HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em><strong><a>Artikel Ekonomi Kelas 11</a></strong>ini membahas tentang pengertian, komponen, dan fungsi dari neraca pembayaran internasional.</em></p>
1 <p><em><strong><a>Artikel Ekonomi Kelas 11</a></strong>ini membahas tentang pengertian, komponen, dan fungsi dari neraca pembayaran internasional.</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Apakah kamu memiliki tas, sepatu, atau<em>gadget</em>yang merupakan produk impor?</p>
3 <p>Apakah kamu memiliki tas, sepatu, atau<em>gadget</em>yang merupakan produk impor?</p>
4 <p>Tahukah kamu bahwa Indonesia mengekspor produk seperti sepatu dan furniture kayu ke luar negeri?</p>
4 <p>Tahukah kamu bahwa Indonesia mengekspor produk seperti sepatu dan furniture kayu ke luar negeri?</p>
5 <p><em>Nah,</em>sebagai salah satu negara penganut sistem ekonomi terbuka, Indonesia berperan aktif dalam kegiatan ekspor dan impor. Makanya, kamu bisa menggunakan berbagai barang dari negara lain. Atau negara lain bisa menggunakan barang dari Indonesia.</p>
5 <p><em>Nah,</em>sebagai salah satu negara penganut sistem ekonomi terbuka, Indonesia berperan aktif dalam kegiatan ekspor dan impor. Makanya, kamu bisa menggunakan berbagai barang dari negara lain. Atau negara lain bisa menggunakan barang dari Indonesia.</p>
6 <p>Akibatnya, terdapat aliran uang antarpenduduk di suatu negara dengan negara-negara lainnya. Untuk mengetahui seluruh transaksi ekonomi tersebut dibutuhkan catatan sakti yang disebut sebagai<strong>neraca pembayaran internasional.</strong></p>
6 <p>Akibatnya, terdapat aliran uang antarpenduduk di suatu negara dengan negara-negara lainnya. Untuk mengetahui seluruh transaksi ekonomi tersebut dibutuhkan catatan sakti yang disebut sebagai<strong>neraca pembayaran internasional.</strong></p>
7 <p>Lalu, apa sih pengertian dari neraca pembayaran internasional?</p>
7 <p>Lalu, apa sih pengertian dari neraca pembayaran internasional?</p>
8 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Devisa, Jenis, Sumber Penerimaan, dan Fungsinya bagi Negara</a></strong></p>
8 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Devisa, Jenis, Sumber Penerimaan, dan Fungsinya bagi Negara</a></strong></p>
9 <p><strong>Neraca pembayaran internasional<em>(balance of payment)</em></strong>adalah suatu<strong>catatan sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan negara lainnya</strong>pada periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.</p>
9 <p><strong>Neraca pembayaran internasional<em>(balance of payment)</em></strong>adalah suatu<strong>catatan sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan negara lainnya</strong>pada periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.</p>
10 <p>Pengertian penduduk di dalam suatu neraca pembayaran internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan pemerintah.</p>
10 <p>Pengertian penduduk di dalam suatu neraca pembayaran internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan pemerintah.</p>
11 <p><strong>Sistem pencatatan pada neraca pembayaran</strong>, yaitu:</p>
11 <p><strong>Sistem pencatatan pada neraca pembayaran</strong>, yaitu:</p>
12 <h3><strong>1. Debit (-)</strong></h3>
12 <h3><strong>1. Debit (-)</strong></h3>
13 <p>Bertambahnya kewajiban atau utang penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran terhadap penduduk negara lain.</p>
13 <p>Bertambahnya kewajiban atau utang penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran terhadap penduduk negara lain.</p>
14 <p>Contoh: barang/jasa yang diterima dari luar negeri (impor), pembayaran bunga dan denda, pemberian hadiah dan uang kepada penduduk negara lain, penduduk yang menabung uang di luar negeri, pembelian valuta asing, investasi jangka panjang/pendek yang ditanamkan di negara lain.</p>
