HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel ini memberikan latihan soal<strong>Penilaian Tengah Semester (PTS) untuk kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2024</strong>beserta dengan pembahasannya.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel ini memberikan latihan soal<strong>Penilaian Tengah Semester (PTS) untuk kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2024</strong>beserta dengan pembahasannya.</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
3 <h2>MATEMATIKA</h2>
3 <h2>MATEMATIKA</h2>
4 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
4 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik: Proyeksi</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik: Proyeksi</strong></p>
6 <p>1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk a satuan panjang. Panjang proyeksi BE pada bidang ACGE adalah … satuan panjang.</p>
6 <p>1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk a satuan panjang. Panjang proyeksi BE pada bidang ACGE adalah … satuan panjang.</p>
7 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
7 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
8 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
8 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
9 <p>Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut!</p>
9 <p>Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut!</p>
10 <p>Misal B’ adalah titik tengah</p>
10 <p>Misal B’ adalah titik tengah</p>
11 <p>Perhatikan bahwa BB’ tegak lurus dengan AC sehingga titik B’ merupakan proyeksi titik B pada garis AC dan juga merupakan proyeksi titik B pada bidang ACGE.</p>
11 <p>Perhatikan bahwa BB’ tegak lurus dengan AC sehingga titik B’ merupakan proyeksi titik B pada garis AC dan juga merupakan proyeksi titik B pada bidang ACGE.</p>
12 <p>Karena BB’ tegak lurus dengan AC, maka BB’ akan tegak lurus dengan setiap garis pada bidang ACGE yang melalui titik B’. Akibatnya, BB’ juga tegak lurus dengan B’E sehingga dapat disimpulkan bahwa B’E adalah proyeksi BE pada bidang ACGE.</p>
12 <p>Karena BB’ tegak lurus dengan AC, maka BB’ akan tegak lurus dengan setiap garis pada bidang ACGE yang melalui titik B’. Akibatnya, BB’ juga tegak lurus dengan B’E sehingga dapat disimpulkan bahwa B’E adalah proyeksi BE pada bidang ACGE.</p>
13 <p>Selanjutnya, akan dicari panjang</p>
13 <p>Selanjutnya, akan dicari panjang</p>
14 <p>Perhatikan segitiga AEB’ berikut!</p>
14 <p>Perhatikan segitiga AEB’ berikut!</p>
15 <p>Misal panjang rusuk kubus di atas adalah a satuan panjang. Karena adalah rusuk kubus, maka = a. Kemudian, merupakan sisi kubus sehingga diperoleh panjang sebagai berikut.</p>
15 <p>Misal panjang rusuk kubus di atas adalah a satuan panjang. Karena adalah rusuk kubus, maka = a. Kemudian, merupakan sisi kubus sehingga diperoleh panjang sebagai berikut.</p>
16 <p>Lalu, perhatikan bahwa panjang adalah setengah dari panjang , sehingga didapat hasil sebagai berikut.</p>
16 <p>Lalu, perhatikan bahwa panjang adalah setengah dari panjang , sehingga didapat hasil sebagai berikut.</p>
17 <p>Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, diperoleh panjang sebagai berikut.</p>
17 <p>Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, diperoleh panjang sebagai berikut.</p>
18 <p>Dengan demikian, panjang proyeksi BE pada bidang ACGE adalah 1/2(a√6) satuan panjang.</p>
18 <p>Dengan demikian, panjang proyeksi BE pada bidang ACGE adalah 1/2(a√6) satuan panjang.</p>
19 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
19 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
20 <p>Baca Juga:<a>Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang pada Bangun Ruang</a></p>
20 <p>Baca Juga:<a>Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang pada Bangun Ruang</a></p>
21 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang I</strong></p>
21 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang I</strong></p>
22 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Prasyarat: Bidang Ruang</strong></p>
22 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Prasyarat: Bidang Ruang</strong></p>
23 <p><strong>2. Perhatikan kubus di bawah ini!</strong></p>
23 <p><strong>2. Perhatikan kubus di bawah ini!</strong></p>
24 <p>Jika penamaan kubus di atas adalah ABCD.EFGH, maka titik-titik yang mungkin menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah ….</p>
24 <p>Jika penamaan kubus di atas adalah ABCD.EFGH, maka titik-titik yang mungkin menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah ….</p>
25 <ol><li>E dan C</li>
25 <ol><li>E dan C</li>
26 <li>D dan C</li>
26 <li>D dan C</li>
27 <li>G dan C</li>
27 <li>G dan C</li>
28 <li>G dan H</li>
28 <li>G dan H</li>
29 <li>F dan D</li>
29 <li>F dan D</li>
30 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
30 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
31 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
31 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
32 <p>Terdapat dua kemungkinan penamaan kubus ABCD.EFGH berdasarkan gambar pada soal, yaitu sebagai berikut.</p>
32 <p>Terdapat dua kemungkinan penamaan kubus ABCD.EFGH berdasarkan gambar pada soal, yaitu sebagai berikut.</p>
33 <p>Kemungkinan I.</p>
33 <p>Kemungkinan I.</p>
34 <p>Pada kubus ABCD.EFGH di atas, titik-titik yang menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah titik E dan F.</p>
34 <p>Pada kubus ABCD.EFGH di atas, titik-titik yang menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah titik E dan F.</p>
35 <p>Kemungkinan II.</p>
35 <p>Kemungkinan II.</p>
36 <p>Pada kubus ABCD.EFGH di atas, titik-titik yang menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah titik D dan C.</p>
36 <p>Pada kubus ABCD.EFGH di atas, titik-titik yang menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah titik D dan C.</p>
37 <p>Dengan demikian, salah satu kemungkinan titik-titik yang mungkin menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah titik D dan C.</p>
37 <p>Dengan demikian, salah satu kemungkinan titik-titik yang mungkin menempati titik P dan Q secara berturut-turut adalah titik D dan C.</p>
38 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
38 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
39 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang I</strong></p>
39 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang I</strong></p>
40 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Proyeksi</strong></p>
40 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Proyeksi</strong></p>
41 <p><strong>3. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut!</strong></p>
41 <p><strong>3. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut!</strong></p>
42 <p>Proyeksi ruas garis CF pada bidang ACGE adalah ….</p>
42 <p>Proyeksi ruas garis CF pada bidang ACGE adalah ….</p>
43 <ol><li>ruas garis CE</li>
43 <ol><li>ruas garis CE</li>
44 <li>ruas garis CH</li>
44 <li>ruas garis CH</li>
45 <li>ruas garis CG</li>
45 <li>ruas garis CG</li>
46 <li>ruas garis CM, dengan M adalah titik tengah AE</li>
46 <li>ruas garis CM, dengan M adalah titik tengah AE</li>
47 <li>ruas garis CM, dengan M adalah titik tengah EG</li>
47 <li>ruas garis CM, dengan M adalah titik tengah EG</li>
48 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
48 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
49 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
49 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
50 <p>Proyeksikan titik ujung ruas garis CF ke bidang ACGE.</p>
50 <p>Proyeksikan titik ujung ruas garis CF ke bidang ACGE.</p>
51 <p>Pertama, karena titik C sudah terletak pada bidang ACGE maka proyeksi titik C ke bidang ACGE adalah titik C itu sendiri.</p>
51 <p>Pertama, karena titik C sudah terletak pada bidang ACGE maka proyeksi titik C ke bidang ACGE adalah titik C itu sendiri.</p>
52 <p>Kedua, proyeksikan titik F ke bidang ACGE. Karena titik F terletak pada garis HF dan garis EG tegak lurus garis HF maka proyeksi titik F ke garis EG adalah F ke M, dengan M adalah titik tengah garis EG.</p>
52 <p>Kedua, proyeksikan titik F ke bidang ACGE. Karena titik F terletak pada garis HF dan garis EG tegak lurus garis HF maka proyeksi titik F ke garis EG adalah F ke M, dengan M adalah titik tengah garis EG.</p>
53 <p>Dengan demikian, proyeksi garis CF ke bidang ACGE adalah garis CM, dengan M adalah titik tengah EG.</p>
53 <p>Dengan demikian, proyeksi garis CF ke bidang ACGE adalah garis CM, dengan M adalah titik tengah EG.</p>
54 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
54 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
55 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang II</strong></p>
55 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang II</strong></p>
56 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jarak</strong></p>
56 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jarak</strong></p>
57 <p>4. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 2 cm. Titik M, N dan O berturut-turut adalah titik tengah rusuk EH, AD dan BC. Jarak antara BNE ke bidang MFO adalah ….</p>
57 <p>4. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 2 cm. Titik M, N dan O berturut-turut adalah titik tengah rusuk EH, AD dan BC. Jarak antara BNE ke bidang MFO adalah ….</p>
58 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
58 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
59 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
59 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
60 <p>Misalkan ditambahkan kubus baru di samping kubus ABCD.EFGH yang berimpitan dengan ABFE sebagai berikut.</p>
60 <p>Misalkan ditambahkan kubus baru di samping kubus ABCD.EFGH yang berimpitan dengan ABFE sebagai berikut.</p>
61 <p>Bidang BNE diperluas hingga diperoleh BNEP dengan<strong></strong> dan bidang MFO juga diperluas menjadi bidang MFOD.</p>
61 <p>Bidang BNE diperluas hingga diperoleh BNEP dengan<strong></strong> dan bidang MFO juga diperluas menjadi bidang MFOD.</p>
62 <p>Bidang BNEP dan MFOD adalah dua bidang yang saling sejajar karena sisi-sisi yang bersesuaiannya juga sejajar.</p>
62 <p>Bidang BNEP dan MFOD adalah dua bidang yang saling sejajar karena sisi-sisi yang bersesuaiannya juga sejajar.</p>
63 <p>Dalam mencari jarak antara kedua bidang ini, dapat dipilih satu titik pada sebuah bidang terlebih dahulu.</p>
63 <p>Dalam mencari jarak antara kedua bidang ini, dapat dipilih satu titik pada sebuah bidang terlebih dahulu.</p>
64 <p>Dalam hal ini, dipilih titik N pada bidang BNEP.</p>
64 <p>Dalam hal ini, dipilih titik N pada bidang BNEP.</p>
65 <p>Dengan demikian, jarak bidang BNEP dan bidang MFOD sama saja dengan jarak antara titik N dan bidang MFOD.</p>
65 <p>Dengan demikian, jarak bidang BNEP dan bidang MFOD sama saja dengan jarak antara titik N dan bidang MFOD.</p>
66 <p>Kemudian, proyeksi titik N terhadap bidang MFOD akan terletak pada garis FD. Misalkan proyeksi N pada garis FD adalah pada titik X, maka didapatkan gambar sebagai berikut.</p>
66 <p>Kemudian, proyeksi titik N terhadap bidang MFOD akan terletak pada garis FD. Misalkan proyeksi N pada garis FD adalah pada titik X, maka didapatkan gambar sebagai berikut.</p>
67 <p>Perhatikan bahwa FA adalah diagonal sisi kubus dengan rusuk 2 cm sehingga panjang FA adalah cm.</p>
67 <p>Perhatikan bahwa FA adalah diagonal sisi kubus dengan rusuk 2 cm sehingga panjang FA adalah cm.</p>
68 <p>Kemudian, FD adalah diagonal ruang kubus tersebut sehingga panjang FD adalah cm.</p>
68 <p>Kemudian, FD adalah diagonal ruang kubus tersebut sehingga panjang FD adalah cm.</p>
69 <p>Karena N berada di pertengahan AD, maka panjang ND adalah setengah dari panjang AD, yaitu 1 cm.</p>
69 <p>Karena N berada di pertengahan AD, maka panjang ND adalah setengah dari panjang AD, yaitu 1 cm.</p>
70 <p>Selanjutnya, segitiga AFD dan XND adalah segitiga yang saling sebangun sehingga diperoleh bahwa</p>
70 <p>Selanjutnya, segitiga AFD dan XND adalah segitiga yang saling sebangun sehingga diperoleh bahwa</p>
71 <p>Karena panjang NX adalah cm, maka didapat jarak antara BNE ke bidang MFO adalah 136 cm.</p>
71 <p>Karena panjang NX adalah cm, maka didapat jarak antara BNE ke bidang MFO adalah 136 cm.</p>
72 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
72 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
73 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
73 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
74 <p><strong>Subtopik: Sudut</strong></p>
74 <p><strong>Subtopik: Sudut</strong></p>
75 <p>5. Bidang empat (tetrahedron) T.ABC mempunyai alas segitiga siku-siku dengan panjang sisi . Jika rusuk tegak lurus terhadap alas, maka besar sudut antara bidang TBC dan bidang alas adalah ….</p>
75 <p>5. Bidang empat (tetrahedron) T.ABC mempunyai alas segitiga siku-siku dengan panjang sisi . Jika rusuk tegak lurus terhadap alas, maka besar sudut antara bidang TBC dan bidang alas adalah ….</p>
76 <ol><li>35°</li>
76 <ol><li>35°</li>
77 <li>45°</li>
77 <li>45°</li>
78 <li>60°</li>
78 <li>60°</li>
79 <li>50°</li>
79 <li>50°</li>
80 <li>25°</li>
80 <li>25°</li>
81 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
81 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
82 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
82 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
83 <p>Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
83 <p>Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
84 <p>Misal panjang sisi = x cm dan titik O adalah titik tengah rusuk maka sudut antara bidang TBC dan bidang alas ABC adalah sudut TOA atau dimisalkan sebagai .</p>
84 <p>Misal panjang sisi = x cm dan titik O adalah titik tengah rusuk maka sudut antara bidang TBC dan bidang alas ABC adalah sudut TOA atau dimisalkan sebagai .</p>
85 <p>Perhatikan bahwa segitiga ABC merupakan segitiga siku-siku. Oleh karena itu, berlaku hubungan berikut.</p>
85 <p>Perhatikan bahwa segitiga ABC merupakan segitiga siku-siku. Oleh karena itu, berlaku hubungan berikut.</p>
86 <p>Karena x adalah panjang sisi , maka nilai x tidak mungkin negatif sehingga diperoleh x = 5√2 cm.</p>
86 <p>Karena x adalah panjang sisi , maka nilai x tidak mungkin negatif sehingga diperoleh x = 5√2 cm.</p>
87 <p>Kemudian, perhatikan bahwa segitiga ABO juga merupakan segitiga siku-siku. Oleh karena itu, berlaku hubungan berikut.</p>
87 <p>Kemudian, perhatikan bahwa segitiga ABO juga merupakan segitiga siku-siku. Oleh karena itu, berlaku hubungan berikut.</p>
88 <p>Karena panjang tidak mungkin negatif, maka = 5 cm.</p>
88 <p>Karena panjang tidak mungkin negatif, maka = 5 cm.</p>
89 <p>Lalu, perhatikan bahwa segitiga TOA merupakan segitiga siku-siku. Oleh karena itu, berlaku hubungan berikut.</p>
89 <p>Lalu, perhatikan bahwa segitiga TOA merupakan segitiga siku-siku. Oleh karena itu, berlaku hubungan berikut.</p>
90 <p>Nilai yang memenuhi tan θ = 3 adalah θ = 60°, 240°, dst. Namun, karena θ merupakan sudut dalam segitiga, maka nilai θ berada di kuadran I, sehingga didapat = 60°.</p>
90 <p>Nilai yang memenuhi tan θ = 3 adalah θ = 60°, 240°, dst. Namun, karena θ merupakan sudut dalam segitiga, maka nilai θ berada di kuadran I, sehingga didapat = 60°.</p>
91 <p>Dengan demikian, didapat bahwa besar sudut antara bidang TBC dengan bidang alas adalah 60°.</p>
91 <p>Dengan demikian, didapat bahwa besar sudut antara bidang TBC dengan bidang alas adalah 60°.</p>
92 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
92 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
93 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang II</strong></p>
93 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang II</strong></p>
94 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jarak</strong></p>
94 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jarak</strong></p>
95 <p>6. Diketahui limas T.ABCD dengan panjang rusuk AB = AD = 20 cm dan TA = 15 cm. Jarak titik B ke bidang TAC sama dengan jarak ….</p>
95 <p>6. Diketahui limas T.ABCD dengan panjang rusuk AB = AD = 20 cm dan TA = 15 cm. Jarak titik B ke bidang TAC sama dengan jarak ….</p>
96 <ol><li>titik B ke A</li>
96 <ol><li>titik B ke A</li>
97 <li>titik B ke D</li>
97 <li>titik B ke D</li>
98 <li>titik B ke C</li>
98 <li>titik B ke C</li>
99 <li>titik B ke pertengahan TA</li>
99 <li>titik B ke pertengahan TA</li>
