HTML Diff
1 added 1 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Kamu udah siap menghadapi TKA? Supaya makin pe-de, yuk kerjakan simulasi soal TKA SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika di artikel ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Kamu udah siap menghadapi TKA? Supaya makin pe-de, yuk kerjakan simulasi soal TKA SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika di artikel ini!</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Buat kamu yang masih bingung, kira-kira<strong><a>Tes Kemampuan Akademik (TKA)</a> </strong>buat apa <em>sih</em>? TKA ini diadakan untuk mengetahui <strong>capaian akademik individu setiap siswa</strong>yang terstandar secara nasional.</p>
3 <p>Buat kamu yang masih bingung, kira-kira<strong><a>Tes Kemampuan Akademik (TKA)</a> </strong>buat apa <em>sih</em>? TKA ini diadakan untuk mengetahui <strong>capaian akademik individu setiap siswa</strong>yang terstandar secara nasional.</p>
4 <p>Jadi, kamu bisa tahu seberapa jauh kemampuanmu dalam menguasai mata pelajaran yang diujikan dalam TKA, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Perlu diingat ya, bahwa TKA ini <strong>tidak menentukan kelulusan murid</strong>.</p>
4 <p>Jadi, kamu bisa tahu seberapa jauh kemampuanmu dalam menguasai mata pelajaran yang diujikan dalam TKA, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Perlu diingat ya, bahwa TKA ini <strong>tidak menentukan kelulusan murid</strong>.</p>
5 <p>Nah, seperti apa sih soal-soal TKA nantinya? Yuk, kita simak dulu beberapa contoh prediksi soal TKA SMP untuk mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika berikut ini!</p>
5 <p>Nah, seperti apa sih soal-soal TKA nantinya? Yuk, kita simak dulu beberapa contoh prediksi soal TKA SMP untuk mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika berikut ini!</p>
6 <p><strong>Baca Juga:<a>Simulasi Soal TKA SMA: Bahasa Indonesia, Inggris &amp; Matematika</a></strong></p>
6 <p><strong>Baca Juga:<a>Simulasi Soal TKA SMA: Bahasa Indonesia, Inggris &amp; Matematika</a></strong></p>
7 <h2>BAHASA INDONESIA</h2>
7 <h2>BAHASA INDONESIA</h2>
8 <p><strong>Kompetensi: Pemahaman Tekstual</strong></p>
8 <p><strong>Kompetensi: Pemahaman Tekstual</strong></p>
9 <p><strong>Submateri: Mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks</strong></p>
9 <p><strong>Submateri: Mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks</strong></p>
10 <p><strong>1. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!</strong><b></b></p>
10 <p><strong>1. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!</strong><b></b></p>
11 <p><strong>Mikroplastik dalam Kehidupan Sehari-hari</strong></p>
11 <p><strong>Mikroplastik dalam Kehidupan Sehari-hari</strong></p>
12 <p>Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan dalam air minum kemasan, garam dapur, bahkan ASI. Ironisnya, semakin canggih teknologi pengolahan makanan, semakin tinggi pula risiko kontaminasi mikroplastik.</p>
12 <p>Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan dalam air minum kemasan, garam dapur, bahkan ASI. Ironisnya, semakin canggih teknologi pengolahan makanan, semakin tinggi pula risiko kontaminasi mikroplastik.</p>
13 <p>Dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia masih terus diteliti, tetapi beberapa studi mengindikasikan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan, mengganggu sistem endokrin, dan berpotensi bersifat karsinogenik. Yang mengkhawatirkan, mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak dan plasenta, sehingga janin dalam kandungan pun tidak luput dari ancaman ini.</p>
13 <p>Dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia masih terus diteliti, tetapi beberapa studi mengindikasikan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan, mengganggu sistem endokrin, dan berpotensi bersifat karsinogenik. Yang mengkhawatirkan, mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak dan plasenta, sehingga janin dalam kandungan pun tidak luput dari ancaman ini.</p>
14 <p>Untuk meminimalkan paparan mikroplastik, masyarakat dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih kemasan kaca atau stainless steel untuk makanan dan minuman, serta mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi produksi plastik. Langkah kolektif ini menjadi kunci untuk melindungi generasi mendatang dari bahaya mikroplastik yang semakin mengancam.</p>
14 <p>Untuk meminimalkan paparan mikroplastik, masyarakat dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih kemasan kaca atau stainless steel untuk makanan dan minuman, serta mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi produksi plastik. Langkah kolektif ini menjadi kunci untuk melindungi generasi mendatang dari bahaya mikroplastik yang semakin mengancam.</p>
15 <p>Manakah informasi yang tepat tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia?</p>