14 <p>Contoh: barang/jasa yang diterima dari luar negeri (impor), pembayaran bunga dan denda, pemberian hadiah dan uang kepada penduduk negara lain, penduduk yang menabung uang di luar negeri, pembelian valuta asing, investasi jangka panjang/pendek yang ditanamkan di negara lain.</p>
15 <h3>2. Kredit (+)</h3>
15 <h3>2. Kredit (+)</h3>
16 <p>Bertambahnya hak penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.</p>
16 <p>Bertambahnya hak penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.</p>
17 <p>Contoh: barang/jasa yang disalurkan ke luar negeri (ekspor), penerimaan jasa dari negara lain, penerimaan bunga dan deviden, penerimaan hadiah dan uang dari negara lain, penduduk negara lain yang menabung uang di dalam negeri, penjualan valuta asing, investasi jangka panjang/pendek yang ditanamkan penduduk dari negara lain.</p>
17 <p>Contoh: barang/jasa yang disalurkan ke luar negeri (ekspor), penerimaan jasa dari negara lain, penerimaan bunga dan deviden, penerimaan hadiah dan uang dari negara lain, penduduk negara lain yang menabung uang di dalam negeri, penjualan valuta asing, investasi jangka panjang/pendek yang ditanamkan penduduk dari negara lain.</p>
18 <p>Perlu diingat, jika sisi<strong>kredit lebih besar</strong>dari sisi debit maka neraca pembayaran mengalami<strong>surplus</strong>. Sebaliknya jika sisi<strong>debit lebih besar</strong>dari sisi kredit maka neraca pembayaran mengalami<strong>defisit</strong>.</p>
18 <p>Perlu diingat, jika sisi<strong>kredit lebih besar</strong>dari sisi debit maka neraca pembayaran mengalami<strong>surplus</strong>. Sebaliknya jika sisi<strong>debit lebih besar</strong>dari sisi kredit maka neraca pembayaran mengalami<strong>defisit</strong>.</p>
19 <p><em>FYI,</em>defisit pada neraca pembayaran tidak selamanya buruk. Harus dilihat dulu pada komponen mana yang mengalami defisit.</p>
19 <p><em>FYI,</em>defisit pada neraca pembayaran tidak selamanya buruk. Harus dilihat dulu pada komponen mana yang mengalami defisit.</p>
20 <p>Misalnya<em>nih,</em>defisit tejadi pada komponen transaksi berjalan, maka untuk menutupnya perlu peningkatan penerimaan pada transaksi modal. Caranya bisa dengan mencari pinjaman luar negeri atau menarik investor asing untuk menanamkan modal di dalam negeri.</p>
20 <p>Misalnya<em>nih,</em>defisit tejadi pada komponen transaksi berjalan, maka untuk menutupnya perlu peningkatan penerimaan pada transaksi modal. Caranya bisa dengan mencari pinjaman luar negeri atau menarik investor asing untuk menanamkan modal di dalam negeri.</p>
21 <p><strong>Baca juga:<a>Perdagangan Internasional dan Agenda Lain IMF di Bali</a></strong></p>
21 <p><strong>Baca juga:<a>Perdagangan Internasional dan Agenda Lain IMF di Bali</a></strong></p>
22 <p>Defisit yang terjadi dalam jangka pendek mungkin tidak begitu berarti, namun jika defisit terjadi dalam jangka panjang bisa berbahaya juga<em>lho</em>. Meski begitu, surplus yang terjadi dalam jangka panjang pun bisa tidak begitu berarti, jika tidak digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
22 <p>Defisit yang terjadi dalam jangka pendek mungkin tidak begitu berarti, namun jika defisit terjadi dalam jangka panjang bisa berbahaya juga<em>lho</em>. Meski begitu, surplus yang terjadi dalam jangka panjang pun bisa tidak begitu berarti, jika tidak digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
23 <h2>Komponen Neraca Pembayaran Internasional</h2>
23 <h2>Komponen Neraca Pembayaran Internasional</h2>
24 <p>Gais<em>,</em>sebelumnya udah sedikit disinggung ya soal komponen transaksi berjalan.<em>Nah,</em>komponen transaksi berjalan merupakan salah satu komponen dalam neraca pembayaran internasional. Apakah cuma itu? Tentu saja tidak.</p>
24 <p>Gais<em>,</em>sebelumnya udah sedikit disinggung ya soal komponen transaksi berjalan.<em>Nah,</em>komponen transaksi berjalan merupakan salah satu komponen dalam neraca pembayaran internasional. Apakah cuma itu? Tentu saja tidak.</p>
25 <p>Berikut<strong>komponen utama neraca pembayaran internasional</strong>yang harus kamu ketahui.</p>
