HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em><a>Artikel Bahasa Indonesia kelas 12</a>ini menjelaskan pengertian, tujuan, ciri, struktur, kaidah kebahasaan, jenis-jenis, hingga contoh dari sebuah artikel.</em></p>
1 <blockquote><p><em><a>Artikel Bahasa Indonesia kelas 12</a>ini menjelaskan pengertian, tujuan, ciri, struktur, kaidah kebahasaan, jenis-jenis, hingga contoh dari sebuah artikel.</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Jika kamu memiliki hobi membaca, apalagi tulisan-tulisan nonfiksi, pasti kamu<em>nggak</em>asing lagi dengan istilah artikel. Kamu bisa menemukan tulisan artikel pada rubrik khusus di majalah, koran, atau artikel ilmiah yang bisa kamu temukan di<em>Google Scholar, Scopus,</em>dan lain-lain. Bahkan, saat ini pun kamu sedang membaca sebuah artikel,<em>lho</em>.</p>
3 <p>Jika kamu memiliki hobi membaca, apalagi tulisan-tulisan nonfiksi, pasti kamu<em>nggak</em>asing lagi dengan istilah artikel. Kamu bisa menemukan tulisan artikel pada rubrik khusus di majalah, koran, atau artikel ilmiah yang bisa kamu temukan di<em>Google Scholar, Scopus,</em>dan lain-lain. Bahkan, saat ini pun kamu sedang membaca sebuah artikel,<em>lho</em>.</p>
4 <p><em>Hmm</em>, tapi apa<em>sih</em>yang dimaksud dengan teks artikel itu? Bagaimana struktur dan apa saja jenis-jenis artikel? Simak penjelasan berikut, ya.</p>
4 <p><em>Hmm</em>, tapi apa<em>sih</em>yang dimaksud dengan teks artikel itu? Bagaimana struktur dan apa saja jenis-jenis artikel? Simak penjelasan berikut, ya.</p>
5 <p>Apa itu artikel? Artikel adalah karangan berisi fakta dan opini yang dibuat untuk dipublikasikan di media cetak maupun media sosial. Artikel bertujuan untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sebuah artikel dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembaca,<em>lho</em>.</p>
5 <p>Apa itu artikel? Artikel adalah karangan berisi fakta dan opini yang dibuat untuk dipublikasikan di media cetak maupun media sosial. Artikel bertujuan untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sebuah artikel dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembaca,<em>lho</em>.</p>
6 <p>Menurut kamu, ketika membaca<a>Blog Ruangguru</a>, manfaat apa yang dirasakan? Komen di bawah yaa~</p>
6 <p>Menurut kamu, ketika membaca<a>Blog Ruangguru</a>, manfaat apa yang dirasakan? Komen di bawah yaa~</p>
7 <h2><strong>Tujuan Artikel</strong></h2>
7 <h2><strong>Tujuan Artikel</strong></h2>
8 <p>Setiap hal yang kita coba untuk sampaikan dalam tulisan, tentunya memiliki tujuan, ya<em>guys.</em>Tulisan-tulisan tersebut misalnya teks prosedur yang tujuannya untuk memberi petunjuk, teks eksplanasi untuk menjelaskan sesuatu. Nah, di artikel ini kita membahas tentang tujuan dari teks artikel.</p>
8 <p>Setiap hal yang kita coba untuk sampaikan dalam tulisan, tentunya memiliki tujuan, ya<em>guys.</em>Tulisan-tulisan tersebut misalnya teks prosedur yang tujuannya untuk memberi petunjuk, teks eksplanasi untuk menjelaskan sesuatu. Nah, di artikel ini kita membahas tentang tujuan dari teks artikel.</p>
9 <p>Tujuan dari artikel bisa di lihat dari<strong>2 sudut pandang</strong>, yakni<strong>tujuan bagi penulis artikel dan tujuan bagi pembacanya</strong>.</p>
9 <p>Tujuan dari artikel bisa di lihat dari<strong>2 sudut pandang</strong>, yakni<strong>tujuan bagi penulis artikel dan tujuan bagi pembacanya</strong>.</p>
10 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Kritik Sastra &amp; Esai: Pengertian, Struktur, dan Contohnya</a></strong></p>
10 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Kritik Sastra &amp; Esai: Pengertian, Struktur, dan Contohnya</a></strong></p>
11 <h3>a. Tujuan Artikel bagi Penulisnya</h3>
11 <h3>a. Tujuan Artikel bagi Penulisnya</h3>
12 <p>Bagi penulis, beberapa tujuan teks artikel adalah sebagai berikut:</p>
12 <p>Bagi penulis, beberapa tujuan teks artikel adalah sebagai berikut:</p>
13 <ul><li>Sarana untuk menyampaikan gagasan,</li>
13 <ul><li>Sarana untuk menyampaikan gagasan,</li>
14 <li>Sarana untuk berpikir secara sistematis,</li>
14 <li>Sarana untuk berpikir secara sistematis,</li>
15 <li>Sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah,</li>
15 <li>Sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah,</li>
