0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Tahukah kamu apa yang dimaksud majas sindiran? Apa saja ya macam-macam majas sindiran itu?</em><em>Artikel ini akan menjelaskan pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga masing-masing contoh majas sindiran. Yuk, simak!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Tahukah kamu apa yang dimaksud majas sindiran? Apa saja ya macam-macam majas sindiran itu?</em><em>Artikel ini akan menjelaskan pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga masing-masing contoh majas sindiran. Yuk, simak!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Ketika menonton film, pasti kamu pernah<em>deh</em>menemukan adegan karakternya yang sedang bertengkar atau beradu argumen.<em>Nah</em>, ungkapan adu argumen yang disampaikan bisa bermakna secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, seperti pada salah satu adegan dalam film Ada Apa Dengan Cinta, ini:</p>
3
<p>Ketika menonton film, pasti kamu pernah<em>deh</em>menemukan adegan karakternya yang sedang bertengkar atau beradu argumen.<em>Nah</em>, ungkapan adu argumen yang disampaikan bisa bermakna secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, seperti pada salah satu adegan dalam film Ada Apa Dengan Cinta, ini:</p>
4
<p>“Lo tuh<em>ga mau</em>minta maaf sama gue. Lo tuh cuma nyakitin gue, ngejelek-jelekin gue ama temen-temen gue. Gue bilang tuh ya,<strong>lo tuh bener-bener sakit jiwa</strong>!”</p>
4
<p>“Lo tuh<em>ga mau</em>minta maaf sama gue. Lo tuh cuma nyakitin gue, ngejelek-jelekin gue ama temen-temen gue. Gue bilang tuh ya,<strong>lo tuh bener-bener sakit jiwa</strong>!”</p>
5
<p><em>Adegan Cinta marah pada Rangga (sumber: hipwee)</em></p>
5
<p><em>Adegan Cinta marah pada Rangga (sumber: hipwee)</em></p>
6
<p>Saat itu karakter Cinta sedang marah pada karakter Rangga, karena menurutnya Rangga tidak meminta maaf atas ucapan Rangga yang menyakiti hatinya.</p>
6
<p>Saat itu karakter Cinta sedang marah pada karakter Rangga, karena menurutnya Rangga tidak meminta maaf atas ucapan Rangga yang menyakiti hatinya.</p>
7
<p>Cinta merasa ia malah menjelek-jelekkan Cinta dengan teman-temannya.<em>Hmmm</em>, kira-kira, ungkapan yang dikatakan Cinta kepada Rangga ini namanya apa ya?</p>
7
<p>Cinta merasa ia malah menjelek-jelekkan Cinta dengan teman-temannya.<em>Hmmm</em>, kira-kira, ungkapan yang dikatakan Cinta kepada Rangga ini namanya apa ya?</p>
8
<p>Bentuk protes, ejekan, keluhan dan lain-lain yang mengungkapkan perasaan kesal dan marah dari suatu karakter ini disebut dengan majas sindiran.</p>
8
<p>Bentuk protes, ejekan, keluhan dan lain-lain yang mengungkapkan perasaan kesal dan marah dari suatu karakter ini disebut dengan majas sindiran.</p>
9
<p>Hayo, sebelumnya kamu masih ingat nggak apa itu majas? Majas adalah<strong>bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup</strong>.</p>
9
<p>Hayo, sebelumnya kamu masih ingat nggak apa itu majas? Majas adalah<strong>bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup</strong>.</p>
10
<p>Majas memiliki beberapa jenis, yaitu majas penegasan, dan majas perbandingan, majas perbandingan, dan majas sindiran. Kali ini, materi yang akan kita bahas adalah jenis-jenis majas sindiran, ya.</p>
10
<p>Majas memiliki beberapa jenis, yaitu majas penegasan, dan majas perbandingan, majas perbandingan, dan majas sindiran. Kali ini, materi yang akan kita bahas adalah jenis-jenis majas sindiran, ya.</p>
11
<p>Baca Juga:<a>Pahami Pengertian Majas, Jenis, dan Contohnya</a></p>
11
<p>Baca Juga:<a>Pahami Pengertian Majas, Jenis, dan Contohnya</a></p>
12
<h2>Pengertian Majas Sindiran</h2>
12
<h2>Pengertian Majas Sindiran</h2>
13
<p><strong>Majas sindiran adalah majas yang digunakan untuk menyindir seseorang</strong>. Majas sindiran bertujuan untuk mengungkapkan maksud dengan cara menyindir agar meningkatkan kesan dan makna kata terhadap pembaca atau pendengar.</p>
13
