HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Sudah siap hadapi UTBK tahun 2022 nanti? Yuk, tingkatkan persiapanmu dengan latihan soal UTBK 2022 Kimia beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan!</em></p>
1 <p><em>Sudah siap hadapi UTBK tahun 2022 nanti? Yuk, tingkatkan persiapanmu dengan latihan soal UTBK 2022 Kimia beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <h2>Topik : Struktur Atom dan<a>Sistem Periodik Unsur</a></h2>
3 <h2>Topik : Struktur Atom dan<a>Sistem Periodik Unsur</a></h2>
4 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Sifat Keperiodikan Unsur</strong></p>
4 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Sifat Keperiodikan Unsur</strong></p>
5 <p><strong>Perhatikan tabel SPU berikut!</strong></p>
5 <p><strong>Perhatikan tabel SPU berikut!</strong></p>
6 <p>1. Pernyataan yang tepat untuk sifat keperiodikan kelima unsur tersebut adalah …</p>
6 <p>1. Pernyataan yang tepat untuk sifat keperiodikan kelima unsur tersebut adalah …</p>
7 <ol><li>Jari-jari atom unsur A lebih kecil daripada unsur C.</li>
7 <ol><li>Jari-jari atom unsur A lebih kecil daripada unsur C.</li>
8 <li>Energi ionisasi unsur B lebih besar daripada unsur C.</li>
8 <li>Energi ionisasi unsur B lebih besar daripada unsur C.</li>
9 <li>Unsur A memiliki keelektronegatifan terbesar.</li>
9 <li>Unsur A memiliki keelektronegatifan terbesar.</li>
10 <li>Afinitas elektron unsur A lebih besar dari unsur C.</li>
10 <li>Afinitas elektron unsur A lebih besar dari unsur C.</li>
11 <li>Unsur B memiliki jari-jari atom paling besar.</li>
11 <li>Unsur B memiliki jari-jari atom paling besar.</li>
12 </ol><p>Kunci Jawaban : B</p>
12 </ol><p>Kunci Jawaban : B</p>
13 <p>Pembahasan :</p>
13 <p>Pembahasan :</p>
14 <p>Sifat-sifat keperiodikan unsur, yaitu sebagai berikut.</p>
14 <p>Sifat-sifat keperiodikan unsur, yaitu sebagai berikut.</p>
15 <ul><li>Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom ke kulit terluar yang ditempati elektron. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung makin besar, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan, cenderung makin kecil. Jari-jari atom unsur A lebih besar daripada unsur C. Unsur yang memiliki jari-jari atom terbesar adalah unsur E.<strong>(Opsi A dan E salah)</strong><strong></strong></li>
15 <ul><li>Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom ke kulit terluar yang ditempati elektron. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung makin besar, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan, cenderung makin kecil. Jari-jari atom unsur A lebih besar daripada unsur C. Unsur yang memiliki jari-jari atom terbesar adalah unsur E.<strong>(Opsi A dan E salah)</strong><strong></strong></li>
16 <li>Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom dalam keadaan gas untuk melepaskan elektron pada kulit terluarnya. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, energi ionisasi cenderung makin kecil, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung makin besar. Oleh karena itu, energi ionisasi unsur B lebih besar daripada unsur C.<strong>(Opsi B benar)</strong><strong></strong></li>
16 <li>Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom dalam keadaan gas untuk melepaskan elektron pada kulit terluarnya. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, energi ionisasi cenderung makin kecil, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung makin besar. Oleh karena itu, energi ionisasi unsur B lebih besar daripada unsur C.<strong>(Opsi B benar)</strong><strong></strong></li>
17 <li>Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain dalam suatu ikatan kimia. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, keelektronegatifan cenderung makin kecil, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung makin besar. Unsur yang memiliki keelektronegatifan terbesar adalah unsur B.<strong>(Opsi C salah)</strong><strong></strong></li>
17 <li>Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain dalam suatu ikatan kimia. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, keelektronegatifan cenderung makin kecil, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung makin besar. Unsur yang memiliki keelektronegatifan terbesar adalah unsur B.<strong>(Opsi C salah)</strong><strong></strong></li>
18 <li>Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dibebaskan oleh atom dalam keadaan gas untuk menangkap satu elektron. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung makin kecil, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung makin besar. Afinitas elektron unsur A lebih kecil dari unsur C.<strong>(Opsi D salah)</strong></li>
18 <li>Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dibebaskan oleh atom dalam keadaan gas untuk menangkap satu elektron. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung makin kecil, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung makin besar. Afinitas elektron unsur A lebih kecil dari unsur C.<strong>(Opsi D salah)</strong></li>