16 <li>Sarana untuk menguraikan atau membahas pokok masalah yang telah ditentukan oleh peneliti,</li>
16 <li>Sarana untuk menguraikan atau membahas pokok masalah yang telah ditentukan oleh peneliti,</li>
17 <li>Sarana untuk menjelaskan atau membahas suatu masalah sesuai bidang ilmu tertentu.</li>
17 <li>Sarana untuk menjelaskan atau membahas suatu masalah sesuai bidang ilmu tertentu.</li>
18 </ul><h3>b. Tujuan Artikel bagi Pembacanya</h3>
18 </ul><h3>b. Tujuan Artikel bagi Pembacanya</h3>
19 <p>Nah itu tadi beberapa tujuan artikel bagi penulis. Sementara itu, tujuan dan manfaat yang diterima pembaca artikel adalah sebagai berikut:</p>
19 <p>Nah itu tadi beberapa tujuan artikel bagi penulis. Sementara itu, tujuan dan manfaat yang diterima pembaca artikel adalah sebagai berikut:</p>
20 <ul><li>Sarana mendapatkan pengetahuan dan informasi</li>
20 <ul><li>Sarana mendapatkan pengetahuan dan informasi</li>
21 <li>Sarana untuk mengedukasi</li>
21 <li>Sarana untuk mengedukasi</li>
22 <li>Sarana hiburan bagi pembaca</li>
22 <li>Sarana hiburan bagi pembaca</li>
23 </ul><h2><strong>Ciri-Ciri Artikel</strong></h2>
23 </ul><h2><strong>Ciri-Ciri Artikel</strong></h2>
24 <p>Setelah tahu tujuan artikel dari sisi penulis maupun pembaca, sekarang kita pelajari tentang apa saja ciri-ciri artikel, ya! Kamu dapat mengidentifikasi sebuah teks artikel, jika tulisan tersebut memiliki ciri sebagai berikut:</p>
24 <p>Setelah tahu tujuan artikel dari sisi penulis maupun pembaca, sekarang kita pelajari tentang apa saja ciri-ciri artikel, ya! Kamu dapat mengidentifikasi sebuah teks artikel, jika tulisan tersebut memiliki ciri sebagai berikut:</p>
25 <h3><strong>1. Isi tulisan dalam artikel didasari oleh fakta</strong></h3>
25 <h3><strong>1. Isi tulisan dalam artikel didasari oleh fakta</strong></h3>
26 <p>Seluruh tulisan dalam artikel merupakan kejadian yang nyata dan bukan sebuah rekayasa penulis maupun mitos.</p>
26 <p>Seluruh tulisan dalam artikel merupakan kejadian yang nyata dan bukan sebuah rekayasa penulis maupun mitos.</p>
27 <h3><strong>2. Bersifat faktual dan informatif</strong></h3>
27 <h3><strong>2. Bersifat faktual dan informatif</strong></h3>
28 <p>Artikel bersifat faktual yang berarti berdasarkan kenyataan dan mengandung kebenaran. Serta informatif yang berarti memberikan informasi berdasarkan hasil penelitian yang dapat dipastikan kebenarannya.</p>
28 <p>Artikel bersifat faktual yang berarti berdasarkan kenyataan dan mengandung kebenaran. Serta informatif yang berarti memberikan informasi berdasarkan hasil penelitian yang dapat dipastikan kebenarannya.</p>
29 <h3><strong>3. Mengandung opini atau gagasan yang subjektif</strong></h3>
29 <h3><strong>3. Mengandung opini atau gagasan yang subjektif</strong></h3>
30 <p>Artikel ditulis berdasarkan gagasan atau opini penulisnya. Akan tetapi, pemikiran tersebut dilandasi oleh fakta, hasil penelitian, maupun teori.</p>
30 <p>Artikel ditulis berdasarkan gagasan atau opini penulisnya. Akan tetapi, pemikiran tersebut dilandasi oleh fakta, hasil penelitian, maupun teori.</p>
31 <h3><strong>4. Artikel ditulis secara singkat, padat, dan jelas</strong></h3>
31 <h3><strong>4. Artikel ditulis secara singkat, padat, dan jelas</strong></h3>
32 <p>Agar mudah untuk diterima pembaca, artikel juga ditulis dengan komunikatif, tidak bertele-tele, dan ringkas. Maka dari itu artikel juga disebut sebagai tulisan ilmiah populer.</p>
32 <p>Agar mudah untuk diterima pembaca, artikel juga ditulis dengan komunikatif, tidak bertele-tele, dan ringkas. Maka dari itu artikel juga disebut sebagai tulisan ilmiah populer.</p>
33 <h3><strong>5. Penulisan artikel dibuat dengan sistematis</strong></h3>
33 <h3><strong>5. Penulisan artikel dibuat dengan sistematis</strong></h3>
34 <p>Artikel memiliki bagian-bagian tertentu dan ditulis secara sistematis, sehingga pembaca dapat mengerti isinya dengan mudah.</p>
34 <p>Artikel memiliki bagian-bagian tertentu dan ditulis secara sistematis, sehingga pembaca dapat mengerti isinya dengan mudah.</p>
35 <h2>Kaidah Kebahasaan Artikel</h2>
35 <h2>Kaidah Kebahasaan Artikel</h2>
36 <p>Kaidah kebahasaan teks artikel dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu adverbia, konjungsi, dan kosakata. Supaya lebih jelas, yuk kita bahas satu per satu!</p>
