HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Dalam berbicara ataupun menulis, kita sering menggunakan kalimat aktif dan kalimat pasif. Tapi, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kalimat aktif dan pasif? Apa bedanya ya? Yuk, pahami lebih lengkapnya di artikel ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Dalam berbicara ataupun menulis, kita sering menggunakan kalimat aktif dan kalimat pasif. Tapi, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kalimat aktif dan pasif? Apa bedanya ya? Yuk, pahami lebih lengkapnya di artikel ini!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada berbagai jenis kalimat yang kita pelajari. Contohnya seperti<a>kalimat tunggal</a>,<a>kalimat majemuk</a>,<a>kalimat simpleks, kalimat kompleks</a>, dan masih banyak lagi.</p>
3 </blockquote><p>Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada berbagai jenis kalimat yang kita pelajari. Contohnya seperti<a>kalimat tunggal</a>,<a>kalimat majemuk</a>,<a>kalimat simpleks, kalimat kompleks</a>, dan masih banyak lagi.</p>
4 <p>Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif, yang dilihat dari pengertian, ciri-ciri, jenis, serta masing-masing contohnya.<em>Yuk</em>, simak selengkapnya!</p>
4 <p>Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif, yang dilihat dari pengertian, ciri-ciri, jenis, serta masing-masing contohnya.<em>Yuk</em>, simak selengkapnya!</p>
5 <h2>Pengertian Kalimat Aktif</h2>
5 <h2>Pengertian Kalimat Aktif</h2>
6 <p>Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan atau tindakan. Jadi, suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat aktif jika subjek kalimat tersebut merupakan pelaku perbuatan, atau melakukan aktivitas yang dinyatakan dalam predikat. Kalimat aktif lebih mudah dipahami dan sering kita temukan pada berbagai jenis teks yang kita baca.</p>
6 <p>Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan atau tindakan. Jadi, suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat aktif jika subjek kalimat tersebut merupakan pelaku perbuatan, atau melakukan aktivitas yang dinyatakan dalam predikat. Kalimat aktif lebih mudah dipahami dan sering kita temukan pada berbagai jenis teks yang kita baca.</p>
7 <h2>Ciri-Ciri Kalimat Aktif</h2>
7 <h2>Ciri-Ciri Kalimat Aktif</h2>
8 <p>Nah, untuk memudahkan kamu mengidentifikasi jenis kalimat ini, kamu bisa memperhatikan ciri-ciri kalimat aktif dan contohnya berikut ini.</p>
8 <p>Nah, untuk memudahkan kamu mengidentifikasi jenis kalimat ini, kamu bisa memperhatikan ciri-ciri kalimat aktif dan contohnya berikut ini.</p>
9 <h3>1. Menggunakan imbuhan<em>me-</em>atau<em>ber-</em>pada predikat</h3>
9 <h3>1. Menggunakan imbuhan<em>me-</em>atau<em>ber-</em>pada predikat</h3>
10 <p>Ciri yang pertama, yakni kalimat aktif ditandai dengan predikat yang memiliki imbuhan<em>me-</em>atau<em>ber-</em>. Penggunaan imbuhan tersebut menjadi pembeda kalimat aktif dengan kalimat pasif. Contohnya:</p>
10 <p>Ciri yang pertama, yakni kalimat aktif ditandai dengan predikat yang memiliki imbuhan<em>me-</em>atau<em>ber-</em>. Penggunaan imbuhan tersebut menjadi pembeda kalimat aktif dengan kalimat pasif. Contohnya:</p>
