0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p>Mau masuk jurusan Ilmu Hukum? Sebelum itu, cari tahu dulu yuk mitos dan fakta yang kerap beredar mengenai jurusan ini. Cek kebenarannya berikut ini!</p>
1
<blockquote><p>Mau masuk jurusan Ilmu Hukum? Sebelum itu, cari tahu dulu yuk mitos dan fakta yang kerap beredar mengenai jurusan ini. Cek kebenarannya berikut ini!</p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Halo! Bagaimana, masih bingung memilih jurusan? Bagi kamu yang masih galau, kali ini kita akan membahas salah satu jurusan yang juga banyak digandrungi yaitu Jurusan Ilmu Hukum. Berbagai<i>stereotype</i>yang beredar mengenai jurusan ini sedikit-banyak bisa menggoyahkan keyakinanmu. Tapi, apa seluruhnya benar? Sebelum percaya, cek kebenarannya dulu<i>yuk</i>!</p>
3
<p>Halo! Bagaimana, masih bingung memilih jurusan? Bagi kamu yang masih galau, kali ini kita akan membahas salah satu jurusan yang juga banyak digandrungi yaitu Jurusan Ilmu Hukum. Berbagai<i>stereotype</i>yang beredar mengenai jurusan ini sedikit-banyak bisa menggoyahkan keyakinanmu. Tapi, apa seluruhnya benar? Sebelum percaya, cek kebenarannya dulu<i>yuk</i>!</p>
4
<h2>Mitos #1: Kuliah di jurusan Hukum harus jadi pengacara</h2>
4
<h2>Mitos #1: Kuliah di jurusan Hukum harus jadi pengacara</h2>
5
<p><strong>Fakta:</strong></p>
5
<p><strong>Fakta:</strong></p>
6
<p>Tidak semua yang masuk jurusan hukum harus jadi pengacara atau bekerja di<i>law firm</i>ya. Ketika kamu masuk jurusan ini, kamu akan mendapatkan banyak sekali<i>skill</i>yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir, menganalisis, menulis, dan<i>problem solving</i>akan sangat diasah. Berbagai<i>skill</i>dasar ini tentu dapat diaplikasikan pada banyak profesi.</p>
6
<p>Tidak semua yang masuk jurusan hukum harus jadi pengacara atau bekerja di<i>law firm</i>ya. Ketika kamu masuk jurusan ini, kamu akan mendapatkan banyak sekali<i>skill</i>yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir, menganalisis, menulis, dan<i>problem solving</i>akan sangat diasah. Berbagai<i>skill</i>dasar ini tentu dapat diaplikasikan pada banyak profesi.</p>
7
<p>Najwa Shihab merupakan salah satu lulusan Hukum (Sumber: idntimes.com)</p>
7
<p>Najwa Shihab merupakan salah satu lulusan Hukum (Sumber: idntimes.com)</p>
8
<p>Tidak melulu seperti yang sering kita tonton di TV, yaitu kasus pidana dan perdata saja. Lihat saja Najwa Shihab, jurnalis cantik nan kritis ini dulunya mahasiswa Hukum,<i>lho</i>. Selain itu ada Once yang memilih berkarier sebagai penyanyi. Bisa dikatakan jurusan ini memiliki fleksibilitas pilihan kerja ketika lulus nanti. Kamu bisa kerja di dunia kreatif,<i>human resource</i>, pengusaha, dan sebagainya.</p>
8
<p>Tidak melulu seperti yang sering kita tonton di TV, yaitu kasus pidana dan perdata saja. Lihat saja Najwa Shihab, jurnalis cantik nan kritis ini dulunya mahasiswa Hukum,<i>lho</i>. Selain itu ada Once yang memilih berkarier sebagai penyanyi. Bisa dikatakan jurusan ini memiliki fleksibilitas pilihan kerja ketika lulus nanti. Kamu bisa kerja di dunia kreatif,<i>human resource</i>, pengusaha, dan sebagainya.</p>
9
<h2>Mitos #2: Anak Hukum harus pandai bicara di depan umum</h2>
9
<h2>Mitos #2: Anak Hukum harus pandai bicara di depan umum</h2>
10
<p><strong>Fakta:</strong></p>
10
<p><strong>Fakta:</strong></p>
11
<p>Seperti yang sudah dijelaskan di atas, profesi di bidang hukum itu banyak. Pandai bicara tidak melulu menjadi kualitas nomor satu yang harus dimiliki.<i>Skill</i>yang wajib dimiliki yaitu berpikir strategis, analisis data, mengolah sumber informasi, menyaripatikan apa yang terjadi, dan menemukan solusi. Hal-hal tersebut jauh lebih penting dibandingkan ‘hanya’ jago bicara.</p>