15 <p>Manakah informasi yang tepat tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia?</p>
16 <p>Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.</p>
16 <p>Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.</p>
17 <ol><li>Mikroplastik dapat memicu peradangan dalam tubuh.</li>
17 <ol><li>Mikroplastik dapat memicu peradangan dalam tubuh.</li>
18 <li>Partikel mikroplastik berpotensi bersifat karsinogenik.</li>
18 <li>Partikel mikroplastik berpotensi bersifat karsinogenik.</li>
19 <li>Mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak.</li>
19 <li>Mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak.</li>
20 <li>Dampak mikroplastik pada tubuh sudah sepenuhnya dipahami.</li>
20 <li>Dampak mikroplastik pada tubuh sudah sepenuhnya dipahami.</li>
21 </ol><p><strong>Jawaban: Pernyataan 1, 2, dan 3</strong></p>
21 </ol><p><strong>Jawaban: Pernyataan 1, 2, dan 3</strong></p>
22 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
22 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
23 <p><strong>Kompetensi yang diukur:</strong>Pemahaman Tekstual - mengidentifikasi<strong>informasi penting yang tersurat</strong>dalam teks.</p>
23 <p><strong>Kompetensi yang diukur:</strong>Pemahaman Tekstual - mengidentifikasi<strong>informasi penting yang tersurat</strong>dalam teks.</p>
24 <p><strong>Definisi kompetensi:</strong>Mengidentifikasi informasi tersurat adalah kemampuan menemukan dan mengenali fakta, data, atau informasi yang secara eksplisit dinyatakan dalam teks tanpa perlu melakukan interpretasi lebih lanjut.</p>
24 <p><strong>Definisi kompetensi:</strong>Mengidentifikasi informasi tersurat adalah kemampuan menemukan dan mengenali fakta, data, atau informasi yang secara eksplisit dinyatakan dalam teks tanpa perlu melakukan interpretasi lebih lanjut.</p>
25 <p><strong>Tuntutan soal:</strong>Siswa diminta mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia berdasarkan paragraf kedua.</p>
25 <p><strong>Tuntutan soal:</strong>Siswa diminta mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia berdasarkan paragraf kedua.</p>
26 <p><strong>Bukti tekstual kunci:</strong>Paragraf kedua menyatakan: “<em>beberapa studi mengindikasikan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan, mengganggu sistem endokrin, dan berpotensi bersifat karsinogenik. Yang mengkhawatirkan, mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak dan plasenta</em>“.</p>
26 <p><strong>Bukti tekstual kunci:</strong>Paragraf kedua menyatakan: “<em>beberapa studi mengindikasikan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan, mengganggu sistem endokrin, dan berpotensi bersifat karsinogenik. Yang mengkhawatirkan, mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak dan plasenta</em>“.</p>
27 <p><strong>Analisis sistematis per pernyataan:</strong></p>
27 <p><strong>Analisis sistematis per pernyataan:</strong></p>
28 <p><b>✅</b><strong>Pernyataan 1: “Mikroplastik dapat memicu peradangan dalam tubuh”. </strong><strong>Bukti tekstual:</strong>“<em>partikel ini dapat memicu peradangan</em>“ (tersurat eksplisit).</p>
28 <p><b>✅</b><strong>Pernyataan 1: “Mikroplastik dapat memicu peradangan dalam tubuh”. </strong><strong>Bukti tekstual:</strong>“<em>partikel ini dapat memicu peradangan</em>“ (tersurat eksplisit).</p>
29 <p><b>✅</b><strong>Pernyataan 2: “Partikel mikroplastik berpotensi bersifat karsinogenik”.</strong><strong>Bukti tekstual:</strong>“<em>berpotensi bersifat karsinogenik</em>“ (tersurat eksplisit).</p>
29 <p><b>✅</b><strong>Pernyataan 2: “Partikel mikroplastik berpotensi bersifat karsinogenik”.</strong><strong>Bukti tekstual:</strong>“<em>berpotensi bersifat karsinogenik</em>“ (tersurat eksplisit).</p>
30 <p><b>✅</b><strong>Pernyataan 3: “Mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak”.</strong><strong>Bukti tekstual:</strong>“<em>mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak dan plasenta</em>“ (tersurat eksplisit).</p>
30 <p><b>✅</b><strong>Pernyataan 3: “Mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak”.</strong><strong>Bukti tekstual:</strong>“<em>mikroplastik dapat menembus penghalang darah-otak dan plasenta</em>“ (tersurat eksplisit).</p>
31 <p><b>❌</b><strong>Pernyataan 4: “Dampak mikroplastik pada tubuh sudah sepenuhnya dipahami”. </strong><strong>Kontradiksi dengan teks:</strong>Kalimat pembuka paragraf 2 menyatakan “<em>Dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia masih terus diteliti</em>“-kata “masih terus diteliti” mengindikasikan pemahaman belum sepenuhnya lengkap.</p>
31 <p><b>❌</b><strong>Pernyataan 4: “Dampak mikroplastik pada tubuh sudah sepenuhnya dipahami”. </strong><strong>Kontradiksi dengan teks:</strong>Kalimat pembuka paragraf 2 menyatakan “<em>Dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia masih terus diteliti</em>“-kata “masih terus diteliti” mengindikasikan pemahaman belum sepenuhnya lengkap.</p>