19 </ul><p><strong>Jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
19 </ul><p><strong>Jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
20 <h2><strong>Topik</strong><strong>: Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Gaya Antarmolekul</strong></h2>
20 <h2><strong>Topik</strong><strong>: Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Gaya Antarmolekul</strong></h2>
21 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Ikatan Kimia dan<a>Bentuk Molekul</a></strong></p>
21 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Ikatan Kimia dan<a>Bentuk Molekul</a></strong></p>
22 <p>Diketahui data unsur sebagai berikut.</p>
22 <p>Diketahui data unsur sebagai berikut.</p>
23 <p>Unsur X : golongan IIA dan periode 3</p>
23 <p>Unsur X : golongan IIA dan periode 3</p>
24 <p>Unsur Y : golongan VIA dan periode 2</p>
24 <p>Unsur Y : golongan VIA dan periode 2</p>
25 <p>2. Jika X dan Y berikatan, ikatan yang mungkin terjadi dan senyawa yang terbentuk secara berurutan adalah ….</p>
25 <p>2. Jika X dan Y berikatan, ikatan yang mungkin terjadi dan senyawa yang terbentuk secara berurutan adalah ….</p>
26 <p>Kunci Jawaban : A</p>
26 <p>Kunci Jawaban : A</p>
27 <p>Pembahasan :</p>
27 <p>Pembahasan :</p>
28 <p>Unsur X : golongan IIA elektron valensi = 2. Unsur X stabil dengan melepas 2 elektron membentuk .</p>
28 <p>Unsur X : golongan IIA elektron valensi = 2. Unsur X stabil dengan melepas 2 elektron membentuk .</p>
29 <p>Unsur Y : golongan VIA elektron valensi = 6. Unsur Y stabil dengan menangkap 2 elektron membentuk .</p>
29 <p>Unsur Y : golongan VIA elektron valensi = 6. Unsur Y stabil dengan menangkap 2 elektron membentuk .</p>
30 <p>Senyawa yang terbentuk : </p>
30 <p>Senyawa yang terbentuk : </p>
31 <p>Ikatan yang terbentuk merupakan ikatan ionik karena terjadi serah terima elektron.</p>
31 <p>Ikatan yang terbentuk merupakan ikatan ionik karena terjadi serah terima elektron.</p>
32 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
32 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
33 <h2><strong>Topik</strong><strong>: Kimia Karbon</strong></h2>
33 <h2><strong>Topik</strong><strong>: Kimia Karbon</strong></h2>
34 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Senyawa Turunan<a>Alkana</a></strong></p>
34 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Senyawa Turunan<a>Alkana</a></strong></p>
35 <p>3. Seorang laboran akan membuat larutan dengan cara mencampurkan larutan X dengan larutan NaOH dalam gelas kimia. Volume dan konsentrasi dari masing-masing reaktan adalah sama, yaitu 100 mL dan 0,3 M. Diketahui bahwa larutan X diperoleh dari oksidasi larutan Y yang memberikan hasil positif dengan pereaksi Tollens. Kemungkinan larutan X yang digunakan oleh laboran tersebut adalah ….</p>
35 <p>3. Seorang laboran akan membuat larutan dengan cara mencampurkan larutan X dengan larutan NaOH dalam gelas kimia. Volume dan konsentrasi dari masing-masing reaktan adalah sama, yaitu 100 mL dan 0,3 M. Diketahui bahwa larutan X diperoleh dari oksidasi larutan Y yang memberikan hasil positif dengan pereaksi Tollens. Kemungkinan larutan X yang digunakan oleh laboran tersebut adalah ….</p>
36 <ol><li>1-propanol</li>
36 <ol><li>1-propanol</li>
37 <li>Propanal</li>
37 <li>Propanal</li>
38 <li>2-propanon</li>
38 <li>2-propanon</li>
39 <li>asam propanoat</li>
39 <li>asam propanoat</li>
40 <li>metil asetat</li>
40 <li>metil asetat</li>
41 </ol><p>Jawaban: D</p>
41 </ol><p>Jawaban: D</p>
42 <p>Pembahasan:</p>
42 <p>Pembahasan:</p>
43 <p>Pereaksi Tollens digunakan untuk mengidentifikasi senyawa aldehid dan keton. Reaksi oksidasi aldehid dengan pereaksi Tollens akan memberikan hasil positif (terbentuk endapan perak), sedangkan senyawa keton memberikan hasil negatif (tidak terbentuk endapan perak).</p>
43 <p>Pereaksi Tollens digunakan untuk mengidentifikasi senyawa aldehid dan keton. Reaksi oksidasi aldehid dengan pereaksi Tollens akan memberikan hasil positif (terbentuk endapan perak), sedangkan senyawa keton memberikan hasil negatif (tidak terbentuk endapan perak).</p>
44 <p>Larutan Y memberikan hasil positif dengan pereaksi Tollens dan ketika dioksidasi menghasilkan larutan X, artinya<strong>Y merupakan senyawa aldehid</strong>. Hasil oksidasi aldehid adalah senyawa yang memiliki gugus karboksil atau asam karboksilat. Oleh karena itu,<strong>X merupakan senyawa asam karboksilat</strong>.</p>
44 <p>Larutan Y memberikan hasil positif dengan pereaksi Tollens dan ketika dioksidasi menghasilkan larutan X, artinya<strong>Y merupakan senyawa aldehid</strong>. Hasil oksidasi aldehid adalah senyawa yang memiliki gugus karboksil atau asam karboksilat. Oleh karena itu,<strong>X merupakan senyawa asam karboksilat</strong>.</p>
