0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p>Sudah hampir sebulan ini Roro terus mengajak ayahnya yang sibuk untuk pergi ke kebun binatang. Akhirnya, hari ini, ayahnya dapat memenuhi kemauan Roro.<i>Eits</i>, tentu saja Roro tidak akan lupa mengajak Guntur. Lalu bagaimana, ya, perjalanan mereka kali ini? Simak <em>yuk</em>!</p>
1
<blockquote><p>Sudah hampir sebulan ini Roro terus mengajak ayahnya yang sibuk untuk pergi ke kebun binatang. Akhirnya, hari ini, ayahnya dapat memenuhi kemauan Roro.<i>Eits</i>, tentu saja Roro tidak akan lupa mengajak Guntur. Lalu bagaimana, ya, perjalanan mereka kali ini? Simak <em>yuk</em>!</p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
</blockquote><p>Setelah sarapan, Roro dan ayahnya pergi menjemput Guntur di rumahnya. Sayangnya, Ibu Roro dan orang tua Guntur tidak bisa ikut dalam perjalanan ini. Namun, mereka tetap senang karena bisa bepergian bersama meskipun hanya bertiga.</p>
3
</blockquote><p>Setelah sarapan, Roro dan ayahnya pergi menjemput Guntur di rumahnya. Sayangnya, Ibu Roro dan orang tua Guntur tidak bisa ikut dalam perjalanan ini. Namun, mereka tetap senang karena bisa bepergian bersama meskipun hanya bertiga.</p>
4
<p>Sesampainya di kebun binatang, mereka langsung mendatangi kandang hewan satu per satu.</p>
4
<p>Sesampainya di kebun binatang, mereka langsung mendatangi kandang hewan satu per satu.</p>
5
<p>“AAAUUUUMMMM”</p>
5
<p>“AAAUUUUMMMM”</p>
6
<p>Roro dan Guntur terkejut mendengar suara besar itu. “<i>Hih</i>seram suara apa<i>tuh</i>?” tanya Roro memegang tangan ayahnya.</p>
6
<p>Roro dan Guntur terkejut mendengar suara besar itu. “<i>Hih</i>seram suara apa<i>tuh</i>?” tanya Roro memegang tangan ayahnya.</p>
7
<p>Guntur mengajak Roro mencari sumber suara hingga tibalah mereka di depan sebuah kandang. Tampak dua ekor singa gagah di dalam kandang itu yang menarik perhatian mereka.</p>
7
<p>Guntur mengajak Roro mencari sumber suara hingga tibalah mereka di depan sebuah kandang. Tampak dua ekor singa gagah di dalam kandang itu yang menarik perhatian mereka.</p>
8
<p>“Di kebun binatang ini, kita bisa melihat hewan yang berkembang biak dengan cara generatif<i>lho</i>!” ujar Ayah Roro membuat pandangan mereka beralih kepadanya.</p>
8
<p>“Di kebun binatang ini, kita bisa melihat hewan yang berkembang biak dengan cara generatif<i>lho</i>!” ujar Ayah Roro membuat pandangan mereka beralih kepadanya.</p>
9
<p>“Berkembang biak cara generatif?<i>Kayaknya</i>Bu Guru pernah menjelaskan<i>deh</i>. Iya<i>kan</i>Ro?” tanya Guntur.</p>
9
<p>“Berkembang biak cara generatif?<i>Kayaknya</i>Bu Guru pernah menjelaskan<i>deh</i>. Iya<i>kan</i>Ro?” tanya Guntur.</p>
10
<p>“Iya<i>emang</i>pernah. Itu<i>lho</i>perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara perkawinan, yaitu adanya pertemuan sel telur milik betina dengan sel sperma milik jantan sehingga terjadi pembuahan,” jawab Roro.</p>
10
<p>“Iya<i>emang</i>pernah. Itu<i>lho</i>perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara perkawinan, yaitu adanya pertemuan sel telur milik betina dengan sel sperma milik jantan sehingga terjadi pembuahan,” jawab Roro.</p>
11
<p>“Oh iya, aku ingat sekarang! Kata Bu Guru perkembangbiakan generatif terbagi menjadi tiga, yaitu ovipar, vivipar, dan ovovivipar,” kata Guntur.</p>
11
<p>“Oh iya, aku ingat sekarang! Kata Bu Guru perkembangbiakan generatif terbagi menjadi tiga, yaitu ovipar, vivipar, dan ovovivipar,” kata Guntur.</p>
12
<p>“<i>Nah,</i>pembagian menjadi ovipar, vivipar, dan ovovivipar itu berdasarkan perkembangan embrionya atau perkembangan calon anak setelah adanya pembuahan dari sel sperma terhadap sel telur,” jelas Ayah Roro.</p>
12
