0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p>Seperti namanya, bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dipecah menjadi bagian yang tidak utuh. Bilangan pecahan merupakan suatu bagian dari bilangan yang terbagi menjadi bagian yang sama.<strong>Pada bilangan pecahan, ada yang disebut pembilang dan penyebut</strong>. Mari simak pembahasan lengkapnya, Squad!</p>
1
<p>Seperti namanya, bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dipecah menjadi bagian yang tidak utuh. Bilangan pecahan merupakan suatu bagian dari bilangan yang terbagi menjadi bagian yang sama.<strong>Pada bilangan pecahan, ada yang disebut pembilang dan penyebut</strong>. Mari simak pembahasan lengkapnya, Squad!</p>
2
<h2><strong>Bentuk Penulisan</strong></h2>
2
<h2><strong>Bentuk Penulisan</strong></h2>
3
<p>Kalau kamu belum tahu apa itu bilangan bulat dan faktor dari bilangan? Pelajari di artikel <a><strong>Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat</strong></a> dan <strong><a>Keunikan FPB dan KPK</a> </strong>ya.</p>
3
<p>Kalau kamu belum tahu apa itu bilangan bulat dan faktor dari bilangan? Pelajari di artikel <a><strong>Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat</strong></a> dan <strong><a>Keunikan FPB dan KPK</a> </strong>ya.</p>
4
<p> Gambaran bentuk pecahan (Sumber: socratic.org)</p>
4
<p> Gambaran bentuk pecahan (Sumber: socratic.org)</p>
5
<h2><strong>Cara Menyederhanakan Pecahan</strong></h2>
5
<h2><strong>Cara Menyederhanakan Pecahan</strong></h2>
6
<ul><li><strong>Metode 1:</strong>Membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat positif yang sama secara berulang-ulang sampai tidak dapat dibagi lagi.</li>
6
<ul><li><strong>Metode 1:</strong>Membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat positif yang sama secara berulang-ulang sampai tidak dapat dibagi lagi.</li>
7
</ul><p>Contoh:</p>
7
</ul><p>Contoh:</p>
8
<ul><li><strong>Metode 2:</strong>Bentuk sederhana dari bilangan pecahan apabila FPB dari pembilang dan penyebutnya adalah 1. Jika FPB belum sama dengan 1, cara menyederhanakannya adalah dengan membagi pembilang dan penyebutnya dengan FPB tersebut.</li>
8
<ul><li><strong>Metode 2:</strong>Bentuk sederhana dari bilangan pecahan apabila FPB dari pembilang dan penyebutnya adalah 1. Jika FPB belum sama dengan 1, cara menyederhanakannya adalah dengan membagi pembilang dan penyebutnya dengan FPB tersebut.</li>
9
</ul><p>Contoh:</p>
9
</ul><p>Contoh:</p>
10
<h2><strong>Cara Membandingkan Pecahan</strong></h2>
10
<h2><strong>Cara Membandingkan Pecahan</strong></h2>
11
<ul><li><strong>Metode 1:</strong>Untuk penyebut yang sama, hanya membandingkan pembilangnya.</li>
11
<ul><li><strong>Metode 1:</strong>Untuk penyebut yang sama, hanya membandingkan pembilangnya.</li>
12
</ul><p>Contoh:</p>
12
</ul><p>Contoh:</p>
13
<ul><li><strong>Metode 2:</strong>Untuk penyebut yang berbeda, menyamakan penyebut terlebih dahulu lalu membandingkan pembilangnya. Cara menyamakan penyebut:<ul><li>Cara I: Mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat yang sama hingga penyebutnya sama.</li>
13
<ul><li><strong>Metode 2:</strong>Untuk penyebut yang berbeda, menyamakan penyebut terlebih dahulu lalu membandingkan pembilangnya. Cara menyamakan penyebut:<ul><li>Cara I: Mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat yang sama hingga penyebutnya sama.</li>
14
<li>Cara II: Penyebutnya sama-sama dibuat menjadi KPK dari penyebutnya.</li>
14
<li>Cara II: Penyebutnya sama-sama dibuat menjadi KPK dari penyebutnya.</li>
15
</ul></li>
15
</ul></li>
16
</ul><p>Contoh:</p>
16
</ul><p>Contoh:</p>
17
<ul><li>Metode<strong>BONUS:</strong>Kali silang antara pembilang dan penyebut.</li>
17
<ul><li>Metode<strong>BONUS:</strong>Kali silang antara pembilang dan penyebut.</li>