45 <p>Jenis senyawa pada opsi jawaban adalah sebagai berikut.</p>
45 <p>Jenis senyawa pada opsi jawaban adalah sebagai berikut.</p>
46 <ol><li>1-propanol alkohol primer</li>
46 <ol><li>1-propanol alkohol primer</li>
47 <li>propanal aldehid</li>
47 <li>propanal aldehid</li>
48 <li>2-propanon keton</li>
48 <li>2-propanon keton</li>
49 <li>asam propanoat asam karboksilat</li>
49 <li>asam propanoat asam karboksilat</li>
50 <li>metil asetat ester</li>
50 <li>metil asetat ester</li>
51 </ol><p>Dengan demikian, kemungkinan larutan X yang digunakan oleh laboran tersebut adalah<strong>asam propanoat.</strong></p>
51 </ol><p>Dengan demikian, kemungkinan larutan X yang digunakan oleh laboran tersebut adalah<strong>asam propanoat.</strong></p>
52 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
52 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
53 <h2><strong>Topik</strong><strong>:<a>Stoikiometri</a></strong></h2>
53 <h2><strong>Topik</strong><strong>:<a>Stoikiometri</a></strong></h2>
54 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Stoikiometri Reaksi dan Kadar</strong></p>
54 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Stoikiometri Reaksi dan Kadar</strong></p>
55 <p>4. Di dalam laboratorium, suatu sampel urin yang mengandung 1,5 gram urea direaksikan dengan asam nitrit berlebih. Urea bereaksi menurut persamaan berikut.</p>
55 <p>4. Di dalam laboratorium, suatu sampel urin yang mengandung 1,5 gram urea direaksikan dengan asam nitrit berlebih. Urea bereaksi menurut persamaan berikut.</p>
56 <p>Gas yang dihasilkan lalu dialirkan melalui larutan NaOH dan volume akhir diukur. Volume gas yang telah melewati larutan NaOH pada temperatur dan tekanan ruang adalah ….</p>
56 <p>Gas yang dihasilkan lalu dialirkan melalui larutan NaOH dan volume akhir diukur. Volume gas yang telah melewati larutan NaOH pada temperatur dan tekanan ruang adalah ….</p>
57 <p>Kunci Jawaban : E</p>
57 <p>Kunci Jawaban : E</p>
58 <p>Pembahasan :</p>
58 <p>Pembahasan :</p>
59 <p>Pertama, setarakan persamaan reaksinya terlebih dahulu.</p>
59 <p>Pertama, setarakan persamaan reaksinya terlebih dahulu.</p>
60 <p>Lalu, hitung mol urea menggunakan persamaan berikut.</p>
60 <p>Lalu, hitung mol urea menggunakan persamaan berikut.</p>
61 <p>Kemudian, hitung mol gas karbon dioksida dan gas nitrogen menggunakan perbandingan koefisien sebagai berikut.</p>
61 <p>Kemudian, hitung mol gas karbon dioksida dan gas nitrogen menggunakan perbandingan koefisien sebagai berikut.</p>
62 <p>Dari reaksi tersebut, terdapat 2 jenis gas, yaitu . Pengukuran sampel dilakukan pada temperatur dan tekanan ruang, yaitu pada suhu 25 derajat dan tekanan 1 atm. Dengan demikian, volume yang dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut.</p>
62 <p>Dari reaksi tersebut, terdapat 2 jenis gas, yaitu . Pengukuran sampel dilakukan pada temperatur dan tekanan ruang, yaitu pada suhu 25 derajat dan tekanan 1 atm. Dengan demikian, volume yang dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut.</p>
63 <p> </p>
63 <p> </p>
64 <p><strong>Ingat!</strong>Gas adalah gas asam sehingga akan bereaksi ketika dilarutkan ke dalam NaOH. Dengan demikian, volume gas yang telah melewati larutan NaOH (volume gas ) pada kondisi yang ditentukan pada soal adalah .</p>
64 <p><strong>Ingat!</strong>Gas adalah gas asam sehingga akan bereaksi ketika dilarutkan ke dalam NaOH. Dengan demikian, volume gas yang telah melewati larutan NaOH (volume gas ) pada kondisi yang ditentukan pada soal adalah .</p>
65 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
65 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
66 <h2><strong>Topik</strong><strong>:<a>Sifat Koligatif Larutan</a></strong></h2>
66 <h2><strong>Topik</strong><strong>:<a>Sifat Koligatif Larutan</a></strong></h2>
67 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Sifat Koligatif Larutan</strong></p>
67 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Kilat Sifat Koligatif Larutan</strong></p>
68 <p>5. Dalam dunia kedokteran, tekanan osmotik perlu diperhatikan dalam proses pemberian infus kepada pasien. Tekanan osmotik dalam darah berkisar 7,7 atm pada suhu darah 38 derajat celcius. Apabila seseorang memerlukan injeksi cairan nutrisi/infus, tekanan osmotik cairan infus tersebut harus isotonik dengan tekanan osmotik darah. Jumlah NaCl yang diperlukan untuk membuat larutan infus sebanyak 1000 mL yang dibutuhkan oleh pasien tersebut adalah …. </p>
68 <p>5. Dalam dunia kedokteran, tekanan osmotik perlu diperhatikan dalam proses pemberian infus kepada pasien. Tekanan osmotik dalam darah berkisar 7,7 atm pada suhu darah 38 derajat celcius. Apabila seseorang memerlukan injeksi cairan nutrisi/infus, tekanan osmotik cairan infus tersebut harus isotonik dengan tekanan osmotik darah. Jumlah NaCl yang diperlukan untuk membuat larutan infus sebanyak 1000 mL yang dibutuhkan oleh pasien tersebut adalah …. </p>
69 <ol><li>8,8 g</li>