11
<p>Seperti yang sudah dijelaskan di atas, profesi di bidang hukum itu banyak. Pandai bicara tidak melulu menjadi kualitas nomor satu yang harus dimiliki.<i>Skill</i>yang wajib dimiliki yaitu berpikir strategis, analisis data, mengolah sumber informasi, menyaripatikan apa yang terjadi, dan menemukan solusi. Hal-hal tersebut jauh lebih penting dibandingkan ‘hanya’ jago bicara.</p>
12
<p>Kemampuan berbicara dengan dasar yang benar (Sumber: thejakartapost.com)</p>
12
<p>Kemampuan berbicara dengan dasar yang benar (Sumber: thejakartapost.com)</p>
13
<p>Ketika kamu jadi mahasiswa Hukum, kamu akan belajar bagaimana agar omonganmu lebih berbobot. Jadi kalau hendak menyampaikan sesuatu, memberikan<i>statement</i>, atau debat, harus ada dasarnya. Untuk apa pandai bicara kalau tidak berisi, bukan?<i>Public speaking</i>itu layaknya<i>keyboard</i>komputer, semakin sering mengetik, akan semakin jago pula kita. Jadi kalau ingin pandai bicara di depan umum, kamu bisa lakukan dengan sering berlatih. Terbiasa lihat<i>audience</i>, pasti kamu semakin berani, dan pada akhirnya bisa. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan ya.</p>
13
<p>Ketika kamu jadi mahasiswa Hukum, kamu akan belajar bagaimana agar omonganmu lebih berbobot. Jadi kalau hendak menyampaikan sesuatu, memberikan<i>statement</i>, atau debat, harus ada dasarnya. Untuk apa pandai bicara kalau tidak berisi, bukan?<i>Public speaking</i>itu layaknya<i>keyboard</i>komputer, semakin sering mengetik, akan semakin jago pula kita. Jadi kalau ingin pandai bicara di depan umum, kamu bisa lakukan dengan sering berlatih. Terbiasa lihat<i>audience</i>, pasti kamu semakin berani, dan pada akhirnya bisa. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan ya.</p>
14
<h2>Mitos #3: Anak Hukum harus hafal Undang-undang</h2>
14
<h2>Mitos #3: Anak Hukum harus hafal Undang-undang</h2>
15
<p><strong>Fakta:</strong></p>
15
<p><strong>Fakta:</strong></p>
16
<p>Undang-undang yang sebanyak itu harus dihapal? Agak mustahil ya, teman-teman. Saat masuk jurusan hukum, tidak semua undang-undang itu sudah pasti jelas<i>lho</i>. Kamu masih perlu menganalisis, membandingkan dengan undang-undang lainnya, dan menarik kesimpulan. Jadi jangan langsung ditelan bulat-bulat ya.</p>
16
<p>Undang-undang yang sebanyak itu harus dihapal? Agak mustahil ya, teman-teman. Saat masuk jurusan hukum, tidak semua undang-undang itu sudah pasti jelas<i>lho</i>. Kamu masih perlu menganalisis, membandingkan dengan undang-undang lainnya, dan menarik kesimpulan. Jadi jangan langsung ditelan bulat-bulat ya.</p>
17
<p>Undang-undang (Sumber: kominfo.go.id)</p>
17
<p>Undang-undang (Sumber: kominfo.go.id)</p>
18
<p>Namun, tidak ada salahnya kamu harus tahu dasar penting dari Undang-undang. Tidak mungkin dong di kondisi tertentu seperti, “Saya boleh melakukan hal XYZ tidak?”, terus kamu tidak bisa jawab, harus cek buku Undang-undang dulu? Jangan dihapal, tapi dimengerti. Kalau mengerti, kamu tidak akan lupa.</p>
18
<p>Namun, tidak ada salahnya kamu harus tahu dasar penting dari Undang-undang. Tidak mungkin dong di kondisi tertentu seperti, “Saya boleh melakukan hal XYZ tidak?”, terus kamu tidak bisa jawab, harus cek buku Undang-undang dulu? Jangan dihapal, tapi dimengerti. Kalau mengerti, kamu tidak akan lupa.</p>
19
<h2>Mitos #4: Pengacara itu membela orang yang salah</h2>
19
<h2>Mitos #4: Pengacara itu membela orang yang salah</h2>
20
<p><strong>Fakta:</strong></p>
20
<p><strong>Fakta:</strong></p>
21
<p>“Orang yang jelas bersalah,<i>kok</i>malah dibela? Ketika menentukan benar atau salah dalam hukum, apa para pengacara tidak bertentangan dengan hati nurani ya?” Di antara kamu pasti ada yang pernah berpikir demikian.</p>
