0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Yuk, kita kerjakan<strong>latihan soal kelas 11 SMA IPA</strong>untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi PTS Semester Ganjil Tahun 2024 ini! Ada kunci jawaban dan pembahasannya juga, lho!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Yuk, kita kerjakan<strong>latihan soal kelas 11 SMA IPA</strong>untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi PTS Semester Ganjil Tahun 2024 ini! Ada kunci jawaban dan pembahasannya juga, lho!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p>Topik: MINAT - Persamaan Trigonometri</p>
4
<p>Topik: MINAT - Persamaan Trigonometri</p>
5
<p>Subtopik: Persamaan Trigonometri Lanjutan</p>
5
<p>Subtopik: Persamaan Trigonometri Lanjutan</p>
6
<p>1. Banyaknya nilai<em>x</em>yang memenuhi persamaan dengan adalah … buah.</p>
6
<p>1. Banyaknya nilai<em>x</em>yang memenuhi persamaan dengan adalah … buah.</p>
7
<ol><li>7</li>
7
<ol><li>7</li>
8
<li>4</li>
8
<li>4</li>
9
<li>3</li>
9
<li>3</li>
10
<li>2</li>
10
<li>2</li>
11
<li>0</li>
11
<li>0</li>
12
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
12
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14
<p>Misal sehingga didapat perhitungan berikut ini.</p>
14
<p>Misal sehingga didapat perhitungan berikut ini.</p>
15
<p>Substitusikan kembali nilai sehingga didapat hasil berikut ini.</p>
15
<p>Substitusikan kembali nilai sehingga didapat hasil berikut ini.</p>
16
<p>Ingat bahwa untuk setiap sehingga nilai tidak memiliki penyelesaian. Oleh karena itu, cukup perhatikan persamaan saja.</p>
16
<p>Ingat bahwa untuk setiap sehingga nilai tidak memiliki penyelesaian. Oleh karena itu, cukup perhatikan persamaan saja.</p>
17
<p>Ingat bahwa sehingga didapat nilai </p>
17
<p>Ingat bahwa sehingga didapat nilai </p>
18
<p>Ingat penyelesaian persamaan sin x=sin a dengan k adalah bilangan bulat berikut.</p>
18
<p>Ingat penyelesaian persamaan sin x=sin a dengan k adalah bilangan bulat berikut.</p>
19
<p> </p>
19
<p> </p>
20
<p>Oleh karena itu, dari persamaan sin2x=sin2700 diperoleh sebagai berikut.</p>
20
<p>Oleh karena itu, dari persamaan sin2x=sin2700 diperoleh sebagai berikut.</p>
21
<p>Kemudian, dapat disederhanakan sebagai berikut.</p>
21
<p>Kemudian, dapat disederhanakan sebagai berikut.</p>
22
<p><strong></strong></p>
22
<p><strong></strong></p>
23
<p>Dengan demikian, untuk , tidak ada nilai<em>x</em>yang memenuhi persamaan atau terdapat 0 buah nilai<em>x</em>yang memenuhi persamaan pada soal.</p>
23
<p>Dengan demikian, untuk , tidak ada nilai<em>x</em>yang memenuhi persamaan atau terdapat 0 buah nilai<em>x</em>yang memenuhi persamaan pada soal.</p>
24
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
24
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
25
<p>Topik: MINAT - Trigonometri Analitika</p>
25
<p>Topik: MINAT - Trigonometri Analitika</p>
26
<p>Subtopik: Jumlah dan Selisih Dua Sudut</p>
26
<p>Subtopik: Jumlah dan Selisih Dua Sudut</p>
27
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
27
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
28
<p>2. Luas segitiga<em>TAC</em>adalah … satuan luas.</p>
28
<p>2. Luas segitiga<em>TAC</em>adalah … satuan luas.</p>
29
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
29
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
30
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
30
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
31
<p>Besar sudut<em>TBC</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
31
<p>Besar sudut<em>TBC</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
32
<p>Perhatikan bahwa sudut<em>ABT</em>saling berpelurus dengan sudut<em>TBC</em>. Oleh karena itu besar sudut<em>ABT</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
32
<p>Perhatikan bahwa sudut<em>ABT</em>saling berpelurus dengan sudut<em>TBC</em>. Oleh karena itu besar sudut<em>ABT</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
33
<p> </p>
33
<p> </p>
34
<p>Dengan demikian, besar sudut<em>ATB</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
34
<p>Dengan demikian, besar sudut<em>ATB</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
35
<p>Oleh karena itu, besar sudut pada segitiga<em>TAB</em>adalah . Artinya, berlaku perbandingan sisi segitiga sebagai berikut.</p>
35
<p>Oleh karena itu, besar sudut pada segitiga<em>TAB</em>adalah . Artinya, berlaku perbandingan sisi segitiga sebagai berikut.</p>
36
<p>Selanjutnya, perhatikan bahwa sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
36
<p>Selanjutnya, perhatikan bahwa sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
37
<p>Lalu, dengan menggunakan aturan sinus pada segitiga<em>BCT</em>, didapat hubungan sebagai berikut.</p>
37
<p>Lalu, dengan menggunakan aturan sinus pada segitiga<em>BCT</em>, didapat hubungan sebagai berikut.</p>
38
<p>Selanjutnya, panjang<em>AC</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
38
<p>Selanjutnya, panjang<em>AC</em>dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
39
<p>Dengan demikian, luas segitiga TAC dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
39
<p>Dengan demikian, luas segitiga TAC dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
40
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
40
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
41
<p><strong>Topik</strong><strong>: Matriks</strong></p>
41
<p><strong>Topik</strong><strong>: Matriks</strong></p>
42
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Determinan Matriks</strong></p>
42
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Determinan Matriks</strong></p>
43
<p>3. Jika diketahui matriks maka nilai dari determinan A adalah ….</p>
43
<p>3. Jika diketahui matriks maka nilai dari determinan A adalah ….</p>
44
<ol><li>1992</li>
44
<ol><li>1992</li>
45
<li>199</li>
45
<li>199</li>
46
<li>2</li>
46
<li>2</li>
47
<li>1</li>
47
<li>1</li>
48
<li>0</li>
48
<li>0</li>
49
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
49
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
50
