HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel ini membahas tentang jurusan Hubungan Internasional (HI), stereotip, apa yang dipelajari, mata kuliah, kampus, prospek kerja, dan siapa saja para alumni dari jurusan ini.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel ini membahas tentang jurusan Hubungan Internasional (HI), stereotip, apa yang dipelajari, mata kuliah, kampus, prospek kerja, dan siapa saja para alumni dari jurusan ini.</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p><em>“Saya menjamin bahwa tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau saudara-saudara ragu, nyawa sayalah yang menjadi taruhannya!”</em></p>
3 <p><em>“Saya menjamin bahwa tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau saudara-saudara ragu, nyawa sayalah yang menjadi taruhannya!”</em></p>
4 <p>Menurut kamu, siapa orang yang berani mengeluarkan omongan kayak gitu? Soekarno? Muhammad Hatta? Jawabannya bukan keduanya. Kalimat itu keluar dari mulut<strong><a>Achmad Soebardjo</a>.</strong>Kalimat sakti itu lah yang membuat para golongan muda, yang kepalanya panas karena golongan tua tidak segera melangsungkan kemerdekaan, menjadi tenang.</p>
4 <p>Menurut kamu, siapa orang yang berani mengeluarkan omongan kayak gitu? Soekarno? Muhammad Hatta? Jawabannya bukan keduanya. Kalimat itu keluar dari mulut<strong><a>Achmad Soebardjo</a>.</strong>Kalimat sakti itu lah yang membuat para golongan muda, yang kepalanya panas karena golongan tua tidak segera melangsungkan kemerdekaan, menjadi tenang.</p>
5 <p><em>Achmad Soebardjo (Sumber: fajarpos.com)</em></p>
5 <p><em>Achmad Soebardjo (Sumber: fajarpos.com)</em></p>
6 <p>Betul. Achmad Soebardjo adalah sosok diplomat yang menjadi penengah perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda. Berkat kepiawaiannya dalam berdiplomasi, dia dipilih menjadi<strong>Menteri Luar Negeri pertama di Indonesia.</strong>Dengan kantor pertama di rumahnya sendiri, dan pegawai yang berjumlah 10 orang saja. Secara gitu, lho, setelah menasbihkan diri sebagai negara yang merdeka, kita perlu banyak<em>ngobrol</em>sama negara luar.</p>
6 <p>Betul. Achmad Soebardjo adalah sosok diplomat yang menjadi penengah perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda. Berkat kepiawaiannya dalam berdiplomasi, dia dipilih menjadi<strong>Menteri Luar Negeri pertama di Indonesia.</strong>Dengan kantor pertama di rumahnya sendiri, dan pegawai yang berjumlah 10 orang saja. Secara gitu, lho, setelah menasbihkan diri sebagai negara yang merdeka, kita perlu banyak<em>ngobrol</em>sama negara luar.</p>
7 <p>Tentu, untuk bisa jago berdiplomasi, diperlukan ilmu tersendiri. Di sinilah<strong>jurusan HI (Hubungan Internasional)</strong>berguna.<em>So, yeah</em>karena artikel ini tidak akan jadi artikel yang serius serius amat, mari kita mulai bedah jurusan Hubungan Internasional.</p>
7 <p>Tentu, untuk bisa jago berdiplomasi, diperlukan ilmu tersendiri. Di sinilah<strong>jurusan HI (Hubungan Internasional)</strong>berguna.<em>So, yeah</em>karena artikel ini tidak akan jadi artikel yang serius serius amat, mari kita mulai bedah jurusan Hubungan Internasional.</p>
8 <h2>Mengenal Jurusan Hubungan Internasional</h2>
8 <h2>Mengenal Jurusan Hubungan Internasional</h2>
9 <p><em><i>“Oh, jurusan yang nanti kerjanya bakal jadi diplomat ke luar negeri itu kan?”</i></em></p>
