0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p>Squad, kamu tahu<em>gak</em>kenapa di pom bensin ada pilihan-pilihan jenis bensinnya? Jenis-jenis bensin itu, ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitasnya<em>lho.</em> Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan oktan pada setiap jenis bensin tersebut. “<em>Hah</em>? Oktan?<em>Apaan tuh</em>?”<em>Biar</em>kamu<em>ngerti</em>kenapa bensin dibagi-bagi, yuk kita pelajari dunia<em>perbensinan</em>.</p>
1
<p>Squad, kamu tahu<em>gak</em>kenapa di pom bensin ada pilihan-pilihan jenis bensinnya? Jenis-jenis bensin itu, ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitasnya<em>lho.</em> Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan oktan pada setiap jenis bensin tersebut. “<em>Hah</em>? Oktan?<em>Apaan tuh</em>?”<em>Biar</em>kamu<em>ngerti</em>kenapa bensin dibagi-bagi, yuk kita pelajari dunia<em>perbensinan</em>.</p>
2
<p>Jika kamu punya motor dan masih cukup baru, coba buka<em>jok</em>motor tersebut dan lihat apakah ada peringatan tentang<strong>tingkat oktan bensin</strong> yang sebaiknya digunakan, dan<strong>anjuran pemakaian bensin tanpa timbal</strong>di sana? Jika ada, sebaiknya kamu mengikuti saran tersebut demi kebaikan, kelangsungan, dan kesehatan mesin motor yang kamu gunakan.</p>
2
<p>Jika kamu punya motor dan masih cukup baru, coba buka<em>jok</em>motor tersebut dan lihat apakah ada peringatan tentang<strong>tingkat oktan bensin</strong> yang sebaiknya digunakan, dan<strong>anjuran pemakaian bensin tanpa timbal</strong>di sana? Jika ada, sebaiknya kamu mengikuti saran tersebut demi kebaikan, kelangsungan, dan kesehatan mesin motor yang kamu gunakan.</p>
3
<p>Bahan<strong>penyusun utama bensin</strong>adalah campuran dari<strong>n-heptana</strong>dan<strong>isooktana</strong>. n-heptana adalah<strong>alkana yang mempunyai rantai karbon yang lurus,</strong>sehingga<strong>mempunyai sifat yang mudah terbakar</strong>. Sedangkan isooktana adalah<strong>alkana rantai cabang</strong>, sehingga<strong>mempunyai sifat yang tidak mudah terbakar</strong>.<strong>Bensin yang baik harus terbakar saat piston/mesin mencapai titik puncak.</strong> Kemudian hasil ledakan bensin dengan busi (<em>spark plug</em>) digunakan untuk mendorong piston kembali ke bawah.<strong>Perbandingan dari campuran n-heptana dan isooktana ini adalah penentu kualitas bensin</strong>, kualitas ini biasa<strong>disebut dengan kadar oktan</strong>.</p>
3
<p>Bahan<strong>penyusun utama bensin</strong>adalah campuran dari<strong>n-heptana</strong>dan<strong>isooktana</strong>. n-heptana adalah<strong>alkana yang mempunyai rantai karbon yang lurus,</strong>sehingga<strong>mempunyai sifat yang mudah terbakar</strong>. Sedangkan isooktana adalah<strong>alkana rantai cabang</strong>, sehingga<strong>mempunyai sifat yang tidak mudah terbakar</strong>.<strong>Bensin yang baik harus terbakar saat piston/mesin mencapai titik puncak.</strong> Kemudian hasil ledakan bensin dengan busi (<em>spark plug</em>) digunakan untuk mendorong piston kembali ke bawah.<strong>Perbandingan dari campuran n-heptana dan isooktana ini adalah penentu kualitas bensin</strong>, kualitas ini biasa<strong>disebut dengan kadar oktan</strong>.</p>
4
<p>Susunan kimiawi n-heptana dan isooktana (sumber: wikipedia.org)</p>
4
<p>Susunan kimiawi n-heptana dan isooktana (sumber: wikipedia.org)</p>
5
<p>Bensin yang mempunyai<strong>nilai oktan yang rendah akan terbakar sebelum piston mencapai titik puncak (<em>pre-ignition</em>).</strong> Hal ini dikenal dengan istilah<strong><em>knocking</em></strong>atau dalam bahasa bengkel “<em>ngelitik</em>”.<strong>Hal tersebut sangat berbahaya untuk mesin</strong>, karena jika dibiarkan dapat merusak seluruh komponen ruang pembakaran dan menyia-nyiakan tenaga yang terbuang karena proses penyalaan serta pembakaran bensin yang tidak sempurna.</p>