11 <ul><li><em>Adik<strong>melempar</strong>bola dengan keras.</em></li>
11 <ul><li><em>Adik<strong>melempar</strong>bola dengan keras.</em></li>
12 <li><em>Ayam<strong>berkokok</strong>pada pagi hari.</em></li>
12 <li><em>Ayam<strong>berkokok</strong>pada pagi hari.</em></li>
13 <li><em>Dedi<strong>bertanya</strong>kepada guru tentang pelajaran Bahasa Indonesia.</em></li>
13 <li><em>Dedi<strong>bertanya</strong>kepada guru tentang pelajaran Bahasa Indonesia.</em></li>
14 <li><em>Ibu sedang<strong>memasak</strong>di dapur.</em></li>
14 <li><em>Ibu sedang<strong>memasak</strong>di dapur.</em></li>
15 <li><em>Fahri<strong>bersepeda</strong>ke sekolah.</em></li>
15 <li><em>Fahri<strong>bersepeda</strong>ke sekolah.</em></li>
16 </ul><h3>2. Subjek melakukan tindakan secara langsung</h3>
16 </ul><h3>2. Subjek melakukan tindakan secara langsung</h3>
17 <p>Kemudian, ciri yang kedua, kalimat aktif memberitahu pembaca tentang aktivitas yang dilakukan subjek secara langsung. Contohnya sebagai berikut:</p>
17 <p>Kemudian, ciri yang kedua, kalimat aktif memberitahu pembaca tentang aktivitas yang dilakukan subjek secara langsung. Contohnya sebagai berikut:</p>
18 <ul><li><em>Feri<strong>menendang</strong><strong>bola</strong>ke arah gawang.</em></li>
18 <ul><li><em>Feri<strong>menendang</strong><strong>bola</strong>ke arah gawang.</em></li>
19 <li><em>Ayah<strong>membaca koran</strong>di teras rumah.</em></li>
19 <li><em>Ayah<strong>membaca koran</strong>di teras rumah.</em></li>
20 <li><em>Kenya<strong>sedang memberi makan</strong>kucing di halaman rumah.</em></li>
20 <li><em>Kenya<strong>sedang memberi makan</strong>kucing di halaman rumah.</em></li>
21 <li><em>Kemarin, Shabrina<strong>membeli baju</strong>di toko.</em></li>
21 <li><em>Kemarin, Shabrina<strong>membeli baju</strong>di toko.</em></li>
22 <li><em>Bu guru<strong>sedang mengajar Bahasa Indonesia</strong>di kelas.</em></li>
22 <li><em>Bu guru<strong>sedang mengajar Bahasa Indonesia</strong>di kelas.</em></li>
23 </ul><h3>3. Memiliki pola kalimat SPOK atau SPK</h3>
23 </ul><h3>3. Memiliki pola kalimat SPOK atau SPK</h3>
24 <p>Ciri terakhir, kalimat aktif akan memiliki<strong>pola penulisan SPOK atau SPK</strong>. Pola SPOK maksudnya pola kalimat dengan urutan subjek yang diikuti oleh predikat, lalu objek, dan tambahan keterangan. Sementara itu, pola SPK maksudnya pola kalimat dengan urutan subjek, predikat, dan keterangan.</p>
24 <p>Ciri terakhir, kalimat aktif akan memiliki<strong>pola penulisan SPOK atau SPK</strong>. Pola SPOK maksudnya pola kalimat dengan urutan subjek yang diikuti oleh predikat, lalu objek, dan tambahan keterangan. Sementara itu, pola SPK maksudnya pola kalimat dengan urutan subjek, predikat, dan keterangan.</p>
25 <p>Nah, tata urutan pola tersebut harus diikuti saat kamu ingin membuat kalimat ini, ya. Tujuannya supaya informasi dapat tersampaikan dengan jelas dan benar. Berikut contoh kalimat aktif mengikuti pola SPOK dan SPK:</p>
25 <p>Nah, tata urutan pola tersebut harus diikuti saat kamu ingin membuat kalimat ini, ya. Tujuannya supaya informasi dapat tersampaikan dengan jelas dan benar. Berikut contoh kalimat aktif mengikuti pola SPOK dan SPK:</p>
26 <p>Sera membeli kacang di pasar malam.</p>