32 <p><strong>Eliminasi kesalahan umum:</strong>Pernyataan 4 adalah<em>distractor</em>yang menguji kemampuan siswa membedakan antara informasi yang sudah pasti (tersurat) dengan asumsi. Siswa yang tidak cermat mungkin menganggap karena teks membahas berbagai dampak, berarti semuanya sudah dipahami sepenuhnya.</p>
32 <p><strong>Eliminasi kesalahan umum:</strong>Pernyataan 4 adalah<em>distractor</em>yang menguji kemampuan siswa membedakan antara informasi yang sudah pasti (tersurat) dengan asumsi. Siswa yang tidak cermat mungkin menganggap karena teks membahas berbagai dampak, berarti semuanya sudah dipahami sepenuhnya.</p>
33 <p>-</p>
33 <p>-</p>
34 <p>Biar kamu semakin yakin dalam menghadapi TKA, yuk dapatan E-Book<strong>Kitab TKA SMP</strong>! Kamu bisa lebih sering latihan kapanpun, dan di manapun. Cek sekarang dengan klik <em>banner </em>di bawah ini ya!</p>
34 <p>Biar kamu semakin yakin dalam menghadapi TKA, yuk dapatan E-Book<strong>Kitab TKA SMP</strong>! Kamu bisa lebih sering latihan kapanpun, dan di manapun. Cek sekarang dengan klik <em>banner </em>di bawah ini ya!</p>
35 <p><strong>Kompetensi: Pemahaman Inferensial</strong></p>
35 <p><strong>Kompetensi: Pemahaman Inferensial</strong></p>
36 <p><strong>Submateri: Menjelaskan kelogisan hubungan antar peristiwa, antar gagasan, dan/atau antar informasi dalam teks</strong></p>
36 <p><strong>Submateri: Menjelaskan kelogisan hubungan antar peristiwa, antar gagasan, dan/atau antar informasi dalam teks</strong></p>
37 <p><strong>2. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!</strong></p>
37 <p><strong>2. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!</strong></p>
38 <p><strong>Surat untuk Ayah</strong></p>
38 <p><strong>Surat untuk Ayah</strong></p>
39 <p>Dera menatap amplop lusuh di tangannya. Sudah tiga tahun berlalu sejak ayahnya pergi merantau, tetapi tak sekalipun kabar datang. Ibunya selalu berkata, “Sabar, Dera. Ayah pasti pulang dengan membawa rejeki.” Namun, mata ibunya yang sembab setiap malam mengkhianati kata-katanya.</p>
39 <p>Dera menatap amplop lusuh di tangannya. Sudah tiga tahun berlalu sejak ayahnya pergi merantau, tetapi tak sekalipun kabar datang. Ibunya selalu berkata, “Sabar, Dera. Ayah pasti pulang dengan membawa rejeki.” Namun, mata ibunya yang sembab setiap malam mengkhianati kata-katanya.</p>
40 <p>Dengan tangan gemetar, Dera mulai menulis:<em>“Yah, apakah Ayah masih ingat suara tawa Dera? Dera sudah besar sekarang, sudah bisa membantu Ibu. Tapi Dera tetap merindukan pelukan hangat Ayah…”</em></p>
40 <p>Dengan tangan gemetar, Dera mulai menulis:<em>“Yah, apakah Ayah masih ingat suara tawa Dera? Dera sudah besar sekarang, sudah bisa membantu Ibu. Tapi Dera tetap merindukan pelukan hangat Ayah…”</em></p>
41 <p>Air mata menetes di atas kertas, mengaburkan tinta yang baru saja ia goreskan. Di luar jendela, burung-burung pipit beterbangan bebas, seolah mengejek Dera yang terjebak dalam kerinduan tanpa ujung.</p>
41 <p>Air mata menetes di atas kertas, mengaburkan tinta yang baru saja ia goreskan. Di luar jendela, burung-burung pipit beterbangan bebas, seolah mengejek Dera yang terjebak dalam kerinduan tanpa ujung.</p>
42 <p>Bagaimana hubungan logis antara pernyataan ibu “<em>Sabar, Dera. Ayah pasti pulang dengan membawa rejeki</em>” dengan kalimat<em>mata ibunya yang sembab setiap malam mengkhianati kata-katanya</em>?</p>
42 <p>Bagaimana hubungan logis antara pernyataan ibu “<em>Sabar, Dera. Ayah pasti pulang dengan membawa rejeki</em>” dengan kalimat<em>mata ibunya yang sembab setiap malam mengkhianati kata-katanya</em>?</p>
43 <ol><li>Pernyataan ibu menunjukkan kepastian, sedangkan mata sembab menunjukkan keraguan.</li>
43 <ol><li>Pernyataan ibu menunjukkan kepastian, sedangkan mata sembab menunjukkan keraguan.</li>
44 <li>Pernyataan ibu bersifat menghibur, sedangkan mata sembab mengungkap kesedihan yang sesungguhnya.</li>
44 <li>Pernyataan ibu bersifat menghibur, sedangkan mata sembab mengungkap kesedihan yang sesungguhnya.</li>
45 <li>Pernyataan ibu menunjukkan harapan palsu, sedangkan mata sembab menunjukkan kekecewaan.</li>
45 <li>Pernyataan ibu menunjukkan harapan palsu, sedangkan mata sembab menunjukkan kekecewaan.</li>
46 <li>Pernyataan ibu bersifat optimis, sedangkan mata sembab menunjukkan kelelahan fisik.</li>
46 <li>Pernyataan ibu bersifat optimis, sedangkan mata sembab menunjukkan kelelahan fisik.</li>
47 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
47 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
49 <p><strong>Kompetensi yang diukur:</strong>Pemahaman Inferensial - menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau antarinformasi dalam teks.</p>
49 <p><strong>Kompetensi yang diukur:</strong>Pemahaman Inferensial - menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau antarinformasi dalam teks.</p>
