0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Tak terasa PAS Semester Ganjil di tahun ajaran 2025 ini sudah di depan mata. Yuk, persiapan diri dengan latihan soal PAS Kelas 12 IPS beserta pembahasannya berikut ini.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Tak terasa PAS Semester Ganjil di tahun ajaran 2025 ini sudah di depan mata. Yuk, persiapan diri dengan latihan soal PAS Kelas 12 IPS beserta pembahasannya berikut ini.</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Bidang Ruang</a>(Dimensi Tiga) I </strong></p>
4
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Bidang Ruang</a>(Dimensi Tiga) I </strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Titik, Garis, dan Bidang</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Titik, Garis, dan Bidang</strong></p>
6
<p><strong>Level</strong><strong>: Easy</strong></p>
6
<p><strong>Level</strong><strong>: Easy</strong></p>
7
<p><strong>1. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
7
<p><strong>1. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
8
<p>Diketahui terletak pada perpanjangan garis GH, EP, dan DQ. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….</p>
8
<p>Diketahui terletak pada perpanjangan garis GH, EP, dan DQ. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….</p>
9
<ol><li>P terletak pada GH</li>
9
<ol><li>P terletak pada GH</li>
10
<li>P terletak pada EH </li>
10
<li>P terletak pada EH </li>
11
<li>Q terletak pada CB </li>
11
<li>Q terletak pada CB </li>
12
<li>Q terletak pada DR</li>
12
<li>Q terletak pada DR</li>
13
<li>R terletak pada EF</li>
13
<li>R terletak pada EF</li>
14
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
14
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
15
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
15
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
16
<p>Perhatikan gambar berikut ini!</p>
16
<p>Perhatikan gambar berikut ini!</p>
17
<p>Titik P terletak pada GF. Akibatnya, pernyataan pada pilihan A dan B salah.</p>
17
<p>Titik P terletak pada GF. Akibatnya, pernyataan pada pilihan A dan B salah.</p>
18
<p>Titik R terletak pada garis GH, EP, dan DQ. Akibatnya, pernyataan pada pilihan E salah.</p>
18
<p>Titik R terletak pada garis GH, EP, dan DQ. Akibatnya, pernyataan pada pilihan E salah.</p>
19
<p>Kemudian, perhatikan bahwa garis DR berpotongan dengan rusuk CG di titik Q. Artinya, Q terletak pada garis DR. Akibatnya, pernyataan pada pilihan C salah, sedangkan pilihan D benar.</p>
19
<p>Kemudian, perhatikan bahwa garis DR berpotongan dengan rusuk CG di titik Q. Artinya, Q terletak pada garis DR. Akibatnya, pernyataan pada pilihan C salah, sedangkan pilihan D benar.</p>
20
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
20
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
21
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I </strong></p>
21
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I </strong></p>
22
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Proyeksi</strong></p>
22
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Proyeksi</strong></p>
23
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
23
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
24
<p><strong>2. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
24
<p><strong>2. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
25
<p>Proyeksi pada bidang ABCD adalah ….</p>
25
<p>Proyeksi pada bidang ABCD adalah ….</p>
26
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
26
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
27
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
27
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
28
<p>Perhatikan bahwa proyeksi titik H pada bidang ABCD adalah titik D dan proyeksi titik U pada bidang ABCD adalah titik C.</p>
28
<p>Perhatikan bahwa proyeksi titik H pada bidang ABCD adalah titik D dan proyeksi titik U pada bidang ABCD adalah titik C.</p>
29
<p>Dengan demikian, proyeksi pada bidang ABCD adalah .</p>
29
<p>Dengan demikian, proyeksi pada bidang ABCD adalah .</p>
30
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
30
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
31
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II </strong></p>
31
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II </strong></p>
32
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jarak</strong></p>
32
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jarak</strong></p>
33
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
33
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
34
<p><strong>3. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH sebagai berikut!</strong></p>
34
<p><strong>3. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH sebagai berikut!</strong></p>
35
<p>Titik P adalah titik tengah . Jarak titik H ke P adalah … cm</p>
35
<p>Titik P adalah titik tengah . Jarak titik H ke P adalah … cm</p>
36
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
36
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
37
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
37
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
38
<p>Dalam mencari jarak titik H ke P, dapat digambar sebuah segitiga yang melalui titik H dan P terlebih dahulu, misalkan segitiga AHP pada gambar berikut.</p>
38
<p>Dalam mencari jarak titik H ke P, dapat digambar sebuah segitiga yang melalui titik H dan P terlebih dahulu, misalkan segitiga AHP pada gambar berikut.</p>
39
<p>Jarak titik H ke P dapat diwakili oleh panjang</p>
39
<p>Jarak titik H ke P dapat diwakili oleh panjang</p>
40
<p>Dapat diketahui bahwa tegak lurus dengan bidang ADHE sehingga juga tegak lurus dengan semua ruas garis pada bidang ADHE, salah satunya adalah .</p>
40
<p>Dapat diketahui bahwa tegak lurus dengan bidang ADHE sehingga juga tegak lurus dengan semua ruas garis pada bidang ADHE, salah satunya adalah .</p>
41
<p>Karena dan saling tegak lurus, maka segitiga AHP merupakan segitiga siku-siku di titik A.</p>
41
<p>Karena dan saling tegak lurus, maka segitiga AHP merupakan segitiga siku-siku di titik A.</p>
42
<p>adalah diagonal sisi suatu kubus dengan panjang rusuk 10 cm sehingga panjang adalah </p>
42
<p>adalah diagonal sisi suatu kubus dengan panjang rusuk 10 cm sehingga panjang adalah </p>
43
<p>Kemudian, karena titik P adalah titik tengah maka panjang adalah setengah dari panjang Karena adalah rusuk kubus yang memiliki panjang 10 cm, maka panjang adalah .</p>
43
<p>Kemudian, karena titik P adalah titik tengah maka panjang adalah setengah dari panjang Karena adalah rusuk kubus yang memiliki panjang 10 cm, maka panjang adalah .</p>
44
<p>Sebelumnya, telah diketahui bahwa segitiga APH siku-siku di titik A.</p>
44
<p>Sebelumnya, telah diketahui bahwa segitiga APH siku-siku di titik A.</p>
45
<p>Oleh karena itu, berlaku Teorema Pythagoras dan diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
45
<p>Oleh karena itu, berlaku Teorema Pythagoras dan diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
46
<p>Karena panjang adalah 15 cm, maka jarak titik H ke P adalah 15 cm.</p>
46
<p>Karena panjang adalah 15 cm, maka jarak titik H ke P adalah 15 cm.</p>
47
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
47
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
48
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II </strong></p>
48
<p><strong>Topik</strong><strong>: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II </strong></p>
49
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sudut</strong></p>
49
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sudut</strong></p>
50
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
50
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
51
<p><strong>4. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
51
<p><strong>4. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
52
<p>Berdasarkan gambar di atas, irisan bidang melalui tiga titik tersebut yang tepat adalah ….<strong></strong></p>
52
<p>Berdasarkan gambar di atas, irisan bidang melalui tiga titik tersebut yang tepat adalah ….<strong></strong></p>
53
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
53
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
54
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
54
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
55
<p>Misalkan bangun ruang tersebut diberi nama prisma ABCDE.FGHIJ serta tiga titiknya diberi nama titik P, C, dan S. Kemudian, akan dibuat sebuah irisan bidang yang melalui titik P, C, dan S seperti gambar berikut ini.</p>
55