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
50
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
51
<p>Ingat bahwa jika A = [<em>a c b d</em>] maka<em>det</em>A =<em>a·d - b·c</em>sehingga</p>
51
<p>Ingat bahwa jika A = [<em>a c b d</em>] maka<em>det</em>A =<em>a·d - b·c</em>sehingga</p>
52
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
52
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
53
<p><strong>Baca Juga:<a>Yuk, Mengenal Matriks mulai dari Pengertian hingga Jenisnya</a></strong></p>
53
<p><strong>Baca Juga:<a>Yuk, Mengenal Matriks mulai dari Pengertian hingga Jenisnya</a></strong></p>
54
<p>-</p>
54
<p>-</p>
55
<p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan<strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
55
<p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan<strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
56
<h2>BIOLOGI</h2>
56
<h2>BIOLOGI</h2>
57
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
57
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
58
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bagian Struktural Sel</strong></p>
58
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bagian Struktural Sel</strong></p>
59
<p><strong>1. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
59
<p><strong>1. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
60
<p>Bagian yang menunjukkan ikatan kovalen antara molekul karbohidrat dan molekul protein ditunjukkan oleh nomor ….</p>
60
<p>Bagian yang menunjukkan ikatan kovalen antara molekul karbohidrat dan molekul protein ditunjukkan oleh nomor ….</p>
61
<ol><li>1</li>
61
<ol><li>1</li>
62
<li>2</li>
62
<li>2</li>
63
<li>3</li>
63
<li>3</li>
64
<li>4</li>
64
<li>4</li>
65
<li>5</li>
65
<li>5</li>
66
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong><strong></strong></p>
66
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong><strong></strong></p>
67
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
67
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
68
<p>Gambar pada soal merupakan gambar dari struktur membran plasma. Keterangan gambar tersebut adalah sebagai berikut.</p>
68
<p>Gambar pada soal merupakan gambar dari struktur membran plasma. Keterangan gambar tersebut adalah sebagai berikut.</p>
69
<ol><li>Glikoprotein</li>
69
<ol><li>Glikoprotein</li>
70
<li>Glikolipid</li>
70
<li>Glikolipid</li>
71
<li>Lipid bilayer</li>
71
<li>Lipid bilayer</li>
72
<li>Protein perifer</li>
72
<li>Protein perifer</li>
73
<li>Kolesterol</li>
73
<li>Kolesterol</li>
74
</ol><p>Ikatan kovalen antara molekul karbohidrat dan molekul protein disebut glikoprotein yang ditunjukkan pada nomor 1.</p>
74
</ol><p>Ikatan kovalen antara molekul karbohidrat dan molekul protein disebut glikoprotein yang ditunjukkan pada nomor 1.</p>
75
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
75
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
76
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan</strong></p>
76
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan</strong></p>
77
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan pada Tumbuhan</strong></p>
77
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan pada Tumbuhan</strong></p>
78
<p><strong>2. Perhatikan ciri-ciri jaringan tumbuhan di bawah ini!</strong></p>
78
<p><strong>2. Perhatikan ciri-ciri jaringan tumbuhan di bawah ini!</strong></p>
79
<ul><li>Sel-selnya tidak aktif membelah lagi</li>
79
<ul><li>Sel-selnya tidak aktif membelah lagi</li>
80
<li>Selnya sudah mengalami diferensiasi</li>
80
<li>Selnya sudah mengalami diferensiasi</li>
81
<li>Tersusun atas sel hidup dan sel mati</li>
81
<li>Tersusun atas sel hidup dan sel mati</li>
82
<li>Sudah memiliki plastida dan vakuola</li>
82
<li>Sudah memiliki plastida dan vakuola</li>
83
</ul><p>Kelompok jaringan di bawah ini yang memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah ….</p>
83
</ul><p>Kelompok jaringan di bawah ini yang memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah ….</p>
84
<ol><li>jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan meristem, dan jaringan sekretori</li>
84
<ol><li>jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan meristem, dan jaringan sekretori</li>
85
<li>jaringan meristem, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori</li>
85
<li>jaringan meristem, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori</li>
86
<li>jaringan pelindung, jaringan meristem, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori</li>
86
<li>jaringan pelindung, jaringan meristem, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori</li>
87
<li>jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori</li>
87
<li>jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori</li>
88
<li>jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan meristem</li>
88
<li>jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan meristem</li>
89
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong><strong></strong></p>
89
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong><strong></strong></p>
90
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
90
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
91
<p>Jaringan yang memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah jaringan permanen atau jaringan dewasa. Jaringan dewasa memiliki ciri-ciri yaitu:</p>
91
<p>Jaringan yang memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah jaringan permanen atau jaringan dewasa. Jaringan dewasa memiliki ciri-ciri yaitu:</p>
92
<ul><li>Sel-selnya tidak aktif membelah lagi</li>
92
<ul><li>Sel-selnya tidak aktif membelah lagi</li>
93
<li>Selnya sudah mengalami diferensiasi</li>
93
<li>Selnya sudah mengalami diferensiasi</li>
94
<li>Tersusun atas sel hidup dan sel mati</li>
94
<li>Tersusun atas sel hidup dan sel mati</li>
95
<li>Sudah memiliki plastida dan vakuola</li>
95
<li>Sudah memiliki plastida dan vakuola</li>
96
<li>Memiliki ukuran sel yang relatif besar dengan nukleus yang kecil</li>
96
<li>Memiliki ukuran sel yang relatif besar dengan nukleus yang kecil</li>