9 <p><em><i>“Oh, jurusan yang nanti kerjanya bakal jadi diplomat ke luar negeri itu kan?”</i></em></p>
10 <p><em>Well,</em>pernyataan itu ada benarnya tapi nggak sepenuhnya akurat. Jurusan HI adalah cabang ilmu yang mempelajari dinamika hubungan antara negara, perusahaan, organisasi, atau individu yang memiliki pengaruh lintas negara.</p>
10 <p><em>Well,</em>pernyataan itu ada benarnya tapi nggak sepenuhnya akurat. Jurusan HI adalah cabang ilmu yang mempelajari dinamika hubungan antara negara, perusahaan, organisasi, atau individu yang memiliki pengaruh lintas negara.</p>
11 <p>Selama kuliah kamu akan banyak merasakan atmosfer internasional melalui berbagai simulasi pertemuan penting di dunia, salah satunya sidang PBB. Lulusan dari jurusan ini diharapkan bisa menjadi ahli di sektor pemerintahan, riset, dan pendidikan dalam skala nasional hingga internasional.</p>
11 <p>Selama kuliah kamu akan banyak merasakan atmosfer internasional melalui berbagai simulasi pertemuan penting di dunia, salah satunya sidang PBB. Lulusan dari jurusan ini diharapkan bisa menjadi ahli di sektor pemerintahan, riset, dan pendidikan dalam skala nasional hingga internasional.</p>
12 <h2>Mata Kuliah Jurusan Hubungan Internasional</h2>
12 <h2>Mata Kuliah Jurusan Hubungan Internasional</h2>
13 <p>Namanya juga jurusan Hubungan Internasional, sudah pasti kamu akan banyak belajar tentang dunia global. Kamu dituntut untuk paham mengenai konsep negara, diplomasi, sistem politik, ekonomi, keamanan global, hingga pembangunan internasional.</p>
13 <p>Namanya juga jurusan Hubungan Internasional, sudah pasti kamu akan banyak belajar tentang dunia global. Kamu dituntut untuk paham mengenai konsep negara, diplomasi, sistem politik, ekonomi, keamanan global, hingga pembangunan internasional.</p>
14 <p>Cakupan materi yang akan kamu pelajari juga sangat luas, lho. Kamu akan belajar tentang keuangan global, organisasi internasional, sistem politik internasional, globalisasi, hukum internasional, konflik etnik, kerjasama internasional, hak asasi manusia, kesejahteraan, isu lingkungan, dan masih banyak lagi.</p>
14 <p>Cakupan materi yang akan kamu pelajari juga sangat luas, lho. Kamu akan belajar tentang keuangan global, organisasi internasional, sistem politik internasional, globalisasi, hukum internasional, konflik etnik, kerjasama internasional, hak asasi manusia, kesejahteraan, isu lingkungan, dan masih banyak lagi.</p>
15 <p>Luasnya pokok bahasan di jurusan ini membuat standar akademik yang ditetapkan oleh universitas cukup tinggi, baik pada saat proses penyaringan mahasiswa maupun saat meluluskan mahasiswanya.</p>
15 <p>Luasnya pokok bahasan di jurusan ini membuat standar akademik yang ditetapkan oleh universitas cukup tinggi, baik pada saat proses penyaringan mahasiswa maupun saat meluluskan mahasiswanya.</p>
16 <p><em><i>“Okay, enough the talking, terus mata kuliahnya apa aja?”</i></em></p>
16 <p><em><i>“Okay, enough the talking, terus mata kuliahnya apa aja?”</i></em></p>
17 <p><em><i>Yaudah deh</i></em>kalau kamu sudah nggak sabar, langsung aja cek daftar mata kuliah di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia di bawah ini.</p>
17 <p><em><i>Yaudah deh</i></em>kalau kamu sudah nggak sabar, langsung aja cek daftar mata kuliah di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia di bawah ini.</p>
18 <h2>Stereotip Jurusan Hubungan Internasional</h2>
18 <h2>Stereotip Jurusan Hubungan Internasional</h2>