<p>Misalkan bangun ruang tersebut diberi nama prisma ABCDE.FGHIJ serta tiga titiknya diberi nama titik P, C, dan S. Kemudian, akan dibuat sebuah irisan bidang yang melalui titik P, C, dan S seperti gambar berikut ini.</p>
56
<p>Langkah-langkah menggambar bidang melalui tiga titik tersebut diuraikan sebagai berikut.</p>
56
<p>Langkah-langkah menggambar bidang melalui tiga titik tersebut diuraikan sebagai berikut.</p>
57
<p> </p>
57
<p> </p>
58
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
58
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
59
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Statistika Deskriptif </a></strong></p>
59
<p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Statistika Deskriptif </a></strong></p>
60
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Ukuran Penyebaran Data Kelompok</strong></p>
60
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Ukuran Penyebaran Data Kelompok</strong></p>
61
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
61
<p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
62
<p><strong>5. Perhatikan tabel berikut ini!</strong></p>
62
<p><strong>5. Perhatikan tabel berikut ini!</strong></p>
63
<p>Nilai simpangan rata-rata dari data di atas adalah ….</p>
63
<p>Nilai simpangan rata-rata dari data di atas adalah ….</p>
64
<ol><li>14,21</li>
64
<ol><li>14,21</li>
65
<li>13,18</li>
65
<li>13,18</li>
66
<li>12,01</li>
66
<li>12,01</li>
67
<li>11,84</li>
67
<li>11,84</li>
68
<li>10,07</li>
68
<li>10,07</li>
69
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
69
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
70
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
70
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
71
<p>Pertama, cari nilai rata-rata dari data tersebut dengan menggunakan bantuan tabel berikut ini.</p>
71
<p>Pertama, cari nilai rata-rata dari data tersebut dengan menggunakan bantuan tabel berikut ini.</p>
72
<p>Rata-rata dari data di atas dapat dihitung sebagai berikut.</p>
72
<p>Rata-rata dari data di atas dapat dihitung sebagai berikut.</p>
73
<p>Selanjutnya, lengkapi tabel di atas seperti di bawah ini.</p>
73
<p>Selanjutnya, lengkapi tabel di atas seperti di bawah ini.</p>
74
<p>Dengan demikian, nilai simpangan rata-rata data di atas adalah sebagai berikut.</p>
74
<p>Dengan demikian, nilai simpangan rata-rata data di atas adalah sebagai berikut.</p>
75
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
75
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
76
<h2>EKONOMI</h2>
76
<h2>EKONOMI</h2>
77
<p><strong>Topik: Akuntansi sebagai Sistem Informasi</strong></p>
77
<p><strong>Topik: Akuntansi sebagai Sistem Informasi</strong></p>
78
<p><strong>Subtopik: Profesi dan Etika Profesi Akuntan</strong></p>
78
<p><strong>Subtopik: Profesi dan Etika Profesi Akuntan</strong></p>
79
<p>1. Akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (independen) terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Laporan hasil pemeriksaannya dinyatakan melalui pendapat kewajaran. Akuntan tersebut adalah ….</p>
79
<p>1. Akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (independen) terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Laporan hasil pemeriksaannya dinyatakan melalui pendapat kewajaran. Akuntan tersebut adalah ….</p>
80
<ol><li>internal</li>
80
<ol><li>internal</li>
81
<li>eksternal</li>
81
<li>eksternal</li>
82
<li>pemerintah</li>
82
<li>pemerintah</li>
83
<li>pendidik</li>
83
<li>pendidik</li>
84
<li>sosial</li>
84
<li>sosial</li>
85
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
85
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
86
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
86
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
87
<p>Profesi akuntan di antaranya sebagai berikut.</p>
87
<p>Profesi akuntan di antaranya sebagai berikut.</p>
88
<ol><li>Akuntan privat atau internal, akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertugas khusus dalam bidang akuntansi internal dengan tujuan untuk membantu mengelola keuangan perusahaan.</li>
88
<ol><li>Akuntan privat atau internal, akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertugas khusus dalam bidang akuntansi internal dengan tujuan untuk membantu mengelola keuangan perusahaan.</li>
89
<li><strong>Akuntan publik atau eksternal, a</strong><strong>kuntan yang memberikan jasa pemeriksaan secara bebas (independen)</strong>terhadap laporan keuangan perusahaan yang dilakukan untuk kepentingan perusahaan agar menghasilkan laporan keuangan yang wajar dan layak.</li>
89
<li><strong>Akuntan publik atau eksternal, a</strong><strong>kuntan yang memberikan jasa pemeriksaan secara bebas (independen)</strong>terhadap laporan keuangan perusahaan yang dilakukan untuk kepentingan perusahaan agar menghasilkan laporan keuangan yang wajar dan layak.</li>
90
<li>Akuntan pemerintah, akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor untuk pemerintah atau negara.</li>
90
<li>Akuntan pemerintah, akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor untuk pemerintah atau negara.</li>
91
<li>Akuntan pendidik, akuntan yang bekerja sebagai pengajar atau dosen di perguruan tinggi. Akuntan pendidik juga melakukan penelitian untuk pengembangan ilmu akuntansi.</li>
91
<li>Akuntan pendidik, akuntan yang bekerja sebagai pengajar atau dosen di perguruan tinggi. Akuntan pendidik juga melakukan penelitian untuk pengembangan ilmu akuntansi.</li>
92
<li>Akuntan sosial, akuntan yang berhubungan dengan akuntansi sosial dan lingkungan seperti adanya laporan pertanggungjawaban sosial dari perusahaan.</li>
92
<li>Akuntan sosial, akuntan yang berhubungan dengan akuntansi sosial dan lingkungan seperti adanya laporan pertanggungjawaban sosial dari perusahaan.</li>
93
</ol><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
93
</ol><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
94
<p><strong>Topik:<a>Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa</a></strong></p>
94
<p><strong>Topik:<a>Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa</a></strong></p>
95
<p><strong>Subtopik: Aturan Debet Kredit dan Saldo Normal</strong></p>
95
<p><strong>Subtopik: Aturan Debet Kredit dan Saldo Normal</strong></p>
96
<p><strong>2. Perhatikan daftar akun berikut ini!</strong></p>
96
<p><strong>2. Perhatikan daftar akun berikut ini!</strong></p>
97
<ol><li>Modal</li>
97
<ol><li>Modal</li>
98
<li>Piutang</li>
98
<li>Piutang</li>
99
<li>Beban sewa</li>
99
<li>Beban sewa</li>
100
<li>Utang gaji</li>
100
<li>Utang gaji</li>
101
<li>Beban gaji</li>
101
<li>Beban gaji</li>
102
</ol><p>Berdasarkan daftar akun tersebut, akun yang jika bertambah dicatat di sisi debit ditunjukkan oleh nomor ….</p>
102
</ol><p>Berdasarkan daftar akun tersebut, akun yang jika bertambah dicatat di sisi debit ditunjukkan oleh nomor ….</p>
103
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
103
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
104
<li>1, 2, dan 5</li>
104
<li>1, 2, dan 5</li>
105
<li>1, 3, dan 4</li>
105
<li>1, 3, dan 4</li>
106
<li>2, 3, dan 5</li>
106
<li>2, 3, dan 5</li>
107
<li>3, 4, dan 5</li>
107
<li>3, 4, dan 5</li>
108
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
108
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
109
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
109
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
110
<p>Aturan debit kredit dan saldo normal akun adalah sebagai berikut.</p>
110
<p>Aturan debit kredit dan saldo normal akun adalah sebagai berikut.</p>
111
<p>Berdasarkan pilihan pada soal, akun piutang termasuk ke dalam kelompok akun harta yang bilamana bertambah akan dicatat di sisi debit<strong>(2)</strong>. Begitupun beban sewa dan beban gaji yang merupakan kelompok akun beban sehingga dicatat di sisi debit ketika bertambah<strong>(3 dan 5)</strong>.</p>
111
<p>Berdasarkan pilihan pada soal, akun piutang termasuk ke dalam kelompok akun harta yang bilamana bertambah akan dicatat di sisi debit<strong>(2)</strong>. Begitupun beban sewa dan beban gaji yang merupakan kelompok akun beban sehingga dicatat di sisi debit ketika bertambah<strong>(3 dan 5)</strong>.</p>
112
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
112
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
113
<p><strong>Topik: Tahap Pengikhtisaran Perusahaan Jasa</strong></p>
113
<p><strong>Topik: Tahap Pengikhtisaran Perusahaan Jasa</strong></p>
114
<p><strong>Subtopik: Kertas Kerja Perusahaan Jasa</strong></p>
114
<p><strong>Subtopik: Kertas Kerja Perusahaan Jasa</strong></p>
115
<p><strong>3. Perhatikan kertas kerja berikut!</strong></p>
115
<p><strong>3. Perhatikan kertas kerja berikut!</strong></p>
116
