0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p>Halo, Squad! Tahun ajaran sudah hampir berakhir<em>nih</em>dan saatnya kamu untuk naik kelas ke jenjang selanjutnya.<em>Nah</em>untuk itu, apakah kamu sudah siap dalam menghadapi Ujian Akhir Sekolah? Walaupun hawa-hawa liburan sudah semakin dekat, jangan sampai hal tersebut melalaikan kamu untuk belajar ya. Yuk, pelajari latihan dan pembahasan soal UAS Ekonomi untuk kamu yang duduk di Kelas XI SMA IPS. Mari disimak!</p>
1
<p>Halo, Squad! Tahun ajaran sudah hampir berakhir<em>nih</em>dan saatnya kamu untuk naik kelas ke jenjang selanjutnya.<em>Nah</em>untuk itu, apakah kamu sudah siap dalam menghadapi Ujian Akhir Sekolah? Walaupun hawa-hawa liburan sudah semakin dekat, jangan sampai hal tersebut melalaikan kamu untuk belajar ya. Yuk, pelajari latihan dan pembahasan soal UAS Ekonomi untuk kamu yang duduk di Kelas XI SMA IPS. Mari disimak!</p>
2
<p><strong>1. Topik: Kebijakan Fiskal</strong></p>
2
<p><strong>1. Topik: Kebijakan Fiskal</strong></p>
3
<p>Berikut yang merupakan tujuan kebijakan fiskal adalah ….</p>
3
<p>Berikut yang merupakan tujuan kebijakan fiskal adalah ….</p>
4
<ol><li>mendorong peningkatan cadangan kas ratio</li>
4
<ol><li>mendorong peningkatan cadangan kas ratio</li>
5
<li>mencapai keseimbangan suku bunga</li>
5
<li>mencapai keseimbangan suku bunga</li>
6
<li>mendorong laju inflasi</li>
6
<li>mendorong laju inflasi</li>
7
<li>menjaga stabilitas harga barang dan jasa</li>
7
<li>menjaga stabilitas harga barang dan jasa</li>
8
<li>menjaga stabilitas nilai uang</li>
8
<li>menjaga stabilitas nilai uang</li>
9
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
9
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
10
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
10
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
11
<p>Tujuan kebijakan fiskal:</p>
11
<p>Tujuan kebijakan fiskal:</p>
12
<ul><li>mencapai kestabilan perekonomian nasional</li>
12
<ul><li>mencapai kestabilan perekonomian nasional</li>
13
<li>memacu pertumbuhan ekonomi</li>
13
<li>memacu pertumbuhan ekonomi</li>
14
<li>mendorong laju investasi</li>
14
<li>mendorong laju investasi</li>
15
<li>membuka kesempatan kerja yang luas</li>
15
<li>membuka kesempatan kerja yang luas</li>
16
<li>mewujudkan keadilan sosial</li>
16
<li>mewujudkan keadilan sosial</li>
17
<li>wujud pemerataan dan pendistribusian pendapatan</li>
17
<li>wujud pemerataan dan pendistribusian pendapatan</li>
18
<li>mengurangi pengangguran dan</li>
18
<li>mengurangi pengangguran dan</li>
19
<li>menjaga stabilitas harga barang dan jasa</li>
19
<li>menjaga stabilitas harga barang dan jasa</li>
20
</ul><p><strong>2. Topik: APBN</strong></p>
20
</ul><p><strong>2. Topik: APBN</strong></p>
21
<p>Fungsi APBN yang menunjukkan pembagian dana pada berbagai sektor disebut juga dengan fungsi ….</p>
21
<p>Fungsi APBN yang menunjukkan pembagian dana pada berbagai sektor disebut juga dengan fungsi ….</p>
22
<ol><li>fungsi distribusi</li>
22
<ol><li>fungsi distribusi</li>
23
<li>fungsi stabilisasi</li>
23
<li>fungsi stabilisasi</li>
24
<li>fungsi alokasi</li>
24
<li>fungsi alokasi</li>
25
<li>fungsi pertumbuhan ekonomi</li>
25
<li>fungsi pertumbuhan ekonomi</li>
26
<li>fungsi pengendali inflasi</li>
26
<li>fungsi pengendali inflasi</li>
27
</ol><p><strong>Jawaban : A</strong></p>
27
</ol><p><strong>Jawaban : A</strong></p>
28
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
28
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
29
<p>Fungsi APBN:</p>
29
<p>Fungsi APBN:</p>
30
<ul><li>fungsi distribusi: menunjukkan pembagian dana pada berbagai sektor</li>
30
<ul><li>fungsi distribusi: menunjukkan pembagian dana pada berbagai sektor</li>
31
<li>fungsi stabilisasi: menjaga kestabilan arus uang dan arus barang</li>
31
<li>fungsi stabilisasi: menjaga kestabilan arus uang dan arus barang</li>
32
<li>fungsi alokasi: menunjukkan sasaran dan prioritas pembangunan sehingga kebutuhan umum (<i>public goods)</i>terpenuhi</li>
32
<li>fungsi alokasi: menunjukkan sasaran dan prioritas pembangunan sehingga kebutuhan umum (<i>public goods)</i>terpenuhi</li>
33