<p><strong>Majas sindiran adalah majas yang digunakan untuk menyindir seseorang</strong>. Majas sindiran bertujuan untuk mengungkapkan maksud dengan cara menyindir agar meningkatkan kesan dan makna kata terhadap pembaca atau pendengar.</p>
14
<p><em>Nah</em>, yang dikatakan oleh Cinta ini bukan makna sebenarnya. Cinta tidak benar-benar mengatakan bahwa Rangga itu ‘sakit jiwa’, akan tetapi karakter Cinta hanya mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku Rangga.</p>
14
<p><em>Nah</em>, yang dikatakan oleh Cinta ini bukan makna sebenarnya. Cinta tidak benar-benar mengatakan bahwa Rangga itu ‘sakit jiwa’, akan tetapi karakter Cinta hanya mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku Rangga.</p>
15
<p>Cinta menyindir dengan mengatakan Rangga ‘sakit jiwa’ karena menurut Cinta, Rangga tidak meminta maaf setelah menyakiti perasaannya, tapi malah menjelek-jelekkannya.</p>
15
<p>Cinta menyindir dengan mengatakan Rangga ‘sakit jiwa’ karena menurut Cinta, Rangga tidak meminta maaf setelah menyakiti perasaannya, tapi malah menjelek-jelekkannya.</p>
16
<p>Di beberapa keadaan, sindiran ini bisa menggunakan kata-kata yang vulgar atau kasar. Namun, tidak jarang juga majas sindiran disampaikan dengan cara yang halus.</p>
16
<p>Di beberapa keadaan, sindiran ini bisa menggunakan kata-kata yang vulgar atau kasar. Namun, tidak jarang juga majas sindiran disampaikan dengan cara yang halus.</p>
17
<p>“Kamu cita-citanya jadi dokter ya? Soalnya tulisanmu bagus banget, aku nggak bisa membacanya..”</p>
17
<p>“Kamu cita-citanya jadi dokter ya? Soalnya tulisanmu bagus banget, aku nggak bisa membacanya..”</p>
18
<p><em>Ilustrasi majas sindiran; tulisan dokter (sumber: twitter)</em></p>
18
<p><em>Ilustrasi majas sindiran; tulisan dokter (sumber: twitter)</em></p>
19
<p>Dari contoh di atas, kamu sudah bisa mengetahui maksud kalimatnya adalah menyindir seseorang yang tulisannya tidak terbaca, seperti tulisan dokter.</p>
19
<p>Dari contoh di atas, kamu sudah bisa mengetahui maksud kalimatnya adalah menyindir seseorang yang tulisannya tidak terbaca, seperti tulisan dokter.</p>
20
<p>Jadi, secara tidak langsung orang tersebut memberi tahu bahwa seseorang yang tulisannya jelek itu harusnya bisa membuat tulisan yang rapi dan terbaca.</p>
20
<p>Jadi, secara tidak langsung orang tersebut memberi tahu bahwa seseorang yang tulisannya jelek itu harusnya bisa membuat tulisan yang rapi dan terbaca.</p>
21
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Majas Perbandingan, Jenis, dan Contohnya</a></p>
21
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Majas Perbandingan, Jenis, dan Contohnya</a></p>
22
<h2>Ciri-Ciri Majas Sindiran</h2>
22
<h2>Ciri-Ciri Majas Sindiran</h2>
23
<p>Untuk membedakan majas sindiran dengan jenis-jenis majas yang lain, berikut ciri-ciri majas sindiran yang bisa kamu pahami:</p>
23
<p>Untuk membedakan majas sindiran dengan jenis-jenis majas yang lain, berikut ciri-ciri majas sindiran yang bisa kamu pahami:</p>
24
<ul><li>Bersifat untuk menyindir atau menyampaikan kritik untuk seseorang. Namun, menggunakan kata kiasan, sehingga tidak terkesan seperti mengejek atau memojok.</li>
24
<ul><li>Bersifat untuk menyindir atau menyampaikan kritik untuk seseorang. Namun, menggunakan kata kiasan, sehingga tidak terkesan seperti mengejek atau memojok.</li>
25
<li>Diungkapkan secara halus agar dapat diterima dan tidak menyakiti hati si pendengar.</li>
25
<li>Diungkapkan secara halus agar dapat diterima dan tidak menyakiti hati si pendengar.</li>
26
<li>Mengandung makna yang tidak sebenarnya. Artinya, apa yang disampaikan pada majas ini belum tentu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Karena sifatnya menyindir secara halus.</li>
26
<li>Mengandung makna yang tidak sebenarnya. Artinya, apa yang disampaikan pada majas ini belum tentu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Karena sifatnya menyindir secara halus.</li>
27
</ul><h2>Jenis-Jenis Majas Sindiran</h2>
27
</ul><h2>Jenis-Jenis Majas Sindiran</h2>
28