26 <p>Sera membeli kacang di pasar malam.</p>
27 <p> S P O K (tempat)</p>
27 <p> S P O K (tempat)</p>
28 <p>Dewi makan pada siang hari.</p>
28 <p>Dewi makan pada siang hari.</p>
29 <p> S P K (waktu)</p>
29 <p> S P K (waktu)</p>
30 <p>Baca Juga:<a>Memahami Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat</a></p>
30 <p>Baca Juga:<a>Memahami Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat</a></p>
31 <h2>Jenis-Jenis Kalimat Aktif</h2>
31 <h2>Jenis-Jenis Kalimat Aktif</h2>
32 <p>Kalimat aktif terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan susunannya, di antaranya kalimat aktif transitif, intransitif, semitransitif, dan dwisantritif. Kita akan bahas satu per satu secara mendetail, yaaa.</p>
32 <p>Kalimat aktif terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan susunannya, di antaranya kalimat aktif transitif, intransitif, semitransitif, dan dwisantritif. Kita akan bahas satu per satu secara mendetail, yaaa.</p>
33 <h3>1. Kalimat aktif transitif</h3>
33 <h3>1. Kalimat aktif transitif</h3>
34 <p>Kalimat aktif yang predikatnya memerlukan objek agar dapat melengkapi susunan kalimatnya. Jadi, pola kalimat aktif transitif adalah S-P-O. Contoh:</p>
34 <p>Kalimat aktif yang predikatnya memerlukan objek agar dapat melengkapi susunan kalimatnya. Jadi, pola kalimat aktif transitif adalah S-P-O. Contoh:</p>
35 <p>Ibu membeli buah-buahan.</p>
35 <p>Ibu membeli buah-buahan.</p>
36 <p>S P O</p>
36 <p>S P O</p>
37 <p>Tedy memakan pisang goreng.</p>
37 <p>Tedy memakan pisang goreng.</p>
38 <p>S P O</p>
38 <p>S P O</p>
39 <p>Ratu menyelesaikan tugasnya.</p>
39 <p>Ratu menyelesaikan tugasnya.</p>
40 <p>S P O</p>
40 <p>S P O</p>
41 <h3>2. Kalimat aktif intransitif</h3>
41 <h3>2. Kalimat aktif intransitif</h3>
42 <p>Kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek, namun bisa diikuti oleh keterangan atau pelengkap dalam susunan kalimatnya. Jadi, pola kalimat aktif intransitif adalah S-P, S-P-Pel, atau S-P-K. Contoh:</p>
42 <p>Kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek, namun bisa diikuti oleh keterangan atau pelengkap dalam susunan kalimatnya. Jadi, pola kalimat aktif intransitif adalah S-P, S-P-Pel, atau S-P-K. Contoh:</p>
43 <p>Sarah sedang bernyanyi.</p>
43 <p>Sarah sedang bernyanyi.</p>
44 <p>S P</p>
44 <p>S P</p>
45 <p>Dia tidur di kamar.</p>
45 <p>Dia tidur di kamar.</p>
46 <p>S P K</p>
46 <p>S P K</p>
47 <p>Andi makan dengan lahap.</p>
47 <p>Andi makan dengan lahap.</p>
48 <p>S P Pel</p>
48 <p>S P Pel</p>
49 <h3>3. Kalimat aktif semitransitif</h3>
49 <h3>3. Kalimat aktif semitransitif</h3>
50 <p>Kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek, melainkan diikuti pelengkap saja. Sepintas, kalimat aktif semitransitif mirip dengan kalimat aktif intransitif ya. Bedanya, kalimat intransitif bisa berpola S-P-K. Nah, kalau pola kalimat aktif semitransitif adalah S-P-Pel. Contoh:</p>
50 <p>Kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek, melainkan diikuti pelengkap saja. Sepintas, kalimat aktif semitransitif mirip dengan kalimat aktif intransitif ya. Bedanya, kalimat intransitif bisa berpola S-P-K. Nah, kalau pola kalimat aktif semitransitif adalah S-P-Pel. Contoh:</p>