97
<li>Dinding sel umumnya mengalami penebalan</li>
97
<li>Dinding sel umumnya mengalami penebalan</li>
98
</ul><p>Berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi lima jenis yaitu jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan meristem, dan jaringan sekretori</p>
98
</ul><p>Berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi lima jenis yaitu jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan meristem, dan jaringan sekretori</p>
99
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
99
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
100
<p>Baca Juga:<a>5 Jenis Jaringan pada Tumbuhan</a></p>
100
<p>Baca Juga:<a>5 Jenis Jaringan pada Tumbuhan</a></p>
101
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
101
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
102
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Komponen Kimiawi Sel</strong></p>
102
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Komponen Kimiawi Sel</strong></p>
103
<p>3. Karbohidrat yang termasuk golongan monosakarida, antara lain ….</p>
103
<p>3. Karbohidrat yang termasuk golongan monosakarida, antara lain ….</p>
104
<ol><li>sukrosa dan laktosa</li>
104
<ol><li>sukrosa dan laktosa</li>
105
<li>selobiosa dan fruktosa</li>
105
<li>selobiosa dan fruktosa</li>
106
<li>kitin dan gliseraldehid</li>
106
<li>kitin dan gliseraldehid</li>
107
<li>glukosa dan galaktosa</li>
107
<li>glukosa dan galaktosa</li>
108
<li>selulosa dan glikogen</li>
108
<li>selulosa dan glikogen</li>
109
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
109
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
110
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
110
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
111
<p>Berdasarkan jumlah karbonnya, karbohidrat dibagi menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan monomer tunggal dari karbohidrat. Senyawa yang termasuk sebagai monosakarida adalah gliseraldehid, ribosa, glukosa, galaktosa, dihidroksiaseton, ribulosa, dan fruktosa.</p>
111
<p>Berdasarkan jumlah karbonnya, karbohidrat dibagi menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan monomer tunggal dari karbohidrat. Senyawa yang termasuk sebagai monosakarida adalah gliseraldehid, ribosa, glukosa, galaktosa, dihidroksiaseton, ribulosa, dan fruktosa.</p>
112
<p>Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosidik, misalnya sukrosa, laktosa, selubiosa, dan maltosa. Sementara itu, polisakarida merupakan makromolekul yang tersusun atas ribuan disakarida maupun monosakarida, misalnya pati atau amilum, glikogen, selulosa dan kitin.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah pilihan D</strong>.</p>
112
<p>Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosidik, misalnya sukrosa, laktosa, selubiosa, dan maltosa. Sementara itu, polisakarida merupakan makromolekul yang tersusun atas ribuan disakarida maupun monosakarida, misalnya pati atau amilum, glikogen, selulosa dan kitin.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah pilihan D</strong>.</p>
113
<p>Baca Juga:<a>Apa Saja Komponen Kimiawi dalam Sebuah Sel?</a></p>
113
<p>Baca Juga:<a>Apa Saja Komponen Kimiawi dalam Sebuah Sel?</a></p>
114
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
114
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
115
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organel sel</strong></p>
115
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organel sel</strong></p>
116
<p>4. Daniel sedang mengamati sebuah sel di bawah mikroskop, sel yang diamati tersebut memiliki warna hijau dan berbentuk seperti segi lima dan banyak terdapat bulatan-bulatan warna hijau di dalam selnya. Bulatan-bulatan warna hijau tersebutlah yang menyebabkan sel menjadi warna hijau dan menghasilkan oksigen bagi sel tersebut. Berdasarkan hasil pengamatannya, Daniel menyimpulkan bahwa Ia mengamati sel … dan bulatan hijau tersebut adalah …. </p>
116
<p>4. Daniel sedang mengamati sebuah sel di bawah mikroskop, sel yang diamati tersebut memiliki warna hijau dan berbentuk seperti segi lima dan banyak terdapat bulatan-bulatan warna hijau di dalam selnya. Bulatan-bulatan warna hijau tersebutlah yang menyebabkan sel menjadi warna hijau dan menghasilkan oksigen bagi sel tersebut. Berdasarkan hasil pengamatannya, Daniel menyimpulkan bahwa Ia mengamati sel … dan bulatan hijau tersebut adalah …. </p>
117
<ol><li>tumbuhan - mitokondria</li>
117
<ol><li>tumbuhan - mitokondria</li>
118
<li>hewan - lisosom</li>
118
<li>hewan - lisosom</li>
119
<li>tumbuhan - kloroplas</li>
119
<li>tumbuhan - kloroplas</li>
120
<li>tumbuhan - diktiosom</li>
120
<li>tumbuhan - diktiosom</li>
121
<li>hewan - ribosom </li>
121
<li>hewan - ribosom </li>
122
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
122
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
123
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
123
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
124
<p>Pada pengamatan yang dilakukan Daniel ditemukan sel berwarna hijau dengan adanya bulatan-bulatan hijau yang dapat menghasilkan oksigen bagi sel. Bagian bulat berwarna hijau tersebut adalah kloroplas, maka dapat disimpulkan sel yang diamati adalah sel tumbuhan. Kloroplas sendiri memiliki pigmen hijau daun atau klorofil yang berfungsi untuk proses fotosintesis. Proses fotosintesis merupakan proses pembentukan zat makanan dan oksigen dengan bantuan sinar matahari dengan bahan baku berupa karbondioksida dan air.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah C</strong>.</p>
124
<p>Pada pengamatan yang dilakukan Daniel ditemukan sel berwarna hijau dengan adanya bulatan-bulatan hijau yang dapat menghasilkan oksigen bagi sel. Bagian bulat berwarna hijau tersebut adalah kloroplas, maka dapat disimpulkan sel yang diamati adalah sel tumbuhan. Kloroplas sendiri memiliki pigmen hijau daun atau klorofil yang berfungsi untuk proses fotosintesis. Proses fotosintesis merupakan proses pembentukan zat makanan dan oksigen dengan bantuan sinar matahari dengan bahan baku berupa karbondioksida dan air.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah C</strong>.</p>
