0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Yuk, pelajari tentang sistem pertahanan tubuh manusia! Ada sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Apa perbedaannya, ya?</em></p>
1
<blockquote><p><em>Yuk, pelajari tentang sistem pertahanan tubuh manusia! Ada sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Apa perbedaannya, ya?</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p>Kamu tau kan, gimana rasanya ketika mata kelilipan debu? Nggak enak ya, rasanya perih perih gimanaa gitu. Saking perihnya, mata kamu sampai keluar air mata. Tapi, setelah keluar air mata, lama-lama rasa perihnya mulai menghilang.</p>
3
</blockquote><p>Kamu tau kan, gimana rasanya ketika mata kelilipan debu? Nggak enak ya, rasanya perih perih gimanaa gitu. Saking perihnya, mata kamu sampai keluar air mata. Tapi, setelah keluar air mata, lama-lama rasa perihnya mulai menghilang.</p>
4
<p>Hmm… Kok bisa gitu ya?</p>
4
<p>Hmm… Kok bisa gitu ya?</p>
5
<p>Itu karena debu yang masuk ke mata, akan terbuang oleh air mata. Eh, tapi, kalau kamu menangisnya gara-gara mantan, air mata kayaknya nggak bisa ya, membuang perasaan kamu yang masih ada buat dia. Huhu 🙁</p>
5
<p>Itu karena debu yang masuk ke mata, akan terbuang oleh air mata. Eh, tapi, kalau kamu menangisnya gara-gara mantan, air mata kayaknya nggak bisa ya, membuang perasaan kamu yang masih ada buat dia. Huhu 🙁</p>
6
<p><em>Together we cry</em>~ (Sumber: tenor.com)</p>
6
<p><em>Together we cry</em>~ (Sumber: tenor.com)</p>
7
<p>Nah, karena air mata kita mampu melindungi mata dari benda asing yang masuk ke mata, berarti bisa dibilang kalau air mata itu merupakan salah satu bentuk pertahanan tubuh. Selain air mata, masih ada juga lho, bentuk pertahanan tubuh yang lainnya.</p>
7
<p>Nah, karena air mata kita mampu melindungi mata dari benda asing yang masuk ke mata, berarti bisa dibilang kalau air mata itu merupakan salah satu bentuk pertahanan tubuh. Selain air mata, masih ada juga lho, bentuk pertahanan tubuh yang lainnya.</p>
8
<p><em>By the way</em>, sistem pertahanan tubuh itu maksudnya gimana, sih?</p>
8
<p><em>By the way</em>, sistem pertahanan tubuh itu maksudnya gimana, sih?</p>
9
<h2>Apa yang Dimaksud dengan Sistem Pertahanan Tubuh?</h2>
9
<h2>Apa yang Dimaksud dengan Sistem Pertahanan Tubuh?</h2>
10
<p><strong>Sistem pertahanan tubuh adalah</strong>sistem yang<strong>melindungi tubuh dari partikel berbahaya</strong>, patogen, benda asing penyebab penyakit, serta sel tubuh yang sifatnya abnormal. Sistem pertahanan tubuh disebut juga dengan istilah<strong>sistem imun atau imunitas</strong>.</p>
10
<p><strong>Sistem pertahanan tubuh adalah</strong>sistem yang<strong>melindungi tubuh dari partikel berbahaya</strong>, patogen, benda asing penyebab penyakit, serta sel tubuh yang sifatnya abnormal. Sistem pertahanan tubuh disebut juga dengan istilah<strong>sistem imun atau imunitas</strong>.</p>
11
<p>Sistem pertahanan tubuh pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu<strong>sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik</strong>.</p>
11
<p>Sistem pertahanan tubuh pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu<strong>sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik</strong>.</p>
12
<p>Pada saat tubuh pertama kali mendapat ‘serangan’ dari luar, yang bekerja terlebih dahulu adalah sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Jika ‘serangan’ tersebut berhasil menembus pertahanan nonspesifik, barulah sistem pertahanan tubuh spesifik yang akan bekerja.</p>