50 <p><strong>Definisi kompetensi:</strong>Menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa adalah kemampuan menganalisis dan menjelaskan bagaimana dua atau lebih informasi, peristiwa, atau gagasan dalam teks saling terkait secara logis, termasuk hubungan sebab-akibat, kontradiksi, atau paralelisme.</p>
50 <p><strong>Definisi kompetensi:</strong>Menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa adalah kemampuan menganalisis dan menjelaskan bagaimana dua atau lebih informasi, peristiwa, atau gagasan dalam teks saling terkait secara logis, termasuk hubungan sebab-akibat, kontradiksi, atau paralelisme.</p>
51 <p><strong>Tuntutan soal:</strong>Siswa diminta menganalisis hubungan logis antara pernyataan verbal ibu (“Sabar, Dera. Ayah pasti pulang dengan membawa rejeki”) dengan ekspresi non-verbalnya (“mata ibunya yang sembab setiap malam mengkhianati kata-katanya”).</p>
51 <p><strong>Tuntutan soal:</strong>Siswa diminta menganalisis hubungan logis antara pernyataan verbal ibu (“Sabar, Dera. Ayah pasti pulang dengan membawa rejeki”) dengan ekspresi non-verbalnya (“mata ibunya yang sembab setiap malam mengkhianati kata-katanya”).</p>
52 <p><strong>Analisis kontras yang terbentuk:</strong></p>
52 <p><strong>Analisis kontras yang terbentuk:</strong></p>
53 <ul><li><strong>Dimensi verbal:</strong>Kata-kata ibu bersifat optimis, menenangkan, memberikan harapan kepada Dera.</li>
53 <ul><li><strong>Dimensi verbal:</strong>Kata-kata ibu bersifat optimis, menenangkan, memberikan harapan kepada Dera.</li>
54 <li><strong>Dimensi non-verbal:</strong>“Mata sembab setiap malam” menunjukkan kesedihan yang konsisten dan mendalam.</li>
54 <li><strong>Dimensi non-verbal:</strong>“Mata sembab setiap malam” menunjukkan kesedihan yang konsisten dan mendalam.</li>
55 <li><strong>Kata kunci “mengkhianati”:</strong>Mengindikasikan ketidakselarasan antara ucapan dan perasaan sesungguhnya.</li>
55 <li><strong>Kata kunci “mengkhianati”:</strong>Mengindikasikan ketidakselarasan antara ucapan dan perasaan sesungguhnya.</li>
56 </ul><p><strong>Evaluasi sistematis opsi:</strong></p>
56 </ul><p><strong>Evaluasi sistematis opsi:</strong></p>
57 <p><strong><b>❌</b>Opsi A: Pernyataan kepastian vs keraguan </strong><strong>Analisis:</strong>Terlalu menyederhanakan hubungan kompleks. “Mata sembab” bukan sekadar keraguan, tetapi kesedihan yang mendalam. “Kepastian” juga tidak menangkap nuansa penghiburan dalam ucapan ibu.</p>
57 <p><strong><b>❌</b>Opsi A: Pernyataan kepastian vs keraguan </strong><strong>Analisis:</strong>Terlalu menyederhanakan hubungan kompleks. “Mata sembab” bukan sekadar keraguan, tetapi kesedihan yang mendalam. “Kepastian” juga tidak menangkap nuansa penghiburan dalam ucapan ibu.</p>
58 <p><b>✅</b><strong>Opsi B: Pernyataan menghibur vs kesedihan sesungguhnya </strong><strong>Justifikasi:</strong>Menangkap esensi kontradiksi psikologis: ibu berusaha menghibur dan memberi harapan kepada Dera (fungsi komunikatif eksternal), sambil menyembunyikan kesedihan mendalam yang dirasakannya (realitas emosional internal). Kata “mengkhianati” tepat menggambarkan bagaimana mata mengungkap perasaan yang disembunyikan.</p>
58 <p><b>✅</b><strong>Opsi B: Pernyataan menghibur vs kesedihan sesungguhnya </strong><strong>Justifikasi:</strong>Menangkap esensi kontradiksi psikologis: ibu berusaha menghibur dan memberi harapan kepada Dera (fungsi komunikatif eksternal), sambil menyembunyikan kesedihan mendalam yang dirasakannya (realitas emosional internal). Kata “mengkhianati” tepat menggambarkan bagaimana mata mengungkap perasaan yang disembunyikan.</p>
59 <p><b>❌</b><strong>Opsi C: Harapan palsu vs kekecewaan</strong><strong>Kesalahan interpretasi:</strong>“Harapan palsu” terlalu keras dan tidak sesuai dengan karakteristik ibu yang digambarkan tetap berharap meski sedih. Ibu tidak berbohong, tetapi menyembunyikan kesedihannya.</p>
59 <p><b>❌</b><strong>Opsi C: Harapan palsu vs kekecewaan</strong><strong>Kesalahan interpretasi:</strong>“Harapan palsu” terlalu keras dan tidak sesuai dengan karakteristik ibu yang digambarkan tetap berharap meski sedih. Ibu tidak berbohong, tetapi menyembunyikan kesedihannya.</p>
60 <p><b>❌</b><strong>Opsi D: Optimis vs kelelahan fisik </strong><strong>Kesalahan kategori:</strong>“Mata sembab” dalam konteks narasi emosional ini menunjukkan tangisan (kesedihan), bukan kelelahan fisik. Hubungan yang dianalisis adalah psikologis, bukan fisiologis.</p>
60 <p><b>❌</b><strong>Opsi D: Optimis vs kelelahan fisik </strong><strong>Kesalahan kategori:</strong>“Mata sembab” dalam konteks narasi emosional ini menunjukkan tangisan (kesedihan), bukan kelelahan fisik. Hubungan yang dianalisis adalah psikologis, bukan fisiologis.</p>
61 <p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal &amp; Jawaban PTS Kelas 9 SMP Semester Genap</a></strong></p>