21
<p>“Orang yang jelas bersalah,<i>kok</i>malah dibela? Ketika menentukan benar atau salah dalam hukum, apa para pengacara tidak bertentangan dengan hati nurani ya?” Di antara kamu pasti ada yang pernah berpikir demikian.</p>
22
<p>Pengacara (Sumber: criminaldefencelawyers.com.au</p>
22
<p>Pengacara (Sumber: criminaldefencelawyers.com.au</p>
23
<p>Jadi, dalam hukum, seseorang tidak dipandang bersalah sampai divonis bersalah. Pengacara itu<em>kan</em>seorang penegak hukum. Pada intinya, mereka tidak secara langsung membela seseorang yang dianggap bersalah, tapi membela hukum. Misalnya, ada tersangka teroris, lalu diproses. Nah, tugas pengacara bukan membebaskan si tersangka, tapi mengusahakan agar tersangka tidak dihukum melebihi kesalahannya.</p>
23
<p>Jadi, dalam hukum, seseorang tidak dipandang bersalah sampai divonis bersalah. Pengacara itu<em>kan</em>seorang penegak hukum. Pada intinya, mereka tidak secara langsung membela seseorang yang dianggap bersalah, tapi membela hukum. Misalnya, ada tersangka teroris, lalu diproses. Nah, tugas pengacara bukan membebaskan si tersangka, tapi mengusahakan agar tersangka tidak dihukum melebihi kesalahannya.</p>
24
<p>Untuk lebih jelasnya, nanti kamu akan menerima mata kuliah Tanggung Jawab Profesi yang bertujuan untuk membangun<i>culture</i>. Di mata kuliah ini kamu akan mewawancara berbagai profesi di bidang hukum. Selain itu,<a>belajar</a>kode etik dan melakukan pekerjaan penuh integritas.</p>
24
<p>Untuk lebih jelasnya, nanti kamu akan menerima mata kuliah Tanggung Jawab Profesi yang bertujuan untuk membangun<i>culture</i>. Di mata kuliah ini kamu akan mewawancara berbagai profesi di bidang hukum. Selain itu,<a>belajar</a>kode etik dan melakukan pekerjaan penuh integritas.</p>
25
<h2>Mitos #5: Kalau jadi mahasiswa Hukum pasti jadi aktivis</h2>
25
<h2>Mitos #5: Kalau jadi mahasiswa Hukum pasti jadi aktivis</h2>
26
<p><strong>Fakta:</strong></p>
26
<p><strong>Fakta:</strong></p>
27
<p><i>Well</i>, saat masuk hukum kamu akan disuguhi banyak sekali organisasi yang akan membangun karaktermu.<i>So</i>, jangan menutup diri dan banyak-banyaklah berorganisasi selagi kamu masih muda. Tidak akan rugi<i>kok</i>, karena kamu akan belajar kepemimpinan, mempelajari hukum lebih dalam, bekerjasama memecahkan kasus, mempersuasi, dan sebagainya.</p>
27
<p><i>Well</i>, saat masuk hukum kamu akan disuguhi banyak sekali organisasi yang akan membangun karaktermu.<i>So</i>, jangan menutup diri dan banyak-banyaklah berorganisasi selagi kamu masih muda. Tidak akan rugi<i>kok</i>, karena kamu akan belajar kepemimpinan, mempelajari hukum lebih dalam, bekerjasama memecahkan kasus, mempersuasi, dan sebagainya.</p>
28
<p>Mahasiswa hukum (Sumber: usnews.com)</p>
28
<p>Mahasiswa hukum (Sumber: usnews.com)</p>
29
<p>Misalnya<i>moot court</i>(peradilan semu). Semua ini akan membentuk mental dan menciptakan integritasmu.<i>Nah</i>, dari berbagai kegiatan sejenis ini juga kamu akan banyak bertemu orang baru dan otomatis menambah koneksi. Dalam memperluas<i>networking</i>ini, kamu juga harus terus mengembangkan diri ya. Lakukan apapun dengan sebaik mungkin, dan orang akan tahu siapa dan bagaimana dirimu.<i>Social skill</i>perlu, tapi tetap harus ada kontribusinya<em>dong</em>, istilahnya “<em>bring something to the table.</em>”.</p>
29
<p>Misalnya<i>moot court</i>(peradilan semu). Semua ini akan membentuk mental dan menciptakan integritasmu.<i>Nah</i>, dari berbagai kegiatan sejenis ini juga kamu akan banyak bertemu orang baru dan otomatis menambah koneksi. Dalam memperluas<i>networking</i>ini, kamu juga harus terus mengembangkan diri ya. Lakukan apapun dengan sebaik mungkin, dan orang akan tahu siapa dan bagaimana dirimu.<i>Social skill</i>perlu, tapi tetap harus ada kontribusinya<em>dong</em>, istilahnya “<em>bring something to the table.</em>”.</p>