36 <p>Kaidah kebahasaan teks artikel dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu adverbia, konjungsi, dan kosakata. Supaya lebih jelas, yuk kita bahas satu per satu!</p>
37 <h3>1. Adverbia</h3>
37 <h3>1. Adverbia</h3>
38 <p>Maksud dari adverbia ini adalah kata-kata yang bersifat menerangkan kata lain dalam suatu kalimat. Contohnya, sangat, lebih, selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, sebagian besar, dan lain sebagainya. Fungsinya untuk meyakinkan pembaca melalui penegasan tersebut.</p>
38 <p>Maksud dari adverbia ini adalah kata-kata yang bersifat menerangkan kata lain dalam suatu kalimat. Contohnya, sangat, lebih, selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, sebagian besar, dan lain sebagainya. Fungsinya untuk meyakinkan pembaca melalui penegasan tersebut.</p>
39 <h3>2. Konjungsi (Kata Hubung)</h3>
39 <h3>2. Konjungsi (Kata Hubung)</h3>
40 <p>Pada teks artikel, terdapat beberapa konjungsi atau kata hubung yang digunakan. Di antaranya:</p>
40 <p>Pada teks artikel, terdapat beberapa konjungsi atau kata hubung yang digunakan. Di antaranya:</p>
41 <ul><li>Konjungsi urutan yang digunakan untuk mengurutkan argumentasi. Contohnya, pertama, kedua, ketiga, berikutnya, selanjutnya, kemudian, lalu, dsb.</li>
41 <ul><li>Konjungsi urutan yang digunakan untuk mengurutkan argumentasi. Contohnya, pertama, kedua, ketiga, berikutnya, selanjutnya, kemudian, lalu, dsb.</li>
42 <li>Konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Contohnya, selain itu, misalnya, sebagai contoh, justru, padahal, dsb.</li>
42 <li>Konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Contohnya, selain itu, misalnya, sebagai contoh, justru, padahal, dsb.</li>
43 <li>Konjungsi kausalitas yang digunakan untuk menyatakan hubungan sebab dan akibat. Contohnya, karena, agar, oleh sebab itu, oleh karena itu, dengan demikian, kalau, jika, dsb.</li>
43 <li>Konjungsi kausalitas yang digunakan untuk menyatakan hubungan sebab dan akibat. Contohnya, karena, agar, oleh sebab itu, oleh karena itu, dengan demikian, kalau, jika, dsb.</li>
44 <li>Konjungsi untuk menyatakan harapan. Contohnya, supaya, agar, dsb.</li>
44 <li>Konjungsi untuk menyatakan harapan. Contohnya, supaya, agar, dsb.</li>
45 </ul><h3>3. Pemilihan Kosakata</h3>
45 </ul><h3>3. Pemilihan Kosakata</h3>
46 <p>Pada teks artikel, kosakata atau perbendaharaan kata-katanya harus diperhatikan agar menarik dan meyakinkan pembaca, terutama pada artikel opini.</p>
46 <p>Pada teks artikel, kosakata atau perbendaharaan kata-katanya harus diperhatikan agar menarik dan meyakinkan pembaca, terutama pada artikel opini.</p>
47 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Kalimat Fakta dalam Teks Artikel</a></p>
47 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Kalimat Fakta dalam Teks Artikel</a></p>
48 <p><em>Nah</em>, setelah kamu tahu pengertian dan ciri-ciri artikel. Kira-kira kamu tertarik<em>nggak</em>untuk membuat artikel?<em>Eiits</em>, tapi sebelum itu, kamu harus tahu dulu<em>gimana</em>struktur sebuah artikel.<em>Hmm</em>, seperti yang kita tahu, setiap teks pasti memiliki struktur. Dengan memahami struktur teks, kita dapat lebih mudah untuk membuat artikel,<em>lho!</em></p>
48 <p><em>Nah</em>, setelah kamu tahu pengertian dan ciri-ciri artikel. Kira-kira kamu tertarik<em>nggak</em>untuk membuat artikel?<em>Eiits</em>, tapi sebelum itu, kamu harus tahu dulu<em>gimana</em>struktur sebuah artikel.<em>Hmm</em>, seperti yang kita tahu, setiap teks pasti memiliki struktur. Dengan memahami struktur teks, kita dapat lebih mudah untuk membuat artikel,<em>lho!</em></p>
49 <h2><strong>Struktur Artikel</strong></h2>
49 <h2><strong>Struktur Artikel</strong></h2>
50 <p>Secara umum, struktur artikel terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian<strong>Pernyataan pendapat atau tesis</strong>, bagian<strong>argumentasi</strong>, dan bagian<strong>pernyataan ulang atau reiterasi.</strong>Penjelasannya ada di bawah ya:</p>
50 <p>Secara umum, struktur artikel terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian<strong>Pernyataan pendapat atau tesis</strong>, bagian<strong>argumentasi</strong>, dan bagian<strong>pernyataan ulang atau reiterasi.</strong>Penjelasannya ada di bawah ya:</p>