100 <li>titik B ke pertengahan AC</li>
100 <li>titik B ke pertengahan AC</li>
101 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
101 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
102 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
102 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
103 <p>Perhatikan gambar limas T.ABCD berikut!</p>
103 <p>Perhatikan gambar limas T.ABCD berikut!</p>
104 <p>BO adalah garis yang tegak lurus dengan bidang TAC. Dengan demikian, proyeksi titik B pada bidang TAC adalah titik O yang terletak di pertengahan AC.</p>
104 <p>BO adalah garis yang tegak lurus dengan bidang TAC. Dengan demikian, proyeksi titik B pada bidang TAC adalah titik O yang terletak di pertengahan AC.</p>
105 <p>Dengan demikian, jarak titik B ke bidang TAC sama dengan jarak titik B ke pertengahan AC.</p>
105 <p>Dengan demikian, jarak titik B ke bidang TAC sama dengan jarak titik B ke pertengahan AC.</p>
106 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
106 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
107 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang II</strong></p>
107 <p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang II</strong></p>
108 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:Sudut</strong></p>
108 <p><strong>Subtopik</strong><strong>:Sudut</strong></p>
109 <p><strong>7. Perhatikan prisma segi enam ABCDEF.GHIJKL berikut ini!</strong></p>
109 <p><strong>7. Perhatikan prisma segi enam ABCDEF.GHIJKL berikut ini!</strong></p>
110 <p>Jika P adalah titik tengah rusuk BH maka bentuk irisan bidang yang melalui titik K dan titik H serta sejajar CP adalah ….</p>
110 <p>Jika P adalah titik tengah rusuk BH maka bentuk irisan bidang yang melalui titik K dan titik H serta sejajar CP adalah ….</p>
111 <ol><li>Segitiga</li>
111 <ol><li>Segitiga</li>
112 <li>Persegi</li>
112 <li>Persegi</li>
113 <li>Persegi Panjang</li>
113 <li>Persegi Panjang</li>
114 <li>Segi lima</li>
114 <li>Segi lima</li>
115 <li>Trapesium sama kaki</li>
115 <li>Trapesium sama kaki</li>
116 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
116 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
117 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
117 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
118 <p>Langkah-langkah penyelesaian:</p>
118 <p>Langkah-langkah penyelesaian:</p>
119 <p>Karena bidang melalui titik H dan sejajar dengan garis CP, maka buat garis yang sejajar dengan garis CP dan melalui H, yaitu garis HQ, dengan Q adalah titik tengah rusuk CI.</p>
119 <p>Karena bidang melalui titik H dan sejajar dengan garis CP, maka buat garis yang sejajar dengan garis CP dan melalui H, yaitu garis HQ, dengan Q adalah titik tengah rusuk CI.</p>
120 <p>2. Perpanjang garis ED hingga berpotongan dengan garis BC di titik O seperti gambar di bawah ini.</p>
120 <p>2. Perpanjang garis ED hingga berpotongan dengan garis BC di titik O seperti gambar di bawah ini.</p>
121 <p>3. Hubungkan titik K ke titik O hingga memotong rusuk DJ di titik R seperti gambar di bawah ini.</p>
121 <p>3. Hubungkan titik K ke titik O hingga memotong rusuk DJ di titik R seperti gambar di bawah ini.</p>
122 <p>4. Hubungkan titik H, K, R dan Q hingga membentuk sebuah irisan bidang seperti gambar di bawah ini.</p>
122 <p>4. Hubungkan titik H, K, R dan Q hingga membentuk sebuah irisan bidang seperti gambar di bawah ini.</p>
123 <p>HK, KR, RQ, dan QH sudah berada pada sisi prisma segi enam, sehingga HKRQ adalah irisan bidang yang dimaksud, yang merupakan trapesium sama kaki.</p>
123 <p>HK, KR, RQ, dan QH sudah berada pada sisi prisma segi enam, sehingga HKRQ adalah irisan bidang yang dimaksud, yang merupakan trapesium sama kaki.</p>
124 <p>Irisan bidang tersebut merupakan trapesium sama kaki karena HK sejajar dengan QR dan panjang HQ sama dengan panjang KR.</p>
124 <p>Irisan bidang tersebut merupakan trapesium sama kaki karena HK sejajar dengan QR dan panjang HQ sama dengan panjang KR.</p>
125 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
125 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
126 <p>-</p>
126 <p>-</p>
127 <p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan<strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
127 <p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan<strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
128 <h2>EKONOMI</h2>
128 <h2>EKONOMI</h2>
129 <p><strong>Topik</strong><strong>: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
129 <p><strong>Topik</strong><strong>: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
130 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
130 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
131 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
131 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
132 <p>1. Dibeli peralatan dari Toko Makmur Sejahtera seharga Rp50.000.000,00 dan akan dibayar bulan depan. Pernyataan berikut yang sesuai dengan transaksi tersebut adalah ….</p>
132 <p>1. Dibeli peralatan dari Toko Makmur Sejahtera seharga Rp50.000.000,00 dan akan dibayar bulan depan. Pernyataan berikut yang sesuai dengan transaksi tersebut adalah ….</p>
133 <ol><li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan harta berupa kas bertambah Rp50.000.000,00</li>
133 <ol><li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan harta berupa kas bertambah Rp50.000.000,00</li>
134 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan harta berupa kas berkurang Rp50.000.000,00</li>
134 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan harta berupa kas berkurang Rp50.000.000,00</li>
135 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal bertambah Rp50.000.000,00</li>
135 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal bertambah Rp50.000.000,00</li>
136 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal berkurang Rp50.000.000,00</li>
136 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal berkurang Rp50.000.000,00</li>
137 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan utang bertambah Rp50.000.000,00</li>
137 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan utang bertambah Rp50.000.000,00</li>
138 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
138 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
139 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
139 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
140 <p>Dalam soal dapat diketahui dibeli peralatan dari Toko Makmur Sejahtera seharga Rp50.000.000,00 dan akan dibayar bulan depan.</p>
140 <p>Dalam soal dapat diketahui dibeli peralatan dari Toko Makmur Sejahtera seharga Rp50.000.000,00 dan akan dibayar bulan depan.</p>
141 <ul><li>Pembelian peralatan menyebabkan<strong>harta berupa peralatan bertambah sebesar Rp50.000.000,00.</strong></li>
141 <ul><li>Pembelian peralatan menyebabkan<strong>harta berupa peralatan bertambah sebesar Rp50.000.000,00.</strong></li>
142 <li>Oleh karena dibayar bulan depan (tempo) maka disebut transaksi secara kredit, sehingga<strong>utang juga bertambah sebesar Rp50.000.000,00.</strong></li>
142 <li>Oleh karena dibayar bulan depan (tempo) maka disebut transaksi secara kredit, sehingga<strong>utang juga bertambah sebesar Rp50.000.000,00.</strong></li>
143 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
143 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
144 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
144 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
145 <p><strong>Subtopik: Pengguna Informasi Akuntansi</strong></p>
145 <p><strong>Subtopik: Pengguna Informasi Akuntansi</strong></p>
146 <p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
146 <p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
147 <p>2. Berikut ini yang merupakan pihak internal pengguna informasi perusahaan adalah ….</p>
147 <p>2. Berikut ini yang merupakan pihak internal pengguna informasi perusahaan adalah ….</p>
148 <ol><li> pemilik perusahaan</li>
148 <ol><li> pemilik perusahaan</li>
149 <li> pelanggan</li>
149 <li> pelanggan</li>
150 <li> bank</li>
150 <li> bank</li>
151 <li> kreditor</li>
151 <li> kreditor</li>
152 <li> pimpinan perusahaan</li>
152 <li> pimpinan perusahaan</li>
153 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
153 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
154 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
154 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
155 <p>Pihak internal pengguna informasi perusahaan merupakan pihak atau orang-orang yang bekerja dalam perusahaan itu sendiri. Pihak internal perusahaan meliputi pemilik perusahaan, manajer, dan karyawan.<strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
155 <p>Pihak internal pengguna informasi perusahaan merupakan pihak atau orang-orang yang bekerja dalam perusahaan itu sendiri. Pihak internal perusahaan meliputi pemilik perusahaan, manajer, dan karyawan.<strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
156 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
156 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
157 <p><strong>Subtopik: Sejarah Akuntansi di Dunia dan Indonesia</strong></p>
157 <p><strong>Subtopik: Sejarah Akuntansi di Dunia dan Indonesia</strong></p>
158 <p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
158 <p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
159 <p>3. Berikut ini yang merupakan perbedaan sistem pencatatan kontinental dan<em>anglo saxon</em>yang benar adalah ….</p>
159 <p>3. Berikut ini yang merupakan perbedaan sistem pencatatan kontinental dan<em>anglo saxon</em>yang benar adalah ….</p>
160 <ol><li> pada sistem kontinental, nilai harta lancar dapat naik dan turun</li>
160 <ol><li> pada sistem kontinental, nilai harta lancar dapat naik dan turun</li>
161 <li>pada sistem<em>anglo saxon,</em>akun-akun di neraca saldo diurutkan dari yang paling tetap sampai yang paling likuid</li>
161 <li>pada sistem<em>anglo saxon,</em>akun-akun di neraca saldo diurutkan dari yang paling tetap sampai yang paling likuid</li>
162 <li>pada sistem kontinental, akun-akun di neraca saldo diurutkan dari yang paling likuid sampai yang paling tetap</li>
162 <li>pada sistem kontinental, akun-akun di neraca saldo diurutkan dari yang paling likuid sampai yang paling tetap</li>
163 <li>pada sistem<em>anglo saxon,</em>tidak ada laporan keuangan berupa<em>cash flow</em>atau arus kas, sedangkan pada sistem kontinental ada</li>
163 <li>pada sistem<em>anglo saxon,</em>tidak ada laporan keuangan berupa<em>cash flow</em>atau arus kas, sedangkan pada sistem kontinental ada</li>
164 <li>pada sistem kontinental, tidak ada laporan keuangan berupa<em>cash flow</em>atau arus kas, sedangkan pada sistem<em>anglo saxon</em>ada</li>
164 <li>pada sistem kontinental, tidak ada laporan keuangan berupa<em>cash flow</em>atau arus kas, sedangkan pada sistem<em>anglo saxon</em>ada</li>
165 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
165 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
166 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
166 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
167 <p>Berikut ini merupakan perbedaan sistem pencatatan kontinental dan<em>anglo saxon</em>, yaitu:</p>
167 <p>Berikut ini merupakan perbedaan sistem pencatatan kontinental dan<em>anglo saxon</em>, yaitu:</p>
168 <ol><li>Pada sistem kontinental, tidak ada laporan keuangan berupa<em>cash flow</em>atau arus kas, sedangkan pada sistem<em>anglo saxon</em>ada.</li>
168 <ol><li>Pada sistem kontinental, tidak ada laporan keuangan berupa<em>cash flow</em>atau arus kas, sedangkan pada sistem<em>anglo saxon</em>ada.</li>
169 <li>Pada sistem kontinental, akun-akun di neraca saldo diurutkan dari yang paling tetap sampai yang paling likuid. Maksudnya dari yang paling sulit berubah saldonya hingga yang paling mudah berubah saldonya.</li>
169 <li>Pada sistem kontinental, akun-akun di neraca saldo diurutkan dari yang paling tetap sampai yang paling likuid. Maksudnya dari yang paling sulit berubah saldonya hingga yang paling mudah berubah saldonya.</li>
170 <li>Pada sistem kontinental, nilai harta tetap (gedung, kendaraan, peralatan) nilainya bisa naik dan turun, sedangkan pada sistem<em>anglo saxon,</em>nilai harta tetap selalu turun.</li>
170 <li>Pada sistem kontinental, nilai harta tetap (gedung, kendaraan, peralatan) nilainya bisa naik dan turun, sedangkan pada sistem<em>anglo saxon,</em>nilai harta tetap selalu turun.</li>
171 </ol><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
171 </ol><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
172 <p>Baca Juga:<a>Bagaimana Sejarah Akuntansi di Indonesia dan Dunia?</a></p>
172 <p>Baca Juga:<a>Bagaimana Sejarah Akuntansi di Indonesia dan Dunia?</a></p>
173 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
173 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
174 <p><strong>Subtopik: Prinsip Dasar Akuntansi</strong></p>
174 <p><strong>Subtopik: Prinsip Dasar Akuntansi</strong></p>
175 <p>4. Persamaan dasar akuntansi dapat ditulis sebagai berikut ….</p>
175 <p>4. Persamaan dasar akuntansi dapat ditulis sebagai berikut ….</p>
176 <ol><li> aset = kewajiban + pinjaman </li>
176 <ol><li> aset = kewajiban + pinjaman </li>
177 <li> aset + biaya = kewajiban + ekuitas</li>
177 <li> aset + biaya = kewajiban + ekuitas</li>
178 <li> aset = kewajiban + ekuitas pemilik</li>
178 <li> aset = kewajiban + ekuitas pemilik</li>
179 <li> aset = kas + piutang usaha + peralatan</li>
179 <li> aset = kas + piutang usaha + peralatan</li>
180 <li> aset + pendapatan jasa = kewajiban + utang usaha + ekuitas</li>
180 <li> aset + pendapatan jasa = kewajiban + utang usaha + ekuitas</li>
181 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
181 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
182 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
182 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
183 <p>Aset yang dimiliki oleh badan usaha dapat berasal dari pemilik yang dititipkan untuk dikelola badan usaha dalam rangka mendapatkan tujuan perusahaan berupa laba atau memberi layanan pada konsumen. Atas dasar pengertian itu, dapat diformulasikan persamaan sebagai berikut.</p>
183 <p>Aset yang dimiliki oleh badan usaha dapat berasal dari pemilik yang dititipkan untuk dikelola badan usaha dalam rangka mendapatkan tujuan perusahaan berupa laba atau memberi layanan pada konsumen. Atas dasar pengertian itu, dapat diformulasikan persamaan sebagai berikut.</p>
184 <p><strong>Aset/Harta = Kewajiban/Utang + Ekuitas Pemilik/Modal</strong><strong></strong></p>
184 <p><strong>Aset/Harta = Kewajiban/Utang + Ekuitas Pemilik/Modal</strong><strong></strong></p>
185 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong> </strong></p>
185 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong> </strong></p>
186 <p>Baca Juga:<a>Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan</a></p>
186 <p>Baca Juga:<a>Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan</a></p>
187 <p><strong>Topik: Persamaan dasar Akuntansi</strong></p>
187 <p><strong>Topik: Persamaan dasar Akuntansi</strong></p>
188 <p><strong>Subtopik: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
188 <p><strong>Subtopik: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
189 <p>5. Dibeli peralatan dari Toko Makmur Sejahtera seharga Rp50.000.000,00 dan jumlah ini dibayar per 1 bulan. Pernyataan berikut yang sesuai dengan transaksi tersebut adalah …. </p>
189 <p>5. Dibeli peralatan dari Toko Makmur Sejahtera seharga Rp50.000.000,00 dan jumlah ini dibayar per 1 bulan. Pernyataan berikut yang sesuai dengan transaksi tersebut adalah …. </p>
190 <ol><li>harta berupa perlengkapan bertambah Rp50.000.000,00 dan akumulasi penyusutan peralatan bertambah Rp50.000.000,00</li>
190 <ol><li>harta berupa perlengkapan bertambah Rp50.000.000,00 dan akumulasi penyusutan peralatan bertambah Rp50.000.000,00</li>
191 <li>harta berupa perlengkapan bertambah Rp50.000.000,00 dan akumulasi penyusutan peralatan bertambah Rp50.000.000,00</li>
191 <li>harta berupa perlengkapan bertambah Rp50.000.000,00 dan akumulasi penyusutan peralatan bertambah Rp50.000.000,00</li>
192 <li>harta bertambah berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal bertambah Rp50.000.000,00</li>
192 <li>harta bertambah berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal bertambah Rp50.000.000,00</li>