12
<p>Pada saat tubuh pertama kali mendapat ‘serangan’ dari luar, yang bekerja terlebih dahulu adalah sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Jika ‘serangan’ tersebut berhasil menembus pertahanan nonspesifik, barulah sistem pertahanan tubuh spesifik yang akan bekerja.</p>
13
<p>Supaya lebih paham, kita bahas satu per satu dengan lebih detail, sesuai dengan urutan yang sudah disebutkan tadi. Yuk, kita bahas!</p>
13
<p>Supaya lebih paham, kita bahas satu per satu dengan lebih detail, sesuai dengan urutan yang sudah disebutkan tadi. Yuk, kita bahas!</p>
14
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Penyakit dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah Manusia</a></strong></p>
14
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Penyakit dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah Manusia</a></strong></p>
15
<h2>Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik</h2>
15
<h2>Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik</h2>
16
<p>Pertahanan tubuh nonspesifik bekerja dengan cara mengenali dan menyerang segala macam<strong><a>antigen</a></strong>yang masuk ke dalam tubuh. Pertahanan tubuh nonspesifik terbagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal. Seperti apa perbedaannya?</p>
16
<p>Pertahanan tubuh nonspesifik bekerja dengan cara mengenali dan menyerang segala macam<strong><a>antigen</a></strong>yang masuk ke dalam tubuh. Pertahanan tubuh nonspesifik terbagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal. Seperti apa perbedaannya?</p>
17
<h3>1. Pertahanan Nonspesifik Eksternal</h3>
17
<h3>1. Pertahanan Nonspesifik Eksternal</h3>
18
<p>Pertahanan nonspesifik eksternal adalah pertahanan tubuh yang<strong>paling luar</strong>dan tugasnya<strong>melindungi agar antigen tidak masuk ke dalam tubuh</strong>. Contohnya, kulit, membran mukosa atau selaput lendir, dan kelenjar air mata.</p>
18
<p>Pertahanan nonspesifik eksternal adalah pertahanan tubuh yang<strong>paling luar</strong>dan tugasnya<strong>melindungi agar antigen tidak masuk ke dalam tubuh</strong>. Contohnya, kulit, membran mukosa atau selaput lendir, dan kelenjar air mata.</p>
19
<p>Seperti yang kamu tahu,<strong>kulit merupakan bagian terluar tubuh</strong>, sehingga kulit bisa berperan sebagai penghalang antigen. Sementara itu,<strong>membran mukosa</strong>merupakan<strong>lapisan yang melapisi bagian dalam organ tubuh</strong>, seperti saluran pernapasan dan pencernaan. Nah, membran mukosa ini dapat menghasilkan lendir yang akan memerangkap antigen, sehingga antigen itu nggak bisa masuk ke sel-sel tubuh.</p>
19
<p>Seperti yang kamu tahu,<strong>kulit merupakan bagian terluar tubuh</strong>, sehingga kulit bisa berperan sebagai penghalang antigen. Sementara itu,<strong>membran mukosa</strong>merupakan<strong>lapisan yang melapisi bagian dalam organ tubuh</strong>, seperti saluran pernapasan dan pencernaan. Nah, membran mukosa ini dapat menghasilkan lendir yang akan memerangkap antigen, sehingga antigen itu nggak bisa masuk ke sel-sel tubuh.</p>
20
<p>Kalau<strong>kelenjar air mata</strong>beda lagi, nih. Kelenjar air mata berperan untuk<strong>menghasilkan air mata</strong>, yang juga termasuk ke dalam pertahanan nonspesifik eksternal, karena air mata berfungsi membersihkan mata dari segala macam partikel asing yang masuk ke mata.</p>
20
