HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em><strong><a>Artikel Sejarah Kelas 10</a></strong>ini akan membahas tentang jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia. Penasaran ada jenis apa aja? Yuk simak pembahasannya sampai habis!</em></p>
1 <p><em><strong><a>Artikel Sejarah Kelas 10</a></strong>ini akan membahas tentang jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia. Penasaran ada jenis apa aja? Yuk simak pembahasannya sampai habis!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Halo guys, gimana kabarnya? Semoga kamu sehat dan panjang umur ya, layaknya umur kehidupan umat manusia di Bumi ini yang sudah mencapai angka jutaan tahun.</p>
3 <p>Halo guys, gimana kabarnya? Semoga kamu sehat dan panjang umur ya, layaknya umur kehidupan umat manusia di Bumi ini yang sudah mencapai angka jutaan tahun.</p>
4 <p>Nah, ngomong-ngomong tentang kehidupan umat manusia, sebenernya spesies kita,<em>Homo sapiens</em>, bukanlah satu-satunya spesies manusia yang pernah hidup di Bumi ini lho.</p>
4 <p>Nah, ngomong-ngomong tentang kehidupan umat manusia, sebenernya spesies kita,<em>Homo sapiens</em>, bukanlah satu-satunya spesies manusia yang pernah hidup di Bumi ini lho.</p>
5 <p>Jutaan tahun yang lalu, pernah hidup manusia sebelum kita. Mereka adalah para pendahulu yang kita kenal dengan sebutan manusia purba. Nah tapi seperti apa sih bentuk tubuh manusia purba itu? Apakah sama seperti bentuk tubuh kita sebagai<em>Homo sapiens</em>? Untuk tau hal itu, kamu harus ngerti dulu yang namanya “Evolusi Manusia”.</p>
5 <p>Jutaan tahun yang lalu, pernah hidup manusia sebelum kita. Mereka adalah para pendahulu yang kita kenal dengan sebutan manusia purba. Nah tapi seperti apa sih bentuk tubuh manusia purba itu? Apakah sama seperti bentuk tubuh kita sebagai<em>Homo sapiens</em>? Untuk tau hal itu, kamu harus ngerti dulu yang namanya “Evolusi Manusia”.</p>
6 <h2>Evolusi Manusia</h2>
6 <h2>Evolusi Manusia</h2>
7 <p>Evolusi (dalam kajian biologi) merupakan<strong>perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya</strong>. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama:<strong>variasi, reproduksi, dan seleksi</strong>. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Nah dalam hal ini, manusia pun mengalami evolusi. </p>
7 <p>Evolusi (dalam kajian biologi) merupakan<strong>perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya</strong>. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama:<strong>variasi, reproduksi, dan seleksi</strong>. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Nah dalam hal ini, manusia pun mengalami evolusi. </p>
8 <p>Ngomong-ngomong tentang evolusi, ada satu tokoh yang terkenal banget nih sebagai salah satu tokoh yang mengemukakan tentang teori evolusi, yaitu<strong>Charles Darwin</strong>, seorang naturalis dan ahli geologi asal Inggris, kamu pernah denger nama tersebut kan?</p>
8 <p>Ngomong-ngomong tentang evolusi, ada satu tokoh yang terkenal banget nih sebagai salah satu tokoh yang mengemukakan tentang teori evolusi, yaitu<strong>Charles Darwin</strong>, seorang naturalis dan ahli geologi asal Inggris, kamu pernah denger nama tersebut kan?</p>
9 <p>Dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Species”, Darwin mengemukakan teorinya bahwa manusia mengalami evolusi dari jutaan tahun yang lalu sampai masa sekarang. Ia menyatakan bahwa semua organisme yang pernah ada di dunia memiliki nenek moyang yang sama, tak terkecuali manusia.</p>
9 <p>Dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Species”, Darwin mengemukakan teorinya bahwa manusia mengalami evolusi dari jutaan tahun yang lalu sampai masa sekarang. Ia menyatakan bahwa semua organisme yang pernah ada di dunia memiliki nenek moyang yang sama, tak terkecuali manusia.</p>
