HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Sebagai manusia, ternyata kita memiliki berbagai macam kebutuhan yang terbagi menjadi beberapa jenis. Apa saja macam-macam kebutuhan manusia beserta alat pemenuhannya? Yuk, cari tahu di</em><strong><em><a>artikel Ekonomi kelas 10</a></em></strong><em>ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Sebagai manusia, ternyata kita memiliki berbagai macam kebutuhan yang terbagi menjadi beberapa jenis. Apa saja macam-macam kebutuhan manusia beserta alat pemenuhannya? Yuk, cari tahu di</em><strong><em><a>artikel Ekonomi kelas 10</a></em></strong><em>ini!</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 </blockquote><p>Pada dasarnya, setiap manusia itu punya kebutuhan yang nggak terbatas dan beragam. Mulai dari kebutuhan yang penting, penting banget,<em>nggak</em>penting-penting amat, sampai kebutuhan yang<em>nggak</em>penting sama sekali tapi tetep aja dibeli. Kira-kira pada tahu nggak nih, kenapa barang yang nggak penting itu tetep aja dibeli orang-orang?</p>
3 </blockquote><p>Pada dasarnya, setiap manusia itu punya kebutuhan yang nggak terbatas dan beragam. Mulai dari kebutuhan yang penting, penting banget,<em>nggak</em>penting-penting amat, sampai kebutuhan yang<em>nggak</em>penting sama sekali tapi tetep aja dibeli. Kira-kira pada tahu nggak nih, kenapa barang yang nggak penting itu tetep aja dibeli orang-orang?</p>
4 <p>Ya, betul! Gara-gara barangnya gemes dan terlalu<em>kiyowo</em>untuk<em>nggak</em>dibeli.. 🙁</p>
4 <p>Ya, betul! Gara-gara barangnya gemes dan terlalu<em>kiyowo</em>untuk<em>nggak</em>dibeli.. 🙁</p>
5 <p><em>Hahaha</em>, kamu sering gitu juga<em>nggak</em>,<em>guys</em>? Tiap ada barang lucu dikit, kamu langsung histeris, </p>
5 <p><em>Hahaha</em>, kamu sering gitu juga<em>nggak</em>,<em>guys</em>? Tiap ada barang lucu dikit, kamu langsung histeris, </p>
6 <p>“IHHHH GEMES BANGEETTT, MAU BELI!”</p>
6 <p>“IHHHH GEMES BANGEETTT, MAU BELI!”</p>
7 <p>Sampai akhirnya barang di rumah kamu jadi numpuukk teroosss dan malah nggak kepake.<em>Cih</em>!</p>
7 <p>Sampai akhirnya barang di rumah kamu jadi numpuukk teroosss dan malah nggak kepake.<em>Cih</em>!</p>
8 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Supply dan Demand serta Faktor yang Mempengaruhinya</a></strong></p>
8 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Supply dan Demand serta Faktor yang Mempengaruhinya</a></strong></p>
9 <p>Nah, biar kamu nggak boros terus, ada<em>lho</em>cara yang bisa kamu lakukan. Salah satunya yaitu mempelajari tentang macam-macam kebutuhan dan alat pemenuhannya yang ada di ilmu ekonomi ini.</p>
9 <p>Nah, biar kamu nggak boros terus, ada<em>lho</em>cara yang bisa kamu lakukan. Salah satunya yaitu mempelajari tentang macam-macam kebutuhan dan alat pemenuhannya yang ada di ilmu ekonomi ini.</p>
10 <p>Dengan mengetahui jenis-jenis kebutuhan manusia, kamu jadi bisa lebih bijak nih, dalam menentukan apakah suatu barang tertentu termasuk dalam kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi, atau mungkin barang tersebut hanya kebutuhan sampingan yang sebenarnya masih bisa ditunda dulu pemenuhannya.</p>
10 <p>Dengan mengetahui jenis-jenis kebutuhan manusia, kamu jadi bisa lebih bijak nih, dalam menentukan apakah suatu barang tertentu termasuk dalam kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi, atau mungkin barang tersebut hanya kebutuhan sampingan yang sebenarnya masih bisa ditunda dulu pemenuhannya.</p>
11 <p>Biar makin paham, kita bahas secara mendetail, yak!</p>
11 <p>Biar makin paham, kita bahas secara mendetail, yak!</p>
12 <h2>Pengertian Kebutuhan Manusia</h2>
12 <h2>Pengertian Kebutuhan Manusia</h2>
13 <p>Sebelum membahas kebutuhan apa saja yang dibutuhkan manusia, kita kulik dulu, sebenarnya kebutuhan itu apa sih?</p>