61 <p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Soal &amp; Jawaban PTS Kelas 9 SMP Semester Genap</a></strong></p>
62 <p><strong>Kompetensi: Evaluasi &amp; Apresiasi</strong></p>
62 <p><strong>Kompetensi: Evaluasi &amp; Apresiasi</strong></p>
63 <p><strong>Submateri: Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari</strong></p>
63 <p><strong>Submateri: Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari</strong></p>
64 <p><strong>3. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!</strong></p>
64 <p><strong>3. Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!</strong></p>
65 <p><strong>Teks Ulasan Film</strong></p>
65 <p><strong>Teks Ulasan Film</strong></p>
66 <p>Film<em>Laskar Pelangi</em>karya Riri Riza berhasil menghadirkan sinematografi yang memukau dengan latar Pulau Belitung yang eksotis. Namun, dibalik visual yang mempesona, film ini justru menampilkan stereotip kemiskinan yang problematis. Anak-anak Melayu digambarkan sebagai sosok yang “bahagia meski miskin,” seakan kemiskinan adalah takdir yang harus diterima dengan lapang dada.</p>
66 <p>Film<em>Laskar Pelangi</em>karya Riri Riza berhasil menghadirkan sinematografi yang memukau dengan latar Pulau Belitung yang eksotis. Namun, dibalik visual yang mempesona, film ini justru menampilkan stereotip kemiskinan yang problematis. Anak-anak Melayu digambarkan sebagai sosok yang “bahagia meski miskin,” seakan kemiskinan adalah takdir yang harus diterima dengan lapang dada.</p>
67 <p>Akting para pemain cilik memang natural dan mengharukan, tetapi narasi film ini secara tidak langsung melanggengkan romantisme kemiskinan. Penonton dibuat terharu tanpa diajak berpikir kritis tentang akar permasalahan pendidikan di daerah terpencil. Alih-alih mengkritisi sistem, film ini malah memuji “keikhlasan” menerima keterbatasan.</p>
67 <p>Akting para pemain cilik memang natural dan mengharukan, tetapi narasi film ini secara tidak langsung melanggengkan romantisme kemiskinan. Penonton dibuat terharu tanpa diajak berpikir kritis tentang akar permasalahan pendidikan di daerah terpencil. Alih-alih mengkritisi sistem, film ini malah memuji “keikhlasan” menerima keterbatasan.</p>
68 <p>Dua siswa berdiskusi tentang relevansi kritik dalam ulasan tersebut.</p>
68 <p>Dua siswa berdiskusi tentang relevansi kritik dalam ulasan tersebut.</p>
69 <p><strong>Andi :</strong>“Kritik tentang romantisme kemiskinan itu benar. Banyak film Indonesia yang menggambarkan orang miskin selalu bahagia dan ikhlas.”</p>
69 <p><strong>Andi :</strong>“Kritik tentang romantisme kemiskinan itu benar. Banyak film Indonesia yang menggambarkan orang miskin selalu bahagia dan ikhlas.”</p>
70 <p><strong>Budi :</strong>“Tapi kan film itu berdasarkan kisah nyata. Memangnya salah kalau orang miskin digambarkan tetap semangat?”</p>
70 <p><strong>Budi :</strong>“Tapi kan film itu berdasarkan kisah nyata. Memangnya salah kalau orang miskin digambarkan tetap semangat?”</p>
71 <p><strong>Citra:</strong>“Masalahnya bukan pada semangat, tapi film seharusnya juga mengkritisi penyebab mereka miskin, bukan hanya memuji kesabaran mereka.”</p>
71 <p><strong>Citra:</strong>“Masalahnya bukan pada semangat, tapi film seharusnya juga mengkritisi penyebab mereka miskin, bukan hanya memuji kesabaran mereka.”</p>
72 <p>Tentukan<strong>relevan</strong>atau<strong>tidak relevan</strong>argumen setiap siswa dengan kritik dalam teks ulasan!</p>
72 <p>Tentukan<strong>relevan</strong>atau<strong>tidak relevan</strong>argumen setiap siswa dengan kritik dalam teks ulasan!</p>
73 <strong>Pernyataan</strong><strong>Relevan</strong><strong>Tidak Relevan</strong>Argumen Andi tentang pola film Indonesia yang meromantisasi kemiskinan Argumen Budi yang mempertanyakan kritik terhadap penggambaran semangat orang miskin Argumen Citra tentang pentingnya mengkritisi akar masalah kemiskinan<p><strong>Jawaban: Relevan, Tidak Relevan, Relevan</strong></p>
73 <strong>Pernyataan</strong><strong>Relevan</strong><strong>Tidak Relevan</strong>Argumen Andi tentang pola film Indonesia yang meromantisasi kemiskinan Argumen Budi yang mempertanyakan kritik terhadap penggambaran semangat orang miskin Argumen Citra tentang pentingnya mengkritisi akar masalah kemiskinan<p><strong>Jawaban: Relevan, Tidak Relevan, Relevan</strong></p>
74 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
74 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
75 <p><strong>Kompetensi yang diukur:</strong>Evaluasi dan Apresiasi - menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.</p>
75 <p><strong>Kompetensi yang diukur:</strong>Evaluasi dan Apresiasi - menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.</p>
76 <p><strong>Definisi kompetensi:</strong>Menilai relevansi dengan kehidupan sehari-hari adalah kemampuan mengaitkan isu, tema, atau kritik yang disampaikan dalam teks dengan konteks sosial yang lebih luas dan mengevaluasi seberapa tepat keterkaitan tersebut.</p>