<p>Berdasarkan data tersebut, pengerjaan kertas kerja yang tepat ditunjukkan oleh nomor akun ….</p>
116
<p>Berdasarkan data tersebut, pengerjaan kertas kerja yang tepat ditunjukkan oleh nomor akun ….</p>
117
<ol><li>101, 102, dan 111</li>
117
<ol><li>101, 102, dan 111</li>
118
<li>101, 111, dan 201</li>
118
<li>101, 111, dan 201</li>
119
<li>102, 111, dan 301</li>
119
<li>102, 111, dan 301</li>
120
<li>102, 111, dan 401</li>
120
<li>102, 111, dan 401</li>
121
<li>301, 401, dan 501</li>
121
<li>301, 401, dan 501</li>
122
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
122
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
123
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
123
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
124
<p>Berikut analisis keterangan data pada soal tersebut.</p>
124
<p>Berikut analisis keterangan data pada soal tersebut.</p>
125
<ul><li>101 (salah), karena kas seharusnya dicatat hanya pada kolom neraca sisi debit.</li>
125
<ul><li>101 (salah), karena kas seharusnya dicatat hanya pada kolom neraca sisi debit.</li>
126
<li><strong>102 (benar), karena perlengkapan adalah akun harta, maka dicatat pada kolom neraca sisi debit.</strong></li>
126
<li><strong>102 (benar), karena perlengkapan adalah akun harta, maka dicatat pada kolom neraca sisi debit.</strong></li>
127
<li><strong>111 (benar), karena peralatan adalah akun harta, maka dicatat pada kolom neraca sisi debit.</strong></li>
127
<li><strong>111 (benar), karena peralatan adalah akun harta, maka dicatat pada kolom neraca sisi debit.</strong></li>
128
<li>201 (salah), karena utang seharusnya hanya dicatat pada kolom neraca sisi kredit.</li>
128
<li>201 (salah), karena utang seharusnya hanya dicatat pada kolom neraca sisi kredit.</li>
129
<li>301 (salah), karena modal seharusnya dicatat pada kolom neraca pada sisi kredit.</li>
129
<li>301 (salah), karena modal seharusnya dicatat pada kolom neraca pada sisi kredit.</li>
130
<li><strong>401 (benar), karena pendapatan termasuk ke akun nominal, maka dicatat pada kolom laba/rugi sisi kredit.</strong></li>
130
<li><strong>401 (benar), karena pendapatan termasuk ke akun nominal, maka dicatat pada kolom laba/rugi sisi kredit.</strong></li>
131
<li>501 (salah), karena beban gaji seharusnya masuk ke kolom laba/rugi sisi debit.</li>
131
<li>501 (salah), karena beban gaji seharusnya masuk ke kolom laba/rugi sisi debit.</li>
132
</ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
132
</ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
133
<p><strong>Topik: Tahap Pelaporan Perusahaan Jasa</strong></p>
133
<p><strong>Topik: Tahap Pelaporan Perusahaan Jasa</strong></p>
134
<p><strong>Subtopik: Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa</strong></p>
134
<p><strong>Subtopik: Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa</strong></p>
135
<p><strong>4. Perhatikan data keuangan percetakan Narti pada bulan Desember 2018 berikut ini!</strong></p>
135
<p><strong>4. Perhatikan data keuangan percetakan Narti pada bulan Desember 2018 berikut ini!</strong></p>
136
<p><strong></strong></p>
136
<p><strong></strong></p>
137
<p>Hasil penghitungan laporan laba rugi yang benar berdasarkan data tersebut adalah ….</p>
137
<p>Hasil penghitungan laporan laba rugi yang benar berdasarkan data tersebut adalah ….</p>
138
<ol><li>laba Rp2.500.000,00</li>
138
<ol><li>laba Rp2.500.000,00</li>
139
<li>laba Rp550.000,00</li>
139
<li>laba Rp550.000,00</li>
140
<li>impas</li>
140
<li>impas</li>
141
<li>rugi Rp3.050.000,00</li>
141
<li>rugi Rp3.050.000,00</li>
142
<li>rugi Rp550.000,00</li>
142
<li>rugi Rp550.000,00</li>
143
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
143
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
144
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong><strong></strong></p>
144
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong><strong></strong></p>
145
<p><strong>Ditanya:</strong><strong></strong>Laba/rugi</p>
145
<p><strong>Ditanya:</strong><strong></strong>Laba/rugi</p>
146
<p><strong>Jawab:</strong><strong></strong><strong>Langkah pertama mencari total pendapatan (perhitungan dalam ribuan rupiah)</strong><strong></strong></p>
146
<p><strong>Jawab:</strong><strong></strong><strong>Langkah pertama mencari total pendapatan (perhitungan dalam ribuan rupiah)</strong><strong></strong></p>
147
<p><strong>Langkah kedua menghitung total beban (perhitungan dalam ribuan rupiah)</strong><strong></strong></p>
147
<p><strong>Langkah kedua menghitung total beban (perhitungan dalam ribuan rupiah)</strong><strong></strong></p>
148
<p><strong>Langkah ketiga menghitung laba/rugi (perhitungan dalam ribuan rupiah)</strong><strong></strong></p>
148
<p><strong>Langkah ketiga menghitung laba/rugi (perhitungan dalam ribuan rupiah)</strong><strong></strong></p>
149
<p>Karena hasilnya negatif, tandanya perusahaan tersebut mendapatkan rugi sebesar Rp550.000,00.</p>
149
<p>Karena hasilnya negatif, tandanya perusahaan tersebut mendapatkan rugi sebesar Rp550.000,00.</p>
150
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
150
<p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
151
<p><strong>Topik: Tahap Penutupan Perusahaan Jasa</strong></p>
151
<p><strong>Topik: Tahap Penutupan Perusahaan Jasa</strong></p>
152
<p><strong>Subtopik: Jurnal Pembalik</strong></p>
152
<p><strong>Subtopik: Jurnal Pembalik</strong></p>
153
<p><strong>5. Perhatikan neraca saldo CV Rista berikut!</strong></p>
153
<p><strong>5. Perhatikan neraca saldo CV Rista berikut!</strong></p>
154
<p>Berdasarkan data-data tersebut, jurnal pembalik pada 1 Januari 2019 yang tepat adalah …</p>
154
<p>Berdasarkan data-data tersebut, jurnal pembalik pada 1 Januari 2019 yang tepat adalah …</p>
155
<p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
155
<p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
156
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong><strong></strong></p>
156
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong><strong></strong></p>
157
<p>Berdasarkan data penyesuaian tersebut, maka transaksi sewa dibayar di muka dan iklan dibayar di muka perlu jurnal pembalik, karena kedua penyesuaian tersebut menggunakan metode beban.</p>
157
<p>Berdasarkan data penyesuaian tersebut, maka transaksi sewa dibayar di muka dan iklan dibayar di muka perlu jurnal pembalik, karena kedua penyesuaian tersebut menggunakan metode beban.</p>
158
<p><strong>Langkah pertama, menyusun jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka metode beban.</strong><strong></strong></p>
158
<p><strong>Langkah pertama, menyusun jurnal penyesuaian sewa dibayar di muka metode beban.</strong><strong></strong></p>
159
<p>Sewa dibayar tanggal 1 September 2018 untuk satu tahun senilai Rp1.800.000,00 dan dicatat dengan metode beban. Nominal penyesuaiannya menggunakan angka yang tersisa atau yang belum terpakai, yaitu 8 bulan (1 Januari 2019 sampai 31 Agustus 2019). Perhitungannya adalah sebagai berikut.</p>
159
<p>Sewa dibayar tanggal 1 September 2018 untuk satu tahun senilai Rp1.800.000,00 dan dicatat dengan metode beban. Nominal penyesuaiannya menggunakan angka yang tersisa atau yang belum terpakai, yaitu 8 bulan (1 Januari 2019 sampai 31 Agustus 2019). Perhitungannya adalah sebagai berikut.</p>
160
<p><strong>Langkah kedua, menyusun jurnal penyesuaian iklan dibayar di muka metode beban.</strong><strong></strong></p>
160
<p><strong>Langkah kedua, menyusun jurnal penyesuaian iklan dibayar di muka metode beban.</strong><strong></strong></p>
161
<p>Iklan dibayar 12 kali senilai Rp1.200.000,00, sampai akhir tahun iklan yang sudah tayang adalah 6 kali. Nominal penyesuaiannya menggunakan angka yang tersisa atau belum terpakai, yaitu 6 kali. Perhitungannya adalah sebagai berikut.</p>
161
<p>Iklan dibayar 12 kali senilai Rp1.200.000,00, sampai akhir tahun iklan yang sudah tayang adalah 6 kali. Nominal penyesuaiannya menggunakan angka yang tersisa atau belum terpakai, yaitu 6 kali. Perhitungannya adalah sebagai berikut.</p>
162
<p><strong>Langkah ketiga, menyusun jurnal pembalik.</strong><strong></strong></p>
162
<p><strong>Langkah ketiga, menyusun jurnal pembalik.</strong><strong></strong></p>
163
<p>Jurnal pembalik adalah jurnal yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian. Jurnal pembalik untuk kedua jurnal penyesuaian di atas adalah sebagai berikut.</p>
163
<p>Jurnal pembalik adalah jurnal yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian. Jurnal pembalik untuk kedua jurnal penyesuaian di atas adalah sebagai berikut.</p>
164
<p><strong>Oleh karena itu, jurnal pembalik yang tepat adalah poin A.</strong></p>
164
<p><strong>Oleh karena itu, jurnal pembalik yang tepat adalah poin A.</strong></p>