13 <p>Sebelum membahas kebutuhan apa saja yang dibutuhkan manusia, kita kulik dulu, sebenarnya kebutuhan itu apa sih?</p>
14 <p>Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian kesejahteraan.</p>
14 <p>Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian kesejahteraan.</p>
15 <p>Nah, kebutuhan ini terdiri atas berbagai macam atau jenis. Apa saja macam-macam atau jenis-jenis kebutuhan?</p>
15 <p>Nah, kebutuhan ini terdiri atas berbagai macam atau jenis. Apa saja macam-macam atau jenis-jenis kebutuhan?</p>
16 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi, Kelangkaan &amp; Skala Prioritas</a></strong></p>
16 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi, Kelangkaan &amp; Skala Prioritas</a></strong></p>
17 <p>Kebutuhan manusia dibagi menjadi 4 kategori, yakni menurut intensitas, sifat, subjek, dan waktunya. Lalu, dari 4 kategori tersebut, kebutuhan masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa macam. Selengkapnya, bisa kamu lihat pada infografik berikut, ya.</p>
17 <p>Kebutuhan manusia dibagi menjadi 4 kategori, yakni menurut intensitas, sifat, subjek, dan waktunya. Lalu, dari 4 kategori tersebut, kebutuhan masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa macam. Selengkapnya, bisa kamu lihat pada infografik berikut, ya.</p>
18 <h3>1. Kebutuhan Manusia Menurut Intensitas</h3>
18 <h3>1. Kebutuhan Manusia Menurut Intensitas</h3>
19 <p>Menurut intensitas atau seberapa banyak dan seberapa sering pemakaian barang tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan dibagi menjadi 3 macam, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.</p>
19 <p>Menurut intensitas atau seberapa banyak dan seberapa sering pemakaian barang tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan dibagi menjadi 3 macam, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.</p>
20 <h4>a. Kebutuhan Primer</h4>
20 <h4>a. Kebutuhan Primer</h4>
21 <p>Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang intensitasnya paling tinggi dibandingkan kebutuhan lainnya dan dibutuhkan manusia untuk bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, kebutuhan primer disebut juga sebagai kebutuhan pokok atau kebutuhan utama. Contoh kebutuhan primer yaitu sandang (pakaian), pangan (makanan &amp; minuman), serta papan (tempat tinggal).</p>
21 <p>Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang intensitasnya paling tinggi dibandingkan kebutuhan lainnya dan dibutuhkan manusia untuk bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, kebutuhan primer disebut juga sebagai kebutuhan pokok atau kebutuhan utama. Contoh kebutuhan primer yaitu sandang (pakaian), pangan (makanan &amp; minuman), serta papan (tempat tinggal).</p>
22 <h4>b. Kebutuhan Sekunder</h4>
22 <h4>b. Kebutuhan Sekunder</h4>
23 <p>Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan penunjang dari kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder, intensitasnya tidak setinggi kebutuhan primer, ya. Contoh kebutuhan sekunder yaitu hiburan, rekreasi, dan internet. Dari contohnya, kamu bisa paham kan, perbedaannya dengan kebutuhan primer tadi?</p>
23 <p>Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan penunjang dari kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder, intensitasnya tidak setinggi kebutuhan primer, ya. Contoh kebutuhan sekunder yaitu hiburan, rekreasi, dan internet. Dari contohnya, kamu bisa paham kan, perbedaannya dengan kebutuhan primer tadi?</p>
24 <h4>c. Kebutuhan Tersier</h4>
24 <h4>c. Kebutuhan Tersier</h4>
25 <p>Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang intensitasnya paling rendah dan identik dengan barang atau hal-hal yang mewah. Contoh kebutuhan tersier yaitu mobil mewah, rumah mewah, dan perhiasan.</p>
