HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Yuk, kenal lebih dekat tentang<strong>gas ideal</strong>! Apa itu gas ideal? Seperti apa sifat-sifat dan persamaannya? Pelajari selengkapnya dalam<strong><a>artikel Fisika kelas 11</a></strong>berikut, ya!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Yuk, kenal lebih dekat tentang<strong>gas ideal</strong>! Apa itu gas ideal? Seperti apa sifat-sifat dan persamaannya? Pelajari selengkapnya dalam<strong><a>artikel Fisika kelas 11</a></strong>berikut, ya!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Teman-teman, pernah nggak mendengar istilah<strong><a>gas</a>sejati dan gas ideal</strong>?</p>
3 </blockquote><p>Teman-teman, pernah nggak mendengar istilah<strong><a>gas</a>sejati dan gas ideal</strong>?</p>
4 <p><strong>Gas sejati adalah gas nyata yang ada di sekitar kita</strong>. Contohnya, gas yang kita hirup, gas yang keluar dari kendaraan bermotor, dan sebagainya. Gas sejati memiliki sifat dan interaksi yang sangat kompleks.</p>
4 <p><strong>Gas sejati adalah gas nyata yang ada di sekitar kita</strong>. Contohnya, gas yang kita hirup, gas yang keluar dari kendaraan bermotor, dan sebagainya. Gas sejati memiliki sifat dan interaksi yang sangat kompleks.</p>
5 <p>Sementara itu, <strong>gas ideal adalah gas teoretik yang digunakan untuk mempelajari perilaku gas</strong>. Karena gas sejati bersifat kompleks, maka susah bagi kita untuk mempelajari perilakunya.</p>
5 <p>Sementara itu, <strong>gas ideal adalah gas teoretik yang digunakan untuk mempelajari perilaku gas</strong>. Karena gas sejati bersifat kompleks, maka susah bagi kita untuk mempelajari perilakunya.</p>
6 <p>Oleh karena itu,<strong>gas sejati</strong>ini<strong>disederhanakan menjadi gas ideal</strong>. Karena telah disederhanakan, gas ideal pun memiliki sifat dan interaksi yang lebih sederhana dibandingkan gas sejati. Jadi,<strong>sederhananya</strong>,<strong>gas ideal adalah model untuk perhitungan perilaku gas sejati</strong>atau gas nyata.</p>
6 <p>Oleh karena itu,<strong>gas sejati</strong>ini<strong>disederhanakan menjadi gas ideal</strong>. Karena telah disederhanakan, gas ideal pun memiliki sifat dan interaksi yang lebih sederhana dibandingkan gas sejati. Jadi,<strong>sederhananya</strong>,<strong>gas ideal adalah model untuk perhitungan perilaku gas sejati</strong>atau gas nyata.</p>
7 <h2>Sifat-Sifat Gas Ideal</h2>
7 <h2>Sifat-Sifat Gas Ideal</h2>
8 <p>Salah satu sifat pada gas ideal adalah<strong>partikel-partikelnya tidak memiliki volume dan gaya antar partikelnya diabaikan</strong>,<strong>kecuali tumbukan</strong>.</p>
8 <p>Salah satu sifat pada gas ideal adalah<strong>partikel-partikelnya tidak memiliki volume dan gaya antar partikelnya diabaikan</strong>,<strong>kecuali tumbukan</strong>.</p>
9 <p>Gas-gas nyata, seperti gas O2, H2, CO2, dan gas lainnya, dapat mendekati sifat gas ideal ketika berada pada temperatur tinggi dan bertekanan rendah.</p>
9 <p>Gas-gas nyata, seperti gas O2, H2, CO2, dan gas lainnya, dapat mendekati sifat gas ideal ketika berada pada temperatur tinggi dan bertekanan rendah.</p>
10 <p>Sifat lain yang dimiliki gas ideal, yakni<em>jarak antarmolekulnya sangat jauh jika dibandingkan dengan ukuran molekulnya sendiri</em>. Selain itu,<strong>partikel gas ideal bergerak dengan acak dan bertumbukan lenting sempurna</strong>, baik dengan dinding wadah gas atau dengan partikel gas lainnya.</p>