51 <p>Atlet itu berlari dengan sangat kencang.</p>
51 <p>Atlet itu berlari dengan sangat kencang.</p>
52 <p>S P Pel</p>
52 <p>S P Pel</p>
53 <p>Gulman menggigil kehujanan.</p>
53 <p>Gulman menggigil kehujanan.</p>
54 <p>S P Pel</p>
54 <p>S P Pel</p>
55 <p>Aku berjalan cepat.</p>
55 <p>Aku berjalan cepat.</p>
56 <p>S P Pel</p>
56 <p>S P Pel</p>
57 <h3>4. Kalimat aktif dwisantritif</h3>
57 <h3>4. Kalimat aktif dwisantritif</h3>
58 <p>Kalimat aktif dwisantritif merupakan kalimat yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap sekaligus dalam susunan kalimatnya (S-P-O-Pel). Namun, pola kalimat aktif ini dapat diperluas menjadi S-P-O-Pel-K atau K-S-P-O-Pel. Contoh:</p>
58 <p>Kalimat aktif dwisantritif merupakan kalimat yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap sekaligus dalam susunan kalimatnya (S-P-O-Pel). Namun, pola kalimat aktif ini dapat diperluas menjadi S-P-O-Pel-K atau K-S-P-O-Pel. Contoh:</p>
59 <p>Ibu membelikan aku baju baru.</p>
59 <p>Ibu membelikan aku baju baru.</p>
60 <p>S P O Pel</p>
60 <p>S P O Pel</p>
61 <p>Aku membantu adik belajar setiap malam.</p>
61 <p>Aku membantu adik belajar setiap malam.</p>
62 <p>S P O Pel K</p>
62 <p>S P O Pel K</p>
63 <p>Setiap hari ibu membuatkan aku sarapan.</p>
63 <p>Setiap hari ibu membuatkan aku sarapan.</p>
64 <p>K S P O Pel</p>
64 <p>K S P O Pel</p>
65 <p>Baca Juga:<a>Ketahui Yuk Penulisan Bahasa Indonesia yang Sering Salah, Jangan-Jangan Sering Kamu Gunakan!</a></p>
65 <p>Baca Juga:<a>Ketahui Yuk Penulisan Bahasa Indonesia yang Sering Salah, Jangan-Jangan Sering Kamu Gunakan!</a></p>
66 <p>Bagaimana, masih semangat<em>?</em>Harus dong! Setelah kita pelajari tentang pengertian, ciri, dan contoh kalimat aktif, selanjutnya kita akan bahas mengenai kalimat pasif. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!</p>
66 <p>Bagaimana, masih semangat<em>?</em>Harus dong! Setelah kita pelajari tentang pengertian, ciri, dan contoh kalimat aktif, selanjutnya kita akan bahas mengenai kalimat pasif. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!</p>
67 <h2>Pengertian Kalimat Pasif</h2>
67 <h2>Pengertian Kalimat Pasif</h2>
68 <p>Kalimat pasif adalah kalimat dengan subjek yang mendapatkan perlakuan atau tindakan. Pada kalimat pasif, yang melakukan tindakan atau aktivitas adalah si objek. Jadi, subjek merupakan bagian yang menjadi tujuan dari adanya suatu tindakan.</p>
68 <p>Kalimat pasif adalah kalimat dengan subjek yang mendapatkan perlakuan atau tindakan. Pada kalimat pasif, yang melakukan tindakan atau aktivitas adalah si objek. Jadi, subjek merupakan bagian yang menjadi tujuan dari adanya suatu tindakan.</p>
69 <h2>Ciri-Ciri Kalimat Pasif</h2>
69 <h2>Ciri-Ciri Kalimat Pasif</h2>
70 <p>Nah, supaya kamu bisa membedakan antara kalimat aktif dan kalimat pasif, berikut ciri-ciri kalimat pasif yang harus kamu perhatikan disertai contohnya.</p>
70 <p>Nah, supaya kamu bisa membedakan antara kalimat aktif dan kalimat pasif, berikut ciri-ciri kalimat pasif yang harus kamu perhatikan disertai contohnya.</p>
71 <h3>1. Predikat menggunakan imbuhan<em>ter-, di-, ter- -an,</em>dan<em>ke- -an </em></h3>
71 <h3>1. Predikat menggunakan imbuhan<em>ter-, di-, ter- -an,</em>dan<em>ke- -an </em></h3>