25 <p>Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang intensitasnya paling rendah dan identik dengan barang atau hal-hal yang mewah. Contoh kebutuhan tersier yaitu mobil mewah, rumah mewah, dan perhiasan.</p>
26 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi dan Pembagiannya</a></strong></p>
26 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi dan Pembagiannya</a></strong></p>
27 <p>Nah, sekarang kuis dulu deh! Coba tebak, barang-barang nggak penting tapi gemes yang biasa kamu beli, masuknya ke kebutuhan primer, sekunder, atau tersier?</p>
27 <p>Nah, sekarang kuis dulu deh! Coba tebak, barang-barang nggak penting tapi gemes yang biasa kamu beli, masuknya ke kebutuhan primer, sekunder, atau tersier?</p>
28 <p>Jawabannya, bisa masuk ke kebutuhan sekunder ataupun tersier ya, tergantung jenis dan harga barangnya. Kalau barang-barang gemes tapi nggak penting yang suka kamu beli itu harganya nggak mahal, berarti masuknya ke kebutuhan sekunder. Tapi, kalau mahal atau mewah, berarti masuk kebutuhan tersier.</p>
28 <p>Jawabannya, bisa masuk ke kebutuhan sekunder ataupun tersier ya, tergantung jenis dan harga barangnya. Kalau barang-barang gemes tapi nggak penting yang suka kamu beli itu harganya nggak mahal, berarti masuknya ke kebutuhan sekunder. Tapi, kalau mahal atau mewah, berarti masuk kebutuhan tersier.</p>
29 <p>Contohnya, kamu membeli buku tulis warna-warni bergambar karakter kesukaan kamu. Padahal, kamu masih punya banyak buku tulis, tapi kamu tetep beli buku tulis lagi dengan alasan,</p>
29 <p>Contohnya, kamu membeli buku tulis warna-warni bergambar karakter kesukaan kamu. Padahal, kamu masih punya banyak buku tulis, tapi kamu tetep beli buku tulis lagi dengan alasan,</p>
30 <p><em>“Biar belajarnya makin semangat, dong! Hehehe..”</em> </p>
30 <p><em>“Biar belajarnya makin semangat, dong! Hehehe..”</em> </p>
31 <p>Nah, buku tulis warna-warni ini masuknya ke kebutuhan sekunder, ya. Beda lagi kalau barang yang kamu beli adalah<em>earphone wireless</em>warna-warni. Padahal, kamu sudah punya<em>earphone</em>kabel bawaan asli dari HP kamu. Nah,<em>earphone wireless</em>ini masuknya ke kebutuhan tersier ya, karena termasuk barang yang mahal dan mewah.</p>
31 <p>Nah, buku tulis warna-warni ini masuknya ke kebutuhan sekunder, ya. Beda lagi kalau barang yang kamu beli adalah<em>earphone wireless</em>warna-warni. Padahal, kamu sudah punya<em>earphone</em>kabel bawaan asli dari HP kamu. Nah,<em>earphone wireless</em>ini masuknya ke kebutuhan tersier ya, karena termasuk barang yang mahal dan mewah.</p>
32 <p>Bandingkan deh, kedua barang tadi! Sama-sama warna-warni, sama-sama dibeli dengan dalih “gemes dan bisa menambah semangat belajar”, tapi harganya jauh berbeda, kan? Itu dia yang membedakan antara kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.</p>
32 <p>Bandingkan deh, kedua barang tadi! Sama-sama warna-warni, sama-sama dibeli dengan dalih “gemes dan bisa menambah semangat belajar”, tapi harganya jauh berbeda, kan? Itu dia yang membedakan antara kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.</p>
33 <h3>2. Kebutuhan Manusia Menurut Sifat</h3>
33 <h3>2. Kebutuhan Manusia Menurut Sifat</h3>
34 <p>Menurut sifatnya, kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kebutuhan jasmani dan rohani.</p>
34 <p>Menurut sifatnya, kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kebutuhan jasmani dan rohani.</p>
35 <h4>a. Kebutuhan Jasmani</h4>
35 <h4>a. Kebutuhan Jasmani</h4>
36 <p>Kebutuhan jasmani adalah segala kebutuhan yang perlu dipenuhi agar manusia bisa mempertahankan kondisi fisik tubuhnya. Contoh kebutuhan jasmani yaitu makan dan minum, tidur, serta olahraga.</p>