10 <p>Sifat lain yang dimiliki gas ideal, yakni<em>jarak antarmolekulnya sangat jauh jika dibandingkan dengan ukuran molekulnya sendiri</em>. Selain itu,<strong>partikel gas ideal bergerak dengan acak dan bertumbukan lenting sempurna</strong>, baik dengan dinding wadah gas atau dengan partikel gas lainnya.</p>
11 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian, Penerapan, Rumus, dan Contoh Soal Kapilaritas</a></strong></p>
11 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian, Penerapan, Rumus, dan Contoh Soal Kapilaritas</a></strong></p>
12 <h2>Konsep Mol pada Gas Ideal</h2>
12 <h2>Konsep Mol pada Gas Ideal</h2>
13 <p>Untuk menyatakan banyaknya zat pada gas ini, digunakan sebuah besaran yang kita sebut sebagai<strong>jumlah zat</strong>dengan satuan standar internasionalnya adalah<strong>mol</strong>. Dalam<strong>1 mol zat</strong>sendiri terdapat<strong>6,022 × 1023 partikel</strong>yang terkandung di dalamnya.</p>
13 <p>Untuk menyatakan banyaknya zat pada gas ini, digunakan sebuah besaran yang kita sebut sebagai<strong>jumlah zat</strong>dengan satuan standar internasionalnya adalah<strong>mol</strong>. Dalam<strong>1 mol zat</strong>sendiri terdapat<strong>6,022 × 1023 partikel</strong>yang terkandung di dalamnya.</p>
14 <p><strong>Contoh Soal!</strong></p>
14 <p><strong>Contoh Soal!</strong></p>
15 <p>Pada suhu dan tekanan massa dari 1 liter gas A adalah seperempat dari massa 1 liter gas SO3. Tentukan massa molekul relatif gas A tersebut! (Ar O = 16, S = 32)</p>
15 <p>Pada suhu dan tekanan massa dari 1 liter gas A adalah seperempat dari massa 1 liter gas SO3. Tentukan massa molekul relatif gas A tersebut! (Ar O = 16, S = 32)</p>
16 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
16 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
17 <p>Sebelum mencari massa molekul relatif gas A, kita cari dulu massa molekul relatif gas SO3.</p>
17 <p>Sebelum mencari massa molekul relatif gas A, kita cari dulu massa molekul relatif gas SO3.</p>
18 <p>Mr SO3 = (1 × Ar S) + (3 × Ar O) Mr SO3 = (1 × 32) + (3 × 16) Mr SO3 = 80</p>
18 <p>Mr SO3 = (1 × Ar S) + (3 × Ar O) Mr SO3 = (1 × 32) + (3 × 16) Mr SO3 = 80</p>
19 <p>Nah, diketahui pada soal kalau massa 1 liter gas A adalah ¼ dari massa 1 liter gas SO3, sehingga:</p>
19 <p>Nah, diketahui pada soal kalau massa 1 liter gas A adalah ¼ dari massa 1 liter gas SO3, sehingga:</p>
20 <p>Massa A = ¼ Massa SO3</p>
20 <p>Massa A = ¼ Massa SO3</p>
21 <p>mol × Mr A = ¼ × mol × Mr SO3</p>
21 <p>mol × Mr A = ¼ × mol × Mr SO3</p>
22 <p>Jadi, massa molekul relatif gas A yaitu 20 kg/mol.</p>
22 <p>Jadi, massa molekul relatif gas A yaitu 20 kg/mol.</p>
23 <h2>Hukum dan Persamaan Gas Ideal</h2>
23 <h2>Hukum dan Persamaan Gas Ideal</h2>
24 <p>Pada teori kinetik gas, keadaan gas diuji oleh beberapa ilmuwan dan menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut:</p>
24 <p>Pada teori kinetik gas, keadaan gas diuji oleh beberapa ilmuwan dan menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut:</p>
25 <h3>1. Hukum Boyle</h3>
25 <h3>1. Hukum Boyle</h3>
26 <p>Hukum Boyle menyatakan bahwa<strong>tekanan gas berbanding terbalik dengan volume gas</strong>,<strong>saat temperatur dan jumlah zat gas dijaga tetap konstan</strong>. Secara matematis, hal tersebut dapat dituliskan seperti berikut:</p>
26 <p>Hukum Boyle menyatakan bahwa<strong>tekanan gas berbanding terbalik dengan volume gas</strong>,<strong>saat temperatur dan jumlah zat gas dijaga tetap konstan</strong>. Secara matematis, hal tersebut dapat dituliskan seperti berikut:</p>