193 <li>harta berupa perlengkapan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal bertambah Rp50.000.000,00</li>
193 <li>harta berupa perlengkapan bertambah Rp50.000.000,00 dan modal bertambah Rp50.000.000,00</li>
194 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan utang bertambah Rp50.000.000,00</li>
194 <li>harta berupa peralatan bertambah Rp50.000.000,00 dan utang bertambah Rp50.000.000,00</li>
195 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
195 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
196 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
196 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
197 <p>Dalam soal dapat diketahui Dibeli peralatan dari Toko Subur Batu seharga Rp50.000.000,00 dan jumlah dibayar per 1 bulan atau dibeli secara kredit. Transaksi tersebut mempengaruhi bertambahnya harta berupa peralatan dan bertambahnya utang dengan jumlah yang sama yakni Rp50.000.000,00.<strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
197 <p>Dalam soal dapat diketahui Dibeli peralatan dari Toko Subur Batu seharga Rp50.000.000,00 dan jumlah dibayar per 1 bulan atau dibeli secara kredit. Transaksi tersebut mempengaruhi bertambahnya harta berupa peralatan dan bertambahnya utang dengan jumlah yang sama yakni Rp50.000.000,00.<strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
198 <p>Baca Juga:<a>Bagaimana Analisis Transaksi dan Pencatatannya dalam Persamaan Dasar Akuntansi?</a></p>
198 <p>Baca Juga:<a>Bagaimana Analisis Transaksi dan Pencatatannya dalam Persamaan Dasar Akuntansi?</a></p>
199 <p><strong>Topik: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa</strong></p>
199 <p><strong>Topik: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa</strong></p>
200 <p><strong>Subtopik: Aturan Debet Kredit dan Saldo Normal</strong></p>
200 <p><strong>Subtopik: Aturan Debet Kredit dan Saldo Normal</strong></p>
201 <p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
201 <p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
202 <p><strong>6. Analisis pernyataan berikut!</strong></p>
202 <p><strong>6. Analisis pernyataan berikut!</strong></p>
203 <p>(1) Akun Harta bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
203 <p>(1) Akun Harta bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
204 <p>(2) Akun Utang bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
204 <p>(2) Akun Utang bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
205 <p>(3) Akun Ekuitas jika bertambah dicatat di kredit, dan jika berkurang dicatat di debit, dan saldo normalnya dicatat di kredit.</p>
205 <p>(3) Akun Ekuitas jika bertambah dicatat di kredit, dan jika berkurang dicatat di debit, dan saldo normalnya dicatat di kredit.</p>
206 <p>(4) Akun Pendapatan jika bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
206 <p>(4) Akun Pendapatan jika bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
207 <p>(5) Akun Beban jika bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
207 <p>(5) Akun Beban jika bertambah dicatat di debit, dan jika berkurang dicatat di kredit, dengan saldo normal dicatat di debit.</p>
208 <p>Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
208 <p>Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
209 <ol><li> (1), (2), dan (3)</li>
209 <ol><li> (1), (2), dan (3)</li>
210 <li> (1), (3), dan (5)</li>
210 <li> (1), (3), dan (5)</li>
211 <li> (1), (3), dan (4)</li>
211 <li> (1), (3), dan (4)</li>
212 <li> (2), (3), dan (4)</li>
212 <li> (2), (3), dan (4)</li>
213 <li> (3), (4), dan (5)</li>
213 <li> (3), (4), dan (5)</li>
214 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
214 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
215 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
215 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
216 <p><strong>Perhatikan analisis saldo normal akun berikut ini!</strong></p>
216 <p><strong>Perhatikan analisis saldo normal akun berikut ini!</strong></p>
217 <ul><li>Akun<strong>Harta</strong>bertambah di D, berkurang di K, dan saldo normal di D.<strong>(1)</strong></li>
217 <ul><li>Akun<strong>Harta</strong>bertambah di D, berkurang di K, dan saldo normal di D.<strong>(1)</strong></li>
218 <li>Akun<strong>Utang</strong>bertambah di K, berkurang di D, saldo normal di K.</li>
218 <li>Akun<strong>Utang</strong>bertambah di K, berkurang di D, saldo normal di K.</li>
219 <li>Akun<strong>Modal</strong>bertambah di K, berkurang di D, saldo normal di K.<strong>(3)</strong></li>
219 <li>Akun<strong>Modal</strong>bertambah di K, berkurang di D, saldo normal di K.<strong>(3)</strong></li>
220 <li>Akun<strong>Pendapatan</strong>bertambah di K, berkurang di D, saldo normal di K.</li>
220 <li>Akun<strong>Pendapatan</strong>bertambah di K, berkurang di D, saldo normal di K.</li>
221 <li>Akun<strong>Beban</strong>bertambah di D, berkurang di K, dan saldo normal di D.<strong>(5)</strong><strong></strong></li>
221 <li>Akun<strong>Beban</strong>bertambah di D, berkurang di K, dan saldo normal di D.<strong>(5)</strong><strong></strong></li>
222 </ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
222 </ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
223 <p>Baca Juga:<a>Apa Saja Tahap Pencatatan Akuntansi pada Perusahaan Jasa?</a></p>
223 <p>Baca Juga:<a>Apa Saja Tahap Pencatatan Akuntansi pada Perusahaan Jasa?</a></p>
224 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa</strong></p>
224 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa</strong></p>
225 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jurnal Umum Perusahaan Jasa</strong></p>
225 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jurnal Umum Perusahaan Jasa</strong></p>
226 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Hots</strong></p>
226 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Hots</strong></p>
227 <p><strong>Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
227 <p><strong>Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
228 <p>(1) Menerima pembayaran dari pelanggan sebesar Rp4.750.000,00 atas pekerjaan rias pengantin menyebabkan kas (D) dan pendapatan jasa (K).</p>
228 <p>(1) Menerima pembayaran dari pelanggan sebesar Rp4.750.000,00 atas pekerjaan rias pengantin menyebabkan kas (D) dan pendapatan jasa (K).</p>
229 <p>(2) Membeli kursi keramas seharga Rp2.200.000,00 dari toko Meruya, dibayar Rp1.200.000,00 dan sisanya bulan depan menyebabkan peralatan (D), kas (K), dan utang (K).</p>
229 <p>(2) Membeli kursi keramas seharga Rp2.200.000,00 dari toko Meruya, dibayar Rp1.200.000,00 dan sisanya bulan depan menyebabkan peralatan (D), kas (K), dan utang (K).</p>
230 <p>(3) Menyelesaikan pekerjaan rias wisudawati dan dibayar secara tunai Rp1.200.000,00 menyebabkan pendapatan usaha (K) dan kas (D).</p>
230 <p>(3) Menyelesaikan pekerjaan rias wisudawati dan dibayar secara tunai Rp1.200.000,00 menyebabkan pendapatan usaha (K) dan kas (D).</p>
231 <p>(4) Mengambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp800.000,00 menyebabkan kas (D) dan<em>prive</em>(K).</p>
231 <p>(4) Mengambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp800.000,00 menyebabkan kas (D) dan<em>prive</em>(K).</p>
232 <p>(5) Membayar gaji karyawan sebesar Rp6.000.000,00 mengakibatkan kas (D) dan beban gaji (K).</p>
232 <p>(5) Membayar gaji karyawan sebesar Rp6.000.000,00 mengakibatkan kas (D) dan beban gaji (K).</p>
233 <p>7. Mekanisme debit dan kredit yang benar ditunjukan oleh nomor ….</p>
233 <p>7. Mekanisme debit dan kredit yang benar ditunjukan oleh nomor ….</p>
234 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
234 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
235 <li>1, 2, dan 4</li>
235 <li>1, 2, dan 4</li>
236 <li>1, 3, dan 4</li>
236 <li>1, 3, dan 4</li>
237 <li>2, 3, dan 5</li>
237 <li>2, 3, dan 5</li>
238 <li>2, 4, dan 5</li>
238 <li>2, 4, dan 5</li>
239 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
239 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
240 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
240 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
241 <p>Pencatatan mekanisme debit dan kredit yang benar terdapat pada pernyataan angka<strong>1, 2, dan 3</strong>. Mekanisme pencatatan debit dan kredit pada pernyataan angka 4 dan 5 seharusnya sebagai berikut.</p>
241 <p>Pencatatan mekanisme debit dan kredit yang benar terdapat pada pernyataan angka<strong>1, 2, dan 3</strong>. Mekanisme pencatatan debit dan kredit pada pernyataan angka 4 dan 5 seharusnya sebagai berikut.</p>
242 <ul><li>Pengambilan uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp800.000,00 menyebabkan<em>prive</em>(D) dan kas (K).</li>
242 <ul><li>Pengambilan uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp800.000,00 menyebabkan<em>prive</em>(D) dan kas (K).</li>
243 <li>Pembayaran gaji karyawan mengakibatkan beban gaji (D) dan kas (K).</li>
243 <li>Pembayaran gaji karyawan mengakibatkan beban gaji (D) dan kas (K).</li>
244 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin A.</strong></p>
244 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin A.</strong></p>
245 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
245 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
246 <p><strong>Subtopik: Pengertian dan maanfaat akuntansi</strong></p>
246 <p><strong>Subtopik: Pengertian dan maanfaat akuntansi</strong></p>
247 <p>8. Selain AICPA, ada juga definisi menurut American Accounting Association atau AAA. Sebuah komunitas yang melakukan penelitian dan publikasi di bidang akuntansi yang berdiri sejak 1916.. Berikut ini yang merupakan definisi akuntansi menurut AAA adalah ….</p>
247 <p>8. Selain AICPA, ada juga definisi menurut American Accounting Association atau AAA. Sebuah komunitas yang melakukan penelitian dan publikasi di bidang akuntansi yang berdiri sejak 1916.. Berikut ini yang merupakan definisi akuntansi menurut AAA adalah ….</p>
248 <ol><li>Proses pencatatan keuangan bulanan.</li>
248 <ol><li>Proses pencatatan keuangan bulanan.</li>
249 <li>Kegiatan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh staf akuntansi dan dilaporkan kepada manajer.</li>
249 <li>Kegiatan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh staf akuntansi dan dilaporkan kepada manajer.</li>
250 <li>Proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.</li>
250 <li>Proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.</li>
251 <li>Proses pengumpulan bukti-bukti keuangan yang selanjutnya dicatat pada buku harian keuangan.</li>
251 <li>Proses pengumpulan bukti-bukti keuangan yang selanjutnya dicatat pada buku harian keuangan.</li>
252 <li>Proses mengevaluasi kinerja usaha sebuah perusahaan dilihat dari aspek keuangan.</li>
252 <li>Proses mengevaluasi kinerja usaha sebuah perusahaan dilihat dari aspek keuangan.</li>
253 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
253 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
254 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
254 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
255 <p>Definisi Akuntansi menurut AAA adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.</p>
255 <p>Definisi Akuntansi menurut AAA adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.</p>
256 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
256 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
257 <p><strong>Subtopik: Pengguna informasi akuntansi</strong></p>
257 <p><strong>Subtopik: Pengguna informasi akuntansi</strong></p>
258 <p>9. Perhatikan pernyataan berikut ini!</p>
258 <p>9. Perhatikan pernyataan berikut ini!</p>
259 <ol><li>Supervisor</li>
259 <ol><li>Supervisor</li>
260 <li>Manajer personalia</li>
260 <li>Manajer personalia</li>
261 <li>General Manager</li>
261 <li>General Manager</li>
262 <li>Manajer keuangan</li>
262 <li>Manajer keuangan</li>
263 <li>Manajer produksi</li>
263 <li>Manajer produksi</li>
264 </ol><p>Berdasarkan pernyataan tersebut, yang merupakan contoh bidang dari middle manager ditunjukkan oleh nomor ….</p>
264 </ol><p>Berdasarkan pernyataan tersebut, yang merupakan contoh bidang dari middle manager ditunjukkan oleh nomor ….</p>
265 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
265 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
266 <li>2, 3, dan 4</li>
266 <li>2, 3, dan 4</li>
267 <li>2, 3, dan 5</li>
267 <li>2, 3, dan 5</li>
268 <li>2, 4, dan 5</li>
268 <li>2, 4, dan 5</li>
269 <li>3, 4, dan 5</li>
269 <li>3, 4, dan 5</li>
270 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
270 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
271 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
271 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
272 <p>Middle manager merupakan level manajemen menengah yang wewenangnya sudah mengerucut pada bidang tertentu. Misalnya Manajer personalia, manajer keuangan, manajer produksi, dan sejenisnya.</p>
272 <p>Middle manager merupakan level manajemen menengah yang wewenangnya sudah mengerucut pada bidang tertentu. Misalnya Manajer personalia, manajer keuangan, manajer produksi, dan sejenisnya.</p>
273 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
273 <p><strong>Topik: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
274 <p><strong>Subtopik: Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi</strong></p>
274 <p><strong>Subtopik: Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi</strong></p>
275 <p>10. Pak Rayhan adalah seorang auditor di kantor akuntan publik. Ketika sedang proses pemeriksaan, pak Rayhan mendapati opini tidak wajar. Berdasarkan ilustrasi tersebut, karakteristik informasi akuntansi yang tidak terpenuhi adalah….</p>
275 <p>10. Pak Rayhan adalah seorang auditor di kantor akuntan publik. Ketika sedang proses pemeriksaan, pak Rayhan mendapati opini tidak wajar. Berdasarkan ilustrasi tersebut, karakteristik informasi akuntansi yang tidak terpenuhi adalah….</p>
276 <ol><li>tepat waktu</li>
276 <ol><li>tepat waktu</li>
277 <li>dapat diuji</li>
277 <li>dapat diuji</li>
278 <li>netral</li>
278 <li>netral</li>
279 <li>dapat dibandingkan</li>
279 <li>dapat dibandingkan</li>
280 <li>lengkap</li>
280 <li>lengkap</li>
281 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
281 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
282 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
282 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
283 <p>Dapat diuji adalah informasi akuntansi yang disajikan harus dapat diuji baik oleh pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal perusahaan. Saat diuji oleh pihak yang berbeda maka hasil yang didapatkan harus memiliki opini yang sama</p>
283 <p>Dapat diuji adalah informasi akuntansi yang disajikan harus dapat diuji baik oleh pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal perusahaan. Saat diuji oleh pihak yang berbeda maka hasil yang didapatkan harus memiliki opini yang sama</p>
284 <p>Yang dimaksud dengan opini tidak wajar adalah opini audit yang diterbitkan jika laporan keuangan mengandung salah saji material, atau dengan kata lain laporan keuangan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Jika laporan keuangan mendapatkan opini jenis ini, berarti auditor meyakini laporan keuangan perusahaan/pemerintah diragukan kebenarannya, sehingga bias menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.</p>
284 <p>Yang dimaksud dengan opini tidak wajar adalah opini audit yang diterbitkan jika laporan keuangan mengandung salah saji material, atau dengan kata lain laporan keuangan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Jika laporan keuangan mendapatkan opini jenis ini, berarti auditor meyakini laporan keuangan perusahaan/pemerintah diragukan kebenarannya, sehingga bias menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.</p>
285 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
285 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
286 <p><strong>Subtopik: Konsep persamaan dasar akuntansi</strong></p>
286 <p><strong>Subtopik: Konsep persamaan dasar akuntansi</strong></p>
287 <p>11. Dibeli dengan kredit peralatan kantor dari Toko Anggrek, sejumlah Rp800.000,00. Maka, dampak transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi adalah ….</p>
287 <p>11. Dibeli dengan kredit peralatan kantor dari Toko Anggrek, sejumlah Rp800.000,00. Maka, dampak transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi adalah ….</p>