19 <p>Kalau kamu <em>googling</em>, lumayan banyak stereotip dari jurusan HI ini. Beberapa di antaranya adalah: anak HI harus jago menguasai banyak bahasa, sering keluar negeri, dan, sama kayak Achmad Soebardjo… akan berakhir menjadi diplomat di Kementerian Luar Negeri.</p>
19 <p>Kalau kamu <em>googling</em>, lumayan banyak stereotip dari jurusan HI ini. Beberapa di antaranya adalah: anak HI harus jago menguasai banyak bahasa, sering keluar negeri, dan, sama kayak Achmad Soebardjo… akan berakhir menjadi diplomat di Kementerian Luar Negeri.</p>
20 <p>Konon, kalau kamu masuk ke pergaulan anak HI, cara bicara kamu akan berubah menjadi<em>jaksel </em><em>style</em><em>.</em>Kalau mau ngajak makan, kamu akan bilang,<em>“</em><em>To be honest gue laper nich… ngebaks yuk! (maksudnya ngebakso)”</em></p>
20 <p>Konon, kalau kamu masuk ke pergaulan anak HI, cara bicara kamu akan berubah menjadi<em>jaksel </em><em>style</em><em>.</em>Kalau mau ngajak makan, kamu akan bilang,<em>“</em><em>To be honest gue laper nich… ngebaks yuk! (maksudnya ngebakso)”</em></p>
21 <p>“Lo bukannya baru makan sebelum kelas Pak Roni yang which is 2 jam lalu? Kena <a>Food Coma</a> aja lo!”</p>
21 <p>“Lo bukannya baru makan sebelum kelas Pak Roni yang which is 2 jam lalu? Kena <a>Food Coma</a> aja lo!”</p>
22 <p>Sementara anak sastra jawa di pinggiran cuma:<em>“Wuopo, toh, coeg…”</em></p>
22 <p>Sementara anak sastra jawa di pinggiran cuma:<em>“Wuopo, toh, coeg…”</em></p>
23 <p><em>Sumber: Giphy.co</em></p>
23 <p><em>Sumber: Giphy.co</em></p>
24 <p>Tidak hanya itu, konon anak HI gemar mengeluarkan diksi-diksi ajaib yang sering mereka baca dari jurnal. Kehidupan sehari-hari pun penuh dengan pengandaian dari hubungan antarnegara.</p>
24 <p>Tidak hanya itu, konon anak HI gemar mengeluarkan diksi-diksi ajaib yang sering mereka baca dari jurnal. Kehidupan sehari-hari pun penuh dengan pengandaian dari hubungan antarnegara.</p>
25 <p>“Gue perhatiin lo sama doi kok gak pernah keliatan bareng? Lagi ribut ya kayak <a>Iran Amerika</a>?”</p>
25 <p>“Gue perhatiin lo sama doi kok gak pernah keliatan bareng? Lagi ribut ya kayak <a>Iran Amerika</a>?”</p>
26 <p><em>“Ya, secara empiris sih kita nggak bilang kalau lagi ada konflik. Tapi kalo dari apa yang gue rasa, de facto-nya emang iya.”</em></p>
26 <p><em>“Ya, secara empiris sih kita nggak bilang kalau lagi ada konflik. Tapi kalo dari apa yang gue rasa, de facto-nya emang iya.”</em></p>
27 <p>Itulah beberapa stereotip yang melekat dengan jurusan HI. Tapi apakah itu sesuai dengan kenyataannya? Apa aja yang dipelajarin di sini? Apakah ini termasuk jurusan yang susah masuknya? Atau malah lebih susah keluarnya alias… TOLONG TUHAN, AKU INGIN LULUS! Yuk, mari kita bahas fakta dunia perkuliahannya berikut ini.</p>
27 <p>Itulah beberapa stereotip yang melekat dengan jurusan HI. Tapi apakah itu sesuai dengan kenyataannya? Apa aja yang dipelajarin di sini? Apakah ini termasuk jurusan yang susah masuknya? Atau malah lebih susah keluarnya alias… TOLONG TUHAN, AKU INGIN LULUS! Yuk, mari kita bahas fakta dunia perkuliahannya berikut ini.</p>
28 <h2>Dunia Perkuliahan di Jurusan Hubungan Internasional</h2>
28 <h2>Dunia Perkuliahan di Jurusan Hubungan Internasional</h2>
29 <h3>1. Banyak melakukan riset</h3>
29 <h3>1. Banyak melakukan riset</h3>