<p>Kalau<strong>kelenjar air mata</strong>beda lagi, nih. Kelenjar air mata berperan untuk<strong>menghasilkan air mata</strong>, yang juga termasuk ke dalam pertahanan nonspesifik eksternal, karena air mata berfungsi membersihkan mata dari segala macam partikel asing yang masuk ke mata.</p>
21
<h3>2. Pertahanan Nonspesifik Internal</h3>
21
<h3>2. Pertahanan Nonspesifik Internal</h3>
22
<p>Pertahanan nonspesifik internal adalah pertahanan tubuh yang akan<strong>bekerja jika ada antigen yang bisa menembus pertahanan nonspesifik eksternal</strong>.</p>
22
<p>Pertahanan nonspesifik internal adalah pertahanan tubuh yang akan<strong>bekerja jika ada antigen yang bisa menembus pertahanan nonspesifik eksternal</strong>.</p>
23
<p>Pertahanan nonspesifik internal melibatkan aktivitas sel darah putih, seperti:</p>
23
<p>Pertahanan nonspesifik internal melibatkan aktivitas sel darah putih, seperti:</p>
24
<ul><li><strong>Neutrofil dan makrofag</strong>untuk fagositosis atau ‘memakan’ antigen dan patogen berbahaya</li>
24
<ul><li><strong>Neutrofil dan makrofag</strong>untuk fagositosis atau ‘memakan’ antigen dan patogen berbahaya</li>
25
<li><strong>Eosinofil</strong>untuk menghancurkan patogen multiseluler seperti cacing</li>
25
<li><strong>Eosinofil</strong>untuk menghancurkan patogen multiseluler seperti cacing</li>
26
<li><strong>Sel NK (<em>Natural Killer</em>)</strong>untuk membunuh sel yang terinfeksi, serta sel mast yang terlibat dalam inflamasi (peradangan)</li>
26
<li><strong>Sel NK (<em>Natural Killer</em>)</strong>untuk membunuh sel yang terinfeksi, serta sel mast yang terlibat dalam inflamasi (peradangan)</li>
27
</ul><p>Eh, peradangan itu seperti apa sih? Peradangan adalah tanggapan atau respon tubuh terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat dicirikan dengan adanya pembengkakan, demam, bisul, maupun gatal-gatal. Peradangan ini difasilitasi oleh senyawa sitokin yang dihasilkan makrofag dan juga histamin yang dihasilkan sel mast.</p>
27
</ul><p>Eh, peradangan itu seperti apa sih? Peradangan adalah tanggapan atau respon tubuh terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat dicirikan dengan adanya pembengkakan, demam, bisul, maupun gatal-gatal. Peradangan ini difasilitasi oleh senyawa sitokin yang dihasilkan makrofag dan juga histamin yang dihasilkan sel mast.</p>
28
<p>Sitokin berfungsi untuk memanggil sel darah putih seperti neutrofil ke lokasi inflamasi. Sementara histamin berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan sel darah putih untuk menembus dinding kapiler darah. Oh iya, adanya histamin ini juga menjadi penyebab kenapa bagian yang bengkak biasanya terasa gatal.</p>
28
<p>Sitokin berfungsi untuk memanggil sel darah putih seperti neutrofil ke lokasi inflamasi. Sementara histamin berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan sel darah putih untuk menembus dinding kapiler darah. Oh iya, adanya histamin ini juga menjadi penyebab kenapa bagian yang bengkak biasanya terasa gatal.</p>
29
<p>Nah, kalau ternyata antigen yang menyerang kita berhasil menembus sistem pertahanan tubuh nonspesifik, maka saatnya kita panggil hero yang selanjutnya nih, yaitu sistem pertahanan tubuh spesifik!</p>
29
<p>Nah, kalau ternyata antigen yang menyerang kita berhasil menembus sistem pertahanan tubuh nonspesifik, maka saatnya kita panggil hero yang selanjutnya nih, yaitu sistem pertahanan tubuh spesifik!</p>
30
<h2>Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik</h2>
30