125
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Macam-macam Organel Sel</a></p>
125
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Macam-macam Organel Sel</a></p>
126
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
126
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sel</strong></p>
127
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Reproduksi sel</strong></p>
127
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Reproduksi sel</strong></p>
128
<p>5. Mitokondria merupakan organel yang berfungsi untuk menghasilkan energi bagi sel. Sel yang aktif bergerak, seperti sel otot, memiliki mitokondria yang lebih banyak daripada sel yang lain. Mitokondria terbentuk pada saat siklus sel yaitu pada tahap …. </p>
128
<p>5. Mitokondria merupakan organel yang berfungsi untuk menghasilkan energi bagi sel. Sel yang aktif bergerak, seperti sel otot, memiliki mitokondria yang lebih banyak daripada sel yang lain. Mitokondria terbentuk pada saat siklus sel yaitu pada tahap …. </p>
129
<ol><li>telofase</li>
129
<ol><li>telofase</li>
130
<li>anafase</li>
130
<li>anafase</li>
131
<li>interfase</li>
131
<li>interfase</li>
132
<li>metafase</li>
132
<li>metafase</li>
133
<li>profase</li>
133
<li>profase</li>
134
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
134
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
135
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
135
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
136
<p>Siklus sel terdiri atas tahap interfase dan tahap mitosis. lnterfase dibagi menjadi tiga subfase, meliputi fase G1, fase S, dan fase G2. Sementara itu dalam fase mitosis dibagi menjadi lima tahap meliputi profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase. Pada interfase subfase G1, sel akan mengalami pertumbuhan serta pembentukan protein dan organel sel. Pada tahap ini semua organel dalam sel dibentuk termasuk organel mitokondria.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C</strong>.</p>
136
<p>Siklus sel terdiri atas tahap interfase dan tahap mitosis. lnterfase dibagi menjadi tiga subfase, meliputi fase G1, fase S, dan fase G2. Sementara itu dalam fase mitosis dibagi menjadi lima tahap meliputi profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase. Pada interfase subfase G1, sel akan mengalami pertumbuhan serta pembentukan protein dan organel sel. Pada tahap ini semua organel dalam sel dibentuk termasuk organel mitokondria.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C</strong>.</p>
137
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan</strong></p>
137
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Jaringan pada Hewan</strong></p>
138
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan ikat</strong></p>
138
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jaringan ikat</strong></p>
139
<p>6. Rahmat menemukan sebuah jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon. Jaringan yang memiliki ciri tersebut tergolong ke dalam ….</p>
139
<p>6. Rahmat menemukan sebuah jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon. Jaringan yang memiliki ciri tersebut tergolong ke dalam ….</p>
140
<ol><li>Jaringan saraf</li>
140
<ol><li>Jaringan saraf</li>
141
<li>Jaringan ikat</li>
141
<li>Jaringan ikat</li>
142
<li>Jaringan penyokong</li>
142
<li>Jaringan penyokong</li>
143
<li>Jaringan ikat longgar</li>
143
<li>Jaringan ikat longgar</li>
144
<li>Jaringan otot</li>
144
<li>Jaringan otot</li>
145
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
145
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
146
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
146
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
147
<p>Jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon adalah jaringan darah. Jaringan darah termasuk ke dalam jaringan ikat, yaitu jaringan ikat cair.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
147
<p>Jaringan yang memiliki ciri tersusun oleh sel dan cairan, memiliki kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah menuju jaringan, dan berfungsi untuk mengangkut hormon adalah jaringan darah. Jaringan darah termasuk ke dalam jaringan ikat, yaitu jaringan ikat cair.<strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
148
<p>Baca Juga:<a>Struktur dan Fungsi Jaringan Ikat pada Manusia</a></p>
148
<p>Baca Juga:<a>Struktur dan Fungsi Jaringan Ikat pada Manusia</a></p>
149
<h2>FISIKA</h2>
149
<h2>FISIKA</h2>
150
<p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
150
<p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
151
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Momentum Sudut</strong></p>
151
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Momentum Sudut</strong></p>
152
<p>1. Sebuah bola pejal bermassa 0,75 kg dengan jari-jari 10 cm bergerak rotasi dengan kecepatan sudut 200 rad/s. Momentum sudut bola tersebut adalah ….</p>
152
<p>1. Sebuah bola pejal bermassa 0,75 kg dengan jari-jari 10 cm bergerak rotasi dengan kecepatan sudut 200 rad/s. Momentum sudut bola tersebut adalah ….</p>
153
<p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
153
<p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
154
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
154
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
155
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
155
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
156
<p><strong>Ditanyakan:</strong></p>
156
<p><strong>Ditanyakan:</strong></p>
157
<p>Momentum sudut bola?</p>
157
<p>Momentum sudut bola?</p>
158
<p><strong>Jawab:</strong></p>
158
<p><strong>Jawab:</strong></p>
159
<p><strong>1. Menentukan momen inersia bola pejal</strong></p>
159
<p><strong>1. Menentukan momen inersia bola pejal</strong></p>
160
<p><strong>2. Menentukan momentum sudut bola</strong></p>
160
<p><strong>2. Menentukan momentum sudut bola</strong></p>
161
<p><strong> </strong></p>
161
<p><strong> </strong></p>