10 <p><em>Eits</em>, tapi kamu harus hati-hati ya dalam menafsirkan teori ini, karena diluar sana banyak orang yang salah sangka mengira manusia adalah keturunan dari kera. Padahal Darwin gak pernah bilang manusia adalah keturunan dari kera. Darwin hanya bilang manusia dan kera itu punya leluhur yang sama, tapi makhluk seperti apa leluhur tersebut belum diketahui. Jadi intinya, manusia bukan keturunan kera ya guys! </p>
10 <p><em>Eits</em>, tapi kamu harus hati-hati ya dalam menafsirkan teori ini, karena diluar sana banyak orang yang salah sangka mengira manusia adalah keturunan dari kera. Padahal Darwin gak pernah bilang manusia adalah keturunan dari kera. Darwin hanya bilang manusia dan kera itu punya leluhur yang sama, tapi makhluk seperti apa leluhur tersebut belum diketahui. Jadi intinya, manusia bukan keturunan kera ya guys! </p>
11 <p>Karena gini, dalam ilmu Biologi, manusia merupakan bagian dari ordo primata dengan jumlah populasi terbanyak di dunia. Manusia juga masuk dalam kingdom animalia yang sama dengan kera, dan kelas mamalia yang berarti hewan menyusui. Jadi sederhananya, manusia hanya mirip dengan kera, tetapi bukan berarti berasal dari kera. Dalam perjalanannya, manusia juga berevolusi bersama orangutan, simpanse, dan gorila.</p>
11 <p>Karena gini, dalam ilmu Biologi, manusia merupakan bagian dari ordo primata dengan jumlah populasi terbanyak di dunia. Manusia juga masuk dalam kingdom animalia yang sama dengan kera, dan kelas mamalia yang berarti hewan menyusui. Jadi sederhananya, manusia hanya mirip dengan kera, tetapi bukan berarti berasal dari kera. Dalam perjalanannya, manusia juga berevolusi bersama orangutan, simpanse, dan gorila.</p>
12 <p>Oke, di artikel ini kita fokus ke evolusi manusia aja ya! Seperti yang udah dibilang sebelumnya bahwa dari jutaan tahun yang lalu, manusia purba sudah hidup di Bumi ini. Seiring waktu mereka berevolusi sehingga muncullah manusia modern (<em>Homo sapiens</em>). Nah dalam perjalanan evolusi yang panjang tersebut, manusia purba mengalami banyak perubahan baik dalam segi fisik maupun nonfisik, sehingga menyebabkan manusia purba terbagi ke dalam beberapa jenis. Wah ada jenis apa aja ya? Yuk kita kenali jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia!</p>
12 <p>Oke, di artikel ini kita fokus ke evolusi manusia aja ya! Seperti yang udah dibilang sebelumnya bahwa dari jutaan tahun yang lalu, manusia purba sudah hidup di Bumi ini. Seiring waktu mereka berevolusi sehingga muncullah manusia modern (<em>Homo sapiens</em>). Nah dalam perjalanan evolusi yang panjang tersebut, manusia purba mengalami banyak perubahan baik dalam segi fisik maupun nonfisik, sehingga menyebabkan manusia purba terbagi ke dalam beberapa jenis. Wah ada jenis apa aja ya? Yuk kita kenali jenis-jenis manusia purba yang ada di dunia!</p>
13 <p><strong>Baca Juga:<a>Perjalanan Panjang Manusia Modern Sejak Zaman Prasejarah | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
13 <p><strong>Baca Juga:<a>Perjalanan Panjang Manusia Modern Sejak Zaman Prasejarah | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
14 <p>-</p>
14 <p>-</p>
15 <p><em>Anyway</em>, kamu juga bisa cari tahu lebih dalam tentang manusia purba dengan tanya ke guru-guru kece dari<strong><a>Ruangguru Privat Sejarah</a></strong>, loh! Bersama Ruangguru Privat, belajar <em>gak </em>hanya menyenangkan, tapi kamu juga akan diajari konsepnya sampai paham. Guru-gurunya juga sudah terstandarisasi kualitasnya. Kamu juga bisa pilih, mau belajar secara luring (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Buat informasi lebih lanjut, boleh klik banner di bawah ini ya!</p>