288 <ol><li>Menambah harta dan mengurangi utang</li>
288 <ol><li>Menambah harta dan mengurangi utang</li>
289 <li>Menambah harta dan menambah modal</li>
289 <li>Menambah harta dan menambah modal</li>
290 <li>Menambah harta dan menambah utang</li>
290 <li>Menambah harta dan menambah utang</li>
291 <li>Menambah harta dan mengurangi utang</li>
291 <li>Menambah harta dan mengurangi utang</li>
292 <li>Menambah harta dan menambah piutang</li>
292 <li>Menambah harta dan menambah piutang</li>
293 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
293 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
294 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
294 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
295 <p>Transaksi tersebut menyebabkan bertambahnya harta berupa peralatan. Dan dikarenakan pembelian dengan kredit maka utangnya pun ikut bertambah.</p>
295 <p>Transaksi tersebut menyebabkan bertambahnya harta berupa peralatan. Dan dikarenakan pembelian dengan kredit maka utangnya pun ikut bertambah.</p>
296 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
296 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
297 <p><strong>Subtopik: Konsep persamaan dasar akuntansi</strong></p>
297 <p><strong>Subtopik: Konsep persamaan dasar akuntansi</strong></p>
298 <p>12. Suatu perusahaan memiliki jumlah asset sebesar Rp65.000.000,00 dan jumlah kewajiban sebesar Rp43.000.000,00. Maka jumlah modal yang dimiliki perusahaan tersebut adalah ….</p>
298 <p>12. Suatu perusahaan memiliki jumlah asset sebesar Rp65.000.000,00 dan jumlah kewajiban sebesar Rp43.000.000,00. Maka jumlah modal yang dimiliki perusahaan tersebut adalah ….</p>
299 <ol><li>19.000.000,00</li>
299 <ol><li>19.000.000,00</li>
300 <li>20.500.000,00</li>
300 <li>20.500.000,00</li>
301 <li>21.000.000,00</li>
301 <li>21.000.000,00</li>
302 <li>22.000.000,00</li>
302 <li>22.000.000,00</li>
303 <li>23.500.000,00</li>
303 <li>23.500.000,00</li>
304 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
304 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
305 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
305 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
306 <p>Persamaan dasar akuntansi dirumuskan sebagai:</p>
306 <p>Persamaan dasar akuntansi dirumuskan sebagai:</p>
307 <p>Asset = kewajiban + ekuitas</p>
307 <p>Asset = kewajiban + ekuitas</p>
308 <p>Maka setelah dimasukkan kedalam rumus yaitu:</p>
308 <p>Maka setelah dimasukkan kedalam rumus yaitu:</p>
309 <p>Rp65.000.000,00 = Rp43.000.000,00 + ekuitas</p>
309 <p>Rp65.000.000,00 = Rp43.000.000,00 + ekuitas</p>
310 <p>Rp65.000.000,00 - Rp43.000.000,00 = ekuitas</p>
310 <p>Rp65.000.000,00 - Rp43.000.000,00 = ekuitas</p>
311 <p><strong>Rp22.000.000,00 = ekuitas </strong></p>
311 <p><strong>Rp22.000.000,00 = ekuitas </strong></p>
312 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
312 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
313 <p><strong>Subtopik: Analisis transaksi dan pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi</strong></p>
313 <p><strong>Subtopik: Analisis transaksi dan pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi</strong></p>
314 <p>13. Pada tanggal 11 oktober 2024 Refina menyetorkan uang pribadinya untuk membuka usaha<em>laundry</em> sebesar Rp10.000.000,00. Pencatatan transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi yang benar adalah ….</p>
314 <p>13. Pada tanggal 11 oktober 2024 Refina menyetorkan uang pribadinya untuk membuka usaha<em>laundry</em> sebesar Rp10.000.000,00. Pencatatan transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi yang benar adalah ….</p>
315 <ol><li>Kas bertambah dan modal berkurang masing-masing Rp10.000.000,00</li>
315 <ol><li>Kas bertambah dan modal berkurang masing-masing Rp10.000.000,00</li>
316 <li>Kas dan modal berkurang masing-masing Rp10.000.000,00</li>
316 <li>Kas dan modal berkurang masing-masing Rp10.000.000,00</li>
317 <li>Kas dan modal bertambah masing-masing Rp10.000.000,00</li>
317 <li>Kas dan modal bertambah masing-masing Rp10.000.000,00</li>
318 <li>Kas berkurang dan modal bertambah masing-masing sebesar Rp10.000.000,00</li>
318 <li>Kas berkurang dan modal bertambah masing-masing sebesar Rp10.000.000,00</li>
319 <li>Kas dan utang bertambah masing-masing sebesar Rp10.000.000,00</li>
319 <li>Kas dan utang bertambah masing-masing sebesar Rp10.000.000,00</li>
320 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
320 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
321 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
321 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
322 <p>Transaksi yang terjadi saat Refina menyetorkan uangnya sebagai modal usaha menyebabkan bertambahnya kas dan modal sehingga kolom kas dan modal masing-masing diisi Rp10.000.000,00</p>
322 <p>Transaksi yang terjadi saat Refina menyetorkan uangnya sebagai modal usaha menyebabkan bertambahnya kas dan modal sehingga kolom kas dan modal masing-masing diisi Rp10.000.000,00</p>
323 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
323 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
324 <p><strong>Subtopik: Analisis transaksi dan pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi</strong></p>
324 <p><strong>Subtopik: Analisis transaksi dan pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi</strong></p>
325 <p>14. Kantor akuntan publik bu khaniya membeli peralatan kantor sebesar Rp8.500.000,00 yang akan dibayar seminggu kemudian.pencatatan transaksi tersebut ke dalam persamaan dasar akuntansi yang benar adalah ….</p>
325 <p>14. Kantor akuntan publik bu khaniya membeli peralatan kantor sebesar Rp8.500.000,00 yang akan dibayar seminggu kemudian.pencatatan transaksi tersebut ke dalam persamaan dasar akuntansi yang benar adalah ….</p>
326 <ol><li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Modal (+) Rp8.400.000,00</li>
326 <ol><li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Modal (+) Rp8.400.000,00</li>
327 <li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Kas (-) Rp8.400.000,00</li>
327 <li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Kas (-) Rp8.400.000,00</li>
328 <li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Utang (+) Rp8.400.000,00</li>
328 <li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Utang (+) Rp8.400.000,00</li>
329 <li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Utang (-) Rp8.400.000,00</li>
329 <li>Peralatan (+) Rp8.400.000,00 | Utang (-) Rp8.400.000,00</li>
330 <li>Kas (+) Rp8.400.000,00 | Utang (+) Rp8.400.000,00</li>
330 <li>Kas (+) Rp8.400.000,00 | Utang (+) Rp8.400.000,00</li>
331 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
331 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
332 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
332 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
333 <p>Transaksi pembelian peralatan yang dibayar seminggu kemudian dikategorikan sebagai transaksi yang dilakukan secara kredit. Oleh karena itu, transaksi tersebut menyebabkan bertambahnya peralatan dan utang dengan jumlah yang sama.</p>
333 <p>Transaksi pembelian peralatan yang dibayar seminggu kemudian dikategorikan sebagai transaksi yang dilakukan secara kredit. Oleh karena itu, transaksi tersebut menyebabkan bertambahnya peralatan dan utang dengan jumlah yang sama.</p>
334 <h2>GEOGRAFI</h2>
334 <h2>GEOGRAFI</h2>
335 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
335 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
336 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembangunan dan Pertumbuhan Wilayah</strong></p>
336 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembangunan dan Pertumbuhan Wilayah</strong></p>
337 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
337 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
338 <p><strong>1. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
338 <p><strong>1. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
339 <p>Keterangan:</p>
339 <p>Keterangan:</p>
340 <p>I: Lapangan</p>
340 <p>I: Lapangan</p>
341 <p>II: Rumah penduduk</p>
341 <p>II: Rumah penduduk</p>
342 <p>III: Jalan</p>
342 <p>III: Jalan</p>
343 <p>IV: Waduk</p>
343 <p>IV: Waduk</p>
344 <p>V: Pepohonan</p>
344 <p>V: Pepohonan</p>
345 <p>Wilayah yang diperuntukkan sebagai kawasan industri dapat menjadi pusat pertumbuhan bagi wilayah di sekitarnya. Kawasan industri tepat dibangun di lokasi yang ditunjukkan oleh angka ….</p>
345 <p>Wilayah yang diperuntukkan sebagai kawasan industri dapat menjadi pusat pertumbuhan bagi wilayah di sekitarnya. Kawasan industri tepat dibangun di lokasi yang ditunjukkan oleh angka ….</p>
346 <ol><li>I, dekat dengan tenaga kerja dan bahan baku</li>
346 <ol><li>I, dekat dengan tenaga kerja dan bahan baku</li>
347 <li>II, dekat dengan sumber air dan jalur lalu lintas</li>
347 <li>II, dekat dengan sumber air dan jalur lalu lintas</li>
348 <li>III, dekat dengan tenaga kerja dan modal</li>
348 <li>III, dekat dengan tenaga kerja dan modal</li>
349 <li>IV, dekat dengan jalan utama dan sumber air</li>
349 <li>IV, dekat dengan jalan utama dan sumber air</li>
350 <li>V, dekat dengan bahan baku dan sumber air</li>
350 <li>V, dekat dengan bahan baku dan sumber air</li>
351 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
351 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
352 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
352 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
353 <p>Kegiatan industri merupakan kegiatan yang dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah sekitarnya. Namun, kawasan industri tidak dapat ditentukan secara sembarangan sebab harus mempertimbangkan faktor ketersediaan tenaga kerja, bahan baku, aksesibilitas, dan lain-lain.</p>
353 <p>Kegiatan industri merupakan kegiatan yang dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah sekitarnya. Namun, kawasan industri tidak dapat ditentukan secara sembarangan sebab harus mempertimbangkan faktor ketersediaan tenaga kerja, bahan baku, aksesibilitas, dan lain-lain.</p>
354 <p><strong>Lokasi yang paling tepat untuk kegiatan industri pada gambar di atas adalah lapangan, yang ditunjukkan oleh angka 1</strong>. Lapangan ini merupakan lahan yang tepat karena kosong sehingga dapat lebih mudah untuk membangun kegiatan industri di sana. Selain itu, lokasi ini juga<strong>strategis karena berada di dekat permukiman penduduk sebagai sumber dari tenaga kerja, dekat dengan jalan utama, serta dekat dengan bahan baku (waduk dan hutan).</strong></p>
354 <p><strong>Lokasi yang paling tepat untuk kegiatan industri pada gambar di atas adalah lapangan, yang ditunjukkan oleh angka 1</strong>. Lapangan ini merupakan lahan yang tepat karena kosong sehingga dapat lebih mudah untuk membangun kegiatan industri di sana. Selain itu, lokasi ini juga<strong>strategis karena berada di dekat permukiman penduduk sebagai sumber dari tenaga kerja, dekat dengan jalan utama, serta dekat dengan bahan baku (waduk dan hutan).</strong></p>
355 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
355 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
356 <p>Baca Juga:<a>Mempelajari Konsep Wilayah dan Perwilayahan</a></p>
356 <p>Baca Juga:<a>Mempelajari Konsep Wilayah dan Perwilayahan</a></p>
357 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
357 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
358 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembangunan dan Pertumbuhan WIlayah</strong></p>
358 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembangunan dan Pertumbuhan WIlayah</strong></p>
359 <p>2. Daerah di Indonesia yang termasuk wilayah pembangunan IV adalah ….</p>
359 <p>2. Daerah di Indonesia yang termasuk wilayah pembangunan IV adalah ….</p>
360 <ol><li>Maluku dan Papua</li>
360 <ol><li>Maluku dan Papua</li>
361 <li>Jawa Timur dan Bali</li>
361 <li>Jawa Timur dan Bali</li>
362 <li>Aceh dan Sumatra Utara</li>
362 <li>Aceh dan Sumatra Utara</li>
363 <li>Jawa Barat dan Jawa Tengah</li>
363 <li>Jawa Barat dan Jawa Tengah</li>
364 <li>Bali dan Nusa Tenggara Barat</li>
364 <li>Bali dan Nusa Tenggara Barat</li>
365 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
365 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
366 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
366 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
367 <p>Indonesia dibagi atas empat wilayah pembangunan utama yang terdiri atas 10 wilayah pembangunan. Pilihan jawaban A, yaitu Maluku dan Papua termasuk ke dalam wilayah pembangunan X. Pilihan jawaban B, yaitu Jawa Timur dan Bali termasuk ke dalam wilayah pembangunan VI. Pilihan jawaban C, yaitu Aceh dan Sumatera Utara termasuk ke dalam wilayah pembangunan I. Sementara, pilihan jawaban E, yaitu Bali (wilayah pembangunan VI) dan Nusa Tenggara Barat (wilayah pembangunan VIII). Sehingga, wilayah yang termasuk ke dalam wilayah pembangunan IV adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain Jawa Barat dan Jawa Tengah, Lampung, DKI Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta masuk ke dalam wilayah pembangunan IV yang berpusat di Jakarta.</p>
367 <p>Indonesia dibagi atas empat wilayah pembangunan utama yang terdiri atas 10 wilayah pembangunan. Pilihan jawaban A, yaitu Maluku dan Papua termasuk ke dalam wilayah pembangunan X. Pilihan jawaban B, yaitu Jawa Timur dan Bali termasuk ke dalam wilayah pembangunan VI. Pilihan jawaban C, yaitu Aceh dan Sumatera Utara termasuk ke dalam wilayah pembangunan I. Sementara, pilihan jawaban E, yaitu Bali (wilayah pembangunan VI) dan Nusa Tenggara Barat (wilayah pembangunan VIII). Sehingga, wilayah yang termasuk ke dalam wilayah pembangunan IV adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain Jawa Barat dan Jawa Tengah, Lampung, DKI Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta masuk ke dalam wilayah pembangunan IV yang berpusat di Jakarta.</p>
368 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat untuk soal ini adalah D.</strong></p>
368 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat untuk soal ini adalah D.</strong></p>
369 <p>Baca Juga:<a>Identifikasi Pusat Pertumbuhan di Suatu Wilayah</a></p>
369 <p>Baca Juga:<a>Identifikasi Pusat Pertumbuhan di Suatu Wilayah</a></p>
370 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
370 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
371 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perencanaan Tata Ruang</strong></p>
371 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perencanaan Tata Ruang</strong></p>
372 <p><strong>3. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
372 <p><strong>3. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
373 <p>Peta tersebut menunjukkan wilayah rawan terdampak letusan Gunung Sinabung. Berdasarkan peta tersebut, maka penataan ruang yang tepat adalah ….</p>
373 <p>Peta tersebut menunjukkan wilayah rawan terdampak letusan Gunung Sinabung. Berdasarkan peta tersebut, maka penataan ruang yang tepat adalah ….</p>
374 <ol><li>membangun kegiatan industri berskala besar di zona B</li>
374 <ol><li>membangun kegiatan industri berskala besar di zona B</li>
375 <li>menetapkan larangan pemukiman penduduk di bantaran sungai pada zona A</li>
375 <li>menetapkan larangan pemukiman penduduk di bantaran sungai pada zona A</li>
376 <li>membangun banyak permukiman penduduk pada zona B dan C Gunung Sinabung</li>
376 <li>membangun banyak permukiman penduduk pada zona B dan C Gunung Sinabung</li>
377 <li>membangun pemukiman penduduk berkonstruksi beton dengan kepadatan tinggi pada zona B</li>
377 <li>membangun pemukiman penduduk berkonstruksi beton dengan kepadatan tinggi pada zona B</li>
378 <li>hanya mengizinkan kegiatan pertambangan saja yang boleh dilakukan dalam jarak 10 km dari kawah gunung</li>
378 <li>hanya mengizinkan kegiatan pertambangan saja yang boleh dilakukan dalam jarak 10 km dari kawah gunung</li>
379 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
379 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
380 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
380 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
381 <p>Berdasarkan dampak letusannya, kawasan rawan letusan gunung api dibagi menjadi tiga, yaitu zona A, B, dan C. Berikut adalah penjelasan masing-masing zona:</p>
