HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel ini memberikan prediksi soal TPS UTBK 2020 Pemahaman Bacaan</em></p>
1 <p><em>Artikel ini memberikan prediksi soal TPS UTBK 2020 Pemahaman Bacaan</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Bagi kamu yang akan mengikuti TPS UTBK SBMPTN 2020, kamu harus lebih rajin lagi dalam mempersiapkan diri dengan berlatih<a>soal-soal TPS UTBK</a>. Kali ini kita akan membahas soal prediksi TPS UTBK 2020 untuk topik Pemahaman Bacaan.</p>
3 <p>Bagi kamu yang akan mengikuti TPS UTBK SBMPTN 2020, kamu harus lebih rajin lagi dalam mempersiapkan diri dengan berlatih<a>soal-soal TPS UTBK</a>. Kali ini kita akan membahas soal prediksi TPS UTBK 2020 untuk topik Pemahaman Bacaan.</p>
4 <p>Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</p>
4 <p>Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</p>
5 <p><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1 sampai 7.</strong></p>
5 <p><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1 sampai 7.</strong></p>
6 <p>[…]</p>
6 <p>[…]</p>
7 <p>Plastik memiliki beragam manfaat, tetapi bisa menjadi masalah ketika masyarakat tidak bijak dalam mengenakan maupun mengelolanya. Menilik ke belakang, pada 1950, Our World in Data menyebut produksi plastik di seluruh dunia hanya 2 juta ton per tahun. World Economic Forum (WEF) kemudian memprediksi bahwa pada 2050, angka tersebut akan […] hingga 562 kali lipat alias mencapai 1.124 juta ton.</p>
7 <p>Plastik memiliki beragam manfaat, tetapi bisa menjadi masalah ketika masyarakat tidak bijak dalam mengenakan maupun mengelolanya. Menilik ke belakang, pada 1950, Our World in Data menyebut produksi plastik di seluruh dunia hanya 2 juta ton per tahun. World Economic Forum (WEF) kemudian memprediksi bahwa pada 2050, angka tersebut akan […] hingga 562 kali lipat alias mencapai 1.124 juta ton.</p>
8 <p>Jika tak dikelola serius, pencemaran sampah plastik tidak hanya merusak lingkungan secara sistematis, tetapi juga memicu timbulnya berbagai penyakit kronis pada manusia serta membunuh hewan-hewan laut yang tak sengaja terjerat maupun mengkonsumsi sampah tak terurai itu. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2014 lalu menyebutkan, dari setiap tiga ekor ikan di lautan, sering kali ada satu ikan yang mengandung sampah plastik di dalamnya. Catatan tersebut bertambah mengerikan mengingat sebagaimana diberitakan Nationalgeographic, “teror” sampah plastik sudah sampai pada kedalaman 10.994 meter Palung Mariana, palung paling dalam di muka bumi.</p>
8 <p>Jika tak dikelola serius, pencemaran sampah plastik tidak hanya merusak lingkungan secara sistematis, tetapi juga memicu timbulnya berbagai penyakit kronis pada manusia serta membunuh hewan-hewan laut yang tak sengaja terjerat maupun mengkonsumsi sampah tak terurai itu. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2014 lalu menyebutkan, dari setiap tiga ekor ikan di lautan, sering kali ada satu ikan yang mengandung sampah plastik di dalamnya. Catatan tersebut bertambah mengerikan mengingat sebagaimana diberitakan Nationalgeographic, “teror” sampah plastik sudah sampai pada kedalaman 10.994 meter Palung Mariana, palung paling dalam di muka bumi.</p>
9 <p>Ancaman sampah plastik telah mendorong beragam gerakan yang menyerukan gaya hidup bebas plastik hingga munculnya produk-produk lokal ramah lingkungan, seperti sedotan <em><i>stainless</i></em> dan alat makan bambu. Beberapa daerah-antara lain Bali, Bogor, Jambi, dan Balikpapan-bahkan telah menerapkan aturan penggunaan kantong plastik. Namun, upaya […] tersebut masih belum cukup, dibutuhkan upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan itu.</p>
9 <p>Ancaman sampah plastik telah mendorong beragam gerakan yang menyerukan gaya hidup bebas plastik hingga munculnya produk-produk lokal ramah lingkungan, seperti sedotan <em><i>stainless</i></em> dan alat makan bambu. Beberapa daerah-antara lain Bali, Bogor, Jambi, dan Balikpapan-bahkan telah menerapkan aturan penggunaan kantong plastik. Namun, upaya […] tersebut masih belum cukup, dibutuhkan upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan itu.</p>
10 <p>Setiap orang memang seharusnya bertanggung jawab terhadap permasalahan yang ada. Akan tetapi, jika mau berbicara mengenai solusi paling efektif, ada satu hal yang tidak boleh ditanggalkan. Sebagaimana dinyatakan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi), pengelolaan limbah merupakan solusi paling efektif dalam penanganan <a>sampah plastik</a>. Salah satunya […] daur ulang sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai tambah tinggi. Perlu diketahui, saat ini ada sekitar 3,7 juta orang di 25 provinsi yang bergantung pada <a>sampah plastik</a> dan sampah daur ulang lain untuk mencari nafkah. Jadi, selain membantu mengatasi permasalahan menggunungnya sampah plastik di Indonesia, daur ulang juga memiliki nilai ekonomi tersendiri.</p>
10 <p>Setiap orang memang seharusnya bertanggung jawab terhadap permasalahan yang ada. Akan tetapi, jika mau berbicara mengenai solusi paling efektif, ada satu hal yang tidak boleh ditanggalkan. Sebagaimana dinyatakan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi), pengelolaan limbah merupakan solusi paling efektif dalam penanganan <a>sampah plastik</a>. Salah satunya […] daur ulang sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai tambah tinggi. Perlu diketahui, saat ini ada sekitar 3,7 juta orang di 25 provinsi yang bergantung pada <a>sampah plastik</a> dan sampah daur ulang lain untuk mencari nafkah. Jadi, selain membantu mengatasi permasalahan menggunungnya sampah plastik di Indonesia, daur ulang juga memiliki nilai ekonomi tersendiri.</p>
11 <p>(Sumber: diadaptasi dari tirto.id/di-masa-depan-plastik-tidak-lagi-dibuang-egdU)</p>
11 <p>(Sumber: diadaptasi dari tirto.id/di-masa-depan-plastik-tidak-lagi-dibuang-egdU)</p>
12 <h2><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
12 <h2><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
13 <p>1. Judul yang paling tepat untuk melengkapi bacaan di atas adalah ….</p>
13 <p>1. Judul yang paling tepat untuk melengkapi bacaan di atas adalah ….</p>
14 <ol><li>Dampak Negatif Sampah Plastik bagi Lingkungan</li>
14 <ol><li>Dampak Negatif Sampah Plastik bagi Lingkungan</li>
15 <li>Peningkatan Jumlah Sampah Plastik dari Tahun ke Tahun</li>
15 <li>Peningkatan Jumlah Sampah Plastik dari Tahun ke Tahun</li>
16 <li>Upaya Paling Efektif Menangani Sampah Plastik</li>
16 <li>Upaya Paling Efektif Menangani Sampah Plastik</li>
17 <li>Masalah Sampah Plastik di Berbagai Negara</li>
17 <li>Masalah Sampah Plastik di Berbagai Negara</li>
18 <li>Teror Sampah Plastik terhadap Kelestarian Biota Laut</li>
18 <li>Teror Sampah Plastik terhadap Kelestarian Biota Laut</li>
19 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
19 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
20 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
20 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
21 <p>Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian paling atas sebuah teks. Sebuah judul yang baik harus mampu menggambarkan keseluruhan isi teks. Teks di atas membahas upaya yang dilakukan untuk menangani sampah plastik yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan (dampak negatif sampah plastik disebutkan pada paragraf pertama dan kedua). Pada paragraf terakhir dalam teks disebutkan upaya paling efektif untuk menangani masalah tersebut. Oleh karena itu, judul yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah “Upaya Paling Efektif Menangani Sampah Plastik”. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</p>
21 <p>Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian paling atas sebuah teks. Sebuah judul yang baik harus mampu menggambarkan keseluruhan isi teks. Teks di atas membahas upaya yang dilakukan untuk menangani sampah plastik yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan (dampak negatif sampah plastik disebutkan pada paragraf pertama dan kedua). Pada paragraf terakhir dalam teks disebutkan upaya paling efektif untuk menangani masalah tersebut. Oleh karena itu, judul yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah “Upaya Paling Efektif Menangani Sampah Plastik”. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</p>
22 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
22 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
23 <p>2. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf pertama adalah ….</p>
23 <p>2. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf pertama adalah ….</p>
24 <ol><li>mengenakan</li>
24 <ol><li>mengenakan</li>
25 <li>menilik</li>
25 <li>menilik</li>
26 <li>menyebut</li>
26 <li>menyebut</li>
27 <li>memprediksi</li>
27 <li>memprediksi</li>
28 <li>mencapai</li>
28 <li>mencapai</li>
29 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