15 <p><em>Anyway</em>, kamu juga bisa cari tahu lebih dalam tentang manusia purba dengan tanya ke guru-guru kece dari<strong><a>Ruangguru Privat Sejarah</a></strong>, loh! Bersama Ruangguru Privat, belajar <em>gak </em>hanya menyenangkan, tapi kamu juga akan diajari konsepnya sampai paham. Guru-gurunya juga sudah terstandarisasi kualitasnya. Kamu juga bisa pilih, mau belajar secara luring (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Buat informasi lebih lanjut, boleh klik banner di bawah ini ya!</p>
16 <h2>Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia</h2>
16 <h2>Jenis-Jenis Manusia Purba di Dunia</h2>
17 <p>Dalam mengkaji evolusi manusia, secara garis besar jenis-jenis manusia itu bisa dikategorikan kedalam tiga jenis besar (genus) yaitu Ardipithecus, Australopithecus, dan Homo. Yuk kita bedah satu-satu! </p>
17 <p>Dalam mengkaji evolusi manusia, secara garis besar jenis-jenis manusia itu bisa dikategorikan kedalam tiga jenis besar (genus) yaitu Ardipithecus, Australopithecus, dan Homo. Yuk kita bedah satu-satu! </p>
18 <h3><b>Ardipithecus</b></h3>
18 <h3><b>Ardipithecus</b></h3>
19 <p><em>Rekonstruksi Ardipithecus ramidus. Mirip kera ya? (Sumber: humanorigins.si.edu)</em></p>
19 <p><em>Rekonstruksi Ardipithecus ramidus. Mirip kera ya? (Sumber: humanorigins.si.edu)</em></p>
20 <p>Fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan adalah<em>Ardipithecus ramidus</em>, yang diperkirakan hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu. Fosil manusia purba ini ditemukan pada 1994 di Ethiopia, Afrika Timur, oleh Yohannes Haile Selassie. Bagian tubuhnya yang ditemukan berjumlah 35 bagian, berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki. Berdasarkan penemuan fosilnya,<em>Ardipithecus ramidus</em>memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
20 <p>Fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan adalah<em>Ardipithecus ramidus</em>, yang diperkirakan hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu. Fosil manusia purba ini ditemukan pada 1994 di Ethiopia, Afrika Timur, oleh Yohannes Haile Selassie. Bagian tubuhnya yang ditemukan berjumlah 35 bagian, berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki. Berdasarkan penemuan fosilnya,<em>Ardipithecus ramidus</em>memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
21 <ul><li>tinggi sekitar 120 cm</li>
21 <ul><li>tinggi sekitar 120 cm</li>
22 <li>berat rata-rata 50 kg</li>
22 <li>berat rata-rata 50 kg</li>
23 <li>kapasitas otak kecil, antara 300-350 cc</li>
23 <li>kapasitas otak kecil, antara 300-350 cc</li>
24 <li>gigi seri dan taring besar</li>
24 <li>gigi seri dan taring besar</li>
25 <li>otot kaki besar.</li>
25 <li>otot kaki besar.</li>
26 </ul><p>Manusia purba Ardipithecus ini memiliki dua spesies yaitu<strong><em>Ardipithecus ramidus</em></strong>dan<strong><em>Ardipithecus kadabba</em></strong>. </p>
26 </ul><p>Manusia purba Ardipithecus ini memiliki dua spesies yaitu<strong><em>Ardipithecus ramidus</em></strong>dan<strong><em>Ardipithecus kadabba</em></strong>. </p>
27 <h3><b>Australopithecus</b></h3>
27 <h3><b>Australopithecus</b></h3>
28 <p><em>Rekonstruksi Australopithecus africanus (Sumber: humansorigin.si.edu)</em></p>
28 <p><em>Rekonstruksi Australopithecus africanus (Sumber: humansorigin.si.edu)</em></p>
29 <p>Fosil manusia purba Australopithecus banyak ditemukan di Afrika dengan penemuan yang berbeda-beda. Australopithecus terdiri dari beberapa spesies yaitu<em>Australopithecus africanus</em>,<em>robustus</em>,<em>afarensis</em>, dan<em>boisei</em>. Kita bahas satu persatu ya.</p>