381 <p>Berdasarkan dampak letusannya, kawasan rawan letusan gunung api dibagi menjadi tiga, yaitu zona A, B, dan C. Berikut adalah penjelasan masing-masing zona:</p>
382 <ul><li>Zona A merupakan zona yang tingkat risiko rendah terhadap dampak letusan dan berpotensi terkena banjir lahar. Namun, masyarakat masih memiliki kemungkinan untuk menyelamatkan diri.</li>
382 <ul><li>Zona A merupakan zona yang tingkat risiko rendah terhadap dampak letusan dan berpotensi terkena banjir lahar. Namun, masyarakat masih memiliki kemungkinan untuk menyelamatkan diri.</li>
383 <li>Zona B merupakan kawasan yang memiliki tingkat risiko sedang terhadap bencana gunungapi, memiliki kemungkinan terlanda bencana yang besar, dan kesempatan menyelamatkan diri sulit.</li>
383 <li>Zona B merupakan kawasan yang memiliki tingkat risiko sedang terhadap bencana gunungapi, memiliki kemungkinan terlanda bencana yang besar, dan kesempatan menyelamatkan diri sulit.</li>
384 <li>Zona C merupakan kawasan yang sangat berbahaya karena sangat dekat dengan sumber letusan dan tidak memungkinkan makhluk hidup untuk menyelamatkan diri ketika terjadinya aktivitas magmatis.</li>
384 <li>Zona C merupakan kawasan yang sangat berbahaya karena sangat dekat dengan sumber letusan dan tidak memungkinkan makhluk hidup untuk menyelamatkan diri ketika terjadinya aktivitas magmatis.</li>
385 </ul><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka langkah yang tepat dilakukan dalam penataan ruang di sekitar Gunung Sinabung adalah melarang permukiman di sekitar bantaran sungai untuk menghindari risiko terkena banjir lahar pasca letusan gunung.</p>
385 </ul><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka langkah yang tepat dilakukan dalam penataan ruang di sekitar Gunung Sinabung adalah melarang permukiman di sekitar bantaran sungai untuk menghindari risiko terkena banjir lahar pasca letusan gunung.</p>
386 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
386 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
387 <p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Perencanaan Tata Ruang dan Tujuannya</a></p>
387 <p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Perencanaan Tata Ruang dan Tujuannya</a></p>
388 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
388 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
389 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Struktur Keruangan dan Perkembangan Kota</strong></p>
389 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Struktur Keruangan dan Perkembangan Kota</strong></p>
390 <p>4. Perhatikan tahap perkembangan kota berikut ini!</p>
390 <p>4. Perhatikan tahap perkembangan kota berikut ini!</p>
391 <ol><li>tahap polis</li>
391 <ol><li>tahap polis</li>
392 <li>tahap metropolis</li>
392 <li>tahap metropolis</li>
393 <li>tahap eopolis</li>
393 <li>tahap eopolis</li>
394 <li>tahap tiranopolis</li>
394 <li>tahap tiranopolis</li>
395 <li>tahap megapolis</li>
395 <li>tahap megapolis</li>
396 <li>tahap nekropolis</li>
396 <li>tahap nekropolis</li>
397 </ol><p>Urutan tahapan perkembangan kota mulai dari awal hingga akhir adalah ….</p>
397 </ol><p>Urutan tahapan perkembangan kota mulai dari awal hingga akhir adalah ….</p>
398 <ol><li>1-3-5-2-4-6</li>
398 <ol><li>1-3-5-2-4-6</li>
399 <li>1-3-6-5-2-4</li>
399 <li>1-3-6-5-2-4</li>
400 <li>2-1-4-6-3-5</li>
400 <li>2-1-4-6-3-5</li>
401 <li>3-1-2-5-4-6</li>
401 <li>3-1-2-5-4-6</li>
402 <li>3-2-4-1-6-5</li>
402 <li>3-2-4-1-6-5</li>
403 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
403 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
404 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
404 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
405 <p>Lewis Mumford membuat klasifikasi kota berdasarkan tahap perkembangannya. Berikut adalah enam tahap perkembangan kota menurut Mumford:</p>
405 <p>Lewis Mumford membuat klasifikasi kota berdasarkan tahap perkembangannya. Berikut adalah enam tahap perkembangan kota menurut Mumford:</p>
406 <ol><li>Tahap eopolis</li>
406 <ol><li>Tahap eopolis</li>
407 <li>Tahap polis</li>
407 <li>Tahap polis</li>
408 <li>Tahap metropolis</li>
408 <li>Tahap metropolis</li>
409 <li>Tahap megalopolis</li>
409 <li>Tahap megalopolis</li>
410 <li>Tahap tiranopolis</li>
410 <li>Tahap tiranopolis</li>
411 <li>Tahap nekropolis</li>
411 <li>Tahap nekropolis</li>
412 </ol><p>Urutan yang benar dari tahapan perkembangan kota adalah 3-1-2-5-4-6.</p>
412 </ol><p>Urutan yang benar dari tahapan perkembangan kota adalah 3-1-2-5-4-6.</p>
413 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
413 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
414 <p>Baca Juga:<a>Pola Keruangan Kota, Ciri-Ciri, dan Strukturnya</a></p>
414 <p>Baca Juga:<a>Pola Keruangan Kota, Ciri-Ciri, dan Strukturnya</a></p>
415 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
415 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
416 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pola dan Faktor-faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
416 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pola dan Faktor-faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
417 <p><strong>5. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
417 <p><strong>5. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
418 <p>Struktur ruang kota dalam teori yang digambarkan tersebut berdasarkan pada ….</p>
418 <p>Struktur ruang kota dalam teori yang digambarkan tersebut berdasarkan pada ….</p>
419 <ol><li>peranan sarana transportasi.</li>
419 <ol><li>peranan sarana transportasi.</li>
420 <li>keberadaan rute transportasi.</li>
420 <li>keberadaan rute transportasi.</li>
421 <li>jenis industri yang dikembangkan.</li>
421 <li>jenis industri yang dikembangkan.</li>
422 <li>perkembangan penggunaan lahan.</li>
422 <li>perkembangan penggunaan lahan.</li>
423 <li>perubahan tempat tinggal penduduk.</li>
423 <li>perubahan tempat tinggal penduduk.</li>
424 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
424 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
425 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
425 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
426 <p>Teori Konsentris menekankan perubahan penggunaan lahan sebagai akibat pemekaran wilayah. Kota-kota menurut Burgess mengalami perkembangan dimulai dari pusat kota yang meluas ke daerah pinggiran. Menurut Burgess, struktur ruang kota ini menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan lahan seiring dengan perkembangan kota. Semakin jauh dari pusat kota, penggunaan lahan beralih menjadi pemukiman dan pertanian.</p>
426 <p>Teori Konsentris menekankan perubahan penggunaan lahan sebagai akibat pemekaran wilayah. Kota-kota menurut Burgess mengalami perkembangan dimulai dari pusat kota yang meluas ke daerah pinggiran. Menurut Burgess, struktur ruang kota ini menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan lahan seiring dengan perkembangan kota. Semakin jauh dari pusat kota, penggunaan lahan beralih menjadi pemukiman dan pertanian.</p>
427 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
427 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
428 <p>Baca Juga:<a>Apa Saja Faktor dan Zona Interaksi Desa dan Kota?</a></p>
428 <p>Baca Juga:<a>Apa Saja Faktor dan Zona Interaksi Desa dan Kota?</a></p>
429 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
429 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
430 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pola dan Faktor-faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
430 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pola dan Faktor-faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
431 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
431 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
432 <p><strong>Perhatikan ilustrasi berikut!</strong></p>
432 <p><strong>Perhatikan ilustrasi berikut!</strong></p>
433 <p>6. Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka posisi ideal untuk membangun rumah sakit adalah ….</p>
433 <p>6. Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka posisi ideal untuk membangun rumah sakit adalah ….</p>
434 <ol><li>11 km dari kota X</li>
434 <ol><li>11 km dari kota X</li>
435 <li>11 km dari kota Y</li>
435 <li>11 km dari kota Y</li>
436 <li>8 km dari kota X</li>
436 <li>8 km dari kota X</li>
437 <li>8 km dari kota Y</li>
437 <li>8 km dari kota Y</li>
438 <li>6 km dari kota X<strong></strong></li>
438 <li>6 km dari kota X<strong></strong></li>
439 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
439 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
440 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
440 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
441 <p><strong>Teori Titik Henti:</strong></p>
441 <p><strong>Teori Titik Henti:</strong></p>
442 <p>Keterangan:</p>
442 <p>Keterangan:</p>
443 <p>DAB: Lokasi titik henti, diukur dari wilayah yang jumlah penduduknya lebih kecil</p>
443 <p>DAB: Lokasi titik henti, diukur dari wilayah yang jumlah penduduknya lebih kecil</p>
444 <p>dAB: Jarak antarwilayah</p>
444 <p>dAB: Jarak antarwilayah</p>
445 <p>Pa: Jumlah penduduk kota yang lebih kecil (dalam soal ini kota X)</p>
445 <p>Pa: Jumlah penduduk kota yang lebih kecil (dalam soal ini kota X)</p>
446 <p>Pb: Jumlah penduduk kota yang lebih besar (dalam soal ini kota Y)<strong></strong></p>
446 <p>Pb: Jumlah penduduk kota yang lebih besar (dalam soal ini kota Y)<strong></strong></p>
447 <p><strong>Berdasarkan soal, maka diketahui bahwa:</strong></p>
447 <p><strong>Berdasarkan soal, maka diketahui bahwa:</strong></p>
448 <p>dAB: 32 km</p>
448 <p>dAB: 32 km</p>
449 <p>Pa: 3.000 jiwa (kota X)</p>
449 <p>Pa: 3.000 jiwa (kota X)</p>
450 <p>Pb: 27.000 jiwa (kota Y)<strong></strong></p>
450 <p>Pb: 27.000 jiwa (kota Y)<strong></strong></p>
451 <p>Maka, lokasi ideal sekolah sesuai dengan teori titik henti adalah:</p>
451 <p>Maka, lokasi ideal sekolah sesuai dengan teori titik henti adalah:</p>
452 <p>Lokasi yang ideal untuk rumah sakit adalah<strong>8 km dari kota X</strong>.</p>
452 <p>Lokasi yang ideal untuk rumah sakit adalah<strong>8 km dari kota X</strong>.</p>
453 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
453 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
454 <p>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2023</a></p>
454 <p>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PTS Kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2023</a></p>
455 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
455 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
456 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota</strong></p>
456 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota</strong></p>
457 <p>7. Pada umumnya, masyarakat yang berada di wilayah-wilayah tertinggal mempunyai keterbatasan akses terhadap pelayanan sosial, seperti kesehatan. Hal ini berpengaruh pada tingkat kesehatan penduduk dan produktivitas penduduk di wilayah tersebut. Langkah yang tepat dilakukan pemerintah untuk memeratakan fasilitas dan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal adalah ….</p>
457 <p>7. Pada umumnya, masyarakat yang berada di wilayah-wilayah tertinggal mempunyai keterbatasan akses terhadap pelayanan sosial, seperti kesehatan. Hal ini berpengaruh pada tingkat kesehatan penduduk dan produktivitas penduduk di wilayah tersebut. Langkah yang tepat dilakukan pemerintah untuk memeratakan fasilitas dan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal adalah ….</p>
458 <ol><li>membangun rumah sakit besar di wilayah tertinggal</li>
458 <ol><li>membangun rumah sakit besar di wilayah tertinggal</li>
459 <li>membangun banyak menara telekomunikasi di wilayah tertinggal</li>
459 <li>membangun banyak menara telekomunikasi di wilayah tertinggal</li>
460 <li>membangun pos pertahanan dan keamanan di wilayah tertinggal</li>
460 <li>membangun pos pertahanan dan keamanan di wilayah tertinggal</li>
461 <li>menyediakan jaminan kesehatan hanya untuk masyarakat di wilayah tertinggal</li>
461 <li>menyediakan jaminan kesehatan hanya untuk masyarakat di wilayah tertinggal</li>
462 <li>melakukan program penempatan tenaga kerja kesehatan yang komprehensif ke wilayah tertinggal</li>
462 <li>melakukan program penempatan tenaga kerja kesehatan yang komprehensif ke wilayah tertinggal</li>
463 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
463 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
464 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
464 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
465 <p>Tingkat kesehatan dapat menentukan tingkat produktivitas penduduk yang ada di suatu wilayah. Pemerintah berkewajiban bahwa setiap penduduk di Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, termasuk penduduk di wilayah tertinggal.</p>
465 <p>Tingkat kesehatan dapat menentukan tingkat produktivitas penduduk yang ada di suatu wilayah. Pemerintah berkewajiban bahwa setiap penduduk di Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, termasuk penduduk di wilayah tertinggal.</p>
466 <p>Oleh sebab itu, langkah yang tepat dilakukan untuk memeratakan dan menyediakan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal adalah melaksanakan program penempatan tenaga kerja kesehatan yang komprehensif ke wilayah tertinggal.</p>
466 <p>Oleh sebab itu, langkah yang tepat dilakukan untuk memeratakan dan menyediakan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal adalah melaksanakan program penempatan tenaga kerja kesehatan yang komprehensif ke wilayah tertinggal.</p>
467 <p>Dengan adanya program ini, maka diharapkan masyarakat di wilayah tertinggal dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik dan profesional. Selain itu, pemerintah juga harus membangun infrastruktur jalan untuk memudahkan penduduk bisa mengakses pelayanan kesehatan di kota-kota besar.</p>
467 <p>Dengan adanya program ini, maka diharapkan masyarakat di wilayah tertinggal dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik dan profesional. Selain itu, pemerintah juga harus membangun infrastruktur jalan untuk memudahkan penduduk bisa mengakses pelayanan kesehatan di kota-kota besar.</p>
468 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
468 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
469 <p><strong>Baca Juga:<a>9 Bentuk Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota</a></strong></p>
469 <p><strong>Baca Juga:<a>9 Bentuk Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota</a></strong></p>
470 <p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
470 <p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
471 <p><strong>8. Wilayah yang dicirikan oleh adanya aliran barang atau orang yang memusat merupakan wilayah….</strong></p>
471 <p><strong>8. Wilayah yang dicirikan oleh adanya aliran barang atau orang yang memusat merupakan wilayah….</strong></p>
472 <ol><li><i>uniform region</i></li>
472 <ol><li><i>uniform region</i></li>
473 <li><i>nodal region</i></li>
473 <li><i>nodal region</i></li>
474 <li><i>natural region</i></li>
474 <li><i>natural region</i></li>
475 <li><i>genetic region</i></li>
475 <li><i>genetic region</i></li>
476 <li><i>specific region</i></li>
476 <li><i>specific region</i></li>
477 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
477 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
478 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
478 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
479 <p><i>Nodal Region</i>atau wilayah fungsional merupakan wilayah yang dicirikan oleh adanya kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan, atau adanya aliran orang atau barang yang memusat.</p>
479 <p><i>Nodal Region</i>atau wilayah fungsional merupakan wilayah yang dicirikan oleh adanya kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan, atau adanya aliran orang atau barang yang memusat.</p>
480 <p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
480 <p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
481 <p><strong>9. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah dimiliki oleh kota Bogor. Akan tetapi implementasi RTRW di kota Bogor kurang berjalan baik. Kawasan yang diperuntukkan secara komersil menyebar di sepanjang jalan utama kota Bogor sehingga sering menimbulkan kemacetan. Permasalahan tersebut dapat terjadi karena adanya hambatan penataan ruang berupa….</strong></p>