51 <h3><strong>1. Pernyataan pendapat atau tesis</strong></h3>
51 <h3><strong>1. Pernyataan pendapat atau tesis</strong></h3>
52 <p>Bagian pada struktur artikel ini berisi uraian aktual yang penting untuk dijadikan pijakan pembahasan di dalam artikel.</p>
52 <p>Bagian pada struktur artikel ini berisi uraian aktual yang penting untuk dijadikan pijakan pembahasan di dalam artikel.</p>
53 <h3><strong>2. Argumentasi</strong></h3>
53 <h3><strong>2. Argumentasi</strong></h3>
54 <p>Kemudian, bagian argumentasi yang berisi permasalahan yang coba dibahas dan akan dikupas secara faktual dan informatif.</p>
54 <p>Kemudian, bagian argumentasi yang berisi permasalahan yang coba dibahas dan akan dikupas secara faktual dan informatif.</p>
55 <h3><strong>3. Pernyataan ulang atau Reiterasi</strong></h3>
55 <h3><strong>3. Pernyataan ulang atau Reiterasi</strong></h3>
56 <p>Bagian struktur artikel yang terakhir yakni berisi kalimat kunci yang merangkum pembahasan ke dalam bentuk simpulan.</p>
56 <p>Bagian struktur artikel yang terakhir yakni berisi kalimat kunci yang merangkum pembahasan ke dalam bentuk simpulan.</p>
57 <h2><strong>Jenis-Jenis Artikel</strong></h2>
57 <h2><strong>Jenis-Jenis Artikel</strong></h2>
58 <p>Berdasarkan cara penyampaian dan tingkat kesulitan, jenis artikel dibedakan menjadi empat macam<em>nih.</em>Kita bahas jenis-jenis artikel satu persatu ya:</p>
58 <p>Berdasarkan cara penyampaian dan tingkat kesulitan, jenis artikel dibedakan menjadi empat macam<em>nih.</em>Kita bahas jenis-jenis artikel satu persatu ya:</p>
59 <h3><strong>1. Artikel Praktis</strong></h3>
59 <h3><strong>1. Artikel Praktis</strong></h3>
60 <p>Artikel praktis merupakan artikel yang<strong>mengutamakan keterampilan daripada pengembangan pengetahuan</strong>. Artikel ini cenderung naratif, artinya pesan yang disusun sesuai dengan urutan waktu, peristiwa, atau tahapan.</p>
60 <p>Artikel praktis merupakan artikel yang<strong>mengutamakan keterampilan daripada pengembangan pengetahuan</strong>. Artikel ini cenderung naratif, artinya pesan yang disusun sesuai dengan urutan waktu, peristiwa, atau tahapan.</p>
61 <p>Kamu pernah membaca<a>artikel tentang petunjuk membuat sesuatu</a>atau cara memperbaiki dan mengoperasikan suatu alat?<em>Nah</em>, itu termasuk ke dalam artikel praktis.</p>
61 <p>Kamu pernah membaca<a>artikel tentang petunjuk membuat sesuatu</a>atau cara memperbaiki dan mengoperasikan suatu alat?<em>Nah</em>, itu termasuk ke dalam artikel praktis.</p>
62 <p>Contoh artikel praktis yang membahas langkah-langkah membuat announcement Bahasa Inggris. (sumber: www.ruangguru.com/blog)</p>
62 <p>Contoh artikel praktis yang membahas langkah-langkah membuat announcement Bahasa Inggris. (sumber: www.ruangguru.com/blog)</p>
63 <h3><strong>2. Artikel Ringan </strong></h3>
63 <h3><strong>2. Artikel Ringan </strong></h3>
64 <p>Hal utama yang dibahas dalam artikel ini ialah<strong>masalah yang ringan dan</strong><strong><em>nggak</em></strong><strong>butuh pemahaman yang mendalam</strong>. Biasanya, penulis mengemas artikel ini dengan humor atau memberi kesan menghibur pembaca, tapi isinya tetap informatif ya.</p>
64 <p>Hal utama yang dibahas dalam artikel ini ialah<strong>masalah yang ringan dan</strong><strong><em>nggak</em></strong><strong>butuh pemahaman yang mendalam</strong>. Biasanya, penulis mengemas artikel ini dengan humor atau memberi kesan menghibur pembaca, tapi isinya tetap informatif ya.</p>
65 <p>Jadi, pembaca tidak perlu berkonsentrasi penuh untuk membaca sebuah artikel ringan. Kamu bisa menemukan artikel ini di majalah remaja, koran, atau blog. Contohnya<em>kayak</em>di Blog Ruangguru di bawah ini.</p>
65 <p>Jadi, pembaca tidak perlu berkonsentrasi penuh untuk membaca sebuah artikel ringan. Kamu bisa menemukan artikel ini di majalah remaja, koran, atau blog. Contohnya<em>kayak</em>di Blog Ruangguru di bawah ini.</p>
66 <p><em>Contoh artikel ringan yang membahas kenapa hujan bikin kita galau, mager, dan laper?(sumber: www.ruangguru.com/blog)</em></p>
66 <p><em>Contoh artikel ringan yang membahas kenapa hujan bikin kita galau, mager, dan laper?(sumber: www.ruangguru.com/blog)</em></p>
67 <h3><strong>3. Artikel Opini</strong></h3>
67 <h3><strong>3. Artikel Opini</strong></h3>