<p>“<i>Nah,</i>pembagian menjadi ovipar, vivipar, dan ovovivipar itu berdasarkan perkembangan embrionya atau perkembangan calon anak setelah adanya pembuahan dari sel sperma terhadap sel telur,” jelas Ayah Roro.</p>
13
<p>Wajah keduanya tampak bingung sehingga Ayah Roro menjelaskan kembali, “Begini<i>lho,</i></p>
13
<p>Wajah keduanya tampak bingung sehingga Ayah Roro menjelaskan kembali, “Begini<i>lho,</i></p>
14
<p>Mulut mereka membentuk huruf O setelah mendengar penjelasan dari Ayah Roro.</p>
14
<p>Mulut mereka membentuk huruf O setelah mendengar penjelasan dari Ayah Roro.</p>
15
<p>“Berarti singa merupakan vivipar karena dia melahirkan,” ucap Guntur percaya diri.</p>
15
<p>“Berarti singa merupakan vivipar karena dia melahirkan,” ucap Guntur percaya diri.</p>
16
<p>“Kalau begitu hewan kesukaanku, gajah, juga vivipar<i>dong</i>ya,” kata Roro.</p>
16
<p>“Kalau begitu hewan kesukaanku, gajah, juga vivipar<i>dong</i>ya,” kata Roro.</p>
17
<p><strong>Baca juga:<a>Pengertian Pubertas</a></strong></p>
17
<p><strong>Baca juga:<a>Pengertian Pubertas</a></strong></p>
18
<p>Selanjutnya, mereka pergi ke area kandang yang berisi berbagai jenis burung di dalamnya. Ayah Roro mengikuti langkah anak-anak itu dari belakang.</p>
18
<p>Selanjutnya, mereka pergi ke area kandang yang berisi berbagai jenis burung di dalamnya. Ayah Roro mengikuti langkah anak-anak itu dari belakang.</p>
19
<p>“Ro<i>liat</i>di sana ada sarang berisi telur!” seru Guntur menunjuk ke arah sarang itu berada.</p>
19
<p>“Ro<i>liat</i>di sana ada sarang berisi telur!” seru Guntur menunjuk ke arah sarang itu berada.</p>
20
<p>“<i>Wah</i>, berarti kita<i>nemu</i>hewan ovipar juga ya di sini!” kata Roro.</p>
20
<p>“<i>Wah</i>, berarti kita<i>nemu</i>hewan ovipar juga ya di sini!” kata Roro.</p>
21
<p>“<i>Nah</i>, kalian<i>udah</i>melihat contoh hewan ovipar dan vivipar, coba sekarang sebutkan ciri-ciri hewan tersebut?” tanya Ayah Roro tiba-tiba.</p>
21
<p>“<i>Nah</i>, kalian<i>udah</i>melihat contoh hewan ovipar dan vivipar, coba sekarang sebutkan ciri-ciri hewan tersebut?” tanya Ayah Roro tiba-tiba.</p>
22
<p>Guntur ingin menjawab pertanyaan itu. Dia berusaha mengingat singa tadi dan membandingkan dengan burung-burung yang sedang dilihatnya. </p>
22
<p>Guntur ingin menjawab pertanyaan itu. Dia berusaha mengingat singa tadi dan membandingkan dengan burung-burung yang sedang dilihatnya. </p>
23
<p>“Hewan vivipar cirinya adalah melahirkan dan menyusui anaknya. Sementara ovipar, seperti burung-burung ini, mereka bertelur dan<i>nggak</i>ada yang menyusui anaknya,” akhirnya Guntur mencoba menjawab.</p>
23
<p>“Hewan vivipar cirinya adalah melahirkan dan menyusui anaknya. Sementara ovipar, seperti burung-burung ini, mereka bertelur dan<i>nggak</i>ada yang menyusui anaknya,” akhirnya Guntur mencoba menjawab.</p>
24
<p>“Selain itu, singa dan gajah memiliki daun telinga, sedangkan burung-burung ini<i>nggak</i>punya,” Roro menimpali jawaban Guntur.</p>
24
<p>“Selain itu, singa dan gajah memiliki daun telinga, sedangkan burung-burung ini<i>nggak</i>punya,” Roro menimpali jawaban Guntur.</p>
25
<p>“Iya betul teman-teman,” tiba-tiba Kanguru muncul di depan mereka.</p>
25
<p>“Iya betul teman-teman,” tiba-tiba Kanguru muncul di depan mereka.</p>
26
<p>“Kanguru kamu<i>ngagetin aja</i>!” protes Roro.</p>
26
<p>“Kanguru kamu<i>ngagetin aja</i>!” protes Roro.</p>
27
<p>“Hehe… Aku dari tadi mendengar percakapan kalian<i>lho</i>. Aku jadi merasa kalian juga harus<i>tau</i>bahwa pembuahan hewan terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal,” kata Kanguru.</p>
27
<p>“Hehe… Aku dari tadi mendengar percakapan kalian<i>lho</i>. Aku jadi merasa kalian juga harus<i>tau</i>bahwa pembuahan hewan terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal,” kata Kanguru.</p>
28
<p>Karena bingung Roro dan Guntur kompak bertanya, ”Internal dan eksternal?”</p>
28