72 <p>Pada kalimat pasif, kata kerja atau predikat memiliki imbuhan ter-, di-, ter- -an, dan ke- -an. Imbuhan ini lah yang membedakan kalimat pasif dengan kalimat aktif. Contohnya:</p>
72 <p>Pada kalimat pasif, kata kerja atau predikat memiliki imbuhan ter-, di-, ter- -an, dan ke- -an. Imbuhan ini lah yang membedakan kalimat pasif dengan kalimat aktif. Contohnya:</p>
73 <ul><li><em>Ubur-ubur<strong>tersapu</strong>ombak.</em></li>
73 <ul><li><em>Ubur-ubur<strong>tersapu</strong>ombak.</em></li>
74 <li><em>Pisang<strong>dimakan</strong>ayah.</em></li>
74 <li><em>Pisang<strong>dimakan</strong>ayah.</em></li>
75 <li><em>Amplop itu<strong>terabaikan</strong>oleh ibu.</em></li>
75 <li><em>Amplop itu<strong>terabaikan</strong>oleh ibu.</em></li>
76 <li><em>Bulan lalu, rumahku<strong>kebanjiran</strong>.</em></li>
76 <li><em>Bulan lalu, rumahku<strong>kebanjiran</strong>.</em></li>
77 <li><em>Aku<strong>disekolahkan</strong>di SMA Negeri 4.</em></li>
77 <li><em>Aku<strong>disekolahkan</strong>di SMA Negeri 4.</em></li>
78 </ul><h3>2. Subjek tidak melakukan tindakan secara langsung</h3>
78 </ul><h3>2. Subjek tidak melakukan tindakan secara langsung</h3>
79 <p>Berlawanan dengan kalimat pasif, subjek tidak melakukan tindakan secara langsung. Kalimat pasif dapat dikenali dengan melihat adanya penyebutan objek terlebih dahulu, contohnya sebagai berikut.</p>
79 <p>Berlawanan dengan kalimat pasif, subjek tidak melakukan tindakan secara langsung. Kalimat pasif dapat dikenali dengan melihat adanya penyebutan objek terlebih dahulu, contohnya sebagai berikut.</p>
80 <ul><li><em><strong>Baju</strong>dicuci kakak. </em></li>
80 <ul><li><em><strong>Baju</strong>dicuci kakak. </em></li>
81 <li><em><strong>Koran</strong>tersobek ibu saat membereskan berkas di meja ayah.</em></li>
81 <li><em><strong>Koran</strong>tersobek ibu saat membereskan berkas di meja ayah.</em></li>
82 <li><em><strong>Laptopku</strong>dipinjam oleh Feri.</em></li>
82 <li><em><strong>Laptopku</strong>dipinjam oleh Feri.</em></li>
83 <li><em><strong>Ikan mas</strong>itu sudah dimasak ibu kemarin.</em></li>
83 <li><em><strong>Ikan mas</strong>itu sudah dimasak ibu kemarin.</em></li>
84 <li><em><strong>Mangga</strong>yang matang di kebun dipetik ayah.</em></li>
84 <li><em><strong>Mangga</strong>yang matang di kebun dipetik ayah.</em></li>
85 </ul><h3>3. Terdapat kata ganti yang menunjukkan kepemilikan</h3>
85 </ul><h3>3. Terdapat kata ganti yang menunjukkan kepemilikan</h3>
86 <p>Kata ganti yang dimaksud, yakni<em>itu, ini,</em>dan<em>tersebut.</em>Contohnya,<em>p</em><em>iano ini sudah dibersihkan Mama</em>. Pada kalimat tersebut, terdapat kata ganti yang menunjukkan kepemilikan, yaitu<em>‘ini’.</em></p>
86 <p>Kata ganti yang dimaksud, yakni<em>itu, ini,</em>dan<em>tersebut.</em>Contohnya,<em>p</em><em>iano ini sudah dibersihkan Mama</em>. Pada kalimat tersebut, terdapat kata ganti yang menunjukkan kepemilikan, yaitu<em>‘ini’.</em></p>
87 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Majas, Jenis, dan Contohnya, Lengkap!</a></p>
87 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Majas, Jenis, dan Contohnya, Lengkap!</a></p>
88 <h2>Jenis-Jenis Kalimat Pasif</h2>