<li>fungsi pertumbuhan ekonomi: meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan</li>
33
<li>fungsi pertumbuhan ekonomi: meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan</li>
34
<li>fungsi pengendali inflasi: mengendalikan inflasi</li>
34
<li>fungsi pengendali inflasi: mengendalikan inflasi</li>
35
</ul><p><strong>3. Topik: APBN</strong></p>
35
</ul><p><strong>3. Topik: APBN</strong></p>
36
<p>Perhatikan jenis-jenis pengeluaran pemerintah pusat berikut:</p>
36
<p>Perhatikan jenis-jenis pengeluaran pemerintah pusat berikut:</p>
37
<ol><li>Dana Bagi Hasil (DBH),</li>
37
<ol><li>Dana Bagi Hasil (DBH),</li>
38
<li>Dana Alokasi Umum (DAU)</li>
38
<li>Dana Alokasi Umum (DAU)</li>
39
<li>Dana Alokasi Khusus (DAK)</li>
39
<li>Dana Alokasi Khusus (DAK)</li>
40
<li>Belanja pegawai</li>
40
<li>Belanja pegawai</li>
41
<li>Belanja barang</li>
41
<li>Belanja barang</li>
42
<li>Belanja modal</li>
42
<li>Belanja modal</li>
43
</ol><p>Berdasarkan data di atas, yang merupakan pengeluaran pemerintah pusat adalah ….</p>
43
</ol><p>Berdasarkan data di atas, yang merupakan pengeluaran pemerintah pusat adalah ….</p>
44
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
44
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
45
<li>1, 3, dan 5</li>
45
<li>1, 3, dan 5</li>
46
<li>1,3, dan 6</li>
46
<li>1,3, dan 6</li>
47
<li>1, 4, dan 5</li>
47
<li>1, 4, dan 5</li>
48
<li>4, 5, dan 6</li>
48
<li>4, 5, dan 6</li>
49
</ol><p><strong>Jawaban : E</strong></p>
49
</ol><p><strong>Jawaban : E</strong></p>
50
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
50
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
51
<p>Jenis-jenis pengeluaran pemerintah pusat:</p>
51
<p>Jenis-jenis pengeluaran pemerintah pusat:</p>
52
<ul><li>Belanja pemerintah pusat:</li>
52
<ul><li>Belanja pemerintah pusat:</li>
53
<ul><li>Pengeluaran rutin (belanja pegawai, belanja bawang, belanja modal, pembayaran modal, subsidi, belanja hibah, bantuan sosial)</li>
53
<ul><li>Pengeluaran rutin (belanja pegawai, belanja bawang, belanja modal, pembayaran modal, subsidi, belanja hibah, bantuan sosial)</li>
54
<li>Pengeluaran pembangunan (pembiayaan rupiah, pembiayaan proyek)</li>
54
<li>Pengeluaran pembangunan (pembiayaan rupiah, pembiayaan proyek)</li>
55
</ul><li>Dana perimbangan:</li>
55
</ul><li>Dana perimbangan:</li>
56
<ul><li>Dana Bagi Hasil</li>
56
<ul><li>Dana Bagi Hasil</li>
57
<li>Dana Alokasi Umum (DAU)</li>
57
<li>Dana Alokasi Umum (DAU)</li>
58
<li>Dana Alokasi Khusus (DAK)</li>
58
<li>Dana Alokasi Khusus (DAK)</li>
59
</ul><li>Dana otonomi khusus dan penyesuaian</li>
59
</ul><li>Dana otonomi khusus dan penyesuaian</li>
60
</ul><p><strong>4. Topik: APBD</strong></p>
60
</ul><p><strong>4. Topik: APBD</strong></p>
61
<p>Jenis belanja daerah yang termasuk ke dalam anggaran belanja pembangunan adalah ….</p>
61
<p>Jenis belanja daerah yang termasuk ke dalam anggaran belanja pembangunan adalah ….</p>
62
<ol><li>belanja DPRD</li>
62
<ol><li>belanja DPRD</li>
63
<li>biaya operasional dan pemeliharaan</li>
63
<li>biaya operasional dan pemeliharaan</li>
64
<li>belanja kepala daerah</li>
64
<li>belanja kepala daerah</li>
65
<li>subsidi</li>
65
<li>subsidi</li>
66
<li>angsuran pinjaman daerah</li>
66
<li>angsuran pinjaman daerah</li>
67
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
67
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
68
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
68
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
69
<p>Sumber-sumber pengeluaran daerah:</p>
69
<p>Sumber-sumber pengeluaran daerah:</p>
70
<ul><ul><li>Anggaran belanja rutin:</li>
70
<ul><ul><li>Anggaran belanja rutin:</li>
71
<ul><li>belanja DPRD</li>
71
<ul><li>belanja DPRD</li>
72
<li>belanja kepala daerah</li>
72
<li>belanja kepala daerah</li>
73
<li>belanja pegawai</li>
73
<li>belanja pegawai</li>
74
<li>belanja barang</li>
74
<li>belanja barang</li>
75
<li>belanja perjalanan dinas</li>
75
<li>belanja perjalanan dinas</li>
76
<li>angsuran pinjaman daerah</li>
76
<li>angsuran pinjaman daerah</li>
77
<li>subsidi</li>
77
<li>subsidi</li>
78
</ul><li>Anggaran belanja pembangunan:</li>
78