<p>Majas sindiran terdiri dari lima jenis. Apa saja ya kira-kira? Macam-macam majas sindiran, antara lain majas ironi, majas sinisme, majas sarkasme, majas satire, dan majas innuendo. Kira-kira apa saja yang pengertian dan contohnya?<em>Yuk</em>simak penjelasan di bawah ini!</p>
28
<p>Majas sindiran terdiri dari lima jenis. Apa saja ya kira-kira? Macam-macam majas sindiran, antara lain majas ironi, majas sinisme, majas sarkasme, majas satire, dan majas innuendo. Kira-kira apa saja yang pengertian dan contohnya?<em>Yuk</em>simak penjelasan di bawah ini!</p>
29
<h3>1. Majas Ironi</h3>
29
<h3>1. Majas Ironi</h3>
30
<p>Majas ironi adalah majas yang menggunakan kata-kata yang<strong>bertentangan dengan makna sesungguhnya</strong>. Biasanya, pada bagian awal, biasanya menyebutkan kata-kata yang maknanya meninggikan lawan bicara.</p>
30
<p>Majas ironi adalah majas yang menggunakan kata-kata yang<strong>bertentangan dengan makna sesungguhnya</strong>. Biasanya, pada bagian awal, biasanya menyebutkan kata-kata yang maknanya meninggikan lawan bicara.</p>
31
<p>Tapi, di akhir majas mengandung kata-kata yang menjatuhkan lawan bicara. Majas ironi merupakan salah satu jenis majas sindiran yang sifatnya paling halus dibanding dengan majas sindiran lainnya.</p>
31
<p>Tapi, di akhir majas mengandung kata-kata yang menjatuhkan lawan bicara. Majas ironi merupakan salah satu jenis majas sindiran yang sifatnya paling halus dibanding dengan majas sindiran lainnya.</p>
32
<h4>Contoh Majas Ironi</h4>
32
<h4>Contoh Majas Ironi</h4>
33
<p>Berikut adalah beberapa contoh majas ironi:</p>
33
<p>Berikut adalah beberapa contoh majas ironi:</p>
34
<ol><li>Kamu cepat sekali datang, sampai acaranya sudah keburu selesai.</li>
34
<ol><li>Kamu cepat sekali datang, sampai acaranya sudah keburu selesai.</li>
35
<li>Sepertinya kamu masih kurang makan, soalnya kamu makan 5 kali sehari.</li>
35
<li>Sepertinya kamu masih kurang makan, soalnya kamu makan 5 kali sehari.</li>
36
<li>Rapormu bagus ya, nilainya merah semua.</li>
36
<li>Rapormu bagus ya, nilainya merah semua.</li>
37
<li>Murid kelas ini rajin semua, tidak ada yang mengumpulkan PR nya sama sekali.</li>
37
<li>Murid kelas ini rajin semua, tidak ada yang mengumpulkan PR nya sama sekali.</li>
38
<li>Pakaianmu bagus-bagus ya, penuh dengan lubang.</li>
38
<li>Pakaianmu bagus-bagus ya, penuh dengan lubang.</li>
39
<li>Desaku indah sekali, sampah-sampah berserakan di mana-mana.</li>
39
<li>Desaku indah sekali, sampah-sampah berserakan di mana-mana.</li>
40
<li>Kasur ini nyaman sekali, sampai-sampai punggungku sakit.</li>
40
<li>Kasur ini nyaman sekali, sampai-sampai punggungku sakit.</li>
41
<li>Badannya wangi sekali ya, sehingga orang-orang di sekitarnya harus menahan napas.</li>
41
<li>Badannya wangi sekali ya, sehingga orang-orang di sekitarnya harus menahan napas.</li>
42
<li>Selera musikmu bagus ya, sampai aku harus tutup telinga.</li>
42
<li>Selera musikmu bagus ya, sampai aku harus tutup telinga.</li>
43
<li>Makanan ini enak sekali, aku bahkan sampai mau muntah.</li>
43
<li>Makanan ini enak sekali, aku bahkan sampai mau muntah.</li>
44
<li>Cepat sekali kau datang sehingga para undangan telah lama meninggalkan tempat ini.</li>
44
<li>Cepat sekali kau datang sehingga para undangan telah lama meninggalkan tempat ini.</li>
45
<li>Bagus sekali kamu yang sukanya mencoret-coret di tembok.</li>
45
<li>Bagus sekali kamu yang sukanya mencoret-coret di tembok.</li>
46
<li>Kota itu terkenal sebagai kota paling bersih. Setiap sudut kota selalu terlihat sampah yang berserakan.</li>
46
<li>Kota itu terkenal sebagai kota paling bersih. Setiap sudut kota selalu terlihat sampah yang berserakan.</li>
47
<li>Tulisanmu sangat rapi, seperti anak TK yang baru belajar menulis.</li>
47
<li>Tulisanmu sangat rapi, seperti anak TK yang baru belajar menulis.</li>
48
<li>Leni sangat pandai memasak, hampir semua masakannya<em>nggak</em>ada rasanya.</li>
48
<li>Leni sangat pandai memasak, hampir semua masakannya<em>nggak</em>ada rasanya.</li>
49
<li>Buah mangga ini manis sekali, hingga aku tak sanggup memakannya.</li>