69 <ol><li>8,8 g</li>
70 <li>5,5 g</li>
70 <li>5,5 g</li>
71 <li>4,4 g</li>
71 <li>4,4 g</li>
72 <li>4,0 g</li>
72 <li>4,0 g</li>
73 <li>3,0 g</li>
73 <li>3,0 g</li>
74 </ol><p>Jawaban: A</p>
74 </ol><p>Jawaban: A</p>
75 <p>Pembahasan:</p>
75 <p>Pembahasan:</p>
76 <p>Isotonik artinya memiliki tekanan osmotik yang sama.</p>
76 <p>Isotonik artinya memiliki tekanan osmotik yang sama.</p>
77 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
77 <p><strong>Diketahui:</strong></p>
78 <p><strong>Ditanyakan:</strong></p>
78 <p><strong>Ditanyakan:</strong></p>
79 <p>Massa NaCl yang dilarutkan</p>
79 <p>Massa NaCl yang dilarutkan</p>
80 <p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
80 <p><strong>Pembahasan</strong>:</p>
81 <p>NaCl merupakan garam yang bersifat elektrolit kuat, artinya dapat terurai menjadi ion-ionnya.</p>
81 <p>NaCl merupakan garam yang bersifat elektrolit kuat, artinya dapat terurai menjadi ion-ionnya.</p>
82 <p>Jumlah ion (n) = 2</p>
82 <p>Jumlah ion (n) = 2</p>
83 <p>Massa NaCl yang diperlukan untuk membuat larutan infus tersebut dapat ditentukan melalui persamaan berikut.</p>
83 <p>Massa NaCl yang diperlukan untuk membuat larutan infus tersebut dapat ditentukan melalui persamaan berikut.</p>
84 <p>Berdasarkan persamaan di atas, massa dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
84 <p>Berdasarkan persamaan di atas, massa dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
85 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
85 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
86 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Ikatan Kimia dan<a>Bentuk Molekul</a></strong></p>
86 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Ikatan Kimia dan<a>Bentuk Molekul</a></strong></p>
87 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Bentuk dan Geometri Molekul</strong></p>
87 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Bentuk dan Geometri Molekul</strong></p>
88 <p>6. Unsur Xe merupakan golongan gas mulia yang sukar berikatan dengan unsur lain. Namun, seiring berkembangnya teknologi, ternyata dapat dibuat senyawa dari unsur Xe dengan unsur paling elektronegatif F yaitu XeF4. Geometri dan tipe hibridisasi pada molekul XeF4 (NA Xe = 54, F = 9) adalah…</p>
88 <p>6. Unsur Xe merupakan golongan gas mulia yang sukar berikatan dengan unsur lain. Namun, seiring berkembangnya teknologi, ternyata dapat dibuat senyawa dari unsur Xe dengan unsur paling elektronegatif F yaitu XeF4. Geometri dan tipe hibridisasi pada molekul XeF4 (NA Xe = 54, F = 9) adalah…</p>
89 <ol><li>segi empat planar, sp3d2</li>
89 <ol><li>segi empat planar, sp3d2</li>
90 <li>tetrahedron, sp3d</li>
90 <li>tetrahedron, sp3d</li>
91 <li>segi empat planar, sp2d</li>
91 <li>segi empat planar, sp2d</li>
92 <li>tetrahedron, sp3</li>
92 <li>tetrahedron, sp3</li>
93 <li>bipiramida trigonal, sp3</li>
93 <li>bipiramida trigonal, sp3</li>
94 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>A</strong></p>
94 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>A</strong></p>
95 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
95 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
96 <p>Untuk membuat hibridisasi yang dilihat adalah atom pusat. Pada senyawa XeF4 yang menjadi atom pusat adalah Xe. Konfigurasi elektron 54Xe = [Kr] 5s24d10 5p6</p>
96 <p>Untuk membuat hibridisasi yang dilihat adalah atom pusat. Pada senyawa XeF4 yang menjadi atom pusat adalah Xe. Konfigurasi elektron 54Xe = [Kr] 5s24d10 5p6</p>
97 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong><a>Redoks</a>dan Elektrokimia</strong></h2>
97 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong><a>Redoks</a>dan Elektrokimia</strong></h2>
98 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong><a>Sel Volta</a>;<a>Hukum Faraday</a></strong></p>
98 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong><a>Sel Volta</a>;<a>Hukum Faraday</a></strong></p>
99 <p>7. Suatu sel elektrokimia dengan elektroda Zn dan Ag pada keadaan standar menghasilkan arus 0,75 A selama 321 menit. Diketahui nilai:</p>
99 <p>7. Suatu sel elektrokimia dengan elektroda Zn dan Ag pada keadaan standar menghasilkan arus 0,75 A selama 321 menit. Diketahui nilai:</p>
100 <p>E0 Zn2+ | Zn = -0,76 V</p>
100 <p>E0 Zn2+ | Zn = -0,76 V</p>
101 <p>E0 Ag+ | Ag = +0,8 V</p>
101 <p>E0 Ag+ | Ag = +0,8 V</p>
102 <p>maka pengurangan massa dianoda adalah … gram. (F = 96.500 C, Ar Zn = 65, Ag = 108)</p>
102 <p>maka pengurangan massa dianoda adalah … gram. (F = 96.500 C, Ar Zn = 65, Ag = 108)</p>
103 <ol><li>3,250</li>
103 <ol><li>3,250</li>
104 <li>4,865</li>
104 <li>4,865</li>
105 <li>6,321</li>
105 <li>6,321</li>
106 <li>10,850</li>
106 <li>10,850</li>
107 <li>13,106</li>
107 <li>13,106</li>
108 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
108 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
109 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