30 <p>Pertama. Seperti namanya, di jurusan HI, tentu kamu akan banyak mempelajari hubungan internasional. Politiknya, kebijakannya, cara komunikasinya. Itu artinya, kamu akan banyak cari tahu, baca, dan mempelajari berita-berita internasional. Apa yang terjadi dengan dunia ini. Kenapa negara A dan negara B bisa temenan akrab. Kenapa negara A dan C kok kayak beranteeem terus.</p>
30 <p>Pertama. Seperti namanya, di jurusan HI, tentu kamu akan banyak mempelajari hubungan internasional. Politiknya, kebijakannya, cara komunikasinya. Itu artinya, kamu akan banyak cari tahu, baca, dan mempelajari berita-berita internasional. Apa yang terjadi dengan dunia ini. Kenapa negara A dan negara B bisa temenan akrab. Kenapa negara A dan C kok kayak beranteeem terus.</p>
31 <p>Di jurusan ini kamu akan riset, riset, dan riset. Studi kasus, studi kasus, dan studi kasus. Kelasnya pun akan lebih banyak diskusinya dibanding pengajaran satu arah. Hal ini supaya isu yang lagi diomongin bisa berkembang dan dibedah bersama di kelas.</p>
31 <p>Di jurusan ini kamu akan riset, riset, dan riset. Studi kasus, studi kasus, dan studi kasus. Kelasnya pun akan lebih banyak diskusinya dibanding pengajaran satu arah. Hal ini supaya isu yang lagi diomongin bisa berkembang dan dibedah bersama di kelas.</p>
32 <h3>2. Harus bisa bahasa Inggris</h3>
32 <h3>2. Harus bisa bahasa Inggris</h3>
33 <p>Gara-gara sering riset ini, mau nggak mau kamu akan belajar bahasa inggris. Karena apa? Ya karena semua jurnalnya kebanyakan berbahasa inggris. Berita-berita luar juga, kan, dikemas dalam bahasa inggris. Mungkin, kebiasaan ini lah yang bikin jurusan Hubungan Internasional diasosiasikan dengan “harus jago bahasa inggris”. Padahal, ya, nggak juga. Seiring berjalannya waktu juga kamu bakal belajar sendiri kok. Jadi, ya, stereotip tadi tuh cuma efek sampingnya aja. Karena hal yang ditekankan di HI sebenarnya adalah<strong>seberapa kamu bisa kritis terhadap hal-hal yang terjadi di dunia internasional.</strong></p>
33 <p>Gara-gara sering riset ini, mau nggak mau kamu akan belajar bahasa inggris. Karena apa? Ya karena semua jurnalnya kebanyakan berbahasa inggris. Berita-berita luar juga, kan, dikemas dalam bahasa inggris. Mungkin, kebiasaan ini lah yang bikin jurusan Hubungan Internasional diasosiasikan dengan “harus jago bahasa inggris”. Padahal, ya, nggak juga. Seiring berjalannya waktu juga kamu bakal belajar sendiri kok. Jadi, ya, stereotip tadi tuh cuma efek sampingnya aja. Karena hal yang ditekankan di HI sebenarnya adalah<strong>seberapa kamu bisa kritis terhadap hal-hal yang terjadi di dunia internasional.</strong></p>
34 <p>Oiya, konon di jurusan HI kamu akan dapat satu kitab suci baru. Namanya adalah World Politics. Siapa tahu kamu pengin curi-curi duluan tentang materi di HI, cari tahu aja tentang buku itu. Atau, kamu juga bisa baca-baca artikel tentang HI di <a>situs e-International Relations</a><strong> </strong>ini.</p>
34 <p>Oiya, konon di jurusan HI kamu akan dapat satu kitab suci baru. Namanya adalah World Politics. Siapa tahu kamu pengin curi-curi duluan tentang materi di HI, cari tahu aja tentang buku itu. Atau, kamu juga bisa baca-baca artikel tentang HI di <a>situs e-International Relations</a><strong> </strong>ini.</p>
35 <p><em>Sumber: goodreads.com</em></p>
35 <p><em>Sumber: goodreads.com</em></p>
36 <h3>3. Punya kesempatan ke luar negeri</h3>
36 <h3>3. Punya kesempatan ke luar negeri</h3>