<p>Karena bingung Roro dan Guntur kompak bertanya, ”Internal dan eksternal?”</p>
29
<p>“Begini penjelasannya,</p>
29
<p>“Begini penjelasannya,</p>
30
<p>“Oh begitu. Pokoknya kalau pembuahan eksternal itu terjadi di luar tubuh induknya, ya?” tanya Guntur memastikan kembali.</p>
30
<p>“Oh begitu. Pokoknya kalau pembuahan eksternal itu terjadi di luar tubuh induknya, ya?” tanya Guntur memastikan kembali.</p>
31
<p>“Iya.<i>Ngomong-ngomong</i>kalian<i>udah</i><i>liat</i>bunglon belum?” tanya Kanguru. </p>
31
<p>“Iya.<i>Ngomong-ngomong</i>kalian<i>udah</i><i>liat</i>bunglon belum?” tanya Kanguru. </p>
32
<p>Keduanya menggeleng. “Kenapa<i>emangnya</i>? Jangan-jangan bunglon itu ovovivipar, ya?” tebak Guntur.</p>
32
<p>Keduanya menggeleng. “Kenapa<i>emangnya</i>? Jangan-jangan bunglon itu ovovivipar, ya?” tebak Guntur.</p>
33
<p>“Iya betul. Sebenarnya<i>nih</i>hewan ovovivipar menyimpan telurnya di dalam tubuh hingga menetas, baru kemudian dilahirkan oleh induknya. Makanya terkadang ada yang mengira mereka melahirkan<i>kayak</i>vivipar, padahal mereka mengandung calon anaknya dalam bentuk telur,” jelas Kanguru.</p>
33
<p>“Iya betul. Sebenarnya<i>nih</i>hewan ovovivipar menyimpan telurnya di dalam tubuh hingga menetas, baru kemudian dilahirkan oleh induknya. Makanya terkadang ada yang mengira mereka melahirkan<i>kayak</i>vivipar, padahal mereka mengandung calon anaknya dalam bentuk telur,” jelas Kanguru.</p>
34
<p>“Kalau<i>nggak</i>salah kadal, platipus, dan ikan pari juga ovovivipar ya?” tanya Roro.</p>
34
<p>“Kalau<i>nggak</i>salah kadal, platipus, dan ikan pari juga ovovivipar ya?” tanya Roro.</p>
35
<p>“Iya betul Ro,” jawab Kanguru.</p>
35
<p>“Iya betul Ro,” jawab Kanguru.</p>
36
<p>Lalu mereka pun segera mengajak Ayah Roro pergi ke kandang bunglon. Setelah puas melihat bunglon, mereka berempat pergi makan siang. Saat makan pun Roro dan Guntur masih saja berceloteh. </p>
36
<p>Lalu mereka pun segera mengajak Ayah Roro pergi ke kandang bunglon. Setelah puas melihat bunglon, mereka berempat pergi makan siang. Saat makan pun Roro dan Guntur masih saja berceloteh. </p>
37
<p>“Ro,<i>kayaknya</i>ada satu lagi<i>deh</i>perkembangbiakan hewan yang dijelaskan Bu Guru,” ucap Guntur.</p>
37
<p>“Ro,<i>kayaknya</i>ada satu lagi<i>deh</i>perkembangbiakan hewan yang dijelaskan Bu Guru,” ucap Guntur.</p>
38
<p>“Iya yang satu lagi ada perkembangbiakan hewan secara vegetatif, yaitu…,” penjelasan Roro terhenti karena Ayah Roro memotong pembicaraan mereka.</p>
38
<p>“Iya yang satu lagi ada perkembangbiakan hewan secara vegetatif, yaitu…,” penjelasan Roro terhenti karena Ayah Roro memotong pembicaraan mereka.</p>
39
<p>“Nanti lagi<i>aja</i>ya<i>ngobrolnya</i>, sekarang kita makan dulu,” ucap Ayah Roro. </p>
39
<p>“Nanti lagi<i>aja</i>ya<i>ngobrolnya</i>, sekarang kita makan dulu,” ucap Ayah Roro. </p>
40
<p><i>Yaaah</i>ceritanya sampai sini dulu, ya.<i>Ngomong-ngomong</i>apa<i>tuh</i>perkembangbiakan hewan secara vegetatif yang ingin dijelaskan Roro? Kalau kamu<i>udah</i>penasaran banget<i>nih,</i>kamu bisa<i>kok</i>lihat pembahasannya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Coba cek<i>deh</i>karena di sana ada pembelajaran dengan video animasi yang seru<i>lho</i>!</p>
40
<p><i>Yaaah</i>ceritanya sampai sini dulu, ya.<i>Ngomong-ngomong</i>apa<i>tuh</i>perkembangbiakan hewan secara vegetatif yang ingin dijelaskan Roro? Kalau kamu<i>udah</i>penasaran banget<i>nih,</i>kamu bisa<i>kok</i>lihat pembahasannya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Coba cek<i>deh</i>karena di sana ada pembelajaran dengan video animasi yang seru<i>lho</i>!</p>
41
<p><em><strong>Artikel ini telah diperbarui pada 5 Juli 2021.</strong></em></p>
41
<p><em><strong>Artikel ini telah diperbarui pada 5 Juli 2021.</strong></em></p>
42
42