29 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
30 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
30 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
31 <p>Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Dalam bahasa Indonesia, terdapat empat jenis imbuhan, yaitu prefiks (imbuhan yang terletak pada awal kata), sufiks (imbuhan yang terletak pada akhir kata), konfiks (imbuhan yang terletak pada awal dan akhir kata), dan infiks (imbuhan yang terletak pada tengah kata).</p>
31 <p>Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Dalam bahasa Indonesia, terdapat empat jenis imbuhan, yaitu prefiks (imbuhan yang terletak pada awal kata), sufiks (imbuhan yang terletak pada akhir kata), konfiks (imbuhan yang terletak pada awal dan akhir kata), dan infiks (imbuhan yang terletak pada tengah kata).</p>
32 <p>Secara penulisan, tidak terdapat kesalahan kata berimbuhan dalam paragraf pertama teks di atas. Namun, kata berimbuhan<em><i>mengenakan</i></em>tidak cocok digunakan dalam kalimat pertama paragraf tersebut. Dalam KBBI,<em><i>mengenakan</i></em>memiliki lima arti, yaitu</p>
32 <p>Secara penulisan, tidak terdapat kesalahan kata berimbuhan dalam paragraf pertama teks di atas. Namun, kata berimbuhan<em><i>mengenakan</i></em>tidak cocok digunakan dalam kalimat pertama paragraf tersebut. Dalam KBBI,<em><i>mengenakan</i></em>memiliki lima arti, yaitu</p>
33 <ul><li>memakai (pakaian, topi, dan sebagainya),</li>
33 <ul><li>memakai (pakaian, topi, dan sebagainya),</li>
34 <li>menggunakan (tipu muslihat, teori, guna-guna, dan sebagainya),</li>
34 <li>menggunakan (tipu muslihat, teori, guna-guna, dan sebagainya),</li>
35 <li>menipu; memperdayakan,</li>
35 <li>menipu; memperdayakan,</li>
36 <li>menjalankan atau melaksanakan (aturan, pajak, denda, dan sebagainya), dan</li>
36 <li>menjalankan atau melaksanakan (aturan, pajak, denda, dan sebagainya), dan</li>
37 <li>mengarahkan (bidikan, tembakan) pada sasaran.</li>
37 <li>mengarahkan (bidikan, tembakan) pada sasaran.</li>
38 </ul><p>Kelima arti tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat pertama, yaitu “Plastik memiliki beragam manfaat, tetapi bisa menjadi masalah ketika masyarakat tidak bijak dalam mengenakan maupun mengelolanya.” Hal yang dibicaraka dalam kalimat tersebut adalah suatu benda, yaitu plastik. Jadi, kata<em><i>mengenakan</i></em>seharusnya diganti dengan kata<em><i>menggunakan</i></em>yang berarti ‘memakai (alat, perkakas);<strong>mengambil manfaatnya</strong>; melakukan sesuatu dengan’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
38 </ul><p>Kelima arti tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat pertama, yaitu “Plastik memiliki beragam manfaat, tetapi bisa menjadi masalah ketika masyarakat tidak bijak dalam mengenakan maupun mengelolanya.” Hal yang dibicaraka dalam kalimat tersebut adalah suatu benda, yaitu plastik. Jadi, kata<em><i>mengenakan</i></em>seharusnya diganti dengan kata<em><i>menggunakan</i></em>yang berarti ‘memakai (alat, perkakas);<strong>mengambil manfaatnya</strong>; melakukan sesuatu dengan’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
39 <ul><li><strong>Baca juga:<a>Prediksi Soal UTBK SBMPTN 2020 TPS: Pengetahuan Kuantitatif</a></strong></li>
39 <ul><li><strong>Baca juga:<a>Prediksi Soal UTBK SBMPTN 2020 TPS: Pengetahuan Kuantitatif</a></strong></li>
40 </ul><h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
40 </ul><h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
41 <p>3. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah ….</p>
41 <p>3. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah ….</p>
42 <ol><li>membunuh</li>
42 <ol><li>membunuh</li>
43 <li>mengkonsumsi</li>
43 <li>mengkonsumsi</li>
44 <li>sering kali</li>
44 <li>sering kali</li>
45 <li>bertambah</li>
45 <li>bertambah</li>
46 <li>kedalaman</li>
46 <li>kedalaman</li>
47 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
47 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
49 <p>Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Pembentukan kata berimbuhan untuk lima kata di atas adalah sebagai berikut.</p>
49 <p>Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Pembentukan kata berimbuhan untuk lima kata di atas adalah sebagai berikut.</p>
50 <ul><li><i></i><em><i>me-</i></em>+<i>bunuh</i>-&gt;<em><i>membunuh</i></em></li>
50 <ul><li><i></i><em><i>me-</i></em>+<i>bunuh</i>-&gt;<em><i>membunuh</i></em></li>
51 <li><i></i><strong><em><i>me-</i></em></strong><i></i>+<strong><em><i>k</i></em></strong><em><i>onsumsi -&gt;</i></em> <strong><em><i>mengonsumsi</i></em></strong></li>
51 <li><i></i><strong><em><i>me-</i></em></strong><i></i>+<strong><em><i>k</i></em></strong><em><i>onsumsi -&gt;</i></em> <strong><em><i>mengonsumsi</i></em></strong></li>
52 </ul><p>Pilihan jawaban B salah karena sesuai aturan pembentukan kata bahasa Indonesia, setiap kata yang diawali huruf K, T, S, dan P dan huruf keduanya berupa huruf vokal (a, e, i, o, dan, u), huruf K, T, S, dan P tersebut akan lesap jika digabungkan dengan imbuhan<em><i>me-</i></em> dan<em><i>pe-</i></em>.</p>
52 </ul><p>Pilihan jawaban B salah karena sesuai aturan pembentukan kata bahasa Indonesia, setiap kata yang diawali huruf K, T, S, dan P dan huruf keduanya berupa huruf vokal (a, e, i, o, dan, u), huruf K, T, S, dan P tersebut akan lesap jika digabungkan dengan imbuhan<em><i>me-</i></em> dan<em><i>pe-</i></em>.</p>
53 <ul><li>Kata<em><i>sering kali</i></em>ditulis benar. Namun,<em><i>sering kali</i></em>bukan kata berimbuhan, melainkan sebuah kata tersendiri yang berasal dari kata<em><i>sering</i></em>.</li>
53 <ul><li>Kata<em><i>sering kali</i></em>ditulis benar. Namun,<em><i>sering kali</i></em>bukan kata berimbuhan, melainkan sebuah kata tersendiri yang berasal dari kata<em><i>sering</i></em>.</li>
54 <li><i></i><em><i>ber-</i></em>+<i>tambah</i>-&gt;<em><i>bertambah</i></em></li>
54 <li><i></i><em><i>ber-</i></em>+<i>tambah</i>-&gt;<em><i>bertambah</i></em></li>
55 <li><i></i><em><i>ke-an</i></em>+<i>dalam</i>-&gt;<em><i>kedalaman</i></em></li>
55 <li><i></i><em><i>ke-an</i></em>+<i>dalam</i>-&gt;<em><i>kedalaman</i></em></li>
56 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
56 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
57 <h2><strong>Subtopik: Pe</strong><strong>mahaman Isi Bacaan</strong></h2>
57 <h2><strong>Subtopik: Pe</strong><strong>mahaman Isi Bacaan</strong></h2>
58 <p>4. Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat ketiga paragraf pertama adalah ….</p>
58 <p>4. Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat ketiga paragraf pertama adalah ….</p>
59 <ol><li>menumpuk</li>
59 <ol><li>menumpuk</li>
60 <li>menyusun</li>
60 <li>menyusun</li>
61 <li>membumbung</li>
61 <li>membumbung</li>
62 <li>membengkak</li>
62 <li>membengkak</li>
63 <li>menambun</li>
63 <li>menambun</li>
64 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
64 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
65 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
65 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
66 <p>Untuk melengkapi kata pada kalimat yang rumpang, kita harus memperhatikan isi atau konteks kalimat tersebut. Kalimat ketiga pada paragraf pertama berbunyi “World Economic Forum (WEF) kemudian memprediksi bahwa pada 2050, angka tersebut akan […] hingga 562 kali lipat alias mencapai 1.124 juta ton.” Titik-titik pada kalimat tersebut dapat diisi dengan kata<em><i>membengkak</i></em>. Dalam KBBI, kata<em><i>membengkak</i></em>memiliki dua arti, yaitu</p>
66 <p>Untuk melengkapi kata pada kalimat yang rumpang, kita harus memperhatikan isi atau konteks kalimat tersebut. Kalimat ketiga pada paragraf pertama berbunyi “World Economic Forum (WEF) kemudian memprediksi bahwa pada 2050, angka tersebut akan […] hingga 562 kali lipat alias mencapai 1.124 juta ton.” Titik-titik pada kalimat tersebut dapat diisi dengan kata<em><i>membengkak</i></em>. Dalam KBBI, kata<em><i>membengkak</i></em>memiliki dua arti, yaitu</p>
67 <ul><li>menjadi bengkak,</li>
67 <ul><li>menjadi bengkak,</li>
68 <li>bertambah besar atau banyak (tentang biaya, anggaran, dan sebainya).</li>
68 <li>bertambah besar atau banyak (tentang biaya, anggaran, dan sebainya).</li>
69 </ul><p>Makna yang sesuai dengan kalimat ketiga adalah makna kedua. Sementara itu, pilihan jawaban A, B, C, dan E salah karena alasan berikut.</p>
69 </ul><p>Makna yang sesuai dengan kalimat ketiga adalah makna kedua. Sementara itu, pilihan jawaban A, B, C, dan E salah karena alasan berikut.</p>
70 <ul><li>Kata<em><i>menumpuk</i></em>memiliki arti (1) menaruh bersun-sunsun, menimbun-nimbun, melonggokkan, (2) mengumpulkan banyak-banyak, menimbun-nimbun (barang dagangan dan sebagainya), dan (3) mengumpul. Ketiga arti tersebut tidak ada yang sesuai dengan konteks kalimat.</li>