49
<li>Buah mangga ini manis sekali, hingga aku tak sanggup memakannya.</li>
50
<li>Tubuh Fazri sangat kuat, bahkan beban seringan ini saja ia tak sanggup untuk mengangkatnya.</li>
50
<li>Tubuh Fazri sangat kuat, bahkan beban seringan ini saja ia tak sanggup untuk mengangkatnya.</li>
51
<li>Wah, gambarmu bagus sekali, hingga aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau gambar.</li>
51
<li>Wah, gambarmu bagus sekali, hingga aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau gambar.</li>
52
<li>Aku sangat senang saat dia ada dikamarku. Suara dan apapun yang kau lakukan membuat ku tak bisa konsentrasi belajar.</li>
52
<li>Aku sangat senang saat dia ada dikamarku. Suara dan apapun yang kau lakukan membuat ku tak bisa konsentrasi belajar.</li>
53
<li>Dia orang yang sangat rapi dan pandai menjaga barang milik orang lain. Sekian banyak barang ku yang ia pinjam, tak satupun kembali padaku. Semua hilang tak tahu kemana.</li>
53
<li>Dia orang yang sangat rapi dan pandai menjaga barang milik orang lain. Sekian banyak barang ku yang ia pinjam, tak satupun kembali padaku. Semua hilang tak tahu kemana.</li>
54
</ol><p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Penegasan beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
54
</ol><p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Penegasan beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
55
<h3>2. Majas Sinisme</h3>
55
<h3>2. Majas Sinisme</h3>
56
<p>Majas sinisme adalah majas yang digunakan<strong>untuk menyindir seseorang secara terang-terangan.</strong>Majas sinisme biasanya digunakan untuk mengungkapkan sindiran, kritik, atau cemoohan terhadap suatu kebaikan atau sifat baik manusia.</p>
56
<p>Majas sinisme adalah majas yang digunakan<strong>untuk menyindir seseorang secara terang-terangan.</strong>Majas sinisme biasanya digunakan untuk mengungkapkan sindiran, kritik, atau cemoohan terhadap suatu kebaikan atau sifat baik manusia.</p>
57
<h4>Contoh Majas Sinisme</h4>
57
<h4>Contoh Majas Sinisme</h4>
58
<p>Contoh majas sinisme bisa kamu lihat berikut ini:</p>
58
<p>Contoh majas sinisme bisa kamu lihat berikut ini:</p>
59
<ol><li>Dia muak melihat kakaknya terus menerus di sebelahnya.</li>
59
<ol><li>Dia muak melihat kakaknya terus menerus di sebelahnya.</li>
60
<li>Belum berkata saja, dia sudah bosan mendengarmu.</li>
60
<li>Belum berkata saja, dia sudah bosan mendengarmu.</li>
61
<li>Aku ingin menyandungmu agar tidak berlari terus.</li>
61
<li>Aku ingin menyandungmu agar tidak berlari terus.</li>
62
<li>Perbuatanmu memalukan satu kota.</li>
62
<li>Perbuatanmu memalukan satu kota.</li>
63
<li>Kamu mengecewakan satu negara.</li>
63
<li>Kamu mengecewakan satu negara.</li>
64
<li>Kamu bernapas saja membuatku kesal.</li>
64
<li>Kamu bernapas saja membuatku kesal.</li>
65
<li>Aku ingin kabur jika kamu terus duduk di sebelahku.</li>
65
<li>Aku ingin kabur jika kamu terus duduk di sebelahku.</li>
66
<li>Dia sampai ingin loncat dari tebing supaya berhenti bertengkar dengan temannya.</li>
66
<li>Dia sampai ingin loncat dari tebing supaya berhenti bertengkar dengan temannya.</li>
67
<li>Kakaknya ingin sekali menyumpal mulut adiknya agar berhenti menangis.</li>
67
<li>Kakaknya ingin sekali menyumpal mulut adiknya agar berhenti menangis.</li>
68
<li>Aku bahkan berharap menjadi tuli agar tidak bisa mendengar ocehannya.</li>
68
<li>Aku bahkan berharap menjadi tuli agar tidak bisa mendengar ocehannya.</li>
69
<li>Bau mulutmu sungguh memabukkan. Apakah kau tak pernah gosok gigi?</li>
69
<li>Bau mulutmu sungguh memabukkan. Apakah kau tak pernah gosok gigi?</li>
70
<li>Apakah dia tak punya hati? Teganya meninggalkan anak dan istrinya begitu lama.</li>
70
<li>Apakah dia tak punya hati? Teganya meninggalkan anak dan istrinya begitu lama.</li>
71
<li>Kenapa kamu seperti orang kelelahan? Padahal kerjaanmu hanya makan dan duduk saja</li>
71
<li>Kenapa kamu seperti orang kelelahan? Padahal kerjaanmu hanya makan dan duduk saja</li>
72