162
<p>Dengan demikian, momentum sudut bola adalah .</p>
162
<p>Dengan demikian, momentum sudut bola adalah .</p>
163
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
163
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
164
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 11 SMA IPA Semester Ganjil 2021</a></p>
164
<p>Baca Juga:<a>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 11 SMA IPA Semester Ganjil 2021</a></p>
165
<p><strong>Topik</strong><strong>: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
165
<p><strong>Topik</strong><strong>: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
166
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Rangkaian Pegas</strong></p>
166
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Rangkaian Pegas</strong></p>
167
<p>2. Sebuah pegas memiliki tetapan sebesar 6.000 N/m. Kemudian pegas tersebut dipotong menjadi tiga bagian yang sama persis (identik). Perbandingan konstanta pegas saat pegas dirangkai secara seri dengan konstanta pegas saat pegas dirangkai secara paralel adalah ….</p>
167
<p>2. Sebuah pegas memiliki tetapan sebesar 6.000 N/m. Kemudian pegas tersebut dipotong menjadi tiga bagian yang sama persis (identik). Perbandingan konstanta pegas saat pegas dirangkai secara seri dengan konstanta pegas saat pegas dirangkai secara paralel adalah ….</p>
168
<ol><li>1 : 3</li>
168
<ol><li>1 : 3</li>
169
<li>3 : 1</li>
169
<li>3 : 1</li>
170
<li>1 : 9</li>
170
<li>1 : 9</li>
171
<li>9 : 1</li>
171
<li>9 : 1</li>
172
<li>3 : 9</li>
172
<li>3 : 9</li>
173
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
173
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
174
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
174
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
175
<p>Saat pegas dipotong menjadi tiga bagian yang sama persis, maka konstanta pegasnya sekarang adalah</p>
175
<p>Saat pegas dipotong menjadi tiga bagian yang sama persis, maka konstanta pegasnya sekarang adalah</p>
176
<p>Selanjutnya saat pegas dirangkai seri maka konstanta pegas gabungannya menjadi</p>
176
<p>Selanjutnya saat pegas dirangkai seri maka konstanta pegas gabungannya menjadi</p>
177
<p>Sedangkan saat pegasnya dirangkai paralel, maka konstanta pegas gabungannya menjadi</p>
177
<p>Sedangkan saat pegasnya dirangkai paralel, maka konstanta pegas gabungannya menjadi</p>
178
<p>Sehingga perbandingan konstanta pegas saat dirangkai seri terhadap rangkaian pegas saat dirangkai paralel adalah</p>
178
<p>Sehingga perbandingan konstanta pegas saat dirangkai seri terhadap rangkaian pegas saat dirangkai paralel adalah</p>
179
<p>Perbandingannya adalah 1 : 9.</p>
179
<p>Perbandingannya adalah 1 : 9.</p>
180
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah C.</strong><strong></strong></p>
180
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah C.</strong><strong></strong></p>
181
<p>Baca Juga:<a>Konsep Elastisitas Zat Padat dan Hukum Hooke</a></p>
181
<p>Baca Juga:<a>Konsep Elastisitas Zat Padat dan Hukum Hooke</a></p>
182
<p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
182
<p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi</strong></p>
183
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hubungan antara Momen Gaya dan Momen Inersia</strong></p>
183
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hubungan antara Momen Gaya dan Momen Inersia</strong></p>
184
<p>3. Gaya sebesar 31,4 N diberikan selama 10 detik sehingga komidi putar yang semula diam menjadi berputar 1 putaran penuh. Jika jari-jari komidi putar 2 m, momen inersia komidi putar tersebut sebesar … kgm2.</p>
184
<p>3. Gaya sebesar 31,4 N diberikan selama 10 detik sehingga komidi putar yang semula diam menjadi berputar 1 putaran penuh. Jika jari-jari komidi putar 2 m, momen inersia komidi putar tersebut sebesar … kgm2.</p>
185
<ol><li>100</li>
185
<ol><li>100</li>
186
<li>500</li>
186
<li>500</li>
187
<li>628</li>
187
<li>628</li>
188
<li>1.000</li>
188
<li>1.000</li>
189
<li>1.256</li>
189
<li>1.256</li>
190
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
190
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
191
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
191
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
192
<p>Diketahui:</p>
192
<p>Diketahui:</p>
193
<p>Jari-jari komidi putar: r = 2 m</p>
193
<p>Jari-jari komidi putar: r = 2 m</p>
194
<p>Gaya yang diberikan pada komidi putar: F = 31,4 N</p>
194
<p>Gaya yang diberikan pada komidi putar: F = 31,4 N</p>
195
<p>Lama gaya diberikan: t = 10 s</p>
195
<p>Lama gaya diberikan: t = 10 s</p>
196
<p>Perubahan sudut komidi putar: θ = 1×2π = 2π rad</p>
196
<p>Perubahan sudut komidi putar: θ = 1×2π = 2π rad</p>
197
<p>Percepatan komidi putar saat diberikan gaya dapat diketahui dengan</p>
197
<p>Percepatan komidi putar saat diberikan gaya dapat diketahui dengan</p>
198
<p>2π = 0 + 1/2α (10)2</p>
198
<p>2π = 0 + 1/2α (10)2</p>
199
<p>2π = 50α</p>
199
<p>2π = 50α</p>
200
<p>α = 0,04π rad/s2</p>
200
<p>α = 0,04π rad/s2</p>
201
<p>Momen inersia komedi putar dapat diketahui dengan</p>
201
<p>Momen inersia komedi putar dapat diketahui dengan</p>
202
<p>Fr = Iα</p>
202
<p>Fr = Iα</p>
203
<p>(31,4)(2) = I(0,04π)</p>
203
<p>(31,4)(2) = I(0,04π)</p>
204
<p>I = 500 kgm2</p>
204
<p>I = 500 kgm2</p>
205
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
205
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
206
<p>Baca Juga:<a>Cara Gampang Memahami Konsep Momen Inersia</a></p>
206
<p>Baca Juga:<a>Cara Gampang Memahami Konsep Momen Inersia</a></p>
207
<p><strong>Topik</strong><strong>: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
207
<p><strong>Topik</strong><strong>: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
208
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Modulus Elastisitas</strong></p>
208
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Modulus Elastisitas</strong></p>
209
<p><strong>4. Perhatikan besaran-besaran berikut ini!</strong></p>
209
<p><strong>4. Perhatikan besaran-besaran berikut ini!</strong></p>