70 <ul><li>Kata<em><i>menumpuk</i></em>memiliki arti (1) menaruh bersun-sunsun, menimbun-nimbun, melonggokkan, (2) mengumpulkan banyak-banyak, menimbun-nimbun (barang dagangan dan sebagainya), dan (3) mengumpul. Ketiga arti tersebut tidak ada yang sesuai dengan konteks kalimat.</li>
71 <li>Kata<em><i>menyusun</i></em>berarti (1) mengatur dengan menumpuk secara tindih-menindih, (2) mengatur secara baik, (3) menempatkan secara beraturan, (4) membentuk pengurus (panitia dan sebagainya), (5) merencanakan, dan (6) mengarang buku (kamus, ensiklopedia, dan sebagainya). Keenam arti tersebut tidak ada yang sesuai dengan konteks kalimat.</li>
71 <li>Kata<em><i>menyusun</i></em>berarti (1) mengatur dengan menumpuk secara tindih-menindih, (2) mengatur secara baik, (3) menempatkan secara beraturan, (4) membentuk pengurus (panitia dan sebagainya), (5) merencanakan, dan (6) mengarang buku (kamus, ensiklopedia, dan sebagainya). Keenam arti tersebut tidak ada yang sesuai dengan konteks kalimat.</li>
72 <li>Kata<em><i>membumbung</i></em>tidak terdapat dalam KBBI. Kata yang benar adalah<em><i>membubung</i></em>yang berarti (1) naik, menaik, (2) mengepul ke atas (tentang asap dan sebagainya), (3) makin mahal (tentang harga), dan (5) makin tinggi (tentang cita-cita).</li>
72 <li>Kata<em><i>membumbung</i></em>tidak terdapat dalam KBBI. Kata yang benar adalah<em><i>membubung</i></em>yang berarti (1) naik, menaik, (2) mengepul ke atas (tentang asap dan sebagainya), (3) makin mahal (tentang harga), dan (5) makin tinggi (tentang cita-cita).</li>
73 <li>Kata<em><i>menambun</i></em>memiliki arti yang serupa dengan<em><i>menumpuk</i></em>. Arti kata<em><i>menambun</i></em>tidak sesuai dengan konteks kalimat.</li>
73 <li>Kata<em><i>menambun</i></em>memiliki arti yang serupa dengan<em><i>menumpuk</i></em>. Arti kata<em><i>menambun</i></em>tidak sesuai dengan konteks kalimat.</li>
74 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
74 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
75 <h2><strong>Subtopik:</strong><strong>Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
75 <h2><strong>Subtopik:</strong><strong>Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
76 <p>5. Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat ketiga paragraf ketiga adalah ….</p>
76 <p>5. Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat ketiga paragraf ketiga adalah ….</p>
77 <ol><li>masif</li>
77 <ol><li>masif</li>
78 <li>massif</li>
78 <li>massif</li>
79 <li>serentak</li>
79 <li>serentak</li>
80 <li>serempak</li>
80 <li>serempak</li>
81 <li>simultan</li>
81 <li>simultan</li>
82 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
82 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
83 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
83 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
84 <p>Untuk melengkapi kata pada kalimat yang rumpang, kita harus memperhatikan isi atau konteks kalimat tersebut. Kata ketiga paragraf ketiga berbunyi “Namun, upaya […] tersebut masih belum cukup, dibutuhkan upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan itu.” Kata yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah<em><i>masif</i></em>. Dalam KBBI, kata<em><i>masif</i></em>berarti</p>
84 <p>Untuk melengkapi kata pada kalimat yang rumpang, kita harus memperhatikan isi atau konteks kalimat tersebut. Kata ketiga paragraf ketiga berbunyi “Namun, upaya […] tersebut masih belum cukup, dibutuhkan upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan itu.” Kata yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah<em><i>masif</i></em>. Dalam KBBI, kata<em><i>masif</i></em>berarti</p>
85 <ul><li>utuh dan padat, di dalamnya tidak berongga (tentang batu dan sebagainya),</li>
85 <ul><li>utuh dan padat, di dalamnya tidak berongga (tentang batu dan sebagainya),</li>
86 <li>kuat; kukuh, dan</li>
86 <li>kuat; kukuh, dan</li>
87 <li>murni (tentang logam mulia).</li>
87 <li>murni (tentang logam mulia).</li>
88 </ul><p>Pilihan jawaban B, C, D, dan E salah karena alasan berikut.</p>
88 </ul><p>Pilihan jawaban B, C, D, dan E salah karena alasan berikut.</p>
89 <ul><li>Kata<em><i>massif</i></em>merupakan<strong>bentuk tidak baku</strong>dari kata<em><i>masif</i></em>.</li>
89 <ul><li>Kata<em><i>massif</i></em>merupakan<strong>bentuk tidak baku</strong>dari kata<em><i>masif</i></em>.</li>
90 <li>Kata<em><i>serentak</i></em>dan<em><i>serempak</i></em>memiliki arti yang sama, yaitu ‘bersama-sama melakukan sesuatu’. Arti tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat. Dalam kalimat, tidak dijelaskan bahwa aksi dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak. Selain itu, terdapat klausa<em><i>dibutuhkan upaya</i></em><strong><em><i>kolektif</i></em></strong><em><i> dari seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan itu</i></em> yang menunjukkan bahwa usaha yang disebutkan dalam klausa sebelumnya bukanlah usaha kolektif atau usaha yang melibatkan banyak pihak.</li>
90 <li>Kata<em><i>serentak</i></em>dan<em><i>serempak</i></em>memiliki arti yang sama, yaitu ‘bersama-sama melakukan sesuatu’. Arti tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat. Dalam kalimat, tidak dijelaskan bahwa aksi dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak. Selain itu, terdapat klausa<em><i>dibutuhkan upaya</i></em><strong><em><i>kolektif</i></em></strong><em><i> dari seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan itu</i></em> yang menunjukkan bahwa usaha yang disebutkan dalam klausa sebelumnya bukanlah usaha kolektif atau usaha yang melibatkan banyak pihak.</li>
91 <li>Kata<em><i>simultan</i></em>berarti ‘terjadi atau berlaku pada waktu yang bersamaan; serentak’. Makna kata tersebut tidak sesuai dengan konteks atau isi kalimat.</li>
91 <li>Kata<em><i>simultan</i></em>berarti ‘terjadi atau berlaku pada waktu yang bersamaan; serentak’. Makna kata tersebut tidak sesuai dengan konteks atau isi kalimat.</li>
92 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
92 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
93 <h2><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
93 <h2><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
94 <p>6. Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat keempat paragraf keempat adalah ….</p>
94 <p>6. Kata yang paling tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat keempat paragraf keempat adalah ….</p>
95 <ol><li>yaitu</li>
95 <ol><li>yaitu</li>
96 <li>yakni</li>
96 <li>yakni</li>
97 <li>misalnya</li>
97 <li>misalnya</li>
98 <li>seperti</li>
98 <li>seperti</li>
99 <li>adalah</li>
99 <li>adalah</li>
100 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
100 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
101 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
101 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
102 <p>Kalimat keempat paragraf keempat berbunyi “Salah satunya […] daur ulang sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai tambah tinggi.” Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat tersebut adalah<em><i>adalah</i></em>. Sesuai KBBI, kata<em><i>adalah</i></em>merupakan kata kerja (verba) dan memiliki arti</p>
102 <p>Kalimat keempat paragraf keempat berbunyi “Salah satunya […] daur ulang sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai tambah tinggi.” Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat tersebut adalah<em><i>adalah</i></em>. Sesuai KBBI, kata<em><i>adalah</i></em>merupakan kata kerja (verba) dan memiliki arti</p>
103 <ul><li>identik dengan,</li>
103 <ul><li>identik dengan,</li>
104 <li>sama maknanya dengan, dan</li>
104 <li>sama maknanya dengan, dan</li>
105 <li>termasuk dalam kelompok atau golongan.</li>
105 <li>termasuk dalam kelompok atau golongan.</li>
106 </ul><p>Arti yang sesuai dengan konteks kalimat adalah arti yang ketiga. Sementara itu, pilihan jawaban A, B, C, dan D tidak tepat karena alasan berikut.</p>
106 </ul><p>Arti yang sesuai dengan konteks kalimat adalah arti yang ketiga. Sementara itu, pilihan jawaban A, B, C, dan D tidak tepat karena alasan berikut.</p>
107 <ul><li>Kata<em><i>yaitu</i></em>dan<em><i>yakni</i></em>merupakan kata penghubung yang digunakan untuk memerinci keterangan kalimat. Kedua kata tersebut tidak tepat karena dalam kalimat keempat tidak ada hal yang diperinci, hanya terdapat satu hal yang disebutkan.</li>
107 <ul><li>Kata<em><i>yaitu</i></em>dan<em><i>yakni</i></em>merupakan kata penghubung yang digunakan untuk memerinci keterangan kalimat. Kedua kata tersebut tidak tepat karena dalam kalimat keempat tidak ada hal yang diperinci, hanya terdapat satu hal yang disebutkan.</li>
108 <li>Kata<em><i>misalnya</i></em>berarti ‘contohnya; umpamanya’. Kata<em><i>seperti</i></em>dapat berarti sama dengan<em><i>misalnya</i></em>. Kedua kata tersebut tidak cocok digunakan dalam kalimat karena frasa “salah satunya” yang terdapat dalam kalimat sudah menunjukkan contoh. Penggunaan kata<em><i>misalnya</i></em>dan<em><i>seperti</i></em>akan membuat kalimat menjadi tidak efektif.</li>