165
<h2>GEOGRAFI</h2>
165
<h2>GEOGRAFI</h2>
166
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
166
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
167
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
167
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
168
<p>1. Pulau Sumatra bagian timur dan Pulau Kalimantan termasuk dalam wilayah yang rawan terhadap bencana kebakaran hutan. Fenomena tersebut merupakan contoh dari wilayah …. </p>
168
<p>1. Pulau Sumatra bagian timur dan Pulau Kalimantan termasuk dalam wilayah yang rawan terhadap bencana kebakaran hutan. Fenomena tersebut merupakan contoh dari wilayah …. </p>
169
<ol><li>dinamis</li>
169
<ol><li>dinamis</li>
170
<li>formal</li>
170
<li>formal</li>
171
<li>fungsional</li>
171
<li>fungsional</li>
172
<li>heterogen</li>
172
<li>heterogen</li>
173
<li>nodal</li>
173
<li>nodal</li>
174
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
174
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
175
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
175
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
176
<p><strong>Pembagian wilayah</strong>secara umum terbagi menjadi dua yaitu<strong>wilayah formal</strong>atau homogen dan wilayah fungsional atau disebut juga dengan<strong>wilayah nodal. Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki kesamaan fenomena. Pulau Sumatra bagian timur dan Pulau Kalimantan</strong>memiliki<strong>kesamaan fenomena,</strong>yakni rawan terhadap bencana kebakaran. Oleh sebab itu, keduanya dapat dikelompokkan menjadi wilayah rawan kebakaran hutan. Wilayah kebakaran hutan ini merupakan contoh dari<strong>wilayah formal</strong>yang dibentuk dari adanya kesamaan fenomena.</p>
176
<p><strong>Pembagian wilayah</strong>secara umum terbagi menjadi dua yaitu<strong>wilayah formal</strong>atau homogen dan wilayah fungsional atau disebut juga dengan<strong>wilayah nodal. Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki kesamaan fenomena. Pulau Sumatra bagian timur dan Pulau Kalimantan</strong>memiliki<strong>kesamaan fenomena,</strong>yakni rawan terhadap bencana kebakaran. Oleh sebab itu, keduanya dapat dikelompokkan menjadi wilayah rawan kebakaran hutan. Wilayah kebakaran hutan ini merupakan contoh dari<strong>wilayah formal</strong>yang dibentuk dari adanya kesamaan fenomena.</p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
178
<p><strong>Baca Juga:<a>Wilayah dan Perwilayahan: Pengertian, Pembagian, dan Manfaatnya</a></strong></p>
178
<p><strong>Baca Juga:<a>Wilayah dan Perwilayahan: Pengertian, Pembagian, dan Manfaatnya</a></strong></p>
179
<p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
179
<p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
180
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Struktur Keruangan dan Perkembangan Kota</strong></p>
180
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Struktur Keruangan dan Perkembangan Kota</strong></p>
181
<p><strong>2.</strong><strong>Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
181
<p><strong>2.</strong><strong>Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
182
<p>Wilayah yang ditunjukkan oleh nomor 4 adalah ….</p>
182
<p>Wilayah yang ditunjukkan oleh nomor 4 adalah ….</p>
183
<ol><li>daerah pusat kegiatan</li>
183
<ol><li>daerah pusat kegiatan</li>
184
<li>permukiman kelas tinggi</li>
184
<li>permukiman kelas tinggi</li>
185
<li>permukiman kelas rendah</li>
185
<li>permukiman kelas rendah</li>
186
<li>zona grosir dan manufaktur</li>
186
<li>zona grosir dan manufaktur</li>
187
<li>permukiman kelas menengah</li>
187
<li>permukiman kelas menengah</li>
188
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
188
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
189
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
189
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
190
<p>Gambar yang ditunjukkan pada soal adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral yang dicetuskan oleh Homer Hoyt.<strong>Berikut ini adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral.</strong><strong></strong></p>
190
<p>Gambar yang ditunjukkan pada soal adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral yang dicetuskan oleh Homer Hoyt.<strong>Berikut ini adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral.</strong><strong></strong></p>
191
<ul><li>Zona 1: Daerah Pusat Kegiatan</li>
191
<ul><li>Zona 1: Daerah Pusat Kegiatan</li>
192
<li>Zona 2: Daerah grosir dan manufaktur</li>
192
<li>Zona 2: Daerah grosir dan manufaktur</li>
193
<li>Zona 3: Permukiman kelas rendah</li>
193
<li>Zona 3: Permukiman kelas rendah</li>
194
<li><strong>Zona 4: Permukiman kelas menengah</strong></li>
194
<li><strong>Zona 4: Permukiman kelas menengah</strong></li>
195
<li>Zona 5: Permukiman kelas atas</li>
195
<li>Zona 5: Permukiman kelas atas</li>
196
</ul><p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
196
</ul><p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
197
<p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
197
<p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
198
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pola dan Faktor-Faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
198
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pola dan Faktor-Faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
199
<p>3.Pemerintah akan membangun sebuah terminal di antara Kota A dan Kota B. Kota A memiliki jumlah penduduk sebanyak 30.000 jiwa, sedangkan Kota B memiliki 60.000 jiwa. Jarak antara kedua kota adalah 40 km. Berdasarkan data tersebut, penempatan lokasi terminal yang ideal bagi kedua kota berada pada …. </p>
199
<p>3.Pemerintah akan membangun sebuah terminal di antara Kota A dan Kota B. Kota A memiliki jumlah penduduk sebanyak 30.000 jiwa, sedangkan Kota B memiliki 60.000 jiwa. Jarak antara kedua kota adalah 40 km. Berdasarkan data tersebut, penempatan lokasi terminal yang ideal bagi kedua kota berada pada …. </p>
200
<ol><li>12,59 km dari kota A</li>
200
<ol><li>12,59 km dari kota A</li>
201
<li>14,59 km dari kota A</li>
201
<li>14,59 km dari kota A</li>
202
<li>16,59 km dari kota A</li>
202
<li>16,59 km dari kota A</li>
203
<li>16,59 km dari kota B</li>
203
<li>16,59 km dari kota B</li>
204
<li>17,59 km dari kota B</li>
204
<li>17,59 km dari kota B</li>
205
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
205
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
206
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
206
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
207
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
207
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
208
<p><strong>Penentuan lokasi yang ideal untuk dibangun terminal dapat menggunakan rumus dari teori titik henti, yaitu sebagai berikut.</strong></p>
208
<p><strong>Penentuan lokasi yang ideal untuk dibangun terminal dapat menggunakan rumus dari teori titik henti, yaitu sebagai berikut.</strong></p>
209
<p><strong>Jawab:</strong></p>
209
<p><strong>Jawab:</strong></p>
210
<p><strong>Penentuan lokasi titik henti diambil mendekati wilayah atau kota yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.</strong><strong></strong>Berdasarkan hasil hitungan di atas, maka lokasi yang tepat untuk penempatan terminal adalah<strong>16,59 km dari Kota A.</strong></p>
210
<p><strong>Penentuan lokasi titik henti diambil mendekati wilayah atau kota yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.</strong><strong></strong>Berdasarkan hasil hitungan di atas, maka lokasi yang tepat untuk penempatan terminal adalah<strong>16,59 km dari Kota A.</strong></p>
211
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan C.</strong></p>
211
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan C.</strong></p>
212
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Faktor & Zona Interaksi Desa-Kota?</a></strong></p>
212
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Faktor & Zona Interaksi Desa-Kota?</a></strong></p>
213
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi</strong><strong>Geografis (SIG)</strong></p>
213
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi</strong><strong>Geografis (SIG)</strong></p>
214
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Ruang Lingkup Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan SIG</strong></p>
214
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Ruang Lingkup Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan SIG</strong></p>
215
<p>4. Frekuensi perubahan rona pada citra yang dinyatakan melalui ukuran kasar, sedang, dan halus disebut …. </p>
215