68 <p>Secara umum semua artikel adalah opini. Tapi, jenis jenis artikel ini<em>cuma</em>ada di dalam surat kabar atau majalah yang punya penempatan khusus,<em>lho</em>. Penempatan khusus ini terdapat dalam rubrik misalnya kolom opini, tajuk rencana atau editorial, dan lain-lain. Oh ya, biasanya artikel ini membahas suatu permasalahan secara mendalam, jadi akan lebih baik bila penulis harus memiliki pemahaman dan sudah ahli di bidang tersebut.</p>
68 <p>Secara umum semua artikel adalah opini. Tapi, jenis jenis artikel ini<em>cuma</em>ada di dalam surat kabar atau majalah yang punya penempatan khusus,<em>lho</em>. Penempatan khusus ini terdapat dalam rubrik misalnya kolom opini, tajuk rencana atau editorial, dan lain-lain. Oh ya, biasanya artikel ini membahas suatu permasalahan secara mendalam, jadi akan lebih baik bila penulis harus memiliki pemahaman dan sudah ahli di bidang tersebut.</p>
69 <h3><strong>4. Artikel Analisis Ahli </strong></h3>
69 <h3><strong>4. Artikel Analisis Ahli </strong></h3>
70 <p>Jenis artikel ini bisa dikatakan bentuk artikel yang paling “serius” diantara artikel lainnya. Artikel analisis ahli berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau penelitian, misalnya skripsi, tesis, disertasi atau penelitian lainnya.</p>
70 <p>Jenis artikel ini bisa dikatakan bentuk artikel yang paling “serius” diantara artikel lainnya. Artikel analisis ahli berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau penelitian, misalnya skripsi, tesis, disertasi atau penelitian lainnya.</p>
71 <p>Ciri khasnya yaitu penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak mengurangi nilai keilmiahannya. Biasanya artikel ini dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah.</p>
71 <p>Ciri khasnya yaitu penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak mengurangi nilai keilmiahannya. Biasanya artikel ini dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah.</p>
72 <p>Bedanya, artikel lain biasa menggunakan bahasa populer, sedangkan artikel ini harus memakai bahasa baku atau ilmiah. Beberapa orang menyebutnya<strong>artikel ilmiah.</strong></p>
72 <p>Bedanya, artikel lain biasa menggunakan bahasa populer, sedangkan artikel ini harus memakai bahasa baku atau ilmiah. Beberapa orang menyebutnya<strong>artikel ilmiah.</strong></p>
73 <p>Baca Juga:<a>Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Frasa, Klausa, Kalimat</a></p>
73 <p>Baca Juga:<a>Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Frasa, Klausa, Kalimat</a></p>
74 <h2><strong>Perbedaan Artikel dan Jurnal</strong></h2>
74 <h2><strong>Perbedaan Artikel dan Jurnal</strong></h2>
75 <p>Kalau diperhatikan dari salah satu jenis artikel, yaitu artikel ilmiah, nampaknya agak mirip seperti jurnal<em>gak sih guys</em>?<em>Eits</em>, tapi antara artikel dan jurnal tetap ada perbedaannya,<em>lho</em>! Ada apa aja saja ya?</p>
75 <p>Kalau diperhatikan dari salah satu jenis artikel, yaitu artikel ilmiah, nampaknya agak mirip seperti jurnal<em>gak sih guys</em>?<em>Eits</em>, tapi antara artikel dan jurnal tetap ada perbedaannya,<em>lho</em>! Ada apa aja saja ya?</p>
76 <h3><b>1. Tujuan</b></h3>
76 <h3><b>1. Tujuan</b></h3>
77 <p>Umumnya,<strong>artikel</strong>ditulis untuk menyampaikan<strong>informasi singkat</strong>atau berita terkini mengenai suatu topik. Artikel bisa bersifat opini,<em>feature</em>, atau berita umum. Sementara,<strong>jurnal</strong>ditulis untuk menyajikan hasil penelitian ilmiah dan analisis mendalam mengenai topik tertentu. Jurnal memiliki fokus pada metode penelitian, temuan, dan pembahasan yang rinci.</p>
77 <p>Umumnya,<strong>artikel</strong>ditulis untuk menyampaikan<strong>informasi singkat</strong>atau berita terkini mengenai suatu topik. Artikel bisa bersifat opini,<em>feature</em>, atau berita umum. Sementara,<strong>jurnal</strong>ditulis untuk menyajikan hasil penelitian ilmiah dan analisis mendalam mengenai topik tertentu. Jurnal memiliki fokus pada metode penelitian, temuan, dan pembahasan yang rinci.</p>
78 <h3>2. Proses Review</h3>
78 <h3>2. Proses Review</h3>