</ul><li>Anggaran belanja pembangunan:</li>
79
<ul><li>proyek-proyek daerah</li>
79
<ul><li>proyek-proyek daerah</li>
80
<li>biaya operasional dan pemeliharaan</li>
80
<li>biaya operasional dan pemeliharaan</li>
81
<li>proyek-proyek pembangunan</li>
81
<li>proyek-proyek pembangunan</li>
82
</ul></ul></ul><p>Sehingga jawaban yang benar adalah B.</p>
82
</ul></ul></ul><p>Sehingga jawaban yang benar adalah B.</p>
83
<p>Baca juga:<a>Latihan Soal UAS Biologi SMA Kelas X</a></p>
83
<p>Baca juga:<a>Latihan Soal UAS Biologi SMA Kelas X</a></p>
84
<p><strong>5. Topik: APBD</strong></p>
84
<p><strong>5. Topik: APBD</strong></p>
85
<p>Dalam mekanisme penyusunan APBD, tahapan yang dilakukan setelah RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) disetujui oleh DPRD adalah ….</p>
85
<p>Dalam mekanisme penyusunan APBD, tahapan yang dilakukan setelah RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) disetujui oleh DPRD adalah ….</p>
86
<ol><li>meminta persetujuan presiden</li>
86
<ol><li>meminta persetujuan presiden</li>
87
<li>meminta persetujuan DPR</li>
87
<li>meminta persetujuan DPR</li>
88
<li>mengumpulkan dana dari penduduk daerah</li>
88
<li>mengumpulkan dana dari penduduk daerah</li>
89
<li>menyusun surat edaran kepala daerah dan mencakup prioritas pembangunan daerah</li>
89
<li>menyusun surat edaran kepala daerah dan mencakup prioritas pembangunan daerah</li>
90
<li>menaikkan tarif retribusi daerah</li>
90
<li>menaikkan tarif retribusi daerah</li>
91
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
91
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
92
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
92
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
93
<p>Mekanisme dalam penyusunan APBD:</p>
93
<p>Mekanisme dalam penyusunan APBD:</p>
94
<ul><li>Menyusun rancangan kerja pemerintah daerah. Penyusunan ini dijabarkan menggunakan bahan dari rencana kerja dalam waktu 1 tahun dan kemudian ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.</li>
94
<ul><li>Menyusun rancangan kerja pemerintah daerah. Penyusunan ini dijabarkan menggunakan bahan dari rencana kerja dalam waktu 1 tahun dan kemudian ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.</li>
95
<li>Menyusun kebijakan umum APBD yang disusun sekretariat daerah kepada kepala daerah dan disampaikan juga kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk disepakati.</li>
95
<li>Menyusun kebijakan umum APBD yang disusun sekretariat daerah kepada kepala daerah dan disampaikan juga kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk disepakati.</li>
96
<li>Menyusun surat edaran kepala daerah untuk disebarkan dan mencakup prioritas pembangunan daerah dan program kerja terkait.</li>
96
<li>Menyusun surat edaran kepala daerah untuk disebarkan dan mencakup prioritas pembangunan daerah dan program kerja terkait.</li>
97
</ul><p><strong>6. Topik: Perpajakan</strong></p>
97
</ul><p><strong>6. Topik: Perpajakan</strong></p>
98
<p>Dalam buku<i>Wealth of Nation,</i>Adam Smith menjelaskan asas-asas pajak yang dikenal juga dengan<i>The Four Maxism,</i>berikut ini yang<strong>termasuk</strong>sebagai salah satu asas pajak adalah asas….</p>
98
<p>Dalam buku<i>Wealth of Nation,</i>Adam Smith menjelaskan asas-asas pajak yang dikenal juga dengan<i>The Four Maxism,</i>berikut ini yang<strong>termasuk</strong>sebagai salah satu asas pajak adalah asas….</p>
99
<ol><li>politik</li>
99
<ol><li>politik</li>
100
<li>sosial</li>
100
<li>sosial</li>
101
<li>geografis</li>
101
<li>geografis</li>
102
<li>hukum</li>
102
<li>hukum</li>
103
<li>pendidikan</li>
103
<li>pendidikan</li>
104
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
104
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
105
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
105
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
106
<p>Macam-Macam Asas Menurut Adam Smith</p>
106
<p>Macam-Macam Asas Menurut Adam Smith</p>
107
<ul><li>Asas<i>Equality</i>(asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan), pemungutan pajak dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak.</li>
107