<p>4. Frekuensi perubahan rona pada citra yang dinyatakan melalui ukuran kasar, sedang, dan halus disebut …. </p>
216
<ol><li>rona</li>
216
<ol><li>rona</li>
217
<li>pola</li>
217
<li>pola</li>
218
<li>tekstur</li>
218
<li>tekstur</li>
219
<li>asosiasi</li>
219
<li>asosiasi</li>
220
<li>bayangan</li>
220
<li>bayangan</li>
221
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
221
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
222
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
222
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
223
<p>Proses identifikasi objek pada citra penginderaan jauh menggunakan<strong>unsur interpretasi citra.</strong>Salah satu unsur interpretasi citra adalah tekstur.<strong>Tekstur</strong>adalah<strong>frekuensi perubahan rona</strong>pada citra yang dinyatakan melalui<strong>ukuran kasar, sedang, dan halus.</strong>Contohnya, kita dapat membedakan objek hutan dan sawah dari teksturnya karena hutan bertekstur kasar dan sawah bertekstur halus. Hutan memiliki tekstur kasar karena memiliki tinggi pohon yang tidak seragam, kondisi vegetasi rapat, dan lebat. Sawah memiliki tekstur halus karena tinggi tanaman yang pendek dan cenderung memiliki jarak pada pola tanamnya.</p>
223
<p>Proses identifikasi objek pada citra penginderaan jauh menggunakan<strong>unsur interpretasi citra.</strong>Salah satu unsur interpretasi citra adalah tekstur.<strong>Tekstur</strong>adalah<strong>frekuensi perubahan rona</strong>pada citra yang dinyatakan melalui<strong>ukuran kasar, sedang, dan halus.</strong>Contohnya, kita dapat membedakan objek hutan dan sawah dari teksturnya karena hutan bertekstur kasar dan sawah bertekstur halus. Hutan memiliki tekstur kasar karena memiliki tinggi pohon yang tidak seragam, kondisi vegetasi rapat, dan lebat. Sawah memiliki tekstur halus karena tinggi tanaman yang pendek dan cenderung memiliki jarak pada pola tanamnya.</p>
224
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
224
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
225
<p><strong>Baca Juga:<a>Yuk, Mengenal Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra!</a></strong></p>
225
<p><strong>Baca Juga:<a>Yuk, Mengenal Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra!</a></strong></p>
226
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi</strong><strong>Geografis (SIG)</strong></p>
226
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi</strong><strong>Geografis (SIG)</strong></p>
227
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Keruangan SIG</strong></p>
227
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Keruangan SIG</strong></p>
228
<p>5. Salah satu pemanfaatan SIG dalam bidang potensi lahan adalah …. </p>
228
<p>5. Salah satu pemanfaatan SIG dalam bidang potensi lahan adalah …. </p>
229
<ol><li>menentukan jaringan jalan baru</li>
229
<ol><li>menentukan jaringan jalan baru</li>
230
<li>menganalisis tingkat curah hujan</li>
230
<li>menganalisis tingkat curah hujan</li>
231
<li>menentukan potensi bencana banjir</li>
231
<li>menentukan potensi bencana banjir</li>
232
<li>menganalisis kesesuaian lokasi wisata</li>
232
<li>menganalisis kesesuaian lokasi wisata</li>
233
<li>menentukan bahan rel kereta api baru</li>
233
<li>menentukan bahan rel kereta api baru</li>
234
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
234
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
235
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
235
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
236
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
236
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
237
<p>Salah satu manfaat SIG dalam bidang tata guna lahan adalah menentukan potensi lahan yang berada pada suatu wilayah.<strong>Potensi lahan yang dimaksud dapat berupa menemukan sebaran potensi</strong>sumber daya alam, menganalisis kesesuaian pembukaan tambang baru,<strong>menganalisis kesesuaian lokasi wisata,</strong>dan menganalisis sebaran potensi lahan.</p>
237
<p>Salah satu manfaat SIG dalam bidang tata guna lahan adalah menentukan potensi lahan yang berada pada suatu wilayah.<strong>Potensi lahan yang dimaksud dapat berupa menemukan sebaran potensi</strong>sumber daya alam, menganalisis kesesuaian pembukaan tambang baru,<strong>menganalisis kesesuaian lokasi wisata,</strong>dan menganalisis sebaran potensi lahan.</p>
238
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
238
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
239
<p><strong>Baca Juga:<a>Sistem Informasi Geografis (SIG): Pengertian, Komponen & Tahapan Kerja</a></strong></p>
239
<p><strong>Baca Juga:<a>Sistem Informasi Geografis (SIG): Pengertian, Komponen & Tahapan Kerja</a></strong></p>
240
<h2>SOSIOLOGI</h2>
240
<h2>SOSIOLOGI</h2>
241
<p><strong>Topik</strong><strong>: Faktor-faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
241
<p><strong>Topik</strong><strong>: Faktor-faktor yang Memengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
242
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk-bentuk Perubahan Sosial II</strong></p>
242
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk-bentuk Perubahan Sosial II</strong></p>
243
<p>1. Munculnya revolusi industri merupakan bentuk dari perubahan sosial berskala besar. Perubahan besar tersebut tentu akan membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat karena ….</p>
243
<p>1. Munculnya revolusi industri merupakan bentuk dari perubahan sosial berskala besar. Perubahan besar tersebut tentu akan membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat karena ….</p>
244
<ol><li>sistem sosial juga ikut berubah</li>
244
<ol><li>sistem sosial juga ikut berubah</li>
245
<li>memengaruhi hampir di segala aspek kehidupan</li>
245
<li>memengaruhi hampir di segala aspek kehidupan</li>
246
<li>memengaruhi kehidupan masyarakat</li>
246
<li>memengaruhi kehidupan masyarakat</li>
247
<li>perubahan menyangkut bidang teknologi</li>
247
<li>perubahan menyangkut bidang teknologi</li>
248
<li>memengaruhi tingkah laku manusia di masyarakat</li>
248
<li>memengaruhi tingkah laku manusia di masyarakat</li>
249
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
249
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
250
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
250
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
251
<p>Salah satu bentuk perubahan sosial berupa perubahan besar atau makro.<strong>Perubahan besar merupakan perubahan yang terjadi di masyarakat dengan dampak yang besar karena meliputi berbagai bidang kehidupan.</strong>Contohnya, proses industrialisasi yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Hal ini karena dalam perubahan tersebut membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat, mulai dari<strong>sistem mata pencaharian yang berubah, sistem sosialnya, pola perilaku masyarakat, dan sebagainya.</strong></p>
251
<p>Salah satu bentuk perubahan sosial berupa perubahan besar atau makro.<strong>Perubahan besar merupakan perubahan yang terjadi di masyarakat dengan dampak yang besar karena meliputi berbagai bidang kehidupan.</strong>Contohnya, proses industrialisasi yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Hal ini karena dalam perubahan tersebut membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat, mulai dari<strong>sistem mata pencaharian yang berubah, sistem sosialnya, pola perilaku masyarakat, dan sebagainya.</strong></p>
252
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
252
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
253
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Perubahan Sosial, Teori & Karakteristiknya</a></strong></p>
253
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Perubahan Sosial, Teori & Karakteristiknya</a></strong></p>
254
<p><strong>Topik</strong><strong>: Modernisasi</strong></p>
254
<p><strong>Topik</strong><strong>: Modernisasi</strong></p>
255
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala-gejala dan Permasalahan Akibat Modernisasi</strong></p>
255
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala-gejala dan Permasalahan Akibat Modernisasi</strong></p>
256
<p>2. Perubahan sosial dapat menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Masalah sosial dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat. Salah satu contoh masalah sosial ialah kesenjangan sosial ekonomi. Secara umum, kesenjangan sosial dapat terjadi karena ….</p>
256
<p>2. Perubahan sosial dapat menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Masalah sosial dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat. Salah satu contoh masalah sosial ialah kesenjangan sosial ekonomi. Secara umum, kesenjangan sosial dapat terjadi karena ….</p>