108 <li>Kata<em><i>misalnya</i></em>berarti ‘contohnya; umpamanya’. Kata<em><i>seperti</i></em>dapat berarti sama dengan<em><i>misalnya</i></em>. Kedua kata tersebut tidak cocok digunakan dalam kalimat karena frasa “salah satunya” yang terdapat dalam kalimat sudah menunjukkan contoh. Penggunaan kata<em><i>misalnya</i></em>dan<em><i>seperti</i></em>akan membuat kalimat menjadi tidak efektif.</li>
109 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
109 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
110 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
110 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
111 <p>7. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah ….</p>
111 <p>7. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah ….</p>
112 <ol><li>bertanggung jawab</li>
112 <ol><li>bertanggung jawab</li>
113 <li>ditanggalkan</li>
113 <li>ditanggalkan</li>
114 <li>penanganan</li>
114 <li>penanganan</li>
115 <li>bernilai</li>
115 <li>bernilai</li>
116 <li>tersendiri</li>
116 <li>tersendiri</li>
117 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
117 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
118 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
118 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
119 <p>Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Pembentukan kata berimbuhan untuk lima kata di atas adalah sebagai berikut.</p>
119 <p>Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Pembentukan kata berimbuhan untuk lima kata di atas adalah sebagai berikut.</p>
120 <ul><li><i></i><em><i>ber-</i></em>+<i>tanggung jawab</i>-&gt;<strong><em><i>bertanggung jawab</i></em></strong></li>
120 <ul><li><i></i><em><i>ber-</i></em>+<i>tanggung jawab</i>-&gt;<strong><em><i>bertanggung jawab</i></em></strong></li>
121 </ul><p>Penulisan kata<em><i>bertanggung jawab</i></em>seperti pada pilihan jawaban A benar. Hal itu dikarenakan kata<em><i>tanggung jawab</i></em>hanya mendapat imbuhan berupa awalan, yaitu<em><i>ber-</i></em>. Kata tersebut akan ditulis serangkai jika kata tersebut mendapat imbuhan berupa awalan dan akhiran, misalnya<em><i>mempertanggungjawabkan</i></em>(imbuhan:<em><i>me-kan</i></em>).</p>
121 </ul><p>Penulisan kata<em><i>bertanggung jawab</i></em>seperti pada pilihan jawaban A benar. Hal itu dikarenakan kata<em><i>tanggung jawab</i></em>hanya mendapat imbuhan berupa awalan, yaitu<em><i>ber-</i></em>. Kata tersebut akan ditulis serangkai jika kata tersebut mendapat imbuhan berupa awalan dan akhiran, misalnya<em><i>mempertanggungjawabkan</i></em>(imbuhan:<em><i>me-kan</i></em>).</p>
122 <ul><li><i></i><em><i>di-kan</i></em>+<i>tanggal</i>-&gt;<em><i>ditanggalkan</i></em></li>
122 <ul><li><i></i><em><i>di-kan</i></em>+<i>tanggal</i>-&gt;<em><i>ditanggalkan</i></em></li>
123 </ul><p>Penulisan kata berimbuhan tersebut benar. Namun, dari segi makna, kata tersebut tidak tepat digunakan dalam kalimat kedua paragraf keempat. Dalam KBBI, kata<em><i>tanggal</i></em>memiliki makna ‘terlepas (kelupas, lulus, lucut) lalu jatuh; luruh (tentang daun, kulit, ular, dan sebagainya)’. Makna tersebut tidak sesuai dengan isi kalimat. Oleh karena itu, kata<em><i>ditanggalkan</i></em>seharusnya diganti dengan<em><i>ditinggalkan</i></em>.</p>
123 </ul><p>Penulisan kata berimbuhan tersebut benar. Namun, dari segi makna, kata tersebut tidak tepat digunakan dalam kalimat kedua paragraf keempat. Dalam KBBI, kata<em><i>tanggal</i></em>memiliki makna ‘terlepas (kelupas, lulus, lucut) lalu jatuh; luruh (tentang daun, kulit, ular, dan sebagainya)’. Makna tersebut tidak sesuai dengan isi kalimat. Oleh karena itu, kata<em><i>ditanggalkan</i></em>seharusnya diganti dengan<em><i>ditinggalkan</i></em>.</p>
124 <ul><li><i></i><em><i>pe-an</i></em>+<i>terangan</i>-&gt;<em><i>penerangan</i></em></li>
124 <ul><li><i></i><em><i>pe-an</i></em>+<i>terangan</i>-&gt;<em><i>penerangan</i></em></li>
125 <li><i></i><em><i>ber-</i></em>+<i>nilai</i>-&gt;<em><i>bernilai</i></em></li>
125 <li><i></i><em><i>ber-</i></em>+<i>nilai</i>-&gt;<em><i>bernilai</i></em></li>
126 <li><i></i><em><i>ter-</i></em>+<i>sendiri</i>-&gt;<em><i>tersendiri</i></em></li>
126 <li><i></i><em><i>ter-</i></em>+<i>sendiri</i>-&gt;<em><i>tersendiri</i></em></li>
127 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
127 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
128 <p><strong>Bacalah soal berikut untuk menjawab soal nomor 8 sampai 14.</strong></p>
128 <p><strong>Bacalah soal berikut untuk menjawab soal nomor 8 sampai 14.</strong></p>
129 <p>[…]</p>
129 <p>[…]</p>
130 <p>Berbekal data dari<em><i>National Institutes of Health</i></em>, data yang salah satunya menyebut skala narsisme mahasiswa pada 2009 meningkat hingga 58% dibanding tahun 1982, kontributor <em><i>Time</i></em> Joel Stein menuding generasi milenial sebagai generasi pemalas, tanpa capaian, dan enggan bekerja keras. Menurut Stein, meski didukung ketersediaan beragam fasilitas, milenial lebih menyukai segala hal yang instan dan tidak repot. Bahkan, di balik kenginan untuk mandiri dan dihargai, kelompok yang lahir di rentang 1981-1994 ini masih bergantung kepada 9orangtua.</p>
130 <p>Berbekal data dari<em><i>National Institutes of Health</i></em>, data yang salah satunya menyebut skala narsisme mahasiswa pada 2009 meningkat hingga 58% dibanding tahun 1982, kontributor <em><i>Time</i></em> Joel Stein menuding generasi milenial sebagai generasi pemalas, tanpa capaian, dan enggan bekerja keras. Menurut Stein, meski didukung ketersediaan beragam fasilitas, milenial lebih menyukai segala hal yang instan dan tidak repot. Bahkan, di balik kenginan untuk mandiri dan dihargai, kelompok yang lahir di rentang 1981-1994 ini masih bergantung kepada 9orangtua.</p>
131 <p>Meski demikian, riset yang dilakukan 10ManpowerGroup justru memberi gambaran mengejutkan. Dengan bertanya kepada 19 ribu milenial dari 25 negara-termasuk 8 ribu karyawan dan lebih dari 1.500 11manager perekrutan perusahaan-tentang apa yang diinginkan dan bagaimana mereka memandang pekerjaan, survei tersebut malah membantah stereotip yang ada: generasi milenial terbukti bekerja lebih keras dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam riset juga terungkap jika mayoritas milenial memandang bekerja sebagai proses mengembangkan diri.</p>
131 <p>Meski demikian, riset yang dilakukan 10ManpowerGroup justru memberi gambaran mengejutkan. Dengan bertanya kepada 19 ribu milenial dari 25 negara-termasuk 8 ribu karyawan dan lebih dari 1.500 11manager perekrutan perusahaan-tentang apa yang diinginkan dan bagaimana mereka memandang pekerjaan, survei tersebut malah membantah stereotip yang ada: generasi milenial terbukti bekerja lebih keras dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam riset juga terungkap jika mayoritas milenial memandang bekerja sebagai proses mengembangkan diri.</p>
132 <p>Sebenarnya wajar bila generasi milenial bekerja lebih keras, cerdas, dan praktis, mengingat tantangan atau tuntutan hidup terus bertambah dari waktu ke waktu. Setiap tahun, misalnya, biaya kesehatan, pendidikan, hingga tempat tinggal mengalami kenaikan cukup signifikan. Pergumulan mempersiapkan masa depan menjadi 12makin sulit mengingat biaya hidup sehari-hari yang tak sedikit.</p>
132 <p>Sebenarnya wajar bila generasi milenial bekerja lebih keras, cerdas, dan praktis, mengingat tantangan atau tuntutan hidup terus bertambah dari waktu ke waktu. Setiap tahun, misalnya, biaya kesehatan, pendidikan, hingga tempat tinggal mengalami kenaikan cukup signifikan. Pergumulan mempersiapkan masa depan menjadi 12makin sulit mengingat biaya hidup sehari-hari yang tak sedikit.</p>
133 <p>Fakta itu dibenarkan oleh survei “The Future of Money” yang dilakukan atas 13kerjasama perusahaan Luno dengan Dalia Research pada 17 Mei-7 Juli 2019. “Sekitar 69% generasi milenial Indonesia tidak memiliki strategi investasi,” kata David Low, General Manager Asia Tenggara Luno. Survei tersebut juga menyatakan, walau sebagian besar milenial sudah menetapkan anggaran bulanan dan disiplin menjalankannya, mereka tidak menggunakan uang untuk berinvestasi.</p>
133 <p>Fakta itu dibenarkan oleh survei “The Future of Money” yang dilakukan atas 13kerjasama perusahaan Luno dengan Dalia Research pada 17 Mei-7 Juli 2019. “Sekitar 69% generasi milenial Indonesia tidak memiliki strategi investasi,” kata David Low, General Manager Asia Tenggara Luno. Survei tersebut juga menyatakan, walau sebagian besar milenial sudah menetapkan anggaran bulanan dan disiplin menjalankannya, mereka tidak menggunakan uang untuk berinvestasi.</p>