37 <p>Lalu, bagaimana dengan masalah anak HI harus sering keluar negeri? Apa ini benar? Apa ini jadi kewajiban di kampus-kampus? Kenyataannya nggak. Anak HI bisa aja lulus tanpa pernah keluar negeri sama sekali. Namun, harus diakui bahwa anak HI punya banyak kesempatan untuk bisa keluar negeri. Misalnya, mengikuti konferensi semacam Model United Nation (MUN), atau buat paper yang akan dipresentasiin di luar.</p>
37 <p>Lalu, bagaimana dengan masalah anak HI harus sering keluar negeri? Apa ini benar? Apa ini jadi kewajiban di kampus-kampus? Kenyataannya nggak. Anak HI bisa aja lulus tanpa pernah keluar negeri sama sekali. Namun, harus diakui bahwa anak HI punya banyak kesempatan untuk bisa keluar negeri. Misalnya, mengikuti konferensi semacam Model United Nation (MUN), atau buat paper yang akan dipresentasiin di luar.</p>
38 <h3>4. Memilih penjurusan</h3>
38 <h3>4. Memilih penjurusan</h3>
39 <p>Di beberapa kampus mungkin akan agak beda, tapi ketika sudah di dalam, kamu akan memilih penjurusan. Berbagai di antaranya adalah mengecek hubungan internasional dari aspek ekonomi (bagaimana interaksi politik global antarnegara bisa berpengaruh dengan tingkat ekonomi suatu negara), atau sisi politik, keamanan, maupun jurnalistik.</p>
39 <p>Di beberapa kampus mungkin akan agak beda, tapi ketika sudah di dalam, kamu akan memilih penjurusan. Berbagai di antaranya adalah mengecek hubungan internasional dari aspek ekonomi (bagaimana interaksi politik global antarnegara bisa berpengaruh dengan tingkat ekonomi suatu negara), atau sisi politik, keamanan, maupun jurnalistik.</p>
40 <p>Berhubung sifatnya yang dinamis, materi yang dipelajarin juga akan terus berkembang. Kayak misalnya, dulu, setiap kita ngomongin “keamanan suatu negara”, kita langsung kepikiran tentang perang. Bagaimana kita bisa menjalin hubungan baik dengan negara lain supaya terhindar dari peperangan dan tercipta perdamaian. Tapi, seiring berjalannya waktu, sekarang <em>concern</em>-nya jauh lebih dalam. Ketika membahas keamanan suatu negara, sifatnya lebih ke <em>human security</em>. Bukan aman dari serangan luar saja, tapi apakah manusia bisa hidup sejahtera dan tenteram di negara itu.</p>
40 <p>Berhubung sifatnya yang dinamis, materi yang dipelajarin juga akan terus berkembang. Kayak misalnya, dulu, setiap kita ngomongin “keamanan suatu negara”, kita langsung kepikiran tentang perang. Bagaimana kita bisa menjalin hubungan baik dengan negara lain supaya terhindar dari peperangan dan tercipta perdamaian. Tapi, seiring berjalannya waktu, sekarang <em>concern</em>-nya jauh lebih dalam. Ketika membahas keamanan suatu negara, sifatnya lebih ke <em>human security</em>. Bukan aman dari serangan luar saja, tapi apakah manusia bisa hidup sejahtera dan tenteram di negara itu.</p>
41 <p><strong>Baca Juga:<a>Bedah Jurusan Komputer: Bedanya Jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika</a></strong></p>
41 <p><strong>Baca Juga:<a>Bedah Jurusan Komputer: Bedanya Jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika</a></strong></p>
42 <h2>Prospek Kerja Jurusan Hubungan Internasional</h2>
42 <h2>Prospek Kerja Jurusan Hubungan Internasional</h2>
43 <p>Pada awalnya mungkin kamu berpikir bahwa semua anak HI akan jadi<strong>diplomat.</strong>Bekerja di kedutaan besar suatu negara. Pakai baju rapi, dan hobi keluar negeri. Ini bisa benar dan juga salah. Ya, mungkin tujuan awalnya itu, tapi,<strong>lulusan HI nggak cuma bisa jadi diplomat.</strong></p>