<li>Lulusan S2 tapi tidak bisa diandalkan sama sekali, bisamu apa?</li>
72
<li>Lulusan S2 tapi tidak bisa diandalkan sama sekali, bisamu apa?</li>
73
<li>Baru satu hari mulai kerja, tapi sudah membuat masalah.</li>
73
<li>Baru satu hari mulai kerja, tapi sudah membuat masalah.</li>
74
<li>Badanmu memang besar, tetapi untung mengangkat benda ini saja kamu tidak bisa. </li>
74
<li>Badanmu memang besar, tetapi untung mengangkat benda ini saja kamu tidak bisa. </li>
75
<li>Padahal kamu dari keluarga terpandang, tak sepantasnya melakukan perbuatan rendah seperti itu.</li>
75
<li>Padahal kamu dari keluarga terpandang, tak sepantasnya melakukan perbuatan rendah seperti itu.</li>
76
<li>Bagaimana bisa kamu akan juara kelas kalau kerjaanmu hanya bermain<em>game online</em>setiap hari.</li>
76
<li>Bagaimana bisa kamu akan juara kelas kalau kerjaanmu hanya bermain<em>game online</em>setiap hari.</li>
77
<li><em>Haduh</em>, diberi pekerjaan ringan saja malas, apalagi diberi pekerjaan berat. Maumu apa<em>sih</em>?</li>
77
<li><em>Haduh</em>, diberi pekerjaan ringan saja malas, apalagi diberi pekerjaan berat. Maumu apa<em>sih</em>?</li>
78
<li>Kamu mengurus diri sendiri saja<em>nggak</em>bisa, apalagi mengurus rumah tangga.</li>
78
<li>Kamu mengurus diri sendiri saja<em>nggak</em>bisa, apalagi mengurus rumah tangga.</li>
79
</ol><h3>3. Majas Sarkasme </h3>
79
</ol><h3>3. Majas Sarkasme </h3>
80
<p>Majas sarkasme adalah majas yang penyampaiannya dilakukan me<strong>nggunakan kata-kata sarkas yang kasar dan keras</strong>. Biasanya, orang-orang akan menggunakan majas sarkasme ketika sedang marah besar.</p>
80
<p>Majas sarkasme adalah majas yang penyampaiannya dilakukan me<strong>nggunakan kata-kata sarkas yang kasar dan keras</strong>. Biasanya, orang-orang akan menggunakan majas sarkasme ketika sedang marah besar.</p>
81
<h4>Contoh Majas Sarkasme</h4>
81
<h4>Contoh Majas Sarkasme</h4>
82
<p>Contoh majas sarkasme adalah sebagai berikut:</p>
82
<p>Contoh majas sarkasme adalah sebagai berikut:</p>
83
<ol><li>Mulutmu memang setajam pisau dari dulu.</li>
83
<ol><li>Mulutmu memang setajam pisau dari dulu.</li>
84
<li>Kamu harus tahan dengan mulutnya yang berbisa seperti ular itu.</li>
84
<li>Kamu harus tahan dengan mulutnya yang berbisa seperti ular itu.</li>
85
<li>Dia bekerja sangat lambat seperti siput.</li>
85
<li>Dia bekerja sangat lambat seperti siput.</li>
86
<li>Kamu makan seperti orang yang belum makan selama 5 tahun.</li>
86
<li>Kamu makan seperti orang yang belum makan selama 5 tahun.</li>
87
<li>Tidak perlu terpukau dengan gedung-gedung tinggi, macam orang desa saja.</li>
87
<li>Tidak perlu terpukau dengan gedung-gedung tinggi, macam orang desa saja.</li>
88
<li>Bisakah berhenti bicara? Mulutmu seperti burung yang berkicau.</li>
88
<li>Bisakah berhenti bicara? Mulutmu seperti burung yang berkicau.</li>
89
<li>Aku tidak percaya dia masih takut gelap, seperti anak kecil.</li>
89
<li>Aku tidak percaya dia masih takut gelap, seperti anak kecil.</li>
90
<li>Tulisanmu jelek sekali seperti ceker ayam.</li>
90
<li>Tulisanmu jelek sekali seperti ceker ayam.</li>
91
<li>Badanmu bau seperti kembang sepatu, ya.</li>
91
<li>Badanmu bau seperti kembang sepatu, ya.</li>
92
<li>Kenapa kamu makan sambil berjalan seperti ayam?</li>
92
<li>Kenapa kamu makan sambil berjalan seperti ayam?</li>
93
<li>Putih banget wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.</li>
93
<li>Putih banget wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.</li>
94
<li>Kamu hanya sampah masyarakat tahu!</li>
94
<li>Kamu hanya sampah masyarakat tahu!</li>
95
<li>Pemalas! Mengapa kamu tidak membuat tugas?</li>
95
<li>Pemalas! Mengapa kamu tidak membuat tugas?</li>
96
<li>Anda baru lulus kuliah, anak kemarin sore. Jangan sok pintar. Pendapat-pendapat saya jauh lebih brilian.</li>
96
<li>Anda baru lulus kuliah, anak kemarin sore. Jangan sok pintar. Pendapat-pendapat saya jauh lebih brilian.</li>
97
<li>Apakah kau buta? Ada anak kecil di depanmu masih saja kau tabrak.</li>