481 <p><strong>9. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah dimiliki oleh kota Bogor. Akan tetapi implementasi RTRW di kota Bogor kurang berjalan baik. Kawasan yang diperuntukkan secara komersil menyebar di sepanjang jalan utama kota Bogor sehingga sering menimbulkan kemacetan. Permasalahan tersebut dapat terjadi karena adanya hambatan penataan ruang berupa….</strong></p>
482 <ol><li>lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang</li>
482 <ol><li>lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang</li>
483 <li>kuatnya koordinasi antar lembaga pemerintahan</li>
483 <li>kuatnya koordinasi antar lembaga pemerintahan</li>
484 <li>lambatnya penyusunan rencana tata ruang kota</li>
484 <li>lambatnya penyusunan rencana tata ruang kota</li>
485 <li>kurangnya dana untuk pembangunan infrastruktur kota</li>
485 <li>kurangnya dana untuk pembangunan infrastruktur kota</li>
486 <li>terbatasnya lahan untuk pembangunan ruang publik</li>
486 <li>terbatasnya lahan untuk pembangunan ruang publik</li>
487 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
487 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
488 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
488 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
489 <p>Penyusunan RTRW sudah dibentuk atau dibuat untuk 20 tahun ke depan dan ditinjau setiap 5 tahun sekali. Dalam RTRW sudah diatur pembagian kawasan untuk pemanfaatan ruang. Pada umumnya, hambatan yang timbul dalam penataan ruang dikarenakan lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang.</p>
489 <p>Penyusunan RTRW sudah dibentuk atau dibuat untuk 20 tahun ke depan dan ditinjau setiap 5 tahun sekali. Dalam RTRW sudah diatur pembagian kawasan untuk pemanfaatan ruang. Pada umumnya, hambatan yang timbul dalam penataan ruang dikarenakan lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang.</p>
490 <p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
490 <p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
491 <p><strong>10. Pusat pertumbuhan yang termasuk wilayah pembangunan IV antara lain….</strong></p>
491 <p><strong>10. Pusat pertumbuhan yang termasuk wilayah pembangunan IV antara lain….</strong></p>
492 <ol><li>Maluku dan Papua</li>
492 <ol><li>Maluku dan Papua</li>
493 <li>Jawa Timur dan Bali</li>
493 <li>Jawa Timur dan Bali</li>
494 <li>Aceh dan Sumatera Utara</li>
494 <li>Aceh dan Sumatera Utara</li>
495 <li>NTT dan NTB</li>
495 <li>NTT dan NTB</li>
496 <li>Jawa Barat dan Jawa Tengah</li>
496 <li>Jawa Barat dan Jawa Tengah</li>
497 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
497 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
498 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
498 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
499 <p>Wilayah pembangunan utama B, pusat pertumbuhan utama nya adalah Jakarta. Wilayah ini meliputi:</p>
499 <p>Wilayah pembangunan utama B, pusat pertumbuhan utama nya adalah Jakarta. Wilayah ini meliputi:</p>
500 <ul><li>Wilayah pembangunan III meliputi, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, berpusat di Palembang</li>
500 <ul><li>Wilayah pembangunan III meliputi, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, berpusat di Palembang</li>
501 <li>Wilayah pembangunan IV meliputi Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, yang berpusat di Jakarta</li>
501 <li>Wilayah pembangunan IV meliputi Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, yang berpusat di Jakarta</li>
502 </ul><p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
502 </ul><p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
503 <p><strong>11. Ciri-ciri desa sebagai berikut:</strong></p>
503 <p><strong>11. Ciri-ciri desa sebagai berikut:</strong></p>
504 <ol><li>Ketergantungan pada alam</li>
504 <ol><li>Ketergantungan pada alam</li>
505 <li>Lembaga sosial mulai berkembang</li>
505 <li>Lembaga sosial mulai berkembang</li>
506 <li>Adanya transisi adat istiadat</li>
506 <li>Adanya transisi adat istiadat</li>
507 <li>Mata pencaharian penduduk mulai heterogen</li>
507 <li>Mata pencaharian penduduk mulai heterogen</li>
508 <li>Pendidikan dan ketrampilan masih rendah</li>
508 <li>Pendidikan dan ketrampilan masih rendah</li>
509 </ol><p>Ciri-ciri desa swakarya terdapat pada nomor….</p>
509 </ol><p>Ciri-ciri desa swakarya terdapat pada nomor….</p>
510 <ol><li>1,2,3</li>
510 <ol><li>1,2,3</li>
511 <li>1,3,5</li>
511 <li>1,3,5</li>
512 <li>2,3,5</li>
512 <li>2,3,5</li>
513 <li>2,3,4</li>
513 <li>2,3,4</li>
514 <li>3,4,5</li>
514 <li>3,4,5</li>
515 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
515 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
516 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
516 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
517 <p>Desa swakarya merupakan desa yang sedang berkembang dengan ciri - ciri sebagai berikut:</p>
517 <p>Desa swakarya merupakan desa yang sedang berkembang dengan ciri - ciri sebagai berikut:</p>
518 <ul><li>Terletak di wilayah peralihan desa dan kota</li>
518 <ul><li>Terletak di wilayah peralihan desa dan kota</li>
519 <li>Adanya transisi kebudayaan/adat istiadat</li>
519 <li>Adanya transisi kebudayaan/adat istiadat</li>
520 <li>Potensi desa mulai dimanfaatkan</li>
520 <li>Potensi desa mulai dimanfaatkan</li>
521 <li>Rata-rata penduduknya telah mengenyam pendidikan dasar</li>
521 <li>Rata-rata penduduknya telah mengenyam pendidikan dasar</li>
522 <li>Mata pencaharian mulai heterogen</li>
522 <li>Mata pencaharian mulai heterogen</li>
523 <li>Lembaga sosial dan aparatur desa mulai berkembang</li>
523 <li>Lembaga sosial dan aparatur desa mulai berkembang</li>
524 </ul><p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
524 </ul><p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
525 <p><strong>12. Bagian wilayah kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan disebut….</strong></p>
525 <p><strong>12. Bagian wilayah kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan disebut….</strong></p>
526 <ol><li>inti kota</li>
526 <ol><li>inti kota</li>
527 <li>rural</li>
527 <li>rural</li>
528 <li><i>sub urban fringe</i></li>
528 <li><i>sub urban fringe</i></li>
529 <li><i>hinterland</i></li>
529 <li><i>hinterland</i></li>
530 <li><i>sub urban</i></li>
530 <li><i>sub urban</i></li>
531 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
531 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
532 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
532 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
533 <p>Inti kota merupakan tempat pusat pertumbuhan segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan.</p>
533 <p>Inti kota merupakan tempat pusat pertumbuhan segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan.</p>
534 <p><strong>Topik:</strong><strong>Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografi</strong></p>
534 <p><strong>Topik:</strong><strong>Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografi</strong></p>
535 <p><strong>13. Tahap interpretasi foto udara yang membedakan antara objek irigasi pertanian dan jalan setapak yaitu pada tahap….</strong></p>
535 <p><strong>13. Tahap interpretasi foto udara yang membedakan antara objek irigasi pertanian dan jalan setapak yaitu pada tahap….</strong></p>
536 <ol><li>deteksi</li>
536 <ol><li>deteksi</li>
537 <li>identifikasi</li>
537 <li>identifikasi</li>
538 <li>interpretasi</li>
538 <li>interpretasi</li>
539 <li>kesimpulan</li>
539 <li>kesimpulan</li>
540 <li>analisis</li>
540 <li>analisis</li>
541 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
541 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
542 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
542 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
543 <p>Analisis data penginderaan jauh:</p>
543 <p>Analisis data penginderaan jauh:</p>
544 <ul><li>Deteksi: penentuan ada/tidaknya suatu objek pada citra menggunakan sensor</li>
544 <ul><li>Deteksi: penentuan ada/tidaknya suatu objek pada citra menggunakan sensor</li>
545 <li>Identifikasi: pengidentifikasian suatu objek yang tertangkap dengan sensor</li>
545 <li>Identifikasi: pengidentifikasian suatu objek yang tertangkap dengan sensor</li>
546 <li>Pengenalan: untuk mengklasifikasikan objek yang tampak pada citra</li>
546 <li>Pengenalan: untuk mengklasifikasikan objek yang tampak pada citra</li>
547 <li>Analisis: menunjukan kelompok - kelompok yang mempunyai kekhususan tersendiri.</li>
547 <li>Analisis: menunjukan kelompok - kelompok yang mempunyai kekhususan tersendiri.</li>
548 </ul><p><strong>Topik:</strong><strong>Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografi</strong></p>
548 </ul><p><strong>Topik:</strong><strong>Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografi</strong></p>
549 <p><strong>14. Perhatikan fenomena - fenomena geografi berikut!</strong></p>
549 <p><strong>14. Perhatikan fenomena - fenomena geografi berikut!</strong></p>
550 <ol><li>Terdapat bangunan yang seragam dengan ukuran kecil dalam satu area dikenali sebagai kawasan pemukiman</li>
550 <ol><li>Terdapat bangunan yang seragam dengan ukuran kecil dalam satu area dikenali sebagai kawasan pemukiman</li>
551 <li>Air laut pada citra foto udara berwarna gelap</li>
551 <li>Air laut pada citra foto udara berwarna gelap</li>
552 <li>Terdapat rel dan gerbong dikenali sebagai stasiun kereta api</li>
552 <li>Terdapat rel dan gerbong dikenali sebagai stasiun kereta api</li>
553 <li>Hutan hujan tropis bertektur kasar</li>
553 <li>Hutan hujan tropis bertektur kasar</li>
554 <li>Lahan parkir yang dipenuhi angkutan umum dikenali sebagai terminal</li>
554 <li>Lahan parkir yang dipenuhi angkutan umum dikenali sebagai terminal</li>
555 </ol><p>Fenomena yang menunjukan asosiasi pada unsur interpretasi citra ditunjukan oleh nomor….</p>
555 </ol><p>Fenomena yang menunjukan asosiasi pada unsur interpretasi citra ditunjukan oleh nomor….</p>
556 <ol><li>1,2,3</li>
556 <ol><li>1,2,3</li>
557 <li>2,4,5</li>
557 <li>2,4,5</li>
558 <li>1,2,5</li>
558 <li>1,2,5</li>
559 <li>1,3,5</li>
559 <li>1,3,5</li>
560 <li>2,3,5</li>
560 <li>2,3,5</li>
561 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
561 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
562 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
562 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
563 <p>Asosiasi menunjukan keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lain, sehingga membantu mengidentifikasi keberadaan objek lain.</p>
563 <p>Asosiasi menunjukan keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lain, sehingga membantu mengidentifikasi keberadaan objek lain.</p>
564 <h2>SEJARAH</h2>
564 <h2>SEJARAH</h2>
565 <p>Topik:<strong>Pemberontakan Dalam Negeri</strong></p>
565 <p>Topik:<strong>Pemberontakan Dalam Negeri</strong></p>
566 <p>Subtopik:<strong>Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa</strong></p>
566 <p>Subtopik:<strong>Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa</strong></p>
567 <p>1. Berikut ini yang termasuk ancaman disintegrasi bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan adalah ….</p>
567 <p>1. Berikut ini yang termasuk ancaman disintegrasi bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan adalah ….</p>
568 <ol><li>Gerakan Aceh Merdeka</li>
568 <ol><li>Gerakan Aceh Merdeka</li>
569 <li>Pemberontakan Timor Timur</li>
569 <li>Pemberontakan Timor Timur</li>
570 <li>Operasi Papua Merdeka</li>
570 <li>Operasi Papua Merdeka</li>
571 <li>Pemberontakan PDRI</li>
571 <li>Pemberontakan PDRI</li>
572 <li>Republik Maluku Selatan</li>
572 <li>Republik Maluku Selatan</li>
573 </ol><p>Jawaban: E</p>
573 </ol><p>Jawaban: E</p>
574 <p>Pembahasan:</p>
574 <p>Pembahasan:</p>
575 <p>Selang lima tahun sejak Indonesia merdeka, Dr. Christian Robert Soumokil, seorang mantan tentara KNIL menolak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) pada bulan April 1950. Pemberontakan ini merupakan salah satu pemberontakan atau ancaman disintegrasi pada awal kemerdekaan Indonesia.</p>
575 <p>Selang lima tahun sejak Indonesia merdeka, Dr. Christian Robert Soumokil, seorang mantan tentara KNIL menolak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) pada bulan April 1950. Pemberontakan ini merupakan salah satu pemberontakan atau ancaman disintegrasi pada awal kemerdekaan Indonesia.</p>
576 <ul><li>Jawaban A tidak tepat karena Gerakan Aceh Merdeka merupakan gerakan yang terjadi pada masa Orde Baru.</li>
576 <ul><li>Jawaban A tidak tepat karena Gerakan Aceh Merdeka merupakan gerakan yang terjadi pada masa Orde Baru.</li>
577 <li>Jawaban B tidak tepat karena pemberontakan Timor Timur terjadi pada masa Orde Baru.</li>
577 <li>Jawaban B tidak tepat karena pemberontakan Timor Timur terjadi pada masa Orde Baru.</li>
578 <li>Jawaban C tidak tepat karena Operasi Papua Merdeka terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin.</li>
578 <li>Jawaban C tidak tepat karena Operasi Papua Merdeka terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin.</li>
579 <li>Jawaban D tidak tepat karena pemberontakan PDRI tidak ada dalam sejarah, tetapi PDRI merupakan pemerintahan darurat yang didirikan akibat Agresi Militer Belanda.</li>
579 <li>Jawaban D tidak tepat karena pemberontakan PDRI tidak ada dalam sejarah, tetapi PDRI merupakan pemerintahan darurat yang didirikan akibat Agresi Militer Belanda.</li>
580 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
580 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
581 <p><strong>Topik</strong><strong>: Pemberontakan dalam Negeri</strong></p>
581 <p><strong>Topik</strong><strong>: Pemberontakan dalam Negeri</strong></p>
582 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa</strong></p>
582 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa</strong></p>
583 <p>2. Berikut ini yang termasuk ancaman disintegrasi bangsa di Indonesia pada awal kemerdekaan adalah ….</p>
583 <p>2. Berikut ini yang termasuk ancaman disintegrasi bangsa di Indonesia pada awal kemerdekaan adalah ….</p>
584 <ol><li>gerakan Aceh Merdeka</li>
584 <ol><li>gerakan Aceh Merdeka</li>
585 <li>pemberontakan Timor Timur</li>
585 <li>pemberontakan Timor Timur</li>
586 <li>operasi Papua Merdeka</li>
586 <li>operasi Papua Merdeka</li>
587 <li>gerakan Riau Merdeka</li>
587 <li>gerakan Riau Merdeka</li>
588 <li>Republik Maluku Selatan</li>
588 <li>Republik Maluku Selatan</li>
589 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
589 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
590 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
590 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
591 <p>Selang lima tahun sejak Indonesia merdeka, Dr. Christian Robert Soumokil, seorang mantan tentara KNIL menolak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan pada bulan April tahun 1950. Pemberontakan ini merupakan salah satu pemberontakan atau ancaman disintegrasi pada awal kemerdekaan Indonesia.</p>
591 <p>Selang lima tahun sejak Indonesia merdeka, Dr. Christian Robert Soumokil, seorang mantan tentara KNIL menolak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan pada bulan April tahun 1950. Pemberontakan ini merupakan salah satu pemberontakan atau ancaman disintegrasi pada awal kemerdekaan Indonesia.</p>
592 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E</strong><strong>.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
592 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E</strong><strong>.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
593 <p><strong>Topik</strong><strong>: Pemberontakan dalam Negeri</strong></p>
593 <p><strong>Topik</strong><strong>: Pemberontakan dalam Negeri</strong></p>
594 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tokoh yang Mempertahankan NKRI (1945-1965)</strong></p>
594 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tokoh yang Mempertahankan NKRI (1945-1965)</strong></p>
595 <p>3. Saat revolusi kemerdekaan Indonesia, banyak kesultanan yang berada di Nusantara menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia. Salah satunya adalah Kesultanan Siak Indrapura. Sultan Siak Indrapura yang menyatakan kesetiaan dan dukungan kemerdekaan kepada Republik Indonesia adalah ….</p>