88 <h2>Jenis-Jenis Kalimat Pasif</h2>
89 <p>Berdasarkan letak objek dan predikatnya, kalimat pasif terbagi menjadi empat macam, yaitu kalimat pasif transitif, intransitif, tindakan, dan keadaan. Yuk, kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini!</p>
89 <p>Berdasarkan letak objek dan predikatnya, kalimat pasif terbagi menjadi empat macam, yaitu kalimat pasif transitif, intransitif, tindakan, dan keadaan. Yuk, kita simak penjelasan lengkapnya berikut ini!</p>
90 <h3>1. Kalimat pasif transitif</h3>
90 <h3>1. Kalimat pasif transitif</h3>
91 <p>Kalimat yang merupakan hasil perubahan dari kalimat aktif transitif ke kalimat pasif. Sehingga, pola kalimat pasif transitif adalah O-P-S. Biasanya, predikat pada kalimat ini menggunakan imbuhan<em>di-</em> atau<em>di-an.</em>Contohnya:</p>
91 <p>Kalimat yang merupakan hasil perubahan dari kalimat aktif transitif ke kalimat pasif. Sehingga, pola kalimat pasif transitif adalah O-P-S. Biasanya, predikat pada kalimat ini menggunakan imbuhan<em>di-</em> atau<em>di-an.</em>Contohnya:</p>
92 <p>Kopi itu diminum ayah.</p>
92 <p>Kopi itu diminum ayah.</p>
93 <p>O P S</p>
93 <p>O P S</p>
94 <p>Puisi itu dibacakan oleh Fira.</p>
94 <p>Puisi itu dibacakan oleh Fira.</p>
95 <p>O P S</p>
95 <p>O P S</p>
96 <p>Buku-buku yang berserakan disimpan Ali.</p>
96 <p>Buku-buku yang berserakan disimpan Ali.</p>
97 <p>O P S</p>
97 <p>O P S</p>
98 <h3>2. Kalimat pasif intransitif</h3>
98 <h3>2. Kalimat pasif intransitif</h3>
99 <p>Kalimat pasif yang tidak memerlukan objek dalam susunan kalimatnya, sehingga pola kalimat pasif intransitif adalah S-P, S-P-K, atau S-P-Pel. Biasanya, imbuhan yang terdapat pada predikat kalimat ini adalah imbuhan <em>di-, ter-,</em> atau <em>di-an</em>. Contohnya:</p>
99 <p>Kalimat pasif yang tidak memerlukan objek dalam susunan kalimatnya, sehingga pola kalimat pasif intransitif adalah S-P, S-P-K, atau S-P-Pel. Biasanya, imbuhan yang terdapat pada predikat kalimat ini adalah imbuhan <em>di-, ter-,</em> atau <em>di-an</em>. Contohnya:</p>
100 <p>Kucing itu tertidur di halaman belakang rumah.</p>
100 <p>Kucing itu tertidur di halaman belakang rumah.</p>
101 <p>S P K</p>
101 <p>S P K</p>
102 <p>Aku terjebak macet.</p>
102 <p>Aku terjebak macet.</p>
103 <p>S P Pel</p>
103 <p>S P Pel</p>
104 <p>Aku terpeleset.</p>
104 <p>Aku terpeleset.</p>
105 <p>S P</p>
105 <p>S P</p>
106 <h3>3. Kalimat pasif tindakan</h3>
106 <h3>3. Kalimat pasif tindakan</h3>
107 <p>Kalimat pasif yang predikatnya berperan sebagai bentuk aktivitas atau tindakan tertentu. Biasanya, predikat pada kalimat pasif tindakan memiliki imbuhan di- atau di-kan. Contohnya:</p>
107 <p>Kalimat pasif yang predikatnya berperan sebagai bentuk aktivitas atau tindakan tertentu. Biasanya, predikat pada kalimat pasif tindakan memiliki imbuhan di- atau di-kan. Contohnya:</p>
108 <ul><li><em>Pencuri itu telah<strong>ditangkap</strong>polisi.</em></li>
108 <ul><li><em>Pencuri itu telah<strong>ditangkap</strong>polisi.</em></li>
109 <li><em>Film terbaru Marvel<strong>ditonton</strong>jutaan orang.</em></li>
109 <li><em>Film terbaru Marvel<strong>ditonton</strong>jutaan orang.</em></li>
110 <li><em>Bola<strong>ditendang</strong>kencang ke arah gawang.</em></li>