97
<li>Apakah kau buta? Ada anak kecil di depanmu masih saja kau tabrak.</li>
98
<li>Bahkan keledai saja tidak akan jatuh ke lubang yang sama, kau malah membuat lubang yang sama!</li>
98
<li>Bahkan keledai saja tidak akan jatuh ke lubang yang sama, kau malah membuat lubang yang sama!</li>
99
<li>Dari dulu mulutmu memang berbisa seperti ular!</li>
99
<li>Dari dulu mulutmu memang berbisa seperti ular!</li>
100
<li>Kau pikir aku ini orang bodoh, kau yang bodoh sudah berani berbohong kepadaku!</li>
100
<li>Kau pikir aku ini orang bodoh, kau yang bodoh sudah berani berbohong kepadaku!</li>
101
<li>Jadi koruptor banyak hartanya, kasihan hidupnya lebih banyak di penjara.</li>
101
<li>Jadi koruptor banyak hartanya, kasihan hidupnya lebih banyak di penjara.</li>
102
<li>Dasar playboy kelas teri! Modal dompet tipis dan wajah standar saja sudah berani mempermainkan hati wanita!</li>
102
<li>Dasar playboy kelas teri! Modal dompet tipis dan wajah standar saja sudah berani mempermainkan hati wanita!</li>
103
</ol><h3>4. Majas Satire </h3>
103
</ol><h3>4. Majas Satire </h3>
104
<p>Majas satire adalah majas yang digunakan untuk<strong>mengejek, mengkritik, atau menertawakan suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi.</strong>Biasanya, penyampaiannya berupa balutan komedi atau candaan sebagai bahan tawa.</p>
104
<p>Majas satire adalah majas yang digunakan untuk<strong>mengejek, mengkritik, atau menertawakan suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi.</strong>Biasanya, penyampaiannya berupa balutan komedi atau candaan sebagai bahan tawa.</p>
105
<h4>Contoh Majas Satire</h4>
105
<h4>Contoh Majas Satire</h4>
106
<p>Contoh majas satire di antaranya sebagai berikut:</p>
106
<p>Contoh majas satire di antaranya sebagai berikut:</p>
107
<ol><li>Kamu penulis ya? Pandai sekali mengarang-ngarang cerita.</li>
107
<ol><li>Kamu penulis ya? Pandai sekali mengarang-ngarang cerita.</li>
108
<li>Sepertinya kamu harus mandi air es agar kamu tidak emosi lagi.</li>
108
<li>Sepertinya kamu harus mandi air es agar kamu tidak emosi lagi.</li>
109
<li>Minyak goreng sedang mahal, sehingga kami harus menggunakan minyak yang kami punya sampai menghitam.</li>
109
<li>Minyak goreng sedang mahal, sehingga kami harus menggunakan minyak yang kami punya sampai menghitam.</li>
110
<li>Kenapa dia melakukan hal sekeji itu? Apa dia kesurupan?</li>
110
<li>Kenapa dia melakukan hal sekeji itu? Apa dia kesurupan?</li>
111
<li>Aku yakin cita-citamu ingin menjadi drummer, tidak ada henti-hentinya kamu memukul meja.</li>
111
<li>Aku yakin cita-citamu ingin menjadi drummer, tidak ada henti-hentinya kamu memukul meja.</li>
112
<li>Anakmu mau jadi pemain sepak bola ya? Semuanya selalu ditendang.</li>
112
<li>Anakmu mau jadi pemain sepak bola ya? Semuanya selalu ditendang.</li>
113
<li>Sepertinya mereka harus mendaftar jadi petinju, tidak berhenti bertengkar sejak kemarin.</li>
113
<li>Sepertinya mereka harus mendaftar jadi petinju, tidak berhenti bertengkar sejak kemarin.</li>
114
<li>Sepertinya kalau menggoreng telur di atas kepalanya bisa matang, ia tidak berhenti marah sejak pagi.</li>
114
<li>Sepertinya kalau menggoreng telur di atas kepalanya bisa matang, ia tidak berhenti marah sejak pagi.</li>
115
<li>Kamu seperti kucing jalanan, makanmu rakus sekali.</li>
115
<li>Kamu seperti kucing jalanan, makanmu rakus sekali.</li>
116
<li>Mungkin dia belajar dari koruptor, sudah mulai berani mencuri-curi uang belanja.</li>
116
<li>Mungkin dia belajar dari koruptor, sudah mulai berani mencuri-curi uang belanja.</li>
117
<li>Apa kamu tidak memiliki baju yang lain? Setiap kali kita pergi, kamu selalu mengenakan kostum yang sama. </li>
117
<li>Apa kamu tidak memiliki baju yang lain? Setiap kali kita pergi, kamu selalu mengenakan kostum yang sama. </li>
118
<li>Matamu buta, ya? Masa, barang sebesar ini kamu tidak terlihat. Aduh, yang benar saja, mungkin kamu harus menggunakan kacamata atau kaca pembesar.</li>
118
