapi satu sama lain.</p>
10
<p>Bapak Ibu Guru dapat menggunakan teknik<em>Mind Mapping</em>dalam melakukan kegiatan<em>self-learning</em>. Pada dasarnya, guru menyediakan satu topik besar yang harus dikembangkan lagi oleh para murid. Murid dibebaskan untuk membahas topik sedetil mungkin dari sudut apapun. Pada akhirnya, hasil<em>mind-map</em>dari setiap murid bisa melengkapi satu sama lain.</p>
11
<p>Selain empat cara di atas, masih banyak cara-cara mengajar kreatif lainnya yang dapat dengan mudah ditemukan oleh Bapak Ibu Guru di berbagai artikel ataupun video di internet. Karena kreativitas guru dalam mengajar akan sangat menentukan prestasi siswa siswi nantinya.</p>
11
<p>Selain empat cara di atas, masih banyak cara-cara mengajar kreatif lainnya yang dapat dengan mudah ditemukan oleh Bapak Ibu Guru di berbagai artikel ataupun video di internet. Karena kreativitas guru dalam mengajar akan sangat menentukan prestasi siswa siswi nantinya.</p>
12
<p>Selamat mencoba, Bapak Ibu Guru! 🙂</p>
12
<p>Selamat mencoba, Bapak Ibu Guru! 🙂</p>
13
13