43 <p>Pada awalnya mungkin kamu berpikir bahwa semua anak HI akan jadi<strong>diplomat.</strong>Bekerja di kedutaan besar suatu negara. Pakai baju rapi, dan hobi keluar negeri. Ini bisa benar dan juga salah. Ya, mungkin tujuan awalnya itu, tapi,<strong>lulusan HI nggak cuma bisa jadi diplomat.</strong></p>
44 <p>Ada berbagai profesi lain yang bisa dipilih oleh alumni HI. Kamu bisa bekerja di INGO (Lembaga nonpemerintah yang skalanya Internasional), di perusahaan-perusahaan multinasional, BUMN (kayak Pertamina gitu-gitu), peneliti, dosen, atau bahkan jurnalis dan konsultan bisnis (Boston Consulting Group, McKinsey, dll) yang mana namanya sangat digandrungi dan penghasilannya cukup ehem.</p>
44 <p>Ada berbagai profesi lain yang bisa dipilih oleh alumni HI. Kamu bisa bekerja di INGO (Lembaga nonpemerintah yang skalanya Internasional), di perusahaan-perusahaan multinasional, BUMN (kayak Pertamina gitu-gitu), peneliti, dosen, atau bahkan jurnalis dan konsultan bisnis (Boston Consulting Group, McKinsey, dll) yang mana namanya sangat digandrungi dan penghasilannya cukup ehem.</p>
45 <p>Kalau sewaktu kuliah kamu tertarik dengan isu HAM, kamu bisa aja masuk ke perusahaan NGO yang menaungi isu itu. Amnesty Internasional, misalnya. Biasanya, kan, sewaktu kuliah kamu udah dibiasain untuk riset dan baca jurnal, jadi pengetahuan dan cara kamu menangani suatu masalah bisa lebih dalam.</p>
45 <p>Kalau sewaktu kuliah kamu tertarik dengan isu HAM, kamu bisa aja masuk ke perusahaan NGO yang menaungi isu itu. Amnesty Internasional, misalnya. Biasanya, kan, sewaktu kuliah kamu udah dibiasain untuk riset dan baca jurnal, jadi pengetahuan dan cara kamu menangani suatu masalah bisa lebih dalam.</p>
46 <h2>Kampus dengan Jurusan Hubungan Internasional</h2>
46 <h2>Kampus dengan Jurusan Hubungan Internasional</h2>
47 <p>Buat kamu yang minat masuk jurusan ini, cek dulu ya daftar kampus yang membuka program studi Hubungan Internasional berikut ini.</p>
47 <p>Buat kamu yang minat masuk jurusan ini, cek dulu ya daftar kampus yang membuka program studi Hubungan Internasional berikut ini.</p>
48 <ul><li>Universitas Indonesia</li>
48 <ul><li>Universitas Indonesia</li>
49 <li>Universitas Gadjah Mada</li>
49 <li>Universitas Gadjah Mada</li>
50 <li>Universitas Padjadjaran</li>
50 <li>Universitas Padjadjaran</li>
51 <li>Universitas Jember</li>
51 <li>Universitas Jember</li>
52 <li>Universitas Airlangga</li>
52 <li>Universitas Airlangga</li>
53 <li>Universitas Riau</li>
53 <li>Universitas Riau</li>
54 <li>Universitas Parahyangan</li>
54 <li>Universitas Parahyangan</li>
55 <li>Universitas Jenderal Soedirman</li>
55 <li>Universitas Jenderal Soedirman</li>
56 <li>Universitas Brawijaya</li>
56 <li>Universitas Brawijaya</li>
57 <li>Universitas Diponegoro</li>
57 <li>Universitas Diponegoro</li>
58 <li>Universitas Negeri Sebelas Maret</li>
58 <li>Universitas Negeri Sebelas Maret</li>
59 </ul><h2>Gelar Akademik Jurusan Hubungan Internasional</h2>
59 </ul><h2>Gelar Akademik Jurusan Hubungan Internasional</h2>
60 <p>Dalam jurusan Hubungan Internasional, ada beberapa gelar akademik yang bisa kamu sandang, nih. Tergantung kamu lulus dari kampus mana. Ada kemungkinan kamu mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Politik atau<strong>S.IP.</strong>, Sarjana Sosial atau<strong>S.Sos.</strong>, Sarjana Hubungan Internasional atau<strong>S.Hub.Int.</strong>, Sarjana Hubungan Internasional atau<strong>S.H.Int.</strong>.</p>