29 <p>Fosil manusia purba Australopithecus banyak ditemukan di Afrika dengan penemuan yang berbeda-beda. Australopithecus terdiri dari beberapa spesies yaitu<em>Australopithecus africanus</em>,<em>robustus</em>,<em>afarensis</em>, dan<em>boisei</em>. Kita bahas satu persatu ya.</p>
30 <h4><em><strong>Australopithecus africanus</strong></em></h4>
30 <h4><em><strong>Australopithecus africanus</strong></em></h4>
31 <p>Fosilnya ditemukan oleh Raymond Dart, pada 1924, di dekat sebuah pertambangan di Taung, Tanjung Harapan (Botswana) Afrika Selatan. Setelah direkonstruksi ternyata fosil tersebut membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5-6 tahun. Fosil ini kemudian diberi nama<em>Australopithecus africanus</em>, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia.</p>
31 <p>Fosilnya ditemukan oleh Raymond Dart, pada 1924, di dekat sebuah pertambangan di Taung, Tanjung Harapan (Botswana) Afrika Selatan. Setelah direkonstruksi ternyata fosil tersebut membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5-6 tahun. Fosil ini kemudian diberi nama<em>Australopithecus africanus</em>, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia.</p>
32 <p>Ciri-Ciri<em>Australopithecus africanus</em>, yaitu:</p>
32 <p>Ciri-Ciri<em>Australopithecus africanus</em>, yaitu:</p>
33 <ul><li>memiliki tinggi ± 1,5 m</li>
33 <ul><li>memiliki tinggi ± 1,5 m</li>
34 <li>volume otak 450-600 cc</li>
34 <li>volume otak 450-600 cc</li>
35 <li>memiliki tubuh yang ramping</li>
35 <li>memiliki tubuh yang ramping</li>
36 <li>bentuk kaki menunjukkan sudah berjalan tegak</li>
36 <li>bentuk kaki menunjukkan sudah berjalan tegak</li>
37 <li>Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh, sekitar 20-40% lebih tinggi, dan 30-40% lebih berat dari perempuan.</li>
37 <li>Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh, sekitar 20-40% lebih tinggi, dan 30-40% lebih berat dari perempuan.</li>
38 </ul><h4><em>Australopithecus robustus</em></h4>
38 </ul><h4><em>Australopithecus robustus</em></h4>
39 <p>Fosilnya ditemukan di Afrika Selatan oleh J.T. Robinson dan Robert Broom.<em>Australopithecus robustus</em>memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
39 <p>Fosilnya ditemukan di Afrika Selatan oleh J.T. Robinson dan Robert Broom.<em>Australopithecus robustus</em>memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
40 <ul><li>gigi dan tulang rahang lebih kuat dibanding<em>Australopithecus africanus</em></li>
40 <ul><li>gigi dan tulang rahang lebih kuat dibanding<em>Australopithecus africanus</em></li>
41 <li>berjalan dengan dua kaki dan tegak seperti manusia modern</li>
41 <li>berjalan dengan dua kaki dan tegak seperti manusia modern</li>
42 <li>badan lebih besar dan kekar dibanding<em>Australopithecus africanus</em></li>
42 <li>badan lebih besar dan kekar dibanding<em>Australopithecus africanus</em></li>
43 <li>wajahnya datar, tidak memiliki kening</li>
43 <li>wajahnya datar, tidak memiliki kening</li>
44 <li>memiliki tulang alis yang besar </li>
44 <li>memiliki tulang alis yang besar </li>
45 <li>volume otak sekitar 525 cc.</li>
45 <li>volume otak sekitar 525 cc.</li>
46 </ul><h4><em><strong>Australopithecus afarensis</strong></em></h4>
46 </ul><h4><em><strong>Australopithecus afarensis</strong></em></h4>
47 <p>Fosilnya ditemukan di wilayah Afrika Timur. Penemuan fosil yang terkenal adalah fosil berjenis kelamin perempuan yang ditemukan oleh Donald Carl Johanson, pada 1974, di sekitar pulau Hadar, Ethiopia. Fosil tersebut terkenal dengan sebutan “Lucy”.</p>