25 <p>Berikut<strong>komponen utama neraca pembayaran internasional</strong>yang harus kamu ketahui.</p>
26 <h3>1. Neraca berjalan (current account)</h3>
26 <h3>1. Neraca berjalan (current account)</h3>
27 <h4>a. Neraca perdagangan</h4>
27 <h4>a. Neraca perdagangan</h4>
28 <p>Neraca perdagangan mencatat transaksi ekspor dan impor di antara dua negara atau lebih. Terdapat tiga kemungkinan yang terjadi pada neraca perdagangan, yaitu<strong>surplus, defisit, atau seimbang.</strong></p>
28 <p>Neraca perdagangan mencatat transaksi ekspor dan impor di antara dua negara atau lebih. Terdapat tiga kemungkinan yang terjadi pada neraca perdagangan, yaitu<strong>surplus, defisit, atau seimbang.</strong></p>
29 <h4>b. Neraca jasa</h4>
29 <h4>b. Neraca jasa</h4>
30 <p>Neraca jasa mencatat transaksi jasa dari atau kepada negara lain. Transaksi yang dimasukkan ke dalam neraca jasa adalah seluruh<strong>transaksi ekspor dan impor jasa</strong>seperti tenaga kerja, pengiriman uang, biaya transportasi, biaya asuransi, dan pariwisata.</p>
30 <p>Neraca jasa mencatat transaksi jasa dari atau kepada negara lain. Transaksi yang dimasukkan ke dalam neraca jasa adalah seluruh<strong>transaksi ekspor dan impor jasa</strong>seperti tenaga kerja, pengiriman uang, biaya transportasi, biaya asuransi, dan pariwisata.</p>
31 <h4>c. Neraca transaksi sepihak (transaksi unilateral)</h4>
31 <h4>c. Neraca transaksi sepihak (transaksi unilateral)</h4>
32 <p>Neraca unilateral mencatat transaksi sepihak berupa hadiah atau bantuan sosial yang diterima atau diberikan dari/ke luar negeri tanpa kewajiban untuk membayar kembali.</p>
32 <p>Neraca unilateral mencatat transaksi sepihak berupa hadiah atau bantuan sosial yang diterima atau diberikan dari/ke luar negeri tanpa kewajiban untuk membayar kembali.</p>
33 <h3>2. Neraca modal (capital account)</h3>
33 <h3>2. Neraca modal (capital account)</h3>
34 <p>Neraca modal<strong>mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman dan penanaman modal</strong>(ekspor dan impor modal) yang terjadi di antara dua negara atau lebih baik untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang.</p>
34 <p>Neraca modal<strong>mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman dan penanaman modal</strong>(ekspor dan impor modal) yang terjadi di antara dua negara atau lebih baik untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang.</p>
35 <p>Jangka panjang atau pendek itu seperti apa sih?</p>
35 <p>Jangka panjang atau pendek itu seperti apa sih?</p>
36 <p>Investasi jangka pendek misalnya membeli obligasi untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan investasi jangka panjang misalnya membeli saham untuk investasi jangka panjang.</p>
36 <p>Investasi jangka pendek misalnya membeli obligasi untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan investasi jangka panjang misalnya membeli saham untuk investasi jangka panjang.</p>
37 <p>Selain itu, dalam neraca ini juga dicatat jual beli efek, penanaman modal asing, bantuan luar negeri, dan pembayaran utang luar negeri.</p>
37 <p>Selain itu, dalam neraca ini juga dicatat jual beli efek, penanaman modal asing, bantuan luar negeri, dan pembayaran utang luar negeri.</p>
38 <h3>3. Neraca moneter (monetary account)</h3>
38 <h3>3. Neraca moneter (monetary account)</h3>
39 <p>Neraca moneter mencatat mutasi dalam hubungannya dengan IMF serta memperlihatkan perkembangan/perubahan cadangan devisa suatu negara. Cadangan tersebut bisa berupa emas atau valuta asing lainnya.</p>
39 <p>Neraca moneter mencatat mutasi dalam hubungannya dengan IMF serta memperlihatkan perkembangan/perubahan cadangan devisa suatu negara. Cadangan tersebut bisa berupa emas atau valuta asing lainnya.</p>
40 <h2>Fungsi Neraca Perdagangan Internasional</h2>
40 <h2>Fungsi Neraca Perdagangan Internasional</h2>