<li>Matamu buta, ya? Masa, barang sebesar ini kamu tidak terlihat. Aduh, yang benar saja, mungkin kamu harus menggunakan kacamata atau kaca pembesar.</li>
119
<li>Sudah berapa tahun kamu belajar masak? Masakanmu<em>kok</em>rasanya begini-begini saja!</li>
119
<li>Sudah berapa tahun kamu belajar masak? Masakanmu<em>kok</em>rasanya begini-begini saja!</li>
120
<li>Netizen itu reporter yang andal, peristiwa yang sebenarnya tidak pernah terjadi saja bisa menjadi berita.</li>
120
<li>Netizen itu reporter yang andal, peristiwa yang sebenarnya tidak pernah terjadi saja bisa menjadi berita.</li>
121
<li>Nyaman sekali makan di sini, sampai tikus dan kecoa saja ikut bergabung dengan kita.</li>
121
<li>Nyaman sekali makan di sini, sampai tikus dan kecoa saja ikut bergabung dengan kita.</li>
122
<li>Lihat dan malulah sedikit dengan tubuhmu yang kekar dan besar itu. Hanya mengangkat barang ini saja kau tidak kuat.</li>
122
<li>Lihat dan malulah sedikit dengan tubuhmu yang kekar dan besar itu. Hanya mengangkat barang ini saja kau tidak kuat.</li>
123
<li>Apakah tadi hujan? Bajumu terlihat basah. </li>
123
<li>Apakah tadi hujan? Bajumu terlihat basah. </li>
124
<li>Yah namanya juga ahli surga, pasti benar terus.</li>
124
<li>Yah namanya juga ahli surga, pasti benar terus.</li>
125
<li>Apakah bajumu kekurangan bahan? Ketat sekali bajumu, hampir saja perutmu terlihat.</li>
125
<li>Apakah bajumu kekurangan bahan? Ketat sekali bajumu, hampir saja perutmu terlihat.</li>
126
<li>Apa saat ini harga gula terlalu mahal? Kopi ini benar-benar tak ada rasa manisnya sama sekali.</li>
126
<li>Apa saat ini harga gula terlalu mahal? Kopi ini benar-benar tak ada rasa manisnya sama sekali.</li>
127
</ol><p>Baca Juga:<a>Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan, Yuk!</a></p>
127
</ol><p>Baca Juga:<a>Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan, Yuk!</a></p>
128
<h3><strong>5. Majas Innuendo</strong></h3>
128
<h3><strong>5. Majas Innuendo</strong></h3>
129
<p>Majas innuendo adalah yang dipakai untuk menyindir seseorang dengan cara<strong>mengecilkan suatu fakta</strong>. Contoh kalimat bermajas innuendo adalah “<em>tidak apa-apa kalau nilai merahmu di rapor ada sepuluh pada semester dua ini”</em>.</p>
129
<p>Majas innuendo adalah yang dipakai untuk menyindir seseorang dengan cara<strong>mengecilkan suatu fakta</strong>. Contoh kalimat bermajas innuendo adalah “<em>tidak apa-apa kalau nilai merahmu di rapor ada sepuluh pada semester dua ini”</em>.</p>
130
<p>Padahal pada kenyataannya, dengan kondisi ada 10 nilai merah di rapor akan membuat seorang siswa tinggal kelas atau tidak naik kelas.</p>
130
<p>Padahal pada kenyataannya, dengan kondisi ada 10 nilai merah di rapor akan membuat seorang siswa tinggal kelas atau tidak naik kelas.</p>
131
<h4>Contoh Majas Innuendo</h4>
131
<h4>Contoh Majas Innuendo</h4>
132
<p>Berikut contoh majas innuendo lainnya:</p>
132
<p>Berikut contoh majas innuendo lainnya:</p>
133
<ol><li>Kamu bisa menangis karena sedih? Bukankah air matamu air mata buaya?</li>
133
<ol><li>Kamu bisa menangis karena sedih? Bukankah air matamu air mata buaya?</li>
134
<li>Kamu berlebihan sekali, bajumu hanya kena tumpahan makanan, bukan kotoran manusia.</li>
134
<li>Kamu berlebihan sekali, bajumu hanya kena tumpahan makanan, bukan kotoran manusia.</li>
135
<li>Masalah sepele saja kamu mengeluh, bagaimana mau jadi pemimpin?</li>
135
<li>Masalah sepele saja kamu mengeluh, bagaimana mau jadi pemimpin?</li>
136
<li>Obat ini sedikit pahit kok.</li>
136
<li>Obat ini sedikit pahit kok.</li>
137
<li>Disuntik rasanya seperti digigit semut kok, tidak sakit.</li>
137
<li>Disuntik rasanya seperti digigit semut kok, tidak sakit.</li>
138
<li>Kamu ini masih kecil ya? Masa memasang jam dinding saja tidak bisa?</li>
138
<li>Kamu ini masih kecil ya? Masa memasang jam dinding saja tidak bisa?</li>
139
<li>Penakut sekali kamu, padam listrik saja langsung panik.</li>
139
<li>Penakut sekali kamu, padam listrik saja langsung panik.</li>
140