134 <p>Jika terus bertahan dengan manajemen keuangan yang berantakan, masihkah ada harapan bagi generasi milenial untuk mencapai kemerdekaan finansial? Pada dasarnya, kita tidak hanya perlu merancang strategi, 14melainkan harus memastikan strategi keuangan itu tepat sesuai kebutuhan. Selain perencanaan keuangan (jangka pendek, menengah, panjang) yang matang, meliputi investasi sejak dini, dana darurat, pendidikan anak, pensiun yang mencukupi, serta hidup bebas cicilan, asuransi merupakan bagian cukup penting dalam proses menuju kemerdekaan finansial yang sering kali diabaikan.</p>
134 <p>Jika terus bertahan dengan manajemen keuangan yang berantakan, masihkah ada harapan bagi generasi milenial untuk mencapai kemerdekaan finansial? Pada dasarnya, kita tidak hanya perlu merancang strategi, 14melainkan harus memastikan strategi keuangan itu tepat sesuai kebutuhan. Selain perencanaan keuangan (jangka pendek, menengah, panjang) yang matang, meliputi investasi sejak dini, dana darurat, pendidikan anak, pensiun yang mencukupi, serta hidup bebas cicilan, asuransi merupakan bagian cukup penting dalam proses menuju kemerdekaan finansial yang sering kali diabaikan.</p>
135 <p>(Sumber: diadaptasi dari https://tirto.id/merdeka-finansial-ala-generasi-milenial-egiY)</p>
135 <p>(Sumber: diadaptasi dari https://tirto.id/merdeka-finansial-ala-generasi-milenial-egiY)</p>
136 <h2><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
136 <h2><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
137 <p>8. Judul yang paling tepat untuk tepat untuk bacaan di atas adalah ….</p>
137 <p>8. Judul yang paling tepat untuk tepat untuk bacaan di atas adalah ….</p>
138 <ol><li>Keadaan Finansial Milenial vs Nonmilenial</li>
138 <ol><li>Keadaan Finansial Milenial vs Nonmilenial</li>
139 <li>Peningkatan Narsisme pada Mahasiswa Generasi Milenial</li>
139 <li>Peningkatan Narsisme pada Mahasiswa Generasi Milenial</li>
140 <li>Minimnya Investasi di Kalangan Generasi Milenial</li>
140 <li>Minimnya Investasi di Kalangan Generasi Milenial</li>
141 <li>Strategi Pengaturan Keuangan yang Tepat bagi Generasi Milenial</li>
141 <li>Strategi Pengaturan Keuangan yang Tepat bagi Generasi Milenial</li>
142 <li>Cara Generasi Milenial dalam Memandang Masa Depan</li>
142 <li>Cara Generasi Milenial dalam Memandang Masa Depan</li>
143 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
143 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
144 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
144 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
145 <p>Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian paling atas sebuah teks. Sebuah judul yang baik harus mampu menggambarkan keseluruhan isi teks. Paragraf awal dalam teks di atas membahas pandangan orang luar terhadap generasi milenial. Paragraf selanjutnya membahas penelitian yang membuktikan bahwa pandangan negatif terhadap generasi milenial tidaklah benar. Sementara itu, pada bagian akhir teks, dijelaskan bahwa generasi milenial harus memiliki strategi keuangan yang tepat agar tetap dapat bertahan hidup di tengah zaman yang makin sulit. Dalam paragraf terakhir disebutkan rekomendasi cara bagi milenial untuk mengatur keuangannya. Dengan demikian, judul yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah “Strategi Pengaturan Keuangan yang Tepat bagi Generasi Milenial”.</p>
145 <p>Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian paling atas sebuah teks. Sebuah judul yang baik harus mampu menggambarkan keseluruhan isi teks. Paragraf awal dalam teks di atas membahas pandangan orang luar terhadap generasi milenial. Paragraf selanjutnya membahas penelitian yang membuktikan bahwa pandangan negatif terhadap generasi milenial tidaklah benar. Sementara itu, pada bagian akhir teks, dijelaskan bahwa generasi milenial harus memiliki strategi keuangan yang tepat agar tetap dapat bertahan hidup di tengah zaman yang makin sulit. Dalam paragraf terakhir disebutkan rekomendasi cara bagi milenial untuk mengatur keuangannya. Dengan demikian, judul yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah “Strategi Pengaturan Keuangan yang Tepat bagi Generasi Milenial”.</p>
146 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
146 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
147 <p>9. </p>
147 <p>9. </p>
148 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
148 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
149 <li>orang tua</li>
149 <li>orang tua</li>
150 <li>orang-tua</li>
150 <li>orang-tua</li>
151 <li>Orang tua</li>
151 <li>Orang tua</li>
152 <li>Orangtua</li>
152 <li>Orangtua</li>
153 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
153 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
154 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
154 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
155 <p>Penggunaan kata<em><i>orangtua</i></em>dalam kalimat “Bahkan, di balik kenginan untuk mandiri dan dihargai, kelompok yang lahir di rentang 1981-1994 ini masih bergantung kepada orangtua” sudah tepat. Namun, penulisan kata<em><i>orangtua</i></em>dalam kalimat tersebut salah. Sesuai dengan KBBI, kata<em><i>orangtua</i></em>seharusnya ditulis<em><i>orang tua</i></em>. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
155 <p>Penggunaan kata<em><i>orangtua</i></em>dalam kalimat “Bahkan, di balik kenginan untuk mandiri dan dihargai, kelompok yang lahir di rentang 1981-1994 ini masih bergantung kepada orangtua” sudah tepat. Namun, penulisan kata<em><i>orangtua</i></em>dalam kalimat tersebut salah. Sesuai dengan KBBI, kata<em><i>orangtua</i></em>seharusnya ditulis<em><i>orang tua</i></em>. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
156 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
156 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
157 <p>10.</p>
157 <p>10.</p>
158 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
158 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
159 <li><i></i><em><i>ManpowerGroup</i></em></li>
159 <li><i></i><em><i>ManpowerGroup</i></em></li>
160 <li>Manpower Group</li>
160 <li>Manpower Group</li>
161 <li>Manpowergroup</li>
161 <li>Manpowergroup</li>
162 <li>manpowergroup</li>
162 <li>manpowergroup</li>
163 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
163 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
164 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
164 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
165 <p>Penulisan kata<strong>ManpowerGroup</strong><em><i> </i></em>seperti dalam kutipan teks di atas sudah tepat. Kata tersebut merupakan nama dari suatu lembaga. Oleh karena itu, penulisan kata tersebut</p>
165 <p>Penulisan kata<strong>ManpowerGroup</strong><em><i> </i></em>seperti dalam kutipan teks di atas sudah tepat. Kata tersebut merupakan nama dari suatu lembaga. Oleh karena itu, penulisan kata tersebut</p>
166 <ul><li>harus diawali dengan huruf kapital,</li>
166 <ul><li>harus diawali dengan huruf kapital,</li>
167 <li>tidak perlu ditulis dengan format cetak miring meskipun menggunakan bahasa asing, dan</li>
167 <li>tidak perlu ditulis dengan format cetak miring meskipun menggunakan bahasa asing, dan</li>
168 <li>tidak perlu diubah penulisannya menjadi Manpower Group (dengan spasi).</li>
168 <li>tidak perlu diubah penulisannya menjadi Manpower Group (dengan spasi).</li>
169 </ul><p>Setiap nama, baik nama orang maupun nama tempat, harus ditulis sesuai dengan nama sebenarnya, tidak perlu diubah maupun disesuaikan dengan ejaan. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
169 </ul><p>Setiap nama, baik nama orang maupun nama tempat, harus ditulis sesuai dengan nama sebenarnya, tidak perlu diubah maupun disesuaikan dengan ejaan. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
170 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
170 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
171 <p>11. </p>
171 <p>11. </p>
172 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
172 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
173 <li><em><i>Manager</i></em></li>
173 <li><em><i>Manager</i></em></li>
174 <li>manajer</li>
174 <li>manajer</li>
175 <li>menejer</li>
175 <li>menejer</li>
176 <li>direktur</li>
176 <li>direktur</li>
177 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
177 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
179 <p>Penggunaan kata<strong>manager</strong><em><i> </i></em>dalam kutipan di atas sudah tepat. Kata<strong>manager</strong><em><i> </i></em>masih merupakan bahasa asing sehingga harus ditulis dengan format cetak miring, tetapi tidak perlu diawali dengan huruf kapital karena tidak merujuk pada penyebutan seseorang dan tidak pula diikuti oleh nama orang. Kata<strong>manager</strong>seharusnya ditulis<strong>manajer</strong>. Dalam KBBI,<em><i>manajer</i></em>berarti ‘orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</p>