47 <p>Fosilnya ditemukan di wilayah Afrika Timur. Penemuan fosil yang terkenal adalah fosil berjenis kelamin perempuan yang ditemukan oleh Donald Carl Johanson, pada 1974, di sekitar pulau Hadar, Ethiopia. Fosil tersebut terkenal dengan sebutan “Lucy”.</p>
48 <p>Ciri-ciri<em>Australopithecus afarensis</em>adalah sebagai berikut:</p>
48 <p>Ciri-ciri<em>Australopithecus afarensis</em>adalah sebagai berikut:</p>
49 <ul><li>gigi taring besar dan lapisan email gigi tebal</li>
49 <ul><li>gigi taring besar dan lapisan email gigi tebal</li>
50 <li>tinggi badan laki-laki sekitar 151 cm dan perempuan 105 cm</li>
50 <li>tinggi badan laki-laki sekitar 151 cm dan perempuan 105 cm</li>
51 <li>tubuhnya ramping</li>
51 <li>tubuhnya ramping</li>
52 <li>tangan relatif panjang</li>
52 <li>tangan relatif panjang</li>
53 <li>tulang jari membengkok dan ibu jarinya pendek.</li>
53 <li>tulang jari membengkok dan ibu jarinya pendek.</li>
54 </ul><h4><em>Australopithecus boisei</em></h4>
54 </ul><h4><em>Australopithecus boisei</em></h4>
55 <p>Fosilnya ditemukan di Ethiopia, Kenya, dan Tanzania, Afrika Timur.<em>Australopithecus boisei</em>memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
55 <p>Fosilnya ditemukan di Ethiopia, Kenya, dan Tanzania, Afrika Timur.<em>Australopithecus boisei</em>memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
56 <ul><li>memiliki geraham yang besar yaitu berukuran 0,9 inci</li>
56 <ul><li>memiliki geraham yang besar yaitu berukuran 0,9 inci</li>
57 <li>volume otak sekitar 410-530 cc</li>
57 <li>volume otak sekitar 410-530 cc</li>
58 <li>muka lebar dan datar</li>
58 <li>muka lebar dan datar</li>
59 <li>bentuk kepala ada yang lonjong, bundar, dan sedang</li>
59 <li>bentuk kepala ada yang lonjong, bundar, dan sedang</li>
60 <li>berhidung sedang dan memiliki mulut yang menonjol</li>
60 <li>berhidung sedang dan memiliki mulut yang menonjol</li>
61 <li>tinggi badan laki-laki sekitar 137 cm dan perempuan 124 cm. </li>
61 <li>tinggi badan laki-laki sekitar 137 cm dan perempuan 124 cm. </li>
62 </ul><p><strong>Baca Juga:<a>Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
62 </ul><p><strong>Baca Juga:<a>Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
63 <h3><b>Homo</b></h3>
63 <h3><b>Homo</b></h3>
64 <p>Perubahan paling mendasar pada proses evolusi manusia adalah kemampuannya berjalan tegak dan kapasitas volume otak yang semakin membesar. Genus Homo diyakini oleh para ahli sebagai peralihan dari manusia purba ke manusia modern. Genus Homo memiliki banyak spesies di antaranya<em>Homo rudolfensis</em>,<em>Homo erectus</em>,<em>Homo habilis</em>,<em>Homo sapiens</em>, dan yang lainnya. Di sini kita akan bahas ciri-ciri dari beberapa spesies aja ya.</p>
64 <p>Perubahan paling mendasar pada proses evolusi manusia adalah kemampuannya berjalan tegak dan kapasitas volume otak yang semakin membesar. Genus Homo diyakini oleh para ahli sebagai peralihan dari manusia purba ke manusia modern. Genus Homo memiliki banyak spesies di antaranya<em>Homo rudolfensis</em>,<em>Homo erectus</em>,<em>Homo habilis</em>,<em>Homo sapiens</em>, dan yang lainnya. Di sini kita akan bahas ciri-ciri dari beberapa spesies aja ya.</p>
65 <h4><em>Homo erectus</em></h4>
65 <h4><em>Homo erectus</em></h4>
66 <p><em>Homo erectus</em>diyakini sebagai spesies manusia baru hasil evolusi dari Australopithecus. Jenis manusia purba ini ditemukan di beberapa tempat di dunia, antara lain di<strong>Afrika</strong>(disebut<em><strong>Homo</strong><strong>ergaster</strong>,<strong>Homo rhodesiensis</strong>,<strong>Homo naledi</strong></em>), di<strong>Indonesia</strong>(disebut<strong>Pithecanthropus</strong>), di<strong>Tiongkok</strong>(disebut<em><strong>Sinanthropus pekinensis</strong></em>dan<strong><em>Sinanthropus lantianensis</em></strong>), dan di<strong>Eropa</strong>(disebut<em><strong>Homo</strong><strong>neanderthal</strong></em>).</p>