36 <p>Kebutuhan jasmani adalah segala kebutuhan yang perlu dipenuhi agar manusia bisa mempertahankan kondisi fisik tubuhnya. Contoh kebutuhan jasmani yaitu makan dan minum, tidur, serta olahraga.</p>
37 <h4>b. Kebutuhan Rohani </h4>
37 <h4>b. Kebutuhan Rohani </h4>
38 <p>Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang menyangkut psikis atau jiwa. Contoh kebutuhan rohani yaitu ibadah, rekreasi, musik, dan film. Iyaaa, yang biasa kamu sebut dengan<em>healing healing</em>itu masuknya ke kebutuhan rohani, yak!</p>
38 <p>Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang menyangkut psikis atau jiwa. Contoh kebutuhan rohani yaitu ibadah, rekreasi, musik, dan film. Iyaaa, yang biasa kamu sebut dengan<em>healing healing</em>itu masuknya ke kebutuhan rohani, yak!</p>
39 <h3>3. Kebutuhan Manusia Menurut Subjek</h3>
39 <h3>3. Kebutuhan Manusia Menurut Subjek</h3>
40 <p>Menurut subjeknya, kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kebutuhan individu dan kelompok.</p>
40 <p>Menurut subjeknya, kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kebutuhan individu dan kelompok.</p>
41 <h4>a. Kebutuhan Individu</h4>
41 <h4>a. Kebutuhan Individu</h4>
42 <p>Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang sangat subjektif tergantung status, aktivitas yang sering dilakukan, atau profesi yang dijalani individu tersebut. Contoh kebutuhan individu yaitu seorang siswa yang membutuhkan buku dan alat tulis. Contoh lainnya yaitu seorang dokter yang membutuhkan alat-alat kedokteran, seperti stetoskop dan baju<em>scrub</em>.</p>
42 <p>Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang sangat subjektif tergantung status, aktivitas yang sering dilakukan, atau profesi yang dijalani individu tersebut. Contoh kebutuhan individu yaitu seorang siswa yang membutuhkan buku dan alat tulis. Contoh lainnya yaitu seorang dokter yang membutuhkan alat-alat kedokteran, seperti stetoskop dan baju<em>scrub</em>.</p>
43 <h4>b. Kebutuhan Kelompok</h4>
43 <h4>b. Kebutuhan Kelompok</h4>
44 <p>Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang secara umum dibutuhkan masyarakat luas. Contoh kebutuhan kelompok yaitu fasilitas umum, seperti rumah sakit, jalan raya, keamanan, dan stasiun.</p>
44 <p>Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang secara umum dibutuhkan masyarakat luas. Contoh kebutuhan kelompok yaitu fasilitas umum, seperti rumah sakit, jalan raya, keamanan, dan stasiun.</p>
45 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Biaya Peluang (<em>Opportunity Cost</em>)</a></strong></p>
45 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Biaya Peluang (<em>Opportunity Cost</em>)</a></strong></p>
46 <h3>4. Kebutuhan Manusia Menurut Waktu</h3>
46 <h3>4. Kebutuhan Manusia Menurut Waktu</h3>
47 <p>Menurut waktu pemenuhannya, kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kebutuhan sekarang dan masa depan atau akan datang.</p>
47 <p>Menurut waktu pemenuhannya, kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kebutuhan sekarang dan masa depan atau akan datang.</p>
48 <h4>a. Kebutuhan Sekarang</h4>
48 <h4>a. Kebutuhan Sekarang</h4>
49 <p>Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi karena sangat penting dan mendesak. Contoh kebutuhan sekarang yaitu obat atau perawatan dokter ketika sakit.</p>
49 <p>Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi karena sangat penting dan mendesak. Contoh kebutuhan sekarang yaitu obat atau perawatan dokter ketika sakit.</p>
50 <h4>b. Kebutuhan Masa Depan/Akan Datang)</h4>
50 <h4>b. Kebutuhan Masa Depan/Akan Datang)</h4>
51 <p>Kebutuhan masa depan atau akan datang adalah kebutuhan yang akan terjadi di masa depan, namun perlu melakukan pengorbanan sekarang. Contoh kebutuhan masa depan atau akan datang yaitu tabungan pendidikan.</p>