<ul><li>Asas<i>Equality</i>(asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan), pemungutan pajak dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak.</li>
108
<li>Asas<i>Certainty</i>(asas kepastian hukum), semua pungutan pajak harus berdasarkan UU sehingga bagi yang melanggar akan dapat dikenai sanksi hukum.</li>
108
<li>Asas<i>Certainty</i>(asas kepastian hukum), semua pungutan pajak harus berdasarkan UU sehingga bagi yang melanggar akan dapat dikenai sanksi hukum.</li>
109
<li>Asas<i>Convinience</i>of Payment (asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan), pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak (saat yang paling baik bagi wajib pajak).</li>
109
<li>Asas<i>Convinience</i>of Payment (asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan), pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak (saat yang paling baik bagi wajib pajak).</li>
110
<li>Asas<i>Eficiency or Economy</i>(asas efisiensi atau asas ekonomis), biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin, jangan sampai terjadi biaya pemungutan pajak lebih besar dari hasil pemungutan pajak.</li>
110
<li>Asas<i>Eficiency or Economy</i>(asas efisiensi atau asas ekonomis), biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin, jangan sampai terjadi biaya pemungutan pajak lebih besar dari hasil pemungutan pajak.</li>
111
</ul><p><strong>7. Topik: Perpajakan</strong></p>
111
</ul><p><strong>7. Topik: Perpajakan</strong></p>
112
<p>Berikut yang dimaksud dengan<i>self assesment system</i>sebagai salah satu sistem pemungutan pajak di Indonesia adalah ….</p>
112
<p>Berikut yang dimaksud dengan<i>self assesment system</i>sebagai salah satu sistem pemungutan pajak di Indonesia adalah ….</p>
113
<ol><li>petugas pajak mendatangi wajib pajak untuk memungut pajak</li>
113
<ol><li>petugas pajak mendatangi wajib pajak untuk memungut pajak</li>
114
<li>dipungut oleh pihak ketiga dengan melampirkan bukti potong pajak</li>
114
<li>dipungut oleh pihak ketiga dengan melampirkan bukti potong pajak</li>
115
<li>wajib pajak menghitung dan membayar pajak sendiri</li>
115
<li>wajib pajak menghitung dan membayar pajak sendiri</li>
116
<li>pajak dibayarkan oleh perusahaan tempat pemberi bekerja</li>
116
<li>pajak dibayarkan oleh perusahaan tempat pemberi bekerja</li>
117
<li>pajak dihitung oleh pemerintah daerah</li>
117
<li>pajak dihitung oleh pemerintah daerah</li>
118
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
118
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
119
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
119
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
120
<p>Ada 3 sistem pemungutan pajak di Indonesia, di antaranya:</p>
120
<p>Ada 3 sistem pemungutan pajak di Indonesia, di antaranya:</p>
121
<ul><li><i>Official assessment system</i>adalah sistem pemungutan pajak yang wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak terletak pada fiskus atau aparat pemungut pajak.</li>
121
<ul><li><i>Official assessment system</i>adalah sistem pemungutan pajak yang wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak terletak pada fiskus atau aparat pemungut pajak.</li>
122
</ul><ul><li><i>Self assessment system</i>adalah sistem pemungutan pajak dimana wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak terletak pada pihak wajib pajak yang bersangkutan.</li>
122
</ul><ul><li><i>Self assessment system</i>adalah sistem pemungutan pajak dimana wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak terletak pada pihak wajib pajak yang bersangkutan.</li>
123
</ul><ul><li><i>With holding system</i>yaitu system pemungutan pajak yang menyatakan bahwa jumlah pajak yang terutang dihitung oleh pihak ketiga (yang bukan wajib pajak dan juga bukan aparat pajak / fiskus).</li>
123
</ul><ul><li><i>With holding system</i>yaitu system pemungutan pajak yang menyatakan bahwa jumlah pajak yang terutang dihitung oleh pihak ketiga (yang bukan wajib pajak dan juga bukan aparat pajak / fiskus).</li>
124
</ul><p><strong>8. Topik: Perpajakan</strong></p>
124
</ul><p><strong>8. Topik: Perpajakan</strong></p>
125
<p>Perhatikan data berikut :</p>
125
<p>Perhatikan data berikut :</p>
126