27 <p>Atau dalam bentuk lain, bisa dituliskan seperti berikut:</p>
27 <p>Atau dalam bentuk lain, bisa dituliskan seperti berikut:</p>
28 <p>PV = konstan</p>
28 <p>PV = konstan</p>
29 <p>Sehingga, untuk persamaan perbandingan keadaan gas sesuai hukum Boyle, bisa dituliskan seperti berikut:</p>
29 <p>Sehingga, untuk persamaan perbandingan keadaan gas sesuai hukum Boyle, bisa dituliskan seperti berikut:</p>
30 <p><strong>Contoh Soal:</strong></p>
30 <p><strong>Contoh Soal:</strong></p>
31 <p>Diketahui pada awalnya, jumlah suatu gas ideal memiliki tekanan sejumlah P dan volume sejumlah V. Kemudian, tekanan gas tersebut berubah menjadi 4 kali tekanan awal. Berapakah volume gas tersebut sekarang?</p>
31 <p>Diketahui pada awalnya, jumlah suatu gas ideal memiliki tekanan sejumlah P dan volume sejumlah V. Kemudian, tekanan gas tersebut berubah menjadi 4 kali tekanan awal. Berapakah volume gas tersebut sekarang?</p>
32 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
32 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
33 <p>P1 . V1 = P2 . V2</p>
33 <p>P1 . V1 = P2 . V2</p>
34 <p>P2 = 4P1 , sehingga</p>
34 <p>P2 = 4P1 , sehingga</p>
35 <p>P1 . V1 = 4P1 . V2</p>
35 <p>P1 . V1 = 4P1 . V2</p>
36 <p>V1 = 4V2</p>
36 <p>V1 = 4V2</p>
37 <p>V2 = ¼ V1</p>
37 <p>V2 = ¼ V1</p>
38 <p>Jadi, volume gas tersebut sekarang menjadi ¼ volume gas awal.</p>
38 <p>Jadi, volume gas tersebut sekarang menjadi ¼ volume gas awal.</p>
39 <h3>2. Hukum Charles</h3>
39 <h3>2. Hukum Charles</h3>
40 <p>Hukum Charles, menyatakan bahwa<strong>temperatur mutlak dan volume gas akan berbanding lurus saat<a>tekanan</a>dan jumlah zatnya dijaga tetap</strong>. Secara matematis, hal tersebut bisa dituliskan seperti ini:</p>
40 <p>Hukum Charles, menyatakan bahwa<strong>temperatur mutlak dan volume gas akan berbanding lurus saat<a>tekanan</a>dan jumlah zatnya dijaga tetap</strong>. Secara matematis, hal tersebut bisa dituliskan seperti ini:</p>
41 <p>V ∝ T</p>
41 <p>V ∝ T</p>
42 <p>Dalam bentuk lain, bisa juga dituliskan seperti ini:</p>
42 <p>Dalam bentuk lain, bisa juga dituliskan seperti ini:</p>
43 <p>Sehingga, hubungan keadaan awal dan keadaan akhirnya, bisa ditulis seperti rumus berikut ini:</p>
43 <p>Sehingga, hubungan keadaan awal dan keadaan akhirnya, bisa ditulis seperti rumus berikut ini:</p>
44 <p><strong>Contoh Soal:</strong></p>
44 <p><strong>Contoh Soal:</strong></p>
45 <p>Diketahui sebuah gas ideal memiliki volume awal sebesar ½V, dengan volume akhir sebesar 2V. Sementara itu, gas tersebut memiliki suhu sebesar T. Berapakah besar suhu akhir dari gas tersebut?</p>
45 <p>Diketahui sebuah gas ideal memiliki volume awal sebesar ½V, dengan volume akhir sebesar 2V. Sementara itu, gas tersebut memiliki suhu sebesar T. Berapakah besar suhu akhir dari gas tersebut?</p>
46 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
46 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
47 <p>V1 = ½V</p>
47 <p>V1 = ½V</p>
48 <p>V2 = 2V</p>
48 <p>V2 = 2V</p>
49 <p>T1 = T</p>
49 <p>T1 = T</p>
50 <p>Ditanya: T2 …?</p>
50 <p>Ditanya: T2 …?</p>
51 <p>V1 / T1 = V2 / T2</p>
51 <p>V1 / T1 = V2 / T2</p>
52 <p>½V / T = 2V / T2</p>
52 <p>½V / T = 2V / T2</p>
53 <p>T2 = 4T</p>
53 <p>T2 = 4T</p>
54 <p>Jadi, suhu akhir gas tersebut adalah sebesar 4 kali dari suhu awal.</p>
54 <p>Jadi, suhu akhir gas tersebut adalah sebesar 4 kali dari suhu awal.</p>
55 <h3>3. Hukum Gay-Lussac</h3>