179 <p>Penggunaan kata<strong>manager</strong><em><i> </i></em>dalam kutipan di atas sudah tepat. Kata<strong>manager</strong><em><i> </i></em>masih merupakan bahasa asing sehingga harus ditulis dengan format cetak miring, tetapi tidak perlu diawali dengan huruf kapital karena tidak merujuk pada penyebutan seseorang dan tidak pula diikuti oleh nama orang. Kata<strong>manager</strong>seharusnya ditulis<strong>manajer</strong>. Dalam KBBI,<em><i>manajer</i></em>berarti ‘orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</p>
180 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
180 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
181 <p>12. </p>
181 <p>12. </p>
182 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
182 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
183 <li>semakin</li>
183 <li>semakin</li>
184 <li>semakin bertambah</li>
184 <li>semakin bertambah</li>
185 <li>makin bertambah</li>
185 <li>makin bertambah</li>
186 <li>terlalu</li>
186 <li>terlalu</li>
187 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
187 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
188 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
188 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
189 <p>Penulisan dan penggunaan kata<em><i>makin</i></em>dalam kutipan di atas sudah tepat. Dalam KBBI, kata<em><i>makin</i></em>berarti ‘kian bertambah’. Bentuk tidak baku dari<em><i>makin</i></em>adalah<em><i>semakin</i></em>. Jadi, jawaban B dan C salah. Jawaban D salah karena kata<em><i>makin</i></em>sudah berarti ‘kian bertambah’ sehingga penggunaan kata<em><i>bertambah</i></em>setelah kata<em><i>makin</i></em>akan membuat kalimat tidak efektif. Sementara itu, jawaban E salah karena kata<em><i>terlalu</i></em>tidak sesuai dengan konteks kalimat. Kata<em><i>terlalu</i></em>memiliki makna yang berbeda dengan kata<em><i>makin</i></em>. Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
189 <p>Penulisan dan penggunaan kata<em><i>makin</i></em>dalam kutipan di atas sudah tepat. Dalam KBBI, kata<em><i>makin</i></em>berarti ‘kian bertambah’. Bentuk tidak baku dari<em><i>makin</i></em>adalah<em><i>semakin</i></em>. Jadi, jawaban B dan C salah. Jawaban D salah karena kata<em><i>makin</i></em>sudah berarti ‘kian bertambah’ sehingga penggunaan kata<em><i>bertambah</i></em>setelah kata<em><i>makin</i></em>akan membuat kalimat tidak efektif. Sementara itu, jawaban E salah karena kata<em><i>terlalu</i></em>tidak sesuai dengan konteks kalimat. Kata<em><i>terlalu</i></em>memiliki makna yang berbeda dengan kata<em><i>makin</i></em>. Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
190 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
190 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
191 <p>13. </p>
191 <p>13. </p>
192 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
192 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
193 <li>kerja sama</li>
193 <li>kerja sama</li>
194 <li>kerja-sama</li>
194 <li>kerja-sama</li>
195 <li>kesepakatan</li>
195 <li>kesepakatan</li>
196 <li>kemufakatan</li>
196 <li>kemufakatan</li>
197 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
197 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
198 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
198 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
199 <p>Penggunaan kata<em><i>kerjasama</i></em>dalam kalimat<em><i>Fakta itu dibenarkan oleh survei </i></em><em><i>“The Future of Money” </i></em><em><i>yang dilakukan atas</i></em><em><i>13</i></em><strong><em><i>kerjasama</i></em></strong><em><i> perusahaan Luno dengan Dalia Research pada 17 Mei-7 Juli 2019</i></em>sudah tepat.<em><i> </i></em>Namun, kata tersebut seharusnya tidak ditulis serangkai, melainkan ditulis terpisah menjadi<strong><em><i>kerja sama</i></em></strong>yang berarti ‘kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B. Sementara itu, kata<em><i>kesepakatan</i></em>dan<em><i>kemufakatan</i></em>memiliki arti yang sama yang berkaitan dengan persetujuan. Kedua kata tersebut tidak tepat digunakan dalam kalimat karena tidak sesuai dengan konteks kalimat.</p>
199 <p>Penggunaan kata<em><i>kerjasama</i></em>dalam kalimat<em><i>Fakta itu dibenarkan oleh survei </i></em><em><i>“The Future of Money” </i></em><em><i>yang dilakukan atas</i></em><em><i>13</i></em><strong><em><i>kerjasama</i></em></strong><em><i> perusahaan Luno dengan Dalia Research pada 17 Mei-7 Juli 2019</i></em>sudah tepat.<em><i> </i></em>Namun, kata tersebut seharusnya tidak ditulis serangkai, melainkan ditulis terpisah menjadi<strong><em><i>kerja sama</i></em></strong>yang berarti ‘kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B. Sementara itu, kata<em><i>kesepakatan</i></em>dan<em><i>kemufakatan</i></em>memiliki arti yang sama yang berkaitan dengan persetujuan. Kedua kata tersebut tidak tepat digunakan dalam kalimat karena tidak sesuai dengan konteks kalimat.</p>
200 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
200 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
201 <p>14. </p>
201 <p>14. </p>
202 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
202 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
203 <li>melainkan juga</li>
203 <li>melainkan juga</li>
204 <li>melainkan hanya</li>
204 <li>melainkan hanya</li>
205 <li>tetapi juga</li>
205 <li>tetapi juga</li>
206 <li>namun juga</li>
206 <li>namun juga</li>
207 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
207 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
208 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
208 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
209 <p>Dalam kalimat<em><i>Pada dasarnya,</i></em><em><i>kita</i></em><strong><em><i>tidak hanya</i></em></strong><em><i> perlu merancang strategi,</i></em><strong><em><i>14</i></em></strong><strong><em><i>melainkan</i></em></strong><em><i> harus memastikan strategi keuangan itu tepat sesuai kebutuhan</i></em>, kata<em><i>melainkan</i></em>perlu diganti menjadi<em><i>tetapi juga</i></em>. Hal tersebut dikarenakan dalam kalimat tersebut terdapat kata<em><i>tidak hanya</i></em>. Kata<em><i>tidak hanya</i></em>merupakan konjungsi korelatif yang harus berpasangan dengan kata<em><i>tidak juga</i></em>. Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih frasa atau klausa dalam sebuah kalimat. Konjungsi korelatif memiliki pasangan-pasangan tersendiri, misalnya</p>
209 <p>Dalam kalimat<em><i>Pada dasarnya,</i></em><em><i>kita</i></em><strong><em><i>tidak hanya</i></em></strong><em><i> perlu merancang strategi,</i></em><strong><em><i>14</i></em></strong><strong><em><i>melainkan</i></em></strong><em><i> harus memastikan strategi keuangan itu tepat sesuai kebutuhan</i></em>, kata<em><i>melainkan</i></em>perlu diganti menjadi<em><i>tetapi juga</i></em>. Hal tersebut dikarenakan dalam kalimat tersebut terdapat kata<em><i>tidak hanya</i></em>. Kata<em><i>tidak hanya</i></em>merupakan konjungsi korelatif yang harus berpasangan dengan kata<em><i>tidak juga</i></em>. Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih frasa atau klausa dalam sebuah kalimat. Konjungsi korelatif memiliki pasangan-pasangan tersendiri, misalnya</p>
210 <ul><li>tidak hanya …, tetapi juga, dan</li>
210 <ul><li>tidak hanya …, tetapi juga, dan</li>
211 <li>bukan hanya …, melainkan juga.</li>
211 <li>bukan hanya …, melainkan juga.</li>
212 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
212 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
213 <p><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 15 sampai 20.</strong></p>
213 <p><strong>Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 15 sampai 20.</strong></p>
214 <p>[…]</p>
214 <p>[…]</p>
215 <p>Banyak dari kita yang mengingat kejadian masa kecil sebagai kenangan indah. Pada masa itu kita hanya mengenal bermain, makan, dan tidur. Segala hal dilakukan guna melampiaskan rasa penasaran. Salah satu kegiatan masa kecil yang kerap kali diingat oleh sebagian orang adalah bermain lumpur dan tanah. Namun, terkadang orangtua memarahi anak apabila mereka bermain tanah dan lumpur yang dianggap kotor dan sulit dibersihkan. Belum lagi, bahaya penyakit yang muncul sudah pasti menjadi kekhawatiran para ibu.</p>
215 <p>Banyak dari kita yang mengingat kejadian masa kecil sebagai kenangan indah. Pada masa itu kita hanya mengenal bermain, makan, dan tidur. Segala hal dilakukan guna melampiaskan rasa penasaran. Salah satu kegiatan masa kecil yang kerap kali diingat oleh sebagian orang adalah bermain lumpur dan tanah. Namun, terkadang orangtua memarahi anak apabila mereka bermain tanah dan lumpur yang dianggap kotor dan sulit dibersihkan. Belum lagi, bahaya penyakit yang muncul sudah pasti menjadi kekhawatiran para ibu.</p>