210
<ol><li>Panjang kawat</li>
210
<ol><li>Panjang kawat</li>
211
<li>Luas permukaan kawat</li>
211
<li>Luas permukaan kawat</li>
212
<li>Gaya</li>
212
<li>Gaya</li>
213
<li>Volume kawat</li>
213
<li>Volume kawat</li>
214
</ol><p>Besaran-besaran yang memengaruhi modulus elastisitas suatu kawat ditunjukkan oleh nomor ….</p>
214
</ol><p>Besaran-besaran yang memengaruhi modulus elastisitas suatu kawat ditunjukkan oleh nomor ….</p>
215
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
215
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
216
<li>1 dan 3</li>
216
<li>1 dan 3</li>
217
<li>2 dan 4</li>
217
<li>2 dan 4</li>
218
<li>4 saja</li>
218
<li>4 saja</li>
219
<li>semua benar</li>
219
<li>semua benar</li>
220
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
220
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
221
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
221
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
222
<p>Modulus elastisitas kawat dirumuskan dengan</p>
222
<p>Modulus elastisitas kawat dirumuskan dengan</p>
223
<p>dengan F merupakan gaya yang bekerja pada kawat, l merupakan panjang kawat, A luas penampang kawat, dan l merupakan perubahan panjang kawat.</p>
223
<p>dengan F merupakan gaya yang bekerja pada kawat, l merupakan panjang kawat, A luas penampang kawat, dan l merupakan perubahan panjang kawat.</p>
224
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
224
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
225
<p><strong>Topik</strong><strong>: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
225
<p><strong>Topik</strong><strong>: Elastisitas dan Hukum Hooke</strong></p>
226
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Rangkaian Pegas</strong></p>
226
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Rangkaian Pegas</strong></p>
227
<p>5. Delapan pegas identik memiliki konstanta 250 N/m. Empat pegas disusun secara seri dan empat pegas disusun secara paralel. Perbandingan konstanta pegas seri dan konstanta pegas paralel sebesar . . . .</p>
227
<p>5. Delapan pegas identik memiliki konstanta 250 N/m. Empat pegas disusun secara seri dan empat pegas disusun secara paralel. Perbandingan konstanta pegas seri dan konstanta pegas paralel sebesar . . . .</p>
228
<ol><li>1 : 4</li>
228
<ol><li>1 : 4</li>
229
<li>1 : 8</li>
229
<li>1 : 8</li>
230
<li>1 : 16</li>
230
<li>1 : 16</li>
231
<li>4 : 1</li>
231
<li>4 : 1</li>
232
<li>8 : 1</li>
232
<li>8 : 1</li>
233
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
233
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
234
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
234
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
235
<p>Diketahui:</p>
235
<p>Diketahui:</p>
236
<p>k = 250 N/m</p>
236
<p>k = 250 N/m</p>
237
<p>Konstanta pegas paralel:</p>
237
<p>Konstanta pegas paralel:</p>
238
<p>kt = k1 + k2 + k3 + k4</p>
238
<p>kt = k1 + k2 + k3 + k4</p>
239
<p>= 250 + 250 + 250 + 250</p>
239
<p>= 250 + 250 + 250 + 250</p>
240
<p>kt = 1000 N/m</p>
240
<p>kt = 1000 N/m</p>
241
<p>Konstanta pegas seri:</p>
241
<p>Konstanta pegas seri:</p>
242
<p>Perbandingan konstanta pegas seri dan paralel adalah :</p>
242
<p>Perbandingan konstanta pegas seri dan paralel adalah :</p>
243
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
243
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
244
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fluida Statis</strong></p>
244
<p><strong>Topik</strong><strong>: Fluida Statis</strong></p>
245
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Archimedes</strong></p>
245
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Archimedes</strong></p>
246
<p>6. Sebongkah es bermassa jenis 0,9 g/cm3 dimasukan ke dalam sebuah cairan dengan massa jenis 1,2 g/cm3. Gejala yang terjadi adalah . . . .</p>
246
<p>6. Sebongkah es bermassa jenis 0,9 g/cm3 dimasukan ke dalam sebuah cairan dengan massa jenis 1,2 g/cm3. Gejala yang terjadi adalah . . . .</p>
247
<ol><li>Benda terapung seluruhnya</li>
247
<ol><li>Benda terapung seluruhnya</li>
248
<li>75% benda berada di permukaan</li>
248
<li>75% benda berada di permukaan</li>
249
<li>25% benda berada di permukaan</li>
249
<li>25% benda berada di permukaan</li>
250
<li>416,67 cm3 es berada di permukaan</li>
250
<li>416,67 cm3 es berada di permukaan</li>
251
<li>138,88 cm3 es berada di dalam fluida</li>
251
<li>138,88 cm3 es berada di dalam fluida</li>
252
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
252
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
253
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
253
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
254
<p>Diketahui:</p>
254
<p>Diketahui:</p>
255
<p>es = 0,9 g/cm3</p>
255
<p>es = 0,9 g/cm3</p>
256
<p>fluida = 1,2 g/cm3</p>
256
<p>fluida = 1,2 g/cm3</p>
257
<p>Massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida, kita perlu mengetahui volume benda yang tercelup seberapa besar,</p>
257
<p>Massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis fluida, kita perlu mengetahui volume benda yang tercelup seberapa besar,</p>
258
<p>ρes.g.Ves = ρ<em>fluida</em>.g.V<em>benda dalam fluida</em></p>
258
<p>ρes.g.Ves = ρ<em>fluida</em>.g.V<em>benda dalam fluida</em></p>
259
<p>0,9.V = 1,2.V benda dalam fluida</p>
259
<p>0,9.V = 1,2.V benda dalam fluida</p>
260
<p>Vbenda dalam fluida = 0,9V/1,2 = 3/4V</p>
260
<p>Vbenda dalam fluida = 0,9V/1,2 = 3/4V</p>
261
<p>Maka, 75% es berada di dalam fluida, dan 25% berada di permukaan cairan.</p>
261
<p>Maka, 75% es berada di dalam fluida, dan 25% berada di permukaan cairan.</p>
262
<p>Jika massa es sebesar 500 gr, maka volume es sebesar:</p>
262
<p>Jika massa es sebesar 500 gr, maka volume es sebesar:</p>
263
<p>ρes = mes/Ves</p>
263
<p>ρes = mes/Ves</p>
264
<p>0,9 = 500/Ves</p>
264
<p>0,9 = 500/Ves</p>
265
<p>Ves = 500/0,9</p>
265
<p>Ves = 500/0,9</p>
266
<p>= 555,5 cm3</p>
266
<p>= 555,5 cm3</p>
267
<p>Maka volume es yang berada di permukaan adalah</p>
267
<p>Maka volume es yang berada di permukaan adalah</p>