79 <p>Dalam proses review,<strong>artikel tidak selalu melibatkan proses review atau<em>quality control</em></strong>yang ketat. Beberapa artikel mungkin tidak melalui penilaian oleh pakar sejawat. Kalau<strong>jurnal</strong>umumnya<strong>melibatkan proses review atau<em>quality control</em>ketat</strong>, di mana tulisan dievaluasi oleh para ahli dalam bidang tersebut sebelum diterbitkan.</p>
79 <p>Dalam proses review,<strong>artikel tidak selalu melibatkan proses review atau<em>quality control</em></strong>yang ketat. Beberapa artikel mungkin tidak melalui penilaian oleh pakar sejawat. Kalau<strong>jurnal</strong>umumnya<strong>melibatkan proses review atau<em>quality control</em>ketat</strong>, di mana tulisan dievaluasi oleh para ahli dalam bidang tersebut sebelum diterbitkan.</p>
80 <h3><strong>3. Tingkat Kedalaman</strong></h3>
80 <h3><strong>3. Tingkat Kedalaman</strong></h3>
81 <p>Tingkat kedalaman di sini bukan kedalaman kolam renang ya,<em>guys</em>! Hehehe. Tapi, tingkat kedalaman ini mengukur seberapa dalam pembahasan pada tulisan. Dalam sebuah artikel, biasanya pembahasannya mencakup berbagai macam topik dengan<strong>tingkat kedalaman yang bervariasi</strong>. Pembahasan artikel juga lebih singkat dibandingkan<strong>jurnal</strong>yang<strong>lebih panjang dan rinci</strong>karena mencerminkan hasil penelitian ilmiah yang mendalam. </p>
81 <p>Tingkat kedalaman di sini bukan kedalaman kolam renang ya,<em>guys</em>! Hehehe. Tapi, tingkat kedalaman ini mengukur seberapa dalam pembahasan pada tulisan. Dalam sebuah artikel, biasanya pembahasannya mencakup berbagai macam topik dengan<strong>tingkat kedalaman yang bervariasi</strong>. Pembahasan artikel juga lebih singkat dibandingkan<strong>jurnal</strong>yang<strong>lebih panjang dan rinci</strong>karena mencerminkan hasil penelitian ilmiah yang mendalam. </p>
82 <h3><strong>4. Referensi</strong></h3>
82 <h3><strong>4. Referensi</strong></h3>
83 <p>Dalam sebuah tulisan, referensi memang sangat diperlukan,<em>guys</em>. Tapi biasanya,<strong>artikel mencantumkan referensi</strong>tetapi tidak sebanyak jurnal. Sementara, kalau<strong>jurnal</strong>, cenderung memiliki<strong>daftar referensi yang lebih lengkap</strong>dan sering kali mengacu pada penelitian sebelumnya.</p>
83 <p>Dalam sebuah tulisan, referensi memang sangat diperlukan,<em>guys</em>. Tapi biasanya,<strong>artikel mencantumkan referensi</strong>tetapi tidak sebanyak jurnal. Sementara, kalau<strong>jurnal</strong>, cenderung memiliki<strong>daftar referensi yang lebih lengkap</strong>dan sering kali mengacu pada penelitian sebelumnya.</p>
84 <h3>5. Gaya Penulisan</h3>
84 <h3>5. Gaya Penulisan</h3>
85 <p>Gaya penulisan pada<strong>artikel</strong>biasanya ditulis dalam<strong>gaya yang lebih santai</strong>dan menghibur, tergantung pada jenis artikelnya. Kebalikan dari artikel,<strong>jurnal</strong>menggunakan<strong>gaya penulisan formal dan ilmiah</strong>.</p>
85 <p>Gaya penulisan pada<strong>artikel</strong>biasanya ditulis dalam<strong>gaya yang lebih santai</strong>dan menghibur, tergantung pada jenis artikelnya. Kebalikan dari artikel,<strong>jurnal</strong>menggunakan<strong>gaya penulisan formal dan ilmiah</strong>.</p>
86 <h3><strong>6. Tempat Publikasi</strong></h3>
86 <h3><strong>6. Tempat Publikasi</strong></h3>
87 <p>Di mana<em>sih</em>biasanya sebuah tulisan dipublikasi? Tergantung,<em>guys</em>! Kalau tulisannya berupa<strong>artikel</strong>, biasanya<strong>dapat ditemukan di berbagai media</strong>, seperti majalah, surat kabar, atau situs web berita. Tapi, kalau<strong>jurnal</strong>biasanya diterbitkan dalam<strong>jurnal ilmiah yang khusus untuk penelitian akademis</strong>.</p>
87 <p>Di mana<em>sih</em>biasanya sebuah tulisan dipublikasi? Tergantung,<em>guys</em>! Kalau tulisannya berupa<strong>artikel</strong>, biasanya<strong>dapat ditemukan di berbagai media</strong>, seperti majalah, surat kabar, atau situs web berita. Tapi, kalau<strong>jurnal</strong>biasanya diterbitkan dalam<strong>jurnal ilmiah yang khusus untuk penelitian akademis</strong>.</p>
88 <h3><b>7. Penulis</b></h3>
88 <h3><b>7. Penulis</b></h3>
89 <p>Satu lagi nih perbedaan antara artikel dan jurnal, yaitu penulisnya. Jika ditinjau dari beberapa perbedaan yang sudah dibahas sebelumnya, bisa dilihat bahwa<strong>artikel dapat ditulis oleh siapa saja</strong>yang memang memiliki ketertarikan pada pembahasan tertentu. sedangkan<strong>jurnal ilmiah</strong>harus ditulis oleh<strong>ahli di bidang tertentu</strong>.</p>