41 <p>Sekarang kamu mengerti<em>kan</em>bahwa neraca pembayaran internasional menggambarkan secara rinci hubungan ekonomi suatu negara dan negara lainnya, misalnya ekspor, impor, penanaman modal, pinjaman, dan hal lainnya. Terus apalagi? Coba<em>scroll</em>atas lagi deh kalau lupa.</p>
41 <p>Sekarang kamu mengerti<em>kan</em>bahwa neraca pembayaran internasional menggambarkan secara rinci hubungan ekonomi suatu negara dan negara lainnya, misalnya ekspor, impor, penanaman modal, pinjaman, dan hal lainnya. Terus apalagi? Coba<em>scroll</em>atas lagi deh kalau lupa.</p>
42 <p>Lantas, apa<em>sih</em><strong>fungsi neraca pembayaran internasional</strong>bagi suatu negara?</p>
42 <p>Lantas, apa<em>sih</em><strong>fungsi neraca pembayaran internasional</strong>bagi suatu negara?</p>
43 <p>1) Sebagai<strong>bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah di bidang ekonomi,</strong>seperti ekspor dan impor, utang-piutang, penanaman modal di dalam dan luar negeri, serta hubungan lainnya menyangkut neraca pembayaran.</p>
43 <p>1) Sebagai<strong>bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah di bidang ekonomi,</strong>seperti ekspor dan impor, utang-piutang, penanaman modal di dalam dan luar negeri, serta hubungan lainnya menyangkut neraca pembayaran.</p>
44 <p>2) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah<strong>di bidang moneter dan fiskal</strong>. Di neraca pembayan kan bisa dilihat jumlah cadangan devisa. Jadi kalau cadangan devisa menipis, maka pemerintah perlu membuat kebijakan untuk menambah devisa atau menghemat devisa.</p>
44 <p>2) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah<strong>di bidang moneter dan fiskal</strong>. Di neraca pembayan kan bisa dilihat jumlah cadangan devisa. Jadi kalau cadangan devisa menipis, maka pemerintah perlu membuat kebijakan untuk menambah devisa atau menghemat devisa.</p>
45 <p>3) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.</p>
45 <p>3) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.</p>
46 <p>4) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil kebijakan di bidang politik perdagangan internasional.</p>
46 <p>4) Sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil kebijakan di bidang politik perdagangan internasional.</p>
47 <p>Kesimpulannya, pemerintah menggunakan neraca pembayaran internasional<strong>sebagai dasar pembuatan kebijakan atau peraturan</strong>terkait berbagai hal yang berhubungan dengan perdagangan internasional.</p>
47 <p>Kesimpulannya, pemerintah menggunakan neraca pembayaran internasional<strong>sebagai dasar pembuatan kebijakan atau peraturan</strong>terkait berbagai hal yang berhubungan dengan perdagangan internasional.</p>
48 <p>Tujuannya, untuk menghindari defisit yang merugikan negara, meningkatkan surplus negara sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat, dan tentu saja untuk meningkatkan devisa negara. Itulah mengapa neraca pembayaran internasional ini bisa disebut sebagai catatan sakti.</p>
48 <p>Tujuannya, untuk menghindari defisit yang merugikan negara, meningkatkan surplus negara sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat, dan tentu saja untuk meningkatkan devisa negara. Itulah mengapa neraca pembayaran internasional ini bisa disebut sebagai catatan sakti.</p>
49 <p>-</p>
49 <p>-</p>
50 <p>Nah, itu dia bahasan kita kali ini mengenai <strong>neraca pembayaran internasional</strong>. Kalo kamu mau bahas lebih dalam lagi mengenai neraca pembayaran, perdagangan internasional, dan materi lainnya, kamu bisa langsung akses aja di ruangbelajar ya, gais!</p>
50 <p>Nah, itu dia bahasan kita kali ini mengenai <strong>neraca pembayaran internasional</strong>. Kalo kamu mau bahas lebih dalam lagi mengenai neraca pembayaran, perdagangan internasional, dan materi lainnya, kamu bisa langsung akses aja di ruangbelajar ya, gais!</p>
51 <p><strong>Referensi</strong>Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga</p>
51 <p><strong>Referensi</strong>Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga</p>
52  
52