268
<p>Ves di permukaan = 25% x 555,5 = 138,8875 cm3</p>
268
<p>Ves di permukaan = 25% x 555,5 = 138,8875 cm3</p>
269
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
269
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
270
<p>Baca Juga:<a>Bunyi Hukum Archimedes, Rumus, dan Contoh Penerapannya</a></p>
270
<p>Baca Juga:<a>Bunyi Hukum Archimedes, Rumus, dan Contoh Penerapannya</a></p>
271
<h2>KIMIA</h2>
271
<h2>KIMIA</h2>
272
<p><strong>Topik: Hidrokarbon</strong></p>
272
<p><strong>Topik: Hidrokarbon</strong></p>
273
<p><strong>Subtopik: Alkana</strong></p>
273
<p><strong>Subtopik: Alkana</strong></p>
274
<p>1. Di antara senyawa hidrokarbon berikut yang paling rendah titik didihnya adalah ….</p>
274
<p>1. Di antara senyawa hidrokarbon berikut yang paling rendah titik didihnya adalah ….</p>
275
<ol><li><em>n</em>-pentana</li>
275
<ol><li><em>n</em>-pentana</li>
276
<li>2-metilbutana</li>
276
<li>2-metilbutana</li>
277
<li>2,2-dimetilpropana</li>
277
<li>2,2-dimetilpropana</li>
278
<li>3-metilpentana</li>
278
<li>3-metilpentana</li>
279
<li><em>n</em>-propana</li>
279
<li><em>n</em>-propana</li>
280
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
280
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
281
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
281
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
282
<p>Pada senyawa hidrokarbon, makin banyak jumlah atom C dalam suatu rantai, makin tinggi titik didihnya. Untuk alkana dengan massa molekul relatif (jumlah C) yang sama, makin banyak cabang maka titik didih makin rendah.</p>
282
<p>Pada senyawa hidrokarbon, makin banyak jumlah atom C dalam suatu rantai, makin tinggi titik didihnya. Untuk alkana dengan massa molekul relatif (jumlah C) yang sama, makin banyak cabang maka titik didih makin rendah.</p>
283
<ol><li><em>n</em>-pentana = C₅H₁₂</li>
283
<ol><li><em>n</em>-pentana = C₅H₁₂</li>
284
<li>2-metilbutana = C₅H₁₂</li>
284
<li>2-metilbutana = C₅H₁₂</li>
285
<li>2,2-dimetilpropana = C₅H₁₂</li>
285
<li>2,2-dimetilpropana = C₅H₁₂</li>
286
<li>3-metilpentana = C₆H₁₄</li>
286
<li>3-metilpentana = C₆H₁₄</li>
287
<li><em>n</em>-propana = C₃H₈</li>
287
<li><em>n</em>-propana = C₃H₈</li>
288
</ol><p>Dengan demikian, di antara senyawa hidrokarbon pada pilihan jawaban, senyawa yang memiliki titik didih terendah adalah hidrokarbon yang memiliki rantai atom C paling sedikit, yaitu<strong><em>n</em></strong><strong>-propana</strong>(C₃H₈).</p>
288
</ol><p>Dengan demikian, di antara senyawa hidrokarbon pada pilihan jawaban, senyawa yang memiliki titik didih terendah adalah hidrokarbon yang memiliki rantai atom C paling sedikit, yaitu<strong><em>n</em></strong><strong>-propana</strong>(C₃H₈).</p>
289
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
289
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
290
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Dasar-Dasar Alkana</a></strong></p>
290
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Dasar-Dasar Alkana</a></strong></p>
291
<p><strong>Topik: Hidrokarbon</strong></p>
291
<p><strong>Topik: Hidrokarbon</strong></p>
292
<p><strong>Subtopik: Reaksi Senyawa Hidrokarbon</strong></p>
292
<p><strong>Subtopik: Reaksi Senyawa Hidrokarbon</strong></p>
293
<p><strong>2. Perhatikan beberapa reaksi senyawa karbon berikut!</strong></p>
293
<p><strong>2. Perhatikan beberapa reaksi senyawa karbon berikut!</strong></p>
294
<p>Reaksi eliminasi ditunjukkan oleh nomor ….</p>
294
<p>Reaksi eliminasi ditunjukkan oleh nomor ….</p>
295
<ol><li>1</li>
295
<ol><li>1</li>
296
<li>2</li>
296
<li>2</li>
297
<li>3</li>
297
<li>3</li>
298
<li>4</li>
298
<li>4</li>
299
<li>5</li>
299
<li>5</li>
300
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
300
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
301
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
301
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
302
<p>Reaksi eliminasi adalah reaksi pembentukan ikatan rangkap dua dari ikatan tunggal atau ikatan rangkap tiga dari ikatan rangkap dua dan disertai dengan pelepasan molekul.</p>
302
<p>Reaksi eliminasi adalah reaksi pembentukan ikatan rangkap dua dari ikatan tunggal atau ikatan rangkap tiga dari ikatan rangkap dua dan disertai dengan pelepasan molekul.</p>
303
<p>Senyawa hidrokarbon yang dapat mengalami reaksi eliminasi adalah alkana (ikatan tunggal) dan alkena (ikatan rangkap 2), sedangkan alkuna (ikatan rangkap 3) tidak dapat mengalami reaksi eliminasi.</p>
303
<p>Senyawa hidrokarbon yang dapat mengalami reaksi eliminasi adalah alkana (ikatan tunggal) dan alkena (ikatan rangkap 2), sedangkan alkuna (ikatan rangkap 3) tidak dapat mengalami reaksi eliminasi.</p>
304
<p><strong>Reaksi eliminasi ditunjukkan pada nomor 2</strong>karena terjadi pembentukan ikatan rangkap 2. Sementara reaksi 1, 3, dan 5 merupakan reaksi adisi (pemutusan ikatan rangkap). Reaksi 4 adalah reaksi substitusi.</p>
304
<p><strong>Reaksi eliminasi ditunjukkan pada nomor 2</strong>karena terjadi pembentukan ikatan rangkap 2. Sementara reaksi 1, 3, dan 5 merupakan reaksi adisi (pemutusan ikatan rangkap). Reaksi 4 adalah reaksi substitusi.</p>
305
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
305
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B</strong>.</p>
306
<p><strong>Topik</strong>:<strong> Termokimia</strong></p>
306
<p><strong>Topik</strong>:<strong> Termokimia</strong></p>
307
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Entalpi dan Perubahan Entalpi</strong></p>
307
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Entalpi dan Perubahan Entalpi</strong></p>
308
<p><strong>3. Perhatikan persamaan termokimia berikut ini!</strong></p>
308
<p><strong>3. Perhatikan persamaan termokimia berikut ini!</strong></p>
309
<p>Berdasarkan reaksi tersebut, pernyataan yang tepat adalah ….</p>
309
<p>Berdasarkan reaksi tersebut, pernyataan yang tepat adalah ….</p>
310
<ol><li>perubahan entalpi pembentukan amonia = -92 kJ/mol</li>
310
<ol><li>perubahan entalpi pembentukan amonia = -92 kJ/mol</li>