595 <p>3. Saat revolusi kemerdekaan Indonesia, banyak kesultanan yang berada di Nusantara menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia. Salah satunya adalah Kesultanan Siak Indrapura. Sultan Siak Indrapura yang menyatakan kesetiaan dan dukungan kemerdekaan kepada Republik Indonesia adalah ….</p>
596 <ol><li>Sri Sultan Hamengkubuwono IX</li>
596 <ol><li>Sri Sultan Hamengkubuwono IX</li>
597 <li>Sri Sultan Hamengkubuwono X</li>
597 <li>Sri Sultan Hamengkubuwono X</li>
598 <li>Sri Sultan Pakualam XII</li>
598 <li>Sri Sultan Pakualam XII</li>
599 <li>Sultan Syarif Kasim II</li>
599 <li>Sultan Syarif Kasim II</li>
600 <li>Sultan Syarif Kasim III</li>
600 <li>Sultan Syarif Kasim III</li>
601 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
601 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
602 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
602 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
603 <p>Sultan Siak Indrapura yang menyatakan kesetiaan dan dukungan kemerdekaan kepada Republik Indonesia adalah Sultan Syarif Kasim II. Saat perang kemerdekaan pecah, Sultan Syarif Kasim II turut andil dalam membantu pendirian TKR juga dalam mensuplai bahan makanan kepada para laskar yang ikut berjuang. Sultan Syarif Kasim II juga diketahui menyumbangkan hartanya sebesar 13 juta gulden untuk membantu perjuangan RI.</p>
603 <p>Sultan Siak Indrapura yang menyatakan kesetiaan dan dukungan kemerdekaan kepada Republik Indonesia adalah Sultan Syarif Kasim II. Saat perang kemerdekaan pecah, Sultan Syarif Kasim II turut andil dalam membantu pendirian TKR juga dalam mensuplai bahan makanan kepada para laskar yang ikut berjuang. Sultan Syarif Kasim II juga diketahui menyumbangkan hartanya sebesar 13 juta gulden untuk membantu perjuangan RI.</p>
604 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D</strong><strong>.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
604 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D</strong><strong>.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
605 <p><strong>Topik</strong><strong>: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
605 <p><strong>Topik</strong><strong>: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
606 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengakuan Mesir, India, dan Australia terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
606 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengakuan Mesir, India, dan Australia terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
607 <p>4. Pada tanggal 9 Agustus 1947 masyarakat Mesir melakukan salah satu upaya dalam mendukung kemerdekaan Indonesia, yaitu dengan ….</p>
607 <p>4. Pada tanggal 9 Agustus 1947 masyarakat Mesir melakukan salah satu upaya dalam mendukung kemerdekaan Indonesia, yaitu dengan ….</p>
608 <ol><li>mengadakan tablig akbar di sekitar Universitas Al-Azhar bersama masyarakat Indonesia</li>
608 <ol><li>mengadakan tablig akbar di sekitar Universitas Al-Azhar bersama masyarakat Indonesia</li>
609 <li>melakukan demonstrasi besar-besaran di kedutaan Belanda yang berada di Kairo</li>
609 <li>melakukan demonstrasi besar-besaran di kedutaan Belanda yang berada di Kairo</li>
610 <li>melakukan aksi penjarahan di kedutaan Belanda</li>
610 <li>melakukan aksi penjarahan di kedutaan Belanda</li>
611 <li>melakukan aksi penghadangan kapal Belanda di Terusan Suez</li>
611 <li>melakukan aksi penghadangan kapal Belanda di Terusan Suez</li>
612 <li>mengirimkan bantuan berupa pakaian dan pangan</li>
612 <li>mengirimkan bantuan berupa pakaian dan pangan</li>
613 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
613 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
614 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
614 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
615 <p>Pada tanggal 9 Agustus 1947 masyarakat Mesir yang dipelopori oleh ribuan buruh dan aktivis Ikhwanul Muslimin melakukan boikot dan penghadangan terhadap kapal Belanda yang bernama Volendam yang sedang berlabuh di Port Said tidak jauh dari Terusan Suez. Mereka memboikot pemberian logistik pada kapal tersebut dan juga dengan menggunakan boat-boat kecil masyarakat Mesir mengibarkan bendera Merah Putih.</p>
615 <p>Pada tanggal 9 Agustus 1947 masyarakat Mesir yang dipelopori oleh ribuan buruh dan aktivis Ikhwanul Muslimin melakukan boikot dan penghadangan terhadap kapal Belanda yang bernama Volendam yang sedang berlabuh di Port Said tidak jauh dari Terusan Suez. Mereka memboikot pemberian logistik pada kapal tersebut dan juga dengan menggunakan boat-boat kecil masyarakat Mesir mengibarkan bendera Merah Putih.</p>
616 <p><strong>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
616 <p><strong>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
617 <p><strong>Topik</strong><strong>: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
617 <p><strong>Topik</strong><strong>: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
618 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Respon PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
618 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Respon PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
619 <p>5. “Juru penerang yang tak kenal lelah”</p>
619 <p>5. “Juru penerang yang tak kenal lelah”</p>
620 <p>Kutipan pernyataan di atas merupakan salah satu julukan yang disematkan pada seorang diplomat Indonesia yang berjuang secara diplomasi dalam mendapatkan pengakuan kemerdekaan secara internasional. Julukan tersebut ditujukan kepada ….</p>
620 <p>Kutipan pernyataan di atas merupakan salah satu julukan yang disematkan pada seorang diplomat Indonesia yang berjuang secara diplomasi dalam mendapatkan pengakuan kemerdekaan secara internasional. Julukan tersebut ditujukan kepada ….</p>
621 <ol><li>Agus Salim</li>
621 <ol><li>Agus Salim</li>
622 <li>Sutan Sjahrir</li>
622 <li>Sutan Sjahrir</li>
623 <li>Soekarno</li>
623 <li>Soekarno</li>
624 <li>L.N Palar</li>
624 <li>L.N Palar</li>
625 <li>Soemitro Djojohadikusumo</li>
625 <li>Soemitro Djojohadikusumo</li>
626 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
626 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
627 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
627 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
628 <p>“Juru penerang yang tak kenal lelah” merupakan julukan yang didapatkan oleh L.N Palar saat masih bergabung dengan partai buruh sosial demokrat Belanda. Perjuangan L.N Palar dalam dunia diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan saat dirinya mengemban misi mendirikan pemerintahan pengasingan yang berkedudukan di India. Selain itu L.N Palar merupakan juru bicara Indonesia dalam sidang Keamanan PBB yang ditunjuk langsung oleh Soekarno.</p>
628 <p>“Juru penerang yang tak kenal lelah” merupakan julukan yang didapatkan oleh L.N Palar saat masih bergabung dengan partai buruh sosial demokrat Belanda. Perjuangan L.N Palar dalam dunia diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan saat dirinya mengemban misi mendirikan pemerintahan pengasingan yang berkedudukan di India. Selain itu L.N Palar merupakan juru bicara Indonesia dalam sidang Keamanan PBB yang ditunjuk langsung oleh Soekarno.</p>
629 <p><strong>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
629 <p><strong>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
630 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</strong></p>
630 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</strong></p>
631 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teknologi Komunikasi</strong></p>
631 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teknologi Komunikasi</strong></p>
632 <p>6. Telegraf pernah menjadi alat komunikasi yang penting dalam bidang komunikasi di dunia. Salah satu ciri khas dari alat komunikasi telegraf adalah ….</p>
632 <p>6. Telegraf pernah menjadi alat komunikasi yang penting dalam bidang komunikasi di dunia. Salah satu ciri khas dari alat komunikasi telegraf adalah ….</p>
633 <ol><li>dapat menghubungkan komunikasi dua arah</li>
633 <ol><li>dapat menghubungkan komunikasi dua arah</li>
634 <li>telegraf merupakan alat komunikasi yang dapat mengirim gambar</li>
634 <li>telegraf merupakan alat komunikasi yang dapat mengirim gambar</li>
635 <li>telegraf mengirimkan pesan menggunakan sandi morse</li>
635 <li>telegraf mengirimkan pesan menggunakan sandi morse</li>
636 <li>telegraf merupakan alat komunikasi nirkabel pertama di dunia</li>
636 <li>telegraf merupakan alat komunikasi nirkabel pertama di dunia</li>
637 <li>telegraf membutuhkan menara sebagai pemancar</li>
637 <li>telegraf membutuhkan menara sebagai pemancar</li>
638 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
638 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
639 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
639 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
640 <p>Telegraf merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk mengirim pesan melalui gelombang elektrik. Alat komunikasi yang ditemukan pada tahun 1835 oleh Samuel F.B Morse ini mempunyai ciri khas yaitu mengirim pesan menggunakan sandi khusus yang dikenal dengan nama sandi Morse. Sandi Morse sendiri ditetapkan sebagai sandi standar internasional untuk mengirim pesan melalui telegraf.</p>
640 <p>Telegraf merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk mengirim pesan melalui gelombang elektrik. Alat komunikasi yang ditemukan pada tahun 1835 oleh Samuel F.B Morse ini mempunyai ciri khas yaitu mengirim pesan menggunakan sandi khusus yang dikenal dengan nama sandi Morse. Sandi Morse sendiri ditetapkan sebagai sandi standar internasional untuk mengirim pesan melalui telegraf.</p>
641 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
641 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
642 <p>Topik:<strong>Respons Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
642 <p>Topik:<strong>Respons Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
643 <p>Subtopik:<strong>Konferensi Meja Bundar (KMB)</strong></p>
643 <p>Subtopik:<strong>Konferensi Meja Bundar (KMB)</strong></p>
644 <p>7. Pernyataan yang tepat mengenai kedudukan RIS dan Belanda pasca penyerahan kedaulatan adalah ….</p>
644 <p>7. Pernyataan yang tepat mengenai kedudukan RIS dan Belanda pasca penyerahan kedaulatan adalah ….</p>
645 <ol><li>Republik Indonesia Serikat bukan bagian dari Uni Indonesia-Belanda</li>
645 <ol><li>Republik Indonesia Serikat bukan bagian dari Uni Indonesia-Belanda</li>
646 <li>Republik Indonesia Serikat masih di bawah perlindungan dari Kerajaan Belanda</li>
646 <li>Republik Indonesia Serikat masih di bawah perlindungan dari Kerajaan Belanda</li>
647 <li>Republik Indonesia Serikat-Belanda adalah dua negara yang sederajat</li>
647 <li>Republik Indonesia Serikat-Belanda adalah dua negara yang sederajat</li>
648 <li>Republik Indonesia berada dalam uni yang diketuai oleh Ratu Belanda</li>
648 <li>Republik Indonesia berada dalam uni yang diketuai oleh Ratu Belanda</li>
649 <li>Belanda masih mempunyai pengaruh dalam pemerintahan Indonesia Serikat</li>
649 <li>Belanda masih mempunyai pengaruh dalam pemerintahan Indonesia Serikat</li>
650 </ol><p>Jawaban: C</p>
650 </ol><p>Jawaban: C</p>
651 <p>Pembahasan:</p>
651 <p>Pembahasan:</p>
652 <p>Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949-2 November 1949. Hasil dari Konferensi Meja Bundar sebagai berikut.</p>
652 <p>Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949-2 November 1949. Hasil dari Konferensi Meja Bundar sebagai berikut.</p>
653 <ol><li>Belanda mengakui keberadaan RIS (Republik Indonesia Serikat) sebagai negara merdeka dan berdaulat. RIS terdiri 7 negara bagian dan 9 negara satuan yang berdiri sendiri</li>
653 <ol><li>Belanda mengakui keberadaan RIS (Republik Indonesia Serikat) sebagai negara merdeka dan berdaulat. RIS terdiri 7 negara bagian dan 9 negara satuan yang berdiri sendiri</li>
654 <li>Corak pemerintahan RIS akan diatur dengan konstitusi yang dibuat para delegasi RI dan BFO saat perundingan KMB.</li>
654 <li>Corak pemerintahan RIS akan diatur dengan konstitusi yang dibuat para delegasi RI dan BFO saat perundingan KMB.</li>
655 <li>Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda yang bersifat lebih longgar berdasarkan kerja sama secara sukarela dan sederajat. Uni Indonesia-Belanda ini disepakati oleh Ratu Belanda.</li>
655 <li>Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda yang bersifat lebih longgar berdasarkan kerja sama secara sukarela dan sederajat. Uni Indonesia-Belanda ini disepakati oleh Ratu Belanda.</li>
656 </ol><p>Setelah penyerahan dan pengakuan kedaulatan yang diberikan oleh Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kedudukan RIS dan Belanda adalah sederajat atau sama karena RIS sudah mendapatkan pengakuan kedaulatan secara utuh dari Belanda.</p>
656 </ol><p>Setelah penyerahan dan pengakuan kedaulatan yang diberikan oleh Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kedudukan RIS dan Belanda adalah sederajat atau sama karena RIS sudah mendapatkan pengakuan kedaulatan secara utuh dari Belanda.</p>
657 <p>Jadi, pernyataan yang tepat mengenai kedudukan antara RIS dan Belanda pasca penyerahan kedaulatan adalah Republik Indonesia Serikat-Belanda adalah dua negara yang sederajat.</p>
657 <p>Jadi, pernyataan yang tepat mengenai kedudukan antara RIS dan Belanda pasca penyerahan kedaulatan adalah Republik Indonesia Serikat-Belanda adalah dua negara yang sederajat.</p>
658 <p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</p>
658 <p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</p>
659 <h2>SOSIOLOGI</h2>
659 <h2>SOSIOLOGI</h2>
660 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
660 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
661 <p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Internal Perubahan Sosial</strong></p>
661 <p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Internal Perubahan Sosial</strong></p>
662 <p>1. Indonesia merupakan salah satu negara endemik penyakit kaki gajah (filariaris). Kaki gajah termasuk penyakit yang tidak mematikan tetapi cukup sulit diatasi. Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah terdapat obat yang dapat mencegah penyakit tersebut. Untuk itu, masyarakat diimbau mengikuti program pemberian obat pencegahan massal setiap bulan Oktober secara rutin selama lima tahun. Beberapa daerah yang telah rutin mengikuti pengobatan telah terbebas dari endemik penyakit kaki gajah. Fakta sosial tersebut menunjukkan telah terjadi perubahan sosial akibat faktor …. </p>
662 <p>1. Indonesia merupakan salah satu negara endemik penyakit kaki gajah (filariaris). Kaki gajah termasuk penyakit yang tidak mematikan tetapi cukup sulit diatasi. Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah terdapat obat yang dapat mencegah penyakit tersebut. Untuk itu, masyarakat diimbau mengikuti program pemberian obat pencegahan massal setiap bulan Oktober secara rutin selama lima tahun. Beberapa daerah yang telah rutin mengikuti pengobatan telah terbebas dari endemik penyakit kaki gajah. Fakta sosial tersebut menunjukkan telah terjadi perubahan sosial akibat faktor …. </p>
663 <ol><li>pertentangan dalam masyarakat</li>
663 <ol><li>pertentangan dalam masyarakat</li>
664 <li>pengaruh kebudayaan dari luar</li>
664 <li>pengaruh kebudayaan dari luar</li>
665 <li>pengurangan jumlah penduduk</li>
665 <li>pengurangan jumlah penduduk</li>
666 <li>perubahan lingkungan fisik</li>
666 <li>perubahan lingkungan fisik</li>
667 <li>penemuan baru</li>
667 <li>penemuan baru</li>
668 </ol><p>Jawaban: E</p>
668 </ol><p>Jawaban: E</p>
669 <p>Pembahasan:</p>
669 <p>Pembahasan:</p>
670 <p>Fakta sosial yang dijabarkan pada soal menunjukkan telah terjadi perubahan sosial terkait berkurangnya daerah yang menjadi endemik penyakit kaki gajah. Berkurangnya daerah endemik diakibatkan telah ditemukan obat pencegah kaki gajah. Selain itu, ditambah kesediaan masyarakat mengikuti program pengobatan rutin menambah percepatan pencegahan penyakit kaki gajah dalam masyarakat. Apabila obat penyakit kaki gajah belum ditemukan maka jumlah penderita dan daerah endemis kaki gajah tidak berkurang tetapi terus bertambah. Dengan<strong>demikian, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh pilihan E.</strong></p>