18
</ul><p>Contoh:</p>
18
</ul><p>Contoh:</p>
19
<p><strong>Cara Mengurutkan Pecahan</strong></p>
19
<p><strong>Cara Mengurutkan Pecahan</strong></p>
20
<p>Menyamakan penyebut -> Mengurutkan pembilang.</p>
20
<p>Menyamakan penyebut -> Mengurutkan pembilang.</p>
21
<p>Urutan pembilang = Urutan pecahan.</p>
21
<p>Urutan pembilang = Urutan pecahan.</p>
22
<p>Contoh:</p>
22
<p>Contoh:</p>
23
<h2><strong>Contoh Soal dan Pembahasan</strong></h2>
23
<h2><strong>Contoh Soal dan Pembahasan</strong></h2>
24
<ol><li>Perhatikan gambar di bawah!</li>
24
<ol><li>Perhatikan gambar di bawah!</li>
25
</ol><p>Nilai pecahan yang ditunjukkan daerah arsiran adalah…</p>
25
</ol><p>Nilai pecahan yang ditunjukkan daerah arsiran adalah…</p>
26
<p>a. 1/4</p>
26
<p>a. 1/4</p>
27
<p>b. 1/3</p>
27
<p>b. 1/3</p>
28
<p>c. 2/6</p>
28
<p>c. 2/6</p>
29
<p>d. 6/2</p>
29
<p>d. 6/2</p>
30
<p><strong>(UN MATEMATIKA SMP/MTs 2009)</strong></p>
30
<p><strong>(UN MATEMATIKA SMP/MTs 2009)</strong></p>
31
<p>Jawab:</p>
31
<p>Jawab:</p>
32
<p>Ada 2 kotak yang diarsir dari 8 kotak dengan bagian yang sama, maka bilangan pecahannya , kemudian disederhanakan dengan dibagi 2 (FPB dari 2 dan 8) sebagai berikut:</p>
32
<p>Ada 2 kotak yang diarsir dari 8 kotak dengan bagian yang sama, maka bilangan pecahannya , kemudian disederhanakan dengan dibagi 2 (FPB dari 2 dan 8) sebagai berikut:</p>
33
<p> </p>
33
<p> </p>
34
<p>2. Perhatikan pecahan berikut:</p>
34
<p>2. Perhatikan pecahan berikut:</p>
35
<p>Urutan pecahan dari yang terkecil ke yang terbesar adalah…</p>
35
<p>Urutan pecahan dari yang terkecil ke yang terbesar adalah…</p>
36
<p><strong>(UN MATEMATIKA SMP/MTs 2008)</strong></p>
36
<p><strong>(UN MATEMATIKA SMP/MTs 2008)</strong></p>
37
<p>Jawab:</p>
37
<p>Jawab:</p>
38
<p>6/9 disederhanakan dulu menjadi 2/3. Kemudian, cara mengurutkan:</p>
38
<p>6/9 disederhanakan dulu menjadi 2/3. Kemudian, cara mengurutkan:</p>
39
<ul><li>Langkah pertama, menyamakan penyebut:</li>
39
<ul><li>Langkah pertama, menyamakan penyebut:</li>
40
</ul><p>KPK dari 4,5,7,9 adalah 22 x 3 x 5 x 7 = 420</p>
40
</ul><p>KPK dari 4,5,7,9 adalah 22 x 3 x 5 x 7 = 420</p>
41
<ul><li>Langkah kedua, membandingkan pembilang</li>
41
<ul><li>Langkah kedua, membandingkan pembilang</li>
42
</ul><p>Maka, urutannya dari yang terbesar: 3/4, 5/7, 6/9, 3/5 <strong>(jawaban C).</strong></p>
42
</ul><p>Maka, urutannya dari yang terbesar: 3/4, 5/7, 6/9, 3/5 <strong>(jawaban C).</strong></p>
43
<p>Sekarang sudah tahu,<em>kan</em>, bagaimana<strong>cara membandingkan, mengurutkan, dan menyederhanakan bilangan pecahan</strong>? Ingin menonton video pelajaran beranimasi yang sesuai dengan pelajaran sekolahmu? Yuk, gunakan <a><strong>ruangbelajar </strong></a>sekarang juga!</p>
43
<p>Sekarang sudah tahu,<em>kan</em>, bagaimana<strong>cara membandingkan, mengurutkan, dan menyederhanakan bilangan pecahan</strong>? Ingin menonton video pelajaran beranimasi yang sesuai dengan pelajaran sekolahmu? Yuk, gunakan <a><strong>ruangbelajar </strong></a>sekarang juga!</p>
44
<p><strong>Referensi:</strong></p>
44
<p><strong>Referensi:</strong></p>
45
<p>As’ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud</p>
45
<p>As’ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud</p>
46
<p><strong>Sumber foto:</strong></p>
46
<p><strong>Sumber foto:</strong></p>
47
<p>Ilustrasi ‘Bentuk Pecahan’ [Daring]. Tautan: https://socratic.org/questions/what-is-an-equivalent-fraction-of-5-8 (Diakses: 17 Desember 2020)</p>
47
<p>Ilustrasi ‘Bentuk Pecahan’ [Daring]. Tautan: https://socratic.org/questions/what-is-an-equivalent-fraction-of-5-8 (Diakses: 17 Desember 2020)</p>
48
<p><em>Artikel diperbarui pada 17 Desember 2020</em></p>
48
<p><em>Artikel diperbarui pada 17 Desember 2020</em></p>
49
49