<li>Jangan seperti orang stres begitu, masalahnya sederhana kok.</li>
140
<li>Jangan seperti orang stres begitu, masalahnya sederhana kok.</li>
141
<li>Ini luka kecil, kenapa kamu sampai nangis segala?</li>
141
<li>Ini luka kecil, kenapa kamu sampai nangis segala?</li>
142
<li>Kamu hanya tidak lulus di satu bidang, tidak usah sedih seperti itu.</li>
142
<li>Kamu hanya tidak lulus di satu bidang, tidak usah sedih seperti itu.</li>
143
<li>Kenapa harus bangga dengan kekayaannya? Dia kaya kan karena warisan saja.</li>
143
<li>Kenapa harus bangga dengan kekayaannya? Dia kaya kan karena warisan saja.</li>
144
<li>Tidak heran kalau dia memiliki banyak harta. Semua itu karena dia pandai merayu dan menipu.</li>
144
<li>Tidak heran kalau dia memiliki banyak harta. Semua itu karena dia pandai merayu dan menipu.</li>
145
<li>Dia mendapat juara lagi? Pantas saja dia kan anak dari ketua panitianya.</li>
145
<li>Dia mendapat juara lagi? Pantas saja dia kan anak dari ketua panitianya.</li>
146
<li>Begitu aja kok takut? Dibekam itu tidak lebih sakit daripada digigit semut.</li>
146
<li>Begitu aja kok takut? Dibekam itu tidak lebih sakit daripada digigit semut.</li>
147
<li>Dia memang sangat sempurna penampilannya. Tapi lihatlah seseorang yang menggunakan otaknya. Sangat jauh dari dirimu.</li>
147
<li>Dia memang sangat sempurna penampilannya. Tapi lihatlah seseorang yang menggunakan otaknya. Sangat jauh dari dirimu.</li>
148
<li>Semua orang pasti memiliki masalah. Masalah kamu itu hanya salah satu masalah kecil dari jutaaan masalah di dunia ini.</li>
148
<li>Semua orang pasti memiliki masalah. Masalah kamu itu hanya salah satu masalah kecil dari jutaaan masalah di dunia ini.</li>
149
<li>Dia memang paling pandai membuat puisi. Tetapi percayalah kamu lebih pandai dalam membahagiakan dirinya.</li>
149
<li>Dia memang paling pandai membuat puisi. Tetapi percayalah kamu lebih pandai dalam membahagiakan dirinya.</li>
150
<li>Kita hanya belum beruntung saja. Dengan sedikit kerja keras kita pasti bisa menyelesaikannya.</li>
150
<li>Kita hanya belum beruntung saja. Dengan sedikit kerja keras kita pasti bisa menyelesaikannya.</li>
151
<li>Dia hanya menginap satu malam saja. Bukan menginap seumur hidup di sana.</li>
151
<li>Dia hanya menginap satu malam saja. Bukan menginap seumur hidup di sana.</li>
152
<li>Tenang, kamu hanya gagal dalam hubungan. Bukan gagal dalam hidup.</li>
152
<li>Tenang, kamu hanya gagal dalam hubungan. Bukan gagal dalam hidup.</li>
153
</ol><p>Itulah tadi pengertian, jenis, serta contoh majas sindiran. Selain menambah wawasan, membuat majas dapat membantumu melatih kreatifitas,<em>lho</em>. Mau mengasah kreatifitasmu bersama guru yang memang kompeten di bidangnya? Yuk, cari guru favoritmu di<a>roboguru Plus</a>.</p>
153
</ol><p>Itulah tadi pengertian, jenis, serta contoh majas sindiran. Selain menambah wawasan, membuat majas dapat membantumu melatih kreatifitas,<em>lho</em>. Mau mengasah kreatifitasmu bersama guru yang memang kompeten di bidangnya? Yuk, cari guru favoritmu di<a>roboguru Plus</a>.</p>
154
<p><strong>Referensi</strong>:</p>
154
<p><strong>Referensi</strong>:</p>
155
<p>Solihati, Nur Indah. 2019.<em>Ultra Lengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia</em>. Yogyakarta. Anak Hebat Indonesia.</p>
155
<p>Solihati, Nur Indah. 2019.<em>Ultra Lengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia</em>. Yogyakarta. Anak Hebat Indonesia.</p>
156
<p>Sulistyo, Kiftiawati. 2007.<em>Buku Pintar Peribahasa Indonesia</em>. Jakarta. Niaga Swadaya.</p>
156
<p>Sulistyo, Kiftiawati. 2007.<em>Buku Pintar Peribahasa Indonesia</em>. Jakarta. Niaga Swadaya.</p>
157
<p>Faqih, Abdullah, dkk. 2021.<em>Merayakan Keberagaman Berbahasa</em>. Bitread Publishing.</p>
157
<p>Faqih, Abdullah, dkk. 2021.<em>Merayakan Keberagaman Berbahasa</em>. Bitread Publishing.</p>
158
<p>Waridah, Ernawati.<em>EYD & seputar kebahasa-Indonesiaan</em>. Kawan Pustaka.</p>
158
<p>Waridah, Ernawati.<em>EYD & seputar kebahasa-Indonesiaan</em>. Kawan Pustaka.</p>
159
159