109 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
110 <p>Pada katoda terjadi reaksi reduksi, sedangkan anoda oksidasi. Potensial reduksi Ag lebih besar dari Zn, sehingga pengurangan massa di anoda terjadi dari oksidasi Zn.</p>
110 <p>Pada katoda terjadi reaksi reduksi, sedangkan anoda oksidasi. Potensial reduksi Ag lebih besar dari Zn, sehingga pengurangan massa di anoda terjadi dari oksidasi Zn.</p>
111 <p>Katoda: Ag+ + e- → Ag</p>
111 <p>Katoda: Ag+ + e- → Ag</p>
112 <p>Anoda: Zn → Zn2+ + 2e-</p>
112 <p>Anoda: Zn → Zn2+ + 2e-</p>
113 <h2><strong>Topik</strong> <strong>:<a>Laju Reaksi</a></strong></h2>
113 <h2><strong>Topik</strong> <strong>:<a>Laju Reaksi</a></strong></h2>
114 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Persamaan Laju Reaksi dan Konstanta Laju Reaksi Multi Experiment</strong></p>
114 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Persamaan Laju Reaksi dan Konstanta Laju Reaksi Multi Experiment</strong></p>
115 <p>8. Percobaan penentuan laju reaksi:</p>
115 <p>8. Percobaan penentuan laju reaksi:</p>
116 <p>2H2(<em><i>g</i></em>) + 2NO(<em><i>g</i></em>) 2H2O(<em><i>g</i></em>) + N2(<em><i>g</i></em>)</p>
116 <p>2H2(<em><i>g</i></em>) + 2NO(<em><i>g</i></em>) 2H2O(<em><i>g</i></em>) + N2(<em><i>g</i></em>)</p>
117 <p>memberikan data sebagai berikut:</p>
117 <p>memberikan data sebagai berikut:</p>
118 <p>Harga tetapan laju reaksi dari reaksi tersebut adalah…</p>
118 <p>Harga tetapan laju reaksi dari reaksi tersebut adalah…</p>
119 <ol><li>4 × 108</li>
119 <ol><li>4 × 108</li>
120 <li>8 × 105</li>
120 <li>8 × 105</li>
121 <li>8 × 106</li>
121 <li>8 × 106</li>
122 <li>16 × 105</li>
122 <li>16 × 105</li>
123 <li>16 × 104</li>
123 <li>16 × 104</li>
124 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: C</strong></p>
124 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: C</strong></p>
125 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
125 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
126 <p>Menentukan orde [NO] menggunakan persamaan 2 dan 3</p>
126 <p>Menentukan orde [NO] menggunakan persamaan 2 dan 3</p>
127 <p>Menentukan orde [H2] menggunakan persamaan 1 dan 2</p>
127 <p>Menentukan orde [H2] menggunakan persamaan 1 dan 2</p>
128 <p>Maka persamaan laju reaksinya </p>
128 <p>Maka persamaan laju reaksinya </p>
129 <p>Mencari nilai tetapan laju reaksi (k) menggunakan percobaan 1.</p>
129 <p>Mencari nilai tetapan laju reaksi (k) menggunakan percobaan 1.</p>
130 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Redoks dan Elektrokimia</strong></p>
130 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Redoks dan Elektrokimia</strong></p>
131 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Sel Volta</strong></p>
131 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Sel Volta</strong></p>
132 <p>9. Diketahui potensial standar beberapa sel volta sebagai berikut:</p>
132 <p>9. Diketahui potensial standar beberapa sel volta sebagai berikut:</p>
133 <p>P | P2+ || Q2+ | Q E0 = 2,46 V</p>
133 <p>P | P2+ || Q2+ | Q E0 = 2,46 V</p>
134 <p>R | R2+ || S2+ | S E0 = 1,1 V</p>
134 <p>R | R2+ || S2+ | S E0 = 1,1 V</p>
135 <p>R | R2+ || Q2+ | Q E0 = 1,56 V</p>
135 <p>R | R2+ || Q2+ | Q E0 = 1,56 V</p>
136 <p>Potensial standar sel P | P2+ || S2+ | S adalah…</p>
136 <p>Potensial standar sel P | P2+ || S2+ | S adalah…</p>
137 <ol><li>1,1 V</li>
137 <ol><li>1,1 V</li>
138 <li>2,00 V</li>
138 <li>2,00 V</li>
139 <li>2,66 V</li>
139 <li>2,66 V</li>
140 <li>3,56 V</li>
140 <li>3,56 V</li>
141 <li>4,02 V</li>
141 <li>4,02 V</li>
142 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
142 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
143 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
143 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
144 <p>P | P2+ || Q2+ | Q Eo = 2,46 V</p>
144 <p>P | P2+ || Q2+ | Q Eo = 2,46 V</p>
145 <p>R | R2+ || S2+ | S Eo = 1,1 V</p>
145 <p>R | R2+ || S2+ | S Eo = 1,1 V</p>
146 <p>R | R2+ || Q2+ | Q Eo = 1,56 V (perlu dibalik untuk mengeliminasi R)</p>
146 <p>R | R2+ || Q2+ | Q Eo = 1,56 V (perlu dibalik untuk mengeliminasi R)</p>
147 <p>Reaksi yang dibalik memiliki potensial sel dengan nilai berlawanan, sehingga:</p>
147 <p>Reaksi yang dibalik memiliki potensial sel dengan nilai berlawanan, sehingga:</p>
148 <p>P | P2+ || Q2+ | Q Eo = 2,46 V</p>
148 <p>P | P2+ || Q2+ | Q Eo = 2,46 V</p>
149 <p>R | R2+|| S2+ | S Eo = 1,1 V</p>
149 <p>R | R2+|| S2+ | S Eo = 1,1 V</p>
150 <p>Q | Q2+ || R2+ | R Eo = -1,56 V +</p>
150 <p>Q | Q2+ || R2+ | R Eo = -1,56 V +</p>
151 <p>P | P2+ || S2+ | S Eo = 2,00 V</p>
151 <p>P | P2+ || S2+ | S Eo = 2,00 V</p>
152 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><a><strong>Kesetimbangan Kimia</strong></a></h2>
152 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><a><strong>Kesetimbangan Kimia</strong></a></h2>