55 <h3>3. Hukum Gay-Lussac</h3>
56 <p>Hukum Gay-Lussac menyatakan bahwa<strong>tekanan pada gas berbanding lurus dengan temperatur mutlaknya</strong>,<strong>saat gas dijaga dalam volume dan jumlah zat yang tetap</strong>. Secara matematis, hal tersebut dapat dituliskan seperti ini:</p>
56 <p>Hukum Gay-Lussac menyatakan bahwa<strong>tekanan pada gas berbanding lurus dengan temperatur mutlaknya</strong>,<strong>saat gas dijaga dalam volume dan jumlah zat yang tetap</strong>. Secara matematis, hal tersebut dapat dituliskan seperti ini:</p>
57 <p>P ∝ T</p>
57 <p>P ∝ T</p>
58 <p>Dalam bentuk lain, bisa dituliskan juga seperti ini:</p>
58 <p>Dalam bentuk lain, bisa dituliskan juga seperti ini:</p>
59 <p>Kemudian, untuk perbandingan keadaan awal dan keadaan akhirnya, bisa dituliskan seperti pada rumus berikut:</p>
59 <p>Kemudian, untuk perbandingan keadaan awal dan keadaan akhirnya, bisa dituliskan seperti pada rumus berikut:</p>
60 <p>Nah, hubungan ketiga besaran makroskopik tersebut, yang terdiri atas<strong>tekanan (P), volume (V), dan temperatur (T)</strong>, bisa dinyatakan dalam<strong>hukum gabungan gas ideal</strong>, di mana<strong>syaratnya</strong>adalah<strong>jumlah zat harus dalam keadaan konstan</strong>.</p>
60 <p>Nah, hubungan ketiga besaran makroskopik tersebut, yang terdiri atas<strong>tekanan (P), volume (V), dan temperatur (T)</strong>, bisa dinyatakan dalam<strong>hukum gabungan gas ideal</strong>, di mana<strong>syaratnya</strong>adalah<strong>jumlah zat harus dalam keadaan konstan</strong>.</p>
61 <p>Secara matematis, hal tersebut dapat dituliskan seperti rumus berikut:</p>
61 <p>Secara matematis, hal tersebut dapat dituliskan seperti rumus berikut:</p>
62 <p>Untuk persamaan keadaan awal dan akhirnya dapat ditulis dengan rumus seperti berikut:</p>
62 <p>Untuk persamaan keadaan awal dan akhirnya dapat ditulis dengan rumus seperti berikut:</p>
63 <p><strong>Contoh Soal:</strong></p>
63 <p><strong>Contoh Soal:</strong></p>
64 <p>Diketahui sebuah gas ideal memiliki tekanan awal sejumlah P, sementara suhu awalnya adalah T. Kemudian, gas tersebut mengalami perubahan tekanan menjadi 3P. Berapa suhu gas tersebut sekarang?</p>
64 <p>Diketahui sebuah gas ideal memiliki tekanan awal sejumlah P, sementara suhu awalnya adalah T. Kemudian, gas tersebut mengalami perubahan tekanan menjadi 3P. Berapa suhu gas tersebut sekarang?</p>
65 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
65 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
66 <p>P1 = P</p>
66 <p>P1 = P</p>
67 <p>P2 = 3P</p>
67 <p>P2 = 3P</p>
68 <p>T1 = T</p>
68 <p>T1 = T</p>
69 <p>Ditanya: T2 …?</p>
69 <p>Ditanya: T2 …?</p>
70 <p>P1 / T1 = P2 / T2</p>
70 <p>P1 / T1 = P2 / T2</p>
71 <p>P / T = 3P / T2</p>
71 <p>P / T = 3P / T2</p>
72 <p>T2 = 6T</p>
72 <p>T2 = 6T</p>
73 <p>Jadi, suhu gas tersebut sekarang berubah menjadi 6T.</p>
73 <p>Jadi, suhu gas tersebut sekarang berubah menjadi 6T.</p>
74 <p>-</p>
74 <p>-</p>
75 <p>Nah, sudah paham kan dengan materi hukum dan persamaan gas ideal? Atau masih penasaran? Kalau masih penasaran, yuk pelajari selengkapnya di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>! Daftarkan dirimu sekarang juga, ya!</p>
75 <p>Nah, sudah paham kan dengan materi hukum dan persamaan gas ideal? Atau masih penasaran? Kalau masih penasaran, yuk pelajari selengkapnya di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>! Daftarkan dirimu sekarang juga, ya!</p>
76  
76