66 <p><em>Homo erectus</em>diyakini sebagai spesies manusia baru hasil evolusi dari Australopithecus. Jenis manusia purba ini ditemukan di beberapa tempat di dunia, antara lain di<strong>Afrika</strong>(disebut<em><strong>Homo</strong><strong>ergaster</strong>,<strong>Homo rhodesiensis</strong>,<strong>Homo naledi</strong></em>), di<strong>Indonesia</strong>(disebut<strong>Pithecanthropus</strong>), di<strong>Tiongkok</strong>(disebut<em><strong>Sinanthropus pekinensis</strong></em>dan<strong><em>Sinanthropus lantianensis</em></strong>), dan di<strong>Eropa</strong>(disebut<em><strong>Homo</strong><strong>neanderthal</strong></em>).</p>
67 <p><em>Ilustrasi Sinanthropus pekinensis (Sumber: dokumen Ruangguru)</em></p>
67 <p><em>Ilustrasi Sinanthropus pekinensis (Sumber: dokumen Ruangguru)</em></p>
68 <p>Ciri-ciri fisik manusia purba<em>Homo erectus</em>adalah sebagai berikut:</p>
68 <p>Ciri-ciri fisik manusia purba<em>Homo erectus</em>adalah sebagai berikut:</p>
69 <ul><li>memiliki volume otak sekitar 750-1350 cc</li>
69 <ul><li>memiliki volume otak sekitar 750-1350 cc</li>
70 <li>memiliki tinggi badan sekitar 165-180 cm</li>
70 <li>memiliki tinggi badan sekitar 165-180 cm</li>
71 <li>memiliki postur tubuh yang tegap</li>
71 <li>memiliki postur tubuh yang tegap</li>
72 <li>mempunyai gigi geraham yang besar dengan rahang yang sangat kuat</li>
72 <li>mempunyai gigi geraham yang besar dengan rahang yang sangat kuat</li>
73 <li>mempunyai hidung yang tebal</li>
73 <li>mempunyai hidung yang tebal</li>
74 <li>memiliki tonjolan kening yang tebal dan melintang di dahi</li>
74 <li>memiliki tonjolan kening yang tebal dan melintang di dahi</li>
75 <li>memiliki wajah menonjol ke depan serta dahinya miring ke belakang</li>
75 <li>memiliki wajah menonjol ke depan serta dahinya miring ke belakang</li>
76 <li>bagian belakang kepala terlihat menonjol</li>
76 <li>bagian belakang kepala terlihat menonjol</li>
77 </ul><p>Dari jenis-jenis<em>Homo erectus</em>yang sudah disebutkan di atas,<em>Homo neanderthal</em>merupakan spesies<em>Homo erectus</em>yang paling maju perkembangan fisiknya, dan juga perkembangan otaknya. Karena perkembangannya yang pesat, maka beberapa ahli berpendapat bahwa<em>Homo neanderthal</em>ini bisa juga dikategorikan sebagai<em>Homo sapiens</em>awal yang ditemukan di Eropa dan Timur Tengah.</p>
77 </ul><p>Dari jenis-jenis<em>Homo erectus</em>yang sudah disebutkan di atas,<em>Homo neanderthal</em>merupakan spesies<em>Homo erectus</em>yang paling maju perkembangan fisiknya, dan juga perkembangan otaknya. Karena perkembangannya yang pesat, maka beberapa ahli berpendapat bahwa<em>Homo neanderthal</em>ini bisa juga dikategorikan sebagai<em>Homo sapiens</em>awal yang ditemukan di Eropa dan Timur Tengah.</p>
78 <h4><em>Homo sapiens</em></h4>
78 <h4><em>Homo sapiens</em></h4>
79 <p>Nah akhirnya kita sampai juga nih ke spesies<em>Homo sapiens</em>yang dikenal sebagai manusia modern. Fosil manusia yang benar-benar dianggap sebagai awal manusia modern (<em>Homo sapiens</em>) adalah spesies Cro-Magnon. Fosil ini ditemukan di Eyzies-de-Tayac, Dordogne, Prancis Selatan.</p>
79 <p>Nah akhirnya kita sampai juga nih ke spesies<em>Homo sapiens</em>yang dikenal sebagai manusia modern. Fosil manusia yang benar-benar dianggap sebagai awal manusia modern (<em>Homo sapiens</em>) adalah spesies Cro-Magnon. Fosil ini ditemukan di Eyzies-de-Tayac, Dordogne, Prancis Selatan.</p>