<h2>Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik</h2>
31
<p>Sistem pertahanan tubuh spesifik adalah<strong>pertahanan tubuh yang bekerja jika antigen berhasil masuk ke dalam cairan ataupun sel tubuh</strong>. Sistem pertahanan tubuh spesifik terbagi menjadi pertahanan spesifik seluler dan pertahanan spesifik humoral.</p>
31
<p>Sistem pertahanan tubuh spesifik adalah<strong>pertahanan tubuh yang bekerja jika antigen berhasil masuk ke dalam cairan ataupun sel tubuh</strong>. Sistem pertahanan tubuh spesifik terbagi menjadi pertahanan spesifik seluler dan pertahanan spesifik humoral.</p>
32
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan</a></strong></p>
32
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan</a></strong></p>
33
<h3>1. Pertahanan Spesifik Seluler</h3>
33
<h3>1. Pertahanan Spesifik Seluler</h3>
34
<p>Pertahanan spesifik seluler adalah<strong>pertahanan tubuh yang menyerang antigen</strong><strong>yang</strong><strong>telah menginfeksi sel tubuh</strong>. Aktor utama yang terlibat adalah<strong>limfosit T</strong>.</p>
34
<p>Pertahanan spesifik seluler adalah<strong>pertahanan tubuh yang menyerang antigen</strong><strong>yang</strong><strong>telah menginfeksi sel tubuh</strong>. Aktor utama yang terlibat adalah<strong>limfosit T</strong>.</p>
35
<p>Limfosit T dibentuk di sumsum tulang, namun dimatangkan di kelenjar timus. Ada tiga jenis limfosit T lho, apa aja tuh?</p>
35
<p>Limfosit T dibentuk di sumsum tulang, namun dimatangkan di kelenjar timus. Ada tiga jenis limfosit T lho, apa aja tuh?</p>
36
<p>Jenis-jenis Limfosit T:</p>
36
<p>Jenis-jenis Limfosit T:</p>
37
<ul><li><strong>Limfosit T sitotoksik</strong> → menghancurkan sel yang terinfeksi antigen</li>
37
<ul><li><strong>Limfosit T sitotoksik</strong> → menghancurkan sel yang terinfeksi antigen</li>
38
<li><strong>Limfosit T helper</strong>→ mengaktivasi limfosit T sitotoksik</li>
38
<li><strong>Limfosit T helper</strong>→ mengaktivasi limfosit T sitotoksik</li>
39
<li><strong>Limfosit T memori</strong>→ mengingat antigen yang pernah menyerang tubuh</li>
39
<li><strong>Limfosit T memori</strong>→ mengingat antigen yang pernah menyerang tubuh</li>
40
</ul><p>Untuk dapat bekerja,<strong>sel T helper perlu diaktivasi oleh APC</strong>(<em>Antigen Presenting Cell</em>). APC berfungsi menyajikan fragmen antigen di permukaan selnya. Ketika fragmen antigen ini berikatan dengan reseptor sel T helper, maka sel T helper akan teraktivasi.</p>
40
</ul><p>Untuk dapat bekerja,<strong>sel T helper perlu diaktivasi oleh APC</strong>(<em>Antigen Presenting Cell</em>). APC berfungsi menyajikan fragmen antigen di permukaan selnya. Ketika fragmen antigen ini berikatan dengan reseptor sel T helper, maka sel T helper akan teraktivasi.</p>
41
<p><strong>Sel T helper yang sudah teraktivasi</strong>kemudian dapat<strong>mengaktivasi sel T sitotoksik</strong>. Sel T sitotoksik lalu akan<strong>menghancurkan sel yang terinfeksi</strong>.</p>
41
<p><strong>Sel T helper yang sudah teraktivasi</strong>kemudian dapat<strong>mengaktivasi sel T sitotoksik</strong>. Sel T sitotoksik lalu akan<strong>menghancurkan sel yang terinfeksi</strong>.</p>
42
<p>Bersamaan dengan itu, ketika sel T helper maupun sel T sitotoksik teraktivasi,<strong>sebagian akan berubah menjadi sel T memori</strong>yang akan<strong>mengingat antigen</strong>untuk<strong>mempercepat respons pertahanan spesifik seluler</strong>.</p>
42