110 <li><em>Bola<strong>ditendang</strong>kencang ke arah gawang.</em></li>
111 <li><em>Obat ini<strong>dimunum</strong>3 kali sehari.</em></li>
111 <li><em>Obat ini<strong>dimunum</strong>3 kali sehari.</em></li>
112 <li><em>Gerbang pintu<strong>dikunci</strong>setiap malam.</em></li>
112 <li><em>Gerbang pintu<strong>dikunci</strong>setiap malam.</em></li>
113 </ul><h3>4. Kalimat pasif keadaan</h3>
113 </ul><h3>4. Kalimat pasif keadaan</h3>
114 <p>Kalimat pasif yang predikatnya berperan sebagai keadaan dari subjek kalimat. Biasanya, predikat pada kalimat pasif keadaan diberi imbuhan ke-an. Contohnya:</p>
114 <p>Kalimat pasif yang predikatnya berperan sebagai keadaan dari subjek kalimat. Biasanya, predikat pada kalimat pasif keadaan diberi imbuhan ke-an. Contohnya:</p>
115 <ul><li><em>Adikku<strong>kesakitan</strong>saat disuntik.</em></li>
115 <ul><li><em>Adikku<strong>kesakitan</strong>saat disuntik.</em></li>
116 <li><em>Aku<strong>ketakutan</strong>saat menonton film horor.</em></li>
116 <li><em>Aku<strong>ketakutan</strong>saat menonton film horor.</em></li>
117 <li><em>Dian<strong>ketiduran</strong>di kelas.</em></li>
117 <li><em>Dian<strong>ketiduran</strong>di kelas.</em></li>
118 <li><em>Dia<strong>kepanasan</strong>setelah dijemur di bawah terik matahari.</em></li>
118 <li><em>Dia<strong>kepanasan</strong>setelah dijemur di bawah terik matahari.</em></li>
119 <li><em>Aku<strong>kehausan</strong>sehabis olahraga.</em></li>
119 <li><em>Aku<strong>kehausan</strong>sehabis olahraga.</em></li>
120 </ul><p>Baca Juga:<a>Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung disertai Pengertian, Ciri, dan Perbedaannya</a></p>
120 </ul><p>Baca Juga:<a>Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung disertai Pengertian, Ciri, dan Perbedaannya</a></p>
121 <p>Oke, itulah penjelasan mengenai perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif, berdasarkan pengertian, ciri-ciri, jenis, dan lengkap dengan masing-masing contohnya. Apakah kamu sudah bisa membedakannya?</p>
121 <p>Oke, itulah penjelasan mengenai perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif, berdasarkan pengertian, ciri-ciri, jenis, dan lengkap dengan masing-masing contohnya. Apakah kamu sudah bisa membedakannya?</p>
122 <p>Kalau kamu masih belum mengerti sepenuhnya, kamu bisa lho tanyakan langsung ke kakak-kakak Tutor melalui<a>Ruangguru Privat</a>. Belajar kini jadi asyik dan menyenangkan!</p>
122 <p>Kalau kamu masih belum mengerti sepenuhnya, kamu bisa lho tanyakan langsung ke kakak-kakak Tutor melalui<a>Ruangguru Privat</a>. Belajar kini jadi asyik dan menyenangkan!</p>
123 <p><strong>Referensi:</strong></p>
123 <p><strong>Referensi:</strong></p>
124 <p>Kalimat Aktif dan Pasif: Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Kalimatnya [daring]. Tautan: https://kids.grid.id/read/472999885/kalimat-aktif-dan-pasif-pengertian-perbedaan-dan-contoh-kalimatnya diakses pada 17 Juli 2022.</p>
124 <p>Kalimat Aktif dan Pasif: Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Kalimatnya [daring]. Tautan: https://kids.grid.id/read/472999885/kalimat-aktif-dan-pasif-pengertian-perbedaan-dan-contoh-kalimatnya diakses pada 17 Juli 2022.</p>
125  
125