80 <p>Manusia Cro-Magnon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
80 <p>Manusia Cro-Magnon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
81 <ul><li>tengkoraknya tinggi dengan atapnya membundar</li>
81 <ul><li>tengkoraknya tinggi dengan atapnya membundar</li>
82 <li>tonjolan tulang kening telah hilang</li>
82 <li>tonjolan tulang kening telah hilang</li>
83 <li>dahinya vertical</li>
83 <li>dahinya vertical</li>
84 <li>volume otak mencapai 1.400 cc</li>
84 <li>volume otak mencapai 1.400 cc</li>
85 <li>bentuk muka datar tanpa ada penonjolan pada bagian mulut, karena rahang dan gigi geliginya telah menyusut ukurannya</li>
85 <li>bentuk muka datar tanpa ada penonjolan pada bagian mulut, karena rahang dan gigi geliginya telah menyusut ukurannya</li>
86 </ul><p><em>Rekonstruksi wajah Cro-Magnon (sumber: britannica.com)</em></p>
86 </ul><p><em>Rekonstruksi wajah Cro-Magnon (sumber: britannica.com)</em></p>
87 <p>Penemuan fosil Cro-Magnon telah menandai munculnya manusia dengan anatomi modern sebagai produk terakhir dari proses evolusi manusia. Jenis manusia Cro-Magnon telah mampu menghasilkan alat-alat yang lebih kompleks, dan diperkirakan jenis inilah yang mendesak populasi jenis manusia<em>neanderthal</em>perlahan-lahan punah.</p>
87 <p>Penemuan fosil Cro-Magnon telah menandai munculnya manusia dengan anatomi modern sebagai produk terakhir dari proses evolusi manusia. Jenis manusia Cro-Magnon telah mampu menghasilkan alat-alat yang lebih kompleks, dan diperkirakan jenis inilah yang mendesak populasi jenis manusia<em>neanderthal</em>perlahan-lahan punah.</p>
88 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Peralatan Manusia Purba Zaman Praaksara | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
88 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Peralatan Manusia Purba Zaman Praaksara | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
89 <p>Manusia Cro-Magnon muncul pada sekitar 40.000 tahun yang lalu. Pada masa tersebut, manusia modern muncul secara sporadik di seluruh dunia, hingga mendiami Dunia Baru termasuk benua Australia dan Amerika. Kemunculan<em>Homo sapiens</em>di muka bumi ini terkesan serempak, dengan aspek fisik yang jauh berbeda dengan para pendahulunya, baik itu<em>Homo erectus</em>, maupun<em>Homo neanderthal</em>.</p>
89 <p>Manusia Cro-Magnon muncul pada sekitar 40.000 tahun yang lalu. Pada masa tersebut, manusia modern muncul secara sporadik di seluruh dunia, hingga mendiami Dunia Baru termasuk benua Australia dan Amerika. Kemunculan<em>Homo sapiens</em>di muka bumi ini terkesan serempak, dengan aspek fisik yang jauh berbeda dengan para pendahulunya, baik itu<em>Homo erectus</em>, maupun<em>Homo neanderthal</em>.</p>
90 <p>-</p>
90 <p>-</p>
91 <p>Ok jadi kayak gitu ya guys penjelasan tentang jenis-jenis manusia purba di dunia yang erat banget kaitannya sama proses evolusi manusia. Berawal dari jenis manusia purba yang paling tua yaitu Ardipithecus, kemudian seiring waktu mengalami evolusi sampai menciptakan jenis manusia modern yaitu<em>Homo sapiens</em>. Dengan kecerdasannya,<em>Homo sapiens</em>mampu bertahan hidup hingga masa sekarang.</p>
91 <p>Ok jadi kayak gitu ya guys penjelasan tentang jenis-jenis manusia purba di dunia yang erat banget kaitannya sama proses evolusi manusia. Berawal dari jenis manusia purba yang paling tua yaitu Ardipithecus, kemudian seiring waktu mengalami evolusi sampai menciptakan jenis manusia modern yaitu<em>Homo sapiens</em>. Dengan kecerdasannya,<em>Homo sapiens</em>mampu bertahan hidup hingga masa sekarang.</p>