670 <p>Fakta sosial yang dijabarkan pada soal menunjukkan telah terjadi perubahan sosial terkait berkurangnya daerah yang menjadi endemik penyakit kaki gajah. Berkurangnya daerah endemik diakibatkan telah ditemukan obat pencegah kaki gajah. Selain itu, ditambah kesediaan masyarakat mengikuti program pengobatan rutin menambah percepatan pencegahan penyakit kaki gajah dalam masyarakat. Apabila obat penyakit kaki gajah belum ditemukan maka jumlah penderita dan daerah endemis kaki gajah tidak berkurang tetapi terus bertambah. Dengan<strong>demikian, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh pilihan E.</strong></p>
671 <p>Baca Juga:<a>Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, dan Karakteristiknya</a></p>
671 <p>Baca Juga:<a>Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, dan Karakteristiknya</a></p>
672 <p><strong>Topik: Perubahan Sosial</strong></p>
672 <p><strong>Topik: Perubahan Sosial</strong></p>
673 <p><strong>Subtopik: Teori Evolusi (Perkembangan) dalam Perubahan Sosial</strong></p>
673 <p><strong>Subtopik: Teori Evolusi (Perkembangan) dalam Perubahan Sosial</strong></p>
674 <p>2. Evolusi merupakan perubahan yang lama dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam evolusi, perubahan terjadi sendiri tanpa direncanakan. Hal ini dikarenakan ….</p>
674 <p>2. Evolusi merupakan perubahan yang lama dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam evolusi, perubahan terjadi sendiri tanpa direncanakan. Hal ini dikarenakan ….</p>
675 <ol><li>dalam evolusi hanya terjadi perubahan kecil sehingga tidak memengaruhi yang lainnya</li>
675 <ol><li>dalam evolusi hanya terjadi perubahan kecil sehingga tidak memengaruhi yang lainnya</li>
676 <li>adanya persamaan tujuan yang ingin dicapai dalam perubahan evolusi</li>
676 <li>adanya persamaan tujuan yang ingin dicapai dalam perubahan evolusi</li>
677 <li>hanya sebagian masyarakat mengalami perubahan secara evolusi</li>
677 <li>hanya sebagian masyarakat mengalami perubahan secara evolusi</li>
678 <li>adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru</li>
678 <li>adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru</li>
679 <li>perubahan yang terjadi tidak berdampak besar pada masyarakat</li>
679 <li>perubahan yang terjadi tidak berdampak besar pada masyarakat</li>
680 </ol><p>Jawaban: D</p>
680 </ol><p>Jawaban: D</p>
681 <p>Pembahasan:</p>
681 <p>Pembahasan:</p>
682 <p>Evolusi merupakan perubahan yang lama dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan. Hal ini diakibatkan dari adanya usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi yang baru muncul mengikuti pertumbuhan masyarakat.<strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
682 <p>Evolusi merupakan perubahan yang lama dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan. Hal ini diakibatkan dari adanya usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi yang baru muncul mengikuti pertumbuhan masyarakat.<strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
683 <p>Baca Juga:<a>Mengenal Teori Evolusi dalam Perubahan Sosial</a></p>
683 <p>Baca Juga:<a>Mengenal Teori Evolusi dalam Perubahan Sosial</a></p>
684 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
684 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
685 <p><strong>Subtopik: Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial II</strong></p>
685 <p><strong>Subtopik: Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial II</strong></p>
686 <p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
686 <p><strong>3. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
687 <p>(1) Pendidikan yang mengadaptasi ilmu pengetahuan dari negara-negara maju. (2) Penambahan jaringan listrik di daerah-daerah perbatasan dan jauh dari ibu kota. (3) Peningkatan arus urbanisasi dari masyarakat di berbagai daerah. (4) Hilangnya mata pencaharian petani akibat bencana alam gunung meletus. (5) Kemacetan akibat pembangunan jalan tol dan pelebaran jalan raya.</p>
687 <p>(1) Pendidikan yang mengadaptasi ilmu pengetahuan dari negara-negara maju. (2) Penambahan jaringan listrik di daerah-daerah perbatasan dan jauh dari ibu kota. (3) Peningkatan arus urbanisasi dari masyarakat di berbagai daerah. (4) Hilangnya mata pencaharian petani akibat bencana alam gunung meletus. (5) Kemacetan akibat pembangunan jalan tol dan pelebaran jalan raya.</p>
688 <p>Kategori perubahan sosial tidak direncanakan (<em>unplanned social change</em>) ditunjukkan oleh angka …. </p>
688 <p>Kategori perubahan sosial tidak direncanakan (<em>unplanned social change</em>) ditunjukkan oleh angka …. </p>
689 <ol><li>(1), (2), dan (3)</li>
689 <ol><li>(1), (2), dan (3)</li>
690 <li>(1), (2), dan (4)</li>
690 <li>(1), (2), dan (4)</li>
691 <li>(1), (3), dan (5)</li>
691 <li>(1), (3), dan (5)</li>
692 <li>(2), (4), dan (5)</li>
692 <li>(2), (4), dan (5)</li>
693 <li>(3), (4), dan (5)</li>
693 <li>(3), (4), dan (5)</li>
694 </ol><p>Jawaban: E</p>
694 </ol><p>Jawaban: E</p>
695 <p>Pembahasan:</p>
695 <p>Pembahasan:</p>
696 <p>Perubahan yang tidak direncanakan (unplanned social change) yaitu perubahan yang terjadi tanpa perencanaan serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat. Perubahan yang termasuk kategori unplanned social change ditunjukkan oleh pernyataan nomor 3, 4, dan 5. Pernyataan nomor 1 merupakan perubahan yang direncanakan dalam bidang pendidikan. Pernyataan nomor 2 merupakan perubahan sosial yang direncanakan dalam bidang pembangunan.</p>
696 <p>Perubahan yang tidak direncanakan (unplanned social change) yaitu perubahan yang terjadi tanpa perencanaan serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat. Perubahan yang termasuk kategori unplanned social change ditunjukkan oleh pernyataan nomor 3, 4, dan 5. Pernyataan nomor 1 merupakan perubahan yang direncanakan dalam bidang pendidikan. Pernyataan nomor 2 merupakan perubahan sosial yang direncanakan dalam bidang pembangunan.</p>
697 <p>Jadi, jawaban yang t<strong>epat adalah E.</strong></p>
697 <p>Jadi, jawaban yang t<strong>epat adalah E.</strong></p>
698 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
698 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
699 <p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Eksternal Perubahan Sosial</strong></p>
699 <p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Eksternal Perubahan Sosial</strong></p>
700 <p>4. Hendry dan Prisa bergabung dalam komunitas<em>cosplay</em>dan hampir setiap minggu mengikuti kontes<em>cosplayer.</em>Mereka biasanya berburu kostum di toko<em>online</em>atau toko khusus yang menyediakan berbagai pernak-pernik<em>cosplay</em>. Kemunculan fenomena tersebut menunjukkan perubahan sosial yang dipengaruhi oleh ….</p>
700 <p>4. Hendry dan Prisa bergabung dalam komunitas<em>cosplay</em>dan hampir setiap minggu mengikuti kontes<em>cosplayer.</em>Mereka biasanya berburu kostum di toko<em>online</em>atau toko khusus yang menyediakan berbagai pernak-pernik<em>cosplay</em>. Kemunculan fenomena tersebut menunjukkan perubahan sosial yang dipengaruhi oleh ….</p>
701 <ol><li>penemuan baru</li>
701 <ol><li>penemuan baru</li>
702 <li>dinamika penduduk</li>
702 <li>dinamika penduduk</li>
703 <li>perubahan lembaga sosial</li>
703 <li>perubahan lembaga sosial</li>
704 <li>revolusi dalam masyarakat</li>
704 <li>revolusi dalam masyarakat</li>
705 <li>pengaruh kebudayaan asing</li>
705 <li>pengaruh kebudayaan asing</li>
706 </ol><p>Jawaban: E</p>
706 </ol><p>Jawaban: E</p>
707 <p>Pembahasan:</p>
707 <p>Pembahasan:</p>
708 <p>Fenomena yang dijelaskan pada soal menunjukkan fenomena cosplay yang dilakukan Hendry dan Prisa. Cosplayer merupakan pelaku yang menggunakan cosplay (costum player). Orang-orang yang biasanya bergabung dalam komunitas cosplay memiliki hobi mengenakan kostum karakter dalam film animasi, komik, atau video games. Budaya tersebut berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. Masuknya film, anime, dan games dari negara-negara tersebut mendorong orang-orang di Indonesia untuk mengadaptasi budaya cosplay. Dengan demikian, perubahan sosial tersebut dipengaruhi oleh budaya asing.</p>
708 <p>Fenomena yang dijelaskan pada soal menunjukkan fenomena cosplay yang dilakukan Hendry dan Prisa. Cosplayer merupakan pelaku yang menggunakan cosplay (costum player). Orang-orang yang biasanya bergabung dalam komunitas cosplay memiliki hobi mengenakan kostum karakter dalam film animasi, komik, atau video games. Budaya tersebut berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. Masuknya film, anime, dan games dari negara-negara tersebut mendorong orang-orang di Indonesia untuk mengadaptasi budaya cosplay. Dengan demikian, perubahan sosial tersebut dipengaruhi oleh budaya asing.</p>
709 <p>Berdasarkan penjela<strong>san tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
709 <p>Berdasarkan penjela<strong>san tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
710 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
710 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
711 <p><strong>Subtopik: Faktor Penghambat Perubahan Sosial</strong></p>
711 <p><strong>Subtopik: Faktor Penghambat Perubahan Sosial</strong></p>
712 <p><strong>5. Perhatikan kutipan artikel berikut!</strong></p>
712 <p><strong>5. Perhatikan kutipan artikel berikut!</strong></p>
713 <p>Masyarakat Kampung Naga yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, dianggap unik oleh para wisatawan. Hingga saat ini, masyarakat Kampung Naga menolak penggunaan listrik. Begitu pula dalam memasak, masyarakat Kampung Naga menolak menggunakan gas elpiji. Dilihat dari bentuk rumah, masyarakat Kampung Naga masih memanfaatkan hasil alam, seperti kayu, bambu, daun nipah, dan ijuk. Fakta tersebut menunjukkan bahwa perubahan sosial dalam masyarakat Kampung Naga mengalami hambatan.</p>
713 <p>Masyarakat Kampung Naga yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, dianggap unik oleh para wisatawan. Hingga saat ini, masyarakat Kampung Naga menolak penggunaan listrik. Begitu pula dalam memasak, masyarakat Kampung Naga menolak menggunakan gas elpiji. Dilihat dari bentuk rumah, masyarakat Kampung Naga masih memanfaatkan hasil alam, seperti kayu, bambu, daun nipah, dan ijuk. Fakta tersebut menunjukkan bahwa perubahan sosial dalam masyarakat Kampung Naga mengalami hambatan.</p>
714 <p>Berdasarkan artikel, faktor penghambat perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat Kampung Naga adalah ….</p>
714 <p>Berdasarkan artikel, faktor penghambat perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat Kampung Naga adalah ….</p>
715 <ol><li>adat dan kebiasaan yang masih dipegang teguh dan sulit diubah</li>
715 <ol><li>adat dan kebiasaan yang masih dipegang teguh dan sulit diubah</li>
716 <li>keterbukaan masyarakat untuk dikunjungi oleh masyarakat luar</li>
716 <li>keterbukaan masyarakat untuk dikunjungi oleh masyarakat luar</li>
717 <li>komposisi masyarakat Kampung Naga yang cenderung heterogen</li>
717 <li>komposisi masyarakat Kampung Naga yang cenderung heterogen</li>
718 <li>masyarakat Kampung Naga memiliki toleransi terhadap berbagai perubahan</li>
718 <li>masyarakat Kampung Naga memiliki toleransi terhadap berbagai perubahan</li>
719 <li>masyarakat Kampung Naga bebas melakukan kontak dengan budaya lain</li>
719 <li>masyarakat Kampung Naga bebas melakukan kontak dengan budaya lain</li>
720 </ol><p>Jawaban: A</p>
720 </ol><p>Jawaban: A</p>
721 <p>Pembahasan:</p>
721 <p>Pembahasan:</p>
722 <p><strong>Memegang teguh tradisi menunjukkan adat dan kebiasaan masyarakat sulit diubah. Adat dan kebiasaan masyarakat Kampung Naga yang sulit diubah ditunjukkan oleh pernyataan bahwa masyarakat tidak bersedia menerima aliran listrik.</strong>Mereka menganggap penggunaan teknologi merupakan bentuk perilaku menyimpang dan menyalahi aturan leluhur.<strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh pilihan A.</strong>Adapun pilihan jawaban B, C, D, dan E merupakan faktor pendorong perubahan sosial.</p>
722 <p><strong>Memegang teguh tradisi menunjukkan adat dan kebiasaan masyarakat sulit diubah. Adat dan kebiasaan masyarakat Kampung Naga yang sulit diubah ditunjukkan oleh pernyataan bahwa masyarakat tidak bersedia menerima aliran listrik.</strong>Mereka menganggap penggunaan teknologi merupakan bentuk perilaku menyimpang dan menyalahi aturan leluhur.<strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh pilihan A.</strong>Adapun pilihan jawaban B, C, D, dan E merupakan faktor pendorong perubahan sosial.</p>
723 <p>Topik: Dampak Perubahan Sosial Subtopik: Dampak Positif Perubahan Sosial</p>
723 <p>Topik: Dampak Perubahan Sosial Subtopik: Dampak Positif Perubahan Sosial</p>
724 <p>6. Proses perubahan sosial dapat menghasilkan proses integrasi dan disintegrasi. Menurut sosiologi, proses tersebut merupakan gejala yang wajar dalam mencapai ….</p>
724 <p>6. Proses perubahan sosial dapat menghasilkan proses integrasi dan disintegrasi. Menurut sosiologi, proses tersebut merupakan gejala yang wajar dalam mencapai ….</p>
725 <ol><li>hubungan sosial</li>
725 <ol><li>hubungan sosial</li>
726 <li>mobilitas sosial</li>
726 <li>mobilitas sosial</li>
727 <li>kesetaraan sosial</li>
727 <li>kesetaraan sosial</li>
728 <li>struktur sosial</li>
728 <li>struktur sosial</li>
729 <li>keseimbangan sosial</li>
729 <li>keseimbangan sosial</li>
730 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>:</strong>E</p>
730 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>:</strong>E</p>
731 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
731 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
732 <p>Proses perubahan sosial dapat menghasilkan proses integrasi dan disintegrasi. Dalam sosiologi, proses tersebut merupakan gejala yang wajar dalam mencapai<strong>keseimbangan sosial (</strong><strong><em>equilibrium</em></strong><strong>).</strong>Proses integrasi dan disintegrasi sosial dalam<strong>proses perubahan sosial menunjukkan bahwa terjadi pertentangan pada unsur-unsur tertentu di masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan disintegrasi.</strong></p>
732 <p>Proses perubahan sosial dapat menghasilkan proses integrasi dan disintegrasi. Dalam sosiologi, proses tersebut merupakan gejala yang wajar dalam mencapai<strong>keseimbangan sosial (</strong><strong><em>equilibrium</em></strong><strong>).</strong>Proses integrasi dan disintegrasi sosial dalam<strong>proses perubahan sosial menunjukkan bahwa terjadi pertentangan pada unsur-unsur tertentu di masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan disintegrasi.</strong></p>
733 <p>Oleh karena itu,<strong>masyarakat perlu melakukan proses penyesuaian unsur-unsur baru yang muncul</strong>akibat perubahan sosial sehingga terciptanya kembali kondisi integrasi sosial (reintegrasi sosial) dan keserasian unsur-unsur yang mengalami perubahan.<strong>Hal tersebut bertujuan agar keseimbangan sosial (</strong><strong><em>equilibrium</em></strong><strong>) di masyarakat dapat terjaga.</strong></p>
733 <p>Oleh karena itu,<strong>masyarakat perlu melakukan proses penyesuaian unsur-unsur baru yang muncul</strong>akibat perubahan sosial sehingga terciptanya kembali kondisi integrasi sosial (reintegrasi sosial) dan keserasian unsur-unsur yang mengalami perubahan.<strong>Hal tersebut bertujuan agar keseimbangan sosial (</strong><strong><em>equilibrium</em></strong><strong>) di masyarakat dapat terjaga.</strong></p>
734 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
734 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
735 <p>Baca Juga:<a>Mengenal Dampak Perubahan Sosial terhadap Masyarakat</a></p>
735 <p>Baca Juga:<a>Mengenal Dampak Perubahan Sosial terhadap Masyarakat</a></p>
736 <p>Itulah beberapa<strong>latihan soal PTS kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2024</strong>. Nah gimana, sudah pada siap untuk menghadapi PTS belum? Supaya persiapan PTS kamu semakin maksimal, yuk, berlangganan<strong><a>Ruangguru</a></strong>sekarang! Persiapkan ujian PTS-mu dengan maksimal bareng fitur-fitur unggulan Ruangguru!</p>
736 <p>Itulah beberapa<strong>latihan soal PTS kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2024</strong>. Nah gimana, sudah pada siap untuk menghadapi PTS belum? Supaya persiapan PTS kamu semakin maksimal, yuk, berlangganan<strong><a>Ruangguru</a></strong>sekarang! Persiapkan ujian PTS-mu dengan maksimal bareng fitur-fitur unggulan Ruangguru!</p>
737  
737