257
<ol><li>modernisasi dan pembangunan</li>
257
<ol><li>modernisasi dan pembangunan</li>
258
<li>pengaruh dari luar</li>
258
<li>pengaruh dari luar</li>
259
<li>globalisasi</li>
259
<li>globalisasi</li>
260
<li>konsumerisme dan westernisasi</li>
260
<li>konsumerisme dan westernisasi</li>
261
<li>pembangunan dan perubahan</li>
261
<li>pembangunan dan perubahan</li>
262
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
262
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
263
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
263
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
264
<p>Salah satu contoh masalah sosial ialah kesenjangan sosial ekonomi. Secara umum,<strong>kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena adanya modernisasi dan pembangunan</strong>yang dapat dilihat dari berbagai fenomena berikut.</p>
264
<p>Salah satu contoh masalah sosial ialah kesenjangan sosial ekonomi. Secara umum,<strong>kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena adanya modernisasi dan pembangunan</strong>yang dapat dilihat dari berbagai fenomena berikut.</p>
265
<ol><li><strong>Munculnya kelompok-kelompok sosial tertentu</strong>, sepetti pengangguran, pedagang kaki lima, dan anak jalanan.</li>
265
<ol><li><strong>Munculnya kelompok-kelompok sosial tertentu</strong>, sepetti pengangguran, pedagang kaki lima, dan anak jalanan.</li>
266
<li>Adanya<strong>perbedaan kelas</strong>yang didasarkan pada pendidikan, pendapatan, dan lainnya.</li>
266
<li>Adanya<strong>perbedaan kelas</strong>yang didasarkan pada pendidikan, pendapatan, dan lainnya.</li>
267
<li>Munculnya<strong>berbagai masalah sosial.</strong></li>
267
<li>Munculnya<strong>berbagai masalah sosial.</strong></li>
268
<li>Terjadinya<strong>perubahan sosial dalam masyarakat yang sulit dihindari.</strong></li>
268
<li>Terjadinya<strong>perubahan sosial dalam masyarakat yang sulit dihindari.</strong></li>
269
<li>Munculnya<strong>perbedaan antara kaya dan miskin.</strong></li>
269
<li>Munculnya<strong>perbedaan antara kaya dan miskin.</strong></li>
270
<li>Munculnya budaya konsumerisme.</li>
270
<li>Munculnya budaya konsumerisme.</li>
271
<li>Munculnya<strong><em>demonstration</em></strong><strong><em>effect.</em></strong></li>
271
<li>Munculnya<strong><em>demonstration</em></strong><strong><em>effect.</em></strong></li>
272
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong></p>
272
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong></p>
273
<p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
273
<p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
274
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk dan Gejala Globalisasi</strong></p>
274
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk dan Gejala Globalisasi</strong></p>
275
<p>3. Tiga belas pelajar SMAK Frater Maumere Flores, Nusa Tenggara Timur, lolos dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri. Mereka merasakan belajar di Amerika selama setahun. Dampak positif globalisasi di bidang pendidikan tersebut adalah ….</p>
275
<p>3. Tiga belas pelajar SMAK Frater Maumere Flores, Nusa Tenggara Timur, lolos dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri. Mereka merasakan belajar di Amerika selama setahun. Dampak positif globalisasi di bidang pendidikan tersebut adalah ….</p>
276
<ol><li>menurunkan pengaruh budaya lain dalam budaya Indonesia</li>
276
<ol><li>menurunkan pengaruh budaya lain dalam budaya Indonesia</li>
277
<li>meningkatkan penilaian positif terhadap produk Indonesia</li>
277
<li>meningkatkan penilaian positif terhadap produk Indonesia</li>
278
<li>membanding-bandingkan budaya antarnegara</li>
278
<li>membanding-bandingkan budaya antarnegara</li>
279
<li>membuka wawasan terhadap negara lain</li>
279
<li>membuka wawasan terhadap negara lain</li>
280
<li>membuka jejaring dalam negeri</li>
280
<li>membuka jejaring dalam negeri</li>
281
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
281
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
282
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
282
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
283
<p>Salah satu dampak positif dari pertukaran pelajar antarnegara adalah<strong>membuka wawasan terhadap negara lain.</strong>Akibat pertukaran tersebut pelajar dapat mempelajari ilmu dan budaya negara lain.<strong>Mereka bisa mendapatkan inspirasi dan pengetahuan baru yang berguna untuk dikembangkan dan diterapkan</strong>nanti di Indonesia.</p>
283
<p>Salah satu dampak positif dari pertukaran pelajar antarnegara adalah<strong>membuka wawasan terhadap negara lain.</strong>Akibat pertukaran tersebut pelajar dapat mempelajari ilmu dan budaya negara lain.<strong>Mereka bisa mendapatkan inspirasi dan pengetahuan baru yang berguna untuk dikembangkan dan diterapkan</strong>nanti di Indonesia.</p>
284
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D</strong>.</p>
284
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D</strong>.</p>
285
<p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
285
<p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
286
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
286
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
287
<p><strong>4.</strong><strong>Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!</strong></p>
287
<p><strong>4.</strong><strong>Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!</strong></p>
288
<ol><li>Persaingan harga dan kualitas semakin tinggi sejalan dengan kebutuhan masyarakat.</li>
288
<ol><li>Persaingan harga dan kualitas semakin tinggi sejalan dengan kebutuhan masyarakat.</li>
289
<li>Investasi asing langsung.</li>
289
<li>Investasi asing langsung.</li>
290
<li>Timbulnya gelombang demokratisasi.</li>
290
<li>Timbulnya gelombang demokratisasi.</li>
291
<li>Adanya ancaman disintegrasi bangsa.</li>
291
<li>Adanya ancaman disintegrasi bangsa.</li>
292
</ol><p>Pernyataan yang merupakan pengaruh globalisasi di bidang politik ditunjukkan oleh nomor ….</p>
292
</ol><p>Pernyataan yang merupakan pengaruh globalisasi di bidang politik ditunjukkan oleh nomor ….</p>
293
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
293
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
294
<li>3 dan 4</li>
294
<li>3 dan 4</li>
295
<li>2 dan 3</li>
295
<li>2 dan 3</li>
296
<li>1 dan 4</li>
296
<li>1 dan 4</li>
297
<li>1 dan 3</li>
297
<li>1 dan 3</li>
298
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
298
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
299
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
299
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
300
<p>Dampak negatif globalisasi bidang politik adalah sebagai berikut.</p>
300
<p>Dampak negatif globalisasi bidang politik adalah sebagai berikut.</p>
301
<ol><li>Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan.</li>
301
<ol><li>Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan.</li>
302
<li>Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang, mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.</li>
302
<li>Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang, mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.</li>
303
<li><strong>Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan).</strong></li>
303
<li><strong>Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan).</strong></li>
304
<li><strong>Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</strong></li>
304
<li><strong>Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</strong></li>
305
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
305
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
306
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Globalisasi, Ciri-Ciri, Bentuk, Teori, Contoh & Prosesnya</a></strong></p>
306
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Globalisasi, Ciri-Ciri, Bentuk, Teori, Contoh & Prosesnya</a></strong></p>
307
<p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
307
<p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
308
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Permasalahan yang Timbul Akibat Globalisasi</strong></p>
308
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Permasalahan yang Timbul Akibat Globalisasi</strong></p>
309
<p>5. Globalisasi dapat berdampak positif bagi perubahan sosial budaya masyarakat. Akan tetapi, ketika perubahan akibat globalisasi terjadi secara cepat dapat berdampak negatif bagi masyarakat. Dampak negatif globalisasi di bidang sosial budaya bagi masyarakat ialah …. </p>
309