51 <p>Kebutuhan masa depan atau akan datang adalah kebutuhan yang akan terjadi di masa depan, namun perlu melakukan pengorbanan sekarang. Contoh kebutuhan masa depan atau akan datang yaitu tabungan pendidikan.</p>
52 <p><em>Next</em>, kita bahas tentang alat pemenuhan kebutuhan, yuk!</p>
52 <p><em>Next</em>, kita bahas tentang alat pemenuhan kebutuhan, yuk!</p>
53 <h2>Alat-Alat Pemenuhan Kebutuhan</h2>
53 <h2>Alat-Alat Pemenuhan Kebutuhan</h2>
54 <p>Alat pemenuhan kebutuhan adalah suatu barang atau jasa yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia. Misalnya, bagi seseorang yang merasa lapar, maka membutuhkan makanan sebagai alat pemenuhan kebutuhannya.</p>
54 <p>Alat pemenuhan kebutuhan adalah suatu barang atau jasa yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia. Misalnya, bagi seseorang yang merasa lapar, maka membutuhkan makanan sebagai alat pemenuhan kebutuhannya.</p>
55 <p>Nah, alat pemenuhan kebutuhan ini juga terdiri atas berbagai macam, lho! Macam-macam alat pemenuhan kebutuhan dibagi ke dalam 7 kategori, yakni berdasarkan wujud, cara memperoleh, hubungan, fungsi, kualitas, proses, dan sifatnya. Kita bahas satu per satu, ya.</p>
55 <p>Nah, alat pemenuhan kebutuhan ini juga terdiri atas berbagai macam, lho! Macam-macam alat pemenuhan kebutuhan dibagi ke dalam 7 kategori, yakni berdasarkan wujud, cara memperoleh, hubungan, fungsi, kualitas, proses, dan sifatnya. Kita bahas satu per satu, ya.</p>
56 <h3>1. Wujud</h3>
56 <h3>1. Wujud</h3>
57 <p>Berdasarkan wujudnya, barang dibagi menjadi 2 macam, yaitu konkret dan abstrak.</p>
57 <p>Berdasarkan wujudnya, barang dibagi menjadi 2 macam, yaitu konkret dan abstrak.</p>
58 <h4>a. Barang Konkret</h4>
58 <h4>a. Barang Konkret</h4>
59 <p>Barang konkret terdiri atas sesuatu yang dapat diindra. Contohnya yaitu rumah, kendaraan, dan gedung.</p>
59 <p>Barang konkret terdiri atas sesuatu yang dapat diindra. Contohnya yaitu rumah, kendaraan, dan gedung.</p>
60 <h4>b. Barang Abstrak</h4>
60 <h4>b. Barang Abstrak</h4>
61 <p>Sedangkan barang abstrak terdiri atas sesuatu yang tidak dapat diindra, tapi bisa dirasakan manfaatnya. Contohnya yaitu kesehatan, pendidikan, bengkel, dan salon.</p>
61 <p>Sedangkan barang abstrak terdiri atas sesuatu yang tidak dapat diindra, tapi bisa dirasakan manfaatnya. Contohnya yaitu kesehatan, pendidikan, bengkel, dan salon.</p>
62 <h3>2. Cara Memperoleh</h3>
62 <h3>2. Cara Memperoleh</h3>
63 <p>Berdasarkan cara memperolehnya, barang dibagi menjadi 3 macam, yaitu ekonomi, bebas, dan illith.</p>
63 <p>Berdasarkan cara memperolehnya, barang dibagi menjadi 3 macam, yaitu ekonomi, bebas, dan illith.</p>
64 <h4>a. Barang Ekonomi</h4>
64 <h4>a. Barang Ekonomi</h4>
65 <p>Barang ekonomi terdiri atas sesuatu yang bisa diperoleh dengan pengorbanan, yaitu dengan cara membeli barang tersebut. Contohnya yaitu seragam sekolah, buku, dan alat tulis.</p>
65 <p>Barang ekonomi terdiri atas sesuatu yang bisa diperoleh dengan pengorbanan, yaitu dengan cara membeli barang tersebut. Contohnya yaitu seragam sekolah, buku, dan alat tulis.</p>
66 <h4>b. Barang Bebas</h4>
66 <h4>b. Barang Bebas</h4>
67 <p>Barang bebas terdiri atas sesuatu yang bisa diperoleh tanpa pengorbanan, yaitu tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Contohnya yaitu sinar matahari, udara yang kita hirup, dan pasir di pantai.</p>
67 <p>Barang bebas terdiri atas sesuatu yang bisa diperoleh tanpa pengorbanan, yaitu tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Contohnya yaitu sinar matahari, udara yang kita hirup, dan pasir di pantai.</p>
68 <h4>c. Barang Illith</h4>
68 <h4>c. Barang Illith</h4>