<p></p>
126
<p></p>
127
<p>Tabel di atas menunjukkan sistem pemungutan pajak yang bersifat ….</p>
127
<p>Tabel di atas menunjukkan sistem pemungutan pajak yang bersifat ….</p>
128
<ol><li>degresif</li>
128
<ol><li>degresif</li>
129
<li>progresif</li>
129
<li>progresif</li>
130
<li>proporsional</li>
130
<li>proporsional</li>
131
<li>tetap</li>
131
<li>tetap</li>
132
<li>tertimbang</li>
132
<li>tertimbang</li>
133
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
133
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
134
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
134
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
135
<p>Tarif Pajak:</p>
135
<p>Tarif Pajak:</p>
136
<ul><li>proporsional: menggunakan persentase yang tetap untuk pengenaan pajak</li>
136
<ul><li>proporsional: menggunakan persentase yang tetap untuk pengenaan pajak</li>
137
<li>degresif: menggunakan presentase menurun untuk pengenaan pajak</li>
137
<li>degresif: menggunakan presentase menurun untuk pengenaan pajak</li>
138
<li>konstan (tetap): tarif pajak yang tetap</li>
138
<li>konstan (tetap): tarif pajak yang tetap</li>
139
<li>progresif: menggunakan presentase yang naik untuk pengenaan pajak</li>
139
<li>progresif: menggunakan presentase yang naik untuk pengenaan pajak</li>
140
</ul><p><strong>9. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
140
</ul><p><strong>9. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
141
<p>Perdagangan internasional masih mungkin terjadi walaupun satu negara mempunyai keuntungan pada kedua jenis barang. Ini merupakan isi dari teori ….</p>
141
<p>Perdagangan internasional masih mungkin terjadi walaupun satu negara mempunyai keuntungan pada kedua jenis barang. Ini merupakan isi dari teori ….</p>
142
<ol><li>keunggulan mutlak</li>
142
<ol><li>keunggulan mutlak</li>
143
<li>keunggulan absolut</li>
143
<li>keunggulan absolut</li>
144
<li>keunggulan komparatif</li>
144
<li>keunggulan komparatif</li>
145
<li>keunggulan relatif</li>
145
<li>keunggulan relatif</li>
146
<li>keunggulan stagnan</li>
146
<li>keunggulan stagnan</li>
147
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
147
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
148
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
148
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
149
<p>Teori perdagangan internasional:</p>
149
<p>Teori perdagangan internasional:</p>
150
<ul><li>Keunggulan absolut oleh Adam Smith: perdagangan internasional terjadi karena adanya suatu keunggulan mutlak yang dimiliki oleh masing-masing negara sehingga perlu diadakan spesialisasi.</li>
150
<ul><li>Keunggulan absolut oleh Adam Smith: perdagangan internasional terjadi karena adanya suatu keunggulan mutlak yang dimiliki oleh masing-masing negara sehingga perlu diadakan spesialisasi.</li>
151
<li>Keunggulan komparatif oleh David Richardo: perdagangan internasional masih mungkin terjadi meskipun suatu negara mempunyai keunggulan pada kedua jenis barang.</li>
151
<li>Keunggulan komparatif oleh David Richardo: perdagangan internasional masih mungkin terjadi meskipun suatu negara mempunyai keunggulan pada kedua jenis barang.</li>
152
</ul><p><strong>10. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
152
</ul><p><strong>10. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
153
<p>Kebijakan perdagangan internasional yang menetapkan harga di luar negeri lebih murah dari harga dalam negeri disebut juga dengan ….</p>
153
<p>Kebijakan perdagangan internasional yang menetapkan harga di luar negeri lebih murah dari harga dalam negeri disebut juga dengan ….</p>
154
<ol><li>kebijakan tarif</li>
154
<ol><li>kebijakan tarif</li>
155
<li>kebijakan kuota</li>
155
<li>kebijakan kuota</li>
156
<li>kebijakan embargo</li>
156
<li>kebijakan embargo</li>
157
<li>kebijakan<i>dumping</i></li>
157
<li>kebijakan<i>dumping</i></li>
158
<li>kebijakan subsidi</li>
158
<li>kebijakan subsidi</li>
159
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
159
</ol><p><strong>Jawaban : D</strong></p>
160
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
160
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
161