<p>5. Globalisasi dapat berdampak positif bagi perubahan sosial budaya masyarakat. Akan tetapi, ketika perubahan akibat globalisasi terjadi secara cepat dapat berdampak negatif bagi masyarakat. Dampak negatif globalisasi di bidang sosial budaya bagi masyarakat ialah …. </p>
310
<ol><li>pasar dalam negeri didominasi oleh produk asing</li>
310
<ol><li>pasar dalam negeri didominasi oleh produk asing</li>
311
<li>ideologi asing mengancam ideologi bangsa Indonesia</li>
311
<li>ideologi asing mengancam ideologi bangsa Indonesia</li>
312
<li>masyarakat menjadi bergantung kepada investasi asing</li>
312
<li>masyarakat menjadi bergantung kepada investasi asing</li>
313
<li>industri dalam negeri kalah bersaing dengan industri asing</li>
313
<li>industri dalam negeri kalah bersaing dengan industri asing</li>
314
<li>masyarakat mengalami kebingungan menentukan budaya ideal</li>
314
<li>masyarakat mengalami kebingungan menentukan budaya ideal</li>
315
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
315
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
316
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
316
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
317
<p>Masuknya berbagai pengaruh sosial budaya akibat globalisasi tidak sepenuhnya berdampak negatif.<strong>Akan tetapi, perubahan pada bidang sosial budaya yang terjadi secara cepat dapat menyebabkan masyarakat mengalami kebingungan.</strong><strong>Masyarakat bingung menentukan budaya yang akan diikuti</strong>.<strong>Keadaan tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan pedoman untuk menentukan budaya ideal.</strong>Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat<strong>mengalami anomi.</strong></p>
317
<p>Masuknya berbagai pengaruh sosial budaya akibat globalisasi tidak sepenuhnya berdampak negatif.<strong>Akan tetapi, perubahan pada bidang sosial budaya yang terjadi secara cepat dapat menyebabkan masyarakat mengalami kebingungan.</strong><strong>Masyarakat bingung menentukan budaya yang akan diikuti</strong>.<strong>Keadaan tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan pedoman untuk menentukan budaya ideal.</strong>Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat<strong>mengalami anomi.</strong></p>
318
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
318
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
319
<p><strong>Baca Juga:<a>Dampak Positif & Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya</a></strong></p>
319
<p><strong>Baca Juga:<a>Dampak Positif & Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya</a></strong></p>
320
<h2>SEJARAH</h2>
320
<h2>SEJARAH</h2>
321
<p><strong>Topik:</strong><strong>Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
321
<p><strong>Topik:</strong><strong>Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
322
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Kehidupan Masa Demokrasi Liberal</strong></p>
322
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Kehidupan Masa Demokrasi Liberal</strong></p>
323
<p>1. Setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat, Indonesia memasuki era Demokrasi Parlementer (1950-1959). Pada masa Demokrasi Parlementer, peran kepala pemerintahan Republik Indonesia dipegang oleh ….</p>
323
<p>1. Setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat, Indonesia memasuki era Demokrasi Parlementer (1950-1959). Pada masa Demokrasi Parlementer, peran kepala pemerintahan Republik Indonesia dipegang oleh ….</p>
324
<ol><li>presiden</li>
324
<ol><li>presiden</li>
325
<li>menteri</li>
325
<li>menteri</li>
326
<li>perdana menteri</li>
326
<li>perdana menteri</li>
327
<li>presiden dan wakil presiden</li>
327
<li>presiden dan wakil presiden</li>
328
<li>presiden bersama perdana menteri</li>
328
<li>presiden bersama perdana menteri</li>
329
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
329
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
330
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
330
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
331
<p>Setelah dibubarkannya RIS, Indonesia memasuki era baru yakni Demokrasi Liberal atau parlementer. Pada masa Demokrasi Parlementer kepala pemerintahan Indonesia dipegang oleh perdana menteri yang ditunjuk oleh parlemen, sedangkan untuk kepala negara dipimpin oleh seorang presiden. Pada masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) Indonesia memiliki 7 perdana menteri yang silih berganti berkuasa karena berbagai alasan.</p>
331
<p>Setelah dibubarkannya RIS, Indonesia memasuki era baru yakni Demokrasi Liberal atau parlementer. Pada masa Demokrasi Parlementer kepala pemerintahan Indonesia dipegang oleh perdana menteri yang ditunjuk oleh parlemen, sedangkan untuk kepala negara dipimpin oleh seorang presiden. Pada masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) Indonesia memiliki 7 perdana menteri yang silih berganti berkuasa karena berbagai alasan.</p>
332
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
332
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong></p>
333
<p><strong>Baca Juga:<a>Sejarah Sistem Demokrasi Liberal di Indonesia</a> </strong></p>
333
<p><strong>Baca Juga:<a>Sejarah Sistem Demokrasi Liberal di Indonesia</a> </strong></p>
334
<p><strong>Topik:</strong><strong>Masa Orde Baru hingga Reformasi</strong></p>
334
<p><strong>Topik:</strong><strong>Masa Orde Baru hingga Reformasi</strong></p>
335
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Kehidupan Masa Orde Baru</strong></p>
335
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Kehidupan Masa Orde Baru</strong></p>
336
<p>2. Pada masa pemerintahan Orde Baru terjadi penyederhanaan jumlah partai politik di Indonesia. Pada pemilu 1977 jumlah partai politik yang ikut serta hanya terdiri dari dua partai politik dan satu golongan karya, yaitu ….</p>
336
<p>2. Pada masa pemerintahan Orde Baru terjadi penyederhanaan jumlah partai politik di Indonesia. Pada pemilu 1977 jumlah partai politik yang ikut serta hanya terdiri dari dua partai politik dan satu golongan karya, yaitu ….</p>
337
<ol><li>Masyumi, Golkar, dan PDI</li>
337
<ol><li>Masyumi, Golkar, dan PDI</li>
338
<li>Golkar, PDI, dan NU</li>
338
<li>Golkar, PDI, dan NU</li>
339
<li>Golkar, PDI, dan PPP</li>
339
<li>Golkar, PDI, dan PPP</li>
340
<li>Golkar, PNI, dan PPP</li>
340
<li>Golkar, PNI, dan PPP</li>
341
<li>Golkar, PDIP, dan PPP</li>
341
<li>Golkar, PDIP, dan PPP</li>
342
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
342
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
343
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
343
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
344
<p>Pada awal masa pemerintahan Orde Baru, pemerintah berusaha melakukan penyederhanaan jumlah partai politik yang dianggap terlalu gemuk. Pada tanggal 5 Januari 1973, partai-partai yang berideologi Islam yakni PSII, NU, Parmusi dan Perti melakukan peleburan partai menjadi Partai Persatuan Pembangunan. Lima hari berselang giliran partai nasionalis yang terdiri dari PNI, Murba, IPKI, Murba dan dua partai non-muslim, yakni Parkindo dan Partai Katolik melakukan peleburan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Selain itu, terdapat satu ormas yang ikut dalam pemilu, yaitu golongan karya (Golkar).</p>
344
<p>Pada awal masa pemerintahan Orde Baru, pemerintah berusaha melakukan penyederhanaan jumlah partai politik yang dianggap terlalu gemuk. Pada tanggal 5 Januari 1973, partai-partai yang berideologi Islam yakni PSII, NU, Parmusi dan Perti melakukan peleburan partai menjadi Partai Persatuan Pembangunan. Lima hari berselang giliran partai nasionalis yang terdiri dari PNI, Murba, IPKI, Murba dan dua partai non-muslim, yakni Parkindo dan Partai Katolik melakukan peleburan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Selain itu, terdapat satu ormas yang ikut dalam pemilu, yaitu golongan karya (Golkar).</p>
345
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
345
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
346
<p><strong>Baca Juga:<a>Kehidupan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru</a></strong></p>
346
<p><strong>Baca Juga:<a>Kehidupan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru</a></strong></p>
347
<p><strong>Topik:</strong><strong>Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
347
<p><strong>Topik:</strong><strong>Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
348
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Pengakuan Mesir, India, dan Australia terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
348
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Pengakuan Mesir, India, dan Australia terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