89 <p>Satu lagi nih perbedaan antara artikel dan jurnal, yaitu penulisnya. Jika ditinjau dari beberapa perbedaan yang sudah dibahas sebelumnya, bisa dilihat bahwa<strong>artikel dapat ditulis oleh siapa saja</strong>yang memang memiliki ketertarikan pada pembahasan tertentu. sedangkan<strong>jurnal ilmiah</strong>harus ditulis oleh<strong>ahli di bidang tertentu</strong>.</p>
90 <p><em>Btw</em>, kamu penasaran<em>gak sih</em>, untuk membuat suatu artikel, sumbernya itu dari mana? Langsung aja deh yuk kita bahas!</p>
90 <p><em>Btw</em>, kamu penasaran<em>gak sih</em>, untuk membuat suatu artikel, sumbernya itu dari mana? Langsung aja deh yuk kita bahas!</p>
91 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Buku Fiksi &amp; Nonfiksi: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh</a></strong></p>
91 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Buku Fiksi &amp; Nonfiksi: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh</a></strong></p>
92 <h2>Sumber Artikel </h2>
92 <h2>Sumber Artikel </h2>
93 <p>Untuk membuat artikel yang baik, tentu saja melibatkan penggunaan sumber yang dapat dipercaya dan relevan. Berikut beberapa sumber yang dapat kamu gunakan jika ingin membuat artikel:</p>
93 <p>Untuk membuat artikel yang baik, tentu saja melibatkan penggunaan sumber yang dapat dipercaya dan relevan. Berikut beberapa sumber yang dapat kamu gunakan jika ingin membuat artikel:</p>
94 <h3><strong>1. Jurnal Ilmiah</strong></h3>
94 <h3><strong>1. Jurnal Ilmiah</strong></h3>
95 <p>Kalau artikel yang ingin ditulis berkenaan dengan penelitian ilmiah atau temuan terkini, maka jurnal ilmiah terpercaya dalam bidang yang relevan menjadi sumber rujukan yang bisa digunakan. Banyak<em>kok</em>jurnal yang menyediakan abstrak atau ringkasan gratis. Terus ada juga beberapa jurnal yang dapat diakses seluruhnya melalui institusi pendidikan atau perpustakaan.</p>
95 <p>Kalau artikel yang ingin ditulis berkenaan dengan penelitian ilmiah atau temuan terkini, maka jurnal ilmiah terpercaya dalam bidang yang relevan menjadi sumber rujukan yang bisa digunakan. Banyak<em>kok</em>jurnal yang menyediakan abstrak atau ringkasan gratis. Terus ada juga beberapa jurnal yang dapat diakses seluruhnya melalui institusi pendidikan atau perpustakaan.</p>
96 <h3><b>2. Buku</b></h3>
96 <h3><b>2. Buku</b></h3>
97 <p>‘Buku adalah jendela dunia’. Kutipan ini bener<em>lho</em>,<em>guys</em>! Sebab, buku seringkali menyediakan wawasan mendalam dan pemahaman menyeluruh tentang suatu topik. Pastikan untuk menggunakan buku yang ditulis oleh penulis yang berpengalaman dan ahli dalam bidangnya, ya!</p>
97 <p>‘Buku adalah jendela dunia’. Kutipan ini bener<em>lho</em>,<em>guys</em>! Sebab, buku seringkali menyediakan wawasan mendalam dan pemahaman menyeluruh tentang suatu topik. Pastikan untuk menggunakan buku yang ditulis oleh penulis yang berpengalaman dan ahli dalam bidangnya, ya!</p>
98 <h3>3. Situs Web Resmi</h3>
98 <h3>3. Situs Web Resmi</h3>
99 <p>Sumber informasi resmi dari lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, atau institusi akademis seringkali dapat diandalkan. Pastikan alamat situs webnya kredibel dan kontennya diperbarui secara teratur, supaya informasi yang didapatkan juga relevan.</p>
99 <p>Sumber informasi resmi dari lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, atau institusi akademis seringkali dapat diandalkan. Pastikan alamat situs webnya kredibel dan kontennya diperbarui secara teratur, supaya informasi yang didapatkan juga relevan.</p>
100 <h3>4. Artikel Berita Terpercaya</h3>
100 <h3>4. Artikel Berita Terpercaya</h3>
101 <p>Dalam pembuatan artikel, biasanya penulis butuh mencari informasi terkini atau sudut pandang tertentu. Nah, dalam hal ini, artikel dari sumber berita yang terkemuka bisa menjadi referensi yang baik. Pastikan juga sumbernya dapat dipercaya dan memiliki reputasi baik.</p>
101 <p>Dalam pembuatan artikel, biasanya penulis butuh mencari informasi terkini atau sudut pandang tertentu. Nah, dalam hal ini, artikel dari sumber berita yang terkemuka bisa menjadi referensi yang baik. Pastikan juga sumbernya dapat dipercaya dan memiliki reputasi baik.</p>