153 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Konstanta Kesetimbangan Tekanan (Kp)</strong></p>
153 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Konstanta Kesetimbangan Tekanan (Kp)</strong></p>
154 <p>10. Dalam wadah 2 liter, gas H2dan gas I2 bereaksi membentuk gas HI menurut persamaan reaksi:</p>
154 <p>10. Dalam wadah 2 liter, gas H2dan gas I2 bereaksi membentuk gas HI menurut persamaan reaksi:</p>
155 <p>H2(<em><i>g</i></em>) + I2(<em><i>g</i></em>) 2HI(<em><i>g</i></em>)</p>
155 <p>H2(<em><i>g</i></em>) + I2(<em><i>g</i></em>) 2HI(<em><i>g</i></em>)</p>
156 <p>Jika pada kesetimbangan reaksi terdapat 0,1 mol H2, 0,2 mol I2 dan 0,5 mol HI, dengan tekanan total sebesar 5 atm, maka nilai Kp reaksi tersebut adalah…</p>
156 <p>Jika pada kesetimbangan reaksi terdapat 0,1 mol H2, 0,2 mol I2 dan 0,5 mol HI, dengan tekanan total sebesar 5 atm, maka nilai Kp reaksi tersebut adalah…</p>
157 <ol><li>7,50</li>
157 <ol><li>7,50</li>
158 <li>12,5</li>
158 <li>12,5</li>
159 <li>25,2</li>
159 <li>25,2</li>
160 <li>32,5</li>
160 <li>32,5</li>
161 <li>50,0</li>
161 <li>50,0</li>
162 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
162 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
163 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
163 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
164 <p>Diketahui: volume = 2 liter; mol total = 0,1 mol + 0,2 mol + 0,5 mol = 0,8 mol</p>
164 <p>Diketahui: volume = 2 liter; mol total = 0,1 mol + 0,2 mol + 0,5 mol = 0,8 mol</p>
165 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Stoikiometri</strong></h2>
165 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Stoikiometri</strong></h2>
166 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Persamaan Kimia; Perhitungan Kimia dalam Suatu Persamaan Reaksi</strong></p>
166 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Persamaan Kimia; Perhitungan Kimia dalam Suatu Persamaan Reaksi</strong></p>
167 <p>11. Suatu campuran yang hanya mengandung gas metana dan etana dibakar sempurna sehingga dihasilkan 220 gram CO2. Jika massa campuran yang dibakar adalah 76 gram, maka massa gas etana di dalam campuran gas tersebut (Ar C= 12 H = 1 O = 16) adalah…</p>
167 <p>11. Suatu campuran yang hanya mengandung gas metana dan etana dibakar sempurna sehingga dihasilkan 220 gram CO2. Jika massa campuran yang dibakar adalah 76 gram, maka massa gas etana di dalam campuran gas tersebut (Ar C= 12 H = 1 O = 16) adalah…</p>
168 <ol><li>16 gram</li>
168 <ol><li>16 gram</li>
169 <li>30 gram</li>
169 <li>30 gram</li>
170 <li>32 gram</li>
170 <li>32 gram</li>
171 <li>44 gram</li>
171 <li>44 gram</li>
172 <li>60 gram</li>
172 <li>60 gram</li>
173 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>E</strong></p>
173 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>E</strong></p>
174 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
174 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
175 <p>Metana = CH4 (Mr = 16) Massa etana = x gram (sebagai komponen yang ditanya)</p>
175 <p>Metana = CH4 (Mr = 16) Massa etana = x gram (sebagai komponen yang ditanya)</p>
176 <p>Etana = C2H6 (Mr = 30) Massa metana = (76 - x) gram</p>
176 <p>Etana = C2H6 (Mr = 30) Massa metana = (76 - x) gram</p>
177 <p>Reaksi pembakaran etana:</p>
177 <p>Reaksi pembakaran etana:</p>
178 <p>C2H6 + O2 → 2CO2 + 3H2O</p>
178 <p>C2H6 + O2 → 2CO2 + 3H2O</p>
179 <p><em><i> </i></em></p>
179 <p><em><i> </i></em></p>
180 <p>Reaksi pembakaran metana:</p>
180 <p>Reaksi pembakaran metana:</p>
181 <p>CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O</p>
181 <p>CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O</p>
182 <p>Mol CO2 total = 5 mol</p>
182 <p>Mol CO2 total = 5 mol</p>
183 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Kesetimbangan Kimia</strong></p>
183 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Kesetimbangan Kimia</strong></p>
184 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Pergeseran Kesetimbangan dan Faktor yang Mempengaruhi…</strong></p>
184 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Pergeseran Kesetimbangan dan Faktor yang Mempengaruhi…</strong></p>
185 <p>12. Di bawah ini adalah produksi NH3dalam reaksi:</p>
185 <p>12. Di bawah ini adalah produksi NH3dalam reaksi:</p>
186 <p>N2(<em><i>g</i></em>) + 3H2(<em><i>g</i></em>) 2NH3(<em><i>g</i></em>) ΔH = -92,2 kJ</p>
186 <p>N2(<em><i>g</i></em>) + 3H2(<em><i>g</i></em>) 2NH3(<em><i>g</i></em>) ΔH = -92,2 kJ</p>
187 <p>Jika diketahui pada suhu 25 ℃ nilai Kc = 3,5 × 108, maka pernyataan berikut ini yang benar adalah…</p>
187 <p>Jika diketahui pada suhu 25 ℃ nilai Kc = 3,5 × 108, maka pernyataan berikut ini yang benar adalah…</p>
188 <ol><li>jika suhu turun, produksi meningkat</li>
188 <ol><li>jika suhu turun, produksi meningkat</li>
189 <li>ditambah katalis, produksi menurun</li>
189 <li>ditambah katalis, produksi menurun</li>