216 <p>Padahal, menurut peneliti, anak kecil yang bermain lumpur akan tumbuh sehat sewaktu dewasa. Dikutip dari laman <em><i>Brightside.me</i></em>, Jumat (26/7/2019) seorang penulis bernama Richard Louv mewawancarai sekitar tiga ribu keluarga. Ia […] kondisi anak di setiap keluarga tersebut. Berdasarkan penelitiannya, ia menyimpulkan bahwa banyak anak-anak yang sebenarnya tidak diperbolehkan bermain di ruang terbuka. Mereka akhirnya lebih suka berada di rumah, dihibur oleh teknologi. “Anak-anak kita banyak yang terputus dari alam dan sejarah,” ujar Louv. Louv dan dokter anak Maria Júlia Carvalho bersikeras bahwa anak-anak perlu berhubungan dengan 18mikro organisme yang ditemukan di tanah dan rumput untuk membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh mereka-organisme yang dimaksud dalam hal ini adalah bakteri, kapang, dan 19amuba.</p>
216 <p>Padahal, menurut peneliti, anak kecil yang bermain lumpur akan tumbuh sehat sewaktu dewasa. Dikutip dari laman <em><i>Brightside.me</i></em>, Jumat (26/7/2019) seorang penulis bernama Richard Louv mewawancarai sekitar tiga ribu keluarga. Ia […] kondisi anak di setiap keluarga tersebut. Berdasarkan penelitiannya, ia menyimpulkan bahwa banyak anak-anak yang sebenarnya tidak diperbolehkan bermain di ruang terbuka. Mereka akhirnya lebih suka berada di rumah, dihibur oleh teknologi. “Anak-anak kita banyak yang terputus dari alam dan sejarah,” ujar Louv. Louv dan dokter anak Maria Júlia Carvalho bersikeras bahwa anak-anak perlu berhubungan dengan 18mikro organisme yang ditemukan di tanah dan rumput untuk membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh mereka-organisme yang dimaksud dalam hal ini adalah bakteri, kapang, dan 19amuba.</p>
217 <p>Memang, membersihkan diri dari lumpur dan kotoran lain sangat menyebalkan, 20namun anak akan menemukan kesenangan. Carvalho mengatakan bahwa bersentuhan dengan bakteri terkadang mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Dengan cara ini, di masa depan, mereka akan dapat melindungi dan mempertahankan diri mereka terhadap penyakit dan alergi dengan lebih baik.</p>
217 <p>Memang, membersihkan diri dari lumpur dan kotoran lain sangat menyebalkan, 20namun anak akan menemukan kesenangan. Carvalho mengatakan bahwa bersentuhan dengan bakteri terkadang mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Dengan cara ini, di masa depan, mereka akan dapat melindungi dan mempertahankan diri mereka terhadap penyakit dan alergi dengan lebih baik.</p>
218 <p>Richard Louv juga menambahkan bahwa kegiatan di luar ruangan mendorong kreativitas, meminimalisir stres dan depresi, serta memungkinkan perkembangan kognitif yang lebih luas. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam<em><i>Journal of Allergy and Clinical Immunology</i></em>, anak-anak yang hidup dan tumbuh dengan hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, sejak usia dini cenderung tidak mengembangkan alergi. Anak-anak ini hidup di antara tingkat endotoksin yang konstan, sejenis bakteri yang ada dalam debu dan lingkungan yang akhirnya memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. Menurut definisi yang diberikan oleh sistem kesehatan untuk anak-anak, sistem kekebalan adalah sesuatu yang pada akhirnya melindungi orang dari penyerbu eksternal seperti kuman dan bakteri yang dapat mengancam kesehatan.</p>
218 <p>Richard Louv juga menambahkan bahwa kegiatan di luar ruangan mendorong kreativitas, meminimalisir stres dan depresi, serta memungkinkan perkembangan kognitif yang lebih luas. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam<em><i>Journal of Allergy and Clinical Immunology</i></em>, anak-anak yang hidup dan tumbuh dengan hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, sejak usia dini cenderung tidak mengembangkan alergi. Anak-anak ini hidup di antara tingkat endotoksin yang konstan, sejenis bakteri yang ada dalam debu dan lingkungan yang akhirnya memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. Menurut definisi yang diberikan oleh sistem kesehatan untuk anak-anak, sistem kekebalan adalah sesuatu yang pada akhirnya melindungi orang dari penyerbu eksternal seperti kuman dan bakteri yang dapat mengancam kesehatan.</p>
219 <p>(Sumber: diadaptasi dari https://www.liputan6.com/global/read/4022525/)</p>
219 <p>(Sumber: diadaptasi dari https://www.liputan6.com/global/read/4022525/)</p>
220 <p><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></p>
220 <p><strong>Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan</strong></p>
221 <p>15. Judul yang tepat untuk teks di atas adalah ….</p>
221 <p>15. Judul yang tepat untuk teks di atas adalah ….</p>
222 <ol><li>Masa Kecil Adalah Kenangan Indah Setiap Orang</li>
222 <ol><li>Masa Kecil Adalah Kenangan Indah Setiap Orang</li>
223 <li>Bermain di Tanah dan Lumpur Tidak Berbahaya</li>
223 <li>Bermain di Tanah dan Lumpur Tidak Berbahaya</li>
224 <li>Langkah Mudah Agar Anak Tidak Depresi</li>
224 <li>Langkah Mudah Agar Anak Tidak Depresi</li>
225 <li>Berani Kotor: Hal yang Baik bagi Perkembangan Anak</li>
225 <li>Berani Kotor: Hal yang Baik bagi Perkembangan Anak</li>
226 <li>Langkah Tepat untuk Mendorong Kreativitas Anak</li>
226 <li>Langkah Tepat untuk Mendorong Kreativitas Anak</li>
227 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
227 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
228 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
228 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
229 <p>Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian paling atas sebuah teks. Sebuah judul yang baik harus mampu menggambarkan keseluruhan isi teks. Teks di atas membahas kontradiksi mengenai anak-anak yang suka bermain lumpur dan tanah. Pada satu sisi, ada kekhawatiran dalam diri orang tua terhadap anak-anaknya yang suka bermain hal-hal kotor, seperti lumpur dan tanah. Di sisi lain, terdapat penelitian yang menunjukkan manfaat bermain lumpur dan tanah bagi anak. Melalui teks di atas, dapat terlihat bahwa penulis hendak menyampaikan manfaat bermain tanah dan lumpur bagi anak serta mendorong orang tua agar tidak khawatir terhadap anaknya yang suka bermain hal-hal tersebut. Dengan demikian, judul yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah “Berani Kotor: Hal yang Baik bagi Perkembangan Anak”. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
229 <p>Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian paling atas sebuah teks. Sebuah judul yang baik harus mampu menggambarkan keseluruhan isi teks. Teks di atas membahas kontradiksi mengenai anak-anak yang suka bermain lumpur dan tanah. Pada satu sisi, ada kekhawatiran dalam diri orang tua terhadap anak-anaknya yang suka bermain hal-hal kotor, seperti lumpur dan tanah. Di sisi lain, terdapat penelitian yang menunjukkan manfaat bermain lumpur dan tanah bagi anak. Melalui teks di atas, dapat terlihat bahwa penulis hendak menyampaikan manfaat bermain tanah dan lumpur bagi anak serta mendorong orang tua agar tidak khawatir terhadap anaknya yang suka bermain hal-hal tersebut. Dengan demikian, judul yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah “Berani Kotor: Hal yang Baik bagi Perkembangan Anak”. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
230 <h2><strong>Subtopik:</strong><strong>Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
230 <h2><strong>Subtopik:</strong><strong>Pemahaman Isi Bacaan</strong></h2>
231 <p>16. Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat ketiga paragraf kedua adalah ….</p>
231 <p>16. Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada kalimat ketiga paragraf kedua adalah ….</p>
232 <ol><li>menanyai</li>
232 <ol><li>menanyai</li>
233 <li>menanyakan</li>
233 <li>menanyakan</li>
234 <li>menanyakan tentang</li>
234 <li>menanyakan tentang</li>
235 <li>mempertanyakan tentang</li>
235 <li>mempertanyakan tentang</li>
236 <li>bertanya</li>
236 <li>bertanya</li>
237 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
237 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
238 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
238 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
239 <p>Kalimat ketiga paragraf kedua berbunyi “Ia […] kondisi anak mereka.” Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah<em><i>menanyakan</i></em>. Dalam KBBI, kata<em><i>menanyakan</i></em>berarti</p>
239 <p>Kalimat ketiga paragraf kedua berbunyi “Ia […] kondisi anak mereka.” Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah<em><i>menanyakan</i></em>. Dalam KBBI, kata<em><i>menanyakan</i></em>berarti</p>
240 <ul><li>bertanya sesuatu kepada; meminta keterangan tentang sesuatu dan</li>
240 <ul><li>bertanya sesuatu kepada; meminta keterangan tentang sesuatu dan</li>
241 <li> </li>
241 <li> </li>
242 </ul><p>Arti yang sesuai dengan konteks kalimat adalah arti pertama, tepatnya ‘meminta keterangan tentang sesuatu’. Sementara itu, pilihan jawaban A, C, D, dan E tidak tepat karena alasan berikut.</p>
242 </ul><p>Arti yang sesuai dengan konteks kalimat adalah arti pertama, tepatnya ‘meminta keterangan tentang sesuatu’. Sementara itu, pilihan jawaban A, C, D, dan E tidak tepat karena alasan berikut.</p>