311
<li>pada pembentukan 1 mol amonia dibutuhkan panas sebesar 286 kJ</li>
311
<li>pada pembentukan 1 mol amonia dibutuhkan panas sebesar 286 kJ</li>
312
<li>pada pembentukan 2 mol amonia, 92 kJ kalor mengalir dari lingkungan ke sistem</li>
312
<li>pada pembentukan 2 mol amonia, 92 kJ kalor mengalir dari lingkungan ke sistem</li>
313
<li>perubahan entalpi pembentukan standar gas amonia = -46 kJ/mol</li>
313
<li>perubahan entalpi pembentukan standar gas amonia = -46 kJ/mol</li>
314
<li>pada reaksi pembentukan 1 mol amonia, 92 kJ kalor mengalir dari sistem ke lingkungan</li>
314
<li>pada reaksi pembentukan 1 mol amonia, 92 kJ kalor mengalir dari sistem ke lingkungan</li>
315
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
315
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
316
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
316
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
317
<p>Perubahan entalpi pembentukan amonia<strong>bernilai negatif (reaksi eksoterm)</strong>, di mana terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan.</p>
317
<p>Perubahan entalpi pembentukan amonia<strong>bernilai negatif (reaksi eksoterm)</strong>, di mana terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan.</p>
318
<p>Perubahan entalpi standar didefinisikan sebagai besarnya<strong>perubahan entalpi 1 mol senyawa</strong>dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.</p>
318
<p>Perubahan entalpi standar didefinisikan sebagai besarnya<strong>perubahan entalpi 1 mol senyawa</strong>dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.</p>
319
<p>Pada soal nilai -92 kJ adalah untuk 2 mol reaksi pembentukan amonia, sehingga untuk reaksi pembentukan 1 mol amonia hanya dilepaskan 46 kJ kalor, artinya perubahan entalpi pembentukan amonia standar adalah sebesar 46 kJ/mol.</p>
319
<p>Pada soal nilai -92 kJ adalah untuk 2 mol reaksi pembentukan amonia, sehingga untuk reaksi pembentukan 1 mol amonia hanya dilepaskan 46 kJ kalor, artinya perubahan entalpi pembentukan amonia standar adalah sebesar 46 kJ/mol.</p>
320
<p>Pernyataan yang tepat adalah perubahan entalpi pembentukan standar gas amonia = -46 kJ/mol.</p>
320
<p>Pernyataan yang tepat adalah perubahan entalpi pembentukan standar gas amonia = -46 kJ/mol.</p>
321
<p><strong> Jawaban yang tepat adalah opsi D.</strong></p>
321
<p><strong> Jawaban yang tepat adalah opsi D.</strong></p>
322
<p>Baca Juga:<a>Persamaan Termokimia dan Jenis Perubahan Entalpi Standar</a></p>
322
<p>Baca Juga:<a>Persamaan Termokimia dan Jenis Perubahan Entalpi Standar</a></p>
323
<p><strong>Topik</strong><strong>: Minyak Bumi</strong></p>
323
<p><strong>Topik</strong><strong>: Minyak Bumi</strong></p>
324
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mutu Bensin</strong></p>
324
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mutu Bensin</strong></p>
325
<p><strong>4. Perhatikan ciri-ciri berikut!</strong></p>
325
<p><strong>4. Perhatikan ciri-ciri berikut!</strong></p>
326
<ol><li>Memiliki warna yang lebih pekat daripada minyak tanah</li>
326
<ol><li>Memiliki warna yang lebih pekat daripada minyak tanah</li>
327
<li>Titik didih sekitar 200oC</li>
327
<li>Titik didih sekitar 200oC</li>
328
<li>Mengandung 92% n-heptana dan 8% isooktana</li>
328
<li>Mengandung 92% n-heptana dan 8% isooktana</li>
329
<li>Mempunyai angka oktan 92</li>
329
<li>Mempunyai angka oktan 92</li>
330
</ol><p>Bensin dapat digolongkan menjadi berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan mutunya, yaitu bilangan oktan. Bilangan oktan menunjukkan kandungan isooktana dalam bensin. Berdasarkan ciri-ciri di atas, karakteristik dari bensin pertamax ditunjukkan oleh nomor ….</p>
330
</ol><p>Bensin dapat digolongkan menjadi berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan mutunya, yaitu bilangan oktan. Bilangan oktan menunjukkan kandungan isooktana dalam bensin. Berdasarkan ciri-ciri di atas, karakteristik dari bensin pertamax ditunjukkan oleh nomor ….</p>
331
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
331
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
332
<li>1 dan 3</li>
332
<li>1 dan 3</li>
333
<li>2 dan 4</li>
333
<li>2 dan 4</li>
334
<li>4 saja</li>
334
<li>4 saja</li>
335
<li>1, 2, 3, dan 4</li>
335
<li>1, 2, 3, dan 4</li>
336
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
336
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
337
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
338
<p>Pertamax adalah golongan bensin yang memiliki bilangan oktan 92. Bilangan oktan menunjukkan jumlah komposisi n-heptana dan isooktana yang terkandung dalam bensin tersebut. Pertamax memiliki bilangan oktan 92, artinya dalam pertamax terdapat 92% isooktana dan 8% n-heptana.</p>
338
<p>Pertamax adalah golongan bensin yang memiliki bilangan oktan 92. Bilangan oktan menunjukkan jumlah komposisi n-heptana dan isooktana yang terkandung dalam bensin tersebut. Pertamax memiliki bilangan oktan 92, artinya dalam pertamax terdapat 92% isooktana dan 8% n-heptana.</p>
339
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
339
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
340
<p>Baca Juga:<a>Manfaat Minyak Bumi dalam Kehidupan Manusia</a></p>
340
<p>Baca Juga:<a>Manfaat Minyak Bumi dalam Kehidupan Manusia</a></p>
341
<p>Gimana, nih? Sudah puas<strong>latihan soal PTS kelas 11 SMA IPA Semester Ganjil 2024</strong>? Atau masih kurang? Kalau masih kurang, kamu bisa kerjakan latihan soal lainnya di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>, lho! Tinggal <em>search </em>aja mapel yang kamu mau, terus muncul deh, latihan soalnya! Yuk, <em>download</em> aplikasinya sekarang!</p>
341
<p>Gimana, nih? Sudah puas<strong>latihan soal PTS kelas 11 SMA IPA Semester Ganjil 2024</strong>? Atau masih kurang? Kalau masih kurang, kamu bisa kerjakan latihan soal lainnya di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>, lho! Tinggal <em>search </em>aja mapel yang kamu mau, terus muncul deh, latihan soalnya! Yuk, <em>download</em> aplikasinya sekarang!</p>
342
342