69 <p>Sedangkan barang illith terdiri atas sesuatu yang jumlahnya berlebihan sehingga bisa menyebabkan bencana. Contohnya yaitu air yang terlalu banyak hingga menyebabkan banjir dan api yang terlalu besar hingga menyebabkan kebakaran.</p>
69 <p>Sedangkan barang illith terdiri atas sesuatu yang jumlahnya berlebihan sehingga bisa menyebabkan bencana. Contohnya yaitu air yang terlalu banyak hingga menyebabkan banjir dan api yang terlalu besar hingga menyebabkan kebakaran.</p>
70 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia</a></strong></p>
70 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia</a></strong></p>
71 <h3>3. Hubungan</h3>
71 <h3>3. Hubungan</h3>
72 <p>Berdasarkan hubungannya, barang dibagi menjadi 2 macam, yaitu substitusi dan komplementer.</p>
72 <p>Berdasarkan hubungannya, barang dibagi menjadi 2 macam, yaitu substitusi dan komplementer.</p>
73 <h4>a. Barang Substitusi</h4>
73 <h4>a. Barang Substitusi</h4>
74 <p>Barang substitusi adalah barang yang dapat saling menggantikan. Contohnya yaitu beras dengan kentang dan sepatu dengan sandal.</p>
74 <p>Barang substitusi adalah barang yang dapat saling menggantikan. Contohnya yaitu beras dengan kentang dan sepatu dengan sandal.</p>
75 <h4>b. Barang Komplementer</h4>
75 <h4>b. Barang Komplementer</h4>
76 <p>Barang komplementer adalah barang yang dapat saling melengkapi. Contohnya yaitu mobil dengan bensin dan HP dengan pulsa.</p>
76 <p>Barang komplementer adalah barang yang dapat saling melengkapi. Contohnya yaitu mobil dengan bensin dan HP dengan pulsa.</p>
77 <h3>4. Fungsi</h3>
77 <h3>4. Fungsi</h3>
78 <p>Berdasarkan fungsinya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu konsumsi dan produksi.</p>
78 <p>Berdasarkan fungsinya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu konsumsi dan produksi.</p>
79 <h4>a. Barang Konsumsi</h4>
79 <h4>a. Barang Konsumsi</h4>
80 <p>Barang konsumsi adalah barang yang bisa langsung dikonsumsi atau siap digunakan tanpa perlu diolah lagi. Contohnya yaitu pakaian, kendaraan, dan<em>furniture</em>.</p>
80 <p>Barang konsumsi adalah barang yang bisa langsung dikonsumsi atau siap digunakan tanpa perlu diolah lagi. Contohnya yaitu pakaian, kendaraan, dan<em>furniture</em>.</p>
81 <h4>b. Barang Produksi</h4>
81 <h4>b. Barang Produksi</h4>
82 <p>Barang produksi atau barang modal adalah barang yang tidak bisa langsung dikonsumsi, tapi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan barang lain (barang konsumsi). Contohnya yaitu mesin produksi, tanah lahan usaha, dan kapas sebagai bahan baku tekstil.</p>
82 <p>Barang produksi atau barang modal adalah barang yang tidak bisa langsung dikonsumsi, tapi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan barang lain (barang konsumsi). Contohnya yaitu mesin produksi, tanah lahan usaha, dan kapas sebagai bahan baku tekstil.</p>
83 <h3>5. Kualitas</h3>
83 <h3>5. Kualitas</h3>
84 <p>Berdasarkan kualitasnya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu superior dan inferior.</p>
84 <p>Berdasarkan kualitasnya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu superior dan inferior.</p>
85 <h4>a. Barang Superior</h4>
85 <h4>a. Barang Superior</h4>
86 <p>Barang superior adalah barang yang memiliki kualitas tinggi. Contohnya yaitu mobil baru, pakaian mahal, dan perhiasan.</p>
86 <p>Barang superior adalah barang yang memiliki kualitas tinggi. Contohnya yaitu mobil baru, pakaian mahal, dan perhiasan.</p>
87 <h4>b. Barang Inferior</h4>
87 <h4>b. Barang Inferior</h4>
88 <p>Barang inferior adalah barang yang memiliki kualitas rendah. Contohnya yaitu barang bekas dan beras raskin.</p>
88 <p>Barang inferior adalah barang yang memiliki kualitas rendah. Contohnya yaitu barang bekas dan beras raskin.</p>
89 <p><strong>Baca Juga:<a>Hubungan Kelangkaan dengan Permintaan dan Penawaran</a></strong></p>