<p>Kebijakan perdagangan internasional:</p>
161
<p>Kebijakan perdagangan internasional:</p>
162
<ul><li>tarif dan bea masuk:pengenaan pajak atas barang impor</li>
162
<ul><li>tarif dan bea masuk:pengenaan pajak atas barang impor</li>
163
<li>kuota: pembatasan kuantitas barang yang akan diimpor</li>
163
<li>kuota: pembatasan kuantitas barang yang akan diimpor</li>
164
<li>embargo: pelarangan impor teradap suatu barang</li>
164
<li>embargo: pelarangan impor teradap suatu barang</li>
165
<li><i>dumping</i>: diskriminasi harga luar negeri lebih murah dibandingkan dalam negeri dan</li>
165
<li><i>dumping</i>: diskriminasi harga luar negeri lebih murah dibandingkan dalam negeri dan</li>
166
<li>subsidi: membantu pengurangan biaya produksi</li>
166
<li>subsidi: membantu pengurangan biaya produksi</li>
167
</ul><p><strong>11. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
167
</ul><p><strong>11. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
168
<p>Perhatikan akun-akun berikut:</p>
168
<p>Perhatikan akun-akun berikut:</p>
169
<ol><li>Impor barang dan jasa</li>
169
<ol><li>Impor barang dan jasa</li>
170
<li>Ekspor barang dan jasa</li>
170
<li>Ekspor barang dan jasa</li>
171
<li>pembayaran bunga dan dividen</li>
171
<li>pembayaran bunga dan dividen</li>
172
<li>penerimaan cicilan utang</li>
172
<li>penerimaan cicilan utang</li>
173
<li>penerimaan bunga dan dividen</li>
173
<li>penerimaan bunga dan dividen</li>
174
</ol><p>Akun-akun yang termasuk ke dalam transaksi kredit adalah ….</p>
174
</ol><p>Akun-akun yang termasuk ke dalam transaksi kredit adalah ….</p>
175
<ol><li>1, 2, 3</li>
175
<ol><li>1, 2, 3</li>
176
<li>1, 3, 4</li>
176
<li>1, 3, 4</li>
177
<li>1, 3, 5</li>
177
<li>1, 3, 5</li>
178
<li>2, 3, 5</li>
178
<li>2, 3, 5</li>
179
<li>2, 4, 5</li>
179
<li>2, 4, 5</li>
180
</ol><p><strong>Jawaban : E</strong></p>
180
</ol><p><strong>Jawaban : E</strong></p>
181
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
181
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
182
<p>Transaksi debit di neraca pembayaran:</p>
182
<p>Transaksi debit di neraca pembayaran:</p>
183
<ul><li>impor barang dan jasa</li>
183
<ul><li>impor barang dan jasa</li>
184
<li>pembayaran bunga dan dividen</li>
184
<li>pembayaran bunga dan dividen</li>
185
<li>neraca lalu lintas modal (pembayaran utang)</li>
185
<li>neraca lalu lintas modal (pembayaran utang)</li>
186
<li>neraca lalu lintas moneter</li>
186
<li>neraca lalu lintas moneter</li>
187
</ul><p>Transaksi kredit di neraca pembayaran:</p>
187
</ul><p>Transaksi kredit di neraca pembayaran:</p>
188
<ul><li>ekspor barang dan jasa</li>
188
<ul><li>ekspor barang dan jasa</li>
189
<li>penerimaan bunga dan dividen</li>
189
<li>penerimaan bunga dan dividen</li>
190
<li>penerimaan cicilan utang</li>
190
<li>penerimaan cicilan utang</li>
191
</ul><p><strong>12. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
191
</ul><p><strong>12. Topik: Perdagangan Internasional</strong></p>
192
<p><i>Internasional Money Order</i>adalah contoh dari jenis devisa…</p>
192
<p><i>Internasional Money Order</i>adalah contoh dari jenis devisa…</p>
193
<ol><ol><li>Devisa Kartal</li>
193
<ol><ol><li>Devisa Kartal</li>
194
<li>Devisa giral</li>
194
<li>Devisa giral</li>
195
<li>Devisa umum</li>
195
<li>Devisa umum</li>
196
<li>Devisa debet</li>
196
<li>Devisa debet</li>
197
<li>Devisa kredit</li>
197
<li>Devisa kredit</li>
198
</ol></ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
198
</ol></ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
199
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
199
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
200
<p><i>Internasional Money Order</i>(IMO) adalah surat yang berfungsi sebagai sarana transfer internasional atas nama<i>beneficiary</i>tertentu yang dapat di bayarkan tunai oleh bank atau<i>agent issuer</i>apabila ditunaikan langsung oleh pemegangnya. IMO merupakan objek inkaso bagi<i>paying</i>bank atau<i>paying agent</i>yang harus ditagih kepada<i>issuer</i>setelah dibayarkan. IMO adalah contoh dari Devisa giral, yaitu devisa yang berwujud surat-surat berharga.</p>
200