60 <p>Dalam jurusan Hubungan Internasional, ada beberapa gelar akademik yang bisa kamu sandang, nih. Tergantung kamu lulus dari kampus mana. Ada kemungkinan kamu mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Politik atau<strong>S.IP.</strong>, Sarjana Sosial atau<strong>S.Sos.</strong>, Sarjana Hubungan Internasional atau<strong>S.Hub.Int.</strong>, Sarjana Hubungan Internasional atau<strong>S.H.Int.</strong>.</p>
61 <h2>Tokoh Alumni dari Jurusan Hubungan Internasional</h2>
61 <h2>Tokoh Alumni dari Jurusan Hubungan Internasional</h2>
62 <p>Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan era Jokowi, juga tadinya anak HI dari Brown University. Atau Dewi Lestari, penulis yang buku-bukunya penuh dengan observasi matang. Dee percaya bahwa riset itu bukan hanya untuk kepentingan “kebenaran isi buku” yang dia tulis, tapi juga bikin hati tenang. Karena sebagai penulis, kita jadi tidak merasa parno dan waswas apakah hal yang kita hadirkan benaran sesuai dengan kehidupan nyata atau tidak. Bisa jadi, sih,<em>mindset</em>Dewi Lestari itu didapat dari kebiasaan anak HI yang doyan ngulik dan riset.</p>
62 <p>Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan era Jokowi, juga tadinya anak HI dari Brown University. Atau Dewi Lestari, penulis yang buku-bukunya penuh dengan observasi matang. Dee percaya bahwa riset itu bukan hanya untuk kepentingan “kebenaran isi buku” yang dia tulis, tapi juga bikin hati tenang. Karena sebagai penulis, kita jadi tidak merasa parno dan waswas apakah hal yang kita hadirkan benaran sesuai dengan kehidupan nyata atau tidak. Bisa jadi, sih,<em>mindset</em>Dewi Lestari itu didapat dari kebiasaan anak HI yang doyan ngulik dan riset.</p>
63 <p>-</p>
63 <p>-</p>
64 <p>Nah, itulah tadi sekilas penjelasan mengenai jurusan Hubungan Internasional (HI). GImana, kamu udah dapat bayangan, kan, kayak apa isi dan prospek kerjanya? Demi mempersiapkan diri supaya bisa masuk kampus impian, yuk segera perdalam materi dari Master Teacher yang berpengalaman di bidangnya lewat<strong><a>ruangbelajar!</a></strong></p>
64 <p>Nah, itulah tadi sekilas penjelasan mengenai jurusan Hubungan Internasional (HI). GImana, kamu udah dapat bayangan, kan, kayak apa isi dan prospek kerjanya? Demi mempersiapkan diri supaya bisa masuk kampus impian, yuk segera perdalam materi dari Master Teacher yang berpengalaman di bidangnya lewat<strong><a>ruangbelajar!</a></strong></p>
65 <p>Referensi:</p>
65 <p>Referensi:</p>
66 <p>Kurikulum Program Sarjana Hubungan Internasional UI [daring]. Tautan: https://ir.fisip.ui.ac.id/struktur-kurikulum-s1/ (Diakses: 16 Mei 2022)</p>
66 <p>Kurikulum Program Sarjana Hubungan Internasional UI [daring]. Tautan: https://ir.fisip.ui.ac.id/struktur-kurikulum-s1/ (Diakses: 16 Mei 2022)</p>
67 <p>Jurusan Hubungan Internasional [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/pendidikan/jurusan-hubungan-internasional/(Diakses: 16 Mei 2022)</p>
67 <p>Jurusan Hubungan Internasional [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/pendidikan/jurusan-hubungan-internasional/(Diakses: 16 Mei 2022)</p>
68 <p>Jurusan Hubungan Internasional [daring]. Tautan: https://sevima.com/jurusan/hubungan-internasional/(Diakses: 16 Mei 2022)</p>
68 <p>Jurusan Hubungan Internasional [daring]. Tautan: https://sevima.com/jurusan/hubungan-internasional/(Diakses: 16 Mei 2022)</p>
69  
69