89 <p><strong>Baca Juga:<a>Hubungan Kelangkaan dengan Permintaan dan Penawaran</a></strong></p>
90 <h3>6. Proses</h3>
90 <h3>6. Proses</h3>
91 <p>Berdasarkan prosesnya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 3 macam, yaitu mentah, setengah jadi, dan jadi.</p>
91 <p>Berdasarkan prosesnya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 3 macam, yaitu mentah, setengah jadi, dan jadi.</p>
92 <h4>a. Barang Mentah</h4>
92 <h4>a. Barang Mentah</h4>
93 <p>Barang mentah adalah barang yang merupakan bahan baku produksi. Contohnya yaitu kayu gelondongan sebagai bahan baku<em>furniture</em>dan hasil pertanian sebagai bahan baku produk makanan.</p>
93 <p>Barang mentah adalah barang yang merupakan bahan baku produksi. Contohnya yaitu kayu gelondongan sebagai bahan baku<em>furniture</em>dan hasil pertanian sebagai bahan baku produk makanan.</p>
94 <h4>b. Barang Setengah Jadi</h4>
94 <h4>b. Barang Setengah Jadi</h4>
95 <p>Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tapi belum bisa digunakan karena belum sepenuhnya jadi. Contohnya yaitu kain tekstil pada industri pakaian dan tepung terigu pada industri makanan.</p>
95 <p>Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tapi belum bisa digunakan karena belum sepenuhnya jadi. Contohnya yaitu kain tekstil pada industri pakaian dan tepung terigu pada industri makanan.</p>
96 <h4>c. Barang Jadi</h4>
96 <h4>c. Barang Jadi</h4>
97 <p>Barang jadi adalah barang yang sudah siap konsumsi karena proses produksinya sudah sempurna dilakukan. Contohnya yaitu pakaian, kendaraan, HP, dan laptop.</p>
97 <p>Barang jadi adalah barang yang sudah siap konsumsi karena proses produksinya sudah sempurna dilakukan. Contohnya yaitu pakaian, kendaraan, HP, dan laptop.</p>
98 <h3>7. Sifat</h3>
98 <h3>7. Sifat</h3>
99 <p>Berdasarkan sifatnya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu bergerak dan tidak bergerak.</p>
99 <p>Berdasarkan sifatnya, alat pemenuhan kebutuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu bergerak dan tidak bergerak.</p>
100 <h4>a. Barang Bergerak</h4>
100 <h4>a. Barang Bergerak</h4>
101 <p>Barang bergerak adalah barang yang bisa dipindahkan dan bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman jangka pendek. Contohnya yaitu mobil, motor, HP, dan TV.</p>
101 <p>Barang bergerak adalah barang yang bisa dipindahkan dan bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman jangka pendek. Contohnya yaitu mobil, motor, HP, dan TV.</p>
102 <h4>b. Barang Tidak bergerak</h4>
102 <h4>b. Barang Tidak bergerak</h4>
103 <p>Barang tidak bergerak adalah barang yang tidak bisa dipindahkan, tapi bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman jangka panjang. Contohnya yaitu tanah, rumah, dan gedung.</p>
103 <p>Barang tidak bergerak adalah barang yang tidak bisa dipindahkan, tapi bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman jangka panjang. Contohnya yaitu tanah, rumah, dan gedung.</p>
104 <p>-</p>
104 <p>-</p>
105 <p>Nah, itu dia pembahasan lengkap tentang macam-macam kebutuhan serta alat pemenuhan kebutuhan. Sudah paham, kan? Kalau kamu masih bingung, langsung tanyakan aja pertanyaan kamu ke<a>Roboguru</a>! Selamat belajar!</p>
105 <p>Nah, itu dia pembahasan lengkap tentang macam-macam kebutuhan serta alat pemenuhan kebutuhan. Sudah paham, kan? Kalau kamu masih bingung, langsung tanyakan aja pertanyaan kamu ke<a>Roboguru</a>! Selamat belajar!</p>
106 <p><strong>Referensi:</strong></p>
106 <p><strong>Referensi:</strong></p>
107 <p>Alam, S. (2016).<em>Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X</em>. Jakarta: Erlangga.</p>
107 <p>Alam, S. (2016).<em>Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X</em>. Jakarta: Erlangga.</p>
108  
108