76 <p><strong>Definisi kompetensi:</strong>Menilai relevansi dengan kehidupan sehari-hari adalah kemampuan mengaitkan isu, tema, atau kritik yang disampaikan dalam teks dengan konteks sosial yang lebih luas dan mengevaluasi seberapa tepat keterkaitan tersebut.</p>
77 <p><strong>Tuntutan soal:</strong>Siswa diminta mengevaluasi relevansi argumen tiga siswa dalam diskusi dengan kritik inti yang disampaikan dalam ulasan film.</p>
77 <p><strong>Tuntutan soal:</strong>Siswa diminta mengevaluasi relevansi argumen tiga siswa dalam diskusi dengan kritik inti yang disampaikan dalam ulasan film.</p>
78 <p><strong>Kritik inti dalam ulasan:</strong>Film tersebut meromantisasi kemiskinan tanpa memberikan kritik terhadap sistem yang menyebabkan kemiskinan, sehingga melanggengkan stereotip “kemiskinan yang bahagia dan ikhlas.”</p>
78 <p><strong>Kritik inti dalam ulasan:</strong>Film tersebut meromantisasi kemiskinan tanpa memberikan kritik terhadap sistem yang menyebabkan kemiskinan, sehingga melanggengkan stereotip “kemiskinan yang bahagia dan ikhlas.”</p>
79 <p><strong>Analisis relevansi per argumen:</strong></p>
79 <p><strong>Analisis relevansi per argumen:</strong></p>
80 <p><strong><b>✅</b>Argumen Andi: “Kritik tentang romantisme kemiskinan itu benar. Banyak film Indonesia yang menggambarkan orang miskin selalu bahagia dan ikhlas.” </strong><b></b></p>
80 <p><strong><b>✅</b>Argumen Andi: “Kritik tentang romantisme kemiskinan itu benar. Banyak film Indonesia yang menggambarkan orang miskin selalu bahagia dan ikhlas.” </strong><b></b></p>
81 <p><strong>Justifikasi relevansi:</strong>Andi memperluas kritik spesifik terhadap<em>Laskar Pelangi</em>ke pola umum perfilman Indonesia. Ini relevan karena:</p>
81 <p><strong>Justifikasi relevansi:</strong>Andi memperluas kritik spesifik terhadap<em>Laskar Pelangi</em>ke pola umum perfilman Indonesia. Ini relevan karena:</p>
82 <ul><li>Mengidentifikasi pola sistemik (“banyak film Indonesia”).</li>
82 <ul><li>Mengidentifikasi pola sistemik (“banyak film Indonesia”).</li>
83 <li>Menggemakan kritik inti tentang “romantisme kemiskinan”.</li>
83 <li>Menggemakan kritik inti tentang “romantisme kemiskinan”.</li>
84 <li>Menunjukkan bahwa masalah ini tidak terisolasi pada satu film saja.</li>
84 <li>Menunjukkan bahwa masalah ini tidak terisolasi pada satu film saja.</li>
85 </ul><p><strong>Kontribusi diskusi:</strong>Memberikan konteks yang lebih luas untuk memahami kritik dalam ulasan.</p>
85 </ul><p><strong>Kontribusi diskusi:</strong>Memberikan konteks yang lebih luas untuk memahami kritik dalam ulasan.</p>
86 <p><b>❌</b><strong>Argumen Budi: “Tapi kan film itu berdasarkan kisah nyata. Memangnya salah kalau orang miskin digambarkan tetap semangat?”</strong></p>
86 <p><b>❌</b><strong>Argumen Budi: “Tapi kan film itu berdasarkan kisah nyata. Memangnya salah kalau orang miskin digambarkan tetap semangat?”</strong></p>
87 <p><strong>Analisis ketidakrelevanan:</strong>Budi salah mengerti isi kritik.</p>
87 <p><strong>Analisis ketidakrelevanan:</strong>Budi salah mengerti isi kritik.</p>
88 <ul><li>Ulasan film tidak mempermasalahkan semangat orang miskin, tetapi mengkritik film yang hanya memuji kesabaran mereka tanpa membahas penyebab kemiskinan. </li>
88 <ul><li>Ulasan film tidak mempermasalahkan semangat orang miskin, tetapi mengkritik film yang hanya memuji kesabaran mereka tanpa membahas penyebab kemiskinan. </li>
89 <li>Budi juga menambahkan alasan “filmnya kisah nyata,” padahal hal itu tidak dibahas di ulasan, sehingga argumennya tidak sesuai dengan topik.</li>
89 <li>Budi juga menambahkan alasan “filmnya kisah nyata,” padahal hal itu tidak dibahas di ulasan, sehingga argumennya tidak sesuai dengan topik.</li>
90 </ul><p><b><strong>✅</strong></b><strong>Argumen Citra: “Masalahnya bukan pada semangat, tapi film seharusnya juga mengkritisi kenapa mereka miskin, bukan hanya memuji kesabaran mereka.”</strong> <b></b></p>
90 </ul><p><b><strong>✅</strong></b><strong>Argumen Citra: “Masalahnya bukan pada semangat, tapi film seharusnya juga mengkritisi kenapa mereka miskin, bukan hanya memuji kesabaran mereka.”</strong> <b></b></p>
91 <p><strong>Justifikasi relevansi:</strong>Citra secara tepat mengidentifikasi inti kritik dalam ulasan:</p>
91 <p><strong>Justifikasi relevansi:</strong>Citra secara tepat mengidentifikasi inti kritik dalam ulasan:</p>
92 <ul><li>Memahami bahwa masalah bukan pada penggambaran “semangat” itu sendiri.</li>
92 <ul><li>Memahami bahwa masalah bukan pada penggambaran “semangat” itu sendiri.</li>
93 <li>Menggemakan kritik: “<em>Alih-alih mengkritisi sistem, film ini malah memuji ‘keikhlasan’ menerima keterbatasan</em>“.</li>
93 <li>Menggemakan kritik: “<em>Alih-alih mengkritisi sistem, film ini malah memuji ‘keikhlasan’ menerima keterbatasan</em>“.</li>