92 <p>Sip udah selesai nih artikelnya hehe, eh tapi kalo kamu masih mau ngepoin tentang materi manusia purba, kamu bisa juga nontonin video belajarnya ya di<strong><a>aplikasi ruangguru</a></strong>. Pilih aja mata pelajaran sejarah kelas 10, kuy gass nonton lah! Sampai jumpa lagi ya,<em>bye bye</em>🙂 </p>
92 <p>Sip udah selesai nih artikelnya hehe, eh tapi kalo kamu masih mau ngepoin tentang materi manusia purba, kamu bisa juga nontonin video belajarnya ya di<strong><a>aplikasi ruangguru</a></strong>. Pilih aja mata pelajaran sejarah kelas 10, kuy gass nonton lah! Sampai jumpa lagi ya,<em>bye bye</em>🙂 </p>
93 <p><strong>Sumber referensi:</strong></p>
93 <p><strong>Sumber referensi:</strong></p>
94 <p>Gunawan, Restu dkk. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X Edisi Revisi. 2017: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
94 <p>Gunawan, Restu dkk. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X Edisi Revisi. 2017: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
95 <p>Hapsari, Ratna. (2017). Sejarah untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.</p>
95 <p>Hapsari, Ratna. (2017). Sejarah untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.</p>
96 <p>Harari, Y. N. (2022). Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia. Terjemahan: Damaring Tyas Wulandari Palar. Jakarta: PT. Gramedia</p>
96 <p>Harari, Y. N. (2022). Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia. Terjemahan: Damaring Tyas Wulandari Palar. Jakarta: PT. Gramedia</p>
97 <p>Hasnawati. (2020). Modul Pembelajaran SMA Sejarah Kelas 10. Kemendikbud.</p>
97 <p>Hasnawati. (2020). Modul Pembelajaran SMA Sejarah Kelas 10. Kemendikbud.</p>
98 <p>Hirst, K. Kris. 2019 (update). ‘Why Don’t We Call Them ‘Cro-Magnon’ Anymore?’ (Daring). Tautan: https://www.thoughtco.com/we-dont-call-them-cro-magnon-170738 (diakses 16 November 2019)</p>
98 <p>Hirst, K. Kris. 2019 (update). ‘Why Don’t We Call Them ‘Cro-Magnon’ Anymore?’ (Daring). Tautan: https://www.thoughtco.com/we-dont-call-them-cro-magnon-170738 (diakses 16 November 2019)</p>
99 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
99 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
100 <p><em>Ardipithecus ramidus.</em>Tautan:https://humanorigins.si.edu/evidence/human-fossils/species/ardipithecus-ramidus</p>
100 <p><em>Ardipithecus ramidus.</em>Tautan:https://humanorigins.si.edu/evidence/human-fossils/species/ardipithecus-ramidus</p>
101 <p><em>Australopithecus africanus.</em>Tautan:https://humanorigins.si.edu/evidence/human-fossils/species/australopithecus-africanus</p>
101 <p><em>Australopithecus africanus.</em>Tautan:https://humanorigins.si.edu/evidence/human-fossils/species/australopithecus-africanus</p>
102 <p><em>Sinanthropus Pekinensis</em>. Tautan:https://en.wikipedia.org/wiki/Peking_Man</p>
102 <p><em>Sinanthropus Pekinensis</em>. Tautan:https://en.wikipedia.org/wiki/Peking_Man</p>
103 <p><em>Homo Rhodesiensis</em><em>.</em>Tautan:https://en.wikipedia.org/wiki/Homo_rhodesiensis</p>
103 <p><em>Homo Rhodesiensis</em><em>.</em>Tautan:https://en.wikipedia.org/wiki/Homo_rhodesiensis</p>
104 <p><em>Cro-Magnon</em>. Tautan:https://www.britannica.com/topic/Cro-Magnon</p>
104 <p><em>Cro-Magnon</em>. Tautan:https://www.britannica.com/topic/Cro-Magnon</p>
105 <p><strong><em>Artikel ini pertama kali ditulis oleh<a>Irene Swastiwi Viandari Kharti</a>dan terbit pada 16 April 2018, kemudian diperbarui oleh Hadi Oktama.</em></strong></p>
105 <p><strong><em>Artikel ini pertama kali ditulis oleh<a>Irene Swastiwi Viandari Kharti</a>dan terbit pada 16 April 2018, kemudian diperbarui oleh Hadi Oktama.</em></strong></p>
106  
106