<p><i>Internasional Money Order</i>(IMO) adalah surat yang berfungsi sebagai sarana transfer internasional atas nama<i>beneficiary</i>tertentu yang dapat di bayarkan tunai oleh bank atau<i>agent issuer</i>apabila ditunaikan langsung oleh pemegangnya. IMO merupakan objek inkaso bagi<i>paying</i>bank atau<i>paying agent</i>yang harus ditagih kepada<i>issuer</i>setelah dibayarkan. IMO adalah contoh dari Devisa giral, yaitu devisa yang berwujud surat-surat berharga.</p>
201
<p><strong>13. Topik: Kerjasama Ekonomi Internasional</strong></p>
201
<p><strong>13. Topik: Kerjasama Ekonomi Internasional</strong></p>
202
<p>Berikut ini yang merupakan merupakan faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional adalah ….</p>
202
<p>Berikut ini yang merupakan merupakan faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional adalah ….</p>
203
<ol><li>jumlah sumber daya alam yang berlimpah</li>
203
<ol><li>jumlah sumber daya alam yang berlimpah</li>
204
<li>adanya paksaan dari negara lain</li>
204
<li>adanya paksaan dari negara lain</li>
205
<li>perbedaan sumber daya, iklim, sosial, dan budaya</li>
205
<li>perbedaan sumber daya, iklim, sosial, dan budaya</li>
206
<li>mempercepat pembangunan nasional</li>
206
<li>mempercepat pembangunan nasional</li>
207
<li>meningkatkan ekspor</li>
207
<li>meningkatkan ekspor</li>
208
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
208
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
209
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
209
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
210
<p>Faktor pendorong kerjasama ekonomi:</p>
210
<p>Faktor pendorong kerjasama ekonomi:</p>
211
<ul><li>keterbatasan kemampuan negara untuk memproduksi barang dan jasa</li>
211
<ul><li>keterbatasan kemampuan negara untuk memproduksi barang dan jasa</li>
212
<li>perbedaan sumber daya, iklim, sosial, dan budaya</li>
212
<li>perbedaan sumber daya, iklim, sosial, dan budaya</li>
213
<li>tuntutan era globalisasi</li>
213
<li>tuntutan era globalisasi</li>
214
<li>keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara</li>
214
<li>keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara</li>
215
<li>keinginan membuka kerjasama, hubungan politik, dan dukungan dari negara lain</li>
215
<li>keinginan membuka kerjasama, hubungan politik, dan dukungan dari negara lain</li>
216
</ul><p><strong>14. Topik: Kerjasama Ekonomi Internasional</strong></p>
216
</ul><p><strong>14. Topik: Kerjasama Ekonomi Internasional</strong></p>
217
<p>Kerjasama internasional yang melibatkan beberapa negara tanpa memandang batas wilayah terterntu dan bersifat global adalah suatu bentuk kerjasama ….</p>
217
<p>Kerjasama internasional yang melibatkan beberapa negara tanpa memandang batas wilayah terterntu dan bersifat global adalah suatu bentuk kerjasama ….</p>
218
<ol><li>bilateral</li>
218
<ol><li>bilateral</li>
219
<li>multilateral</li>
219
<li>multilateral</li>
220
<li>regional</li>
220
<li>regional</li>
221
<li>antaregional</li>
221
<li>antaregional</li>
222
<li>dualisme</li>
222
<li>dualisme</li>
223
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
223
</ol><p><strong>Jawaban : B</strong></p>
224
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
224
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
225
<p>Bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional antara lain:</p>
225
<p>Bentuk-bentuk kerjasama ekonomi internasional antara lain:</p>
226
<ul><li>Kerja sama bilateral adalah sebuah bentuk kerja sama yang melibatkan dua negara di dunia.</li>
226
<ul><li>Kerja sama bilateral adalah sebuah bentuk kerja sama yang melibatkan dua negara di dunia.</li>
227
<li>Kerja sama antaregional ( internasional ) adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dengan beberapa negara di kawasan lain.</li>
227
<li>Kerja sama antaregional ( internasional ) adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dengan beberapa negara di kawasan lain.</li>
228
<li>Kerja sama regional adalah bentuk kerja sama yang terjalin & antara beberapa negara dalam satu wilayah atau kawasan. Kerja sama ini tidak dapat dilepaskan dari persamaan lokasi, historis geografis, teknik, sumber daya alam, dan pemasaran.</li>