190 <li>jika volume turun, produksi menurun</li>
190 <li>jika volume turun, produksi menurun</li>
191 <li>proses produksinya disebut dengan proses Kontak</li>
191 <li>proses produksinya disebut dengan proses Kontak</li>
192 <li>pengurangan konsentrasi N2, produksi meningkat</li>
192 <li>pengurangan konsentrasi N2, produksi meningkat</li>
193 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>A</strong></p>
193 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>A</strong></p>
194 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
194 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
195 <p>Produksi NH3 disebut dengan proses Haber-Bosch dengan reaksi</p>
195 <p>Produksi NH3 disebut dengan proses Haber-Bosch dengan reaksi</p>
196 <p>N2(<em><i>g</i></em>) + 3H2(<em><i>g</i></em>) 2NH3(<em><i>g</i></em>) ΔH = -92,2 kJ (reaksi eksoterm)</p>
196 <p>N2(<em><i>g</i></em>) + 3H2(<em><i>g</i></em>) 2NH3(<em><i>g</i></em>) ΔH = -92,2 kJ (reaksi eksoterm)</p>
197 <p>Maka, pernyataan yang tepat yaitu:</p>
197 <p>Maka, pernyataan yang tepat yaitu:</p>
198 <ul><li>jika suhu turun, akan bergeser ke eksoterm maka produksi meningkat.</li>
198 <ul><li>jika suhu turun, akan bergeser ke eksoterm maka produksi meningkat.</li>
199 <li>ditambah katalis, reaksi akan semakin cepat, tidak berpengaruh pada hasil produksi.</li>
199 <li>ditambah katalis, reaksi akan semakin cepat, tidak berpengaruh pada hasil produksi.</li>
200 <li>jika volume turun, akan bergeser ke koefisien kecil maka produksi akan meningkat.</li>
200 <li>jika volume turun, akan bergeser ke koefisien kecil maka produksi akan meningkat.</li>
201 <li>pengurangan konsentrasi N2, akan bergeser ke arah reaktan,jadi produksi menurun.</li>
201 <li>pengurangan konsentrasi N2, akan bergeser ke arah reaktan,jadi produksi menurun.</li>
202 </ul><p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Sifat Koligatif Larutan</strong></p>
202 </ul><p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Sifat Koligatif Larutan</strong></p>
203 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Kenaikan </strong><strong>T</strong><strong>itik Didih</strong></p>
203 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Kenaikan </strong><strong>T</strong><strong>itik Didih</strong></p>
204 <p>13. Struktur molekul PVC dapat dinyatakan (-CH2 -CHCl-)n. Larutan yang mengandung 12,5 gram bahan tersebut dalam 500 gram benzena mendidih pada suhu 80,11℃. Jika harga Kb 2,5 ℃/molal dan titik didih benzena 80,10 ℃, maka harga n (Ar H = 1, C = 12, Cl = 35,5) adalah…</p>
204 <p>13. Struktur molekul PVC dapat dinyatakan (-CH2 -CHCl-)n. Larutan yang mengandung 12,5 gram bahan tersebut dalam 500 gram benzena mendidih pada suhu 80,11℃. Jika harga Kb 2,5 ℃/molal dan titik didih benzena 80,10 ℃, maka harga n (Ar H = 1, C = 12, Cl = 35,5) adalah…</p>
205 <ol><li>50</li>
205 <ol><li>50</li>
206 <li>100</li>
206 <li>100</li>
207 <li>500</li>
207 <li>500</li>
208 <li>1000</li>
208 <li>1000</li>
209 <li>1500</li>
209 <li>1500</li>
210 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
210 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
211 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
211 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
212 <p>Diketahui:</p>
212 <p>Diketahui:</p>
213 <p>massa PVC (terlarut) = 12,5 gram; Tb = 80,11 ℃; Kb = 2,5 ℃/molal</p>
213 <p>massa PVC (terlarut) = 12,5 gram; Tb = 80,11 ℃; Kb = 2,5 ℃/molal</p>
214 <p>massa benzena (pelarut) = 500 gram; ΔTb = 80,11 ℃ - 80,10 ℃ = 0,01 ℃</p>
214 <p>massa benzena (pelarut) = 500 gram; ΔTb = 80,11 ℃ - 80,10 ℃ = 0,01 ℃</p>
215 <p>(Rumus Empiris)n = Rumus Molekul</p>
215 <p>(Rumus Empiris)n = Rumus Molekul</p>
216 <p>(Mr Empiris)n = Mr Molekul</p>
216 <p>(Mr Empiris)n = Mr Molekul</p>
217 <p>(62,5)n = 6250 </p>
217 <p>(62,5)n = 6250 </p>
218 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><a><strong>Termokimia</strong></a></h2>
218 <h2><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><a><strong>Termokimia</strong></a></h2>
219 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Penentuan Perubahan Entalpi</strong></p>
219 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Penentuan Perubahan Entalpi</strong></p>
220 <p>14. Diketahui energi rata-rata sebagai berikut:</p>
220 <p>14. Diketahui energi rata-rata sebagai berikut:</p>
221 <p>C - H = 414 kJ/mol H - Cl = 432 kJ/mol</p>
221 <p>C - H = 414 kJ/mol H - Cl = 432 kJ/mol</p>
222 <p>Cl - Cl = 244 kJ/mol C - Cl = 326 kJ/mol</p>
222 <p>Cl - Cl = 244 kJ/mol C - Cl = 326 kJ/mol</p>
223 <p>Perubahan entalpi untuk 3,2 gram metana pada reaksi:</p>
223 <p>Perubahan entalpi untuk 3,2 gram metana pada reaksi:</p>
224 <p>CH4(<em><i>g</i></em>) + Cl2(<em><i>g</i></em>) → CH3Cl(<em><i>g</i></em>) + HCl(<em><i>g</i></em>) adalah … kJ. (Ar C = 12, H = 1)</p>
224 <p>CH4(<em><i>g</i></em>) + Cl2(<em><i>g</i></em>) → CH3Cl(<em><i>g</i></em>) + HCl(<em><i>g</i></em>) adalah … kJ. (Ar C = 12, H = 1)</p>