30
<p>Jadi, bagaimana? Masih mau percaya sama mitos yang beredar? Mulai detik ini, perbanyak baca buku dan berbagai referensi<em>yuk</em>agar pengetahuan semakin kaya. Dengan demikian, pasti pemikiran akan lebih terbuka lagi. Kalau kamu mau masuk jurusan Hukum, persiapkan dulu dirimu dengan<a>ruangbelajar</a>.</p>
30
<p>Jadi, bagaimana? Masih mau percaya sama mitos yang beredar? Mulai detik ini, perbanyak baca buku dan berbagai referensi<em>yuk</em>agar pengetahuan semakin kaya. Dengan demikian, pasti pemikiran akan lebih terbuka lagi. Kalau kamu mau masuk jurusan Hukum, persiapkan dulu dirimu dengan<a>ruangbelajar</a>.</p>
31
<p>Referensi:</p>
31
<p>Referensi:</p>
32
<p>Bincang-bincang jurusan dengan Ario Adimas, Dian Widayanti dan Muhammad Reza Pramadea di Ask Me Anything yang diselenggarakan oleh Ruangguru<strong>[daring]. Tautan: https://www.facebook.com/ruanggurucom/videos/968773146552714/ (Diakses: 4 Mei 2016)</strong></p>
32
<p>Bincang-bincang jurusan dengan Ario Adimas, Dian Widayanti dan Muhammad Reza Pramadea di Ask Me Anything yang diselenggarakan oleh Ruangguru<strong>[daring]. Tautan: https://www.facebook.com/ruanggurucom/videos/968773146552714/ (Diakses: 4 Mei 2016)</strong></p>
33
<p>Sumber foto:</p>
33
<p>Sumber foto:</p>
34
<p>Foto Najwa Shihab [daring]. Tautan: https://www.idntimes.com/news/indonesia/margith-juita-damanik/klarifikasi-fotonya-tommy-soeharto-najwa-shihab-bantah-jadi-antek-orba (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
34
<p>Foto Najwa Shihab [daring]. Tautan: https://www.idntimes.com/news/indonesia/margith-juita-damanik/klarifikasi-fotonya-tommy-soeharto-najwa-shihab-bantah-jadi-antek-orba (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
35
<p>Foto Kemampuan berbicara [daring]. Tautan: https://www.thejakartapost.com/life/2019/06/03/three-tips-to-speak-in-public-with-confidence.html (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
35
<p>Foto Kemampuan berbicara [daring]. Tautan: https://www.thejakartapost.com/life/2019/06/03/three-tips-to-speak-in-public-with-confidence.html (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
36
<p>Foto Undang-undang [daring]. Tautan: https://aptika.kominfo.go.id/2019/09/rancangan-undang-undang-perlindungan-data-pribadi/ (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
36
<p>Foto Undang-undang [daring]. Tautan: https://aptika.kominfo.go.id/2019/09/rancangan-undang-undang-perlindungan-data-pribadi/ (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
37
<p>Foto Pengacara [daring]. Tautan: https://www.criminaldefencelawyers.com.au/blog/lawyer-salary-australia-how-much-does-a-lawyer-make-in-australia/ (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
37
<p>Foto Pengacara [daring]. Tautan: https://www.criminaldefencelawyers.com.au/blog/lawyer-salary-australia-how-much-does-a-lawyer-make-in-australia/ (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
38
<p>Foto Mahasiswa hukum [daring]. Tautan: https://www.usnews.com/education/best-graduate-schools/top-law-schools/slideshows/law-schools-with-the-highest-full-time-employment-rates (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
38
<p>Foto Mahasiswa hukum [daring]. Tautan: https://www.usnews.com/education/best-graduate-schools/top-law-schools/slideshows/law-schools-with-the-highest-full-time-employment-rates (Diakses: 3 Juni 2021)</p>
39
<p><em>Artikel ini diperbarui pada 3 Juni 2021.</em></p>
39
<p><em>Artikel ini diperbarui pada 3 Juni 2021.</em></p>
40
40