228
<li>Kerja sama regional adalah bentuk kerja sama yang terjalin & antara beberapa negara dalam satu wilayah atau kawasan. Kerja sama ini tidak dapat dilepaskan dari persamaan lokasi, historis geografis, teknik, sumber daya alam, dan pemasaran.</li>
229
<li>Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara di dunia tanpa memandang batas wilayah tertentu. Kerja sama ini bersifat global atau internasional.</li>
229
<li>Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang melibatkan beberapa negara di dunia tanpa memandang batas wilayah tertentu. Kerja sama ini bersifat global atau internasional.</li>
230
</ul><p><strong>15. Kerjasama Ekonomi Internasional</strong></p>
230
</ul><p><strong>15. Kerjasama Ekonomi Internasional</strong></p>
231
<p>Lembaga kerjasama ekonomi internasional untuk negara-negara pengekspor minyak yang diprakarsai oleh Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela adalah ….</p>
231
<p>Lembaga kerjasama ekonomi internasional untuk negara-negara pengekspor minyak yang diprakarsai oleh Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela adalah ….</p>
232
<ol><li><i>WHO</i></li>
232
<ol><li><i>WHO</i></li>
233
<li><i>ILO</i></li>
233
<li><i>ILO</i></li>
234
<li><i>OPEC</i></li>
234
<li><i>OPEC</i></li>
235
<li><i>IGGI</i></li>
235
<li><i>IGGI</i></li>
236
<li><i>ASEAN</i></li>
236
<li><i>ASEAN</i></li>
237
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
237
</ol><p><strong>Jawaban : C</strong></p>
238
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
238
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
239
<ul><li>WHO<i>(World Health Organization):</i>koordinator kesehatan umum yang merupakan salah satu badan PBB.</li>
239
<ul><li>WHO<i>(World Health Organization):</i>koordinator kesehatan umum yang merupakan salah satu badan PBB.</li>
240
</ul><ul><li>ILO<i>(International Labour Organization):</i>wadah penampung isu buruh internasional yang berada di bawah PBB.</li>
240
</ul><ul><li>ILO<i>(International Labour Organization):</i>wadah penampung isu buruh internasional yang berada di bawah PBB.</li>
241
</ul><ul><li>OPEC<i>(Organization Petrolium Exporting Countries):</i>lembaga kerjasama ekonomi internasional untuk negara-negara pengekspor minyak yang diprakarsai oleh Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela.</li>
241
</ul><ul><li>OPEC<i>(Organization Petrolium Exporting Countries):</i>lembaga kerjasama ekonomi internasional untuk negara-negara pengekspor minyak yang diprakarsai oleh Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela.</li>
242
</ul><ul><li>IGGI<i>(Inter Government Group on Indonesia):</i>gabungan negara-negara industri maju yang dibentuk dengan tujuan memberikan pinjaman kepada Indonesia dengan syarat lunak.</li>
242
</ul><ul><li>IGGI<i>(Inter Government Group on Indonesia):</i>gabungan negara-negara industri maju yang dibentuk dengan tujuan memberikan pinjaman kepada Indonesia dengan syarat lunak.</li>
243
</ul><ul><li>ASEAN<i>(Association of Southeast Asian Nations):</i>organisasi geopolitik dan ekonomi di Asia Tenggara.</li>
243
</ul><ul><li>ASEAN<i>(Association of Southeast Asian Nations):</i>organisasi geopolitik dan ekonomi di Asia Tenggara.</li>
244
</ul><p>Itulah tadi latihan soal untuk UAS Ekonomi SMA kelas XI. Perbanyak latihan soal agar kamu semakin lancar saat mengerjakan soal ujian nanti ya, Squad. Jika masih banyak materi yang belum dipahami dan bingung mau bertanya kemana, kamu bisa mencari guru privat di<a><strong>ruangguru privat</strong></a>,<em>lho</em>! Di ruangles, kamu bisa memilih guru privat yang sesuai dengan kriteriamu. Seru banget<em>‘kan</em>?</p>
244
</ul><p>Itulah tadi latihan soal untuk UAS Ekonomi SMA kelas XI. Perbanyak latihan soal agar kamu semakin lancar saat mengerjakan soal ujian nanti ya, Squad. Jika masih banyak materi yang belum dipahami dan bingung mau bertanya kemana, kamu bisa mencari guru privat di<a><strong>ruangguru privat</strong></a>,<em>lho</em>! Di ruangles, kamu bisa memilih guru privat yang sesuai dengan kriteriamu. Seru banget<em>‘kan</em>?</p>
245
245