5
<p>Bensin yang mempunyai<strong>nilai oktan yang rendah akan terbakar sebelum piston mencapai titik puncak (<em>pre-ignition</em>).</strong> Hal ini dikenal dengan istilah<strong><em>knocking</em></strong>atau dalam bahasa bengkel “<em>ngelitik</em>”.<strong>Hal tersebut sangat berbahaya untuk mesin</strong>, karena jika dibiarkan dapat merusak seluruh komponen ruang pembakaran dan menyia-nyiakan tenaga yang terbuang karena proses penyalaan serta pembakaran bensin yang tidak sempurna.</p>
6
<p>Maka<strong>bensin yang baik</strong>adalah<strong>bensin yang terbakar saat piston mencapai titik puncak</strong>, sehingga dibutuhkan alkana rantai bercabang atau isooktana untuk membuat bensin tersebut tidak terbakar<em>duluan</em>.<strong>Kadar oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana</strong>yang mudah terbakar dan<strong>100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar</strong>.</p>
6
<p>Maka<strong>bensin yang baik</strong>adalah<strong>bensin yang terbakar saat piston mencapai titik puncak</strong>, sehingga dibutuhkan alkana rantai bercabang atau isooktana untuk membuat bensin tersebut tidak terbakar<em>duluan</em>.<strong>Kadar oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana</strong>yang mudah terbakar dan<strong>100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar</strong>.</p>
7
<p>Contohnya begini, jika sebuah bensin mempunyai kandungan n-heptana sebesar 13% dan isooktana sebesar 87%, maka bensin itu mempunyai kadar oktan sebesar 87. Kadar oktan ini digunakan untuk menentukan seberapa baik bensin tersebut mengatasi<em>knocking</em>.</p>
7
<p>Contohnya begini, jika sebuah bensin mempunyai kandungan n-heptana sebesar 13% dan isooktana sebesar 87%, maka bensin itu mempunyai kadar oktan sebesar 87. Kadar oktan ini digunakan untuk menentukan seberapa baik bensin tersebut mengatasi<em>knocking</em>.</p>
8
<h2>Untuk menaikkan kadar oktan biasanya digunakan zat aditif, seperti:</h2>
8
<h2>Untuk menaikkan kadar oktan biasanya digunakan zat aditif, seperti:</h2>
9
<ol><li><h3>Menambahkan Tetera Ethyl Lead (TEL )</h3>
9
<ol><li><h3>Menambahkan Tetera Ethyl Lead (TEL )</h3>
10
</li>
10
</li>
11
<li><h3>Menambahkan Naphthalene pada bensin</h3>
11
<li><h3>Menambahkan Naphthalene pada bensin</h3>
12
</li>
12
</li>
13
<li><h3>Menambahkan Metil Tersier-Butileter (MTBE)</h3>
13
<li><h3>Menambahkan Metil Tersier-Butileter (MTBE)</h3>
14
</li>
14
</li>
15
</ol><p>Hal di atas dilakukan untuk menaikkan kadar isooktana pada sebuah bensin. Tetapi pada cara yang pertama, jika<strong>menambahkan TEL ke dalam bensin, maka hasil pembakaran yang dikeluarkan oleh mesin bukan hanya karbon dioksida dan uap air saja, tetapi ada juga timbal</strong>. Seperti yang kita ketahui bahwa<strong>timbal itu beracun dan lebih merusak lingkungan</strong>, karena itu sekarang cara menaikkan oktan dengan TEL sudah jarang dilakukan dan perusahaan minyak dan gas lebih memilih melakukan metode nomor 3.</p>
15
</ol><p>Hal di atas dilakukan untuk menaikkan kadar isooktana pada sebuah bensin. Tetapi pada cara yang pertama, jika<strong>menambahkan TEL ke dalam bensin, maka hasil pembakaran yang dikeluarkan oleh mesin bukan hanya karbon dioksida dan uap air saja, tetapi ada juga timbal</strong>. Seperti yang kita ketahui bahwa<strong>timbal itu beracun dan lebih merusak lingkungan</strong>, karena itu sekarang cara menaikkan oktan dengan TEL sudah jarang dilakukan dan perusahaan minyak dan gas lebih memilih melakukan metode nomor 3.</p>