349
<p>3. Negara pertama yang memberikan pengakuan secara<em>de facto</em>dan<em>de jure</em>terhadap kemerdekaan Indonesia adalah ….</p>
349
<p>3. Negara pertama yang memberikan pengakuan secara<em>de facto</em>dan<em>de jure</em>terhadap kemerdekaan Indonesia adalah ….</p>
350
<ol><li>Arab Saudi</li>
350
<ol><li>Arab Saudi</li>
351
<li>Mesir</li>
351
<li>Mesir</li>
352
<li>Palestina</li>
352
<li>Palestina</li>
353
<li>India</li>
353
<li>India</li>
354
<li>Australia</li>
354
<li>Australia</li>
355
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
355
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
356
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
356
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
357
<p>Dari daftar negara yang tertera dalam pilihan tersebut yang memberikan pengakuan secara<em>de jure</em>untuk pertama kali terhadap kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Mesir memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia secara<em>de jure</em>pada tanggal 10 Juni 1947. Sebelumnya Mesir juga sudah memberikan pengakuan secara<em>de facto</em>terhadap kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 22 Maret 1946. Pengakuan Mesir tersebut kemudian diikuti oleh negara-negara Liga Arab lainnya.</p>
357
<p>Dari daftar negara yang tertera dalam pilihan tersebut yang memberikan pengakuan secara<em>de jure</em>untuk pertama kali terhadap kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Mesir memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia secara<em>de jure</em>pada tanggal 10 Juni 1947. Sebelumnya Mesir juga sudah memberikan pengakuan secara<em>de facto</em>terhadap kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 22 Maret 1946. Pengakuan Mesir tersebut kemudian diikuti oleh negara-negara Liga Arab lainnya.</p>
358
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
358
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
359
<p><strong>Baca Juga:<a>Negara-Negara Pendukung Kemerdekaan Indonesia </a></strong></p>
359
<p><strong>Baca Juga:<a>Negara-Negara Pendukung Kemerdekaan Indonesia </a></strong></p>
360
<p><strong>Topik:</strong><strong>Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</strong></p>
360
<p><strong>Topik:</strong><strong>Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</strong></p>
361
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Teknologi Persenjataan</strong></p>
361
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Teknologi Persenjataan</strong></p>
362
<p>4. Material bom nuklir yang meledak akan menimbulkan asap yang membumbung tinggi ke lapisan atmosfer dan tidak akan hilang dalam ratusan bahkan ribuan tahun mendatang. Bom nuklir ini secara tidak langsung akan berdampak pada ….</p>
362
<p>4. Material bom nuklir yang meledak akan menimbulkan asap yang membumbung tinggi ke lapisan atmosfer dan tidak akan hilang dalam ratusan bahkan ribuan tahun mendatang. Bom nuklir ini secara tidak langsung akan berdampak pada ….</p>
363
<ol><li>perubahan iklim dan rusaknya ekosistem alam</li>
363
<ol><li>perubahan iklim dan rusaknya ekosistem alam</li>
364
<li>negara adikuasa dapat melakukan monopoli militer</li>
364
<li>negara adikuasa dapat melakukan monopoli militer</li>
365
<li>keadaan ekonomi dunia yang berjalan tidak stabil</li>
365
<li>keadaan ekonomi dunia yang berjalan tidak stabil</li>
366
<li>perubahan budaya dan kehidupan dalam masyarakat</li>
366
<li>perubahan budaya dan kehidupan dalam masyarakat</li>
367
<li>negara-negara kecil tertarik mengembangkan bom nuklir</li>
367
<li>negara-negara kecil tertarik mengembangkan bom nuklir</li>
368
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
368
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
369
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
369
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
370
<p>Material bom nuklir yang meledak menimbulkan asap yang membumbung tinggi ke lapisan atmosfer tidak akan hilang dalam ratusan bahkan ribuan tahun mendatang dan berdampak pada perubahan iklim dan rusaknya ekosistem alam. Karena lapisan asap yang ditimbulkan akan menutupi paparan kehangatan sinar matahari langsung ke bumi sehingga bumi akan mengalami perubahan iklim secara drastis.</p>
370
<p>Material bom nuklir yang meledak menimbulkan asap yang membumbung tinggi ke lapisan atmosfer tidak akan hilang dalam ratusan bahkan ribuan tahun mendatang dan berdampak pada perubahan iklim dan rusaknya ekosistem alam. Karena lapisan asap yang ditimbulkan akan menutupi paparan kehangatan sinar matahari langsung ke bumi sehingga bumi akan mengalami perubahan iklim secara drastis.</p>
371
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong></p>
371
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong></p>
372
<p><strong>Topik:</strong><strong>Organisasi Regional dan Global</strong></p>
372
<p><strong>Topik:</strong><strong>Organisasi Regional dan Global</strong></p>
373
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Organisasi Regional dan Global (Bidang Militer)</strong></p>
373
<p><strong>Subtopik:</strong><strong>Organisasi Regional dan Global (Bidang Militer)</strong></p>
374
<p>5. Pada masa Perang Dingin, Indonesia memilih untuk tidak bergabung dalam organisasi militer regional dan global seperti NATO, SEATO, dan Pakta Warsawa. Alasan Indonesia mengambil sikap tersebut adalah …</p>
374
<p>5. Pada masa Perang Dingin, Indonesia memilih untuk tidak bergabung dalam organisasi militer regional dan global seperti NATO, SEATO, dan Pakta Warsawa. Alasan Indonesia mengambil sikap tersebut adalah …</p>
375
<ol><li>Indonesia sangat yakin dengan kemampuan militernya sendiri.</li>
375
<ol><li>Indonesia sangat yakin dengan kemampuan militernya sendiri.</li>
376
<li>organisasi militer tersebut dapat memicu terjadinya perang.</li>
376
<li>organisasi militer tersebut dapat memicu terjadinya perang.</li>
377
<li>Indonesia tidak ingin dimanfaatkan oleh salah satu pihak atau kelompok.</li>
377
<li>Indonesia tidak ingin dimanfaatkan oleh salah satu pihak atau kelompok.</li>
378
<li>Indonesia berusaha untuk bersikap netral dalam menjaga perdamaian dunia</li>
378
<li>Indonesia berusaha untuk bersikap netral dalam menjaga perdamaian dunia</li>
379
<li>Indonesia menolak wilayahnya digunakan untuk kepentingan militer negara lain.</li>
379
<li>Indonesia menolak wilayahnya digunakan untuk kepentingan militer negara lain.</li>
380
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
380
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
381
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
381
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
382
<p>Pada masa Perang Dingin, Indonesia memilih untuk tidak bergabung pada salah satu blok manapun. Akan tetapi, Indonesia tetap mendukung tujuan keberadaan organisasi militer regional dan global dalam mewujudkan perdamaian dunia. Misalnya, Indonesia mendukung tujuan SEATO yang berusaha menangkis paham komunis yang berkembang di Asia Tenggara. Indonesia juga mendukung tujuan Pakta Warsawa yang tidak ingin paham kapitalisme berkembang di negara-negara komunis. Bentuk dari dukungan tersebut diwujudkan dengan sikap netral Indonesia terhadap Blok Barat maupun Blok Timur.</p>
382
<p>Pada masa Perang Dingin, Indonesia memilih untuk tidak bergabung pada salah satu blok manapun. Akan tetapi, Indonesia tetap mendukung tujuan keberadaan organisasi militer regional dan global dalam mewujudkan perdamaian dunia. Misalnya, Indonesia mendukung tujuan SEATO yang berusaha menangkis paham komunis yang berkembang di Asia Tenggara. Indonesia juga mendukung tujuan Pakta Warsawa yang tidak ingin paham kapitalisme berkembang di negara-negara komunis. Bentuk dari dukungan tersebut diwujudkan dengan sikap netral Indonesia terhadap Blok Barat maupun Blok Timur.</p>
383
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
383
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
384
<p><strong>Baca Juga:<a>5 Organisasi Militer Internasional</a></strong></p>
384
<p><strong>Baca Juga:<a>5 Organisasi Militer Internasional</a></strong></p>
385
<p>Mudah dipahami kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PAS (Penilaian Akhir Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Kamu bisa berlatih soal-soal PAS di<strong><a>ruanguji</a></strong>agar semakin mahir saat ujian berlangsung!</p>
385
<p>Mudah dipahami kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PAS (Penilaian Akhir Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Kamu bisa berlatih soal-soal PAS di<strong><a>ruanguji</a></strong>agar semakin mahir saat ujian berlangsung!</p>
386
386