225 <ol><li>-20</li>
225 <ol><li>-20</li>
226 <li>+20</li>
226 <li>+20</li>
227 <li>-80</li>
227 <li>-80</li>
228 <li>+100</li>
228 <li>+100</li>
229 <li>-100</li>
229 <li>-100</li>
230 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>A</strong></p>
230 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>A</strong></p>
231 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
231 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
232 <p>Persamaan reaksi:</p>
232 <p>Persamaan reaksi:</p>
233 <p>ΔH = ∑H reaktan - ∑H produk</p>
233 <p>ΔH = ∑H reaktan - ∑H produk</p>
234 <p>ΔH = 658 - 758 = -100 kJ/mol</p>
234 <p>ΔH = 658 - 758 = -100 kJ/mol</p>
235 <p>Maka untuk 3,2 gram metana dilepaskan kalor sebesar 100 kJ/mol.</p>
235 <p>Maka untuk 3,2 gram metana dilepaskan kalor sebesar 100 kJ/mol.</p>
236 <p>ΔHr = 0,2 mol × -100 kJ/mol = -20 kJ</p>
236 <p>ΔHr = 0,2 mol × -100 kJ/mol = -20 kJ</p>
237 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Termokimia</strong></p>
237 <p><strong>Topik</strong> <strong>: </strong><strong>Termokimia</strong></p>
238 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Penentuan Perubahan Entalpi</strong></p>
238 <p><strong>Subtopik</strong> <strong>: </strong><strong>Penentuan Perubahan Entalpi</strong></p>
239 <p>15. Etanol, disebut juga etil alkohol, memiliki rumus molekul C2H5OH adalah sejenis cairan yang mudah menguap dan mudah terbakar sehingga etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Jika spiritus dianggap hanya mengandung etanol, berapa gram spiritus yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 100 gram air dari 20℃ menjadi 50 ℃? Diketahui:</p>
239 <p>15. Etanol, disebut juga etil alkohol, memiliki rumus molekul C2H5OH adalah sejenis cairan yang mudah menguap dan mudah terbakar sehingga etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Jika spiritus dianggap hanya mengandung etanol, berapa gram spiritus yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 100 gram air dari 20℃ menjadi 50 ℃? Diketahui:</p>
240 <p>∆Hof H2O(g) = -240 kJ/mol</p>
240 <p>∆Hof H2O(g) = -240 kJ/mol</p>
241 <p>∆Hof CO2(g) = -394 kJ/mol</p>
241 <p>∆Hof CO2(g) = -394 kJ/mol</p>
242 <p>∆Hof C2H5OH = -277 kJ/mol</p>
242 <p>∆Hof C2H5OH = -277 kJ/mol</p>
243 <p>kalor jenis air = 4,2 J/gK</p>
243 <p>kalor jenis air = 4,2 J/gK</p>
244 <p>Ar C = 12, H = 1, O = 16</p>
244 <p>Ar C = 12, H = 1, O = 16</p>
245 <ol><li>0,235 gram</li>
245 <ol><li>0,235 gram</li>
246 <li>0,47 gram</li>
246 <li>0,47 gram</li>
247 <li>0,94 gram</li>
247 <li>0,94 gram</li>
248 <li>6,3 gram</li>
248 <li>6,3 gram</li>
249 <li>12,6 gram</li>
249 <li>12,6 gram</li>
250 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
250 </ol><p><strong>Kunci</strong> <strong>: </strong><strong>B</strong></p>
251 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
251 <p><strong>Pembahasan</strong> <strong>:</strong></p>
252 <p>Mr etanol = 46 g/mol; ∆T = 50 ℃ - 20 ℃ = 30 ℃ = 30 K</p>
252 <p>Mr etanol = 46 g/mol; ∆T = 50 ℃ - 20 ℃ = 30 ℃ = 30 K</p>
253 <p>Reaksi pembakaran etanol adalah: C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O</p>
253 <p>Reaksi pembakaran etanol adalah: C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O</p>
254 <p>∆H = produk -reaktan</p>
254 <p>∆H = produk -reaktan</p>
255 <p>= (2×(-394) + 3×(-240)) - (-277 + 0)</p>
255 <p>= (2×(-394) + 3×(-240)) - (-277 + 0)</p>
256 <p>= -1231 kJ/mol</p>
256 <p>= -1231 kJ/mol</p>
257 <p>Nah, itulah beberapa kumpulan latihan soal UTBK Kimia yang bisa kamu jadikan bahan belajarmu untuk persiapan SBMPTN 2022 mendatang. Mau dapat persiapan ekstra untuk UTBK? Kamu bisa bergabung di dalam #PelatnasUTBK! Dapatkan program harian yang dirancang khusus oleh tim Ruangguru untuk membantu persiapanmu. Tidak hanya materi pelajaran, #PelatnasUTBK juga akan memberikan pelatihan kesiapan mental, sehingga fisik dan mentalmu lebih siap dan optimal. Daftar dengan klik di bawah ini ya.</p>
257 <p>Nah, itulah beberapa kumpulan latihan soal UTBK Kimia yang bisa kamu jadikan bahan belajarmu untuk persiapan SBMPTN 2022 mendatang. Mau dapat persiapan ekstra untuk UTBK? Kamu bisa bergabung di dalam #PelatnasUTBK! Dapatkan program harian yang dirancang khusus oleh tim Ruangguru untuk membantu persiapanmu. Tidak hanya materi pelajaran, #PelatnasUTBK juga akan memberikan pelatihan kesiapan mental, sehingga fisik dan mentalmu lebih siap dan optimal. Daftar dengan klik di bawah ini ya.</p>
258 <p>Yuk, berlatih lebih banyak soal lagi dengan ikut tryout UTBK di <a>ruanguji</a>. <em>Psst</em>, soal-soal dan sistem penilaiannya sama seperti UTBK aslinya, <em>lho</em>! Yakin nggak mau cobain?</p>
258 <p>Yuk, berlatih lebih banyak soal lagi dengan ikut tryout UTBK di <a>ruanguji</a>. <em>Psst</em>, soal-soal dan sistem penilaiannya sama seperti UTBK aslinya, <em>lho</em>! Yakin nggak mau cobain?</p>
259  
259