94 <li>Menunjukkan pemahaman tentang perbedaan antara menggambarkan resiliensi individu vs menganalisis struktur sosial.</li>
94 <li>Menunjukkan pemahaman tentang perbedaan antara menggambarkan resiliensi individu vs menganalisis struktur sosial.</li>
95 </ul><p><strong>Kontribusi diskusi:</strong>Memberikan solusi konstruktif yang sejalan dengan kritik dalam ulasan.</p>
95 </ul><p><strong>Kontribusi diskusi:</strong>Memberikan solusi konstruktif yang sejalan dengan kritik dalam ulasan.</p>
96 <p><strong>Baca Juga:<a>Pedoman TKA 2026 SD dan SMP: Jadwal, Mata Uji, Alurnya</a></strong></p>
96 <p><strong>Baca Juga:<a>Pedoman TKA 2026 SD dan SMP: Jadwal, Mata Uji, Alurnya</a></strong></p>
97 <p>-</p>
97 <p>-</p>
98 - <p>Udah siap hadapi TKA tahun depan? Yuk, uji kemampuanmu di Mega Tryout TKA Jenjang SD dan SMP Ruangguru! Tryout ini bakal bantu kamu Latihan dengan soal-soal terstandar sesuai peraturan pemerintah. GRATIS, dan pastinya bikin kamu semakin pede saat ujian nanti. Yuk, daftar dengan klik banner di bawah ini!</p>
98 + <p>Udah siap hadapi TKA? Yuk, uji kemampuanmu di Tryout TKA Premium Jenjang SD dan SMP Ruangguru! Tryout ini bakal bantu kamu latihan dengan soal-soal terstandar sesuai peraturan pemerintah, dan pastinya bikin kamu semakin pede saat ujian nanti. Yuk, daftar dengan klik banner di bawah ini!</p>
99 <h2>MATEMATIKA</h2>
99 <h2>MATEMATIKA</h2>
100 <p>1. Jika 2<em>a</em>= 3 dan 3<em>b</em>= 4, maka nilai dari<em>a</em>x<em>b</em>adalah … .</p>
100 <p>1. Jika 2<em>a</em>= 3 dan 3<em>b</em>= 4, maka nilai dari<em>a</em>x<em>b</em>adalah … .</p>
101 <ol><li>1</li>
101 <ol><li>1</li>
102 <li>2</li>
102 <li>2</li>
103 <li>3</li>
103 <li>3</li>
104 <li>4</li>
104 <li>4</li>
105 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
105 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
106 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
106 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107 <p>Kita punya 3<em>b</em>= 4. Substitusikan 2<em>a</em>= 3 ke persamaan kedua:</p>
107 <p>Kita punya 3<em>b</em>= 4. Substitusikan 2<em>a</em>= 3 ke persamaan kedua:</p>
108 <p>(2<em>a</em>)<em>b</em>= 4</p>
108 <p>(2<em>a</em>)<em>b</em>= 4</p>
109 <p>2<em>ab</em>= 4</p>
109 <p>2<em>ab</em>= 4</p>
110 <p>Karena 4 = 2<em>2</em>, maka, 2<em>ab</em>= 2<em>2</em>. Sehingga,<em>ab</em>= 2.</p>
110 <p>Karena 4 = 2<em>2</em>, maka, 2<em>ab</em>= 2<em>2</em>. Sehingga,<em>ab</em>= 2.</p>
111 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
111 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
112 <p>2. Suhu di kota A adalah -5 °C. Suhu di kota B adalah 12 °C lebih tinggi dari kota A. Suhu di kota C adalah 3 °C lebih rendah dari kota B. Tentukan kebenaran pernyataan berikut.</p>
112 <p>2. Suhu di kota A adalah -5 °C. Suhu di kota B adalah 12 °C lebih tinggi dari kota A. Suhu di kota C adalah 3 °C lebih rendah dari kota B. Tentukan kebenaran pernyataan berikut.</p>
113 Pernyataan Benar Salah Suhu di kota B adalah 7 °C . Suhu di kota C adalah 4 °C. Selisih suhu antara kota A dan C adalah 9 °C.<p><strong>Jawaban: BENAR, BENAR, BENAR</strong></p>
113 Pernyataan Benar Salah Suhu di kota B adalah 7 °C . Suhu di kota C adalah 4 °C. Selisih suhu antara kota A dan C adalah 9 °C.<p><strong>Jawaban: BENAR, BENAR, BENAR</strong></p>
114 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
114 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
115 <p><b><strong>✅</strong></b>Pernyataan 1 → Suhu kota B = Suhu kota A + 12 = -5+12 = 7 °C; pernyataan<strong>BENAR</strong></p>
115 <p><b><strong>✅</strong></b>Pernyataan 1 → Suhu kota B = Suhu kota A + 12 = -5+12 = 7 °C; pernyataan<strong>BENAR</strong></p>
116 <p><b><strong>✅</strong></b>Pernyataan 2 → Suhu kota C = Suhu kota B - 3 = 7-3 = 4 °C; pernyataan<strong>BENAR</strong></p>
116 <p><b><strong>✅</strong></b>Pernyataan 2 → Suhu kota C = Suhu kota B - 3 = 7-3 = 4 °C; pernyataan<strong>BENAR</strong></p>
117 <p><b><strong>✅</strong></b>Pernyataan 3 → Selisih suhu A dan C = |suhuC-suhuA|=|4-(-5)|=9 °C; pernyataan<strong>BENAR</strong></p>
117 <p><b><strong>✅</strong></b>Pernyataan 3 → Selisih suhu A dan C = |suhuC-suhuA|=|4-(-5)|=9 °C; pernyataan<strong>BENAR</strong></p>
118 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah BENAR, BENAR, BENAR.</strong></p>
118 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah BENAR, BENAR, BENAR.</strong></p>
119 <p>3. Penyelesaian dari sistem persamaan<em>x</em>- 2<em>y</em>= 10 dan 3<em>x</em>+ 2<em>y</em>= -2 adalah … .</p>
119 <p>3. Penyelesaian dari sistem persamaan<em>x</em>- 2<em>y</em>= 10 dan 3<em>x</em>+ 2<em>y</em>= -2 adalah … .</p>
120 <ol><li><em>x</em>= 2,<em>y</em>= -4</li>
120 <ol><li><em>x</em>= 2,<em>y</em>= -4</li>
121 <li><em>x</em>= -2,<em>y</em>= 4</li>
121 <li><em>x</em>= -2,<em>y</em>= 4</li>
122 <li><em>x</em>= 4,<em>y</em>= -3</li>