16
<p>Naphthalene alias kapur barus alias kamper (sumber: tokopedia.com)</p>
16
<p>Naphthalene alias kapur barus alias kamper (sumber: tokopedia.com)</p>
17
<p>Seperti sudah di bahas di atas,<strong>nilai oktan berpengaruh terhadap ketahanan bensin dalam mengatasi<em>knocking</em></strong>, tetapi<strong>tiap mesin memiliki kebutuhan oktan yang berbeda</strong>tergantung dengan kompresi mesin yang digunakan. Kamu boleh mengisi kendaraan dengan bensin yang oktannya lebih tinggi dari yang disarankan, tetapi jangan sekali-kali mengisinya dengan oktan yang lebih rendah jika ingin kendaraan kamu awet.</p>
17
<p>Seperti sudah di bahas di atas,<strong>nilai oktan berpengaruh terhadap ketahanan bensin dalam mengatasi<em>knocking</em></strong>, tetapi<strong>tiap mesin memiliki kebutuhan oktan yang berbeda</strong>tergantung dengan kompresi mesin yang digunakan. Kamu boleh mengisi kendaraan dengan bensin yang oktannya lebih tinggi dari yang disarankan, tetapi jangan sekali-kali mengisinya dengan oktan yang lebih rendah jika ingin kendaraan kamu awet.</p>
18
<p>Jadi<strong>kesimpulannya adalah</strong>, bensin yang baik mempunyai nilai oktan yang tinggi, sehingga nantinya tidak terbakar<em>duluan</em>sebelum piston mencapai titik puncak dan dinyalakan oleh busi (<em>spark plug</em>). Bensin yang terbakar<em>duluan</em>sebelum piston mencapai titik puncak dapat menyebabkan mesin cepat rusak. Nilai oktan sebuah bensin ditentukan oleh perbandingan campuran n-heptana dan isooktana, jika n-heptana lebih banyak dari isooktana, maka oktan bensin tersebut rendah, begitu juga sebaliknya.</p>
18
<p>Jadi<strong>kesimpulannya adalah</strong>, bensin yang baik mempunyai nilai oktan yang tinggi, sehingga nantinya tidak terbakar<em>duluan</em>sebelum piston mencapai titik puncak dan dinyalakan oleh busi (<em>spark plug</em>). Bensin yang terbakar<em>duluan</em>sebelum piston mencapai titik puncak dapat menyebabkan mesin cepat rusak. Nilai oktan sebuah bensin ditentukan oleh perbandingan campuran n-heptana dan isooktana, jika n-heptana lebih banyak dari isooktana, maka oktan bensin tersebut rendah, begitu juga sebaliknya.</p>
19
<p>Untuk membuat bensin memiliki nilai isooktana yang tinggi, dilakukan penambahan zat aditif seperti TEL/MTBE/Naphthalene. Tetapi penggunaan TEL untuk menaikkan kadar oktan menghasilkan buangan berupa timbal yang sangat berbahaya, karena itu manusia beralih menggunakan MTBE/Naphthalene.</p>
19
<p>Untuk membuat bensin memiliki nilai isooktana yang tinggi, dilakukan penambahan zat aditif seperti TEL/MTBE/Naphthalene. Tetapi penggunaan TEL untuk menaikkan kadar oktan menghasilkan buangan berupa timbal yang sangat berbahaya, karena itu manusia beralih menggunakan MTBE/Naphthalene.</p>
20
<p><em>Nah</em>itu Squad, sekilas tentang dunia<em>perbensinan</em>, semoga dengan ilmu ini, kamu bisa menentukan bensin yang akan kamu isikan ke kendaraan kamu ya! Oh iya, untuk materi ini, kamu juga bisa lihat penjelasannya dengan video di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>lho. Selain itu di sana juga tersedia video dan pembahasan dari mata pelajaran lainnya juga, dicoba yuk!</p>
20
<p><em>Nah</em>itu Squad, sekilas tentang dunia<em>perbensinan</em>, semoga dengan ilmu ini, kamu bisa menentukan bensin yang akan kamu isikan ke kendaraan kamu ya! Oh iya, untuk materi ini, kamu juga bisa lihat penjelasannya dengan video di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>lho. Selain itu di sana juga tersedia video dan pembahasan dari mata pelajaran lainnya juga, dicoba yuk!</p>
21
21