243 <ul><li>Kata<em><i>menanyai</i></em>, berarti ‘bertanya kepada; hendak mengetahui dengan bertanya’.Kata ini tidak tepat digunakan karena dalam klausa<em><i>ia […] kondisi anak di setiap keluarga tersebut</i></em> tidak terdapat orang yang ditanya.</li>
243 <ul><li>Kata<em><i>menanyai</i></em>, berarti ‘bertanya kepada; hendak mengetahui dengan bertanya’.Kata ini tidak tepat digunakan karena dalam klausa<em><i>ia […] kondisi anak di setiap keluarga tersebut</i></em> tidak terdapat orang yang ditanya.</li>
244 <li>Kata<em><i>menanyakan tentang</i></em>tidak tepat.</li>
244 <li>Kata<em><i>menanyakan tentang</i></em>tidak tepat.</li>
245 </ul><p>Kata yang berimbuhan<em><i>me-</i></em>tidak perlu diikuti dengan kata<em><i>tentang</i></em> karena akan membuat kalimat menjadi tidak efektif (kata yang boleh diikuti<em><i>tentang</i></em>adalah kata berimbuhan<em><i>ber-</i></em>, misalnya<em><i>bertanya tentang</i></em>). Hal ini berlaku pula untuk kata<em><i>mempertanyakan tentang</i></em>yang juga tidak tepat digunakan dalam kalimat tersebut.</p>
245 </ul><p>Kata yang berimbuhan<em><i>me-</i></em>tidak perlu diikuti dengan kata<em><i>tentang</i></em> karena akan membuat kalimat menjadi tidak efektif (kata yang boleh diikuti<em><i>tentang</i></em>adalah kata berimbuhan<em><i>ber-</i></em>, misalnya<em><i>bertanya tentang</i></em>). Hal ini berlaku pula untuk kata<em><i>mempertanyakan tentang</i></em>yang juga tidak tepat digunakan dalam kalimat tersebut.</p>
246 <ul><li>Kata<em><i>bertanya</i></em>, berarti ‘meminta keterangan (penjelasan dan sebagainya)’.Jika akan digunakan dalam kalimat tersebut, kata<em><i>bertanya</i></em>seharusnya ditambah<em><i>tentang</i></em>.</li>
246 <ul><li>Kata<em><i>bertanya</i></em>, berarti ‘meminta keterangan (penjelasan dan sebagainya)’.Jika akan digunakan dalam kalimat tersebut, kata<em><i>bertanya</i></em>seharusnya ditambah<em><i>tentang</i></em>.</li>
247 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
247 </ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
248 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
248 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
249 <p>17. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah ….</p>
249 <p>17. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah ….</p>
250 <ol><li>meminimalisir</li>
250 <ol><li>meminimalisir</li>
251 <li>diterbitkan</li>
251 <li>diterbitkan</li>
252 <li>di antara</li>
252 <li>di antara</li>
253 <li>melindungi</li>
253 <li>melindungi</li>
254 <li>mengancam</li>
254 <li>mengancam</li>
255 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
255 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
256 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
256 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
257 <p>Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah<em><i>meminimalisir</i></em>. Kata tersebut tidak baku. Bentuk baku dari kata tersebut adalah<em><i>meminimalisasi</i></em>yang berarti sama dengan<em><i>meminimalkan</i></em>. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
257 <p>Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf keempat adalah<em><i>meminimalisir</i></em>. Kata tersebut tidak baku. Bentuk baku dari kata tersebut adalah<em><i>meminimalisasi</i></em>yang berarti sama dengan<em><i>meminimalkan</i></em>. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>
258 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
258 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
259 <p>18. </p>
259 <p>18. </p>
260 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
260 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
261 <li>mikroorganisme</li>
261 <li>mikroorganisme</li>
262 <li>mikro-organisme</li>
262 <li>mikro-organisme</li>
263 <li>micro organism</li>
263 <li>micro organism</li>
264 <li>mikro organik</li>
264 <li>mikro organik</li>
265 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
265 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
266 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
266 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
267 <p>Penulisan yang tepat untuk kata<em><i>mikro organisme</i></em>adalah<em><i>mikroorganisme</i></em>(ditulis serangkai). Dalam KBBI, kata<em><i>mikroorganisme</i></em>berarti ‘mahluk hidup sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, berupa tumbuhan atau hewan yang biasanya hidup secara parasit atau saprofit’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
267 <p>Penulisan yang tepat untuk kata<em><i>mikro organisme</i></em>adalah<em><i>mikroorganisme</i></em>(ditulis serangkai). Dalam KBBI, kata<em><i>mikroorganisme</i></em>berarti ‘mahluk hidup sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, berupa tumbuhan atau hewan yang biasanya hidup secara parasit atau saprofit’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
268 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
268 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
269 <p>19. </p>
269 <p>19. </p>
270 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
270 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
271 <li>Amuba</li>
271 <li>Amuba</li>
272 <li>amoeba</li>
272 <li>amoeba</li>
273 <li><i></i><em><i>amoeba</i></em></li>
273 <li><i></i><em><i>amoeba</i></em></li>
274 <li>ameba</li>
274 <li>ameba</li>
275 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
275 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
276 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
276 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
277 <p>Kata<em><i>amuba</i></em>merupakan bentuk tidak baku dari<em><i>ameba</i></em>. Dalam KBBI,<em><i>ameba</i></em>berarti ‘protozoa tanpa dinding sel, bentuknya selalu berubah, bergerak dengan kaki semu, biasanya selalu hidup di air atau sebagai parasit pada hewan lain’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
277 <p>Kata<em><i>amuba</i></em>merupakan bentuk tidak baku dari<em><i>ameba</i></em>. Dalam KBBI,<em><i>ameba</i></em>berarti ‘protozoa tanpa dinding sel, bentuknya selalu berubah, bergerak dengan kaki semu, biasanya selalu hidup di air atau sebagai parasit pada hewan lain’. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
278 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
278 <h2><strong>Subtopik: Penalaran Kebahasaan</strong></h2>
279 <p>20. </p>
279 <p>20. </p>
280 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
280 <ol><li>TIDAK PERLU DIPERBAIKI</li>
281 <li>meskipun</li>
281 <li>meskipun</li>
282 <li>walaupun</li>
282 <li>walaupun</li>
283 <li>akan tetapi</li>
283 <li>akan tetapi</li>
284 <li>tetapi</li>
284 <li>tetapi</li>
285 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
285 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
286 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
286 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
287 <p>Kata<em><i>namun</i></em>merupakan konjungsi (kata penghubung)<strong>antarkalimat</strong> yang digunakan untuk menandai perlawanan. Karena merupakan konjungsi antarkalimat, kata<em><i>namun</i></em>tidak tepat digunakan dalam kalimat “Memang, membersihkan diri dari lumpur dan kotoran lain sangat menyebalkan, 19namun anak akan menemukan kesenangan.” Kata<em><i>namun</i></em>bermakna sama dengan konjungsi</p>
287 <p>Kata<em><i>namun</i></em>merupakan konjungsi (kata penghubung)<strong>antarkalimat</strong> yang digunakan untuk menandai perlawanan. Karena merupakan konjungsi antarkalimat, kata<em><i>namun</i></em>tidak tepat digunakan dalam kalimat “Memang, membersihkan diri dari lumpur dan kotoran lain sangat menyebalkan, 19namun anak akan menemukan kesenangan.” Kata<em><i>namun</i></em>bermakna sama dengan konjungsi</p>
288 <ul><li>akan tetapi (konjungsi antarkalimat) dan</li>
288 <ul><li>akan tetapi (konjungsi antarkalimat) dan</li>
289 <li>tetapi (konjungsi<strong>intrakalimat</strong>).</li>
289 <li>tetapi (konjungsi<strong>intrakalimat</strong>).</li>
290 </ul><p>Jadi, konjungsi yang tepat untuk menggantikan konjungsi<em><i>namun</i></em>adalah<em><i>tetapi</i></em>. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
290 </ul><p>Jadi, konjungsi yang tepat untuk menggantikan konjungsi<em><i>namun</i></em>adalah<em><i>tetapi</i></em>. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</p>
291 <p>Mau lebih banyak berlatih soal-soal TPS UTBK dengan mudah? Kamu bisa mengakses ratusan video pembahasan soal dan penjelasan materi TPS UTBK di paket SBMPTN<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Ada juga ribuan latihan soal TPS UTBK di Bank Soal aplikasi Ruangguru,<em>lho</em>.</p>
291 <p>Mau lebih banyak berlatih soal-soal TPS UTBK dengan mudah? Kamu bisa mengakses ratusan video pembahasan soal dan penjelasan materi TPS UTBK di paket SBMPTN<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Ada juga ribuan latihan soal TPS UTBK di Bank Soal aplikasi Ruangguru,<em>lho</em>.</p>
292  
292