<p>Bersamaan dengan itu, ketika sel T helper maupun sel T sitotoksik teraktivasi,<strong>sebagian akan berubah menjadi sel T memori</strong>yang akan<strong>mengingat antigen</strong>untuk<strong>mempercepat respons pertahanan spesifik seluler</strong>.</p>
43
<h3>2. Pertahanan Spesifik Humoral</h3>
43
<h3>2. Pertahanan Spesifik Humoral</h3>
44
<p>Pertahanan spesifik humoral adalah<strong>pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang ada di cairan tubuh</strong>(darah dan cairan limfa). Aktor utama yang berperan adalah<strong>limfosit B</strong>.</p>
44
<p>Pertahanan spesifik humoral adalah<strong>pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang ada di cairan tubuh</strong>(darah dan cairan limfa). Aktor utama yang berperan adalah<strong>limfosit B</strong>.</p>
45
<p><strong>Limfosit B dibentuk</strong>dan dimatangkan di<strong>sumsum tulang belakang</strong>. Limfosit B dapat<strong>diaktivasi langsung oleh antigen</strong>untuk berubah menjadi<strong>sel B plasma dan sel B memori</strong>.</p>
45
<p><strong>Limfosit B dibentuk</strong>dan dimatangkan di<strong>sumsum tulang belakang</strong>. Limfosit B dapat<strong>diaktivasi langsung oleh antigen</strong>untuk berubah menjadi<strong>sel B plasma dan sel B memori</strong>.</p>
46
<p>Sel B plasma berfungsi untuk menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang berfungsi mengikat dan menonaktifkan antigen. Tiap antibodi hanya bisa mengikat antigen yang spesifik. Sel B memori berfungsi untuk mengingat antigen sehingga mempercepat produksi antibodi.</p>
46
<p>Sel B plasma berfungsi untuk menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang berfungsi mengikat dan menonaktifkan antigen. Tiap antibodi hanya bisa mengikat antigen yang spesifik. Sel B memori berfungsi untuk mengingat antigen sehingga mempercepat produksi antibodi.</p>
47
<p>-</p>
47
<p>-</p>
48
<p>Itu tadi penjelasan lengkap tentang<strong>sistem pertahanan tubuh pada manusia</strong>, baik yang spesifik, maupun yang nonspesifik. Sekarang, kamu udah tahu ya, kalau tubuh kita itu ternyata keren banget karena punya beberapa tahap pertahanan supaya kita nggak gampang sakit. Nah, kalau kamu mau pertahanin status kamu jadi juara kelas, jangan lupa belajar di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>, ya!</p>
48
<p>Itu tadi penjelasan lengkap tentang<strong>sistem pertahanan tubuh pada manusia</strong>, baik yang spesifik, maupun yang nonspesifik. Sekarang, kamu udah tahu ya, kalau tubuh kita itu ternyata keren banget karena punya beberapa tahap pertahanan supaya kita nggak gampang sakit. Nah, kalau kamu mau pertahanin status kamu jadi juara kelas, jangan lupa belajar di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>, ya!</p>
49
<p><strong>Referensi:</strong></p>
49
<p><strong>Referensi:</strong></p>
50
<p>Irnaningtyas & Istiadi, Y. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikullum 2013 Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Erlangga.</p>
50
<p>Irnaningtyas & Istiadi, Y. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikullum 2013 Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Erlangga.</p>
51
<p><strong>Sumber Gambar: </strong></p>
51
<p><strong>Sumber Gambar: </strong></p>
52
<p>GIF ‘Oprah Crying’ [Daring], Tautan: https://tenor.com/view/oprah-crying-oprah-crying-gif-12072896 (Diakses: 18 Desember 2020)</p>
52
<p>GIF ‘Oprah Crying’ [Daring], Tautan: https://tenor.com/view/oprah-crying-oprah-crying-gif-12072896 (Diakses: 18 Desember 2020)</p>
53
53