122 <li><em>x</em>= 4,<em>y</em>= -3</li>
123 <li><em>x</em>= -4,<em>y</em>= 2</li>
123 <li><em>x</em>= -4,<em>y</em>= 2</li>
124 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
124 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
125 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
125 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
126 <p>Kita bisa menggunakan metode eliminasi dengan menjumlahkan kedua persamaan karena koefisien sudah berlawanan.</p>
126 <p>Kita bisa menggunakan metode eliminasi dengan menjumlahkan kedua persamaan karena koefisien sudah berlawanan.</p>
127 <p>(<em>x</em>- 2<em>y</em>) + (3<em>x</em>+ 2<em>y</em>) = 10 + (-2)</p>
127 <p>(<em>x</em>- 2<em>y</em>) + (3<em>x</em>+ 2<em>y</em>) = 10 + (-2)</p>
128 <p>4<em>x</em>= 8</p>
128 <p>4<em>x</em>= 8</p>
129 <p><em>x</em>= 2</p>
129 <p><em>x</em>= 2</p>
130 <p>Substitusikan ke persamaan pertama:</p>
130 <p>Substitusikan ke persamaan pertama:</p>
131 <p>2 - 2<em>y</em>= 10</p>
131 <p>2 - 2<em>y</em>= 10</p>
132 <p>-2<em>y</em>= 8</p>
132 <p>-2<em>y</em>= 8</p>
133 <p><em>y</em>= -4</p>
133 <p><em>y</em>= -4</p>
134 <p>Jadi, penyelesaiannya adalah<em>x</em>= 2,<em>y</em>= -4.</p>
134 <p>Jadi, penyelesaiannya adalah<em>x</em>= 2,<em>y</em>= -4.</p>
135 <p><strong>Baca Juga:<a>Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 9 SMP Semester Ganjil</a> </strong></p>
135 <p><strong>Baca Juga:<a>Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 9 SMP Semester Ganjil</a> </strong></p>
136 <p>4. Umur ayah 3 kali umur anaknya. Lima tahun yang akan datang, jumlah umur mereka adalah 70 tahun. Manakah model matematika yang tepat untuk situasi ini, jika umur ayah = A dan umur anak = B?<strong>Catatan: dapat memilih lebih dari 1 jawaban.</strong></p>
136 <p>4. Umur ayah 3 kali umur anaknya. Lima tahun yang akan datang, jumlah umur mereka adalah 70 tahun. Manakah model matematika yang tepat untuk situasi ini, jika umur ayah = A dan umur anak = B?<strong>Catatan: dapat memilih lebih dari 1 jawaban.</strong></p>
137 <ol><li><em>A</em>= 3<em>B</em></li>
137 <ol><li><em>A</em>= 3<em>B</em></li>
138 <li>(<em>A</em>+ 5) + (<em>B</em>+ 5) = 70</li>
138 <li>(<em>A</em>+ 5) + (<em>B</em>+ 5) = 70</li>
139 <li><em>A</em>+<em>B</em>+ 10 = 70</li>
139 <li><em>A</em>+<em>B</em>+ 10 = 70</li>
140 <li>Umur anak sekarang adalah 15 tahun</li>
140 <li>Umur anak sekarang adalah 15 tahun</li>
141 </ol><p><strong>Jawaban: pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, pernyataan 4</strong></p>
141 </ol><p><strong>Jawaban: pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, pernyataan 4</strong></p>
142 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
142 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
143 <ol><li>‘Umur ayah 3 kali umur anaknya.’ →<em>A</em>= 3<em>B</em></li>
143 <ol><li>‘Umur ayah 3 kali umur anaknya.’ →<em>A</em>= 3<em>B</em></li>
144 <li>‘Lima tahun yang akan datang, jumlah umur mereka adalah 70 tahun.’ → (<em>A</em>+ 5) + (<em>B</em>+ 5)=70</li>
144 <li>‘Lima tahun yang akan datang, jumlah umur mereka adalah 70 tahun.’ → (<em>A</em>+ 5) + (<em>B</em>+ 5)=70</li>
145 <li>Penyederhanaan Persamaan 2 →<em>A</em>+<em>B</em>+ 10 = 70</li>
145 <li>Penyederhanaan Persamaan 2 →<em>A</em>+<em>B</em>+ 10 = 70</li>
146 <li>Menyelesaikan Sistem: Substitusi<em>A</em>= 3<em>B</em>ke<em>A</em>+<em>B</em>+ 10 = 70, sehingga 3<em>B</em>+<em>B</em>+ 10 = 70 → 4<em>B</em>= 60 →<em>B</em>= 15</li>
146 <li>Menyelesaikan Sistem: Substitusi<em>A</em>= 3<em>B</em>ke<em>A</em>+<em>B</em>+ 10 = 70, sehingga 3<em>B</em>+<em>B</em>+ 10 = 70 → 4<em>B</em>= 60 →<em>B</em>= 15</li>
147 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, dan pernyataan 4.</strong></p>
147 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, dan pernyataan 4.</strong></p>
148 <p>Yuk, belajar dan persiapkan dirimu dari sekarang bersama Ruangguru, supaya kamu tidak kaget ketika masuk tahun ajaran baru, lalu langsung bertemu ujian yang sangat penting. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa menghadapi TKA dengan lebih percaya diri dan meraih hasil terbaik!</p>
148 <p>Yuk, belajar dan persiapkan dirimu dari sekarang bersama Ruangguru, supaya kamu tidak kaget ketika masuk tahun ajaran baru, lalu langsung bertemu ujian yang sangat penting. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa menghadapi TKA dengan lebih percaya diri dan meraih hasil terbaik!</p>
149 <p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai<strong><a>persiapan TKA bersama Ruangguru</a></strong>, kamu bisa meningkatkan kemampuanmu dengan mengerjakan tryout TKA di <strong><a>ruanguji</a></strong>!</p>
149 <p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai<strong><a>persiapan TKA bersama Ruangguru</a></strong>, kamu bisa meningkatkan kemampuanmu dengan mengerjakan tryout TKA di <strong><a>ruanguji</a></strong>!</p>
150  
150