102 <h3>5. Publikasi Ilmiah Online</h3>
102 <h3>5. Publikasi Ilmiah Online</h3>
103 <p>Ada banyak platform seperti arXiv, ResearchGate, atau PLOS ONE yang menyediakan akses ke artikel ilmiah dan penelitian secara<em>online lho</em>,<em>guys</em>! Tapi, sebelum dijadikan sumber, pastikan untuk memeriksa kredibilitas platform tersebut, ya!</p>
103 <p>Ada banyak platform seperti arXiv, ResearchGate, atau PLOS ONE yang menyediakan akses ke artikel ilmiah dan penelitian secara<em>online lho</em>,<em>guys</em>! Tapi, sebelum dijadikan sumber, pastikan untuk memeriksa kredibilitas platform tersebut, ya!</p>
104 <h3><b>6. Wawancara</b></h3>
104 <h3><b>6. Wawancara</b></h3>
105 <p>Jika memungkinkan, melakukan wawancara dengan pakar atau praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam topik yang dibahas dapat memberikan wawasan tambahan, sekaligus bisa dijadikan sebagai sumber referensi juga,<em>lho</em>!</p>
105 <p>Jika memungkinkan, melakukan wawancara dengan pakar atau praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam topik yang dibahas dapat memberikan wawasan tambahan, sekaligus bisa dijadikan sebagai sumber referensi juga,<em>lho</em>!</p>
106 <h3><strong>7. Sumber Primer</strong></h3>
106 <h3><strong>7. Sumber Primer</strong></h3>
107 <p>Meskipun terdengar cukup serius, tapi dengan menggunakan sumber-sumber primer seperti dokumen resmi, catatan sejarah, atau data statistik langsung akan membuat artikel yang dibuat semakin mantap dan kredibel pastinya~</p>
107 <p>Meskipun terdengar cukup serius, tapi dengan menggunakan sumber-sumber primer seperti dokumen resmi, catatan sejarah, atau data statistik langsung akan membuat artikel yang dibuat semakin mantap dan kredibel pastinya~</p>
108 <p>Oiya, jangan lupa juga untuk selalu untuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi dan untuk mencantumkan referensi dengan benar dalam artikel yang dibuat, ya! Tentu saja, hal ini akan meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap tulisan yang kamu buat.</p>
108 <p>Oiya, jangan lupa juga untuk selalu untuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi dan untuk mencantumkan referensi dengan benar dalam artikel yang dibuat, ya! Tentu saja, hal ini akan meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap tulisan yang kamu buat.</p>
109 <p>Supaya makin kebayang,<em>yuk</em>simak salah satu contoh artikel di bawah ini!</p>
109 <p>Supaya makin kebayang,<em>yuk</em>simak salah satu contoh artikel di bawah ini!</p>
110 <h2><strong>Contoh Artikel</strong></h2>
110 <h2><strong>Contoh Artikel</strong></h2>
111 <p>Terus, bagaimana contoh artikel itu? Menurutmu artikel di bawah ini termasuk jenis apa<em>, guys? </em>Tulis di kolom komentar yah!</p>
111 <p>Terus, bagaimana contoh artikel itu? Menurutmu artikel di bawah ini termasuk jenis apa<em>, guys? </em>Tulis di kolom komentar yah!</p>
112 <p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Artikel Singkat dan Menarik dalam Berbagai Tema</a></strong></p>
112 <p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Artikel Singkat dan Menarik dalam Berbagai Tema</a></strong></p>
113 <p>-</p>
113 <p>-</p>
114 <p>Itulah pengertian, struktur, dan jenis-jenis artikel. Terima kasih ya sudah belajar hari ini! Buat kamu yang masih penasaran tentang materi artikel atau materi bahasa Indonesia lainnya, kamu bisa banget nih liat materinya di<a>ruangbelajar</a>! ada fitur konsep kilat yang bisa bikin belajarmu jadi<em>sat set sat set,</em>dan juga menyenangkan. Jadi tunggu apa lagi?<em>Yuk download</em>sekarang!</p>
114 <p>Itulah pengertian, struktur, dan jenis-jenis artikel. Terima kasih ya sudah belajar hari ini! Buat kamu yang masih penasaran tentang materi artikel atau materi bahasa Indonesia lainnya, kamu bisa banget nih liat materinya di<a>ruangbelajar</a>! ada fitur konsep kilat yang bisa bikin belajarmu jadi<em>sat set sat set,</em>dan juga menyenangkan. Jadi tunggu apa lagi?<em>Yuk download</em>sekarang!</p>
115 <p><strong>Referensi:</strong>Darmawati, Uti dan Y. Budiarti. 2014. Bahasa Indonesia untuk SMK/MAK Muatan Nasional. Jakarta: Intan Pariwara</p>
115 <p><strong>Referensi:</strong>Darmawati, Uti dan Y. Budiarti. 2014. Bahasa Indonesia untuk SMK/MAK Muatan Nasional. Jakarta: Intan Pariwara</p>
116  
116